P. 1
ASKEP Bronkitis

ASKEP Bronkitis

3.5

|Views: 12,481|Likes:
Published by Fransisco Polandos

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Fransisco Polandos on Oct 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2014

pdf

text

original

Sections

Nama Klien

: Tn. AS

Umur : 48 Tahun

Ruangan

: B

HARI /

TANGGAL

WAKTU Dx /

Int

IMPLEMENTASI

PARAF

Kamis, 14

Oktober 2010

08:30

08:40

08:55

09:00

09:15

09:30

1

1. Mengobservasi TTV Pasien.

Hasil: - Suhu tubuh

: 400

- Denyut Nadi : 80 kali /menit

- Pernafasan

: 28 kali /menit

- Tekanan Darah : 130/80 mmHg

2. Mengauskultasi bunyi napas.

Hasil: Bunyi napas: Krekels

3. Mengkaji frekuensi pernapasan.

Hasil: Frekuensi pernapasan: Takiphnoe

4. Mencatat jika adanya/derajat dispnea.

Hasil: pasien gelisah karna sesak napas

5. Mengkaji pasien untuk posisi yang nyaman misalnya peninggian kepala

tempat tidur atau duduk pada sandaran tempat tidur.

Hasil: pasien tidur dengan kepalanya di sandaran tempat tidur

6. Menjaga lingkungan sekitar pasien seminimum mungkin dari debu atau

asap.

Page | 54

09:35

11:00

08:55

09:20

09:10

09:40

08:40

2

Hasil: menutup jendela dan pintu sesuai dengan situasi dan keadaan

lingkungan

7. Membantu pasien melatih napas secara abdomen atau bibir

Hasil: jika sesak napas pasien dapat menggunakan cara bernapas melalui

mulut.

8. Memberikan obat sesuai indikasi: Kromolin 3x1, Antimikrobial 1x1,

Analgesik(mis: kodein) 3x1.

Hasil: pasien bisa nyaman beristirahat.

1. Mengkaji frekuensi dan kedalaman pernapasan.

Hasil: frekuensi pernapasan: Takiphnoe dan dangkal

2. Meninggikan kepala tempat tidur, bantu pasien untuk memilih posisi yang

mudah untuk bernapas.

Hasil: posisi kepala pasien diatas sandaran tempat tidur.

3. Mengkaji secara rutin kulit dan warna membran mukosa.

Hasil: pasien mengalami sianosis.

4. Menganjurkan pasien mengeluarkan sputum

Hasil: sputum kental, tebal, dan banyak sekresi.

5. Mengauskultasibunyi napas.

Hasil: bunyi napas: krekels

Fernando Hengkelare

Kamis, 14 Oktober

2010

Page | 55

09:50

10:00

10:15

10:20

10:25

10:30

10:40

10:50

3

6. Mengpalpasi fremitus.

Hasil: Getaran vibrasi menurun dugaan terdapat pengumpulan cairan/

udara terjebak.

7. Mengawasi tingkat kesadaran.

Hasil: Pasien gelisah (manifestasi umum pada hipoksia)

8. Mengevaluasi tingkat toleransi aktivitas. Berikan lingkungan yang tenang.

Batasi aktivitas pasien.

Hasil: aktivitas pasien dibatasi, istirahat diutamakan.

9. Mengawasi tanda vital dan irama jantung.

Hasil: tanda vital dan irama jantung normal.

10. Memberikan oksigen tambahan yang sesuai dengan indikasi hasil GDA

dan toleransi pasien.

Hasil: oksigen yang diberikan dengan menggunakan masker oksigen.

1. Mengkaji kebiasaan diet, masukan makanan saat ini. Catat derajat kesulitan

makan. Evaluasi berat badan dan ukuran tubuh.

Hasil: pasien susah makan, berat badan: 58 kg, tinggi badan: 160 cm.

2. Mengauskultasibunyi usus.

Hasil: Bunyi usus: 40 kali/menit

3. Memberikan perawatan oral sering, buang sekret, berikan wadah khusus

untuk sekali pakai dan tisu.

Fernando Hengkelare

Kamis, 14 Oktober

2010

Page | 56

11:15

11:20

11:25

11:30

12:00

Hasil: pasien dapat melakukan instruksi perawat.

4. Mendorong periode istirahat semalam 1 jam sebelum dan sesudah makan.

Berikan makan porsi kecil tapi sering.

Hasil: pasien dapat istirahat 1 jam sebelum dan sesudah makan, porsi

makan kecil tapi sering diberikan.

5. Menghindari makanan penghasil gas dan minuman karbonat.

Hasil: makanan penghasil gas, minuman karbonat dihentikan karna dapat

meningkatkan dispnea.

6. Menghindari makanan sangat panas dan sangat dingin.

Hasil: makanan sangat panas dan sangat dingin dapat meningkatkan

spasme batuk.

7. Menimbang berat badan sesuai indikasi.

Hasil: berat badan: 58 kg

8. Mengkonsultasikan dengan ahli gizi/nutrisi pendukung tim untuk

memberikan makanan yang mudah cerna secara nutrisi seimbang (mis:

tambahan nutrisi tambahan oral/selang).

Fernando Hengkelare

Kamis, 14 Oktober

2010

Page | 57

HARI /

TANGGAL

WAKTU Dx /

Int

EVALUASI

PARAF

Kamis, 14

Oktober 2010

12:30

1

S: - Pasiensudah merasa nyaman dengan posisi tidurnya sekarang

- Pasien belum merasa sembuh karna masih batuk

O: TTV pasien:

- Suhu tubuh

: 400

- Denyut Nadi

: 80 kali /menit

- Pernafasan

: 28 kali /menit

- Tekanan Darah : 130/80 mmHg

Bunyi napas: krekels, Frekuensi pernapasan: takiphnoe, pasien gelisah

karna sesak napas, pasien tidur dengan kepalanya di sandaran tempat

tidur, menutup jendela dan pintu sesuai dengan situasi dan keadaan

lingkungan, jika sesak napas pasien dapat menggunakan cara bernapas

melalui mulut, pasien bisa nyaman beristirahat setelah diberikan obat.

A: Masalah belum teratasi.

P: Intervensi Lanjut:

1. Mengobservasi TTV Pasien.

2. Mengauskultasi bunyi napas.

3. Mengkaji frekuensi pernapasan.

Page | 58

2

4. Mencatat jika adanya/derajat dispnea.

5. Mengkaji pasien untuk posisi yang nyaman misalnya peninggian

kepala tempat tidur atau duduk pada sandaran tempat tidur.

6. Menjaga lingkungan sekitar pasien seminimum mungkin dari debu

atau asap.

7. Membantu pasien melatih napas secara abdomen atau bibir

8. Memberikan obat sesuai indikasi: Kromolin 3x1, Antimikrobial 1x1,

Analgesik(mis: kodein) 3x1.

S: - pasien belum merasa nyaman dengan kondisinya sekarang

O: - Frekuensi pernapasan: Takiphnoe dan dangkal, posisi kepala pasien

diatas sandaran tempat tidur, pasien mengalami sianosis, sputum

kental, tebal, dan banyak sekresi, bunyi napas: krekels, Getaran

vibrasi menurun dugaan terdapat pengumpulan cairan/ udara terjebak,

Pasien gelisah (manifestasi umum pada hipoksia), aktivitas pasien

dibatasi, istirahat diutamakan, tanda vital dan irama jantung normal,

oksigen yang diberikan dengan menggunakan masker oksigen.

A: Masalah belum teratasi.

P: Intervensi Lanjut:

Fernando Hengkelare

Kamis, 14 Oktober 2010

Page | 59

3

1. Mengkaji frekuensi dan kedalaman pernapasan.

2. Meninggikan kepala tempat tidur, bantu pasien untuk memilih

posisi yang mudah untuk bernapas.

3. Mengkaji secara rutin kulit dan warna membran mukosa.

4. Menganjurkan pasien mengeluarkan sputum.

5. Mengauskultasi bunyi napas.

6. Mengpalpasi fremitus.

7. Mengawasi tingkat kesadaran.

8. Mengevaluasi tingkat toleransi aktivitas. Berikan lingkungan yang

tenang. Batasi aktivitas pasien.

9. Mengawasi tanda vital dan irama jantung.

10. Memberikan oksigen tambahan yang sesuai dengan indikasi hasil

GDA dan toleransi pasien.

S: - pasien belum merasa nyaman dengan kondisinya yang sekarang.

O: - pasien susah makan, berat badan: 58 kg, tinggi badan: 160 cm, Bunyi

usus: 40x/menit, pasien dapat melakukan instruksi perawat, pasien

dapat istirahat 1 jam sebelum dan sesudah makan, porsi makan kecil

tapi sering diberikan, makanan penghasil gas, minuman karbonat

Fernando Hengkelare

Kamis, 14 Oktober 2010

Page | 60

dihentikan karna dapat meningkatkan dispnea, makanan sangat panas

dan sangat dingin dapat meningkatkan spasme batuk, Berat badan: 58

kg.

A: Masalah belum teratasi.

P: Intervensi Lanjut:

1. Mengkaji kebiasaan diet, masukan makanan saat ini. Catat derajat

kesulitan makan. Evaluasi berat badan dan ukuran tubuh.

2. Mengauskultasibunyi usus.

3. Memberikan perawatan oral sering, buang sekret, berikan wadah

khusus untuk sekali pakai dan tisu.

4. Mendorong periode istirahat semalam 1 jam sebelum dan sesudah

makan. Berikan makan porsi kecil tapi sering.

5. Menghindari makanan penghasil gas dan minuman karbonat.

6. Menghindari makanan sangat panas dan sangat dingin.

7. Menimbang berat badan sesuai indikasi.

8. Mengkonsultasikan dengan ahli gizi/nutrisi pendukung tim untuk

memberikan makanan yang mudah cerna secara nutrisi seimbang

(mis: tambahan nutrisi tambahan oral/selang).

Fernando Hengkelare

Kamis, 14 Oktober 2010

Page | 61

Nama Klien

: Tn. AS

Umur : 48 Tahun

Ruangan

: B

HARI /

TANGGAL

WAKTU Dx /

Int

IMPLEMENTASI

PARAF

Jumat, 15

Oktober 2010

08:30

08:40

08:55

09:00

09:15

09:30

1

1. Mengobservasi TTV Pasien.

Hasil: - Suhu tubuh

: 38,50

C

- Denyut Nadi : 80 kali /menit

- Pernafasan

: 28 kali /menit

- Tekanan Darah : 130/80 mmHg

2. Mengauskultasi bunyi napas.

Hasil: Bunyi napas: Krekels

3. Mengkaji frekuensi pernapasan.

Hasil: Frekuensi pernapasan: Takiphnoe

4. Mencatat jika adanya/derajat dispnea.

Hasil: pasien gelisah karna sesak napas

5. Mengkaji pasien untuk posisi yang nyaman misalnya peninggian kepala

tempat tidur atau duduk pada sandaran tempat tidur.

Hasil: pasien tidur dengan kepalanya di sandaran tempat tidur

6. Menjaga lingkungan sekitar pasien seminimum mungkin dari debu atau

asap.

Hasil: menutup jendela dan pintu sesuai dengan situasi dan keadaan

lingkungan

Page | 62

09:35

11:00

08:55

09:20

09:10

09:40

08:40

09:50

2

7. Membantu pasien melatih napas secara abdomen atau bibir

Hasil: jika sesak napas pasien dapat menggunakan cara bernapas melalui

mulut.

8. Memberikan obat sesuai indikasi: Kromolin 3x1, Antimikrobial 1x1,

Analgesik(mis: kodein) 3x1.

Hasil: pasien bisa nyaman beristirahat.

1. Mengkaji frekuensi dan kedalaman pernapasan.

Hasil: frekuensi pernapasan: Takiphnoe dan dangkal

2. Meninggikan kepala tempat tidur, bantu pasien untuk memilih posisi yang

mudah untuk bernapas.

Hasil: posisi kepala pasien diatas sandaran tempat tidur.

3. Mengkaji secara rutin kulit dan warna membran mukosa.

Hasil: pasien mengalami sianosis.

4. Menganjurkan pasien mengeluarkan sputum

Hasil: sputum kental, tebal, dan banyak sekresi.

5. Mengauskultasi bunyi napas.

Hasil: bunyi napas: krekels

6. Mengpalpasi fremitus.

Hasil: Getaran vibrasi menurun dugaan terdapat pengumpulan cairan/

udara terjebak.

Fernando

Hengkelare

Jumat, 15 Oktober

2010

Page | 63

10:00

10:15

10:20

10:25

10:30

10:40

10:50

11:15

3

7. Mengawasi tingkat kesadaran.

Hasil: Pasien gelisah (manifestasi umum pada hipoksia)

8. Mengevaluasi tingkat toleransi aktivitas. Berikan lingkungan yang tenang.

Batasi aktivitas pasien.

Hasil: aktivitas pasien dibatasi, istirahat diutamakan.

9. Mengawasi tanda vital dan irama jantung.

Hasil: tanda vital dan irama jantung normal.

10. Memberikan oksigen tambahan yang sesuai dengan indikasi hasil GDA

dan toleransi pasien.

Hasil: oksigen yang diberikan dengan menggunakan masker oksigen.

1. Mengkaji kebiasaan diet, masukan makanan saat ini. Catat derajat kesulitan

makan. Evaluasi berat badan dan ukuran tubuh.

Hasil: pasien susah makan, berat badan: 58,5 kg, tinggi badan: 160 cm.

2. Mengauskultasibunyi usus.

Hasil: Bunyi usus: 35 kali/menit

3. Memberikan perawatan oral sering, buang sekret, berikan wadah khusus

untuk sekali pakai dan tisu.

Hasil: pasien dapat melakukan instruksi perawat.

4. Mendorong periode istirahat semalam 1 jam sebelum dan sesudah makan.

Berikan makan porsi kecil tapi sering.

Fernando

Hengkelare

Jumat, 15 Oktober

2010

Page | 64

11:20

11:25

11:30

12:00

Hasil: pasien dapat istirahat 1 jam sebelum dan sesudah makan, porsi

makan kecil tapi sering diberikan.

5. Menghindari makanan penghasil gas dan minuman karbonat.

Hasil: makanan penghasil gas, minuman karbonat dihentikan karna dapat

meningkatkan dispnea.

6. Menghindari makanan sangat panas dan sangat dingin.

Hasil: makanan sangat panas dan sangat dingin dapat meningkatkan

spasme batuk.

7. Menimbang berat badan sesuai indikasi.

Hasil: berat badan: 58,5 kg

8. Mengkonsultasikan dengan ahli gizi/nutrisi pendukung tim untuk

memberikan makanan yang mudah cerna secara nutrisi seimbang (mis:

tambahan nutrisi tambahan oral/selang).

Fernando

Hengkelare

Jumat, 15 Oktober

2010

Page | 65

HARI /

TANGGAL

WAKTU Dx /

Int

EVALUASI

PARAF

Jumat, 15

Oktober 2010

12:30

1

S: - Pasien sudah merasa nyaman dengan posisi tidurnya sekarang

- Pasien belum merasa sembuh karna masih batuk

O: TTV pasien:

- Suhu tubuh

: 38,50

C

- Denyut Nadi

: 80 kali /menit

- Pernafasan

: 28 kali /menit

- Tekanan Darah : 130/80 mmHg

Bunyi napas: krekels, Frekuensi pernapasan: takiphnoe, pasien gelisah

karna sesak napas, pasien tidur dengan kepalanya di sandaran tempat

tidur, menutup jendela dan pintu sesuai dengan situasi dan keadaan

lingkungan, jika sesak napas pasien dapat menggunakan cara bernapas

melalui mulut, pasien bisa nyaman beristirahat setelah diberikan obat.

A: Masalah belum teratasi.

P: Intervensi Lanjut:

1. Mengobservasi TTV Pasien.

2. Mengauskultasi bunyi napas.

3. Mengkaji frekuensi pernapasan.

Page | 66

2

4. Mencatat jika adanya/derajat dispnea.

5. Mengkaji pasien untuk posisi yang nyaman misalnya peninggian

kepala tempat tidur atau duduk pada sandaran tempat tidur.

6. Menjaga lingkungan sekitar pasien seminimum mungkin dari debu

atau asap.

7. Membantu pasien melatih napas secara abdomen atau bibir

8. Memberikan obat sesuai indikasi: Kromolin 3x1, Antimikrobial 1x1,

Analgesik(mis: kodein) 3x1.

S: - pasien belum merasa nyaman dengan kondisinya sekarang

O: - Frekuensi pernapasan: Takiphnoe dan dangkal, posisi kepala pasien

diatas sandaran tempat tidur, pasien mengalami sianosis, sputum,

kental, tebal, dan banyak sekresi, bunyi napas: krekels, Getaran

vibrasi menurun dugaan terdapat pengumpulan cairan/ udara terjebak,

Pasien gelisah (manifestasi umum pada hipoksia), aktivitas pasien

dibatasi, istirahat diutamakan, tanda vital dan irama jantung normal,

oksigen yang diberikan dengan menggunakan masker oksigen.

A: Masalah belum teratasi.

P: Intervensi Lanjut:

Fernando Hengkelare

Jumat, 15 Oktober 2010

Page | 67

3

1. Mengkaji frekuensi dan kedalaman pernapasan.

2. Meninggikan kepala tempat tidur, bantu pasien untuk memilih

posisi yang mudah untuk bernapas.

3. Mengkaji secara rutin kulit dan warna membran mukosa.

4. Menganjurkan pasien mengeluarkan sputum.

5. Mengauskultasi bunyi napas.

6. Mengpalpasi fremitus.

7. Mengawasi tingkat kesadaran.

8. Mengevaluasi tingkat toleransi aktivitas. Berikan lingkungan yang

tenang. Batasi aktivitas pasien.

9. Mengawasi tanda vital dan irama jantung.

10. Memberikan oksigen tambahan yang sesuai dengan indikasi hasil

GDA dan toleransi pasien.

S: - pasien belum merasa nyaman dengan kondisinya yang sekarang.

O: - pasien susah makan, berat badan: 58,5 kg, tinggi badan: 160 cm,

Bunyi usus: 35x/menit, pasien dapat melakukan instruksi perawat,

pasien dapat istirahat 1 jam sebelum dan sesudah makan, porsi makan

kecil tapi sering diberikan, makanan penghasil gas, minuman

Fernando Hengkelare

Jumat, 15 Oktober 2010

Page | 68

karbonat dihentikan karna dapat meningkatkan dispnea, makanan

sangat panas dan sangat dingin dapat meningkatkan spasme batuk,

Berat badan: 58,5 kg.

A: Masalah belum teratasi.

P: Intervensi Lanjut:

1. Mengkaji kebiasaan diet, masukan makanan saat ini. Catat derajat

kesulitan makan. Evaluasi berat badan dan ukuran tubuh.

2. Mengauskultasi bunyi usus.

3. Memberikan perawatan oral sering, buang sekret, berikan wadah

khusus untuk sekali pakai dan tisu.

4. Mendorong periode istirahat semalam 1 jam sebelum dan sesudah

makan. Berikan makan porsi kecil tapi sering.

5. Menghindari makanan penghasil gas dan minuman karbonat.

6. Menghindari makanan sangat panas dan sangat dingin.

7. Menimbang berat badan sesuai indikasi.

8. Mengkonsultasikan dengan ahli gizi/nutrisi pendukung tim untuk

memberikan makanan yang mudah cerna secara nutrisi seimbang

(mis: tambahan nutrisi tambahan oral/selang).

Fernando Hengkelare

Jumat, 15 Oktober 2010

Page | 69

Nama Klien

: Tn. AS

Umur

: 48 Tahun

Ruangan

: B

HARI /

TANGGAL

WAKTU Dx /

Int

IMPLEMENTASI

PARAF

Sabtu, 16

Oktober 2010

08:30

08:40

08:55

09:00

09:15

09:30

1

1. Mengobservasi TTV Pasien.

Hasil: - Suhu tubuh

: 37,50

C

- Denyut Nadi : 80 kali /menit

- Pernafasan

: 28 kali /menit

- Tekanan Darah : 130/80 mmHg

2. Mengauskultasi bunyi napas.

Hasil: Bunyi napas: Krekels

3. Mengkaji frekuensi pernapasan.

Hasil: Frekuensi pernapasan: Takiphnoe

4. Mencatat jika adanya/derajat dispnea.

Hasil: pasien gelisah karna sesak napas

5. Mengkaji pasien untuk posisi yang nyaman misalnya peninggian kepala

tempat tidur atau duduk pada sandaran tempat tidur.

Hasil: pasien tidur dengan kepalanya di sandaran tempat tidur

6. Menjaga lingkungan sekitar pasien seminimum mungkin dari debu atau

asap.

Hasil: menutup jendela dan pintu sesuai dengan situasi dan keadaan

lingkungan

Page | 70

09:35

11:00

08:55

09:20

09:10

09:40

08:40

09:50

2

7. Membantu pasien melatih napas secara abdomen atau bibir

Hasil: jika sesak napas pasien dapat menggunakan cara bernapas melalui

mulut.

8. Memberikan obat sesuai indikasi: Kromolin 3x1, Antimikrobial 1x1,

Analgesik(mis: kodein) 3x1.

Hasil: pasien bisa nyaman beristirahat.

1. Mengkaji frekuensi dan kedalaman pernapasan.

Hasil: frekuensi pernapasan: Takiphnoe dan dangkal

2. Meninggikan kepala tempat tidur, bantu pasien untuk memilih posisi yang

mudah untuk bernapas.

Hasil: posisi kepala pasien diatas sandaran tempat tidur.

3. Mengkaji secara rutin kulit dan warna membran mukosa.

Hasil: pasien mengalami sianosis.

4. Menganjurkan pasien mengeluarkan sputum

Hasil: sputum kental, tebal, dan banyak sekresi.

5. Mengauskultasi bunyi napas.

Hasil: bunyi napas: krekels

6. Mengpalpasi fremitus.

Hasil: Getaran vibrasi menurun dugaan terdapat pengumpulan cairan/

udara terjebak.

Fernando

Hengkelare

Sabtu, 16 Oktober

2010

Page | 71

10:00

10:15

10:20

10:25

10:30

10:40

10:50

11:15

3

7. Mengawasi tingkat kesadaran.

Hasil: Pasien gelisah (manifestasi umum pada hipoksia)

8. Mengevaluasi tingkat toleransi aktivitas. Berikan lingkungan yang tenang.

Batasi aktivitas pasien.

Hasil: aktivitas pasien dibatasi, istirahat diutamakan.

9. Mengawasi tanda vital dan irama jantung.

Hasil: tanda vital dan irama jantung normal.

10. Memberikan oksigen tambahan yang sesuai dengan indikasi hasil GDA

dan toleransi pasien.

Hasil: oksigen yang diberikan dengan menggunakan masker oksigen.

1. Mengkaji kebiasaan diet, masukan makanan saat ini. Catat derajat

kesulitan makan. Evaluasi berat badan dan ukuran tubuh.

Hasil: pasien susah makan, berat badan: 59 kg, tinggi badan: 160 cm.

2. Mengauskultasibunyi usus.

Hasil: Bunyi usus: 25 kali/menit

3. Memberikan perawatan oral sering, buang sekret, berikan wadah khusus

untuk sekali pakai dan tisu.

Hasil: pasien dapat melakukan instruksi perawat.

4. Mendorong periode istirahat semalam 1 jam sebelum dan sesudah makan.

Berikan makan porsi kecil tapi sering.

Fernando

Hengkelare

Sabtu, 16 Oktober

2010

Page | 72

11:20

11:25

11:30

12:00

Hasil: pasien dapat istirahat 1 jam sebelum dan sesudah makan, porsi

makan kecil tapi sering diberikan.

5. Menghindari makanan penghasil gas dan minuman karbonat.

Hasil: makanan penghasil gas, minuman karbonat dihentikan karna dapat

meningkatkan dispnea.

6. Menghindari makanan sangat panas dan sangat dingin.

Hasil: makanan sangat panas dan sangat dingin dapat meningkatkan

spasme batuk.

7. Menimbang berat badan sesuai indikasi.

Hasil: berat badan: 59 kg

8. Mengkonsultasikan dengan ahli gizi/nutrisi pendukung tim untuk

memberikan makanan yang mudah cerna secara nutrisi seimbang (mis:

tambahan nutrisi tambahan oral/selang).

Fernando

Hengkelare

Sabtu, 16 Oktober

2010

Page | 73

HARI /

TANGGAL

WAKTU Dx /

Int

EVALUASI

PARAF

Jumat, 15

Oktober 2010

12:30

1

S: - Pasien sudah merasa nyaman dengan posisi tidurnya sekarang

- Pasien belum merasa sembuh karna masih batuk

O: TTV pasien:

- Suhu tubuh

: 37,50

C

- Denyut Nadi

: 80 kali /menit

- Pernafasan

: 28 kali /menit

- Tekanan Darah : 130/80 mmHg

Bunyi napas: krekels, Frekuensi pernapasan: takiphnoe, pasien gelisah

karna sesak napas, pasien tidur dengan kepalanya di sandaran tempat

tidur, menutup jendela dan pintu sesuai dengan situasi dan keadaan

lingkungan, jika sesak napas pasien dapat menggunakan cara bernapas

melalui mulut, pasien bisa nyaman beristirahat setelah diberikan obat.

A: Masalah belum teratasi.

P: Intervensi Lanjut:

1. Mengobservasi TTV Pasien.

2. Mengauskultasi bunyi napas.

3. Mengkaji frekuensi pernapasan.

Page | 74

2

4. Mencatat jika adanya/derajat dispnea.

5. Mengkaji pasien untuk posisi yang nyaman misalnya peninggian

kepala tempat tidur atau duduk pada sandaran tempat tidur.

6. Menjaga lingkungan sekitar pasien seminimum mungkin dari debu

atau asap.

7. Membantu pasien melatih napas secara abdomen atau bibir

8. Memberikan obat sesuai indikasi: Kromolin 3x1, Antimikrobial 1x1,

Analgesik(mis: kodein) 3x1.

S: - pasien belum merasa nyaman dengan kondisinya sekarang

O: - Frekuensi pernapasan: Takiphnoe dan dangkal, posisi kepala pasien

diatas sandaran tempat tidur, pasien mengalami sianosis, sputum,

kental, tebal, dan banyak sekresi, bunyi napas: krekels, Getaran

vibrasi menurun dugaan terdapat pengumpulan cairan/ udara terjebak,

Pasien gelisah (manifestasi umum pada hipoksia), aktivitas pasien

dibatasi, istirahat diutamakan, tanda vital dan irama jantung normal,

oksigen yang diberikan dengan menggunakan masker oksigen.

A: Masalah belum teratasi.

Fernando Hengkelare

Sabtu, 16 Oktober 2010

Page | 75

3

P: Intervensi Lanjut:

1. Mengkaji frekuensi dan kedalaman pernapasan.

2. Meninggikan kepala tempat tidur, bantu pasien untuk memilih

posisi yang mudah untuk bernapas.

3. Mengkaji secara rutin kulit dan warna membran mukosa.

4. Menganjurkan pasien mengeluarkan sputum.

5. Mengauskultasi bunyi napas.

6. Mengpalpasi fremitus.

7. Mengawasi tingkat kesadaran.

8. Mengevaluasi tingkat toleransi aktivitas. Berikan lingkungan yang

tenang. Batasi aktivitas pasien.

9. Mengawasi tanda vital dan irama jantung.

10. Memberikan oksigen tambahan yang sesuai dengan indikasi hasil

GDA dan toleransi pasien.

S: - pasien merasa nyaman dengan kondisinya yang sekarang.

O: - pasien susah makan, berat badan: 59 kg, tinggi badan: 160 cm, Bunyi

usus: 25 x/menit, pasien dapat melakukan instruksi perawat, pasien

Fernando Hengkelare

Sabtu, 16 Oktober 2010

Page | 76

dapat istirahat 1 jam sebelum dan sesudah makan, porsi makan kecil

tapi sering diberikan, makanan penghasil gas, minuman karbonat

dihentikan karna dapat meningkatkan dispnea, makanan sangat panas

dan sangat dingin dapat meningkatkan spasme batuk, Berat badan: 59

kg.

A: Masalah teratasi.

P: Intervensi dihentikan

Fernando Hengkelare

Sabtu, 16 Oktober 2010

Page | 77

BAB III

PENUTUP

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->