MAKALAH

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

ANEKA RAGAM PEMILU DI INDONESIA

Oleh Kelompok 15 : 1. Abdul Rosid 2. Hafizh Nur Huda

SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA UIN SUNAN KALIJAGA 2010

pemilu. . juga pemilihan umum dewan perwakilan daerah. Asas.pemilu dikurun orde baru dan terakhir pemilu bulan april 2004 pada era reformasi.BAB 1 PENDAHULUAN Bismillahirrohmanirrohim Dalam sebuah Negara demokratis. yaitu pemilihan umum dewan perwakilan rakyat.asas dan tujuan pemilu itu sendiri. Mungkin dalam hal ini kami akan mendeskrisikan satu persatu dari mulai pengertian dan dasar pemikiran diselenggarakannya pemilu yang selalu menjadi momok pembicaraan masyarakat Indonesia. dan aneka ragam pemilu di Negara Indonesia dari waktu ke waktu akan kami paparkan dalam sebuah makalah kecil ini. pemilu merupakan kegiatan politik yang sangat penting dalam proses penyelenggaraan kekuasaan dalam sebuah Negara. penting kiranya kami deskripsikan bagaimana jalannya pemilu di Indonesia dari waktu ke waktu. dewan perwakilan rakyat daerah. Begitu mendasarnya pemilu sebagai pelaksana kedaulatan rakyat dapat ditelusuri sejak awal berdirinya republik ini yang diawali pemilu tahun 1955. Namun baru berlangsung tahun kemarin kita di Negara kesatuan ini telah diselenggarakan pemilu. Oleh karena itu.

.

Dasar Pemikiran Diadakannnya Pemilu . PENGERTIAN DAN DASAR DIADAKANNYA PEMILU A. Dalam kaitannya dengan kekuasaan maka dari sudut pandang ilmu Hukum Tata Negara. karena pemilihan umum merupakan konskuensi logis dianutnya prinsip kedaulatan rakyat (demokrasi) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.masalah kekuasaan. Salah satu kajian ilmu Hukum Tata Negara adalah hal. Pendiri Negara yang juga perancang konstitusi UUD 1945 telah menetapkan ajaran tentang kedaulatan rakyat yang ditransformasikan kepada badan perwakilan rakyat yang dinamakan MPR. Pengertian Pemilu Dari sudut pandang ilmu Hukum Tata Negara. Implementasi dari ajaran kedaulatan rakyat yang diamanatkan oleh konstitusi tidak dapat dilepaskan dari pemilihan umum. dan DPRD.hal yang ada kaitannya dengan masalah.BAB 2 PEMBAHASAN 1.prinsip yang digariskan oleh konstitusi. Prinsip kehidupan ketatanegaraan yang berkedaulatan rakyat (demokratis) ditandai bahwa setiap warga negara berhak ikut aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan Negara. pemilu merupakan objek pembahasan yang menarik. pemilu merupakan proses pergantian kekuasaan yang dilakukan secara berkala dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan prinsip. B. DPR.

dijalankan sesuai kehendak rakyat dan diabdikan untuk kesejahtraan rakyat.lembaga permusyawaratan /perwakilan rakyat yang anggotaanggotanya dipilih melalui Pemilihan Umum yang dilaksanakan secara demokratis dan transparan (keterbukaan). Untuk melaksanakan prinsip kedaulatan rakyat yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan.ASAS DAN TUJUAN PEMILU A. perlu dibentuk lembaga. Hanya pemerintahan Negara yang memancarkan kedaulatan rakyatlah yang memiliki kewibawaan kuat sebagai pemerintah yang amanah. 2. Pemerintahan Negara yang dibentuk melalui pemilihan umum itu adalah yang berasal dari rakyat. Pemerintahan yang dibentuk melalui suatu pemilihan umum akan memiliki legitimasi yang kuat.Negara Republik Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berdasarkan kedaulatan rakyat. bahwa pemilihan umum dilaksanakan secara demokratis dan . ASAS. Pemilihan umum merupakan sarana demokrasi guna mewujudkan sistem pemerintahan Negara yang berkedaulatan rakyat. Prinsip ini tercantum dalam UUD 1945. Asas Pemilu Berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XIV/MPR 1998 tentang Perubahan dan Tambahan Atas Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor III/MPR/1988 tentang pemilihan umum.

tetapi juga penyelenggara pemilu. Langsung Rakyat pemilih diharuskan memberikan suaranya secara langsung sesuai dengan kehendak hati nuraninya. Warga Negara yang sudah berumur 21 (dua puluh Satu) tahun berhak dipilih. penyelenggara/pelaksana. termasuk pemilih. berdasarkan asas jurdil (jujur dan adil) dan luber (langsung. umum. b. Asas jujur dan adil tidak hanya ditujukan kepada pemilih atau peserta pemilu saja. tanpa ada pengistimewaan atau diskriminasi terhadap pemilih atau peserta pemilu. bebas. setiap pemilih dan partai politik peserta pemilihan umum mendapat perlakuan yang sama.undangan yang berlaku.transparan. yaitu sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau telah/pernah kawin berhak ikut memilih dalam pemilihan umum. Jujur Dalam penyelenggaraan pemilihan umum. Jadi pemilihan yang bersifat umum itu mengandung makna menjamin kesempatan yang berlaku . c. serta semua pihak yang terlibat secara tidak langsung. tanpa perantara. pemerintah dan partai politik peserta pemilihan umum. d. harus bersikap dan bertindak jujur sesuai peraturan perundang. Umum Pada dasarnya semua warga Negara yang memenuhi persyaratan minimal dalam usia. pengawas dan pemantau pemilihan umum. a. Adil Dalam penyelenggaraan pemilihan umum. dan rahasia).

dan status sosial. serta cita. f.cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. pemilih dijamin bahwa pilihannya tidak akan diketahui oleh pihak manapun dan dengan jalan apapun. agama. Asas rahasia ini tidak berlaku lagi bagi pemilih yang telah keluar dari tempat pemungutan suara dan secara suka rela bersedia mengungkapkan pilihannya kepada pihak manapun. Bebas Setiap warga Negara yang berhak memilih. membentuk pemerintahan.menyeluruh bagi semua warga Negara yang telah memnuhi persyaratan tertentu tanpa diskriminasi (pengecualian) berdasar acuan suku. e. jenis kelamin. golongan. Undang. B. Pemilihan umum bertujuan untuk memilih wakil rakyat. bebas untuk menentukan pilihannya tanpa tekanan dan paksaan dari siapapun. setiap warga Negara dijamin keamanannya. Pemilih memberikan suaranya pada surat suara dengan tidak dapat diketahui oleh orang lain kepada siapa suaranya diberikan. ras. perlu diselenggarakan pemilihan umum. Di dalam melaksanakan haknya. Tujuan Pemilu Untuk mewujudkan tata kehidupan Negara sebagaimana dimaksud oleh Pancasila. melanjutkan . Rahasia Dalam memberikan suaranya.Undang Dasar 1945. kedaerahan. sehingga dapat memilih sesuai dengan kehendak hati nurani dan kepentingannya.

dan DPRD. Pemilihan Umum Anggota DPR. pemilihan umum tidak boleh menyebabkan rusaknya sendi. 1977. Pemilihan umum yang demokratis merupakan sarana untuk menegakkan kedaulatan rakyat dan untuk mencapai tujuan Negara. 1.perjuangan mengisi kemerdekaan.sendi kehidupan bermasyarakat. DPD. 1982. Namun disini kami mengklarifikasikannya menjadi tiga bagian. Sifat . 1992. partai politik peserta pemilu pada pemilu 1955 juga mencantumkan nama calon legislatifnya. 1971. dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. yaitu pemilu tahun 1955. berbangsa dan bernegara. 1997. 1987. Pemilu 1955 Pemilu pertama dilangsungkan pada tahun 1955 dan bertujuan untuk memilih anggota. 1999.anggota DPR dan Konstituante. Sebagaimana pemilu tahun 2004. Pemilihan Umum tahun 1955 merupakan pemilu nasional yang aman dan damai. dan pemilu era reformasi. dan DPRD Sepanjang sejarah Indonesia yang menganut Negara berkedaulatan rakyat. pemilu masa orde baru. Oleh karena itu. DPD. sesuai dengan ketentuan UU No. 3. 7 Tahun 1953 tentang pemilihan anggota konstituante dan anggota DPR. yaitu pada tahun 1955. 2004 dan 2009. Aneka Ragam Pemilu di Indonesia dari Waktu ke Waktu A. telah diselenggarakan 10 kali pemilihan umum anggota DPR.

harus menentukan salah satu tempat tinggalnya. dimana dia selalu menjadi pemenang pemilu dengan perolehan suara mutlak (diatas 50%). wakil. Lima besar dalam pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia. Pada pemilu orde baru memang mengandung berbagai kelemahan. sebagaimana dijelaskan dalam pasal 67 adalah pemilih memberikan suara kepada suatu daftar dengan menusuk tanda gambar daftar itu. Pertama. ketentuan UU yang menentukan bahwa pemilih yang mempunyai tempat tinggal lebih dari satu. Kedua. Nahdlatul Ulama. pemilu tahun 1955 menjadi preseden baik bagi tumbuhnya semangat berdemokrasi untuk Indonesia.wakil yang dicalonkan oleh partai tidak terikat oleh ketentuann domisili. Pemilu Orde Baru Pemilu selama orde baru berlangsung selama enam kali dan hasil pemilu orde baru pada waktu itu didominasi oleh Golkar. Masyumi. 7 Tahun 1953). Selain itu. sisitem pemilu pada orde baru melahirkan hubungan yang renggang antara rakyat .terbuka dapat dilihat dari mekanisme pemilihannya. dari segi keterwakilan. Sebagai sebuah langkah awal untuk membentuk pemerintah yang demokkratis. dan partai Syarekat Islam Indonesia. dari segi hubungan antara wakil dan konstituennya.(pasal 67 ayat 2 UU No. 2. Baik untuk menghindari adanya pendaftar doble dan juga untuk menghindari adanya kemungkinan kecurangan yang dilakukan oleh pemilih dengan memilih didua tempat. Partai Komunis Indonesia.

pemilu orde baru memang menunjukan kesetabilan politik yang pada waktu itu hanya terdapat tiga partai politik. Ketiga. karena justru kesetabilan itu memunculkan sebuah implikasi negative yaitu hak politik rakyat terbendung. Karena dalam perjalanannya. 12 . komposisi DPR didominasi oleh mereka yang berasal dari wilayah yang padat penduduknya. nampaknya dari segi kelembagaan pemilu ada perubahan.pemilu berikutnya. Dan lembaga yang terakhir ini dalam pemilu orde baru mustahil terjadi. Dari segi kelembagaan. termasuk dalam penyelenggaraan pemilu 1999. 3. dari sudut sistem kepartaian. kesetabilan tersebut tidak membawa dampak baik bagi masyarakat. ada komisi pemilihan umum. Pemilu Masa Reformasi Reformasi ternyata membawa perubahan yang signifikan. partai politik yang sudah ada itu tidak lagi sejalan dengan aspirasi rakyat. Komposisi KPU tidak lagi seperti pemilu 1999. KPU berdasarkan UU No. Terdapat juga lembaga pengawas dan pemantau pemilu yang non partisan. Ternyata sistem multi partai pada saat itu membuktikan bahwa rakyat Indonesia sebelumnya terbelenggu aspirasi politiknya.dan wakilnya. Pada pemilu 2004. maka akan lebih mudah bagi partai yang menang dalam pemilu untuk memobilisasi massa dalam pemilu. pelaksanaan pemilu pada Tahun 1999 mengawali sebuah pemilu yang mendekati demokratis. Namun. Selain itu. Munculnya banyak partai politik pada saat itu yaitu 48 partai politik membuktikan bahwa masyarakat Indonesia tidak buta politik.

wakilnya. Mungkin kekurangan atau kelemahan pemilu 2004 ini hanya pada kurang efisiennya sosialisasi mengenai pendaftaran pemilih. baik pilihan partainya maupun pilihan wakil.Tahun 2003 tidak lagi menyertakan wakil. 4. .wakil dari partai politik dan pemerintah. cara pencoblosan dan sosialisai caleg masing. tetapi secara umum sistem pemilu 2004 lebih baik dibandingkan ddengan pemilihan sebelummnya. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Pemilihan umum presiden dan wakil presiden pertama diselenggarakan pada Tahun 2004.jauh hari sebelumnya. Meskipun pemilu 2004 diwarnai oleh beberapa kerumitan. Sistem pemilihan yang seperti ini dapat merekatkan hubungan antara si wakil dan yang di wakilinya. Pemilih dapat menentukan sendiri pilihannya.masing parpol seharusnya dilaksanakan jauh.

dan dipersiapkan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo. Pemilu ini adalah Pemilu pertama setelah orde baru. tepatnya pada tanggal 5 Juli 1971. Ali Sastroamidjojo mengundurkan diri dan pada saat pemungutan suara. Nahdlatul Ulama. 1992. Pemilu 1955 ini dibagi menjadi dua tahap. Nahdlatul Ulama. dan Partai Syarikat Islam Indonesia. Tahap kedua adalah Pemilu untuk memilih anggota Konstituante. 1982. dan 1997. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 29 September 1955. dan Partai Syarikat Islam Indonesia. Partai Komunis Indonesia. Parmusi. yaitu: • • Tahap pertama adalah Pemilu untuk memilih anggota DPR. Pemilu-Pemilu ini diselenggarakan dibawah pemerintahan Presiden Soeharto. Lima besar dalam Pemilu ini adalah Partai Nasional Indonesia. 1987. Namun. Lima besar dalam Pemilu ini adalah Golongan Karya. Tahap ini diselenggarakan pada tanggal 15 Desember 1955. menjadi hanya dua partai politik (yaitu Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia) dan satu Golongan Karya. Pemilu-Pemilu tersebut kesemuanya dimenangkan oleh Golongan Karya. . Pemilu 1977-1997 Pemilu-Pemilu berikutnya dilangsungkan pada tahun 1977. PemiluPemilu ini seringkali disebut dengan "Pemilu Orde Baru". dan diikuti oleh 29 partai politik dan individu.Pemilu pertama dilangsungkan pada tahun 1955 dan bertujuan untuk memilih anggotaanggota DPR dan Konstituante. melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar. Pemilu ini seringkali disebut dengan Pemilu 1955. Pemilu 1971 Pemilu berikutnya diselenggarakan pada tahun 1971. Sesuai tujuannya. diadakanlah fusi (penggabungan) partai-partai politik. dan diikuti oleh 10 partai politik. Partai Nasional Indonesia. Sesuai peraturan Fusi Partai Politik tahun 1975. kepala pemerintahan telah dipegang oleh Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Pemilu-Pemilu tersebut hanya diikuti dua partai politik dan satu Golongan Karya. Pada tahun 1975. Masyumi.

namun kemudian diundur[1]). dan Partai Amanat Nasional. Lima besar Pemilu 1999 adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. dan DPRD Kabupaten/Kota. 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). . rakyat juga dapat memilih anggota DPD. Pemungutan suara diselenggarakan secara serentak di hampir seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 9 April 2009 (sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 5 April. sekaligus Pemilu pertama setelah runtuhnya orde baru. suatu lembaga perwakilan baru yang ditujukan untuk mewakili kepentingan daerah Pemilu 2009 diselenggarakan untuk memilih 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). selain memilih anggota DPR. Partai Kebangkitan Bangsa. DPRD Provinsi. sementara pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan oleh anggota MPR. yang diangkat menjadi presiden bukanlah calon dari partai itu. yaitu Megawati Soekarnoputri. Megawati hanya menjadi calon presiden). DPR. dan DPRD. Pemilu 2004 Pada Pemilu 2004. yaitu Abdurrahman Wahid (Pada saat itu. Partai Golkar. Hal ini dimungkinkan untuk terjadi karena Pemilu 1999 hanya bertujuan untuk memilih anggota MPR.Pemilu 1999 Pemilu berikutnya. Partai Persatuan Pembangunan. Walaupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meraih suara terbanyak (dengan perolehan suara sekitar 35 persen). melainkan dari Partai Kebangkitan Bangsa. serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 20092014. yaitu Pemilu 1999 dilangsungkan pada tahun 1999 (tepatnya pada tanggal 7 Juni 1999) di bawah pemerintahan Presiden BJ Habibie dan diikuti oleh 48 partai politik.

DPD dan DPRD. Sifat tetap menunjukkan KPU sebagai lembaga yang menjalankan tugas secara berkesinambungan meskipun dibatasi oleh masa jabatan tertentu. dan mandiri. KPU yang ada sekarang merupakan KPU ketiga yang dibentuk setelah Pemilu demokratis sejak reformasi 1998. KPU Secara institusional. Tepat 3 (tiga) tahun setelah berakhirnya penyelenggaraan Pemilu 2004.38 partai memenuhi kriteria untuk ikut serta dalam pemilu 2009. salah satunya kualitas penyelenggara Pemilu. KPU ketiga (2007-2012) dibentuk berdasarkan Keppres No 101/P/2007 yang berisikan 7 orang anggota yang berasal dari anggota KPU Provinsi. integritas moral sebagai pelaksana pemilu sangat penting. KPU kedua (2001-2007) dibentuk dengan Keppres No 10 Tahun 2001 yang berisikan 11 orang anggota yang berasal dari unsur akademis dan LSM dan dilantik oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada tanggal 11 April 2001. KPU dituntut independen dan non-partisan. KPU pertama (1999-2001) dibentuk dengan Keppres No 16 Tahun 1999 yang berisikan 53 orang anggota yang berasal dari unsur pemerintah dan Partai Politik dan dilantik oleh Presiden BJ Habibie. dan mampu menyuarakan aspirasi rakyat. image KPU harus diubah sehingga KPU dapat berfungsi secara efektif dan mampu memfasilitasi pelaksanaan Pemilu yang jujur dan adil. Sebagai anggota KPU. Untuk itu atas usul insiatif DPR-RI menyusun dan bersama pemerintah mensyahkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu. akademisi. Partai Demokrat memenangkan suara terbanyak. Dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu diatur mengenai penyelenggara Pemilihan Umum yang dilaksanakan oleh suatu Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bersifat nasional. diikuti dengan Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). peneliti dan birokrat dilantik tanggal 23 Oktober 2007 minus Syamsulbahri yang urung dilantik Presiden karena masalah hukum Untuk menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum 2009. Sifat nasional mencerminkan bahwa wilayah kerja dan tanggung jawab KPU sebagai penyelenggara Pemilihan Umum mencakup seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. selain menjadi motor penggerak KPU juga membuat KPU lebih kredibel di mata masyarakat karena didukung oleh personal yang jujur dan adil. Terlaksananya Pemilu yang jujur dan adil tersebut merupakan faktor penting bagi terpilihnya wakil rakyat yang lebih berkualitas. Sebelumnya keberadaan penyelenggara Pemilu terdapat dalam Pasal 22-E Undang-undang Dasar Tahun 1945 dan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2003 Tentang Pemilu DPR. Sebagai penyelenggara pemilu. Sifat mandiri . muncul pemikiran di kalangan pemerintah dan DPR untuk meningkatkan kualitas pemilihan umum. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. tetap.

wewenang dan kewajiban KPU dalam merencanakan dan melaksanakan tahap-tahap. jumlah anggota KPU berkurang menjadi 7 orang.menegaskan KPU dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum bebas dari pengaruh pihak mana pun. dan KPU Kabupaten/Kota sebagai lembaga penyelenggara pemilihan umum yang permanen dan Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu. KPU Provinsi. dan Bawaslu. DPD. rahasia. meliputi pengaturan mengenai lembaga penyelenggara Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat. DPD dan DPRD. Perubahan penting dalam undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu. . komposisi keanggotaan KPU harus memperhatikan keterwakilan perempuan sekurangkurangnya 30% (tiga puluh persen). jujur. DPRD. Di dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2003 Tentang Pemilu DPR. bebas. dibentuk Dewan Kehormatan KPU. KPU Provinsi. Dalam undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu diatur mengenai KPU. PPS. dan adil. Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu. KPU memberikan laporan Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Panitia tersebut mempunyai peranan penting dalam pelaksanaan semua tahapan penyelenggaraan Pemilihan Umum dalam rangka mengawal terwujudnya Pemilihan Umum secara langsung. jadwal dan mekanisme Pemilu DPR. Pengurangan jumlah anggota KPU dari 11 orang menjadi 7 orang tidak mengubah secara mendasar pembagian tugas. Dewan Perwakilan Daerah. dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. KPU dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta dalam hal penyelenggaraan seluruh tahapan pemilihan umum dan tugas lainnya. fungsi. disusun dan ditetapkan Kode Etik Penyelenggara Pemilu. Pemilu Presiden/Wakil Presiden dan Pemilu Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. serta Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang sebelumnya diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan kemudian disempurnakan dalam 1 (satu) undang-undang secara lebih komprehensif. Agar Kode Etik Penyelenggara Pemilu dapat diterapkan dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum. KPPS dan PPLN serta KPPSLN yang merupakan penyelenggara Pemilihan Umum yang bersifat ad hoc. Masa keanggotaan KPU 5 (lima) tahun terhitung sejak pengucapan sumpah/janji. umum. Dalam rangka mewujudkan KPU dan Bawaslu yang memiliki integritas dan kredibilitas sebagai Penyelenggara Pemilu. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu juga mengatur kedudukan panitia pemilihan yang meliputi PPK. jumlah anggota KPU adalah 11 orang. Menurut Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu.

kepentingan umum. adil. kepastian hukum. 45 orang bakal calon anggota KPU lolos tes tertulis dan rekam jejak yang diumumkan tanggal 31 Juli 2007. profesionalitas. Pemilu 2004 Pemilu 2004 merupakan pemilu pertama di mana para peserta dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden pilihan mereka. Sesuai dengan bunyi Pasal 13 ayat (3) Undang-undang N0 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu. Putaran kedua . karena tidak ada pasangan calon yang berhasil mendapatkan suara lebih dari 50%.Penyelenggara Pemilu berpedoman kepada asas : mandiri. proporsionalitas. Dari 545 orang pendaftar. efisiensi dan efektivitas. keterbukaan. akuntabilitas. Pilpres ini dilangsungkan dalam dua putaran. Cara pemilihan calon anggota KPU-menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu-adalah Presiden membentuk Panitia Tim Seleksi calon anggota KPU tanggal 25 Mei 2007 yang terdiri dari lima orang yang membantu Presiden menetapkan calon anggota KPU yang kemudian diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk mengikuti fit and proper test. Pemenang Pilpres 2004 adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Tim Seleksi Calon Anggota KPU pada tanggal 9 Juli 2007 telah menerima 545 orang pendaftar yang berminat menjadi calon anggota KPU. jujur. Dari 270 orang calon yang lolos tes administratif. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Pemilihan umum presiden dan wakil presiden (pilpres) pertama kali diadakan dalam Pemilu 2004. 270 orang lolos seleksi administratif untuk mengikuti tes tertulis. tertib penyelenggara Pemilu.

digunakan untuk memilih presiden yang diwarnai persaingan antara Yudhoyono dan Megawati yang akhirnya dimenangi oleh pasangan Yudhoyono-Jusuf Kalla. Satu-satunya cacat pada pergantian kekuasaan ini adalah tidak hadirnya Megawati pada upacara pelantikan Yudhoyono sebagai presiden.80%. mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah emilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) menjadi bagian dari rezim pemilu sejak 2007. Pilkada pertama di Indonesia adalah Pilkada Kabupaten Kutai Kartanegara pada 1 Juni 2005. . Pasangan Susilo Bambang YudhoyonoBoediono berhasil menjadi pemenang dalam satu putaran langsung dengan memperoleh suara 60. Pemilu 2009 Pilpres 2009 diselenggarakan pada 8 Juli 2009. Pergantian kekuasaan berlangsung mulus dan merupakan sejarah bagi Indonesia yang belum pernah mengalami pergantian kekuasaan tanpa huru-hara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful