BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Salah satu hal yang mendukung tujuan pembangunan Indonesia adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diwujudkan melalui pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah bersama kalangan pendidikan bersama-sama telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Guru sebagai tenaga pendidik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Guru dituntut harus dapat bersikap profesional. Pada prinsipnya profesionalisme guru adalah guru yang dapat menjalankan tugasnya secara profesional, yaitu ahli di bidang teori dan praktek keguruan. Dengan kata lain guru profesional adalah guru yang mampu membelajarkan peserta didiknya tentang pengetahuan yang dikuasainya dengan baik. Untuk itulah, guru dituntut memiliki pengabdian yang tinggi kepada masyarakat khususnya dalam menjalankan kewajiban profesinya. Hal tersebut terintegrasi dalam empat kompetensi yang mesti dimiliki oleh seorang guru. Adapun kompetensi yang harus dimiliki, yaitu: (a) Kompetensi Pedagogik yang berupa kompetensi pengelolaan proses belajar mengajar secara utuh untuk memperoleh hasil yang optimal, (b) Kompetensi Profesional, berupa penguasaan dan pemahaman tentang bidang keilmuan yang menjadi bidang pilihannya maupun bidang lainnya yang mendukung keahliannya, (b) Kompetensi Personal yang berkaitan dengan sikap kepribadian, minat, disiplin diri dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sesuai dengan tuntutan etika seorang guru, dan (d) 1

Kompetensi Sosial yang berupa kemampuan untuk membina lingkungan atau hubungan sosial yang baik dengan masyarakat sekolah maupun masyarakat luas. Untuk dapat mencetak tenaga pendidik yang memiliki kompetensi seperti yang telah dipaparkan serta dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan agar terus berkembang maka pemerintah melalui lembaga-lembaga pendidikan tinggi keguruan berupaya menciptakan tenaga pendidik yang profesional dan dapat diandalkan. Universitas Pendidikan Ganesha sebagai salah satu lembaga pendidikan yakni menghasilkan tenaga pendidik yang profesional yang meliputi pengembangan kepribadian, memberikan dasar-dasar untuk mengembangkan sikap dan wawasan mahasiswa serta memberikan dasar pengembangan kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran dan bimbingan sesuai dengan spesialisasinya. Untuk mewujudkan misi itu harus ditunjang dengan kualitas kompetensi lulusan. Salah satu upaya yang dilakukan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah-sekolah mitra. Program pengalaman lapangan (PPL) merupakan suatu program yang dirancang agar mahasiswa mampu melakukan pelatihan untuk menerapkan berbagai ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam rangka pembentukan guru yang professional. Dengan demikian, program pengalaman lapangan (PPL) adalah akumulasi atau muara seluruh kurikulum pendidikan prajabatan mahasiswa calon guru, yang mencakup latihan mengajar maupun tugas-tugas kependidikan di luar mengajar secara terbimbing dan terpadu untuk memenuhi persyaratan pembentukan profesi keguruan. Pembentukan profesi keguruan itu sendiri telah disiapkan sejak dini melalui proses pembelajaran bertahap terpadu berupa PPLReal, pengajaran mikro dan rangkaian materi perkuliahan yang dilakukan dengan pendekatan kompetensi yaitu pendekatan berorientasi kebutuhan nyata lapangan kerja yang menjadi profesi lulusan. PPL-Real dilakukan dengan sistem magang penuh selama sekitar 3 bulan (± 14 minggu). PPL-Real adalah upaya untuk mengenal lingkungan sekolah lebih mendalam. Dalam kegiatan PPL-Real ini, mahasiswa berhadapan langsung dengan situasi dan kondisi yang sesungguhnya. Dengan harapan setelah lulus, 2 untuk meningkatkan kualitas mahasiswa sebagai calon guru adalah dengan menerapkan

mahasiswa tidak terkejut dengan keadaan yang akan dialaminya sebagai seorang guru yang profesional sesuai dengan profesinya. Berdasarkan hal tersebut, maka kegiatan PPL sangat perlu dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai calon guru, sebelum mereka terjun menekuni profesi sebagai tenaga pendidik dalam situasi nyata dalam masyarakat. 1.2 Tujuan Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka tujuan pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan itu sendiri adalah sebagai berikut. 1) Tujuan Umum Secara umum, tujuan PPL adalah sebagai wahana bagi mahasiswa calon guru untuk berlatih agar memiliki kemampuan memperagakan kinerja dalam situasi nyata baik dalam kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya sesuai dengan tuntutan standar pendidikan nasional/lembaga. 2) a. b. c. d. e. Tujuan Khusus Adapun tujuan khusus dilaksanakannya PPL adalah agar mahasiswa : Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrasi, akademik dan sosial psikologis sekolah. Menguasai berbagai keterampilan dasar mengajar. Dapat menerapkan berbagai kemampuan profesional keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata. Mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial lingkungan sekolah. Menarik kesimpulan nilai edukatif dari penghayatan dan pengamatanya selama pelatihan-pelatihan melalui refleksi dan menuangkan hasil refleksi itu dalam bentuk laporan. 1.3 Manfaat Manfaat yang diperoleh selama mengikuti PPL antara lain sebagai berikut. 1) Bagi Mahasiswa

3

1.

PPL ini merupakan modal dasar mahasiswa sebagai calon guru

untuk mempersiapkan diri menjadi seorang guru yang memiliki keterampilan dan profesionalisme. 2. Mahasiswa sebagai calon guru mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki dalam situasi nyata. 3. Mahasiswa calon guru dapat mengenal, memahami, serta menganalisa berbagai hubungan yang terjadi di dalam masyarakat sekolah secara umum seperti hubungan sosial siswa dengan siswa, siswa dengan guru, guru dengan guru serta masyarakat sekolah dengan lingkungannya. 4. Dapat melatih mahasiswa dalam menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan administrasi dalam proses belajar mengajar, seperti membuat SP, RP serta media pembelajaran lainnya yang mendukung proses belajar mengajar tersebut. 5. 6. Dapat menganalisa soal, menentukan ketuntasan belajar Dapat memahami berbagai karakter siswa, baik dikelas maupun perorangan dan ketuntasan belajar klasikal. diluar kelas, disamping itu mahasiswa secara tidak langsung dilatih untuk bersabar dalam mengajar dan mendidik siswanya. 7. 8. Dapat meningkatkan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap Merupakan wahana yang berharga untuk mengaplikasikan calon guru. seluruh program pendidikan yang telah didapat mahasiswa calon guru di bangku kuliah dengan kenyataan yang ada. 2) Bagi lembaga Membentuk tenaga guru yang professional dan andal sebagai keluaran yang berkualitas. Mengetahui sampai sejauhmana relevansi/kesesuaian antara ilmu yang didapatkan mahasiswa dalam perkuliahan dengan keadaan sebenarnya di lapangan. 1.4 Metode Pengumpulan Data

4

Data-data dalam laporan ini diperoleh melaui observasi selama kegiatan PPL. Observasi dilakukan berdasarkan instrumen yang telah dipersiapkan dalam buku panduan PPL dengan pengembangan seperlunya. Untuk memperoleh data observasi dilakukan beberapa metode pengumpulan data antara lain. 1 Metode Observasi/ pengamatan Metode ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang sifatnya bisa dilihat secara langsung misalnya data mengenai kondisi lingkungan fisik sekolah. Selain itu metode ini juga digunakan untuk memperoleh data mengenai kegiatan belajar mengajar di kelas. 2 Metode Wawancara Metode ini dilakukan dengan narasumber Kepala Sekolah, Pegawai, Guru, maupun siswa SMA Negeri 1 Singaraja. Hasil wawancara kebanyakan merupakan data mengenai keadaan lingkungan non fisik sekolah. 3 Metode Pengumpulan Dokumen Metode ini dilakukan untuk mengetahui berbagai administrasi yang terkait dengan sekolah seperti data-data inventaris, tata tertib, data mengenai keadaan siswa maupun data-data lainnya. 4 Metode Diskusi Kegiatan diskusi dilakukan dengan guru pamong dan mahasiswa PPL Real lainnya yang juga melaksanakan PPL-Real di SMA N 1 Singaraja. Diskusi dengan guru pamong yaitu diskusi tentang program kerja PPLReal, diskusi mengenai aturan dan tata cara penyusunan silabus serta dalam latihan membuat silabus, dan data-data yang diperoleh selama pelaksanaan PPL-Real. Diskusi dengan mahasiswa PPL-Real lainnya yaitu diskusi yang terkait dengan penetapan waktu memulai dan mengakhiri PPL-Real dan penyusunan secara garis besar Program Kerja PPL-Real. 5 Berpartisipasi Langsung Metode ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Penulis berpartisifasi aktif dalam kegiatan sekolah seperti 5

upacara bendera. SKJ dan persembahyangan bersama serta kegiatankegiatan lain yang berhubungan dengan sekolah. 6 .

Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika SMA Negeri 1 Singaraja kini telah mampu mewujudkan impiannya sebagai sekolah yang bertaraf internasional. 2. Adanya perbaikan dan tambahan pada gedung tersebut tidak mengubah gaya estetika bangunan tersebut sebagai bangunan peninggalan zaman sejarah. sekolah tersebut bukan saja dikenal di Bali tetapi juga di luar Bali bahkan di dunia internasional. Hal ini juga tidak terlepas dari peranan pemimpin serta staf pegawai SMA negeri 1 Singaraja yang memiliki komitmen yang kuat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sana. Hal ini terlihat jelas dari arsitek bangunan gedung utamanya yang bergaya Belanda.BAB II GAMBARAN SINGKAT SMA NEGERI 1 SINGARAJA SMA N 1 Singaraja merupakan satu-satunya rintisan sekolah bertaraf internasional yang ada di Singaraja yang cukup terkenal di Provinsi Bali. Pada mulanya SMA Negeri 1 Singaraja adalah sekolah tingkat atas tertua di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Pemimpin-pemimpin yang dimaksud dapat dilihat pada tabel berikut ini. Kini. 1. dan internasional. SMA Negeri 1 Singaraja merupakan salah satu SMA favorit di kota Singaraja bahkan di Bali dengan banyaknya prestasi yang diperoleh. Sumarsono Sudigdo. 7 . Dari tahun 1950 sampai sekarang. meskipun bangunan tersebut telah mengalami perbaikan dan tambahan di beberapa bagian. Sekolah ini memiliki sejarah yang lebih panjang karena berdiri sejak zaman penjajahan Belanda. SMA Negeri 1 Singaraja mampu bersaing di tengah-tengah ramainya pendirian sekolahsekolah baru yang cukup berkualitas. Ketut Subrata. menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 1952 – 1956. menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 1950 –1952. SMA Negeri 1 Singaraja secara resmi berdiri pada 1 November 1958. telah tercatat sebanyak 10 orang pemimpin yang pernah memimpin sekolah tersebut. nasional. Gedung utama tersebut masih berdiri kokoh sampai saat ini. SMA Negeri 1 Singaraja telah berkembang menjadi salah satu Risntisan Sekolah Mengengah Atas Bertaraf Internasional atau lebih familiar disebut RSBI di provinsi Bali dan akan segera mendapatkan sertifikat dan menjadi SBI. Sejak 4 tahun yang lalu.

2. menjalankan hubungan dengan masyarakat sekitar. 10. 7. sekolah menangani fasilitas yang ada di sekolah serta penggunaannya. Putu Serangan. menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 2000 – 2004. Md. 5.1 Struktur Organisasi dan Tugas-Tugasnya Setiap lembaga seperti sekolah pasti memiliki manajemen yang tersusun atas sistem tertentu yang membentuk suatu struktur organisai. 4.3. menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 1993 – 2000. 8. 6. I Gst. menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 1967 – 1987. Drs. menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 1963 . menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 1956 – 1959. serta memudahkan dalam menjalankan progra–program/agenda–agenda sekolah. Struktur organsasi SMA Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2010-2011 terdiri dari Kepala Sekolah sebagai penanggungjawab seluruh kegiatan yang dibantu oleh 5 Wakil Kepala Sekolah yaitu sebagai berikut. Suwito Suntoro. Putra. IGK Suweta. 9. Gedong Bagoes Oka. – 1967. I Made Sudjana.Pd. dalam urusan administrasi pendidikan. menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 1987 – 1993. Drs. I Nyoman Darta. menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 2004– sekarang). di mana struktur ini dapat memudahkan untuk melatih sistem kerja sekolah tersebut mulai dari kepala sekolah sampai bagian–bagian yang lain. • • • • • Wakasek kesiswaan bertugas membantu kepala sekolah dalam Wakasek Humas bertugas untuk membantu kepala sekolah dalam Wakasek kurikulum bertugas untuk membantu kepala sekolah Wakasek sarana dan prasarana bertugas dalam membantu kepala Wakasek penjamin mutu 8 kegiatan yang berkaitan dengan kesiswaan. Drs. Ida Bagus Anom. M. menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 1959 – 1963. Drs.

Wali Kelas. Guru mata pelajaran bertugas mengajar bidang studi yang di pegangnya di tiap-tiap kelas.030 m2 (sudah disertifikat) 4.2 Lingkungan Fisik dan Lingkungan Sekolah SMA Negeri 1 Singaraja yang didirikan pada tahun 1950 memiliki unsur fisik dan non fisik sebagai berikut. Laboratorium Kimia e. Ruang Keterampilan h. 2. Laboratorium Fisika. Laboratorium Bahasa g. 2. Struktur organisasi tersebut menggambarkan bagaimana koordinasi antara komponen-komponen yang ada di lingkungan SMA Negeri 1 Singaraja. 3.Selain kepala sekolah dan kelima Wakasek tersebut. Wali Kelas bertugas sebagai penanggung jawab yang dipegang termasuk membimbing semua siswa dikelas itu. Secara rinci tata koordinasi tugas dan tanggung jawab serta mekanisme kerja SMA Negeri 1 Singaraja tahun pelajaran 2010/2011 terlampir. Komite Sekolah. Perpustakaan b. d. 7. wewenang dan tanggung jawab setiap komponen-komponen sekolah. 4 Singaraja : Negeri : 9. 1. Nama sekolah Alamat Status sekolah Luas tanah Jumlah ruang kelas Ukuran ruang kelas : 22 ruangan : 9 x 6 m2 : SMA Negeri 1 Singaraja : Jalan Pramuka No. 5.5 x 9) /243 m2 : (14 x 7) /98 m2 : (9 x 6) /54 m2 : (9 x 2) /18 m2 . Ruang TRRC c. Laboratorium Biologi f. struktur organisasi SMA Negeri 1 Singaraja juga terdiri atas staf pegawai dan dewan guru serta siswa. 6. Bangunan lain yang ada : a. Koordinator BK dan Koordinator Litbang. Selain itu Struktur organisasi tersebut menjabarkan pula tugas. Laboratorium Akuntansi dan Koperasi 9 : (13 x 9) /117 m2 : (22 x 9) /198 m2 : (11 x 9) /99 m2 : (11 x 9) /99 m2 : (22.

yaitu basket. Lapangan Olahraga (jenis dan ukuran) : (4 x(6 x 4)) /96 m2 : (9 x2) /18 m2 : 975 m2 (39 x 25 m2) : (18 x(2 x 1. Letaknya sangat strategis karena letaknya dipusat kota dan merupakan Sekolah Menengah Atas tertua di Bali. antara lain : a. Kamar mandi siswa m. Ruang Front Office Total luas bangunan 8.25 m2 : (3 x 2) /6 m2 : (6 x 2) /12m2 : (3 x 2) /6 m2 : 5. Lapangan ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran 39 x 26 m 2 atau 1014 m2. Sebelah Utara Sebelah Timur : SMK Negeri 1 Singaraja. Ruang SISPALA q.i. Ruang OSIS n. dan berbahan dasar semen.421 m2 SMA Negeri 1 Singaraja memiliki sebuah lapangan yang berfungsi sebagai lapangan upacara dan lapangan olah raga multifungsi. Lapangan upacara l. Sebelah Selatan : Pura Jagatnatha. Parkir kendaraan roda 2 k. Kantin j. Pos Jaga SATPAM p. Lingkungan Sekolah SMA Negeri 1 Singaraja terletak di jalan Pramuka No. Padmasana o. Sebelah timur lapangan ini terdapat tempat parkir untuk mobil. Jenis bangunan sekitar sekolah SMA Negeri 1 Singaraja berlokasi di jalan Pramuka No.5)/54 m2 : (11 x 9) /99 m2 : (22 x 9) /198m2 : (1. volly. : SMP Negeri 1 Singaraja. Ruang Tata Rias r.4 Singaraja. 9. tennis lapangan.5) /2. a. 10 . dimana bangunannya terletak di sebelah kiri jalan raya (jika datang dari arah utara). dan futsal. 4 Singaraja. Sekolah ini dikelilingi oleh beberapa bangunan. c.5 x 1. b.

d. Bahkan. Stikes Majapahit dan Bank Buleleng b. Selain itu di sekolah ini terdapat berbagai pohonpohon perindang. Spidol atau board marker sebagai alat menulis di white board. Sebelah Barat : Jalan Raya Pramuka . para guru dan siswa di SMA Negeri 1 Singaraja dilarang untuk merokok di areal sekolah. Walaupun sekolah ini berada di pusat kota. di mana tersedia berbagai sarana dan prasarana yang dapat menunjang Proses Belajar Mengajar (PBM). Ruang Kelas Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan. White board sebagai media bantu proses belajar mengajar c. Fasilitas yang dimiliki tiap kelas secara umum hampir seragam hanya terdapat sedikit perbedaan. 11 . Hampir di setiap tempat disediakan tong sampah besar untuk mencegah siswa membuang sampah makanan di sembarang tempat. Oleh karena itu. Kondisi Lingkungan Sekolah Kondisi lingkungan SMA Negeri 1 Singaraja jika dilihat secara seksama memang sudah cukup baik. Fasilitas tersebut mencakup : a. SMA Negeri 1 Singaraja juga terbebas dari polusi asap rokok karena SMA Negeri 1 Singaraja ingin mewujudkan sekolah yang terbebas dari rokok. 11. ruang kelas yang terdapat di SMA Negeri 1 Singaraja memiliki fasilitas yang lengkap dan sangat memadai untuk menunjang kelancaran dan kenyamanan proses belajar mengajar. Gambar Denah lingkungan fisik SMA Negeri 1 Singaraja beserta keterangannya terlampir. 10. Lingkungan SMA Negeri 1 Singaraja sudah tergolong bersih. namun hal-hal inilah yang menjamin ketenangan dan kenyamanan siswa dalam belajar sehingga jauh dari kesan bising. kolam dan taman yang mampu menambah kesejukan sekolah ini. Layar LCD dan LCD Projektor sebagai media pembelajaran multimedia b. Kebersihan sekolah ini pun tidak perlu diragukan lagi.

Papan absen yang berfungsi untuk mencatat siswa yang tidak hadir atau tidak m. Struktur pengurus kelas. Penghapus papan untuk membersihkan white board. q. i. Meja dan kursi untuk tempat duduk dan tempat guru menyimpan alat mengajar. f. h. Perpustakaan 12 . n. p. vas bunga. Pelangkiran sebagai tempat menghaturkan canang bagi siswa yang beragama Hindu. l. Buku absen siswa yang digunakan untuk mencatat kehadiran siswa tiap harinya dalam mengikuti PBM. Tirai atau korden sebagai penutup jendela untuk mengurangi sengatan sinar matahari yang masuk ke ruang kelas.. serta daftar 7 K digunakan untuk lebih meningkatkan kesadaran siswa dengan kewajibannya masing-masing. Jurnal kelas digunakan sebagai daftar hadir yang harus diisi oleh guru bidang studi sesuai dengan hari. bendera Merah Putih. e. o. Jam dinding untuk menunjukkan waktu mengikuti PBM. Kalender untuk menunjukkan tanggal. j. visi sekolah. k. Meja dan kursi bagi para siswa untuk tempat duduk siswa dan alat untuk menyimpan alat belajar siswa yang jumlahnya sesuai dengan jumlah siswa di masing-masing kelas. g. Semuanya berfungsi untuk memotivasi siswa dalam belajar dengan keindahan dan kenyamanan kelas. gambar Presiden dan Wakil Presiden RI. 12. taplak meja. Beberapa hiasan kelas meliputi foto Burung Garuda Pancasila. Bak sampah tempat membuang sampah. Speaker intercom yang memungkinkan siswa untuk mengetahui beberapa pengumuman penting yang diumumkan pada saat-saat tertentu. Lemari yang digunakan untuk menyimpan alat-alat pembersihan dan dokumen kelas.d. r. daftar piket dan daftar pelajaran. gambar para pahlawan yang ditempel pada dinding serta beberapa kalimat motivasi untuk berprestasi. tanggal dan jam mata pelajaran disertai dengan paraf guru bersangkutan.

3. Siswa. Perpustakaan ini dikelola oleh petugas khusus. Sebagai sarana informasi dan ilmu pengetahuan di sekolah 4. Pengelolaan Perpustakaan Perpustakaan SMA Negeri 1 Singaraja dikelola oleh petugas khusus. yaitu koordinator perpustakaan serta bagian teknis dan pelayanan. Tugas Perpustakaan: 1. 6.SMA Negeri 1 Singaraja memiliki sebuah perpustakaan yang terletak diantara kelas X-4 dengan Ruang Tata Rias dan Lab Bahasa. Keberadaannya dengan segala fasilitas yang ada di dalamnya dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekolah (Guru. Perpustakaan SMA Negeri 1 Singaraja sudah dapat dimanfaatkan secara baik oleh para siswa dan para guru. 5. Sebagai sumber belajar di lingkungan sekolah 3. Perpustakaan sekolah sebagai sarana pendidikan sekolah 2. Fungsi Perpustakaan: 1. Sebagai pusat kegiatan belajar-mengajar Membantu anak didik memeperjelas dan Mengembangkan minat dan kegemarannya Membiasakan anak untuk mencari informasi Perpustakaan Perpustakaan merupakan memperluas tempat kesempatan memperluas pengetahuannya di perpustakaan memperoleh bahan rekreasi sehat melalui buku bacaan fiksi belajar bagi siswa. Meningkatkan efektifitas kegiatan belajar atau mengajar maupun memperluas wawasan. 2. Perpustakaan tersebut merupakan sarana penunjang dalam proses pembelajaran sehari-hari. Pegawai) 5. C. yaitu koordinator perpustakaan serta bagian teknis dan pelayanan. Adapun fungsi dan tugas Perpustakaan Sekolah. Petugas perpustakaan ini juga dibantu oleh siswa-siswi 13 . yaitu: A. 4. B.

4. 2. dan menumbuhkan rasa memiliki sehingga tidak ada rasa malu untuk ke perpustakaan. Koordinator perpustakaan bertugas untuk mengelola dan mengatur atau mengkoordinasikan segala kegiatan yang menyangkut perpustakaan. 6. kode buku. Membuat kartu catalog Mengklasifikasikan buku-buku di rak buku sesuai Memberi nomor induk setiap penerimaan buku 1. Petugas bagian pelayanan yang bertugas untuk : Memberi kode. b.yang tergabung dalam Kader Perpustakaan. 2. 3. d. guru dan pegawai Melayani sirkulasi buku yaitu peminjaman dan pengembalian buku Mencatat pinjaman buku di buku sirkulasi Mencatat jumlah peminjam. kelas dan jenis buku di buku laporan bulanan Memperingatkan peminjam yang habis tempo peminjamannya Pendekatan kepada siswa tentang pentingnya pemanfaatan perpustakaan. masih utuh) seperti: me-lem kembali halamannya yang lepas. dan kartu buku. c. Kader Perpustakaan 14 . sabuk buku. baru. 5. 4. Membuat kartu anggota baik bagi siswa. 5. Memelihara keawetan buku seperti memberi sampul Memperbaiki buku yang rusak (yang halamannya dan sebagainya. 1. Petugas bagian teknis yang bertugas untuk : 1. mengganti mantel/kulit buku. Struktur organisasi perpustakaan terlampir. 3. Tugas pokok dari masing-masing petugas khusus tersebut adalah : a.

000 (karya umum) . D.Sejarah .Antropologi 15 Jumlah 230 eksemplar (eks) 154 eks 549 eks 514 eks 387 eks 1.100 (Filsafat) .053eksemplar 270 eks 110 eks 520 eks 490 eks 383 eks 200 eks 100 eks 75 eks 100 eks 470 eks 235 eks 175 eks 30 eks 25 eks .944 eks 455 eks 4.700 (Orkes dan Permainan) . Koleksi Perpustakaan Rekapitulasi koleksi perpustakaan SMA Negeri 1 Singaraja dapat dilihat dalam Tabel 1.Mekanika .PKN .500 (Ilmu Pasti dan Alam) . Tabel 1.Kimia .200 (Agama) .Bahasa Inggris . 3.800 (Kesusastraan) . Koleksi Perpustakaan Pengelompokan Buku/Koleksi Pustaka Berdasarkan golongan : .Sejarah Budaya . dalam menyelesaikan tugas belajar.2. Menginformasikan tentang upaya yang telah dilaksanakan oleh perpustakaan untuk memotivasi pengunjung dengan pemberian kupon doorprize.Bumi dan Antariksa .121 eks 953 eks 346 eks 1.Bahasa Indonesia .Fisika Modern .300 (Ilmu Pengetahuan Masyarakat) .900 (Sejarah/Geografi/Ilmu Bumi) Berdasarkan jumlah judul Berdasarkan jumlah eksemplar Berdasarkan buku pelajaran : .400 (Bahasa) .Biologi .Fisika .Matematika . Kader Perpustakaan diharapkan mampu menyerap informasi dari siswa demi kemajuan pengelolaan perpustakaan.469 judul 7.600 (Keterampilan) .Jagat Raya . 4. Kader perpustakaan agar berkoordinasi kepada guru untuk memanfaatkan koleksi yang ada.

4. o.073 eksemplar Jenis harian/majalah jurnal yang terdapat di perpustakaan ini adalah e. Komputer hanya untuk aktifitas internet.Geografi .Teknologi dan Informatika 230 eks 100 eks 95 eks 110 eks 75 eks 60 eks 30 eks 20 eks 10 eks 30 eks Jumlah 4.Koran Warta i. 16 .Agama Islam .Majalah Horison k.Agama Hindu . Majalah Gemari Majalah Pendidikan Gerbang Koran dan Majalah SINGA MANDALA Pasific Friend Magazine Majalah INFO KITA l.Bahasa Jepang .Ekonomi . m.Majalah Peduli Perpustakaan di SMA N 1 Singaraja juga dilengkapi dengan ruang internet yang terdiri dari 2 unit komputer..Tata Negara . p. 2. n. Mengaktifkan dan mematikan komputer sesuai dengan prosedur standar yang benar.Akuntansi . g. h. Aktifitas internet download dan upload seizin petugas perpustakaan.Monash University Magazine j. 3.Kesenian . Koran Bali Post Koran Kompas Bali Travel News f. Dilarang bermain game. Adapun tata tertib ruang internet/komputer Perpustakaan SMA Negeri 1 Singaraja yaitu : 1.Sosiologi .

Oleh karena itu. tempat untuk mengisi jam pelajaran yang kosong ataupun sebagai tempat untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. E. Misi perpustakaan SMA Negeri 1 Singaraja adalah Menciptakan Perpustakaan yang nyaman dan Lengkap sesuai Kebutuhan Anak Didik agar Menjadi Anak yang Berbudi Pekerti Luhur dan Unggul dalam Penguasaan Ilmu Pengetahuan. tentu saja perpustakaan SMA Negeri 1 Singaraja dilengkapi dengan berbagai macam koleksi 17 . Dilarang membawa makanan dan minuman di dalam lokasi internet. perpustakaan juga sering digunakan sebagai tempat menonton VCD pembelajaran. Pemanfaatan Perpustakaan Keberadaan perpustakaan SMA Negeri 1 Singaraja sangat menunjang kelancaran dalam proses pembelajaran. unggul dalam kebersihan. Indikator dari visi yang diemban oleh perpustakaan SMA Negeri 1 Singaraja itu adalah unggul dalam pengelolaan. dan unggul dalam kenyamanan. koleksi di perpustakaan juga dapat dijadikan sumber dalam mengerjakan tugas-tugas tersebut. unggul dalam akses. Selain visi tersebut.5. tidaklah mengherankan jika siswa lebih memilih mengerjakan tugasnya tersebut di perpustakaan daripada di kelas. unggul dalam koleksi. Suasana tenang diperpustakaan tersebut sangat tepat dijadikan tempat untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi. Keterampilan. Perpustakaan SMA Negeri 1 Singaraja juga memiliki misi. Untuk mendukung tercapainya visi dan misi tersebut. Visi yang diemban oleh perpustakaan Perpustakaan SMA Sekolah Negeri yang 1 Singaraja dan adalah Mewujudkan dalam Unggul Representatif Menumbuhkan Budaya Membaca dan Menulis. unggul dalam pelayanan. Selain dimanfaatkan sebagai tempat peminjaman buku yang cukup membantu siswa. Selain itu. unggul dalam sirkulasi. SMA Negeri 1 Singaraja memiliki visi yang tetap dijadikan tolak ukur untuk kemajuan perpustakaan. dan Teknologi.

Laboratorium Biologi b. Laborarorium Akuntansi. Laboratorium Fisika c. Upaya sekolah untuk menambah buku-buku perpustakaan adalah : 1. Melalui RAPBS Telah disediakan anggaran khusus untuk menambah koleksi buku-buku perpustakaan. Laboratorium Komputer Berdasarkan hasil observasi. dan f.yang bermanfaat bagi kegiatan akademik maupun kegiatan non akademik. disamping bantuan langsung dari Departemen Pendidikan 2. fasilitas penunjang masing-masing ruang laboratorium khsusnya laboratorium fisika. 3. Sumbangan dari alumni 4. F. Sumbangan dari siswa Siswa yang memiliki buku dan tidak digunakan lagi dalam kondisi buku yang layak dapat memberikannya ke perpustakaan agar dapat bermanfaat. kimia dan biologi. Laboratorium Bahasa e. Sumbangan dari balai pustaka 5. Laboratorium SMA Negeri 1 Singaraja memiliki enam buah laboratorium yaitu : a. Sumbangan dari perpustakaan daerah 13. dari segi kelengkapan dan ketersediaan alat dan bahan sudah memadai. Fasilitas yang ada sudah memenuhi tuntutan sesuai program praktikum yang dirancang oleh sekolah. Laboratorium Kimia d. Jumlah alat dan bahan juga sudah mencukupi untuk 18 .

sedangkan dua ruangan lainnya digunakan untuk menyimpan alat dan bahan atau segala fasilitas dalam pratikum seperti zat-zat kimia. Laboratorium fisika Laboratorium Fisika bersebelahan dengan laboratorium kimia.pengadaan praktikum bagi kurang lebih 35 siswa yang ada pada setiap kelas. Selain itu. Fasilitas yang mendukung penggunaan laboratorium tersebut dikelompokkan agar dapat memberikan kemudahan bagi pengguna fasilitas tersebut dan di samping itu dapat memudahkan laboran dalam mengadakan pendataan terhadap segala fasilitas yang tersedia. Laboratorium ini dikelola oleh Dra. di laboratorium biologi juga terdapat berbagai alat peraga baik yang berupa gambar. a. dan sejenisnya. bahkan kerangka. Laboratorium Kimia Laboratorium Kimia terletak di sebelah selatan gedung induk dan berada di lantai dua. Laboratoium kimia dibagi menjadi tiga ruangan yaitu ruangan yang paling luas digunakan sebagai tempat praktikum para siswa. c. Laboratorium Biologi Kondisi laboratorium SMA Negeri 1 Singaraja sangat layak. Di dalam laboratorium tersebut terdapat meja beton untuk praktikum yang dilengkapi dengan kursi sebagai tempat duduk para siswa. Laboratorium Fisika SMA Negeri 1 Singaraja juga kondisinya sangat baik. Ida Agustini dan seorang laboran yaitu Ni Made Sri Narawati. b. Laboratorium ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung kegiatan praktikum kimia. bentuk organ. tabung reaksi. Kondisi laboratorium ini cukup baik dan suasananya pun cukup tenang karena berada di lantai dua. Laboratorium tersebut dikelola oleh Dra. sedangkan laborannya adalah Lilik Suryani. Alat-alat praktikum dikelompokkan sesuai jenis dan fungsinya sedangkan bahanbahan praktikum dikelompokkan berdasarkan sifat zat dan kegunaannya. Herry Agusningyas. Laboratorium ini dikelola oleh salah seorang guru fisika di SMA Negeri 1 19 .

Laboratorium Komputer Sebagai sarana penunjang untuk lebih mengakrabkan siswa dengan perkembangan teknologi. Kedua ruangan tersebut berada di sebelah selatan gedung induk. bahasa Jepang. Laboratorium bahasa dikelola oleh salah seorang guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Singaraja yaitu I Gede Mitha. VCD player. Dengan fasilitas yang tersedia tersebut. Untuk menunjang kegiatan praktikum. Laboratorium Akuntansi 20 . SMA Negeri 1 Singaraja telah memiliki dua buah laboratorium komputer. tape. Selain itu sekolah juga mendapat bantuan berupa alat dan bahan dari pemerintah. dan sebagainya. baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya sudah cukup memadai. Laboratorium komputer tidak dikelola oleh petugas khusus. bahasa Indonesia. Laboratorium tersebut dikelola oleh se.Pd. Fasilitas laboratorium.luruh guru TIK SMA Negeri 1 Singaraja. Laboratorium Bahasa Kini kondisi laboratorium Bahasa sangat baik. Upaya sekolah untuk menambah fasilitas yang kurang adalah dengan membeli peralatan baru. tepatnya di bawah ruang kelas X5 dan X6. S. Laboratorium ini dilengkapi dengan TV. S. f. sejumlah meja untuk siswa yang masing-masing meja dilengkapi dengan seperangkat peralatan listening berupa alat pemutar dan pendengar yang terhubung dan berpusat pada alat yang berada di meja guru. sedangkan petugas khusus yaitu seorang laboran Ida Ayu Suryadewi. Biaya pembelian ini diambil dari dana rutin sekolah yang memang sengaja dipersiapkan untuk hal tersebut. d. seperangkat soundsystem. Nyoman Tantris. Laboratorium ini biasanya digunakan oleh guru-guru yang mengajar mata pelajaran di bidang bahasa seperti bahasa Inggris. e.Singaraja yaitu Dra.Pd. laboratorium ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang terkait dengan kegiatan praktikum fisika. proses belajar mengajar yang berlangsung di laboratorium bahasa dapat berjalan dengan lancar.

yaitu menggambarkan penampilan dan mengenal kekhususan yang ada pada dirinya. Ruangan ini sekaligus menjadi ruang relaksasi jika siswa mengalami stress atau kelelahan. Laboratorium akuntansi tidak dikelola oleh petugas khusus. dan karier. 3. tetapi hanya dikelola oleh pengurus yang merupakan guru-guru ekonomi di SMA Negeri 1 Singaraja. 14. Sebenarnya laboratorium akuntansi ini berfungsi ganda. Ruang ini dibagi menjadi dua sekat yaitu ruang staf BK dan runag konseling. Selain itu. 2 Sistem Pendidikan Nasional. Bank mini tersebut difungsikan untuk memberikan praktik langsung bagi para siswa dalam mata pelajaran akuntansi. Dalam aspek tugas-tugas perkembangan pribadi-sosial. Ruang staf BK digunakan sebagai tempat kerja guru BK. pegawai atau siswa yang ingin meminjam uang. Dapat mengembangkan sikap positif. SMA Negeri 1 Singaraja juga memiliki sebiah laboratorium akuntansi. belajar. Tujuan umum dari pelayanan bimbingan dan konseling adalah sama dengan tujuan pendidikan.Selain kelima laboratorium yang telah dipaparkan di atas. Membuat pilihan secara sehat.Pd. 21 . Secara khusus. bank mini juga melayani guru. Selain digunakan sebagai laboratorium. ruangan itu juga digunakan sebagai bank mini. S. layanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan yang meliputi aspek pribadi-sosial. Penanggung jawab laboratorium akuntansi tersebut adalah Eresmawati. seperti menggambarkan orangorang yang mereka senangi. Biasanya siswa menabung di sana. S.Pd. layanan bimbingan dan konseling membantu siswa agar: 1. 2. sedangkan ruang konseling berfungsi untuk tempat siswa mengungkapkan masalah yang dihadapi. dan dibantu oleh Ni Nyoman Suartini. Sebagaimana dinyatakan dalam UU No. Memiliki kesadaran diri. Ruang BK Ruang BK SMA Negeri 1 Singaraja terletak di lantai dua gedung induk.

Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi. 8. Dapat membentuk pola-pola karier. dan 22 . dan minat. 2. yaitu kecenderungan arah karier. yang secara umum bertugas untuk membimbing anak bermasalah. Mampu membentuk identitas karier. 3. 7. Dalam aspek tugas perkembangan belajar. 4. 6. Mampu belajar secara efektif. membantu anak dalam menentukan jurusan. Mampu merencanakan masa depan. Dapat membuat keputusan secara efektif. Dapat menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. Dapat menyelesaikan konflik. memotivasi anak untuk belajar dan menjaga hubungan antara siswa-orang tua-sekolah. 5. layangan bimbingan dan konseling membantu siswa agar: 1. Mampu menghargai orang lain. komputer. 3. papan struktur guru pembimbing siswa SMA Negeri 1 Singaraja. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan di dalam berbagai lingkungan kerja. papan struktur penanganan siswa bermasalah. Perangkat penunjang yang terdapat di ruang BK adalah meja dan kursi. 2. Ruang BK juga difungsikan sebagai UKS untuk sementara waktu sehingga ruang BK juga dilengkapi dengan tempat tidur pasien dan segala perlengkapan P3K yang berupa obat-obatan ringan. Dalam aspek tugas perkembangan karier. Dapat melaksanakan keterampilan atau teknik belajar secara efektif. Jumlah tenaga BK SMA Negeri 1 Singaraja adalah 5 orang. 4. papan struktur pola 17 plus. layanan bimbingan dan konseling membantu siswa agar: 1. 3. Mengenal keterampilan. lemari arsip.4. 2. TV beserta VCD. kemampuan. Fasilitas lain yang mendukung ruang BK adalah: 1. Memilki rasa tanggung jawab. Memiliki keterampilan dan kemampuan dalam mengahadapi evaluasi atau ujian. 4.

karpet. Ruang Kepala Sekolah Ruang kepala sekolah terletak di sebelah barat ruang tata usaha. Layanan BK pada aspek perkembangan belajar siswa. siswa dapat menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. Ruang kepala sekolah dilengkapi dengan sarana dan prasarana seperti meja dan kursi kepala sekolah. lemari. b. rak piala. Ruang Wakasek Ruang wakasek terletak di depan ruang kepala sekolah. membantu siswa agar mampu membentuk pola-pola karir. Ruangan-ruangan lain yang terdapat di SMA Negeri 1 Singaraja. dan 23 . meliputi: 1. dispenser. dispenser. Ruang Guru Ruang guru terletak di sebelah timur ruang tata usaha. jam dinding. Fasilitas yang ada di ruangan ini adalah meja dan kursi guru. dan 15.5. Ruangan ini sebagai tempat kerja bagi wakasek serta para asistennya Fasilitas di ruangan ini adalah meja dan kursi kerja. Rak besar untuk menyimpan brosur. komputer. kipas angin. lemari. jam dinding. 3. membantu siswa untuk mengenali ciri pekerjaan dalam berbagai lingkungan kerja. 2. dan siswa memiliki keterampilan dan kemampuan dalam menghadapi evaluasi. pelangkiran. 1. 3. rak piala. printer. komputer dengan segala alat-alatnya. c. siswa dapat melaksanakan pembelajaran secara efektif. AC. jam dinding. komputer. meja dan kursi tamu. 2. rak piala. dan piala. dapat penulis uraikan sebagai berikut : a. Ruang kepala sekolah ini dibagi menjadi dua bagian tanpa sekat pembatas yaitu bagian depan tempat menerima tamu dan bagian tempat kerja kepala sekolah. telepon. membantu siswa agar mampu merencanakan masa depan. yaitu kecenderungan arah karir. meliputi: Layanan BK dalam pengembangan karir siswa.

f. Pada setiap meja guru sudah diisi nama guru yang bersangkutan sehingga memudahkan siswa mencari guru yang bersangkutan atau mengumpulkan tugas jika disuruh meletakkan di atas meja oleh guru tersebut. Ruang OSIS Ruang OSIS dimanfaatkan sebagai tempat untuk berkumpulnya anggota OSIS dan DPS. e. guru. 2. pegawai maupun siswa.Fasilitas yang terdapat di ruang tata usaha terlampir. Ruang ini dikelola oleh siswa. Ruang UKS Ruang UKS dimanfaatkan untuk memberikan pertolongan pertama untuk siswa yang sakit. Ruang ini dikelola oleh anggota OSIS dan 24 . Fungsi Aula adalah: 1. Ruang Tata Usaha Ruang Tata Usaha adalah sebuah ruang khusus yang digunakan oleh para pegawai tata usaha untuk berbagai kepentingan SMA Negeri 1 Singaraja baik dari kepala sekolah. 3. Ruang serba guna atau aula Aula ini dikelola oleh petugas bagian perlengkapan yang bertugas menyiapkan peralatan yang diperlukan dalam proses belajar mengajar. d. Tempat mengadakan rapat dewan guru Tempat pertemuan-pertemuan siswa yang bersifat akademik Tempat untuk melaksanakan tes/ulangan harian siswa Tempat pemutaran video yang berguna untuk pembelajaran tambahan.sebagainya. Meja dan kursi guru sudah diatur tata letaknya sedemikian rupa sehingga ruangan ini tampak rapi dan teratur. Fasilitas yang terdapat di ruang UKS terlampir g. Ruang ini juga merupakan tempat latihan kegiatan Ekstrakurikuler PMR. 4. Fasilitas pada ruangan ini terlampir. Fasilitas-fasilitas tersebut digunakan dan dikelola sebaik-baiknya sesuai dengan fungsinya masing masing.

Untuk menggunakan ruangan ini. Ketut Wisnawa sebagai Pembina ekstrakurikuler musik yang bertugas untuk : 1. 4. Menyiapkan dan memeriksa alat-alat Mengatur penempatan alat Menyeleksi dan mengelompokkan para pemain. Ruang Tata Rias Ruangan ini digunakan untuk tempat latihan atau praktek ekstrakurikuler tata rias yang dikelola oleh Pembina ekstrakurikuler tata rias yaitu Luh Erma Erawati. h. Ruang Multimedia Ruang multimedia merupakan ruangan untuk pembelajaran yang menggunakan multimedia. rapat guru MGMP. Koperasi lebih banyak menjual alat-alat tulis seperti 25 . Fasilitas yang terdapat di ruang Tata Rias terlampir. guru atau pun perwakilan siswa harus mendaftar terlebih dahulu sehari sebelumnya kepada Wakasek Sarana dan Prasarana.DPS. l. Fasilitas yang terdapat di ruang multimedia terlampir. pembelajaran khususnya tari dan tabuh. Membuat jadwal kegiatan kelompok yang telah dibentuk. Ruangan ini berfungsi untuk tempat pementasan. 2. i. diluar jam pelajaran. Ruang Keterampilan Ruangan ini digunakan untuk tempat latihan ekstrakurikuler musik yang dikelola oleh Drs. dan sebagainya. Fasilitas yang terdapat di OSIS terlampir.Pd. j. Ruangan ini juga dapat digunakan untuk rapat koordinasi kepala sekolah dengan wakasek. Waktu kegiatan dilaksanakan pada sore hari. S. 3. seminar serta diskusi. Adapun struktur OSIS dan DPS terlampir. Ruang Koperasi SMA Negeri 1 Singaraja memiliki koperasi siswa yang dikelola oleh siswa sendiri. k. TRRC Fasilitas yang terdapat di TRRC terlampir TRRC merupakan singkatan dari Teacher Research Room Center.

16. di mana sebanyak 64 orang merupakan guru tetap dan sebanyak 14 orang merupakan guru honorer. Padmasana atau Parahyangan ini dikhususkan sebagai tempat ibadah para guru dan siswa yang beragama Hindu. dimana siswa yang dikoordinir oleh bendahara dan ketua kelas dapat memesan buku yang diminatinya di koperasi sekollah kemudian koperasi akan menghubungi agen buku yang bersangkutan. SMA Negeri 1 Singaraja memiliki 29 orang pegawai. siswa dam pegawai menyempatkan diri untuk melakukan persembahyangan di tempat ini. Tempat Ibadah (Padmasana) SMA Negeri 1 Singaraja memiliki tempat ibadah yang terletak di ujung pintu masuk sekolah. pensil.000. Dalam penanganan adminstrasi sekolah. Keadaan Guru dan Petugas Administrasi Sekolah a. Pengelolaan kantin tersebut dilakukan oleh pihak swasta. Apabila ada hari-hari tertentu seperti hari raya Saraswati. Kantin ini sangat ramai dikunjungi baik oleh para guru. Purnama . Dalam pengelolaannya pihak swasta diwajiban membayar uang sewa tempat dan iuran setiap harinya sebesar Rp5000.00 per bulan. n. penggaris. pegawai dan para siswa. Setiap pagi baik para guru. di mana 26 . sehingga harga buku yang didapat menjadi lebih murah dibandingkan siswa membeli buku secara individual m. penghapus.00 dan uang listrik sebesar Rp 75. pulpen. Pagerwesi dan sebagainya maka persembahyangan akan dilakukan secara bersama-sama yang dipimpin oleh seorang pemangku (Pemimpin Upacara Agama) yang kebetulan adalah salah seorang guru di sekolah tersebut. SMA Negeri 1 Singaraja memiliki 78 orang guru.buku tulis. Kantin Sekolah Di SMA Negeri 1 Singaraja difasilitasi dengan berdirinya empat buah kantin yang terletak di belakang sekolah tepatnya di sebelah selatan lapangan upacara. Koperasi juga menyediakan buku-buku pelajaran yang dibutuhkan oleh siswa. buku gambar.

Jadi jumlah siswa kelas X XI-IA 1 XI-IA 2 XI-IA 3 14 8 17 14 22 12 27 28 30 29 berjumlah 193 orang Pada siswa kelas XI telah diadakan penjurusan yang terdiri dari 3 jurusan. pengelola laboratorium terlampir. b. Keadaan Siswa a. d.sebanyak 15 orang merupakan pegawai tetap dan sebanyak 14 orang merupakan pegawai honorer.Belum pembagian kelas belum penjurusan. Rasio jumlah siswa – guru di SMA Negeri 1 Singaraja adalah 595 : 76 jika disederhanakan 8 : 1. pembina KSP. Kelas X-1 X-2 X-3 X-4 X-5 X-6 Lakilaki 15 18 14 10 13 21 Perempuan Jumlah 17 14 18 22 19 12 32 32 32 32 32 33 Keterangan Kelas X-1 merupakan kelas unggulan dan kelas lainnya merupakan paralel. Pembagian tugas guru dan pegawai serta beban mengajar guru dilihat dari jumlah jam. Ini artinya setiap 1 orang pegawai harus dapat menyelesaikan urusan administrasi siswa minimal 21 orang. Ini artinya 1 orang guru harus mengajar minimal 8 orang siswa. serta tugas lain di luar tugas mengajar yakni sebagai wali kelas. Pembagian tugas guru dan pegawai oleh Kepala Sekolah berdasarkan bidang studi yang diajarkan dan berdasarkan hasil rapat bersama guru-guru. ketua atau anggota MGMP. Berikut jumlah siswa secara rinci. Sedangkan rasio jumlah siswa-pegawai administrasi adalah 595 : 29 jika disederhanakan 21:1. yaitu : kelas ada khusus/ . 17. c. jumlah mata pelajaran yang diasuh. pembina ekstrakurikuler. Secara keseluruhan siswa SMA Negeri 1 Singaraja berjumlah 701 orang.

yaitu : 6 kelas IA : 191 orang 1 kelas IB : 1 kelas IS : 13 orang 7 orang Jadi jumlah siswa kelas XI berjumlah 211 orang b. c. Kualitas akademik siswa yang diterima di SMA N 1 Singaraja tidak diragukan lagi. 28 . Kualitas akademis siswa dapat dibuktikan dengan perolehan prestasi di berbagai bidang perlombaan (terlampir). SMA Negeri 1 Singaraja tidak lagi menerapkan sistem seleksi Nilai Ujian Nasional dalam penerimaan siswa baru seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Bahkan dengan julukannya sebagai sekolah unggulan di Bali pada umumnya dan di kabupaten Buleleng pada khususnya telah mencerminkan kualitas siswa tersebut. Penerimaan siswa baru SMA Negeri 1 Singaraja diterima melalui 2 jalur yaitu Jalur Prestasi Akademik (JPA) dan seleksi Tes Potensi Akademik (TPA). Bahkan sekolah ini pun merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang dapat dikatakan kemampuan siswanya dapat bersaing di kancah Internasional.XI-IA 4 XI-IA 5 XI-IA 6 XI-IB XI-IS XII-IA 1 XII-IA 2 XII-IA 3 XII-IA 4 XII-IA 5 XII-IA 6 XII-IS XII-IB 18 15 17 5 14 19 20 14 15 22 4 3 10 13 11 5 10 16 13 12 18 17 13 3 10 28 28 28 10 10 30 32 32 32 32 33 7 13 6 kelas IA : 171 orang 1 kelas IB : 10 orang 1 kelas IS : 10 orang Jadi jumlah siswa kelas XI berjumlah 191 orang Pada siswa kelas XII telah diadakan penjurusan yang terdiri dari 3 jurusan. Hal ini sehubungan dengan upaya peningkatan kualitas siswa di bidang akademik dan non-akademik dalam rangka menghadapi sistem kurikulum tingkat satuan pendidikan saat ini. karena penerimaan siswa baru di SMA Negeri 1 Singaraja sangatlah ketat dan selektif. Dengan kata lain.

Siswa diwajibkan memilih paling tidak satu kegiatan ekstrakurikuler. membiayai dan membina kegiatankegiatan ini.d. Terdapat 33 kegiatan ekstrakurikuler yang diprogramkan. Rata-rata pekerjaan orang tua siswa adalah sebagai pegawai negeri. Dilihat dari latar belakang sosial ekonomi. perimbangan jumlah kelompok siswa putra dan putri adalah 49 : 51. Kendala-kendala yang dihadapi sekolah atau pembina dalam menangani kegiatan ekstrakurikuler yaitu masalah dana dan fasilitas penunjang. sebagian besar siswanya tumbuh dan bersosialisasi di dalam lingkungan keluarga dan masyarakat yang hangat dan harmonis. Untuk pembina ekstrakulikuler dipilih guru-guru yang berpotensi untuk menjadi pembina kegiatan ekstrakurikuler tersebut sehingga dapat berjalan secara kondusif. Secara umum. yang selengkapnya terlampir. Permasalahan ini ditangani oleh komite dan akan diantisipasi sehingga tidak mengganggu proses kegiatan. Uraian pembagian tugas guru sebagai pembina ekstrakurikuler terlampir. sedangkan jumlah siswa berdasarkan penjurusannya yakni jurusan Ilmu Alam berbanding jurusan Ilmu Bahasa berbanding jurusan Ilmu Sosial adalah 47 : 2 : 1. siswa SMA Negeri 1 Singaraja sebagian besar berasal dari keluarga dalam keadaan ekonomi menengah dan menengah ke atas. c. wiraswasta dan petani. Kegiatan Ekstrakurikuler a. e. Apabila dilihat dari segi sosial. Hal ini dibuktikan dengan sedikitnya masalah sosial yang timbul yang mengakibatkan penurunan prestasi belajar siswa. 18. b. Sekolah telah melakukakan kebijakan-kebijakan dalam menyaring peserta. Lingkungan mereka sangat memberikan dukungan yang baik dalam peningkatan prestasi belajar siswa. 29 .

Pertamanan. parahyangan ini selalu ramai oleh siswa sebelum bel masuk berbunyi dan ketika usai belajar atau ketika pulang dan juga ketika siswa hendak berangkat untuk mengikuti perlombaan. Jalan-jalan ditata dengan begitu eloknya sehingga tampak hijau dan bersih. 20. Kegiatan-kegiatan Ekstrakurikuler telah banyak berhasil membawa siswa ke jenjang prestasi baik lokal. Pada hari-hari raya seperti Purnama. Ruang ini juga merupakan tempat latihan kegiatan Ekstrakurikuler PMR. Hal ini menciptakan kerindangan sekolah yang baik. Dimana pedagang yang ingin berjualan harus mengisi blanko biaya penyewaan 1 ruang kantin. kerindangan dan kebersihan di SMA 30 . Pihak yang berani menawarkan biaya sewa 4 besar tertinggi lah yang menjadi pedagang di kantin tersebut. Lapangan sekolah pun dikelilingi pula dengan tanaman hijau sehingga menyejukkan suasana. Tidak hanya itu. maupun internasional.d. UKS dan Kantin Sekolah Ruang UKS dimanfaatkan untuk memberikan pertolongan pertama untuk siswa yang sakit. Kerindangan dan Kebersihan Halaman SMA Negeri 1 Singaraja yang tidak terlalu luas dimanfaatkan dengan baik sehingga menghasilkan taman yang sangat asri dan indah. nasional. 19. Parahyangan Parahyangan difungsikan khusus untuk siswa Hindu. Bahkan di depan ruang OSIS terdapat sangkar bunga anggrek. Ruang ini dikelola oleh siswa. Kantin sekolah ini terdiri dari 4 ruang yang dikelola melalui sistem tender yang baru diadakan pada tahun ini. Pertamanan. Tilem dan juga Saraswati diadakan persembahyangan bersama di pelataran Padmasana ini. Daftar prestasi yang pernah diraih terlampir.

d. Lobi : Lobi SMA Negeri 1 Singaraja cukup penting keberadaannya. 22. sebelah selatan lapangan upacara. 31 . c.Negeri 1 Singaraja yang sangat baik ini tercipta dan terpelihara berkat kerjasama seluruh warga sekolah. antara lain : a. Tetapi tempat parkir ini masih dirasa kurang memadai karena tempat parkir siswa merupakan tanah kosong sehingga tiap harinya motor siswa kepanasan dan berdebu. Parkir : SMA Negeri 1 Singaraja memiliki dua areal parkir yaitu parkir siswa yang terletak di sebelah utara sekolah dan parkir guru yang berada di dalam areal sekolah. Beberapa unsur fisik dan non-fisik sekolah lainnya yang memiliki makna yang cukup besar diantaranya adalah : 1. dan meja serta kursi untuk receptionist. siswa ke tidak sekolah Fasilitas ini disediakan mengingat di sekolah diperbolehkan membawa sehingga pembelajaran akan lebih kondusif. Telepon Umum: SMA Negeri 1 Singaraja juga memiliki fasilitas telpon terdapat umum dekat dengan aturan bahwa hp ruang piket. alat untuk mengecek kehadiran guru dengan menggunakan sidik jari guru yang bersangkutan.. Fasilitas yang tersedia di lobi adalah sofa beserta mejanya. Unsur-unsur fisik. b. Pos Satpam : Pos Satpam selain sebagai tempat satpam juga sebagai penyambut tamu yang datang serta mengawasi siswa yang akan keluar/masuk pada jam pelajaran.

c. Pembinaan disiplin siswa SMA Negeri 1 Singaraja pada tahun ini lebih ditingkatkan. Walaupun sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Penerapannya dapat dilihat salah satunya ketika upacara bendera yang menggunakan dua bahasa. Ini tampak pada visi sekolah yaitu “ Unggul dalam Mutu. Tidak hanya itu. Sistem pelayanan ICT di SMA N 1 Singaraja juga sudah sangat baik dengan sistem PAS. Kehidupan religius siswa sangat baik. terbukti dengan adanya persembahyangan bersama warga sekolah yang beragama Hindu dalam hari-hari purnama atau tilem dan hari raya Hindu lainnya. di samping persembahyangan yang dilakukan rutin di kelas sebelum dan sesudah pembelajaran pula. e. Hal ini terlihat dari kegiatan belajar mengajar SMA Negeri 1 yang lebih disiplin. Bahkan slogan On Time Full Time benar-benar diterapkan. namun SMA Negeri 1 Singaraja tetap mempertahankan budaya bangsa dan rasa nasionalis. Predikat SMA Negeri 1 Singaraja sebagai sekolah unggulan menjadi sebuah daya dorong untuk mempertahankan prestasi tersebut. SMA Negeri 1 Singaraja ini mengaktifkan kembali budaya salaman/berjabat tangan antar siswa dengan guru seusai pelajaran jam terakhir. Berbasis Budaya Menuju Indonesia Bersatu”. Peraturan mulai dijalankan dengan lebih ketat tanpa adanya kelonggaran-kelonggaran seperti pada masa sebelumnya. tiap harinya Parahyangan selalu ramai dikunjungi para siswa sebelum dan sesudah belajar. Terpuji dalam Perilaku. Fasilitas internet gratis baik dengan kabel maupun nirkabel juga telah termanfaatkan dengan baik. d. Hal ini merupakan usaha kerja keras dari seluruh warga SMA Negeri 1 Singaraja. di mana bahasa Indonesia digunakan terlebih dahulu kemudian bahasa Inggris. b. 32 . f.Unsur-unsur non-fisik a.

wajib memberitahukan pihak sekolah baik melalui surat. d. Dan apabila siswa berhalangan hadir. Tata tertib tersebut secara garis besarnya dapat dinyatakan sebagai berikut : a. Hadir ke sekolah tepat pada waktunya atau sebelum bel masuk berbunyi. guru/pegawai bersangkutan harus melapor/meminta izin kepada kepala sekolah/piket. Adapula klasifikasi pelanggaran dan sanksi siswa yang ditulis dan dipajang sedemikian rupa di kelas sehingga dapat dibaca.23. 2. Berpakaian rapi dan sopan tanpa penggunaan perhiasan yang berlebihan. 33 . SPM (Standar Pelayanan Minimal) yang terdapat di SMA Negeri 1 Singaraja sudah sangat memadai.1 Umum 1. pengayom.00 wita. yaitu pukul 07. Sedangkan guru-guru yang membawa handphone harus menonaktifkannya selama proses belajar mengajar di kelas. c. Apabila berhalangan hadir. Selama jam sekolah para siswa dilarang membawa handphone. dipahami dan diamalkan oleh seluruh siswa. Bahkan dapat dikatakan bahwa SMA Negeri 1 Singaraja lebih dari standard minimal yang ditetapkan. telepon atau keluarga siswa bersangkutan datang untuk meminta izin. b. Mengenai tata tertib seragam siswa dan lain lain telah diuraikan secara mendetail dalam buku saku siswa yang wajib dimiliki.3 Pengenalan Pola Sikap Tingkah Laku 2. pembimbing sehingga dapat dijadikan panutan berprilaku bagi para siswa. SPM ( Standar Pelayanan Minimal) Berdasarkan hasil observasi. Guru dan pegawai harus dapat bersikap sebagai pendidik.3. e. dipahami atau dimengerti oleh siswa. SMA Negeri 1 Singaraja memiliki tata tertib yang harus dipatuhi oleh seluruh warga sekolah.

Ketika guru memasuki ruang kelas. Hal ini dapat dilihat pada keakraban siswa dan guru serta keakraban antar guru dalam berbincang bincang sehingga terjadi hubungan sosial yang baik. Suasana akan menjadi lebih ribut ketika jam istirahat akan tiba karena siswa sudah tidak tahan ingin ke kantin. b. 34 . Hubungan sosial antara para warga sekolah pegawai dan staf) dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan sikap kekeluargaan. 2. Sebelum pelajaran dimulai akan dilakukan persembahyangan selama ± 5 menit yang dipimpin lagsung dari intercom. salam kepada guru pengajar yaitu salam panganjali umat. Para siswa beribadah sesuai keyakinan mereka masingmasing. Guru mengakhiri pelajaran. (siswa. Siswa segera memasuki ruang belajar/kelas setelah bel tanda masuk berbunyi. d. Ketika guru akan memulai pelajaran. Meskipun ada satu atau dua warga sekolah yang cenderung dijauhi karena memang memiliki personalitas yang kurang diterima. Membuka dan menutup pelajaran a.2 Kegiatan di dalam Kelas 1. seluruh siswa duduk rapi dan mengucapkan c. para siswa telah bersiap dengan mengeluarkan buku-buku mata pelajaran.3. tetapi tetap dilibatkan dalam kegiatan dan pergaulan sekolah. guru.2. e. buku catatan dan alat tulis di atas meja yang akan digunakan untuk mencatat atau mengerjakan tugas tentang materi pelajaran. Saat guru mulai pelajaran siswa mendengarkan penjelasan guru dengan baik. suasana kelas agak sedikit ribut karena para siswa sibuk merapikan buku-buku pelajaran yang telah usai dan mulai mempersiapkan buku-buku untuk pelajaran jam berikutnya. Siswa mencatat hal-hal yang penting mengenai pelajaran serta merespon beberapa pertanyaan yang diajukan oleh guru.

hubungan guru dan siswa di dalam kelas cukup baik. Interaksi yang terjadi di dalam kelas selama proses belajar mengajar berlangsung dengan baik dan tampak adanya interaksi yang hangat antara guru dan siswa serta interaksi antara siswa dan siswa. Baik siswa putra maupun putri memilih tempat 35 . Ada juga siswa yang masih malu-malu dalam mengeluarkan pendapat. mereka akan berusaha menjawabnya dengan baik. Guru juga tidak pernah membeda-bedakan antara siswa yang pandai dan siswa yang bodoh. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar ini erat pula kaitannya dengan kemampuan guru dalam mengelola kelas. Akan tetapi. guru memberikan kesempatan kepada siswa terlebih dahulu. Fasilitas yang dimiliki siswa dalam mengikuti pembelajaran sudah memadai. Guru hanya sebagai fasilitator di dalam kelas.2. Apabila ada siswa yang tidak membawa kelengkapan dalam pembelajaran. Guru senantiasa memberikan rangsangan berupa pertanyaan-pertanyaan pancingan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar itu. ada sebagian siswa yang menjawab langsung pertanyaan yang dilontarkan dan ada juga yang mendiskusikannya dengan siswa lain. guru menegur siswa tersebut dan menyuruh siswa yang bersangkutan untuk meminjam kepada temannya. Interaksi Belajar Mengajar Dalam merespon masalah yang dilontarkan guru. dan dua deret meja di kiri dengan jumlah meja sama dengan jumlah siswa yang ada dalam satu kelas. jika guru meminta/menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh guru yang bersangkutan. Selama ini. Posisi pengaturan tempat duduk siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar adalah dua deret meja di kanan. Akan tetapi. Kegiatan pembelajaran tidak hanya didominasi oleh guru seorang. dan buku penunjang. Siswa sudah memiliki buku catatan. Oleh karena itu. LKS. dua deret di tengah di tengah. Guru bersikap menghargai siswa. bertanya serta mengerjakan tugas di papan. sedangkan siswa menghormati guru. guru berusaha merangsang siswa agar mau berpendapat.

dan tidak jarang pula siswa diam di dalam kelas saat jam pelajaran sudah usai. Penanganan siswa yang bermasalah baik di dalam kelas maupun di dalam kelas dilakukan dengan rasa kekeluargaan. tentu siswa akan memilih teman-teman terdekatnya. pihak sekolah pada tiap tahunnya mengadakan pertemuan dengan orang tua/wali siswa untuk berdialog secara terbuka mengenai masalah-masalah yang dihadapi oleh putraputri mereka. Kerahasiaan permasalahan yang diceritakan oleh setiap siswa akan dijaga oleh petugas BK. Hal ini disebabkan oleh jarak antara kantin dengan kelas cukup jauh. guru membentuk kelompok secara acak sehingga siswa bisa membaur dengan teman-temannya.3. Pihak sekolah juga senantiasa melibatkan orang tua siswa yang 36 . Mereka harus melewati dua anak tangga untuk menuju ke kantin. Waktu istirahat memang sudah dimanfaatkan dengan baik oleh siswa sehingga mereka benar-benar siap menerima materi pada pelajaran berikutnya. Banyak di antara mereka merasa enggan. duduk di taman sekolah. Siswa mempunyai hak untuk menceritakan segala keluh kesahnya baik di sekolah maupun di rumah kepada petugas BK. Petugas BK juga memberikan motivasi kepada siswa untuk semangat dan tekun menuntut ilmu pengetahuan. sudah tidak berlaku lagi di sini. sehingga mereka memilih untuk diam di kelas. Saat jam istirahat biasanya para siswa berbincang-bincang dengan teman-temannya atau ada pula yang mempelajari materi untuk pelajaran selanjutnya dan bahkan ada yang mempelajari materi yang telah dijelaskan sebelumnya. Apabila dalam kegiatan pembelajaran guru yang bersangkutan menerapkan pembelajaran berkelompok atau diskusi kelompok. Jika siswa dibiarkan memilih kelompoknya sendiri. ada yang di depan atau di belakang. Apalagi siswa kelas XII. Untuk menjalin hubungan yang baik antara puhak sekolah dan orang tua siswa. Jadi. tradisi bahwa yang duduk di depan itu hanyalah siswa putri dan yang duduk di belakang adalah siswa putra. Selain itu ada pula bebarapa orang siswa yang pergi ke perpustakaan. sebagian besar siswa menghabiskan waktunya di kantin sekolah. 2.3 Kegiatan di Luar Kelas Pada waktu istirahat pertama.duduk secara menyebar.

kesan-kesan umum yang saya rasakan seperti berikut ini. 2.bersangkutan untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi oleh putra-puri mereka. Sarana dan prasarana penunjang cukup mendukung kegiatan sekolah baik sarana dan prasarana untuk kegiatan akademik maupun sarana dan prasarana untuk kegiatan non akademik. Kebumian. siswa dan pegawai sudah berjalan baik. Ekonomi Akuntansi. keasrian sekolah memberikan kesan bahwa SMA Negeri 1 Singaraja adalah sekolah yang asri dan bersih. dikaji dan ditiru bagi sekolah-sekolah. kebersihan kelas dan lingkungan sekolah yang sudah cukup baik. 3. Astronomi. Halaman sekolah yang tertata rapi. 4. SMA Negeri 1 Singaraja menjunjung tinggi sikap kekeluargaan.4 Kesan Umum Selama mengikuti PPL di SMA Negeri 1 Singaraja. Seluruh komponen sekolah menerima dan siap membantu kegiatan PPL yang kami lakukan di sekolah tersebut dan memberikan akses yang luas bagi kelancaran program kami. 1. Kimia. Adanya kegiatan siswa kelompok penggemar mata pelajaran seperti Fisika. 2. Kedisiplinan siswa juga sangat baik. Guru mengisi daftar hadir dengan tanda tangan dan sidik jari sehingga tidak mungkin ada guru yang memalsukan tanda tangan guru lain yang tidak hadir. dan Perangkat kesiswaan 6. Penegakan disiplin guru. Matematika. inggris dan Bahasa Adanya pemilihan OSIS model seperti PEMILU yang menarik untuk 37 . 5. Biologi.

dan Jumat. Selain itu. Made Saputra di ruang TRRC.1 HASIL PPL 3. Fisika. Acara ini berlangsung pada hari Senin tanggal 26 Juli 2010 yang bertempat di Gedung Kesenian Gde Manik. Pelaksanaan PPL-Real di SMA N 1 Singaraja mulai dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 27 Juli 2010. Pada hari itu juga menjelang pulang Asisten Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum membagikan Guru Pamong dan pada kesempatan tersebut. Biologi. dan Kimia. yaitu: Nama NIP Mata pelajaran : Putu Ayu Paryawati. penggunaan bilingual dalam proses pembelajaran terutama untuk mata pelajaran Bahasa Inggris.1. Pada hari pertama penulis melakukan kegiatan PPL-Real.Pd : 19771109 200604 2 015 : Fisika 38 . mahasiswa PPL-Real yang berjumlah 35 orang diberikan arahan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana Drs. wakil kepala sekolah juga menyampaikan SMA Negeri 1 Singaraja menerapkan sistem full time dan on time. Matematika. Drs. mahasiswa PPL-Real mulai terjun ke sekolah latihan masing-masing dan penulis mendapat tugas untuk mengikuti kegiatan PPLReal di SMA Negeri 1 Singaraja. S. Sehari kemudian. penulis mendapat guru pamong. Nyoman Sana.1 Kegiatan Pendahuluan Pelaksanaan PPL-Real dimulai dengan penyerahan mahasiswa PPL-Real secara kolektif oleh pihak Universitas Pendidikan Ganesha kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng yang untuk selanjutnya diserahkan ke masing-masing sekolah latihan.BAB III HASIL TEMUAN PPL DAN PEMBAHASAN 3. dan pelaksanaan english day setiap hari Senin. Nyoman Sana menyampaikan kondisi SMA Negeri 1 Singaraja secara umum kepada penulis dan temanteman PPL-Real lainnya serta memberikan himbauan kepada kami untuk menaati segala peraturan yang berlaku di SMA Negeri 1 Singaraja. bersama Asisten Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Drs.

Adnyani 8. Kegiatan observasi itu dilakukan selama dua minggu. 1. 3. Adiyani Pada hari itu mulailah penulis mengadakan observasi mengenai lingkungan fisik dan non-fisik sekolah. Selama masa observasi dan orientasi. Eka Adistha P. Berikut hasil pengamatan penulis terhadap tiga guru model. ternyata gaya dan cara mengajar ketiga guru model yang penulis amati itu berbeda-beda. Berdasarkan pengamatan tersebut. Bendahara : Ni Kadek Ayu Mega Sekretaris : Ni Made Weni Wakorsek Penjaminan Mutu : Putu Septian Wakorsek Sarana : Gede Rio Wakorsek Kurikulum Wakorsek Kesiswaan Wakorsek Humas : I : I Gusti Ngurah Yudi Handayana : Putu Komang Hendra Mas Martayana Korsek : IGA Putu Novita 39 . Andre Sutrisna 6. Melalui musyawarah mufakat. kegiatan observasi tersebut juga sebagai langkah awal bagi penulis untuk mengakrabkan penulis dengan para guru dan staf pegawai di SMA Negeri 1 Singaraja. Alit Adi Sanjaya 5.Setelah diberikan arahan rekan-rekan mahasiswa mengadakan rapat untuk memilih koordinator sekolah (korsek) beserta jajarannya. mahasiswa praktikan mengadakan pengamatan terhadap tiga guru model. Sari Paragae 2. Penulis mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman baru dari kegiatan observasi tersebut. 7. Selain itu. 4. terbentuklah pengurus selama kegiatan PPL-Real yakni sebagai berikut.

C. Selama siswa mengerjakan LKS. 29 Juli 2010 . Kegiatan pada tahap ini berlangsung kurang lebih 15 menit. Menutup Pelajaran Guru menutup pelajaran dengan meminta siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dibahas pada pertemuan tersebut. 6. dengan siswa lain sebagai pengamat jika ada yang kurang tepat. Hasil Pengamatan Guru Model 2 40 : SMA Negeri 1 Singaraja : I Nengah Arnawa. B. Selanjutnya beberapa kelompok menuliskan jawabannya di papan tulis. Guru meminta siswa untuk duduk berkelompok dan membagikan LKS. Kegiatan ini dilakukan selama 15 menit dengan antusiasme siswa yang cukup bagus. Selanjutnya guru mengecek pemahaman siswa terhadap materi sebelumnya di mana salahn satu siswa diminta untuk menuliskan suatu persamaan di papan. Pembukaan Guru membuka pelajaran dengan menyampaikan salam dan mengecek kehadiran siswa baik secara global. 5. Antusiasme siswa sangat baik dengan beberapa orang mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum dipahami. guru berkeliling untuk melihat dan membimbing siswa mengerjakan LKS. S. Inti Pelajaran Pelajaran selanjutnya disajikan dalam bentuk diskusi kelompok. Penilaian dilakukan oleh guru team yang ikut ke kelas dengan menilai aktivitas siswa. maupun satu-satu.Pd : X3 : Fisika : 4.Hasil Pengamatan Guru Model 1 Nama Sekolah Nama Guru Model Kelas Mata Pelajaran Jam Pelajaran Hari/Tanggal A. : Kamis. sambil sesekali menjelaskan di depan jika ada hal yang perlu dijelaskan.

Pembelajaran dimulai dengan mempelajari gerakan-gerakan dasar tari secara bertahap dimulai dengan gerakan agem. 2 Agustus 2010 A. Selain itu. Pembukaan Guru meminta siswa untuk segera menggunakan kain atau kamen sebelum pembelajaran dimulai. Setelah beberapa menit pembelajaran dilaksanakan guru memberikan kesempatan siswa untuk istirahat sambil memikirkan gerakan yang akan mereka praktikan sendiri-sendiri. Dalam kegiatan pembelajaran satu pun tidak ada siswa yang mengganggu aktivitas belajar mengajar itu.Pd :X5 : Seni (Tari) : 2. kemudian gerakan leher. B. Setelah gerakan satu-persatu dipraktekan maka secara bersama-sama dipraktekan beriringan.Nama Sekolah Nama Guru Model Kelas Mata Pelajaran Jam Pelajaran Hari/Tanggal : SMA Negeri 1 Singaraja : Luh Karsiniasih. silang pada. cara guru memaparkan materi juga sudah sistematis. Kemudian sebagai awalan guru mengucapkan salam untuk memulai kegiatan pembelajaran dan memimpin siswa untuk melakukan pemanasan sebelum menuju ke materi pembelajaran. guru akan memberikan penjelasan secara rinci. Jika ada materi yang memang betul-betul baru bagi siswa. Setelah beristirahat para siswa bergiliran memberikan contoh gerakan di depan teman-temannya. S. Kegiatan belajar mengajar itu berlangsung kondusif. 3 : Senin. gerakan tangan. Inti Pelajaran Guru menyajikan materi dengan memberikan contoh secara langsung di depan siswa di mana siswa diminta langsung mengikuti contoh dengan aba-aba ang diberikan guru. 41 . dan gerakan mata yaitu nyledet dan nglier.

materi dikaitkan dengan kehidupan seharihari melalui cerita-cerita kisah nyata berdasarkan pengalaman guru yang memiliki makna tinggi. Dsk. Putu Indah Mastuti : X2 : PPKn : 5. guru membimbing siswa melalui uraian dengan metode ceramah dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa. 03 Agustus 2010 42 . 6 : Selasa. Inti Pelajaran Dalam menyampaikan materi. Guru menghubungkan materi melalui cerita-cerita yang disampaikan terkait kehidupan sehari-hari. Pada kegiatan pembelajaran. Pertanyaan-pertanyaan tersebut lebih kepada kalimat-kalimat kurang lengkap yang dilengkapi oleh siswa. Beberapa siswa juga diminta menjelaskan konsep-konsep tertentu dengan uraian yang jelas. : SMA Negeri 1 Singaraja : Dra.C. B. tepat. Hasil Pengamatan Guru Model 3 Nama Sekolah Nama Guru Model Kelas Mata Pelajaran Jam Pelajaran Hari/Tanggal A. Menutup Pelajaran Guru menutup pelajaran dengan cara memberikan penguatan atas semua gerakan yang diajarkan hari itu kemudian dilanjutkan dengan salam penutup dan siswa bisa melanjutkan pelajaran selanjutnya. Pembukaan Sebelum pembelajaran dimulai guru mengucapkan salam kemudian menanyakan kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran. dan benar.

X5. Menutup Pelarajaran Guru menutup pelajaran dengan memberikan simpulan umum terhadap materi yang disajikan. penulis mengubungi guru pamong sebagai perkenalan dan berkoordinasi terkait jadwal mengajar. Dalam perkembangan selanjutnya.45 Senin Selasa 43 Rabu Kamis Jumat Sabtu X2 . Sesuai dengan program kerja yang telah dirancang bersama guru pamong. Jadwal Mengajar Jam Ke 1 Pukul 07. dan X6.00 .1. Jadwal mengajar penulis dan guru pamong dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. program semester. sebagai pemenuhan syarat minimal administrasi terkait RPP.C. Guru pamong dengan giat dan sabar membimbing penulis dalam menyelesaikan perangkat pembelajaran tersebut. serta team teaching di kelas XI IA5. 3. Dalam penyusunan perangkat pembelajaran tersebut. Tabel 2. Sebelum memulai kegiatan pembelajaran.2 Pengalaman dalam Kegiatan Pembelajaran Pelaksanaan PPL-Real di SMA Negeri 1 Singaraja dilaksanakan sesuai dengan jadwal belajar sekolah. peran guru pamong sangat besar bagi penulis. maka penulis mendapat kelas tambahan sebagai tim teaching dengan rekan PPL Real dari jurusan fisika juga yaitu Ni Made Weni Adnyani pada kelas XI IA5. Penulis membuat perangkat administrasi pembelajaran seperti rincian minggu efektif. penulis diizinkan mengajar terbimbing di kelas setelah dua minggu masa orientasi dan observasi berakhir.00 WITA Saat penulis mendapatkan guru pamong. Guru pamong memberikan tugas kepada penulis untuk mengajar mata pelajaran Fisika untuk kelas X2. program tahunan. penulis harus membuat segala persiapan mengajar yang berupa perangkat pembelajaran. X5. Saat itu disepakati penulis praktek mengajar di kelas X tepatnya kelas X2. rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan alat evaluasi.07. dan X6. Penutup berlangsung kurang lebih 10 menit. silabus dan penilaian. Hari Senin sampai Sabtu PPL-Real dimulai pagi hari pukul 07.

08. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) yang benar dan tepat.11.00 .00 11. program semester dan rencana pelaksanaan pembelajaran.30 .12. Dari uraian kegiatan yang telah dipaparkan.10.12.2 3 4 5 6 7 8 07. Khusus untuk rencana pelaksanaan pembelajaran.30 08. Menyusun dan membuat media pembelajaran.00 . Namun berkat bimbingan yang berkala dan berkelanjutan dari guru pamong.30 .11. Mengembangkan pengalaman dan materi pembelajaran sesuai dengan pengembangan silabus dalam kurikulum di lingkungan sekolah. Berdasarkan silabus inilah penulis membuat program tahunan.15 10.13.30 09. 3.30 X6 X6 Istirahat X6 X5 Istirahat X5 X5 Istirahat Istirahat XI IA5 XI IA5 Istirahat Istirahat - Istirahat Istirahat - Istirahat - X2 X2 Istirahat XI IA5 XI IA5 XI IA5 Istirahat - SMAN 1 Singaraja khususnya di bidang studi Fisika menggunakan kurikulum satuan tingkat pendidikan (KTSP) yang juga ada beberapa materi diadaptasi dari kurikulum Cambrige University karena telah hampir 4 tahun dirintis untuk menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI).00 12.15 09. Penggunaan bahasa inggris inilah yang menjadi salah satu kendala penulis dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran.15 .15 . lembar kerja siswa (LKS) dan soal ujian penulis harus menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Tapi dalam pembuatan soal ujian tidak 100% mengunakan bahasa inggris. 2. sedikit demi sedikit penulis berusaha untuk menyelesaikan tugas tersebut. ada beberapa hal yang diperoleh selama melaksanakan PPL dalam kegiatan pembelajaran diantaranya penulis mampu: 1.45 . Selain itu penentuan strategi dan model pembelajaran juga menjadi kendala yang dihadapi penulis.45 11.45 .09. 44 .09.45 12.45 .

2. peran siswa dalam pembelajaran. Biasanya penulis mengembangkan materi yang diajarkan dengan mencari materi-materi terkait pada buku-buku sumber (yang tidak dimiliki siswa) atau mencari pengembangan materi dari internet dan lingkungan.30 wita dan kegiatan ektrakurikuler elektro yang dilaksanakan setiap hari selasa pada pukul 14. serta melibatkan siswa dalam tugas latihan secara individu atau kelompok. Pengembangan materi yang dilakukan penulis tentunya juga disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia.4.1. Semua materi-materi itu sebelum diajarkan. 3. lingkungan. Oleh karena itu pengalaman dari guru pamong sangat penulis butuhkan dalam membuat RPP 45 . penulis harus menyesuaikan dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian dalam silabus dengan pengembangan seperlunya. Memilih strategi pembelajaran dilihat dari pendekatan. penulis rangkum dulu dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). metode dan teknik yang sesuai. sarana dan prasarana yang tersedia dan alokasi waktu yang tersedia. Contoh format RPP terlampir. diskusi (kelompok). Adapun kendala yang dihadapi dalam penyiapan materi pembelajaran adalah menentukan kedalaman materi yang harus diberikan agar sesuai dengan kemampuan siswa dan waktu yang tersedia. Mengorganisir siswa dalam pembelajaran dengan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran melalui kegiatan individu. Selain mengajar penulis juga ikut membantu mengawasi KSP (Kelompok Siswa Penggemar) mata pelajaran Fisika yang kegiatannya dijadwalkan setiap hari kamis dan jumat pukul 13. penulis juga mengembangkan materi pelajaran dengan cara menyesuaikan dengan kemampuan siswa. Merancang jenis dan prosedur penilaian hasil belajar siswa.1 Menyiapkan Materi Pembelajaran Dalam mempersiapkan materi pelajaran.00 wita. 5. 6. Indikator merupakan penanda ketercapaian kompetensi dasar. Selain itu.

Dalam tahap awal ini penulis berusaha untuk memberikan motivasi semaksimal mungkin. Biasanya banyak pertanyaan yang diajukan 46 . Guru pamong memberikan masukan bagi penulis dalam hal memberikan umpan balik terhadap pertanyaan yang diajukan siswa. kegiatan inti. Penulis sadar bahwa berbicara di depan kelas berbeda dengan berbicara sehari-hari dengan teman. Hal ini dilakukan sebab tahap ini merupakan pondasi untuk memotivasi siswa mempelajari materi yang akan diajarkan sehingga materi akan lebih mudah untuk disampaikan. Pada tahap ini juga siswa akan diberikan aperepsi untuk membangkitkan minat siswa mengikuti pelajaran. praktikan dibimbing oleh guru pamong. barulah perlahan-lahan penulis menyampaikan atau memaparkan materi. penulis melakukan tiga tahapan yaitu kegiatan membuka pelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran. Dengan pondasi yang kuat maka akan lebih mudah untuk menyangga beban selanjutnya. seperti menampilkan gambar dan video maupun bertanya tentang fenomenafenomena dalam kehidupan sehari-hari yang ada hubungannya dengan materi yang diajarkan.2.1. Dalam kegiatan awal penulis harus mampu mengkondisikan agar siswa siap menerima pelajaran dan kemudian memberikan sesuatu yang menarik untuk merangsang minat siswa mempelajari materi yang akan diajarkan.2 Menyajikan Materi Pembelajaran Setelah selesai menyiapkan materi pembelajaran. dan kegiatan menutup. Oleh karena itu.serta mendesain pembelajaran agar mampu memunculkan keaktifan siswa di kelas. Pada saat kali pertama mengajar. segi penampilan di depan kelas dan penguasaan terhadap materi yang diajarkan dinilai sudah cukup baik oleh guru pamong. penulis menyajikan bahan ajar tersebut di setiap kelas pada jadwal mengajar yang telah ditentukan. Dalam penyajian materi penulis lebih banyak menggunakan metode inkuiri dan diskusi daripada ceramah dan disertai dengan penayangan animasi atau video menggunakan LCD Proyektor. 3. Setelah itu. penulis berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan kelas terlebih dahulu. ketika masuk kelas.

Akan tetapi. Selain itu. Dalam kegiatan inti ini. pemberian kuis dan pemberian tugas. Salah satu cara yang penulis terapkan adalah dengan selalu mengkaitkan materi pembelajaran yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari siswa seperti contoh soal yang kontekstual dan tidak terlalu idealis. karena berdasarkan pengamatan penulis setiap pembelajaran 47 . penulis kadang-kadang melupakan salah satu tahapan atau urutannya sehingga tidak sesuai dengan RPP yang telah disusun. penulis juga biasanya menyampaikan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya agar siswa bisa bersiap-siap belajar untuk pertemuan selanjutnya. Pada saat menyajikan materi. Hal ini disebabkan karena penulis untuk pertama kalinya mengajar di depan kelas secara sesungguhnya meskipun penulis sudah banyak melakukan pelatihan mengajar selama duduk di bangku kuliah yaitu pada mata kuliah Strategi Belajar Mengajar (SBM) dan pengajaran mikro. rasa grogi tetap saja muncul karena ternyata penulis menyadari bahwa setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan terkadang disela-sela pembelajaran ada saja satu dua orang siswa yang bertingkah aneh dan tak jarang menggangu temannya. Pertama ketika menghadapi suasana kelas yang tidak sesuai dengan harapan. penulis berusaha membiasakan siswa untuk aktif dalam pembelajaran dengan cara tanya jawab dan diskusi kelompok kemudian mempresentasikan hasilnya seperti pada saat melakukan eksperimen. Tahapan yang terakhir adalah kegiatan penutup. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh penulis dalam penyampaian materi. kemudian bila kurang lengkap akan penulis lengkapi kesimpulan tersebut. cara memotivasi siswa agar keseluruhannya aktif dalam pembelajaran.pada tahap ini untuk menggali juga pengetahuan awal siswa terdahulu tentang sesuatu hal yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. yakni penulis meminta siswa untu menyimpulkan pembelajaran. Kedua. penulis harus bisa menguasai keadaan kelas agar suasana berjalan kondusif sebab di dalam kelas tersebut terdapat siswa yang memiliki karakteristik yang berbeda dan sebisa mungkin penulis harus mampu memfasilitasi mereka. Tahapan selanjutnya adalah kegiatan inti dimana penulis menyajikan materi.

maka mereka akan semangat untuk belajar. Setelah penulis observasi melalui bertanya dengan siswa di kelas tersebut ternyata banyak siswa yang menyatakan bahwa pelajaran fisika itu sulit apalagi menghafal rumus-rumus yang begitu banyak tetapi kalau mereka bisa. baik itu mental. Dalam hal ini guru pamong sangat aktif memberikan masukan-masukan kepada penulis sehingga penulis bisa lebih baik lagi dalam mengajar dan berinteraksi dengan siswa. penulis biasanya ditemani oleh guru pamong kecuali pada saat beliau berhalangan hadir sehingga beliau dapat mengetahui perkembangan penulis selama mengajar di kelas tersebut dan PPL-Real di SMA Negeri 1 Singaraja. penulis menemukan solusi untuk setiap kendala yang dihadapi yaitu setiap akan mengajar penulis harus memiliki persipan yang baik. Pada setiap pembelajaran. Selama mengikuti pelatihan dan bimbingan dari guru pamong. Kedua. solusi untuk mengatasi rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan kepada siswa yang tidak memperhatikan dan memberikan umpan balik pada setiap tugas yang mereka kerjakan. Ketiga.3 Kegiatan Non-Mengajar 1.masih saja ada siswa yang kurang bersemangat untuk mengikuti pelajaran. Hal ini tentunya membuat penulis selalu belajar dari kesalahan dan ingin menampilkan sesuatu yang terbaik. pemilihan strategi atau model pembelajaran yang tepat sehingga siswa tidak bosan dalam mengikuti proses pembelajaran. materi maupun bahan ajar dan penulis harus tenang saat mengajar sehingga perasaan grogi itu berkurang.1. a Kegiatan Kurikuler Memberikan tugas-tugas dan pekerjaan rumah sebagai tindak lanjut pembelajaran atau persiapan pembelajaran berikutnya. Dengan merubah strategi pembelajaran yang digunakanan setiap pembelajaran atau memberikan selingan berupa kuis dan video yang berkaitan dengan pembelajaran serta melakukan percobaan dapat mengurangi kejenuhan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. 48 . 3. Guru pamong selalu memberikan masukan yang bermanfaat untuk memperbaiki kekeliruan atupun kesalahan yang penulis buat.

d. f. selasa setelah pembelajaran berlangsung. pada hari kamis. pegawai Ikut mengawasi ekstrakurikuler elektro setiap hari Kegiatan Non-Rutin dan memberikan komentar yang bersifat edukatif. c. b. Mengawasi jalannya tes seleksi Kelompok Siswa Penggemar (KSP) yang diikuti oleh siswa kelas X . Memberikan Remidi pada siswa yang hasil belajar fisikanya belum tuntas. dan seluruh siswa setiap hari jumat. lapangan upacara. Lomba ini dimulai pada pukul 22. c. d. a. Berpartisipasi dalam hari kemerdekaan RI yaitu mendampingi siswa latihan gerak jalan dari tanggal 28 Juli sampai dengan 13 Agustus 2010. namun penulis bersama rekanrekan PPL yang lain berangkat sebelumnya untuk membantu persiapan. Memberikan review (pengulangan materi pelajaran) bagi siswa yang hasil belajarnya belum tuntas (dilakukan di luar jam pelajaran ). Mendampingi siswa dalam lomba gerak jalan Putri 17 Km pada tanggal . e.b 2. dimana pembagian tugas ini dilakukan secara bergiliran diantara mahasiswa praktikan SMA Negeri 1 Singaraja.00 wita. e.. Membantu Laboran 49 . Hanya saja gerak jalan ini berlangsung kurang lancar dikarenakan adanya konflik sosial dalam perjalanan menuju Singaraja. Mendampingi siswa dalam Lomba Gerak Jalan 45 Km pada tanggal 14 Agustus 2010 dengan rute dari desa Sambirenteng Sampai Singaraja. Mengembalikan tugas-tugas siswa yang telah disertai penilaian Kegiatan Non Kurikuler Kegiatan Rutin ( dilakukan selama kegiatan PPL-Real) Menjalankan tugas membantu pelatihan KSP Fisika Mengikuti upacara bendera setiap hari senin di Mengikuti kegiatan jalan santai bersama guru. g. 3. a. b.

2. Biasanya jalan santai dilakukan sekitar pukul 06. Rute jalan santai yang biasanya ditempuh adalah sebagai berikut: a. Mengerjakan Mengerjakan kegiatan tugas-tugas ekstrakurikuler yaitu membimbing dan mengawasi kegiatan ekstrakurikuler. penulis membantu laboran Fisika untuk menyiapkan alat dan bahan serta membersihkan alat-alat yang telah digunakandan ruangan lab Fisika. ramah dan simpatik dengan guru-guru. Pramuka) – Jln. h.30 pagi yang mana siswa telah dikumpulkan sebelumnya pukul 06.Pada hari-hari tertentu. ketika dilaksanakan praktikum. SMA N 1 Singaraja(Jln. 31 Juli 2009. Mengerjakan tugas-tugas kokurikuler yaitu memberikan tugas-tugas dan PR sebagai tindak lanjut pembelajaran atau persiapan pembelajaran berikutnya disertai penilaian dan komentar yang bersifat edukatif.SMAN 1 Singaraja (Jln. staf administrasi.00 di lapangan upacara bendera untuk diberikan beberapa pengarahan dari OSIS. Sutomo . mengikuti persembahyangan saat purnama dan jalan santai setiap hari jumat yang melibatkan seluruh warga sekolah. Menjalin hubungan kerja dan kekerabatan yang kondusif serta berperilaku sopan. Mengikuti program/kegiatan sekolah lainnya Program lain yang diikuti praktikan adalah mengikuti kegiatan perayaan Hari Raya Saraswati di sekolah pada hari Jumat. Ngurah Rai – Jln. 3. Udayana – SMAN 1 Singaraja (Jln. Pramuka) – Jln. Kepala Sekolah. teman sejawat dan siswa. atau guru-guru lainnya. Gajah Mada – Jln. administrasi keguruan 4. Pramuka) Dari uraian di atas ada beberapa hal yang diperoleh penulis selama melaksanakan PPL dalam kegiatan non mengajar diantaranya penulis mampu: 1. Pramuka) b. Ahmad Yani – Jln. Sudirman – Jln. Yudistira – Jln. Dr. SMA N 1 Singaraja(Jln. 50 .

fisika. matematika. Di samping pelaksanaan yang mantap. Salah satu contohnya dalam pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS yang pelaksanaannya hampir sama dengan pemilihan presiden dan wakil presiden. dan kimia. Status tersebut tentu saja berimplikasi terhadap kegiatan pembelajaran di kelas. a. Rabu dan Jumat. DPS. Kamtib. dan ektrakurikuler mendapat tempat khusus di hati siswa. Kegiatan OSIS. dan ekstrakulikuler yang berkualitas Dari hasil pantauan penulis. c. Pelaksanaan apel/upacara secara bilingual Pelaksanaan upacara bendera yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Singaraja sangat luar biasa dilihat dari segi tata laksana dan kedisiplinan siswa saat mengikutinya. Kamtib. tetapi juga menggunakan bahasa Inggris. Temuan tersebut adalah sebagai berikut.3. DPS. Guru tidak lagi hanya menggunakan bahasa Indonesia dalam pembelajaran. biologi. b. DPS. Upaya yang dilakukan sekolah untuk melatih warga sekolah dalam berbahasa Inggris adalah dengan diterapkannya English Day setiap hari Senin. Namun penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (bilingual) hanya diwajibkan untuk mata pelajaran bahasa Inggris. Upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari Senin dan pada hari-hari peringatan nasional menggunakan dua bahasa pengantar : bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. SMA Negeri 1 Singaraja sebagai rintisan sekolah berstandar internasional SMA Negeri 1 Singaraja adalah Rintisan Sekolah Menengah yang Berstandar Internasional. yakni sekolah berstandar internasional. dan Kamtib berlangsung secara demokrasi. penulis menemukan beberapa temuan yang bermakna. bahasa pengantar yang digunakan saat upacara pun sangat kontekstual mengingat status yang disandang oleh SMA Negeri 1 Singaraja. penggunaan bahasa Inggris dalam setiap presentasi atau pun rapat yang dilakukan oleh guru dan pegawai. Pemilihan OSIS. OSIS.2 Temuan Bermakna Selama melaksanakan kegiatan PPL-Real di SMA Negeri 1 Singaraja. Tiap paket calon diberikan waktu 51 .

Sosialisasi pun dilakukan sebelum hari pemilihan diselenggarakan. Aturan ini bertujuan supaya siswa benar-benar siap untuk mengikuti pelajaran. Aturan disiplin yang harus ditaati siswa adalah siswa harus sudah berada di sekolah 10 menit sebelum pelajaran dilmulai. Program ini mewajibkan setiap siswa SMA Negeri 1 52 . menurut pandangan penulis. Sebagian besar sekolah belum menerapkan cara pengecekan kehadiran guru dengan sidik jari. Hal lain yang menarik dari SMA Negeri 1 Singaraja adalah guru-guru mengisi daftar hadir dengan sidik jadi pada alat yang disedikan. dimana siswa memilih dengan media laptop dan hasilnya sangat cepat diketahui tanpa memerlukan perhitungan suara yang biasanya memakan waktu cukup lama. Misalnya. KSP (Kelompok Siswa Penggemar) Di SMA Negeri 1 Singaraja kegelisahan siswa yang “merasa kurang pada bidang pelajaran tertentu” dan ingin memperdalam pemahamannya tentang mata pelajaran tertentu dapat bergabung dalam KSP. Pembimbingan pembuatan karya tulis Guru di SMA Negeri 1 Singaraja sangat terbuka apabila ada siswa yang bertanya seputar materi pelajaran. bagi siswa yang menyukai sekaligus menggemari atau ingin belajar Fisika dapat bergabung dalam KSP Fisika. Program wajib komputer ini merupakan program baru yang dirancang oleh pihak sekolah. Siswa yang terlambat akan dikenakan sanksi sebelum diijinkan masuk ke kelas. e. dan sebagainya. g. Program Wajib Komputer. para guru SMA Negeri 1 Singaraja sangat tekun membina siswanya. Penegakan Disiplin SMA Negeri 1 Singaraja menerapkan sistem on time dan full time.orasi untuk menarik simpatisannya dan digunakannya sistem pemilihan langsung dengan cara mencontreng. f. kegiatan ekstrakurikuler. d. Khusus untuk penulisan karya ilmiah. Dan yang sangat menarik adalah pemilihan yang dilakukan dengan berbasis IT yaitu pemilihan dengan memanfaatkan penggunaan tekonologi.

Metode Team Teaching SMA Negeri 1 Singaraja menggunakan metode Team Teaching dalam pengajaran di kelas. i. Budaya No Smoking Para siswa SMA Negeri 1 Singaraja dilarang merokok di lingkungan sekolah. para staf guru. l. Teknik mengajar yang digunakan di kelas diatur menurut kesepakatan bersama dalam teamteaching tersebut. yakni memajang foto-foto para juara tersebut. j. Tidak hanya siswa. Dalam metode ini terdapat dua orang yang mengajar dalam satu kelas yang disebut team-teaching. metode inkuiri. dan warga yang memasuki wilayah SMA Negeri 1 Singaraja pun dilarang merokok. Metode dalam kegiatan pembelajaran Guru SMA Negeri 1 Singaraja jarang menggunakan metode ceramah.Singaraja. Pemajangan foto-foto para siswa SMA Negeri 1 Singaraja yang berprestasi di dinding. Dalam kaitannya dengan ihwal psikologi (senada dengan metode sugestopedia yang diterapkan Bobbi de Potter dalam pembelajaran quantum) aktivitas ini sangat berharga bagi siswa karena mereka.hari di sekolah.dinding sekolah Dalam rangka menghargai sekaligus menghormati prestasi para siswanya. Budaya ini membuat seluruh warga SMA Negeri 1 Singaraja nyaman melakukan aktivitas sehari. Metode yang lebih banyak digunakan dalam kegiatan pembelajaran adalah metode-metode yang menuntut keaktifan siswa dalam pembelajaran seperti metode tanya jawab. pegawai. baik yang sudah berprestasi maupun belum akan tertantang berkompetisi dengan sehat dan lebih bersemangat meraih prestasi. metode diskusi. lembaga SMA Negeri 1 Singaraja telah melakukan tindakan yang sangat benar. dan masih banyak metode atau cara mengajar yang menarik yang dilakukan oleh guru-guru di SMA Negeri 1 Singaraja. Budaya olahraga dan berjalan santai setiap hari Jumat 53 . Hal ini dilakukan untuk lebih memperkenalkan siswa dengan keberadaan teknologi untuk mempermudah pekerjaan yang dilakukan. k. h.

pada tahun ini lembaga SMA Negeri 1 Singaraja telah memasang alat bantu dalam mengontrol aktivitas siswa. Bagi guru dan pegawai kontrol atas perilaku dalam menerapkan sistem on time dan full time dibarengi dengan aktivitas pengabsenan secara manual. dan lim tien kung. tidak hanya kesegaran dan kesehatan jasmani yang diperoleh oleh warga SMA Negeri 1 Singaraja. yakni CCTV. Kamtib.3 Tindak Lanjut Tindak lanjut terkait pelaksanaan upacara bendera yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Singaraja setiap hari Senin dan pada hari-hari peringatan nasional menggunakan dua bahasa pengantar: bahasa Indonesia dan bahasa Inggris adalah dengan cara mengganti perangkat upacara setiap minggu sehingga semua kelas dan semua guru serta pegawai mampu melestarikan budaya ini. yoga. Hal lainnya adalah aturan tentang siswa yang membawa sepeda motor. DPS (Dewan Perwakilan Siswa). dan ekstrakulikuler di SMA Negeri 1 Singaraja yang sangat ditunjang oleh kesungguhan siswa dalam berorganisasi dan kesungguhan para pembina saat membimbing (menemani) siswa berorganisasi ditindaklanjuti oleh pihak sekolah dengan senantiasa meroling para guru yang bertugas membina siswa dan regenerasi yang dilakukan oleh pengurus OSIS. Adapun kegiatan olahraga yang biasa diadakan adalah jalan santai. Penegakan disiplin di SMA Negeri 1 baik dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan di luar pembelajaran dilakukan dengan cara memantau kegiatan siswa di sekolah. Kualitas pelaksanaan program kegiatan OSIS. 3.Di samping cerdas secara kognitif. Siswa yang diperbolehkan membawa sepeda motor adalah siswa kelas XI dan XII. DPS. melainkan juga hubungan sosial antarwarga sekolah yang mantap. manajemen SMA Negeri 1 Singaraja juga berusaha agar seluruh warga sekolah sehat jasmani dan rohani. sedangkan siswa kelas kelas X tidak diperbolehkan karena mereka belum cukup umur untuk memiliki SIM. dan Kamtib setiap tahunnya. Sekolah juga melarang keras siswa 54 . Upaya untuk meningkatkan kesehatan jasmani warga sekolah berusaha dicapai dengan cara olahraga bersama. Khusus untuk di kelas XII. Dalam praktiknya.

Tidak hanya siswa yang diikat oleh aturan.membawa ponsel ke sekolah karena hal ini dapat mengganggu konsentrasi siswa dalam mengikuti pelajaran sehingga sekolah berusaha menyediakan telepon umum (telepon koin). guru dan staf pegawai pun diikat oleh aturan. Terkait dengan metode pembelajaran. metode diskusi. tidak hanya sebatas teori. Semua peraturan yang diterapkan di SMA Negeri 1 Singaraja telah mampu dilaksanakan dengan baik. dan masih banyak metode atau cara mengajar yang menarik yang dilakukan oleh guru-guru di SMA Negeri 1 Singaraja. metode inkuiri. Guru SMA Negeri 1 Singaraja jarang menggunakan metode ceramah. 55 . Metode yang lebih banyak digunakan dalam kegiatan pembelajaran adalah metode-metode yang menuntut keaktifan siswa dalam pembelajaran seperti metode tanya jawab.

3. 56 . 2. Program PPL-Real yang dilaksanakan oleh LPPL Universitas Pendidikan Ganesha merupakan suatu kesempatan bagi para mahasiswa praktikan untuk dapat menimba pengalaman yang sebanyak-banyaknya agar kelak dapat menjadi sosok guru yang profesional.1 Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan serta hasil uraian diatas. 4. maka dapat disimpulkan beberapa hal berikut ini. yaitu: 1. 1. Proses pembelajaran maupun hubungan sosial yang terjadi di SMA Negeri 1 Singaraja berjalan dengan sangat bagus.2 Saran-Saran Berdasarkan hasil pengamatan serta simpulan di atas. Segala kesulitan dan masalah yang penulis hadapi selama mengikuti kegiatan PPL-Real selalu dapat penulis atasi karena adanya bimbingan dan arahan dari guru pamong dan dosen pembimbing.BAB IV PENUTUP 4. penulis benar-benar merasa telah banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dalam hal pengelolaan pembelajaran maupun dalam hal menjalin hubungan sosial selama mengikuti kegiatan PPL-Real ini. Oleh karena itu. penulis dapat memberikan beberapa saran yang nantinya diharapkan dapat memberikan perbaikan atau sebagai masukan bagi pelaksanaan PPL-Real selanjutnya serta perbaikan dalam hal proses pembelajaran. Untuk Mahasiswa Kepada mahasiswa yang akan melaksanakan PPL-Real hendaknya benarbenar memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh lembaga guna menimba ilmu dan pengalaman selama mengikuti kegiatan PPL-Real dengan tetap menjaga nama baik almamater.

Untuk Sekolah Untuk pihak sekolah agar dapat tetap menjaga dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang telah dilakukan untuk meningkatkan mutu atau kualitas sekolah di masa depan. 3. 57 . Untuk LPPL Untuk LPPL diharapkan nanti ke depannya agar dapat menjalin kerjasama yang lebih baik lagi dengan sekolah mitra sehingga dapat saling bertukar informasi terkait pengembangan kegiatan pembelajaran.2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful