Keterampilan Teknis Sipil Dasar untuk Membangun Prasarana Perdesaan bagi Fasilitator Teknik

ILMU DASAR SIPIL TEKNIS Terdapat beberapa jenis keterampilan teknis yang
dibutuhkan oleh seluruh fasilitator teknik di lapangan untuk jenis prasarana mana saja. Keterampilan ini dilengkapi keterampilan lain, seperti keterampilan memfasilitasi proses masyarakat, keterampilan manajemen, dan keterampilan sebagai pelatih masyarakat. Keterampilan teknis umum adalah sebagai berikut: Gambar teknis – Fasilitator teknik harus mampu menghasilkan berbagai gambar teknis sebagai dasar perhitungan kebutuhan bahan dan tenaga, sebagai pedoman jelas untuk konstruksi, sebagai rencana kerja dan pelaporan, dan sebagai alat pelatihan tim desa. 1. Menggambar peta lokasi 2. Menggambar peta akses 3. Menggambar profil lokasi 4. Menggambar denah lokasi 5. Menggambar detail bangunan 6. Menggambar skematik 7. Menggunakan skala 8. Membuat skets bangunan 9. Menggambar isometrik atau tiga dimensi 10. Mengisi take-off sheet agar perhitungan jelas 11. Meletakkan dimensi dan catatan spesifikasi pada gambar 12. Menulis dengan jelas 13. Membuat gambar pascakonstruksi Pengukuran – Fasilitator teknik melakukan pengukuran sebagai dasar perencanaan, pemetaan, dan pengendalian konstruksi. 1. Mengukur dengan menggunakan alat ukur: teodolit, waterpas, clintometer, handlevel 2. Mengukur tanah dan batas tanah 3. Melakukan survei konstruksi dan memasang patok 4. Membuat Survei Antar Patok 5. Melakukan survei tampang melintang untuk menghitung volume pekerjaan tanah 6. Mengukur beda tinggi Perhitungan volume konstruksi –Fasilitator teknik harus mampu menghitung volume konstruksi dengan berbagai cara, sebagai dasar perhitungan volume bahan dan biayanya. 1. Menghitung volume suatu benda 2. Menggunakan BOW untuk menghitung kebutuhan bahan 3. Menghitung Volume Antar Patok 4. Menerapkan Faktor Loss
1

Identifikasi jenis tanah yang ada 2. Kebutuhan penggunaan Molen Ilmu tanah dan fondasi – Tanah merupakan bahan konstruksi yang paling umum. Menentukan kualitas batu. Menghitung kekuatan baja dan kabel baja 4.5. tanah. Menghitung kekuatan kayu 5. dan kayu yang dapat digunakan Hidraulika – Sebagian dari prasarana yang dibangun memanfaatkan sumber air. dan drainase. Menghitung volume pekerjaan tanah 6. Menggunakan Analisis BOW untuk tenaga kerja 2. Membuat rekomendasi jenis fondasi dan mendesainnya Ilmu material konstruksi – Sebagai sarjana teknik sipil. serta menghitung kebutuhan waktu dan biaya untuk sewa alat tersebut. irigasi. Membuat rekomendasi atas perbaikan masalah tanah a. termasuk prasarana air bersih. 1. Meneringkan lahan 7. Menghitung biaya yang dibutuhkan pada RAB Perhitungan kebutuhan tenaga kerja – Fasilitator teknik harus menghitung kebutuhan tenaga kerja untuk prasarana yang akan dibangun di lapangan. Identifikasi sumber tanah untuk timbunan 3. 1. sirtu. Menghitungan beban tanah aktif dan pasif terhadap struktur 8. Identifikasi kekuatan tanah sebagai fondasi bangunan 5. dan untuk jenis lain 2 . serta bahan yang dapat dirusak melalui erosi maupun longsor. Menentukan metode pemadatan tanah dan perhitungannya 4. 1. Menentukan kapasitas dan kebutuhan Bulldozer 3. Menghitung kebutuhan alat tangan 2. Fasilitator teknik harus mengenal bahan ini di lapangan dan mengetahui kegunaan sebagai bahan konstruksi. Menggunakan semen atau kapur untuk mengubah sifat tanah b. bahan timbunan. sanitasi. Menginterpretasikan ujian tanah 6. Menghitung Mandays Antar Patok Perhitungan penggunaan alat – Fasilitator teknik harus menentukan kelayakan menggunakan mesin sebagai pengganti tenaga kerja manusia. Menghitung kebutuhan penggunaan Mesin gilas 5. 1. pasir. fasilitator teknik harus mengenal macam-macam jenis material yang dapat dimanfaatkan dalam konstruksi prasarana. Harus mampu menghitung kekuatan material serta mengenal faktorfaktor yang mempengaruhi kekuatannya. Menghitung kekuatan aspal 3. Menghitung kekuatan dan rasio adukan beton dan spesi 2. Mengeringkan atau membuang air tanah c. Menentukan kapasitas dan kebutuhan Excavator 4. dan perlu diketahui sebagai bahan fondasi.

Memeriksa kualitas fisik c. dan aturan program. Menghitung ukuran saluran yang dibutuhkan untuk debit dan kemiringan tertentu 3. Analisis struktur – Fasilitator teknik harus menghitung besarnya setiap bagian dari struktur. Menentukan kebutuhan pelimpah untuk sebuah bendungan 4. Meneriksa kualitas manajemen konstruksi d. 1. Fasilitator teknik harus mampu memanfaatkan air dan mengendalikan aliran air. administrasi. 1. Ilmu manajemen konstruksi – Fasilitator teknik harus memberi masukan kepada tim desa tentang aspek teknis manajemen konstruksi prasarana. 1. Menghitung debit aliran air yang ada 2. Memilih ukuran dan jenis pompa yang dibutuhkan Hidrologi – Hidrologi adalah ilmu yang mengatur bagaimana sifat air hujan maupun air tanah. Menentukan ukuran pipa 4. Memberi rekomendasi terhadap metode konstruksi yang tahan gempa bumi. Membuat rekomendasi atas perbaikan kualitas fisik e.sering menganggap aliran air sebagai musuh bangunan. Menghitung revisi rencana 6. Membuat jadwal kegiatan 3. sehingga harus mengetahui besarnya beban yang harus ditahan. Menghitung persentase kemajuan fisik 4. baik untuk memanfaatkan air hujan maupun untuk melindungi prasarana dari dampak hujan. selain aspek manajemen tenaga. Mengetahui tingginya air tanah maupun arah alirannya. Menentukan ukuran penulangan besi pada suatu struktur beton 4. Hal ini termasuk segala jenis beban yang mungkin akan mempengaruhi bangunan. 5. Menentukan ukuran saluran dan gorong-gorong untuk lokasi tersebut 3. Menentukan beban maksimal pada suatu komponen struktur 2. Melakukan survei forensik untuk menentukan alasan kegagalan bagian konstruksi 7. Mentukan debit air maksimal dari suatu DAS kecil 2. Mengendalikan kualitas konstruksi untuk semua jenis prasarana a. Menerapkan metode penerimaan dan penyimpanan bahan di tempat kerja. Menerapkan dua puluh cara meningkatkan kualitas fisik di lapangan 3 . Menentukan beban tanah dan air pada suatu tembok 5. 1. Menghitung ukuran komponen struktur 3. Fasilitator teknik harus mampu memperkirakan dampaknya dari hujan yang jatuh di sekitar lokasi prasarana. Menerapkan metode trial b. Mengatur tempat kerja agar pekerjaan efisien dan efektif 2.

menentukan prioritas untuk pemeliharaan. Menggunakan format identifikasi masalah pemeliharaan. Menentukan kebutuhan pemeliharaan semua jenis prasarana. Menguji alternatif penyebab untuk menentukan alternatif mana yang paling tepat 4. Mendesain terasiring dari jaringan saluran pembuangan air untuk stabilitas lereng 6.Penyelesaian masalah teknis di lapangan – Fasilitator teknik merupakan narasumber bagi masyarakat yang menghadapi masalah teknis di lapangan. 1. Menganalisis masalah secara rasional untuk menentukan alternatif penyebab masalah 3. Membuat alternatif penyelesaian masalah 5. Menentukan tindakan yg dibutuhkan untuk menghindari atau mengecilkan dampak negatif 8. 1. Menentukan perlakuan yang dibutuhkan untuk melindungi bangunan 4 . Mengestimasikan kebutuhan bahan dan tenaga kerja untuk pemeliharaan. Mengidentifikasi masalah lingkungan yang ada 2. Menguji alternatif penyelesaian masalah untuk mencari potensi dampak negatif 6. Menentukan jenis perlindungan sungai 7. Mengidentifikasi masalah teknis di lapangan 2. Memberi rekomendasi tentang cara mengelola pemeliharaan. Ilmu lingkungan – Fasilitator teknik harus menjaga proses konstruksi agar tidak terjadi dampak negatif terhadap lingkungan sebagai akibat konstruksi. 4. 1. untuk semua jenis prasarana. dan melakukan pemeliharaan yang dibutuhkan. Menindaklanjuti tindakan yang dipilih 9. Mengantisipasi masalah potensial yang mungkin akan timbul Ilmu pemeliharaan – Fasilitator teknik harus memberi rekomendasi kepada tim desa agar mereka mampu merencanakan pemeliharaan. baik tentang ilmu teknik maupun sikap menghadapi masalah dengan solusi rasional maupun kreatif (berpikir ke samping). Mendesain saluran diversi untuk mengamankan lereng 5. Memilih alternatif yang paling layak 7. Menentukan teknik vegetatif untuk mengatasi masalah erosi dan stabilitas lereng 4. 3. 2. Mengidentifikasi masalah lingkungan potensial 3.

Mendesain tembok yang dibuat dari beton bertulang d.Jalan desa adalah jenis prasarana yang paling sering dibangun oleh masyarakat. Menentukan jenis permukaan jalan 2. Mengawasi kualitas konstruksi 10. Menentukan alinemen jalan 4. Menentukan jenis gorong-gorong d. Memilih jenis tembok yang paling tepat menurut analisis lokasi b. Mendesain tembok penahan tanah a. metode konstruksi. Mengukur kemiringan tebing jalan 6. Menentukan kebutuhan struktur tambahan d.Mendesain jalan Telford 5 . Menentukan metode konstruksi gorong-gorong f. dan alternatif desain. Menghitung kebutuhan material dan tenaga untuk gorong-gorong e. Mengawasi kualitas konstruksi 11. Menentukan jenis pengaspalan yang direkomendasikan b. Mengawasi kualitas konstruksi 8. perlindungan. Menghitung ukuran menurut kemampuan mengeringkan lahan c. 1. Mendesain gorong-gorong a.Mendesain saluran pembuangan air di pinggir jalan a. Jalan desa -. Menghitung daya tahantembok terhadap beban tanah f. Menentukan perlindungan saluran f. Menentukan tempat yang membutuhkan gorong-gorong b. Menentukan kapasitas dan ukuran saluran yang dibutuhkan b. Menentukan volume aspal dan bahan yang dibutuhkan c. Aspek yang dikuasai termasuk perencanaannya. dan fasilitator teknik harus menguasai berbagai jenis konstruksi jalan maupun konstruksi bagian-bagian jalan yang dapat dibangun. Mengawasi kualitas konstruksi 9. seorang fasilitator teknik harus menguasai ilmu teknis tentang jenis prasarana yang biasa dibangun di desa. Medesain bangunan terjunserta perlindungannya e. Menhitung volume bahan dan kebutuhan tenaga kerja 3. Mendesain tembok yang dibutat dari pasangan batu c. Mendesain dan mengawasi pengaspalan jalan a.ILMU SIPIL PER JENIS KONSTRUKSI –Selain keterampilan umum teknik sipil. Mengukur tanjakan 5. Mendesain bronjong kawat e. Menentukan metode pembuangan dari saluran c. Mendesain tikungan tajum di daerah pegunungan 7.

Menentukan kebutuhan diafragma c. Menghitung kebutuhan bahan untuk setiap jenis bahan c.Mendesain jalan sirtu a. Mengawasi pemasangan rabat beton. dan bahu 14. Menghitung kebutuhan lantai d. batu pengunci. Menentukan bentuk standar untuk jalan beton b. bahu 12. Menghitung kebutuhan dan kekuatan gelagar b. sesuai kondisi alam dan kemampuan desa. Menghitung kebutuhan bahan dan tenaga kerja Jembatan – Untuk desain jembatan. Mendesain permukaan jalan c. Menentukan jenis jembatan yang paling layak untuk lokasi 2. karena harus menerapkan banyak rumus dan ilmu yang relatif rumit. Menghitung kebutuhan tenaga kerja c.Mendesain jalan telasah a. Menentukan kebutuhan rel pengaman 6 .Mendesain jalan tanah a. mengingat tinggi air tanah dan jenis bahan b. bahan tengah jalan. Mendesain jenis fondasi di bawah jalan. 1. Menghitung kebutuhan tenaga kerja d. Mengawasi pemasangan lapisan batu utama. Menentukan bentuk standar untuk jalan Telford b.a. lapisan batu utama. Menghitung kebutuhan tenaga kerja d. masyarakat sangat bergantung pada ahli teknik seperti fasilitator teknik.Mendesain jalan rabat beton a. lapisan batu utama. Menghitung kebutuhan bahan untuk setiap jenis bahan c. Menghitung kebutuhan tenaga kerja d. Fasilitator teknik harus menguasai banyak jenis jembatan yang mungkin akan dibangun. Menghitung kebutuhan bahan untuk setiap jenis bahan c.Mendesain jalan di daerah rawa a. Menentukan bentuk standar untuk jalan sirtu b. Menentukan bentuk standar untuk jalan Telasah b. batu pengunci. Mengawasi pemasangan pinggir jalan dan bahu 13. Mendesain perlindungan tebing jalan dan saluran pinggir d. bahu 16.dan bahu 15. Menghitung kebutuhan bahan sirtu c. Menghitung kebutuhan tenaga kerja d. batu pengunci. Mengawasi pemasangan batu pinggir. Mendesain jembatan kerangka baja a. Mengawasi pemasangan batu pinggir. Menentukan bentuk standar untuk Jalan Tanah b.

Menentukan metode penyambungan f. Menentukan jenis konstruksi abutmen dan pilar h. Menentukan apakah perlu perlindungan fondasi dan anker. Mendesain jembatan kayu a. Menentukan jenis fondasi abutmen dan pilar i. kabel pengikat. Menentukan jenis bahan utama jembatan lingkung b. ukurannya. c. dan bahannya e. Menentukan cara pengawetan kayu e.a. penyambung. Menentukan tinggi jembatan j. Menentukan desain dan konstruksi pelindung k. e. Menentukan jenis fondasi. kabel utama. Menentukan panjang jembatan. f. Mengawasi penarikan ketegangan semua kabel 6. ukuran lantai. b. Menghitung volume bahan yang dibutuhkan e. dan lokasi pilon dan anker b. e. i. Menghitung volume bahan yang dibutuhkan serta kebutuhan tenaga kerja c. Mendesain jembatan lingkung a. g. Mengawasi kualitas konstruksi 3. h. Menentukan kedudukan gelagar dan lantai d. Mengawasi pemasangan dek dan rel pengaman g. dan gelagar f. Mengawasi pemasangan pilon. Menentukan ketinggian dek di atas air tertinggi c. Mendesain lingkung jembatan d. Menentukan kebutuhan perlindungan bangunan dan fondasi 7 . beban. Menentukan metode kedudukan di atas abutmen dan pilar g. Mendesain jembatan gantung a. Mendesain jembatan beton Menghitung kebutuhan gelagar Menghitung kebutuhan slab Menghitung penulangan besi beton Menentukan penyambungan gelagar baja dengan dek Menentukan penyambungan gelagar beton dengan slab Menentukan kedudukan gelagar dan dek Menentukan cara mengadukan beton untuk kekuatan yang diinginkan Menentukan cara membuat begisting yang kuat Mengawasi kualitas konstruksi 4. Menentukan penyambungan gelagar dengan dek c. Menghitung kebutuhan gelagar utama kayu b. Menghitung ukuran semua komponen d. serta jenis perlindungan h. d. Mengawasi kualitas konstruksi 5.

Mendesain jembatan dan fondasi e. Menghitung debit air dalam jaringan d. Mendesain coffer dam dan pengeringan fondasi dan tempat kerja Air Bersih – Air bersih merupakan jenis prasarana yang banyak variasi dan alternatif konstruksi. Menentukan kelayakan jembatan limpas banjir di lokasi b. Menentukan jenis fondasi yang layak untuk dipakai di lokasi rawa c. Mendesain jembatan dan jalan di atasnya e. Mendesain saringan pasir lambat 8 . termasuk tembok sayap dan lantai g. Mengawasi kualitas konstruksi f. Menentukan lokasi dan ukuran bangunan g. Menentukan sumber air yang dapat dipakai 2. Mengawasi kualitas konstruksi 8. Menentukan jenis perlindungan khusus d. Menentukan jenis jembatan yang layak untuk dipakai di lokasi rawa b. Mendesain sistem perpipaan a. Menentukan kebutuhan pelepas tekanan f. Menentukan dan ukuran saringan air a. Menentukan jenis dan ukuran pipa e. Mengawasi kualitas konstruksi perpipaan 7. Mendesain jembatan limpas banjir a. Menentukan perlindungan dan penanaman pipa b. Menguji kualitas air di lapangan 3. Menentukan jenis perlindungan yang dibutuhkan a. Menentukan lokasi jaringan pipa c. Menentukan perlindungan mata air 8. Menentukan kebutuhan debit air 5. Menentukan jenis pengambilan air oleh pemakai h. Menentukan jenis dan bahan fondasi c. Mendesain jembatan di daerah rawa a. Mendesain perlindungan bangunan.f. Menentukan debit air yang tersedia pada musim kemarau 4. Mengukur beda tinggi antara sumber dan pemakai b. Menghitung kebutuhan bahan dan tenaga kerja f. Menentukan jenis bangunan untuk penyediaan air bersih 6. dan termasuk bagian yang cukup sulit dihitung oleh masyarakat sendiri seperti pengukuran beda tinggi dan aliran dalam jaringan perpipaan. Mengawasi kualitas konstruksi 7. Menentukan jenis konstruksi d. 1.

Medesain sumur gali a. Menghitung kebutuhan bahan dan tenaga kerja untuk konstruksi g. Menentukan jenis lokasi. Mendesain atap dan bahannya b. Menentukan jenis MCK yang dibutuhkan 2. 1. Mengawasi kualitas konstruksi bangunan atas 5. ventilasi i. Mendesain bangunan atas MCK 4. Medesain MCK dan TPS c. Mengawasi konstruksi resepan Pasar desa – Konstruksi pasar desa relatif mudah bagi masyarakat. Fasilitator teknik memberi masukan kepada masyarakat agar semua keputusan dilakukan dengan informasi lengkap. Mengawasi kualitas konstruksi 3. Menentukan layout pasar keseluruhan a. Pada pasar desa yang tidak didesain secara sistematis sering timbul masalah yang lebih sulit diatasi bila bangunan sudah jadi. Menentukan lokasi pipa udara dan lubang akses e.b. Mempertimbangkan air tanah: tingginya. Mendesain kerangka kuda-kuda d. Menentukan layout tempat penjualan h. Mendesain lokasi dan ukuran pilar e. 1. Mendesain struktur septik tank a. Mengawasi kualitas konstruksi d. Menentukan jenis lantai f. Menentukan tempat bongkar muat b. Menentukan Lokasi da norientasi bangunan d. Menentukan jenis konstruksi bangunan pasar a. Menghitung ukuran yang dibutuhkan b. dan pembuangan drainase 9 . Menentukan perlindungan sumur dan lantai 10. Mengawasi kualitas konstruksi 6. Menentukan cara mengambil air b. Mendesain sumur bor Sanitasi – Prasarana untuk sanitasi adalah cukup rumit karena bagian-bagian terpenting biasanya tidak kelihatan untuk orang awam dan belum biasa dibangun dengan baik tanpa masukan teknis dari fasilitator teknik. Menentukan jenis bahan untuk struktur atas c. Menentukan lokasi dan konstruksi resepan 7. Mempertimbangkan faktor lingkungan: cahaya. Menentukan jenis konstruksi c. Menentukantempat parkir dan arus lalu lintas 2. Mendesain saringan jenis lain 9. arah alirannya 3. ukuran. tetapi merupakan pekerjaan yang rumit karena banyak pertimbangan yang belum biasa dipertimbangkan.

Mesain pelimpah bendungan a. Menentukan cara membuat bangunan kedap air 2. Mendesain saluran irigasi a. pelimpah. tetapi konstruksi biasanya mudah. Menentukan cara dan volume pemadatan tanah d. Mendesain tanggul yang dibutuhkan 6. Faslilitator teknik juga sangat dibutuhkan untuk pengendalian kualitas. 1. Menghitung kebutuhan debit air irigasi berdasarkan luas lahan. Mendesain bangunan irigasi termasuk bangunan pembagi. Menghitung sistem perguliran air bila dibutuhkan 9.4. Mengawasi kualitas konstruksi 10 . Menentukan jenis bangunan klep yang dibutuhkan 5. Menghitung ukuran saluran b. Mendesain jaringan saluran pembuangan air 8. Mendesain bangunan tempat sampah. Menentukan jenis dan lokasi pelimpah yang dibutuhkan b. Mendesain bangunan bendungan a. Mengawasi kualitas konstruksi Irigasi desa – Irigasi desa merupakan jenis prasarana yang pernah dialami masyarakat. Menentukan jaringan saluran air yang dibutuhkan 4. Mendesain jaringan saluran irigasi berdasarkan bentuk lahan 5. Menghitung ukuran pelimpah yang dibutuhkan c. Perlindungannya 3. talang. terutama untuk menjaga ketinggian semua unsur. tetapi ilmu teknis cukup tinggi untuk desain bendungan. 1. termasuk ukuran dan lokasi 5. Menentukan jenis bahan yang digunakan b. Menentukan jenis pelindungan saluran 6. Menghitung volume bahan yang digunakan c. Mendesain perlindungan yang dibutuhkan 7. Mengawasi kualitas konstruksi Saluran Drainase – Saluran drainase sering dianggap sebagai jenis prasarana yang paling mudah. tidak hanya menggali saluran dengan ukuran bebas. Fasilitator sangat dibutuhkan untuk menjelaskan bahwa desain drainase yang baik merupakan desain yang rumit. padahal perhitungan ukuran saluran sangat rumit. jenis tanaman. Menghitung ukuran saluran pembuangan yang dibutuhkan 3. Menghitung volume bahan dan kebutuhan tenaga kerja 8. dan jaringan saluran. Jenis pelimpah yang dibutuhkan d. dan jenis tanah 4. Menghitung debit air yang dibutuhkan untuk mengeringkan suatu daerah 2. dan bangunan terjun 7.

Mendesain gedung sekolah dan perlenkapannya 3. Mendesain ukuran genset yang dibutuhkan c. Menjamin bahwa gedung dibangun dengan cara yang lebih menahan gempa bumi. Mendesain jaringan kabel listrik dan sambungannya 3. Merencanakan sambungan dengan jaringan listrik 4. Memilih jenis genset yang dibutuhkan b. Mengawasi kualitas konstruksi 7. Mendesain rumah genset d. Menghitung kebutuhan bahan dan tenaga kerja untuk bangunan 6. yang biasanya harus mengikukti kursus terlebih dahulu. Mendesain posyandu dan perlengkapannya 5. drainase. Menentukan aturan operasional genset 2. seperti turbin c. Listrik desa – Listrik desa biasanya dibuat dengan metode genset atau mikrohidro di sungai yang ada.Bangunan jenis lain-lain – Ada banyak jenis prasarana yang merupakan konstruksi gedung. termasuk pembuangan b. Menentukan sumber tenaga yang dibutuhkan e. tetapi sering lupa beberapa aspek teknis yang perlu dipertimbangkan. Mendesain layout bangunan dan saluran air. 1. 1. Mendesain pembangkitan listrik dengan instalasi mikrohidro a. Mengawasi kualitas konstruksi 11 . Masyarakat memiliki keterampilan untuk membangun gedung. Keterampilan ini harus dimiliki sebagian kecil dari fasilitator teknik. Menentukan dan menghitung detail fondasi. dan perlindungan untuk semua bangunan 2. Mendesain komponen pembangkitan listrik. Mendesain gedung polindes dan perlengkapannya 4. dengan banyak fungsi yang dapat dilayani setelah selesai. Mendesain pembangkitan listrik dengan genset a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful