BAB V METODE PENELITIAN SURVEY Oleh: Pawit M.

Yusup Dalam kamus disebutkan pengertian survey, yaitu tindakan mengukur atau memperkirakan. Namun dalam penelitian survey lebih berarti sebagai suatu cara melakukan pengamatan di mana indikator mengenai variabel adalah jawaban-jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan kepada responden baik secara lisan maupun tertulis. Survey biasanya dilakukan satu kali. Peneliti tidak berusaha untuk mengatur atau menguasai situasi. Jadi perubahan dalam variabel adalah hasil dari peristiwa yang terjadi dengan sendirinya. Penelitian survey termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif (lihat Rachmat, 1987), meskipun dalam survey sudah banyak dikembangkan menjadi penelitianpenelitian yang sudah mulai melakukan ‘inferensial’, melakukan prediksi tertentu. Contoh soal: Sensus penduduk biasanya dilakukan setiap lima tahun dan menjelang pemilihan umum. Di antara sensus yang dilakukan lima tahun sekali, biasanya dilakukan SUPAS (survey penduduk antar sensus). Karena hanya survey, maka berlaku teknik sampling. Tidak semua pendudiuk dijadikan responden. Dalam hal ini hasil survey diharapkan sanggup ‘menginferens, meramalkan dalam tingkatan tertentu terhadap situasi dan kondisi kependudukan pada umumnya. Pada halaman berikutnya adalah bagan proses survey. Bagan seperti ini tidak harus selalu tetap alurnya, namun pada umumnya tidak akan berbeda jauh dengan kenyataan di lapangan, yaitu kegiatan sebelum, selama, dan setelah melakukann kegiatan penelitian di lapangan. Prosedurnya cukup rumit dan terkadang membingungkan peneliti, karena banyaknya arus atau alur kerja yang perlu dijalani. Mulai dari tahap merumuskan masalah hingga menyangkut penentuan wilayah penelitian, pengumpulan data dan analisis data, serta interpretasi data. Disamping itu masalah perijinan juga tidak bisa dianggap sepele, karena tanpa ijin dari instansi terkait, biasanya kegiatan penelitian mendapat banyak hambatan. Survey sampling Survey sampling artinya kegiatan survey yang menggunakan sampling. Di sini maksudnya adalah tidak semua unit analisis dalam populasi diamati satu per satu, akan tetapi hanya sebagian saja, yang diwakili oleh sampel. Proses pengambilan sampel dikenal dengan teknik sampling. Ukuran sampel bisa beragam karena bergantung kepada berbagai faktor dan pertimbangan, baik teknik maupun statistik. Istilah teknis Objek (atau subjek) penelitian disebut unit analisis, bisa berupa orang secara perorangan, kelompok, desa, kota, wilayah, jajaran katalog kartu, nomor klasifikasi, buku, dsb. Jumlah keseluruhan unit analisis ini disebut populasi atau universe. Setiap entitas (satuan) dari populasi yang merupakan sasaran sampling disebut sampling element (unsur sampling), baik tunggal maupun kolektif. Sedangkan yang dimaksud dengan kerangka sampling adalah daftar semua unit yang digambarkan dalam sampling secara lengkap. Kalau populasinya adalah jumlah penduduk kota Bandung, maka kerangka samplingnya adalah seluruh penduduk tersebut dari nomor satu hingga ke nomor terakhir. Misalnya 3 juta penduduk. Berat bukan, jika tidak dilakukan sampling. 1

Sampel dan populasi dalam survey Lihat pembahasan mengenai teknik sampling. 2 .Sampel adalah sebagian dari penduduk yang secara sampling ditetapkan menjadi unit sampling. Secara teknis hal ini akan dibicarakan pada bagian tersendiri. Misalnya hanya 2500 orang. Itu adalah contoh sampling.

uji hipotesis Peroleh ijin Sediakan dana Kumpulkan data. teoretis Meninjau teori terdahulu Publikasi hasilhasil Memilih variabel Studi percontohan Definisi konsep Penemuan kesimpulan Susun pertanyaan Studi percontohan Perbaiki pertanyaan. ajukan pertanyaan Buat kode jawaban. definisi Uji validitas dan reliabilitas Menyusun jadwal wawancara atau kuesioner Melatih pewawancara Tetapkan populasi Tetapkan sampel Kesimpulan statistik Analisis data. reduksi Gambar: Bagan proses survey 3 .Perbaiki teori Kepentingan praktis.

4 . atau juga hipotesis penelitian yang dirumuskan. (c) Responden menolak bekerja sama atas dasar pengalaman masa lalu. ada baiknya peneliti mengantisipasi kemungkinan adanya kesalahan yang sering terjadi berkaitan dengan pelaksanaan pengumpulan data dari responden. (e) Responden orang ‘penting’ dan sering merasa tahu akan apa yang akan ditelitinya. atau disebut juga daftar pertanyaan (terstruktur). serta diyakinkan bahwa tidak akan ada nama responden di dalamnya. Katakan kepadanya bahwa penelitian ini semata-mata untuk pengembangan ilmu. namun kita akan menggunakan istilah generiknya yaitu kuesioner. atau merasa itu bukan bidang minatnya. Disebut juga dengan istilah pedoman wawancara (interview schedule). peneliti bisa menggunakan instrumen lain. Pemecahannya adalah menghindari pertanyaan yang sensitif. Pemecahannya adalah mengatakan bahwa dialah satu-satunya orang yang bisa memberikan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini. dan bukan untuk kepentingan lain. Ini jarang terjadi di negeri kita. beri pengertian bahwa responden dalam hal ini turut berjasa dalam membantu penelitian ini. Namun jika hal seperti ii terjadi. (b) Responden merasa terganggu dengan adanya informasi yang dirasa menyerang dirinya atau kepentingannya. Upayakan untuk meyakinkan responden bahwa ini beda. (b) Relevansi pertanyaan dengan studi: betul (c) Relevansi pertanyaan dengan responden: betul. misalnya dengan mengatakan bahwa hanya dialah orang satusatunya yang bisa memberikan informasi tentang masalah ini. relevan pertanyaan dengan responden secara perorangan. (f) Responden menjawab dengan pertimbangan normatif. Kuesioner ini biasanya berkaitan erat dengan masalah penelitian. Katakan kepadanya bahwa jawaban apapun dari responden itu penting. Cara pemecahannya adalah dengan metode menyanjung orang penting tadi. dan tidak ada yang salah dalam menjawab. berpikir baik atau jelek.. (g) Responden merasa takut akan ‘kebodohannya’ dalam menjawab pertanyaan ini. atau bahkan mencari sumber data yang lain. Tentu saja dengan kata-kata yang baik dan sopan.Membuat kuesioner Salah satu instrumen pengumpul data dalam penelitian adalah kuesioner. (d) Responden yang tergolong dirinya kelompok minoritas sehingga merasa lelah karena sering dijadikan kelinci percobaan (guinea pig). Sebelum mebuat kuesioner. misalnya takut dirilis di media massa. (h) Responden mengatakan tidak ada waktu untuk menjawabnya. Alternatif pemecahannya antara lain adalah menyampaikannya dalam pengantar bahwa penelitian yang akan dilakukan benar-benar untuk tujuan nonkomersial. sebagai berikut: (a) Responden sering menganggap wawancara tidak masuk akal dan bahkan sering menganggapnya sebagai dalih (subterfuge) untuk tujuan-tujuan tertentu misalnya komersial. Beberapa permasalahan yang mungkin dan bahkan sering terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya adalah sebagaimana disarankan oleh Bailey (1987). Selain itu nama responden juta tidak perlu dicantumkan. Persyaratan lain dalam membuat kuesioner (a) Relevansi kuesioner: Relevansi pertanyaan dengan tujuan studi.

Anda pernah melakukan hubungan seks sebelum nikah?. Bisa Anda sebutkan orangnya?. (4) jawaban-jawaban relatif lebih lengkap karena sudah dipersiapkan sebelumnya oleh peneliti. Kami datang untuk menyelidikinya. Di sini peneliti tidak memberikan satupun alternatif jawaban. atau manakala peneliti ingin melihat bagaimana dan mengapa 5 . yakni: (1) sangat mudah bagi responden untuk menebak setiap jawaban. dan apakah anda juga sering mencoreti buku milik perpustakaan untuk kepentingan penjelasan secara khusus?. bahkan sering secara langsung dapat dikoding dari pertanyaan yang ada. Responden tinggal memilih alternatif jawaban yang dianggapnya sesuai. Sedangkan pertanyaan dengan jawaban tertutup adalah sebaliknya. (2) responden merasa frustrasi dengan sediaan jawaban yang tidak satu pun yang sesuai dengan keinginannya. ada juga kelemahannya.Kegagalan-kegagalan dalam membuat kuesioner: (a) Luncuran pertanyaan ganda: Jangan menanyakan satu masalah dalam satu pertanyaan. Bisa dibayangkan bahwa jika semua pertanyaan dijawab dengan setuju. meskipun sebetulnya mereka tidak memahami masalahnya. Pertanyaan dengan jawaban terbuka adalah pertanyaan yang memberikan kebebasan penuh kepada responden untuk menjawabnya. (b) Kuesioner dengan jawaban terbuka: Keuntungannya antara lain adalah: (1) dapat digunakan manakala semua alternatif jawaban tidak diketahui oleh peneliti. Pertanyaan seperti ini biasanya dijawab secara langsung dengan kata ‘setuju’. Pertanyaan jenis ini termasuk kategori sensitif. (3) responden lebih merasa yakin akan jawaban-jawabannya. menurut presiden. sehingga hal ini dapat menghemat tenaga dan waktu. yakni pertanyaan terbuka. Contoh. Contoh. oleh karena itu tolong jawab dengan sejujurnya pertanyaan-pertanyaan kami. Di daerah ini sering terjadi perampokan dan penodongan di malam hari. Meskipun demikian. dan (5) analisis dan formulasinya lebih mudah jika dibandingkan dengan model kuesioner dengan jawaban terbuka. (2) jawabanjawabannya jauh lebih mudah dikoding dan dianalisis. dan gabungan tertutup dan terbuka. kita harus mengencangkan ikat pinggang dalam menghadapi krisis ekonomi yang berkepanjangan ini. terbuka. Anda setuju. apakah anda sering menyobek buku di perpustakaan selagi tidak ada pengawas yang melihatnya. bukan?. atau. bahkan kurang ajar. (d) Pertanyaan yang menakut-nakuti: Contoh. (a) Kuesioner dengan jawaban tertutup: Salah satu keuntungannya untuk kuesioner ini adalah sebagai berikut: (1) jawaban-jawaban bersifat standar dan bisa dibandingkan dengan jawaban orang lain. (3) sering terjadi jawaban-jawaban yang terlalu banyak sehingga membingungkan responden untuk memilihnya. yaitu semua alternatif jawaban responden sudah disediakan oleh peneliti. (4) tidak bisa mendeteksi adanya perbedaan pendapat antara responden dengan peneliti karena responden hanya disuruh memilih alternatif jawaban yang tersedia. terutama bagi mereka yang sebelumnya tidak yakin. Anda tentu mengetahui peristiwa pembunuhan yang terjadi beberapa waktu lalu di daerah ini. Kuesioner tertutup dan terbuka Ada dua jenis pertanyaan dalam kuesioner. (c) Pertanyaan sensitif: Hati-hati dengan pertanyaan sensitif seperti contoh berikut: Anda pernah melakukan onani?. (b) Pertanyaan yang mengaahkan: Hindari bentuk pertanyaan seperti ini. karena andalah yang paling dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP).

(c) Susunlah pertanyaan dengan pola susunan yang saling berkaitan satu sama lain secara logis. (2) membolehkan responden untuk menjawab sedetil atau serinci mungkin atas apa yang ditanyakan peneliti. meskipun tidak mutlak. bisa dilakukan pengelompokan ulang atas semua jawaban responden pada alternatif terbuka tadi. tidak bertele-tele. namun harus berpatokan kepada kemungkinan adanya hubungan tertentu antara tema yang satu dengan tema yang lain. Dalam hal ini pendapat responden dapat diketahui dengan baik oleh peneliti. (f) Gunakan pertanyaan secara singkat dan jelas. jawabanjawaban dari responden atas pertanyaan lanjutan ini akan sangat membantu memperdalam wawasan peneliti. (Responden menjawab dengan tulisan sendiri pada alternatif yang terbuka ini). Pertanyaan kontingensi Maksudnya adalah bentuk pertanyaan yang masih ada kelanjutannya. …………… ) untuk diisi sendiri oleh responden sesuai dengan pendapatnya secara bebas. Kita bisa melihat bahwa sebenarnya jawaban responden tersebut sama atau hampir sama dengan alternatif nomor (3) menambah wawasan.jawaban responden serta alasan-alasannya. maka sering digunakan pertanyaan model gabungan antara keduanya. (c) Kuesioner dengan jawaban tertutup dan terbuka (gabungan): Untuk menjembatani kekurangan-kekurangan seperti tadi. juga perlu disediakan alternatif terbuka (c. Jenis pertanyaan seperti ini dimungkinkan adanya. Dengan model tertutup dan tebuka. (b) Pertanyaan-pertanyaan yang mudah sebaiknya ditempatkan pada bagian awal kuesioner. ada pertanyaan. Susunan pertanyaan Ada aturan umum dalam menyusun urutan pertanyaan yang dibuat. Anda pernah mabuk?. (4) ………… menambah pengetahuan. (d) Susunlah pertanyaan sesuai dengan susunan yang logis. Dalam mengolah data untuk model terakhir ini. Atau bisa juga peneliti melihat ulang apakah jawaban responden yang terakhir itu sebenarnya sudah termasuk ke dalam salah satu alternatif jawaban yang tersedia. Contoh sebuah pertanyaan sederhana dengan alternatif jawabannya: Tujuan Anda berkunjung ke perpustakaan adalah: (1) mengerjakan tugas-tugas akademik. Jika pernah. disamping disediakan alternatif jawaban oleh peneliti. bagaimana rasanya?. yakni sebagai berikut: (a) Pertanyaan sensitif dan pertanyaan model jawaban terbuka sebaiknya ditempatkan di bagian akhir kuesioner. runtut. 6 . semua kekurangan seperti tadi bisa diatasi. dan tidak meloncat-loncat dari tema satu ke tema yang lain. Misalnya dalam satu pertanyaan. Hal ini sangat baik untuk menambah pengetahuan peneliti akan masalah yang diutarakannya. tidak setujukan Anda terhadap aborsi?. setujukah Anda terhadap aborsi? Sementara itu di tempat lain. Misalnya. Misalnya. (2) mencari informasi akademik untuk kepentingan tugas dari dosen. (3) menambah wawasan. Selain itu. peneliti bisa menganggapnya sebagai jawaban seperti pada alternatif yang tersedia tadi. (e) Jangan gunakan pasangan pertanyaan yang mengecek reliabilitas. Dan jika ternyata jawabannya sama dengan salah satu alternatif jawaban yang tersedia namun dalam bahasa yang berbeda.

beberapa kalimat pengantar. wajar. tujuan. Kata-kata yang digunakan juga sangat mempengaruhi responden dalam menjawabnya. Selain itu. dan jangan terlalu panjang. Misalnya. kata pengantar yang kasar tentu tidak akan mendapat simpati responden. 7 . menghormat. Ini gunanya untuk mengetahui validitas dan reliabilitas alat ukur dimaksud. disarankan. ini juga bisa digunakan untuk mengetahui kemungkinan diterima atau ditolaknya hipotesis yang telah dirumuskan. gunakan kata-kata yang sopan. bahkan mungkin ditolak. Selain itu. ujicobakanlah lebih dahulu kepada sejumlah kecil responden.Kata pengantar kuesioner Kata pengantar dalam kuesioner banyak pengaruhnya terhadap keberhasilan kuesioner tersebut. Uji coba instrumen (kuesioner) Sebelum kuesioner disebarkan kepada responden. dan ucapan terima kasih atas kesediaan responden untuk menjawabnya. Untuk itu. maka peneliti bisa mengubah atau menyempurkannya. Cukuplah misalnya. jika ternyata dalam uji coba ini terdapat banyak kesalahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful