puisi alam Katanya kalian adalah tanganNya untuk kami Nyatanya kalian hanya panjang tangan Malang melintang

di hutan kami Menebar benci dan dengki Katanya ajaran yang di amanatkan kepada kalian adalah cinta kasih Nyatanya sekedar cinta pada diri yang tak terkendali Katanya kalian pencinta alam Nyatanya sekedar suka bercinta dengan alam Dari kami kalian berasal Tapi kami asing dengan kalian Kalian toreh kulit kayu dan batu kami "hanya tuk sekedar nama-nama kecil Jinjinglah terompahmu Injaklah kaki di batu-batu kecil kami yang memberi refleksi Berwudhu'lah di air kami Basuh mukamu sepuas syukurmu Syukur jauh dari sekedar memuji-Nya Syukur jauh dari sekedar menikmati Makanlah dengan tangan telanjang di tepi kolam kami Bersama teratai,capung,burung,katak dan burung-burung kami Bersatulah dengan kami Binalah tempat berpijakmu ini Niscaya akan kami mintakan kepadaNya Pemilik jagad ini "tuk meneguhkan kedudukanmu dimuka bumi Sampai suatu saat, Kami kehilangan dari pandanganmu Karena kami hanya segelintir ayat-Nya Di jagad-Nya yang luas ini

lalu kubawa ibu menanam masa depanku dalam warna bunga agar ibu bangga anaknya lahir dinegeri daun yang hijau penuh kicau bilamana nanti ibu tertidur kan kupagari ia dengan kemilau doa dan kuajak burung-burung menjaganya dari gemuruh dunia luar bilamana ibu bertanya mengapa aku mengirim keindahan hanya dalam mimpi.binatang yang di mumikanserta gemuruh pabrik yang memproduksi polusi.kembang plastik.kerna dinegeri yang kini hilang wangi.dan kutaburkan pada tiap langkahnya agar ibu merasa sejuk.biar ibu tahu negeri yang subur telah hilang dalam peta . telah tumbuh pohon-pohon berakar besi.ilusi dalam mimpi bilamana aku dapat bermimpi berjumpa dengan ibu akan kubawakan sebidang tanah penuh bunga kuajak ia berjalan dalam hamparan flamboyan lalu dari atas dahan kuperintahkan seribu burung beryanyi tentang embun dan sinar mentari bilamana ibu bersedih.kan kukumpulkan butiran embun dari pucuk-pucuk daun.akan kukatakan pada ibu bahwa hanya lewat mimpi anaknya bisa memberikan kebahagiaan.akan kuhibur ia sambil melihat lucunya kumbang cumbui kembang ditaman lalu kubiarkan seribu kupu-kupu berterbangan diatas rambutnya yang bermahkota pelangi bilamana ibu letih.

Anak dalam kalangan kami Berdasarkan tauhid. memberi warna Amal dan fikiran kami. Wahai. Kamu. pemangku amanah Berdasarkan syair nyata. Orang yang menghentikan Penyusuan. Merupakan kekuatan Dan benteng agama. Di dalam nafasmu Terletak kehidupan agama Berhati-hatilah melalui zaman Bimbing eratlah anak-anakmu.Sajak Ibu Ibu! Kelunak lembutanmu yang bersih Merupakan rahmat bagi kami. . Kasih sayangmu memberi nilai Kemampuan kami. Wahai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful