ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN BINA UMAT SERUMPUN SEBALAI MUKADDIMAH b Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai didirikan

oleh para pemimpin umat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mencintai dakwah amar makruf nahi mungkar atas prakarsa Bapak Ir. H. Eko Maulana Ali, S.AP, M.Sc. dengan pendiri . Kemudian melalui musyawarah dan pertemuan para tokoh agama, organisasi dan kemasyarakatan Islam yang ada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, maka pada tanggal 1 April 2008 Masehi bertepatan dengan tanggal 10 Rabi ul Awwal 1429 Hijriah bertempat di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung di Pangkalpinang. Musyawarah dan pertemuan dilaksanakan sebagai aktualisasi untuk mengembangkan dakwah Ilallah mengingat semakin banyaknya pengaruh negative dan sekaligus untuk mencegah terjadinya penyimpangan etika serta moral di kalangan umat islam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung disebabkan cepatnya arus globalisasi dan infomasi teknologi. Disamping itu belum terkoordinirnya pelaksanaan dakwah antar elemen masyarakat, lembaga dakwah dan pemerintah, yang berpengaruh pada lesunya kegiatan dakwah. Kondisi inilah yang mendorong para pendiri Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai untuk membentuk satu wadah tempat berhimpunnya para da i, mubaligh dan cendekiawan muslim dari berbagai unsur untuk mengintensifkan dan meningkatkan mutu dakwah di Negeri Serumpun Sebalai. Gagasan dan pemikiran para pendiri tersebut diharapkan dapat membentuk karakter dakwah yang kuat melalui Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai yang peduli dan peka terhadap persoalan-persoalan sosial keagamaan yang sedang terjadi di masyarakat. Dakwah adalah suatu fitrah bagi individu muslim sebagai khalifah fil ardh untuk melaksanakan amar makruf dan nahi mungkar sebagai syarat mutlak bagi kesempurnaan dan keselamatan hidup selama di dunia maupun di akhirat kelak, juga untuk mengubah seseorang, sekelompok orang, atau suatu masyarakat menuju keadaan yang lebih baik sesuai dengan perintah Allah dan tuntunan Rasul 1

3. Pasal 1 Anggaran Rumah Tangga ini disusun berdasarkan Anggaran Dasar Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai yagn selanjutnya dalam Anggaran Rumah Tangga ini disebut dengan Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai. Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai bertujuan untuk mewujudkan tatanan kehidupan kehidupan yang Islami dengan menggiatkan dan meningkatkan mutu dakwah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pasal 2 Ciri Organisasi 1. Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai memiliki perangkat-perangkat aturan termasuk Anggaran Rumah Tangga yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Anggaran Dasar Yayasan. 2 . Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai bersifat independen.Nya sesuai dengan prinsip ummatan wasathan yang merupakan rahmatan lil alamin. bangsa dan Negara. visi dan misi dalam menegakkan dan memperjuangkan dienul Islam. Karena itu. melalui penanaman aqidah dan menyebarkan pemikiran Islam yang bersumber dari Al Qur an dan As Sunnah. Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai bersifat mandiri yang dicerminkan dalam sikap organisasi pemikiran. tanpa membedakan mazhab dan golongan sepanjang memiliki kesamaan aqidah. membina persatuan umat. mengembangkan jaringan kerja sama koordinasi ke arah realisasi amal jama i serta membangun solidaritas Islam di tingkat nasiona l untuk menciptakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang Baldatun Thoyibatun wa Robbun Ghofur. pengambilan keputusan. terbuka bagi masyarakat. Untuk mengatur jalannya organisasi. mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta membangun solidaritas umat Islam. 2. bergerak di bidang dakwah ilallah dengan melaksanakn amar ma ruf wa nahi munkar. keagamaan dan kemanusiaan yang diwujudkan dalam kegiatan pembangunan umat. membendung pemurtadan. penyelenggaraan kegiatan dengan bertumpu pada kemampuan sendiri. Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai bersifat sosial. khususnya dalam membina aqidah. 4. Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai adalah organisasi keagamaan. menegakkan syariat. perang pemikiran (ghauzul fikri) dan gerakan menyimpang.

stempel. 4. Wadah pembinaan dan peningkatan aqidah umat islam serta wadah pembentukan kader-kader da I yang terlampir dan mampu/sanggup melaksanakan tugas dakwah di berbagai lapisan masyarakat. Hal-hal yang menyangkut dengan lambang. memperjuangkan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur. 2. Nasional maupun Internasional. dilingkari kalimat tulisan Arab melayu berwarna kuning yang berbunyi Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung . Wadah pemberdayaan potensi umat Islam yang memiliki persamaan dan citacita. 2. Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai mempunyai atribut-atribut yang terdiri dari lambang. Di dalam gambar bintang persegi delapan terdapat lingkaran warna hitam dengan warna dasar biru muda bergambar Pulau Bangka dan Pulau Belitung dengan tulisan Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung warna hitam. panji dan bendera. Pasal 5 3 . 3. mengutamakan kebersamaan secara sinergis dengan sesama lembaga-lembaga Islam. bendera. Pasal 4 Fungsi Organisasi Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai berfungsi sebagai: 1. Lambang Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai berupa gambar Bintang persegi delapan berwarna dasar warna hijau. kop surat. baik Regional. Pasal 3 Atribut Organisasi 1. Wadah pembinaan dan peningkatan kecerdasan umat islam untuk melangsungkan hidup dan kehidupannya secara mandiri dan dapat mempertahankan serta memperkuat aqidahnya dari ancaman permutadan dan pendangkalan aqidah serta aliran-aliran yang merusak lainnya. amplop dan sebagainya akan diatur dalam peraturan tersendiri. panji. Wadah penelitian.5. Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai bersifat koordinatif. pengembangan dan penyebaran da wah serta peningkatan mutu da wah dalam segala aspek kehidupan umat. sejahtera lahir maupun batin berdasarkan Al Quran dan As-Sunnah serta Peraturan Perundang-undangan yang berlaku yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. papan nama.

1. Mengusahakan arti pentingnya pelestarian dan pemeliharaan seni budaya lokal dan nasional yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam untuk kepentingan dakwah kultural. Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai mempunyai program-program yang dikelompokkan dalam bidang-bidang sebagai berikut: a. menumbuhkembangkan sikap kemandirian umat Islam. 2. penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam. b. 2. Menumbuhkan kesadaran akan kedudukan keluarga sebagai lembaga pendidikan yang paling bertanggung jawab dalam menghasilkan generasi muda yang berakidah shahihah dan berakhlak mulia. Pasal 6 Program Sesuai dengan tugas sebagaimana dimaksud pada pasal 5 Anggaran Rumah Tangga ini. meningkatkan keterampilan dan kemampuan berkarya. 3. Mengusahakan terbentuknya Pusat Pengkajian Sosial dan Budaya Islam yang mengkaji. mengolah dan memonitor masalah-masalah sosial budaya yang tidak sesuai dengan kaedah budaya islam sebagai dasar rumpun budaya melayu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.Tugas Pokok Sesuai dengan tujuan sebagaimana dimaksud pasal 2 dan 3 Anggaran Dasar dan Khittah Dakwah. Menciptakan dan mengembangkan model-model pendidikan Islam yang dapat menghilangkan kebodohan. Mengusahakan terbentuknya Pusat Pengkajian Pendidikan Islam dengan tugas melakukan penelaahan kembali sejarah pendidikan Islam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Yayasan Bina Umat Serumpun Sebalai mempunyai tugas pokok sebagai berikut: 1. 3. Meningkatkan kualitas pemahaman. 4 . 2. Mengusahakan secara terus menerus tumbuhnya sikap kebersamaan antara ulama. serta mengembalikan kepeloporan umat Islam di bidang pendidikan. umara dan umat dalam menegakkan risalah dakwah dengan harapan agar diperoleh suatu sikap dan tindak yang seragam dalam memecahkan masalah umat. Bidang Pendidikan Islam. 1. Bidang Tamaddun dan Sosial Budaya Islam. sehingga tumbuh pemikiran dan perilaku yang Islami. Mendorong Cendekiawan dan Budayawan muslim untuk mengembangkan tradisi ilmiah untuk menjawab tantangan intelektual yang semakin bebas nilai.

1. Mengusahakan berdirinya lembaga dakwah di Kabupaten/Kota. Bidang Penelitian dan pengembangan Islam. pengkajian. Mengusahakan terselenggaranya forum-forum ukhuwah antar komponen organisasi-organisasi islam seperti silaturahim dan pengajian bersama. Mengusahakan agar cendekiawan muslim dan lembaga keilmuan islam yang ada dapat merumuskan etika (akhlaq) islami mengenai pengembangan 5 . sebagai pusat-pusat informasi. Membina ukhuwah potensi bagi buruh. Bidang Dakwah dan Informasi. Menumbuhkan dan membina pusat-pusat pembinaan dan dakwah Islamiyah di TPA/TKA. Mengadakan pendekatan kepada pimpinan organisasi islam dan lembagalembaga yang bergerak di bidang ekonomi untuk memperhatikan dan mengembangkan kegiatan ekonomi non formal dalam rangka pembinaana ekonomi umat.c. 3. nelayan dan masyarakat sebagai basis kekuatan dakwah bagi jamaah dan ummat. 1. Sekolah (Rohis) dan kampus pada Perguruan Tinggi Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai kader pembinaan intelektual muslim dan mengupayakan terciptanya generasi yang islami. 2. kegiatan profesi jambore dakwah bagi da i dan mubaligh se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta kegiatan seni dan rekreasi. serta mengkaji masalah ekonomi Islam yang berkembang terutama yang menyangkut pemberdayaan ekonomi umat. d. Bidang Syariah. 2. 1. lembaga dakwah Kabupaten/Kota bertugas membantu dan memfasilitasi organisasi dakwah yang ada sehingga pendekatan dan kegiatan dakwah yang dilakukan lebih proporsional dan efektif. 2. 3. Mengusahakan terbentuknya Pusat pengkajian ekonomi yang bertugas mempelajari mengkaji dan mengembangkan model-model pengelolaan dan pelembagaaan kegiatan ekonomi Islam seperti zakat. 1. penanganan terpadu tentang dakwah islam kontemporer. infaq dan shadaqah. tani. Membina pola kejamaahan pada lapis bawah umat secara lebih nyata. Bidang Ekonomi. Dengan kegiatan tersebut. Kejamaah dan Ukhuwah. terutama dengan mengembangkan forum komunikasi dan kerjasama antar Pondok Pesantren dan Takmir Masjid. f. dan pengembangan kegiatan dakwah. Memperkuat posisi ekonomi umat dengan cara menumbuhkan kembali kepeloporan umat di bidang kewiraswastaan. e. Baitul Mal WaTamwil dsb. monitoring.

2.serta penerapan ilmu dan teknologi dalam dunia pendidikan Pondok Pesantren di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pembentukan Pengurus Yayasan Provinsi. cabang kabupaten/kota dan perwakilan di luar daerah yang ada di bawahnya. Mekanisme pembentukan cabang Yayasan tingkat Kabupaten/Kota dan perwakilan diatur sebagai berikut : a. 4. Yayasan memiliki struktur organisasi mulai dari provinsi sampai dengan cabang di Kabupaten/kota dan perwakilan di luar daerah/luar negeri. Mengusahakan agar pihak-puhak yang berkompeten di bidang alih teknologi dapat menyusun dan memberikan input bagi alih teknologi yang bersandar kepada kode etik dan nilai-nilai etika islam sesuai dengan masalah utama yang dihadapi umat islam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 6 . Perwakilan Yayasan di luar daerah atau luar negeri merupakan pelaksana program-program Pengurus Yayasan Tingkat Provinsi. 2. Mengusahakan agar cendikiawan muslim dan lembaga keilmuan islam dapat memberikan nuansa keislaman dalam memahami ilmu pengetahuan dan teknologi informasi melalui media cetak dan elektronik. Kabupaten/Kota dan Perwakilan dilaksanakan bilamana daerah-daerah dimaksud diatas dinilai layak untuk dibentuk satu cabang atau perwakilan Yayasan. 3. Pengurus Yayasan Bina Umat di Tingkat Provinsi merupakan organisasi tertinggi yang memimpin bidang-bidang. Para penerima mandat kemudian mengusulkan kepada Pengurus Yayasan Tingkat Provinsi nama-nama dan susunan pengurus cabang Kabupaten/Kota atau perwakilan. Pengurus Cabang Yayasan Bina Umat di Tingkat Kabupaten/Kota merupakan pelaksana program-program Yayasan lingkungan Kabupaten/Kota masing-masing. 3. Pasal 7 Struktur Organisasi 1. Pengurus Yayasan tingkat Provinsi memberikan mandat kepada beberapa orang untuk membentuk kepengurusan cabang Kabupaten/Kota dan perwakilan didaerah tersebut. Pasal 8 Mekanisme pembentukan 1. b. 2.

maka Pengurus wajib melaporkan kepada Rapat Pleno Pengurus berikutnya untuk dikukuhkan atau dibatalkan. Pasal 9 Kepengurusan 1. 3. Pengangkatan Pengurus Yayasan oleh Ketua Pembina pada saat berakhirnya jabatan Badan Pengurus dilaksanakan setelah mendapatkan masukan dari Musyawarah Besar. Jika terdapat kebijakan yang dilakukan di luar kebijakan yang telah ditentukan oleh Pengurus. karena itu setiap Keputusan Rapat Pengurus harus terlebih dahulu dimusyawarahkan dan diputuskan bersama dalam Rapat Pengurus dan dipertanggungjawabkan secara bersama dalam Rapat Pleno Pengurus. Sekretaris. 2. Masa jabatan Pengurus Yayasan Tingkat Provinsi berlaku selama 5 (lima) tahun. 5. Pengurus Yayasan Tingkat Provinsi mempelajajari usulan yang disampaikan oleh para penerima mandat untuk kemudian dibuatkan Surat Keputusannya.c. untuk Perwakilan berlaku selama 4 (empat) tahun dan setelahnya dapat dipilih atau diusulkan dan diangkat kembali menjadi pengurus di daerahnya. Pengurus Yayasan merupakan suatu badan collegial. Penyusunan personalia Pengurus Yayasan Tingkat Provinsi. Sekretaris Umum. Pengurus Cabang Kabupaten/Kota dan atau Perwakilan disesuaikan dengan keadaan atau kebutuhan wilayah/daerah serta ketersediaan SDM di wilayah/daerah masing-masing dengan komposisi minimum terdiri dari dari Ketua. 5. 7 . Pengurus Yayasan Tingkat Provinsi dapat membentuk dan mengangkat kepengurusan Perwakilan Yayasan di Luar Daerah melalui Surat Keputusan Ketua Yayasan. sedangkan Pengurus Cabang Yayasan Kabupaten/kota atau perwakilan Yayasan diangkat dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Yayasan. Pengurus Yayasan terdiri dari Ketua Umum. para Ketua Bidang dan Anggota Bidang. Pengurus Yayasan Tingkat Provinsi diangkat dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Pembina Yayasan. Bendahara. 4. dan Bendahara serta 3 (tiga) orang anggota. 4. sedangkan untuk Pengurus Cabang Kabupaten/Kota selama 5 (lima) tahun. 3. Penggantian dan pelantikan Pengurus Yayasan dilakukan oleh Ketua Pembina.

2. Pengurus Yayasan tingkat Kabupaten/Kota diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus Yayasan Tingkat Provinsi berdasarkan usulan musyawarah Pengurus Yayasan Tingkat Provinsi. Pengurus. Sesuai dengan Pasal 6 Anggaran Dasar. 3. terdiri dari : 1. b. Anggota-Anggota Bidang. . Sekretaris dan 2 (dua) orang wakil sekretaris. 3. 4. Anggota-Anggota. 5. Pasal 10 Struktur Kepengurusan Yayasan 1. Ketua. yaitu Pembina. Pengurus Yayasan Kabupaten/Kota diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus Yayasan Tingkat Provinsi berdasarkan usulan musyawarah Pengurus Yayasan Kabupaten/Kota. 2. 5. Pengawas. 2. Bendahara. Pengurus Yayasan Tingkat Provinsi diangkat dan diberhentikan oleh Ketua Pembina melalui Rapat Badan Pembina. terdiri dari : 1. 6 (enam) Ketua Bidang dan 1 (satu) orang Ketua Wakil Bidang. Rincian komponen masing-masing badan adalah sebagai berikut : a. Sekretaris. Pengurus. Staf Sekretariat. 4. Ketua dan 2 (dua) orang Wakil ketua. 6. Pembina. dan Pengawas. Wakil Ketua. Pasal 11 Struktur Kepengurusan Cabang Kabupaten/Kota Rincian Kepengurusan Cabang Kabupaten/Kota adalah sebagai berikut : Pengurus Harian terdiri dari : 1. 7. Anggota-Anggota. 8. Wakil Sekretaris. Ketua Seksi. 2. c. Ketua. Bendahara. 6. terdiri dari : 1. 2.6. Yayasan memiliki 3 (tiga) organ sebagai pengelola. Ketua.

7. 8 . Anggota-anggota Bidang.

4. Sekretaris. Pengurus Yayasan wajib menyampaikan laporan kegiatan secara rutin dan berkala kepada Ketua Pembina Yayasan serta memberikan tembusannya kepada pihak yang dianggap perlu. Wakil Ketua. 3.Pasal 12 Struktur Kepengurusan Perwakilan Rincian komponenen Kepengurusan perwakilan Yayasan sebagai berikut : Pengurus Perwakilan. 3. 5. merencanakan dan menjalankan program kerja lima tahun sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan tahunan dengan tetap mengacu pada khittah dakwah. Ketua Bidang. 2. Yang dimaksud Pelaksana Kegiatan dalam Anggaran Rumah Tangga ini adalah satuan kerja operasional yang menjadi pelaksanaan kegiatan pokok 9 . misi dan program-program Yayasan. terdiri dari : 1. Pengurus Yayasan Provinsi mempunyai tugas menyusun. 2. Misi dan Tujuan Yayasan. Bendahara. Pengurus Yayasan menyelengarakan program kerja melalui pelaksanaan kegiatan yang terdiri dari sekretariat dan bidang-bidang mulai dari tingkat Provinsi sampai ke tingkat Kabupaten/Kota ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Ketua Pembina. Pengurus Yayasan dalam melaksanakan kegiatannya dapat bekerjasama dengan pihak lain baik badan maupun perorangan. 4. 2. Pasal 13 Tugas dan Wewenang Pengurus 1. Pasal 14 Kedudukan Pelaksana Kegiatan 1. Pengurus Yayasan memiliki wewenang untuk menjalankan serta mengembangkan program kerja kepengurusan sesuai dengan kemampuan dan keperluan. visi. Dalam upaya merealisasikan maksud dan tujuan Yayasan sebagaimana termaksud pada pasal 3 dan pada pasal 19 Anggaran Dasar. swasta maupun pemerintah sepanjang tidak bertentangan dengan Visi. Ketua.

Rapat-rapat Badan Pengurus. Dalam pembentukan Badan Khusus yang bersifat komersil dan bekerjasama dengan pihak lain.Rapat Kerja Pengurus Provinsi disebut Rapat Kerja Tingkat Provinsi. sosial.28.22. Disamping rapat-rapat sebagaimana dimaksud ayat 1 diatas.Yayasan dan memiliki hirarki dengan unit-unit diatas serta bertanggung jawab kepada Ketua Yayasan. Rapat-rapat Badan Pengawas.32.30.21. 9. 3. 5. maka Yayasan harus mendapatkan saham minimal 51%.31.Rapat Kerja Paripurna adalah rapat yang diselenggarakan oleh Pengurus Yayasan Provinsi yang diikuti oleh Pengurus Cabang Yayasan dan 10 . Yang dimaksud dengan badan-badan khusus yang bersifat sosial keagamaan adalah unit-unit usaha sosial yang dibentuk oleh Yayasan secara sendiri maupun bekerjasama dengan pihak lain. Rapat Pleno dan Rapat Pimpinan dengan rincian sebagai berikut: 2. Rapat-rapat Badan Gabungan. Setiap pembentukan Badan khusus yang bersifat sosial keagamaan yang kekayaannya dimiliki sepenuhnya oleh Yayasan dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan rapat Pengurus Yayasan.29.12. 7. dan 33 yang terdiri dari Rapat-rapat Badan Pembina. Ketentuan tentang pelaksanaan usaha-usaha Yayasan sebagaimana dimaksud pada ayat-ayat diatas diatur lebih lanjut dalam tersendiri yang ditetapkan oleh Pengurus Yayasan setelah disetujui Ketua Pembina.1. 6.2. 2. 2.11. Rapat Kerja Pengurus Cabang Kabupaten/Kota disebut Rapat Kerja tingkat Kabupaten/Kota. Kabupaten/Kota dan Perwakilan dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain baik dalam bidang dakwah. Setiap pembentukan unit usaha yang bersifat komersil yang didirikan bersama dengan pihak lain dilaksanakan setelah mendapatkan persetujuan Ketua Pembina Yayasan. 8. maupun komersil setelah mendapatkan persetujuan Ketua Pembina melalui Pengurus Yayasan Provinsi. 4. Pengurus Yayasan Provinsi dapat melakukan rapat-rapat lain yang terdiri dari Rapat Kerja.23. Setiap pembentukan unit usaha yang bersifat sosial yang didirikan besama dengan pihak lain dilakukan setelah mendapat persetujuan Ketua Pembina Yayasan. Pasal 15 Rapat dan Musyawarah Pengurus Yayasan 1. Yang dimaksud dengan Rapat-Rapat sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Pasal 10. Pengurus Yayasan Provinsi.

2. b. Perwakilan dan undangan lain yang dianggap perlu serta diselenggarakan oleh Pengurus Yayasan Provinsi melalui panitia yang ditunjuk untuk keperluan tersebut.Rapat Kerja Daerah Provinsi adalah rapat yang diselengarakan oleh Pengurus Yayasan Provinsi untuk menyusun Program Kerja dan Rancangan Anggaran Belanja Tahunan Yayasan Provinsi. c.Musyawarah Besar.4. 2. Pengurus Yayasan Provinsi dapat menyelenggarakan musyawarah-musyawarah yang berfungsi sebagai forum penyampaian informasi pelaksanaan program dan rencana kegiatan. Musyawarah Daerah adalah Musyawarah Pimpinan Pengurus Yayasan Provinsi yang diselenggarakan minimal satu kali dalam satu periode kepengurusan. Musyawarah Besar.Pengurus Perwakilan untuk menyusun Program Kerja dan Rancangan Anggaran Belanja Tahunan Yayasan untuk disahkan oleh Ketua Pembina sebagai penjabaran hasil Musyawarah Besar. forum pemantapan kebersamaan/konsolidasi. forum koordinasi dan forum evaluasi.Rapat Kerja Daerah Kabupaten/Kota adalah rapat yang diselenggarakan oleh Pengurus YBU Kabupaten/Kota untuk menyusun rencana Kerja dan Kabupaten/Kota sesuai dengan Program Kerja Pengurus Provinsi. 3. diikuti oleh Pimpinan Yayasan dan Kabupaten/Kota dan undangan lain yang dianggap perlu serta diselenggarakn oleh Pengurus Yayasan melalui panitia yang ditunjuk untuk keperluan tersebut. diikuti oleh Pengurus Provinsi. Musyawarah Wilayah.6.Musyawarah Daerah. Musyawarah Besar adalah Musyawarah Pimpinan Pengurus Yayasan yang diselenggarakan minimal satu kali dalam satu periode kepengurusan. Pengurus Cabang. 3.3. 3.Rapar Pleno adalah rapat yang diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi dan diikuti oleh seluruh Anggota Pengurus dan Pelaksana Kegiatan Struktural di tingkat masing-masing. Disamping menyelenggarakan rapat-rapat sebagaimana diatur pada Pasal 17 ayat 1 dan 2 diatas. 2.Musyawarah dapat dilakukan dalam bentuk sebagai berikut: a. 11 . 2.3. 3.2.5. Musyawarah Daerah.Rapat Pimpinan adalah rapat yang diselnggarakan oleh Pengurus Yayasan Provinsi dan diikuti oleh seluruh Anggota Pengurus di tingkat Provinsi.1.

baik Laporan Bulanan. 2. 3. 9. dapat diinvestasikan dalam bentuk Deposito di Bank Syariah. Pengambilan uang dari Bank dan atau transaksi perbankan lainnya ditandatangani oleh Ketua Umum dan Bendahara atau salah satu Pengurus yang diberi kuasa khusus oleh Ketua Umum. Sekretaris Umum dan Bendahara. Sekretaris Umum atau salah satu Pengurus yang diberi kuasa khusus oleh Ketua Umum. Untuk keperluan rutin disediakan kas kecil. 12 . Pengelolaan keuangan Yayasan dilakukan secara sentralistik. Tri Wulan.Pasal 16 Tata Laksana Organisasi Pedoman Tata Laksana Organisasi dan uraian tugas pengurus Yayasan diuraikan dalam dalam peraturan tersendiri. Badan khusus yang bersifat sosial keagamaan sebagaimana disebutkan pada pasal ini memiliki kewenangan untuk mengelola keuangannya sendiri dengan kewajiban menyampaikan laporan keuangan yang sudah diaudit kepada Badan Pengurus selambat-lambatnya 5 (lima) bulan sesudah akhir tahun buku. kecuali untuk Badan Khusus yang bersifat sosial keagamaan yang tidak memungkinkan dilakukan sentralisasi karena Peraturan Perundangan. Sekretaris Umum dan Bendahara dengan memberikan tanda terima. 7. Bendahara berkewajiban membuat laporan Keuangan Berkala. 6. Pasal 17 Pengelolaan Keuangan 1. Semester maupun Laporan Keuangan Tahunan yang disampaikan kepada Badan pengurus. Dana Yayasan disimpan dan ditransasikan melalui Bank Syariah. Untuk mengetahui posisi keuangan. Pencairan dan penerimaan dana dari sumber-sumber keuangan untuk Yayasan harus diketahui dan diterima oleh Ketua Umum. Dana-dana yang dalam jangka pendek tidak digunakan. Pengurus Yayasan Provinsi menyampaikan laporan keuangan Yayasan kepada Ketua Pembina dan Badan Pengawas. 4. 8. Pada setiap akhir tahun anggaran. Namun demikian untuk mengetahui perkembangan dari badan Khusus sosial keagamaan diwajibkan membuat laporan keuangan secara berkala kepada Badan Pengurus 6 (enam) bulan sekali. 5. dalam bentuk rekening giro.

Badan Pengawas sesuai dengan Pasal 27 Anggaran Dasar berkewajiban untuk melakukan evaluasi atau monitoring atas semua kegiatan yang dijalankan oleh Badan Pengurus. 2. dapat ditandatangani oleh salah seorang Ketua sesuai dengan bidang kerja masing-masing dengan tembusan kepada Ketua Umum sebagai laporan. hendaknya Badan Pengawas dapat memberitahu terlebih dahulu kepada Badan Pengurus.10. 2. Pasal 19 Prosedur Evaluasi 1. 13 . 4. Proses pengawas keuangan mengikuti kelaziman proses audit. kecuali surat keluar yang bersifat rutin. Dalam jangka waktu 5 (lima) bulan sesudah tutup buku harus dibuat Laporan Tahunan. Tahun Buku Yayasan dimulai pada awal bulan Januari dan diakhiri pada bulan Desember pada setiap tahunnya. perhitungan dan pertanggungjawaban keuangan oleh Badan Pengurus dan disampaikan kepada Ketua Pembina untuk diadakan penilitian. Badan Pengurus harus memberikan dukungan kepada Badan Pengawas sewaktu menjalankan proses pengawasan. Pengawas wajib dengan I tikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas pengawas untuk kepentingan Yayasan. disahkan dan selanjutnya diumukan. a. Pasal 20 Prosedur Administrasi 1. 3. Dalam melakukan kegiatan pengawasan. Laporan keuangan Yayasan diaudit oleh akuntan Publik yang ditunjuk Badan Pengurus dengan persetujuan kepada Badan Pengawas. Pasal 18 Tahun Buku 1. Pengurus Yayasan Provinsi. Untuk dapat melaksanakan pengawasan. 5. Surat-surat keluar dan Surat-surat Keputusan harus ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum.

Surat-surat intern Bidang atau antar Pelaksana Kegiatan ditandatangani oleh Ketua masing-masing Bidang atau Pelaksana Kegiatan masingmasing dengan kewajiban memberikan tembusan kepada Ketua Umum sebagai laporan. c. Surat Peringatan I. Anggaran Rumah Tangga serta ketentuan-ketentuan Yayasan lainnya baik disengaja maupun tidak disengaja. Yang dimaksud dengan Tindakan Indisipliner dalam Anggaran Rumah Tangga ini adalah pelanggaran yang dilakukan oleh para Pengurus dan Pelaksanan Kegiatan termasuk Pelaksana Kegiatan yang ada dilingkungan Pengurus Yayasan yang meliputi: a. Sanksi atas tindakan indisipliner sebagaimanan dimaksud pada ayat 1 diatas dapat berupa: a. kecuali surat keluar yang bersifat rutin. Melakukan pelanggaran secara nyata terhadap Anggaran Dasar. c. Surat-surat keluar harus ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum. Ketentuan-ketentuan lain diatur oleh Pengurus Yayasan Provinsi sesuai kebutuhan. Pengurus Cabang Yayasan Kabupaten/Kota. c. Pemberhentian Sementara. 2. Pemberhentian Tetap. b.b. Pasal 22 14 . c. Pasal 21 Tindakan Indisipliner dan Sanksi 1. Surat Peringatan II. b. Surat-surat intern antar Bidang atau Pelaksana Kegiatan ditandatangani oleh Ketua masing-masing dengan tembusan kepada Ketua Umum sebagai laporan. Melakukan tindakan melawan hukum yang dapat mencemarkan nama baik Yayasan. Ketentuan-ketentuan lain diatur dalam Uraian Tugas Pengurus. Melakukan tindakan yang merugikan Yayasan baik secara moril maupun materil. b. a. 2. dapat ditandatangani salah seorang Ketua sesuai dengan bidang kerja masingmasing dengan tembusan kepada Ketua Umum Yayasan Provinsi sebagai laporan. d.

Apabila tejadi pelanggaran disiplin oleh salah seorang anggota Pengurus. Bila tindakan indisipliner dilakukan oleh Pengurus dilingkungan badan-badan khusus yang bersifat sosial keagamaan. 2. Perubahan Anggaran Rumah Tangga dapat dilakukan sekali dalam 5 (lima) tahun. Perubahan Anggaran Rumah Tangga dapat dilakukan atas dasar keputusan Rapat Badan Pembina. Pasal 24 Penutup 1. 2. maka penyelesaian tahap pertama atas pelanggaran tersebut diserahkan penanganannya kepada Ketua Umum. Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. 3. 2. Pasal 23 Perubahan Anggaran Rumah Tangga 1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam Peraturan tersendiri yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Anggaran Rumah Tangga ini. maka Ketua Umum meyerahkan penangananya kepada Ketua Pembina. 15 .Prodesur Penangganan Pelanggaran Disiplin 1. 4. anggota yang dinyatakan bersalah diberi kesempatan untuk membela diri dengan melakukan pembuktian yang sah. Apabila penyelesaian tahap pertama tidak membuahkan hasil. maka penyelesaiannya dilakukan oleh Ketua Badan Khusus tersebut apabila tidak dapat diselesaikan oleh Ketua Badan Khusus maka penyelesaiannya diserahkan kepada Ketua Umum. Sebelum tindakan indisipliner dilakukan.

M. SEKRETARIS.Sc (Ketua) : K. H. SUSTONY. ABDUL KARIM SYAMSURI (Anggota) : 16 . S.H. EKO MAULANA ALI. H.AP.Ditetapkan di Pangkalpinang Pada tanggal : April 2008 M / Robi ul Awwal 1429 H YAYASAN BINA UMAT SERUMPUN SEBALAI PROVINSI KEPULUAN BANGKA BELITUNG KETUA. SH RUSLI.Pd.I BADAN PEMBINA YAYASAN BINA UMAT SERUMPUN SEBALAI PROVINSI KEPULUAN BANGKA BELITUNG Ir.M. S.Ag. USMAN FATHAN (Anggota) : Drs.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful