P. 1
Tugas Hukum Ekonomi Islam

Tugas Hukum Ekonomi Islam

|Views: 314|Likes:
Published by wistarayudhaok

More info:

Published by: wistarayudhaok on Oct 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2011

pdf

text

original

Tugas Hukum Ekonomi Islam

ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI ISLAM

OLEH : KELOMPOK VI (ENAM): 1. TANDO (0810041600196) 2. TAUFIQ DAHNIL (0810041600721) 3. TETI ANGGRAINI (0810041600533) 4. YASOFAO HAREFA (0810041600310) 5. YUDI HARDIYANTO (0810041600216) 6. YULI HERIANTO (0810041600186)

UNIVERSITAS LANCANG KUNING FAKULTAS HUKUM PEKANBARU 2010

KATA PENGANTAR Pertama-tama dan yang paling utama puji dan syukur kami tunjukan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan cukup baik. Adapun tugas Makalah ini kami buat dengan judul ³Alternatif Penyelesaian Sengketa Hukum Ekonomi Islam´. Dan penulisan tugas ini kami buat dengan mengacu pada beberapa sumber referensi yang berkaitan dengan permasalahan yang berkaitan dengan permasalahan yang kami angkat. Sangat kami sadari sebagai mahasiswa yang masih dalam proses pembelajaran, masih banyak kekurangan yang terdapat dalam makalah yang kami buat ini. Baik dalam penulisan maupun dari segi dari makalah ini. Harapan kami adalah agar tugas ini dapat diterima oleh dosen pembimbing mata kuliah Hukum Ekonomi Islam. Dan juga dapat menambah wawasan bagi orang yang membacanya.

Pekanbaru, 15 Oktober 2010

Penulis

««««««««« 1-4 i ii . I.....10 III.1....2. DAFTAR ISI«««««««««««««««««. B....5 Tujuan««««««««««««««««««««...11 11 ± 12 7 ... Jalur Letigasi««««««««««««««««.«.iii Rumusan Masalah«««««««««««««...2. BAB I...4.« 4 . I. I..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR«««««««««««««««««. Alternatif Penyelesaian Sengketa Hukum Ekonomi Islam Berdasarkan Hukum Islam «««««««« II. A.. I.1... Kesimpulan«««««««««««««««. Alternatif Penyelesaian Sengketa Hukum Ekonomi Islam Berdasarkan Peraturan Yang Berlaku DiIndonesia«««««««««««««««««..3.. .14 10 10 .. Jalur Non Letigasi««««««««««««««... Manfaat«««««««««««««««««««« 5 5 BAB II. PENUTUP 13 . PEMBAHASAN II.1.. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah««««.. BAB III..

2. 14 15 .III. Saran«««««««««««««««««««.«« DAFTAR PUSTAKA««««««««««««««««««««.

Dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka individu dalam suatu kelompok masyarakat akan melakukan suatu aktifitas ekonomi. disertai jaminan yang memungkinkan setiap individu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pelengkap (skunder dan tersier) sesuai dengan kemampuan mereka1. yakni tauhid (keimanan). nubuwwah (kenabian). dan ma¶had (hasil). Dari kelima nilai-nilai universal tersebut. Bangunan ekonomi Islam di dasarkan atas lima nilai universal. dibangunlah tiga prinsip derivatif yang mejadi cirri- M. salah satunya pelaksanaan politik ekonomi berdasarkan syariat Islam. Politik ekonomi Islam adalah penerapan berbagai kebijakan yang dilaksanakan oleh Negara (khilafah islamiyah) untuk menjamin tercapainya pemenuhan semua kenutuhan pokok(primer) setiap individu masyarakat secara keseluruhan. 286. Kelima nilai ini menjadi dasar inspirasi untuk menyusun proposisi-proposisi dan teori-teori ekonomi Islam. Latar Belakang Masalah Tiap individu yang hidup dalam suatu kelompok masyarakat pasti memiliki hasrat untuk memenuhi kebutuhan Primer atau kebutuhan pokoknya. RajaGrafindo Permai. Sholahudin. Asas-Asas Ekonomi Islam.1. hlm. khilafah (kepemimpinan).BAB I PENDAHULUAN I. 1 . (Jakarta: PT. Praktek pelaksanaan aktifitas-aktifitas ekonomi dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok. µadl (keadilan). 2007). Cetakan pertama.

ciri cikal bakal ekonomi Islam. and justice social (keadilan masyarakat3. Hadis Aturan hukum yang diatur menekankan pada aspek akhlaka atau moral missal Allah akan memberikan rahmatnya kepada setiap orang yang bersikap baik ketika menjual. 4 Syaifuddin Anshari. hlm. 4. Bukharai) barang siapa yang menipu bukanlah golonganku (hr. 2.Cetakan pertama. Implementasi dan Institusionalis. 4. 2 Prinsip lain yang yang lebih sering digunakan dalam prinsip ekonomi Islam adalah equilibrium atau pun keseimbangan dimana keseimbangan ini tidak hanya timbangan kebaikan hasil usahanya diarahkan untuk dunia dan akhirat saja. Hukum Ekonomi Islam adalah perangkat hukum yang mengatur berbagai kegiatan ekonomi syariah yang dilakukan oleh pelaku ekonomi yang bersumber pada syariat Islam dan hukum positif yang berlaku di Indonesia. 2006). Ketiga prinsip derifatif tersebut adalah ownwership (kepemilikan). Ekonomi Islam (diktat/ modul). (Jakarta: Gajah Mada University. 3 Abdul Ghofur Anshori. . 76 -77. Ijma yaitu kesepakatan para ulama pada masa waktu tertentu. Ijtihad yaitu mencurahkan segala daya kemampuan berfikir untuk menghasilkan hukum syara¶ dari dalil-dalil syara¶ secara terperinci. 3. Gadai Syariah di Indonesia Konsep. Adapun dasar hukum yang mengatur berbagai kegiatan ekonomi Islam menurut hukum Islam adalah sebagai berikut4: 1. hlm. Al-qur¶an Hukum yang mengatur tentang ekonomi terdapat dalam 70 ayat. membeli dan membuat suatu pernyataan (hr. tetapi keseimbangan juga dengan kepentingan perorangan dan kepentingan umum dan hak dengan kewajiban. Muslim). freedom to act2.

Istishlah yaitu menetapkan hukum yang tidak disebutkan Nash. Al aslu fi al-hukmu mubah hatta daliluhu µala tahmiri artinya asal hukum dalam melaksanakan dibolehkan kecuali ada dalil yang menunjukkan larangan6. 6. Hukum dari transaksi ekonomi adalah boleh dan halal al aslu fi al muamalah iba-h dimana artinya adalh asal hukum dan melaksanakan mu amalah itu dibolehkan. Dalam ruang lingkup hukum ekonomi Islam (fiqih muamalah) ruang lingkup ekonomi Islam membahas masalah konsep pemilikan harta. sewa menyewa. Urf yaitu apa yang saling kita ketahui dan saling dijalani orang. konsumsi dan perilaku konsumen. 9. jasa titipan. Istihsan yaitu cara menentukan hukum dengan menyimpang dari ketentuan yang ada sudah ada demi keadilan dan kepentingan sosial. 10.5. hlm. hutang piutang.. perseroan. jual beli. transaksi zakat. 7. disamping tidak adanya dalil yang membenarkan atau menyalahkannya5. mekanisme pasar. Qiyasyaitu mempersamakan peristiwa yang tidak terdapat nash hukumnya dengan peristiwa yang terdapat nash bagi hukumnya. hlm 5. Maslahah mursalah yaitu kemaslahatan yang tidak di syariatkan oleh syar¶i dam wujud hukum dalam rangka menciptakan kemaslahatan. Ibid. dan 5 6 Ibid. Gadai. Istishhab yaitu menetapkan hukum dengan mengambil dalil hukum sebelumnya sampai pada dalil Syr¶i yang mengubah hukum tersebut. produksi dan distri busi. 4 -5.. . 8.

Cetakan kedua. dan juga menurut hukum Islam sendiri. Maka didalam tugas makalah kami ini yang kami beri judul ³Alternatif Penyelesaian Sengketa Hukum Ekonomi Islam´ ini kami akan membahas bagaimana prosedur penyelesaian sengketa Ekonomi Islam. apakah Pengadilan Negeri atau Pengadilan Agama (sedangkan wewenang Pengadilan Agama hanya terbatas). yang menjadi persoalan lembaga manakah yang berwenang untuk menyelesaikan persengketaan tersebut. hlm. hlm. I.Lubis. Hukum Ekonomi Islam.. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam tugas makalah Hukum Politik Ekonomi Islam ini adalah sebagai berikut: a. Bagaimanakah alternatif penyelesaian sengketa hukum ekonomi Islam menurut hukum syari¶ah islam? Ibid.). (Jakarta : Sinar Grafika. menurut hukum positif yang berlaku di Negara Republik Indonesia. 176. Atau apakah terbuka kemungkinan bagi lembaga lain untuk menyelesaikannya8.2. 8 7 . Suhrawardi K. 3. Dan berdirinya lembaga-lembaga perekonomian dengan cirri syari¶ah tersebut tentunya sekaligus akan membuka kemungkinan terjadinya perselisihan diantara para pihak yang bersyariah. 2000.keuangan Islam baik lembaga keungan maupun non keuangan serta kesejahteraan7.

Untuk memperkaya atau menambah khasanah ilmu pengetahuan di dunia Akademik.4.3. Untuk menjelaskan bagaimanakah alternatif penyelesaian sengketa ekonomi Islam. adalah sebagai berikut: a. I. c. b. b. Untuk menjelaskan bagaimanakah alternatif penyelesaian sengketa aekonomi Islam berdasarkan peraturan yang berlaku diindonesia. Bagaimanakah alternatif penyelesaian sengketa ekonomi Islam berdasarkan peraturan yang berlaku di Indonesia? I. . Untuk memberikan kontribusi ataupun masukan kepada Instansi yang terkait. Manfaat Adapun manfaat dari penulisan tugas makalah mengenai Alternatif Penyelesaian Sengketa Ekonomi Islam. bukan hanya untuk Fakultas Hukum namun juga untuk mahasiswa dan dosen dalam proses perkuliahan. khususnya mengenai alternatif penyelesaian sengketa ekonomi islam.b. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam bidang Hukum Ekonomi Islam. Tujuan a. Menjadi acuan bagi mahasiswa selanjutnya dalam memahami permasalahan yang dibahas dalam tugas makalah ini.

. Kemudian beliau memberikan nasehat dengan mengatakan. yaitu kekuasaan al-Qadla . Masing-masing lembaga memiliki kewenangan tersendiri yaitu: a. Asal mula lembaga ini adalah pada suatu waktu rasullullah berjalan di pasar dan mengetahui penjualan bahan makanan yang mengandung cacat tersembunyi. Kekuasaan Al-Qadla Lembaga peradila itu menyelesaikan masalah-masalah tertentu yang mencakup perkara-perkara madaniyat dan al-ahwal asy-syakh-shiyah ( masalah keperdataan termasuk masalah hukum keluarga). dan tugas tambahan lainnya9.. hlm 177. ³ hai orang! Janganlah ada diantara kaum muslimin yang berlaku curang. 9 10 Ibid. dan barang siapa yang berlaku curang dia bukanlah dari pihak kami 10. Ibid. masalah jinayat (pidana). b. dan kekuasaan madzalim. al-hisbah. Kekuasaan Al-Hisbah Lembaga itu merupakan lembaga resmi Negara yang diberi kewenangan utnuk menyelesaikan masalah-masalah atau pelangaran-pelanggaran ringan yang menurut sifatnya tidak memerlukan proses peradilan.BAB II PEMBAHASAN Dalam sistem kekuasaan kehakiman pada sebuah pemerintahan sepanjang dijumpai dalam sejarah Islam ditemukan tiga model kekuasaan penegak hukum (lembaga penegak hukum).

Dahulunya ketiga kekuasaan ini kemungkinan dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada pada saat itu. dan melalui pengadilan kekuasaan kehakiman (Wilaya al-Qadha). namun. Kekuasaan Al-Madzalim Badan ini dibentuk oleh pemerintah khusus membela orang-orang yang teraniaya akibat sikap semena-mena penguasa Negara (yang lazimnya sulit diselesaikan oleh lembaga peradilan (al-qadla) dan kekuasaan hisbah). yaitu melalui perdamaian (sulh/ishlah). II. Dalam perdamaian ini terdapat dua pihak yang sebelumnya di antara mereka ada suatu persengketaan. bagaimana dengan persoalanpersoalan ekonomi Islam dapat diselesaikan. Ada beberapa alternatif penyelesaian sengketa hukum ekonomi Islam. Alternatif Penyelesaian Sengketa Hukum Ekonomi Islam Berdasarkan Hukum Islam Sistem penyelesaian sengketa menurut hukum Islam tidak jauh dari hukum Nasional. dan kemuadian para pihak .c. 1.. Sulh atau Ishlah secara harifah mengandung pengetian ³ memutus pertengkaran atau perselisihan´. Lembaga itu juga berwenang untuk menyelesaikan persoalan sogok-menyogok dan korupsi. dan bagaimana kepastian hukum untuk menyelesaikan sengketa ekonomi Islam yang beragam. melalui arbitrase (Tahkim). dan dapat dilihat bagaimana alternatif penyelesaian sengketa alternatif hukum ekonomi Islam berdasarkan syari¶at Islam dan bagaimana pula alternatif penyelesaian sengketa hukum ekonomi Islam berdasarkan hukum positif.

maka damaikanlah antara keduanya denganadil dan berlaku adillah. FIIS. Perdamaian dalam syariah Islam sangat dianjurkan. . Gemala. hal ini dimaksudkan agar persengketaaan diantara mereka dapat berakhir. Adanya Kabul. maka didamaikanlah antara keduanya. Selain rukun adapaun yang menjadi syarat sahnya suatu perjajian perdamaian dapat diklasifikasikan kepada hal berikut12: 11 12 Wirdyaningsih. dan c. maka akan terhind arlah permusuhan dan terhindarlah kehancuran silahturahmi diantara kedua belah pihak. 230. Adanya lafal. yang manan berbunyi : ³ dan jika dua golangan dari orang-orang mukmin berperang. Adanya ijab.. hlm. maka perangilah golongan yang aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada Allah. sebab dengan adanya perdamaian diantara para pihak yang bersengketa. Karnaen Perwataatmadja. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil´ 11. b. Adapun rukun dan syarat sahnya perjanjian perdamaian adalah: a.sepakat utnuksaling melepaskan semua atau sebagian dari tunutannya. Ibid.Cit.. Dasar hukum yang menganjurkan diadakannya perdamaian dapat dilihat dalam Al-Qur¶an QS Al-Hujarat (49) Ayat 9. jika golongan itu telah kembal i (kepada perintah Allah).«««««Op. 228. hlm. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain.

maka mereka dapat meminta pihak ketiga yang utnuk menyelesaian sengketa diantara mereka (Hakam)13. Namun . sehingga tidak menimbulkan kesamaran dan ketidakjelasan. Dan yang terakhir adalah Al-Qadha (pengadilan biasa) Al-Qadha secara harifah berarti antara lain memutuskan atau menetapkan. Kekuasaan qadhi tidak dapt dibatasi oleh persetujuan pihak yang 13 Ibid. baik dalam Al-Qur¶an. dan menyangkut hak manusia yang boleh diganti. Dapat diketahui secara jelas. Sunnah. Adapun sengketa yang boleh didamaikan adalah: sengketa tersebut berbentuk harta yang dapat dinilai. Arbitrase atau Al-tahkim. dimana landasan hukum yang memperbolehkan arbitrase. hlm 231. diserahterimakan. Lembaga peradilan semacam ini berwenang menyelesaikan perkara pada pengadilan semacam ini dikenal dengan qadhi (hakim). apabila jalan damai telah ditempuh dan tidak berhasil untuk menemukan jalan keluarnya atau masing-masing pihak masih tetap dala pendiriannya.. Menurut istilah fiqih kata ini berarti menetapkan hukum syara¶ pada suatu peristiwa atau sengketa untuk menyelesaikan secara adil dan mengikat. maupun Ijma. pada prinsipnya berisi anjuran untuk penyelesaia perselisihan dengan jalan damai. yang dapat menimbulkan pertikaian yang baru. . Berbentuk harta (baik berwujud maupun tidak berwujud) yang dapat dinilai. Jalan damia adalah cara yang paling utama yang dianjurka dalam Islam.a. apabila ditelaah dengan seksama. dan bermanfaat. b.

232. JALUR LITIGASI Ibid. Alternatif Penyelesaian Sengketa Ekonomi Islam Berdasarkan Peraturan yang Berlaku di Indonesia. Alternatif penyelesaian sengketa ekonomi Islam dibedakan menjadi dua jalur. maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki -laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Cetakan Pertama. Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah Di Pengadilan Agama dan Mahkamah Syari ah.. Adapun dasar hukum dari qadha adalah dalam Al-Qur¶an QS an-Nisa (4) 35 yang artinya adalah : ³ dan jika kamu mengkhawatirkan ada persengketaan diantara keduanya. Cik Basir. Jiak kedua hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan. 127. 2009). yaitu: Pertama. hlm. Kedua. Terhadap perkara-perkara yang diajukan ke pengadilan. (Jakarta:Kecana Prenada Media Group. niscaya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal 14. diselenggarakan melalui proses persidangan (litigasi) seperti biasa sesuai dengan ketentuan hukum acara perdata yang berlaku. sebagai berikut: A. Kedua cara inilah yang harus ditempuh Pengadilan Agama dalam menyelesaikan perkara-perkara di bidang ekonomi syariah secara umumnya15. sesuai dengan ketentuan tersebut penyelesaiannya hanya ada dua kemungkinan. atau apabila upaya Damai tidak berhasil. 2.bertikai dan keputusan dari qadli ini mengikat kedua belah pihak. II. diselesaikan melalui perdamaian. 15 14 . hlm.

. para pihak yang telah terikat dalam 16 17 Modul Hukum ekonomi Islam Ibid.. Pengadilan Agama tidak berwenag untuk mengadili sengketa perjanjian Arbitrase17. Implikasinya adalah terbuka kemungkinan aneka keputusan yang berbeda terhadap penyelesaian sengketa ekonomi syariah. Adapun dasar hukumnya adalah Pasal 3 Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Dalam jalur letigasi ini memiliki kelemahan yakni tidak terdapatnya aturan hukum Materil dalam menyelesaikan sengketa ekonomi syari¶ah. B. Abitrase. Menerima. yaitu penyelesaian sengketa ekonomi Islam berdasarkan perjanjian abirtase. Dasar penyelesaian sengketa oleh hakim di Pengadilan Agama dalam memeriksa. Dasar hukumnya yaitu Pasal 49 (1) Undang-undang Nomor.Jalur Ligitasi.Mediasi yaitu penyelesaian sengketa ekonomi Islam melalui jalur pengadilan agama. 3 Tahun 2006 tentang peradilan agama16. dan Memutuskan perkara selama ini berdasarkan fatwa MUI yang kedudukanya dalam hukum positif di Indonesia tidak mempunyai kekuatan mengikat secara umum. JALUR NON LITIGASI Adapun penyelesaian sengketa ekonomi islam secara non litigasi dapat ditempuh melalui: 1.

Ada dua bentuk perjanjian arbitrase. . yaitu kedua belah pihak telah menetapkan wasit yang diminta untuk menyelesaikan sengketa yang terjadi dikemudian hari. yaitu ditetapkan dalam perjanjian apabila dikemudian hari terjadi perselisihan atau persengketaan antara kedua belah pihak. Kedua ACTA DE COMROITTENDO. yang dicantumkan dalam klausa perjanjian. Pertama PACTUM DE COMPROMITTENDO.

Yakni di bedakan dalam dua jalur: a. dan . Jalur Non Litigasi yaitu dengan menggunakan alternative penyelesaian dengan arbiter. Kemudian alternatif lainnya adalah penyelesaian melalui jalan arbitrase atau disebut dengan Tahkim. adapun cara penyelesaian sengketa ini dengan meminta bantuan pihak ketiga dari masingmasing pihak untuk menyelesaikan permasalahan. memungkinkan para pihak untuk terjadinya perselisihan diantara pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi. Untuk menjamin kepastian hukum dalam melakukan transaksi ekonomi Islam. dalam mengatur kegiatan transaksi ekonomi Islam. dan jika terjadi perselisihan. yang diatur dalam Negara Indonesia tidak jauh berbeda dengan hukum dasar yang diatur dalam AlQur¶an. Alternatif penyelesaian sengketa ekonomi Islam. dan biasanya hal . dan alternative ini digunakan biasanya untuk perjanjian bersifat prifat. yakni dengan melalui proses di pengadilan biasa.b. Jalur Letigasi. maka diperlukan dasar hukum yang jelas. Adapun alternatif penyelesaian sengketa ekonomi Islam berdasarkan syari¶ah Islam adalah Perdamaian atau sulh atau islah . dimana permaian adalah upaya yang paling awal yang harus dilakukan oleh kedua belah pihak. sebelum melanjutkan ke langkah yang lainnya. Sunnah dan ijma. Dan yang ketiga barulah dengan melalui proses di pengadilan biasa atau disebut juga dengan al-qadha. antara kedua belah pihak.BAB III PENUTUP III.1 KESIMPULAN Dimana dalam kegiatan ekonomi Islam.

ini telah disepakati oleh kedua belah pihak yang melakukan perjanjian dalam bidang ekonomi berbasis syariah. yang mana keputusan pengadilannya tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.2 SARAN Agar kegiatan Ekonomi yang berbasis syariat Islam semakin banyak dan semakin berkembang lebih baik. semoga alternatif penyelesaian sengketa ekonomi Islam dapat lebih baik lagi dan lebih jelas lagi kedudukannya dimata hukum. Harapan juga tertuju untuk badan peradilan. III. Dan tentunya harus ada hukum Perundang-undangan yang lebih menjamin kepastian hukum dan mempunyai kekuatan hukum yang mengikat para pihak yang bersengketa. sehingga proses perkembangan kegiatan ekonomi berbasis Islam semakin pesat dan berkembang dengan baik. untuk pelaku kegiatan ekonomi khususnya dibidang ekonomi islam Agar semua aspek yang menjalankan bisnis yang bernuansa syariat Islam dapat benar-benar menjalankan asas-asas mengenai ekonomi Islam. . Karena selama ini peraturan yang digunakan sebagai dasar hukum hanyalah peraturan dari Majelis Ulama Indonesia. adanya penambahan dan perbaikan dalam alternatif penyelesaian sengketa hukum ekonomi Islam agar adanya kejelasan dan kepastian hukum. dan tidak lari dari ketentuan yang telah berlaku sebelumnya.

.

Suhrawardi k. Ekonomi Islam (diktat/ modul). 2007. Penyelesaian Sengketa Perbankan Syari¶ah di Pengadilan Agama dan Mahkamah Syari¶ah. . RajaGrafindo Permai. 2009. Jakarta: Gajah Mada University. Gadai Syariah di Indonesia Konsep. Jakarta: PT. Hukum Ekonomi Islam. Jakarta: Sinar Grafika.DAFTAR PUSTAKA Abdul Ghofur Anshori. Sholahudin. Syaifuddin Anshari. M. 2000. 2006. Asas-Asas Ekonomi Islam. Jakarta: Kecana Prenada Media Group.Lubis. Cik Basir. Implementasi dan Institusionalis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->