P. 1
Peradaban Kuno Eropa Amerika

Peradaban Kuno Eropa Amerika

|Views: 3,692|Likes:

More info:

Published by: Vinsensius Viktor Limas on Oct 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

TUGAS SEJARAH Peradaban Kuno Eropa dan Amerika

Disusun Oleh Nama : V. Viktor L. Kelas : X.10 No. Absen : 39

SMA Xaverius 1 Jl. Bangau No. 60/1258 PALEMBANG 2007/2008

A. Peradaban Kuno Eropa 1. Peradaban Pulau Kreta

Sejarah Eropa Kuno berawal dari kehidupan masyarakat Pulau Kreta yang terletak di sebelah selatan Yunani dengan pusat pemerintahannya di Knossus. Selain Knossus masih ada kota-kota besar yang lain yaitu Phaestos, Tylissos, Hanos. Letak Pulau Kreta sangat strategis yakni di tengah-tengah jalur pelayaran antara Mesir, Yunani dan Mesopotamia. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat Pulau Kreta untuk hidup dari sektor pelayaran dan perdagangan. Selain itu Pulau Kreta juga menjadi jembatan budaya antara Asia, Afrika dan Eropa. Sejarah Pulau Kreta dapat diketahui dari karya sastra berupa legenda dan mitologi karangan penyair Homerus yang berjudul Illiad dan Odysseia. Homerus menceritakan Pulau Kreta yang indah permai, memiliki tidak kurang dari 90 kota. Uraian tersebut diperkuat oleh Sir Arthur Evans dari Inggris yang pertama kali melakukan penggalian pada tahun 1878 M. Dengan penggalian tersebut ditemukan buktibukti arkeologi mengenai kejayaan Pulau Kreta di masa yang lalu. Dari kegiatan pelayaran dan perdagangan telah menyebabkan tingkat kemakmuran yang tinggi bagi masyarakat Pulau Kreta. Kota-kota pusat perdagangan seperti Knossus dan Phaestos telah tertata dengan baik. Bangunnan gedung pada umumnya terbuat dari batu bata serta ada bangunan yang bertingkat. Di Knossus ditemukan reruntuhan istana yang berbentuk labyrinth (rumah siput). Labyrinth berasal dari kata Labrys yang berarti “mudah tersesat”. Bangunan istana didesain demikian agar seseorang yang masuk akan mudah tersesat karena susunan kamar-kamar, ruangan dan lorongnya ruwet untuk menghalangi para penjahat yang masuk istana dan ingin menjarah kekayaan istana. Selain itu karena letaknya yang strategis tidak tertutup kemungkinan Pulau Kreta menjadi incaran bangsa lain untuk menaklukkan dan menguasainya. Masyarakat Pulau Kreta juga mengenal seni Lukis Fresko, seni porselin/gerabah, seni pahat pada gading atau media yang lain dan seni kerajinan logam. Karya seni ini juga menghasilkan peralatan rumah tangga misalnya alat pertukangan, sepatu, pengecoran logam dan lain-lain. Selain itu, mereka juga telah mengenal bentuk tulisan yang disebut tulisan Minos. Nama Minos berasal dari nama seorang raja besar di Pulau Kreta, bahkan kebudayaan Pulau Kreta akhirnya disebut kebudayaan Minoa. Walaupun telah ditemukan peninggalan tulisan namun sampai sekarang belum berhasil dibaca sehingga sejarah Pulau Kreta belum dapat diungkap secara jelas.

a.

2. Peradaban Yunani Kehidupan masyarakat Yunani terletak di Ujung Selatan Semenanjung Balkan. Selain di daratan tersebut wilayahnya juga meliputi pulau di Laut Aegeia. Batas-batas Yunani sekarang ini di utara berbatasan dengan Albania, Macedonia, Bulgaria dan Turki, di timur adalah Laut Aegeia, di selatan adalah Laut Tengah dan di barat adalah Laut Ionia. Sebagian besar wilayah Yunani bergunung-gunung sehingga antar wilayah terpisah antara satu dengan yang lain. Tiga puluh prosen daerahnya berupa daratan rendah yang terdapat di dekat laut dan terbentuk oleh endapan lumpur sungai. Sisanya berupa jazirah yaitu Peloponesos dan Attica. Gunung-gunung dan teluk-teluk di Yunani yang tak terhitung banyaknya pada waktu itu menghalangi komunikasi melalui darat. Lembah-lembah dan daratan rendah yang terpisah-pisah merupakan unit-unit geografis dan ekonomi yang bersifat alami, dan menjadi pemisah kesatuan unit politik. Kesatuan politik itu disebut Polis dan Negara Kota (City State) yang wilayahnya meliputi kota itu sendiri dan daerahdaerah sekitarnya. Tanah Yunani yang bergunung-gunung pada umumnya kurang subur. Di lereng pegunungan masyarakat dapat menanam gandum serta anggur. Untuk mencari daerah yang subur maka para petani (disebut Colonus) meninggalkan negerinya dan mendirikan daerah koloni di sekitar Yunani. Daerah koloni Yunani antara lain terdapat di Italia Selatan, Mesir, Palestina dan Asia Kecil (Turki sekarang). Dari kegiatan tersebut muncullah istilah kolonialisme. Antar kaum kolonis dengan negeri induknya tetap terjalin hubungan. Selain kegiatan pertanian, masyarakat Yunani juga mengembangkan perekonomian melalui kegiatan pelayaran dan perdagangan karena letaknya yang strategis di perairan Laut Tengah. Bangsa Yunani merupakan campuran antara penduduk asli dan pendatang yang berasal dari padang rumput sekitar Laut Kaspia. Mereka termasuk Ras Indo Jerman yang disebut bangsa Hellas yang gagah berani. Mereka berimigrasi sejak tahun 2000 Sm kemudian menetap di berbagai daerah. Suku bangsa Doria menetap di jazirah Peloponesos dengan polis utamanya Sparta.Suku bangsa Ionia menetap di jazirah Attica dengan polis utamanya Athena. Suku bangsa Aeolia menetap di Yunani Utara dengan polis utamanya Delphi. Polis yang berkembang mula-mula di daratan Yunani adalah kota perdagangan Mycena (yang semula merupakan daerah koloni kerajaan Kreta). Kemudian berkembanglah ratusan polis di Yunani. Hubungan antar polis di Yunani antara lain dalam perdagangan maupun pertukaran ide/gagasan yang kemudian membentuk peradaban Yunani. Masyarakat Yunani bangga sebagai warga kota, mereka merasa Superior sedangkan yang tinggal di luar polis dianggap sebagai bangsa ”barbar”. Rasa Superior itu kemudian tampak pada masyarakat yang tinggal di polis-polis terkemuka Yunani antara lain Sparta dan Athena. Bangsa Yunani sulit bersatu karena antar polis saling bersaing untuk memperebutkan puncak kekuasaan. Namun pada saat menghadapi ancaman bangsa lain antara polis Sparta dan Athena dapat ”bersatu” sehingga memperoleh kemenangan. Serangan itu dilakukan oleh bangsa Persia yang berlangsung tiga kali antara tahun 500 - 480 SM sehingga disebut perang Persia. Penyebabnya adalah Yunani membantu daerah koloninya di Asia kecil yang menjadi sasaran ekspansi raja Persia. Peristiwa yang menarik pada perang Persia adalah adanya lari marathon. Pada serangan yang ke dua tahun ±490 SM tentara Persia dapat dikalahkan oleh pasukan Athena di dekat kota Marathon. Prajurit yang bernama Feidippides mengabarkan berita kemenangan ini dengan berlari sejauh 26 kilometer dari Marathon ke Athena. Kehidupan masyarakat Yunani yang mendiami wilayah beriklim mediteran yang selalu hangat dan segar memungkinkan bersikap optimis dan berwatak riang. Suasana langit yang terang tanpa banyak awan di daerah Attica (Athena) juga menyebabkan semangat penduduknya tinggi dan kreasinya menonjol. Itulah sebabnya di Athena berkembang pesat kebudayaan baik di bidang seni maupun ilmu pengetahuan dan filsafat.

b. Sistem pemerintahan Yunani tidak pernah memiliki sistem pemerintahan sentralisasi karena tiap-tiap polis mengembangkan sistem pemerintahan masing-masing. 1. Sparta: Konstitusi Sparta membagi masyarakat menjadi 3 golongan yaitu: a. “Citizens” atau orang-orang Sparta yang jumlahnya antara 5-10% dari seluruh penduduk. Mereka terdiri dari para penguasa dan tentara. b. Kaum Helot: merupakan sebagian besar dari penduduk yang bekerja sebagai tani, buruh tani dan pelayan dari orang-orang sparta. c. Peiroikoi yaitu yang tinggal di pinggiran kota, hidup sebagai petani, pedagang dan bekerja di pertambangan mereka menyukai kebebasan pribadi. “Citizens” atau orang-orang Sparta merupakan keturunan dari para penakluk (Suku bangsa Doria) yang datang dari arah utara menuju Peloponesos. Mereka menduduki dataran rendah Laconia yang paling subur serta mendesak penduduk aslinya menjadi kaum Helot dan Perioikoi. Untuk menjaga kemungkinan timbulnya pemberontakan baik dari dalam maupun dari luar, penguasa pemerintahan Sparta selalu siaga dan meningkatkan ketangguhan militernya terutama pada masa pemerintahan Lycurgus sekitar tahun 625 SM. Sistem pemerintahan Sparta yang militeristis tersebut mengutamakan latihan kemiliteran dan disiplin yang keras bagi masyarakat. Anak yang baru lahir menjalani pemeriksaan fisik di depan Ephor. Bayi yang cacat atau tidak sehat dibuang di gua-gua atau di gunung-gunung dan dibiarkan mati atau agar di pungut oleh orang-orang Helot. Orang tua membesarkan anak laki-lakinya sampai usia 7 tahun. Sesudah itu mereka dimasukkan ke sekolah militer yang diselenggarakan oleh negara. Mereka dididik sebagai tentara yang tangguh. Pada usia 20 tahun mereka diijinkan menikah namun harus menetap di barak/asmara tentara sampai usia 30 tahun untuk mengabdikan sepenuh hidupnya sebagai tentara. Tugas sebagai tentara baru berakhir sampai usia 60 tahun. Pada usia 30 tahun mereka menjadi warga negara yang memiliki hak memilih. Dengan langkah tersebut Sparta menjadi polis terkuat di jazirah Peloponesos. Pemerintahan Sparta dijalankan oleh 2 orang raja yang absolut dan turun temurun. Selain Raja, ada jabatan ephor selaku penasehat yang berjumlah 5 orang. Lembaga yang lain beranggotakan hanya 28 orang yang berusia 60 tahun atau lebih, disebut Gereousia. Gereousia memiliki hak veto terhadap undang-undang yang diajukan oleh DPR. Anggota DPR adalah semua laki-laki warga kota Sparta yang berusia 30 tahun atau lebih, mereka bersidang setiap bulan purnama. Dapat dikatakan Sparta merupakan dunia laki-laki. Laki-laki berperan sebagai tentara, pembuat hukum dan peraturan. Kegiatan wanita terbatas sebagai isteri, ibu dan pengatur rumah tangga. 2. Athena Kehidupan di Athena berbeda dengan di Sparta. Jika warga Sparta mempunyai kewajiban untuk tugastugas pemerintahan dan pertahanan negara maka warga Athena dalam suasana demokrasi memiliki kemerdekaan berpikir, berpendapat serta maju dalam bidang politik, ekonomi, seni batik, seni pahat, seni bangunan maupun seni sastra. Athena mengalami evolusi pemerintahan yang sempurna semula golongan aristokrat (bangsawan) mengesyahkan kekuasaan oligarkhi (pemerintahan di tangan sekelompok orang). Kemudian beralih ke sistem pemerintahan tirany (pemegang kekuasaan di tangan satu orang yang berkuasa penuh) kemudian berubah lagi menjadi sistem demokrasi. Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Pemerintahan demokrasi di Athena mencapai puncak kejayaan pada masa Perikles (462 - 429 SM). Beberapa negarawan dan pendekar hukum sebelum Perikles antara lain Drako (621 SM), Solon (594 SM), Kleistenes (508 SM). Sistem pemerintahan di Athena mengenal beberpa lembaga antara lain : a. Archon yaitu pelaksana pemerintahan berjumlah 9 orang. b. Areopagos yaitu dewan yang mengawasi pelaksanaan pemerintahan Archon, sekaligus merangkap sebagai mahkamah agung. Anggotanya adalah mantan para archon.

c. Boule yaitu semacam DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) yang memiliki tugas : 1. menetapkan archon 2. meminta pertanggungjawaban archon 3. menghukum archon. d. Dalam bidang pertahanan dan keamanan dipegang oleh 10 orang ahli siasat perang yang menguasai angkatan darat dan angkatan laut. Untuk menjaga kehidupan yang demokratis maka ada kebiasaan untuk mengasingkan atau mengucilkan seorang penguasa yang pada suatu tahap dalam pemerintahannya telah dicurigai berusaha menjadi penguasa mutlak yang dapat membahayakan negara. Tindakan pengucilan itu disebut ostrakisme. Istilah ostrakisme berasal dari kata ostrakon yaitu pecahan pot dari tanah liat. c. Sistem Kepercayaan Masyarakat Yunani memuja banyak dewa atau Polytheisme. Berbeda dengan sikap orang Timur terhadap Dewa yang dipandang sebagai pribadi yang disembah karena takut. Dewa-dewa bagi orang timur merupakan roh atau digambarkan sebagai penguasa alam dan ada yang berwujud binatang, sedangkan masyarakat Yunani menggambarkan dewa-dewa yang disembahnya bertubuh dan berperilaku seperti manusia bahkan orang Athena sendiri menyatakan keturunan ion yaitu anak dewa Apollo. Menurut pandangan orang Yunani, dewa-dewa itu memiliki tubuh seperti manusia tetapi lebih besar, lebih indah serta tidak dapat mati. Dewa-dewi memiliki sifat seperti manusia, ada yang baik dan buruk. Dewa-dewi berkeluarga, berperang dan bersaing untuk mempertahankan kekuasaan. Selain dewa-dewi mereka juga memuja hero (pahlawan) yaitu manusia setengah dewa yang sakti namun dapat mati. Salah seorang hero yang terkenal adalah Hercules. Dewa-dewi itu antara lain ada yang tinggal di bukit Olymphus dipimpin oleh dewa tertinggi yaitu dewa Zeus yang beristri Hera yaitu dewi asmara. Dewa-dewi yang dipuja oleh bangsa Yunani berikutnya ialah: 1. Ares, dewa perang. 2. Artemis, dewi perburuan. 3. Hermes, dewa perniagaan. 4. Poseldion, dewa laut. 5. Apollo, dewa matahari dan kesenian. 6. Pallas Athena, dewi keselamatan (pelindung kota) dan ilmu pengetahuan. 7. Aphrodite, dewi kecantikan. 8. Dyonisos, dewa anggur. 9. Hades, dewa kematian. 10. Pan, dewa ternak. 11. Demeter, dewa pertanian. Untuk menghormati dewa Zeus, sejak tahun 776 SM diselenggarakan pesta olah raga selama 5 hari di gunung Olymphus disebut Olympiade. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh polis baik didataran Yunani maupun daerah-daerah koloninya. Cabang olah raga yang dipertandingkan meliputi: lari. loncat, lempar lembing, lempar peluru, lempar cakram, gulat, pacuan kuda dan lomba kereta kuda. Pada malam hari diadakan pertunjukan sandiwara/seni maupun digelar pasar malam. Para atlit yang semuanya laki-laki bertanding secara sportif. Atlit yang menjadi juara mendapat hadiah dan penghormatan biasanya berupa mahkota dan dedaunan, misalnya daun zaitun di Olymphia, daun Salam di kota Delfi dan daun Peterseli di kota Argolis. Selain itu para pemenang juga memperoleh berbagai hadiah misalnya 100 buyung minyak zaitun, sekantung di kota kediamannya. Olympiade bermanfaat sebagai alat pemersatu bagi bangsa Yunani. Karena pada saat Olympiade yang berlangsung 4 tahun sekali setiap polis harus menjaga perdamaian dan menghentikan peperangan. Karena fungsinya sangat penting sebagai sarana pemersatu maka pesta Olympiade di jadikan pesta olah raga dunia. Selain pemujaan terhadap dewa Zeus dan keluarganya, di setiap negara kota (polis) juga mempunyai dewanya masing-masing. Pemujaan dewa-dewa lokal ini menjadi faktor pemisah masyarakat Yunani. d. Peninggalan budaya 1. Seni Sastra. Sastrawan terkenal dari Yunani adalah Homerus yang menulis kitab Illiad dan Odysseia. Kedua kitab tersebut berkaitan erat dengan kejadian sejarah yang disebut perang Troya. Kota Troya terletak di Semenanjung Anatolia di Selatan Selat Dardanella. Seorang peneliti dari Jerman yang bernama Heinrich Schlieman telah menemukan beberapa bukti peninggalan peradaban kota Troya seperti yang dilukiskan dalam karya Komerus tersebut. Kitab Illiad menceritakan kejadian perang Troya yang disebabkan karena puteri Helena dari Sparta dilarikan oleh Pangeran Paris dari Troya.

Terjadilah peperangan antara raja Agamemmon dari Yunani dengan raja Priamus dari Troya. Pahlawan Troya yang bernama Hector dapat dikalahkan oleh pahlawan Yunani yang bernama Achilles. Tentara Yunani dapat memenangkan perang melalui siasat “Kuda Troya” atas ide raja Odysseus. Kuda Troya merupakan sebuah kuda kayu raksasa yang di dalamnya digunakan untuk bersembunyi tentara Yunani. Kuda tersebut diletakkan di luar benteng kota Troya. Orang Troya tertipu, kuda kayu dikira hadiah lalu ditarik ke dalam benteng. Ketika dibuka tentara Yunani berhamburan dan menyerang secara mendadak. Sementara itu armada yang berpura-pura meninggalkan Troya datang kembali ikut menyerbu. Sehingga pasukan Troya mengalami kekalahan. Kitab Odysseia mengisahkan tentang pengembaraan Odysseus sepulang dari Troya. Karena isterinya yang bernama Penelope menikah lagi maka puteranya yang bernama Telemachos menyusulnya mengembara. Bagi bangsa Yunani kisah Illias dan Odysseia ini menjadi salah satu kebanggaan dan alat pemersatu bangsa Yunani. Beberapa faktor pemersatu bangsa Yunani adalah: 1. Kegiatan Olympiade untuk pemujaan dewa di Olymphus setiao empat tahun sekali. 2. Cerita Illias dan Odyseia. 3. Merasa satu keturunan yaitu bangsa Hellas. 4. Merasa satu tanah air yaitu tanah Hellas/Yunani. 5. Kebiasaan mendatangi kuil penujuman/ ramalan di kota Delphi. Selain seni sastra karya Homerus yang bersifat Wira Carita (cerita kepahlawanan), masyarakat Yunani juga menyenangi Seni drama. Orang Yunanilah yang pertama menulis drama yang dapat merasakan tentang orang lain dari sisi kehidupan. Cinta, kebencian, pembunuhan, misteri dan lainlain. Beberapa tokoh drama tragedi antara lain Aeschylus dengan karyanya yang berjudul Oresteia, Sopochles dengan karyanya berjudul Antigone. Sedangkan drama komedi tokohnya Aristophanes dengan karyanya berjudul Lysistrata. 2. Seni Bangunan dan Seni Pahat Pada awalnya seni patung/pahat Yunani menghasilkan patung seperti patung bangsa Mesir, kemudian dikembangkan menjadi lebih hidup dengan gaya naturalis. Patung dibuat dari marmer dan perunggu. Pemahat yang terkenal di Yunani bernama Phidias, sedangkan arsitek bangunan yang terkenal antara lain bernama Ikhtinus. Seni pahat menghasilkan berbagai patung para dewa maupun tokoh yang terkenal misalnya Dewa Zeus, Perikles, Plato, Aristoteles dan lain-lain. Pada masa pemerintahan Perikles seni bangunan Yunani berkembang pesat. Peninggalan bangunan kuno Yunani antara lain kuil pemujaan. Di bukit Acropolis berdiri megah kuil Parthenon dan kuil Erechteum yang di dalamnya terdapat patung dewi Palas Athena. Di bukit Olymphus dibangun kuil untuk dewa Zeus yang disebut kuil Altis. Di daerah koloni Yunani juga dibangun kuil misalnya kuil Zeus di Italia Selatan, kuil Apollo di Milate dan lain-lain. Selain kuil, peninggalan bangunan Yunani adalah gedung theater. Teater adalah panggung di lapangan terbuka untuk pementasan misalnya komedi. Penonton duduk di bangku-bangku yang terbuat dari batu. Bagi orang Yunani, teater merupakan bagian pendidikan dan setiap orang dianjurkan untuk menonton.

3. Filsafat dan Ilmu Pengetahuan.
Seperti sudah disinggung pada uraian pemerintahan Yunani, ternyata polis Athena melahirkan banyak ahli pikir yang mewariskan pengetahuannya bagi umat manusia. Tepatlah ungkapan Socrates yang menyatakan : “Bila Anda ingin menemukan orang kuat pergilah ke Sparta, tetapi bila Anda ingin menjumpai orang pintar dan bijak, datanglah ke Athena”. Ada 3 orang filsuf yang perlu diketahui yaitu: 1. Socrates (469-399 S.M.), Ajarannya tentang filsafat etika atau kesusilaan dengan logika sebagai dasar untuk membahasnya. Socrates mengajarkan agar manusia dapat membedakan apa yang baik atau buruk, benar atau salah, adil atau tidak adil. Ajarannya ditujukan kepada anak muda yang diajaknya berdiskusi. Ia akhirnya di hukum mati dengan minum racun karena tuduhan telah merombak dasar-dasar etika masyarakat Yunani kuno serta tidak percaya kepada dewa-dewa yang disembah masyarakat. 2. Plato (427-347 S.M.), Ajaran filsafatnya disebut filsafat idea. Ia menulis banyak buku, salah satunya berjudul Republica. Dalam buku tersebut diuraikan tentang kebahagiaan hidup yang dapat dicapai bila

manusia bekerja dengan wataknya dan wanita diangkat derajatnya. Plato juga mendirikan pusat pendidikan bernama Academus. 3. Aristoteles (384-322 S.M.). Ia adalah murid Plato, merupakan ahli di bidang biologi dan ketatanegaraan. Karyanya yang terkenal antara lain Klasifikasi Flora dan Fauna di Kepulauan Aegeia. Di bidang ketatnegaraan, ia berpendapat bahwa sistem pemerintahan yang baik adalah republik. Pemerintahan yang baik mengutamakan kebahagiaan sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat. Aristoteles adalah pendiri pusat pendidikan bernama Peripatetis. Salah seorang muridnya ialah Alexandar Agung, raja Macedonia. Kemajuan bangsa Yunani di bidang ilmu pengetahuan dapat dilihat dari deretan ilmuwan sebagai berikut: 1. Pythagoras, ahli matematika yang melahirkan dalil untuk segitiga siku-siku. 2. Hipokrates, bapak kedokteran. Ia dapat menyebutkan sebab timbulnya penyakit dan cara mengobatinya yang ditulis dalam buku berjudul Aphorismen dan Prognose. Sumbangannya yang terkenal adalah sumpah dokter yang berlaku sampai sekarang. 3. Archimedes : yang menciptakan teori gravitasi dan teori benda mengapung. 4. Thales : dengan pendapatnya: alam fisik terdiri dari satu bahan dasar yaitu air. 5. Analisagoras dengan pendapatnya: materi terdiri dari beraneka ragam zat renik. 6. Democritus: ahli atom. 7. Euclid: ahli ilmu ukur. 8. Herodotus: Bapak sejarah yang pertama kali mengembangkan sejarah tertulis. 9. Thucydides: Ahli sejarah yang menulis tentang perang Peloponesos. e. Masa akhir kejayaan Masa akhir kejayaan Yunani diawali dengan peristiwa sebagai berikut: 1. Perang Peloponesos 431- 404 S.M. Perang Peloponesos disebabkan karena polis Athena yang memimpin persekutuan polis-polis di jazirah Attica disebut Liga Delos memiliki pengaruh yang terlalu kuat baik di bidang politik dan ekonomi Yunani sehingga banyak polis yang khawatir menjadi sasaran ”ekspansi” dan dikuasai Athena. Keadaan ini menyebabkan Sparta sebagai pemimpin Liga Peloponesos bangkit memimpin polis-polis lain menghadapi Athena. Pembentukan liga Delas maupun liga Peloponesos terjadi setelah perang Parsi. Liga Delas dipimpin oleh Athena, tangguh dalam angkatan laut sedangkan Sparta kuat angkatan daratnya. Perang saudara meletus tahun 431 S.M. Sparta menebangi pohon zaitun dan menghancurkan tanaman yang lain untuk melumpuhkan ekonomi Athena. Bencana lain yang dialami Athena adalah munculnya wabah penyakit akibat buruknya sanitasi sehingga menyebabkan kematian seperempat jumlah penduduk Athena termasuk Perikles tahun 429 S.M. Kematian Perikles turut menyebabkan lemahnya kepemimpinan Athena. Pada tahun 404 S.M. Sparta dapat mengalahkan Athena karena bantuan Persia. Perang saudara tersebut dikisahkan oleh sejarawan Thucydides secara ilmiah artinya ia menulis sejarah berdasarkan fakta dan mencoba menuliskannya secara obyektif. Ternyata perang tersebut mengakibatkan rapuhnya pertahanan Yunani untuk menghadapi ancaman dari luar berupa penaklukan oleh Raja Macedonia. 2. Yunani dikuasai oleh Alexandar Agung dari Macedonia Perang Peloponesos mengakibatkan Yunani terpecah-pecah dan semakin lemah. Dengan mudah pada tahun 338 S.M. raja Philipus dari Macedonia dapat menaklukkan Yunani. Philipus terbunuh dan digantikan oleh puteranya bernama Alexander Agung yang memerintah pada tahun 336-323 SM. Amatilah gambar 9 tentang Alexander Agung. Gambar tersebut terdapat pada mata uang 4 drachma yang terbuat dari perak dikeluarkan sekitar tahun 300 S.M. Alexander Agung menjadi raja pada usia 20 tahun. Ia adalah murid Aristoteles. Cita-citanya adalah menguasai kerajaan dunia pada waktu itu yang meliputi Eropa (Yunani), Afrika (mesir) dan Asia (Mesopotamia dan Persia). Untuk mewujudkan cita-cita tersebut Alexander Agung memimpin pasukannya melakukan berbagai penaklukan. Di setiap daerah yang diduduki ia menganjurkan prajuritnya menikahi wanita setempat. Alexander Agung menikahi Roxana, puteri raja Darius III dari Persia, juga puteri Persia yang lain bernama Stateira.

Di wilayah yang telah ditaklukan ia memadukan budaya setempat dengan budaya Yunani sehingga lahirlah budaya baru disebut hellenisme. Alexander Agung juga membangun kota-kota di wilayah kekuasaannya yang semuanya diberi nama Alexandria dan didirikan pula perpustakaan di tiap kota tersebut. Salah satu kota Alexandria yang masih ada Mesir hingga sekarang. Pada tahun 325 S.M. Iskandar Agung meninggal dunia. Sejak tahun 323 S.M. wilayah kekuasaannya pecah mejadi tiga bagian yaitu Macedonia. Yunani dikuasai oleh Jendral Antigomis, Syria oleh Jendral Seleucos dan Mesir, diperintah oleh Jendral Ptolomeus. B. Peradaban Romawi 1. Kehidupan Masyarakat Romawi terletak di Semenanjung Apenina atau Italia sekarang yang bentuknya seperti sepatu Lars. Perkembangan Romawi dipengaruhi antara lain: • Lokasinya strategis di kawasan Laut Tengah yang cocok untuk perdagangan • Aman dari serbuan bangsa asing karena terlindung oleh alam. Di utara adalah Pegunungan Alpen, di timur adalah Laut Adriatik dan Laut Ionia. Di selatan adalah Laut Sicilia dan di barat adalah Laut Tirenia serta Laut Liguri. • Iklim yang nyaman dan tanah yang subur untuk kegiatan pertanian. • Kota Roma sebagai cikal bakal peradaban Yunani dibangun di atas tujuh bukit di tepi sungai Tiber, sehingga keadaannya aman dan terlindung. Orang-orang Italia awal terdiri dari banyak suku yang masing-masing mempunyai bahasa dan kebudayaan sendiri. Pemukim yang paling awal adalah Suku Liguria kemudian berdatangan Suku Umbria, Latin dan Samnite kemungkinan berasal dari Eropa Tengah. Setelah itu datanglah Suku Etruska dari Asia Kecil lalu orang-orang Kartago dan Yunani yang mendirikan koloninya di Italia Selatan. Salah satu sumber yang digunakan adalah legenda karya Vergellius yang berjudul “Aeneis”. Kitab tersebut mengisahkan seorang pelarian dari Troya yang dikalahkan oleh Yunani dalam perang Troya bernama Aeneas ke negeri Latin di Italia. Kemudian puteranya yang bernama Ascanius pindah ke pedalaman dan mendirikan kota Alba Longa. Beberapa lama kemudian keturunan Aeneas yang bernama Rhea Silva diusir pamannya yang bernama Amulius karena telah melahirkan bayi kembar bernama Remus dan Romulus. Oleh Amulius kedua bayi tersebut diperintahkan untuk dibuang di sungai Tiber. Kedua bayi tersebut dirawat oleh serigala sampai ditemukan oleh seorang penggembala dan diasuhnya. Setelah dewasa mereka mendirikan kota Roma. Namun Romulus membunuh Remus dalam suatu pertengkaran sehingga Romulus menjadi penguasa tunggal di kota tersebut yang dinamai Roma. Untuk mengabadikan kisah tersebut dibuatlah patung perunggu berbentuk seekot serigala sedang menyusui bayi kembar. Dari legenda tersebut dapat memperjelas uraian mengenai kedatangan bangsa asing misalnya bangsa Etruska dari padang rumput sekitar Laut Kaspia yang kemudian melakukan percampuran darah dengan penduduk yang lebih dahulu mendiami Italia. Masyarakat hidup dari sektor pertanian serta perdagangan dan pelayaran. Hubungan dagang dijalani dengan bangsa-bangsa di sekitar Laut Tengah bahkan pada masa Kaisar Octavianus Agustus hubungan dagang meluas sampai ke negeri Cina melalui jalur perdagangan yang disebut “Silk Road” (jalan sutera). Mereka mengekspor keramik, barang-barang dari besi dan perunggu, dan kayu serta minuman sejenis anggur. Sedangkan barang impor antara lain sutera dari Cina, rempah-rempah dari Indonesia, katun dan mutiara dari India. Dari Mesir diimpor gading, kertas dan binatang buas. Dari Asia Barat didatangkan permadani, batu permata, garam dan ikan. Bangsa Romawi juga memiliki kemampuan yang tinggi dalam pengolahan logam, penggunaan batu untuk bangunan, tehnik lengkung (Arch) serta tehnik pengeringan rawa yang mereka peroleh dari Suku Etruska. Bangsa Romawi mewarisi kebajikan dari leluhurnya seperti kekuatan, ketekunan, keuletan, kesetiaan serta melakukan apa yang perlu dikerjakan dengan kedisiplinan. Sikap inilah yang menghantar Romawi menuju kejayaannya.

2. Sistem pemerintahan a. Kerajaan (Monarkhi) 750 SM-500 SM Pada mulanya Romawi berbentuk kerajaan (Monarkhi) dengan rajanya yang pertama adalah Romulus. Raja-raja Romawi ini berasal dari keturunan pendatang yaitu bangsa Etruska yang memerintah penduduk asli sebelumnya yaitu suku bangsa Latin. Meskipun di bidang ekonomi kerajaan Roma mengalami perkembangan namun bangsa Latin merasa tidak senang terhadap penguasa asing yang mengenakan undang-undang militer kepada mereka. Terjadilah pemberontakan penduduk Roma yang berhasil menggulingkan raja Tarquin yang sombong sebagai raja terakhir Romawi pada tahun 509 SM dipimpin oleh Lucius Junius Brutus. b. Republik Romawi, 500 SM-27 SM Pada masa Republik penduduk terbagi atas dua golongan yaitu: Patricia dan Plebea. Patricia berasal dari kalangan pemilik tanah yang luas atau orang yang secara turun temurun sudah merupakan kelas aristrokat (bangsawan). Golongan patricia dianggap sebagai warga negara secara penuh. Patricia berasal dari bahasa Latin “patres” yang berarti ayah, sedangkan Plebea berasal dari bahasa Latin “plebs” yang berarti orang banyak. Mereka dianggap warga negara secara tidak penuh, namun masih memiliki beberapa hak politik dan hak untuk mengumpulkan kekayaan. Orang-orang dari golongan patricia memegang kedudukan dalam lembaga-lembaga politik yaitu Konsul, Senat dan Majelis atau Asembly. Masing-masing lembaga politik tersebut adalah : a. Konsul merupakan jabatan pemegang eksekutif untuk masa jabatan satu tahun. Konsul berjumlah 2 orang. Masing-masing konsul memiliki hak saling memveto sehingga keputusan penting harus didukung oleh kedua orang tersebut. Konsul juga merupakan panglima angkatan perang.Dalam keadaan darurat perang dengan persetujuan senat, konsul dapat menyerahkan kekuasaannya ketangan satu orang yang disebut “diktator”. Pengertiannya sangat berbeda dengan diktator jaman sekarang. Diktator pada jaman Republik Romawi menjaga kekuasaan secara konstitusional dalam waktu pendek paling lama 6 bulan dan bila dibutuhkan dapat diperpanjang. b. Senat adalah Dewan yang anggotanya terdiri dari orang-orang patricia, berjumlah sekitar 300 orang, berasal dari mantan pejabat konsul. Konsul tunduk pada senat. Senat juga memiliki hak veto terhadap keputusan Majelis. Dari uraian di atas jelas bahwa Senat memiliki pengaruh yang sangat besar di Romawi. c. Majelis adalah lembaga yang anggotanya berasal dari golongan patricia maupun plebea. Tugas Majelis adalah : - memilih para konsul dan pejabat-pejabat yang lain. - menyetujui atau menolak perundang-undangan yang diajukan oleh konsul dan senat. Pada awal pemerintahan Republik Roma merupakan suatu Oligarkhi karena yang menduduki posisi penting dalam pemerintahan adalah sekelompok kecil orang-orang dari golongan patricia. Dalam perkembangan kemudian untuk memberikan kesempatan yang sama bagi golongan plebea duduk dalam lembaga-lembaga pemerintahan dibuatlah undang-undang pertama Roma yang tertulis tahun 449 SM. Yang dikenal sebagai “Dua Belas Tabel” Susunan masyarakat setelah bersatunya golongan bangsawan dan masyarakat biasa adalah sebagai berikut : - optimat : terdiri dari bangsawan dan rakyat biasa yang kaya - equites : para pedagang dan pengusaha - populus : rakyat biasa yang memiliki suara di Dewan Rakyat - budak : tawanan perang, yang tidak mempunyai hak - poletar : warga negara Roma yang hanya memiliki dirinya sendiri Dapat dipastikan wilayah Romawi semakin luas. Untuk memperkuat pertahanannya selain Republik Roma mengembangkan pemerintahan yang teratur dan meningkatkan angkatan perangnya.

Republik Roma mewajibkan seluruh warganya masuk dinas ketentaraan. Unit angkatan perang dikenal dengan nama Legiun yang terdiri dari 3600 prajurit. Legiun dibagi menjadi kelompok kecil antara 60 hingga 120 orang yang disebut Maniple (secara harfiah berarti segenggam). Ekspansi yang dilakukan oleh Romawi adalah sebagai berikut: 1. Sampai dengan tahun 265 SM, Romawi berhasil menduduki Jazirah Apenina termasuk koloni Yunani. 2. Terlibat perang Phunicia yang berlangsung sampai 3 kali. Sebab terjadinya perang Phunicia adalah permintaan raja Syracuse dari Sicilia terhadap Roma untuk membantu menghadapi expansi kota dagang Kartago. • Perang Phunicia I tahun (264 - 241SM) Romawi menang dan memperoleh Sicilia Barat sebagai penghasil gandum. • Perang Phunicia II (218 - 201 SM). Pasukan Kartago dipimpin oleh Hannibal mengerahkan kekuatannya untuk masuk ke Italia melalui Spanyol dan Pegunungan Alpen. Hannibal juga meminta bantuan Suku Gaul untuk memperkuat pasukannya. Walaupun demikian Hannibal gagal menaklukkan Romawi, bahkan pasukan Romawi yang dipimpin oleh Scipio berhasil menyerbu Afrika Utara. Pada tahun 201 SM Kartago tunduk kepada Roma dan menyerahkan daerah jajahannya di Spanyol kepada Roma. • Perang Phunicia III (149 - 146 SM). Pasukan Romawi dapat menghancurkan Kartago setelah senator Romawi yang bernama Cato berpidato “Delenda est Carthago” (Karthago harus dihancurkan). Bangunan-banguna dihancurkan rata dengan tanah dan wilayah kekuasaannya dijadikan wilayah kekuasaan Romawi. 3. Pada awal kedua SM, Romawi dapat mengalahkan Macedonia dan Syiria. Setelah berhasil menaklukkan daratan di sekitar Laut Tengah maka bangsa Romawi menganggap Laut Tengah sebagai miliknya. Laut Tengah disebut Mare nostrum atau Laut Kita. Negarawan-negarawan Romawi tersebut antara lain: a. Tiberius Gracchus (163 - 133 SM). Ia berusaha memperbaiki nasib para petani melalui Land reform (pembaharuan hak pemilikan tanah) namun gagal dan ia terbunuh. b. Gayus Gracchus (153 - 121 SM). Ia melanjutkan tindakan Land reform namun juga tewas ditangan musuh. c. Marius (155 - 86 SM) yang berkuasa secara otokratis namun gagal dalam memperbaiki kehidupan politik. d. Sulla (83 - 79 SM). Semasa pemerintahannya, ia banyak memihak senat. Ia memerintah sebagai diktator selama 4 tahun. e. Trium Vurat I (Tiga Serangkai) yaitu Pompeyus, Crussus dan Yulius Caesar. Dari ketiga tokoh tersebut akhirnya Yulius Caesar tamoil sebagai penguasa tunggal. c. Kekaisaran Romawi 27 SM-395 Masa kekaisaran Romawi dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu : Masa pax Romana (Inperium Romawi) dari tahun 27 SM sampai dengan tahun 180 M dan sebelumnya, tahun 180-395 Kekaisaran Romawi mengalami masa Kemunduran. Pada masa Pax Romana, Imperium Romawi mengalami masa kejayaan yang diperintah oleh 16 orang kaisar mulai dari kaisar Oktavianus Agustus sampai Marcus Aurelius. Pax Romana berarti perdamaian di bawah pemerintahan Romawi, maksudnya seluruh wilayah yang dikuasai oleh imperium Romawi tunduk di bawah pemerintah Romawi yang kuat. Sebagai perbandingan,Belanda selama menjajah Indonesia pernah memperaktekan istilah Pax Neer landica di Indonesia (Hindia Belanda) sejak awal abad XX. Pemerintahan kaisar-kaisar Roma : a. Octavianus Augustus (27 SM - 14 SM) Setelah mengalahkan Antonius, Octavianus menjadi orang terkuat di Romawi. Oleh senat ia diangkat menjadi kaisar yang pertama dan memperoleh beberapa gelar yaitu: Augustus artinya maha mulia, Imperator artinya panglima tertinggi, Pontifex Maximus artinya kepala agama bahkan kemudian dianggap sebagai dewa, Princep Civitas artinya warga kota yang utama. Kaisar Augustus memerintah secara diktator namun disegani oleh rakyatnya. Pada masa Pax Romana lahirlah Nabi Isa (Yesus Kristus) di Judea sebagai salah satu propinsi/daerah jajahan Romawi. Ajaran Kristen kemudian menyebar ke Roma dan pengaruhnya besar sekali terhadap peradaban Eropa. Pemerintahannya maju pesat sehingga disebut jaman keemasan Romawi. Kota Roma dibangun sangat megah, hubungan dagang yang luas bahkan sampai ke Cina melalui jalan sutera (silk road). Dalam bidang pemerintahan ,tindakan kaisar Octavianus yang penting antara lain : - mengadakan konsolidasi pemerintahan,

- menghilangkan kekuasaan Senat, - membangun administrasi yang tersentralisasir dan efektif, - peresmian lembaga adopsi (pengangkatan) sebagai pewaris kekayaan, dan - memberikan subsidi bagi warga negara yang kawin secara syah. b. Tiberius (14 - 37 ): merupakan anak tiri yang sekaligus menantu kaisar Augustus. c. Caligula (37 - 41 ): dianggap kaisar kurang waras karena mengangkat kuda kesayangannya menjadi konsul. d. Claudius (41-54): menempatkan Inggris dibawah pengawasan Romawi.Ia memperkenalkan adat istiadat kesusasteraan dan bahasa latin sehingga berpengaruh bagi kebudayaan Inggris. e. Nero (54- 68): merupakan kaisar yang kejam. Ia tega membunuh ibunya, saudaranya, istrinya, bahkan gurunya yang bernama Seneca. Ia membakar kota Roma namun dituduhkan orang-orang kristen sebagai pelakunya sebagai alasan untuk menganiaya mereka. f. Galba (68 - 69) g. Otho (69) h. Vittellius (69) i. Vespasianus (69 - 79), merupakan kaisar yang membangun Colloseum. j. Titus (79 - 81), ia diperintah oleh Vespasianus, ayahnya untuk menggempur Yerusalem dan mengusir bangsa Yahudi keluar dari negerinya. Pada masa pemerintahannya meletuslah Gunung Vesuvius yang menghancurkan kota Pompeii. k. Domitianus (81 - 96), berhasil menguasai Inggris dan Scotlandia. Ia menuntut dirinya disembah sebagai dewa. l. Nerva (96-98) m. Trayanus (98 - 117). Imperium Romawi pada masa Trayanus memiliki wilayah terluas meliputi: sebelah barat adalah Laut Atlantik, sebelah timur adalah sungai Eufrat dan Laut Hitam, sebelah utara adalah sungai Donau dan sungai Rhein, sebelah selatan adalah Gurun Sahara dan Gurun Arabia. n. Hadrianus (117 - 138). Merupakan kaisar yang membangun tembok (limes). Peninggalannya dapat ditemukan di Inggris dan Eropa Tengah antara sungai Rhein dan sungai Donau. o. Antonius Pius (138 - 161) p. Marcus Aurelius (161 - 180): merupakan kaisar yang mencintai ilmu pengetahuan, filsafat dan sastra. Para kaisar mampu memerintah atas wilayah imperium yang sangat luas itu dimungkinkan karena pemerintahan lebih bersifat federasi dari pada desentralisasi. Tiap-tiap negara boleh menyelenggarakan pemerintah sendiri dengan kewajiban: membayar pajak, membantu tenaga untuk berperang serta menyelenggarakan dan mengawasi upacara pemujaan kepada kaisar. Sejak tahun 180 kekaisaran Romawi mengalami kemunduran. Kurang lebih 100 tahun Romawi diliputi oleh kekerasan dan perang saudara. Beberapa kaisar yang memerintah pada masa kemunduran ini antara lain: Diocletianus (284 - 305), merupakan kaisar yang kejam. Ia memerintahkan pembunuhan terhadap pengikut agama kristen. Mereka yang berhasil meloloskan diri membuat lubang perlindungan di gua-gua karang yang disebut Catacombe. Kaisar berikutnya adalah Konstantin yang Agung (324 - 337). Ia memindahkan ibukota Romawi dari Roma ke Bizantium (Konstantinopel) yang kini disebut Istambul. Pada tahun 313 Konstantin mengeluarkan Edic Milan yang berisi perintah menghentikan pengejaran terhadap umat kristen dan menetapkan agam kristen menjadi agama resmi negara: Kaisar Thedosius (378 - 395) menetapkan agama kristen sebagai agama negara. Ia membagi wilayah kekaisaran untuk kedua putranya: Kekaisaran Romawi Barat beribukota di Roma untuk Honorius, putra bungsunya dan putra sulung yang bernama Archadius berkuasa di Romawi Timur dengan ibukota Konstantinopel. 3. Sistem kepercayaan Bangsa Romawi memuja beberapa roh seperti: - Vesta yaitu roh pengurus api tungku - Lares yaitu roh penjaga rumah tangga dan batas ladang keluarga - Penates yaitu roh penjaga lumbung Peradaban Romawi juga mendapat pengaruh besar dari peradaban Yunani termasuk kepercayaan yang bersifat Polytheisme. Bangsa Romawi juga menyembah dewa-dewa bangsa Yunani namun namanya disesuaikan dengan nama-nama Romawi.

Setelah lahirnya agama kristen, ditanah Judea yang merupakan wilayah kekaisaran Romawi maka agama yang baru ini mulai berkembang bahkan sampai di Roma sebagai pusat pemerintahan.

Penyebaran ke arah barat dilakukan oleh Petrus dan Paulus. Penganut agama kristen semakin banyak terutama dari golongan budak (kaum tertindas). Para kaisar Romawi lalu memerintahkan pasukannya untuk menindas penganut agama kristen karena ajaran agama kristen dapat menggoyahkan sendi-sendi kekuasaan kaisar. Ajaran tersebut adalah: a. bersifat monotheisme sedangkan agama Romawi bersifat polytheisme, b. menolak pendewaan kaisar, c. menolak perbudakan, dan d. menolak wajib militer dan berperang. Berkaitan dengan kepercayaan itu berkembanglah bangunan pemujaan terhadap dewa-dewi seperti gedung Pantheon yaitu rumah dewa bagi bangsa Romawi. Setelah agama kristen ditetapkan sebagai agama negara maka Roma kemudian menjadi pusat agama Roma Katolik dengan pemimpinnya yang disebut Paus serta dibangun gereja yang megah dikenal sebagai gereja Santo Petrus. 4. Peninggalan Budaya a. Seni Bangunan Bangsa Romawi memiliki keahlian yang tinggi dalam bidang seni bangunan-mereka telah menemukan sistem beton sehingga bangunan-bangunan mereka bertahan beberapa abad dan dapat ditemukan bekas-bekasnya sekarang. Peninggalan bangunan-bangunan Romawi itu antara lain: • Puluhan kuil yang bertebaran di kota Roma • Pantheon yaitu rumah dewa bagi bangsa Romawi. • Limes yaitu tembok pertahanan yang panjangnya puluhan kilometer, lebar 2,5 m dan tingginya 6 m • Amphiteater dan Colloseum yaitu bangunan berbentuk stadion yang dapat menampung ratusan ribu penonton. Bangunan itu berfungsi sebagai tempat untuk pertunjukan hiburan. Masyarakat Romawi umumnya menyenangi hiburan. Pertunjukan yang diadakan di Collosium antara lain Chairot yaitu kereta perang yang ditarik oleh beberapa ekor kuda. Gladiator yaitu perkelahian antara manusia dengan manusia atau manusia dengan binatang buas : • Circus Maximus untuk pertunjukan hiburan sirkus. • Forum Romanum yaitu gedung pemerintahan. • Cloaca Maxima adalah saluran pengairan untuk menyalurkan kelebihan air hujan yang hingga sekarang terpelihara dengan baik. • Aquaduk yaitu bangunan saluran air bersih. Bangunan fisik yang dibangun oleh Romawi memiliki multi fungsi contoh: jalan raya di atas untuk mempercepat gerakan tentara dari pusat ke daerah sedangkan di bawahnya untuk keperluan irigasi. Salah satu jalan raya yang kuat yaitu Via Apia yang masih terpelihara hingga sekarang. b. Seni Sastra Pada awalnya perkembangan karya sastra Romawi mendapat pengaruh yang kuat dari Yunani namun berangsur-angsur karya mereka menampakkan ciri khas Romawi. Selain penulisan buku Aeneis karangan Vergelius dan karya Yulius Caesar berjudul De Bello Gallica masih banyak karya sastra yang dihasilkan oleh para pujangga Romawi kuno. Antara lain: • Horatius dengan karyanya berjudul Oda • Livius, seorang sejarahwan yang menulis buku berjudul Magnum Opus • Lucretuis, seorang filsuf dan penyair. Yang mengembangkan ajaran filsuf Yunani terkenal yaitu Epi Curuc karyanya berjudul Hukum Alam ditulis dalam bentuk puisi yang mengupas materi itu terdiri dari atom. • Ovidius menghasilkan karya sastra berjudul Metamorphoses. • Cicero yang ahli pidato corator dan memperoleh gelar “Bapak Prosa Latin”. • Quintilianus, seorang Orator terkenal dan guru retotika karya utamanya berjudul Institutio Oratorio menjadi buku pelajaran baku pidato Latin. • Seneca seorang penulis dan pengacara, hasil karyanya disebut Dialog. Ia adalah guru kaisar Nero.

c. Ilmu Pengetahuan
Dalam bidang ilmu pengetahuan bangsa Romawi meneruskan pengetahuan yang telah berkembang pada jaman Yunani kuno. Diantara para ilmuwan Romawi antara lain Galen, ahli

dalam bidang obat-obatan, anatomi, dan fisiologi. Lucretius yang mengikuti jejak Epicurus dan berpendapat materi itu terdiri dari atom. Bangsa Romawi lebih menekankan segi kepraktisan, bukan teori semata. Sumbangan bangsa Romawi di bidang kedokteran dan obat-obatan sangat besar bagi dunia sekarang. Mereka telah menggunakan radas kedokteran seperti pada gambar di atas. Radas kedokteran tersebut ditemukan di Pompeii, salah satu diantara 200 perkakas kedokteran untuk memeriksa bagian dalam ibu yang mengandung. Radas yang disebut spekulum ini menyerupai radas yang digunakan jaman sekarang. Para dokter berhasil melakukan operasi gondok, amandel, dan batu ginjal. Para dokter berhasil menolong kelahiran seorang bayi yang tidak dapat dilahirkan secara normal yang disebut operasi caesar (disebut demikian karena pertama kali untuk melahirkan Yulius Caesar). Banyak istilah-istilah kedokteran sekarang yang menggunakan bahasa Latin. Pendidikan sangat diperhatikan yang mengajarkan tentang hukum, bahasa, pengetahuan obatobatan, berpidato, patriotisme dan pendidikan jasmani sehingga lahirlah istilah “mensana in corporesano”. d. Pemerintahan, Militer dan Hukum Tata pemerintahan Romawi tersusun rapi yang dijalankan dengan beberapa sendi sebagai berikut: • pemerintahan sentralisasi, berpusat pada kaisar. • pelaksanaan ketertiban dan keamanan secara ketat. • komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah terpelihara dengan baik didukung oleh sarana dan prasarana yang baik. • Hirarki dimulai di imperium-pretectur-dioceses-propinsi. • untuk mempertahankan kekuasaan atas wilayah yang sangat luas ditempuh siasat devide et impera yang kemudian banyak ditiru oleh bangsa-bangsa modern yang melakukan penjajahan contohnya Belanda di Indonesia. Bangsa Romawi mampu mengorganisir kekuatan militernya dengan rapi. Istilah-istilah yang digunakan itu masih dikenal dalam dunia militer hingga sekarang misalnya legiun, devisi, kavaleri, infantri dan lain-lain. Semangat bela negara yang disebut patria protesta ditanamkan sedini mungklin terhadap warga negaranya. Istilah tersebut berkembang menjadi kata patriot. Di bidang hukum bangsa Romawi memberikan sumbangan yang besar dalam menegakkan keadilan. Konsep bahwa semua orang sama di depan hukum serta adanya asas praduga tak bersalah telah dikembangkan pada hukum Romawi kuno. Hukum Romawi adil dan manusiawi. Hukum Romawi berkembang melalui proses sejarah yang panjang sejak pertengahan abad 5 SM sampai lahirnya kitab hukum masa kaisar Yustinianus abad 6 masehi. Kaisar Yustinianus mengkodifikasikan (membukukan) hukum-hukum Romawi dari kaisar-kaisar yang memerintah sebelumnya. Kodifikasi hukum itu disebut Corpus Yuris atau Codex Yustinianus. Codex berisi kumpulan hukum dasar atau konstitusi sejak jaman Theodosius. Selain Codex ada Pandect yaitu kumpulan pendapat para ahli hukum. Codex Yustinianus dijadikan dasar penyusunan Codex Napoleon yang dikembangkan lebih lanjut menjadi hukum modern hingga sekarang.

C. Peradaban Kuno Amerika 1. Keadaan alam

Benua Amerika terdiri dari bagian utara, tengah, dan selatan. Ketiga bagian itu diikat menjadi satu oleh rangkaian pegunungan tinggi yang menjulur dari utara ke selatan seperti Rocky mountains, Pegunungan Amerika Tengah,dan Pegunungan Andes. Benua Amerika diapit 2 samudera yaitu samudera pasifik dan samudera atlantik. Kekayaannya berupa jenis-jenis mineral sehingga memungkinkan berdirinya negara industri. Sedangkan di dataran rendah memungkinkan usaha pertanian, perkebunan, dan peternakan. 2. Penduduk Penduduk asli nya adalah suku Indian. Mereka sampai di Amerika melalui selat bering. Di antara sukusuku Indian itu sudah mengenal kebudayaan-kebudayaan tinggi seperti suku maya dan Aztek di Mexico dan suku inka di Peru. 3. Kerajaan-kerajaan Kuno Amerika a. Kerajaan Inka di Peru • Seni bangunan Suku inka mendirikan kota Machu Picchu di atas pegunungan Andes. Kota ini ditinggalkan penghuninya pada waktu sesudah penaklukan Spanyol. Kota ini tidak pernah lagi ditemukan dalam catatan resmi dan hilang dari ingatan. Baru kemudian tahun 1911 terungkap kembali oleh ahli arkeologi Amerika bernama Hiram Bingham. Pertanian Mereka bekerja sama dengan membangun sistem irigasi yang mantap di lembah-lembah sungai di pantai Peru. Petani di hilir bergantung pada kemurahan mereka yang tinggal di hulu sungai, sebab mereka dapat merusak aliran air ke saluran itu atau mengalihkan seluruh aliran sungai untuk keperluan sendiri pada musim kemarau. • Kepercayaan Di daerah Kuzko, masyarakat percaya terhadap dewa pencipta (Virakocha). Akan tetapi, yang sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat adalah dewa matahari, bulan, bintang, dan halilintar serta dewadewa kesuburan. Kerajaan Maya dan Aztek • Seni Bangunan Bangsa Maya kuno mendirikan monumen dan kota batu megah untuk para dewa. Kota-kota itu merupakan kota yang memiliki tingkat peradaban yang tinggi dengan arsitektur paling beranekaragam dan paling maju dalam sejarah. • Pertanian Masyarakat Amerika Tengah mengolah lahan dengan tangan sehingga tidak memberikan hasil yang memuaskan. Maka petani Meksiko mengembangkan cara yang efektif dengan menggarap kebun Chinampa di pulau-pulau buatan yang subur. Mereka membangunnya di danau-danau yang dangkal di Lembah Meksiko. Pengairan dengan terusan juga terdapat di beberapa bagian Amerika Tengah, tapi orang Maya yang tinggi kebudayaannya tidak pernah maju melampaui pertanian tebas bakar yang primitif. • Kepercayaan Mereka menyembah dewa-dewa sederhana seperti dewa matahari, bulan, hujan, musim semi, kesuburan, dsb. Mereka mengadakan upacara-upacara dan memberikan sesaji berupa padi, buah, dan makanan lain untuk mendapat restu. Upacara itu kemudian meningkat ke praktek agama yang lebih keras seperti upacara korban yakni mengorbankan bagian dari mereka yang paling berharga, yaitu nyawa manusia. Orang-orang Toltek juga mengamalkan Tezkatlipoka (dewa perang) dengan matahari yang agung dan menyembah keduanya dalam satu upacara korban. Orang-orang Aztek yang muncul setelah orang Toltek meneruskan pemujaan sendiri yaitu Huiyzilopochtti. Dewa ini memperhatikan peruntungan politik Tenochitlan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->