P. 1
Ulama Dan Aulia

Ulama Dan Aulia

|Views: 4,587|Likes:
Published by samitisu

More info:

Published by: samitisu on Oct 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

RISALAH ( BAB 2 ) Risalah berarti tugas kerosulan, yaitu ajaran Allah swt.

atau apa yang dibawa oleh rosul yang harus disampaikan kepada manusia. Risalah Muhammad berarti ajaran ajaran / pesan yang dibawa oleh nabi. Oleh sebab itu risalah erat sekali hubungannya dengan kata rosul. A. Kerosulan 1) Pengertian Nabi, Rosul, Aulia dan Ulama a. Nabi dan Rosul Kata Nabi berasal dari kata naba’a yang berarti pemberitahuan yang besar faedahnya. Nabi dalam istilah Islam adalah manusia yang dipilih Allah untuk menerima wahyu-Nya. Nabi dalam pengertian ini sama dengan pengertian rosul. Ada beberapa pendapat yang mengemukakan, bahwa antara nabi dan rosul itu berbeda, Nabi mendapatkan wahyu dan tidak wajib menyampaikannya, sedangkan rosul mendapatkan wahyu dan wajib menyampaikannya kepada umat. Pendapat lain ialah nabi tidak itu membawa syari’at baru sedang rosul membawa syari’at baru. Dalam Al-Qur’an menggunakan kata nabi dan rosul untuk orang yang sama dan kadang-kadang menggunakan kata nabi dan rosul itu sekaligus. Kata nabi digunakan hanya khusus ditujukan kepada manusia pilihan Allah swt. sedang rosul ditujukan Allah untuk utusan lainnya, seperti malaikat. b. Aulia dan Ulama Aulia menurut pengetian Al-Qur’an diartikan sebagai pemimpin, pelindung, dan penolong yang diambil dari kata “wali”. Dalam pengertiannya yang umum kata aulia sebagai bentuk jamak dari kata “wali’ diartikan dengan pengertian khusus, yaitu orang-orang yang dianggap mempunyai kelebihan-kelebihan khusus di bidang agama dan perjuangan agama. Ulama merupakan bentuk jama’ dari kata “Alim”, artinya orang yang mengetahui, atau orang yang berilmu pengetahuan. Dalam pengertian ini termasuk dalam perkataan “ulama” adalah para sarjana dan para cendekiawan muslim dan non-muslim, kata “ulama” dapat mencakup setiap ahli ilmu, bukan hanya yang memahami dan menguasai ilmu-ilmu agama. B. Peranan Muhammad dan perilaku yang dicontohkannya sebagai Rosul 1. Tujuan Allah mengutus Rosul Seorang Rosul tidak hanya bertugas menyampaikan risalah, ilahi, tetapi juga kewajiban untuk menyampaikan bimbingan dan contoh teladan bagi umat manusia. Oleh karena itulah, mengapa rosul yang dipilih Allah adalah seorang manusia. Q.S A-Anbiya (21):7 “kami tiada mengutus rosul-rosul sebelum kamu (Muhammad),

melainkan beberapa orang laki-laki yang kamu beri wahyu kepada mereka. Muhammad sudah dikenal dengan julukan AlAmin (dipercaya). b) Sewaktu berdagang ia menjadi pedagang yang ulet dan jujur. 2. Isyarat. surat tulisan dan segala sesuatu yang disampaikan kepada orang lain untuk diketahui. d) Orang yang meminta tolong ditolongnya. Fakta sejarah menjadi bukti kebenarannya. Kehidupan dan pribadi Muhammad yang baik itu dijadikan oleh Allah sebagai pola kehidupan yang baik dan patut ditiru oleh manusia. Didalam Al-Qur’an sendiri wahyu digunakan dalam beberapa pengertian. Muhammad sebagai rahmat untuk alam semesta Tugas nabi adalah menyampaikan cinta kasih untuk alam semesta. antara lain: a) Dimalam hari ia bertaubat dan bertagarub kepada Allah padahal ia tidak pernah berbuat dosa. c) Sewaktu berperang ia berada di barisan yang terdepan. Muhammad sebagai Suri Tauladan yang baik Sebelum menjadi Nabi. C. 3. Setelah mendapat wahyu dari Allah. dia sendiri yang pertama melaksanakan ajaran itu. e) Orang yang meminta nasihat dinasehatinya. f) Tetangga yang sakit dikunjunginya. jika kamu tiada mengetahui” Fungsi malaikat hanya menyampaikan berita dari Allah kepada para rosul. antara lain: a. sebagaimana firman Allah swt: QS Maryam:11 . g) Ia menjadi kepala rumah tangga yang baik sekaligus menjadi pemimpin masyarakat yang baik dan menjadi teman serta sahabat yang baik. Dalam menyampaikan wahyu Allah. Sedangkan penyampaian ajaran kepada manusia dan untuk melakukan pembangunan sistem nilai ilahi ditengah kehidupan manusia. Wahyu 1) Pengertian Wahyu secara kebahasaan berarti pembertitahuan secara tersembunyi dan cepat (termasuk bisikan di dalam hati). mesti manusia juga. maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu. kemudian barulah disampaikan kepada orang lain. Wujud dari rahmat untuk alam semesta bahwa peraturan-peraturan yang diajarkan Nabi Muhammad tidak hanya diperuntukan untuk mengatur dan memberi kebahagiaan pada bangsanya saja (bangsa Arab) tapi untuk seluruh umat manusia. seorang menggunakan bahasa kaumnya sebagai media komunikasi agar mudah di pahami dan dipatuhi. Berpola pada ibadah yang baik di contohkannya.

Manusia sebagai halifah Allah bertanggungjawab terhadap diri sendiri. 3. baik fisik maupun psikologis.“Maka ia (zakaria) keluar dari mihrab menuju kaumnya. hendaklah kamu bertasbih pagi dan petang” b. 2. Agama Islam adalah suatu supra sistem yang mengandung. Pemelihara segala yang diciptakan-Nya. Sebagai hamba Allah manusia mempunyai kewajiban / tanggungjawab untuk beribadah / mengabdi kepada Allah. Ilham yang diberikan kepada binatang (tecantum dalam surat An-Nahl (16):68) D. Merupakan informasi tentang hakikat manusia dalam arti memahami kapasitas dirinya. Ilham yang diberikan kepada manusia (tercantum dala surat AlQashshash(28):7) d. 2) System syariah. yaitu sistem nilai dan norma yang mengandung ketentuan-ketentuan. perundang-undangan. .S Al-A’aam:112 c. masyarakat. Pembertitahuan secara rahasia. 5. lalu ia member isyarat kepada mereka. Merupakan petunjuk dan pedoman hidup yang benar bagi manusia. proses dan hasil dari interaksi komponen-komponen alam semesta yang kemudian oleh manusia dirumuskan sebagai ilmu pengetahuan dan sains. dan alam sekitarnya. 3) Akhlak. Arti Agama Islam bagi Manusia Yang dimaksud dengan arti Islam bagi manusia adalah fungsi agama islam bagi manusia dan masyarakat untuk kehidupan dunia sebagai persiapan kehidupan akherat. Pengatur. sebagai potensi dasar manusia dan makhluk lainnya. Fungsi Islam untuk manusia antara lain: 1. antara lain: 1) System Aqidah atau keimanan dan keyakinan. dll) yang menentukan bagi ketentraman hidup manusia dalam menghadapi kehidupan nyata maupun ghoib. 4. Merupakan hukum Allah mengenai mekanisme. rasa. yang sesuai dengan kemampuan dan fitrahnya. Q. peraturan bimbingan ajaran dan informasi. atau pola perilaku yang didasarkan pada suatu sistem nilai dan norma Islam serta proses pembentukan ide atau konsep berpikir yang dapat melahirkan pola kegiatan interaksi dan bentuk-bentuk pranata sosial tertentu maupun karya budaya yang bersifat material dan konseptual. baik di bumi maupun alam lainnya. Merupakan informasi tentang Allah maha Pencipta dan maha Menentukan. Merupakan informasi tentang makhluk Allah dan masalah ghoib yang tidak mungkin terjangkau oleh potensi manusia (akal.

dan mempunyai akal pikiran yang potensial dalam membudayakan kehidupan bermasyarakat sebagai makhluk sosial. . yaitu perkataan. Manusia adalah makhluk yang mempunyai kemauan (iradah). Hadist/sunnah itu pada dasarnya tidak diperintahkan nabi untuk ditulis oleh para sahabat. dan fungsi tertentu disamping tugas umum setiap manusia menjadi khalifah di muka bumi. peranan. petunjuk dan tuntutan yang diberikan kepada manusia tidak hanya AlQur’an tetapi juga berupa hadist/sunnah nabi. Khusus bagi para rosul ditandai dengan wahyu/kitabullah yang detail serta ruang lingkup isi yang terkandung didalamnya petunjuk dan pedoman hidup manusia didalam melaksanakan tugasnya sebagai khalifah. Penelitian itu telah dimulai sejak abad kesatu Hijriyah. kemampuan. Jadi hadist/sunnah itu mempunyai fungsi tertentu dalam kedudukannya sebagai pemberi sumber hokum kedua. perbuatan dan taqriri nabi. bahwa pedoman. oleh karena itu perlu diadakan penelitian mengenai keabsahannya. tugas. Al-Qur’an menegaskan. Proses kehidupan manusia diatas dunia ini tidak bisa terlepas dari tujuan tertentu dari yang menciptakan manusia.BAB III PENUTUP Al-Qur’an menjelaskan kepada manusia bahwa diantara makhluk Allah terdapat orang-orang yang mempunyai kedudukan. sehingga berkembanglah berbagai cabang ilmu pengetahuan dibidang ilmu hadist/sunnah seperti kita kenal sekarang ini.

id/artikel/artikel.ULAMA DAN AULIA 1. Namun kenyataannya sekarang tidak demikian ada ahli agama. ‘Aalim adalah isim fail dari kata dasar:’ilmu. ekonomi. Fathir: 28) Sedangkan di dalam hadits nabi disebutkan bahwa para ulama adalah orang-orang yang dijadikan peninggalan dan warisan oleh para nabi. Al-Quran juga menyebutkan dari sisi mentalitas dan karakteristik. Bagaimana dia disebut pewaris Nabi yang memiliki ilmu jika hanya memiliki satu keahlian saja.(HR Ibnu Hibban dengan derajat yang shahih) Mungkin yang dimaskud pernyataan KH Kholil Ridwan tersebut adalah dibidang Agama saja. Dan para ulama adalah warisan (peninggalan) para nabi. Para nabi tidak meninggalkan warisan berupa dinar (emas). dsb… begitujuga dengan Masa khalifah berikutnya. ULAMA Secara bahasa.cfm?id=berita. (QS. tetapi mereka meninggalkan warisan berupa ilmu. Padahal jika ditinjau lebih jauh bahwa Rasulullahpun memiliki ilmu politik. ada ahli teknoloogi. Al-Quran memberikan gambaran tentang ketinggian derajat para ulama.go. Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberikan ilmu (ulama) beberapa derajat. Jadi ‘aalim adalah orang yang berilmu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. bahwa para ulama adalah orang-orang yang takut kepada Allah. Dan ‘ulama adalah orang-orang yang punya ilmu. Mungkin dalam benak KH Kholil bahwa kata ilmuwan hanya terbatas pada keahlian suatu bidang tertentu dan tidak mencakup semuanya seperti yang terjadi pada masa Rasulullah dan ke-empat khalifah setelahnya. kata ulama adalah bentuk jamak dari kata ‘aalim. ditulis oleh salah seorang mahasiswa bernama Abd. dimana beliau menkiyaskan dengan hadist Nabi “Bahwa Ulama adalah warisan Nabi”. Ada satu artikel menarik berikut ini.cfm&xid=156 . Sebagaimana disebutkan di dalam salah satu ayat: Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. Hal ini yang mungkin saya dapati dari pernyataan KH Kholil Ridwan tersebut bahwa Ulama harus bisa mengayomi semua ilmu. (QS. hanyalah ulama[oran yang berilmu]. ada ahli ekonomi dsb. Al-Mujadalah: 11) Selain masalah ketinggian derajat para ulama. ilmu perang. dirham (perak). Halim Fathoni Sumber artikel : http://www.malangkab.

Perbedaan makna ini dapat ditengarai dalam Al-Qur’an ketika kata al-’ulama’ disebutkan hanya 2 (dua) kali dan kata al-’alimun sebanyak 5 (lima) kali. Kyai Ahmad mengistilahkan kelompok ahli itu sebagai zuama. sebab yang mengetahui tingkat ketaqwaan seseorang hanyalah Allah. Jadi Islamolog yang tidak beriman kepada Allah tidak masuk dalam kategori ulama. ulama adalah mereka yang mewarisi nabi. Ajakan perenungan terhadap ayat-ayat Tuhan ini adalah untuk mencari sebab akibat terhadap hal-hal yang akan terjadi sehingga dapat melahirkan teori-teori baru. ahli-ahli ilmu lain yang tidak berhubungan dengan al-Quran dan hadis tidak masuk dalam kategori ulama. pengertian ulama dapat dirujuk pada al-Quran dan hadis.com. hlm. Berdasarkan istilah. ‘Al ulama-u waratsatu al anbiya’ artinya : ulama adalah pewaris para nabi – hadits. Kata al-’alimun diiringi dengan usainya suatu peristiwa dan Al-Qur’an menyuruh mereka untuk merenungi kejadian ini sebagai bahan evaluasi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Halim Fathoni (ah_fathoni@yahoo. menyatakan bahwa yang diwarisi ulama dari nabi adalah ilmu dan amaliyahnya yang tertera dalam al-Quran dan hadis. dan kata al-’alim sebanyak 13 (tiga belas) kali. taqwa tidak mudah dipakai untuk kategorisasi. ‘ulama’ berasal dari kata kerja dasar ‘alima (telah mengetahui). Penyebutan taqwa di sini hanya untuk memberi batasan bahwa ulama haruslah beriman kepada Allah dan secara dhahir menunjukkan tanda-tanda ketaqwaan. Untuk batasan kedua. (lihat al-Baqi. Penggunaan kata al-’ulama’ dalam Al-Qur’an selalu saja diawali dengan ajakan untuk merenung secara mendalam akan esensi dan eksistensi Tuhan serta ayat-ayat-Nya baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Al Maghfurllah Kiyai Ahmad Siddiq. Dengan batasan ini. Yang sangat masyhur dalam hal ini adalah : ‘innama yakhsya Allahu min ‘ibadihi al ulama’ artinya : sesungguhnya yang paling taqwa kepada Allah diantara hambaNya adalah ulama (Fathir 28). 603-604).ah_fathoni@yahoo.co) Secara bahasa.Re-Definisi Istilah Ulama Oleh: Abd. berubah menjadi kata benda pelaku ‘alimun (orang yang mengetahui – mufrad/singular) dan ‘ulama (jamak taksir/irregular plural). Situbondo. Contoh pada tataran ini adalah ketika Al-Qur’an mengajak al-’alimun untuk memikirkan peristiwa-peristiwa yang dialami oleh umat terdahulu disebabkan dosa yang mereka . alMu’jam. Secara hakikat. Kata al-’ulama’ dan al-’alimun sekalipun berasal dari akar kata yang sama tapi keduanya memiliki perbedaan makna yang sangat signifikan.

mengenal dan hafal banyak hadist. Ulama Ahli Fiqh adalah ulama yang memahami hukum Islam. Ulama Ahli Quran ialah ulama yang menguasai ilmu qiraat. Ulama Ahli Hadits yaitu ulama yang menguasai ilmu hadits. menguasai dalil-2nya. metodologi penyimpulannya dari Qur’an dan hadis. 2. dalil aqli dan dalil naqlinya. tasawuf. dsb. Ulama Ahli Ushuluddin ialah ulama yang ahli dalam aqidah Islam secara luas dan mendalam. asbabul wurudnya (situasi datangnya hadits) dsb. Kyai Muchith Muzadi. ternyata selama ini yang dipahami masyarakat telah mengalami ‘kecelakaan pemahaman’. 3. Penyebutan kata al-’alim dalam bentuk tunggal semuanya mengacu hanya kepada Allah dan tidak kepada selain-Nya. Merujuk pada arti ulama-baik secara bahasa dan istilah. 6. muamalah.dan kategorisasi ulama menurut Kyai Muchit Muzadi. Ulama Ahli Tasawuf adalah ulama yang menguasai pemahaman. Dalam bahasa Indonesia.S. Menurut kebanyakan orang. misalnya: ahli bahasa. Hal ini mengindikasikan bahwa munculnya pengetahuan manusia berbarengan dengan munculnya ciptaan-ciptaan Tuhan.e. 5. Penggunaan kata ini diiringi dengan penciptaan bumi dan langit serta hal-hal yang ghaib dan yang nyata. ahli ekonomi. ahli sejarah. Ahli-ahli yang lain. yang dimaksudkan sebagai ulama hanyalah orang-orang yang mumpuni di bidang agamadalam hal ini meliputi tafsir. mengetahui bobot kesahihannya. .membuat kategorisasi ulama atas dasar ilmu.. serta mengerti pendapat-2 para ahli lainnya. Sedangkan ahli bidang keilmuan yang lain. secara garis besar sebagai berikut: 1. nasih mansuh dsb. baik dari segi filsafat. ahli sains. melainkan sering dinamakan dengan sebutan Guru/Dosen. Al-’Ankabut ayat 40-43). Yang lebih merepotkan. Ulama tafsir adalah bagian dari ini yang memiliki kemampuan menjelaskan ‘maksud’ Qur’an. asbabunnuzul. dan sejenisnya bahkan ada yang menambahkan ulama dalaha orang ahli agama yang memilki pondok pesantren (sekaligus memiliki santri). ulama berarti “orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan Islam agama Islam” (lihat Kamus Besar bahasa Indonesia. halaman 985). logika. ahli pada berbagai bidang yang diperlukan sebagai sarana pembantu untuk dapat memahami Qur’an dan hadits. seperti ahli bahasa.lakukan (lihat Q. dan pengamalan akhlaq karimah. i.yang nota bene juga merupakan bidang ilmu yang dapat dijadikan sarana untuk lebih memahami al-Qur’an dan hadits serta mendekatkan diri kepada Allah ternyata tidak pernah disebut sebagai ulama. 4. ahli teknik.salah seorang ulama dari NU. aqidah. penghayatan.. lahir dan bathin serta metodologi pencapaiannya. ahli mantik. istilah “ulama” yang beredar dalam masyarakat kita – seperti berbagai istilah lain – mempunyai “kelamin ganda” dan berasal tidak hanya dari satu sumber.

seperti ulama fiqh. asrama mahasiswa dengan pondok pesantren. bahasa arab. Mereka yang ahli di bidang tersebut hanya cukup disebut sebagai sarjana matematika. definisi ulama yang dikonstruk masyarakat adalah orang yang mengkaji fiqh. karena pada hakekatnya ulama yang intelek dan intelek yang ulama tidak memilki perbedaan. Para ahli di bidang ini dipandang tidak memiliki otoritas dalam ilmu keislaman sekalipun mereka beragama Islam dan juga mengembangkan ilmu yang bersumber dari ajaran Islam. kitab dengan buku. tafsir. maka ulma bisa dilekatkan pada berbagai orang yang mendalami ilmu tentang apa saja. Di sini. Selama ini. ekonomi. dan lain sebagainya. dan akhlaq saja melainkan orang yang mengetahui dan memahami tentang segala hal yang terkait dengan objek yang dikaji. Padahal kalau kita mau mencermati secara seksama dalam al-Qurâan dan al-Hadits justru lebih banyak berbicara tentang keselamatan hidup di sini dan sekarang. guru dengan ustadz. bahasa Inggris dan seterusnya. sarjana teknik. menurut Suprayogo seharusnya ulama tidak sebatas dilekatkan pada diri seseorang yang memahami tentang fiqh. sarjana ekonomi. Misalnya menggunakan istilah madrasah yangberbeda dengan sekolah. sains. dan bahkan juga seni dan budaya. tasawuf. termasuk misalnya kedokteran.menegaskan bahwasannya selama ini. Untuk memahami lebih dalam bagaimana masyarakat membedakan antara konstruk yang bernuansa agama dengan yang bukan agama. teknik. ulama tasawuf. Disebut guru jika seseorang mengajar matematika. tasawuf. dan seterusnya. dapat mengikuti pembedaan yang sama antara guru dengan ustadz. Misalnya ulama matematika. hadits. dan lainnya. ekonomi. —————- . teknik. Berangkat dari hal ini. bahasa Arab dan lainnya maka akan disebut dengan ustadz. Dalam hali ini. akhlaq. tafsir. penggunaan konstruk yang bernuansa ke Arab-araban dipandang sebagai bernuansa spiritual transcendental yang dirasakan terdapat nuansa agama Islam. akhlaq. tauhid. Selanjutnya tidak diperlukan lagi pembedaan istilah intelek dan ulama. Pembedaan seperti ini menjadikan Islam terkesan eklusif (tertutup) dan bukan inklusif (terbuka). ulama hadits. Jika demikian penggunaan arti ulama. ulama teknik. Tetapi. seolah-olah Islam hadir ke bumi ini hanya mengurus hal-hal yang berkenaan dengan ke-akhirat-an saja. Penggunaan konstruk yang berbeda terhadap fenomena yang sama tetapi berbeda objeknya saja ternyata terjadi dalam banyak hal. ulama ekonomi dan sebagainya. menurut Imam Suprayogo (2006)-dalam bukunyaParadigma Pengembangan Keilmuan Islam. tasawuf. tasawuf. Lain halnya jika seseorang mengajar ilmu fiqh. fiqh. perpisahan dengan akhirussanah. dan sebagainya. ulama akhlaq.Sedangkan di Arab sendiri. ulama (bentuk jamak dari alim) hanya mempunyai arti “orang yang berilmu”. tidak pernah dijumpai ulama yang menyandang ilmu selain tersebut. biologi. pembidangan ilmu agama Islam (seputar tauhid. ulama tafsir. dan sejenisnya) telah berhasil melahirkan berbagai sebutan ulama. karena memang yang di sini dan sekarang akan berdampak pada kehidupan di akhirat yang nanti dan di sana.

Jadi ia punya tradisi keimanan dan keilmuan secara berbarengan. ” ujar KH. moral.Artikel diatas adalah tanggapan atas pernyataan Ketua MUI tentang Ulama. semestinya tradisi keilmuan dalam Islam melahirkan ulama. Dijelaskannya. Menurutnya. berjuang dengan ikhlas. Bebeda dengan ilmuan. ” papar pengasuh pesantren Husnayain itu. antara ulama dengan ilmuan itu tidak sama. Kyai Kholil berharap ke depan lahir ulama-ulama yang betul-betul mewarisi tradisi keilmuan yang dijarakan para nabi sebagaimana yang pernah dilakukan oleh ulama-ulama kita. tapi harus punya dan menjaga imannya. tidak menghallakan segala cara demi kekuasaan. bahwa ulama itu pewaris para nabi. bukannya mengikuti cara berpikir Barat. Sedangkan ilmuan bisa bebas dari nilai-nilai agama. Sebab. Ulama berbeda dengan ilmuan. Karena itu. Berikut artikel tersebut : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Kholil Ridwan di sela-sela acara Tasyakur 5 tahun Institute for Study the Study of Islamic Thougth and Civilization (INSISTS) di Depok. dalam hadis Nabi Muhammad Saw juga disebutkan. dan agama kepada Allah Swt. ulama itu mempunyai kepekaan terhadap kondisi akidah umat. moral. “Ulama dalam menyampaikan ilmunya harus berangkat dari iman. Jadi bukan ilmuan yang mewarisi kenabian. Ia mengungkapkan. ” sambung dia. AULIA Aulia menurut pengetian Al-Qur’an diartikan sebagai pemimpin. pelindung. (dina) 2. bukannya ilmuan. Dalam pengertiannya yang umum kata aulia sebagai bentuk jamak dari kata “wali’ diartikan dengan pengertian khusus. atau . ”Al-’Ulama waratsah alAnbiya. ataupun tidak beriman kepada Allah sekalipun. Ulama merupakan bentuk jama’ dari kata “Alim”. artinya orang yang mengetahui. Di situ jelas sekali ulama yang ditunjuk Nabi sebagai pewaris para nabi. bukan semua orang yang berilmu. apalagi mau disetir oleh pemikiran asing atau yang lebih buruk meninggalkan Islam itu sendiri. sosok ulama punya tanggungjawab keilmuan. dan penolong yang diambil dari kata “wali”. ”Tradisi ilmu dalam Islam itu melahirkan ulama. Kholil Ridwan menyatakan. yaitu orangorang yang dianggap mempunyai kelebihan-kelebihan khusus di bidang agama dan perjuangan agama. Ia bisa bicara dan berbohong tergantung kemauannya karena tidak terikat iman. tidak ingin popularitas.

kata “ulama” dapat mencakup setiap ahli ilmu.orang yang berilmu pengetahuan. Dalam pengertian ini termasuk dalam perkataan “ulama” adalah para sarjana dan para cendekiawan muslim dan non-muslim. . bukan hanya yang memahami dan menguasai ilmu-ilmu agama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->