P. 1
12. Tenggarong (Hartono)

12. Tenggarong (Hartono)

|Views: 540|Likes:
Published by Baim Hidayat

More info:

Published by: Baim Hidayat on Oct 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

Hasil Kegiatan Pendataan Bahan Galian Yang Tertinggal Di Tambang Batubara Daerah Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi

Kalimantan Timur Oleh: Hartono Lahar, Moch. Bagdja.P Sub Direktorat Konservasi SARI Kegiatan pemantauan dan pendataan bahan galian yang tertinggal di tambang batubara daerah Tenggarong dilakukan untuk mengusahakan terwujudnya pengelolaan Sumber Daya Mineral yang efektif dan efisien, serta mencegah terjadinya pemborosan bahan galian agar diperoleh manfaat yang optimal. Lapisan batubara di daerah Tenggarong terdapat pada cekungan Kutai, termasuk kedalam Formasi Pulau Balang dan Formasi Balikpapan, berumur Miosen Tengah-Akhir. Struktur perlipatan terdiri dari antiklin Tenggarong, Segihan dan sinklin Busang dan Semalis, berarah Timur Laut – Barat Daya. Sistem penambangan batubara open pit dikombinasikan dengan sistim back filling dengan cadangan 55.500.000 Ton mineable selama 30 tahun. Kualitas batubara di daerah Tenggarong adalah: Calorific Value (ADB) 6284 – 7263 Kcal/Kg, Total Sulphur (ADB) 0.33 – 2.37 %, Ash content 3-7 %, Total Moisture(AR) 5-13 %, Fixed Carbon, 39-49 %, Volatile Matter 40-47%, Inherent Moisture 3-10 %. Kuantitas batubara sangat tergantung pada lapisan batubara dan lapisan penutup yang disebut Stripping Ratio (Nisbah Pengupasan) sebesar 11 : 1. Peningkatan dan cadangan dengan cara melaksanakan bor infill dan bor sampling pada lapisan batubara yang dianggap prospek. Recovery penambangan batubara sebesar 91,42 % dan Recovery pengolahan tergantung dari batubara kotor yang diolah (input) dan batubara bersih (output) sebesar 94,49 %, sedangkan sisanya berupa batubara halus (fine coal) dan lumpur. Kapasitas produksi batubara tahun 2000-2001 sebesar 1.100.000 – 1.400.000 ton setiap tahun, 85 % dieksport ke Filipina, Taiwan dan Malaysia, sisanya 15 % dipakai dalam negeri untuk keperluan semen dan listrik. Batubara halus (Fine) Coal hasil pengolahan dan pencucian batubara sebanyak 4000 Ton dengan Calorific Value diatas 4000 Kcal/kg, direkomendasikan untuk dimanfaatkan seoptimal mungkin, sesuai prinsip Konservasi bahan galian, dipergunakan untuk briket batubara, pembakaran industri kapur dan pandai besi.

pemantauan cadangan. (Gambar. serta pengawasan konservasi. Provinsi Kalimantan Timur.0 ° 26 ‘ 59.PENDAHULUAN Dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan bahan galian tersebut perlu dilakukan penerapan konservasi bahan galian yang meliputi perumusan kebijakan konservasi.8 “ bujur timur. serta pengawasan konservasi sumber daya mineral. Pada saat ditandatangani Kontrak Karya/CoW tanggal 30 Januari 1987. Secara adimistratif termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Tenggarong. Kemudian mengalami perluasan wilayah seluas 11. dan KEGIATAN PEMANTAUAN/PENDATAAN BAHAN GALIAN Metode pendataan yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. sumber daya mineral.348 hektar. Provinsi Kabupaten Kalimantan Kutai Timur penambangan dan pengolahan.470 hektar pada tahun 1999 Disamping itu dalam pengelolaan sumber daya mineral juga perlu mengindahkan prinsip konservasi bahan galian yang disediakan untuk kepentingan penelitian. Direktorat Inventarisasi Sumber daya Mineral (DIM) melalui Subdiretorat Konservasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi diantaranya adalah : 1. Melakukan evaluasi perencanaan dan penerapan konservasi sumber daya mineral. Secara geografis lokasi tambang batubara terletak meliputi 0 ° 11’ 42 “.7% dari luas asal. Pengumpulan data sekunder dari perpustakaan/bagian dokumentasi PT.238 Ha (117 km² ) setelah relinquisment sebanyak 87. cagar alam geologi/laboratorium alam dan cadangan bagi generasi yang akan datang. 2. sedangkan daerah tambang meruapakan jalan tanah. Pencapaian lokasi daerah terbang pendataan regular Yang menggunakan pesawat Bandung-Surabaya-Balikpapan.1). Luas keseluruhan daerah PT. Kecamatan Kotabangun Kartanegara dan .31 lintang selatan dan 116 ° 39 ‘ 40 “ – 117 ° 02 ‘ 43.Tanito Harum yang berkaitan dengan informasi recovery penambangan/pengolahan dan cadangan batubara tertinggal. recovery penambangan dan pengolahan .287. recovery saat ini mempunyai luas 24. 3. Tanito Harum adalah 123. Melakukan pemantauan cadangan. sehingga tidak menyebabkan berbagai pemborosan bahan galian di berbagai tahapan kegiatan yang menyebabkan kurang maksimalnya kontribusi terhadap pembangunan nasional. Sebulu.848 Ha original. Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral bekerjasama dengan Dinas Pertambangan Daerah akan melakukan Kegiatan Pendataan Bahan Balian Tersebut Yang Tertinggal Dalam Tambang di daerah Kontrak Karya/CoW pada perusahaan domestik/asing PT. dilanjutkan dengan kendaraan darat BalikpapanSamarinda-Tenggarong– daerah Kontrak Karya di Loa Tebu dan Sebulu serta Busang Tengah dengan kondisi jalan bagus. Memberikan bimbingan teknis konservasi sehingga luas daerah yang dipertahankan 35. Tanito Harum yang berada di lingkungan Kabupaten Kutai Kartanegara.757. . Dalam rangka mewujudkan konservasi bahan galian batubara di daerah Tenggarong .

mineral matter dan refleksi vitrinit. Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral. Batuannya terdiri dari batuan Paleogen dan Neogen. Pengumpulan data primer dengan melakukan pengambilan contoh bahan galian di daerah penambangan untuk keperluan : • Perlengkapan yang dipakai dalam pendataan adalah. Sedangkan Analisa Ultimat menetukan adanya kandungan karbon dan mineral sulfur (Tabel. kompas geologi. kadar abu dan kalori. hasil analisa tersebut menentukan kadar air. Batuan tersebut mengalami pelipatan pada akhir Neogen (MioPlistosen). cekungan pasir dan cekungan Barito. Analisa laboratorium yang dilakukan tersebut terdiri dari analisa kimia dan pengujian petrografi batubara. Berdasarkan hasil penyelidikan yang lampau. Di sebelah barat cekungan tingkat pelipatan lebih kuat dibandingkan dengan cekungan sebelah timur. Tanito Harum • • Analisis Kualitas Batubara A nalisis Bahan Galian lain di sekitar areal tambang Penentuan mutu batubara ditentukan dari satu conto batubara di daerah pendataan dengan nomor conto KT/HL/BB. Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral. terdiri dari analisa proksimat dan ultimat. merupakan pinggiran dari geosinklin atau foreland shelf.1. Analisis Poroksimat menggunakan metode Analisa Basis Kering (adb). KONDISI GEOLOGI DAN PENAMBANGAN BATUBARA Geologi Terdapatnya endapan batubara di Kalimantan Timur dan selatan dengan sekarang Cekungan mempunyai erat 2. Mengumpulkan informasi batubara dari laporan terdahulu mineral vitrinit sebagai komponen utama pembentuk batubara pada tiap lapisan menunjukan kisaran nilai. Analisis kimia dilakukan pada laboratorium kimia Sub. cekungan Kutai.• • Studi pustaka yang berkaitan dengan daerah tersebut. peta topografi dan geologi sekala 1000 sebagai peta dasar dari PT. Sub Dit Kopnservasi. Selain itu diberbagai tempat terdapat lapisan penutup Resent yang terdiri dari batuan yang tak terkonsolidasikan. eksinit. zat terbang. Dari utara ke selatan cekungan-cekungan tersebut dinamakan . cekungan Tarakan. dapat dinyatakan bahwa lapisan batubara di cekungan Kutai . Dit Konservasi. karbon tertambat.1). sumbu lipatan mempunyai arah timur laut-barat daya atau lebih kurang sejajar garis pantai. Analisa Petrografi dilakukan oleh Seksi Petrografi Batubara dan Mineragrafi. Hasil yang didapat berdasarkan analisa tersebut memperlihatkan bahwa persentase hubungannya purba yang cekungan-cekungan merupakan tersebut daerah perbukitan. Analisa yang dilakukan di antaranya menetukan komposisi mineral vitrinit.

Formasi tersebut ditutupi secara tidak selaras oleh Formasi Kampung Baru terdiri dari batulempung pasiran. Kegiatan pengupasan tanah penutup. mempunyai sumbu kearah Timur laut – Barat Daya. Penambangan Batubara Metode yang dilakukan PT. berarah timurlaut-baratdaya. batulanau. batasan-batasan lain yang perlu pendataan adalah struktur lipatan yang termasuk kedalam antiklin Tenggarong. Jumlah lapisan tanah penutup yang telah diambil selama tahun 2000 menurut rencana sebesar 13. batugamping dan batubara. Perhitungan cadangan batubara dilakukan dengan cara perhitungan geometris.2). lapisan Balipapan dan lapisan Formasi Pulau Balang. batugamping.5 meter Kedalaman batubara maksimum 60 meter Batas konsensi pertambangan Sisa cadangan perakhir per 31 Oktober 2001 (cadangan proven) sebanyak 130. batulanau.952 BCM. Sedangkan • • • Densitas batubara sebesar 1. Di daerah tambang Pondok Labu sebagian penutupnya merupakan lapisan yang keras sehingga diperlukan pekerjaan peledakan. Tanito Harum ditemapati oleh Formasi Balikpapan dan Formasi Pulau Balang yang terdiri dari perselingan batupasir kuarsa. Kedua Formasi diatas mengalami perlipatan jenis Antiklin dan Sinklin.805. berumur Miosen Akhir (Gambar.401. dengan ketebalan seam rata-rata berkisar 2 meter pada batuan batu lanau dan serpih mengalami kompaksi. Tanito Harum dalam penambangan batubara adalah sistim tambang terbuka (TAMKA) yang dilakukan pada daerah Pondok Labu. berumur Miosen tengah-Akhir.0 meter. . yang menampung material-material klastik dari batuan pre. Struktur antklin dan sinklin terdapat pada batuan Formasi Balikpapan dan dipergunakan adalah : Tebal batubara minimum 0.689. Geologi Endapan Batubara daerah Kalimantan dapat dibagi dua . lapisan Pemaluan. jenisnya sementara belum dapat ditentukan karena terbatasnya data. Kampung Baru. Sedangkan Formasi lebih tua terdiri dari Pamaluan dan Bebuluh berumur Miosen Awal-tengah terdiri dari batupasir. Struktur geologi yang berkembang di daerah realisasinya hanya sebesar 11.terdapat pada lapisan Pulau Balang. Struktur sesar terdapat pada melalui Formasi Balikpapan. Ketebalan seam batubara berkisar 0. Lingkungan pengendapan Formasi Tanjung adalah kondisi transgresi dan rawa. Busang Tengah dan sebulu dengan pemindahan lapisan penutup ke daerah di dekatnya (yang tidak mengandung batubara) di kombinasikan dengan sistim back filling. sedangkan kearag barat daya antiklin Gitan. serpih.000 BCM. batupasir kuarsa. sisipan batubara. masing-masing sayap tidak simetris .5 meter sampai 6. Secara ringkas daerah tambang batubara milik PT. batubara berumur Eosen dan Miosen bagian dari Formasi Tanjung dan Warukin. Sebagian besar tanah penutup adalah ripable material yaitu relatif lunak hingga agak keras yang masih dapat dibongkar dengan ripper dari bulldozer.320. Pada saat ini nisbah pengupasan untuk tamka PT.Tanito Harum adalah 11 : 1. batu lempung lanauan dan serpih dengan sisipan napal . batugamping dan batubara muda.736 MT. napal. dimana setelah volume batubara diketahui kemudian dikalikan densitas dari batubara.Tersier. Busang dan daerah Sebulu.3 ton/M3. dilakukan pada lokasi tambang daerah Pondok Labu. yang menerus kearah Timurlaut antiklin Segihan.

2). Batubara yang berukuran + 50 mm masuk ke double roll crushe dan diremukan menjadi ukuran –50mm. KONDISI PENGAPALAN N O 1.000 Ton.766.525.574. Provinsi Kalimantan pengawasan galian.000 Ton untuk porsi Pemerintah. URAIAN StockAwal (TH+Pemerintah) Produksi Pengapalan TH Pengapalan Pemerintah Stock Akhir (TH+Pemerintah) Porsi Pemerintah Ton STOCK FILE DAN TOTAL JENIS BATUBARA BERSIH 47.476. dilakukan pemantauan dan pengambilan material pengotor (tanah dan parting) secara manual (Gambar 3 dan 4).000.158. terealisasi sebesar 1. Taiwan dan Malaysia termasuk pengapalan sebesar 90.000 29. sedangkan batubara yang berukuran –50 mm langsung ke under crusher conveyor menyatu dengan batubara yang 1. Penggalian batubara Excavator berkapitas 0. Sistem penjualan yang dipakai oleh perusahaan PT. Batubara wantah/raw coal yang ada di stock file preparation plant di pisah –pisah antara raw coal bersih dan raw coal kotor .365 Ton dari rencana 1. 0 m3 untuk dimuat ke dump truck dengan kapasitas 15 – 20 ton dan diangkut ketempat penimbunan batubara dengan jarak angkut 5 – 23 km.Tahap penambangan dilakukan setelah lapisan Setelah memasuki tempat penimbunan batubara (stock file).338 (TON) 70. Stock File akhir batubara Pemerintah dan Perusahaan Tanito Harum pada tahun 2000 adalah sebesar 53. Alat angkut yang digunakan adalah dump truck dengan kapasitas bervariasi mulai dari 16 ton samapai 30 ton dengan jarak angkut terjauh 5 sampai 23 km ketempat penimbunan.827 (washed dan unwashed).579 ton dengan tujuan Philipina. Peremukan awal ukuran batubara menjadi lebih -25 cm .097.658 310. TABEL 2.000 0.080.579 90. Selanjutnya batubara siap dikirim dengan tongkang kemuara sungai Mahakam dengan kapasitas 20 ton sejauh 28 km dari Loa Tebu-Sanga Sanga.816.191 ton.450) 48. pada alat ini batubara dipisahkan menjadi 2 ukuran yaitu – 50 mm dan + 50 mm.935 303.000 ton dan terealisasi sebesar 1. Rincian pengapalan batubara dapat dilihat pada (Tabel.489 KOTOR 22.002.686.100. dalam pelaksanaan konservasi bahan tujuan untuk mengoptimalkan tersebut. 3.223.229 (9.78 235.000 53. Batubara yang akan diremuk dimasukan ke input hopper dengan menggunakan wheel loader atau dump truck. secara dengan penggunaan bahan galian . Tanito Harum adalah sistem FOB. Penjualan keluar negeri sebanyak 325.615 0.358.59 90. sedangkan raw kotor diproses di Washing Plant. 2. Setelah mengalami proses peremukan awal dilakukan HASIL PEMANTAUAN DAN PENDATAAN BAHAN GALIAN Dalam pendataan penambangan batubara di daerah Tenggarong. Timur.133 235. batubara ditimbang.098.000 24.827.816. Tonage batubara yang dapat diambil pada periode tahun 2000. 57.816. Kabupaten Kutai Kartanegara .000. Selama tahun 2000 penjualan batubara ditujukan ke luar negeri (eksport) dan dalam negeri.827 diremukan dengan menggunakan double role crusher. Jumlah produksi pencucian batubara pada tahun 2000 sebesar batubara terkupas dibersihkan dari material asing dengan buldozer agar terhindar kontaminasi. Batubara yang akan dicuci dan diremukkan 6.574. Dengan menggunakan Delivery conveyor batubara masuk ke single deck Vibrating Screen .779 dimasukan ke input hopper dengan menggunakan Wheel Loader atau langsung dari dump truck.035.395. 5.9 – 3.199.723 7.Raw coal bersih akan diproses di Crushing Plant.200. 4.

serta maintenance (alat pengolahan).200. Upaya untuk peningkatan recovery pengolahan adalah melaksanakan maintenance alat pengolahan secara periodik. pengolahan berupa industri coal input 1.036. sedangkan output sebesar 1.2. 6. Recovery Pengangkutan Di dalam bidang pengangkutan atau transportasi batubara sangat tergantung kepada alat transportasi berupa dump truck dengan kapasitas 16 – 30 Ton dengan jarak tempuh 5 – 23 km. 4.11 % 3-8% 40 . sebesar 94. Selain itu juga menambah titik bor. Upaya peningkatan recovery penambangan batubara dilakukan dengan meningkakan pengawasan penambangan batubara ke stock file.525. Upaya peningkatan recovery pengangkutan antara lain : • Memonitor agar muatan dan kecepatan dump truck tetap maksimal setiap hari dari Peningkatan Cadangan Upaya peningkatan dan menambah cadangan pada tambang batubara yaitu dengan cara melaksanakan bor infill dan bor sampling batubara pada lapisan lapisan batubara yang dianggap prospek.48 % 3-7% 0. 3.6438 Kcal/Kg penambangan pemantauan dilapangan. 2.097.002.42 %. Busang Tengah dan Sebulu Utara. Recovery Penambangan Recovery Penambangan batubara pada tahun 2000 dan 2001 tidak jauh berbeda yaitu 91.77 %. • Menjaga kondisi jalan agar tetap optimal dalam pengkutan batubara.4).49 % 3-7% 1-2% 6687 .Volatile Matter . Busang Tengah dan Sebulu sebesar 1.13 % 7 .002. meliputi 3 lokasi yaitu daerah Pondok Labu. serta melakukan singkapan batubara dan optimalisasi jumlah batubara yang diambil setiap hari. Berkurangnya kuantitas batubara sebesar 5. da lumpur tetapi juga batubara berbutir halus (fine coal) ikut bersama air pencucian dan dialirkan dengan pompa ke kolam-kolam tempat penampungan.23 %.365 Ton dengan jumlah tanah penutup . TABEL 1. dengan demikian Recovery Pengolahan 3.000 Ton sedangkan sampai ke stock file sebesar 1. Stripping Ratio (SR) Jumlah produksi batubara wabtah dari tiga daerah Pondok Labu. Dari data produksi batubara tahun 2000 . 1.100. bukan hanya karena pengotoran.47 % 42 .47 % 39 . dengan total kedalaman 725. Recovery Pengolahan Di dalam Recovery Pengolahan sangat tergantung kepada kualitas batubara yaitu material pengotor berupa tahah (soil) dan parting.097. Conto batubara yang dianalisa sebanyak 27 conto. PARAMETER Total Moisture (AR) Proximate Analysis (ADB) . Adapun pemantauan dan pengawasan yang di lakukan meliputi . 7.As Content Total Sulphur (ADB) Calorific Value (ADB) SEBULU UTARA 5 . 2.Inherent Moisture . 5. dimana batubara wantah 1.90 meter dan jumlah titik bor 23 lobang. KUALITAS BATUBARA N O 1.10 % 44 . kondisi jalan serta cuaca (curah hujan).7263 Kcal/Kg BUSANG TENGAH 10 .berkesinambungan dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Peningkatan Cadangan Recovery Penambangan Recovery Pengolahan Recovery Pengangkutan Stripping Ratio Penanganan Tailing Upaya optimalisasi/peningkatan nilai tambah bahan galian.33 .37 % 6284 .191 Ton (Tabel.5) (clean raw coal). 4.365 Ton (Tabel.Ficed Carbon .000 Ton (raw coal kotor).

401. artinya sebesar 5.49 %.365 Ton yang disebut Stripping Ratio (Nisbah Pengupasan) 11 : 1.000 Ton setiap tahun. sehingga outputnya memenuhi standar pasar. sisanya 15 % dijual dalam negeri ke pabrik semen di pulau Jawa.805. Perhitungan produksi batubara wantah berdasarkan hasil penimbangan di jembatan timbang. fine clean coal (batubara halus) ditangkap dan ditampung pada slurry tank. Selain itu untuk batubara kotor dari penambangan dilakukan skedul pencucian.525. dan akan diproses sesuai permintaan. Cadangan (ADB) berkisar 0.000 sampai dengan 1.036.952 produksi BCM di bagi dengan wabtah sebesar batubara 1. Sulawesi dan Kalimantan. proses Hasil peremukan Double pengolahan batubara berupa industrial coal dengan ukuran 0.097. • Untuk batubara yang kualitasnya di bawah standar tetap ditumpuk secara terpisah.500. Pembahasan. kemudian hasil pencuciannya ditumpuk pada stock tersendiri untuk di blending. secara bertahap untuk di blending sehingga diperoleh suatu out put yang memenuhi standar pasar.000 Ton (in-situ).37 %.097. Dalam pengolahan batubara digunakan sistem Washing Plant dan Crushing Plant.191 Ton. • Untuk batubara yang kotor dari penambangan dilakukan skedul pencucian batubara melalui washing -plant dengan kapasitas 2000 MT/hari. adalah open Sistem pit BCM (Tabel.400.000 Ton (mineable). Jumlah umpan dan produksi yang berupa industrial coal yaitu batubara kotor (input) sebesar 1. sedangkan Total Sulphur Penanganan Tailing Pencucian batubara yang digunakan pada dasarnya adalah pengayakan basah. . Kualitas batubara dari ketiga daerah bervariasi antara 6284-6438 Kcal/Kg untuk daerah Busang Tengah.100.405. Air bersih dialirkan dan di buang ke sungai Mahakam.805. yang disebut Recovery Pengolahan 94.5 mm sampai dengan 5 cm. Tanito Harum adalah 11 : 1 (Stripping Ratio). 6687-7263 Kcal/Kg Calorific Value (ADB) untuk daerah Sebulu Utara. Kuantitas batubara sangat tergantung kepada lapisan batubara dan lapisan penutup yaitu jumlah tanah penutup jumlah 11. sedangkan lumpur dialirkan dan ditampung di kolam air yang diberi tawas dan kapur. Penambangan batubara di daerah Sebulu.002. dikombinasikan dengan sistim back filling.3). Filipina dan Taiwan sebesar 85 %. Penambangan lapisan batubara dengan berpedoman pada nisbah pengupasan penambangan batubara ekonomi untuk TAMKA PT. Nisbah pengupasan bukan yang sebenarnya (bukan per-pit) karena dihitung berdasarkan perbandingan pemindahan overburden dan batubara yang terealisasi. Upaya Optimalisasi/Peningkatan Nilai Tambah Bahan Galian Kebanyakan stock batubara yang ada di tempat preparation plant belum dijual dikarenakan oleh kondisi batubara tersebut kotor dari penambangan dan kualitasnya di bawah standar. selanjutnya di alirkan ke cyclone untuk dipisahkan antara batubara halus dengan lumpurnya.750. Upaya peningkatan nilai tambah bahan galian batubara dengan cara blending karena kualitasnya dibawah standar. Batubara relatif bersih tidak melalui tipe pencucian Roll hanya Crusher. dieksport kenegara Malaysia. 55.33 % sampai dengan 2.002. Busang Tengah dan Pondok Labu dengan kapasitas 1.51 % batubara dalam pencucian berupa Fine Coal dan lumpur yang mengendap pada kolam (settling pond).yang berhasil dikupas sebanyak 11.365 Ton dan output sebesar 1.952 batubara secara keseluruhan sebesar 55.

2000. Rustandi. Recovery pengolahan tergantung dari batubara kotor yang masuk (input) dan batubara bersih keluar (output) sebesar 94. dengan cadangan 55. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. halaman IISeksi Bukan Logam Dan Bahan Bakar. Ash Content 3 % . Penjualan batubara sangat tergantung kepada pihak pembeli baik dari luar maupun dalam negeri.49 %. 1999. Kualitas batubara sebagai berikut. Total sulphur (ADB) antara 0. Hidayat. Kecamatan Sebulu dan Kecamatan Kota Bangun. Syarifudin. batugamping dan batubara berumur Miosen tengahMiosen akhir. untuk daerah Pondok Labu. • Batubara halus (fine coal) hasil termasuk dalam wilayah Kecamatan Tenggarong. sekala 1 : 250.E.000. • Lapisan batubara Tenggarong terdapat pada Kutai. mencakup daerah seluas 24.1975. Kabupaten Kutai Kartanegara.33 % .000. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI • Daerah penambangan secara administratif Kuantitas batubara yang ditambang sangat tergantung kepada lapisan batubara dan lapisan penutup yang disebut Nisbah Pengupasan (Stripping Ratio). Bukit Baiduri Enterprise. Widartojo.2. LaporanTriwulan IVKegiatan Penambangan Batubara. Sistem penambangan batubara open pit pengolahan/pencucian sebanyak 4000 Ton. Penimbunan bekas area tambang batubara diusahakan agar tidak membentuk lembah lembah baru. Bandung. 6. Struktur perlipatan dominan menghuni daerah penambangan terdiri dari antiklin Tenggarong. Semalis dan sinklin Busang. batu bata dan pandai besi. Sekala 1 : 250. Eksploitasi KW-P00311. 1995.(AR) 5 % . Laporan Tahunan Kegiatan Eksploitasi.287. Umar. J. 4. Air hasil pencucian batubara yang di alirkan kekolam.000 ton mineable selama 30 tahun sesuai Daftar Pinjam Pakai Perusahaan Pertambangan Umum dengan Departemen Kehutanan. dengan Calorific Value diatas 4000 Kcal/Kg. 3. Indonesia Coal Mining Company Profile 2000. Loa Tebu dan Semalis. 1994. Sukardi. Pengolahan dan Pencucian batubara terdiri dua cara yaitu Washing Plant dan Crushing Plant.13 %. Bandung. Tanito Harum . serpih batu lanau. Supriatna. 2. . sedangkan sisanya berupa batubara halus dan lumpur. tanggal 1 September 1992. DAFTAR PUSTAKA 1. supaya dipantau secara periodik sebelum dibuang ke sungai dikombinasikan dengan sistim back filling. pembakaran industri kapur. S. Calorific Value (ADB) antara 6284 Kcal/Kg – 7263 Kcal/Kg. Peta Geologi Lembar Balikpapan. 7.7 % dan Total Moisture Mahakam.I. dimana tidak terdapat alur aliran pembuangan. Provinsi Kalimantan Timur. PT.348 hektar. direkomendasikan untuk dimanfaatkan seoptimal mungkin seperti briket. Peta Geologi Lembar Samarinda. .500. batulempung. sumbunya berarah umum Timur laut – Barat daya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. PT. 2000. termasuk kedalam Formasi cekungan Balikpapan dan Formasi Pulaubalang terdiri dari batupasir kuarsa.37 %. dengan KP. Endapan Batubara Kalimantan Timur dan Selatan. sebulu dan Busang Tengah sebesar 11 : 1.

IIKegiatan Penambangan Batubara. Provinsi Kalimantan Timur Gambar. 2001. Samarida. 1999.Tanito Harum . 0 25 50 kilometres Tenggarong KABUPATEN KUTAI Samarinda LEMBAR : 1815 LONGIRAM LEMBAR : 1915 SAMARINDA Selat Makassar KABUPATEN PASIR Balikpapan Tanah Grogot Tenggarong.1 : Peta Lokasi Kegiatan Bahan Galian Tertinggal Dalam Daerah Tambang. Kab. Operating Mines (CoW and KP) Asian Journal Mining. Directory 1999/200.1 : Peta Lokasi Daerah Tambang PT. PT. halaman 199-200. . Indonesia Mineral Exploration and Mining. 9………………. Laporan Triwulan I. Kaltim.8. Kutai Kartanegara. Tanito Harum. Kalimantan Timur LEMBAR : 1814 BALIK PAPAN LEMBAR : 1914 SAMBOJA Gambar.

Provinsi kalimantan Timur Gambar.2 : Peta Geologi Daerah Samarinda. Provinsi Kaltim. TANITO HARUN !SAMARINDA 0 30' LS Selat Makassar 0 45' LS Tpkb Kuarter Plistosen-Pliosen LEMBAR : 1915 SAMARINDA KETERANGAN : Alluvium Formasi Kampung Baru Formasi Balikpapan Formasi Pulau Balang Akhir Tmbl Tomb2 Tetk 116 15' BT Miosen Awal Formasi Pamaluan Tmpk 116 45' BT 116 30' BT 117 30' BT -1 15' LS Gambar.2: Peta Geologi Daerah Tenggarong. 117 15' BT 117 45' BT Toty ( Qa Tmbp Pasir Oligosen BALIKPAPAN . Kutai dan sekitarnya. Kabupaten Kutai Kartanegara. Kabupaten Kutai.Ten Danau LAUT Tomp Qal 0 10 20 kilometres 0 15' LS TENGGARONG ( Tmpb Ted Tmb Area PT.

. Kalimantan Timur.5 : Bagan Alir Penambangan Batubara PT. Tanito Harum di daerah Tenggarong. Kabupaten Kutai Kartanegara.4 : Flow Chart dari Preparasi Pengolahan Batubara dengan System Drum Washer.Gambar. Gambar. Prov.

419 917.121 325.717 3.000 300.152.095.551 300.000 1.261 3.796 505.900 325.360 850.000 3.016 325.770 315.488.163.000 1. TAMBANG BATUBARA.495.000 3.080.110.664 300.000 1.000 668.967 485.550.046.360.000 533.870 325.105.000 811.135.015 325.925 507.321.000 275.000 1.000 1.364.000 REALISAS1 996.862.450.753 300.541 963.540 315.000 308.000 332.500 629.000 1.380 975.306 1.264.807.000 255.009.597 980.069 1.600.928.940 350.820.280.025 325.543 300.325.000 245.275 950.280 325.132.675 290.000 1.000 202.400.465. DAERAH TENGGARONG.363.500 1.158.733.022.898.205.565.936 485.000 289.661 275.000 341. PROVINSI KALIMANTAN TIMUR.500 3.000 894.280.300.879.00 0 3.022.507.225 853.402 900. TAHUN 2000 BULAN PONDOK LABU RENCANA REALISASI 320.935 TOTAL (BCM) SEBULU RENCANA REALISASI 320.781.068.820.878.000 1.589 507.000 1.671.718 2.401.000 292.300.000 397.936 1.271 1.164 1.789.000 259.000 309.528.664 950.900.000 318.911 538.520.949.000 13.000 939.869.108.000 1. KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA.696 300.587.650.000 338.331.59 1 RENCANA 1.000 389.000 305.030 315.000 5.006 1.778.225.796.588.000 65.360 275.000.450.TABEL 3 PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP.085 315.42 6 DAERAH BUSANG TENGAH RENCANA REALISASI 465.105.952 Januari Pebruari Maret Triwulan I April Mei Juni Triwulan II Juli Agustus September Triwulan III Oktober Nopember Desember Triwulan IV TOTAL .000 244.481.000 1.221.098.395.085.130.000 340.000 202.553.000 258.000 962.433.000 774169.993.100.992.000 956.000 3.740 300.000 447.209 5.000.533.921 485.884.837.915 470.110.612 827.000 466.056 300.325.676.505 480.711.036.786.941 894.162.686 1.069.320.000 2.973.087.326.000 3.507.986.426 465.000 325.685 270.000 242.094.000 332.060 1.779.000 1.400.054 485.500 1.000 312.154.179.715926 11.202.726 3.000 189.000 1.310 480.303 2.000 1.000 975.805.000 512.600.813.011.000 572.061.364.745.483.000 374.000 900.132.603 1.196.000 330.

100 34.500 305.000 100.400 DERAH LOA TEBUI II RENCANA REALISASI 17.610 135.870 38.183.000 91.420 76.290.532.802.060 38.000 14.000 41.000 109.000 30.040 60.820 43.136.200.000 85.180 26.529.000 90.500 52.000 90.860 30.820 540.958.287.030 37.876.984.000 26.000 135.000 SEBULU REALIASASI 16.420 125.500 37.218 TOTAL ( TON ) RENCANA 22.410 110.970 96.000 100.011.650.200 45.100.827.364.273 303.230 27.085 DERAH BUSANG TENGAH RENCANA REALISASI 15.500 26.000 28.000 23.605 31.000 26.076.230 44. KALTIM.395.000 22.250 27.500 98.000 24.000 389.570 32.000 275.660 106.473.000 23.630 32.748 29.133 1.000 80.311.000 95.097. KAB.000 21.000 300.670 17.686.830 90.000 32.000 28.445.000 19.TAHUN 2000 BULAN RENCANA 30.570 84.692 95.694.573.691.110.000 90.000 45.506.777.642.000 25.575 29.951.000 SEBULU REALIASASI 22.780 45.890 95.000 275.000 28.250.711.648 40.141.520 30.918.300 23.000 92.160 280.341.000 25.000 35.688 261.740 29.980 35.400 86.702.375.942 99.267.000 1.340.340.140 86.000 93.696 80.000 130.000 27.000 42.000 74.333.000 97.541.700 30.708.310 45.573.000 25.850.000 65.KUTAI KARTANEGARA.580 40.028 133.310 45.000 23.058.000 24.500 101.000 25.118.000 57.980 48.435.648.749.460 22.486.162.000 62.Tabel.000 23.000 65.091.756.529.000 28.267.270 40.515.953.000 20.000 92.288.420 30.000 REALISASI 48.000 29.409.235 30.160 42.307.405. DAERAH TENGGARONG.258.964.900 31.000 21.000 30.870 29.800 309.460 32.000 85.000.458.970.000 70.214.990 21.080 111.720 74.531.030 348.716.056.200 89.047.5 PRODUKSI HASIL PENCUCIAN BATUBARA DAERAH TENGGARONG.271.491.000 98.000 107.310 14.252.000 70.000 28.000 70.420 79.100 30.600 95.441.000 300.240 92.000 100.4 PRODUKSI BATUBARA (RUN OF MINE).000 349.800.444.500 89.668.490 25.000 24.000 25.288.000 95.190 44.140 321.027 40.500 35.000.050 15.000 85.427.000 75.200 32.000 43. KAB.815.870 120.572.000 102.380.000 28.000 300.190 25.670 27.620 34.040 40.000 117.000 80.920 61.765.640 32.095 109.000 28. KALTIM TAHUN 2000 BULAN PONDOK LABU RENCANA REALISASI 16.500 30.375.120.000 30.082.060 39.780 360.000 99.106.760 45.081.330 32.447 42.000 25.450 93.331500 314.000 23.650 38.691.000 26.000 340.191 Januari Pebruari Maret Triwulan I April Mei Juni Triwulan II Juli Agustus September Triwulan III Oktober Nopember Desember Triwulan IV Total .500 115.256.000 91.13 183.530 191.000 94.480 47.000 100.884.280 40.133.000 97.249.525.002.000 29.090 104.000 286.991.689.000 111.000 REALISASI 53.430 104.270 11.798.273.500 31.963 480.212.566.724.718.000 104.000 19.740 55.000 24.500 270.600 115.233.000 24.325 120.000 1.630 1.810 45.000 98.800 43.000 103.146.738 40.855.500 28.190 27.616.000 39.000 75.000 90.329.500 140.214.248 67.850 57.820 30.000 295.510 35.088.313.907.926. KUTAI KARTANEGARA.461.000 LOA TEBUI I REALISASI 14.500 280.002.160 283.995.000 280.764.620 RENCANA 98.000 90.444.675.217.000 4.610 23.000 26.770.000 24.500 37.520 55.353.365 Januari Pebruari Maret Triwulan I April Mei Juni Triwulan II Juli Agustus September Triwulan III Oktober Nopember Desember Triwulan IV Total Tabel.100 30.000 65.500 103.606.573 RENCANA 90.560 141657.082.013.941.000 75.840 TOTAL ( TON ) RENCANA 23.230 32.904.877.434.889. PROP.838.715 30.000 31.000 92.110 31.030 47.036.630 33.290 35.794.370 45.000 28.670 32.670 332.500 14.972.000 29.500 102.060 39.413 120.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->