BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan memiliki tujuan untuk memaksimalkan nilai suatu perusahaan. Hal ini merupakan tanggung jawab perusahaan terhadap stakeholder. Penetapan tujuan yang benar akan berpengaruh terhadap proses agar tujuan tersebut dapat tercapai. Kesalahan dalam penetapan tujuan akan berpengaruh kepada perencanaan strategi perusahaan dan kepercayaan stakeholder terhadap perusahaan. Era persaingan global dan resesi yang terjadi membuat perusahaan harus dapat memanfaatkan nilai perusahaan agar survive dan growth di masa depan. Penilaian kinerja perusahaan dengan pendekatan tradisional berupa rasio keuangan saat ini tidak dapat dipertanggungjawabkan karena rasio keuangan yang dihasilkan dipengaruhi oleh metode dan perlakuan akuntansi yang digunakan. Salah satu cara untuk mengukur kinerja perusahaan berdasarkan data keuangan dengan menggunakan pengukuran kinerja berdasarkan nilai (Value Based). Pengukuran tersebut dapat digunakan oleh manajemen perusahaan dalam pengendalian modal, rencana pembiayaan, sarana komunikasi dengan pemegang saham serta dapat pula sebagai dasar penentuan insentif bagi karyawan. Dengan

halaman 1

pengukuran berdasarkan nilai ini, manajemen perusahaan dituntut untuk meningkatkan nilai perusahaan. Salah satu pengukuran kinerja perusahaan berdasarkan nilai yang relevan adalah Economic Value Added (EVA) karena EVA mengukur nilai tambah ekonomis yang dihasilkan perusahaan sebagai akibat dari strategi dan aktivitas perusahaan. Dengan analisis EVA, pemilik perusahaan akan memberikan suatu imbalan kepada aktivitas yang memberikan nilai tambah serta mengurangi atau bahkan membuang aktivitas yang mengurangi nilai tambah perusahaan. EVA atau nilai tambah ekonomis adalah suatu sistem manajemen keuangan untuk mengukur laba ekonomi dalam suatu perusahaan yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercipta jika perusahaan mampu memenuhi semua biaya operasi (operating cost) dan biaya modal (cost of capital) (Tunggal, 2001:1). EVA merupakan tujuan perusahaan untuk meningkatkan nilai atau value added dari modal yang telah ditanamkan oleh pemegang saham dalam operasi perusahaan. EVA merupakan selisih laba usaha setelah pajak (Net Operating Profit After Tax atau NOPAT) dengan biaya modal (Cost of Capital). PT. Bakrie Pipe Industries merupakan salah satu anak perusahaan PT. Bakrie & Brothers Tbk di bidang metal dan lain-lain. Perusahaan ini memiliki ruang lingkup produksinya dalam produksi pipa baja yang banyak digunakan dalam pembangunan gedung, jembatan, pembuatan tiang listrik, telepon, proyek minyak dan gas dan lain-lain.

halaman 2

Penilaian kinerja yang dilakukan oleh PT. Bakrie Pipe Industries cenderung hanya menilai berdasarkan rasio keuangan saja. Kinerja keuangan PT. Bakrie Pipe Industries dari tahun 2005 ± 2009 adalah sebagai berikut: Tabel I.1 Kinerja PT. Bakrie Pipe Industries Berdasarkan Rasio Keuangan Rasio/Tahun Current Ratio Debt to Equity Ratio ROA ROE 22,03% 40,12% 7,12% 9,04% 1,59% 2,06% 2,91% 4,48% 1,51% 1,90% 2005 245,87% 82,11% 2006 344,62% 26,92% 2007 299,75% 30,02% 2008 178,62% 53,94% 2009 307,72% 26,10%

Sumber: Laporan Keuangan PT. Bakrie Pipe Industries, 2010 (diolah) Berdasarkan tabel 1.1 dapat dilihat bahwa secara umum kinerja perusahaan berdasarkan rasio keuangan telah baik hal ini ditunjukkan dengan nilai current ratio, Debt to Equity Ratio, ROA dan ROE yang bernilai positif. Pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan rasio keuangan memiliki kelebihan yaitu mudah dalam perhitungannya selama data historis tersedia, namun kelemahannya adalah pengukuran kinerja ini tidak memberikan indikator sebenarnya tentang keberhasilan manajemen dalam mencapai visi dan misi perusahaan. Kelemahan dalam pengukuran kinerja ini disebabkan oleh adanya distorsi akuntansi dimana manajemen mempunyai kontrol penuh atas metode penilaian yang digunakan dalam laporan keuangan. Perhitungan ini juga hanya mengandalkan laba semu perusahaan. Tindakan seperti ini menunjukkan

halaman 3

perusahaan belum mampu memberikan kinerja yang baik sebab tidak memperhitungkan kewajiban yang ada pada perusahaan. Oleh karena itu, dalam mengukur kinerja perusahaan diperlukan suatu alat ukur yang menggambarkan kondisi keuangan manajemen dengan lebih akurat yaitu dengan menggunakan metode Economic Value Added (EVA). Hal ini dikarenakan EVA menghitung biaya modal sebagai konsekuensi investasi. Berdasarkan laporan manajemen PT. Bakrie Pipe Industries, dalam menilai kinerja keuangan, perusahaan menggunakan rasio keuangan sedangkan

penggunaan Economic Value Added belum pernah digunakan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menganalisis mengenai ³Analisis Kinerja PT. Bakrie Pipe Industries dengan menggunakan metode Economic Value Added tahun 2005 ± 2009´. B. Kerangka Teori B.1 Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah laporan yang memuat hasil-hasil perhitungan dari proses akuntansi yang menunjukkan kinerja keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Laporan keuangan melaporkan prestasi historis dari suatu perusahaan dan memberikan dasar, bersama dengan analisis bisnis dan ekonomi, untuk membuat proyeksi dan peramalan untuk masa depan (J. Fred Weston & Thomas E. Copeland, 1994: 24).

halaman 4

dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu. hutang. modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu menunjukkan posisi keuangan (aktiva.2 Arti Penting Laporan Keuangan Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Laporan arus kas: Menujukkan arus kas selama periode tertentu. Laporan saldo laba: menunjukkan perubahan laba ditahan selama periode tertentu. dan lain sebagainya.1. b. Tujuan neraca adalah menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu. utang dan modal) pada saat tertentu. analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat halaman 5 . berbagai biaya. Neraca: laporan yang sistematis tentang aktiva. B. e.1. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan. Catatan atas laporan keuangan: berisi rincian neraca dan laporan laba rugi.1 Jenis Laporan Keuangan Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan biasanya terdiri: a. biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender (misalnya pada tanggal 31 Desember 200x). c. d.B. kebijakan akuntansi. Laporan laba rugi: suatu laporan yang menunjukkan pendapatan dari penjualan.

pengembangan karier 2.gunadarma. 5.staff. pemerintah. Bagi pemegang saham: untuk mengetahui kinerja perusahaan.membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang. 4. keamanan kerja B. Bagi karyawan: Penghasilan yang memadai. kompensasi.ac. Bagi pemerintah: pajak.pdf): 1. kreditur.id/Downloads/files/8887/ALK+BAB+II. Bagi pihak manajemen: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan.2 Economic Value Added Metode Economic Value Added (EVA) pertama kali dikembangkan oleh Stewart & Stern yang merupakan analis keuangan dari perusahaan Stern Stewart halaman 6 . Arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut (renirana. Bagi kreditor: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya. keamanan investasi. seperti investor. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak. 3. keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. kualitas hidup. Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu. bankers. pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. persetujuan untuk go public. pendapatan.

it is established that the very logic of using EVA is to maximize the value for the shareholders. More explicitly. in modern economics and finance area. By the time. Shareholders are very much choosy for their interest into the business and they like management to come up with very specific solution. Adapun pengertian EVA menurut para ahli adalah sebagai berikut : 1. EVA measure halaman 7 .& Co pada tahun 1993. Di Indonesia metode tersebut dikenal dengan metode NITAMI (Nilai Tambah Ekonomi). Shil ( 2009 : 169 ) Economic Value Added (EVA) is the financial performance measure that comes closer than any other to capturing the true economic profit of an enterprise. It is the performance measure most directly linked to the creation of shareholders wealth over time. EVA/NITAMI adalah metode manajemen keuangan untuk mengukur laba ekonomi dalam suatu perusahaan yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercipta manakala perusahaan mampu memenuhi semua biaya operasi dan biaya modal (Tunggal. Thus. Utomo ( 1999 : 36 ) EVA adalah nilai tambah ekonomis yang diciptakan perusahaan dari kegiatan atau strateginya selama periode tertentu. Prinsip EVA memberikan sistem pengukuran yang baik untuk menilai suatu kinerja dan prestasi keuangan manajemen perusahaan karena EVA berhubungan langsung dnengan nilai pasar sebuah perusahaan. EVA holds an important part that has less debate among practitioners. 2001:1). 2.

4. EVA is exceptional from other traditional tools in the sense that all other tools mostly depend on information generated by accounting. Iramani ( 2005 : 3 ) EVA merupakan tujuan perusahaan untuk meningkatkan nilai atau value added dari modal yang telah ditanamkan pemegang saham dalam operasi perusahaan. then there is a positive EVA. there is a negative EVA. 3. It is determined by calculating the difference between net operating profit and the total financing costs of the business (both the explicit cost of debt and the implicit cost of the company s own resources). Oleh karenanya EVA merupakan selisih laba usaha setelah pajak (Net Operating Profit After Tax atau NOPAT) dengan biaya modal (Cost of Capital). And we know. accounting. if financing costs are greater than net operating profit. more often produces historical data or distorted data that may have no relation with the real status of the company. EVA goes for adjustments to accounting data to make it economically viable. If the first figure is greater than the second. one of the star products in business finance is the EVA (Economic Value Added) developed by Stern Stewart & Company.gives importance on how much economic value is added for the shareholders by the management for which they have been entrusted with. Sandias ( 2002 : 1 ) Presently. But.   halaman 8 . On the other hand.

Menginvestasikan modal baru ke dalam project yang mendapat return lebih besar dari biaya modal yang ada. dapat disimpulkan bahwa Economic Value Added merupakan suatu pengukuran kinerja suatu perusahaan yang didasarkan pada penilaian nilai (value) yang perusahaan ciptakan dri aktivitas yang dilakukan perusahaan. b. Meningkatkan laba usaha tanpa adanya tambahan modal. 1993 : 118-119): a. namun pada prinsipnya EVA akan meningkat apabila man ajemen melakukan satu dari tiga hal berikut (Stewart. Dalam hal ini bermakna bahwa manajemen perusahaan hanya dapat mengambil suatu proyek yang memberikan nilai ekonomis bagi perusahaan. halaman 9 . Penciptaan nilai tambah oleh manajemen dapat dilakukan dengan berbagai macam hal. EVA merupakan perhitungan net operating profit dikurangi financial cost. Menarik modal dari aktivitas-aktivitas usaha yang tidak menguntungkan. manajemen dapat menilai aktivitas perusahaan mana yang memberikan nilai tambah maupun yang tidak memberikan nilai tambah sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan untuk mengeliminasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. c.Berdasarkan definisi yang diberikan para ahli. Dengan perhitungan EVA. Hal ini bermakna bahwa manajemen dapat menggunakan aktiva perusahaan secara efisien untuk mendapatkan keuntungan yang optimal dari operasi yang dilakukan perusahaan.

halaman 10 . maka perhitungan EVA secara matematis sebagai berikut: EVA = NOPAT .(WACC x Total Modal yang Diinvestasikan) Dimana: EVA NOPAT WACC : Economic Value Added : Net Operating Profit After Taxes : Weighted Average Cost of Capital Interpretasi dari perhitungan EVA adalah sebagai berikut: a. menurut Valez (dalam Iramani. b. 2005:4) pendekatan tersebut tergantung dari struktur modal perusahaan. terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan. Jika EVA < 0 maka hal ini membuktikan bahwa tidak terdapat nilai tambah ekonomis yang dihasilkan perusahaan. apabila struktur modal perusahaan terdiri dari hutang dan modal sendiri. Apabila struktur modal perusahaan hanya menggunakan modal sendiri.2.B. maka perhitungan matematis EVA sebagai berikut: EVA = NOPAT ± ( i x E ) Dimana: NOPAT ie E : Net Operating Profit After Taxes : Opportunity Cost of Equity : Total Equity Namun. Jika EVA > 0 maka hal ini membuktikan bahwa terdapat nilai tambah ekonomis bagi perusahaan.1 Pengukuran EVA Dalam mengukur EVA.

2. B. 2001:100): NOPAT : EBIT ± (1-Tax) Keterangan: NOPAT EBIT : Net Operating After Tax : Earning Before Interest and Taxes B. Jika EVA = 0 maka hal ini menunjukkan posisi impas karena laba perusahaan telah digunakan untuk membayar kewajiban kepada kreditur maupun pemegang saham.2.2 Net Operating After Tax Net Operating After Tax merupakan sejumlah laba yang perusahaan yang akan dihasilkan jika perusahaan tersebut tidak memiliki utang dan tidak memiliki aset finansial. NOPAT dapat dihitung dengan rumus (Sartono. Adapun rumus WACC sebagai berikut: WACC :{( ) x [Kd x (1-Tc)]} ± ( x K e) Dimana: WACC Kd : Weighted Average Cost of Capital : Cost of Debt halaman 11 .3 WACC ( Weighted Average Cost of Capital) Weighted Average Cost of Capital (WACC) merupakan biaya ekuitas dan biaya hutang dikalikan dengan presentase ekuitas dan biaya ekuitas dan hutang dalam struktur modal perusahaan.c.

5 Manfaat EVA Beberapa manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dalam menggunakan EVA sebagai alat ukur kinerja dan nilai tambah perusahaan.2.2. dan pajak yang akan jatuh tempo (accrued taxes) (Young & O¶Byrne (2001:39). EVA merupakan suatu ukuran kinerja perusahaan yang dapat berdiri sendiri sendiri tanpa memerlukan ukuran lain baik berupa perbandingan dengan menggunakan perusahaan sejenis atau menganalisis kecenderungan (trend). Modal yang diinvestasikan : Hutang Jangka Pendek + Total Hutang Jangka Panjang + Total Ekuitas Pemegang Saham B. Modal yang diinvestasikan merupakan jumlah ekuitas pemegang saham ditambah dengan hutang jangka pendek dan seluruh hutang jangka panjang. Menurut Tunggal (2001) beberapa manfaat EVA dalam mengukur kinerja perusahaan antara lain: a.Tc Ke : Corporate Tax : Cost of Equity B. pasiva tidak menanggung bunga (non interest bearing liabilities) seperti hutang. halaman 12 .4 Total Modal yang Diinvestasikan Modal yang diinvestasikan merupakan jumlah seluruh keuangan perusahaan terlepas dari kewajiban jangka pendek. upah yang akan jatuh tempo (accrued wages).

EVA dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kegiatan atau proyek yang memberikan pengembalian lebih tinggi daripada biaya-biaya modalnya. c. Jika suatu perusahaan tidak dapat memperoleh profit di atas required of return. manfaat EVA adalah: a. dan d.b. EVA merupakan pengukuran yang sangat penting karena dapat digunakan sebagai signal terjadinya Financial Distress pada suatu perusahaan (Salmi & Virtanen 2001). maka EVA akan menjadi negatif. EVA akan menyebabkan perusahaan lebih memperhatikan kebijakan struktur modal. halaman 13 . b. Sedangkan menurut Utama (1997:10). Selain manfaat yang telah dijelaskan diatas. dan hal ini merupakan warning akan terjadinya Financial Distress bagi perusahaan tersebut. EVA dapat digunakan sebagai penilaian kinerja keuangan perusahaan karena penilaian kinerja tersebut difokuskan pada penciptaan nilai (value creation). Hasil perhitungan EVA mendorong pengalokasian dana perusahaan untuk investasi dengan biaya modal yang rendah. EVA membuat manajemen berpikir dan bertindak seperti halnya pemegang saham yaitu memilih investasi yang memaximumkan tingkat pengembalian dan meminimumkan tingkat biaya modal sehingga nilai perusahaan dapat dimaksimalkan.

Terdapat tiga keputusan dalam manajemen keuangan yang menjadi value drivers bagi terciptanya Economic Value Added. yaitu: a. Operating Decision adalah suatu keputusan yang harus diambil perusahaan dalam menghasilkan volume penjualan dan mengelola biayabiaya yang timbul baik variable cost maupun fixed cost sehingga menghasilkan operating profit margin bagi perusahaan. halaman 14 .2. Pertumbuhan volume penjualan merupakan indikator dari pertumbuhan perusahaan yang merupakan value drivers bagi terciptanya EVA.6 Hubungan EVA dengan Keputusan Manajemen Keuangan EVA NOPAT WACC x TA Operating Investment Financing Gambar I.B.1 Pengambilan keputusan manajemen keuangan menggunakan EVA Sumber: Sandias (2002:10) Penilaian kinerja perusahaan dengan menggunakan metode EVA membantu perusahaan dalam mengambil keputusan terutama keputusan manajemen keuangan.

2. EVA memiliki beberapa keunggulan dimana salah satunya keunggulan utama ialah sebagai penciptaan nilai. Financing Decision adalah suatu keputusan pembiayaan perusahaan dimana perusahaan harus menentukan sumber dana yang palin efisien. Proses pemilihan alternatif investasi harus mempertimbangkan sumbersumber pendanaan yang terlibat karena akan mempengaruhi struktur modal perusahaan. EVA memfokuskan penilaian pada nilai tambah dengan memperhitungkan beban sebagai konsekuensi investasi. B. g yang direfleksikan oleh cost of capital yang dibayarkan selama periode n. halaman 15 . Perhitungan EVA dapat digunakan secara mandiri tanpa memerlukan data pembanding seperti standar industri atau data perusahaan lain sebagai konsep penilaian. Konsep EVA adalah alat perusahaan dalam mengukur harapan yang dilihat dari segi ekonomis dalam pengukurannya yaitu dengan memperhatikan harapan para penyandang dana secara adil dimana derajat keadilan dinyatakan dengan ukuran tertimbang dari struktur modal yang ada dan berpedoman pada nilai pasar bukan nilai buku. b. 2001:6): a. c.7 Keunggulan dan Kelemahan Economic Value Added Dalam menilai kinerja perusahaan. Keunggulan lain EVA adalah sebagai berikut (Iramani.b. c. Investment Decision adalah keputusan manajemen terhadap pilihan-pilihan investasi yang secara normatif mampu memaksimalkan nilai perusahaan.

EVA hanya mengukur hasil akhir. Selain memiliki keunggulan. b. Menurut Mirza (dalam Iramani. 2001:6) kelemahan tersebut antara lain: a. konsep ini tidak mengukur aktivitasaktivitas penentu.d. dan mudah digunakan sehingga merupakan salah satu bahan pertimbangan dalam mempercepat pengambilan keputusan bisnis. C. Bakrie Pipe Industries pada tahun 2005 ± 2009. Pengaplikasian EVA yang mudah menunjukkan bahwa konsep tersebut merupakan ukuran praktis. halaman 16 . e. mudah dihitung. EVA terlalu bertumpu pada keyakinan bahwa investor sangat mengandalkan pendekatan fundamental dalam mengkaji dan mengambil keputusan untuk menjual atau membeli saham tertentu padahal faktor lain terkadang justru lebih dominan. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan laporan akhir magang ini adalah untuk mengetahui kinerja perusahaan dengan perhitungan EVA pada PT. Konsep EVA dapat digunakan sebagai dasar penilaian pemberian bonus pada karyawan terutama pada divisi yang memberikan EVA lebih sehingga dapat dikatakan EVA menjalankan stakeholders satisfaction concepts. EVA juga memiliki kelemahan.

Sistematika Penulisan BAB I. Penutup Bab ini menghasilkan suatu kesimpulan berdasarkan ringkasan hasil analisis pada Bab III serta saran yang mungkin dibutuhkan. visi dan misi PT. sejarah PT. kerangka teori. Bakrie Pipe Industries. serta sistematika penulisan. halaman 17 . Bakrie Pipe Industries. BAB II. Bakrie Pipe Industries. produkproduk PT. serta organisasi dan manajemen PT. Gambaran Umum Instansi Bab ini menggambarkan mengenai gambaran umum PT. Bakrie Pipe Industries. Topik yang diangkat mengenai analisis kinerja PT. BAB III. Bakrie & Brothers Tbk sebagai hoding company. tujuan penulisan. struktur organisasi PT.D. Analisis Bab ini berisi deskripsi topik serta analisisnya. BAB IV. Bakrie Pipe Industries melalui metode EVA pada tahun 2005 sampai dengan 2009. Bakrie Pipe Industries. Pendahuluan Bab ini berisi latar belakang masalah.

Saat itu. Bakrie Pipe Industries. Bakrie & Brothers Tbk yang bergerak di bidang metal yang mempunyai core competencies pada pipa baja. Metal. memiliki beberapa anak perusahaan dan perusahaan asosiasi yang bergerak di beberapa bidang antara lain bidang Infrastruktur. PT. Bakrie & Brothers. PT. Mulai saat itu halaman 18 . Hal ini dikarenakan setiap tahun PT. Sejarah PT. Bakrie Pipe Industries (BPI) merupakan salah satu anak usaha dari PT. Bakrie & Brothers Tbk PT. Bakrie & Brothers Tbk merupakan sebuah holding company dari beberapa perusahaan grup Bakrie. Minyak dan Gas. Telekomunikasi. Gambaran Umum PT. BPI merupakan salah satu perusahaan yang cuku p besar diantara anak perusahaan lain terutama di bidang metal. Bakrie Pipe Industries PT. perusahaan sudah dapat memproduksi pipa dengan diameter 5/8-1 1/4 inch dengan kapasitas 3000 ton setahun. B.BAB II Gambaran Umum Instansi A. Tbk merupakan perusahaan investasi terkemuka di Indonesia. Agribisnis. serta Properti. Salah satu anak perusahaan yang memiliki perkembangan yang cukup baik yakni PT. Batubara. Bakrie Pipe Industries selalu produksi dan selalu melakukan penjualan dibandingkan anak perusahaan lainnya. Bakrie Pipe Industries didirikan pertama kali pada tahun 1959 dengan nama ³TALANG TIRTA´.

BS.9 mm. Bakrie Pipe Industries telah mengalami perkembangan yang signifikan hingga saat ini perusahaan mempunyai kapasitas produksi hingga 310.000 ton setahun.5 mm ± 15. Jawa Barat. Tahun 1978 Bakrie kembali mengembangkan usahanya dengan memproduksi pipa dengan diameter hingga 6 5/8 inch dan berhasil memproduksi pip dengan a spesifikasi API 5L untuk industri minyak dan gas. Tahun 1981 berdirilah PT. Tahun 1984. perusahaan juga telah mendapatkan berbagai pengakuan baik dari Internasional maupun dari Nasional seperti API. PT. dan SNI. BPI telah dapat memproduksi pipa baja ukuran diameter 16 inch dengan kapasitas produksi sebesar 70. Tahun 1979 American Petroleum Institute (API) mengizinkan BPI untuk menerapkan API monogram untuk setiap produksi pipa API 5L. ASTM. Selain itu. Bakrie Pipe Industries menggantikan nama Talang Tirta dimana perusahaan ini didirikan di atas lahan seluas 38 Ha di Bekasi. Selain itu perusahaan juga mendapatkan OHSAS 18001:1999 karena berkomitmen dalam menangani segala resiko yang terjadi. halaman 19 . Saat itu. untuk kedua kalinya BPI mendapatkan pengakuan dr American Petroleum Institute (API) untuk mengaplikasikan pada produksi pipa API 5L. Tahun 1972 Bakrie berhasil mengembangkan produksi menjadi 25. Saat ini.perusahaan ini mulai dikenal oleh masyarakat. perusahaan telah dapat memproduksi pipa baja dengan bermacam ukuran diameter mulai dari ½ inch -24 inch dengan ketebalan 1.000 ton setahun dengan produksi pipa berdiameter hingga 4 inch. DNV.000 ton setahun.

perusahaan memiliki visi dan misi sebagai berikut: Visi ³ Menjadi Terdepan dalam Peroduksi Pipa Baja di ASEAN´ Misi Menyediakan produk yang diandalkankan dengan harga yang kompetitif dan pengiriman tepat waktu yang sesuai dan bahkan melampaui ketentuan yang ditetapkan konsumen Melakukan kegiatan usaha berdasarkan nilai-nilai integritas. Dengan adanya struktur organisasi. tanggung jawab.C. dan profitabilitas Memberikan prioritas pada keamanan dan kenyamanan dalam lingkun gan kerja Memuaskan shareholder konsumen dan memaksimalkan nilai investasi dari D. Bakrie Pipe Industries Struktur organisasi merupakan gambaran mengenai garis kekuasaan. maka pembagian tugas dalam perusahaan dapat terlaksana dengan efektif dan efisien. Struktur Organisasi PT. dan kesatuan komando dari atasan kepada setiap pimpinan yang ditunjuk dalam organisasi. Visi dan Misi PT. halaman 20 . profesionalisme. Bakrie Pipe Industries Dalam menjalankan kegiatannya.

Dalam menjalankan tugasnya. Of CEO. CEO dibantu oleh seorang Assist. Chief Financial Officer membawahi secara langsung bagian keuangan diantaranya. dan Chief HR. Bakrie Pipe Industries Sumber: Data Manajemen PT. Berikut ini merupakan struktur organisasi perusahaan secara lengkap: CEO Assist. Chief Commercial Officer.1 struktur organisasi PT. Bakrie Pipe Industries tahun 2007 halaman 21 .PT. accounting. & Admin. Budgeting & Tax Manager Sales Manager Non Oil & Gas Export Sales Manager QA/QC Manager Purchasing Manager Remuneratio n Officer IT. Chief Technical Executive. Manager Maintenance Manager PPIC & Transportatio n Manager Safety & Environtment Officer Gambar 2. Bakrie Pipe Industries dipimpin oleh seorang Chief Executive Officer yang membawahi beberapa bagian yaitu: Chief Financial Officer.R & Admin Finance Manager Sales Manager Oil & Gas Production Manager HRC Procurement Manager GA & Ind. dan IT manager. Chief Logistics. to CEO Chief Financial Officer Chief Commercial Officer Chief Technical Executive Chief Logistics Chief H. budgeting & tax manager. Relations Manager Accounting. finance manager.

b. dan lain-lain.Produk PT. API 5L-X60. ASTM A-120. API (American Petroleum Institute) API merupakan pipa baja yang diproduksi berdasarkan standar yang telah ditetapkan oleh American Petroleum Institute yang merupakan standar internasional. Tiang Listrik/ Telpon. RHS/SHS. diantaranya: a. Pipa jenis ini biasanya digunakan untuk proyek-proyek seperti pembangunan tower. gedung. Terdapat dua golongan pipa yang diproduksi oleh perusahaan. API 5L-X65. retail. jenis produk ini antara lain ASTM A-252. dan lain-lain. PKB-50. Bakrie Pipe Industries PT.E. API 5CT. dan API A-53B. Non-API Jenis produk Non API ini merupakan produk-produk yang dihasilkan perusahaan guna memenuhi kebutuhan domestic maupun internasional dengan spesifikasi yang berbeda dengan jenis API. Black Pipe. saluran air. pembangunan saluran listrik. Jenis produk ini diantaranya adalah API 5L-B. dan GIP Pipe. Pipa jenis ini banyak digunakan dalam pembangunan proyek-proyek besar seperti proyek minyak dan gas. ASTM A-53A. Bakrie Pipe Industries merupakan perusahaan yang memproduksi pipa baja yang banyak digunakan untuk industri seperti minyak dan gas. tiang telepon. API 5L-X52. tiang listrik dan telepon. halaman 22 . Hal ini juga tidak terlepas dari standar secara nasional maupun standar internasional lainnya. Produk. pembangunan jembatan.

000 ton/tahun untuk proses gulungan baja) halaman 23 .9 mm. dapat pula memproduksi jenis RHS (Rectangular Hollow Section) dan SHS (Square Hollow Section) c. perusahaan memiliki beberapa mesin yang digunakan untuk produksi. f.5 inch dengan ketebalan 1.8 mm ± 15.9 mm ± 8.5 ± 4.Dalam memproduksi pipa baja tersebut dan untuk memenuhi kebutuhan nasional maupun internasional.0 mm.2 mm.000 ton/tahun dengan diameter 8 5/8 ± 24 inch dengan ketebalan 4. VAI Mesin ini mempunyai kapasitas 60. MM1 Mesin ini mempunyai kapasitas 10. WTM8 Mesin ini mempunyai kapasitas 30.000 ton/tahun dengan diameter 4 ½ ± 8 5/8 inch dengan ketebalan 2.5 mm ± 6. b.5 mm ± 3. WTM16 Mesin ini mempunyai kapasitas 60. KT24 Mesin ini mempunyai kapasitas 150.2 mm. Mesinmesin tersebut yaitu: a. Selain itu. Slitting Machine (produksi 100. e.000 ton/tahun dengan diameter 1.8 mm ± 12. Mesin-mesin tersebut memiliki kapasitas produksi dan jenis tersendiri sehingga produksi dapat berjalan secara efektif dan efisien.000 ton/tahun dengan diameter 6 5/8 ± 16 inch dengan ketebalan 4. d.7 mm.000 ton/tahun dengan diameter ½ ± 1 1/4 inch dengan ketebalan 1.

Rangkaian tes tersebut meliputi: a. ketebalan. Non Destructive Test Tes ini dilakukan untuk menilai setiap kesalahan dalam penguapan dengan menggunakan tes ultrasonik. Tes tersebut dimaksudkan untuk kontrol kualitas setiap pipa yang diproduksi. b. halaman 24 . Bakrie Pipe Industries merupakan pipa baja dengan kualitas internasional sehingga dalam produksinya. Destructive Test Tes ini dilakukan untuk menilai kekuatan dan kemampuan pipa serta bahan baku yang akan digunakan. pipa tersebut melewati serangkaian tes. Magnetic Particle (MPI). Dimension Test Tes ini dilakukan untuk menilai diameter. dan Dye Penetrant (DPT) c. Eddy Current. Tes ini dilakukan selama dua kali yaitu selama produksi dan laboratorium. panjang serta kesesuaian pipa dengan standar yang telah ditetapkan.Pipa baja yang diproduksi PT.

BAB III Analisis A. penilaian yang cukup memberikan gambaran kinerja perusahaan yang baik ialah Economic Value Added. Perhitungan EVA secara matematis adalah sebagai berikut: EVA = NOPAT ± (WACC x Total Modal yang Diinvestasikan) Berdasarkan rumus di atas. Bakrie Pipe Industries tahun 2005 sampai dengan tahun 2009. halaman 25 . Pada PT. Bakrie Pipe Industries. dapat dilihat bahwa dalam menghitung nilai EVA. Oleh karena itu. dan total modal yang diinvestasikan. penilaian kinerja keuangan melalui rasio keuangan yang kurang memberikan gambaran signifikan mengenai kinerja perusahaan. Perhitungan dan analisis EVA didasarkan pada laporan keuangan PT. terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu menghitung nilai Net Operating Profit After Tax (NOPAT). Bakrie Pipe Industries tahun 2005 sampai dengan tahun 2009. Berikut ini merupakan perhitungan EVA pada PT. Deskripsi Topik Economic Value Added merupakan suatu alat ukur kinerja perusahaan yang mengukur nilai tambah dari aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan dengan memperhitungkan biaya modal perusahaan. Weighted Average Cost of Capital (WACC).

000.94% 70.403 29.02% 86.510.463 29.223.1 Perhitungan Net Operating Profit After Tax PT.769 29.049.482.B.618. Bakrie Pipe Industries mengalami fluktuasi dimana pada tahun 2005 nilai NOPAT sebesar Rp. Analisis B. Bakrie Pipe Industries tahun 2005 ± 2009 (dalam ribuan rupiah) TAHUN NOPAT 2005 EBIT Tax (1-tax) 2006 2007 2008 2009 67.337 67.04% 47. Bakrie Pipe Industries.00% 72.06% 29.429 116.175.734. NOPAT (Net Operating Profit After Tax) Langkah pertama yang dilakukan dalam menghitung nilai EVA adalah menghitung besarnya nilai laba usaha setelah pajak (NOPAT) dimana model matematisnya ialah sebagai berikut: NOPAT = EBIT ± (1-Tax) Adapun perhitungan NOPAT PT.569 123.02% 81.00% 27.699 38.1.805.96% 70.734 Sumber: Laporan Keuangan PT.191 28. 2010 (diolah) Berdasarkan tabel 3. 47.096.293 NOPAT 47.807. Sedangkan pada tahun halaman 26 .834.98% 70.1 tentang perhitungan laba bersih usaha setelah pajak (NOPAT) pada PT. Bakrie Pipe industries tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 adalah sebagai berikut: Tabel III.096.98% 70.

189 ton.000/ton pada tahun 2007.191.000 menjadi Rp. 81.000/ton.000/ton pada tahun 2005 menjadi Rp.769.07% dibandingkan tahun 2006 sehingga menjadi 105.96% dari Rp.162. 86. Tahun 2008 terjadi peningkatan nilai NOPAT sebesar 83.000. 47. Penurunan ini juga diakibatkan oleh kenaikan beban penjualan.84% dari 105.769.269.403. dapat dilihat bahwa kenaikan ini diakibatkan oleh kenaikan dalam volume penjualan pipa baja perusahaan sebesar 19.49% dibandingkan tahun 2006 dari Rp. 47. 81.13% dibandingkan tahun 2006 sehingga menjadi Rp. Selain itu. 2. Tahun 2007 nilai NOPAT mengalami penurunan sebesar 42.18% dari 87.482. Berdasarkan report manjemen. 2.81% dari Rp.000 atau mengalami kenaikan sebesar 73.2006 nilai NOPAT sebesar Rp.000/ton pada tahun 2006.162.807.000/ton pada tahun 2006 menjadi Rp. Berdasarkan data manajemen perusahaan. peningkatan ini disebabkan oleh banyaknya tender yang dimenangi oleh perusahaan dan banyaknya pesanan dari proyek minyak dan gas.326 ton menjadi 104.403. Jika melihat laporan keuangan dan manajemen report perusahaan.049.000.000 menjadi Rp.835. 2. namun hal itu tidak diimbangi dengan penurunan harga jual pipa sebesar 6. 1. volume penjualan sebenarnya mengalami peningkatan sebesar 1. 2.807. peningkatan ini diakibatkan oleh kenaikan dalam volume penjualan sebesar 19.049.189 ton pada tahun 2006 menjadi 126.52% dari Rp.70% dari tahun 2005.065 ton yang disertai pula dengan naiknya harga jual pipa baja sebesar 4. halaman 27 .303.076 ton yang disertai dengan kenaikan harga jual pipa sebesar 25.

Naik maupun turunnya nilai laba usaha setelah pajak akan mempengaruhi terhadap nikai tambah ekonomis perusahaan dimana jika nilai NOPAT naik maka nilai Economic Value Added akan naik pula begitu pula sebaliknya. menurut manjemen report. Tingginya harga produk perusahaan membuat perusahaan kalah bersaing dengan perusahaan lainnya dalam melakukan tender yang menyebabkan permintaan akan pipa baja menjadi berkurang.482.520.Tahun 2009 nilai laba usaha setelah pajak (NOPAT) kembali mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 67. 27. 86.000/ton.805.000 menjadi Rp. Hal ini terjadi akibat penurunan dalam volume penjualan yang signifikan sebesar 44. halaman 28 . Berdasarkan data diatas.269.191. 2. dapat dilihat bahwa berdasarkan nilai NOPAT perusahaan bernilai yang positif walaupun cukup fluktuatif yang menandakan bahwa setiap tahun perusahaan terus melakukan penjualan serta produksi barang walaupun harga bahan baku pipa baja mengalami kenaikan.016 ton disertai dengan tingginya nilai beban pokok penjualan yang menyebabkan harga jual pipa mengalami kenaikan sebesar 11.85% dari Rp. Selain itu.000/ton menjadi Rp. 2.000. mahalnya bahan baku dan masuknya produk China turut memberi andil dalam penurunan penjualan perusahaan.293.46% dibandingkan tahun 2008 sehingga menjadi 70.06% dibandingkan tahun 2008 yaitu Rp.

805.7% 0.92% 4.51% 2.11% 2.2 Perhitungan Weighted Average Cost of Capital PT.02% 2.02% 29.98% 70.811.936.317.591 2008 364.04% 2.647.35% Sumber: Laporan Keuangan PT.205 1.288.55% 3. Bakrie Pipe Industries.47% 2.656.851 1.826.5% 1.04% 28.06% 5.621.014.25% 2.98% 70.28% 5.00% 72.509.442 1. Adapun rumus untuk menghitung WACC sebagai berikut: WACC :{( ) x [Kd x (1-Tc)]} ± ( x K e) Berikut ini perhitungan WACC PT.145 29.28% 3.962 1.94% 70.53% 29.50% 1.742 1.861.397 1.427 2006 239.808 2009 253.929.24% 5.02% 2.32% 2.28% 6.62% 5.448.5% 0.209.551.4% 0.571.00% 2. 2010 (diolah) halaman 29 .03% 29.42% 5.970 799.75% 3.212 1.1% 0.397 1.2 Menghitung WACC (Weighted Average Cost Of Capital) Langkah selanjutnya dalam menghitung EVA ialah menghitung WACC.470 2007 256.742.491.831.372.292. Bakrie Pipe Industries tahun 2005-2009: Tabel III.96% 70.B.234. Bakrie Pipe Industries tahun 2005-2009 (dalam ribuan rupiah) TAHUN WACC 2005 Debt Equity Total Tax 1-Tax Cost of Debt (Kd) Total* ROE (Ke) Total** WACC 488.458.183 1.

Penurunan ini diakibatkan oleh penurunan laba bersih perusahaan disertai dengan kenaikan beban bunga perusahaan. Selain itu.02% disebabkan oleh tingginya beban bunga perusahaan yang disertai dengan kecilnya laba bersih perusahaan. Sedangkan pada tahun 2006. Sedangkan pada tahun 2008 nilai WACC kembali mengalami kenaikan sebesar 2. meningkatnya laba bersih perusahaan juga mempengaruhi kenaikan WACC.50% dibandingkan tahun 2006 menjadi 3.53%.01% dibandingkan tahun 2007 menjadi 5. turunnya beban bunga perusahaan dan naiknya laba bersih perusahaan juga mempengaruhi peningkatan nilai WACC.2.03%.04%. halaman 30 . Tahun 2007 nilai WACC mengalami penurunan sebesar 2. dapat dilihat bahwa nilai WACC mengalami fluktuasi dimana pada tahun 2005 nilai WACC sebesar 3. Selain itu.51% dibandingkan tahun 2005 menjadi 5. nilai WACC mengalami peningkatan sebesar 2. Peningkatan ini disebabkan oleh penurunan hutang perusahaan disertai dengan kenaikan ekuitas perusahaan.Keterangan: WACC : Weighted Average Cost of Capital Total* :( ) x [Kd x (1-Tc)] Total** : x Ke Berdasarkan tabel 3. Hal ini disebabkan oleh kenaikan hutang dan ekuitas perusahaan.

Adapun perhitungan modal yang diinvestasikan secara matematis adalah sebagai berikut: halaman 31 . dapat dilihat bahwa perusahaan telah mampu mengontrol nilai WACC sehingga dapat memberikan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan. modal yang diinvestasikan merupakan jumlah seluruh keuangan perusahaan terlepas dari kewajiban jangka pendek.35%. Selain itu. seluruh hutang jangka pendek dan jangka panjang yang menanggung bunga. penurunan dalam penjualan juga menyebabkan penurunan dalam laba bersih perusahaan sehingga nilai WACC pun mengalami penurunan. Tingginya nilai WACC akan menyebabkan penurunan dalam nilai EVA dan rendahnya nilai WACC akan menyebabkan kenaikan dalam nilai EVA. Menurut Young & O¶Byrne (2001:39). Modal yang diinvestasikan sama dengan jumlah ekuitas pemegang saham. Penurunan ini diakibatkan oleh penurunan hutang perusahaan yang disertai dengan kenaikan ekuitas. B.69% dibandingkan tahun 2008 sehingga menjadi 2.3 Menghitung Modal yang Diinvestasikan Langkah berikut yang dilakukan dalam menghitung nilai EVA ialah menghitung modal yang diinvestasikan.Tahun 2009 menunjukkan penurunan dalam nilai WACC sebesar 2. dan pajak yang akan jatuh tempo (accrued taxes). Berdasarkan perhitungan WACC. Berdasarkan tabel diatas. naik maupun turunnya nilai WACC akan mempengaruhi nilai Economic Value Added. upah yang akn jatuh tempo (accrued wages). pasiva yang tidak menanggung bunga seperti hutang. hutang dan kewajiban jangka panjang lainnya.

Bakrie Pipe Industries.292.458.448.145 799.831.861.234. 2010 (diolah) Berdasarkan tabel 3.470 TAHUN 2007 256.742 1.656.621.442 1.591 2008 364.962 2005 488.427 1. halaman 32 .3 dapat dilihat bahwa total modal yang diinvestasikan dari tahun 2005 sampai dengan 2008 mengalami kenaikan yang disebabkan oleh kenaikan jumlah ekuitas pemegang saham yang cukup besar walaupun terdapat penurunan dalam jumlah kewajiban perusahaan terutama pada tahun 2006.571.014.970 2006 239.851 1.808 2009 253.212 1.811. Bakrie Pipe Industries Tahun 2005-2009 (dalam ribuan rupiah) Modal yang Diinvestasikan total kewajiban ekuitas pemegang saham Total 1.317.826.509.209.397 1.372.Modal yang diinvestasikan : Hutang Jangka Pendek + Total Hutang Jangka Panjang + Total Ekuitas Pemegang Saham Berikut ini merupakan perhitungan modal yang diinvestasikan PT.742.183 Sumber: Laporan Keuangan PT. Namun.3 Perhitungan Modal yang Diinvestasikan PT.205 1.647.929.805. penurunan terjadi pada tahun 2009 yang disebabkan oleh penurunan dalam total kewajiban perusahaan.397 1.491.551.936. Bakrie Pipe Industries tahun 2005 sampai dengan tahun 2009: Tabel III.288.

831. Sedangkan bila terjadi penurunan dalam total modal yang diinvestasikan akan membuat nilai EVA pun menjadi berkurang.15% dibandingkan tahun 2008 yang dikarenakan penurunan dalam jumlah kewajiban perusahaan.288.95% dibandingkan tahun 2006 menjadi Rp. Penurunan ini menunjukkan bahwa pada tahun 2009 banyak hutang yang telah terbayarkan oleh perusahaan. total modal yang diinvestasikan mengalami kenaikan sebesar 2.08% dibandingkan tahun 2007 menjadi Rp.000 akibat kenaikan dalam total kewajiban dan total ekuitas pemegang saham.491.448. Tahun 2008 total modal yang diinvestasikan pun mengalami peningkatan sebesar 11.42% dari Rp.656. Perubahan yang terjadi dalam total modal yang diinvestasikan akan mempengaruhi pada perhitungan EVA dimana peningkatan yang terjadi akan menyebabkan nilai EVA menjadi semakin tinggi pula. 1.742.000.000 yang diakibatkan kenaikan total kewajiban dan total ekuitas pemegang saham. 1. 1. Hal ini disebabkan oleh kenaikan ekuitas pemegang saham walaupun nilai kewajiban menjadi lebih berkurang.212. Sedangkan pada tahun 2007.397. 1. pada tahun 2009 terjadi penurunan sebesar 5.Tahun 2006 total modal yang diinvestasikan mengalami kenaikan sebesar 12. Namun.551.000 pada tahun 2005 menjadi Rp.205.826.442. halaman 33 .

145 47.191 5. Bakrie Pipe Industries: Tabel 3.656.154 45.734 3.293 2. Bakrie Pipe Industries.976.368 1.096.984 80.249 1. Bakrie Pipe Industries tahun 2005-2009 (dalam Ribuan Rupiah) TAHUN EVA 2005 NOPAT WACC Modal diinvestasi kan biaya modal EVA 38. WACC dan modal yang diinvestasikan.442 1.505.981.448.491.240. maka dapat dihitung nilai Economic Value Added (EVA) dari PT. Bakrie Pipe Industries dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2009.288.769 3.571.831.114.4 Menghitung Economic Value Added Berdasarkan hasil perhitungan NOPAT.049.801 1.04% 2009 27.03% 2008 86.482. Berikut ini merupakan perhitungan EVA PT.401 83.742.212 1.184.397 1.35% Sumber: Laporan Keuangan PT.509.751 8.205 1. 2010 (diolah) Keterangan: Biaya Modal : WACC x Modal yang Diinvestasikan halaman 34 .094 -9.346 36.759.02% 2006 81.53% 2007 47.4 Perhitungan Economic Value Added PT.845 2.048.805.403 5.809.990.551.826.B.807.

Perkembangan nilai EVA.000.346.Berdasarkan tabel 3.4 dapat dilihat bahwa pada tahun 2005 nilai EVA sebesar Rp.809. NOPAT dan biaya modal pada PT. 9.759.114. 1.000. Tahun 2008 nilai EVA mengalami kenaikan sebesar 64. Kenaikan nilai EVA ini disebabkan oleh penurunan biaya modal rata-rata (WACC) yang lebih besar dibandingkan dengan kenaikan modal yang diinvestasikan. 8.801.976. Tahun 2007 nilai EVA mengalami kenaikan sebesar 2.000.154. Tahun 2009. 2. nilai EVA mengalami penurunan yang signifikan bahkan mencapai nilai negatif sebesar (Rp. Hal ini dikerenakan nilai laba usaha setelah pajak (NOPAT) lebih kecil dibandingkan biaya modal perusahaan untuk menjalankan operasi perusahaan.184.000. Hal ini diakibatkan oleh kecilnya nilai biaya modal rata-rata perusahaan dan tingginya laba bersih usaha setelah pajak (NOPAT) perusahaan. 1.000). Bakrie Pipe Industries dari tahun 2005 hingga tahun 2009 dapat dilihat pada grafik berikut: halaman 35 . Tahun 2006 nilai EVA mengalami penurunan yang signifikan sebesar 76% dibandingkan tahun 2005 sehingga menjadi Rp.49% dibandingkan tahun 2007 menjadi Rp.85% dibandingkan tahun 2006 sehingga menjadi Rp. Penurunan ini diakibatkan oleh tingginya nilai biaya modal rata-rata (WACC) serta meningkatnya modal yang diinvestasikan dalam perusahaan. Kenaikan ini diakibatkan oleh kenaikan nilai NOPAT yang lebih besar dibandingkan kenaikan biaya modal rata-rata maupun total modal yang diinvestasikan.984.401.

000 NOPAT biaya modal 30. dapat dilihat bahwa dari tahun 2005 hingga tahun 2008 terjadi pergerakan yang fluktuatif pada nilai laba usaha setelah pajak dan biaya modal mempengaruhi nilai EVA perusahaan.000 70.1 Grafik perkembangan EVA. Berdasarkan grafik diatas.90.000 40.000. NOPAT dan biaya modal PT.000 20.000.000.000.000.000. Bakrie Pipe Industries tahun 2005-2009 Sumber: laporan keuangan PT.000 10.000 50.000. 2010 (diolah) Berdasarkan grafik diatas.000 80.000 0 EVA -10.000 2005 2006 2007 2008 2009 Grafik III.000. Bakrie Pipe Industries. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik tahun 2006 dimana walaupun terjadi kenaikan laba usaha setelah pajak (NOPAT) pada tahun 2005 namun hal tersebut diimbangi dengan kenaikan biaya modal yang menyebabkan nilai EVA mengalami penurunan.000 60. Perubahan NOPAT maupun biaya modal yang terjadi dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 tetap membuat nilai EVA menjadi positif yang menandakan bahwa perusahaan mampu menciptakan suatu nilai ekonomis bagi stakeholder perusahaan.000. Pada tahun 2009 terjadi perubahan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dimana nilai EVA tahun 2009 menjadi negatif.000. dapat dilihat bahwa nilai laba bersih setelah pajak (NOPAT) lebih kecil dibandingkan dengan biaya modal yang dikeluarkan perusahaan sehingga halaman 36 .

Namun. Hal ini menandakan bahwa pada tahun tersebut perusahaan belum mampu menciptakan nilai tambah ekonomis bagi stakeholders. penurunan nilai EVA bahkan hingga mencapai nilai negatif harus diwaspadai oleh perusahaan sebab hal ini akan berdampak pada kepercayaan stakeholders terhadap kinerja perusahaan. walaupun dengan penggunaan bahan baku yang lebih murah hal ini tidak akan menurunkan kualitas produk itu sendiri. Perbaikan kinerja perusahaan dalam meningkatkan atau menciptakan suatu penciptaan nilai ini dapat dilakukan perusahaan dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu: a. perusahaan harus dapat mengelola biaya-biaya baik fixed maupun variable cost. halaman 37 . Operational Decision.5 Hubungan EVA dengan Keputusan Manajemen Keuangan Berdasarkan hasil perhitungan EVA. Pengelolaan biaya tersebut dimaksudkan agar penjualan dapat meningkat dan harga produk dapat bersaing dengan produk lain. Menurut manajemen report perusahaan. tingginya harga bahan baku pipa baja yang menyebabkan tingginya harga jual pipa baja disamping itu masuknya pipa baja Cina yang kualitasnya masih di bawah standar namun harga yang terjangkau turut pula memberi andil dalam penurunan penjualan yang menyebabkan nilai EVA menjadi negatif. Salah satu hal yang dapat dilakukan perusahaan adalah seperti mencari bahan baku dengan harga yang lebih murah.menyebabkan nilai EVA perusahaan menjadi negatif. B.

halaman 38 . perusahaan harus dapat mengelola dan menekan biaya modal secara efisien dan efektif dengan cara melakukan restrukturisasi hutang maupun menerbitkan obligasi yang diharapkan akan meningkatkan nilai perusahaan. c.b. perusahaan harus mampu mengelola investasi sesuai dengan kapasitas perusahaan dimana investasi tersebut akan meningkatkan nilai tambah ekonomis perusahaan. Investment Decision. Financial Decision.

B. Perbedaan signifikan terjadi pada tahun 2009 dimana nilai EVA bernilai negatif yang menandakan bahwa pada tahun tersebut perusahaan belum dapat menciptakan suatu nilai tambah ekonomis bagi stakeholders. manajemen harus dapat memperhatikan beberapa hal yaitu: halaman 39 . untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan menggunakan metode EVA ini. Saran Berdasarkan analisis di atas. Simpulan Berdasarkan analisis kinerja keuangan PT. Oleh karena itu. Tahun 2005 hingga tahun 2008 kinerja perusahaan berdasarkan nilai EVA menunjukkan nilai yang positif yang menandakan bahwa perusahaan telah mampu menciptakan suatu nilai tambah ekonomis bagi stakeholder perusahaan. Turunnya nilai EVA ini wajib diperhatikan oleh manajemen sebab hal tersebut akan menurunkan kepercayaan stakeholders terhadap perusahaan dimana peningkatan nilai perusahaan merupakan suatu tanggung jawab perusahaan kepada stakeholders. penurunan nilai EVA berdampak terhadap kepercayaan stakeholders terhadap kinerja perusahaan. Bakrie Pipe Industries tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 dengan metode Economic Value Added dapat dilihat bahwa kinerja keuangan perusahaan menunjukkan kinerja yang fluktuatif.BAB IV Penutup A.

Manajemen perusahaan harus dapat mengelola nilai fixed dan variable cost agar harga dapat lebih bersaing dengan produk lainnya 3.1. Manajemen harus dapat mengelola investasi dengan baik sesuai dengan kompetensi perusahaan sehingga nilai perusahaan pun akan meningkat. Meningkatkan nilai laba usaha dengan melakukan penjualan dengan membeli bahan baku yang lebih murah tanpa menurunkan kualitas produk 2. halaman 40 . Manajemen harus dapat mengontrol biaya modal secara efektif dan efisien seperti restrukturisasi hutang atau menerbitkan obligasi yang dapat meningkatkan nilai perusahaan 4.

Financial Value Added. Ak. No. Bogota Colombia: Universidad Jeveriana. David S. 2005. Memahami Konsep Economic Value Added (EVA dan Value Based Management (VAM.. Sandias. Rodriguez. Paperback. Edisi 4. 2001. A Guide for Senior Managers. Erie. Financial Theory and Corporate Policy (4th Edition). 1999. Agus R. J. Young. Rr. Tunggal. Jakarta: Harvarindo. 2001. Sumber lain: Copeland. 5. Drs. Harper Collins. The Economic Value Added: The Quest for Value. Thomas E. Bennet. Financial Value Added: Suatu Paradigma Baru dalam Pengukuran Kinerja dan Nilai Tambah Perusahaan. Ignatio (2000): Value Creation and Its Measurement A Critical Look At EVA. O¶Byrne. Velez P. Stewart. Fred & Shastri. Aplikasi Manajemen Keuangan. Iramani. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 2002.DAFTAR PUSTAKA Buku: Sartono. 7 No.. Alfonso. Januari 2004. 1. Weston. 2001. 1. Kuldeep. halaman 41 . & Stephen F. Yogyakarta: BPFE. Wijaya Amin. MBA. EVA dan Manajemen Berdasarkan Nilai. Vol. G. Jakarta: Salemba Empat.

The EVA Financial management system. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Stewart. 4. Timo and Ilka Virtanen..pdf. Stern. Bank of America Journal of Applied Corporate Finance. Jr.. Utomo.M. No. D. J. renirana.. Lisa.ac. and Chew.B.Salmi. Owner Oriented Management Tool. Economic Value Added sebagai Ukuran Keberhasilan Kinerja Manajemen Perusahaan. 2001. 1. Vol.. 1. III. Economic Value Added: A Simulation Analysis of The Trendy. Acta Wasaensia No. No. Shil. 20. 2009. 8 (2). 20 Juli 2010 halaman 42 . 3.gunadarma. 1995. Vol. ³Analisis Laporan Keuangan Perusahaan´. International Journal of Business and Management. G. Nikhil Chandra. Performance Measurement: An Application of Economic Value Added. 1999.H.staff. Linawati.id/Downloads/files/8887/ALK+BAB+II.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful