P. 1
Pidato Pentingnya Pendidikan

Pidato Pentingnya Pendidikan

|Views: 9,389|Likes:

More info:

Published by: Christophoroes Jonathan Tansil on Oct 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2013

pdf

text

original

Pidato Pentingnya Pendidikan

Christophoroes Jonathan T. XI-IA3/14

Salam Sejahtera. Pertama-tama marilah kita mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas karunianya kita dapat berkumpul di ruangan ini dalam keadaan sehat. Saya berterima kasih kepada teman-teman dan Pak Mul yang telah memberikan kesempatan yang langkah ini bagi saya. Pada kesempatan ini, saya bertujuan untuk memberikan pidato singkat mengenai betapa pentingnya pendidikan bagi kita, sehingga teman-teman sadar bahwa pendidikan begitu penting. Sebelum membahas mengenai pendidikan, marilah kita melihat kembali manfaat yang kita peroleh dari pendidikan itu sendiri. Dengan pendidikan yang tinggi, kita dapat meraih cita-cita setinggi bintang. Dengan pendidikan pula kita dapat membiayai hidup ini yang tidak semurah kita membeli sebutir permen di toko klontong. Begitu besar manfaat yang kita peroleh bagi hidup kita melalui pendidikan yang kita capai.Dengan pendidikan pula, kita dapat membangun Negara kita ini yang masih jauh dari sempurna. Membangun Negara yang bersifat berkembang menjadi Negara yang bersifat maju. Oleh karena itu teman-teman sekalian, janganlah engkau malas dalam mencari ilmu itu. Banyak dari kita yang memperoleh fasilitas sekolah yang paling baik dan lengkap. Contohnya saja,mandi pagi dengan air hangat, banyak teman-teman yang pergi ke sekolah dengan menggunakan baik kendaraan tanpa motor, seperti sepeda ontel maupun kendaraan bermotor layaknya sepeda motor maupun kendaraan roda empat yang kita kenal dengan mobil . Dengan fasilitas alat tulis yang lengkap berupa buku paket, buku tulis, pensil, bolpoin, re type dsb. Guru yang tersedia pun melampaui batas kecukupan.Semua kalian miliki dengan mudahnya di kota yang besar ini. Tetapi sangat sulit membangun semangat belajar yang tinggi. Contohnya saja, malas bangun pagi saat harus berangkat ke sekolah. Apa lagi, ada yang tidur ataupun ‘escape’ saat pelajaran berlangsung. Menurut pengalaman saya setelah melakukan live in di daerah yang cukup terpelosok di Kalimantan. Banyak baik pengalaman maupun pelajaran yang saya terima. Dan saya sangat beruntung memperoleh pengalaman dan pelajaran yang berharga itu.Dari beberapa pelajaran yang saya peroleh. Di antaranya sangat berguna bagi teman-teman sekalian. Apakah teman-teman dapat membayangkan, betapa sulitnya mereka memperoleh pendidikan?? Fasilitas yang mereka peroleh sangatlah terbatas dan jauh dari yang kita miliki saat ini. Pagi-pagi jam setengah 6 mereka harus bangun dan mandi di sungai, di mana airnya sangat dingin. Buku paket saja mereka di beri pinjaman dari sekolah dan apabila buku paket rusak, mereka harus membayar buku paket tersebut, guru yang tersedia hanya 5 orang dan yang dating ke sekolah belum tentu semuanya, kadang hanya 2 ataupun 1 dan mereka harus mengajar 5 kelas sekaligus, untuk alat tulis, rata-rata dari mereka hanya memiliki sebuah buku tulis dan pensil. Untuk kendaraan, pada

Apa pun yang terjadi. Untuk pulang. Sekian pidato singkat dari saya. Mereka rela untuk melakukan segala sesuatu dan menempuh semua itu hanya untuk pendidikan. dengan fasilitas lengkap tidak memiliki semangat belajar layaknya mereka. kita dapat membangun pendidikan di Indonesia dan dengan pendidikan. dengan pidato saya temanteman sekalian lebih meningkatkan semangat belajar sebagai pelajar dan mencapai cita-cita untuk membangun negeri kita Indonesia menjadi Negara yang lebih maju sukses dan sejahtera. Tetapi. saya harus hadir di kelas saya untuk belajar. Sekian dan terima kasih. sehingga mereka dapat menikmati pendidikan layaknya yang kita terima saat ini. Sedangkan kita yang di kota. yang tidak dapat saya lupakan. ada satu hal yang berbeda di sini. jika mereka tidak di jemput oleh kakak mereka dengan sepeda motor. Oleh karena itu. sedangkan jarak sekolah dengan desa mencapai sekitar 10 sampai 20km. Banyak teman-teman kita yang tinggal di pelosok tidak seberuntung kita. Saya mohon maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan di hati tema-teman. Saya harap. Gunakanlah fasilitas yang kalian peroleh dengan pemanfaatan yang maximal. kita dapat membantu teman-teman kita yang berada di pelosok. tingkatkan lah semangat belajar teman-teman. Bayangkan!! Betapa berartinya pendidikan bagi mereka. Apakah kalian tidak malu dengan mereka?? Ada satu ungkapan dari teman saya di sana. mereka harus berjalan kakisejauh 10 sampai 20km. .pagi hari mereka berangkat rombongan dari desa menggunakan 2 sampai 3 sepeda motor. Semangat belajar mereka berkobar kobar layaknya api yang membara. Dengan pendidikan yang kita peroleh. Kalian tahu berapa usia mereka?? Rata-rata 5 sampai 11 tahun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->