P. 1
Kesalahan Penulisan Surat Menyurat

Kesalahan Penulisan Surat Menyurat

|Views: 1,340|Likes:
Published by hendraagung

More info:

Published by: hendraagung on Oct 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

Ahmed Faisal Erlangga Hendrik Abdul Hakim Stefanus

1

2 .BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Apakah dalam kegiatan surat menyurat di dinas pemerintahan desa sudah menerapkan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar? 2. Kegiatan membuat surat dinas ini lazimnya menjadi tugas seorang sekretaris desa.2 RUMUSAN MASALAH 1. Untuk itu sudah sewajarnya jika aturan atau kaidah-kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi syarat mutlak bagi setiap penulisan salah satu dari jenis surat yang telah disebutkan. Apa perbedaan antara surat keluar untuk instansi lain dengan surat keluar untuk masyarakat? 1. Tapi kenyataan di desa-desa tertentu. Bagaimana sistem atau aturan yang digunakan dalam kegiatan surat menyurat yang diadakan didnas pemerintahan desa? 4.1 LATAR BELAKANG Kegiatan surat-menyurat dinas desa merupakan salah satu bentuk kegiatan kedinasan yang tidak bisa di anggap remeh. tidak menutup kemungkinan kegiatan penulisan surat ini dikerjakan sendiri oleh seorang kepala desa atau perangkat desa yang lain. Untuk mengetahui kesalahan-kesalahan apa yang sering ditemukan dalam surat menyurat. Bermacam-macam surat yang dibuat aparat pelaksana administrasi desa tentu saja merupakan jenis-jenis surat kedinasan yang bersifat resmi.3 TUJUAN PENULISAN 1. dengan adanya suatu alasan tertentu pula. 2. Kesalahan-kesalahan apa yang sering ditemukan dalam kegiatan surat menyurat dalam pemerintah desa? 3. Untuk mengetahui penerapan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kegiatan surat menyurat di dinas pemerintahan desa.

Dengan harapan bisa memperoleh gambaran lebih detail dan rinci terhadap objek penelitian. Untuk mengetahui bagaimana sistem atau aturan yang digunakan dinas pemerintahan desa. Untuk mengetahui apa perbedaan antara surat keluar untuk instansi lain dengan surat keluar untuk masyarakat. 4. dan difokuskan pada penggalian data-data kualitatif. 3 .3.4 METODE PENULISAN Makalah ini disusun dengan metode deduktif induktif yaitu ditulis berdasarkan hasil studi pustaka dan penelitian lapangan. 1.

Surat harus disusun dengan teknik penyusunan surat yang benar. jelas dan eksplisit. bentuk kata. baik tentang ejaan. jelas. pemilihan kata. Syarat-syarat surat yang baik sebagai berikut: 1. kuning kerts tembus untuk perbal. Hal itu menguntungkan kedua pihak.BAB II PEMBAHASAN 2.yaitu: Penyusunan letak bagian-bagian surat (bentuk) yang tepat sesuai dengan aturan atau pedoman yang telah ditentukan Pengetikan yang betul. maupun kalimat. wajar. cermat. Isi surat harus dinyatakan secara ringkas. Bahasa yang digunakan harus benar atau baku sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. 5. sopan dan menarik. Untuk itu bahasa surat haruslah logis. Sedapat mungkin dihindari pemakaian kata-kata asing yang sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Bahasa surat haruslah efektif. bersih dan rapi Pemakaian kertas yang sesuai dengan: Ukuran Jenis tembusan Warna rahasia. Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah:   itu.1 DASAR TEORI Surat resmi adalah surat yang dikeluarkan oleh instansi-instansi tertentu. 4. hemat. Memahami kedudukan masalah yang dikemukakan. yaitu: Penerima dapat memahami isinya dengan tepat dan tidak ragu-ragu Pengirim memperoleh jawaban secara cepat apa yang dikehendakinya 3. biru muda kertas untuk tembusan intern. Juga harus dihindari gaya yang kedaerah-daerahan. Memahami peraturan-peraturan yang berkaitan dengan masalah : putih HVS untuk lembar asli. dan merah muda HVS untuk surat : kuarto berukuran 21x29 cm : HVS untuk lembar asli dan kertas tembus (doorslag) untuk 4 . 2.

Jelas Jelas berarti tidak samar-samar. baik tentang pmakaian kata-katanya maupun kalimatnya. lugas.  Mengetahui posisi dan bidang tugasnya. Menggunakan kata-kata resmi (bukan kata sehari-hari) 5. mudah. Sederhana Sederhana berarti bersahaja. Kalimat bervariasi b. Bahasa efektif Bahasa efektif ialah bahasa yang secara tepat dapat mencapai sasarannya. c. Ringkas Kalimat yang ringkas umumnya lebih tegas dan mudah dipahami sedangkan kalimat yang panjang biasanya lemah dan kabur serta tidak cepat dipahami maksunya. 4. Menggunakan kata sapaan atau kata ganti d. Menggunakan kata-kata yang sopan atau halus c. tidak mendua makna atau tidak menimbulkan salah paham. Untuk itu hendaklah dipakai katakata yang biasa dan lazim 2. tidak berbelit-belit. tidak meragukan. Bahasa efektif dapat dikenali dari pemakaian bahasa yang: 1. Sopan Dalam surat-surat resmi bahasa sopan itu dapat dicapai dengan beberapa cara sebagai berikut: a. Hal-hal lainnya yang berkaitan dengan ketatausahaan. Kalimat bervariasi Paragraph induktif Gaya bahasa 5 . tidak membosankn dan dapat mengesankan pada angan-angan pembaca. Menarik Menarik berarti dapat membangkitkan perhatian. Dalam surat menyurat resmi untuk menarik perhatian dapat digunakan a. 3. b.

Bentuk indented 6 . Salam penutup 10. Bagian-Bagian Surat: 1. baik atas nama pribadi maupun kedudukannya dlam organisasi/instansi. Inisial 14. Tembusan atau tindasan 13. Bentuk lurus penuh (full block style) 2.Definisi Surat • Ditinjau dari wujudnya Surat adalah kertas bertulis yang memuat bahan komunikasi yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain. Hal atau perihal 6.isi surat dan penutup surat 9. Alamat yang dituju 7. • Ditinjau dari fungsinya Surat adalah alat komunikasi dalam jarak relatif jauh dalam bentuk bahasa tulis. Lampiran 5. Bentuk lurus (block style) 3. Bentuk setengah lurus (semi block style) 4. Tanda tangan dan nama terang penanggung jawab surat 12. Nama perusahaan atau organisasi 11. Nomor surat 4. Salam pembuka 8. Tanggal surat 3. Kepala surat atau kop surat 2. Stempel perusahaan atau organisasi Macam-Macam Bentuk Surat: 1. Tubuh surat. meliputi pembuka surat.

Dalam hal ini kami mengambil dua contoh Kelurahan di Kotamadya Malang yaitu Kelurahan Blimbing dan Kelurahan Ketawanggede. 2. Pihak kelurahan tidak memiliki kewenangan untuk merubah format dan bahasa yang digunakan. 7 . Secara umum naskah kedinasan di tingkat desa tersebut dapat dibedakan dua jenis. naskah dinas dalam bentuk himbauan dan kedua. susunan surat dan bentuk surat sudah ditetapkan dari pusat atau sudah sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota.1 Penerapan Kaidah Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Berdasarkan penelitian yang kami lakukan di dua kelurahan di Kota Malang yaitu Kelurahan Blimbing dan Kelurahan Ketawanggede penulis memperoleh informasi bahwa penerapan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar telah diterapkan dalam pembuatan surat menyurat kedinasan.2.2 PENYAJIAN DATA 2. sebagai pedoman dalam penulisan surat menyurat sehari-hari. Mereka hanya menggunakan juklak (petunjuk pelaksana). 2. Bentuk official 6.2.2. naskah dinas dalam bentuk surat. Naskah dinas yang berbentuk himbauan meliputi semua kebijakan yang dibuat untuk mengatur segala urusan pemerintahan yang meliputi antara lain keputusan Kepala Desa atau Kelurahan dan instruksi Kepala Desa atau Kelurahan. Bentuk paragraf menggantung 2.2 Kesalahan-Kesalahan yang Ditemukan Dalam Kegiatan Surat Menyurat Menurut para pelaksana administrasi pemerintahan desa tidak terjadi kesalahan pada penulisan surat menyurat di dinas pemerintahan tersebut namun ada beberapa kesalahan yang memang sedikit sepele namun tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penggunaan bahasa.5.3 Sistem dan Aturan yang Digunakan Dinas Pemerintah Desa Pada dasarnya setiap Dinas Kelurahan di Kabupaten Malang masih menggunakan pedoman surat-menyurat yang ditentukan Pemkot dalam setiap mengadakan korespondensi baik kepada masyarakat atau instansi lainnya. Pertama.

maka ada dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh setiap pemakai bahasa Indonesia supaya bahasa yang digunakan adalah bahasa yang baik dan benar. tentu atas ijin kepala desa yang bersangkutan. kebanyakan selalu ada saja penduduk desa yang mendatangi balai desa untuk meminta surat tertentu. Syarat-syarat penggunaan Bahasa Indonesia 8 . Namun dalam keadaan tertentu. misalnya karena kepala desa sedang berhalangan. 2. Pada setiap harinya. surat pengantar dan surat perjanjian. Berdasarkan sudut pandang tersebut jika maksud yang hendak disampaikan seseorang sudah bisa ditangkap oleh orang lain.2.4 Perbedaan Antara Surat Dinas Resmi dengan Surat untuk Masyarakat Secara umum naskah kedinasan di dua kelurahan tersebut memiliki dua jenis naskah dinas yaitu naskah dinas dalam bentuk peraturan perundangundangan meliputi semua bentuk keputusan atau ketetapan pemerintah desa berkaitan dengan kebijakan yang dibuat untuk mengatur segala urusan pemerintahan. surat edaran. Dari sekian banyak jenis surat dinas tersebut surat paling sering di minta penduduk adalah surat pengantar dan surat keterangan. berarti orang tersebut telah menggunakan bahasa dengan baik dan benar. Berdasarkan uraian tersebut. Tetapi mengingat situasi berbahasa itu bermacam-macam.3 ANALISIS DATA Fungsi bahasa yang paling utama adalah untuk menyampaikan maksud seseorang kepada orang lain. 2. sekretaris desa juga diberi wewenang untuk melakukan penandatanganan atas nama kepala desa atau kelurahan. surat keterangan. tidak selamanya kondisi penggunaan bahasa yang sudah dianggap benar tersebut adalah baik. Berikutnya yaitu naskah dinas dalam bentuk surat yang menyangkut semua surat-surat dinas meliputi. kemudian ditandatangani oleh kepala desa. Semua naskah dinas yang dibuat di tingkat desa pada umumnya dibuat oleh sekretaris desa.Naskah dinas dalam bentuk surat pada dasarnya menyangkut semua suratmenyurat dinas yang dibuat oleh Pemerintah ditimgkat Desa atau Kelurahan.

dan dari. Pada kegiatan penulisan surat dinas desa. pemahaman sebaik-baiknya mengenai kaidah bahasa Indonesia. penulisan partikel dan kata depan. yaitu pertama. Pada situasi bahasa tertentu penerapan aturan-aturan tertentu berkaitan dengan pemakaian bahasa memang mutlak diperlukan. penerapan aturan-aturan penulisan memang sudah ditetapkan oleh pemerintah kota. masih ada 9 . artinya.yang baik dan benar yakni meliputi. Misalnya pada aktivitas surat-menyurat dinas pemerintahan desa. digunakannya huruf kapital yang seharusnya tidak dipergunakan. baik itu penulisan ejaan maupun sistematika penulisannya. tidak digunakannya huruf kapital. Kesalahan penulisan kata depan masih sering dijumpai dalam berbagai praktik penulisan. 2. Beberapa aturan yang lain yaitu mengatur bagaimana cara menulis huruf kapital. hanya beberapa surat yang melakukan kesalahan penulisan kata depan yang benar. 1990:170). dan memahami benar situasi bahasa yang digunakan. ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya. Kesalahan penulisan kata depan Pada aturan bahasa Indonesia yang baku telah dijelaskan bahwa kata depan di. Kesalahan penulisan huruf kapital Pada praktik pembuatan surat dinas desa. ke. kesalahan serupa juga banyak dilakukan oleh para pembuat surat Pada arsip-arsip surat desa yang kami teliti. seperti “kepada” dan “daripada” (Santoso. Terkadang banyak orang yang kesulitan dalam membedakan mana yang termasuk kata depan dan mana yang bukan. kesalahan penulisan huruf kapital atau huruf besar sering ditemukan menjadi salah satu bentuk kesalahan yang dilakukan oleh sekretaris desa. Apabila kaidah-kaidah bahasa tersebut dilanggar. kecuali pada gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata. dan kedua. Berkaitan dengan huruf kapital ini ada dua kesalahan umum yang ditemukan. serta berbagai aturan lainnya. maka dapat dikatakan telah terjadi kesalahan pada praktik penggunaan bahasa yang berkaitan dengan kegiatan penulisan surat di dinas pemerintahan desa. tata cara pemisahan suku kata. Adapun kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan surat menyurat meliputi: 1.

kata “beserta” ditulis “berserta”. berarti kalimat itu salah. penulisan atau pemilihan kata yang benar dan tepat ternyata juga menjadi persoalan bagi para sekretaris desa. banyak pula ditemukan kasus pemilihan kata yang sebenarnya kurang cocok dengan topik yang sedang ditulisnya. atau karena terjadi kesalahan dalam penulisannya. Seringkali kata digunakan secara tidak tepat dalam membentuk sebuah kalimat. Misalnya. kesalahan yang sering dilakukan berkaitan dengan masalah kata adalah kesalahan penulisan kata berkaitan dengan masalah imbuhan. Secara umum. mereka banyak menyamakan antara di dan ke yang merupakan kata depan dan di dan ke yang merupakan afiks. Atas dasar ketentuan-ketentuan itu. Penulisan atau pemilihan kata yang tepat sangat penting dalam penyusunan sebuah kalimat. dan kesalahan pemilihan kata. kesalahan akibat penulisan atau pemilihan kata yang dilakukan dapat berakibat pada kesalahan kalimat yang sedang akan disusun. 3. Kesalahan penyusunan kalimat Selain karena faktor kesalahan kata. Dalam berbagai kasus. Kesalahan penulisan atau pemilihan kata Pada proses pembuatan surat dinas. artinya. 4. Adakalanya seorang sekretaris desa menuliskan sebuah kata dengan ejaan atau huruf yang keliru. maupun berupa kalimat ternyata berdasarkan segala sesuatu yang menerangkan (M) selalu diletakkan di belakang yang diterangkan (D). Ketidaktepatan penggunaan kata tersebut bisa disebabkan karena artinya yang kurang cocok. kesalahan sebuah kalimat juga bisa disebabkan karena persoalan penyusunan. Menurut penyelidikan susunan kata dalam bahasa Indonesia yang berupa kata majemuk. Di sisi lain. Pada praktik penulisan surat dinas desa sering ditemukan 10 . menjadi permasalahan ketika digabungkan dengan kata lain dalam sebuah satuan yang lebih kompleks.beberapa sekretaris desa yang masih kurang memahami kaidah penulisan kata depan yang benar. kesalahan penulisan ejaan kata-kata tertentu. maka apabila terjadi susunan kata dalam suatu kalimat tidak sesuai atau menyimpang dengan ketentuan tersebut.

surat ijin. surat panggilan. antara lain surat biasa. pada dasarnya menyangkut semua surat menyurat dinas yang dibuat oleh pemerintah desa atau kelurahan. surat pengantar. surat perintah. Tetapi untuk surat-surat semacam keputusan dan perundangundangan. Secara umum naskah kedinasan di tingkat desa tersebut dapat dibedakan dua jenis. antara lain surat biasa. surat edaran. surat perintah. naskah dinas dalam bentuk himbauan atau peraturan dan kedua. Berbagai jenis surat dinas yang pembuatannya kerap menjadi tugas pemerintah desa. surat undangan. 11 . naskah dinas dalam bentuk surat. surat undangan. dan surat kuasa. surat kuasa. hendaknya harus ditandatangani sendiri. Naskah dinas dalam bentuk surat. dan lain-lain. Surat-surat yang bisa ditandatangani sekretaris desa untuk mewakili kepala desa atau kelurahan. surat ijin. Naskah dinas dalam bentuk surat pada dasarnya menyangkut semua suratmenyurat dinas yang dibuat oleh Pemerintah ditimgkat Desa atau Kelurahan. Naskah dinas yang berbentuk himbauan meliputi semua kebijakan yang dibuat untuk mengatur segala urusan pemerintahan yang meliputi antara lain keputusan Kepala Desa atau Kelurahan dan instruksi Kepala Desa atau Kelurahan. surat edaran.pelanggaran terhadap aturan penyusunan kalimat seperti yang telah dijabarkan tersebut. selama ada yang menjabat sebagai kepala desa atau kelurahan. Dalam penelitian yang kami lakukan di dua contoh Kelurahan di Kotamadya Malang yaitu Kelurahan Blimbing dan Kelurahan Ketawanggede. surat pengantar. surat keterangan. dapat dikategorikan menjadi berbagai jenis. surat perjanjian. Pertama. surat panggilan. surat keterangan.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. Selain itu pengangkatan pelaksana administrasi desa harus sesuai dengan kualitas dan keahlian yang dibutuhkan instansi tersebut.1 KESIMPULAN Secara umum penelitian yang kami lakukan di dua Kelurahan di kota Malang. 12 . Tidak satupun pelaksana administrasi desa yang tidak melakukan kesalahan penulisan surat dalam ukuran kualitas dan kuantitas tertentu karena mereka hanya berpedoman pada juklak (Petunjuk Pelaksana). setelah kami analisis masih banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukan para pelakana administrasi desa yang dalam penerapan kaidah bahasa Indonesia masih jauh dari kesempurnaan. yaitu Kelurahan Ketawanggede dan Kelurahan Blimbing menunjukkan bahwa mereka menganggap tidak memiliki kesalahan. 3.2 SARAN Untuk menghindari kesalahan-kesalahan surat menyurat yang sering terjadi di pemerintahan desa maka para pelaksana administrasi desa diberikan pelatihan mengenai seluk beluk korespondensi yang baik dan benar. Padahal.

DAFTAR PUSTAKA • • • • Sumardi.1997. Soedjito.id Persada. Kesulitan Surat Menyurat. Korespondensi Niaga Bahasa Indonesia. www. dari Widagdho. 1997. 1994.ac. Surat Menyurat Resmi Bahasa Indonesia. Solchan TW. Bahasa Indonesia. Grafindo Malang. Djoko. Malang. Jakarta: PT. 13 . Diakses tanggal 18 November 2007.journal-unair.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->