Hubungan Internasional Dan Organisasi Internasional

Hubungan Internasional dan Organisasi Internasional

A. Kerja Sama Internasional 1. Latar Belakang dan Pengertian Hukum internasional didasarkan atas pemikiran bahwa adanya masyarakat internasional yang terdiri dari negara-negara yang merdeka, sederajat dan berdaulat. Kehidupan negara-negara itu mempunyai hubungan saling ketergantungan satu sama lain. Karena itu mereka saling bekerja sama dalam hubungan internasional. Demikian juga bangsa Indonesia melaksanakan kerja sama internasional dalam berbagai bidang, baik dalam ruang lingkup bilateral, regional, maupun multilateral. 2. Perlunya Kerja Sama Internasional Masalah-masalah yang dialami suatu negara belum tentu bisa diatasi sendiri tetapi akan melibatkan banyak negara untuk merasa ikut bertindak dan membantu memecahkannya karena mereka menganggap bahwa masalah itu sudah menjadi bagian dari masalah global. Contoh masalah kebakaran hutan yang pernah terjadi di Indonesia, yang dampaknya dirasakan pula oleh negara lain seperti Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Philipina, Thailand, bahkan Jepang. Negara-negara tersebut dengan penuh kepedulian membantu Indonesia memadamkan kebakaran hutan di Indonesia. Akibat yang lebih dasyat apabila sampai merusak lapisan ozon. Masalah global selalu timbul seiring dengan perkembangan dunia. Faktor yang mendorong berkembangnya masayarakat dunia : 1) perkembangan iptek 2) perkembangan ekonomi pasar 3) tenaga kerja yang mahal 4) kebutuhan negara industri mengenai ekositem dunia Kerja sama internasional senantiasa diarahkan untuk kepentingan dan pembangunan di negaranya masing-masing serta kawasan sekitarnya. Asas Hubungan internasional: 1. Asas Teritorial : berlaku bagi seluruh warga, barang atupun hal lain yang berada dalam wilayah suatu Negara tersebut 2. Asas kebangsaan : berlaku bagi warga Negara tetap mendapat perlakuan hokum dari negaranya, dimanapun dia berada 3. Asas Kepentingan umum : wewenang Negara untuk mengatuir dan melindungi kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat B. Tahap-tahap Perjanjian Internasional 1. Pengertian perjanjian Internasional Melalui perjanjian internasional, masyarakat internasional mendasarkan kerja sama, mengatur kehidupan, dan menyelesaikan berbagai permasalahan di antara mereka guna kelangsungan hidup masyarakat yang bersangkutan. Definisi Perjanjian Internasional menurut : 1) Mochtar Kusumaatmadja Perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa dan bertujuan untuk mengakibatkan akibat-akibat hukum tertentu. Contoh perjanjian antar subyek hukum internasional, negera dengan negara, negara dengan organisasi internasional, oeganisasi internasional dengan organisasi internasional, tahta suci dengan negara-negara dsb. 2) Oppenheim-Lauterpacht Perjanjian internasional adalah suatu persetujuan antarnegara yang menimbulkan hak dan kewajiban di antara negara. Dalam hal ini subyek hukum internasional hanyalah negara. 3) G. Schwarzenberger Perjanjian internasional adalah suatu persetujuan antara subyek-subyek hukum internasional yang menimbulkan kewajiban-kewajiban yang mengikat dalam hukum internasional dapat berbentuk bilateral maupun multilateral. 4) Konvensi Vina tahun 1969 Perjanjian internasional adalah suatu persetujuan yang dibuat antarnegara dalam bentuk tertulis, dan diatur oleh hukum internasional, apakah dalam instrumen tunggal atau dua atau lebih instrumen yang berkaitan dan apapun nama yang diberikan padanya. 5) Indonesia mengacu kepada UU No. 37 Th 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Perjanjian internasional adalah perjanjian dalam bentuk dan sebutan apapun yang diatur oleh hukum internasional dan dibuat secara tertulis oleh pemerintah RI dengan satu atau lebih negara, organisasi internasional, atau subyek hukum internasional lainnya, serta menimbulkan hak dan kewajiban pada pemerintah RI yang bersifat hukum publik. UU No. 24 Th 2000 tentang Perjanjian Internasional. Perjanjian internasional adalah perjanjian dalam bentuk dan nama tertentu yang diatur dalam hukum internasional, yang dibuat secara tertulis serta menimbulkan hak dan kewajiban di bidang hukum publik. 6) Kesimpulan Perjanjian internasional adalah perjanjian yang dibuat antara subyek-subyek hukum internasional yang satu dengan subyek-subyek hukum internasional yang lainnya, adanya persetujuan dan penyesuaian kehendak yang dapat menimbulkan hak dan kewajiban dalam hubungan internasional. 2. Istilah-istilah dalam Perjanjian Internasional

Naskah yang sudah ditandatangi itu dibawa ke masing-masing negara untuk dipelajari mengenai subtansi dan prosedurnya. i. Convention dan treaty sama mencakup pengertian perjanjian internasional secara umum. Untuk perjanjian multilateral digunakan ketentua 2/3 suara dari jumlah peserta. suatu perjanjian yang bersifat sementara dengan maksud akan diganti dengan peraturan yang tetap dan terperinci. Contoh : Konvensi Jenewa th 1949 tentang Perlindungan Korban Perang. d. Namun adakalanya negara bagian diberi wewenang oleh konstitusi federal negara yang bersangkutan untuk mengadakan perjanjian internasional. Th 1963 tentang Hubungan Konsuler. Universal Declaration of Human Right (1948). Jika persyaratan itu sudah dipenuhi maka negara dengan persetujuan badan perwakilan rakyat (parlemen) menguatkan/mengesahkan/meratifikasi perjanjian yang telah ditandatangi. Tahap-tahap Pembuatan Perjanjian Internasional 1) Tahap Perundingan (Negotiation) Perjanjian internasional dapat dilakukan oleh negara. Di Indonesia selain presiden dan menteri luar negeri. menerima atau mengesahkan naskah perjanjian maupun persetujuan negara untuk terikat pada perjanjian tersebut. Dalam bhs Indonesia treaty lebih dikenal dengan istilah perjanjian internasional. c. perjanjian internasional yang khusus. Final Act Final Act. Contoh : Deklarasi ASEAN (1967). untuk mengadakan perundingan. j. perundingan internasional dapat diwakili oleh pejabat yang sah (yang telah diberi surat kuasa penuh (full powers). 3. Hanya sebagai tambahan dari perjanjian utamanya. Dari istilah Magna Charta (1251). 3. 2) Tahap Penandatangan ( Signature ) Setelah perundingan selesai dan menghasilkan kesepakatan. kecuali menentukan lain. Ada dua pengertian ratifikasi 1) persetujuan secara formal terhadap perjanjian. Berdasarkan Konvensi Vina 1969 tentang Perjanjian Internasional. Contoh perjanjian internasional persahabatan dan kerja sama di Asia Tenggara tanggal 24 Februari 1976. Apabila tidak ada prosedur pengesahan naskah. saat itu pula perjanjian mulai berlaku. surat kuasa umumnya diberikan oleh menteri luar negeri. Dasar hukum nasional tentang ratifikasi terdapat dalam Pasal 11 UUD 1945 dan Perubahannya. Konvensi (Convention) Makamah Internasional menyebutnya international convention sebagai salah sumber hukum internasional. Protokol ( Protocol ) Istilah perjanjian internasional yang materinya lebih sempit daripada treaty atau convention. Tahap Pengesahan ( Ratification ) Ratifikasi berasal dari bahasa Latin.a. menurut hukum internasional yang dimaksud negara adalah negara yang merdeka dan berdaulat. Hanya berisi prinsip-prinsip dan pernyataan-pernyataan umum. f. secara khusus treaty merupakan perjanjian yang paling penting dan sangat formal dalam urutan perjanjian. Surat kuasa tidak berlaku bagi kepala negara/kepala pemerintahan. Pakta (Pact) Pakta. Tujuan dilakukan ratifikasi yaitu untuk memberikan kesempatan kepada negara-negara peserta guna mengadakan peninjauan serta pengamatan secara seksama. . Untuk perjanjian bilateral harus diterima secara bulat (mutlak) oleh kedua belah pihak. Traktat (Treaty) Secara umum treaty mencakup segala bentuk persetujuan internasional. g. Contoh : United Nations Charter ( Piagam PBB) Th 1945. Contoh Arrangement Studi Kelayakan Proyek. maka pengesahan naskah dapat dilakukan dengan penandatanganan. Arrangement Arrangement. menteri luar negeri. dokumen yang berisi ringkasan laporan sidang suatu konferensi. Deklarasi (Declaration) Perjanjian yang berisi ketentuan umum bagi para pihak yang berjanji. h. Konvensi Wina Th 1961 tentang Hubungan Diplomatik. duta besar atau wakil-wakil yang diyunjuk untuk mewakili negara. Convention digunakan untuk perjanjian-perjanjian multilateral. ratificare yang artinya pengesahan (confirmation) atau persetujuan (approval). Th 1963 tentang Perjanjian Internasional. b. dengan menyatakan terikat pada perjanjian. 2) persetujuan terhadap rencana perjanjian itu agar menjadi suatu perjanjian. dan Konvensi Jenewa Th 1958 tentang Hukum Laut. perjanjian yang mengatur pelaksanaan teknik operasional suatu perjanjian induk. Dapat juga dilakukan pertukaran surat-surat atau naskah (exchange of letters). Piagam (Charter) Charter digunakan sebagai perangkat internasional dalam pembentukan (pendirian) organisasi internasional. maka tahap berikutnya adalah penerimaan atau penandatanganan naskah perjanjian. apakah negaranya dapat terikat oleh perjanjian itu atau tidak (tidak bertentangan dengan kepentingan umum). perjanjian/ konvesi yang dihasilkan han harapan. Contoh Final Act GATT tahun 1994. e. Persetujuan (Agreement) Secara umum pengertian agreement mencakup seluruh jenis perangkat internasional dan biasanya mempunyai kedudukan yang lebih rendah daripada traktat dan konvensi. Negara bagian di negara federal tidak mempunyai wewenang untuk itu. Modus Vivendi Modus Vivendi.

dan WTO) 6) memperluas perjanjian ekstradisi serta memperlancar hubungan diplomat 7) meningkatkan kerjasama dalam segala bidang dengan negara tetangga (ASEAN) . d. bagaimana mempersiapkan. antara dua samudra dan dua benua . Pengertian Politik Luar Negeri Menurut Sumpena Prawirasaputra.perundingan penerimaan naskah/ penandatangan pengesahan persetujuan naskah naskah C. politik luar negeri adalah sekumpulan kebijakan suatu negara untuk mengatur hubungan-hubungan luar negerinya. ketertiban dunia.. 3) Meningkatkan perdamaian internasional 4) Meningkatkan persaudaraan segala bangsa 4. dan internasional. sikap dan langkah pemerintah RI yang diambil dalam melakukan hubungan dengan negara lain. ”Pemerintah berpendapat bahwa pendirian yang harus kita ambil ialah supaya kita jangan menjadi obyek dalam pertarungan politik internasional melainkan kita harus tetap menjadi subyek yang berhak menentukan sikap kita sendiri. baik dari dalam maupun dari luar. Tujuan Politik Luar Negeri Indonesia Menurut Mohammad Hatta. Prinsip-prinsip politik luar negeri Bebas-Aktif : Bebas.” Selain itu ada faktor penting yng ikut menentukan perumusan politik luar negri Indonesia : a. UU No. merekrut dan mendidik tenaga diplomat yang handal dan profesional sehingga dapat melindungi kepentingan nasional dan dapat mewakili Indonesia di forum-forum internasional. Atas dasar itu pada tanggal 2 September 1948 Wapres Moh. adanya posisi silang. Pokok-pokok politik luar negeri bebas aktif : 1) Negara Indonesia menggunakan politik damai 2) Negara RI bersahabat dengan segala bangsa atas dasar saling menghormati 3) Memperkuat sendi-sendi hukum internasional dan organisasi internasional 4) Berusaha mempermudah jalannya pertukaran pembayaran internasional 5) Membantu pelaksanaan keadilan sosial internasional dg berpdoman pd piagam PBB b. 1) menitikberatkan pada solidaritas negara berkembang. Menurut UU No. tujuan politik luar negeri kita adalah : 1) Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara 2) Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar untuk memperbesar kemakmuran rakyat apabila barangbarang itu tidak atau belum dapat dihasilkan sendiri. serta menciptakan keadilan sosial. Kemerdekaan yang kita peroleh harus dijaga. Keppres. politik luar negeri adalah kebijakan. Perkembangan situasi Internasional. kerja sama internasional 2) melakukan perjanjian kerja sama harus dengan persetujuan lembaga perwakilan rakyat 3) meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur luar negeri 4)meningkatkan kualitas diplomat guna mempercepat pemulihan ekonomi 5) meningkatkan di segala bidang dalam menghadapi perdagangan bebas (AFTA. jumlah penduduk yang besar dan potensial sebagai tenaga yang efektif akan menjadi modal dasar pembangunan. Dari luar negeri. dan diisi dengan pembangunan. adanya kekuatan asing yang ingin menguasai Indonesia. Landasan Politik Luar Negeri Indonesia Landasan ideal Pancasila. b. Latar Belakang Politik Luar Negeri Indonesia Kebijakan politik luar negeri Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah kelahirannya dan perkembangan nasional serta internasional. f. yang merupakan bagian dari kebijakan nasional dan semata-mata untuk mengabdi kepada kepentingan nasional. Bagamana SDM Indonesia ? c. Hatta menyampaikan keterangan politik luar negeri Indonesia kepada BP KNIP. Kualitas Diplomasi. landasan kostitusional/struktural UUD 1945. adanya kesenjangan antara negara maju dan negara berkembang. Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia 1. 3. serta subyek hukum internasional lainnya dalam rangka menghadapi masalah internasional guna mencapai tujuan nasional. serta adanya gerakan separatisme. Dari dalam negeri. yaiut Indonesia merdeka seluruhnya. konflik regional. mendukung perjuangan kemerdekaan. Militer. Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia Menurut GBHN 1999-2004 arah kebijakan hubungan luar negeri Indonesia adalah . Penduduk. adanya gerakan ekstremis. adanya bipolarisme dan multipolarisme politik internasional yang dapat mengganggu stabilitas nasional. b. Landasan dan Pengertian Politik Luar Negeri Indonesia a. regional. 37 Tahun 1999. 2. Aktif. Pokok-pokok da Tujuan Politik Luar Negeri Indonesia a. baik ekstrem kiri maupun ekstrem kanan. Kekayaan Alam. aktif memperjuangkan terbinanya perdamaian dunia.. bebas menentukan sikap dan pandangan terhadap masalah-masalah internasionalnya. Dalam menegakkan kemerdekaan Indonesia masih menghadapi berbagai ancaman. kekayaan alam yang kita miliki harus dikelola dengan baik . Posisi Geografis. dipertahankan. konfik internasional dsb. Peraturan Menteri. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri . organisasi internasional. TNI sebagai kekuatan pertahanan senantiasa ditingkatkan profesionalitasnya e. APEC. dan landasan operasional Tap MPR tentang GBHN.

Perwakilan konsuler Konsulat Jendral RI. Indonesia. bertanggung jawab langsung kepada Menlu Tugas : mewakili dan memperjuangkan kepentingan bangsa. bidang ekonomi. Unsur penunjang. Malaysia. Fungsi Arbitrase. Singapura. Pelaksana Keppres tersebut dilakukan oleh Menlu. menyelesaikan masalah secara hukum yang timbul antar anggota Bukti keberhasilan PBB 1. badan hukum Indonesia melalui pelaksanaan hubungan diplomatik sesuai dengan kebijakan politik dan hubungan luar negeri RI. Fungsi Pengendali Konflik. penilaian. dipimpin oleh Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh. yakni Pejabat Diplomatik. perundang-undangan nasional. bertanggung jawab kepada Presiden atau Menteri Luar Negeri. Misalnya. bidang keamanan. Kedua unsur ini disebut Perwakilan Diplomatik 2.mewujudkan kerjasama internasional dlm memecahkan persoalan internasional d. dan budaya 3. dan Kuasa Usaha Tetap. perdamaian. PBB didirikan tanggal 24 Oktober 1945. serta melindungi WNI. dsb. Susunan organisasi Perwakilan Diplomatik RI di luar negeri : 1. Konsuler dan protokol 6. Fungsi Proteksi. serta kerukunan antara sesama WNI di luar negeri 3. diharapkan mampu membina kerja sama di segala bidang f.n. Fungsi-fungsi lain sesuai dengan hukum dan praktek internasional. Fungsi Kooperatif. forum pembinaan persahabatan dan persaudaraan bangsa-bangsa c. Fungsi Perwakilan Diplomatik Perwakilan diplomatik Duta Besar RI. negara dan pemerintah secara keseluruhan di negara penerima atau organisasi internasional. yakni Penyelenggara Administrasi dan Kerumahtanggaan Perwakilan Diplomatik Pembukaan dan penutupan Kantor Perwakilan Diplomatik atau Perwakilah Konsuler di negara lain atau pada organisasi internasional ditetapkan dengan Keputusan Presiden (Keppres). Tujuannya adalah : a. Indonesia tetap konsisten mendukung perjuangan PBB dalam mewujudkan perdamaian dan keamanan internasional serta berbagai kerjasama dalam membina persahabatan antar bangsa serta tujuan lain yang telah ditetapkan dengan berpegang pada prinsip-prinsip yang telah ditetapkan di dalam piagam PBB. . Unsur pelaksana. Fungsi Negoisasi. Peningkatan persatuan dan kesatuan. dan Atase Pertahanan dan/atau Atase Teknis pada perwakilan Diplomatik tertentu. yakni Duta Besar LBBP atau Wakil Tetap RI.Hal lain yang penting adalah kebijakan penegakkan dan kepastian hukum. Fungsi dan Peran PBB a. Fungsi Integrasi. dipimpin oleh seorang Konsul Jendral atau Konsul yang bertanggung jawab secara operasional kepada Duta Besar LBBP yang membawahi – nya. memberi perlindungan kepada seluruh anggota b. pembangunan aparatur pemerintah yang bersih dan berwibawa. D. Konsul Jenderal atau Konsul yang tidak berada di bawah Duta Besar LBBP. bidang hukum dan kemanusiaan 3. pengamanan internal Perwakilan . ASEAN. Negara dan Pemerintah RI dengan negara Penerima 7. perlindungan dan pemberian bantuan hukum kepada WNI 4.menjadikan PBB sebagai pusat usaha dalam merealisasika tujuannya 2. dapat memfasilitasi perundingan antar negara g. Peningkatan dan pengembangan kerja sama di negara penerima/organisasi internasional 2. 1. PBB. Peranan Organisasi Internasional Menurut UU No. Pengayoman. Dalam kontek global. serta penanganan isu yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Palang Merah Internasional. menciptakan perdamaian dan keamanan internasional b. Pembuatan hukum untuk a. komunikasi dan persandian 8. OPEC. sosial. perlindungan hak asasi manusia (HAM). Fungsi Perwakilan Diplomatik : 1. Kegiatan manajemen kepegawaian. 3. Pengangkatan Konsul Jendral Kehormatan dan Konsul Kehormatanditetapkan dengan Keppres atas usul Menlu. Perutusan Tetap RI Perwakilan Indonesia Berkedudukan di ibu kota negara penerima atau kedudukan organisasi internasional. Peranan ASEAN ASEAN didirikan melalui Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 oleh 5 negara. Konsulat RI Berkedudukan di wilayah negara penerima. dan pelaporan mengenai situasi kondisi negara penerima 5. memajukan persahabatan antarbangsa c. sarana penyampai nilai-nilai dan norma kepada semua anggota d. Fungsi Sosialisasi. perlengkapan. dan Thailand. Filipina. hukum serta kebiasaan internasional. 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional. Pengamatan. E. diharapkan dapat mengendalikan konflik antaranggota e. keuangan. dan kemerdekaan 2. Unsur pimpinan. pelayanan. bahwa organisasi internasional adalah organisasi antar pemerintah yang diakui sebagai subyek hukum internasional dan mempunyai kapasitas untuk membuat perjanjian internasional.

2. misalnya. baik bilateral maupun multilateral c. Indonesia dan Beberapa Perjanjian Internasional 1) Indonesia-Belanda tentang penyerahan Irian Jaya ditandatangani di New York pada tanggal 15 Agustus 1962 2) Indonesia-Australia tentang perbatasan. setiap negara harus selalu berpegang pada aturan yang berlaku. saling memberi bantuan dalam sarana-sarana latihan dan penelitian 5. dan menghasilkan Dasa Sila Bandung 2) mengirimkan pasukan Garuda bergabung dengan pasukan PBB 3) menyeru kepada negara adikuasa untuk tidak melakukan tindakan fatal 4) menyepakati untuk membentuk OPEC selanjutnya Indonesia bergabung 5) memprakarsai terbentuknya ASEAN. meningkatkan kerjasama yang aktif serta saling membantu satu sama lain dalam masalah-masalah kepentingan bersama 4. sebagai bangsa yang beradab kita harus bersikap positif terhadap kaidah-kaidah yang dibentuk melalui perjanjian kerjasama. meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional 3. Bentuk-bentuk Kerja Sama dan Perjanjian Indonesia dengan Negara lain a. ucapan kita atau pernyataan kepada orang lain atau negara lain harus mencerminkan etika agar tidak menyinggung perasaan bahkan menyakitkan. Bersikap Positif terhadap Kerja Sama dan Perjanjian Internasional a. Muangthai. serta perkembangan kebudayaan 2. kemajuan sosial. bersikap dan berpikiran positif (positive thinking). ditandatangani di Jakarta tanggal 11 Agustus 1966 4) Indonesia-Cina tentang normalisasi hubungan diplomatik 5) Indonesia-Cina tentang penyelesaian masalah dwikewarganegaraan 6) Beberapa perjanjian Indonesia dengan negara tetangga tentang garis batas landas kontinen. artinya kita tidak pernah memikirkan atau berpraduga yang jelek kepada bangsa atau negara lain yang kita ajak bekerja sama sebelum ada bukti atau fakta yang menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh negara itu merugikan negara kita. ditandatangani di Jakarta 12 Feb 1973 3) Indonesia-Malaysia tentang tentang normalisasi hubungan. memahami dan melaksanakan kesepakatan bersama (asas Pacta Sunt Servanda).Tujuan ASEAN : 1. Menghargai Kerja Sama dan Perjanjian Internasional 1. Australia. bekerjasama dalam hal pertanian dan industri 6. meningkatkan kerjasama dengan organisasi-organisasi internasional F. mempercepat pertumbuhan ekonomi. menyadari tentang faktor kebutuhan hidup. dengan Malaysia. meningkatkan studi-studi tentang Asia Tenggara 7. b. bersikap dan bertindak positif. Singapura. sekarang 10 negara b. d. Indonesia mendukung kerja sama di berbagai kawasan 1) menyelengarakan Konferensi Asia Afrika tahun 1955. karena tidak mungkin manusia bisa mencukupi kebutuhannya sendiri tanpa bekerjasama dengan manusia lain. awalnya 5 anggota. tidak sewenang-wenang apalagi merugikan negara lain .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful