MAT. 15.

Vektor

i

Kode MAT.15

Vektor

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

MAT. 15. Vektor

ii

Kode MAT.15

Vektor

Penyusun:

Dr. Abadi, M.Sc.

Editor: Dr. Manuharawati, MSi. Dra. Kusrini, M.Pd.

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004
MAT. 15. Vektor

iii

karena dinamika perubahan sain dan teknologi di industri begitu cepat terjadi. Oleh karena itu. Sumber dan bahan ajar pokok Kurikulum SMK Edisi 2004 adalah modul. kami dapat menyusun bahan ajar modul manual untuk SMK Bidang Adaptif. diharapkan digunakan sebagai sumber belajar pokok oleh peserta diklat untuk mencapai kompetensi kerja standar yang diharapkan dunia kerja dan industri. yakni mata pelajaran Fisika. dalam kesempatan ini tidak MAT. baik modul manual maupun interaktif dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional (SKN) atau standarisasi pada dunia kerja dan industri. Modul ini disusun melalui beberapa tahapan proses. yakni mulai dari penyiapan materi modul. tentu dengan banyaknya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang perlu diberikan penghargaan dan ucapan terima kasih. penyusunan naskah secara tertulis. Modul yang disusun ini menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan kompetensi. Pekerjaan berat ini dapat terselesaikan. Kimia dan Matematika. Harapannya. maka modul ini masih akan selalu dimintakan masukan untuk bahan perbaikan atau direvisi agar supaya selalu relevan dengan kondisi lapangan. 15. modul yang telah disusun ini merupakan bahan dan sumber belajar yang berbobot untuk membekali peserta diklat kompetensi kerja yang diharapkan. serta divalidasi dan diujicobakan empirik secara terbatas. Namun demikian. Validasi dilakukan dengan teknik telaah ahli (expertjudgment). kemudian disetting dengan bantuan alat-alat komputer. Dengan modul ini. Vektor iv . sebagai konsekuensi logis dari Kurikulum SMK Edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kompetensi (CBT: Competency Based Training).Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan hidayah-Nya. sementara ujicoba empirik dilakukan pada beberapa peserta diklat SMK.

Vektor v . Gatot Hari Priowirjanto. NIP 130 675 814 MAT. pengorbanan waktu. Kimia. terutama tim penyusun modul (penulis. Adaptif untuk mata pelajaran Matematika. M. n. Kami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi. 15. praktisi dunia usaha dan industri. Jakarta. Diharapkan para pemakai berpegang pada azas keterlaksanaan. atau praktisi yang sedang mengembangkan modul Dr. kesesuaian dan fleksibilitas. Desember 2004 a. dengan mengacu pada perkembangan IPTEK pada dunia usaha dan industri dan potensi SMK dan dukungan dunia usaha industri dalam rangka membekali kompetensi yang terstandar pada peserta diklat. dan pikiran untuk menyelesaikan penyusunan modul ini. editor. tenaga. Sc. tenaga ahli desain grafis) atas dedikasi. tenaga komputerisasi modul. Demikian. Fisika. semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua. khususnya peserta diklat SMK Bidang pembelajaran untuk SMK.berlebihan bilamana disampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan. dan pakar akademik sebagai bahan untuk melakukan peningkatan kualitas modul. Ir.

............................................... PENDAHULUAN A............................................. f................................. g............ Glosary ……...................................... Tujuan Kegiatan Pembelajaran ........................................................................ Daftar Judul Modul ..................................... Halaman Francis ................. 15....................... PEMBELAJARAN A.............................. Kata Pengantar .................................................................... E........ Tugas ........................... B................................... Kegiatan Belajar 1.......... Kegiatan Belajar 2 ..................................................................... e............. b. Kunci Tugas ............. Uraian Materi.......................................................... b.............. Tes Formatif............................... e.................................................. Cek Kemampuan .................. Rangkuman ................. c............... Kata Pengantar ........................................... Kegiatan Belajar ..... Kompetensi...................................................................................................................................... g...DAFTAR ISI ? ? ? ? ? ? ? ? Halaman Sampul ............... Rangkuman .................................................................................................................. Tujuan Kegiatan Pembelajaran ...................................................... Deskripsi ................ Prasyarat ................. Kunci Jawaban Formatif .................................................................................................. d. Daftar Isi …… ................................... Petunjuk Penggunaan Modul...................................................................... a.................................. F......... MAT.................... B...... c....................................................... C.. Tes Formatif........... Tujuan Akhir ................ 1 1 2 2 4 5 II................................................ a......................................................................... Vektor vi ..................................................... 8 9 9 9 9 20 21 22 23 24 26 26 26 32 33 34 36 38 2................................................... Peta Kedudukan Modul... d............... Kunci Jawaban Formatif ................................ Uraian Materi................................................ Rencana Belajar Peserta Diklat ................................................................................................................................................ Tugas .................................................................................... D.............. f..... i ii iii v vi viii ix x I...................... Kunci Tugas .. 1.

3. Kegiatan Belajar 3 .............................................................. a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran ........................................ b. Uraian Materi................................................................. c. Rangkuman .................................................................. d. Rangkuman .................................................................. e. Kunci Tugas .................................................................. f. Tes Formatif.................................................................. g. Kunci Jawaban Formatif .................................................. 4. Kegiatan Belajar 4 .............................................................. a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran ........................................ b. Uraian Materi................................................................. c. Rangkuman .................................................................. d. Rangkuman .................................................................. e. Kunci Tugas .................................................................. f. Tes Formatif.................................................................. g. Kunci Jawaban Formatif .................................................. III. EVALUASI ...............................................................................

41 41 41 47 47 48 51 52 55 55 55 61 61 62 66 67 70 70 71 73 74

A. SOAL TES EVALUASI .............................................................. B. KUNCI JAWABAN TES EVALUASI ............................................. IV. PENUTUP ............................................................................... DAFTAR PUSTAKA .............................................................................

MAT. 15. Vektor

vii

PETA KEDUDUKAN MODUL
MAT.01

MAT.02

MAT.03

MAT.04

MAT.05

MAT.06

MAT.07

MAT.08

MAT.09

MAT.10

MAT.11

MAT.12

MAT.14

MAT.15

MAT.13

MAT.16

MAT. 15. Vektor

viii

Daftar Judul Modul
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kode Modul MAT.01 MAT.02 MAT.03 MAT.04 MAT.05 MAT.06 MAT.07 MAT.08 MAT.09 MAT.10 MAT.11 MAT.12 MAT.13 MAT.14 MAT.15 MAT.16 Judul Modul Matrik Logika Matematika Persamaan dan Pertidaksamaan Geometri Dimensi Dua Relasi Dan Fungsi Geometri Dimensi Tiga Peluang Bilangan Real Trigonometri Irisan Kerucut Statistika Barisan Aproksimasi Kesalahan ProgramLinier Vektor Matematika Keuangan

MAT. 15. Vektor

ix

MAT. Dua vektor dikatakan sama jika kedua vektor tersebut mempunyai besar (modulus) dan arah yang sama. Yaitu besar dari vektor yang merupakan panjang segmen garis berarah yang menyatakan vektor tersebut. Vektor nol adalah vektor yang besarnya nol dan tidak mempunyai arah. Jika diberikan komponen-komponen suatu vektor maka vektor tersebut dapat digambar dan dapat ditentukan besarnya.0) dan berujung di titik pada ruang koordinat. Yaitu dengan menghimpitkan pangkal kedua vektor u1 dan u2. Jumlah atau resultan kedua vektor adalah diagonal jajargenjang yang sisi-sisinya adalah u1 dan u2. Vektor yang besarnya sama dengan u tetapi arahnya berlawanan dengan u dikatakan vektor negatif u dan dilambangkan –u. Vektor negatif Vektor nol Aturan segitiga Aturan jajaran genjang Modulus vektor pada bagun ruang Vektor posisi Adalah vektor yang menyatakan kedudukan setiap titik di ruang koordinat Cartesius. Yaitu menghimpitkan ujung vektor pertama dengan pangkal vektor kedua.Glossary ISTILAH Besaran vektor KETERANGAN Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai besar dan arah. Adalah besar dari vektor yang merupakan panjang segmen garis berarah yang menyatakan vektor tersebut. Vektor pada bidang koordinat Cartesius mempunyai dua komponen. yaitu komponen horisontal (sejajar sumbu X) dan komponen vertikal (sejajar sumbu Y). ?a ? ? ? Modulus vektor u = ? b ? dinyatakan dengan |u|= ?c ? ? ? a 2 ? b2 ? c2 . Vektor posisi berpangkal di titik O(0. Vektor x .0). di mana panjang segmen menyatakan besar vektor dan arah anak panah menyatakan arah vektor.0. Vektor dapat dinyatakan sebagai segmen garis berarah. Vektor satuan adalah vektor yang besarnya 1. Vektor pada bidang koordinat Cartesius Modulus vektor Vektor posisi Adalah vektor dengan pangkal di titik O(0. hasilnya adalah vektor dengan pangkal vektor pertama dan ujung vektor kedua. 15. Modulus vektor u = ? ? dinyatakan |u|= ?b? ? ? ?a ? a 2 ? b2 .

Dengan demikian a – b = a + (-b). Vektor satuan adalah vektor yang besarnya 1. Vektor satuan yang searah dengan suatu vektor v ditentukan dengan rumus v . 15.Vektor nol Vektor satuan Vektor nol adalah vektor yang besarnya nol dan tidak mempunyai arah. Vektor xi . Selisih dua vektor Penjumlahan dua vektor MAT. Adalah menjumlahkan vektor pertama dengan lawan (negatif) vektor kedua. v Hasil kali dua vektor Hasil kali vektor u dengan skalar n akan menghasilkan vektor yang besarnya n kali besar u dan arah sama dengan u. Penjumlahan dua vektor pada bangun ruang prinsipnya sama dengan penjumlahan dua vektor pada bidang datar.

kesamaan dua vektor. Kegiatan Belajar 4 membahas tentang lingkup vektor pada bangun ruang. yang terdiri dari tiga Kegiatan Belajar. vektor posisi. Kegiatan Belajar 2 tentang lingkup vektor pada bidang datar. kesamaan dua vektor. vektor negatif.BAB I. Diharapkan anda berperan aktif dalam mengkonstruksi konsep. PENDAHULUAN A. Pendekatan yang digunakan dalam menyelesaikan modul ini menggunakan pendekatan kontekstual. selisih dua vektor. MAT. di mana guru merancang materi pembelajaran yang mengaitkan sebanyak-banyaknya dengan situasi nyata. vektor satuan. dan vektor satuan. 2. yang meliputi definisi dan notasi vektor. Vektor 1 . Kegiatan Belajar 3 membahas tentang operasi vektor yang meliputi perkalian vektor dengan skalar. vektor nol. vektor nol. Kegiatan Belajar 5 membahas tentang operasi vektor pada bangun ruang yang meliputi perkalian vektor dengan skalar. vektor negatif. yang meliputi modulus vektor. penjumlahan vektor dan selisih dua vektor. Pembelajaran untuk konsep vektor pada bangun ruang dialokasikan 10 jam pelajaran. Pembelajaran untuk konsep vektor pada bidang datar dialokasikan 13 jam pelajaran. Menerapkan konsep vektor pada bidang datar. yang meliputi modulus vektor. Kegiatan Belajar 1 membahas tentang pengertian vektor. baik secara mandiri maupun bersama-sama. yaitu: 1. yang terdiri dari dua Kegiatan Belajar. Dan perkalian skalar dua vektor. Menerapkan konsep vektor pada bangun ruang. Deskripsi Modul tentang vektor ini terdiri atas dua bagian proses pembelajaran yang meliputi dua sub kompetensi. penjumlahan vektor. 15.

kembalilah mempelajari materi yang terkait. Jika anda menemui kesulitan. Pahamilah contoh-contoh soal yang ada. dan kerjakanlah semua soal tes formatif yang ada. hal-hal yang perlu Anda lakukan adalah sebagai berikut: 1. kembalilah mempelajari materi yang terkait. C. 5. Kerjakan soal evaluasi dengan cermat. 2. anda juga akan mendapat pengetahuan tambahan. Pelajari daftar isi serta skema modul dengan cermat. Jika anda mempunyai kesulitan yang tidak dapat anda pecahkan. Jika dalam mengerjakan soal anda menemui kesulitan. D. catatlah. karena daftar isi dan peta kedudukan modul ini akan menuntun anda dalam mempelajari modul ini dan kaitannya dengan modul-modul yang lain.B. kemudian tanyakan kepada guru pada saat kegiatan tatap muka atau bacalah referensi lain yang berhubungan dengan materi modul ini. Untuk mempelajari modul ini haruslah berurutan. kompetensi yang diharapkan adalah anda dapat menerapkan konsep vektor dalam memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan penggunaan vektor. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini. 15. Petunjuk Penggunaan Modul Untuk mempelajari modul ini. Secara lebih rinci setelah telah mempelajari modul ini diharapkan anda dapat: MAT. Prasyarat Untuk mempelajari modul ini Anda disyaratkan telah mempelajari dan menguasai modul tentang Geometri Dimensi Tiga. 3. karena materi yang mendahului merupakan prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya. 4. Vektor 2 . Dengan membaca referensi lain.

5. Menentukan negatif dari suatu vektor. Menyatakan bahwa dua vektor sama dengan gambar. MAT. 10. Menyatakan bahwa dua vektor sama dengan memperhatikan komponenkomponennya. 12. Menentukan hasil kali suatu vektor dengan skalar. 7. Menentukan perkalian skalar dua vektor. Menyatakan vektor satuan yang searah dengan suatu vektor yang diberikan. Menggambarkan vektor sebagai segmen garis berarah bila diberikan komponen-komponennya. 8. 2. 9. Menentukan vektor posisi suatu vektor. Vektor 3 . Menghitung modulus vektor bila diberikan suatu vektor.1. 4. 6. Menggunakan pengertian vektor nol dalam operasi vektor. Menentukan selisih dua vektor. 11. 15. Menentukan hasil penjumlahan vektor-vektor. 3.

Perkalian vektor dengan skalar .Perkalian skalar dua vektor KETERAMPILAN ? Mengoperasikan dan menggambar vektor dengan rumus yang sesuai 2.Vektor nol .Vektor posisi .Perkalian vektor dengan skalar .Vektor satuan ? Operasi pada Vektor .Vektor satuan ? Operasi pada Vektor .Selisih dua vektor ? Lingkup vektor .Modulus vektor .Selisih dua vektor . Vektor 4 .Vektor negatif . Kompetensi KOMPETENSI PROGRAM KEAHLIAN KODE DURASI PEMBELAJARAN : : : : VEKTOR Program Adaptif MATEMATIKA/MAT 05 25 Jam @ 45 menit MATERI POKOK PEMBELAJARAN SIKAP ? Teliti dan cermat dalam menyelesaikan masalah vektor SUB KOMPETENSI 1.Penjumlahan vektor .Penjumlahan vektor .Vektor negatif . 15. Menerapkan konsep vektor pada bangun ruang ? Operasi vektor pada bangun ruang diselesaikan dengan rumus yang sesuai ? Lingkup vektor ? Operasi vektor ? Teliti dan cermat dalam menyelesaikan masalah vektor MAT.E. Menerapkan konsep vektor pada bidang datar KRITERIA KINERJA ? Konsep vektor dan ruang lingkup vektor dideskripsikan menurut ciri-cirinya ? Operasi pada vektor diselesaikan dengan rumus yang sesuai LINGKUP BELAJAR ? Pengertian vektor ? Lingkup vektor ? Operasi vektor PENGETAHUAN ? Pengertian Vektor ? Lingkup vektor .Kesamaan dua vektor .Modulus vektor .Vektor posisi .Vektor nol .Kesamaan dua vektor .

Pada kondisi yang bagaimana dua buah vektor dikatakan sama? 5. Bagaimanakah cara menghitung perkalian skalar dua buah vektor? MAT. Bagaimanakah sifat vektor nol dalam operasi vektor? 7. Cek Kemampuan Kerjakanlah soal-soal berikut ini. Jelaskan apa yang dimaksud dengan vektor. 2. Bagaimanakah cara menentukan vektor posisi suatu vektor? 4. Vektor 5 . maka Anda dapat langsung mengerjakan soal-soal evaluasi pada Bab III.F. Bisakah Anda menentukan negatif dari suatu vektor? 6. Apa yang Anda peroleh apabila suatu vektor dikalikan dengan skalar? 9. Bagaimanakah cara menjumlah atau mengurangi dua buah vektor? 10. 1. Bagaimanakah cara menentukan modulus suatu vektor? 3. 15. Apabila Anda merasa dapat mengerjakan semua soal dengan benar. Apakah yang dimaksud dengan vektor satuan? 8.

BAB II. berilah alasannya kemudian mintalah tanda tangan kepada guru atau instruktur anda. Jika ada perubahan dari rencana semula. RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi Sub Kompetensi : : Menerapkan konsep vektor. 15. Vektor 6 . PEMBELAJARAN A. Jenis Kegiatan Tempat Belajar Alasan perubahan Tandatangan Guru Tanggal Waktu MAT. ? Menerapkan konsep vektor pada bidang datar ? Menerapkan konsep vektor pada bangun ruang Tulislah semua jenis kegiatan yang anda lakukan di dalam tabel kegiatan di bawah ini.

diharapkan anda dapat: ? Memberikan contoh besaran fisika yang memiliki besar dan arah. ? Mengetahui komponen-komponen dari vektor. b. KEGIATAN BELAJAR 1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 1 Setelah mempelajari kegiatan belajar ini. Kegiatan Belajar 1: Pengertian Vektor a. Untuk sampai pada kota yang diinginkan pengguna jalan harus mengikuti arah dan menempuh jarak yang ditentukan. ? Dapat menuliskan notasi-notasi vektor. yaitu arah dan jarak (besar) yang harus ditempuh. 15. Banyak contoh besaran fisika yang MAT. Dengan demikian ada dua hal yang harus diperhatikan. Vektor 7 . Uraian Materi 1 1) Pengertian Vektor Perhatikan papan penunjuk arah pada gambar berikut. ? Menggambarkan vektor apabila diberikan komponen-komponennya. Anda harus membelok ke arah kanan dan menempuh jarak sejauh 67 km dari lokasi papan petunjuk tersebut. Misalnya: Untuk mencapai kota Yogyakarta.B. ? Membedakan besaran vektor dengan besaran skalar. Gambar di samping adalah Yogyakarta Solo ? 67km ? ? ? ? 86km papan petunjuk bagi pengguna jalan tentang arah dan jarak yang harus ditempuh untuk sampai di kota yang dituju.

percepatan. dan sebagainya. dan c yang mempunyai arah dan panjang yang berbeda-beda.1 terdapat vektor a. Contoh 1. antara lain: kecepatan.memiliki arah dan besar seperti uraian di atas. Vektor 8 . Vektor disimbolkan dengan huruf tebal atau dengan huruf yang digaris bawahi. vektor p dan q mempunyai arah sama tetapi panjang berbeda. Vektor juga dapat diberi simbol dengan menyebutkan pangkal dan ujung vektor dengan huruf kapital dan diatasnya diberi tanda panah. gaya.1: a b c Pada Contoh 1. 15. Segmen garis berarah tersebut dinamakan vektor.2: p q r s Pada Contoh 1. Besaran yang mempunyai arah dan besar biasanya dinyatakan dengan segmen garis berarah. Panjang ruas garis mewakili besar (panjang) vektor dan anak panah mewakili arah vektor. MAT. Untuk menyatakan suatu vektor dapat dilakukan pada bidang datar atau bidang koordinat Cartesius XOY dengan menggambar ruas garis dengan anak panah di salah satu ujungnya. sedangkan arah vektor dinyatakan oleh kemiringan segmen garis dan anak panahnya. Panjang segmen garis berarah menyatakan besar vektor. Di modul ini kita menyatakan vektor dengan huruf yang digaris bawahi. sedang vektor q dan r mempunyai arah dan panjang yang sama. b. Contoh 1. vektor p dan r mempunyai panjang sama tetapi arah berbeda.2.

MAT. serong kanan bawah. Vektor juga dapat digambarkan pada bidang koordinat Cartesius. Contoh 1. bawah. 15. Vektor PQ mempunyai pangkal titik P dan ujung titik Q. Anda dapat melakukannya dengan menekan tombol kanan.3: B P Q A Pada Contoh 1. diikuti dengan menekan tombol atas atau dengan menekan tombol atas.3 terdapat vektor AB dan PQ . Vektor AB mempunyai pangkal titik A dan ujung titik B. kiri. serong kiri atas dan sebagainya. atas. Vektor 9 .Contoh 1.4: Y B p A O X 2) Komponen Vektor Pernahkah Anda bermain game sepakbola menggunakan playstation? Anda akan menggerakkan pemain di layar televisi dengan menggerakkan tombol-tombol ke kanan. diikuti dengan menekan tombol kanan. Cara lain yang lebih cepat adalah dengan menekan tombol kanan dan tombol atas secara bersamaan. Untuk memindahkan pemain ke arah kanan atas.

Pemain-pemain sepakbola merupakan titik-titik yang dapat dipindahkan pada bidang XOY. Vektor 10 . percepatan. sedang komponen Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai besar (panjang) dan arah dan digambarkan sebagai segmen garis berarah.Layar televisi dapat kita umpamakan bidang datar yang dapat digambarkan dengan bidang koordinat Cartesius XOY. 15. Perpindahan letak pemain sepakbola itu merupakan suatu vektor. MAT. Vektor yang digambarkan pada bidang koordinat mempunyai komponen horisontal (gerakan ke kanan/kiri) dan komponen vertikal (gerakan ke atas/bawah). sebesar xB – xA.xA A (xA. Contoh 1. Pemain sepakbola dapat berpindah letak ke segala arah dengan cara seperti uraian di atas. Contoh dari besaran vektor. dan sebagainya. kecepatan. yaitu gerakan ke kanan/kiri dan gerakan ke atas/bawah.yA xB .5: Y B (xB. yA) O X Komponen horisontal vektor AB vertikal vektor AB 3) Besaran Vektor sebesar yB – yA. Pada prinsipnya setiap perpindahan letak pemain dapat ditentukan oleh dua komponen. Besar vektor dinyatakan dengan panjang segmen garis berarah. yB ) yB . antara lain: gaya.

Perhatikan gambar di atas. Berdasarkan Teorema Pythagoras maka panjang AB dapat dihitung sebagai berikut: ?AB ? 2 = (komponen horizontal)2 + (komponen vertikal)2 AB ? ?XB ? X A ?2 ? ?YB ? YA ?2 Contoh 1. 2) O X MAT.-5) dan H(-2. Vektor 11 .7) maka panjang vektor DH adalah | DH | ? ? ? ?? 2 ? 3?2 ? ?7 ? (? 5)?2 ?? 5 ?2 ? 12 2 25 ? 144 ? 169 = 13 4) Notasi Vektor Karena vektor mempunyai dua komponen yaitu komponen horisontal (sejajar sumbu X) dan komponen vertikal (sejajar sumbu Y) ?x ? maka setiap vektor dapat dinyatakan dengan notasi ? ? di mana x ?y ? ? ? komponen horisontal dan y komponen vertikal. Contoh Y B (9. 15. Besar vektor AB adalah panjang AB . 7) 7–2=5 9–3=6 A (3.6: Jika D(3.

Vektor 12 . berarti dari titik C melangkah 5 satuan ke kanan ?3? ?? ? 4 ? dan 3 satuan ke atas. berarti dari titik E melangkah 4 ?? 3? ? ? satuan ke kanan dan 3 satuan ke bawah. Vektor EF = ? ? . yang artinya bahwa ?5? ? ? adalah vektor AB komponen horisontalnya 6 (enam) satuan ke kanan dan komponen vertikalnya 5 (lima) satuan ke atas. E D 4 satuan 3 satuan 3 satuan C 5 satuan F Contoh 1. jika diberikan komponen-komponen vektor maka kita dapat menggambar vektor yang dimaksud pada bidang datar atau bidang koordinat Cartesius. sehingga diperoleh K(-1. 15.-1).2). 5) Menggambar Vektor Sebaliknya. Contoh: ?5? Vektor CD = ? ?. MAT.?6? Vektor AB di atas dinotasikan AB = ? ? .7 ?? 2 ? Vektor PK = ? ? dengan P(1. berarti dari titik P melangkah 2 satuan ? 3 ? ? ? ke kiri dan 3 satuan ke atas.

Jika diberikan komponen-komponen suatu vektor maka vektor tersebut dapat digambar dan dapat ditentukan besarnya. Vektor dapat dinyatakan sebagai segmen garis berarah. 15.2) 3 satuan O P (1. carilah contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan vektor. Vektor X 13 . Tugas 1 1) Berdasarkan pengertian vektor. di mana panjang segmen menyatakan besar vektor dan arah anak panah menyatakan arah vektor.2) O MAT. 2) Bagaimana jika ada dua vektor yang mempunyai besar dan arah yang sama? 3) Perhatikan gambar berikut Y B (6. Rangkuman 1 Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai besar dan arah.Y K (-1. Vektor pada bidang koordinat Cartesius mempunyai dua komponen. d.5) A(2. -1) 2 satuan X c. yaitu komponen horisontal (sejajar sumbu X) dan komponen vertikal (sejajar sumbu Y).

1) Dari besaran-besaran berikut.a) Tentukan komponen-komponen vektor AB b) Hitung panjang vektor AB c) Gambar vektor SD yang searah dengan vektor AB tetapi besarnya 1 satuan d) Gambar vektor NG yang besarnya sama dengan vektor AB tetapi arahnya berbeda e) Gambar vektor KO yang sama dengan vektor AB dan K(-3. 15. Tes Formatif 1 Kerjakanlah soal-soal di bawah ini. manakah yang merupakan besaran vektor? a) kecepatan sebuah mobil b) gerakan jarum jam c) lintasan kereta api d) arus air di sungai e) gaya tarik suatu magnet 2) Perhatikan gambar vektor-vektor berikut: a b c f Manakah vektor yang a) besarnya sama tetapi arahnya berbeda b) arahnya sama tetapi besarnya berbeda c) besar dan arahnya sama d) besar dan arahnya berbeda e) searah MAT. Vektor d e 14 .1) e.

4) ?2? ? ? ?? 4? d) RP ? ? ? dengan P(2.-1) ? 1 ? ? ? ?? 2? e) CS ? ? ? dengan C(3.1) ?4? ? ? ?3? b) s = ? ? dengan ujung di titik (-1.3) Tentukan komponen-komponen dari vektor-vektor berikut. Kunci Jawaban Tes Formatif 1 1) a) kecepatan sebuah mobil d) arus air di sungai e) gaya tarik suatu magnet MAT. Vektor 15 . 15.4) ?? 2? ? ? f. Y p q r K R O X D 4) Tulislah notasi vektor-vektor di atas. 5) Gambarlah vektor-vektor berikut B ?2? a) k = ? ? dengan pangkal di titik (-2.2) ? ? 1? ? ? ?3? c) GH ? ? ? dengan G(0.

Vektor 16 .2) a) vektor c dan d b) vektor b c) vektor f d) vektor e e) vektor b dan f 3) a) komponen horizontal vektor p adalah 3 satuan komponen vertikal vektor p adalah 2 satuan b) komponen horizontal vektor q adalah 3 satuan komponen vertikal vektor q adalah 4 satuan c) komponen horizontal vektor r adalah 5 satuan komponen vertikal vektor r adalah 0 satuan d) komponen horizontal vektor DR adalah 2 satuan komponen vertikal vektor DR adalah 2 satuan e) komponen horizontal vektor KB adalah 3 satuan komponen vertikal vektor KB adalah 4 satuan ? 3 ? 4) a) p = ? ? ?? 2 ? ? ? ?3? b) q = ? ? ?4? ? ? ?5? c) r = ? ? ?0? ? ? ?2? d) DR ? ? ? ?2? ? ? ?? e) KB ? ? ?? ? 3? ? 4? ? MAT. 15.

15. Vektor 17 .5) Y H k G C s S X P O R MAT.

Kegiatan Belajar 2: Lingkup Vektor pada Bidang Datar a. Perhatikan gambar di bawah ini. Uraian Materi 2 1) Modulus Vektor Vektor yang digambarkan pada bidang koordinat mempunyai komponen horisontal (searah sumbu X) dan komponen vertikal (searah sumbu Y). 15. Vektor 18 .2. yB ) yB .xA A (xA. Y B (xB. Tujuan Kegiatan Belajar 2 Setelah mempelajari kegiatan belajar 2 ini. yA) O X Komponen vektor AB yang horisontal sebesar xB – xA.yA xB . diharapkan Anda dapat: ? menghitung modulus vektor pada bidang datar ? menentukan vektor posisi suatu vektor pada bidang datar ? menyatakan bahwa dua vektor sama pada bidang datar ? menentukan negatif dari suatu vektor pada bidang datar ? menyatakan pengertian vektor nol pada bidang datar ? menentukan vektor satuan pada bidang datar b. MAT. sedang komponen vektor AB yang vertikal sebesar yB – yA.

-5) dan H(-2. maka berdasarkan Teorema Pythagoras berlaku: PS ? PQ ? QS 2 2 2 Q 6 satuan P = 62 + 82 = 36 + 64 = 100 | PS | = 10 ?? 6? Jadi modulus vektor PS = ? ? adalah 10 satuan. Contoh 2. Vektor 19 .2: ?? 6? Vektor PS = ? ? dapat digambar dari titik pangkal P ke kiri 6 satuan ? 8 ? ? ? dan ke atas 8 satuan seperti berikut: S Karena PQS merupakan segitiga siku-siku di 8 satuan Q. Berdasarkan Teorema Pythagoras maka panjang AB dapat dihitung sebagai: ?AB ? 2 = (komponen horisontal)2 + (komponen vertikal)2 . atau | AB |? Contoh 2.Besar vektor AB adalah panjang AB dan disebut modulus vektor AB .7) maka modulus vektor DH adalah | DH |? ? ? ?? 2 ? 3?2 ? ?7 ? (? 5)?2 ?? 5 ?2 ? 12 2 25 ? 144 ? 169 = 13 Jadi modulus vektor DH adalah 13 satuan. ? 8 ? ? ? MAT. 15.1: ?X B ? X A ?2 ? ?YB ? YA ?2 Jika diketahui D(3.

Koordinat titik P merupakan komponen-komponen dari vektor OP . Y O X MAT.3: Y P (xP . setiap titik P pada bidang dapat dinyatakan sebagai vektor OP . 15. Perhatikan gambar berikut. 3) Kesamaan Dua Vektor Dua vektor dikatakan sama jika kedua vektor tersebut mempunyai besar dan arah yang sama. yP ) O X Pada contoh di atas vektor posisi OP mempunyai komponen horisontal xP dan komponen vertikal yP. Contoh 2. Vektor 20 .2) Vektor Posisi Pada bidang koordinat Cartesius. Vektor OP disebut vektor posisi dari titik P.

Contoh 2.5: u -u ?a ? Jelas bahwa jika komponen vektor u = ? ? . 15. S(-1. Vektor 21 . Q(4. karena PQ searah dengan RS dan | PQ | = | RS | .Keempat vektor pada gambar di atas adalah sama karena mempunyai besar dan arah yang sama.5).-3). Contoh 2. maka komponen ?b ? ? ? MAT.4: Diketahui vektor titik-titik P(1. R(-4.1).1). Y Q S P X O R PQ = RS . 4) Vektor Negatif Vektor yang besarnya sama dengan vektor u tetapi arahnya berlawanan disebut vektor negatif dari u dan ditulis sebagai -u.

? 3 ? Vektor b = ? 5 4 ? adalah vektor satuan ?? ? ? 5? karena modulus b = ? ? ? ?? ? 3 2 5 4 2 5 = 9 25 ? 16 25 ? 25 25 = 1.7: ?1? Diketahui vektor c = ? ? .?? a ? –u = ? ? . ?0? ? ? Pada koordinat bidang Cartesius. ?? b ? ? ? 5) Vektor Nol Yang dimaksud dengan vektor nol adalah vektor yang besarnya nol atau tidak mempunyai panjang (berupa titik). Vektor 22 . Kita dapat menentukan vektor satuan yang searah dengan vektor v menurut rumus berikut: Contoh 2. Vektor nol tidak mempunyai ?0? arah tertentu.6: ?1? Vektor a = ? ? ?0? ? ? adalah vektor satuan karena modulus a = 12 ? 0 2 =1. Vektor satuan yang searah dengan vektor c ?1? ? ? v v MAT. Vektor nol dilambangkan dengan 0 = ? ? . 6) Vektor Satuan Vektor yang mempunyai panjang (modulus) 1 satuan disebut vektor satuan. Contoh 2. 15.0). vektor nol adalah titik O(0.

MAT. Vektor nol adalah vektor yang besarnya nol dan tidak mempunyai arah. Vektor satuan adalah vektor yang besarnya 1. 15. c. d.0). Vektor posisi adalah vektor dengan pangkal di titik O(0. maka vektor satuannya c ? ? . Rangkuman 2 Modulus vektor adalah besar dari vektor yang merupakan panjang segmen garis berarah yang menyatakan vektor tersebut. ?a ? Modulus vektor u = ? ? dinyatakan |u|= ?b ? ? ? a2 ? b2 . Dua vektor dikatakan sama jika kedua vektor tersebut mempunyai besar (modulus) dan arah yang sama. Tugas 2 1) Diskusikan pernyataan-pernyataan berikut: a) Vektor nol merupakan vektor posisi b) Modulus dari suatu vektor sama dengan modulus vektor negatifnya c) Vektor satuan merupakan vektor posisi d) Vektor satuan dari suatu vektor selalu sejajar dengan vektor yang diberikan tersebut. Dapat ditunjukkan vektor yang diperoleh mempunyai ? ? modulus 1. Vektor 23 . 2) Perhatikan gambar berikut. Karena |c|= 12 ? 12 ? 2 .adalah vektor ? adalah ? ? ? 1 2 1 2 c . Vektor yang besarnya sama dengan u tetapi arahnya berlawanan dengan u dikatakan vektor negatif u dan dilambangkan –u.

-4) MAT.Gambarlah vektor yang a) sama dengan vektor PR R b) negatif dari vektor PR c) vektor satuan dari vektor PR P d) vektor nol X e) vektor posisi yang sama dengan PR O ? 3 ? 3) Jika d = ? ? tentukan: ?? 4? ? ? a) modulus dari d b) negatif dari d c) vektor satuan dari d e. Vektor 24 . Tes Formatif 2 1) Tentukan modulus dari vektor-vektor berikut ? 4 ? a) d = ? ? ?? 5? ? ? b) AN dengan A(-2. 15.3) dan N(1.

-5). Kunci Tes Formatif 2 ? 4 ? 1) a) d = ? ? ?? 5? ? ? |d| = 4 2 ? ( ? 5) 2 = 16 ? 25 = 41 = 6. 4) Dari vektor-vektor berikut.-2) ?1? f. MAT. ?0? a) s = ? ? ? ? 1? ? ? b) w = ? ? ?1? ? ? c) RP dengan R(3.-2) dan P(2. Vektor 25 .403. 15.2) Perhatikan gambar berikut. q p R r K O s B X Vektor mana yang a) merupakan vektor posisi b) sama dengan vektor p c) negatif dari vektor p d) vektor satuan e) vektor nol ?? 2 ? 3) Tentukan vektor TV yang sama dengan vektor p = ? ? dengan pangkal ? 3 ? ? ? titik T(3. tentukan vektor satuannya.

2) ?0? 4) a) s = ? ? karena ? ? 1? ? ? b) w ? ?? w ? ? 1 2 1 2 0 2 ? (? 1) 2 ? 0?1 ? 1?1 ? ? ? ? ? ? 1? c) RP = ? ? karena ?0? ? ? ( 2 ? 3) 2 ? ( ? 2 ? ( ? 2)) 2 ? ( ? 1) 2 ? 02 ? 1 ? 0 ? 1 ? 1 MAT.616 2) a) OR dan s b) BK c) r d) q e) 0 ?? 2 ? 3) Karena vektor p = ? ? maka dari titik T(3.3) dan N(1. Vektor 26 .-4) | AN | = (1 ? (? 2)) 2 ? ( ? 4 ? 3) 2 ? 32 ? ( ? 7) 2 ? 9 ? 49 ? 58 =7.b) AN dengan A(-2. 15.-5) ke kiri 2 satuan dan ke ? 3 ? ? ? atas 3 satuan. Maka V(1.

yaitu besaran yang memiliki besar (panjang) dan arah. Adapun bilangan yang kita gunakan untuk mengukur besaran skalar disebut skalar.3. diharapkan Anda dapat: ? menentukan hasil kali suatu vektor dengan skalar ? menentukan hasil penjumlahan vektor-vektor ? menentukan selisih dua vektor b. Karena skalar hanya mempunyai besar maka perkalian vektor dengan skalar hanya akan berpengaruh pada besar vektor saja. sedangkan arahnya tetap. hasil kali vektor u dengan skalar n akan menghasilkan vektor nu yang besarnya n kali besar u dan arahnya sama dengan u bila n positif. Uraian Materi 3 1) Hasil Kali Vektor dengan Skalar Pada lembar kegiatan belajar 1 anda telah mengenal besaran vektor. Besaran yang hanya memiliki besar disebut besaran skalar. Kegiatan Belajar 3: Operasi Vektor a. 15. Vektor 27 .1: -2u u 3u MAT. Tujuan Kegiatan Belajar 3 Setelah mempelajari kegiatan belajar 3 ini. misalnya: jarak. Hasil kali vektor u dengan skalar 2 akan menghasilkan vektor dengan besar 2 kalinya sedangkan arahnya tetap. massa. ada besaran fisika lain yang hanya memiliki besar. dan sebagainya. Secara umum. waktu. Selain itu. Contoh 3. Vektor dapat dioperasikan dengan skalar. dan berlawanan arah u bila n negatif.

Tetapi jika Pak Bajuri naik pesawat. Jika naik kereta api dia harus melalui Purwakarta dahulu. jika a = ? ? ?a1 ? ? ? ?a2 ? maka na = ? ? ? n.Contoh 3. dia dapat Bandung. Pak Bajuri akan pergi ke Bandung.a 2 ? 2) Penjumlahan Vektor Dari Jakarta. kemudian ke Bandung. Vektor 28 . J U1 P U2 B MAT.a 1 ? ?. dengan J mewakili Jakarta.2: Y M K Pada gambar di samping X a) DM = 2 PR ?4? ?2? ? ? ? =2? ? ?4? ?2? ? ? ? ? b) KB = -3 PR R O B P A ? ? D ?? ? ?? ? 6? ?2? ? = -3 ? ? ? ?2? 6? ? ? 1 2 N c) AN = PR ?1? 1 ?2? ? ? = ? ? ?1? 2 ?2? ? ? ? ? Secara umum. 15. P mewakili Purwakarta dan B mewakili Bandung. ? ? n. terbang langsung dari Jakarta ke ini dapat digambarkan dalam Rute perjalanan Pak Bajuri bentuk vektor sebagai berikut.

Sungai itu mempunyai kecepatan arus 5 meter/detik. Arah perjalanan perahu tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Hasil dari gabungan ke dua rute tersebut sama saja dengan rute penerbangan pak Bajuri Jakarta-Bandung. yaitu menghimpitkan ujung vektor pertama dengan pangkal vektor kedua. MAT. dapat dilakukan dengan cara seperti di atas. Jumlah atau resultan kedua vektor adalah diagonal jajargenjang yang sisi-sisinya adalah u1 dan u2. rute Jakarta-Purwakarta diwakili oleh vektor U1 dan dilanjutkan dengan rute Purwakarta-Bandung yang diwakili oleh vektor U 2 . 15.3: Sebuah perahu akan digunakan untuk menyeberangi sungai yang lebarnya 24 meter. Perhatikan gambar berikut. Untuk menggambar jumlah dua vektor. u1 u2 u1 +u2 u2 u1 Contoh 3. Cara ini disebut aturan segitiga. Cara ini disebut aturan jajargenjang. Vektor 29 .Dari gambar di atas. Selain itu dapat juga dilakukan dengan menghimpitkan pangkal kedua vektor u1 dan u2. yang diwakili oleh vektor JB . hasilnya adalah vektor dengan pangkal vektor pertama dan ujung vektor kedua. Masalah di atas merupakan masalah penjumlahan dua vektor atau resultante dari dua vektor.

15. Y Pada gambar di samping M DA + AM = DM ? 3 ? DA = ? ? ?? 2 ? ? ? AM D X O A DM ? ? = ? ? ? 6? ? ? 1 ? ? = ? ? ? 4? ? ? 4 Perhatikan DA + AM = DM Perhatikan. penjumlahan dua vektor lebih mudah menggunakan aturan segitiga. Vektor 30 . Pada bidang koordinat Cartesius. PB menyatakan kecepatan arus AB = AP + PB menyatakan arah P 5 m/dt B dan jarak perjalanan perahu. jika a = ? 1 ? dan b = ? 1 ? ?a ? ?b ? ? 2? ? 2? ? a1 ? b1 ? maka a + b = ? ? a2 ? b2 ? ? ? ? MAT. untuk menentukan komponen horisontal dan vertikal dari vektor hasil penjumlahan diperoleh dari menjumlahkan masing-masing komponen. ?a ? ?b ? Secara umum.A AP 24 meter menyatakan arah dan jarak yang ingin ditempuh perahu.

Contoh 3. 15. Vektor 31 . Resultante dari vektor a.5: Diketahui vektor a. b dan c tersebut. Dengan demikian MAT. b dan c sebagai berikut a ?4 ? ?? 2? ? 2? b c Tentukan resultante dari vektor a.4: Jika p = ? ? dan q = ? ? maka p + q = ? ? ? ? 3? ?5 ? ? 2? ? ? ? ? ? ? Contoh 3. b dan c dapat ditentukan dengan menggunakan aturan segitiga atau aturan jajargenjang. b a a+b c a+b+c atau c b a a+b a+b+c dengan aturan segitiga dengan aturan jajargenjang 3) Selisih Dua Vektor Selisih atau pengurangan adalah lawan dari penjumlahan. Menghitung selisih dua vektor sama artinya dengan a – b = a + (-b) Perhatikan gambar berikut: a-b -b a b menjumlahkan vektor pertama dengan lawan (negatif) vektor kedua.

jika a = ? 1 ? dan b = ? 1 ? ?a ? ?b ? ? 2? ? 2? ? a ? b1 ? maka a . Untuk menggambar jumlah dua vektor.Selisih dua vektor juga dapat digambarkan pada bidang koordinat Cartesius.b = ? 1 ?a ? b ? ? ? 2 2 ? Contoh 3. dapat dilakukan dengan cara MAT. Rangkuman 3 Hasil kali vektor u dengan skalar n akan menghasilkan vektor yang besarnya n kali besar u dan arah sama dengan u. ?a ? ?b ? Secara umum. 15.6: ?5? ?? 3? ?8? Jika p = ? ? dan q = ? ? maka p . untuk menentukan komponen horisontal dan vertikal dari selisih dua vektor diperoleh dari selisih masing-masing komponen. Vektor 32 . S Pada gambar di samping K KL ? ? KS Y Sehingga L O P PK ? KS = PK ? KL = PL PK ? ? = ? ? ? 4? ? ? 4 ? ? 3? KS = ? ? ?2 ? ? ? PL ? ? = ? ? ? 2? ? ? 7 Perhatikan Perhatikan.q = ? ? ?1 ? ?2 ? ? ? 1? ? ? ? ? ? ? c.

Apa yang dapat Anda simpulkan? ?2? ?? 4? 2) Jika p = ? ? dan q = ? ? ?3? ? 5 ? ? ? ? ? Tentukan: a) p + q b) 2p – q c) 3p + 2q d) p 1 2 q MAT. ?a ? ?b ? Pada bidang koordinat Cartesius jika a = ? 1 ? dan b = ? 1 ? maka ?a ? ?b ? ? 2? ? 2? ? n. hasilnya adalah vektor dengan pangkal vektor pertama dan ujung vektor kedua. Vektor 33 . 2) aturan jajargenjang.3).a ? a) na = ? 1 ? ? n.1) aturan segitiga. Tentukan AD ? BK dan BK + AD .-2) dan K(-1.2) dan D(4.a ? ? 2? ? a ? b1 ? b) a + b = ? 1 ?a ? b ? ? ? 2 2 ? ? a ? b1 ? c) a .b = ? 1 ?a ? b ? ? ? 2 2 ? d. Dengan demikian a – b = a + (-b). yaitu menghimpitkan ujung vektor pertama dengan pangkal vektor kedua. 15.5) dan vektor BK dengan B(3. yaitu dengan menghimpitkan pangkal kedua vektor u1 dan u2. Jumlah atau resultan kedua vektor adalah diagonal jajargenjang yang sisi-sisinya adalah u1 dan u2. Tugas 3 1) Gambarlah pada bidang koordinat Cartesius vektor AD dengan A(1. Selisih dua vektor berarti menjumlahkan vektor pertama dengan lawan (negatif) vektor kedua.

15. Vektor 34 . Tes Formatif 3 1) Perhatikan gambar berikut u v Gambarlah: (a) 3u ? ? ? ? 2) Jika p = ? ? dan q = ? ? ? 3? ?1 ? ? ? ? ? 2 ?4 (b) -2v tentukan (c) u + v d) 2u – v (a) 2p (b) -3q (c) 3p + 2q (d) 2q – p 3) Seekor burung yang terbang lurus ke timur dengan kecepatan 30 km/jam.3) Pada sebuah benda yang digantung bekerja gaya-gaya berikut. F2 F1 W Tentukan resultante dari ketiga gaya tersebut. Pada saat bersamaan angin berhembus ke utara dengan kecepatan 20km/jam. e. Berapakah kecepatan terbang burung setelah dipengaruhi hembusan angin? Berapakah jarak tempuh burung tersebut dari tempat semula setelah 30 menit terbang? MAT.

Kunci Jawaban Tes Formatif 3 1) u v (b) -2v (a) 3u -2v 3u (c) v u+v -v 2u (d) 2u -v u 2) Jika p = ? ? dan q = ? ? ? 3? ?1 ? ? ? ? ? a) 2p = 2 ? ? = ? ? ? 3? ? 6? ? ? ? ? b) -3q = -3 ? ? ?? 4? ? ? ?1 ? ? =? ? 12 ? ? ? ? ? 3? ?? 4? ? 6? ? ? 8? ?? 2? ? 2? ? 4? ? 2? ?? 4? c) 3p + 2q = 3 ? ? + 2 ? ? = ? ? + ? ? = ? ? ? 3? ?1 ? ?9 ? ?2 ? ? 11 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? d) 2q – p = 2 ? ? .? ? =? ? 3? ? ?1 ? ? ? ? ? ? 2 ? 10 ? 2? MAT. 15. Vektor 35 .f.? ? = ? ? 1 ? ? 3? ?2 ? ? ? ? ? 2 ?4 ? 8? ? ? ? ? ? ? ? .

055 km/jam.028 km. Jadi kecepatan burung adalah 36. 60 MAT. Vektor 36 .3) Dengan metode jajargenjang perjalanan burung dapat digambarkan sebagai berikut: 20km/jam F O 30km/jam Kecepatan terbang burung adalah resultante dari kedua vektor tersebut OF ? 30 2 ? 20 2 ? 900 ? 400 ? 1300 =36. Jarak tempuh burung setelah 30 menit adalah: 30 x36.055.055 =18. 15.

komponen searah sumbu Y dan komponen searah sumbu Z. ? Menentukan vektor posisi suatu vektor pada bangun ruang. Tujuan Kegiatan Belajar 4 Setelah mempelajari kegiatan belajar 4 ini. Pada umumnya ketiga sumbu tersebut digambarkan dengan kaidah tangan kanan. ? Menentukan negatif dari suatu vektor pada bangun ruang. telunjuk dan jari tengah dari tangan kanan sehingga saling tegak lurus (lihat gambar). 1) Modulus Vektor Vektor pada bangun ruang yang digambarkan pada bidang koordinat ruang Cartesius mempunyai komponen searah sumbu X. 15. b. ? Menyatakan pengertian vektor nol pada bangun ruang. jari tengah mewakili arah positif sumbu Y dan ibu jari mewakili arah positif sumbu Z. diharapkan anda dapat: ? Menghitung modulus vektor bila diberikan suatu vektor pada bangun ruang. Ketiga sumbu tersebut saling tegak lurus pada ruang. Telunjuk mewakili arah positif sumbu X.4. yaitu dengan menggerakkan ibu jari. Vektor 37 . ? Menyatakan bahwa dua vektor pada bangun ruang sama. Pada kegiatan belajar 4 ini Anda akan mempelajari mengenai vektor pada bangun ruang. MAT. Uraian Materi 4 Anda telah mempelajari kegiatan belajar 2 dan 3 mengenai vektor pada bidang datar. ? Menentukan vektor satuan pada bangun ruang. Kegiatan Belajar 4: Lingkup Vektor pada Bangun Ruang a.

1: ?X B ? XA ?2 ? ?YB ? YA ?2 ? (Z B ? Z A )2 Jika J(3. Besar vektor AB adalah panjang AB dan disebut modulus vektor AB .7. yB. komponen vektor AB yang searah sumbu Y sebesar yB – yA.xA P (xP . Vektor 38 .806 satuan. yA.yA O A (xA.2) dan K(-1. zA) xB . 15.806 Jadi modulus vektor JK adalah 12. zP ) X Komponen vektor AB searah sumbu X sebesar xB – xA.zA B (xB. MAT. yP . Perhatikan vektor AB merupakan diagonal ruang maka panjang AB dapat dihitung sebagai: | AB |? Contoh 4. zB ) yB . dan komponen vektor AB Y yang searah sumbu Z sebesar zB – zA.4) maka modulus vektor JK adalah | JK |? ? ?? 1 ? 3?2 ? ?7 ? (? 5)?2 ? (4 ? 2)2 ?? 4?2 ? 122 ? 2 2 ? 16 ? 144 ? 4 ? 164 = 12.Z zB .-5.

yaitu vektor yang berpangkal di titik O(0. Koordinat titik P merupakan komponen-komponen dari vektor posisi OP tersebut. 15. 2 2 2 3) Kesamaan Dua Vektor Dua vektor di ruang dikatakan sama jika mempunyai besar dan arah yang sama. Modulus vektor OP adalah | OP | ? xp ? yp ? zp .0) dan berujung di titik P.2) Vektor Posisi Vektor pada bangun ruang dapat digambarkan pada ruang koordinat Cartesius. komponen searah sumbu Y sebesar yp dan komponen searah sumbu Z sebesar zp. Setiap titik P pada ruang dapat dinyatakan sebagai vektor OP .0. Vektor 39 . Contoh 4. Vektor OP disebut vektor posisi dari titik P pada ruang koordinat Cartesius. zP ) O X Y Pada contoh di atas vektor posisi OP mempunyai komponen searah sumbu X sebesar xp. yP.2: Z P (xP . Perhatikan gambar berikut: MAT.

15. c? ? 5) Vektor Nol Yang dimaksud dengan vektor nol adalah vektor yang besarnya nol atau tidak mempunyai panjang (berupa titik). 4) Vektor Negatif Vektor di ruang yang besarnya sama dengan vektor u tetapi arahnya berlawanan disebut vektor negatif dari u dan ditulis sebagai -u.Z O Y X Keempat vektor pada gambar di atas adalah sama karena mempunyai besar dan arah yang sama. Vektor 40 . Vektor nol tidak mempunyai ? 0? ? ? arah tertentu. Vektor nol dilambangkan dengan 0= ? 0? ? 0? ? ? MAT. Contoh 4.3: u -u ?a ? ?? ? ? ? Jika komponen vektor u = ? b ? maka –u = ? ? ?c ? ?? ? ? ? a? ? b? .

Kita dapat menentukan vektor satuan yang searah dengan suatu vektor v dengan rumus: v . Vektor 41 . c.0.5: ? 1? ? ? Diketahui vektor c = ? 1? . Coba Anda periksa apakah modulus vektor tersebut sama ? ? ? dengan 1. Contoh 4.Pada koordinat ruang Cartesius.4: ?1? ? ? Vektor a = ? 0 ? adalah vektor satuan karena modulus a. Rangkuman 4 Modulus vektor pada bangun ruang adalah besar dari vektor yang merupakan panjang segmen garis berarah yang menyatakan vektor tersebut.0). MAT. 6) Vektor Satuan Vektor yang mempunyai panjang 1 satuan disebut vektor satuan. 15. Karena |c|= 12 ? 12 ? 22 ? c 6 . Vektor satuan yang searah dengan vektor c ? 2? ? ? adalah vektor c . ?0? ? ? |a|= 12 ? 0 2 ? 0 2 =1 3 ? 13 ? ? 4? Vektor b = ? ? 13 ? adalah vektor satuan ? 12 ? ? 13 ? karena modulus b = 3 4 ?13 ?2 ? ?? 13 ?2 ? ?12 ?2 = 13 9 169 ? 16 169 ? 144 169 ? 169 169 = 1. v Contoh 4. vektor nol adalah titik O(0. maka vektor satuannya ? ? adalah ? ? ? ? 1 6 1 6 2 6 ? ? ? .

3. Z R O P Y X MAT. -3.0) dan berujung di titik pada ruang koordinat.-2) a) Hitung modulus vektor PS b) Buat vektor negatif dari PS . kemudian hitung modulusnya c) Apa yang dapat Anda simpulkan dari pekerjaan Anda di atas? 2) Perhatikan gambar berikut. Tugas 4 1) Gambarlah vektor dengan P(2.0. Vektor yang besarnya sama dengan u tetapi arahnya berlawanan dengan u dikatakan vektor negatif u. Vektor posisi adalah vektor yang menyatakan kedudukan setiap titik di ruang koordinat Cartesius. 15.?a ? ? ? Modulus vektor u = ? b ? dinyatakan dengan |u|= ?c ? ? ? a 2 ? b2 ? c 2 . Vektor nol adalah vektor yang besarnya nol dan tidak mempunyai arah. Vektor satuan yang searah dengan suatu vektor v ditentukan dengan rumus v . v d. Vektor posisi berpangkal di titik O(0. Dua vektor dikatakan sama jika mempunyai besar dan arah yang sama. Vektor satuan adalah vektor yang besarnya 1.1) dan S(1. Vektor 42 .

Vektor 43 .1.3.4) b) koordinat M di mana SM merupakan negatif vektor DG dengan S(-1.1.3) MAT.4.-3). Tentukan a) koordinat K di mana TK sama dengan DG dengan T(2. e.0.1) dan P(2.3.-2.0.5.Jika P(1.-2. 15.-4) dan G(1.2) 3) Tentukan vektor satuan satuan yang searah dengan vektor-vektor berikut: ?0 ? ? ? a) s = ? 0 ? ? ? 1? ? ? b) w = ?1? ?1? ? ? ?1? ? ? c) RP dengan R(3.2) dan K(2.1) d) SK dengan S(2.6).1) dan R(-1. Tes Formatif 4 1) Tentukan modulus dari vektor-vektor berikut ?4? ? ? a) d = ? ? 5? ? ? 3? ? ? b) AN dengan A(-2.-2.-4) 2) Vektor DG dengan D(2.1.-1) dan N(2. tentukanlah vektor-vektor verikut: a) Vektor yang sama dengan vektor PR b) negatif dari vektor PR c) vektor satuan yang searah dengan vektor PR d) vektor nol e) vektor posisi yang sama dengan dari titik P dan titik R.

-4) | AN | = = 2) DG = ? ? 5? ?1? ? ? ? ? 1? ? ? (1? ( ? 2)) 2 ? ( ? 4 ? 3) 2 ? ( ? 4 ? 1) 2 3 2 ? ( ? 7) 2 ? (? 5) 2 ? 9 ? 49 ? 25 ? 83 =9. 15.3. -7.071 b) AN dengan A(-2.f. 1) 0 2 ? 0 2 ? (? 1) 2 ? 0? 0? 1 ? 1 ? 1 ?0 ? ? ? ? ? w ? b) ? w ? ? ? ? ? ? ? ? ? c) ? ? 1? ? ? RP = ? 0 ? karena ?0 ? ? ? ( 2 ? 3) 2 ? ( ? 2 ? ( ? 2)) 2 ? (1 ? 1) 2 ? ( ? 1) 2 ? 0 2 ? 0 2 ? 1? 0 ? 0 ? 1 ? 1 . Vektor 44 .11 a) K(1. Kunci Tes Formatif 4 ?4? ? ? 1) a) d = ? ? 5? ? ? 3? ? ? |d| = 42 ? ( ? 5) 2 ? ( ? 3) 2 = 16 ? 25 ? 9 = 50 = 7. ? 2? SK ? 1 ? ? 2 ? SK MAT. 8. 5) 3) a) s = ? 0 ? karena ? ? 1? ? ? 1 3 1 3 1 3 b) M(0.-1) dan N(2.1. ? ? ? 0 ? d) ? ?? 1 ? .

Uraian Materi 5 1) Hasil Kali Vektor dengan Skalar pada Bangun Ruang Seperti telah dibahas di kegiatan belajar 3. Karena skalar merupakan bilangan.5. Hasil kali vektor u dengan skalar 2 akan menghasilkan vektor dengan besar 2 kalinya sedangkan arahnya tetap. Vektor dapat dioperasikan dengan skalar. b. Vektor 45 . hasil kali vektor u dengan skalar n akan menghasilkan vektor yang besarnya n kali besar u dan arahnya sama dengan u bila n positif dan berlawanan arah u bila n negatif. ? Menentukan selisih dua vektor pada bangun ruang. ? Menentukan perkalian skalar dua vektor pada bangun ruang bila diketahui komponen-komponennya. hasil kali vektor dengan skalar sekarang kita kembangkan pada bangun ruang. Tujuan Kegiatan Belajar 5 Setelah mempelajari kegiatan belajar 5 ini. Secara umum. Anda akan menggunakan pemahaman anda tentang vektor dan skalar di kegiatan belajar ini. diharapkan Anda dapat: ? Menentukan hasil kali suatu vektor pada bangun ruang dengan skalar. 15. Contoh 5.1: -2u u 3u MAT. Kegiatan Belajar 5: Operasi Vektor pada Bangun Ruang a. ? Menentukan hasil penjumlahan vektor-vektor pada bangun ruang. maka perkalian vektor dengan skalar hanya akan berpengaruh pada besar vektor saja sedangkan arah vektor tetap.

jika a = ? a 2 ? maka na = ? n.a ? ? 3? ? 3? Contoh 5.Contoh 5. zB ) O A (xA. 15.a 1 ? ? ? ? ? Secara umum. zC ) B (xB. ?a ? ? n.2: Pada koordinat ruang Cartesius Z C (xC. zA) Y X Vektor AC ? 2AB xC – xA = 2(xB – xA) yC – yA = 2(yB – yA) zC – zA = 2(zB – zA) ?a1 ? ? n.a 2 ? . Vektor 46 . yA. yB.3: ?2? ? 3? 2 ? ? ? ? ? Jika h = ? 1 ? maka 3h = ? 3? 1 ? ? ? ? 3? ?3 ? ? 3 ? ? ? ? ? ?6 ? ? ? ?3 ? ?? 9? ? ? ?? 4 ? ? ? ?? 2 ? ?6 ? ? ? ? ? 2? 2 ? ? ? -2h = ? ? 2 ? 1 ? ? ? ? 2 ? ? 3? ? ? MAT. yC.

0. 15. jika a = ?a 2 ? dan b = ? b 2 ? ?a ? ?b ? ? 3? ? 3? ? a 1 ? b1 ? ? ? maka a + b = ? a 2 ? b 2 ? ?a ? b ? 3 ? ? 3 Contoh 5. ? 3? ? ? ?4 ? ? ? Dari lokasi A ke lokasi B dapat dinyatakan sebagai vektor AB ? ? ? 1? . 4 km ke arah utara dan 3 km ke atas.0). Vektor 47 .0))? Jawab: Dari lokasi mula-mula ke lokasi A dapat dinyatakan sebagai vektor ? 5? ? ? OA ? ? 4? . menggunakan hukum segitiga atau hukum jajargenjang. 1 km ke arah selatan dan 3 km ke atas. Hanya saja komponen vektor yang ditambahkan menjadi lebih banyak satu komponen. Di manakah kedudukan pendaki gunung tersebut apabila di lihat dari posisi mula-mula (lokasi O(0. ?3 ? ? ? MAT. Dari lokasi A dia melanjutkan perjalanan ke lokasi B yang berkedudukan 4 km ke arah timur.0.2) Penjumlahan Vektor pada Bangun Ruang Pada dasarnya penjumlahan vektor pada bangun ruang sama dengan penjumlahan vektor pada bidang datar. Dari titik O pendaki gunung tersebut menuju lokasi A yang berkedudukan 5 km ke arah timur.4: ?2? ?3 ? ?5 ? ? ? ? ? ? ? Jika p = ? 1 ? dan q = ? ? 2 ? maka p + q = ? ? 1? ? ? 3? ?5 ? ?2 ? ? ? ? ? ? ? Contoh 5. ?a1 ? ? b1 ? ? ? ? ? Secara umum.5: Seorang pendaki gunung memulai pendakian gunung dari kaki gunung yang dapat dinyatakan sebagai posisi/koordinat O(0.

15. Vektor 48 . Selisih dua vektor berarti menjumlahkan vektor pertama dengan lawan (negatif) vektor kedua. hanya saja komponen vektornya ada tiga. Dengan demikian jika a = ?a 2 ? dan b = ? b 2 ? ?a ? ? 3? ?b ? ? 3? ? a 1 ? b1 ? ? ? maka a . 3 km ke arah utara. Dengan demikian a – b = a + (-b) Perhatikan gambar berikut a-b -b a b Selisih dua vektor pada koordinat ruang Cartesius pada dasarnya sama dengan selisih vektor dua vektor pada koordinat bidang Cartesius. ?6 ? ? ? Dapat diartikan bahwa pendaki gunung tersebut terletak 9 km ke arah timur.b = ? a 2 ? b 2 ? ?a ? b ? 3? ? 3 ?a1 ? ? ? ? b1 ? ? ? MAT. dan pada ketinggian 6 km dari kedudukan mula-mula. 3) Selisih Dua Vektor pada Bangun Ruang Selisih atau pengurangan adalah lawan dari penjumlahan.Kedudukan pendaki gunung dilihat dari lokasi mula-mula adalah ?5 ? ? ? OB ? OA ? AB ? ?4 ? ? ?3 ? ? ? ?4? ? ? ?? 1? ? ?3? ? ? ?9 ? ? ? ? 3? .

15. Selisih dua vektor berarti menjumlahkan vektor pertama dengan lawan (negatif) vektor kedua. q = -10 + (-4) + 4 = -10.Contoh 5. Contoh 5. ?a1 ? ? b1 ? ? ? ? ? Pada koordinat ruang Cartesius jika a = ? a 2 ? dan b = ? b 2 ? maka ?a ? ?b ? ? 3? ? 3? MAT. Vektor 49 . Hal ini sering disebut sebagai dot product (hasil kali titik) dari dua vektor dan didefinisikan sebagai berikut. ?a1 ? ? b1 ? ? ? ? ? Jika a = ? a 2 ? dan b = ? b 2 ? ?a ? ?b ? ? 3? ? 3? maka a . c.7: ?5 ? ? ? 3? ? ? ? ? Jika p = ? ? 2 ? dan q = ? 2 ? ?1 ? ?4? ? ? ? ? maka p . Dengan demikian a – b = a + (-b).q = ? 4 ? ?? 2? ?1? ? ? 3? ? ? ? ? ? ? 4) Perkalian Skalar Dua Vektor Dua vektor pada bangun ruang dapat dikalikan dan hasilnya merupakan skalar. Penjumlahan dua vektor pada bangun ruang prinsipnya sama dengan penjumlahan dua vektor pada bidang datar.6: ?5 ? ?2? ?3? ? ? ? ? ? ? Jika p = ? 1 ? dan q = ? ? 3? maka p . b = a1b1 + a2b2 + a3b3. Rangkuman 5 Hasil kali vektor u dengan skalar n akan menghasilkan vektor yang besarnya n kali besar u dan arah sama dengan u.

Tentukan koordinat M jika PM ? 3KD dan koordinat P(-2. q = ? q 2 ? dan r = ? r2 ? tentukan ?p ? ?q ? ?r ? ? 3? ? 3? ? 3? a) s = p + q b) u = s + r c) t = q + r d) v = p + t Apa yang dapat Anda katakan tentang u dan v? ? 5 ? ?? 2? ?0? ? ? ? ? ? ? 4) Jika p = ? ? 2 ? . q = ? 1 ? dan r = ? 3 ? hitunglah ? 1 ? ? 4 ? ?2? ? ? ? ? ? ? a) s = p – q b) u = s – r c) t = q .3.b = ? a 2 ? b 2 ? ?a ? b ? 3? ? 3 ? a 1 ? b1 ? ? ? 4) a .a 2 ? ? n. 15.0.-2. ?3? ? 2? ? ? 1? ? ? ? ? ? ? 2) Jika s = ? ? 1? .a 1 ? ? ? 1) na = ? n.r d) v = p .0).a ? ? 3? ? a 1 ? b1 ? ? ? 2) a + b = ? a 2 ? b 2 ? ?a ? b ? 3 ? ? 3 3) a .t Apakah yang dapat Anda katakan tentang u dan v? MAT. Vektor 50 .1) dan D(5.4). Soal Latihan 5 1) Pada koordinat ruang Cartesius terdapat vektor KD dengan K (2.? n. b = a1b1 + a2b2 +a3b3 d. m = ? 0 ? dan k = ? 4 ? hitunglah ?4? ? ? 3? ?2? ? ? ? ? ? ? a) 3 s 2 b) 3m + k c) 2s – 4m ? p1 ? ? q1 ? ? r1 ? ? ? ? ? ? ? 3) Jika p = ? p 2 ? .

Jika AC ? 5AB tentukan koordinat C.-2. ? 4 ? ? 3 ? ? ? ? ? 4) Jika m = ? 7 ? dan n = ? ? 2 ? tentukan 2m .? a1 ? ? b1 ? ? ? ? ? 5) Jika a = ? a 2 ? dan b = ? b 2 ? tentukan ?a ? ?b ? ? 3? ? 3? a) a . b d) -a .1.1). b c) a . -b Apa yang dapat Anda simpulkan dari hasil-hasil di atas? e. (n – m). ?? 2? ? 5 ? ? ? ? ? f. Tes Formatif 5 1) Pada koordinat ruang Cartesius koordinat A(2. –b b) -a . Vektor ?X B ? X A ? ? ? 5? YB ? YA ? ?Z ? Z ? ? B A ? ? 1? 2 ? ? ? 5? ? 2 ? 1? ? 1? 2 ? ? ? ? ? 1? ? ? 5? ? 3 ? ?3 ? ? ? 51 ? 2 ? ? ? ? 1 ?? ?? 2? ? ? . ? 2? ? 4 ? ? ? ? ? 2) Jika p = ? ? 3? dan k = ? 1 ? hitunglah 3p + 2k. 15.-2) dan B(1. Kunci Jawaban Tes Formatif 5 1) AC ? 5AB ?X C ? X A ? ? ? ? ? YC ? YA ? ? ?Z ?Z ? ? C A ? ? XC ? 2 ? ? ? ? ? YC ? 1 ? ? ? Z ? ( ? 2) ? ? C ? ?X C ? ? ? ? ? YC ? ? ?Z ? ? C? MAT. ?1 ? ?? 2? ? ? ? ? 3) Tentukan 2p – k untuk soal di atas.

Vektor 52 . (n – m)= 2 ? 7 ? . 15.?X C ? ? ? ? ? YC ? ? ?Z ? ? C? ?X C ? ? ? ? ? YC ? ? ?Z ? ? C? ??5? ? ? ? ? 15 ? ? ? 15 ? ? ? ??3? ? ? ? ? 14 ? ? 13 ? ? ? ? 2 ? ? ? ? 1 ? ?? 2 ? ? ? Jadi koordinat C adalah (-3.-14. ? ? 2 ? ?? 2? ? 5 ? ? ? ? ? ? 4 ? ? ? -? 7 ? = ?? 2? ? ? =-8+(-126)+(-28) = -162 MAT.13) ? 2? ? 4 ? ? 6 ? ? ? ? ? ? ? 2) 3p + 2k = 3 ? ? 3? + 2 ? 1 ? = ? ? 9 ? ? ?1 ? ?? 2? ? 3 ? ? ? ? ? ? ? ? 2 ? ?4 ? ? ? ? ? 3) 2p – k = 2? ? 3 ? ? ? 1 ? ? ? 1 ? ?2 ? ? ? ? ? ? 4 ? ?4? ? ? ? ? ?? 6? ? ?1? ? ? 2 ? ?2? ? ? ? ? ?8 ? ? ? ? 2 ?? ?? 4? ? ? ? 14 ? ? ? ?? 7 ? ? ? 1? ? ? ? 0 ? ? ? ?? 7 ? ? 0 ? ? ? ? 8 ? ?? 1? ? ? ? ? ? 14 ? ?? ? 9 ? ?? 4? ? 7 ? ? ? ? ? ? 4 ? ? 3 ? ? ? ? ? 4) 2m .

Vektor 53 .-1). MAT.1). EVALUASI A. dan g seperti terlihat pada gambar berikut. hitunglah panjang vektor AD jika A(4. hitunglah PQ ?PR jika P(2. B(-2.3) dan C(5.-3. 5) Pada koordinat ruang Cartesius.BAB III. Tentukan komponen dari AC ? 2BC ? BA 4) Pada koordinat ruang Cartesius.5) dan R(-1. a b g 3) Pada koordinat bidang Cartesius. 15.-1). b.-2.0.2. Q(0. A(3.6. Soal Tes Evaluasi Kerjakan semua soal berikut.5) dan D(6.-2).4). 1) Tulislah notasi vektor berikut Y p q X 2) Tentukan resultante dari vektor-vektor a.

Kunci Jawaban Soal Tes Evaluasi 1) Komponen horizontal dari vektor p adalah 4.-3 + 1. -3 = 6 + 9 -12 = 3 ? ? 2 ? ? ? 3? ? ? ? ? ? 1 ? ?? 9 ? ? 4 ? ? ? 3? ? ? ? ? MAT.9 + 4. 15. komponen vertikal dari vektor q adalah -2. komponen vertikal dari vektor p adalah -1. Komponen horizontal dari vektor q adalah -3. Vektor 54 .B. 2) Resultante dari vektor-vektor berikut g b a+b+g a b g ? 5?3 ? = ? ?? 1 ? 4? ? ? ? ? ? 5 ? ( ? 2) ? ? 3 ? ( ? 2) ? 2? ? ? 1? 3 ?? ? 4 ? 3 ? ? ? ? ? ? ? ? ? 11 ? ? ? ? 14 ? ? ? ? 3) AC ? 2BC ? BA ? 2 ? ? 14 ? ? 5 ? = ? ? ? ? ?? ? ? ? ?? 5? ?? 8? ?1? ? ? ? ? ? ? ? 3? 6 ? ? ? 4) AD = ? 0 ? ( ? 2) ? ? ? ? 1? 5 ? ? ? Panjang AD = ?? 3? ? ? ? 2 ? ?? 6? ? ? 9 ? 4 ? 36 ? 49 ? 7 ( ? 3) 2 ? 2 2 ? ( ? 6) 2 ? ? 0 ? 2 ? ? ? 1? 2 ? ? ? ? ? 5) PQ ?PR = ? ? 2 ? ( ? 3) ? ?? 6 ? (? 3) ? ? ? 5?1 ? ? ? 2?1 ? ? ? ? ? = -2.

maka anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya.BAB IV. MAT. Vektor 55 . PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini. Apabila anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evaluasi dalam modul ini. 15. anda berhak untuk mengikuti tes praktek untuk menguji kompetensi yang telah anda pelajari. Mintalah pada guru untuk uji kompetensi dengan sistem penilaian yang dilakukan langsung oleh pihak industri atau asosiasi yang berkompeten apabila anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standar pemenuhan kompetensi dan bila memenuhi syarat anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi. maka hasil yang berupa nilai dari guru atau berupa portofolio dapat dijadikan bahan verifikasi oleh pihak industri atau asosiasi profesi.

Co. Kalkulus dan Geometri Analitis (terjemahan I Nyoman Susila dkk). Jakarta. California. 1988. Holder. Pasachoff. Multivariabel Calculus. B.K. Dale Varberg. Jakarta MAT. 15. Noormandiri dan Endar Sucipto. Vektor 56 . 1984. Jay M. 1994. Matematika SMU untuk kelas 3 Program IPA .DAFTAR PUSTAKA Edwin J. Leonard I. Penerbit Erlangga. Purcell.. Penerbit Erlangga. James DeFranza. Brooks/Cole Pub.