P. 1
Potensial Air

Potensial Air

|Views: 1,030|Likes:
Published by Huda Mustawa

More info:

Published by: Huda Mustawa on Oct 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2013

pdf

text

original

POTENSIAL AIR A. Tujuan Tujuan dari praktikum ini yaitu mengukur potensial air dalam jaringan tumbuhan. B.

Pelaksanaan Kegiatan Praktikum Hari : Senin, 2 Maret 2009 Waktu : 10.20 – 12.00 Tempat : Laboratorium Fisiologi FPMIPA UPI C. Landasan Teori 1. Potensial Air Potensial air adalah potensial kimia air dalam suatu system atau bagian system. Dinyatakan dalam satuan tekanan dan dibandingkan dengan potensial kimia air murni (juga dalam satuan tekanan) pada tekanan atmosfer dan pada suhu serta ketinggian yang sama potensial murni ditentukan sama dengan nol. Faktor-faktor penghasil gradient yaitu konsentrasi atau aktifitas, suhu, tekanan, efek larutan terhadap potensial kimia pelarut, matriks. Mengukur metode air dengan metode volume jaringan, metode chordate, metode tekanan uap (Salisbury dan ross, 1995) Hubungan antar potensial air adalah dengan melibatkan peristiwa osmose karena osmose merupakan peristiwa difusi dimana antara 2 tempat tersedianya difusi dipisahkan oleh membrane atau selaput. Maka dapat diartikan bahwa dinding sel atau membrane protoplasma adalah merupakan membrane pembatas antara zat yang berdifusi karena pada umumnya sel tumbuh-tumbuhan tinggi mempunyai dinding sel maka sebagian besar proses fitokimia dalam tumbuh-tumbuhan adalah merupakan proses osmose (Heddy, 1987) Pada fisiologi tanaman adalah hal biasa untuk menunjukkan energi bebas yang di kandung di dalam air dalam bentuk potensial air (ψ). Definisi dari potensial air adalah energi per unit volume air, potensial air berbanding lurus dengan suhunya (Fitter, A.h dan Hay, R.K.M, 1981) Potensial osmotic merupakan potensial kimia yang disebabkan adanya materi yang terlrut. Potensial osmotic selalu memiliki nilai negative, hal ini disebabkan karena cenderung bergerak menyebrangi membrane semi permeable dari air murni menuju air yang mengandung zat terlarut (Lambers, dkk, 1998) Besar jumlah potensial air pada tumbuhan dipengaruhi oelah 4 macam komponen potensial, yaitu gravitasi, matriks, osmotic dan tekanan. Potensial gravitasi bergantung pada air didalam daerah gravitasi . potensial matriks bergantung pada kekuatan mengikat air saat penyerapan. Potensial osmotic bergantung pada hidrostatik atau tekanan angina dalam air (Deragon, 2005). 2. Air dalam tumbuhan Air merupakan 85 – 95 % berat tumbuhan herba yang hidup di air. Dalam sel, air diperlukan sebagai pelarut unsur hara sehingga dapat digunakan untuk mengangkutnya; selain itu air diperlukan juga sebagai substrat atau reaktan untuk berbagai reaksi biokimia misalnya proses fotosintesis; dan air dapat menyebabkan terbentuknya enzim dalam tiga dimensi sehingga dapat digunakan untuk aktivitas katalisnya. Tanaman yang kekurangan

molekul-molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. yaitu melalui proses: difusi. angin. Osmosis juga dapat terjadi dari sitoplasma ke organel-organel bermembran. Molekul berukuran besar lebih lambat pergerakannya dibanding dengan molekul yang lebih kecil. Hal ini akan menyebabkan timbulnya tekanan hidrostatik untuk melawan aliran air tersebut. a. Difusi Difusi adalah pergerakan molekul atau ion dari dengan daerah konsentrasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi rendah. Tekanan yang menarik air tersebut disebut tekanan kapiler. . Sebaliknya konsentrasi CO2 di dalam jaringan menurun (karena digunakan untuk fotosintesis) sehingga CO2 dari udara luar masuk melalui stomata. Tekanan kapiler Apabila pipa kapiler dicelupkan ke dalam bak yang berisi air. Jika diamati dengan mikroskop maka vakuola sel-sel wortel tersebut tidak tampak dan sitoplasma akan mengkerut dan membran sel akan terlepas dari dindingnya. Pertukaran udara melalui stomata merupakan contoh dari proses difusi. Jika anda merendam wortel ke dalam larutan garam 10 % maka selselnya akan kehilangan rigiditas (kekakuan)nya. Oleh karena itu. Hal ini disebabkan potensial air dalam sel wortel tersebut lebih tinggi dibanding dengan potensial air pada larutan garam sehingga air dari dalam sel akan keluar ke dalam larutan tersebut. b. ahli fisiologi tanaman lebih suka menggunakan istilah potensial osmotik yakni tekanan yang diperlukan untuk mencegah osmosis. Pada siang hari terjadi proses fotosintesis yang menghasilkan O2 sehingga konsentrasi O2 meningkat. Proses Osmosis akan berhenti jika konsentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapai keseimbangan. dan apabila tidak diberikan air secepatnya akan terjadi layu permanen yang dapat menyebabkan kematian. Di alam. Tekanan hidrostatik dalam sel disebut tekanan turgor. Peningkatan konsentrasi O2 ini akan menyebabkan difusi O2 dari daun ke udara luar melalui stomata. Laju difusi antara lain tergantung pada suhu dan densitas (kepadatan) medium. dan aliran air menyebarkan molekul lebih cepat disbanding dengan proses difusi. Osmosis dapat dicegah dengan menggunakan tekanan. Tekanan hidrostatik Masuknya air ke dalam sel akan menyebabkan tekanan terhadap dinding sel sehingga dinding sel meregang. sedangkan zat padat berdifusi lebih lambat dibandingkan dengan zat cair. air bergera dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. Penguapan air melalui stomata (transpirasi) juga merupakan contoh proses difusi. tekanan hidrostatik. Masuknya larutan ke dalam selsel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler. Gas berdifusi lebih cepat dibandingkan dengan zat cair. Peristiwa lepasnya plasma sel dari dinding sel ini disebut plasmolisis. maka permukaan air dalam pip a kapiler akan naik sampai terjadi keseimbangan antara tegangan yang menarik air tersebut dengan beratnya. osmosis. tekanan kapiler. Terdapat lima mekanisme utama yang menggerakkan air dari suatu tempat ke tempat lain. c. Osmosis Osmosis adalah difusi melalui membran semipermeabel. Selain air. dan gravitasi. Tekanan kapiler tergantung pada diameter kapiler : semakin kecil diameter kapiler semakin besar tegangan yang menarik kolom air tersebut d.air akan menjadi layu. Molekulmolekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

0 M dengan selisih konsentrasi dengan selisih konsentrasi 0. maka air akan bergerak dari sel yang mempunyai potensial air tinggi menuju ke sel yang mempunyai potensial air rendah. Gravitasi Air juga bergerak untuk merespon gaya gravitasi bumi. Alat pengebor gabus dengan diameter 0. Botol bermulut besar dengan kapasitas 100 ml 5. masing-masing sebanyak 12 buah dan diberi tanda A dan B.10 . Untuk menggerakkan air ke atas pada pohon setinggi 100 m diperlukan tekanan sekitar 20 atmosfer (Anonim. Pada tumbuhan herba.60 dengan selisih konsentrasi 0.6 – 0. e. Tekanan turgor penting bagi sel karena dapat menyebabkan sel dan jaringan yang disusunnya menjadi kaku. Dua set tabung vial . 0. Tiap tabung dalam setiap set diberi nomor 1 sampai 12.05 M 2.05 . Suatu seri larutan 0. Jika dua sel yang bersebelahan mempunyai potensial air yang berbeda.8 cm 3. 2009). pengaruh gravitasi dapat diabaikan karena perbedaan ketinggian pada bagian tanaman tersebut relatif kecil.0.15 sampai dengan 0. 6. Mistar dengan ukuran mm Alat dan bahan¬ potensial air daun tumbuhan dengan cara shardakov : 1. Sedikit kristal metilan biru 4. pengaruh gravitasi ini sangat nyata. Daun tumbuhan daun rheodicolor E. D. . sehingga perlu tekanan untuk menarik air ke atas.2 cm 5.Tekanan turgor yang berkembang melawan dinding sebagai hasil masuknya air ke dalam vakuola sel disebut potensial tekanan. Cara kerja ( mengukur potensial air umbi jalar atau umbi kentang ) 1. Alat dan bahan A. 0.2 M 2. Pilihlah umbi kentang yang cukup besar dan buatlah silinder umbi dengan menggunakan pengebor gabus. 0. Alat dan Bahan Alat dan bahan untuk mengukur¬ potensial air umbi jalar atau umbi kentang : 1. Larutan sukrosa 0. 3. Potensial air suatu sel tumbuhan secara esensial merupakan kombinasi potensial osmotic dengan potensial tekanannya.0 – 1.2. Pada tumbuhan yang tinggi. Mikropipet atau syringe sebanyak 12 buah. sampai dengan 1. Pisau cutter tajam 4. Pengebor gabus dengan diameter 1.

0:0.6:0.0 M ) 2. . Simpanlah masing-masing 4 buah silinder dalam 30 ml larutan sukrosa 0. Isikanlah larutan sukrosa sebanyak 10 ml ke dalam 6 tabung vial dengan konsentrasi yang berbeda (larutan sukrosa 0. Cara kerja ( mengukur potensial air daun tumbuhan dengan cara shardakov ) 1.2:0.6:0. Buatlah silinder-silinder umbi tadi sama panjang yaitu 40 mm. tentukan konsentrasi berapa molar (M) silinder umbi kentang tidak berubah beratnya. Bekerjalah dengan cepat untuk memperkecil terjadinya penguapan air dari permukaan silinder 4.4:0. Dari grafik yang di peroleh . Buatlah potongan daun dengan alat pengebor gabus.0:0. Tutup rapat botol tadi selama percobaan di lakukan selama 70 menit .8 dan 1.2:0. Dan timbanglah silinder-silinder tersebut 3.8 dan 1. keluarkan silinder-silinder tadi kemudian timbanglah kembali silinder-silinder umbi tersebut 5.0 M dalam botol yang berkapasitas 100 ml.2. Buatlah grafik dari data tadi dengan molaritas sebagai sebagai sumbu X dan panjang silinder sebagai sumbu Y 6.4:0.

dengan cara pengujianya sebagai berikut : .bukalah tutup tabung dan keluarkanlah potongan-potongan daun dengan pinset yang nomornya sesuai. Uji larutan bekas rendaman tadi dengan larutan sukrosa yang konsentrasi awalnya sama. 5.3. Kedalam masing-masing tabung . kemudian tutuplah bagian mulut tabung oleh kertas dengan rapat 4. masukan sedikit metilen blue hingga larut (cukup mewarnai saja dan tidak mempengaruhi konsentrasi ). Setiap 15 menit sekali . 6. goyang-goyangkanlah tabung vial dengan hati-hati agar kesetimbangan cepat terjadi . kemudian tutup dengan rapat. Setelah 60 menit . Masukan masing-masing 25 potongan daun kedalam setiap tabung . biarkan larutan bekas rendaman daun tersebut dalam tabung tersebut 7.

F. kemudian teteskanlah satu atau dua tetes larutan tersebut di tengah –tengah serta didekat permukaan larutan yang akan di uji 8. apabila larutan penguji jatuh kebawah larutan yang di uji berarti larutan yang di uji telah mengalami pengenceran karena ada air dari daun yang keluar. 5. 4. 3.Pipetlah larutan dari sukrosa penguji dengan mikropipet atau syringe yang sesuai dengan nomornya.4 M 0.0 M 0.6 M 0.2 M 0. Data kelompok 6 silisih berat kentang pada konsentrasi yang berbeda. sedangkan apabila larutan penguji tetap berada di permukaan larutan yang di uji berarti larutan tersebut telah menjadi pekat. No Konsentrasi larutan Selisih berat 1.0 M 0. Lakukan pengujian terhadap seluruh tabung vial 9. Kemudian perhatikanlah pada tabung vial mana konsentrasi larutan sukrosa bekas tadi tidak mengalami perubahan dengan cara memperhatikan larutan pengujinya . 2. 0. selanjutnya apabila konsentrasi tidak berubah maka potensial air dari daun sama dengan potensial larutan sukrosa dimana daun tadi di simpan.8 M 1.1009 -0. Hasil Pengamatan Berikut akan di sajikan hasil pengujian potensial air pada jaringan kentang kelompok 6 Tabel 1.485 . masuk kedalam larutan apabila larutan pengujinya melayang dalam larutan yang di uji di ikuti dengan tersebarnya larutan-larutan penguji tadi keseluruh larutan yang di uji berarti tidak ada perubahan konsentrasi . karena ada larutan yang masuk ke daun. 6.

13 -2.7642 -2.0 M Terapung Tenggelam Tenggelam Tenggelam Tenggelam Tenggelam Sedangkan data kelas hasil pengujian potensial pada jaringan kentang dan Daun Rheodicolor akan di sajikan pada tabel di bawah ini . Kelompok Larutan Perlakuan ∆ G (gram) P A Keadaan larutan penguji 1 0. No Konsentrasi larutan Kondisi larutan penguji 1.098 -1.6 M 0.929 -3.4 M 0.808 -3.2 M 0. 3. Data kelompok 6 kondisi larutan penguji dalam konsentrsi yang berbeda.325 Terapung .2 M 0.8 M 1. 2.2579 Adapun data hasil pengamatan terhadap pengujian potensial air pada jaringan daun rheodicolor dengan metode shardakov kelompok 6 akan di sajikan pada tabel di bawah ini.285 -2.2689 -2.0 M 20 mL (60’) / 3 mL (60’) 0.-1. 6.0 M 0. 0.6 M 0. Tabel 2.8 M 1.4 M 0. 5.0 M 0. 4.433 0.

289 -2.419 Terapung Tenggelam Tenggelam Tenggelam Tenggelam .0 M 30 mL (60’) / 3 mL (60’) 0.6 M 0.0 M 40 mL (60’) / 3 mL (60’) 1.4 M 0.0736 0.183 -2.0 M 0.0 M 0.091 -2.792 Terapung Tenggelam Tenggelam Tenggelam Tenggelam Tenggelam 3 0.094 -1.8 M 1.172 -1.Tenggelam Tenggelam Tenggelam Tenggelam Tenggelam 2 0.6 M 0.4 M 0.239 -0.2 M 0.763 -2.8 M 1.2 M 0. 264 -0.956 -2.

2 M 0.6 M 0.008 -1.0 M 0.8 M 1.0 M 0.3809 Terapung Tenggelam Tenggelam Tenggelam Tenggelam Tenggelam 5 0.597 -2.926 Terapung Tenggelam Tenggelam Melayang Melayang Tenggelam 6 0.0 M 20 mL (60’) / 5 mL (60’) 0.4 M 0.4 M 0.6819 -1.4215 -1.2 M 0.0 M 20 mL (60’) / 10 mL (60’) 0.Tenggelam 4 0.2376 0.759 -2.4 M .0299 -1.0654 -0.6 M 0.2 M 0.0 M 0.609 0.8 M 1.021 -1.

ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan jumlah dan bentuk jaringan kentang yang homogen untuk percobaan. kita mencoba menentukan potensial air pada umbi kentang.0. Pada praktikum ini. yaitu .0 M ) dan didiamkan selama 70 menit .8 M dan 1. hal ini di karenakan dengan mengetahui potensial air dari suatu jaringan tumbuhan dapat diaplikasikan pada pemakaian pupuk pada tanaman.6 M 0. dan kentang merupakan bahan yang terdiri dari bahan yang homogen. dengan perlakuan tersebut kita mencoba mengetahui larutan yang mana yang isotonis dengan tekanan dalam jaringan kentang.7642 -2.1009 -0.929 -3. Selain percobaan penentuan potensial air pada jaringan kentang pada praktikum ini dilakukan juga pengukuran potensial air pada jaringan Daun Rheo discolor. ini dapat diketahui melalui silinder kentang pada konsentarasi berapa yang tidak mengalami perubahan berat.2579 Terapung Tenggelam Tenggelam Tenggelam Tenggelam Tenggelam G. ini berarti tidak ada aliran molekul air baik dari dalam maupun keluar jaringan kentang.485 -1. sebanyak 4 silinder kentang yang telah ditimbang selanjutnya dimasukan pada masing-masing gelas kultur yang telah diisi dengan larutan sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda ( 0.4 M : 0. Sebanyak 25 cakram Daun Rheo discolorr dimasukan ke dalam 6 tabung reaksi .2 M : 0. Kita dapat memberikan pupuk sesuai dengan takaran tampa merusak sel tumbuhan . mudah dibuat silinder batang dengan batang pengebor gabus. Pembahasan Pengetahuan mengenai potesial air pada suatu jaringan tumbuhan sangat sangat penting dikuasai.6 M : 0.0 M : 0.8 M 1.0 M 20 mL (70’) / 3 mL (60’) 0. Dipilihnya kentang dengan beberapa pertimbangan yaitu umbi kentang yang mudah diperoleh. Langkah pertama yang dilakukan dalam percobaan ini yaitu membuat silinder umbi kentang dengan menggunakan pengebor gabus diameter 6 mm dengan panjang masingmasing silinder 4 cm. Metode ini dilakukan dengan membuat cakram Daun Rheo discolor dengan pengebor gabus. Penentuan potensial air jaringan pada Daun Rheo discolor dilakukan dengan metode Shardakov.2689 -2. jaringan parenkim yang menyimpan cadangan makanan.

dari angka ini dapat diketahui besarnya. grafik diats juga menggambarkan semakin besar konsentrasi larutan yang digunakan untuk merendam kentang.485 ).04 M . campuran ini didiamkan selama 60 menit dan setiap 15 menit sekali dikocok agar campuran dan larutan tetap homogen. kemudian Daun Rheo discolorr di buang dan air rendamanya di ambil untuk pengujuan konsentrasi dengan larutan yang sama konsentrasinya yang telah ditambah dengan metilen blue.1009 dan 0.2 M ini dikarenakan pada konsentrasi tersebut terdapat selisih berat yang mengapit selisih 0 gr ( 0. Hal itu mengisyaratkan bahwa tidak ada aliran air baik dari dalam maupun keluar dari kentang . Dengan direndamnya daun tadi maka ada aliran air baik dari daun atau kedalam daun . Seharusnya larutan isotonis dapat diketahui dengan adanya kelompok kentang yang tidak mengalami perubahan berat setelah perlakuan. Dari percobaan pertama di peroleh data perubahan berat kentang yang digambarkan pada grafik dibawah ini : Dari grafik diatas dapat diketahui larutan yang isotonis dengan larutan dalam jaringan berada di antara 0. Selain itu.1. Dengan demikian dapat diketahui rentang konsentrasi lingkungan yang memungkinkan kentang untuk tumbuh .2 M = 0.yang telah berisi sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda . sedangkan penambahan metilen blue hanya bertujuan sebagai penanda saat pengujian . Ini membuktikan adanya aliran molekul air yang bergerak dari dalam ajringan kentang ke lingkungan yang menunjukkan bahwa larutan perendam bersifat lebih hipertonis dibandingkan jaringan tumbuhan. potensial air dalam jaringan yaitu sebesar -1. sehingga untuk menentukan konsentrasi larutan yang isotonis dengan konsentrasi jaringan dapat dilakukan dengan membuat garfik seperti dibawah ini Dari grafik tersebut dapat diketahui besarnya konsentrasi larutan yang sama dengan konsentrasi dalam jaringan tumbuhan yaitu 0.0 M = 0. selisih berat awal dan berat akhir akan semakin besar dalam hal ini berat berat awal lebih besar dibandingkan dengan berat akhir.0 M dan 0. namun pada kenyataannya tidak ada perlakuan yang tidak mengalami perubahan berat .

melayang atau tenggelam ? Berikut akan disajikan data hasil percobaan penentuan potensial air pada jaringan daun Rheo discolor dalam tabel di bawah ini : No Konsentrasi larutan Kondisi larutan penguji . apakah larutan penguji itu terapung. diujilah larutan bekas rendaman daun dengan larutan dengan konsentrasi yang sama namun telah ditambahkan pewarna. namun jika diperhatikan lebih teliti dapat diketahui bahwa adanya kemiripan data kelompok 6 dan kelompok 2 yaitu sama-sama konsentrasi dam jaringan tumbuhan terletak pada interval 0. selain itu kemiripan juga terlihat dari data kelompok 1.4 M . Adanya larutan rendaman yang menguap sehingga mempengaruhi konsentarasi larutan 3.dengan baik tampa merusak sel dan jaringannya . Namun jika dilihat hasil percobaan dari kelompok lain maka kita akan mendapatkan hasil yang sedikit berbeda . perbedaan ini bukan berarti percobaan pada praktikum ini gagal . Waktu yang singkat dalam percobaan sehingga memungkinkan belum terjadi kesetimbangan antara larutan dan konsentrasi dalam jaringan 4.2 M . Suhu. tetapi hanya merupakan variasi data hasil percobaan .0 M dan 0. 4 dan kelompok 5 yang menyimpulkan konsentrasi dalam jaringan kentang berada pada interval konsentrasi 0. Adanya kemungkinan ketidakhomogenan jaringan kentang yang digunakan baik karena busuk atau sebagainya Selain hal-hal diatas ada juga beberapa faktor yang tidak mempengaruhi percobaan antara lain : 1. Jumlah larutan yang digunakan untuk merendam walaupun digunakan variasi terhadap jumlah larutan tapi tidak mempengaruhi terhadap proses penentuan potensial air dalam jaringan hal ini karena sebanyak apapun larutannya konsentarasi larutanya akan tetap 2. ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : 1.2 M dan 0. fenomena tersebut akan disajikan pada tabel data kelas dibawah ini : Dari tabel diatas diketahui bahwa ada perbedaan data hasil percobaan tiap kelompok. 3. pengaruh suhu dalam praktikum ini dapat diabaikan karena pada semua perlakuan dilakukan pada suhu kamar dan tidak ada variasi suhu pada perlakuan Pada percobaan penetuan potensial air dalam jaringan Daun Rheo discolorr dengan metode shardaov. pengujian ini dilakukan dengan meneteskan larutan penguji tepat diatas permukaan larutan rendaman dan amatilah apa yang terjadi pada larutan penguji. Adanya human error yang dapat berupa ketidaktelitian penimbangan 2.

8 M dan 1. Hal ini mengisyaratkan bahwa larutan uji (larutan hasil rendaman) lebih hipotonis dari pada larutan larutan penguji (larutan yang telah di warnai). Hasil ini merupakan suatu kesalahan karena tidak mungkin tekanan osmotik pada jaringan daun yang sama memiliki tekanan osmotik yang berbeda. . 5. 3. 2. maka dari data ini dapat diketahui bahwa nilai potensial air pada jaringan daun Rheo discolor terletak pada interval 0 sampai dengan -5.0 M ) pada kelompok 6 menunjukan bahwa larutan penguji (yang telah diberi warna) dari masing-masing konsentrasi tenggelam.3.0 M . Peningkatan konsentrasi larutan uji disebabkan oleh adanya aliran molekul air dari larutan uji ke dalam jaringan sehingga air dalam larutan uji berkurang dan konsentarsi menigkat.2 M : 0.1. mengapung dipermukaan larutan ini ( bekas rendaman Daun Rheo discolor ) Hal ini berarti larutan uji memiliki konsentrasi yang lebih besar dari pada larutan penguji. Khusus untuk kelompok 5 memperoleh hasil yang kontroversial. Tabel Data Percobaan Shardakov Kelompok 5 No Konsentrasi larutan Kondisi larutan penguji 1. Penurunan konsentrasi ini disebabkan oleh adanya aliran molekul air dari dalam jaringan kelingkungan (larutan uji) ini memungkinkan air pada larutan uji bertambah sehingga konsentrasi menurun. 6.4 M : 0. dimana pada konsentrsi 0. Lebih jauh .6 M : 0. Sedangkan hasil pengujian larutan uji yang berkonsentrasi berbeda (0.8 M 1.2 M 0.4 M 0. Adanya peningkatan konsentrasi ini menunjukan bahwa larutan uji lebih hipertonis dibandingkan konsentarsi dalam jaringan.0 M Terapung Tenggelam Tenggelam Tenggelam Tenggelam Tenggelam Berdasarkan pengujian pada larutan konsentarsi 0. seluruh kelompok menyimpulkan bahwa larutan yang isotonis dengan tekanan osmosis dalam sel yaitu terletak pada interval konsentrasi larutan antara 0.2 M . 0. memperlihatkan bahwa larutan penguji (larutan yang diberi metilen blue) yang ditetesi.0 M dan 0. 4.6 M 0.8 M larutan penguji berada pada posisi melayang yang menandakan pada kedua konsentrasi tersebut isotonis dengan tekanan dalam jaringan daun.0 M 0. 2. jika melihat data kelas untuk percobaan shardakov kita memperoleh data yang lebih homogen dibandingkan percobaan sebelumnya.6 M dan 0.

1. Kesalahan dalam pengamatan pada saat penentuan larutan kondisi penguji yang mengapung.3. BIOLOGI PERTANIAN. Chapia dan T.2 M 0. 4. W.wordpress. 5. http://www. Nilai potensial air pada jaringan umbi kentang yaitu sebesar -1. H. Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan penentuan potensial air pada jaringan tumbuhan dapat di ambil beberapa kesimpulan antara lain : 1. Fakultas pertanian Universitas Brawijaya. 6. Ecology spinger.com. Yogykarta Heddy. b.G. tenggelam atau melayang.F. 2009. Human error yang berupa ketidaktelitian dalam menghomogenan larutan. New york hal 150 . Air Dalam Tumbuhan.deragon.S. PHYSIOLOGY. 1989. c. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2. Diakses dari : http://klimatologi. WATER POTENTIAL. 0. Gadjah mada University press. ada kemungkinan molekul glukosa mengendap ke dasar tabung sedangkan larutan yang merendam daun adalah larutan yang lebih hipotonis menjadikan daya osmosis daun semakin kecil.3. 2005.0 M 0.1982.0 M Terapung Tenggelam Tenggelam Terapung Terapung Tenggelam Fenomena kontroversial ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : a. FISIOLOGI LINGKUNGAN TUMBUHAN.6 M 0.L pons.8 M 1. accesed on 17 september 2005 at 13:00 WIB Filter.S.4 M 0.com/2009/01/21/air-dalam-tumbuhan/ Deragon. Adanya penguapan air dari larutan sukrosa yang digunakan untuk merendam daun sehingga konsentrasi larutan sukrosa akan semakin besar. Malang Lambers.H. Nilai potensial air pada jaringan daun rheo discolor terletak pada interval 0 sampai dengan -5. 1998.

W.b dan Ross.1995. RR dan Sumaryono. F. Penerbit ITB.Salisbury. . FISIOLOGI TUMBUHAN jilid 1 edisi IV alih bahasa Luqman. Bandung. C.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->