SI

S TA

NEGERI

SE

M

UNIVER

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN IQRO’ GUNA MENINGKATKAN KETERCAPAIAN KECAKAPAN HIDUP SISWA PADA PEMBELAJARAN PRINSIP-PRINSIP KLASIFIKASI, VIRUS, DAN MONERA PADA SISWA KELAS X-A SEMESTER 1 MA AL-ASROR SEMARANG

ANG AR

SKRIPSI Diajukan dalam rangka menyelesaikan studi Strata I untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Disusun oleh : Nama NIM Program studi Jurusan Fakultas : NURINA SETYANINGRUM : 4401402036 : Pendidikan Biologi : Biologi : MIPA

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

i

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Iqro’ Guna Meningkatkan Ketercapaian Kecakapan Hidup Siswa Pada Pembelajaran Prinsip-Prinsip Klasifikasi, Virus, Dan Monera Pada Siswa Kelas X-A Semester 1 MA Al-Asror Semarang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan bahwa seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,lembaga pendidikan memiliki peranan penting dalam membantu mempersiapkan peserta didik agar mampu hidup secara produktif di tengah masyarakat dengan berbagai permasalahan yang dihadapinya. Pada pembelajaran biologi tidak hanya menekankan pada penanaman konsep tetapi juga harus mengembangkan ketrampilan proses ilmiah yang berupa kecakapan hidup, misalnya kecakapan berpikir rasional, kecakapan memecahkan masalah secara logis, dengan demikian siswa akan terbiasa untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tindakan kelas untuk memperbaiki pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui penerapan pembelajaran iqro’ kecakapan hidup siswa dalam proses pembelajaran prinsip-prinsip klasifikasi, virus, dan monera dapat meningkat. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-A semester I MA Al-Asror Semarang tahun pelajaran 2005/2006 yang berjumlah 40 siswa yang memiliki karakteristik hampir sama dengan angkatan sebelumnya. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap tindakan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada pelaksanaan tindakan telah ditempuh pembelajaran dengan menerapkan model iqro’ berpendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Observasi ditujukan untuk mengevaluasi kinerja model, apakah dapat meningkatkan kacakapan hidup siswa dalam tiga kali siklus tindakan. Berdasarkan hasil pengamatan siklus I, II, III ada peningkatan kecakapan hidup siswa pada sebelum dan sesudah pembelajaran yang ditentukan dari hasil analisis data dengan Paired Sample T-test pada masing-masing siklus. Pada siklus I diperoleh nilai signifikan 0,016 (< 0,05), siklus II 0,000 (< 0,05), dan siklus III 0,000 (<0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kecakapan hidup siswa pada sebelum dan sesudah pembelajaran pada masing-masing siklus. Hal ini dapat dimaknai bahwa penerapan model pembelajaran iqro’ dapat meningkatkan kecakapan hidup siswa. Meskipun demikian perlu digarisbawahi bahwa model pembelajaran iqro’ bukan satu-satunya model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kecakapan hidup siswa. Keberhasilan penerapan suatu model pembelajaran juga ditentukan oleh karakteristik materi ajar, kemampuan siswa, guru, dan ketersediaan sarana dan prasarana. Oleh karena itu perlu terus digali dan dikembangkan model-model pembelajaran lain yang sesuai dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar. Kata kunci: kecakapan hidup, model Iqro’, pendekatan JAS, MA Al-Asror, prinsip klasifikasi-virus dan monera

ii

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya sendiri, bukan jiplakan dari karya orang lain, baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Semarang, Februari 2007

Nurina Setyaningrum NIM. 4401402036

iii

M. Ibnul Mubarok NIP.PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke Sidang Panitia Ujian Skripsi pada : Hari Tanggal : Senin : 19 Februari 2007 Pembimbing I Pembimbing II Drs. 131 962 588 iv . Endah Peniati.Si NIP. 131 931 632 Dra.

Virus. Kasmadi Imam S. Siti Harnina Bintari. dan Monera pada Siswa Kelas XA Semester 1 MA AlAsror Semarang” Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Biologi FMIPA UNNES pada : Hari Tanggal : Senin : 19 Februari 2007 Panitia Ujian.S NIP. Ibnul Mubarok NIP. Ketua Sekretaris Drs. Endah Peniati.Si NIP. 131 962 588 v . 130 781 009 Penguji I Drs. 131 962 588 Drs.Si NIP. M. 131 931 632 Pembimbing II Dra. M. M. 131 754 160 Penguji II Dra. M. Ibnul Mubarok NIP.S NIP. Endah Peniati. 131 931 632 Penguji III Dra.HALAMAN PENGESAHAN Skripsi dengan judul ” Penerapan Model Pembelajaran Iqro’ Guna Meningkatkan Ketercapaian Kecakapan Hidup Siswa pada Pembelajaran PrinsipPrinsip Klasifikasi.Biomed NIP. Tuti Widianti. M. 130 781 011 Pembimbing I Ir.

De’ Ani.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO • Kebahagiaan hidup adalah jika apa yang kita inginkan tercapai dan melihat orang yang kita sayangi dan orang-orang di sekeliling kita bahagia. • • Keberhasilan merupakan titik kecil diantara kegagalan-kegagalan yang menyertainya. warga Kampoes Kayoe. Adry. temen-temen kolaborasi (Dyah. Titi’. PERSEMBAHAN Puji syukur kepada Alloh SWT. ” you make me crazy” ini kado untukmu. Masku. Andhan dan Uwieg yang telah menemaniku di saat aku senang maupun di saat aku sedih. yang telah membantu baik moril dan materiil. • • • Om. AlInsyirah: 6). Lilis). vi . Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan (QS. ”terima kasih sudah memberikan persahabatan yang sangat indah ”. yang • • • kepolosan dan kebeningan hatinya mengajarkan kedewasaan bagiku. Cah-cah kos NU Bio Exchange ’02. dan Rian tersayang yang selalu membuatku rindu. yang selalu menyemangatiku dan jangan lelah untuk membimbingku. Dimas. kupersembahkan skripsi ini untuk : • • Bapak dan ibu yang telah memberiku dukungan moril dan materiil dengan penuh cinta. tante.

Rektor Universitas Negeri Semarang. Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1.. Ketua Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang 4.Si. dan Monera pada Siswa Kelas XA Semester 1 MA AlAsror Semarang” dapat penulis selesaikan dengan baik. Endah Peniati. M. M. yang telah memberikan saran.. vii . 6. Ibnul Mubarok.. Saiful Ridlo. kritik dan motivasi kapada Penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. 2. dan Drs. Skripsi ini dapat selesai oleh adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Virus. M.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti penelitian kolaborasi dosen-mahasiswa. S. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. 3.Si. 5. Andin Irsadi. Ibnul Mubarok.Si. Kepala MA Al-Asror Semarang yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengadakan penelitian. Tim dosen kolaborasi. Pembimbing I dan Dra.Pd. skripsi yang berjudul “ Penerapan Model Pembelajaran Iqro’ Guna Meningkatkan Ketercapaian Kecakapan Hidup Siswa pada Pembelajaran PrinsipPrinsip Klasifikasi. karena atas berkat rahmat dan hidayahNya. Pembimbing II. Drs. Drs.

Februari 2007 Penulis Nurina Setyaningrum viii . S.Pd. Bayu Sulistyowati. 8. Semarang. guru mata pelajaran biologi dan keluarga besar MA Al-Asror yang telah membantu kelancaran penulis dalam melaksanakan penelitian..7. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi dunia pendidikan pada umumnya dan bagi pembaca pada khususnya. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya satu persatu yang telah memberikan bantuan moriil maupun materiil sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

... Permasalahan ................................................................................ MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................... Tinjauan Pustaka .. A............ Penegasan Istilah .................. DAFTAR TABEL ........................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN ............................................................................................... Tujuan Penelitian ................................ DAFTAR GAMBAR ............. PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................................... PERNYATAAN ................................ Konsep Dasar Kecakapan Hidup ( Life Skill) ............................................................... Latar Belakang ............................ E........................................................................................................................................... ABSTRAK ....................................................................... DAFTAR ISI ......................................................................................................... B.................... KATA PENGANTAR .......................................................................................... 2........................................................ D...................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................................... A................................. BAB I PENDAHULUAN ............................ Manfaat Penelitian . C........ HALAMAN PENGESAHAN ...........DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................... 1......................... Model Pembelajaran Iqro’ Dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar ..................................................................................... i ii iii iv v vi vii ix xi xii xiii 1 1 3 3 4 4 5 5 5 9 ix ........................................................................

..................... Prosedur Penelitian ....................... B........................................................................................................................................... H......... Materi Prinsip-prinsip Klasifikasi. C............................. Indikator Kinerja ................. A...................................................................... C........................................ A.......... Simpulan ......................................................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ......... Faktor Penelitian ...... Metode Analisis Data ..................... Pembahasan ....................... BAB V PENUTUP .. Kerangka Berpikir ......................................................... Rancangan Penelitian ............... LAMPIRAN-LAMPIRAN .. B... D... E............................................................ Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data ........................................................ F............ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................................. 12 16 18 19 19 19 20 20 24 27 29 32 33 33 48 57 57 57 58 60 x ...................................... G... B......................................................................... Saran .................................. Metode Analisis Instrumen .................................................. B...... Hasil Penelitian ......................... Hipotesis Tindakan .............................. dan Monera ........ Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian ..... Virus............................................3............................................................... A............................................ BAB III METODOLOGI PENELITIAN .....................

...DAFTAR TABEL Halaman 1............... Data kesesuaian antara aktifitas siswa dengan rencana pembelajaran pada siklus II .............................. 37 42 46 xi ............................................... Data kesesuaian antara aktifitas siswa dengan rencana pembelajaran pada siklus III .......... 2... Data kesesuaian antara aktifitas siswa dengan rencana pembelajaran pada siklus I ........................................... 3.............................................................................................................

.......... dan monera ..............................DAFTAR GAMBAR Halaman 1................................................. virus....................... 2.................. Tahap penelitian tindakan kelas pembelajaran prinsip-prinsip klasifikasi.......... Bagan kerangka berpikir . 19 25 xii ...

. 17..................... Lembar observasi aktivitas guru Kisi-kisi angket kecakapan hidup siswa .......... dan III ...................................... 6...................... Pedoman wawancara guru....................... 9....................... Contoh hasil observasi aktivitas siswa ....... 8....... ..... 5.................................... 14....... Contoh hasil angket kecakapan hidup siswa .......................................................... 4....... 13........................................................................................ Pedoman wawancara siswa ................... 12........................................ Rekapitulasi hasil observasi kesesuaian antara aktivitas siswa dengan rencana penbelajaran pada siklusI......................... 110 xiii ............................................... Rekapitulasi observasi aktivitas guru pada siklus I........... 11............................................... Lembar observasi kesesuaian antara aktivitas siswa dengan rencana pembelajaran ....................... .................................................... III ........................ Hasil wawancara guru ..DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1.... 16.......... Contoh hasil observasi aktivitas guru ............ Contoh hasil angket guru ........... 81 82 85 89 93 10.................... II............ 3. 104 19..... Angket kecakapan hidup siswa pada siklus I Angket kecakapan hidup siswa pada siklus II Angket kecakapan hidup siswa pada siklus III Angket kecakapan hidup guru ................................................... 15.......... Rekapitulasi hasil angket kecakapan hidup guru . 96 98 100 103 18..... II................................. Rekapitulasi hasil angket kecakapan hidup siswa ........... ............................................................. 60 67 69 70 72 74 76 80 2................................... Hasil wawancara siswa ......... 7.......................... .......................... ..........................

................................................................................................. 131 27..........................20.............. 133 28......... dan monera tahun 2003/2004 dan tahun 2004/2005 ......................... Print out power point monera ................................................................................................................................................... 160 35................... Instrumen tes siklus III ................ 122 24................... Surat penetapan dosen pembimbing .............................................................. 142 30............ LDS Kunci determinasi ............................................................................................................ 180 42............. dan III .... 176 39................ 179 41............. Rencana Pembelajaran 01 .......... II.................... Silabus dan sistem penilaian .............. Rekapitulasi hasil belajar siswa siklus I................................. Hasil wawancara observasi awal .................. 147 32....................................................... Rencana Pembelajaran 07 .................................................................................................................... Foto-foto penelitian ......... Rencana Pembelajaran 02 ......... Instrumen tes siklus II ...... Rencana Pembelajaran 05 ...................................................... 120 22....... Daftar nama siswa ... 155 34................... 151 33................................................. Daftar nama kelompok ...... 138 29................................................................................ virus.............. 126 25.. 177 40............ 174 38............................................................... Rencana Pembelajaran 06 ......................... Bahan diskusi prinsip-prinsip klasifikasi dan tatanama binomial ................................................................................................................................ Surat ijin penelitian ...................... 127 26......... Rencana Pembelajaran 03 .... 181 xiv ........... Rencana Pembelajaran 04 ............... Print out power point virus ............ Daftar nilai harian siswa materi prinsip-prinsip klasifikasi........................... 112 21........... Instrumen tes siklus I ........................ 145 31...... 164 36........................................................ 121 23............... 170 37..........

xv .

maka pendidikan yang hanya menekankan pada penanaman konsep (produk) menjadi tidak sesuai lagi. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru MA Al Asror Semarang didapatkan bahwa rata-rata nilai harian siswa kelas X pada materi virus dan monera masih rendah. Salah satu cara untuk mengantisipasi perubahan yang pesat tersebut. sehingga siap digunakan untuk memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya. Nilai harian siswa pada tahun 2003/2004 dan tahun 1 . Seiring dengan perubahan tersebut. budaya. Pengalaman belajar tersebut diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik. Selain penanaman konsep. Ini merupakan ciri/karakter dari dinamika di abad 21 yang merupakan abad informasi.BAB I PENDAHULUAN A. ilmu pengetahuan dan teknologi. pendidikan dewasa ini harus mampu mengembangkan kecakapan-kecakapan yang berguna untuk menghadapi permasalahan dalam kehidupan. Dalam kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi) telah diupayakan untuk mensinergikan berbagai mata pelajaran dengan kecakapan hidup (Life Skills) sebagai pengalaman belajar. Latar Belakang Perubahan yang sangat pesat terjadi dalam berbagai bidang seperti politik. sosial. lembaga pendidikan memiliki peranan penting dalam membantu mempersiapkan peserta didik agar mampu hidup secara produktif di tengah masyarakat dengan berbagai permasalahan yang dihadapinya. Kecakapan ini sering disebut dengan Life Skills.

Dengan memanfaatkan lingkungan atau alam sekitar diharapkan pembelajaran biologi akan lebih menyenangkan dan lebih mudah untuk dipahami sehingga siswa dapat mencapai hasil yang lebih baik. Dari hasil wawancara juga diketahui bahwa aktivitas siswa rendah dan siswa cenderung pasif. . Dengan demikian diharapkan hasil belajar siswa lebih meningkat dan kecakapan hidup siswa dapat lebih ditingkatkan serta dalam kehidupan di masyarakat dapat mengaplikasikan kecakapan yang dimiliki untuk mengatasi masalah/problem yang dihadapi.5. Model pembelajaran iqro’ mempunyai tiga sintaks yaitu eksplorasi. Dengan model pembelajaran iqro’ siswa diajak untuk aktif mengeksploitasi lingkungan disekitar siswa. dan monera. Model pembelajaran iqro’ adalah suatu model pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada aktivitas siswa dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator. siswa juga dapat mempelajari berbagai konsep dan cara mengkaitkannya dengan kehidupan nyata. virus. baik lingkungan alam. sosial. dan komunikasi. agama dan sebagainya. budaya. penulis berkeinginan untuk menerapkan model pembelajaran iqro’ pada materi prinsip-prinsip klasifikasi. konseptualisasi. Berdasarkan masalah-masalah yang ada dan segala sesuatu yang mendukung. Hal ini dimungkinkan karena metode pembelajarannya cenderung teoritik yaitu guru masih menggunakan metode ceramah. Jadi dalam proses pembelajaran masih banyak didominasi oleh guru.2 2004/2005 secara klasikal <6. sehingga hasil belajarnya lebih berdaya guna bagi kehidupannya.

Kompetensi merupakan pengetahuan. pemerintah telah merumuskan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). KBK memiliki konsep pendekatan pembelajaran yang berbeda dengan kurikulum 1994. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus akan memungkinkan seseorang menjadi kompeten dalam arti memiliki pengetahuan. Life skill sangat diperlukan oleh siswa dalam mengembangkan kompetensinya. ketrampilan. ketrampilan. dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu (Rosyidah. Implikasi dari penerapan pendidikan berbasis kompetensi adalah perlunya pengembangan silabus dan sistem penilaian yang menjadikan peserta didik mampu mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan standar yang ditetapkan dengan mengintegrasikan life skill. Kecakapan hidup (life skill) adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa 3 . Tinjauan Pustaka 1. Konsep Dasar Kecakapan Hidup (Life Skills) Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan yang semakin terpuruk dengan fenomena lulusan yang kurang qualified. yaitu berbasis kompetensi dimana fokus program sekolah adalah para siswa serta apa yang akan dikerjakan oleh mereka dengan memperhatikan kecakapan hidup (life skill) dan pembelajaran kontekstual. 2005).BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN A.

yaitu: 1. Orang yang sedang menempuh pendidikan pun memerlukan kecakapan hidup untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.4 merasa tertekan. Kapanpun dan dimanapun berada. Kecakapan personal (personal skills) a. Departemen Pendidikan Nasional dalam Anwar (2004) membagi kecakapan hidup (life skill) menjadi empat jenis. kecakapan berfikir rasional (thinking skills) • • • • kecakapan menggali informasi kecakapan mengolah informasi kecakapan mengambil keputusan kecakapan memecahkan masalah 2. Orang yang bekerja dan orang yang tidak bekerja misalnya ibu rumah atau orang sudah pensiun memerlukan kecakapan hidup untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi. Kecakapan sosial (sosial skills) . kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya (Anonim. Pengertian kecakapan hidup lebih luas dari ketrampilan vokasional atau ketrampilan untuk bekerja. kecakapan mengenal diri (self awareness) • • • kecakapan akan kesadaran sebagai makhluk Tuhan kacakapan akan kesadaran eksistensi diri kacakapan akan potensi diri b. 2002). seseorang selalu menemui berbagai macam permasalahan dan juga memerlukan pemecahan dari permasalahan yang dihadapi tersebut.

mereka yang tidak bekerja dan mereka yang sedang menempuh pendidikan.5 • • kecakapan berkomunikasi lisan dan tulis kecakapan bekerjasama 3. Kecakapan akademik (academic skills) • • • • kecakapan mengenal variabel kacakapan menghubungkan variabel kecakapan menyusun hipotesis kecakapan melakukan penelitian 4. Kecakapan vokasional (vocasional skills) • kecakapan yang berkaitan dengan keahlian tertentu Kecakapan personal. Dalam kehidupan nyata antara general life skill dan spesific life skill tidak berfungsi secara terpisah-pisah atau terpisah secara eksklusif. Hal yang terjadi adalah peleburan kecakapan-kacakapan tersebut sehingga menyatu menjadi sebuah tindakan individu yang melibatkan aspek fisik. kecakapan berpikir rasional dan kecakapan sosial disebut sebagai kecakapan generik (generic life skills) yaitu kecakapan yang harus dimiliki setiap manusia. 2004). . Kacakapan akademik dan kecakapan vokasional disebut sebagai kecakapan spesifik (spesific life skill) yaitu kecakapan yang diperlukan seseorang tergantung pada profesi atau tugas pekerjaan sehari-hari yang digunakan untuk menghadapi problema bidang tertentu. baik mereka yang bekerja. Selain itu perlu ditambah dengan akhlak mulia artinya semua kecakapan itu harus dijiwai oleh akhlak mulia (Anwar.

emosional. Reorientasi pembelajaran Pendapat masyarakat. dan (2) pemilihan pendekatan dan atau metode pembelajaran yang variatif sehingga mampu melatihkan kecakapan hidup. Pelaksanaan reorientasi pembelajaran mempunyai karakteristik sebagai berikut. dan intelektual. (6) tidak memerlukan guru khusus. yaitu: 1. 2004). Yang harus dilakukan adalah mengubah proses penbelajaran sehingga siswa . (4) tidak memerlukan tambahan alokasi waktu. orangtua dan murid yang menyebutkan bahwa belajar hanya untuk memperoleh pengetahuan saja itu harus segera diubah. Pelaksanaan life skill di sekolah harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisiologis dan psikologis peserta didik. (1) pembekalan kecakapan akademik dan kecakapan generik. Oleh sebab itu perlu adanya perubahan orientasi. bukan mata pelajaran baru. (5) tidak memerlukan buku pelajaran baru. (3) tidak memerlukan perubahan kurikulum. Pada pelaksanaan di SMU/MA dapat dilakukan melalui tiga cara. (2) bukan meteri yang disisipkan mata pelajaran tertentu.6 mental. Komponen kegiatan reorientasi meliputi (1) pengaitan bahan ajar dengan lingkungan kehidupan sehari-hari. belajar bukan hanya untuk menambah pengetahuan tetapi juga memperoleh ketrampilan dan akhirnya terjadi perubahan sikap. Dalam mata pelajaran biologi di SMU/MA kecakapan hidup (life skill) yang dikembangkan adalah general life skills dan academic skills. Derajat kualitas tindakan individu dalam banyak hal dipengaruhi oleh kualitas kematangan berbagai aspek pendukung tersebut di atas (Anwar.

mencerdaskan serta membuat siswa cakap dalam menyelesaikan masalah. dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa. baik kuantitas maupun kualitasnya. 2. budaya. Oleh karena itu pembelajaran mempunyai tujuan untuk membantu siswa memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa bertambah. 2. manajemen sekolah dan hubungan sinergi dengan mesyarakat. Tingkah laku siswa meliputi pengetahuan. Reformasi sekolah ini harus menyentuh paling sedikit mengenai kultur sekolah. siswa dapat . 3. dan sebagainya. agama. ketrampilan.7 memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Pembekalan kecakapan vokasional Pembekalan kecakapan vokasional hanya diberikan kepada siswa yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan dan putus sekolah. Model Pembelajaran Iqro’ Dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar Alam sekitar siswa merupakan lingkungan sekitar kehidupan siswa yang dapat berupa lingkungan alam. Reformasi sekolah Keberhasilan kedua komponen diatas akan tercapai apabila sekolah melakukan reformasi. Pelaksanaannya dilakukan dengan pemberian pendidikan dan latihan (diklat) paket keahlian tertentu yang sedang diperlukan di dunia kerja. Dalam prakteknya pembelajaran dengan pendekatan penjelajahan alam. sosial.

8

diharapkan

secara

langsung

dengan

lingkungan

konkritnya

maupun

manipulatifnya selama proses belajar. Sebagai sebuah pendekatan, pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) memanfaatkan alam sekitar kehidupan peserta didik baik lingkungan fisik, sosial, budaya sebagai objek belajar biologi dengan mempelajari fenomenanya melalui kerja ilmiah. Pendekatan ini menekankan pada kegiatan pembelajaran yang dikaitkan dengan situasi dunia nyata, sehingga selain dapat membuka wawasan berfikir yang beragam dari seluruh peserta didik, pendekatan ini memungkinkan peserta didik dapat mempelajari berbagai konsep dan cara mengkaitkannya dengan kehidupan nyata, sehingga hasil belajarnya lebih berdaya guna bagi kehidupannya. Kehidupan sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial dan integritas dirinya (Ridlo, 2005). Ciri kegiatan pembelajaran dengan pendekatan penjelajahan alam sekitar adalah: 1. selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung, tidak langsung maupun menggunakan media 2. selalu ada kegiatan peramalan, pengamatan, dan penjelasan 3. ada laporan untuk dikomunikasikan baik secara lisan, tulasan, gambar, foto atau audiovisual. Model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan penjelajahan adalah model pembelajaran yang lebih berpusat pada keaktifan siswa, lebih memaknakan sosial, lebih memanfaatkan multi resources dan assessment yang berbasis mastery learning (Ridlo, 2005). Disamping itu model pembelajaran yang

9

relevan dan dapat dilakukan dalam pembelajaran ini adalah pembelajaran kontekstual, pembelajaran kooperatif serta model pembelajaran lain yang menuntut keaktifan siswa. Model pembelajaran iqro’ adalah suatu model pembelajaran yang mengajak siswa untuk aktif mengeksploitasi lingkungan yang ada di sekitar siswa. Siswa diajak untuk aktif berkegiatan misalnya percobaan, berdiskusi,

meramalkan, memodelkan, dan sebagainya. Pada model pembelajaran iqro’, sebelum memulai pembelajaran siswa diajak untuk menenal sifat-sifat Ketuhanan. Dengan demikian siswa akan sadar bahwa segala sesuatu atau ilmu yang dipelajari merupakan bukti Ke-Esaan Tuhan. Melalui pembelajaran iqro’ siswa dituntun untuk dapat melihat atau membaca segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Tuhan yang berupa alam semesta dan kekayaannya. Dengan pembelajaran seperti ini diharapkan siswa akan dapat memahami atau bahkan menemukan konsepkonsep Biologi tanpa meninggalkan atau mengabaikan konsep-konsep Ketuhanan. Dengan pembelajaran model iqro’ peserta didik diajak untuk mendengarkan suara-suara alam, mengagumi ciptaan Tuhan, mengekplorasi lingkungan, menyatukan perasaan dengan alam sehingga peserta didik tidak hanya mengerti tetapi terasah personal, sosial dan seninya (Ridlo, 2005). Menurut Ridlo (2005) sintakmatis dari model pembelajaran iqro’ terorganisasi dalam tiga langkah. 1. Ekplorasi a. Menumbuhkan pemahaman hakekat keTuhanan

10

1). Dimulai dengan menanamkan rasa percaya adanya sesuatu yang dapat diteladani dalam belajar. 2). Memotivasi siswa dengan sifat ketuhanan seperti kejujuran, keadilan, kebijaksanaan, sosial, kasih sayang dan sebagainya untuk memberi visi sesuai obyek yang akan dipelajari. b. Menumbuhkan pencarian hakekat manusia. 1). Dimulai dengan menumbuhkan rasa tidak percaya yang dapat menimbulkan hipotesis. 2). Mendorong siswa untuk dapat menemukan jawaban dengan berbagai cara seperti amati, lakukan percobaan, baca, sederhanakan, modelkan dan sebagainya. 2. Konseptualisasi a. Memotivasi kembali bahwa jawaban siswa benar atas hipotesisnya dengan dilandasi sifat ketuhanan. b. Penegasan atau perdefinisian. 3. Komunikasi a. Laporkan jawaban dalam bentuk tulisan, gambar, karya tulis lain. b. Presentasikan kepada teman atau orang lain.

3. Materi Prinsip-Prinsip Klasifikasi, Virus, dan Monera Materi yang diambil dalam penelitian ini adalah prinsip-prinsip klasifikasi, virus, dan monera. Menurut struktur keilmuan biologi yang dikembangkan oleh BSCS (Biological Science Curriculum Study) materi tersebut dikaji dari tingkat

Protista. Protista) berubah menjadi 5 kingdom yaitu: Plantae. Pada materi prinsip-prinsip klasifikasi obyek yang diteliti yaitu hewan dan tumbuhan. obyek biologi juga terus berkembang.11 sel maupun individu. Fungi. Standar kompetensi yang harus dicapai yaitu Siswa mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip pengelompokkan makhluk hidup untuk mempelajari keanekaragamannya dan peran keanekaragaman hayati bagi kehidupan. Dengan belajar virus diharapkan bisa menjadi jembatan penghubung untuk dapat mempelajari klasifikasi makhluk hidup. Sesuai dengan silabus. virus. Monera. materi prinsip-prinsip klasifikasi. Animalia. Namun demikian keberadaan visus sangat nyata bagi manusia. Sesuai dengan prinsip klasifikasi. virus tidak termasuk dalam obyek biologi karena virus merupakan makhluk transisi. Fungi. Klasifikasi 5 kingdom kemudian berubah menjadi 6 kingdom yaitu: Plantae. dan Eubacteria. Animalia. dan monera adalah materi kelas X semester 1. bisa dikatakan makhluk hidup dan dapat juga dikatakan makhluk tak hidup. Protista. 1978) tetapi sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Adapun persoalan yang yang dikaji yaitu tentang keanekaragaman. Klasifikasi makhluk hidup yang hanya 3 kingdom (Plantae. Sedangkan pada materi virus dan monera obyek yang diteliti tidak terdapat pada struktur BSCS (Mayer. Animalia. Archaebacteria. Kompetensi dasar yang harus tercapai yaitu 1. Kompetensi Dasar : Mengklasifikasikan keanekaragaman hayati Materi pokok : Prinsip-Prinsip Klasifikasi dan Tatanama Binomial Kunci Determinasi Sederhana .

Protista) berubah menjadi 5 kingdom yaitu: Plantae. Replikasi Monera Peranan Monera dalam Kehidupan. Animalia.12 2. Kompetensi Dasar :Mendeskripsikan virus dan mengkomunikasikan peranannya dalam kehidupan Materi pokok : Ciri. Penularan dan Pencegahan Virus 3. Fungi. Klasifikasi 5 kingdom kemudian berubah menjadi 6 kingdom yaitu: Plantae. (b) pengelompokan berdasarkan ciri-ciri. Animalia. Klasifikasi makhluk hidup yang hanya 3 kingdom (Plantae. Struktur. Kompetensi Dasar: Mendeskripsikan monera dan mengkomunikasi kan peranannya dalam kehidupan. model pembelajaran iqro’ dan beberapa metode pembelajaran yang berbeda-beda disesuaikan dengan karakteristik materi yang dipelajari. obyek biologi juga makin berkembang. dan Eubacteria. Klasifikasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan membentuk kelompok-kelompok dengan cara mencari keseragaman dalam keanekaragaman yaitu dengan cara mencari persamaan dan perbedaan sifat dan ciri-ciri yang dimiliki. Monera. Fungi. Archaebacteria. Animalia. Langkah-langkah melakukan klasifikasi yaitu (a) identifikasi sifat-sifat makhluk hidup. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Protista. Protista. dan (c) pemberian nama kelompok. Materi pokok : Ciri. . Replikasi Virus Manfaat dan Bahaya Virus. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan JAS. Struktur.

Organisme yang termasuk kingdom monera adalah bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobacteria). Bakteri umumnya tidak . Siswa juga diajarkan bagaimana memberikan nama hewan dan tumbuhan sesuai dengan tatanama binominal. air tawar dan air laut. Virus dan monera merupakan organisme mikroskopis sehingga siswa tidak dapat mengamati secara langsung. pembelajaran juga dilengkapi dengan praktek penggunaan kunci determinasi. Bakteri dapat hidup diberbagai lingkungan misalnya di tubuh organisme. Ukuran tubuh bakteri bervariasi. biasanya bersel tunggal dengan bagian-bagian inti tersebar di dalam sel. Siswa dapat menemukan konsep tersebut melalui kegiatan pengamatan langsung terhadap tumbuhan dan hewan yang ada disekitar sekolah. Materi genetik tersebut dapat berbentuk rantai tunggal atau rantai ganda. Asam nukleat pada virus berupa ADN (Asam Deoksiribo Nukleat) saja atau ARN (Asam Ribo Nukleat) saja. Struktur dasar tubuh virus terdiri dari asam nukleat dan selubung protein (kapsid).13 Pada materi prinsip-prinsip klasifikasi dan tatanama binomial serta kunci determinasi sederhana diharapkan siswa dapat menemukan sendiri konsep pengklasifikasian makhluk hidup berdasarkan adanya persamaan dan perbedaan sifat atau ciri-ciri yang dimiliki. namun rata-rata sel bakteri berukuran 1-5 mikron. Virus memiliki ukuran sekitar 20-200 nm. Asam nukleat adalah pembawa informasi genetik. Selain itu. di tanah. tidak memiliki membran inti. Bakteri adalah organisme bersel tunggal. Sedangkan monera adalah organisme prokariotik yang tidak mempunyai membran inti. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat belajar untuk mengklasifikasikan hewan dan tumbuhan berdasarkan ciri-ciri morfologi dan anatomi.

kapsul. basil (batang). mesosom. transformasi. ribosom) dan struktur tambahan. ada yang hidup berkoloni dan ada pula yang berupa filamen. tilakoid. membran sel. Ada tiga cara reproduksi Cyanobacteria yaitu pembelahan sel. Paraseksual pada bakteri dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu konjugasi. mengubah bahan makanan. sitoplasma. sedangkan struktur tambahan dimiliki oleh jenis bakteri tertentu. Struktur Cyanobacteria mirip dengan struktur bakteri. menambat N2 dari udara. dan transduksi. Media pembelajaran yang dapat digunakan misalnya gambar. dan spiral. fragmentasi dan pembentukan spora (akinet). Disamping menguntungkan banyak pula bakteri yang merugikan bagi manusia misalnya berbagai jenis bakteri patogen (penyebab penyakit) dan bakteri yang membusukkan makanan. Bakteri mempunyai peranan dalam kehidupan manusia. Cyanobacteria adalah organisme prokariotik yang umumnya memiliki klorofil dan fikosianin. dinding sel. Struktur tubuh bakteri dapat dibagi menjadi struktur dasar (flagela. Struktur dasar dimiliki hampir semua jenis bakteri. Tubuh ada yang bersel satu. Berdasarkan karakteristik tersebut maka untuk mempelajari virus dan monera dibutuhkan suatu media yang dapat membantu siswa untuk memahami materi tersebut. Ada dua cara reproduksi bakteri yaitu secara aseksual dengan membelah diri dan secara seksual yang sering disebut paraseksual. pemecahan logam dan sebagai penghasil antibiotik. Ada bakteri yang menguntungkan misalanya membantu mencerna sisa makanan. Ukuran tubuhnya bervariasi sekitar 1μ sampai 60.14 berklorofil sehingga sebagian besar bersifat heterotrop. Bakteri pada umumnya dikenal memiliki tiga bentuk yaitu kokus (bulat). .

Pengalaman belajar tersebut diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik. Dengan adanya media pembelajaran tersebut maka siswa dapat diarahkan untuk mengeksploitasi media pembelajaran yang digunakan. sehingga siap digunakan untuk memecahkan problema kehidupan yang dihadapinya. kemudian secara proaktif dan kreatif mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya. Kerangka Berpikir Perubahan yang sangat pesat terjadi dalam berbagai bidang seperti politik. budaya. B. lembaga pendidikan memiliki peranan penting dalam membantu mempersiapkan peserta didik agar mampu hidup secara produktif di tengah masyarakat dengan berbagai permasalahan yang dihadapinya. Konsep Life skill yang dikembangkan di SMU/MA adalah General Life Skill (personal skill dan social skill) dan Spesific Life Skill (academic skill).15 chart. Namun dapat diatasi dengan adanya pemahaman dan . Dengan demikian siswa dapat lebih memahami materi virus dan monera. Seiring dengan perubahan tersebut. Kecakapan hidup (Life Skill) adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi problema kehidupan. dan VCD pembelajaran. Dalam kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi) telah diupayakan untuk mensinergikan berbagai mata pelajaran dengan kecakapan hidup (Life Skills) sebagai pengalaman belajar. ilmu pengetahuan dan teknologi. sosial. Ketiga kecakapan tersebut dalam penerapannya mempunyai hambatan-hambatan karena kenyataannya kecakapan yang dimiliki berhubungan dengan personal dan individu masing-masing.

Bagan Kerangka Berpikir C. . Dengan kecakapan hidup yang dimiliki tersebut diharapkan siswa dapat mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya untuk mengatasi permasalahan/problema yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan model pembelajaran iqro’ dan dengan pendekatan jelajah alam sekitar diharapkan mampu untuk meningkatkan kecakapan hidup siswa. Kurikulum Berbasis Kompetensi Kecakapan Personal Kecakapan Hidup (Life Skills) Kecakapan Sosial Kecakapan Akademik Model Pembelajaran Iqro’ dengan pendekatan JAS Materi prinsip-prinsip klasifikasi.16 penerapan dari kegiatan keseharian siswa. virus dan monera Kecakapan Hidup Siswa Meningkat Gambar 1. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran iqro’ di MA Al-Asror Semarang pada materi Prinsisp-Prinsip Klasifikasi Virus dan Monera dapat meningkatkan kecakapan hidup siswa.

dan monera tahun 2003/2004 dan tahun 2004/2005 secara klasikal < 6. Faktor Guru Faktor guru yang diamati adalah persiapan guru dan cara guru dalam menerapkan model pembelajaran iqro’. Alasan mengapa mengambil kelas XA yaitu karena kondisi keaktivan siswa dalam pembelajaran rendah dan hasil belajar siswa materi prinsip-prinsip klasifikasi.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. dan kecakapan akademik. 17 . virus. Pengamatan ini menggunakan lembar angket dan dokumentasi CD dan foto. dan monera sesuai dengan urutan GBPP diajarkaan pada kelas X awal semester 1. B. Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MA Al-Asror Semarang pada kelas XA yang berjumlah 40 siswa pada semester 1 tahun pelajaran 2005/2006. Penelitian ini menggunakan kelas XA karena materi prinsip-prinsip klasifikasi. Faktor Penelitian Dalam penelitian ini faktor yang akan diteliti adalah: 1.5. 2. virus. kecakapan sosial. Faktor siswa Faktor siswa yang diamati adalah peningkatan kecakapan hidup siswa yang meliputi kecakapan personal. Pengamatan ini menggunakan lembar observasi. apakah sudah sesuai dengan langkahlangkah yang tertulis pada rencana pembelajaran.

18 C. VCD pembelajaran . D. Observasi dilakukan empat orang salah satunya adalah guru sebagai kolaborator sekaligus sebagai pengajar menerapkan model pembelajaran iqro’ di kelas. Observasi awal untuk mengidentifikasi masalah b. sedangkan peneliti sebagai observer. preparat asli tumbuhan. Pada setiap siklus akan dibagikan angket kepada siswa pada waktu sebelum dan sesudah pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana perubahan kecakapan hidup siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan model pembelajaran iqro’. Bersama guru memecahkan masalah dengan model pembelajaran iqro’ c. Menyusun perangkat pembelajaran berupa rencana pembelajaran yang sesuai dengan sintaks model pembelajaran iqro’ d. Rancangan penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. tindakan. Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari tiga sampai empat pertemuan. Prosedur Penelitian Langkah-langkah dalam prosedur penelitian tindakan kelas (PTK) ini ada dua tahapan. pedoman klasifikasi. Persiapan a. yaitu preparat awetan hewan. Kemudian dari hasil refleksi setiap siklus akan dilanjutkan ke siklus selanjutnya. observasi dan refleksi. Setiap siklus terdiri dari perencanaan. yaitu 1. kunci determinasi sederhana.

2. dan media pembelajaran dalam bentuk power point. dengan prosedur sebagai berikut: .19 (discovery channel: viruses. bacteria. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan. e. Pelaksanaan Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari tiga siklus. observasi. g. pelaksnaan. Membuat pedoman wawancara (deep interview) untuk siswa dan guru. Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana proses pembelajaran di kelas ketika model tersebut diaplikasikan. dengan berpedoman pada refleksi awal maka dilaksanakan penelitian tindakan kelas ini. dan refleksi. Proses kegiatan yang mencakup empat tahap tersebut disebut satu siklus kegiatan pemecahan masalah. and allergies). Menyusun angket untuk mengakses kecakapan hidup siswa f.

ciri.tes siklus Sumber Belajar: . curah pendapat.presentasi .VCD pembelajaran .buku pelajaran SMA .tugas terstruktur .tugas terstruktur .diskusi . .peranan monera dalam kehidupan Jumlah JP: 4 JP Strategi: .buku pelajaran SMA .praktikum .tes siklus Sumber Belajar: . dan replikasi virus .model pembelajaran iqro’ .Metode: inquiry discovery. struktur.ciri. Tanya jawab. ceramah Action: .buku pelajaran SMA . ceramah Action: .Metode: diskusi.tugas terstruktur .tanya jawab .pedoman klasifikasi .diskusi . dan replikasi monera .tes siklus Sumber Belajar: .Pendekatan:JAS .Kunci Determinasi Sederhana Jumlah JP: 5 JP Strategi: .model: pembelajaran iqro’ .lingkungan .Metode: inquiry discovery. Tanya jawab.manfaat dan bahaya virus Jumlah JP: 4 JP Strategi: . praktikum Action: .VCD pembelajaran .tanya jawab .20 Siklus I Siklus II Siklus III Perencanaan I Pembuatan RP (2RP) Materi: . struktur.Prinsip-prinsip Klasifikasi .Power point Perencanaan II Pembuatan RP (2RP) Materi: .kunci determinasi sederhana Perencanaan II Pembuatan RP (3 RP) Materi: . Tahap Penelitian Tindakan Kelas Pembelajaran Prinsip-Prinsip Klasifikasi Virus dan Monera dengan Model Pembelajaran Iqro’ Adapun langkah-langkah penelitian yang ditempuh pada setiap siklus adalah sebagai berikut.Tatanama Binomial .penularan dan pencegahan virus .Power point observasi refleksi observasi refleksi observasi Gambar 2.tanya jawab .Diskusi kelompok .Pendekatan: JAS .Pendekatan:JAS .model pembelajaran iqro’ .

Pengamatan yang dilihat yaitu kecakapan hidup siswa yang berupa kecakapan personal. Siklus II meliputi rencana pembelajaran 03. menyiapkan angket siswa dan guru. Siklus III meliputi rencana pembelajaran 06 dan rencana pembelajaran 07. d. c. Refleksi . kecakapan sosial dan kecakapan akademik. LKS. media pembelajaran. Kegiatan siklus I meliputi rencana pembelajaran 01 dan rencana pembelajaran 02. sejauh mana efek dari penggunaan model pembelajaran iqro’ pada proses peningkatan kecakapan hidup siswa dan kesesuaian cara guru mengajar dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Observasi Tahap ini observer melakukan observasi terhadap pelaksanaan tindakan kelas. konseptualisasi. Pada tiap siklus diberikan angket pada waktu sebelum dan sesudah pembelajaran siswa untuk mengakses ada tidaknya peningkatan kecakapan hidup siswa.21 a. dan komunikasi. Pelaksanaan Tahap ini guru melaksanakan skenario pembelajaran yang sudah dibuat sesuai dengan sintaks model pembelajaran iqro’ yang terdiri dari eksplorasi. Perencanaan Dalam tahap ini meliputi pengenalan model pembelajaran iqro’ dan menyiapkan perangkat pembelajaran berupa RP. dan rencana pembelajaran 05. rencana pembelajaran 04. Observasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. b. menyiapkan lembar observasi dan menyiapkan lembar wawancara bagi guru.

hal-hal apa yang perlu diperbaiki. Refleksi dilakukan bertujuan untuk mengadakan perbaikan dan diharapkan dapat memperlancar pembelajaran pada siklus berikutnya sehingga tercapai indikator kerja dari penelitian tindakan kelas ini. Benar tidaknya data ini tergantung dari baik tidaknya instrumen pengumpul data sehingga diperlukan pengujian untuk mengetahui kualitas dari instrumen tersebut.22 Hasil analisis pada setiap siklus dan kendala-kendala yang dihadapi pada proses pembelajaran dijadikan sebagai bahan refleksi. lembar wawancara guru. guru. dan untuk menentukan apakah perlu dilaksanakan siklus selanjutnya. Instrumen yang digunakan adalah angket kecakapan hidup siswa. E. . Refleksi ini dilaksanakan oleh observer yang berkolaborasi dengan guru dan siswa sebagai pelaksana perbaikan. Analisis angket kecakapan hidup siswa. Refleksi dilaksanakan setelah proses pembelajaran siklus selesai yang diperoleh berdasarkan data selama pembelajaran siklus berlangsung baik data tentang siswa. lembar observasi siswa. maupun suasana pembelajaran. dan lembar wawancara siswa. lembar observasi guru. Hasil refleksi kegiatan digunakan untuk mengetahui perubahan yang terjadi selama penerapan model pembelajaran iqro’. 1. Oleh sebab itu benar tidaknya data sangat menentukan bermutu tidaknya hasil penelitian. kesempurnaan pelaksanaan. Metode Analisis Instrumen Di dalam penelitian data yang diperoleh merupakan penggambaran variabel yang diteliti.

Instrumen ini digunakan oleh peneliti sebagai arahan dalam melakukan wawancara untuk mengambil data tentang: a. yaitu dengan menggunakan metode peer review dan review dosen pembimbing. Lembar observasi sebelumnya telah didiskusikan dengan teman satu kolaborasi dan telah disetujui oleh dosen pembimbing. Analisis lembar observasi Validitas lembar observasi siswa dan guru dianalisis dengan metode peer review dan review dosen pembimbing. 2. Tanggapan dan kesan guru terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran iqro’. Data diambil pada setiap pelaksanaan rencana pembelajaran. Lembar observasi siswa digunakan untuk mengetahui kesesuaian aktivitas siswa dengan rencana pembelajaran. Analisis lembar wawancara guru Validitas pedoman wawancara guru dianalisis menggunakan validitas muka. . Aktivitas siswa selama pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran iqro’. 3. b. Butir angket sebelumnya telah didiskusikan dengan teman satu kolaborasi dan telah disetujui oleh dosen pembimbing. Lembar observasi aktivitas guru digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data tentang kinerja guru pada waktu menerapkan pembelajaran dengan model pembelajaran iqro’. c. Data diambil sekali dalam setiap siklus sehingga diperoleh gambaran perubahan kinerja guru. Kelebihan model pembelajaran iqro’.23 Validitas dan reabilitas butir angket dianalisis dengan menggunakan metode peer review dan review ahli.

. c. Hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model iqro’. Analisis lembar wawancara siswa Validitas pedoman wawancara siswa dianalisis menggunakan validitas muka. g. f. Ketertarikan guru dalam menerapkan model iqro’ pada konsep pembelajaran yang lain. e. e. Perubahan sikap siswa sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran iqro’. d. Wawancara ini dilakukan di sekolah di luar jam pelajaran pada akhir siklus III. i. Peningkatan kualitas pembelajaran sebelum dan sesudah penerapan model iqro’. Kesulitan dalam menerapkan model pembelajaran iqro’. Kesan terhadap cara mengajar guru biologi dengan menerapkan model pembelajaran iqro’. Instrumen ini digunakan oleh peneliti sebagai arahan dalam melakukan wawancara untuk mengambil data tentang: a. Kesulitan dan hambatan dalam melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran iqro’. Ketertarikan siswa selama mengikuti pembelajaran dengan model iqro’.24 d. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan penerapan model iqro’. yaitu dengan menggunakan metode peer review dan review dosen pembimbing. Pengetahuan guru tentang kecakapan hidup. h. b. Pemahaman materi sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran iqro’. 4.

Metode pengumpulan data a. Jenis data Jenis data yang diperoleh adalah berupa data kualitatif yaitu a.1997). c. Dikatakan .25 Wawancara ini dilakukan di sekolah di luar jam pelajaran pada setiap akhir siklus. aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi kesesuaian aktivitas siswa dengan model pembelajaran dan wawancara mendalam (deep interview) dan didokumentasikan dalam bentuk CD dan foto. 3. Dalam penelitian ini sumber data adalah siswa dan guru. hasil observasi guru dengan menggunakan lembar observasi aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dengan model iqro’ dan wawancara mendalam (deep interview). angket kecakapan hidup siswa terhadap model pembelajaran iqro’. 1. b. Metode Pengumpulan Data Metoda pengumpulan data adalah satu cara untuk memperoleh keterangan atau kenyataan yang benar mengenai obyek yang diteliti sehingga data dapat dipertanggungjawabkan. 2. Sumber data Sumber data adalah subjek dari mana data dapat diperoleh (Arikunto. Metode wawancara Wawancara adalah suatu cara yang digunakan untuk mendapat jawaban dari responden dengan jalan Tanya jawab sepihak. F.

Dalam penelitian ini. Wawancara siswa dilakukan pada beberapa siswa dengan berbagai tingkat prestasi. Dilihat dari bentuk pertanyaan yang digunakan angket dalam penelitian ini menggunakan jenis angket tertutup.26 sepihak karena dalam wawancara ini tidak diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. 2002). yang mana responden tinggal menjawab dengan memberi tanda chek (V). adapun skor yang diberikan dalam mengukur skala sikap menurut Likert yaitu: 1) Untuk jawaban Sangat Setuju (SS) mendapat skor 4 2) Untuk jawaban Setuju (S) mendapat skor 3 3) Untuk jawaban Tidak Setuju (TS) mendapat skor 2 . b. atau hal-hal yang diketahui (Arikunto. wawancara dilakukan secara mendalam (deep interview) kepada guru dan siswa. Wawancara guru dilakukan untuk mengetahui pendapat guru tentang penerapan model pembelajaran iqro’ dan wawancara siswa dilakukan untuk mengetahui tanggapan siswa dalam penerapan model pembelajaran iqro’. Metode angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya. Dalam penelitian ini akan digunakan angket langsung yaitu angket yang langsung dapat dijawab oleh subyek yang akan diselidiki yaitu siswa. Angket diberikan kepada siswa untuk mengetahui peningkatan kecakapan hidup siswa dengan model pembelajaran iqro’.

Selisih skor antara sebelum dan sesudah perlakuan dicatat sebagai peningkatan kacakapan hidup siswa terhadap pembelajaran prinsip-prinsip klasifikasi. virus dan monera. G. 1. dan siklus 3 dicatat sebagai peningkatan kecakapan hidup siswa dengan penerapan model pembelajaran iqro’. siklus 2. Metode observasi Metode observasi dibantu dengan lembar observasi digunakan untuk mengobservasi aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung serta melihat keefektifan proses pembelajaran. Selisih antara skor siklus 1. Data yang diperoleh dari selisih sebelum dan sesudah pembelajaran dianalisis lebih lanjut dengan uji normalitas dan uji beda dua variable untuk mengetahui peningkatan kecakapan hidup pada waktu sebelum dan sesudah pembelajaran. Uji normalitas data .27 4) Untuk jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) mendapat skor 1 5) Untuk jawaban Tidak Punya Pendapat (TPP) mendapat skor 0 c. Metode observasi juga dibantu dengan dokumentasi CD dan foto. Analisis data angket kecakapan hidup siswa a. Metode Analisis Data Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kecakapan hidup siswa yang dilakukan dengan pembelajaran iqro’. Data yang diperoleh berupa skor sebelum dan sesudah pembelajaran pada masing-masing siklus dengan materi yang berbeda.

2003) untuk memudahkan dalam perhitungan dengan menggunakan rumus model Kolmogorov-Smirnof. Seadngkan untuk taraf signifikasi (P) > 0. Kriteria penilaiannya yaitu untuk taraf signifikasi (P) < 0.11 (Teguh. Data diambil dari hasil penyebaran angket sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran iqro’ untuk mengetahui peningkatan pencapaian kecakapan hidup siswa. Selisih skor antara sebelum dan sesudah perlakuan dicatat sebagai peningkatan kacakapan hidup siswa terhadap pembelajaran prinsip-prinsip klasifikasi.28 Uji normalitas data bertujuan untuk mengetahui data dari sample penelitian berdistribusi normal atau tidak. Jika data berdistribusi normal maka menggunakan uji parametik sedang bila distribusi tidak normal menggunakan uji non parametik. Analisis hasil observasi ksesuaian aktivitas siswa dengan rencana pembelajaran Analisis ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran.05. 2. Uji normalitas ini menggunakan pengerjaan SPSS. b.05 maka dikatakan distribusi normal. Analisis Paired Sample T-Test Metode analisis yang digunakan untuk menguji ada tidaknya peningkatan kecakapan hidup antara sebelum dan sesudah pembelajaran. virus dan monera denan model pembelajaran iqro’. untuk data yang berdistribusi normal. Rumus yang digunakan adalah deskriptif prosentase . maka dikatakan distribusi tidak normal. Analisis yang digunakan yaitu dengan uji beda dua sample dalam satu group/ Paired Sample t-test.

1982) Dari hasil perhitungan TP(%) dapat diketahui sejauh mana tingkat keaktifan tiap siswa dan tingkat keaktifan rata-rata secara klasikal. TP = n . 4. kecakapan akan kesadaran eksistensi diri. kecakapan akan potensi diri) dan kecakapan berfikir rasional (kecakapan menggali informasi. Data Data tanggapan siswa dan guru melalui wawancara akan dianalisis secara deskriptif.29 yang menggambarkan besarnya prosentase keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.100 % N Keterangan: TP (%) = persentase keaktifan siswa n N = total skor responden = skor maksimal (Ali. Indikator Kinerja Indikator kinerja dari penelitian ini adalah adanya peningkatan kecakapan hidup siswa berupa kecakapan personal yang meliputi kecakapan mengenal diri (kecakapan akan kesadaran diri sebagai makhluk Tuhan. E. 3. kecakapan . Analisis data hasil observasi guru Analisis data hasil observasi aktivitas guru dengan memberi skor yang telah ditetapkan sesuai dengan aktivitas guru selama pembelajaran berlangsung.

kacakapan menyusun hipotesis dan kecakapan melakukan penelitian. Selain itu juga dilihat adanya peningkatan kecakapan sosial siswa yang berupa kecakapan bekerjasama dan kecakapan berkomunikasi lisan dan tulis. . kacakapan memecahkan masalah).30 mengolah informasi. kecakapan mengambil keputusan. kecakapan menghubungkan variabel. juga adanya peningkatan kecakapan akademik siswa yang berupa kecakapan mengenal variabel.

data aktivitas guru. kecakapan berpikir rasional. data kecakapan hidup siswa. Aktivitas guru yang diamati meliputi: cara guru menjelaskan ruang lingkup pembelajaran. Kecakapan hidup yang dikembangkan yaitu kecakapan personal. data hasil wawancara siswa dan guru. cara guru membimbing siswa mengeksplorasi.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Aktivitas siswa yang diamati disesuaikan dengan kecakapan hidup siswa yang dapat dikembangkan selama proses pembelajaran. dan kecakapan akademik. mengkonseptualisasi dan mengkomunikasikan konsep yang sedang dipelajari. Hasil Penelitian Penelitian tindakan kelas pada pembelajaran materi prinsip-prinsip klasifikasi. 31 . dan monera dengan model pembelajaran iqro’ dan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dilakukan dengan tiga siklus diperoleh berbagai macam data yang kemudian dianalisis untuk menunjukkan adanya peningkatan kecakapan hidup siswa. Hasil penelitian yang diperoleh berupa data aktivitas siswa. kecakapan sosial. Pengamatan terhadap aktivitas siswa dimaksudkan untuk mengetahui kesesuaian aktivitas siswa dengan rencana pembelajaran dengan model iqro’. Pengamatan terhadap aktivitas guru dilakukan selama kegiatan pembelajaran meliputi: kegiatan guru selama proses pembelajaran apakah sudah sesuai dengan sintaks pembelajaran dengan model iqro’. virus.

Berikut ini akan diuraikan hasil penelitian tiap siklus: 1. Observasi dilakukan dengan lembar observasi sehingga semua aktivitas siswa dapat direkam dengan cermat selama 5 x 45 menit. Saat praktikum dihadirkan preparat sesungguhnya. Wawancara siswa merupakan tanggapan siswa secara umum terhadap pelaksanaan model pembelajaran iqro’. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan persentase. Aktivitas siswa Selama model pembelajaran iqro’ berlangsung dengan sub konsep prinsipprinsip klasifikasi dan tatanama binomial siswa melaksanakan diskusi dengan bimbingan guru.32 Data kecakapan hidup siswa diperoleh dengan cara menggunakan angket yang dibagikan kepada siswa pada sebelum dan sesudah pembelajaran setiap siklusnya. Siklus I a. Hasil yang diperoleh digunakan untuk mengetahui peningkatan kecakapan hidup siswa pada proses pembelajaran dengan model pembelajaran iqro’. Observasi meliputi kesesuaian antara aktivitas siswa dengan rencana pembelajaran yang digunakan sebagai dasar untuk mengetahui keberhasilan penggunaan model pembelajaran iqro’. Pembelajaran sub konsep kunci determinasi dilaksanakan dengan metode praktikum. Setelah dilakukan analisis diperoleh data observasi aktivitas siswa seperti pada tabel 1 berikut ini: . Siswa diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya dalam menyelesaikan bahan diskusi dan materi prinsip-prinsip klasifikasi dan tatanama binomial.

Aktivitas guru Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran konsep Prinsip-prinsip Klasifikasi pada siklus I diobservasi dengan lembar observasi. Kegiatan inti yang dilakukan sesuai dengan sintaks model pembelajaran iqro’. 3.18 2474. dengan cara menanamkan rasa percaya adanya sesuatu yang bisa diteladani . Kegiatan pendahuluan meliputi menjelaskan ruang lingkup pembelajaran dan memotivasi siswa.86 sesuai Kurang sesuai Sesuai Keterangan: Data tentang kesesuaian antara aktivitas siswa dengan rencana pembelajaran selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2 Dari data di atas menunjukkan bahwa aktifitas siswa pada siklus I sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang dibuat dalam rencana pembelajaran. konseptualisasikan.33 Tabel 1.79 Rata-rata 1. 63. dan komunikasikan. Pada kegiatan eksplorasikan guru memotivasi siswa dengan menumbuhkan hakekat ketuhanan. b.54 61. aktivitas yang dilakukan guru selama pembelajaran dikelompokkan menjadi: aktivitas guru kegiatan pendahuluan.86%. menutup pelajaran dan mengelola waktu sesuai rencana pembelajaran.4 klasikal Persentase Kriteria 60. Data kesesuaian antara aktivitas siswa dengan Rencana Pembelajaran No Uraian Prinsip-prinsip klasifikasi dan tatanama binominal Kunci determinasi sederhana 2541.595 2. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata persentase aktivitas siswa pada siklus I sebesar 61. melaksanakan kegiatan inti sesuai dengan sintaks model pembelajaran iqro’. Dari data observasi. Nilai Keaktivan 2407. yaitu: eksplorasikan.

Pada kegiatan menutup pelajaran. skor 3 jika aktivitas guru baik. Pada kegiatan ini guru juga sebagai fasilitator dengan menumbuhkan pencarian hakekat manusia dengan cara menumbuhkan rasa tidak percaya terhadap gejala peristiwa keanekaragaman hayati yang dapat menimbulkan hipotesis seperti pada berbagai macam tumbuhan ditemui persamaan dan perbedaan. dilakukan dengan memberikan skor 1 untuk tidak baik. Kecakapan personal meliputi . skor 2 jika aktivitas guru kurang baik.34 kepada siswa dan menanamkan sifat ketuhanan. Guru mendorong siswa menemukan jawaban melalui diskusi. guru memotivasi siswa dengan memberikan pertanyaan dan membimbing diskusi. Hasil penilaian aktivitas guru selama kegiatan berlangsung rata-rata baik dan sangat baik untuk setiap tahap dan sintaksnya. Kecakapan hidup (Life Skills) siswa Pada mata pelajaran Biologi di SMA/MA kecakapan hidup yang dikembangkan yaitu kecakapan generik (general life skill) dan kecakapan spesifik (specifik life skill). Penilaian terhadap aktivitas guru. Pada kegiatan komunikasikan. Pada kegiatan konseptualisasikan guru meminta jawaban atas dugaan dengan memotivasi kembali bahwa jawaban siswa benar atas hipotesisnya dengan dilandasi sifat ketuhanan dan menegaskan kembali bahwa dengan perbedaan dan persamaan tersebut para ahli membuat klasifikasi. Kecakapan generik ada dua yaitu kecakapan personal (personal skill) dan kecakapan sosial (social skill). dan skor 4 untuk menggambarkan aktivitas guru yang sangat baik. c. guru memberikan tugas mengklasifikasikan beberapa macam tumbuhan (yang ada di sekitar sekolah) dan memberitahukan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

diperoleh data bahwa siswa mempunyai tanggapan dan kesan yang positif terhadap model pembelajaran iqro’.822 pada angket sebelum pembelajaran dan 0. Siswa menyukai kegiatan pengamatan langsung karena siswa dapat memperoleh konsep baru. d.016 hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak maka berarti ada peningkatan kecakapan hidup siswa sebelum dan sesudah pembelajaran pada siklus I.11 (SPSS. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kedua angket tersebut berdistribusi normal dapat diuji lebih lanjut. Angket kecakapan hidup ini dianalisis dengan program Statistical Package for Sosial Science. sedangkan kecakapan spesifik yang dikembangkan berupa kecakapan akademik (academic skill). Pada penelitian ini angket diberikan pada sebelum dan sesudah pembelajaran pada setiap siklusnya untuk mengetahui peningkatan kecakapan hidup siswa pada pembelajaran dengan model pembelajaran iqro’. Hasil wawancara siswa Hasil wawancara yang dilakukan pada siswa dari berbagai tingkatan prestasi belajarnya.341 pada angket sesudah pembelajaran.35 kecakapan mengenal diri dan kecakapan berpikir rasional. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan < 0.05 yaitu 0. Dalam .11). Data kecakapan hidup siswa terlebih dulu diuji dengan uji normalitas data untuk mengetahui bahwa data kecakapan hidup siswa berdistribusi normal dan dapat diuji lebih lanjut. sehingga siswa dapat mengamati langsung preparat yang sedang dipelajari. Siswa merasa tertarik dalam kegiatan praktikum yang jarang diterapkan di dalam kelas. Dari hasil uji normalitas diperoleh hasil bahwa nilai signifikan uji normalitas > 0. Untuk mengetahui kecakapan hidup siswa dengan menggunakan angket kecakapan hidup dengan model skala likert. Analisis lebih lanjut menggunakan pengujian terhadap dua sampel yang berpasangan (Paired Sample T-test) untuk mengetahui peningkatan kecakapan hidup siswa.05 yaitu 0.

Kinerja guru sudah sesuai dengan rencana pembelajaran misalnya membimbing siswa dalam melakukan kegiatan diskusi maupun praktikum. Guru kurang menguasai . memotivasi siswa untuk belajar dan menanamkan sifat-sifat Ketuhanan. Sebagian besar siswa belum melaksanakan langkah-langkah pembelajaran sesuai rencana pembelajaran seperti kemauan siswa untuk bertanya maupun untuk menjawab pertanyaan guru masih kurang. e.36 kegiatan ini siswa terdorong untuk melakukan berbagai macam aktivitas seperti membaca. mengajukan pertanyaan maupun melaporkan hasil praktikum di depan kelas. melakukan percobaan/eksperimen. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan hasil analisis kesesuaian aktivitas siswa terhadap rencana pembelajaran 1 yaitu pada materi prinsip-prinsip klasifikasi yang menunjukkan hasil yang kurang sesuai antara aktivitas siswa dengan rencana pembelajaran. Namun ada beberapa hal yang belum sesuai misalnya guru kurang dalam mengelola waktu yang diperlukan untuk pembelajaran siklus I sehingga presentasi hasil diskusi pertemuan 1 sebagai salah satu tahap dalam model iqro’ tidak bisa dilakukan. sebagian besar siswa belum aktif mengikuti proses pembelajaran. Refleksi Berdasarkan hasil observasi pada proses pembelajaran pada siklus I diperoleh data bahwa masih banyak siswa yang proses belajarnya belum optimal. hal ini dikarenakan guru kurang jeli dalam memperhitungkan waktu yang seharusnya diperlukan siswa dalam diskusi sehingga waktu pelaksanaan diskusi sesungguhnya akhirnya tidak sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun. Guru masih harus menunjuk beberapa siswa untuk bertanya maupun untuk menjawab pertanyaan.

maupun suasana pembelajaran. hal tersebut dapat diketahui dengan hasil analisis angket yang menunjukkan hasil bahwa ada peningkatan kecakapan hidup siswa pada sebelum dan sesudah pembelajaran dengan model iqro’ pada siklus I. Kecakapan hidup siswa sudah tercapai. Refleksi dilakukan bertujuan untuk mengadakan perbaikan dan diharapkan dapat memperlancar pembelajaran pada siklus berikutnya sehingga tercapai indikator kerja dari penelitian tindakan kelas ini. Refleksi dilaksanakan setelah proses pembelajaran siklus I selesai yang diperoleh berdasarkan data selama pembelajaran siklus I berlangsung baik data tentang siswa.37 langkah-langkah pembelajaran yang ada dalam rencana pembelajaran sehingga ada beberapa tahap dalam sintaks model iqro’ tidak dilaksanakan. Suasana agak ramai pada saat praktikum pada pertemuan 2 dikarenakan banyak siswa yang bermain-main dengan preparat awetan yang dihadirkan ke dalam kelas. Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. maka tindakan perbaikan pada siklus II adalah sebagai berikut : 1) Guru memperhitungkan waktu yang diperlukan untuk tiap tahap langkah pembelajaran. guru. Hal ini mungkin dikarenakan siswa belum pernah melihat preparat awetan yang dihadirkan tersebut. 2) Guru berusaha melakukan semua sintaks dalam model pembelajaran iqro’ dengan waktu yang ada dan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Refleksi ini dilaksanakan oleh observer yang berkolaborasi dengan guru dan siswa sebagai pelaksana perbaikan. dalam .

struktur dan replikasi virus 2466.595 2488.92 61. 4) Guru memotivasi siswa agar lebih berperan aktif dalam pembelajaran agar lebih mengoptimalkan proses pembelajaran.22 sesuai 0. Nilai Keaktivan klasikal Persentase Kriteria Manfaat Rata-rata Rata-rata Δ dan siklus I siklus II bahaya virus 2483.08 61. and allergies dan media pembelajaran dalam bentuk power point tentang ciri-ciri.88 Ciri. bacteria.99 14.23 2474.86 sesuai 62.67 62. 2. struktur. Siklus II a. dan replikasi virus. Data kesesuaian antara aktivitas siswa dengan Rencana Pembelajaran N Uraian o Penularan dan pencegaha n virus 2516. 2 . Setelah dilakukan analisis diperoleh hasil seperti pada tabel 2 berikut ini: Tabel 2.88 1 . 3 .395 62. Aktivitas siswa Pada pembelajaran tentang virus pada siklus II menggunakan metode inquiry-discovery.38 3) Guru memotivasi siswa agar mengikuti pembelajaran dengan sungguhsungguh agar lebih dapat memahami materi yang dipelajari dan lebih konsentrasi pada kegiatan yang dilakukan. Metode ini dilaksanakan dengan mengeksplorasi VCD pembelajaran tentang penyakit flu yang disebabkan oleh virus influensa yang berjudul Discovery channel: viruses. Data orservasi aktivitas siswa ini digunakan untuk mengetahui kesesuaian aktivitas siswa dengan rencana pembelajaran pada materi virus.36 sesuai sesuai sesuai Keterangan: Data tentang kesesuaian antara aktivitas siswa dengan rencana pembelajaran selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 3 .

struktur. Aktivitas guru Kegiatan inti yang dilakukan sesuai dengan sintaks model pembelajaran iqro’. dan replikasi virus. Berdasarkan hasil perhitungan persentase kesesuaian antara aktivitas siswa dengan rencana pembelajaran sudah sesuai dengan rencana pembelajaran yang dibuat. dan virus dapat menular dan dapat panularannya dapat dicegah. peranan. Guru membimbing siswa dalam mengkomunikasikan hasil belajarnya. dan komunikasikan dengan memberikan media pembelajaran berupa VCD pembelajaran dan power point tentang virus. Pada kegiatan menutup pelajaran guru memberikan tugas membuat poster tentang penularan dan pencagahan virus. yaitu eksplorasikan. virus mempunyai manfaat dan bahaya. b. dan banyaknya penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat menimbulkan hipotesis bahwa adanya virus dengan ciri-ciri dan struktur tertentu serta dapat berreplikasi. Hasil penilaian aktivitas guru selama kegiatan berlangsung termasuk kategori sangat baik.36% dibandingkan siklus I. konseptualisasikan.39 Dari data di tabel 2 menunjukkan bahwa kesesuaian antara aktifitas siswa secara klasikal dengan rencana pembelajaran pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 0. tugas yang ada dalam VCD pembelajaran tentang penularan penyakit flu. . dan mencari informasi tentang manfaat dan bahaya virus. Menumbuhkan pencarian hakekat manusia dengan cara menumbuhkan rasa tidak percaya terhadap keberadaan. mind mapping tentang ciri.

. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan < 0. diperoleh data bahwa siswa mempunyai tanggapan dan kesan yang positif terhadap model pembelajaran iqro’.40 b. Kecakapan hidup siswa Kecakapan hidup siswa pada siklus II juga mengalami peningkatan. Siswa menyukai kegiatan karena mereka dapat memperoleh konsep baru yang dulunya mereka belum tahu. Dalam kegiatan ini siswa terdorong untuk melakukan berbagai macam aktivitas seperti mendengarkan. melakukan menulis. Analisis lebih lanjut menggunakan Paired Sample T-test untuk mengetahui peningkatan kecakapan hidup siswa. Siswa merasa tertarik dalam kegiatan eksplorasi VCD pembelajaran dengan judul Discovery channel: viruses. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kedua angket tersebut berdistribusi normal dapat diuji lebih lanjut.05 yaitu 0. Hasil wawancara siswa Hasil wawancara yang dilakukan pada siswa dari berbagai tingkatan prestasi belajarnya.05 yaitu 0. menggambar. mengajukan pertanyaan maupun melaporkan hasil pengamatan tentang virus dalam bentuk karya tulis atau poster di depan kelas. bacteria. Dari hasil uji normalitas diperoleh hasil bahwa nilai signifikan uji normalitas > 0.822 pada angket sebelum pembelajaran dan 0. c.000 hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak maka berarti bahwa ada peningkatan kecakapan hidup siswa sebelum dan sesudah pembelajaran pada siklus II. and allergies yang mana belum pernah diterapkan di kelas.341 pada angket sesudah pembelajaran. membaca. sehingga mereka dapat mengamati melalui VCD pembelajaran bagaimana cara virus dapat menyebabkan penyakit flu.

perlu perhatian khusus bagi siswa-siswa yang memiliki hasil belajarnya rendah pada siklus sebelumnya. hal ini ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang bertanya maupun menanggapi pendapat. Siswa terlihat sangat antusias dan gembira mengikuti proses pembelajaran. Pada siklus II ini guru semakin memahami sintaks model pembelajaran iqro’. ada beberapa kelemahan yang muncul yaitu aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran masih ada yang rendah dan hal tersebut mengakibatkan hasil belajarnya rendah.41 d. sebagian besar siswa yang hasil belajarnya rendah adalah siswa-siswa yang mempunyai aktivitas rendah. hal ini ditunjukkan dengan telah dilakukannya semua tahapan dalam sintaks model pembelajaran iqro’. . Pada siklus II. Berdasarkan analisis. Hal ini terjadi karena dimungkinkan guru pada siklus sebelumnya kurang memberikan perhatian khusus terhadap siswa-siswa yang hasil belajarnya rendah. Refleksi Masih ada siswa yang aktivitas belajarnya rendah. Oleh karena itu perlu perhatian khusus dari guru bagi siswa-siswa dengan hasil belajar yang rendah agar pada siklus berikutnya hasil belajar dan aktivitas siswa meningkat dengan cara selalu menanyakan pada siswa dengan aktivitas belajar rendah apakah mereka sudah jelas dengan materi yang disampaikan. sehingga tindakan perbaikan yang dilakukan yaitu guru hendaknya memberikan perhatian khusus bagi siswa-siswa yang memiliki aktivitas belajar yang rendah pada siklus sebelumnya. Untuk kecakapan hidup siswa menunjukkan adanya peningkatan.

72% dibandingkan siklus II. .72 sesuai sesuai Keterangan: Data tentang kesesuaian antara aktivitas siswa dengan rencana pembelajaran selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 4.9 2. 3. Data kesesuaian antara aktivitas siswa dengan Rencana Pembelajaran No Uraian Peranan monera bagi kehidupan Ciri. Nilai Keaktivan 3024. struktur dan replikasi monera 2650.89 Δ 1.22% sudah sesuai dengan rencana pembelajaran yang dibuat. struktur dan replikasi bakteri.27 62. Metode ini dilaksanakan dengan mengeksplorasi VCD pembelajaran tentang penyakit diare yang disebabkan oleh bakteri Salmonela berjudul Discovery channel: viruses. and allergies dan media pembelajaran dalam bentuk power point tentang ciri-ciri. Data orservasi aktivitas siswa ini digunakan untuk mengetahui kesesuaian aktivitas siswa dengan rencana pembelajaran pada materi monera. Pada siklus III aktivitas siswa secara klasikal sebesar 73. Aktivitas siswa Pada pembelajaran tentang virus pada siklus II menggunakan metode inquiry-discovery. 66. Setelah dilakukan analisis diperoleh hasil seperti pada tabel 3 berikut ini: Tabel 3.945 sesuai 8.97 klasikal Persentase Kriteria 75.22 sesuai 70.62 348. bacteria.82 Rata-rata siklus II 2488.42 3. Dari data di atas menunjukkan bahwa kesesuaian antara aktifitas siswa secara klasikal dengan rencana pembelajaran pada siklus III mengalami peningkatan sebesar 8. Siklus III a.99 Rata-rata siklus II 2837.

struktur. Analisis lebih lanjut menggunakan uji dua sampel yang berpasangan (Paired Sample T-test) untuk mengetahui peningkatan kecakapan hidup siswa.005 yaitu 0. Dari hasil uji normalitas diperoleh hasil bahwa nilai signifikan uji normalitas > 0. Pada kegiatan menutup pelajaran guru memberikan tugas yang ada dalam VCD pembelajaran tentang penyakit diare karena bakteri dan membuat mind mapping tentang ciri-ciri. Guru membimbing siswa dalam mengkomunikasikan hasil belajarnya. dan juga monera mempunyai manfaat dan bahaya. konseptualisasikan.43 b. yaitu eksplorasikan. dan komunikasikan dengan memberikan media pembelajaran berupa VCD pembelajaran dan power point tentang monera. Menumbuhkan pencarian hakekat manusia dengan cara menumbuhkan rasa tidak percaya terhadap keberadaan dan peranan monera yang dapat menimbulkan hipotesis bahwa adanya monera dengan ciri-ciri dan struktur tertentu serta dapat bereplikasi. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa angket tersebut berdistribusi normal dapat diuji lebih lanjut.416 pada angket sesudah pembelajaran. Hasil penilaian aktivitas guru selama kegiatan berlangsung termasuk kategori sangat baik. Aktivitas guru Kegiatan inti yang dilakukan sesuai dengan sintaks model pembelajaran iqro’. Kecakapan hidup siswa Kecakapan hidup siswa pada siklus III mengalami peningkatan. dan replikasi.436 pada angket sebelum pembelajaran dan 0. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan < . c.

05 yaitu 0. pembelajaran dengan moel iqro’ bagus dan perlu diterapkan pada pembelajaran konsep yang lainnya. Aktivitas siswa juga cukup tinggi dengan banyak siswa yang bertanya. Hasil wawancara dengan guru Wawancara dengan guru mitra dilakukan 20 Agustus 2005. melakukan melakukan berbagai menulis. macam aktivitas seperti maupun mendengarkan. Siswa menyukai kegiatan karena mereka dapat memperoleh konsep baru yang dulunya mereka belum tahu. and allergies yang mana belum pernah diterapkan di kelas. Pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak membosankan. Siswa merasa tertarik dalam kegiatan eksplorasi VCD pembelajaran dengan judul Discovery channel: viruses. d. berpendapat. Siswa terlihat begitu antusisas dalam mengikuti pelajaran. menggambar. Menurut guru mitra. dan lebih aktif dibanding sebelumnya. mengajukan pertanyaan. diperoleh data bahwa siswa mempunyai tanggapan dan kesan yang positif terhadap model pembelajaran iqro’. e. Dalam kegiatan ini siswa terdorong untuk membaca.000 hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak maka berarti ada peningkatan kecakapan hidup siswa sebelum dan sesudah pembelajaran pada siklus III. sehingga mereka dapat mengamati melalui VCD pembelajaran bagaimana cara bakteri dapat menyebabkan penyakit diare. Hasil wawancara siswa Hasil wawancara yang dilakukan pada siswa dari berbagai tingkatan prestasi belajarnya.44 0. . bacteria.

hal ini dimungkinkan karena ketertarikan siswa dalam proses pembelajaran karena banyak menghadirkan media pembelajaran ke dalam kelas sehingga informasi yang diterima menjadi bermakna bagi siswa dan relevan dengan kehidupan seharihari. f. Menurut guru. Guru semakin memahami sintaks dari model pembelajaran iqro’sehingga pengelolaan waktu lebih tepat. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran iqro’ melalui pendekatan JAS dapat mempengaruhi peningkatan kecakapan hidup siswa.45 Hasil belajar yang dicapai cukup memuaskan. Refleksi Ada peningkatan jumlah siswa yang aktif dan jumlah aktivitas yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran. kesulitan yang dialami dalam pelaksanaan model pembelajaran iqro’ adalah guru kurang begitu menguasai bagaimana cara mengajar menggunakan model iqro’ dengan benar karena baru pertama menerapkan model iqro’ dalam pembelajaran sehingga guru merasa belum terbiasa. Menurut guru. . Model pembelajaran iqro’ dapat diterapkan dengan menggunakan berbagai macam metode pembelajaran. Hasil belajar siswa telah mencapai tuntas belajar. banyak siswa yang telah mendapat nilai lebih dari 65 bahkan banyak juga yang mendapatkan nilai 8 pada pembelajaran virus dan monera. Hasil belajar yang dicapai siswa dalam proses belajar ini meningkat dibandingkan dengan hasil belajar tahun lalu. Kecakapan hidup siswa juga mengalami adanya peningkatan. Hal ini dimungkinkan karena adanya pembelajaran dengan mengaitkan langsung dengan kehidupan atau lingkungan siswa.

bertanya. dan monera dengan menerapkan model pembelajaran iqro’ melalui pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) mengalami peningkatan. lebih memanfaatkan multi resources dan assesment yang berbasis mastery learning. mengamati dengan indera. virus dan monera yang terbagi dalam 3 siklus memenuhi komponen pembelajaran efektif. virus. Dengan demikian pembelajaran pada materi Prinsip-prinsip Klasifikasi. Ridlo (2005) menyatakan bahwa model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan penjelajahan adalah model pembelajaran yang lebih berpusat pada keaktifan siswa. misalnya berinteraksi dengan teman. yaitu konstruktivisme. masyarakat belajar. menganalisis data. dan penilaian sebenarnya. Pembahasan Kecakapan hidup siswa pada pembelajaran materi prinsip-prinsip klasifikasi. melakukan percobaan. Pemahaman terhadap materi pelajaran diperoleh siswa dengan berinteraksi dengan lingkungan. Guru dalam pembelajaran konstruktivisme berperan sebagai mediator dan fasilitator. Dengan aktivitas yang dilakukan diharapkan siswa lebih paham materi pelajaran dan hasil belajar yang . lebih memaknakan sosial. dan membuat kesimpulan. Model pembelajaran iqro’ merupakan salah satu model yang bersesuaian dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS).46 Peningkatan kecakapan hidup siswa juga dipengaruhi oleh kinerja guru dalam melaksanakan langkah-langkah dalam rencana pembelajaran yang memuat konsep kecakapan hidup. refleksi. inkuiri. pemodelan. memecahkan soal. B. Berdasarkan hasil analisis angket kecakapan hidup guru menunjukkan guru sudah mengetahui pengetahuan tentang konsep kecakapan hidup dan mau menerapkan konsep kecakapan hidup dalam pembelajaran Biologi.

dan III kemampuan siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan masih belum optimal. Menurut pendapat Ibrahim ( 2001) guru yang belum pernah menggunakan suatu model pembelajaran tertentu dan menerapkannya pada . menurut Ridlo (2005) melalui model pembelajaran iqro’ siswa dituntut untuk bertanya. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dibahas halhal berikut: a. Selain itu. Guru belum memberikan motivasi yang dapat membangkitkan minat siswa sehingga siswa memiliki kepercayaan untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Aktivitas siswa Keaktifan siswa selama pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran iqro’ melalui pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan penerapan model pembelajaran iqro’ untuk meningkatkan kecakapan hidup siswa. Model pembelajaran iqro’ melalui pendekatan JAS menghendaki siswa untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Pada siklus pertama keaktifan siswa belum optimal. dan berkreativitas dalam beraktivitas belajar dan juga menghendaki adanya konfirmasi pemahaman siswa dengan cara dipresentasikan melalui berbagai cara.47 diperoleh awet/tahan lama. hanya ada beberapa siswa yang aktif dalam pembelajaran. Keaktifan siswa dari siklus I ke siklus berikutnya mengalami peningkatan. II. Kurang aktifnya siswa dalam pembelajaran dimungkinkan karena kinerja guru yang belum optimal. berhipotesis. Pada siklus II dan III keaktifan siswa sudah sesuai dengan rencana pembelajaran yang dibuat. Berdasarkan hasil analisis siklus I.

Hal ini sesuai analisis pada siklus I keaktifan siswa kurang dan guru belum melaksanakan langkah-langkah pembelajaran yang dibuat. Pada kegiatan ini akan mengalami proses induktif (berdasarkan fakta nyata) sehingga siswa dapat membangun makna. 2005). kesan dalam memori atau ingatannya. Dalam kegiatan praktikum siswa dihadapkan pada beberapa spesimen dan menganalisis ciri tiap spesimen.48 siswa yang belum berpengalaman pada awalnya kegiatan tidak berjalan dengan baik tetapi secara berangsur-angsur akan terbiasa dan lebih menguntungkan. Dengan kegiatan pengamatan langsung ini diharapkan siswa dapat mengkaji alam untuk memperoleh ilmu sekaligus memperoleh pemahaman akan kekuasaan Tuhan (Ridlo. . kunci determinasi. membangkitkan respon siswa. aktivitas bertanya dapat menghubungkan informasi baru ke dalam struktur kognitif siswa sehingga belajar akan lebih bermakna. Sub konsep yang dipelajari adalah prinsip-prinsip klasifikasi. mengecek pemahaman siswa dan membangkitkan respon siswa. dan tatanama binomial. Pada siklus I model pembelajaran iqro’ dilaksanakan dengan metode diskusi dan praktikum. Pada kegiatan ini diharapkan siswa menggunakan pengetahuan awalnya untuk membangun pengetahuan baru. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sulistyono dalam Choyimah (2004) yang mengatakan bahwa aktivitas bertanya berguna untuk menggali hal-hal yang sudah diketahui siswa. Selain itu. menggali informasi baik administrasi maupun akademis dan untuk mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa. akan tetapi pada siklus II dan III mengalami peningkatan baik aktivitas siswa maupun kinerja guru. Dalam kegiatan diskusi akan menciptakan aktivitas bertanya yang berguna untuk menggali informasi yang dimiliki siswa.

dan menuangkan dalam bentuk mind mapping. Berdasarkan analisis diatas . yaitu selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung. membaca. maupun menggunakan media (Ridlo. Menurut Ridlo (2005) penciri dari model pembelajaran iqro’ adalah ajakan kepada siswa untuk berkegiatan seperti meramalkan. Pada akhir pembelajaran siswa diberikan tugas untuk menuangkan konsep pelajaran ke dalam bentuk mind mapping. Pada proses pembelajaran guru menyediakan media pembelajaran berupa VCD pembelajaran dan power point. Dalam kegiatan ini guru hanya berfungsi sebagai fasilitator dan motivator. berhipotesis.49 Siklus II dan siklus III metode yang digunakan inquiry-discovery pada sub konsep virus dan monera. menyederhanakan atau memodelkan. Hal ini sesuai dengan ciri-ciri kegiatan pembelajaran dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar. Video Compac Disc berfungsi dalam membantu pemahaman siswa dalam mempelajari virus yang bersifat abstrak. selanjutnya siswa dibimbing untuk menemukan sendiri konsep yang sedang dipelajari. tidak langsung. Peranan power point dalam siklus ini sebagai panduan penyedia informasi untuk membimbing siswa membuat kesimpulan. menjelaskan. Dari rasa tidak percaya tersebut maka siswa akan melakukan aktivitas belajar. Video Compact Disc pembelajaran memberikan informasi kepada siswa agar pada diri siswa timbul rasa tidak percaya pada apa yang dilihat atau didengar. mengamati. Dari kegiatan tersebut siswa akan lebih meyakini adanya Tuhan dan bahwa apa yang dipelajari merupakan ilmu untuk menemukan kebesaran Tuhan. 2005). Dalam kegiatan ini diharapkan kemampuan interferensi dan kemampuan komunikasi siswa meningkat.

perlu adanya perbaikan dalam proses pembelajaran selanjutnya. Kinerja guru dalam pembelajaran pada siklus I ke siklus berikutnya mengalami peningkatan. Pada pembelajaran siklus I ini terdapat beberapa kelemahan. Hal ini mungkin dikarenakan guru baru pertama kali menerapkan model pembelajaran ini sehingga merasa belum terbiasa dan kurang bisa memperhitungkan waktu yang diperlukan siswa. Berdasarkan hasil analisis diatas. Pengetahuan guru tentang model pembelajaran iqro’ melalui pendekatan JAS akan menentukan seberapa besar tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Guru harus banyak memberikan motivasi yang dapat membangkitkan minat belajar siswa sehingga memiliki kepercayaan diri untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Guru harus menciptakan suasana pembelajaran . Guru kurang dalam mengelola waktu sehingga ada beberapa tahap dalam model iqro’ yang tidak bisa terlaksana. Kinerja guru pada siklus II dan III lebih baik daripada siklus I.50 menunjukkan pembelajaran. Guru berusaha untuk melaksanakan semua langkah-lanhkah pembelajaran yang dibuat dalam rencana pembelajaran. Hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi guru untuk lebih bisa mengelola waktu yang diperlukan agar semua tahap dalam model iqro’ bisa terlaksana dengan baik. Aktivitas guru Kinerja guru dalam pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi aktivitas dan kecakapan hidup siswa. bahwa aktivitas siswa sangat diperlukan dalam proses b.

Pengalaman belajar merupakan kegiatan fisik maupun mental yang dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan bahan ajar. II. Kecakapan Hidup siswa Pencapaian kompetensi dasar dikembangkan melalui pemilihan strategi pembelajaran yang meliputi pembelajaran tatap muka dam pengalaman belajar. Angket kecakapan hidup ini diberikan pada sebelum dan sesudah pembelajaran pada setiap siklusnya. Angket kecakapan hidup ini berupa butir pernyataan yang memuat tentang kecakapan mengenal diri. kecakapan berpikir rasional. Berdasarkan hasil analisis siklus I. Kecakapan hidup merupakan kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan. kecakapan sosial. kecakapan sosial. dan . kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga mampu untuk mengatasinya. tidak menegangkan. kecakapan berpikir rasional.51 yang menyenangkan bagi siswa. c. dan kecakapan akademik. Keberhasilan penerapan model pembelajaran iqro’ untuk meningkatkan kecakapan hidup siswa diketahui dengan menggunakan angket kecakapan hidup. Pengalaman belajar hendaknya memuat kecakapan hidup yang harus dimiliki oleh siswa. Kecakapan hidup yang dikembangkan yaitu kecakapan mengenal diri. dam III diperoleh hasil bahwa ada peningkatan kecakapan hidup siswa pada sebelum dan sesudah pembelajaran. serta memungkinkan siswa untuk terlibat secara langsung dalam pembelajaran.

dan dirasakan sebelum dibuktikan dalam sebuah kegiatan belajar. Rata-rata siswa menjawab angket dengan benar. Dari jawaban angket tersebut dapat diketahui sejauh mana siswa dapat menggali dan mengolah permasalahan tersebut. anggota masyarakat dan warga negara. kebijaksanaan dan lain sebagainya untuk memberikan visi sesuai objek yang akan dipelajari (Ridlo. Kecakapan mengenal diri sebagai makhluk Tuhan sesuai dengan konsep model iqro’ yang mana sebelum pembelajaran siswa diajak untuk meyakini adanya kebesaran Tuhan dengan sifatsifat ketuhanan seperti kasih sayang. Setelah menggali dan menemukan informasi siswa diharapkan dapat mengolah dan mengambil keputusan. kejujuran. Perbedaan tersebut menunjukkan tidak semua siswa memiliki kecakapan berpikir yang baik dalam menghadapi problema hidup. Kecakapan berpikir rasional meliputi kecakapan menggali dan menemulan informasi. Pada angket kecakapan hidup ini kecakapan berpikir rasional dikembangkan dalam bentuk suatu permasalahan yang sedang marak. keadilan. . Dalam model pembelajaran iqro’ menghendaki agar dalam diri siswa tertanam rasa tidak percaya pada apa yang dilihat. Berdasarkan hasil angket kecakapan hidup siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki keyakinan dan ketaqwaan kepada Tuhan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil yang bervarisi. kacakapan berpikir rasional siswa ada yang sudah bagus dan ada yang belum bagus. serta piawai dalam memecahkan masalah. Kecakapan mengenal diri meliputi penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan.52 kecakapan akademik. 2005). kemampuan mengolah dan mengambil keputusan serta kepiawaian memecahkan masalah secara kreatif. kecakapan mengenal diri sebagai makhluk Tuhan sudah bagus. didengar.

dan melaksanakan penelitian (Anwar. dan merasa perlu menerapkannya pada pembelajaran konsep yang lainnya selain konsep prinsip-prinsip klasifikasi. d. Peningkatan kecakapan hidup ini juga disebabkan kinerja guru yang sudah memehami konsep life skill dalam pembelajaran. antusias terhadap pembelajaran dan hasil belajarnya juga cukup memuaskan. Kecakapan sosial yang masih kurang yaitu tentang kecakapan komunikasi siswa yaitu kemampuan siswa untuk menjawab dan mengajukan pertanyaan masih rendah. Guru merasa sangat tertarik dengan model pembelajaran iqro’. virus. 2004). merumuskan hipotesis. sehingga guru dapat memberikan bimbingan kepada siswa untuk melaksanakan pendidikan yang berorientasi pada kecakapan hidup. Menurut guru. Pada angket kecakapan hidup. hal ini mungkin karena . Hasil wawancara siswa dan guru Tanggapan guru mitra melalui wawancara juga positif. dan monera. kecakapan akademik siswa bervariasi hal ini menunjukkan bawa kemampuan masing-masing anak berbeda-beda.53 Kecakapan sosial yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa kecakapan komunikasi baik secara lisan maupun tulis dan kecakapan bekerjasama. Penerapan model pembelajaran iqro’ melalui pendekata JAS dapat meningkatkan kecakapan hidup siswa. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa kecakapan sosial siswa ada yang sudah bagus dan ada yang belum bagus. siswa terlihat lebih aktif. kecakapan akademik dikembangkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Kecakapan hidup siswa sesudah penelitian lebih begis dibandingkan sebelum penelitian. Kecakapan akademik siswa meliputi kecakapan berpikir ilmiah berupa identifikasi variabel. Berdasarkan hasil analisis.

Tetapi secara umum guru tertarik untuk menerapkan model iqro’ ini pada pembelajaran konsep yang lainnya. komunikasi. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya peningkatan kecakapan hidup siswa dari siklus I sampai siklus III dan indikator keberhasilan dapat tercapai dengan baik pada akhir siklus III. Walaupun melalui beberapa siklus yang panjang dan melalui prosesproses belajar tetapi pada akhirnya dapat berhasil dengan baik. Model pembelajaran iqro’ merangsang siswa untuk lebih menyadari akan kebesaran Tuhan. Indikator kinerja untuk kecakapan hidup siswa telah tercapai pada akhir siklus III. tetapi bertujuan membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan interferensi. kegiatan pembelajaran dengan model iqro’ yang telah diterapkan perubahan dan atau penyesuaian dalam . Untuk memperoleh hasil yang optimal. Tetapi guru masih merasa kesulitan mengajar dengan model iqro’ karena baru pertama mengajar dengan model pembelajaran ini. maupun kemampuan meneliti. Dengan melihat di sekeliling akan dapat ditemukan berbagai hal yang menunjukkan akan kebesaran dan keagungan Tuhan tersebut.54 ketertarikan terhadap pelajaran yang telah dilaksanakan. Model pembelajaran iqro’ bukanlah dirancang untuk memperoleh materi pelajaran dan pengetahuan sebanyak-banyaknya. Dengan adanya kegiatan eksplorasi lingkungan maka pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa dan relevan dengan kehidupa sehari-hari siswa. Penelitian ini telah membuktikan hipotesis bahwa dengan menerapkan model pembelajaran iqro’ di MA Al-Asror Semarang pada pembelajaran prinsipprinsip klasifikasi virus dan monera dapat meningkatkan kecakapan hidup siswa.

.55 pelaksanaannya sesuai dengan hasil penelitian yang ada dalam penelitian ini dengan alternatif pemecahan seperti yang disarankan.

depdiknas.H. 2005b. .html. U.56 DAFTAR PUSTAKA Anonim. www. . 2004. M. 2003. Astuti. 09-06-2005. Skripsi. Kecakapan Hidup (Life Skills). Anwar.html.id/article. 2005a. Jakarta. Layanan Pendidikan Berbasis Luas Melalui Pembekalan Kecakapan Hidup (Broad Based Education – Life Skill) Di Sekolah Menengah Umum (SMU). _________. 14-07-2005.php?readld:70.id/jurnal/37/Pendidikan=Kecakapan Hidup. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta. Jakarta: Depdikbud. Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa MA AlAsror Gunung Pati Pada Konsep Invertebrata Dengan Pendekatan Kontekstual. Isriati Semarang. Putri. Semarang: Unnes. 2002. Lembar Ilmu Kependidikan No. 14-07-2005. Emotional Intelligence: Suatu Alternatif Persiapan Peserta Didik Dalam Menjawab Tantangan Kerja Di Masa Depan. D. 1997.dikmenum. 2003. 2002. . Semarang: Unnes. Pelaksanaan Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup (Life Skill) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam SLTP H.id/jurnal/36/Pendidikan=Kecakapan Hidup. Petunjuk Pelaksanaan Proses belajar Mengajar. 246-258. Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup Melalui Pendekatan Berbasis Luas. Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education) Konsep dan Aplikasi. Jakarta: Depdiknas. 1990. Jakarta: RINEKA CIPTA. Jakarta.go. S. Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup Melalui Pendekatan Berbasis Luas.depdiknas. A. www. . 2004. Hal. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 2003. . www. Jakarta: Depdiknas. 2-Tahun XXX-2003.go. Editorial. 2004.go. Choyimah. Skripsi. . Arikunto. Bandung: Alfabeta.

Yogyakarta: Gava Media. 3 Tahun XXX-2001. Lembar Ilmu Kependidikan No. Rosyidah. Yogyakarta. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA UNNES. 101-114. 2005. Jurnal JICA-IMSTEP No 6.us/art05-96. Hal. 2003.html. S. . S. Skripsi. Suharmanto. Pengembangan KBK Melalui Strategi Pembelajaran Kontektual. W. S. Kecakapan Hidup (Life Skill) dan Tantangan Pengajaran di Era Global. H. 2005. Peningkatan Makna Belajar IPA-Fisika Melalui Pembelajaran Berorientasi “Life Skill” Suatu Model Untuk Mengajar Sains. Semarang: Unnes. Pembelajaran Konsep Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan Dengan Nuansa Imtaq Untuk Meningkatkan Sikap Positif dan Motivasi Belajar Biologi Siswa.57 Ridlo. 2001. Teguh. Disampaikan dalam Semlok Pengembangan Kurikulum dan Desain Inovasi Pembelajaran Biologi Program Studi Pendidikan Biologi dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) tanggal 14-15 dan 22-23 Februari 2005. Hal. Riwayati. 2003. Cara Mudah Melakukan Analisis Statistik dengan SPSS. A. F. Pendekatan Jelajah Alam Sekitar. 20-01-2005 Saptono. Http://artikel. 2004. Ridwan. Strategi Belajar Mengajar Biologi. 1-13.2003. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA UNNES.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful