MODUL 1 PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Perkembangan Emosi 1.

Emosi adalah suatu keadaan yang kompleks, dapat berupa perasaan ataupun getaran jiwa yang ditandai oleh perubahan biologis yang muncul menyertai terjadinya suatu perilaku. Aspek emosional melibatkan tiga variabel, yaitu variabel stimulus, variabel organismik, dan variabel respons. Fungsi dan peranan emosi pada perkembangan anak adalah: a. sebagai bentuk komunikasi dengan lingkungannya; b. sebagai bentuk kepribadian dan penilaian anak terhadap dirinya; c. sebagai bentuk tingkah laku yang dapat diterima lingkungannya; d. sebagai pembentuk kebiasaan; e. sebagai upaya pengembangan diri. Basic Emotion dan bentuk-bentuk emosi yang umum terjadi pada awal masa kanak-kanak adalah amarah, takut, cemburu, ingin tahu, iri hati, gembira, sedih, dan kasih sayang. Emosi dibagi menjadi emosi positif dan negatif.

2.

3. 4.

Kegiatan Belajar 2 Perkembangan Sosial 1. 2. Sosialisasi merupakan proses melatih kepekaan diri terhadap rangsangan sosial yang berhubungan dengan tuntutan sosial sesuai dengan norma, nilai atau harapan sosial. Proses perkembangan sosial terdiri dari 3 proses, yaitu sebagai berikut. a. Belajar bertingkah laku dengan cara yang dapat diterima masyarakat. b. Belajar memainkan peran sosial yang ada di masyarakat. c. Mengembangkan sikap sosial terhadap individu lain dan aktivitas sosial yang ada di masyarakat. Ketiga proses sosialisasi ini akan melahirkan 3 model individu, yaitu individu sosial, individu nonsosial, dan individu antisosial. Pola bermain sosial pada awal masa kanak-kanak adalah sebagai berikut. Bermain soliter, bermain sebagai penonton/pengamat, bermain paralel, bermain asosiatif, dan bermain kooperatif.

3. 4.

MODUL 2 KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Karakteristik Perkembangan Emosi Anak Usia Taman Kanak-kanak 1. Ciri utama reaksi emosi pada anak adalah sebagai berikut. a. Reaksi emosi anak sangat kuat. b. Reaksi emosi sering kali muncul pada setiap peristiwa dengan cara yang diinginkan. c. Reaksi emosi anak mudah berubah. d. Reaksi emosi bersifat individual. e. Reaksi emosi anak dapat dikenali melalui tingkah laku yang ditampilkan. Bentuk reaksi emosi pada anak akan tampak pada amarah yang muncul, ekspresi rasa takut yang dilihat dari rasa malu, khawatir atau cemas, cemburu, rasa ingin tahu yang kuat, iri hati, senang, gembira, sedih, dan kasih sayang.

2.

Kegiatan Belajar 2 Relasi Polisemi dan Homonim

1. melemahkan semangat. baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain. emosi mempengaruhi interaksi sosial. periode prasekolah dan periode sekolah yang memiliki karakteristik khas dan akan menjadi landasan bagi perkembangan sosial anak selanjutnya. Persepsi tentang rasa malu. dan perilaku kelekatan. perubahan emosi berakibat pada perilaku tertentu. yaitu kerja sama. ingin tahu atau bahagia. d. Pola perilaku sosial pada masa kanak-kanak. sikap ramah. MODUL 3 KETERKAITAN SOSIAL EMOSIONAL DENGAN PERKEM-BANGAN LAINNYA Kegiatan Belajar 1 Keterkaitan Perkembangan Sosial Emosional dengan Fisik. Kedua. Ketiga. apabila orang merasa senang atau puas atas hasil yang telah dicapai. kemurahan hati. b. reaksi emosional apabila diulang-ulang akan berkembang menjadi suatu kebiasaan. takut. MODUL 4 FAKTOR DAN KONDISI YANG MEMPENGARUHI SOSIAL EMOSIONAL ANAK . Mental. Secara khusus. Pertama. dan lain-lain akan mengikuti pola tertentu sesuai pola yang berkembang dalam kelompok sosial dan kehidupannya. Sosialisasi pada anak berkembang mulai dari periode bayi. persaingan. Melalui emosi anak belajar cara mengubah perilaku agar dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan dan ukuran sosial. suasana emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecilnya akan mempengaruhi sikapnya di kemudian hari. menghambat atau mengganggu konsentrasi belajar. simpati. di antaranya adalah: a. apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati. c. hasrat akan penerimaan sosial. emosi mewarnai pandangan anak terhadap dimensi kehidupan. urutan perilaku sosial yang teratur. meniru. memperkuat semangat. Perkembangan sosial mengikuti suatu pola. dan Psikologis Anak Kegiatan Belajar 2 Keterkaitan Sosial Emosional Anak dengan Aktivitas dan Kehidupannya Gambaran umum pola/bentuk hubungan emosi terhadap kehidupan seorang anak. tidak mementingkan diri sendiri. empati. apabila sedang mengalami ketegangan emosi dan bisa juga menimbulkan sikap gugup (nervous) dan gagap dalam berbicara. apabila timbul rasa kecewa karena kegagalan dan sebagai puncak dari keadaan ini ialah timbulnya rasa putus asa (frustrasi). agresif. mengganggu penyesuaian sosial. e. 2. keter-gantungan.

harus difasilitasi seoptimal mungkin agar tidak ada satu fase pun yang terlewatkan. banyak faktor yang mempengaruhinya baik faktor yang berasal dari anak itu sendiri maupun yang berasal dari luar dirinya. keempat ternyata anak tidak bisa hidup dan berkembang dengan IQ semata. kondisi lingkungan. konflik-konflik dalam proses perkembangan. antara lain terkait dengan kerja intelegensi. mereka akan mengalami emosi yang meninggi. seperti ketegangan yang terus-menerus dari lingkungan. baik pengaruhnya secara dominan. baik aspek perkembangan emosinya maupun keterampilan sosialnya. tetapi EI jauh lebih dibutuhkan sebagai bekal kehidupan. Jadi. dan kecemasan. kondisi psikologis. Adapun faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi anak prasekolah. maupun secara terbatas. keadaan di dalam diri individu. kelima telah tumbuh kesadaran pada setiap anak tentang tuntutan untuk dibekali dan memiliki kecerdasan sosial emosional sejak dini. Pengaruh psikologis yang penting. yaitu: 1. ketiga karena rentang usia penting pada anak terbatas. termasuk di dalamnya perkembangan IPTEK yang banyak memberikan tekanan pada anak. meliputi: 1. Kegiatan Belajar 2 Kondisi Pendukung dan Penghambat Perkem-bangan Sosial Emosional Anak Terdapat tiga kondisi utama yang mempengaruhi perkembangan sosial emosional anak. kesehatan yang buruk atau perubahan yang berasal dari perkembangan. Kondisi lingkungan. Terdapat beberapa hal mendasar yang mendorong pentingnya pengembangan sosial emosional tersebut. kondisi fisik.Kegiatan Belajar 1 Faktor Pendukung dan Penghambat Perkem-bangan Sosial Emosional Anak Perkembangan emosi dan sosial tidak selamanya stabil. Sedangkan faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan sosial anak ada tiga yang utama. MODUL 5 PENTINGNYA PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK TAMAN KANAKKANAK Kegiatan Belajar 1 Mengapa Sosial Emosional Perlu Dikembangkan Sosial emosional pada anak penting dikembangkan. yaitu faktor lingkungan keluarga. Kegiatan Belajar 2 Pengembangan Sosial Emosional Anak . yaitu pertama. dan terlalu banyaknya pengalaman menggelisahkan yang merangsang anak secara berlebihan akan mengganggu perilaku sosial emosional anak. 3. Kedua. 3. 2. Apabila kondisi keseimbangan tubuh terganggu karena kelelahan. jadwal yang ketat. adalah penanaman kesadaran bahwa anak adalah praktisi dan investasi masa depan yang perlu dipersiapkan secara maksimal. faktor dari luar rumah atau luar keluarga. dan mempengaruhi perkembangan emosi maupun sosial anak. aspirasi. serta faktor pengalaman awal yang diterima anak. makin kompleksnya permasalahan kehidupan di sekitar anak. 2. sebab-sebab yang bersumber dari lingkungan.

hendaklah guru menguasai tindakan-tindakan prinsip. mengungkapkan emosi dengan kata-kata. kualitas dalam kemampuan menyesuaikan diri. menerapkan disiplin dengan konsep empati. . yaitu generasi sekarang lebih banyak memiliki kesulitan emosional dari pada generasi sebelumnya sehingga berdampak pada kemampuan sosialisasinya. 9. kualitas dalam mengungkapkan dan memahami perasaan. 7. 3. Dengan demikian. bahkan hingga 80% perannya dibanding dengan IQ yang hanya 20%. melatih keterampilan komunikasi. marah. di antaranya: 1. 11. 11. Secara khusus. mampu memotivasi diri sendiri serta mampu mengelola emosi dan perilaku sosial menjadi lebih baik. kualitas sikap hormat. kualitas kemandirian. kualitas ketekunan. memperdengarkan musik indah dengan ritme teratur. 9. kualitas dalam mengalokasikan rasa marah. menjadi contoh yang baik. 10. Indikator mutu emosional tersebut meliputi: 1. melatih pengelolaan emosi. 7. 2. 12. 4. kualitas dalam kemampuan memecahkan masalah antarpribadi. mengajarkan pengenalan emosi. kualitas kesopanan. kualitas disukai atau tidak. 6.Terdapat kecenderungan yang sama di seluruh dunia. 8. 6. melatih pengendalian diri. 2. kualitas kesetiakawanan. memperbanyak permainan dinamis. 4. sedih. yaitu usahausaha yang diarahkan pada pengembangan dan peningkatan kualitas emosional anak sehingga mampu mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain. 3. 8. Usaha di atas penting dilakukan apalagi dengan adanya bukti bahwa kecerdasan emosional memang betul sebagai penentu (dominant factor) keberhasilan individu dalam kehidupannya. Tugas terpenting bagi para guru dalam pengembangannya adalah ia harus memahami rambu-rambunya dan kekhasan kecerdasan emosional agar tidak tergelincir pada penyediaan lingkungan belajar yang kurang sesuai atau bahkan keliru. kualitas empati (melibatkan perasaan orang lain). 5. 10. perlu ada upaya peningkatan kecerdasan emosional. menanggapi perasaan anak. 5. cemas bukan hal tabu. menyelimuti dengan iklim positif.

dengan menyentuh dan mengakomodasi seluruh dimensi perkembangan anak. Dengan demikian. perencanaan kegiatan pembelajaran untuk anank TK harus berpusat pada anak. yaitu pendekatan yang berdasarkan pemahaman anak secara total sebagai manusia (human). misalnya saja makanan yang tidak memadai akan mengganggu perkembangan anak. termasuk perkembangan otak. Jika menggunakan DAP. bukan pada guru. berdasarkan pada karakteristik kebutuhan anak. Hal ini akan berpengaruh pada kelainan neurologi dan perilaku. seperti gangguan belajar dan retardasi mental. Kegiatan Belajar 2 Prinsip Pengembangan Sosial Emosional Berorientasi Menyeluruh (Holistik) Kesadaran tentang besarnya pengaruh lingkungan terhadap perkembangan anak semakin menguat. prinsip utama dalam pengembangan anak adalah pengembangan yang berlandasan pendekatan holistik. Rangsangan lingkungan akan berpengaruh terhadap terbentuknya hubungan antarsel otak (sinaps) yang akan membentuk jaringan komunikasi antarsel otak dan samasama bertugas melakukan koordinasi atas berbagai aspek perkembangan.Kegiatan Belajar 3 Peran Pematangan dan Belajar pada Perkem-bangan Sosial Emosional Anak MODUL 6 PRINSIP PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK Kegiatan Belajar 1 Pengembangan Sosial Emosional Berorientasi Perkembangan Anak Penyelenggaraan pendidikan prasekolah akan cukup berhasil jika berlandaskan Developmentally Appropriate Practices atau disingkat DAP. Begitu pula keadaan stres berat akan menimbulkan gangguan perilaku dan perkembangan sosial anak (di kemudian hari). . DAP adalah program pengembangan anak TK yang berbasis pada perkembangan anak dan kebutuhannya.

Penting dilakukan pembelajaran spontan karena memberikan efek kepuasan yang sangat tinggi pada anak. Pembelajaran spontan. pada pendidikan TK kegiatan pembelajarannya dapat dilakukan dengan pendekatan rutin.MODUL 7 CARA TERPADU PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK Kegiatan Belajar 1 Pengembangan Sosial Emosional melalui Pendekatan Terpadu Karakteristik perkembangan anak TK bersifat holistic atau menyeluruh atau terpadu. yaitu pembelajaran yang dikembangkan untuk menanggapi stimulus langsung dari anak sebagai konsekuensi konteks pembela-jaran yang bersifat dinamis. dan seterusnya. sering juga disebut pembiasaan dilakukan dengan cara penjadwalan secara terusmenerus hingga pola perilaku yang diharapkan melekat menjadi kebiasaan positif pada setiap anak. Rasa saling memiliki. a. c. spontan maupun teladan. sejak dini anak sudah terlatih mengaitkan informasi yang satu dengan lainnya sehingga secara wajar dapat menghadapi situasi silang lingkungan. baik untuk jangka waktu yang pendek maupun panjang. Melalui tema anak akan lebih mudah dalam membangun konsep tentang benda atau peristiwa yang ada di lingkungannya. maksudnya adalah pembelajaran yang ditampilkan melalui contoh-contoh yang baik. terutama pada kelas TK. MODUL 8 STRATEGI PENGEMBANGAN EMOSI PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Sasaran Pengembangan Emosi di Taman Kanak-kanak 1. aspek perkembangan yang satu mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aspek perkembangan lainnya. yaitu pembelajaran terpadu. b. Spontan. artinya antara aspek perkembangan yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan. terprogram. Pembelajaran dapat dirancang dalam silabus. dan menggunakan berbagai contoh yang telah diterima oleh masyarakat dan sesuai dengan standar serta sistem nilai tertentu. Pendekatan ini penting karena anak TK merupakan peniru hebat dan mudah menyerap dari yang dilihatnya. bahkan pembelajaran ini dapat menyentuh semua dimensi kecerdasan anak (multiple intelligence). silang pengetahuan. Terprogram. satu minggu (SKM). Rasa cinta dan kasih sayang. Rasa diterima apa adanya. yaitu untuk satu hari (SKH). Kegiatan Belajar 2 Pengembangan Sosial Emosional Anak melalui Kegiatan Rutin. yaitu keteladanan. Pembelajaran yang cocok adalah pembelajaran terpadu dengan berbasis pada tema. Pelaksanaan pengembangan sosial emosional melalui kegiatan terprogram adalah kegiatan tersebut dibuat secara terencana menjadi sasaran atau agenda utama saat program itu dilaksanakan. Sekaligus mereka belajar secara aktif dan terlibat langsung dalam kehidupan nyata. Hal yang penting untuk diperhatikan dan dibutuhkan anak dalam upaya pengembangan emosi yang sehat adalah sebagai berikut. ataupun silang perangkat. . Pendekatan lainnya. dan Keteladanan Di samping menggunakan pendekatan utama. Pendekatan rutin. Dengan pembelajaran terpadu.

bermain kooperatif. mengeks-presikan cinta. seperti menolong orang. memiliki tata krama. kemampuan untuk memotivasi diri. keterampilan berkomunikasi. 5. 3. d. Kegiatan Belajar Metode Pengembangan Sosial di Taman Kanak-kanak 2 2. 7. yaitu kemampuan untuk mengenali emosi diri. metode pengelompokan anak. 2. c. di antaranya berikut ini. Gerak dan lagu. Salah satu keahlian guru yang diharapkan adalah kemampuannya dalam memilih metode pembelajaran yang paling tepat untuk anak didiknya. Strategi pengembangan sosial anak usia 0 . Materi pembelajaran emosi di Taman kanak-kanak meliputi rasa cinta dan kasih sayang. Bernyanyi dan bermain musik. 4. dan mengajak dia untuk berbagi dengan anak lain. 6. Relaksasi dan meditasi. belajar berbagi (sharing). 1.3 tahun dimulai dengan memperkuat ikatan antara orang tua dan anak lewat interaksi yang penuh perhatian. kemampuan untuk mengelola dan mengekspresikan emosi secara tepat. Kegiatan Belajar 2 Metode Pengembangan Emosi di Taman Kanak-kanak Beberapa metode yang dapat membantu proses perkembangan emosi anak di Taman Kanak-kanak. Hand puppet. Diberi kepercayaan pada dirinya. 3. serta pengendalian emosi. empati. dan establish bonding.2. meliputi cinta dan kasih sayang. identifikasi. Permainan feeling band (band perasaan). . Sasaran pengembangan sosial di TK adalah: a. intensif. f. Rasa aman. Permainan personifikasi MODUL 9 STRATEGI PENGEMBANGAN SOSIAL PADA ANAK USIA TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Sasaran Pengembangan Sosial pada Anak Taman Kanak-kanak 1. Materi pembelajaran pengembangan sosial di TK. e. kemampuan untuk memahami perasaan orang lain. 3. d. 3. e. Diberi kesempatan untuk mandiri dan membuat keputusan sendiri. modelling dan immitating. g. 2. empati. Bermain peran. dan kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain. Selanjutnya mengajak anak untuk mendemonstrasikan kebiasaan sosial. Metode yang dapat digunakan untuk membantu proses pengembangan sosial di antaranya adalah: 1. 4. tolong-menolong dan tanggung jawab. 9. berperan serta dalam kelompok. Bercerita. afiliasi. b. Diperlakukan sebagai seseorang yang mempunyai identitas. keterampilan memiliki rasa humor. Ada lima cara yang dapat dilakukan guru untuk membantu proses pengembangan emosi anak. disiplin. menjalin persahabatan. Demonstrasi. 8.

KANAK Kegiatan Belajar Permasalahan Emosi pada Anak Usia Taman Kanak-kanak 4. anecdotal record. 3. Pendokumentasian pada setiap kegiatan anak itu pun dapat mewakili pengamatan sosial emosional pada anak. dan pada tahap yang berat dapat menyebabkan gangguan jiwa. analisis foto. dan menafsirkan informasi untuk membuat keputusan. Penilaian harus mendukung hubungan orang tua dengan anak. Adanya kekurangan afeksi yang dapat mengakibatkan terlambatnya perkembangan fisik. tersenyum. . mengumpulkan. a. Guru adalah penilai utama. MODUL 11 PERMASALAHAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA TAMAN KANAK. Prinsip evaluasi adalah sebagai berikut. Penilaian harus dikaitkan dengan kurikulum. menangis. Penilaian menunjukkan keunggulan dan kemajuan anak. Tingkah laku anak dalam suatu kegiatan dapat diamati dengan tidak harus mencampuri kegiatan si anak. Penilaian mengugunakan suatu alat dan prosedur. Hasil penilaian harus dimanfaatkan untuk kepentingan anak. Penilaian harus mengakui perbedaan individual. gagap. egois. Observasi dapat membantu melihat perkembangan sosial emosional pada anak. b. Ini biasanya disebut dengan istilah Recording.MODUL 10 EVALUASI PENGEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar Karakteristik Evaluasi Pendekatan di Taman Kanak-kanak 5. 2. Anxiety (cemas) yang dapat mengakibatkan kemampuan dan potensi anak sering kali tidak berfungsi secara optimal. sulit konsentrasi. dan banyak hal yang dilakukan anak untuk mengekspresikan keinginannya. analisis gambar atau mengisi daftar checklist. kita bisa melihat dengan cara bagaimana dia memandang. berjalan. 6. 1 Permasalahan atau gangguan emosi pada anak diantaranya diakibatkan berikut ini. marah. Penilaian tidak mengabaikan kenyamanan psikologis anak.              1 Evaluasi adalah suatu proses memilih. Penilaian adalah suatu proses kolaboratif Penilaian mendorong anak untuk berpartisipasi dalam menilai dirinya 2 Kegiatan Belajar Teknik Evaluasi di Taman Kanak-kanak 1. agresif. Penilaian harus mencakup seluruh aspek perkembangan anak. Penilaian didasarkan pada prosedur yang menggambarkan kegiatan anak secara khusus. Perkembangan sosial emosional pada anak dapat dilihat melalui proses pengamatan (observasi). Penilaian melibatkan observasi yang teratur dan periodik dari anak . Penilaian adalah suatu komponen yang esensial dari peranan guru.

e. Orang tua dan guru masing-masing memiliki pemahaman yang spesifik tentang tanggung jawab terhadap pendidikan anak.  Mempelajari keterampilan khusus dan hobi yang sama-sama dimiliki anak dan anggota keluarga. Adanya bimbingan dari orang tua. gangguan. MODUL PELIBATAN ORANG EMOSIONAL ANAK TUA DALAM PENGEMBANGAN 12 SOSIAL Kegiatan Belajar 1 Gagasan dan Keuntungan Pelibatan Orang Tua kepada Program Sekolah Pada waktu pertama kali TK didirikan. orang dewasa yang belum dewasa. kehilangan terlalu cepat untuk merasakan kedekatan dengan orang yang disayangi. c. perilaku sok kuasa. dan ketidakramahan dari anak yang lain. antara lain sebagai berikut. Penyebab timbulnya permasalahan emosi. di antaranya berikut ini. d.5. Anak punya motivasi untuk bergaul. Kegiatan Belajar Permasalahan Sosial pada Anak Usia Taman Kanak-kanak 6. 2 c. perasaan tertolak secara fisik ataupun emosional oleh pihak orang tua.  Mempelajari tindakan budaya yang berbeda-beda. pertengkaran. Sikap orang tua yang suka membandingkan. b. 8. a. Fobia. Penanganan gangguan sosial pada anak usia TK tergantung empat faktor berikut. Keuntungan pelibatan orang tua dalam pengembangan sosial emosional bagi pihak sekolah. agresif. dan memiliki kematangan yang cukup untuk melakukan pengasuhan anak. c. tetapi saat ini mulai tumbuh karena banyak keuntungannya. Pola asuh otoriter. Sikap orang tua yang overprotected. perasaan cemburu yang berlebihan dan tidak ditangani dengan baik. egosentrisme. tradisi untuk bekerja sama antara orang tua dan guru belum terjalin. mendapatkan gertakan. seperti memasak atau bermain musik. dan cacat fisik. b. serta antagonisme jenis kelamin. 9. Kurangnya kesempatan untuk bergaul dengan anak lain. Lingkungan yang buruk. Adanya kesempatan untuk bergaul dengan anak lain. prasangka. a. Hipersensitivitas yang sering kali anak alami membuat suasana murung dan mudah marah tanpa alasan yang jelas. dan perilaku anti sosial. orang tua yang tidak pernah merasakan kasih sayang.  Melihat bagaimana anggota keluarga menolong anaknya dalam memecahkan masalah. d. yaitu maladjustment. seperti negativisme. mengejek dan menggertak.  Mempelajari bagaimana orang tua memotivasi anak-anaknya.  Berkembang iklim untuk merencanakan dan memecahkan masalah bersama. . d. menghadapi situasi baru. di antaranya latar belakang keluarga yang kasar. Beberapa permasalahan sosial pada anak usia TK. 7. Faktor penyebab terbentuknya perilaku anti sosial. Anak diajari berkomunikasi yang beragam.

 Kehadiran orang tua membantu mengindividualisasi kegiatan dan memperkaya kelas. Faktor pendukung terdiri dari berikut ini.  Bertemu dengan teman-teman anak. Brosur. yaitu sebagai berikut. Buku catatan individu. Buku panduan. Berdasarkan uraian di atas. Kunjungan ke ruang kelas. 19. sedangkan bentuk perluasannya adalah sebagai berikut. 3. 12. Kotak saran. Sekolah bersifat terbuka dalam menerima masukan dari orang tua. Orang tua peduli terhadap pendidikan anak. Catatan mingguan. Catatan informal. 6. Sukarelawan. 10. 7. 9. 13.  Belajar melihat bagaimana anak berhubungan dengan orang lain. Guru mengadakan dialog dan pertemuan dengan orang tua. 1. 5. Orang tua dapat terlibat secara langsung dalam membantu proses pembelajaran di kelas. Anggota grup orang tua dewan penasihat.  Mengembangkan rasa memiliki program. 14. 18. 15.  Lebih memahami perkembangan anak. 17. Posisi staf yang digaji. 4.  Membangun persahabatan abadi dengan orang tua lain.2.  Orang tua dan guru lebih memahami perilaku anak. Keuntungan bagi Pihak Orang Tua.  Mengetahui dan menghargai tim pengajar. Berikut ini adalah beberapa jenis komunikasi tertulis yang bisa dipertimbangkan. variasi kegiatan untuk meningkatkan peran orang tua di ruang kelas adalah sebagai berikut. diantaranya berikut ini. Kegiatan Belajar 2 Pengorganisasian Pelibatan Orang Tua pada Program Sekolah dalam Pengembangan Sosial Emosional Anak Secara umum bentuk kerja sama orang tua dengan guru dikelompokkan menjadi dua. .  Membantu komunikasi rumah-sekolah dan menghindari berbagai halangannya.  Dapat mendukung pembelajaran di rumah. 11. Guru dapat melibatkan orang tua dalam pengambilan keputusan yang berkenaan dengan usaha mendukung perkembangan anak. 2. Papan buletin dan pengumuman. Rapor. Guru dapat melakukan kunjungan ke rumah anak didik. 8. 16. Buletin.  Mempelajari kegiatan yang menyenangkan untuk dipelajari di rumah. yaitu informal dan formal. Keuntungan pelibatan orang tua dalam pengembangan sosial emosional bagi orang tua sendiri.

20. Guru kurang dapat mengkomunikasikan perkembangan anak . 21.Faktor penghambat terdiri dari berikut ini. Orang tua sibuk bekerja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful