P. 1
ASSESMEN dunia pendidikan

ASSESMEN dunia pendidikan

|Views: 233|Likes:
Published by Surah Zain

More info:

Published by: Surah Zain on Oct 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2013

pdf

text

original

ASSESMEN DALAM PEMBELAJARAN Realitas menunjukkan bahwa penilaian dengan cara konvensional be-lum mampu mengungkap hasil belajar

siswa dari aspek sikap dan proses atau kinerja siswa secara aktual. Oleh karenanya diperlukan penerapan sis-tem penilaian yang dapat mengungkap kedua aspek tersebut. Sistem penilaian yang diasumsikan dapat memenuhi tuntutan tersebut adalah sis-tem penilaian yang digagaskan dalam Sistem Penilaian Kelas Kurikulum 2004 yang antara lain meliputi jenis Penilaian Kinerja (Performance Assess-ment), Penilaian Karya (Product Assessment), Penilaian Penugasan , Penilaian Proyek, dan Penilaian Portofolio. Dari jenis-jenis tersebut tersirat bahwa makna penilaian mencakup hal-hal yang lebih luas dari sekedar penilaian konvensional yang selama ini berlangsung. Makna Penilaian dan Tujuan Pembelajaran Sebagaimana ditegaskan dalam pedoman penilaian untuk sekolah dasar (Depdikbud, 1994:1) penilaian merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari tujuan pendidikan dasar maupun penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan pada langkah awal pembelajaran digunakan sebagai acuan dalam kegiatan pem-belajaran dan proses penilaian yang akan dilakukan. Menurut Davis (dalam Sudarsono Sudirdjo dkk., 1991:94) tujuan tidak hanya merupakan arah yang dapat membentuk atau mewarnai kurikulum dan memimpin kegiatan pen-gajaran, tetapi juga dapat menyediakan spesifikasi secara terperinci bagi penyusunan dan penggunaan teknik-teknik penilaian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran yang dirumuskan secara je-las dan spesifik akan menunjang proses penilaian yang tepat dan dapat membantu di dalam menetapkan kualitas dan efektivitas pengalaman bela-jar siswa. Pengertian Penilaian Dalam buku pedoman penilaian kurikulum 1994 (Depdikbud, 1994: 3), dikemukakan bahwa: "Penilaian adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mem-berikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh ten-tang proses dan hasil belajar yang telah dicapai siswa". Penjelasan tersebut di atas mengandung makna bahwa jauh sebelum diberlakukannya sistem Penilaian Kelas dari Kurikulum 2004, penilaian ti-dak hanya ditujukan pada penguasaan salah satu bidang tertentu saja, me-lainkan menyeluruh dan mencakup aspek kognitif, afektif maupun psiko-motorik. Hal ini sejalan dengan pandangan Colin (1991: 3), bahwa: "Assessment as a general term enhancing all methods customarily to ap-praise performance of individual pupil or a group. It may refer to abroad appraisal including many sources of evidence and many aspects of a pu-pil's knowledge, understanding, skill and attitudes. Sedangkan menurut Nana Sudjana (1989:220), penilaian adalah proses untuk menentukan nilai dari suatu obyek atau peristiwa dalam suatu kon-teks situasi tertentu, dimana proses penentuan nilai berlangsung dalam ben-tuk interpretasi yang kemudian diakhiri dengan suatu "Judgment". Penilaian tidak sama dengan pengukuran, namun keduanya tidak dapat dipisahkan, karena kedua kegiatan tersebut saling berhubungan erat. Untuk dapat mengadakan penilaian perlu melakukan
1

dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Namun penilaian dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk melakukan instrospeksi diri terhadap proses pembelajaran yang baru saja berlangsung. 1994:3) ditegaskan bahwa tujuan dan fungsi penilaian untuk memberikan umpan bail baik kepada guru. Selain itu dengan informasi hasil penilaian yang benar. kekurangan dan kedudukan siswa secara ril di kelasnya. Bagi orangtua.pengukuran terlebih dahulu (Suharsimi Arikunto. Pengu-kuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Tes adalah cara penilaian yang dirancang dan dilak-sanakan kepada siswa pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang jelas. khususnya dalam bidang penilaian. hasil penilaian tidak hanya dugunakan untuk memberikan pertanggung-jawaban secara obyektif kepada atasan ataupun sekedar bahan nilai raport. Bagai guru. Penilaian menjawab per-tanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang siswa. !991: 1). 2004:11-12). Bagi siswa. suatu kebijakan pendidikan. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pern-yataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. orangtua maupun lembaga pendidikan yang berkepentingan serta untuk menentukan nilai hasi belajar siswa. seleksi. 1992: 13). tes. hasil penilaian merupakan masukkan yang sangat berarti yang dapat digunakan untuk bahan kajian dalam membantu guru meningkatkan kompetensi pro-fesionalnya. Hasil penilaian yang komprehensif dapat juga dugunakan untuk tujuan dan kebutuhan lain misalnya penentuan status siswa. orangtua dapat secara akurat mengetahui kemampuan. dengan mengetahui hasil belajar siswa (anaknya) orangtua dapat turut berpartisipasi dan mengambil langkah yang tepat dalam memberikan bimbingan dan bantuan serta dorongan bagi putra-putrinya. pengelompokkan. Pengukuran dapat diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang di-dasarkan pada aturan atau formulasi yang jelas (Asmawi Zainul." Fungsi Penilaian Dalam pedoman penilaian Kurikulum 1994 (Depdikbud. atau penelitian. kita dapat me-lakukan evaluasi terhadap kurikulum baru. "Banyak orang mencampuradukkan pengertian antara evaluasi. berharga atau tidak. Bagi pengelola program pendidikan. siswa. berikut adalah penjelasan dari buku Penilaian Kelas pada Kurikulum 2004 tentang beberapa istilah yang sering terkait dengan penilaian (Depdiknas. Selain itu. dari hasil penilaian siswa mendapatkan informasi tentang seberapa jauh tingkat penguasaan bahan pelajaran yang diberikan guru. Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar siswa atau keterca-paian kompetensi (rangkaian kemampuan) siswa. hasil penilaian dapat dijadikan alat untuk memotivasi siswa tersebut agar lenih giat dalam proses pembelajaran berikutnya. Evaluasi berhubungan den-gan keputusan nilai (value judgement). pengukuran (measurement). sumber belajar tertentu. dan penilaian (as-sessment). serta menyempurnakan pengalaman pendidik. padahal keempatnya memiliki pengertian yang berbeda. . Di bidang pendidikan. Dari hasil pengukuran akan diperoleh skor yang menggambarkan tingkat keberhasilan belajar siswa berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Lebih lanjut. Pengu-kuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang siswa telah menca-pai karakteristik tertentu. diagnosis dan bimbin-gan. atau etos kerja guru.

dan Indikator dari setiap materi pokok pembe-lajaran. understanding. maka penilaian hendaknya dilaku-kan secara terbuka. Po-pham. berori-entasi pada tujuan. . karena antara tujuan dan penilaian merupakan komponen sistem pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan. sikap. Peneilian yang dilakukan secara menyeluruh artinya informasi yang dikumpulkan melalui proses penilaian menyangkut seluruh aspek kepribadian siswa. Masidjo (1995: 25) obyek-tivitas pelaksanaan penilaian dapat dicapai dengan menaati aturan-aturan yang telah ditetapkan. . Konsep Dasar Asesmen Pengertian Asesmen Asesmen dalam pembelajaran adalah suatu proses atau upaya formal pengumpulan informasi yang berkaitan dengan variabel-variabel penting pembelajaran sebagai bahan dalam pengambilan keputusan oleh guru un-tuk memperbaiki proses dan hasil belajar siswa (Herman et al. . Agar hasil penilaian dapat memberikan manfaat baik kepada guru. siswa. Maksudnya baik proses maupun hasil penilaian hen-daknya diinformasikan kepada pihak-pihak terkait. 1992:95. orang tua maupun pihak sekolah. artinya dalam melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa. yakni dilaksanakan secara menyeluruh. dan keterampilan proses peserta didik. maka dalam melaku-kan penilaian harus selalu berorientasi pada tujuan. keterampilan dan sikap siswa dalam pembelajaran yang diperoleh guru dengan berbagai metode dan prosedur baik formal maupun informal. Penilaian dikatakan menyeluruh jika mampu mengung-kap aspek produk dan proses belajar anak. Prinsip penilaian selanjutnya adalah bersifat obyektif.Prinsip penilaian Hasil kegiatan penilaian dapat memberikan manfaat yang optimal jika di-lakukan dengan mengacu pada prinsip-prinsip penilaian sebagaimana ditetapkan oleh pedoman formal penilaian dari pemerintah (Depdikbud. Pengertian asesmen dalam berbagai literatur asing tersebut di atas selaras dengan makna penilaian yang digariskan dalam Buku Pedoman Penilaian pada kurikulum pendidikan dasar. obyektif. sebagaimana dikemukakan oleh Corner (1991:2-3) sebagai berikut. for producing information about pupil . guru berusaha untuk meminimalisasi faktor subyektivitas. 3 . Target hasil belajar yang diharapkan terjadi pada diri siswa setelah berlangsungnya proses pembelajaran tertuang dalam tujuan pembelajaran sejak tujuan umum pada Standar Kompetensi Mata Pelajaran hingga Kom-petensi Dasar. pemahaman. An assess-ment instrument may be any method and procedure. It may refer to a broad appraisal including many sources of evidence and many aspect of pupil's knowledge. Penilaian yang didasarkan atas kriteria penilaian yang telah ditetapkan sebelumnya dapat mengurangi faktor subyektivitas dalam melakukan penilaian.. Hasil Belajar. berkesinmabungan. sehingga hasil penilaian memiliki kebermaknaan bagi pihak-pihak yang memerlukan. Oleh karena proses penilaian bertujuan untuk mengetahui se-jauhmana tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran. Variabel-variabel penting yang dimaksud sekurang-kurangya meliputi pengetahuan. skills and attitudes. Menurut Ign. A general term enhancing all methods customarily used to appraise performance of an individual pupil or group. terbuka serta mempertimbangkan aspek ke-bermaknaan. 1994:5). yakni menyangkut pengetahuan. 1995:3). formal or in-formal.

(3) menentukan jenjang kemampuan siswa. (2) memonitor kemajuan siswa. dan kelima. mengunjukkan atau melakukan sesuatu. menilai ulang bagaimana penyesuaianpenyesuaian terse-but bekerja cukup baik. as-esmen portofolio (portfolio assessment) atau asesmen kinerja (performsnce as-sessment). senantiasa menganggap bahwa pembelajaran terus berlangsung. adil bagi semua siswa. akurat dalam pengukuran. asesmen alternatif ini kadang-kadang disebut juga asesmen autentik (authentic assessment).Dalam buku tersebut tertulis bahwa.1993:13. maka peng-gunaan asesmen harus: relevan dengan standar atau kebutuhan hasil belajar siswa. selalu meminta siswa untuk menunjukkan bukti-bukti bagaimana mereka belajar. Dalam beberapa literatur. Herman (1997) memberikan semboyan khusus bagi asesmen alternatif dengan ungkapan "What You Get is What You Assess" (WYGWYA). 1994:3). berguna. (5) pensekoran lebih di-dasarkan pada pertimbangan manusia yang terlatih daripada mengandalkan mesin. Popham. (5) mempengaruhi persepsi publik tentang efektivitas pembelajaran. layak dan dapat dipercaya.1997:198) Agar penggunaan asesmen dalam kelas sesuai dengan pembelajaran dan dapat meningkatkan pembelajaran tersebut Cottel (1991) menggagaskan 5 petujuk bagi guru penggunaan asesmen dalam kelas. Untuk memperoleh asesmen dengan standar tinggi. ketiga.. Marzano. Ada pun yang dimaksud dengan asesmen alternatif (alternative assessment) adalah segala jenis bentuk asesmen diluar asesmen konvensional (selected respon test dan paper-pencil test) yang lebih autentik dan signifikan mengungkap secara langsung proses dan hasil belajar siswa. (4) menentukan efektivitas pembelajaran. (6) mengevaluasi kinerja guru kelas. menghasil-kan. (3) meng-gunakan kegiatan-kegiatan yang bermakna secara instruksional. melaku-kan penyesuaian-penyesuaian yang tepat untuk meningkatkan pembela-jaran. (4) menun-tut penerapan yang autentik pada dunia nyata. (2) memberi peluang untuk terjadinya berpikir kompleks dan/atau memecahkan masalah. . (Herman. Kelima petunjuk tersebut adalah: pertama. memberi siswa umpan balik tentang re-spon kelas serta rencana pengajar tentang respon tersebut.1997:243.1997:197-198. (Herman. Harlen. 1992:6. keempat. et al. kedua. penilaian adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang telah dicapai (Depdikbud. 1995:142) Tujuan dan Peran Asesmen dalam Pembelajaran Tujuan utama penggunaan asesmen dalam pembelajaran (classroom assessment) adalah membantu guru dan siswa dalam mengambil keputusan propesional untuk memperbaiki pembelajaran. (7) mengklarifikasi tujuan pembelajaran yang dirancang guru Setiap penggunaan asesmen alternatif bentuk apapun dicirikan oleh hal-hal berikut: (1) menuntut siswa untuk merancang. membuat. Niemi. Menurut Popham (1995:4-13) asesmen bertujuan untuk antara lain untuk: (1) mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar.

dan penilaian tertulis (paper and pencil test). membuat keputusan yang harus dilakukan siswa. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan penilaian berbasis kelas. alat prediksi (mendapatkan in-formasi yang digunakan untuk memprediksi kinerja siswa pada pendidikan berikutnya) dan alat diagnosis (melihat kesulitan belajar atau dalam hal apa siswa memiliki prestasi untuk menentukan perlu remediasi atau pen-gayaan). tuna wicara dan sebagainya). Pendidikan anak berbakat. tentu saja berbagai jenis penilaian perlu diberikan se-suai dengan kompetensi yang akan dinilai. penugasan (proyek). dan pencapaian penguasaan kompe-tensi harus menjadi perhatian utama guru pada setiap kali mengajar. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 dinyatakan bahwa seluruh rakyat Indonesia berhak memperoleh pengajaran. Anak berbakat perlu dipikirkan bagaimana menanggulanginya. bakat. Berdasarkan kenyataan yang universal dan alamiah bahwa manusia itu berbeda satu sama lain dalam berbagai hal. Anak Berbakat Membahas masalah sistem pendidikan di Indonesia. pelaporan. sehingga segala kemampuan yang ada pada dirinya dapat tersalurkan melalui suatu lembaga pendidikan khusus. kita tahu bahwa anak usia sekolah ditempatkan secara berjenjang sesuai dengan usianya. dan pemerintah mengusahakan dan melaksanakan satu sistem pengajaran (pendidikan) nasional. atau untuk menetapkan penjurusan). Oleh karena itu perlu dipikirkan bagaimana menangani penyaluran berbagai perbedaan ini. kumpulan hasil kerja siswa (portofolio). Guru dituntut mampu melaksanakan penilaian mulai dari awal sampai akhir proses belajar mengajar. artinya kurikulum yang dipakai untuk seluruh wilayah Indonesia secara umum sama. Untuk menilai sejauhmana siswa telah menguasai beragam kompetensi. sebagaimana halnya pendidikan pada umumnya. Dengan keterbatasan ini. kepribadian. fasilitas. masukan dan tujuan (Raka Joni. menguasai kompetensi (me-nentukan apakah seorang siswa telah menguasai kompetensi tertentu atau belum). jenis penilaian diagnosis. SD. maka ada beberapa hal yang belum tertangani dengan baik. misalnya penanganan anak berbakat. alat seleksi (memisahkan antara siswa yang ma-suk dalam kategori tertentu dan yang tidak. guru. dan penggunaan informasi ten-tang hasil belajar siswa. Tujuan pendidikan Indonesia tersirat dalam cita-cita bangsa Indonesia yang telah dirumuskan dalam falsafah hidup bangsa. seperti dalam hal intelegensi. 5 . SLTP dan SMU. Kurikulum yang digunakan bersifat centralized (terpusat). bimbingan. atau untuk menentukan seorang siswa dapat masuk atau tidak di sekolah tertentu).Ada beberapa tujuan penilaian dilakukan guru. 1982). Mulai anak usia TK. Penilaian ber-basis kelas merupakan suatu proses yang dilakukan guru melalui langkah-langkah perencanaan. yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. bimbingan (mengevaluasi hasil belajar siswa dalam rangka mem-bantu siswa memahami dirinya. hama dilihat secara sistematik meliputi program. Seperti halnya sekolah luar biasa (SLB) yang menangani anak-anak yang memiliki kelemahan dikarenakan tidak berfungsinya salah satu bagian pada tubuhnya (tuna netra. kondisi jasmani dan sebagainya. seperti unjuk kerja/kinerja (per-formance). pengumpulan sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa. antara lain untuk grading (membedakan kedudukan hasil kerja siswa dibandingkan dengan siswa lain dalam satu kelas). hasil karya (produk). tuna rungu.

anak berbakat memiliki pengertian. Kiranya hal itu tidak sulit untuk dimengerti. Apa Yang Dimaksud Dengan Anak Berbakat? a.Pendidikan anak berbakat merupakan bagian integrasi pendidikan pada umumnya.1982). Pengertian lain menyebutkan bahwa anak gifted adalah anak yang mempunyai potensi unggul di atas potensi yang dimiliki oleh anak-anak normal. sebab salah satu syarat penting untuk meraih prestasi akademik tertentu ialah persyaratan intelegensi. anak berbakat mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang dipengaruhi tingkat kebudayaan di mana mereka memperoleh pengalaman budaya. sikap dan aktivitas anggota masyarakat yang lain. Karakteristik anak berbakat berbagai mahluk sosial. Anak berbakat ialah anak yang memiliki kecakapan dalam mengembangkan gabungan ketiga sifat ini dan mengaplikasikan dalam setiap tindakan yang bernilai. Selain itu faktor agama akan memberikan dasar dan norma pribadi anak berbakat. pemikiran. sehingga masahat yang diberikan menjadi lebih besar dibandingkan mudharatnya. "Anak berbakat merupakan satu interaksi diantara tiga sifat dasar manusia yang menyatu ikatan terdiri dari kemampuan umum dengan tingkatnya di atas kemampuan rata. Untuk mengenali karakteristik anak-anak berbakat dapat dilihat beberapa segi diantaranya sebagai berikut 1. dengan kekhususan memberi kesempatan maksimal bagi anak berbakat untuk berfungsi sesuai dengan potensinya. Ditinjau dari budaya. 1985). komitmen yang tinggi terhadap tugas'tugas dan kreativitas yang tinggi. Dalam pergaulan inilah emosi mereka merasa sedih atau bahagia. Keunggulan lain yang telah disepakati oleh para ahli ialah anak-anak gifted mempunyai superioritas dalam bidang akademik. anak berbakat mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat. Dengan dasar kepribadian yang baik maka akan dilahirkan pula karya-karya yang baik pula. Pengertian anak berbakat Menurut definisi yang dikemukakan Renzuli. Hal itu sesuai dengan citra masyarakat yang kita anut dengan memperhatikan kaitan fungsional antara individu dengan masyarakat (Raka Joni. Seperti kita ketahui bahwa sebuah karya yang besar tentu saja akan memberikan pengaruh yang besar pula kepada hidup dan kehidupan manusia. Para ahli dalam bidang anak-anak gifted memiliki pandangan sama ialah keunggulan lebih bersifat bawaan dari pada manipulasi lingkungan sesudah anak dilahirkan. dengan harapan bahwa pada suatu saat anak juga akan memberi sumbangan yang maksimal bagi peningkatan kehidupan sesuai dengan aktualisasi potensinya itu. Potensi . Kepribadian memang merupakan salah satu sumbangan yang dapat diberikan oleh anak atau orang-orang gifted.rata. Anak-anak yang mampu mewujudkan ketiga sifat itu masyarakat memperoleh kesempatan pendidikan yang luas dan pelayanan yang berbeda dengan programprogram pengajaran yang reguler (Swssing. b.

Rasa tanggung jawab mereka sangat tinggi serta mempunyai cita rasa humor yang tinggi pula. Selain itu janin harus terhindar dari keracunan atau pengaruh sinar x yang datang dari luar (Healy. dan dalam irama perkembangan kemajuan yang mantap (Swassing. Sifat ini akan membuat anak berbakat. Karakteristik sosial yang dimiliki anak-anak berbakat ialah cakap mengevaluasi keterbatasan dan kelebihan yang dimiliki dirinya dan orang lain. Anak-anak berbakat berkembang lebih cepat atau bahkan sangat cepat bila dibandingkan dengan ukuran perkembangan yang normal. yaitu emosi. Hal ini disebabkan anak berbakat memiliki superioritas intelektual (Gearheart. mampu dengan cepat melakukan analisis (Sunan. Mereka akan memilih metode. Dari sudut proses belajar maka faktor kesadaran seperti yang disarankan oleh Healy adalah satu prestasi belajar yang sebelumnya melibatkan proses kompleks. Cara menghadapi masalah 3. Cara menghadapi masalah Cara menghadapi masalah disini adalah keteriibatan seluruh aspek psikologis dan biologis setiap anak berbakat pada saat mereka berhadapan dengan masalah tersebut. Potensi ini dapat disebabkan oleh faktor keturunan. 1959). 1983). 1980). 1980). seperti studi yang dilakukan U. Dilihat dari sudut ilmu pendidikan untuk menjelaskan hal tersebut di atas. Faktor intelegensi. Menurut French (1959) dan Gearheart (1980) anak-anak yang berbakat memiliki stabilitas emosi yang mantap sehingga mereka akan mampu mengendalikan masalahmasalah personal (Heward. Bila guru menemukan anak seperti itu maka guru dapat menduga bahwa itu anak-anak yang berbakat. Bahkan dalam berfikir mereka sering meloncat dari urutan berfikir yang normal (Gearheart. 1978). emosi dan sosialisasi sangat menentukan pencapaian hasil atau prestasi belajar dalam bentuk kesadaran. Kemampuan (prestasi) yang dapat dicapai. Branfenbrenner (1972) dan Scarr Salaptek (1975) terhadap tingkat kecerdasan. Penjelasan itu menyatakan bahwa semua wanita harus menyadari pentingnya nutrisi yang baik demi anak yang dikandungnya. kita dapat mengikuti penjelasan dari Jane Healy. Potensi Beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa anak-anak berbakat memiliki potensi yang unggul. Menurut penelitan Terman (1925) pada saat anak berbakat dilahirkan memiliki berat badan diatas berat badan normal. Branfenbrenner dan Scarr Salaptek menyatakan secara tegas bahwa sekarang tidak ada kesangsian mengenai faktor genetika mempunyai andil yang besar terhadap kemampuan mental seseorang (Kitano. pendekatan dan alat yang strategis sehingga diperoleh pemecahan masalah yang efisien 7 . 1985). daya tahan tubuh dan kondisi kesehatan pada umumnya (French.1986). 1985). U. 1.2. Dari segifisik pada umumnya mereka juga memiliki keunggulan seperti terlihat dari berat dan tinggi badan. 1980) Selain potensi intelegensi anak-anak berbakat memiliki keunggulan pada aspek psikologis yang lain. 1978) sehingga orang salah mendiagnosa sebagai anak yang hyperactive (Swassing. motivasi. tampil bijaksana. 2. koordinasi. Mereka juga sangat energik (Meyen.

Mereka menyukai cara-cara baru dalam mengerjakan sesuatu dan mempunyai ntens untuk berkreasi (Meyen. Berdasarkan prestasi akademik. 1959). 1980) kemudian mereka akan melakukan ekspedisi dan eksplorasi terhadap pengukuran saja. sintesis. 1978) 3. psikologis. Langkah awal dapat dilihat bahwa setiap anak berbakat mempunyai keinginan yang kuat untuk mengetahui banyak hal (Gearheart. 1983). akademik dan sosial. Mereka mampu menggunakan perbendaharaan kata yang sudah maju (Ingram. 1959). Mereka suka bekerja secara independent dan membutuhkan kebebasan dalam bergerak dan bertindak d). Mereka akan terpusat pada pencapai tujuan yang ditetapkan (Gearheart. 1980) c). analisis. Karakteristik yang dimiliki anak berbakat dalam menghadapi masalah diantaranya: a). Tingkah laku yang dimunculkan ialah mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara kritis. French. Mereka mampu melihat hubungan permasalahan itu secara komprehensif dan juga mengaplikasikan konsep-konsep yang kompleks dalam situasi yang kongkrit. b). Tidak sabar untuk segera maju ke tingkat berikutnya . Prestasi Prestasi anak berbakat dapat ditinjau dari segi fisik. Secara psikologis anak berbakat memiliki kemampuan emosi yang unggul dan secara sosial pada umumnya mereka adalah anak-anak yang populer serta lebih mudah diterima (Gearheart. evaluasi dan kognitif tingkat rendah terdiri dari berfikir mengetahui dan komprehensif.1980). Anak berbakat mampu berjalan dan berbicara lebih awal dibandingkan dengan masa berjalan anak-anak normal (Swanson. 1985. Setelah berfikir dengan baik maka mereka akan memunculkan hasil pemikiran dalam bentuk tingkah laku. Selain memiliki keunggulan-keunggulan diatas anak-anak berbakat mempunyai karakteristik negatif diantaranya (menurut Swassing): 1. Dapat mendominasi diskusi 3. Prestasi fisik yang dapat dicapai oleh anak-anak berbakat ialah mereka memiliki daya tahan tubuh yang prima serta koordinasi gerak fisik yang harmonis (French. Menurut Bloom kognitif tingkat tinggi meliputi berfikir aplikasi. Dalam usia yang lebih muda dari anak-anak normal. anak-anak berbakat sudah mampu membaca dan kemampuan ini berkembang terus secara konsisten (Swassing. Heward. 1979).dan efektif. Pertanyaan ini ditujukan pada diri sendiri atau orang lain (sebaya atau orang dewasa). anak berbakat pada dasarnya memiliki sistem syaraf pusat (otak dan spinal cord) yang prima. Mampu mengaktualisasikan pernyataan secara fisik berdasarkan pemahaman pengetahuan yang sedikit 2. Oleh karena itu anak-anak berbakat dapat mencapai tingkat kognitif yang tinggi.

8. masyarakat dan pemerintah. Sukaribut 5. Dalam usaha mempengaruhi perkembangan anak untuk mengaktualisasikan seluruh potensi yang dimiliki agar berfungsi secara optimal terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar mencapai hasil yang diharapkan. Menggunakan humor untuk memanipulasi sesuatu 11. sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pendidik. Membiarkan seorang anak berkembang sesuai dengan azas kematangan saja akan menyebabkan perkembangan menjadi tidak sempurna dan bakat-bakat luar biasa yang sebetulnya memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi tidak berfungsi. atau kegiatan fisik 6. Menjadi bosan karena banyak hal yang diulang-ulang 10. petunjuk-petunjuk atau prosedur tertentu 7. Memilih kegiatan membaca dari pada berparfsipasi aktifdalam kegiatan masyarakat. Faktor yang ada pada anak itu sendiri. Dalam usaha memberikan pendidikan khusus kepada anak berbakat perlu terlebih dahulu membedakan beberapa pengertian. ialah : a. Sedangkan aspekaspek lain secara umum tergolong biasa saja. bisa mengenai aspek kognitif atau aspek yang berhubungan dengan keterampilan-keterampilan khusus. Pendidikan khusus yang direncanakan diberikan kepada anak-anak khusus (anak berbakat luar biasa). terencana dan terjadwal agar apa yang ada. yakni: 1) Berbakat luar biasa pada fungsi-fungsi yang berhubungan dengan proses informasi (kognitif) dan karena itu mempengaruhi aspek-aspek lain.Melawan jadwal yang (hanya) didasarkan atas pertimbangan waktu saja bukan atas pertimbangan tugas 12. terealitas dan hasil akhir dari suatu perkembangan dicapai. Jika memimpin diskusi akan membawa situasi diskusi ke situasi yang harus selalu tuntas. Suka melawan aturan. yaitu mengenal anak. Frustasi disebabkan tidak jalannya aktivitas sehari-hari 9. Peran lingkungan sebagai pemicu rangsang sangat besar dalam ikut menentukan sampai di mana tahapan.4. 2) Berbakat luar biasa hanya pada salah satu atau beberapa aspek. 9 . yang dimiliki menjadi aktual dan berfungsi sebaik-baiknya. Bagaimana Menangani Anak Berbakat ? Kemampuan dasar atau bakat luar biasa yang dimiliki seorang anak memerlukan serangkaian perangsang (stimulasi) yang sistematis. Mungkin akan kehilangan interns dengan cepat. Mengenali dalam arti mengetahui semua ciri khusus yang ada pada anak secara obyektif. jelas mempunyai tujuan mengaktualisasikan seluruh potensi yang dimiliki seorang anak agar bisa mencapai prestasi yang luar biasa.

Percepatan (akselerasi) Ada 2 cara melaksanakan percepatan ini yakni: 1) Meloncatkan anak pada kelas-kelas yang lebih tinggi (skipping). kebutuhan dan kemampuan anak itu sendiri. Meskipun banyak aspek perkembangan lain pada anak ternyata memang lebih maju dari pada anak-anak seumurnya. . Cara seperti ini oleh Samuel A. 2) Perlu ditekankan bahwa kurikulum pada pendidikan khusus hendaknya tidak terlepas dari kurikulum dasar yang diberikan untuk anak lain. maka mudah timbul perasaan tidak puas belajar bersama dengan anak-anak lain seumurnya. baik sosial maupun emosional karena terbatasnya hubungan-hubungan sosial dengan teman-teman sebayanya. yang belum tentu sesuai seluruhnya bagi anak karena norma yang diikuti bukan norma dari anak berbakat itu sendiri. Kesulitannya ialah pengaturan administrasi sekolah yang meliputi pengaturan-pengaturan tenaga pengajaran karena harus memberikan pelajaran secara individual kepada anak.pada perkembangan kemampuan anak yang berorientasi inovatif dan tidak reproduktif serta berorientasi untuk mencapai sesuatu dan tidak hanya sekedar memunculkan apa yang dimiliki tanpa dilatih menjadi kreatif. Klik dan James Gallagher disebut sebagai "telescoping grades". antara lain karena mempermudah timbulnya' masalah-masalah penyesuaian. di rumah maupun di lingkungan sosialnya. Kecuali norma yang dipakai adalah norma dari kelas tinggi. Faktor kurikulum yang meliputi: 1) Isi dan cara pelaksanaan yang disesuaikan dengan keadaan anak (Child centered) dan dengan sendirinya telah dilakukan identifikasi mengenai keadaan khusus yang ada pada anak secara obyektif. Sesuai dengan keadaannya di mana usia mental (mental age) pada anak berbakat lebih tinggi dari usia sebenarnya (cronological age). Perbedaan hanya terletak pada penekanan dan penambahan sesuatu bidang sesuai dengan kebutuhannya dan tetap terpadu dengan kurikulum dasar. baik disekolah. misalnya aspek sosial. 4) Isi kurikulum hams mengarah . Sebenarnya cara ini tergolong cara yang baik karena diberikan dan diselesaikan ditentukan oleh keadaan. Pelaksanaan pendidikan anak berbakat a. 3) Kurikulum khusus diarahkan agar perangsangan yang diberikan mempunyai pengaruh untuk menambah atau memperkaya program (enrichment program) dan tidak semata-mata untuk mempercepat (accelerate) berfungsi sesuai bakat luar biasa yang dimiliki.b. Percepatan yang diberikan kepada anak berbakat untuk menyelesaikan bahan pelajaran dalam waktu yang lebih singkat sesuai dengan kemampuannya yang istimewa. melayani dan mengamalkan pengetahuannya untuk kemajuan mesyarakat bangsa dan negara. Kreativitas yang diarahkan agar tertanam sikap hidup yang mau mengabdi. akan tetapi cara percepatan dengan meloncatkan anak pada kelas-kelas yang lebih 'tinggi dianggap kurang baik. Pada anak sendiri dikhawatirkan oleh para ahli akan timbul kesulitan dalam penyesuaian diri.

ia merasa bosan dan pada anak-anak yang masih kecil. 2) Model B Pada model ini anak mengikuti kelas biasa tetapi tidak seluruhnya (bisa 75%. kemungkinan mengganggu teman-temannya bertambah. untuk b) Pada waktu anak mengikuti kelas biasa. misalnya pergaulan. c) Di kelas biasa anak tidak terlatih bersaing dan bekerja keras untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya. 3) Model C Pada model ini semua anak berbakat dimasukan dalam kelas secara penuh.b. Keuntungan pada model ini ialah mudah mengatur pelaksanaannya dan pada murid sendiri merasa ada persaingan dengan teman-temannya yang seimbang kemampuannya dan jumlah pelajaran serta kecepatan dalam menyelesaikan suatu mata pelajaran bisa disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan anak. 11 . Kerugian akan terjadi pada anak-anak normal yang sebaya. Perlakuan istimewa oleh pihak sekolah dan guru-guru mudah menimbulkan perasaan harga diri yang berlebihan (superiority Complex) Karena dalam kenyataannya ia berada dalam kelas yang eksklusif. Pendidikan dalam kelompok khusus (special grouping segregation) Ada beberapa kemungkinan untuk melaksanakan ini.kerugian pada anak ialah : a) Berkurangnya waktu untuk melakukan kegiatan lain yang diperlukan memperkembangkan aspek kepribadiannya. Waktu belajarnya bertambah dan mata pelajaran dasar atau yang berhubungan dengan kemampuan khusus (misalnyamatematika) ditambah. yang cukup lama di kelas khusus (meskipun mungkin kelas mini) masih memperoleh kesempatan bersaing dengan teman-teman yangmempunyai potensi berbeda. yakni: 1) Model A Kelas biasa penuh ditambah kelas khusus (mini). olah raga dan kesenian. 60%. 50%) dan ditambah dengan mengikuti kelas khusus. Keuntungan lain ialah jumlah jam belajar. Kurikulum dibuat secara khusus demikian pula guru-gurunya. Jumlah jam pelajaran tetap dan hal ini menguntungkan anak sehingga ia masih mempunyai waktu untuk melakukan dalam mengembangkan aspek-aspek kepribadiannya. Cara ini bisa dilakukan disetiap sekolahkarena anak berbakat mengikuti secara penuh acara di sekolah dan setelah itu memperoleh pelajaran tambahan dalam kelas khusus. Kerugian pada anak sendiri ialah seperti pada model A yakni ketika berada di kelas bisatumbuh perasaan bosan dan mungkin mengganggu semua mata pelajaran adalahmudah akibat mudah tumbuhnya perasaan sombong dan terlalu percaya diri. sehinga proses sosialisasi di sekolah menjadi berkurang.

. b. Dari sudut administrasi sekolah jelas mudah diatur. komentar. merupakan sekolah khusus yang hanya mendidik anak berbakat. Menulis Kreatif (mengarang) Kehidupan imaginasi anak berbakat biasanya sangat aktif dan mengarang merupakan sesuatu yang biasanya gemar dilakukannya. Meskipun anak berbakat gemar membaca. maka materi dapat diambil dari perpustakaan lembaga lain. ia akan mudah merasa sebagai anggota masyarakat dengan kelas dan tingkatan tersendiri dan sulit menyesuaikan diri. umpamanya diarahkan. Pengayaan melalui pelajaran membaca dapat juga dilaksanakan dalam kelompok kecil untuk memperoleh "interaksi yang hidup" dengan teman sebaya. Pengarahan terhadap topik-topik yang relevan perlu diperhatikan gurunya. Kebimbangan memilih judul yang sesuai dapat dipancing dan diarahkan melalui. tidak semua masalah dijangkau oleh minatnya. Juga "display" tentang materi bacaan yang dikumpulkan dari surat kabar. Mengarang adalah suatu sarana yang dalam memperoleh keterampilan menyatakan dirinya. a. meskipun ide-ide dirinya banyak. beritahu karakter mana yang paling kau sukai atau kagumi dan mengapa ?. Tokoh mana yang paling tidak di sukai dan mengapa ?. Beberapa kegiatan dalam implementasi kurikulum bidang studi tertentu. Demikian pula majalah yang tidak merusak pembentukan kepribadiannya merupakan masalah cukup penting.4) Model D Pada model ini. sesudah selesai membaca. (clipping) tentang topik-topik yang lagi "hangat" dibicarakan di sekolah atau masyarakat banyak membantu. Seandainya sekolah tidak mempunyai perpustakaan. Moral apa yang terkandung dalam buku tersebut. Membaca Mata pelajaran yang paling mudah dipenuhi dan paling banyak manfaatnya adalah memberikan bacaan-bacaan yang sangat berguna dan memberikan pendalaman tentang masalah yang diminatinya. majalah atau sumber lain. Perkembangan aspek kepribadian sangat mengkhawatirkan karena kurangnya kemungkinan untuk mendefinisasikan aspek-aspek kepribadian seluas-luasnya. Namun ada anak berbakat yang cenderung minatnya ke ilmu pengetahuan alam (I PA) kadang memperoleh kesukaran dalam menyatakan dirinya. Selain itu pemberian bacaan itu dapat dibarengi dengan tugas memberikan komentar dan catatan tentang buku tersebut. nilai sebagai anggota masyarakat. Pengarahan terhadap catatan. Beberapa kegiatan khusus akan diuraikan secara kongkrit sebagai sampel (contoh-contoh) program dalam menjalankan kurikulum anak berbakat di SD. Tapi dari sudut anak banyak kerugiannya karena dengan mengikuti pendidikan sekolah khusus. Apakah dalam buku itu ada deskripsi Jelas tentang pribadinya secara nyata atau hanya disimpulkan dari kejadian-kejadian yang diceritakan. sugesti yang bagaimana harus diberikan anak berbakat terhadap bacaan berasal dari guru. Dalam hal ini bisa dicapai melalui pergaulan yang luas dan bervariasi. anak terlempar jauh dari lingkungan sosialnya dan menjadi anggota kelompok sosial khusus dan istimewa.

dengan sendirinya merupakan hal-hal yang akan sangatmenumbuhkan motivasi belajaranak berbakat. Demikian juga suatu masalah antropologi perlu dijelaskan melalui ensiklopedi. dan memungkinkan kaitannya dengan PPKn. perubahan dalam sistem transportasi. Suatu pameran tentang mata uang logam kuno dari negeri sendiri atau negara lain. c.1) Gambar seseorang atau sesuatu yang diperhatikan 2) "Passage" dalam bacaan seperti "Penerbang roket mengambil tempat duduknya dalam kapsul. 13 . tata cara pakaian. ilmu bumi dan PPKn secara integral. Persoalan matematika yang dikaitkan dengan cerita akan sangat melatih keterampilannya.Integrasi dari kedua bacaan ini memungkinkan pendalaman suatu penguasaan yang kongkrit dalam kaitan dengan kedua pelajaran tersebut. Dalam memecahkan masalah IPA bukan lagi menghapal hukum dan aksioma saja. e. Suatu aktivitas longitudinal dalam hubungan denganekonomi adalah investasi dalam bidang bisnis yang berhubungan dengan usaha sekolah. Kejadian aktual seperti perjuangan bangsa Asia dan Afrika. atau mengadakan seminar para ahli di bidang IPA dan Kesehatan. penemuan baru seperti "concorde" dan sebagainya. Ilmu Pengetahuan Sosial Pelajaran Sejarah. Mata pelajaran lain seperti politik. antropologi sosiologi dan psikologi dapat diberikan secara ilmiah populer. Dalam hubungan dengan ini berbagai lomba ilmiah dapat diselenggarakan. Pemahaman terhadap hubungan angka dengan membandingkan berbagai metode perkalian. mengelola. Demikian juga kejadian aktual seperti pemilu merupakan permasalahan politik yang dapat dijelaskan dalam kaitan dengan pemerintah. misalnya karakteristik mana dalam masyarakat kita yang bersifat universal? d. IPA dan Pendidikan Kesehatan Keterampilan proses (proses skills) dalam IPA pada akhir abad ini telah digalakan sebagai metodologi IPA yang membantu anak didik mengaitkan IPA dengan dasar kehidupan. tetapi pengembangan aktivitas dan eksperimen yang membantu anak didik memperoleh keterampilan mengamati. Juga menyuruh anak berbakat menemui beberapa tokoh tua di tempat tinggalnya untuk menanyakan peranan dalam perang kemerdekaan kita. meramalkan suatu gejala serta menilai proses tersebut. Umpamanya masalah "Intel-group relation" adalah suatu topik yang dapat diperdalam dalam menggunting surat kabar atau majalah mengenai contoh konflik ada atau kerjasama dari kelompok tertentu. Matematika Untuk mencari jalan terpendek atau termudah dalam menyelesaikan suatu soal matematika patut dilakukan anak berbakat. alat perang dan benda lain dari masa lalu serta pembangunan kini dapat menghidupkan sejarah. Pendidikan Kewarga-negaraan (PPKn). menunggu tanda keberangkatannya . dan Ilmu Bumi dapat dikaitkan dengan membaca dan mempelajari berbagai tajuk sejarah maupun ilmu bumi melalui berbagai bacaan. ekonomi. pengurangan atau penambahan merupakan sesuatu yang menarik anak berbakat.

melukis. Metode belajar dan guru Metode belajar yang paling cocok untuk anak berbakat adalah belajar melalui kelompok kecil atau individual. f. Kreativitas merupakan satu ciri khas dari anak berbakat. Sebagaimana halnya dengan anak-anak yang mengalami hambatan (handicap) anak berbakat perlu mendapat layanan yang berbeda dari yang diberikan kepada anak-anak. Kesenian dan Bahasa Kreativitas anak berbakat dalam berbagai jenis kesenian dapat kesempatan berkembang dan mudah dikaitkan dengan perkembangan bahasa (umpama drama. Hal ini berarti bahwa pendidikan anak berbakat harus berangkat dari landasan konseptual filisofis yang sama untuk digunakan dalam pendidikan biasa. baik dilihat dari segi individu maupun dari segi pemerintah dan masyarakat. bakatbakat istimewa tersebut terbina? 3) Bagaimana pembuatan bakat yang dimaksud dilaksanakan? Perlukah dilakukan penetapan .Demikian pula teka-teki angka akan banyak memberi kesempatan melatih keluwesan kemampuan berhitung. perlu dimantapkan terlebih dahulu. Beberapa persyaratan yang diperlukan guru ialah guru harus seseorang yang memiliki intelegensi tinggi dan mempunyai minat luas dalam berbagai bidang. Bagaimana Pendidikan anak Berbakat dalam Konteks Pendidikan Indonesia Pembinaan bakat dan prestasi berkualitas tinggi penting bagi kelangsungan hidup serta kejayaan bangsa. Dan apabila kita ingin mulai merintis layanan khusus yang dimaksud. deklamasi). maka seharusnya kerangka acuan dengan wawasan ke pendidikan yang lebih luas. dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti berikut ini 1) Apakah yang dimaksud dengan bakat (istimewa) itu Apa bidang-bidangnya. Raka Joni. maka prinsip pendekatan full-out enrichment dan akselerasi harus menjadi dasar untuk pengembangan pada perbedaan potensinya. membatik dan lain-lain. Bila anak berbakat harus belajar dalam kelas besar. Tetapi ada juga kegiatan kesenian yang secara khusus memperkaya perkembangan kesenian tertentu. Di Indonesia sampai saat ini layanan khusus untuk anak-anak berbakat yang dimaksud praktis belum ada. Minat guru yang ada harus dapat disampaikan dengan baik yang dimiliki orang lain. dan bagaimana diungkapkannya? 2) Untuk apa. g. Kreativitas dapat diarahkan melalui berbagai kegiatan positif dan menantang. perhatian jauh lebih banyak ditujukan kepada anak-anak yang mengalami hambatan. Keinginan guru belajar mendalami ilmu bersama murid terus menerus merupakan syarat lain yang harus dipenuhi guru anak berbakat. bukan kepada anak-anak berbakat istimewa. Tinjauan sekilas di sejumlah negara lain memberikan gambaran yang tidak terlalu jauh berbeda. seperti musik (band sekolah). meskipun pemikiran ke arah itu telah pernah dirintis.1982). salah satunya pemberian beasiswa (T. pada umumnya untuk memungkinkan mereka mewujudkan potensinya secara maksimal.

mengambil darah dari pembuluh vena. mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Sebab bila tidak demikian unsur subjektivitas menjadi sangat dominan. analisis. dan sebaginya. Prosedur evaluasi hasil belajar ranah kognitif dengan menggunakan tes sebagai instrumennya meliputi menyusun tes. Akan 17 tetapi ketrampilan motor atau psikomotorik yang diperlukan oleh seorang tenaga profesional seperti mengemudi mobil. Tentu saja disesuaikan dengan kondisi yang ada di masyarakat dan pemerintah Indonesia. mengajar. penentuan dan penalaran dapat diartikani sebagai kemampuan intelektual. pemahaman. Dengan analisis tugas itu akan dapat dipelajari ciri-ciri 15 . Oleh karenanya upaya untuk menjabarkan ketrampilan psikomotor ke dalam demensi-demensinya melalui analisis tugas (Task analyisis) merupakan langkah penting sebelum melakukan pengukuran. prasarana serta personelnya? Bagaimana program tersebut diorganisasikan serta diadministrasikan sehingga dapat tercapai tujuan dengan efektiftetapi efisien? 4) Bagaimana kita bisa tahu bahwa prediksi prestasi berkualitas tinggi yang dibuat itu efektif? Bagaimana kita tahu bahwa program pembinaan bakat istimewa itu berhasil? Apa indikator keberhasilannya? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. EVALUASI HASIL BELAJAR PSIKOMOTOR 1. berenang. pengenalan. analisis dan interpretasi dan melakukan tindak lanjut. síntesis dan evaluasi. harus dikembangkan secara sadar melalui suatu proses pendidikan Penilaian ketrampilan psikomotor memang lebih rumit dan subjektif dibandingkan dengan penilaian dalam aspek kognitif. Demikianlah uraian yang menggambarkan anak berbakat. berlari. melaksanakan testing. melakukan skoring. Bloom mengklasifikasi ranah hasil belajar kognitif atas enam tingkatan. sampai ke hal yang lebih rumit . Karena penilaian ketrampilan psikomotor memerlukan teknik pengamatan dengan keterandalan (reliabilitas) yang tinggi terhadap demensi-demensi yang akan diukur. penerapan. 14 Evaluasi hasil belajar kognitif dapat dilakukan dengan menggunakan tes objektif maupun tes uraian. pengetahuan yang berkaitan dengan pemerolehan pengetahuan.urutan prioritas? Apa isi program pembinaannya dan apa pula persyaratan sarana. pemahaman. konseptualisai. Sejak lahir manusia memperoleh ketrampilan-ketrampilan yang meliputi gerakangerakan otot yang terpadu atau terkoordinasi mulai yang paling sederhana misalnya berjalan. mudah-mudahan pemikiran untuk mewujudkan lembaga pendidikan anak berbakat bisa terwujud. Sasaran Evaluasi Ranah ketrampilan motorik atau psikomotor dapat diartikan sebagai serangkaian gerakan otot-otot yang terpadu untuk dapat menyelesaikan suatu tugas. kemampuan memperoleh pengetahuan. yaitu pengetahuan. Evaluasi Hasil Relajar Ranah Kognitif : Ranah kognitif sebagai ranah hasil relajar yang berkenaan dengan kemampuan pikir. memanjat.

5) Karakterisasi/internalisasi/mengamalkan. 3) Menilai/menghargai. Otonomi yang luas itu. meliputi aspek-aspek sebagai berikut: a.demensi itu dan dapat tidaknya demensi itu untuk diobservasi dan diukur. 2) Merespons/berpartisipasi. termasuk di dalamnya berinovasi dalam pengembangan kurikulum dan model-model pembelajaran. Sararan Evaluasi Ranah penilaian hasil belajar afektif adalah kemampuan yang berkenaan dengan perasaan. yaitu keinginan berbuat sesuatu sebagai reaksi terhadap gagasan. kesiapan siswa dalam proses belajar dan iklim akademik sekolah. Menurut Bloom. serta menentukan nila mana mempunyai prioritas lebih tinggi dari pada nilai yang lain. hendaknya sekolah menyikapinya dengan seksama agar apa yang dicita-citakan dalam perubahan paradigma pendidikan dapat segera terwujud. penyiapan infrastruktur. yaitu keyakinan atau anggapan bahwa sesuatu gagasan. b. serta perilakunya selalu konsisten dengan filsafat hidupnya tersebut. Gable). Kebijakan tersebut dapat dimaknai sebagai pemberian otonomi yang seluas-luasnya kepada sekolah dalam mengelola sekolah. Menurut Anderson (dalam Robert K. value/beliefs as to what should be desired. yaitu menunjukkan saling berkaitan antara nilainilai tertentu dalam suatu sistem nilai. profesionalisme guru. EVALUASI HASIL BELAJAR AFEKTIF : 1. hendaknya diimbangi dengan perubahan yang berorientasi kepada kinerja dan partisipasi secara menyeluruh dari komponen pendidikan yang terkait. yakni kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). emosi. sekedar mendengarkan atau memperhatikan. benda atau cara berpikir tertentu mempunyai nilai/harga atau makna. Seseorang menjadi commited terhadap suatu sistem nilai tertentu. yaitu bersedia menerima dan memperhatikan berbagai stimulus yang masíh bersikap pasip. interest. 4) Mengorganisasai. Konsekuensi yang harus ditanggung oleh sekolah adalah restrukturisasi dalam pengelolaan sekolah (capacity building). benda atau sistem nilai—lebih dari sekedar mengenal. yaitu mengintegrasikan nilai ke dalam suatu filsafat hidup yang lengkap dan meyakinkan. Kondisi ini gayut dengan perubahan kurikulum yang sedang diluncurkan dewasa ini oleh pemerintah. Kecenderungan . aspek-aspek domain afektif ádalah: 1) Menerima/mengenal. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan pembelajaran berbasis teknologi informasi yang sangat pesat. khususnya di tingkat sekolah. self concept/self-esteem. sikap/derajad penerimaan atau penilakan statu obyek. aspek-aspek afektif meliputi: attitude/sikap. IT Pergeseran paradigma dalam pranata pendidikan yang semula terpusat menjadi desentralistis membawa konsekuensi dalam pengelolaan pendidikan. Kebijakan penerapan KTSP dan pemberian otonomi pendidikan juga diharapkan melahirkan organisasi sekolah yang sehat serta terciptanya daya saing sekolah.

pembelajarannya. Kesemuanya itu. lokasi audience. Ada empat langkah dalam manajemen pengelolaan program e-learning yakni pertama menentukan strategi yang jelas tentang target audience. mengatur dirinya sendiri dalam pembelajaran. salah satu kendalanya adalah menyiapkan peserta didik dalam budaya belajar berbasis teknologi informasi serta kurang trampilnya dalam menggunakan perangkat komputer sebagai sarana belajar. pembiayaan. Permasalahan yang dihadapi sekolah saat ini adalah pada tingkat kesiapan peserta belajar. Pertama. ekstranet) dan multimedia (grafis. apakah mungkin program e-learning dapat dilaksanakan di sekolah? Ini yang menjadi esensi dari kebermaknaan e-learning di sekolah. Setidaknya ada empat komponen penting dalam membangun budaya belajar dengan menggunakan model e-learning di sekolah. ketersediannya infrastruktur. Model pembelajaran berbasis TIK dengan menggunakan e-learning berakibat pada perubahan budaya belajar dalam kontek pembelajarannya. efektifitas pembelajaran. intranet. siswa dituntut secara mandiri dalam belajar dengan berbagai pendekatan yang sesuai agar siswa mampu mengarahkan. Tanpa komitmen dan dukungan secara teknis maka program e-learning di sekolah tidak mungkin akan terealiasi. serta masih terbatasnya ahli dalam teknologi multimedia khususnya terkait dengan model-model pembelajan. asalkan kita memiliki kemauan dan komitmen yang kuat untuk menuju ke arah itu. memahami belajar dan hal-hal yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Ketiga tersedianya infrastruktur yang memadai dan yang ke empat administrator yang kreatif serta penyiapan infrastrukur dalam memfasilitasi pembelejaran. Ada tip tentang kunci sukses terealisasinya program e-learning. video) sebagai media utama dalam penyampaian materi dan interaksi antara pengajar (guru/dosen) dan pembelajar (siswa/mahasiswa). Kedua. guru. Untuk mempersiapkan budaya belajar berbasis TIK adalah keterlibatan orang tua murid dan kultur masyarakat akan teknologi serta dukungan dari lingkungan merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan. Secara sederhana e-learning dapat difahami sebagai suatu proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi berupa komputer yang dilengkapi dengan sarana telekomunikasi (internet. memotivasi. Membudayakan belajar berbasis TIK Berkembangnya teknologi pembelajaran berbasis TIK mulai tahun 1995 an. guru mampu mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan. Pembentukan kominitas TIK sangat mendukung untuk membudayakan anak didik dengan teknologi. usulan yang dapat diimplementasikan serta menyiapkan short response time. 2005) dalam journal of e-learning volume 5 tahun 2005. Beragam istilah dan batasan telah dikemukakan oleh para ahli teknologi informasi dan pakar pendidikan. hendaknya perlu dipikirkan masak-masak dalam konteks investasi jangka panjang. budget dan pengembalian investasi yang tidak hanya berupa uang tunai. infrastruktur sekolah. ketiga adalah adanya hubungan dengan perusahan yang mengembangkan penelitian berkaitan dengan program e-learning yang dikembangkan di sekolah. Menyiapkan program e-learning Pengalaman menunjukan dalam menyiapkan program e-learning tidaklah sesulit dalam bayangan kita. sistem penyelenggaraan dan daya dukung sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran berbasis TIK. sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh (Bates. memfasilitasi dalam pembelajaran.yang telah dikembangkan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran adalah program e-learning. Model ini telah dikembangkan di Jepang tepatnya di Shuyukan High 17 . audio. Lalu. integritas sistem teknologi serta kemampuan guru dalam mengadapsi perubahan model pembelajaran yang baru yang sudah barang tentu didukung kemampuan mencari bahan pembelajaran melalui internet serta mempersiapkan budaya belajar bagi siswa. Kedua menentukan peralatan misalnya hoste vs installed LMS dan Commercial or OSLMS. Ke empat menyiapkan bahan-bahan yang akan dibutuhkan bersifat spesifik. yakni adanya perencanaan dan leadership yang terarah dengan mempertimbangkan efektifitas dalam pembiayaan.

dan pengaturan efektifitas pemanfaatan internet dalam ruang multi media. Huber and Maeroff. . menyusun kerangka materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksional dan pencapainnya sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kedua. Pertama kemampuan untuk membuat desain instruksional (instructional design) sesuai dengan kaedah-kaedah paedagogis yang dituangkan dalam rencana pembelelajaran. efektifitas dalam mempresentasikan bahan pelajaran serta umpan balik yang kritis dari peserta didik. Bahan pengayaan (additional matter) hendaknya diberikan melalui link ke situs-situs sumber belajar yang ada di internet agar siswa mudah mendapatkannya. (2005). menghasilkan hasil pembelajaran yang signifikan positif. dengan indikator-indikator instrumen yang telah dikembangkan meliputi: kejelasan tujuan pembelajaran. Dalam penetapan kualitas pembelejaran dengan menggunakan model e-learning telah dikembangkan oleh lembaga Qualitative Standards Scholarship Assessed: An Evaluation of the Professoriate yang dikembangkan oleh Glassick. persiapan bahan pembelajaran yang cukup. Beberapa hal yang perlu dicermati dalam menyelenggarakan program e-learning / digital classroom adalah guru menggunakan internet dan email untuk berinteraksi dengan siswa untuk mengukur kemajuan belajar siswa. siswa mampu mengatur waktu belajar. Langkah-langkah kongkrit yang harus dilalui oleh guru dalam pengembangan bahan pembelajaran adalah mengidentifikasi bahan pelajaran yang akan disajikan setiap pertemuan. yakni sebagai wadah siswa untuk bersinggungan dengan budaya teknologi. penyiapan metoda belajar yang sesuai. penguasaan TIK dalam pembelajaran yakni pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran dalam rangka mendapatkan materi ajar yang up to date dan berkualitas dan yang ketiga adalah penguasaan materi pembelajaran (subject metter) sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. video dan bahan animasi lainnya agar siswa lebih tertarik dengan materi yang akan dipelajari serta diberikan latihan-latihan sesuai dengan kaedah-kaedah evaluasi pembelajaran sekaligus sebagai bahan evaluasi kemajuan siswa. Dengan mencermati perkembangan teknologi informasi dalam dunia pendidikan dan beberapa komponen penting yang perlu disiapkan serta pengalaman penulis dalam mengembangkan program e-learning maka program elearning di sekolah bukanlah suatuhayalan belaka bahkan sesegera mungkin untuk diwujudkan. Kompetensi guru dalam pembelajaran Ada tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki guru untuk menyelenggarakan model pembelajaran elearning. Bahan tersebut selanjutnya dibuat tampilan yang menarik mungkin dalam bentuk power point dengan didukung oleh gambar. Setelah bahan tersebut selesai maka secara teknis guru tinggal mengupload ke situs e-learning yang telah dibuat.School dengan membentuk club yang dinamai (Information Science Club).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->