POLIMER & KOMPOSIT

TUGAS

Diajukan guna melengkapi tugas polimer & komposit yang pertama dan salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Studi Teknik (S1) dan mencapai gelar Sarjana Teknik

Oleh

Achmad Hadi Kurniawan NIM 071910101022

TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JEMBER 2008

PROSES PEMBUATAN PLASTIK

I. PENDAHULUAN Dewasa ini, pemakaian plastik sebagai bahan komponen kendaraan bermotor, peralatan listrik, peralatan rumah tangga, dll. semakin meningkat. Peningkatan ini tentu saja karena plastik mempunyai karakteristik dan kelebihan-kelebihan, misalnya : lentur, mempunyai daya serap yang tinggi terhadap beban kejut (impact load) dan getaran (vibration), tahan karat, mudah dibentuk, murah, dll. II. DEFINISI PLASTIK Plastik ialah salah satu bahan baku yang diperoleh melalui proses sintesis dari berbagai bahan mentah, yaitu : minyak bumi, gas bumi dan batu bara. Plastik juga dapat dinamakan bahan organik karena terdiri dari persenyawaanpersenyawaan karbon, kecuali plastik silikon yang mengandung silicium sebagai pengganti karbon (silicium secara kimiawi mirip dengan karbon).

Plastik juga disebut sebagai bahan berstruktur makro molekuler karena bahan tersebut terdiri dari molekul-molekul yang besar (makro). III. STRUKTUR POLIMER PLASTIK Semua plastik (kecuali plastik-silikon) terdiri dari persenyawaan karbon yang membentuk molekul makro. Disamping karbon, masih terdapat elemenelemen lain yang terkandung didalam plastik, yaitu : Hidrogen, Oksigen, Nitrogen, Chlor dan Fluor. Oksigen dan Hidrogen berasal dari bahan mentah (minyak bumi, gas bumi dan batubara). Udara dan air adalah sumber dari Hidrogen, Oksigen dan Nitrogen. Sedangkan Chlor dan Fluor berasal dari garam-garaman (misalnya : NaCl). Secara umum, fabrikasi dari plastik terdiri atas 2 tahap, yakni : 1. Sintesis dari persenyawaan-persenyawaan organik yang mampu bereaksi. Persenyawaan-persenyawaan tersebut berstruktur molekular tunggal (monomer) 2. Penyatuan molekul tunggal yang mampu bereaksi menjadi molekul makro. Substansi semacam ini umumnya disebut dengan polimer. Dalam reaksi

penyatuan tersebut beribu-ribu molekul tunggal dari monomer yang berbentuk gas maupun cair mengikatkan diri satu dengan lainnya menjadi satu molekul makro dari polimer yang berbentuk padat. Proses pengikatan dari dapat berlangsung dalam 3 macam, yakni : Polimerisasi, Polikondensasi dan Poliadisi. Pada Polimerisasi terbentuk molekul-molekul makro yang berbentuk benang yang membelit satu dengan lainnya (tampak seperti benang ruwet). Ketidakteraturan susunan ini dinamakan dengan amorpha. Sebagian molekulmolekul makro dapat memiliki susunan teratur, yakni : susunan satu arah. Susunan yang demikian ini disebut dengan susunan kristalik. Jadi, dengan demikian plastik yang memiliki molekul-molekul makro yang sebagian tersusun secara amorphik dan yang lain tersusun secara kristalik disebut dengan plastik bersusunan kristalik-sebagian. Salah satu ciri dari plastik amorphik yakni : tembus pandang seperti kaca sedangkan plastik kristalik-sebagian itu mempunyai ciri tidak tembus pandang (seperti “santen”-dalam bahasa jawa). Melalui proses Polikondensasi dan Poliadisi akan diperoleh molekulmolekul makro yang tidak lagi saling membelit tetapi saling mengikatkan diri secara stereometrik (3D) yang seolah-olah menyerupai sebuah jala. Tempattempat pengikatan diri tersebut dapat berjarak pendek maupun panjang. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa plastik terdiri dari molekul-molekul makro yang berbentuk benang. Molekul-molekul makro tersebut tersusun secara amorphik, kristalik-sebagian atau jaringan jala. IV. JENIS-JENIS PLASTIK 1. Thermoplast Thermoplast mempunyai susunan molekul benang ruwet dan tanpa ikatan. Molekul-molekul makro bersatu karena adanya gaya yang berasal dari gesekan dan belitan antar molekul. Plastik semacam ini sangat mudah mengalami deformasi (perubahan bentuk) apabila terkena gaya yang relatip kecil karena posisi-posisi molekul mudah bergeser. Susunan molekul yang semula seperti benang ruwet apabila terkena gaya akan berubah secara teratur (searah dengan gaya). Pada temperatur ruang, gaya lekat antar molekul ini relatip besar, artinya : plastik thermo (thermoplast) keras. Dengan naiknya temperatur maka

Susunan jala yang renggang ini terbentuk berdasarkan gaya fisik (yaitu : gaya gesek dan belitan) dan gaya sambung kimiawi yang terdapat pada ikatan-ikatan antara dua molekul makro. Duroplast Duroplast terdiri dari molekul-molekul makro yang membentuk susunan jala yang rapat. pada temperatur tertentu susunan jala yang rapat ini akan mengalami kerusakan dan apabila didinginkan kembali ke temperature semula jala yang telah mengalami kerusakan tidak akan kembali ke susunan atau bentuk semula. Jenis plastik ini apabila dipanaskan maka sifat-sifat mekanisnya hanya mengalami sedikit perubahan. Elastomer Elastomer terdiri dari molekul-molekul makro yang membentuk susunan jala yang renggang. Sebelum dikerjakan dilakukan “pembongkaran susunan jala” (umumnya pencairan) pada duroplast dan dikeraskan serta kemudian melalui pemanasan ataupun pungurangan (penurunan) kekerasan dilakukan pengerjaan akhir (pembentukan ke bentuk yang diinginkan). yaitu : molekul-molekul makro yang tersusun “ruwet” dapat diluruskan dengan sebuah gaya dan apabila gaya .berkuranglah gaya lekat antar molekul. Ikatan antara dua molekul makro pada elasthomer memiliki jarak satu dengan lainnya yang relatip besar bila dibandingkan dengan duroplast. Pada proses pendinginan plastik yang mula-mula berada dalam keadaan cair melalui tahap lunak dan elastis menjadi material keras. Berdasarkan sifat mampu diubah melalui pemanasan tersebut. 3. artinya plastiknya menjadi lunak dan akhirnya mencair. Perubahan keadaan ini dapat diulangi tanpa batas. jenis plastik ini dinamakan dengan thermoplast (thermoplast = panas-bahasa Yunani). Gaya sambung kimiawi tersebut apabila mengalami kenaikan temperature maka akan mengecil. Apabila dipanaskan lebih lanjut maka molekul-molekul makro akan mudah bergerak. Oleh karena itu jenis plastik ini dinamakan dengan duroplast (duros = keras-bahasa Yunani). Meskipun demikian. 2. belitan molekul mengendorkan dari dan plastik menjadi elastis. Susunan jala ini terbentuk berdasarkan gaya sambung kimiawi. Kedua jenis gaya itulah (Fisik dan kimiawi) yang menentukan sifat dari elastomer.

insert yang panjang. yang berfungsi sebagai Anti Sealing.tersebut dihilangkan maka susunan molekul makro akan kembali ke susunan semula. ketebalan. Optical brighteners (bahan pencerah) MB KCB PP adalah salah satu produk kami yang berfungsi sebagai agen additive untuk membuat cerah atau bright. 3. apabila elastomer dipanaskan melebihi batas temperatur yang diizinkan dan kemudian didinginkan lagi maka elastomer akan rusak seperti pada duroplast. bau gosong karena terkena tekanan panas temperatur tinggi. Stiffness agent Micro Powder dan Gel Mpp/MT adalah bahan additive untuk polymer/plastic/karet yang berfungsi untuk membuat produk menjadi keras/Stiff. Pewangi plastic (Parfume Plastic) Parfume Plastic dipakai pada industri plastic daur ulang/recycle. Dibawah ini merupakan contoh dari macam-macam plastic: 1. Fungsi utamanya adalah untuk menghilangkan bau plastik yang gosong. yaitu : susunan “ruwet”. PEMILIHAN BAHAN PLASTIK Untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan sifat-sifat fisik yang diinginkan bentuk desain produk. extruder dll. 2. dapat juga diaplikasikan pada product jadi/plastic manufacturer. . Tetapi meskipun demikian. untuk diaplikasikan ke industri plastik injeksi. V. luas penampang. tuntutan ukuran(toleransi) yang harus dipenuhi dan pemilihan material merupakan faktor yang berpengaruh. Top Clud-nya menjadi bagus. Dalam hal ini penentuan bahan dari macam-macam plastic sangatlah dibutuhkan. bau plastik pada sampah daur ulang. Tahan pecah atau Banting dan membuat produk plastik menjadi lebih bening/transparant/clear. MB 5932 (One Pack Additive) MB 5932 adalah salah satu bahan additive dalam satu kemasan (One Packaging Additive) yang terdiri dari beberapa bahan additive. film. sheet. 4. Sifat elastik seperti pada karet inilah yang menjadi alasan mengapa jenis plastik ini dinamakan elastomer.

6. Bahan additive ini sangat cocok dipakai pada proses injeksi plastik. sehingga bahan baku (plastik-polymer-karet) yang ada tidak lengket pada Mould. 3. Fungsi utamanya adalah sebagai bahan untuk Release Agent. elektro. sebagai pengganti spary/semprotan. elektronik dll. Dapat juga dipakai dalam industri pembuatan komponen pesawat terbang. Keterangan Gambar : 1. Sangat cocok dipakai di industri pembuatan kabel-kabel listrik. 4. supaya jika terjadi kebakaran.5. Flame Retardant Solaris FR 10-2 adalah bahan additive yang ditambahkan kekompon plastik supaya tidak mudah terbakar/menyala. bahan yang terbakar tersebut mudah mati. . 5. 6. 2. Mould Release agent Kluger Sil 75 adalah salah satu nama dagang dari beberapa type yang ada.

3. Blowing molding. Metode Blow molding Blow molding merupakan suatu metode mencetak benda kerja berongga dengan cara meniupkan atau menghembuskan udara kedalam material/bahan yang menggunakan cetakan yang terdiri dari dua belahan mold yang tidak menggunakan inti (core) sebagai pembentuk rongga tersebut. Mold plastik pada prisipnya adalah suatu alat (tool) yang digunakan untuk membuat komponen-komponen dari material plastik dengan sarana mesin cetak plastik. Untuk memperlancar proses peniupan proses ini dilengkapi dengan pisau pemotong pipa plastik yang baru keluar dari extruder head. Berdasarkan Material Plastik yang digunakannya Plastic Molding dapat dibedakan atas beberapa jenis yaitu: 1. Contoh hasil produksi yang dapat dikerjakan dengan metode ini adalah bentuk Gelas dan botol. Injection molding. Proses tersebut seperti gambar dibawah ini: .VI. Material yang sudah terbentuk akan mengeras dan bisa dikeluarkan dari mold hal ini karena Mold dilengkapi dengan saluran pendingin didalam kedua belahan mold. 2. Extrusion molding 4. Transfer molding. Material plastik akan keluar secara perlahan secara perlahan akan turun dari sebuah Extruder Head kemudian setelah cukup panjang kedua belahan akan mold akan di jepit dan menyatu sedangkan begiah bawahnya akan dimasuki sebuah alat peniup (blow Pin) yang menghembuskan udara ke dalam pipa plastik yang masih lunak. sehingga plastik tersebut akan mengembang dan membentuk seperti bentuk rongga mould-nya. 5. PENGERTIAN PLASTIC MOLDING (MOLD PLASTIK) Secara umum pengertian Plastic molding adalah Proses pembentukan suatu benda atau produk dari material plastik dengan bentuk dan ukuran tertentu yang mendapat perlakuan panas dan pemberian tekanan dengan menggunakan alat bantu berupa cetakan atau Mold. Compression molding.

4. Oleh motor Srew berputar sambil menarik butiran plastik mengisi ruang Heater. . Proses Pengisian butiran Plastik dari Hopper kedalam Heater. Saat plastik menempel pada dinding mold seperti pada tahap ke II maka udara dengan tekanan tertentu ditiupkan kedalam mold. Produk dikeluarkan setelah produk dingin. Proses peniupan udara. Proses pengeluaran produk.1. dengan cara salah satu cavity plate membuka. Proses pemanasan butiran plastik kedalam heater. Setelah butiran plastik meleleh dan membentuk seperti pasta maka plastik diinjeksikan kedalam mold 3. 2.

3.jenis ini terdiri dari dari suatu rongga (cavity) yang dalam dengan sebuah plunger yang mengkompresikan/memadatkan material kompoud pada bagian bawah mold pemberian material disesuaikan dengan kapasitasnya baik dengan cara menimbang sehingga menghasilkan produk yang baik dan seragam. dan karena tipisnya akan segera mengeras/beku sehingga menghindari meluapnya material lebih banyak.akan tetapi tinggi bidang batas dibatasi. Landed Positive Mold .mirip dengan tipe diatas . Positive mould . Jadi biasanya mold akan di isi material sepenuhnya sampai luapan yang terjadi sebanyak yang diijinkan. Flash type Mold . maka akan menghasilkan reaksi kimia yang bisa mengeraskan material thermoseting tersebut. 2. saat mold menutup maka material sisa yang kemudian meluap akan membentuk lapisan parting line/plain (land B). Apabila panas dan tekanan yang ada diteruskan.jenis ini bentuknya sederhana. murah.Metode Compression molding (Thermoforming) Compression molding (Thermoforming) merupakan metode mold plastik dimana material plastik (compound plastic) diletakan kedalam mold yang dipanaskan kemudian setelah material tersebut menjadi lunak dan bersifat plastis. Proses compression molding dapat dibedakan atas empat macam yaitu : 1. maka bagian atas dari die atau mould akan bergerak turun menekan material menjadi bentuk yang diinginkan. Material Thermosetting diletakan kedalam mold yang bersuhu antara 300 derajat Franheit hingga 359 derajat Franheit dan tekanan mold berkisar antara 155 bar hingga 600 bar.bagian “land” bekerja menahan tekanan (bukan bagian .

yaitu suatu lubang dengan bentuk profill. Karena ketebalan material terkontrol dengan baik. dan setelah mencapai panjang tertentu akan dipotong dengan pemotong yang melengkapi mesin extrusi tersebut. dan memaksanya keluar dengan tekanan melalui sebuah forming die (extruder head or hole).Produknya). Butiran kecil material plastik oleh gerakan srew dimasukkan kedalam silinder heater dipanaskan untuk diubah menjadi material kental seperti pasta.merupakan kombinasi antara flash type dan landed positive mold. yaitu suatu lubang dengan bentuk profill tertentu itu akan keluar dan diterima oleh sebuah conveyor dan dijalankan/ditarik sambil didingikan. Berikut ini contoh proses Extrusion molding : 1. Metode Extrusion molding Extrusion molding mempunyai kemiripan dengan injection molding. . Pada prinsipnya juga ada bagian mesin yang berfungsi mengubah material plastik menjadi bentuk lunak (semifluida) seperti pasta dengan cara memanaskannya dalam sebuah silinder. Didalam silinder Heater atau pemanas. Semi positive mold . lalu dengan tekanan tertentu dimasukkan melalui sebuah forming die (extruder head atau hole). sehingga profil yang terbentuk akan mengeras. maka kepadatan benda kerja tergantung dari posisi pengisian yang diberikan. 4. hanya pada extrusion molding ini material yang akan dibentuk akan berupa bentukan profil tertentu yang panjang. 2. butiran plastik berubah menjadi cair.

Metode Transfer molding Transfer molding merupakan proses pembentukan suatu benda kedalam sebuah mold (yang tertutup) dari material thermosetting. Produk ditarik atau dikeluarkan dan diterima oleh sebuah conveyor dan dijalankan/ditarik sambil didingikan. yang mampu menahan panas dan gesekan dari material yang diproses. sesuai dengan keinginan kita dan bisa dipasang dan diganti-ganti karena dilengkapi dengan holder. Bentuk extruder head (forming) ini bisa bermacam-macam. yang disiapkan .3. sehingga profil yang terbentuk akan mengeras. sehingga bisa merata keseluruh bagian/panjang profil yang dihasilkan. Tentu saja bagian ini harus dibuat dari bahan baja pilihan yang dikeraskan. Berikut ini contoh produk-produk yang dihasilkan dengan extrution molding.pendinginan benda kerja dilakukan dengan menyemprotkan udara pada profil yang berjalan.

mold designer dan molder/operator untuk menentukan toleransi. jadi bukan perubahan kimiawi sehingga memungkinkan untuk mendaur ulang material sesuai dengan kebutuhan. mold akan dibuka dan benda jadi akan dikeluarkan dengan ejector. Proses transfer moulding terdiri atas dua type yaitu: sprue Type dan plunger tipe. Metode Injection molding Proses injection molding merupakan proses pembentukan benda kerja dari material compound berbentuk butiran yang ditempatkan kedalam suatu hopper/torong dan masuk kedalam silinder injeksi yang kemudian didorong melalui nozel dan sprue bushing kedalam rongga (cavity) dari mold yang sudah tertutup. dikonsultasikan secara baik dengan product designer. Material yang sangat sesuai adalah material thermoplastik dan karena pemanasan material ini akan melunak dan sebaliknya akan mengeras lagi bila didinginkan.kedalam reservoir dan memaksanya masuk melalui runner/kanal kedalam cavity dengan menggunakan panas dan tekanan. Perubahan– perubahan ini hanya bersifat fisik. Jenis plunger memerlukan tekanan yang lebih kecil dibandingkan dengan tipe sprue. Setelah beberapa saat didinginkan. Pada proses transfer molding dibutuhkan toleransi yang kecil pada semua bagian mold. Material plastik yang dipindahkan dri silinder pemanas biasanya suhunya . sehingga sangat perlu dalam pembuatan mold.

membutuhkan temperatur rendah. Semakin lunak formulasinya. sebaliknya yang memiliki formulasi lebih keras butuh temperatur tinggi.berkisar antara 177 derajat Celcius hingga 274 derajat Celcius. Hal ini dikerjakan dengan mengalirkan cooling yang mengelilingi cavity dalam mold plate dengan suhu cooling . Proses kerja mold injeksi berkisar antara 35 detik yang terdiri atas beberapa tahap seperti kedua gambar dibawah ini : Untuk mempercepat proses pengerasan/pembekuan material yang telah di Injeksi ke dalam cavity maka mold selalu didinginkan sehingga produk cepat dikeluarkan dari mold tanpa rusak/cacat. Setiap material memiliki karakter suhu molding.disemprotkan kedalam mold. Semakin panas suhunya. dengan demikian berarti memperpendek cycle time-nya. Bentuk-bentuk partikel yang sulit. besar dan jumlah cavity yang banyak serta runner yang panjang menyebabkan tuntutan temperatur yang tinggi atau naik. yang berarti kandungan plastis tinggi. plastik/material itu akan semakin encer (rendah viskositasnya) sehingga semakin mudah diinjeksi.

Mould dengan runner yang terisolasi Keuntungan tipe ini adalah temperatur cairan yang masuk stabil. Untuk pekerjaan-pekerjaan khusus kadang-kadang juga diperlukan perlakuan panas mold plate (menjaganya pada suhu tertentu) sampai dengan 170 derajat Celcius. Berdasarkan jumlah pelatnya umumnya mold injeksi dibagi atas dua type yakni tipe two plate and three plate mold seperti pada gambar dibawah ini: Berdasarkan jenis runner mold injeksi dapat dibedakan atas beberapa tipe antara lain: 1. Mold konvensional dengan runner dingin (cold runner) 2. tidak memerlukan kepressian yang tinggi tentang keseimbangan runner.antara 30 derajat hingga 70 derajat. Pembuatan mold injeksi membutuhkan tooling cost atau biaya peralatan yang tinggi namun memiliki “cylce time” atau waktu produksi yang lebih cepat dibandingkan dengan proses yang lainnya. Namun jenis . Dengan pertimbangan waktu produksi yang cepat maka biaya tiap bagiannya akan menjadi lebih murah apalagi jika berjalan secara otomatis.

Namun tipe ini membutuhkan desain dan produksi yang rumit sehingga biayanya juga tinggi. . Pada pembahasan mengenai mould injeksi ini penulis akan batasi pada jenis cold runner two plate khususnya pada pembuatan mold tangki radiator.ini memerlukan biaya produksi dan perawatan yang tinggi serta desain dan pengoperasiannya yang rumit. Mold hot runner Keutungan jenis mould ini adalah waktu pemanasan awal berkurang dan cocok untuk cavity yang besar dan jumlah banyak. 3.

Submarine or Tunnel Gate Keterangan 1. Automatically Trimmed: a. Sering disebut juga sebagai band gate (film gate). b. Manually Trimmed : a. Metode ini Biasannya digunakan untuk pada mold satu cavity. Sprue gate c. Sprue gate . Pinpoint Tab Gate b.Metode paling tua dan paling sederhana.Selain terdiri atas beberapa jenis runner injeksi mold juga terdiri dari berbagai tipe gate. Beberapa tipe atau jenis gate yang biasanya digunakan dalam injection mold antara lain : 1. Fan or flash type gate . Fan Gate b. sprue dan ejector. Tab Gate e. Direct of Pin Gate d. Mannually trimmed : a. rata tetapi besar atau lebar. dimana material disemprotkan langsung melaluoi sprue tanpa melalui runner. Edge Gate 2.cocok untuk benda kerja yang tipis. .

d.digunakan untuk benda kerja yang berbentuk annular dan rata. Pekerjaan finishing tinggal memotong bentuk disk-nya yang membentuk gate. dan menyebabkan plastik panas itu mudah masuk ke dalam cavity. e. Ring type gate . karena bentuk runner dan gate-nya mengelilingi core. dan masuk ke dalam cavity secara bersama. Jadi metupakan kebalikan dari sistem ring gate yang memasukkan material dari pinggir lingkaran menuju benda kerja. . Biasanya menghasilkan bentuk yang bagus. Bagian sprue-nmya langsung ke bentuk disk atau piringan dan material mengalir dari pusat ke segala arah menuju cavity untuk menghindari pengelasan.sesuai untuk benda-benda kerja yang berbentuk silindris dan berlubang.c. mengurangi “sink mark” (kerutan akibat ketebalan material yang tidak sama). Disk atau Diagram gate .Gate kecil antara dinding dan ujung runner yang berbentuk bulat penuh itu akan menaikkan suhu atau temperatur dari material. sehingga juga memperbaiki stabilitas ukuran benda kerja. Tab gate (flash and Square) .

dan sudut kemiringannya. Pin point gate . Blade ejector atau pisau Blade ejector digunakan untuk mengeluarkan produk yang mempunyai ribb atau penguat yang tipis dan panjang. Stripper plate ini . Bentuk-bentuk 1. Sleeve Ejector lain ejector terdiri atas beberapa tipe antara lain : Sleeve Ejector digunakan untuk benda yang sirkular (silindris dan berlubang ditengahnya dan mempunyai ketebalan benda yang tipis. Automatically trimmed : a. gate. Bentuk runner-nya adalah bulat dan ujungnya berbentuk bola dan diteruskan oleh gate tersebut masuk ke dalam cavity. sehingga sangat mengurangi (waktu) pekerjaan finishing. Ejector tersebut melingkari core pin dan menyentak produk diseluruh sudut.2.cocok untuk material polystyrene. Inti atau core itu sendiri dipasang pada ejector plate.bentuknya menyerupai terowongan kerucut dari runner ke dalam cavity. Tunnel (sub marine gate) . Untuk itu perlu dicermati konstruksi dan ukuran dari runner. Tujuannya adalah untuk memisahkan produk terhadap runner secara otomatis pada saat produk didorong keluar. b. 3. stripper plate atau pelat peyentak stripper plate digunakan untuk mengeluarkan produk yang core-nya berbentuk taper dengan menggunakan pelat secara akurat disekeliling core. 2.

Etilena kemudian direaksikan dengan gas klor menghasilkan etilena diklorida (CH2ClCH2Cl). PVC PVC dihasilkan dari dua jenis bahan baku utama: minyak bumi dan garam dapur (NaCl). Akhirnya. yang berupa bubuk halus berwarna putih. 4. Keuntungan dari tipe ini yakni bekas ejector tidak nampak. Masih diperlukan satu langkah lagi untuk mengubah resin PVC menjadi berbagai produk akhir yang bermanfaat.merupakan solusi yang mahal karena dibutuhkan ketepatan ukuran sehingga tidak mudah terjadi flashing (jebret). Disk ejector Disk ejector digunakan untuk mengeluarkan produk yang besar. Bentuk sprue yang umum digunakan dalam injection molding adalah seperti pada gambar dibawah ini : VII. Seperti halnya tepung terigu . Proses cracking/pemecahan molekul etilena diklorida menghasilkan gas vinil klorida (CHCl=CH2) dan asam klorida (HCl). Penampakan resin PVC sangat mirip dengan tepung terigu. melalui proses polimerisasi (penggabungan molekul yang disebut monomer. termasuk etilena ( C2H4 ). sementara garam dapur diolah melalui proses elektrolisa menjadi natrium hidroksida (NaOH) dan gas klor (Cl2). sirkular dan tipis. dalam hal ini vinil klorida) dihasilkan molekul raksasa dengan rantai panjang (polimer): polivinil klorida (PVC). CONTOH PLASTIK a. Minyak bumi diolah melalui proses pemecahan molekul yang disebut cracking menjadi berbagai macam zat. Dan resin PVC memang dapat dianalogikan seperti tepung terigu: keduanya tidak dapat digunakan dalam bentuk aslinya.

dan lain-lain. 2. ketahanan terhadap sinar ultra violet (bahan polimer/plastik cenderung rusak jika terpapar oleh sinar ultra violet yang terdapat pada cahaya matahari). misalnya produk pipa. . misalnya: 1. artinya dipanaskan dan dialirkan melalui suatu cetakan berbagai bentuk. PVC dapat direkayasa hingga bersifat keras untuk aplikasi-aplikasi seperti pipa dan botol plastik. Compound PVC kemudian dapat diproses dengan berbagai cara untuk memenuhi ratusan jenis penggunaan yang berbeda. kekuatan mekanik transparansi.yang harus diolah dengan mencampurkan berbagai kandungan lain hingga menjadi kue tart dan berbagai jenis roti yang menarik. sehingga dihasilkan produk memanjang yang profilnya mengikuti bentuk cerakan tersebut. computer. kabel dan lain-lain. lentur dan tahan gesek seperti pada produk sol sepatu. PVC dapat diekstrusi. PVC dapat juga direkayasa sehingga tahan panas dan tahan cuaca untuk penggunaan di alam terbuka. Compound adalah resin PVC yang telah dicampur dengan berbagai aditif yang masing-masing memiliki fungsi tertentu. Dengan segala keluwesannya. resin PVC juga harus diolah dengan mencampurkan berbagai jenis zat aditif hingga dapat menjadi berbagai jenis produk yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. kefleksibelan bahan. housing bagi produk-produk elektronik seperti TV. sehingga siap untuk diproses menjadi produk jadi dengan sifat-sifat yang diinginkan. dash board. hingga bersifat fleksibel/lentur dan relatif tipis seperti aplikasi untuk wall paper dan kulit imitasi. PVC juga dapat di lelehkan dan disuntikkan (cetak-injeksi) ke dalam suatu ruang cetakan tiga dimensi untuk menghasilkan produk seperti botol. Sifat-sifat yang dituju meliputi warna. PVC cocok untuk jenis produk yang nyaris tak terbatas dan setiap compound PVC dibuat untuk memenuhi kriteria suatu produk akhir tertentu. monitor dll. Satu tahap penting lagi sebelum resin PVC bisa ditransformasikan menjadi berbagai produk akhir adalah pembuatan compound/adonan (compounding).

wall paper . resin PVC yang terdispersi dalam larutan juga dapat digunakan sebagai bahan pelapis/coating. Sisir plastic Ada 2 macam kelompok besar plastik: 1. Proses kalendering menghasilkan produk berupa film dan lembaran dengan berbagai tingkat ketebalan. biasanya dicampur dengan bahan lain seperti: . Berarti dari jenis termoplastik Peralatan plastik dibuat dari bijih plastik. kekenyalan. dll. kemudian diinjeksi ke dalam cetakan.Pewarna -Tambahan lain untuk mengejar sifat tertentu. sebelum jadi bahan baku industri hanya dianggap sebagai sebagai sampah (ampas) minyak. Dalam teknik cetak-tiup (blow molding). Selesai. Kalau tetap juga dipanasi dengan suhu lebih tinggi akan terbakar. Asal bersih dan dari jenis . misalnya untuk lapisan bawah karpet dll. Dulu.Hancuran plastik bekas . biasanya dipakai untuk produk alas lantai.Untuk produksi kecil. Setelah terjadi polimerisasi. Pencetakan hanya dilakukan 1 kali saat pembuatan. Thermosetting 2. Sisir plastik kebanyakan melelh jika dipanasi. lelehan PVC ditiup di dalam suatu cetakan sehingga membentuk produk botol. Dalam membuat peralatan plastik. tidak akan meleleh lagi saat dipanasi seperti halnya thermoplastik. seperti kekerasan. b.3. 4. bijih plastik bisa menggunakan hancuran plastik bekas. atau agar murah. Bijih plastik didapat dari proses penyulingan minyak bumi. Proses pembuatan plastik dengan cara memanaskan bahan plastik. Setelah dingin cetakan dibuka. misalnya. Finishing sedikit untuk membuang sisa dari saluran dan batas cetakan yang tidak rata. Thermoplastic Plastik thermosetting tidak bisa meleleh lagi jika dipanaskan.

Perusahaan gabungan antara Cargill Inc. yaitu kuat. Karena bahan ini dibuat dari gula tumbuhan. Plastik dari Tumbuhan P elet P LA Sebuah polimer baru yang dirancang oleh Cargill Dow Polymers. Selain itu. pencetakan dilakukan dengan meniupakan udara di dalam rongga cetak. c. Setelah para pecinta lingkungan mulai menunjukkan kepedulian akan merosotnya persediaan bahan bakar dan menghilangnya lahan pembuangan. Berlawanan . yaitu polylactide (PLA). Untuk peralatan berongga seperti botol plastik. dan Dow Chemical Company ini telah mengembangkan sebuah teknologi yang disebut NatureWorks™ (Pekerjaan Alam) untuk menghasilkan plastik dari tumbuhan seperti jagung atau gandum. menggabungkan sifat terbaik dari bahan alami dan bahan buatan. entah karena terlalu mahal atau lebih rendah mutunya dibanding dengan produk yang sudah ada. maka bahan ini menggunakan sumber yang dapat diperbaharui dan dapat diuraikan kembali sepenuhnya. Polimer tersebut.termoplasik saja. bahan ini juga mempunyai sifat-sifat yang sama dengan plastik biasa yang terbuat dari hidrokarbon. Tetapi usaha-usaha yang terdahulu untuk menciptakan plastik yang terbuat dari tumbuhan gagal karena produk baru yang dihasilkan kalah bersaing. lentur dan murah harganya. para pengusaha pabrik sudah mencoba untuk mengembangkan beberapa bahan alternatif untuk pengganti plastik biasa yang terbuat dari hidrokarbon.

yang selanjutnya diubah menjadi PLA. karpet sampai popok. menghasilkan asam laktat.dengan itu. PLA sangatlah menguntungkan dibanding dengan plastik biasa dalam hal harga dan kualitasnya. Sebuah proses pengentalan khusus menghasilkan produk sementara yang disebut lactide. menurut Cargill Dow. Barang-barang yang terbuat dari PLA itu terdiri dari pakaian. Cargill Dow terutama memajukan kualitas PLA yang ramah lingkungan. Prosesnya melibatkan langkah-langkah berikut: 1. Pembuatan polimer ini memerlukan 30 sampai 50 persen lebih sedikit bahan bakar daripada pembuatan plastik biasa. Zat tepung dipisahkan dari bahan mentahnya seperti jagung. kantung sampah and plastik tembus pandang pada amplop surat. kekenyalan. dan diproses menjadi dekstrosa mentah. Teknologi NatureWorks™ mengambil zat tepung dari tumbuhan dan memecahkannya menjadi gula-gula yang lebih sederhana. Sifat-sifat fisik PLA membuatnya sangat sesuai khususnya untuk kemasan film seperti pembungkus makanan. Dengan kemampuannya untuk memisahkan (isolator) dan keefektifannya dalam menjaga rasa dan aroma. bahan ini juga dapat digunakan untuk wadah makanan cepat saji. 2. Polimer ini juga . wadah es krim. 3. Lactide ini dimurnikan dan dicairkan sehingga dapat menjalani polimerisasi dan membentuk polylactide. Hasil akhir dari proses ini terdiri dari butiran-butiran kecil yang bisa berbeda-beda beratnya dan kekristalannya tergantung bagaimana hasil akhir ini akan digunakan. 4. dan sifat menyerap kelembaban. PLA juga dapat dipintal menjadi serat yang memadukan sentuhan yang lembut. Dekstrosa ini mengalami fermentasi. dan kemasan makanan lainnya.

Di tahun 1970-an. Sebagai contoh. dan sel surya merupakan contoh barang-barang elektronik yang memanfaatkan plastikplastik tersebut. yakni molekul raksasa yang dibangun dari pengulangan atom-atom karbon (monomer karbon). Alan J Heeger. Mereka menggunakan plastik yang terbuat dari polimer organik terkonjugasi (polimer organik yang ikatan ganda-duanya berselang-seling dengan ikatan tunggalnya) dan menambahkan pengotor kimia untuk mengubah sifat listrik plastik tersebut. material sintetik yang dapat dilelehkan dan dibentuk menjadi bermacam-macam bentuk. Alan G McDiarmid. dioda emisi cahaya (LED). dan Hideki Shirakawa (pemenang Nobel Kimia 2000) berhasil mentransformasikan plastik dari berupa insulator menjadi konduktor (pengantar listrik). Jendela "pintar" yang secara otomatis dapat menjaga kesejukan gedung dari panasnya sinar Matahari. yang artinya mudah dibentuk.melepaskan lebih sedikit karbondioksida. Plastik telah digunakan dalam semua bidang. Sejak itu. plastik digunakan sebagai pembungkus kabel tembaga (karena sifat insulatornya) yang melindungi manusia dari sengatan listrik. polimer ini dibuat sepenuhnya dari sumber alam yang dapat diperbaharui dan dapat diuraikan kembali sepenuhnya. Plastik-plastik konduktor dan atau semikonduktor telah berhasil dibuat dan digunakan sebagai material alternatif untuk logam dan semikonduktor anorganik konvensional. d. Dan yang terpenting. penelitian terhadap sifat kelistrikan plastik (dari material organik terkonjugasi) berkembang pesat. Kata plastik sendiri berasal dari bahasa Latin plasticus. Plastik dibuat dari polimer organik. Plastik Superkonduktor Kita pasti tidak asing lagi dengan plastik. .

Tantangan utama dalam pembuatan plastik superkonduktor adalah mengatasi keacakan struktur inheren plastik-mirip dengan keacakan untaian mi yang telah dimasak-yang mencegah interaksi-interaksi elektronik yang penting untuk superkonduktivitas. New Jersey. plastik superkonduktor tersebut termasuk superkonduktor lemah dan suhu . Politiofena adalah salah satu jenis polimer organik terkonjugasi yang berupa semikonduktor pada suhu ruang sehingga telah digunakan dalam pembuatan komponen optoelektronik terintegrasi dan sirkuit terintegrasi (IC). mereka mampu membuat tumpukan film (lapisan tipis) politiofena yang luar biasa rapi (remarkably well-ordered). Transistor tersebut menghasilkan medan listrik yang dapat mengeluarkan elektron dari film politiofena. Pada suhu minus 455 derajat Fahrenheit (2. Pembuatan plastik superkonduktor yaitu plastik yang tidak memiliki hambatan di bawah suatu nilai tertentu. Sebagai pengganti pengotor kimia (yang diketahui dapat merusak kerapian film politiofena).35 K). Mereka mampu mengatasi tantangan itu melalui pembuatan larutan yang mengandung plastik. Amerika Serikat.Meskipun konduktivitas dan semikonduktivitas material plastik telah diinvestigasi secara ekstensif. mirip dengan tumpukan untaian mi yang belum dimasak. ternyata jauh lebih sulit. mereka menempatkan film politiofena pada lapisan aluminium oksida dan elektroda-elektroda emas pada peralatan elektronik yang dikenal sebagai field-effect transistor. barulah tantangan tersebut dapat diatasi oleh Dr Bertram Batlogg dan koleganya dari Bell Laboratories di Murray Hill. namun superkonduktivitas material ini belum pernah dilaporkan. sehingga elektron tersisa lebih mudah bergerak dan mengantarkan listrik. plastik politiofena tersebut bersifat superkonduktor. Dibandingkan dengan material superkonduktor lain. Setelah dua puluh tahun. Dengan metode penataan sendiri (self-organization). politiofena.

Walaupun demikian. Walaupun usia plastik superkonduktor baru sekitar satu tahunan dan belum diaplikasikan. e.kritisnya (suhu di mana material menjadi superkonduktor) jauh di bawah suhu tinggi. Superkonduktor suhu tinggi bekerja pada suhu sampai minus 200 derajat Fahrenheit (sekitar 145 K). plastik superkonduktor diyakini lebih murah dan lebih mudah dibuat serta dibentuk daripada material superkonduktor lain. Sampah plastik dapat menjadi berguna kembali setelah sampah plastik tersebut didaur ulang. para peneliti Bell Labs tersebut mencatat bahwa plastik superkonduktor pertama yang telah mereka temukan memungkinkan diaplikasikan dalam bidang elektronika superkonduksi dan komputer masa depan yang menggunakan kalkulasi mekanika kuantum. Di akhir artikelnya. Zhenan Bao. Bahkan. kimiawan yang terlibat dalam penelitian tersebut. mengklaim bahwa metode yang mereka kembangkan dapat membuat material organik lain menjadi superkonduktor. Daur ulang plastik Daur ulang plastik adalah melakukan proses dasar daur ulang untuk mengolah sampah plastik menjadi pellet atau bijih plastik yang merupakan lagi bagi kehidupan . Batlogg dan kawan-kawan optimistis dapat meningkatkan suhu kritis plastik superkonduktor tersebut dengan cara mengubah struktur molekuler plastik itu. Untuk itu. namun yang pasti pencapaian ini merupakan terobosan yang membuka cakrawala baru ilmu dan teknologi superkonduktor. Daur Ulang Sampah Plastik Sampah plastik adalah bahan buangan yang terbuat dari plastik yang sudah tidak terpakai dan tidak bermanfaat manusia.

bahan dasar pembentuk plastik menurut produk yang diinginkan. jenis bahan baku yang digunakan menentukan jenis bijih plastik yang dihasilkan. Dalam proses ini. . Bahan baku daur ulang dengan kualitas satu merupakan plastik yang belum pernah didaur ulang sebelumnya atau hanya pernah sekali saja didaur ulang .

material/ benda asing yang tidak diharapakan 2. 2. Bagian proses sortir bahan baku yang menggunakan tenaga manusia. A. Bagian proses yang menggunakan mesin. .• Tahapan proses daur ulang digolongkan menjadi 2 bagian besar. Produksi Bijih Plastik 1. Pemotongan Proses ini dilakukan untuk mengurangi ukuran material dan mempermudah proses selanjutnya. Sortir Merupakan proses pemisahan yang pertama kali dilakukan. yaitu: 1. dengan cara memotong atau merajang plastik dalam bentuk asalnya (kantong atau lembaran plastik). Pada proses ini dilakukan pekerjaan untuk memisahkan bahan baku yang datang dan membuang masuk ke dalam proses.

3. 3. Penyaringan Dilakukan dengan lembaran besi yang dilobangi sebesar kira-kira 4mm di seluruh permukaannya. Pendinginan Setelan berbentuk silinder. material dilewatkan pada air dingin sebagai media pendingin. Masih menggunakan media air untuk asing keluar dari proses. Pengeringan Secara mekanik yaitu dengan memeras material dengan gerakan memutar sehingga air dapat keluar Dengan menguapkan air pada suhu tertentu agar bahan benar-benar terbebas dari suhu yang melekat 4. Prewashing Untuk memisahkan material-material asing terutama agar tidak ikut dalam proses selanjutnya. yaitu: a. . Pemanasan Material yang telah bersih dari pengotor dilelehkan dengan proses pemanasan material pada suhu 200 C. Suhu panas dihasilkan oleh heater. Pencucian Tujuan : agar tidak menggangu proses penggilingan. Selanjutnya lelehan dialirka untuk menuju proses penyaringan 5. ulir menanjak yang berputar pada putaran Materi dicuci kembali oleh tinggi sehinggga hasil dari friksi dapat melepaskan material asing yang masih terdapat pada bahan. Menggunakan media cair sebagai sarana mencuci material dan membawa material asing keluar dari proses b. 6. Diharapkan lelehan plastik akan melewati saringan ini untuk menghasilkan lelehan plastik berbentuk silinder membawa material panjang yang nantinya akn dipotong-potong. Pencucian Tahap 2: Menggunakan mesin friction water. Pencucian terdiri dari 2 tahap.

Bagian kompresi berfungsi untuk melelehkan. Pembungkusan dan Pemeriksaan Dilakukan [embungkusan terhadap material kering dalam karung plastik Pemeriksaan untuk mengetahui apakah proses produksi berjalan baik. Pada ujung ekstruder. . mencampur. lelehan f. untuk menghasilkan ekstrudat dengan Bagian-bagian Screw Bagian umpan berlekuk saluran terdalam. Pellet (bijih besi) dimasukkan lewat corong. 8.7. dan mengempa resin. serta mendorong balik udara yang terikut ke bagian umpan. Proses Pembuatan Kantong Plastik Pembuatan kantong plastik menggunakan metode ekstruksi. lelehan melalui die bentuk sesuai keinginan. kemudian didorong ke screw baja dan dialirkan di sepanjang bejana barrel untuk dipanaskan. Pencetakan/Penggilingan Pencetakan bijih plastik dilakukan dengan membentuk plastik menjadi berbentuk mie dengan diameter 4 mm.

CONTOH PRODUK PLASTIK 1.Bagian metering memberi tekanan balik dan mengukur penyaluran lewat die sehingga output seragam dan terkontrol. VIII. Botol Plastik .

Kantong Plastik .2. Pipa PVC 3.

blogspot.DAFTAR PUSTAKA ONLINE 1. http://www.chem-is-try.com/kompas-cetak/0208/16/iptek/plas33.co..com/question/index. http://www2._ylt=AkrrcP3Y7HGZL5qiNT V6w3LJRAx.chem-is-try.com/2008/02/mengenal-plastic-molding-moldplastik.yahoo.htm . http://www.kompas.org/?sect=artikel&ext=73 6._ylv=3?qid=20080217185713AAQ493W 2. http://id. http://okasatria.org/?sect=artikel&ext=50 5.id/wmkbandung/sell 3.answers. http://indonetwork.html 4.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca. sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Proses Pembuatan Plastik” selesai tepat pada waktunya. 6 April 2008 Penyusun . Bapak Soemardji. dan dibantu dengan pustaka online yang berhubungan dengan penulisan laboran ini. Serta teman-teman Jurusan Teknik Mesin Akhir kata tiada gading yang tak retak.KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Ramat serta hidayah-Nya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laboran ini tidak akan dapat terselesaikan dengan baik tanpa adanya bantuan baik berupa dukungan moril dan material juga rangkaian keputusan kebijaksanaan dari berbagai pihak. Jember. Dimana materi dari penyusunan makalah ini berdasarkan teoriteori yang telah didapat dibangku kuliah. selaku Dosen Mata Kuliah Polimer dan Komposit 2. karena itu penulis menerima kritik dan saran yang bersifat membangun. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis igin mengucapkan tarima kasih kepada yang terhormat: 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful