P. 1
Analisis Kelayakan Ekonomi Dan Finansial

Analisis Kelayakan Ekonomi Dan Finansial

|Views: 890|Likes:
Published by oka buble

More info:

Published by: oka buble on Oct 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2013

pdf

text

original

ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN FINANSIAL USAHA TERNAK AYAM POTONG DI WILAYAH PARUNG HIJAU

Indo Yama Nasarudin Dosen UIN Syarif Hidayatullah Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial 2009 Abstract This research analyse the feasibility of economic and financial on bisnis crosscut chicken. Economic Performance for business crosscut chicken was good for marketing and produce aspect and good enough for management and human resource aspect. While seen from finance aspect assess the Benefit cost ratio (BCR) [of] equal to 1.16 Value of Payback Period is 9,12 year, below time specified 10 year. positive valuable Net Present Value equal is RP 88.496.379 Value of profitability index equal to 1,08. rate of return (IRR) equal to 31.533% Pursuant to measurement finansial as a whole indicate that the effort competent poultry to be continued. Key word : Economic and Financial Feasibility

1. PENDAHULUAN Eksistensi UKM dalam perekonomian Indonesia cukup dominan dan signifikan. Sedikitnya, terdapat 3 (tiga) indikator yang menunjukkan bahwa keberadaan UKM di Indonesia memiliki posisi dominan dan signifikan. Pertama, jumlah industrinya yang besar dan terdapat dalam setiap sektor ekonomi. Berdasarkan data pada Biro Pusat Statistik dan Kementrian Koperasi & UKM, jumlah UKM tercatat 42,39 juta, dengan ketentuan 98 % tergolong usaha kecil, 1.5% tergolong usaha kecil dan 0,5% tergolong usaha menengah. Kedua, potensinya yang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Setiap unit investasi pada sektor UKM dapat menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bila dibandingkan dengan investasi yang sama pada usaha besar. Sektor UKM menyerap 79,04 juta tenaga kerja atau 99,4% dari total angkatan kerja yang bekerja. Ketiga, kontribusi UKM dalam pembentukan PDB cukup signifikan yakni sebesar 56,72% dari total PDB (BPS, 2004). Bagi pihak intermediary system, semangat pengembangan UKM masih sangat ´canggung³ untuk ditanggapi, artinya pengembangan UKM yang digalakkan oleh pemerintah (kementrian Koperasi) dipandang masih sangat sulit menjadi primadona portfolio investasi yang mampu meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. Dengan adanya kecenderungan
1

manajemen. funding access.ini. sisanya sebanyak 21% ditolak (tidak visible) dan bahkan 48% pengusaha UKM tidak mengajukan kredit pembiayaan sama sekali dari pihak perbankan. 2 . Di sisi lain. pemasaran dan keuangan dalam mengukur tingkat kelayakan sekaligus melihat peluang dan hambatan pada industri ini. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisa kajian literatur yang berkenaan dengan variable-variabel yang digunakan dalam pengumpumpulan data. Apalagi ditambah dengan kondisi merebaknya penyakit flu burung yang menjadikan permintaan terhadap daging ayam merosot tajam. kemudian usaha koperasi juga hanya mencapai 10%. Berdasarkan paparan tersebut maka dalam kajian ini akan dirancang analisis kelayakan ekonomi yang terdiri dari analisis marketing. 2. Untuk itu perlu dilakukan kajian yang mendalam baik dari aspek produksi. Namun masih banyak kendala yang dihadapi para pelaku usaha pada komoditas ini. METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Berkenaan dengan hal itu salah satu industri memiliki potensi untuk dikembangkan dan sebagai penopang kebutuhan pokok rakyat yang berkembang adalah peternakan ayam potong. Pendekatan ini dilakukan agar kajian ini memperoleh hasil yang valid dan komprehensif. Pendekatan kuantitatif diperoleh dari hasil penyebaran kuisioner kepada responden. Hal ini terbukti dengan data yang menunjukkan bahwa hanya 31% pihak UKM yang menerima kucuran kredit. informasi teknologi dan market acces membuat para pengusaha UKM ±umumnya. Sedang untuk BUMN pengusaan aset nasional mampu mencapai 24% dan sisanya sebesar 58% dikuasai oleh 200-300 group usaha besar. permasalahan UKM yang berkaitan dengan sumber daya manusia (human resources). lumrah saja jika fakta penguasaan aset nasional untuk pengusaha golongan ekonomi lemah hanya mencapai 8 %.memposisikan diri untuk ´apatis³ dalam membangun simbiosis yang harmonis dengan pihak intermediary. Akhirakhir ini kenaikan bahan baku menyebabkan tingkat keuntungan pelaku usaha semakin berkurang meski efisiensi biaya produksi telah dilakukan. sementara jika harga dinaikkan dengan kondisi daya beli masyarakat yang makin lemah membuat kehidupan masyarakat kian sulit. produksi dan sumberdaya manusia dan analisis finansial untuk melihat kelayakan usaha ternak ayam potong di wilayah Parung Hijau.

produksi optimum. Aspek Pasar Analisis usaha dapat dilakukan secara kualitatif atau deskriptif kuantitatif untuk mengetahui aspek pasar dan pemasaran. yaitu melakukan penyusunan kelayakan ekonomi dan finansial. Pengembangan bisnis dapat diarahkan dalam rangka meningkatkan omset atau volume penjualan dan untuk meningkatkan efisiensi. Penilaian kelayakan diukur secara kuantitatif dengan menggunakan kuisioner untuk melihat apakah menurut pelaku usaha kegiatan teknis produksi dan operasi yang dijalankan telah layak secara ekonomi. Kebutuhan-kebutuhan inilah yang nantinya akan menjadi dasar bagi tahapan selanjutnya. Secara umum. 2. tenaga kerja. a. proses produksi. teknologi.1. jenis dan mutu. Teknik Analisis Data Setelah data diperoleh dari berbagai kelompok responden serta setelah dilakukan entri dan tabulasi data.Dari populasi yang menjadi subjek dalam kajian ini. Aspek Produksi Analisis teknis berkenaan dengan kegiatan produksi dan operasi yang dijalankan. bahan baku. kendala produksi. kemudian diambil sampel. Faktor-faktor yang yang menjadi pertimbangan dalam aspek produksi seperti sebagai berikut: lokasi usaha. b. fasilitas produksi. § Telah menjalankan usaha yang sejenis selama lima tahun § Data yang diambil merupakan data yang wajar. 3 . Pertimbangan yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah sebagai berikut: § Pelaku UKM yang menjalankan usaha ternak ayam potong di wilayah Parung Hijau. Hasil dari survey dan analisa ini akan menjadi dasar informasi untuk mendesain kebutuhan seperti apa yang harus dipenuhi dari sisi operasional. jumlah. titik tolak dalam alur pikir tersebut adalah penyusunan aspek pemasaran dapat dilakukan setelah pengusaha mempunyai rencana pengembangan bisnis. maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap hasil survei. Responden yang menjadi sampel penelitian untuk masing-masing kegiatan studi kelayakan ekonomi dan finansial UKM dilakukan dengan purposive sampling berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu.

Pasar efektif saat ini. Setelah ditetapkan strategi bisnis yang akan dikembangkan. market size dan market share. positioning dan targeting. penetrasi pasar. pengembangan pasar. pemilihan pola usaha. Strategi pemasaran meliputi kombinasi antara kebijakan mengenai produk. Sebelum menyusun analisis kelayakan finansial maka perlu dibuat ihktisar biaya investasi. tempat. Aspek Finansial Dalam aspek finansial ini akan disajikan informasi tentang biaya investasi. antara lain dapat diketahui melalui identifikasi mengenai jumlah dan karakteristik pelanggan. Hasil yang diinginkan adalah sampai seberapa besar potensi dan peluang pasar yang tersedia serta risiko pemasaran apa yang mungkin muncul apabila rencana bisnis tersebut dapat diimplementasikan. Potensi dan peluang pasar dapat diketahui melalui kajian pasar yang ada saat ini dan pasar potensial. kendala pemasaran. pangsa pasar dan lain-lain. penawaran dan persaingan pasar. Hasil tersebut diharapkan sebagai bahan untuk menyususn target penjualan dan strategi pemasaran yang akan dikembangkan. Pada umumnya sumber informasi untuk mengkaji pasar potensial berasal dari data sekunder dari lembaga terkait. tingkat persaingan. volume penjualan yang ada. c. cash flow dan biaya operasional yang terdiri dari fixed cost dan variable cost. Pada umumnya sumber informasi untuk mengkaji pasar efektif berasal dari data primer (pengusaha dan pihak terkait lainnya). Sedangkan pasar potensial antara lain dapat dikaji melalui data makro permintaan. jalur pemasaran. Aliran kas disusun untuk menunjukan perubahan kas selama 4 . Berikut ini faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam melihat aspek pasar adalah sebagai berikut: permintaan. harga. hambatan pemasaran yang bersifat kebijakan dan non kebijakan seperti monopoli. pengembangan produk dan differensiasi produk. cara pembayaran. kontinuitas penjualan dan permintaan yang belum terpenuhi serta faktor lainnya yang mempengaruhi potensi pasar efektif. tingkat dan perkembangan harga. Cashflow merupakan aliran kas dari suatu usaha yang terdiri dari penerimaan usaha (inflow) dan pengeluaran usaha (outflow). harga dan promosi yang disesuaikan dengan kajian risiko pemasaran dan target penjualan yang diinginkan. segmentasi.Peningkatan omset penjualan dapat dicapai melalui pilihan strategi bisnis yaitu. modal kerja. selanjutnya dilakukan analisis pasar untuk mengetahui kelayakan aspek pasar.

biaya yang dikeluarkan. kas dalam cash flow dibagi menjadi dua macam. Break Even Point Merupakan suatu alat analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar beberapa variabel di dalam kegiatan perusahaan seperti. Inflow yang ada pada industri kecil terdiri dari penerimaan penjualan. Outflow usaha dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu biaya investasi. serta pendapatan yang diterima perusahaan dari kegiatannya. analisis break even point. yaitu arus kas menurut jenis transaksinya yang mengakibatkan terjadinya arus penerimaan kas. 2003: 179). Adapun perhitungan BEP adalah Sebagai berikut: F BEP HARGA JUAL = S = ²²²²²²² 1 ± (VC/S) 5 . Keadaan pulang pokok merupakan keadaan dimana penerimaan pendapatan (total revenue) yang disingkat TR adalah biaya yang ditanggungnya (total cost) yag disingkat TC. dan nilai sisa. (1). Kelayakan investasi dapat diukur dari berbagai kriteria.satu periode tertentu serta memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaannya (Umar. Penentuan break even didasarkan pada persamaan penjualan dengan total biaya. biaya tetap. profitability index. yaitu: § Arus kas masuk (cash Inflow). luas produksi atau tingkat produksi yang dilaksanakan. manfaat tambahan. payback periods. yang dalam hal ini menggunakan. net present value. dan biaya tidak tetap (biaya variabel). benefit/cost ratio. Ketiga penerimaan tersebut yang paling utama adalah penerimaan penjualan karena penerimaan ini bersifat rutin. internal rate of return dan rentabilitas ekonomi. § Arus kas keluar (cash outflow) adalah arus kas menurut jenis transaksinya yang mengakibatkan terjadinya pengeluaran dana kas. Berdasarkan jenis transaksinya menurut Haming dan Basamalah (2003: 67).

maka tidak layak atau tidak dapat dilaksanakan. Semua aliran biaya dan manfaat selama umur ekonomis. dimana : B/C : Benefit/Cost ratio PV Benefit : Present Value dari benefit PV Cost : Present Value dari cost Penilaian kelayakan finansial berdasarkan Net B/C Ratio. 6 . § Net B/C Ratio < 1. diukur dengan nilau uang sekarang. § Net B/C Ratio = 1. maka proyek impas antara biaya dan manfaat sehingga terserah kepada pengambil keputusan untuk dilaksanakan atau tidak. B/C menunjukan manfaat bersih yang diperoleh setiap penambahan satu rupiah pengeluaran bersih.F BEP KUANTITAS = Q = ²²²²²²²± P±V dimana: F = Biaya Tetap VC = Biaya Variabel Total S = Total Penjualan V = Biaya Variabel per unit P = Harga (2). yaitu: § Net B/C Ratio > 1. Benefit/Cost Ratio PV Benefit B/C = ²²²²² PV Cost Merupakan perbandingan antara NPV total dari benefit bersih terhadap total dari biaya bersih. Untuk menghitung B/C ratio dapat digunakan formula berikut. artinya dilakukan discount nilai dikemudian hari dengan suatu discount factor. maka proyek layak atau dapat dilaksanakan.

Untuk mengintepretasikan kelayakan suatu usaha dapat dilihat dari hasil perhitungan NPV. Jika nilai NPV positif maka investasi layak dilakukan. NPV adalah nilai neto sekarang dari dana yang diinvestasikan selama umur proyek. Sebuah investasi diterima/layak jika payback period lebih rendah daripada waktu yang dipersyaratkan. maka alternatrif usulan usaha yang memberikan masa yang terpendek adalah yang terbaik. jika tidak maka proyek itu akan merugi. NPV mencerminkan besarnya tingkat pengembalian dari usulan usaha atau proyek. 7 . Menurut Sofyan (2002: 180). sebaliknya jika negatif maka investasi ditolak atau tidak layak. Payback Period PaybackPeriod adalah Waktu yang dibutuhkan atas suatu investasi yang menghasilkan cash flow yg dapat menutupi biaya investasi yang telah dikeluarkan. NPV juga merupakan perbedaan di antara nilai pasar investasi dan biaya yang dikeluarkannya. teknik ini digunakan untuk menentukan berapa lama modal yang ditanamkan dalam usaha itu akan kembali jika alternatif aliran kas (CF) yang didapat dari usaha yang diusulkan itu akan kembali. Menurut Sofyan (2002: 19). Menurut Kasmir dan Jakfar (2004: 155). Nilai kas bersih merupakan penjumlahan laba setelah pajak ditambah dengan penyusutan (dengan catatan jika investasi 100% menggunakan modal sendiri) Rumus yang digunakan dalam perhitungan payback period adalah sebagai berikut: Payback Period = Investasi = xxx PV Proceeds tahun 1 = xxx Sisa = xxx PV Proceeds tahun 2 = xxx Sisa = xxx dst (4). Discounted cash flow valuation adalah Proses penilaian investasi melalui tingkat diskonto cash flow pada masa datang. Perhitungan didapat dari perhitungan nilai kas bersih (proceed) yang diperoleh setiap tahun.(3). Net Present Value Net Present Value mengukur berapa nilai yang dihasilkan saat ini seandainya menanamkan sebuah investasi. oleh karena itu usulan proyek yang layak diterima haruslah memiliki nilai NPV > 0.

maka usulan proyek diterima. 8 .Kriteria untuk menerima dan menolak rencana investasi dengan metode NPV adalah sebagai berikut: q Apabila NPV > 0. PV Investasi PI = ²²²²²²± Biaya Investasi dimana PI = Profitability Index PV Investasi = Present value investasi f. q Apabila NPV < 0. dan q Apabila NPV = 0. Probability Index Profitability Index (PI) merupakan Perbandingan antara nilai cash flow investasi dengan biaya investasi yang dikeluarkan. (5). maka usulan proyek ditolak. sepanjang setiap benefit bersih diperoleh secara otomatis ditanamkan kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan i yang sama dan diberi bunga selama sisa umur usaha. Internal rate of return (IRR) Internal rate of return (IRR) merupakan tingkat diskonto yang menyebabkan NPV investasi sama dengan nol. Kemungkinan proyek akan diterima atau nilai perusahaan tetap walaupun usulan proyek diterima atau ditolak. IRR dapat juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dari suatu usaha. Dalam kriteria investasi IRR harus lebih besar dari OCC atau opportunity cost of capital agar rencana atau usulan investasi dapat layak dilaksanakan (Sofyan 2002: 178). Sebuah investasi layak jika nilai IRR melebihi tingkat return yang dipersyaratkan. IRR dapat menggambarkan besarnya suku bunga tingkat pengembalian atas modal yang diinvestasikan. sebaliknya jika nilai PI kurang dari ssatu maka investasi ditolak. Suatu investasi dikatakan layak jika nilai PI lebih besar daripada satu.

Tingkat ketersediaan.000 ekor sampai 42. Sedangkan rata-rata produksi berkisar antara 30. diversifikasi budidaya dipertahankan agar produk yang dihasilkan tetap terdifferensiasi. Kinerja profil usaha yang terdiri atas skala usaha dan sistem pengelolaan usaha perusahaan standar. terlihat nilai skor kinerja marketing usaha ayam potong. Kinerja bentuk organisasi perusahaan yang terdiri dari kepemilikan badan hukum dan izin usaha rendah. Jumlah hasil budidaya dan tingkat penyerapannya memiliki kinerja yang positif dalam mendukung usaha. Kinerja tingkat kompensasi perusahaan standar.1. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan tabel 3. Kinerja harga jual hasil budidaya cukup baik. inerja produksi usaha terbak ayam potong di wilayah Parung Hijau. Tahapan. Tingkat persaingan normal dan pesaing potensial mudah memasuki pasar. Kinerja teknologi perusahaan normal. Kualitas budidaya sudah sangat baik. Segmentasi dan penempatan pasar yang dituju kurang baik.601 ekor ayam dan tertinggi sebesar 27.088 ekor.000 ekor jauh di atas nilai titik impasnya. Informasi tentang kinerja manajemen dan sumber daya manusia usaha ternak ayam potong di wilayah Parung Hijau.3. Kemudian dilihat dari nilai break even point penjualan juga memiliki kondisi yang sama dengan nilai RP 323. perusahaan perlu melakukan pemecahan dan fokus terhadap pasar yang dilayani. dengan nilai terendah sebesar 9 . harga jual berfluktuatif dan perubahan harga masih dalam waktu yang longgar meskipun banyak faktor yang mempengaruhi perubahan harga. sumber. secara rata-rata berada di bawah nilai produksi. Nilai break even point terendah dengan nilai 17. perusahaan perlu menciptakan image yang positif di mata konsumen. Nilai Break Event point kuantitas perusahaan sebesar 19. persyaratan dan waktu produksi memiliki kinerja yang positif dalam mendukung usaha. Wilayah dan jalur pemasaran perusahaan cukup baik dan rantai pemasaran perlu ditingkatkan dengan melibatkan banyak pihak. Kinerja tenaga kerja perusahaan sangat positif dalam mendukung usaha. tingkat harga dan pembiayaan bahan baku normal. Aksesibilitas sangat positif.547. dan dipertahankan tingkat kegagalan panen yang rendah. kinerja dan kelayakan finansial usaha ternak ayam potong di wilayah Parung Hijau. Fasilitas Produksi dan Peralatan sangat mendukung usaha. Tidak ada kegiatan promosi.695 ekor. Luas dan relung pasar yang mampu dikuasai perusahaan relatif baik serta posisi perusahaan dalam pasar cukup positif.599.

08 menunjukkan angka yang baik karena lebih besar daripada 1.560 dan tertinggi sebesar Rp 406.379 menunjukkan kondisi yang baik karena total present value lebih besar dibandingkan initial outlay. Ini menunjukkan bahwa waktu pengembalian investasi selama 9. Nilai Payback Period sesesar 9. Net present Value bernilai positif sebesar RP 88. Kinerja ini perlu dipertahankan. Kinerja manajemen dan sumber daya manusia memiliki status merah artinya usaha perusahaan ayam potong di wilayah parung umumnya memiliki kinerja yang kurang baik.000 sampai Rp 924.12 tahun di bawah waktu yang ditetapkan yaitu 10 tahun. Internal rate of return (IRR) sebesar 31. Ini menggambarkan bahwa keuntungan lebih besar dibandingkan biaya yang dikelurkan perusahaan.000. 10 .000. Berdasarkan pengukuran finansial secara keseluruhan menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam layak untuk dilanjutkan. Ini berarti usaha masih layak untuk dijalankan namun kinerja marketing perlu ditingkatkan. 4. Kinerja keuangan usaha ternak ayam potong di wilayah Parung Hijau umumnya baik. Berdasarkan kinerja ini perusahaan perlu melakukan pembenahan yang menyeluruh terhadap aspek manajemen mereka agar usaha memiliki daya saing yang tinggi.16 lebih besar dari satu.533% menunjukkan nilai yang baik karena jauh di atas tingkat bunga yang dipersyaratkan yaitu sebesar 15%.324. Kinerja Produksi secara umum memiliki status berwarna hijau. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dilihat dari aspek ekonomi baik kinerja marketing yang secara umum menunjukkan status berwarna kuning.Rp 193.496.000.12 tahun. Nilai Benefit cost ratio (BCR) sebesar 1. Nilai profitability index sebesar 1.873 jauh di bawah nilai harga jual yang berkisar antara Rp 330.608.

REFERENSI Budi Frensidy. Business Plan. Van. Jakarta. Salemba Empat. Kementerian UKM dan Koperasi. 11 . 2008. Salemba Empat. 2001. 1997. Salemba Empat. John M. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan Edisi Sembilan. Jakarta. James C. Teknik Membuat Perencanaan Bisnis dan Analisis Kasus. Jakarta Freddy Rangkuti. Edisi 7. et. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Laporan Penelitian Decision Support System Kelayakan Ekonomi dan Finansial UKM. Wachowicz. 2008. 2006. Keown J Arthur. Financial Mathematics. Horne. al. Jr.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->