1 LATAR BELAKANG SEJARAH DAN DEFINISI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN A.

Latar Belakang Sejarah Teknologi Pembelajaran Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan. Adalah Edgar Dale dan James Finn merupakan dua tokoh yang berjasa dalam pengembangan Teknologi Pembelajaran modern. Edgar Dale mengemukakan tentang Kerucut Pengalaman (Cone of Experience) sebagaimana tampak dalam gambar 1 berikut ini :

Gambar 1. Kerucut Pengalaman Dale Pengalaman Langsung

sejalan dengan sejarah dan perkembangan dari teknologi pembelajaran itu sendiri. pengembangan. Rekaman. pemanfaatan. Gambar Mati Lambang V erbal Lambang Visual Karyawisata 2 B. Di bawah ini dikemukakan beberapa definisi tentang Teknologi Pembelajaran yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan Teknologi Pembelajaran. serta evaluasi tentang proses dan sumber untuk belajar .Pengalaman Buatan Demonstrasi Dramatisasi Pameran Gambar Hidup Radio. Definisi AECT 1994 : “ Teknologi Pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain.” 3 . pengelolaan. Definisi Teknologi Pembelajaran Rumusan tentang pengertian Teknologi Pembelajaran telah mengalami beberapa perubahan.

dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar. dan papan tulis …. ” “ Teknologi Pembelajaran merupakan usaha sistematik dalam merancang. pemilihan. film. manajemen dan pemanfaatan dari komponen maupun keseluruhan sistem pembelajaran.bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi. melaksanakan. serta didasarkan pada penelitian tentang proses belajar dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan manusia agar belajar dapat berlangsung efektif.1. definisi di atas telah menghasilkan kerangka dasar bagi pengembangan Teknologi Pembelajaran berikutnya serta dapat mendorong terjadinya peningkatan pembelajaran. 2. (b) penstrukturan dan sistematisasi oleh orang maupun instrumen dalam lingkungan pendidikan.. buku teks. Definisi Commission on Instruction Technology ( CIT ) 1970 “ Dalam pengertian yang lebih umum. Definisi Association for Educational Communications Technology ( AECT ) 1963 “ Komunikasi audio-visual adalah cabang dari teori dan praktek pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain. komputer dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya. teknologi pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran di samping guru. ” . produksi. ” Meski masih menggunakan istilah komunikasi audio-visual . meliputi : perencanaan. Tujuan praktisnya adalah pemanfaatan tiap metode dan medium komunikasi secara efektif untuk membantu pengembangan potensi pembelajar secara maksimal. mencakup kegiatan : (a) mempelajari kelemahan dan kelebihan suatu pesan dalam proses belajar. dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar untuk suatu tujuan khusus . OHP.

dengan tujuan untuk memecahkan masalah belajar ” . dukungan-pasokan. tetapi lebih berorientasi pada proses. 4. bahan.F. penggunaan dan penilaian teknologi untuk pembelajaran. penggunaan istilah pengembangan memuat dua pengertian. tampaknya rumusan tersebut berusaha mengakomodir pengaruh pemikiran B. Skinner (salah seorang tokoh Psikologi Behaviorisme) dalam teknologi pembelajaran. AECT berupaya merevisi defisini yang sudah ada (1963. Begitu juga. dengan memberikan rumusan sebagai berikut : “ . Dalam definisi Silber. desain. 1970. evaluasi. produksi. Definisi Silber 1970 “Teknologi Pembelajaran adalah pengembangan (riset. peralatan. rumusan tersebut memandang pentingnya penelitian tentang metode dan teknik yang digunakan untuk mencapai tujuan khusus. instrumen” atau “media”. pemanfaatan) komponen sistem pembelajaran (pesan. 1971). 5. teknik dan latar) serta pengelolaan usaha pengembangan 4 (organisasi dan personal) secara sistematik.Dengan mencantumkan istilah tujuan khusus . orang. Definisi MacKenzie dan Eraut 1971 “Teknologi Pendidika n merupakan studi sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai” Definisi sebelumnya meliputi istilah. sedangkan dalam definisi MacKenzie dan Eraut ini tidak menyebutkan perangkat lunak maupun perangkat keras. Definisi yang dikemukakan oleh Kenneth Silber di atas menyebutkan istilah pengembangan. yang mencakup : perancangan. “mesin”. produksi. Definisi AECT 1972 Pada tahun 1972. 3. disamping berkaitan dengan pengembangan potensi manusia juga diartikan pula sebagai pengembangan dari Teknologi Pembelajaran itu sendiri. Pada definisi sebelumnya yang dimaksud dengan pengembangan lebih diartikan pada pengembangan potensi manusia.

dan organisasi untuk menganalisis masalah. definisi ini sesungguhnya mengandung makna yang dalam. Definisi ini didasari semangat untuk menetapkan komunikasi audio-visual sebagai suatu bidang studi. tampaknya dari waktu ke waktu teknologi pemebelajaran mengalami proses “metamorfosa” menuju penyempurnaan. melaksanakan. kecuali pada tahun 1963. khususnya dalam bidang pendidikan.” Meski dirumuskan dalam kalimat yang lebih sederhana.Teknologi Pendidikan adalah suatu bidang yang berkepentingan dengan memfasilitasi belajar pada manusia melalui usaha sistematik dalam : identifikasi. Di samping itu. pengorganisasian dan pemanfaatan berbagai macam sumber belajar serta dengan pengelolaan atas keseluruhan proses tersebut ” . 5 6. prosedur. Definisi tahun 1977. pengembangan. tidak menekankan teknologi pendidikan sebagai suatu teori. serta evaluasi tentang proses dan sumber untuk belajar. Definisi ini juga berusaha menyempurnakan wilayah atau kawasan bidang kegiatan dari teknologi pembelajaran. sarana. AECT berusaha mengidentifikasi sebagai suatu teori. menilai dan mengelola pemecahan masalah dalam segala aspek belajar pada manusia. Definisi AECT 1977 “ Teknologi pendidikan adalah proses kompleks yang terintegrasi meliputi orang. Yang semula hanya dipandang sebagai alat ke sistem yang lebih luas. dari hanya berorientasi pada praktek menuju ke teori dan praktek. Kendati . Ketentuan ini mengembangkan gagasan bahwa teknologi pendidikan merupakan suatu profesi. psikologi dan komunikasi maka tidak mustahil ke depannya teknologi pembelajaran akan semakin terus berkembang 6 dan memperkokoh diri menjadi suatu disiplin ilmu dan profesi yang dapat lebih jauh memberikan manfaat bagi pencapaian efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Jika kita amati isi kandungan definisi-definisi teknologi pembelajaran di atas. dan akhirnya melalui perjalanan evolusionernya saat ini teknologi pembelajaran telah menjadi sebuah bidang dan profesi. pengembangan. gagasan. Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat. dari produk menuju ke proses dan produk. Definisi sebelumnya. yang tentunya perlu didukung oleh landasan teori dan praktek yang kokoh. merancang. pengelolaan. pemanfaatan. bidang dan profesi. 7. Definisi AECT 1994 “ Teknologi Pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain . definisi ini berusaha menekankan pentingnya proses dan produk. Definisi ini berupaya semakin memperkokoh teknologi pembelajaran sebagai suatu bidang dan profesi.

pengembangan. harus diakui bahwa perkembangan bidang dan profesi teknologi pembelajaran di Indonesia hingga saat ini masih boleh dikatakan belum optimal. et al (1989) memberi tiga rasional kenapa media digunakan dalam pengajaran dan pembelajaran: • • Untuk menghasilkan instruksi dan pembelajaran yang berkesan Instruksi harus dirancang secara sistematik menggunakan prinsip reka bentuk instruksional. 7 0 PENGGUNAAN MEDIA DALAM PENGAJARAN Ada beberapa pendangan kenapa harus gunakan media atau teknologi dalam pengajaran dan pembelajaran. pemanfaatan. baik dalam hal design. Heinich. teori pembelajaran dan komunikasi • Media boleh menyumbang dan memudahkan perkembangan intelektual . Kiranya masih dibutuhkan usaha perjuangan yang sungguh-sungguh dari semua pihak yang terkait dengan teknologi pembelajaran. peneliti maupun praktisi. maupun evaluasinya.demikian. pengelolaan. baik dari kalangan akademisi.

3.2 Bagaimana manusia mengingat Manusia berupaya mengingat sebanyak: Secara pasif 50% 30% 20 % 10% Secara aktif daripada apa yang dilihat dan didengar daripada apa yang dilihat daripada apa yang didengar daripada apa yang dibaca . 1977): • Konsep skema Struktur mental yang disusun hasil dari interaksi persekitaran • Konsep asimilasi Proses mengintegrasi maklumat yang ada dengan skema yang sedia ada • Konsep akomodasi Proses meminda skema hasil dari proses asimilasi supaya dapat disesuaikan 3.1 Konsep perkembangan intelektual (Piaget.

80% 70% daripada apa yang disebut sambil melakukan daripada apa yang disebut dalam percakapan 3.� Memetik buah pendapat shaharom Noordin (1994). students are engaged in activities (e. synthesis. Oleh yang demikian. Pembangunan modul ABM (Alat Bantu Mengajar) yang berasaskan komputer yang semakin ternama . Kaedah ini berasaskan kepada dua anggapan: (1) pembelajaran secara tabi'inya adalah satu kegiatan yang aktif dan (2) lain manusia belajar dengar kaedah yang berbeza. Elemen pembelajaran aktif termasuk bercakap. reading discussing. 19460) Simbol verbal Simbol visual Visual statik/audio Visual bergerak/audio Bahan Pameran Lawatan Tunjuk cara Pengalaman lakonan Pengalaman tiruan Pengalaman sebenar Pengalaman Abstrak Pengalaman Ikonik Pengalaman Enaktif Apakah Pembelajaran Aktif? Pembelajaran aktif merujuk kepada kaedah di mana pelajar MELAKUKAN sesuatu termasuk memproses. evaluation).g. proses pengajaran yang berkesan adalah tingkah laku pelajar-pelajar dapat berubah secara spesifik melalui aktiviti-aktiviti yang dirancang di akhir pelajaran. writing). Bonwell dan Eison [8] menyatakan antara ciri pembelajaran aktif adalah: �Students are involved in more than listening. and greater emphasis is placed on students' exploration of their own attitudes and values . membaca dan membuat refleksi [7]. kita perlulah berinisiatif dengan merancang pelbagai aktiviti yang mampu menarik minat para pelajar. mendengar. menulis. students are involved in higher-order thinking (analysis. less emphasis is placed on transmitting information and more on developing students' skills.. mengguna dan membuat refleksi terhadap maklumat yang diberi.3 Konsep konkrit-abstrak (Dale.

. Mengatasi Batasan Ruang. dapat dijelaskan. contoh. transparensi. adalah lebih berkesan jika perkataan disertakan dengan gambar atau simbol yang lebih konkrit maknanya. iii. Dengan media.Kejadian yagn berlaku pada masa lalu dapat ditampilkan dalam bentuk filem. i. kita seharusnya membina modul ABM yang berasaskan komputer dengan mengkonkritkan teori-3 teori sains yang kebanyakannya berunsur abstrak agar kita boleh mengendalikan proses P&P dengan penuh efektif sekali. Penggunaan Media Pengajaran Secara Betul dan Bervariasi. akan dapat mengatasi sikap pasif pelajar kerana ia boleh menimbulkan minat. verbal yang abstrak. Dengan teknologi komputer. penjelasan lebih berkesan dan menarik seperti penggunaan animasi. segala simbol. Memperjelaskan Penyampaian Mesej. gambar rajah dll. gambar foto atau pun lisan. Fungsi Media Pengajaran (MP) Kelebihan MP 1. Hatta. v. filem atau video. Adalah diketahui bahawa pendapat beliau yang bernas ini adalah relevan dengan pendapat Edgar Dale dan Ee Ah Meng (1995) yang telah memperkenalkan satu teori yang digambarkan dalam bentuk “kon pengalaman” yang menyatakan bahawa proses pembelajaran adalah bermula dengan menganggap aspek konkrit hingga akhirnya yang abstrak. Sebenarnya. 2.baru-baru ini telah dilabelkan sebagai salah satu inisiatif yang paling berkesan sekali kerana dapat mempelbagaikan kaedah pengajaran lama yang statik.Objek yang terlalu besar atau kecil boleh digantikan dengan model. bunyi dan muzik. gambar.Konsep yang terlalu luas atau abstrak dapat divisualkan. 3. iv. Waktu dan Pancaindera. ABM yang digunakan untuk melancarkan P&P antara pelajar dengan guru.Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography.Objek yang terlalu kompleks dapat ditunjukkan dalam bentuk model. ii. Alat Bantu Mengajar (ABM) mempunyai kaitan yang rapat dengan penggunaan PBK dan BBM (Bahan Bantu Mengajar) dan merupakan sesuatu yang sememangnya tersisih dalam proses P&P. pelajar sesama pelajar dan berupaya mempercepatkan lagi proses pemahaman pelajar-pelajar yang merupakan sebahagian yang padu dalam proses P&P.

Berkesanannya bergantung bagaimana pengajar menggunakan media tersebut. sebuah perisian kursus boleh digunakan berulang kali oleh pelajar tanpa merosakkan kandungan asal. belajar secara berulang kali dapat membantu membentuk persepsi yang sama dan tepat tentang sesuatu konsep atau prinsip. lMembantu pelajar yang pintar mengukuhkan pengetahuan dalam bentuk yang lebih abstrak. lBermula dari perkongsian pengalaman kemudian perkongsian kepakaran (mengumpul data dan membuat kesimpulan) Pendidikan bagi Pelajar Istimewa lMembantu orang kurang upaya seperti pekak dan buta dan bisu. Media dipakejkan dengan sempurna. dari pelbagai sumber dan komitmen yang tinggi dalam tugasan. Pengajaran Tanpa Bergantung Kepada Pengajar lMedia digunakan tanpa kehadiran pengajar. Pengajaran Tematik lBerfokus kepada topik tertentu. cara menggunakan dan menilai pencapaian sendiri. Oleh itu para pengkaji telah mencipta konsep penyusunan hirarki kaedah pengajaran berasaskan MEDIA PENGAJARAN/jr2000 4 tahap realisme seperti: Edgar Dale (1946) Pengalaman Dale Dari rajah kon tersebut pengalaman konkrit pelajar berlaku apabila mereka terlibat langsung dalam aktiviti/peristiwa. Folio Bermedia lKoleksi kerja pelajar yang menunjukkan peristiwa dan proses dalam satu-satu tempoh. Fungsi MP dalam pengajaran Pengajaran Bersama Pengajar lPenggunaan media yang paling biasa. lPenghasilan folio membantu pelajar memahami. Pelajar boleh belajar kendiri MEDIA PENGAJARAN/jr2000 3 dan menurut kemampuan dan keselesaan. serta dijelaskan tentang tujuan. membantu pengajar melaksanakan pengajaran secara langsung. (keberkesanan pengalaman abstrak bergtg kepada maklumat konkrit sedia ada dlm mentafsir konsep abstrak) Brunner (1966) menafsirkan kon Dale dgn 3 jenis pengalaman Pengalaman enaktif (pengalaman secara langsung) Pengalaman ikonik (visual) Pengalaman simbolik/digital (perkataan) . merumus dan membentang Pelajar ini menitikberatkan soal ketepatan. Pengalaman konkrit akan semakin berkurang jika menjadi pemerhati Pengalaman abstrak akan berlaku jika penggunaan simbol visual dan verbal yang mewakili peristiwa. 4. Pengkelasan Media Pengajaran Hoban dan Zissman (1937) l Nilai bahan pandang dengar bergantung kepada tahap realisme l Semakin tinggi tahap realismenya maka semakin tinggi nilai bahan. betanggungjawab.meningkatkan interaksi dan kefahaman pelajar tentang realiti. Pengalaman dan Persepsi yang Sama. objektif. Pelajar dibimbing oleh pereka media dengan menggunakan modul dan pengajaran jenis ini dikenali sebagai pengajaran kendiri.