Celah Timor sering digunakan untuk merujuk kepada wilayah laut antara Timor, Indonesia dan Australia.

Pada kenyataannya, ini mengacu pada kesenjangan dalam batas dasar laut yang dinegosiasikan Australia dan Indonesia pada tahun 1972 - bagian dari garis mereka tidak bisa menentukan karena, Portugal, yang memerintah Timor Timur, menolak untuk berpartisipasi dalam negosiasi. Timor Timur kemudian berada di bawah kontrol Indonesia, dan Australia dan Indonesia menegosiasikan Perjanjian Celah Timor pada tahun 1989. Kualalumpur - Pemerintah Malaysia akhirnya buka mulut soal Ambalat. Melalui Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, negeri jiran itu menegaskan tetap menempuh jalur diplomasi dalam menyelesaikan kasus sengketa di perairan Ambalat.

"Malaysia berpegang teguh kepada prinsip bahwa konflik apapun harus diselesaikan melalui jalur diplomasi," kata Zahid dalam jumpa pers di kantornya Jalan Padang Tembak, Kuala Lumpur, Rabu (3/6/2009).

Zahid mengatakan, tindakan provokatif apapun hanya akan memperburuk keadaan dan tidak akan menyelesaikan permasalahan. Dia menjelaskan, di antara kedua negara, Indonesia-Malaysia, telah dibentuk kerjasama perundingan melalui Menlu masingmasing untuk menyelesaikan persengketaan maritim secara aman dan damai.

"Menlu Malaysia dan Indonesia bersepakat untuk membentuk Kelompok Teknis pada 9 Maret 2005," ujarnya.

Kelompok teknis tersebut, lanjut dia, terdiri dari unsur pemerintah dan pakar yang membahas mengenai isu perbatasan maritim. Bahkan pertemuan kelompok teknis kedua negara telah dilakukan sebanyak 13 kali sejak Maret 2005 hingga Agustus 2008.

"Pertemuan yang ke-14 akan dilakukan di Malaysia pada Juli 2009," sambung menteri berdarah Jogjakarta ini.

Bahkan Zahid juga mengungkapkan, sejak 2007 hingga April 2009, Kementrian Pertahanan Malaysia sebenarnya telah membuat 13 nota protes diplomatik kepada Pemerintah Indonesia melalui kedutaan besarnya di Kuala Lumpur mengenai tindakan TNI Angkatan Laut yang melanggar perbatasan laut Malaysia.

"Tapi Malaysia Committed untuk menyelesaikan masalah ini dalam meja perundingan, tidak ke media. Sehingga diharapkan adanya satu perjanjian perbatasan maritim di antara kedua negara," Pihak TNI AL mendesak Departemen Luar Negeri (Deplu) mengirimkan nota diplomatik pada Malaysia terkait tindak pelanggaran batas wilayah laut di Ambalat. Deplu juga harus mempercepat proses perundingan batas wilayah yang telah berjalan.

Demikian disampakan KSAL Marsekal Tedjo Edhie usai rapat koordinasi, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (3/6/2009).

"Surat permintaan akan saya kirimkan kepada Panglima TNI dengan tembusan ke

Menlu RI. Nanti Panglima yang akan tindaklanjuti ke Menlu," ujar dia.

Sengketa tapal batas RI-Malaysia di perairan Ambalat mencuat sejak 2005. Semenjak itu tercatat pihak Malaysia melakukan aksi-aksi yang dinilai provokatif sebanyak 11 kali pada tahun 2009. Sedangkan pada 2006 terjadi 76 kali.

Pada kesempatan sama, Menko Polhukam Widodo AS juga menyatakan hendak minta Deplu mempercepat perundingan batas wilayah dengan Malaysia. Tidak saja laut Ambalat tapi juga perairan lain di sekitarnya.

"Perundingan sudah berjalan 23 kali dan yang ke 24 di Malaysia nanti kita minta agar ada akselerasi pencapaian kesepakatan,"

Timor Timur merdeka pada tahun 2002. Namun, mereka belum menetapkan batas maritim dengan negara-negara tetangga mereka, Indonesia dan Australia. [1]

Negosiasi menentukan kepemilikan puluhan milyar dolar minyak dan gas terletak di dasar laut Laut Timor, termasuk menyelesaikan batas terdefinisi dikenal sebagai Celah Timor, telah berlangsung antara Australia dan Timor Leste sejak tahun 2002, tetapi meskipun beberapa perjanjian interim, batas maritim permanen masih harus diselesaikan. Australia dan perusahaan minyak internasional dituduh menekan Timor Leste untuk menerima formula bagi hasil minyak bumi sementara menunda resolusi batas permanen dan di atas jalan hukum.

Pada hari kemerdekaannya, Timor Leste menandatangani Perjanjian Laut Timor dengan Australia. perjanjian ini hampir menempatkan Timor Timur di tempat Indonesia di Celah Timor, kecuali bahwa rasio distribusi pendapatan di Kawasan Pengembangan Minyak Bersama, dikenal sebagai Zona Kerjasama di bawah perjanjian 1989, diubah menjadi 90:10 mendukung Timor Timur. Perjanjian 2002 yang disediakan untuk "unitisasi" masa depan - mengobati lapangan gas atau minyak yang melintasi perbatasan satu atau beberapa sebagai satu unit - dari ladang gas Greater Sunrise, yang hanya 20% terletak dengan di JPDA sementara sisanya dianggap berada di wilayah Australia. Dalam pandangan Timor Timur, distribusi ini bisa diperdebatkan karena tidak mengenal perbatasan, ditarik antara Australia dan Indonesia, yang menempatkan sebagian besar dari Greater Sunrise di wilayah Australia.

Pada tanggal 20 Februari 2007, parlemen Timor Leste sepakat untuk meratifikasi perjanjian dengan Australia atas pengelolaan sumber daya minyak dan gas di lapangan Greater Sunrise di Laut Timor. Australia dan Timor Timur secara resmi dipertukarkan catatan pemerintah di Dili pada 23 Februari 2007 untuk menjadi kekuatan dua perjanjian yang menyediakan kerangka hukum dan fiskal untuk pengembangan lapangan gas Greater Sunrise di Laut Timor.

Catatan meliputi Sunrise Kesepakatan Penyatuan Internasional (IUA Sunrise) dan Perjanjian tentang Pengaturan Kelautan Tertentu di Laut Timor (CMATS). Menteri Luar Negeri Alexander Downer, menggunakan kekuasaan dipanggil hanya enam kali dalam

^ "Timor Gap. Juni 2002. Journal of Royal Australian Historical Society. tidak akan berubah . Laut Timor dan Celah Timor.1.html (pencarian APAFT) 2. Vol. dipanggil sebuah "kepentingan nasional" klausa pengecualian untuk ratifikasi jalur cepat dari perjanjian CMATS melalui parlemen tanpa pengawasan oleh perusahaan Joint Standing Committee tentang Perjanjian Internasional. [2] [Sunting] Lihat pula * Celah Timor * Perjanjian Laut Timor * Australia-Indonesia perbatasan [Sunting] Referensi 1. 1972-2007. Kevin Rudd.nla. pp. Juga di: http://www. King.sejarahnya.gov.75-103. penyerahan ke Australia Berdiri Komite Bersama Parlemen tentang Perjanjian Internasional 'Permintaan ke dalam Perjanjian tentang Pengaturan Kelautan Tertentu di Laut Timor . ^ Robert J.88 Pt.Kebijakan politik luar negeri Australia terhadap Timor Leste di bawah pemerintahan Perdana Menteri yang baru. Maritim tertentu Pengaturan di Laut Timor. Wonosobo dan Nasib Timor Portugis". 1 Desember 2007 14:35 WIB | Peristiwa | | Dibaca 878 kali Kupang (ANTARA News) .au/pathways/jnls/austjnls/view/324. Pengelolaan "Timor Gap" Harus Lebih Adil Sabtu.

karena kepentingan utama Australia membangun hubungan baik dengan Timor Leste selalu dihubungkan dengan Timor Gap (Celah Timor). Ketika Rudd dari Partai Buruh (ALP) keluar sebagai pemenang dalam pemilu di Australia pekan lalu. mantan PM Timor Leste." kata pemerhati masalah Timor Leste. Mantan Presiden Timor Leste di wilayah bekas provinsi ke-27 Indonesia. juga akan mengundang Rudd. Dan inilah yang harus diperjuangkan oleh rakyat Timor Leste. PM Kevin Rudd. ALP identik dengan aliran sosialis dan hampir mempunyai kesamaan . Menurut Vieira. Alumnus John Heinz III School of Public Policy and Management Carnegie Mellon University AS mengemukakan hal itu ketika ditanya ANTARA News tentang kebijakan politik luar negeri Australia terhadap Timor Leste di bawah pemerintahan baru. Xanana Gusmau. Sabtu. pria kelahiran Queensland 21 September 1957 ke Timor Leste. Mari Alkatiri langsung menyampaikan ucapan selamat dan salam kepada politisi senior ALP lulusan Fakultas Studi-Studi Asia Universitas Nasional Australia (ANU) yang mahir berbahasa Mandarin itu. "Yang kita harapkan dari PM (Perdana Menteri) Australia yang baru adalah bagaimana membagi hasil minyak di Timor Gap yang lebih adil lagi kepada Timor Leste. Florencio Mario Vieira di Kupang.

(*) Kumpulan artikel media Sydney Morning Herald (SHM) mengenai ''Timor Gap'' menjelaskan. undangan PM Timor Leste. Ia menambahkan." katanya. "Tidak terlalu mengherankan jika Alkatiri dari Fretilin menyampaikan ucapan selamat dan salam hangat kepada politisi senior dari ALP. Vieira melihat.dengan Frente Revolucionario Timor Leste Independente (Fretilin). undangan dari Xanana ini merupakan salah satu taktik politik untuk merangkul Rudd agar ia tidak terlalu condong ke Fretilin yang memiliki aliran sosialis dan mempunyai kesamaan dengan ALP. potensi kandungan minyak mentah/petroleum yang terdapat pada basin . Xanana Gusmau kepada PM Rudd untuk berkunjung ke negaranya adalah sebuah hal yang biasa dan wajar sebagai sesama kepala pemerintahan. Ia mengatakan. partai pemenang pemilu di Timor Leste belum lama ini. Kevin Rudd yang keluar sebagai pemenang dalam pemilu di Australia dan menjadi PM ke-26 di negeri Kanguru itu. Hanya. mau tidak mau Timor Leste tetap menjaga hubungan baik dengan Australia karena persoalan Timor Gap yang merupakan satu-satunya sumber alam yang membuat wilayah bekas koloni Portugis itu bisa survive.

Seorang geologist bernama Peter Cokroft yang menjabat sebagai Chief Representative BHP Indonesia mengadakan pertemuan rahasia dengan Jose Xanana di penjara Cipinang guna membahas aspek legalitas perjanjian ''Timor Gap''. Petroz (Australia) dan Inpex (Jepang) telah mengembangkan ladang minyak Elang-Kakatua dengan production rate sebesar 33. BHP.4 persen pada lapangan Elang Kakatua kepada perusahaan minyak Amerika.4 miliar dolar AS dan untuk menunjang kegiatan operasi perminyakan.000 LPG dengan perkiraan potensi cadangan setara minyak sebesar 900 juta BOE (barrel of oil equivalent) (WS 5/09/98). Sedangkan konsorsium ini juga menemukan ladang gas/condensate Bayu-Undan yang diperkirakan berkapasitas produksi 60.000 barrel oil per day (BOPD) dan proven reserve (cadangan terbukti) sebesar 30 juta barel. kota Darwin disiapkan sebagai base operasional logistik.000 barrels of condensate dan 40. Santos (Australia). Dari hasil pertemuan tersebut Xanana menyatakan tidak . Ada beberapa hal yang menarik berkaitan dengan pengembangan ladang minyak tersebut yang terjadi pada Agustus 1998. 12/02/99). (SMH. Diperkirakan kedua pemerintah menerima royalti 3 juta dolar AS per tahun dengan perhitungan harga minyak sekitar 12 dolar AS. BHP sebagai leader dari konsorsium melepaskan sahamnya sebesar 42. Pada kwartal kedua tahun 1999. Philips Petroleum. termasuk ladang gas Bayu-Undan. Konsorsium perusahaan minyak multinasional Australia. Co.Bonaparte di wilayah perairan Laut Timor diperkirakan mencapai 5 miliar barel dan ditaksir termasuk salah satu dari 23 lapangan minyak terbesar di dunia. Lapangan gas ini diproyeksikan mulai produksi pada tahun 2003 dengan memakai biaya mencapai 2.

. sebaiknya Xanana dibebaskan dari penjara. Tampaknya bagi Australia masalah ''Timor Gap'' tidak dapat dipisahkan dari penyelesaian masalah Timor Timur dan pada suatu kesempatan Menlu Australia Alexander Downer mengatakan. suatu saat Australia bersedia melakukan negosiasi ulang. Menlu Australia mendukung Pemerintah Indonesia untuk tidak membebaskan Xanana. Dengan disusul membuat pernyataan dari PM Howard.mengakui perjanjian Celah Timor. Awal 1999 PM John Howard mengirim surat kepada Presiden Habibie yang mengatakan bahwa kunci penyelesaian masalah Timor Timur dengan melakukan self determination. Dari perubahan kebijakan yang drastis ini terkesan bahwa Australia menghendaki perjanjian langsung dengan (negara) Timor Timur. Dua minggu sebelum pertemuan Cipinang berlangsung. namun tetap mengacu kepada perjanjian UNPortugal atau Laut Timor. Hasil pembicaraan rahasia ini terangkat ke permukaan yang dikutip media massa di Australia dan hal ini mengakibatkan Peter CocCkroft ditarik pulang dari Jakarta 27 Agustus 1998 oleh perusahaan induknya. apabila Timor Timur hendak merdeka. kebijakan Pemerintah Australia berubah sangat drastis. Di samping itu. namun setelah terungkapnya pertemuan rahasia di Cipinang oleh media massa Australia. Portugal sebagai anggota Uni Eropa secara intensif telah melakukan lobi di Eropa untuk mendapat dukungan ekonomi dan politik dari negara-negara tetangga.

Lobi Portugal ternyata cukup efektif diawali dengan dukungan dari Stat Oil. oleh Purbo S. Dari sebagian area di ZOCA. Di masyarakat international kedua negara tersebut mempunyai beberapa catatan penting. Inggris dan Australia mempunyai hubungan historis yang tak terpisah.000 dolar AS bagi beberapa mahasiswa Timor Timur untuk mengikuti pendidikan petroleum engineering. kemudian berkembang dengan usaha di bidang transportasi dan trading dari Balikpapan tahun 1897. . 17/05/99). Titik Silang Mengingat posisi geografis dan kaitannya dengan jalur-jalur pelayaran utama di Asia Tenggara. Belanda mewakili Portugal dalam hubungan diplomatik dengan Indonesia (Timor Timur: Dipandang dari sejarah Oilpolitics dalam Percaturan Ekonomi dan Sekuriti Dunia. yaitu berdirinya diawali dengan mendapatkan konsesi minyak di Sumut dari Sultan Langkat pada tahun 1890. Perusahaan minyak Norwegia yang memberikan beasiswa 400. Inggris dan Belanda adalah anggota-anggota terpandang dalam Uni Eropa dan NATO. Suwondo pada seminar Lemhannas-ICWA. perairan sekitar Pulau Timor tercatat di data internasional sebagai titik silang jalur pelayaran dari Timur ke Barat dan dari Utara ke Selatan. Ada satu hal yang cukup menarik untuk disimak khususnya untuk perusahaan minyak ''Shell'' (The Royal Shell Dutch Group). tampak yang cukup menonjol yakni partisipasi perusahaan minyak raksasa Inggris-Belanda ''Shell''.

dapat . Filipina. namun juga akan menimbulkan masalah baru pula karena jarak antara lokasi ladang minyak dengan negara konsumen cukup jauh dan semakin hari penemuan minyak sangat sulit. Januari 1999. karena ada beberapa negara yang menuntut kontrol atas wilayah tersebut seperti Cina (termasuk Taiwan). Dari latar belakang uraian tersebut. Penemuan-penemuan lapangan baru yang terletak di perbatasan wilayah antarnegara akan selalu menjadi sumber potensi ketegangan international. diungkapkan bahwa Cina baru-baru ini telah expressed a claim sebagian wilayah Natuna yang masih di bawah yuridis teritorial Indonesia. Penemuan ladang minyak baru selalu akan memberikan nilai ekonomis tinggi. seperti di Kepulauan Spartley di Laut Cina Selatan. hal yang sama akan dapat terjadi seperti kejadian di kawasan Timor Timur dengan ''Timor Gap''. Diduga klaim ini diajukan setelah pengumuman penemuan cadangan gas baru yang relatif besar di kawasan Laut Natuna yang termasuk wilayah Indonesia oleh perusahaan Amerika. karena kegiatan survei pernah dilakukan oleh Shell pada pertengahan tahun 1950.Sedangkan untuk kegiatan di wilayah perairan Timor Timur ibarat ''pulang kampung''. Dalam artikel yang berjudul Oil and International Tension in the 21st Century pada majalah Militaire Spectator. meskipun didukung dengan teknologi canggih. Vietnam. Fakta ini jelas menunjukkan bahwa ada korelasi antara deposit mineral strategis dengan ketegangan international. Seandainya di kawasan Pulau Spartley ditemukan cadangan migas baru. Malaysia dan Brunei.

produksi minyak Irak dibatasi menjadi hanya sekitar 600. karena hasilnya harus melalui escrow account PBB dan sebagai imbalannya hasil dari penjualan tersebut ditukar dengan bahan pokok makanan. 98). salah satunya memberlakukan oil embargo terhadap Irak sejak tahun 90. Indonesia tidak dapat menikmati secara signifikan hasil perjanjian Celah Timor yang ditandatangani tanggal 11 Desember 1989 dari basin Bonaparte dan dalam waktu yang tidak terlalu lama Timor Timur nantinya akan menikmati Hydrocarbon Economy seperti negara-negara di kawasan Timur Tengah atau Brunei. medical dan other UN-authorized purposes (OPEC Revenue Report. Dugaan keberpihakan (impartial) yang dilakukan Unamet/PBB dalam penentuan pendapat di bumi Loro Sae untuk mendukung kemerdekaan sebenarnya sudah dapat dibaca atau diduga. Tampaknya pengumuman hasil jajak pendapat di Timtim tanggal 4 September 1999 dari New York. Begitu juga hal yang sama dilakukan terhadap Libya dikenakan sanksi atas kasus pemboman Pan Am 103. Keterkaitan organisasi PBB dalam masalah perminyakan sebenarnya sudah tidak asing lagi.000 barel dari kapasitas produksi 2. Hasil penjualan minyak harus mengikuti program oil for food. apalagi ditambah momentum tawaran opsi seluas-luasnya dari Pemerintah Indonesia. Di bawah UN resolution 986. *** .3 juta barel/hari.diasumsikan bahwa negara-negara industri maju yang mempunyai interest sangat besar atas prospek lapangan minyak di ''Timor Gap''.

yang dikenal sebagai "Celah Timor". Dengan Indonesia menduduki Timor Timur. telah kontroversial. Australia tidak bisa mengatasinya selama bertahun- . Tidak ada negosiasi berlangsung dengan Portugal sebelum meninggalkan Timor Timur pada tahun 1975. Baltyn Dibimbing oleh Prof Chris Rizos Diedit oleh: Assoc. Rüeger Abstrak Batas dinegosiasikan antara Australia dan Indonesia di wilayah Laut Timor dipengaruhi oleh sejumlah faktor sejarah. Prof J.A.Australia dan 'Celah Timor' oleh Martin P. Sayangnya batas antara Australia dan Indonesia di wilayah Timor Timur. M. dan menjadi perhatian Australia selama 30 tahun terakhir.

Selain itu. Tujuan Menyusul peristiwa baru-baru ini di Timor Timur. semua sumber daya lepas pantai. "Celah Timor" isu telah datang di bawah pengawasan lagi. Sekarang dengan Timor Lorosae yang independen. Itu adalah kompromi sementara menyimpulkan "tanpa prasangka" dengan resolusi akhir dari sengketa batas maritim. dan untuk menjelaskan sifat dari Celah Timor melalui analisis konteks di mana ia diciptakan. Timor asli Perjanjian Celah telah berakhir dan "Baru" Celah Timor pengaturan ditandatangani pada bulan Juli 2001. dan membuat baik penggunaan. Cakupan Kerja . perjanjian batas maritim kontroversial bahwa Australia telah melakukan negosiasi dengan Indonesia. dan memberikan penjelasan. Perjanjian Celah Timor tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi kesepakatan akhir di perbatasan "kontinen rak". dan maka untuk mengurangi ketergantungannya pada bantuan asing . Perjanjian ditandatangani pada tahun 1989 membentuk Zona Kerjasama tanpa menentukan batas dasar laut yang sebenarnya. untuk menyoroti pentingnya Australia mengadopsi pendekatan yang murah hati kepada Perjanjian Celah Timor sehingga untuk memastikan bahwa Timor Timur akan memiliki akses ke. Tujuan dari tesis ini adalah untuk menganalisis. dan nya status saat ini.tahun. dan independensi berikutnya negeri ini kecil.

* Pendudukan Indonesia di Timor Timur dan isu-isu batas. Aku benar-benar meliputi latar belakang sejarah Timor Leste dan Hukum Laut (LOS) untuk membantu pembaca untuk memahami lebih baik masalah Celah Timor. Australia dan Timor Timur masalah. dari WW II sampai sekarang: dan meliputi Australia. surat kabar dan majalah saja. Celah Timor negosiasi.Meneliti literatur yang tersedia (buku.Australia batas. Departemen Perindustrian. Informasi ini disusun menjadi 3 bagian: * Pre-indonesian pendudukan Timor Timur dan isu-isu batas. Sains dan Sumber Daya. Kemudian aku berkonsentrasi pada batas antara Australia dan Indonesia. Tidak banyak informasi yang dipublikasikan (tersedia) meliputi situasi saat ini: situs web Departemen Luar Negeri dan Perdagangan. . Konvensi PBB tentang Hukum Laut I. II dan III). II dan III (UNCLOS I. Indonesia . majalah. Zona Kerjasama (ZOC). Sejarah Time Line File pdf pada garis waktu sejarah berisi semua informasi yang tersedia "terorganisir" dalam urutan kronologis kejadian. dan akhirnya aku ditangani dengan negosiasi Celah Timor antara Australia saat ini dan independen Timor Timur. * Post-indonesian pendudukan Timor Timur dan isu-isu batas. surat kabar) dan situs web meliputi Hukum Laut (LOS).

dapat berubah dengan berlalunya waktu. Sejarah Time Line Kesimpulan Negosiasi atas Celah Timor memiliki sejarah panjang dan rumit. setelah minyak hilang. LOS. Ini adalah situasi saat ini. Portugal dan Timor Timur.Indonesia. Waktu akan menunjukkan bagaimana isu batas dasar laut antara tetangga utara Australia akan diselesaikan. karena sementara ada beberapa nilai sumberdaya di wilayah Laut Timor tidak ada Negara siap untuk "memberikan tanah" pada posisinya. dan pada titik tertentu masalah batas maritim antara Australia dan Timor Lorosa'e harus diselesaikan sesuai dengan aturan Hukum Laut. segala sesuatu mungkin terjadi Location of the Timor Gap and the Zone of Cooperation (ZOC) Produced by AUSLIG (Australian Surveying and Land Information Group) . Penandatanganan "baru" Perjanjian Celah Timor antara Australia dan Timor Leste pada tanggal 5 Juli 2001 menjamin bahwa ladang minyak direncanakan dan infrastruktur senilai miliaran dolar akan pergi ke depan. Sebuah bagian yang lebih besar dari sumber daya Celah Timor Timur akan sangat membantu negara baru untuk mencapai swasembada ekonomi. tetapi sebagai sejarah menunjukkan. Australia dan Timor Timur yang independen yang berlaku umum bahwa masalah batas maritim Timor Leste jauh kurang penting dibandingkan dengan kekayaan yang bisa dihasilkan untuk negara baru oleh eksploitasi sumber daya Laut Timor. Namun. dan bahwa Timor Timur dan ekonomi Australia akan menguntungkan selama tiga puluh sebelah empat puluh tahun.

gov.dist.htm .gov.auslig.au/marbound/ambisbig.au/resources/timor-gap/ Maritime Zones Produced by AUSLIG (Australian Surveying and Land Information Group) http://www.http://www.

banyak disebabkan oleh . * salah satu negara di dunia terbaru. Peristiwa akhir Mei. Timor Timur mencapai kemerdekaan penuh pada tahun 2002 setelah hampir tiga dekade pendudukan sangat merusak di tangan seorang militer Indonesia yang didukung Amerika. FAISAL Chaudhry Pecahnya bentrokan antara pasukan pemerintah dan mantan personil militer yang tidak puas menempatkan Timor Timur.Mengasuh Celah Timor Miliaran dolar pendapatan minyak dan gas bumi dipertaruhkan sebagai Australia terus menggertak Timor Timur keluar dari sumber bawah laut energi. menjadi berita utama musim semi ini.

tetapi dalam beberapa tahun terakhir Timor telah terlibat dalam pertarungan sengit untuk mendapatkan tetangga Australia untuk mengakui hak untuk sumber daya yang berharga. misalnya. Ada empat minyak utama dan gas di atau dekat produksi di wilayah Celah Timor yang saat ini pada isu (lihat peta). Australia telah mampu menunda penyelesaian masalah yang paling mendesak terdefinisi batas laut permanen antara kedua negara-panjang ke masa depan yang ditunjuk. 240 mil laut di Laut Timor. Australia telah menuai semua sekitar $ 1 miliar dalam pendapatan bidang Laminaria-Corallina sekarang hampir habis . negara ini menghadapi tantangan yang besar dalam upaya untuk membangun kembali dan mengembangkan. terus mencoba untuk melegitimasi klaim sendiri untuk sumber daya tersebut. memiliki akar dalam sejarah bencana baru-baru ini Timor dan keadaan saat ini lemah.penembakan sekitar sepertiga dari tentara Timor menyusul pemogokan melanggar hukum oleh tentara. Bahkan dengan infrastruktur ekonomi jarang yang telah dibangun selama pendudukan Indonesia yang sebagian besar hancur oleh pendudukan berangkat dan pasukan paramiliter pada tahun 1999. Australia. dan perselisihan "komunal". Sejak tahun 1999. semua dari mereka sah akan menjadi milik Timor di bawah berlaku prinsip-prinsip hukum maritim internasional. Dengan mendorong untuk memperpanjang kerangka perjanjian bilateral ditempa dengan Indonesia pada 1970-an dan 1980-an ke Timor Timur. di titik mana minyak dan gas di Celah Timor diharapkan akan habis. jumlah luas dipertaruhkan. Meskipun demikian. Luas bawah ladang minyak dan gas lepas pantai Timor bisa menyediakan dana sangat dibutuhkan untuk pembangunan.

* 1975: Agustus 1974 Setelah pemberontakan anti-fasis di Portugal. November: Setelah perang saudara yang singkat. yang secara terbuka bertentangan dengan konsensus global pada sumber daya bawah laut sebagaimana yang termaktub dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). TIMOR TIMUR TIMELINE * 1600: menginvasi Timor Portugis. Mengingat lemahnya posisi Australia. mendirikan pos perdagangan dan cendana menggunakan pulau itu. * 1975: Greater Sunrise minyak dan gas di ladang ditemukan. * 1973: Perjanjian yang ditandatangani pada tahun 1971 dan 1972 oleh Australia dan Indonesia "Menetapkan Batas Dasar Laut Tertentu" mulai berlaku. Portugis mengambil bagian timur. * 1749: Timor split berikut pertempuran antara Portugis dan Belanda. Timor Leste telah menerima tidak ada. administrasi Portugis menarik diri ke pulau lepas pantai Atauro.telah dihasilkan.000 orang Timor Timur tewas. maka akan dapat memperpanjang "interim" pengaturan dari kerangka perjanjian usang bilateral hanya selama Australia terus menolak gugatan yang berhak Timor Timur ke sumber daya tersebut kritis. . Fretilin (Front Revolusioner untuk Kemerdekaan Timor Leste) menyatakan Timor Timur independen. Jepang pada kontrol sampai 1945. Sampai 60. * 1942: Jepang menyerang.

* 1989: Australia dan Indonesia menandatangani Perjanjian Celah Timor. Ini lampiran Timor Timur sebagai propinsi ke-27. dengan 78% pemilih mendukung kemerdekaan.000 orang diperkirakan telah meninggal. Kontrak terus diberikan sepanjang tahun 1990-an.Desember: Indonesia menyerang.000-kuat dalam referendum diselenggarakan PBB.N. * 1999: Mei 1998 Setelah pengunduran diri Presiden Indonesia Soeharto. Desember: kontrak penghargaan Australia dan Indonesia untuk Phillips Petroleum. menggunakan memerangi komunisme sebagai alasan. Royal Belanda Shell. Agustus-Desember: Hampir 99% dari suara pemilih 450. Indonesia dan Portugal menandatangani perjanjian untuk mengizinkan Timor Timur untuk memberikan suara pada masa depan mereka. Deal didukung oleh U. yang menyediakan untuk Indonesia-Australia eksplorasi bersama di Zona disebut Koperasi (ZOC). Kekerasan meletus sebagai anti-kemerdekaan milisi dibantu oleh militer Indonesia . menewaskan lebih dari 100 orang. * 1991: November: Santa Cruz pemakaman pembantaian: pasukan kebakaran pada pelayat pada pemakaman seorang pendukung kemerdekaan di Dili. Woodside Energy Australia dan perusahaan lain untuk mengembangkan sumber daya minyak / gas di ZOC. sebuah langkah yang tidak diakui oleh PBB resistensi yang kuat untuk pemerintahan Indonesia yang diikuti oleh penindasan dan kelaparan di mana 200. dengan pendapatan bersama 50-50.

Seperempat dari penduduk melarikan diri.melanjutkan kampanye teror. Darurat militer diberlakukan. Australia dan Timor Timur menandatangani Perjanjian Laut Timor untuk menggantikan 2001 Pengaturan Laut Timor. Administrasi Transisi PBB di Timor Timur (UNTAET) dibentuk. Banyak anggota milisi melarikan diri ke Timor Barat untuk menghindari penangkapan. mengubah nama ZOC sebagai Joint Petroleum Development Area. meninggalkan hingga 1. terus split pendapatan 50-50 dari perjanjian-perjanjian sebelumnya dengan Indonesia. . dengan persyaratan. * 2003: Januari: The East Timor Action Network menunjukkan di Washington untuk menuntut bahwa Australia mematuhi hukum internasional. ladang gas. secara bertahap memulihkan ketertiban. yang meningkatkan pangsa Timor Timur minyak hulu dan pendapatan gas dari JPDA sampai 90%. parlemen Indonesia mengakui hasil referendum.000 mati. terutama ke Timor Barat. * 2002: Maret Australia diam-diam menarik diri dari proses internasional untuk menyelesaikan sengketa batas maritim di bawah UNCLOS dan Mahkamah Internasional. yang pertama dari demonstrasi tersebut banyak selama 2 ½ tahun ke depan. * 2001: UNTAET dan Timor Leste Perdana Menteri Mari Alkatiri menandatangani Pengaturan Laut Timor dengan Australia. pasukan penjaga perdamaian yang dipimpin Australia datang. 20 Mei: Timor Timur kemerdekaan penuh keuntungan. * 2000: Australia dan UNTAET menandatangani nota kesepahaman atas pendapatan pada masa mendatang dari minyak Laut Timor.

PENGEMBANGAN DAN REKONSTRUKSI DALAM BANGUN BENCANA Pada bulan Desember 1975 Indonesia menginvasi dan menduduki Timor Timur. Indonesia dan milisi Indonesia yang didukung mengamuk di seluruh negeri. "Timeline: Timor Timur. menewaskan lebih dari 1.000.000 telah menyatakan kemerdekaannya dari Portugal. sembilan hari setelah bangsa 600. meningkatkan pangsa Timor pendapatan dari Greater Sunrise dari 18% menjadi 50% tetapi mendorong penentuan batas laut permanen 30-50 tahun ke depan. pendudukan brutal Indonesia yang berlangsung selama 24 tahun dan mengambil kehidupan salah satu yang diperkirakan sepertiga penduduk Timor. Menyusul Agustus 1999 referendum di mana Timor Timur memilih sangat untuk kemerdekaan. proyek diharapkan dapat $ 100mA tahun.* 2004: Produksi ladang gas Bayu Undan dimulai. Buletin La'o Hamutuk. Laporan dugaan kekejaman selama pemerintahan di Indonesia 24 tahun disajikan untuk PBB ini menemukan bahwa pendudukan secara langsung bertanggung jawab atas kematian lebih dari 100." Mei 2006. April 2006. Peluncuran kampanye baru untuk memprotes pencurian Australia sumber daya Timor Timur: Laut Timor Keadilan Kampanye di Australia dan Gerakan melawan Pendudukan Laut Timor di Timor Timur. dan . memindahkan 75% dari populasi. Sumber: BBC News. * 2006: Januari: Australia dan Timor Timur menandatangani Perjanjian tentang Pengaturan Kelautan Tertentu di Laut Timor (CMATS).000 orang Timor Timur.

2004 Timor PDB sebesar sekitar $. Pemerintah awalnya diproyeksikan kekurangan anggaran sebesar $ 126. Timor adalah sangat tergantung pada bantuan internasional: sebagai tahun 2003 negara telah menerima jumlah terbesar bantuan luar negeri per kapita dari setiap masyarakat pasca-konflik. ini tidak termasuk anggaran dari misi PBB beberapa yang sudah beroperasi di Timor sejak tahun 1999.000. Kongo. arus total bantuan hampir sama dengan PDB tahunan rata-rata dari sektor non-minyak perekonomian. 370 juta atau $ 400 per kapita. dan sebagian besar infrastruktur lainnya.000 untuk tahun 2005 sampai 2007. tapi tetap mengkhawatirkan.menghancurkan jaringan seluruh listrik Timor. Timor telah menjadi sangat tergantung impor. Pada tahun yang sama. hampir sepertiga dari impor bahan bakar fosil. Ironisnya.000 senilai barang. negara peringkat 140 dari 177 indeks pembangunan manusia Program Pembangunan PBB di tahun 2005. menempatkannya tepat di atas Sudan. Secara keseluruhan.000. ekspornya hanya $ 7 juta. Secara keseluruhan. tiga-perempat dari bangunan . dan Zimbabwe. negara itu mengimpor $ 113. Awal tahun 1999-an. kekuatan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-dipimpin internasional membawa tenang. . Selain itu. misalnya. hampir kopi semua. Namun negara baru telah berjuang untuk membangun kembali dan mengembangkan. dan Timor mencapai kemerdekaan penuh pada Mei 2002. Pada tahun 2004. membawa dengan itu prospek jatuh ke dalam utang kepada lembaga-lembaga keuangan internasional. Prospek fiskal baru-baru ini cerah. Pada saat yang sama.

Mengingat kesulitan-kesulitan ini. kedua negara sepakat untuk menjatuhkan isu batas dan bukan hanya bernegosiasi suatu rencana pengembangan minyak bumi. dan jelas tidak hari ini sebagai bangsa merdeka. yang dinamai kembali daerah yang "Zona Kerja Sama" (ZOC): dua negara . Australia adalah berpegangan pada serangkaian perjanjian. Australia mulai negosiasi lebih lanjut dengan Indonesia pada akhir tahun 1970 untuk mencoba "menutup" "celah. Australia dan Indonesia. menurut ketentuan UNCLOS. kontrol atas gas Timor dan sumber daya minyak sangat penting untuk prospek untuk menempa jalur independen pembangunan. sehingga perjanjian tidak berlaku ke Timor Timur sebagai koloni Portugis. Portugal menolak untuk mengambil bagian dalam negosiasi. tetapi lebih mengacu pada diskontinuitas dalam batas-batas ditetapkan dalam perjanjian awal 1970-an akibat ketidakhadiran Portugal dari perundingan.) Satu-satunya negara barat untuk mengakui 1975 aneksasi Indonesia atas Timor Timur. (Nama "Celah Timor" bukan referensi fisik. Celah Timor terletak baik di dalam garis tengah melintasi Laut Timor yang memisahkan kedua negara-baris yang. pada awalnya negosiasi dengan Indonesia 1971-1973. mereka hanya berlaku untuk negara-negara negosiasi mereka-dalam hal ini." Perundingan ini gagal. akhirnya. kemungkinan akan menandai batas maritim yang tepat permanen antara kedua negara. Pada tahun 1989 mereka menandatangani Perjanjian Celah Timor. Meskipun perjanjian batas seperti biasanya tetap. Namun. yang ditetapkan batas-batas dasar laut tertentu yang jauh di utara garis tengah.

pendapatan dari Greater Sunrise harus dibagi secara seimbang ketika produksi dimulai dalam beberapa tahun (di bawah lisensi yang telah ditetapkan untuk sebuah perusahaan Australia. Perjanjian 1989 tidak hanya mengabaikan prinsip garis tengah untuk menentukan batas maritim.sepakat untuk membagi pendapatan dari kegiatan eksplorasi minyak bersama di celah sama. Elang terbesar berikutnya. tetapi status Timor sebagai wilayah yang direbut dan diduduki secara ilegal juga. Untuk alasan ini. yang sudah dianggap sebagai sesuatu dari terobosan. dan-Kakatua yang keduanya terletak sepenuhnya di dalam ZOC. ditemukan pada tahun 1974. Pendapatan distribusi untuk tiga bidang utama lainnya agak lebih adil tapi masih sangat bermasalah. di bawah Januari 2006 Tertentu Maritim Pengaturan di Laut Timor (atau CMATS) perjanjian. Sisa tiga bidang semua ditemukan pada pertengahan sampai akhir 1990-an. Greater Sunrise. Hanya 20% dari luas geografisnya diantaranya berada di dalam ZOC. sebagai akibat dari tekanan internasional yang berkelanjutan. Timor tidak akan menerima pendapatan dari lapangan tersebut. Laminaria-Corallina terletak dekat dengan garis pantai Timor Timur namun jatuh di luar dari ZOC (meskipun beberapa ahli geologi percaya reservoir yang meluas ke ZOC). Woodside . Dan Australia cenderung melemparkan setiap pergeseran pengaturan pendapatan sebagai "konsesi" pada bagian. terbesar dari empat bidang di pusat sengketa saat ini. jika Australia berhasil melanjutkan menerapkan ketentuan perjanjian bilateral dengan Indonesia di Timor Timur. Sebagai contoh. Bayu-Undan.

Distribusi pendapatan hilir dari Sunrise.000. Sebelum ini "terobosan. arus pendapatan dari dua bidang lain yang dipermasalahkan. (Perjanjian Januari hanya mencakup pendapatan hulu. tetap menjadi masalah yang luar biasa besar. yaitu kegiatan pengolahan seperti penyulingan. dan pada rekening yang telah diterima dan diberikan sendiri mendapat sambutan besar. pendapatan dari Laminaria-Corallina datang ke $ 172.000. diproyeksikan untuk menghasilkan sebanyak $ 40 milyar pendapatan . tunduk pada skema distribusi di mana Au stralia akan mempertahankan semua penghasilan dari kegiatan pengolahan hilir (untuk gas) dan 10% dari pendapatan dari ekstraksi hulu ( untuk minyak dan gas). Pada tahun 2003 saja. Setelah ladang Greater Sunrise datang ke dalam produksi." pemerintah Australia telah lama bersikeras bahwa mereka akan mengakui hanya 18% dari pendapatan dari lapangan ke Timor. secara proporsional dengan porsi Greater Sunrise yang berada dalam ZOC. $ 1 milyar Australia telah menerima pendapatan dari hanya ladang Laminaria-Corallina sejak tahun 1999 beberapa kali jumlah bantuan pembangunan Australia telah diberikan kepada Timor Timur pada periode yang sama.) Dalam CMATS.Petroleum). hampir dua kali lipat anggaran pemerintah Timor Leste untuk tahun itu. Tapi meskipun perjanjian baru mencerminkan kemenangan yang signifikan bagi Timor Timor serta bukti kekuatan kampanye tekanan yang dilakukan terhadap split Australia-the 50-50 masih jauh dari 100% penuh dari pendapatan Sunrise bahwa Timor akan ditugaskan di bawah prinsip garis tengah untuk menyelesaikan batas laut permanen dengan Australia. ekstraksi sumberdaya dan transfer ke dalam pipa atau kapal laut. Elang-Kakatua dan Bayu-Undan. dengan 90% dari laba hulu akan ke Timor Timur. dengan kata lain.

sekitar 40 mil laut dari pantai Timor.selama masa pakai baterai. sekitar 80 mil laut utara garis tengah. Tidaklah mengherankan. maka. tentu. Dan. Mengingat kerangka hukum UNCLOS. posisi Australia yang luar biasa: tuntutan untuk tidak kurang dari diizinkan untuk mengklaim hampir semua rentang 238-bahari-mil di antara itu dan Timor sebagai sendiri. bahwa Australia telah berupaya untuk menghindari pengawasan serius dari klaim di bawah hukum internasional. bawah CMATS Timor adalah karena hanya menerima setengah dari jumlah ini. garis tengah antara dua negara harus batas dianggap mereka (lihat "Hukum Laut: A Brief primer"). menempatkan garis batas tepat di sebelah selatan Palung Timor. Dalam kasus di Laut Timor. membentang sepanjang jalan sampai ke Palung Timor yang disebut. namun klaim Australia bahwa batas maritim dengan Timor harus diselesaikan sesuai dengan geomorfologi prinsip-dasar laut landas kontinen yang sudah ketinggalan zaman. Menghindari HUKUM INTERNASIONAL Menurut ketentuan UNCLOS. (Intinya adalah salah satu yang ahli geologi tidak setuju. Pada bulan Maret 2002. negara mengumumkan bahwa akan melaksanakan opsi untuk menarik diri dari yurisdiksi Mahkamah Internasional atas sengketa mengenai eksploitasi sumber daya di . Australia menyatakan bahwa landas kontinen sendiri adalah terutama memanjang.) 1971 Indonesia's perjanjian batas dasar laut dengan Australia mencerminkan pandangan ini.

Australia telah mampu menunda penyelesaian masalah batas laut permanen dengan tetapi sebaliknya berfokus pada "perjanjian sementara" yang berusaha untuk memindahkan mesin dari kerangka perjanjian sebelumnya bilateral dengan Indonesia ke Timor Timur yang merdeka. itu akan jauh lebih dekat untuk mencapai berdiri untuk membawa sengketa maritim seperti di kedua tempat. negosiasi sedangkan PBB masih mengawasi transisi Timor Lorosa'e untuk kemerdekaan. setelah semua. pada saat itu. Keputusan ini datang hanya dua bulan sebelum akhir pengawasan Timor Timur oleh Administrasi Transisi PBB. Pada tahun 2002. sebagai negara merdeka dan berdaulat penuh. terutama oleh kembali pembaptisan ZOC sebagai "Petroleum Bersama Pembangunan Daerah" (JPDA) dan dengan menetapkan split. Dalam pengaturan 2001. hanya 12 jam setelah mencapai kedaulatan penuh.daerah yang dipersengketakan dan dari yurisdiksi UNCLOS 'Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut perselisihan tentang batas maritim. The Juli 2001 Laut Timor Pengaturan. pendapatan baru seolah-olah lebih murah hati memberikan Timor 90% dari hulu pendapatan minyak dan gas dari kegiatan di JPDA. Australia berusaha untuk menghapus sejarah ini dinodai. pemerintah Timor Leste menyetujui Perjanjian Laut Timor baru pada dasarnya identik dengan susunan . negosiasi dengan kekuatan pendudukan yang kedaulatan atas wilayah pada masalah telah diakui oleh hampir tidak ada orang lain selain Australia sendiri. memulai proses re-legitimasi 1989 Celah Timor-sebuah pakta tercemar. Sebuah ABADI "INTERIM" Sejak tahun 1999.

sebuah kelompok masyarakat sipil yang mempromosikan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan negara . pada saat yang sama. termasuk batas maritim yang adil dan permanen. seorang peneliti dengan La'o Hamutuk / Institut Pemantau dan Analisis Rekonstruksi. Presiden Harry Truman secara sepihak menyatakan bahwa Amerika Serikat selanjutnya akan berhak atas semua sumber daya alam di kontinen-rak daerah . yang menyebabkan pengunduran dirinya Juni ini. "Itu dibuat jelas kepada pemerintah Timor Leste bahwa jika tidak menandatangani perjanjian itu. di bawah kemudian-Perdana Menteri Mari Alkatiri. Pemerintah Timor Leste menghadapi kritik domestik yang signifikan untuk menandatangani perjanjian 2002. Perjanjian 2002 sekali lagi menunda soal batas maritim permanen. Namun. lebih khawatir tentang pertemuan kebutuhannya sehari-hari untuk pendapatan. sebagaimana sebagian besar tidak berhubungan dengan divisi domestik selama negosiasi maritim negara itu dengan Australia.2001 (dan efektif dinegosiasikan oleh administrasi transisi PBB). kritik ini harus lebih berkaitan dengan strategi daripada dengan tujuan yang mendasarinya. menurut Charles Scheiner. HUKUM LAUT ATAS: A MINI-PRIMER Pada tahun 1945. namun pemerintah. pendapatan yang sangat dibutuhkan segera akan mulai menerima dari lapangan Bayu-Undan bisa tertunda tanpa batas waktu. membuat otoritas pembangunan 30-tahun untuk proyek-proyek di JPDA. Masyarakat sipil dan kelompok-kelompok pembangunan ingin menjaga perjuangan untuk kemerdekaan penuh." catatan dia. Scheiner juga pandangan oposisi baru untuk Alkatiri.

Dengan demikian. dalam perjanjian 1997 unratified dengan Indonesia mengenai batas kolom air (untuk perikanan . Truman mulai suatu gerakan menjauh dari "tembakan meriam" prinsip hukum maritim yang lebih tua.dangkal tak jauh dari pantai. Yang pertama 200 mil laut adalah zona yang disebut ekonomi eksklusif dalam bangsa yang memiliki hak penuh untuk mengeksploitasi sumber daya kelautan dan bawah. Timor Lorosa'e belum menandatangani. pada tahun 1982. mandat UNCLOS negosiasi sebagai langkah pertama untuk memilah tumpang tindih klaim ke wilayah laut yang umum dan mendukung prinsip garis tengah sebagai norma pedoman untuk menyelesaikan klaim tersebut. Tapi persis di mana rak kontinental akhir dan dasar laut dimulai seringkali masalah sengketa." dan hak parsial selama 12 mil laut berikutnya. meluas ke mana dasar laut turun ke bawah tajam. sebuah proses PBB-dimediasi menulis ulang hukum maritim dipercepat sampai. Sebagai tanggapan. Dalam konvensi tersebut. dan awal 1970-an prinsip benua-rak baru sudah menimbulkan konflik. dua negara kurang dari 400 mil laut terpisah? Dalam kasus tersebut. Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) telah selesai. Australia sendiri telah mengakui prinsip garis tengah. Konvensi baru mulai berlaku penuh pada bulan November 1994. mereka "perairan teritorial. misalnya. Baik Indonesia dan Australia adalah penandatangannya. Bagaimana jika. di mana hak-hak bangsa diperpanjang hanya enam kilometer dari pantainya. seperti dalam kasus Timor Timur dan Australia. negara memiliki hak politik dan ekonomi secara penuh selama 12 mil laut dari pantai pertama mereka.

memberikan kepastian bagi perusahaan minyak untuk eksplorasi dan eksploitasi sumber daya minyak bumi tanpa perubahan kepemilikan sampai minyak dan gas habis. ia mencari kesepakatan Australia untuk memberikan bagian yang lebih besar pendapatan dari minyak bumi dan ladang gas yang dipersengketakan. CMATS memungkinkan penyelesaian batas permanen harus ditunda selama 50 tahun. Sebagai gantinya. Pada waktu itu tawaran itu bertemu dengan antusias sedikit demi Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer. Pada tahun 2004. Australia menerima prinsip median line untuk menyelesaikan batas maritim dengan Selandia Baru-meskipun dalam kasus ini daerah dasar laut yang dimaksud tidak diyakini memiliki cadangan minyak signifikan atau gas. Dan pada bulan Juli 2004. meskipun sekarang tampaknya mendasari kesediaan Australia untuk reapportion pendapatan hulu dari gas Greater Sunrise sebagai bagian dari perjanjian CMATS tahun ini. Sedangkan bagian yang lebih besar dari pendapatan Greater Sunrise yang CMATS memberikan Timor ini disambut baik. Sebagai catatan La'o Hamutuk. adanya lonjakan selama jangka waktu Perjanjian Laut Timor tentang 30 tahun. Menteri Luar Negeri Timor Leste Jose Ramos-Horta menawarkan untuk menyerah klaim Timor berhak untuk batas laut permanen sampai cadangan minyak semua di daerah Celah Timor lelah." . "[t] ia 50 tahun lamanya tampaknya didasarkan pada alasan komersial.daripada sumber daya bawah laut) di wilayah yang tepat dari Laut Timor sekarang di isu. dalam hal-hal lain bergerak perjanjian baru lebih jauh dari sekedar resolusi.

Panggilan ini hanya berlanjut di bangun dari CMATS. langsung atau tidak langsung. CMATS mengamanatkan bahwa pihak dapat bahkan tidak begitu banyak seperti menaikkan "dalam hal organisasi internasional yang. yang relevan dengan batas maritim atau delimitasi di Laut Timor" dan bahwa partai tidak berada di bawah kewajiban apapun "untuk bernegosiasi permanen batas laut untuk periode "perjanjian internasional tersebut. Perjanjian tersebut melarang pihak dari mencari solusi hukum yang relevan dan menetapkan bahwa hampir semua perselisihan harus diselesaikan melalui "negosiasi" dan "konsultasi. TANTANGAN KE DEPAN Saat ini.Bahkan." daya tawar unggul Australia kemungkinan akan memungkinkan untuk menang dalam negosiasi atau konsultasi. sebagaimana telah kegagalan Australia untuk merespon kepada mereka dengan cara apapun. dalam kerangka "sementara". mereka harus menilai segala kemungkinan yang tersisa untuk bekerja menuju batas laut permanen sesuai dengan prinsip-prinsip UNCLOS dan memutuskan apakah strategi bukannya harus fokus hanya pada pencapaian pemerataan. Mengingat keberhasilan Australia di meja perundingan. pada tahun 2001 kelompokkelompok masyarakat sipil Timor Leste mulai mendesak untuk memiliki pendapatan Australia dari sumber daya jatuh di pihak Timor Leste dari garis tengah ditempatkan di percaya sampai sengketa batas sepenuhnya diselesaikan. di . Pertama. baik pemerintah Timor Leste dan masyarakat sipil dan kelompok-kelompok pembangunan menemukan dirinya pada saat yang krusial.

misalnya). mereka menghadapi tantangan yang hampir mustahil mereka mengelola Big Oil mitra perusahaan dan risiko konstan intervensi minyak terkait. bahkan di bawah kerangka perjanjian saat ini. Jadi. dalam waktu lima tahun Timor akan memperoleh beberapa 89% dari PDB dan 94% dari pendapatan pemerintah dari penjualan minyak dan gas dari Bayu-Undan saja. Dalam banyak kasus. Ada alasan bagus yang mayoritas di negara-negara miskin tapi kaya minyak yang datang menganggap minyak mereka sebagai kutukan. Tapi bantuan Australia mungkin memiliki label harga. Akhirnya.mana isu-isu yang beredar tetap (pendapatan hilir dari Sunrise . menurut perkiraan La'o Hamutuk. bahkan jika Timor tidak akan menerima adil dari pendapatan minyak dan gas. . pembangunan ekonomi lebih lambat. negara-negara ini berakhir dengan korupsi buruk. Kedua. permintaan bahwa Timor membayar pengeluaran penjaga perdamaian atau bahkan menegosiasikan kembali CMATS sehingga dapat memutar kembali keuntungan parsial bahwa perjanjian yang ditawarkan Timor. dan investasi kurang dalam pendidikan dan infrastruktur dari rekan-rekan mereka miskin sumber daya. ketergantungan pada pendapatan yang akan menerima akan menimbulkan serangkaian kompleks tantangan yang sama dengan setiap negara berkembang yang kaya minyak harus dihadapi. perselisihan sipil musim panas ini sekali lagi membawa pasukan asing-terutama Australia-ke Timor. bahaya lingkungan yang lebih serius. Beberapa pengamat khawatir bahwa Australia mungkin. misalnya. Terjerat dalam geopolitik yang sangat militeristis dari bisnis minyak internasional.

Pada tahun 2005. mengurangi kemungkinan keputusan yang tidak akuntabel dan sewenang-wenang yang dapat menghambur-hamburkan minyak berharga dan pendapatan gas. Selain itu. yang ketentuan tentang akuntabilitas korporasi. dana telah sekitar $ 600 juta deposito sampai saat ini. pemerintah Timor mendirikan Dana Minyak untuk menahan pendapatan minyak dan gas untuk investasi masa depan. tingkat daya itu tempat di tangan Perdana Menteri. kerangka saat ini tidak cukup menentukan hubungan yang tepat Lorosae harus dengan minyak dan gas multinasional itu akan harus bergantung pada. termasuk transparansi keseluruhan. Pembentukan kerangka peraturan untuk industri minyak adalah perkembangan yang disambut baik. legislatif telah lulus UU Minyak. Selain itu. Suatu ketentuan yang memungkinkan untuk sebuah perusahaan minyak pemerintah yang bisa memiliki sampai 20% dari setiap proyek minyak dan gas di darat atau di perairan nasional Timor) . (Salah satu item masukan LSM pemerintah tidak menerima dalam penyusunan UU Minyak:. dan Produksi Model Kontrak Bagi Hasil (template untuk kontrak individual akan ditandatangani dengan perusahaan minyak) untuk membentuk suatu kerangka peraturan untuk mengelola sumber daya minyak dari perairan Timor daratan dan eksklusif serta dari JPDA. Namun. kritikus khawatir bahwa hal itu tetap tidak memadai di beberapa daerah. dan tingkat keterlibatan masyarakat itu memungkinkan dalam keputusan yang sedang berlangsung tentang aplikasi pendapatan diharapkan upaya pembangunan daerah. Dana Minyak Act.

Biasanya. catatan La'o Hamutuk Scheiner. yang berkelanjutan perampasan sumber daya Lorosa'e telah menjadi penyebab prinsip masalah saat ini. meskipun persis berapa banyak kebijakannya mencerminkan keengganan ini adalah menjadi bahan perdebatan. Jika pemerintah dan aktivis terus menekan Australia. faktor-faktor ini mungkin berubah menjadi bagian dari itu. Ia menyatakan keengganan untuk sepenuhnya menerima paradigma pembangunan yang dominan neoliberal.Kekerasan terbaru dan kekacauan politik di Timor hanya mempertinggi impor semua pertanyaan ini. janji dari minyak negara itu dan kekayaan gas untuk mulai memenuhi kebutuhan masyarakat dan mencegah kekerasan lebih lanjut hanya akan tumbuh. hubungan antara pergolakan terbaru dan latar belakang umum pengangguran dan kemiskinan yang Laut Timor sumber daya energi dapat digunakan untuk alamat yang jelas." Sebagai cerita lengkap di balik pengusiran baru-baru ini datang kepada terang. Dalam hal apapun. Tetapi sumber daya ini perlu digunakan dengan baik untuk mencapai pembangunan . "dimodifikasi pemerintah pendekatan umum ke Australia untuk menjadi lebih dekat untuk memanggil gerakan populer untuk mengakhiri pendudukan Laut Timor. Di bawah Alkatiri. Alkatiri muncul di kali untuk mengikuti jalur ekonomi-nasionalis yang bertemu dengan ketidaksetujuan dari Australia dan kekuatan lainnya. Dicap sebagai "Marxis" dan "ekstrimis" oleh beberapa pengkritiknya. pers barat telah membingkai kisah sebagai salah satu pemimpin yang haus kekuasaan (mantan Perdana Menteri Alkatiri) kehilangan kendali atas-gagal-negara di-cerita-pembuatan yang tidak dimulai untuk menangkap kompleksitas Timor sejarah dan keadaan saat ini.

21 Februari 2001 . dan berkelanjutan. calon dalam sejarah di Harvard University. Faisal Chaudhry. Ia mempelajari hubungan historis antara pemerintahan kolonial dan evolusi hukum dan sistem hukum di beberapa bagian Asia dan Afrika. TIMOR TIMUR: Scrap Perjanjian Celah Timor Rabu. anggota D & S kolektif. perhatian terus menerus dan pemahaman situasi Timor oleh orang luar perbatasan nya akan sama pentingnya bagi rakyatnya seperti yang telah sepanjang sejarah negara mereka baru-baru ini dan sia-sia tragis. adalah seorang pengacara dan Ph. dan isu-isu pembangunan. serta perdagangan kontemporer.11:00 TANAH OLEH JON Pemerintah Australia berupaya untuk mencegah Timor Timur dari memperoleh hak . adil.yang sejati. hak asasi manusia. Untuk tujuan ini.D.

pemerintah Perdana Menteri John Howard sedang mencoba untuk menipu rakyat Timor Timur dari pendapatan yang vital. Tenaga Kerja Gareth Evans. Gusmao mengutuk perjanjian itu sebagai "pengkhianatan total" dari rakyat Timor-Leste oleh Australia. Sebuah prasyarat bagi pembentukan .berdaulat penuh atas minyak besar dan cadangan gas di Laut Timor yang diharapkan akan menghasilkan ratusan juta dolar dalam royalti selama 20 sampai 25 tahun mendatang. dengan bahasa Indonesia menteri luar negeri Ali Alatas dan mitra Australia. Dengan menyatakan bahwa syarat-syarat saat ini Celah Timor harus tetap tidak berubah. 1991. itu dipuji sebagai langkah besar dalam hubungan antara kedua negara. Dengan mengadakan dewan antar-menteri perdana di Bali pada tanggal 9 Februari 1991. Ketika perjanjian itu ditandatangani pada tanggal 11 Desember 1989. sehingga mengurangi kemampuan independen Timor Lorosa'e untuk membangun kembali infrastruktur hancur dan ekonomi. perjanjian tersebut secara resmi mulai berlaku. Pemimpin perlawanan Timor Timur Xanana Gusmao melewati sebuah surat kepada Perdana Menteri Bob Hawke melalui delegasi parlemen Australia mengunjungi Timor Timur pada Februari. sehingga kediktatoran Suharto dan pemerintah Buruh yang dipimpin Bob Hawke untuk menyetujui kontrak dengan perusahaan petrokimia yang antri untuk mengembangkan orang kaya bidang di Celah Timor.

dimaksudkan untuk menghancurkan perlawanan rakyat Timor Timur.000 untuk mengeksplorasi dan $ 196 juta untuk mengembangkan deposit di area A. hanya satu bulan setelah pembantaian di pemakaman Santa Cruz di Dili yang merenggut ratusan nyawa. Evans menuduh bahwa pembunuhan bukan tindakan yang disengaja dari kediktatoran Suharto tetapi hanya "produk dari perilaku menyimpang oleh kelompok-sub" dan karena itu tidak membenarkan perubahan kebijakan terhadap Indonesia atau suspensi kegiatan di Celah Timor. Antara 1989 dan 1999. Upayaupaya khusus ditujukan melanggar tekad generasi baru mahasiswa Timor Timur dan aktivis pemuda yang mengembangkan jaringan bawah tanah yang luas di setiap kota dan desa.perjanjian (dan kelanjutan nya) adalah pengakuan oleh pemerintah Australia berturutturut kedaulatan Indonesia atas Timor Timur. kontrak lebih awal diberikan pada tahun 1992. gas dan minyak perusahaan menghabiskan $ 485. . Australia menandatangani perjanjian dengan Indonesia untuk penghargaan Celah Timor kontrak kepada perusahaan-perusahaan eksplorasi.000. Perlombaan untuk mendapatkan akses ke cadangan dikenal dan potensi telah dimulai dengan sungguh-sungguh. Pada tanggal 11 Desember 1991. terutama di daerah A dari zona kerjasama. Perbaikan dalam hubungan antara Indonesia dan Australia setelah penandatanganan perjanjian itu bertepatan dengan gelombang brutal represi militer di seluruh Timor Timur.

bahwa sementara dianggap perjanjian ilegal dan tidak sah (seperti halnya PBB). para pemimpin Timor Timur telah menyatakan bahwa persyaratan fiskal bagi perusahaan yang beroperasi di celah tersebut akan tetap sama. mengutip "pemeliharaan kepercayaan investor" dan "kepentingan nasional" sebagai alasan mengapa hal perjanjian tidak harus diubah.Industri minyak dan gas bumi. ia ingin proyek minyak dan gas untuk melanjutkan. kepemimpinan Timor Lorosa'e telah menyatakan. memainkan peran penting dalam membentuk hasil akhir dari perjanjian tersebut. Santos dan Petroz. prospek perubahan terhadap perjanjian telah menimbulkan "kekhawatiran" dari perusahaan ini dan lainnya. Untuk menyukai minyak Australia-based dan perusahaan gas seperti BHP. dalam beberapa kesempatan. seperti Phillips yang berbasis di AS dan Inggris-Belanda Shell korporasi. Woodside. melalui kekuatan besar politik dan pengaruh. Pemerintahan Howard telah berupaya untuk memanipulasi renegosiasi perjanjian. . Dalam hal Timor Timur mendapatkan hak berdaulat penuh atas sumber daya dasar laut. eksplorasi Celah Timor kebingungan pada 1990-an adalah "hadiah" mereka untuk tahun lobi dan pertemuan pribadi dengan menteri-menteri pemerintah. Dengan mayoritas orang Timor-Leste memilih untuk merdeka dalam referendum tahun 1999.

Timor Timur dan perwakilan pemerintah Australia. Pemerintah Australia tampaknya enggan untuk mengalah pada masalah membangun kembali batas dasar laut di sepanjang garis setengah-setengah (sesuai dengan hukum internasional dan norma-norma) antara Timor Leste dan Australia. Minyak signifikan dan cadangan gas di Celah Timor merupakan faktor utama di balik dukungan Australia untuk invasi Indonesia dan 24 tahun pendudukan selama Timor Timur. pemerintah Howard terus menyangkal rakyat Timor Timur ekspresi penuh dan bebas dari hak mereka untuk menentukan NASIB SENDIRI. Australia dapat menerima bagian lebih besar dari royalti akan ke Timor Timur. .Hal ini dikabarkan bahwa pada putaran berikutnya pembicaraan resmi tentang masa depan perjanjian antara PBB. Dengan menempel Celah Timor tidak adil dan tidak bermoral Perjanjian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful