P. 1
Protein+Lengkap

Protein+Lengkap

|Views: 124|Likes:
Published by yusuprizal

More info:

Published by: yusuprizal on Oct 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2011

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838. Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih "mentah", hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. Melalui mekanisme pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi. 1

nitrogen. dan rangkaian terkait karbon. Setelah terhubung dalam rantai protein. 2. Sementara itu. struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Beberapa dari asam amino ini dapat synthesized lain dari asam amino (disebut sebagai nonessential asam amino). sementara beberapa harus diperoleh dari makanan kami makan (disebut sebagai asam amino essensial). sekunder (tingkat dua). nitrogen. asam amino individu yang disebut sebagai residu. yaitu berupa struktur primer (tingkat satu). Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). dan oksigen atom dikenal sebagai rantai utama atau tulang punggung protein.1 Komposisi Protein Protein terdiri dari karbon.BAB II PEMBAHASAN 2. Protein adalah satu-satunya yang mengandung gizi nitrogen. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut: 2 . tersier (tingkat tiga). oksigen. dan. hidrogen.2 Struktur Protein Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki. dalam beberapa kasus. belerang. sebuah fakta yang menjadikannya kedua penting dan berpotensi beracun. dan kuartener (tingkat empat). Asam amino merupakan blok bangunan lebih besar struktur molekul protein.

Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya. (γ-turn. atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. (3) kombinasi dari digesti dengan tripsin 3 . Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. berupa lembaran-lembaran lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H). Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer.• alpha helix (α-helix. "puntiran-alfa"). "lekukan-beta"). (β-turn. "lempeng-beta"). 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer. Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin. (2) analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman. dan gamma-turn. berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. beta-sheet (β-sheet. "lekukan-gamma"). • • • beta-turn. trimer.

dan (4) penentuan massa molekular dengan spektrometri massa. proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita amida-I dari lempeng-beta.dan spektrometri massa. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain. setelah struktur kompleksnya berpisah. Struktur ini terdiri dari 40-350 asam amino.atlet. Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). kedua metode tersebut sangat memakan waktu dan relatif mahal. Namun. Prediksi struktur protein berusaha 4 . Struktur protein dapat diketahui dengan kristalografi sinar-X atau pun spektroskopi NMR. Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. ada beberapa domain yang terlibat di dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Pada struktur kuartener. Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Jadi. Sementara itu. metode sekuensing protein relatif lebih mudah mengungkapkan sekuens asam amino protein. Pada protein yang lebih kompleks.Kekurangan Protein Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah. Spektrum CD dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari spektrum inframerah. maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. protein tersebut tidak fungsional. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet. Pada spektrum FTIR.

Struktur protein dapat ditentukan dari sekuens primernya tanpa membandingkan dengan struktur protein lain berdasarkan pendekatan de novo atau ab initio. misalnya dengan menirukan proses pelipatan (folding) protein dari sekuens primernya menjadi struktur tersiernya (misalnya dengan simulasi dinamika molekular). Selain itu. yang telah diketahui dan memiliki kemiripan sekuens dengan protein target tersebut. Pada pendekatan ini. Pada metode ini. struktur suatu protein yang disebut dengan protein target. ditentukan berdasarkan atas struktur protein lain atau protein templet. daerah-daerah yang penting bagi fungsi protein dipertahankan strukturnya. Pemodelan protein komparatif (comparative protein modelling) meramalkan struktur suatu protein berdasarkan atas struktur protein lain yang telah diketahui. yaitu metode pemodelan protein komparatif dan metode pemodelan de novo. prediksi tersebut meramalkan struktur sekunder dan struktur tersier berdasarkan atas struktur primer protein. Metode-metode yang tergolong dalam protein threading berusaha menentukan tingkat kompatibilitas tersebut. Latar belakang protein threading ialah bahwa struktur protein lebih dikonservasi daripada sekuens protein selama evolusi. penerapan lain pemodelan komparatif ialah protein threading yang didasarkan atas kemiripan struktur tanpa kemiripan sekuens primer. Terdapat banyak kemungkinan dalam pendekatan ini. struktur yang paling kompatibel untuk suatu sekuens asam amino dipilih dari semua jenis struktur tiga dimensi protein yang ada. Prosedur-prosedur ini cenderung 5 . yaitu prediksi struktur tersier protein berdasarkan atas kesamaan struktur primer protein. Metode prediksi struktur protein yang ada saat ini dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok. Pemodelan homologi didasarkan atas teori bahwa dua protein yang homolog memiliki struktur yang sangat mirip satu sama lain.meramalkan struktur tiga dimensi protein berdasarkan atas sekuens asam aminonya. atau dengan optimisasi global fungsi energi protein. Salah satu penerapan metode ini adalah homology modelling. Dengan perkataan lain.

mempunyaikekuatan mekanis yang tinggi dan tahan terhadap enzim pencernaan. elastin. Protein Globular Protein globular berbentuk bola. Karakteristik protein serabut adalah rendahnya daya larut. Yang termasuk dalam protein globular adalah (Nukleoprotein. 2. keratin. terdapat dalam cairan jaringan tubuh. Lipoprotein. Yang termasuk dalam protein globular adalah (Albumin. Globulin. •Pertumbuhan (untuk anak) dan pemeliharaan (untuk orang dewasa) Protein iubah menjadi asam amino yang diperlukan untuk membangun dan mempertahankan jaringan tubuh.3 Fungsi Protein Protein dalam makanan akan terlibat dalam pembentukan jaringan protein dan berbagai fungSi metabolisme yang spesifik. Protein Bentuk Serabut (fibrous) Protein bentuk serabut terdiri atas beberapa rantai peptida berbentuk spiral yang terjalin satu sama lain sehingga menyerupai batang yang kaku.membutuhkan proses komputasi yang intens sehingga saat ini hanya digunakan dalam menentukan struktur protein-protein kecil. mudah berubah dibawah pengaruh suhu. 3. yaitu : 1. dan myosin). dan Protamin). Protein ini larut dalam larutan garam dan asam encer. protein dapat dibagi menjadi 3 golongan utama. Berdasarkan struktur molekulnya. •Pembentukan ikatan-ikatan essensial tubuh 6 . Protein ini terdapat dalam unsur-unsur struktur tubuh (kolagen. Histon. Protein Konjugasi Protein konjugasi adalah protein sederhana yang terikat dengan bahan-bahan non asam asam amino. Fosfoprotein dan Metaloprotein) 2.

-Isomerases memindahkan atom dalam suatu molekul. penyakit kekurangan protein. 7 .atlet. -Oxidereductases memindahkan electron. -Ligases ( synthases ) bergabung dnegan campuran. proses kekebalan tubuh. Enzim adalah molekul protein ( yang ditunjukan akhiran ase ) berlaku sebagai katalisator untuk perubahan timngkat reaksi yang terjadi di dalam tubuh. β. Kekurangan Protein bisa berakibat fatal: α. Enzim di golongkan menurut jenis reaksi mengkatalisasinya contoh : -Hidrolases membelah campuran.•Mengatur keseimbangan air •Memelihara netralitas tubuh •Pembentukan antibody Protein ikut serta dalam fungsi Sistem kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya.4 Kekurangan Protein Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. •Mengangkut zat-zat gizi •Sumber energy Hormon adalah pengantar zat kimia yang disatukan dan dikeluarkan oleh jaringan (kelenjar) endokrin dan mengangkut darah ke jaringan atau organ-organ pengikat ke sel yang peka terhadap rangsangan protein. -Transverases pindahkan golongan fungsional 2. Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin) Yang paling buruk ada yang disebut dengan [[Kwasiorkor]. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh. Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet.

Dari eksperimennya didapati bahwa kelinci yang memperoleh protein hewani lebih cepat bertambah beratnya dari kelinci yang memperoleh protein nabati. lebih sehat dan hidup dua kali lebih lama. 8 . sedangkan grup yang lain diberikan protein nabati.5 Sumber Protein • • • • • • • Daging Ikan Telur Susu. 2. 1914. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan protein hewani. Kemudian studi selanjutnya. hipotonus gangguan pertumbuhan hati lemak Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian. oleh McCay dari Universitas Berkeley menunjukkan bahwa kelinci yang memperoleh protein nabati. yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem. dan produk sejenis Quark Tumbuhan berbji Suku polong-polongan Kentang Studi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel. Profesor untuk biokimia di Yale. mengujicobakan proteinkonsumsi dari daging dan tumbuhan kepada kelinci.dapat dilihat dari yang namanya busung lapar.Simptom yang lain dapat dikenali adalah: • • • χ.

Protein Sejati tersusun atas asam amino (Amino Acids) berantai panjang dan setiap Protein-nya menjadi berbeda karena tersusun atas 20 Asam Amino yang urutan-nya unik (gambar 1) .2. 9 . Ketiga komponen tersebut adalah Karbohidrat (misal: celulosa dan zat tepung). Protein dapat kita bagi menjadi 2 kelas utama. lipid (lemak dan minyak). serta protein. ada 3 jenis komponen organik yang utama dalam setiap formulasi diet / pakan hewan ruminansia.6 Crude Protein dan True Protein Secara umum. yaitu Protein Kasar (Crude Protein) dan Protein Sejati (True Protein).

nilai yang didapat dari hasil perkalian total N dengan 6. University of Alabama) Di dalam laboratorium pakan. CP) Penguraian Protein Sekian persen dari protein kasar yang terdapat di dalam bahan pakan yang di konsumsi oleh sapi (disebut juga Intake Protein) di uraikan oleh mikroba di dalam rumen sapi. sedangkan jenis lainnya dapat memakan waktu beberapa hari sebelum dapat di uraikan. pengukuran protein terlarut (soluble protein) pada skala laboratorium dapat dianggap menunjukkan proporsi dari protein kasar yang terurai. Kebanyakan protein terdiri dari beberapa ratus sampai sekian ribu rantai asam amino (Dairy Research & Technology Centre. garam ammonium dan asam amino tunggal. Bandingkan dengan komponen NPN pada Protein Kasar yang dapat diuraikan dengan seketika ketika memasuki rumen. Oleh sebab itu. Pemisahan ini memungkinkan peneliti untuk mengestimasi kandungan protein dari sebuah bahan pakan dengan cara melakukan pengukuran terhadap kandungan N-nya untuk kemudian dikalikan dengan bilangan 6.25 (perbandingan terbalik dari 16%). yang mana protein tersebut adalah zat yang paling cepat diuraikan di dalam rumen. Setiap protein memiliki karakteristik yang unik karena bentuk dan urutan asam amino-nya. Meskipun demikian. Pada True Protein yang berbeda. Karena protein pada bahan pakan yang dapat terurai dengan cepat kebanyakan memiliki sifat mampu larut (soluble). kecepatan penguraian-nya tidak sama. Beberapa jenis dapat diuraikan secara penuh hanya dalam waktu 30 menit setelah mencapai rumen. 10 .25 biasa disebut Protein Kasar (Crude Protein. N yang bukan protein disebut Non-protein Nitrogen (NPN). tidak semua N di dalam bahan pakan adalah protein. protein dipisahkan dari karbohidrat dan lipid karena kandungan nitrogen (N) pada protein tersebut – secara umum. NPN dapat kita temukan dalam komponen pakan seperti urea. protein pakan biasanya mengandung 16% N. Pada sistem NRC (National Research Centre badan di Amerika yang mengeluarkan standar dan tabel kebutuhan nutrisi ternak) hal ini di beri nama Degradable Intake Protein (DIP).Gambar 1: Diagram skematik dari Protein Sejati.

hasil keluaran dari pengurain DIP (sebagian besar adalah ammonia dan asam amino) digunakan untuk pembuatan sel mikroba untuk menggantikan sel sel mikroba lain yang tersapu bersama bahan pakan lain dari rumen. (Dairy Research & Technology Centre. University of Alabama). menuju usus kecil (small intestine). Gambar 2: Aliran protein pada sapi laktasi. sangat penting untuk selalu di ingat bahwa beberapa sumber protein terlarut (mis: tepung darah) relatif terurai lebih lambat. dan terutama. 11 . Pada gambar 2 dibawah.Meskipun begitu.

Oleh sebab itu. 2. 12 . Oleh sebab itulah.7 Pelepasan akan Meningkat Linear dengan Asupan Pakan Pada bahan pakan yang merupakan bahan protein lambat terurai. nilai UIP akan lebih rendah manakala sumber bahan pakan protein lepas seperti tepung sereal jagung (corn gluten meal) diberikan pada sapi masa kering yang mengkonsumsi bahan kering (dry matter) sebanyak 2% bobot tubuh. dibandingkan sapi laktasi yang mengkonsumsi dua kali lebih banyak (4% bobot tubuh). tapi akan berubah ubah seiring dengan tingkat asupan pakan. sisa bakan pakan (feed residue) juga mengalir keluar dari rumen menuju omasum. abomasum untuk selanjutnya tiba di usus kecil. nilai pelepasan dari sebuah bahan pakan tidak konstan. Hal ini disebut protein lepas (escape atau bypass protein). makin lambat tingkat perjalanan bahan (passage rate) tersebut melalui rumen. NRC menyebutnya sebagai UIP (undegradable intake protein). manakala kecepatan penguraian protein (di dalam rumen) kalah cepat dengan aliran keluar sisa bahan pakan. mikroba semakin memiliki kesempatan untuk menguraikan bahan tersebut dan membuat nilai UIP makin kecil (gambar 3). Yang perlu di ingat. Karena tempo dan irama penyimpanan rumen akan mempengaruhi tingkat kemampuan urai dari rumen. passsage rate akan meningkat manakala asupan makanan ditingkatkan.Pada saat protein sedang diuraikan di dalam rumen. bahan protein tersebut lolos dari penguraian mikroba rumen.

Ketika asupan pakan (feed intake) dan kecepatan perjalanan pakan dari rumen meningkat. panas berlebih (excessive heat) dapat menjadikan sebagian UIP menjadi tidak dapat dicerna sehingga tidak berguna bagi ternak. Bagaimanapun. University of Alabama).8 Ketercernaan Protein Sekitar 80-85% mikroba pengurai protein dan UIP yang mengalir keluar dari rumen dicerna di usus kecil. UIP dari berbagai jenis bahan pakan kebanyakan memiliki daya cerna yang rendah. 13 .Gambar 3: Penguraian sangat tergantung pada dua hal. Meskipun pada beberapa bahan pakan yang melalui pemanasan moderat sesungguhnya dapat meningkatkan kualitas protein lepas (bypass value). Khususnya pada bahan hijauan pakan dan limbah produksi pertanian yang telah mengalami proses pemanasan yang tinggi mengandung protein yang telah rusak oleh panas (heat damaged protein) yang di laboratorium pakan disebut sebagai ADIN (acid detergent insoluble nitrogen). lama penyimpanan bahan dalam rumen dan penguraian oleh mikroba berkurang. (Dairy Research & Technology Centre. sifat alamiah bahan pakan dan lamanya bahan tersebut di dalam rumen. 2.

proporsi relatif dari setiap EAA yang di serap oleh ternak mampu mencukupi dengan tepat kebutuhan ternak tersebut. Target utama dari pemilihan ramuan dan unsur protein lepas adalah untuk menghasilkan UIP (yang mengandung paduan EAA) yang mampu memenuhi kekurangan asam amino yang dihasilkan mikroba pembuat protein. Sisanya yang tidak dapat di produksi oleh sapi disebut asam amino esensial (EAA. Dari sekitar 20 jenis kandungan asam amino yang terdapat di dalam bahan pakan sumber protein.2. Apabila anda kekurangan salah satu bahan. Untuk memastikan konsumsi asam amino yang seimbang. 10 jenis dapat di produksi sendiri oleh sapi. Bayangkan hal ini dengan misalnya saat kita melakukan pencampuran tujuh bahan pakan pada jatah TMR (total mixed ration). essential amino acids). Asam amino ini kemudian diserap oleh aliran darah dan digunakan oleh sapi untuk pertumbuhan. Kebanyakan penelitian nutrisi pada saat ini di fokuskan untuk mencari dan menentukan kebutuhan EAA secara lebih tepat dan memprediksi EAA yang mana yang dapat di batasi.9 Keseimbangan Asam Amino Hasil akhir dari penguraian protein di usus kecil adalah asam amino. Penjatahan bahan membutuhkan proporsi yang selalu konstan dari setiap bahan tersebut. hal ini disebabkan ketiadaan satu jenis asam amino dapat membatasi pemanfaatan jenis yang lain. Protein yang dihasilkan oleh mikroba mengandung campuran EAA yang masih jauh dari ideal apabila dibandingkan secara relatif pada kebutuhan dari seekor sapi yang ber produksi tinggi. Idealnya. hal ini berakibat pada kuantitas TMR yang mampu dibuat lebih sedikit. Hal ini membuat pemberian pakan tidak efisien. EAA ini harus terdapat di usus kecil baik dalam bentuk protein yang dihasilkan mikroba atau pakan UIP. 14 . perawatan jaringan dan produksi susu. maka jumlah 6 bahan lain yang dapat dicampurkan untuk membuat rasio tetap proporsional menjadi terbatas.

2. 3. Kovaktor vitamin B6 Vitamin B6 dibutuhkan untuk transportasi asam amino kedalam jaringan. Produksi asam amino dari pembongkaran protein tubuh. Transpor aktif Disini asam amino akan diserap secara alami dengan aktifitas difusi. Absorpsi asam amino melibatkan beberapa aspek: 1. penyerapan protein utuh pecahan polipeptida yang agak besAr.12 Metode penilaian kualitas protein Lima metode yang dijelaskan di bawah ini adalah yang paling sering digunakan untuk menilai kualitas protein. digesti protein diet serta sintesis asam amino di hati. bahkan dalam bentuk protein yang tidak dapat dicerna akan diabsorpsi secara langsung. 4. Semua asam amino larut dalam air hingga dapat dengan mudah berdifusi secara pasif melalui membrana sel. Katabolisme asam amino menjadi energi melalui siklus asam serta siklus urea sebagai proses pengolahan hasil sampingan pemecahan asam amino. 2. 2. Kompetensi/persaingan Dalam penyerapan bila campuran asam amino yang memiliki jumlah dominan akan menghambat asam amino lain. Pengambilan nitrogen dari asam amino.11 Metabolisme Protein Jalur metabolik utama dari asam amino Jalur metabolik utama dari asam-asam amino terdiri atas : 1. 3. 4. Sintesis protein dari asam-asam amino.2.10 Absorpsi dan transportasi Setelah proses pencernaan aktif dalam usus halus dalam bentuk asam amino protein akan diserap melalui sel-sel epitel dinding halus. 2. 15 .

0 untuk kedua AAS dan PCDAAS dianggap menunjukkan bahwa protein mengandung asam amino esensial yang melebihi kebutuhan manusia.0. pada tahun 1990 di FAO / WHO pertemuan itu diputuskan bahwa protein memiliki nilai lebih tinggi dari 1. 3. Nilai lebih besar dari 1. 16 . Sejumlah ahli gizi merasa metode ini perlu dipelajari lebih lanjut perbaikan dan tambahan perubahan dapat dilihat pada masa depan. Ini mewakili rasio berat untuk mendapatkan jumlah protein yang dikonsumsi. Protein mudah dicernakan sudah dikoreksi Asam amino Skor * (PDCAAS): The Skor Asam amino dengan tambahan mudah dicernakan komponen. Asam amino Skor (AAS) Bahan kimia teknik dianggap cepat.0 akan dibulatkan ke bawah 1. PDCAAS yang diterima saat ini adalah mengukur kualitas protein karena erat determinations dilakukan untuk membandingkannya dengan hewan. dan murah. Efisiensi Protein Ratio (PER) Ukuran kemampuan protein untuk mendukung pertumbuhan yang weanling tikus. Jalur ini sedang dalam perdebatan sebagai ahli merasa bahwa pembulatan bawah berkualitas tinggi protein gagal untuk mencerminkan kemampuan dari protein untuk melengkapi nilai gizi yang lebih rendah protein dengan berkualitas. Oleh karena itu.1. Metode ini memiliki dua keprihatinan utama. Kedua. Alat tersebut yg harus ada asam amino yang hadir dalam protein dan membandingkannya dengan nilai referensi protein. 2. konsisten. Itu protein adalah berdasarkan nilai yang paling membatasi asam amino yg diperlukan. Pertama adalah perhatian yang tidak dapat diaplikasikan untuk pertumbuhan bayi dan anak-anak sebagai asam amino pertumbuhan persyaratan untuk bayi kurang dari orang-orang untuk tikus.

belerang.1 Kesimpulan 1. BAB III PENUTUP 3. hidrogen. 2.PER langkah-langkah pertumbuhan tetapi tidak pemeliharaan sehingga Anda mungkin menggunakan keterbatasan dalam menentukan kebutuhan protein pada orang dewasa. Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. dalam beberapa kasus. Biologi Nilai (BV) Ukuran jumlah nitrogen tetap dibandingkan dengan jumlah nitrogen diserap. oksigen. The BV dan NPU metode keduanya mencerminkan ketersediaan dan mudah dicernakan dan mereka memberikan yang akurat kajian kebutuhan pemeliharaan.Nitrogen Pemanfaatan Protein (NPU): yang rasio nitrogen yang digunakan untuk pembentukan jaringan dibandingkan dengan jumlah nitrogen dicerna. 5. Protein terdiri dari karbon. nitrogen. dan. 17 . 4.

protein dapat dibagi menjadi 3 golongan utama. Burks A.R. J. physical.1975. J. dan kuartener (tingkat empat) 4. Food Sci. χ. Berdasarkan struktur molekulnya.3. and C. Biophys. sekunder (tingkat dua). β. Stubbs. J. 214. Protein dapat kita bagi menjadi 2 kelas utama.L. Green. Protein Bentuk Serabut (fibrous) Protein Globular Protein Konjugasi Pertumbuhan (untuk anak) dan pemeliharaan (untuk orang dewasa) Pembentukan ikatan-ikatan essensial tubuh Mengatur keseimbangan air Memelihara netralitas tubuh Pembentukan antibody Mengangkut zat-zat gizi Sumber energy 5. H. H. Fungsi Protein : • • • • • • • 6. Atkinson. 18 . Hardin. Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki.. 1456.M. 53. Brooks.A. 412.. yaitu : α. Hauser. Butler. D. Acta. Oldani.W. Biochem. yaitu berupa struktur primer (tingkat satu). and chemical properties of the soybean protein glycinin. The structure.P. Connaughton. and J. D. yaitu Protein Kasar (Crude Protein) dan Protein Sejati (True Protein) DAFTAR PUSTAKA Badley R.Identification and comparison of differences in antigens in two commercially available soybean protein isolates. J. 1988. tersier (tingkat tiga).

. J. Biochem. J.html 19 .I.com/2008/06/protein-dan-asam-amino. 148.M. http//: id. 1949.E. Lajolo. and F.blogspot. Genovese M. Food Sci. 58. 387. Seed globulins of the gramineae and leguminosae.wikipedia. 44. 1993. Composition and structural characteristics of isolated soy proteins from broken and damaged seeds.org/wiki/Protein http://takadakatakata.Danielson C.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->