PENEGAKAN HUKUM DAN MARAKNYA KASUS MAFIA HUKUM DI NEGARA INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN Di era globalisasi ini penting bagi kita untuk mengetahui lebih dalam tentang penegakan suata negara, terutama yang berkaitan dengan keadaan dan situasi penegakan hukum di negara kita yaitu negara Indonesia. Hal ini penting bagi kita karena erat hubungannya dengan apa yang kita saksikan dalam realita kehidupan masyarakat saat ini. Terkadang masih banyak orang yang salah mengartikan dan belum banyak mengerti tentang keadaan sisitem hukum di Indonesia, sehingga kita sebagai masyarakat kadang pasrah saja menerima hukuman dari kesalahan, terkadang hal tersebut dialami suatu perusahaan karena lemahnya pengetahuan sebagaian

masyarakat akan pengetahuan tentang proses hukum dan sanksi-sanksi yang diberikan kepada para pelaku yang berlaku di negara Indonesia. Banyak kasus hukum yang di selesaikan secara tak adil, dimana para penegak hukum memiliki peran ganda sebagai mafia hukum secara tak kasat mata. Para mafia hukum inilah yang memporak-porandakan sistem hukum yang berlaku di tanah air kita. Gencarnya aksi mafia hukum tersebut disambut kritik dan protes yang tajam dari masyarakat sendiri, namun tak ayal, jarang yang sanggup untuk menghentikan mereka.

³Sejak hukum itu dijarah oleh banjir rasionalisme dan rasionalisasi, maka ia menjadi institusi yang terisolasi dan asing« maka menjadi tuga para s ilmuwannya untuk mengutuhkan kembali hukum dengan lingkungan, alam, dan orde kehidupan yang lebih besar.´ ( Satjipto Raharjo)

A. Latar Belakang Perkembangan sosial dan budaya dalam penyelenggaraan negara dewasa ini tampak ada yang sangat memprihatinkan dalam konteks ideologi. Betapa manusia-manusia yang mengklaim sebagai ³produk dari proses reformasi´ telah dengan lantang menafikan makna terdalam Pancasila. Apa yang tidak tepat dengan nilai-nilai dasar Pancasila yang siapapun secara sadar semestinya mengakui sebagai nilai-nilai keabadian. Nilai-nilai Pancasila dengan Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan adalah agung dan menakjubkan. Banyak pakar dari belahan dunia Barat dan Timur telah mengkaji Pancasila dengan kesimpulan yang senada ³betapa beruntungnya bangsa Indonesia yang telah mampu menggali dan berdiri di atas Pancasila´. Kita semua tahu bahwa berdasarkan UUD 1945 adalah bahwa Indonesia merupakan Negara Hukum. Namun kini kita menyaksikan bahwa hukum di

Republik Indonesia sedang menapaki kisahnya di era reformasi yang tidak berwibawa. Hukum disinyalir benar-benar ada dalam titik ketidakberdayaan melawan keangkuhan sosial dan dominasi politik. Salah satu fungsi hukum adalah alat penyelesaian sengketa atau konflik, disamping fungsi yang lain sebagai alat pengendalian sosial dan alat rekayasa sosial . Pembicaraan tentang hukum barulah dimulai jika terjadi suatu konflik antara dua pihak yang kemudian diselesaikan dengan bantuan pihak ketiga. Dalam

hal ini munculnya hukum berkaitan dengan suatu bentuk penyelesaian konflik yang bersifat netral dan tidak memihak . Pelaksanaan hukum di Indonesia sering dilihat dalam kacamata yang berbeda oleh masyarakat. Hukum sebagai dewa penolong bagi mereka yang diuntungkan, dan hukum sebagai hantu bagi mereka yang dirugikan. Hukum yang seharusnya bersifat netral bagi setiap pencari keadilan atau bagi setiap pihak yang sedang mengalami konflik, seringkali bersifat diskriminatif , memihak kepada yang kuat dan berkuasa. Penegakan hukum merupakan masalah penting yang harus segera ditangani. Masalah hukum ini paling dirasakan oleh masyarakat dan membawa dampak yang sangat buruk bagi kehidupan bermasyarakat. Persepsi masyarakat yang buruk mengenai penegakan hukum, menggiring masyarakat pada pola kehidupan sosial yang tidak mempercayai hukum sebagai sarana penyelesaian konflik, dan cenderung menyelesaikan konflik dan permasalahan mereka di luar jalur. Cara ini membawa akibat buruk bagi masyarakat itu se ndiri. Pemanfaatan penegakan hukum oleh sekelompok orang demi

kepentingannya sendiri, selalu berakibat merugikan pihak yang tidak mempunyai kemampuan yang setara. Akibatnya rasa ketidakadilan dan ketidakpuasan tumbuh subur di masyarakat Indonesia. penegakan hukum yang konsisten harus terus diupayakan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap hukum di Indonesia. Perilaku publik menjadi sangat tidak merefleksikan nilai dasar Pancasila secara tepat. Pancasila pun ditafsir secara serampangan dan jauh dari kaidah awalnya untuk menata semua perikehidupan dan dimensi keilmuan untuk berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan dan berkeadilan. Maka perilaku komunitas public sekarang ini yang cenderung adu kuat ala gerombolan telah mengingatkan pada kisah historis yang dilansir oleh Thomas Hobbes: ´homo homini lupus´ yang arti sebenarnya adalah manusia menjadi serigala (pemangsa) bagi sesamanya sendiri. Semua itu (yang menistakan hidup ber-Pancasila) tidak akan terjadi dalam kehidupan yang memiliki hukum atas jiwa terdalam Pancasila. Kenyataan

kekerasan (fisik maupun psikologis) yang terus mengemuka sekarang ini adalah cerminan peradaban klasik (pra-sejarah) yang sepertinya belum tercerahkan. Kita semua harusnya menyadari bahwa Pancasila merupakan produk budaya dan pemikiran cerdas untuk melandasi semua dimensi kehidupan negara. Ilmu hukum juga merupakan hasil dari proses keilmuan yang secara domestic mestinya dapat menyerap prinsip-prinsp utama Pancasila. Hukum yang

berdasarkan Pancasila tetaplah ilmiah (³scientific-mind´) dan bukan kumpulan dogma semata-mata. Kita bangsa Indonesia sudah menghadapi banyak masalah: bagaimana rakyat antri beras, antri minyak tanah, antri gas elpiji, antri sembako, dan lain sebagainya. Dalam kondisi demikian sesungghnya kita tidak mempunyai

kesempatan lagi untuk mencibir ilmu hukum ataupun Pancasila. Bagaimana mungkindalam sebuah negara yang memiliki Pancasila sedang antri penderitaan sedangkan para ilmuwan hukum asyik dengan pasal pasalnya. Di satu sisi orang antri dan di sisi lain orang korupsi, sementara akademisi sibuk berargumentasi. Maka masalah tersebut disikapi dengan pengembangan hukum yang mampu mengatur distribusi kebutuhan secara Panccasilais agar manusia -manusia

Indonesia tidak egois seperti sekarang. Maka Archie J. Bahm menjelaskan bahwa sikap ilmiah memiliki watak dasar; keingintahuan, kespekulatifan, keobyektifan, keterbukaan, kesabaran, dan kesementaraan. Dalam perjalanan waktu, meskipun seorang ilmuwan secara sadar dalam menyelesaikan masalah hanya menggunakan sebagia saja komponen ilmu, n misalnya sikap dan metode saja, usahanya tersebut tetap ilmiah. Ada titik-titik kebijaksanaan yang dapat ditempuh demi rakyat sebagai tujuan akhirnya. Penggunaan dana publik untuk rakyat merupakan langkah utama dalam menyelesaikan kekurangan kebutuhan publik. Berbagai kasus yang berserakan sekarang ini merupakan cermin tidak dihargainya hukum secara konsisten dalam sebuah kerangka sistem. Hukum cenderung diputarfungsikan sesuai dengan selera masing -masing penggunanya,

. dan Keadilan. memerintah sesuatu. Meuwissen. Hal tersebut senada dengan gagasan seorang Begawan ilmu hukum Indonesia Prof. memiliki sifat-sifat kasih saying serta kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian hukum menjadi alat untuk menjabarkan dasar kemanusiaan tersebut. sosiologis. yang secara sosiologis acapkali didayagunakan sebagai instrumen kontrol ³law is governmental social control´ model Donald Black. tetapi alat yang berfungsi memberikan kedamaian kepada dunia dan manusia. bahwa manusia pada dasarnya adalah baik. maka hukum itu selalu berada pada status law in making. Dr. SH. Wacana ilmu Hukum menunjukkan rotasi historik watak hukum yang ³empiris´ maupun ³normatif´ yang dalam perkembangannya mengikuti jejak kemasyarakatan yang menurut Henry Maine bergerak secara evolusioner dari tipe tradisional ke tipe modern. Pandangan ini menyatakan: Progresivisme bertolak dari pandangan kemanusiaan. Untuk itulah hukum harus dipahami tanpa terlepas dari nuansa etis. Satjipto Rahardjo. yang telah menggaagas tentang ³Hukum Progresif´. historis. pedoman perilaku.H. Ini menjadi modal penting bagi membangun masyarakat. Bangsa yang bersatu. Konsekuensinya adalah bahwa ilmu hukumakan menarik perhatian publik dan penggunaan hukum nyaris mudah dimanipulasi atas nama ambisi yang mengabaikan jiwa Pancasila yang mengandung spirit: Tuhan. politis.M. Hukum mempunyai tujuan besar berupa kesejahtera dan an kebahagiaan manusia. Hukum bukanlah raja. Memahami hukum sebagai suatu sistem yang berwatak Pancasila adalah kebutuhan sebagaimana melihat hukum dengan mempergunakan System hukum dan Pancasila selalu dimain -mainkan sesuai Approach.termasuk Pancasila sedang mengalami nasib serupa. kata D. Rakyat. Kasus pemilihan Kepala Daerah di banyak wilayah dengan banyak sentuhan politiknya amat sangat membuktikan bahwa seleranya. maupun kultural. Manusia. ³Hukum adalah fakta dan kaidah sekaligus´. Negara menciptakan hukum bermuatan norma. ekonomis.

Pengertian demikian akan menjadikan hukum memiliki sifat dialektis antara fakta dan kaidah. Pancasila adalah motivasi dan pedoman sekaligus confirm and deepen the identity of their people. kaidahkaidah. Apa yang terjadi sekarang perlu dihentikan apabila tidak ada titik keseimbangan pengajaran yang mengedepankan Pancasila. Kerakyatan. Persatuan. Dengan memahami hukum berikut dengan segenap komponennya. intristik mengahargai hukum yang adikuat: hukum adalah fakta maupaun k aidah dengan sumber ideologisnya: Pancasila. bentuk dan isi. M. Permasalahan hukum sangat beragam dan telah menjadi fokus sentral kajian Ilmu Hukum dengan persepsi dan visi yang berbeda. melainkan berusaha untuk memikirkannya dalam suatu hubungan sistematik. Hukum akan terlihat kering dan seperti ada menara gading berdiri tanpa kegunaan bag i publiknya.Meski pemikiran ini banyak dicibir oleh pengagu aliran positifistik yang m legalistik tanpa tahu kegunaannya. Sebagaimana kita tahu bahwa Pancasila terdiri atas lima sila yang membentuk suaru rangkaian siste ideologis dan filosofis yang logic saintifik yang menjadi dasar hukum utama (yang dalam bahasa populernya disebut ³sumber dari segala sumber hukum´). dan Keadilan.aka sangat disayangkan apabila aliran atau mazhab demikian masuk pada wilayah hukum tanpa filtter Pancasila. Terjadi dominasi reduksi normatif terhadap hukum yang mengakibatkan hukum lebih menonjolkan momentum positifnya ataupun empirisnya melalui influensi tradisi cabang ilmu dalam mendefinisikan hukum yang berkedilan. Pada akhirnya hukum menjadi terisolir dari elementasi nonyuridis lainnya yang menentukan keberadaan hukum dalam masyarakat dan kurang peduli terhadap kebutuhan rakyat. Nilai dasar ini . Pengkajian Hukum menjadi tidak akan berhenti pada anatomi sepihak: bentuk -isi. Rangkaian sila-sila Pancasila itu secara terang menginformasikan bahwa kaidah dasar yang merupakan nilai fundamental Pancasila adalah: Ketuhanan. Kemanusiaan.

bisa mencampuri dan mengatur persoalan hukum. makalah ini membahas tentang apa itu hukum dan segala sesuatunya yang berakaitan dengan hukum dalam realita kehidupan masyarakat terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya dalam negara Indonesia yang erat kaitannya dengan permasalahan di atas dan diharapkan dengan mempelajari materi di atas dengan lebih dalam. berkerakyatan. Hukum tak bisa dipisahkan dari keadilan masyar akat. Indonesia untuk menyelenggarakan kehidupan Kemanusiaan. berkemanusiaan. jual-beli perkara. Dari sisi demikianlah maka tidaklah patut dalam suatu penyelenggaraan Pendidikan Tinggi yang berdasarkan Pancasila diketemukan adanya kolusi. atau pembunuhan karakter.memberikan arah bagi semua warga yang negara berbasis Republik Ketuhanan. mengancam saksi dan pihak tertentu. dan sebagainya. . Hukum untuk manusia bukan ³hukum untuk hukum´ yang malah membuahkan berbagai praktik penyimpangan hukum. seperti masalah ketidak-adilan dalam proses hukum. Kerakyatan. karena hal itu bertentangan dengan Pancasila yang memiliki nilai-nilai universal. dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. pemerasan. Bagaimana realitas mafia hukum harus diberantas? Sudah saatnya kita merasakan keadilan yang seutuhnya. dan Keadilan. Persatuan. Dengan kata lain bahwa kita dalam pengajaran Ilmu Hukum dilarang berbuat yang tidak berketuhanan. dan nepotisme (KKN). dan berkeadilan. Oleh karena itu. Bentuk-bentuk praktik mafia hukum meliputi: makelar kasus. Mafia hukum merujuk sekelompok orang baik terorganisir atau tidak yang . pungutan-pungutan gelap. suap-menyuap. Pemberantasan para mafia hukum harus direalisasikan demi tegaknya hukum dan keadilan di negara Indonesia. seperti maraknya kasus mafia hukum kelas kakap yang begitu melecehkan supremasi hukum di Indonesia. berpersatuan. korupsi.

Tujuan 1) Mengetahui hukum di Indonesia.B. 3) Mengetahui apa yang disebut mafia hukum dan modus-modusnya di peradilan Indonesia. 4) Mengetahui penanganan mafia hukum di indonesia. . 2) Mengetahiu apa itu hukum progresif dan latar belakangnya.

Bertalian dengan kata µRectum´ di kenal pula kata ³Rex´ yaitu orang yang pekerjaannya memberikan bimbingan atau memerintah. Iustitia adalah dewi keadilan yang dilambangkan sebagai seorang wanita dengan kedua matanya tertutup dengan tangan kirinya memegang neraca dan tangan kanannya memegang sebuah pedang. 4) Lex Kata ³Lex´ berasal dari bahasa Latin yakni ³Lesere´. yang selanjutnya diambil alih dalam bahasa Indonesia. Di dalam pengertian hukum terkandung pengertian yang bertalian erat dengan pengertian yang dapat melakukan paksaan. ³Rex´ juga dapat diartikan raja yang mempunyai kerajaan (regimen). 3) Ius Kata ³Ius´ berasal dari bahasa Latin yang mengandung arti hukum. Pada zaman Yunani Kuno.BAB II HUKUM DI INDONESIA A. Lesere mengandung arti mengumpulkan orang-orang untuk diberi perintah. diantaranya yaitu : 1) Hukum Kata hukum berasal dari bahasa Arab. atau pemerintahan. Pengertian Hukum Arti kata hukum secara etimologi memiliki beberapa istilah. . 2) Recht Recht berasal dari ³Rectum´ (bahasa Latin) yang mempunyai arti bimbingan atau tuntunan. ³Ius´ berasal dari kata ³Iubere´ artinya mengatur atau memerintah. Kata ³Ius´ seringkali bertalian erat dengan kata ³Iustitia´ atau keadilan.

maka definisinya akan dipengaruhi oleh latar belakang mereka masing-masing. d) Kantorowich Dalam bukunya ³The definition of law´ beliau mengatakan hukum adalah keseluruhan peraturan-peraturan social yang mewajibkan perbuatan lahir yang mempunyai sifat keadilan serta dapat dibenarkan. Diantara beberapa definisi hukum yang dikemukakan oleh pakar hukum antara lain ialah : a) Prof.J. hukum ialah keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia di dalam masyarakat. berbeda satu sama lain dan tidak lengkap. Batasan-batasan yang diberikan adalah bermacam-macam.Sebenarnya para sarjana telah lama mencari suatu batasan tentang hukum tetapi belum ada yang dapat meberikan suatu batasan atau definisi yang tepat. untuk membuat definisi hukum adalah sulit. Berdasarkan uraian tersebut. yaitu petunjuk atau pedoman hidup yang wajib ditaati oleh manusia.Dr. Seandainya ada yang mendefinisikan. Dengan demikian hukum bukanlah kebiasaan.Dr. .Brost Hukum ialah merupakan peraturan atau norma. P.Dr.Mr.L.Van Kan Dalam bukunya ³Inleiding tot de rechtswetenschap´. yang artinya para juris masih mencari suatu definisi mengenai pengertian tentang hukum. b) Prof. Maka sangatlah tepat apa yang telah dikatakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1800 : ³Noch suchen die juristen eine definition zu ihren begriffe von recht´.Van Apeldoorn Hukum mengatur perhubungan antara manusia atau inter hukum. c) Prof.

beliau menyatakan bahwa tujuan hukum adalah mengatur tata tertib dalam masyarakat secara damai dan adil. Subekti.Wirjono Projodikoro. Kesemuanya itu menunjukan bahwa hukum itu merupakan gejala masyarakat.Dr. o Prof.Apeldoorn Dalam bukunya ³Inleiding tot de studie van het Nederlandse recht´. beliau cetuskan teorinya bahwa tujuan hukum menghendaki keadilan semata-mata dan isi daripada hukum ditentukan oleh kesadaran etis mengenai apa yang adil dan apa yang tidak adil.SH Dalam bukunya ³Perbuatan Melanggar Hukum´. kepastian hukum dan sebaginya. o Jeremy Bentham Dalam bukunya ³Introduction to the moral and legislation´.SH Dalam bukunya ³Dasar-dasar Hukum dan Pengadilan´.J. Mengenai pendapat dari beberapa pakar hukum. dan tata tertib dalam masyarakat. . keadilan.L. kebahagiaan. o Prof.B.Mr. o Aristoteles Dalam bukunya ³Rhetorica´. Tujuan Hukum Mengingat banyaknya perndapat yang berbeda-beda berkaitan dengan tujuan hukum. Ada yang beranggapan bahwa tujuan hukum itu kedamaian. maka untuk mengatakan secara tegas dan pasti adalah suatu hal yang sulit. dapat diketengahkan sebagai berikut : o Dr. beliau katakan bahwa hukum itu mengabdi pada tujuan Negara yang intinya ialah mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan rakyatnya. beliau katakan bahwa tujuan hukum adalah mengadakan keselamatan. ia mengatakan bahwa hukum bertujuan semata-mata apa yang berfaedah bagi orang. kefaedahan.

Van Kan Tujuan hukum adalah menjaga kepentingan tiap-tiap manusia supaya kepentingan-kepentingan itu tidak dapat diganggu. misalnya :menafsirkan hukum sesuai dengan keadilan dan posisi masingmasing. Fungsi Hukum Secara umum fungsi hukum dapat dikatakan untuk menertibkan dan mengatur pergaualan dalam masyarakat serta menyelesaikan masalah -masalah yang timbul. Sebagai fungsi kritis. Dalam perkembangan masyarakat saat ini. C. Sebagai sarana penggerak pembangunan. maka bagi para penegak hukum dituntut kemampuannya untuk melaksanakan dan menerapkan hukum dengan baik. inkonsistensi penegakan hukum. Agar fungsi-gungsi hukum dapat terlaksana dengan baik. Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan social lahir dan batin. baik dari sistem peradilannya. maupun lingkungan terdekatnya yang lain (tetangga.J. Namun inkonsistensi penegakan hukum ini sering pula . intervensi kekuasaan. serta bila diperlukan melakukan penafsiran analogis penghalusan hukum. keluarga. perangkat hukumnya. fungsi hukum dapat terdiri dari : y y y y Sebagai alat pengetur tata tertib hubungan masyarakat.o Prof. Diantara banyaknya permasalahan tersebut. maupun perlindungan hukum . dengan seni yang dimiliki masing-masing petugas. dan sebagainya). satu hal yang sering dilihat dan dirasakan oleh masyarakat awam adalah adanya inkonsistensi penegakan hukum oleh aparat. teman.Mr. Permasalahan Hukum Permasalahan hukum di Indonesia terjadi karena beberapa hal. Inkonsistensi penegakan hukum ini kadang melibatkan masyarakat itu sendiri. D.

baik dalam peristiwa yang berskala kecil maupun besar. dan sebagainya). Polisi yang bertugas membiarkan begitu saja mobil dinas TNI yang melintas meski mobil tersebut berpenumpang kurang dari tiga orang dan kadang malah disertai pemberian hormat apabila kebetulan penumpangnya berpangkat lebih tinggi. Apabila melihat penodongan di jalan umum. jarang terjadi masyarakat membantu korban atau melaporkan pelaku kepada aparat. sementara pencuri ayam bisa terkena hukuman tiga bulan penjara karena adanya bukti nyata.mereka temui dalam media elektronik maupun cetak. Namun bila mereka sendiri tersangkut dalam suatu masalah. Inkonsistensi penegakan hukum ini berlangsung dari hari ke hari. tidak jarang mereka memanfaatkan inkonsistensi penegakan hukum ini. Beberapa Akibat Inkonsistensi Penegakan Hukum di Indonesia Inkonsistensi penegakan hukum di atas berlangsung terus menerus selama puluhan tahun. Peristiwa kecil bisa terjadi pada saat berkendaraan di jalan raya. . Contoh peristiwa klasik yang menjadi bacaan umum sehari-hari adalah : koruptor kelas kakap dibebaskan dari dakwaan karena kurangnya bukti. Masyarakat bersikap apatis bila mereka tidak tersangkut paut dengan satu masalah yang terjadi. Masyarakat sudah terbiasa melihat bagaimana law in action berbeda dengan law in the book. yang menyangkut tokohtokoh masyarakat (pejabat. Masyarakat dapat melihat bagaimana suatu peraturan lalu lintas (misalnya aturan three-in-one di beberapa ruas jalan di Jakarta) tidak berlaku bagi anggota TNI dan POLRI. orang kaya. E.

maka sudah jamak dilakukan upaya ³damai´ dengan petugas polisi yang bersangkutan agar tidak membawa kasusnya ke pengadilan . dikenal pilihan penyelesaian masalah dengan arbitrase atau mediasi di luar jalur pengadilan untuk menghemat waktu dan biaya. Beberapa kasus menunjukkan aparat memang tidak berniat untuk melanjutkan perkara yang bersangkutan ke pengadilan atas persetujuan dengan pihak pengacara dan terdakwa. tapi lebih banyak disebabkan oleh lemahnya mental aparat itu .Beberapa contoh kasus berikut ini menunjukkan bagaimana perilaku masyarakat menyesuaikan diri dengan pola inkonsistensi penegakan hukum di Indonesia. Kelemahan penyidikan dan penyusunan dakwaan ini kadang bukan disebabkan sendiri. oleh karena itu dakwaan disusun secara sembarangan dan sengaja untuk mudah dipatahkan.dan sedapat mungkin dihindari. yang berasal dari hasil penyelidikan yang tidak akurat dari pihak kepolisian. bahkan persoalan pidana pun masyarakat mempunyai pilihan diluar pengadilan. tentu saja akan mempersulit hakim dalam m emutuskan suatu perkara. Beberapa kasus pengadilan rendahnya kemampuan aparat maupun ketiadaan sarana pendukung. namun demikian peranan pengacara. Bila seseorang melanggar peraturan lalu lintas misalnya. Memang dalam hukum perdata. didukung dengan argumentasi asal-asalan. Pendapat umum menempatkan hakim pada posisi ³tertuduh´ dalam lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Suatu dakwaan yang sangat lemah dan tidak cermat. Di Indonesia. 1. Ketidakpercayaan Masyarakat pada Hukum Masyarakat meyakini bahwa hukum lebih banyak merugikan mereka. jaksa penuntut dan polisi sebagai penyidik dalam hal ini juga penting. Namun tidak demikian hal nya dengan hukum pidana yang hanya menyelesaikan masalah melalui pengadilan.

Mulai dari skala ³kecil´ seperti kasus Matraman yang melibatkan warga Palmeriam dan Berland. kasus tawuran pelajar. konflik antara etnis Dayak dan Madura yang terjadi karena ketidakadilan ekonomi tidak dibawa dalam jalur hukum. Pada kasus Sampit. melainkan iselesaikan melalui tindakan kelompok. perampok. dan sebagainya. melainkan atas dasar kemarahan kolektif yang muncul karena tindakan yang menyimpang dari pelaku. 2. misalnya. kebenaran menurut hukum tidak dianut sama sekali. Tidak diperlukan adanya argumentasi dan . Sambas. Masyarakat ingin memberi pelajaran kepada pelaku dan juga pada memberi peringatan anggota masyarakat yang lain agar tidak melakukan tindakan pelanggaran yang sama. masing-masing kelompok menggunakan norma dan hukumnya dalam menentukan kebenaran serta sanksi bagi pelaku yangmelanggar hukum menurut versinya tersebut. Masyarakat menerapkan sanksi tersebut tidak atas pertimbangan rasional mengenai jumlah kerugian obyektif yang menimpa masyarakat itu. Terdakwa terbukti bebas karena dakwaan yang lemah. Pembakaran dan penganiayaan pencuri sepeda motor.yang memutus bebas terdakwa kasus korupsi yang menyangkut pengusaha besar dan kroni mantan presiden Soeharto menunjukkan hal ini. Dalam hal ini. Pada beberapa kasus yang lain. penodong yang dilakukan massa beberapa waktu yang lalu merupakan contoh. Suatu persoalan pelanggaran hukum kecil kadang membawa akibat hukuman yang sangat berat bagi pelakunya yang diterima tanpa melalui proses pengadilan. Menurut Durkheim masyarakat ini menerapkan hukum yang bersifat menekan (repressive). masyarakat menggunakan kelompoknya untuk menyelesaikan konflik yang terjadi. Penyelesaian Konflik dengan Kekerasan Penyelesaian konflik dengan kekerasan terjadi secara sporadis di beberapa tempat di Indonesia. Sampit. sampai dengan kasus-kasus besar seperti Ambon.

pembelaan bagi si terdakwa. Demikian pula hakim yang seharusnya berada ditengah-tengah dua kutub tersebut. Dan karena menyangkut uang. Sementara posisi polisi dan jaksa yang seharusnya berada di kutub yang menjaga adanya kepastian hukum. Suatu kesalahan yang berdasarkan keputusan kelompok tertentu. 4. hanya orang kaya lah yang dapat menikmati keadaan inkonsistensi penegakan hukum ini. Lembaga asing non pemerintah . berubah menjadi pencari kebebasan dan keputusan seringan mungkin dengan segala cara bagi kliennya. maupun hakim dalam suatu perkara. terbukti adanya kasus korupsi dan kolusi yang melibatkan baik polisi. Pemanfaatan Inkonsistensi Penegakan Hukum untuk Kepentingan Pribadi Dalam beberapa kasus yang berhasil ditemukan oleh media cetak. kutub keadilan dan kepastian hukum. segera divonis menurut aturan kelompok tersebut. Sementara orang miskin (atau yang relatif lebih miskin) akan putusan pengadilan yang lebih tinggi. Dengan skenario diatas. terbeli oleh kekayaan terdakwa. Penggunaan Tekanan Asing dalam Proses Peradilan Campur tangan asing bagaikan pisau bermata dua. Fungsi pengacara yang seharusnya berada di kutub memperjuangkan keadilan bagi terdakwa . lengkaplah sandiwara pengadilan yang seharusnya mencari kebenaran dan penyelesaian masalah menjadi suatu pertunjukan yang telah diatur untuk membebaskan terdakwa. Disatu pihak tekanan asing dapat membawa berkah bagi pencari keadilan dengan dipercepatnya penyidikan dan penegakan hukum oleh aparat. Kasus ini biasanya melibatkan pengacara yang menjadi perantara antara terdakwa dan aparat penegak hukum. 3. kejaksaan. bisa jadi condong membebaskan atau memberikan putusan seringan-ringannya bagi terdakwa setelah melalui kesepakatan tertentu.

hukum adalah untuk manusia. maka manusia itu akan selalu diusahakan. F. Beberapa perusahaan asing yang terkena kasus pencemaran lingkungan. untuk bisa masuk ke dalam skema- . Paradigma Hukum Progresif 1. Tekanan tersebut dapat berupa ancaman embargo. Dalam kamus bahasa Indonesia progresif diartikan sebagai ke arah kemajuan. serta sengketa perburuhan. bukan manusia untuk hukum. yaitu: Pertama. tanpa membiarkan hukum untuk menyelesaikannnya secara mandiri. misalnya dalam pengusutan kasus pembunuhan di Aceh. Kesemuanya untuk meningkatkan posisi tawar mereka dalam proses hukum yang sedang atau akan dijalaninya. Sambas. Pengertian Hukum Progresif Hukum Progresif secara linguistik merupakan ungkapan sifat dan substansi dan hukum. penghentian dukungan politik. Nilai ini menempatkan bahwa yang menjadi titik sentral dari hukum bukanlah hukum itu sendiri. melainkan manusia. berhaluan ke arah perbaikan keadaan sekarang. mungkin juga dipaksakan. kadang menggunakan negara induknya untuk melakukan pendekatan dan tekanan terhadap pemerintah Indonesia agar tercapai kesepakatan yang menguntungkan kepentingan mereka. tragedi Ambon. dan sebagainya. dan sebagainya.biasanya aktif melakukan tekanan-tekanan semaam ini. Namun di lain pihak tekanan asing kadang juga memberi mimpi buruk pula bagi masyarakat. penggagalan penanaman modal. Sedangkan dari istilah Satjipto Rahardjo mengkristalisasi apa yang dimaksud dengan hukum progresif dan paradigm yang menopangnya. gugatan tanah oleh masyarakat adat setempat. Bila manusia berpegang pada keyakinan bahwa manusia ada untuk hukum.

sama sekali tidak merupakan ungkapan keinginan pihak yang berdaulat. dan legalistik. Mempertahankan status quo berarti mempertahankan segalanya. kita tidak bisa berbuat banyak. Sehingga sekali undang-undang menyatakan atau merumuskan seperti itu. deskripsi Austin tentang hukum lebih mendekati hukum pidana yang membebankan kewajiban-kewajiban. Hukum Progresif memberikan perhatian besar terhadap peranan perilaku manusia dalam berhukum. Ketiga. Kedua. Kedua.skema yang telah dibuat oleh hukum. Kebiasaan-kebiasaan yang diperkenalkan oleh pengadilan. bahwa tidak semua hukum lahir dari keinginan pihak yang berdaulat. Secara ringkas beliau memberikan rumusan sederhana tentang hukum progresif. Pandangan status quo itu sejalan dengan cara positifistik. dan hukum adalah tolak ukur untuk semuanya. yaitu melakukan pembebasan. pandangan yang menyatakan bahwa hukum adalah untuk manusia senada dengan pandangan antroposentris yang humanis dan membebaskan. Perilaku disini dipengaruhi oleh pengembangan pendidikan hukum lebih menekankan penguasaan terhadap perundang-undangan yang berakibat terpinggirnya manusia dari perbuatannya di dalam hukum. normatif.. baik dalam cara berpikir maupun bertindak dalam hukum. Sebaliknya. kecuali hukumnya dirubah terlebih dahulu. Ada beberapa kritik terhadap aliran positivis. 2. Hukum Progresif menolak untuk mempertahankan status quo dalam berhukum. . Latar Belakang Munculnya Hukum Progresif Hukum progresif muncul sebagai bentuk reaksi dari berhentinya aliran positivisme hukum. Pertama. sehingga mampu membiarkan hukum itu mengalir saja untuk menuntaskan tugasnya mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan.

Aliran hukum positif memandang perlu untuk memisahkan secara tegas antara hukum dan moral. Keempat. Keadaan demikian itu sangat kuat nampak pada hukum sebagai profesi. Dalam kacamata positivis. Ditandai dengan kebangkitan semangat Eropa. Terdapat banyak motif lain sehingga orang menaati hukum. atau alasan yang sifatnya manusiawi sehingga rasa takut hanya motif tambahan. bukan pertanyaan moral. definisi hukum dari kaum positivis tidak dapat diterapkan terhadap hukum tata negara.Ketiga. Positivisme adalah aliran yang mulai menemui bentuknya dengan jelas melalui karya Agust Comte (1798-1857) dengan judul Course de Philoshopie Positive. Pengaruh positivis modern telah memasuki segala sektor keilmuan. seperti rasa respek terhadap hukum. sebagai abad pencerahan yang diyakini akan mampu membawa harapan melalui ilmu pengetahuan pada orde peradaban yang dapat memecahkan segala persoalan hidup manusia. negara-negara di dunia menggunakan konsep hukum modern. rasa takut bukan satu-satunya motif sehingga orang menaati hukum. danhukum-hukum . Di bidang hukum sejak lebih kurang 200 tahun. hukum manghadapi pertanyaan yang spesialitik. bahkan aliran positivitas legalisme menganggap bahwa hukum identik dengan undang-undang. simpati terhadap pemeliharaan tata tertib hukum. karena hukum tata negara tidak dapat digolongkan dalam perintah dari yang berdaulat. Praktis. yang hany mengakui fakta-fakta positif dan fenomena-fenomena yang bisa diobservasi dengan hubungan obyektif fakta-fakta ini. melalui Renaisance. tiada hukum kecuali perintah peenguasa. teknologis. Hukum positif muncul bersamaan dengan berkembangnya tradisi keilmuan yang mampu membuka cakrawala baru dalam sejarah umat manusia yang semula terselubung cara-cara pemahaman tradisional.

kedua. hanya fakta (ikhwal/peristiwa empiris) yang dapat menjadi obyek ilmu. baik dunia fisik. keenam. penghukuman secara moral tidak dapat ditegakkan dan dipertahankan oleh penalaran rasional. pada tahp ini pemikiran diarahkan menuju prinsip-prinsip dan ide-ide tertinggi. Kedua. keputusan-keputusan dapat didedukasikan secara logis dari peraturan-peraturan yang sudah ada terlebih dahulu tanpa menunjukkan kepada tujuan-tujuan sosial. tahap teologis dimana semua fenomena dijelaskan dengan menunjukkan sebab-sebab supernatural dan intervensi yang bersifat ilahi. tugas filsafat adalah menemukan asas-asas umum yang berlaku bagi semua ilmu dan menggunakan asas-asas tersebut sebagai pedoman bagi perilaku manusia dan menjadikan landasan bagi semua organisasi sosial.yang menentukannya. Ketiga. mengacu pada ilmu-ilmu alam dan ketujuh berupaya memperoleh suatu pandangan tunggal tentang dunia fenomena. maupun dunia manusia melalui aplikasi metode-metode dan perluasan jangkauan hasil-hasil alam. hukum . Pertama. keempat. keempat. tahap positif yang menolak semua konstruksi hipotesis dalam filsafat dan membatasi diri pada observasi empirik dan hubungan fakta-fakta di bawah bimbingan metode-metode yang dipergunakan dalam ilmu-ilmu alam. ketiga. ketiga. kebijaksanaan maupun moralitas. meninggalkan semua penyelidikan menjadi sebab-sebab atau asal-usul tertinggi. kedua. dan kelima. hanya ilmu yang bebas nilai yang dapat memberikan pengetahuan yang sah. analis terhadap konsep-konsep hukum adalah suatu yang berharga untuk dilakukan. tahap metafisika. Agust Comte membagi evolusi menjadi tiga tahap. Positivisme oleh Hart diartikan sebagai berikut: pertama. hukum adalah perintah. pembuktian atau pengujian. Garis besar ajaran positivisme berisi sebagai berikut: pertama. metode filsafat tidak berbeda dengan metode ilmu.

Artinya. Hukum yang sebenarnya inilah yang disebut hukum positif yang meliputi hukum yang dibuat oleh penguasa dan hukum yang disusun oleh manusia secara individual untuk untuk melaksanakan hak-hak yang diberikan kepadanya. John Austin. hukum dipahami sebagai suatu perintah dari penguasa. Menurut John Austin. Penguasa digambarkan sebagai manusia superior yang bersifat menentukan. Dalam negara modern. Hukum adalah perintah penguasaan negara. logis. Pemikiran semacam ini kemudian dikembangkan oleh Rudolf van Hearinga dan George Jellinek yang menekankan pandangan pada orientasi untuk mengubah teori-teori negara berdaulat sebagai gudang dan sumber hukum. Karena itu. Hukum . yaitu hukum dari Tuhan untuk manusia dan hukum yang dibuat oleh manusia dapat dibedakan dengan hukum yang sebenarnya dan hukum yang tidak sebenarnya. hukum positif dibuat oleh penguasa yang berdaulat. Hakikat hukum menurut John Austin terletak pada unsur perintah. Hukum yang tidak sebenarnya adalah hukum yang tidak dibuat oleh penguasa sehingga tidak memenuhi persyaratan sebagai hukum. dan tertutup. ditetapkan harus senantiasa dipisahkan dari hukum yang seharusnya diciptakan yang diinginkan. pada mulanya. pihak penguasalah yang menentukan apa yang diperbolehkan dan yangtidak diperbolehkan. Paham positivisme mempengaruhi kehidupan bernegara untuk mengupayakan positivisasi norma-norma keadilan agar segera menjadi norma perundang-undangan untuk mempercepat terwujudnya negara bangsa yang diidealkan. membedakan hukum dalam dua jenis. Penguasa ini mungkin seorang individu.sebagaimana diundangkan. Hukum dipandang sebagai suatu sistem yang tetap. karakteristik hukum positif terletak pada karakteristik imperatifnya. Kekuasaan dari penguasa dapat memberlakukan hukum dengan cara menakuti dan mengarahkan tingkah laku orang lain kea rah yang diinginkan.

Jadi hukum adalah suatu kategori keharusan (sollens kategorie) bukan kategori faktual (sains kategorie). dan kedaulatan (soveignty). tujuan teori tentang hukum. dengan karakternya yang menonjol yaitu menawarkan lebih dari sekedar procedural justice. dan lebih dari pada itu mengedepankan pada substancial justice. hubungan antara teori hukum dengan suatu sistem hukum positif tertentu adalah seperti antara hukum yang mungkin dan hukum yang ada. bukan kehendak. suatu teori tentang cara pengaturan dari sisi yang berubah-ubah menurut jalan atau pikiran yang spesifik. Pemikiran inilah yang dikenal sebagai teori hukum murni (reine rechlehre). Dasar-dasar pokok pikiran teori hukum Hans Kelsen adalah sebagai berikut: pertama.yang sebenarnya memiliki empat unsure. 3. politis. Sementara menurut Hans Kelsen. ketiga. Teori-teori yang Menopang Hukum Progresif a. Hukum baginya merupakan suatu keharusan yang mengatur tingkah laku manusia sebagai makhluk rasional. sebagai teori tentang hukum adalah formal. kelima. memperhatikan kepentingan publik. sangsi (sanction). Ia adalah pengetahuan tentang hukum yang ada bukan tentang hukum yang seharusnya ada. teori hukum adalah ilmu. keinginan. yaitu perintah (Command). seperti juga setiap ilmu adalah untuk . historis. bahkan nnilai-nilai etis. Teori Hukum Responsif Teori hukum responsive ini digagas oleh Nonet & Selznick. keempat. berorientasi pada keadilan.mengurangi kekalutan dan meningkatkan kesatuan (unity). Teori hukum responsive menghendaki agar hukum senantiasa peka terhadap perkembangan masyarakat. b. hukum harus dibersihkan dari anasiranasir non yuridis sperti unsure sosiologis. kewajiban (duty). ilmu hukum adalah normatif bukan ilmu alam. kedua. Teori Realisme Hukum .

Teori hukum realis atau legal realism (Oliver wendel Holmes) terkenal dengan kredonya bahwa ³The life of the law has not been logic: it has been experience´. Dengan memanfaatkan psikologi. Maka Realisme Amerika beranjak dari sikap yang demikian itu. melainkan dilihat dan dinilai dari tujuan sosial yang ingin dicapai. yang justru menaruh perhatian pada perilaku manusia ketika berada dalam µkontrol¶ hukum. Aliran yang berkembang di Uppsala. para eksponen aliran ini mengkaji perilaku manusia (terhadap hukum) untuk menemukan arti hukum yang sebenarnya. Swedia awal abad ke-20 ini. sesungguhnya berinduk pada empirisme yang oleh David Hume dipatrikan sebagai pengetahuan yang bertumpu pada kenyataan empiris. Aliran ini menempatkan empirisme dalam sentuhan psikologi. Tanya teori-teoei yang berada dalam paying realisme hukum. Realisme Hukum Amerika menempatkan empirisme dalam sentuhan pragmatis²sikap hidup yang menekankan aspek manfaat dan kegunaaan berdasarkan pengalaman. Ide-ide itu perlu dipastikan kebenarannya dalam dunia empiris. dan juga tidak terbiuus dengan lukisanlukisan normatif yang apriori tentang hukum. Dengan konsep bahwa hukum bukan lagi sebatas logika tetapi experience. Realisme sendiri bercabang dua. Empirisme namun menolak pengetahuan spekulatif yang hanya mengandalkan penalaran logis ala rasionalisme abad ke-18. berbeda lagi. Holmes dan Frank. . dan Cardozo misalnya. tidak terlalu tergiur dengan gambarangambaran ideal tentang hukum. yakni Realisme Hukum Amerika dan Realisme Hukum Skandinavia. menurut empirisme. Dari situlah kebenaran sejati bisa terjadi. serta akibat-akibat yang timbul dari bekerjanya hukum. maka hukum tidak dilihat dari kacamata hukum itu sendiri. Ide-ide rasional. bukanlah segala-galanya. mencari kebenaran suatu pengertian dalam situasi tertentu dengan menggunakan psikologi. Realisme Hukum Skandinavia. Ia tidak bisa diandalkan sebagai sumber kebenaran tunggal. Menurut Bernard L.

Dalam teori Pound tentang law as a tool of social engineering. terdiri atas dua.kepentingan negara sebagai penjaga kepentingan kepentingan sosial. yaitu sociological jurisprudence yang berpendapat bahwa hukum yang baik haruslah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup dalam masyarakat. kebebasan berkehendak. Pound mengajukan tiga kategori kelompok kepentingan.  Kepentingan. privacy. Teori Hukum Sosiological Jurisprudence Teori hukum lain yang lahir dari proses dialektika antara tesis positivisme hukum dan antithesis aliran sejarah. Teori ini memisahkan secara tegas antara hukum positif dengan hukum yang hidup. Tokoh aliran ini terkenal di antaranya adalah Eugen Ehrlich yang berpendapat bahwa hukum positif baru akan berlaku secara efektif apabila berisikan atau selaras dengan hukum yang hidup dalam masyarakat. kehormatan/nama baik. kebebasan kepercayaan. . Tokoh lain yaitu Roscoe Pound yang mengeluarkan teori hukum adalah alat untuk merekayasa sosial (law of a tool of social engineering). dan kebebasan berpendapat). dan kepentingan pribadi. sosial. yaitu kepentingan umum. Kepentingan-kepentingan yang tergolong kepentingan umum. Langkah progresif yang memfungsikan hukum untuk menata perubahan. Sementara yang tergolong kepentingan pribadi/ perorangan adalah: Pribadi (Integritas fisik. juga menganjurkan supaya ilmu sosial didayagunakan untuk kemajuan dan pengembangan ilmu hukum. yaitu menata kepentingan-kepentingan yang ada dalam masyarakat.kepentingan negara sebagai badan hukum dalam mempertahankan kepribadian dan hakikatnya.c. yaitu:  Kepentingan.

5 Keseimbangan antara kesucian perkawinan dan hak untuk bercerai. kebebasan berusaha mengadakan kontrak.Kepentingan- kepentingan dalam hubungan rumah tangga/domestic (Orang tua. kepentingan-kepentingan sosial menyangkut moral umum. Kedua. 5 Perbuatan-perbuatan yang tidak diinginkan antara suami dan istri terhadap hak bersama untuk menuntut ganti rugi karena perbuatan yang tidak patut. Kepentingan substansi meliputi perlindungan hak milik. Ini meliputi kepentingan dalam melindungi kepentingan dan ketertiban. kepentingan sosial dalam soal keamanan umum. hak untuk mendapatkan keuntungan yang sah. Meliputi perlindungan masyarakat terhadap merosotnya moral seperti korupsi. kepentingan sosial dalam hal keamanan institusi sosial meliputi: 5 Perlindungan huibungan-hubungan rumah tangga dan lembaga- lembaga politik serta ekonomi yang sudah lama diakui dalam ketentuan-ketentuan hukum yang menjamin lembaga perkawinan atau melindungi keluarga sebagai lembaga sosial. 5 Keseimbangan antara perlindungan lembaga-lembaga keagamaan dan tuntutan akan kemerdekaan beragama. dan kebebasan menyelesaikan warisan. suami/istri). maka perlu ada keseimbangan antara jaminan kebebasan berbicara dan kepentingan. Sedangkan kepentingan sosial meliputi enam jenis kepentingan: Pertama. anak. Ketiga. judi. transaksi-transaksi yang bertentangan dengan . fitnah. keamanan atau transaksi transaksi dan pendapatan. dan hak untuk berhubungan dengan orang lain. 5 Menyangkut kepentingan keamanan lembaga-lembaga politik. kesehatan dan keselamatan. pekerjaan.

serta ketentuan-ketentuan yang ketat mengenai tingkah laku.kesusilaan. kondisi kehidupan ). dan lain sebagainya. kepentingan sosial menyangkut pengamanan sumber daya sosial. . Hukum Alam atau Natural Law Teori hukum ini memberi penjelasan tentang hal-hal yang metajuridical. Keempat. kesempatan. Kepentingan inilah yang oleh Pound dilukiskan sebagai ³hal yang paling penting dari semuanya´. kepentingan sosial menyangkut kehidupan individual (pernyataan diri. Ini diuraikan Pound sebagai tuntutan yang berkaitan dengan kehidupan sosial dalam masyara beradab agar orang jangan kat boros dengan apa yang ada. kebebasan bekerja dan . kebebasan berusaha sesuai patokan-patokan masyarakat. d. Ini berkaitan dengan tuntutan agar kehidupannya sesuai dengan patokan -patokan masyarakat. tuntutan agar rekayasa sosial bertambah banyak dan terus bertambah baik. Hukum alam sesungguhnya merupakan suatu konsep yang mencakup banyak teori. Keenam. Penyalahgunaan hak atas barang yang dapat merugikan orang termasuk dalam kategori ini. Istilah hukum alam dituangkan dalam berbagai arti oleh berbagai arti oleh barbagai arti oleh kalangan pada masa yang berbeda. Berbagai anggapan dan pendapat yang dikelompkkan dalam hukum alam ini bermunculan. kepentingan sosial menyangkut kemajuan sosial. Kelima. Ini berkaitan dengan keterjaminan hak manusia memanfaatkan alam untuk kebutuhannnya. Hal ini diakui dalam perlindungan hukum atas kebebasan berbicara.

Studi Hukum Kritis Atau Critical Legal studies Studi hukum kritis atau Critical Legal Studies (CLS) dipelopori oleh Roberto M. merupakan ideal yang menuntun perkembangan hukum dan pelaksanaannya. Kalangan CLS ingin mengedepankan analisis hukum yang tidak hanya bertumpu semata-mata pada segi-segi doktrinal (internal relation).hukum berasal dari alam dan keberadaannya tidak bergantung pada Tuhan. tetapi juga dengan mempertimbangkan berbagai faktor dari luar itu seperti prefensi.prefensi ideologis. suatu kondisi yang harus ada bagi kehadiran hukum. Hal ini akan menimbulakan perubahan orientasi berpikir dengan tidak lagi menekankan pada nilai nilai yang ideal dan abstrak. keempat. suatu dasar dalam berhukum yang bersifat moral yang menjaga jangan sampai terjadi suatu pemisahan secara total antara yang ada sekarang dan yang seharusnya. kepercayaan. e. post - . bahasa. isi dari hukum yang sempurna yang dapat didiskusikan secara akal. dan konteks politik dalam proses pembentukan dan aplikasi hukum ( xternal relation). CLS menawarkan analisis kritis terhadap hukum dengan melihat relasi suatu doktrin hukum dengan realita s dan mengungkapkan kritiknya. kedua. Unger yang tidak puas dengan hukum modern yang antara lain penuh dengan prosedur. nilai-nilai. Kelemahan hukum alam adalah karena ide atau konsep tentang apa yang disebut hukum bersifat abstrak.Macam-macam anggapan tersebut diantaranya adalah: pertama. ketiga. melainkan lebih mempertimbangkan persoalan yang nyata dalam pergaulan masyarakat. Tokoh pendekatan ini diantaranya adalah Hugo de Graat atau Grotius yang memunculkan pemahaman hukum alam bersifat sekuler. dan kelima. Menurut paham ini. e CLS menuntut pemahaman terhadap kepustakaan fenomenologi. suatu metode untuk menuntun hukum yang sempurna.

Kejaksaan. BAB III EKSISTENSI MAFIA HUKUM DI INDONESIA Dibukanya rekaman pembicaraan hasil sadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari telepon milik pengusaha Anggodo Widjoyo dalam siding di Mahkamah Konstitusi (MK) pada bulan November 2009 yang lalu seakan membuka mata dan telinga seluruh masyarakat Indonesia mengenai keberadaan mafia di system masyarakat Indonesia.5 jam itu terungkap adanya konspirasi antara pejabat di Kepolisian. . Dari rekaman berdurasi 4. ternyata benar-benar ada dan terbukti di depan mata. dekonstruksi. juga menyadarkan semua pihak bahwa kebobrokan sistem hukum yang selama ini seakan hanya bayangan . dan linguistik untuk membantu mem ahami relasi eksternal tersebut.struktualisme. Walaupun belum terbukti kebenarannya. Kejaksaan. dan pengacara dalam merekayasa atau mengarahkan suatu perkara mulai dari membuat keterangan palsu di BAP sampai menyuap para penyidik di Kepolisian. pengacara serta sejumlah orang di lingkaran dunia hukum dengan Anggodo untuk menjebak pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Terungkapnya rekayasa peradilan ini. rekama pembicaraan itu seakan n membeberkan dengan jelas bagaimana permainan para aparat hukum baik Kepolisian.

13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang mengganti UU No. Sebagai contoh kecil lahirnya Undang-Undang Ketenagakerjaan No. Dari beberapa sumber ada dua bentuk pengertian dari mafia hukum ini. namun nuansa politis di sini tidak mengacu pada kepentingan sesaat y ang sempit akan tetapi µpolitik hukukm´ yang bertujuan mengakomodir pada kepentingan kehidupan masyarakat luas dan berjangka panjang. yaitu penyebutan mafia hukum dan mafia peradilan . 28 tahun 2000). Mafia berasal dari bahasa Sisiliakuno. mafia hukum terdiri akar kata mafia dan hukum.3 tahun2000 yang telah ditetapkan sebagai UU berdasarkan UU No. yang diduga mengambil kata Arab mahyusu yang artinya tempat perlindungan atau pertapaan. yang menceritakan tentang kehidupan padda gang penjahat di penjara Palermo. Kedua. Pertama. Mafiusu. Pengertian dan peristilahan Apabila dilihat aspek bahasa. namun belum genap berumur 6 bulan UU tersebut berlaku UU tersebut telah dicabut pada tanggal 25 Maret 2003 dengan diundangkan lagi UU No. . Nama mafia mulai terkenal se telah sandiwara dimainkan pada1863 dengan judul mafusi di la Vicaria ³Cantiknya rakyat Vicaria´. Setelah revolusi pada 1848. Bahwa sekalipun dalam politik hukum di Indonesia nuansa politis dalam pembuatan UU dapat saja dibenarkan sebagai suatu ajaran keputusan politik yang menyangkut kebijakan politik. keadaan pulau Sisilia kacau sehingga mereka perlu membentuk ikatan suci yang melindungi mereka dari serangan bangsa lain dalam hal ini bangsa Spanyol. 25 tahun 1997. 25 tahun 1997 yang mulai diberlakukan pada tanggal 1 okto ber 2002 (berdasarkan Perpu No. Mafia Peradilan di sini dimaksudkan pada hukum dalam praktik yang ada di tangan para Penegak Hukum dimana secara implicit ³hukum dan keadilan´ telah berubah menjadi suatu komoditas yang dapat diperdagangkan. Mafia Hukum di sini lebih dimaksudkan pada proses pembentukan Undang -Undang oleh Pembuat undang-undang yang lebih sarat dengan nuansa politis sempit yang lebih berorientasi pada kepentingan kelompok-kelompok tertentu.1.

pelayanan. Ada pengertian lain dari mafia hukum ini. Misalnya perihal Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) di tingkat kepolisian maupun kejaksaan. Hak penyidik. suap menyuap. penututan di kejaksaan. Jika bisa dibuktikan berarti bukan ³mafia´ namun kejahatan biasa. Pasti ada harganya. mafia adalah suatu organisasi kriminal yang hampir menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat. mengancam pihal-pihak lain.Bentuk-bentuk mafia peradilan. Hanya atas dasar kekhawatiran maka . Harganya bisa dalam rupiah maupun keuntungan politis tertentu. kebijaksanaan maupun keputusan tertentu akan terlihat secara kasat mata sebagai suatu yang berjalan sesuai dengan hukum padahal sebetulnya ³tidak´. 2. SP3 ini tidak mungkin bisa diterbitkan secara gratis. pemeriksaan di semua tingkat peradilan. Hukum acara yang mendasari wewenang untuk menahan memang lemah. penuntut umum atau hakim untuk menahan atau tidak menahan seseorang tersangka atau terdakwa adalah wilayah paling rawan terjadinya transaksi yang sifatnya moniter. misalnya makelar kasus. pemerasan. Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia. sejak pengadilan tingkat pertama hingga Mahkamah Agung. Istilah mafia disini menunjuk pada adanya ³suasana´ yang sedemikian rupa sehingga perilaku. Istilah mafia merujuk pada kelompok rahasia tertentu yang melakukan tindak kejahatan terorganisasi sehingga kegiatan mereka sangat sulit dilacak secara hukum. Dengan kata lain mafia peradilan ini tidak akan terlihat karena mereka bisa berlindung dibalik penegakan dan pelayanan hukum Masyarakat menjadi sulit untuk . pungutan-pungutan yang tidak semestinya. Eksistensi Mafia Hukum di Lembaga Peradilan Mafia Peradilan dalam perkara pidana mencakup semua proses pidana sejak pemeriksaan di kepolisian. mengenali mana penegak hukum yang jujur dan tidak terpengaruh oleh mafia dengan para penegak hukum yang sudah terkontaminasi. Mafia Peradilan tidak bisa dibuktikan keberadaanya. dan sebagainya.

Menurutnya. Busyro Muqoddas membeberkan modus operandi dari mafia hukum ini. Modus kedua. mencariperaturan hukum sendiri sehingga fakkta -fakta hukum ditafsirkan berbeda. Rekaman selama beberapa jam itu membeberkan misteri yang selama ini hanya diketahui sepotong-sepotong dan tidak ada bukti yang jelas. Modus ketiga. akan dapat sinyal bahwa hakim minta sesuatu´. ³Hakim sengaja tidak memberi penilaian terhadap suatu fakta atau sutu bukti tertentu sehingga putusannya ringan atau bebas´.para penegak hukum ini dengan mudah dapat melakukan penahanan terhad ap tersangka.1. Modus pertama. adalah manipulasi fakta hukum. Mafia itu kuatdan bisa bahkan menjebloskan orang. Modus Operandi Beberapa Kasus Mafia Hukum 3. Majelis hakim. memerangkap orang. dan mengatur berbagai kesaksian agar bisa dipercepat dan dieksekusi badan penwgak hukum. ³Kalau ditanyakan ke panitera. adalah manipulasi penerapan peraturan perundang - undangan yang tidak sesuai dengan fakta hukum yang terungkap di persidangan. tangan-tangan yang mengatur semua perkara apa yang bisa diselesaikan sesuai permintaan. Modus Operandi Mafia Kasus Rekaman yang diputar di Mahkamah Konstitusi merupakan sebuah bukti bahwa ternyata mafia itu ada. . Mereka adalah korps tidak terlihat. ada empat modus operandi mfia peradilan di Indonesia. 3. Makelar itu punya akses VIP ke orang -orang VVIP di puncak-puncak badan penegak hukum. Jika diungkapkan ke publik pun akan dikenai pasal pencemaran nama baik. adalah penundaan pembacaan putusan oleh majelis hakim.

Penanganan perkara dihentikan setelah ada kesepakatan membayar sejumlah uang pada polisi. pada ujung agar statusnya tidak menjadi ³tersangka´. Laporan ditindak lanjuti setelah menyerahkan uang jasa. Tahap Penyidikan Negosiasi perkara y Tawar menawar pasal yang dikenakan terhadap tersangka dengan uang yang berbeda-beda. . y Mengarahkan kasus lalu menawarkan jalan damai. Penggelapan perkara. b. Selain itu. Pengaturan ruang Tahanan y Penempatan di ruang tahanan menjadi alat tawar menawar. y Menunda surat pemberitahuan dimulainya penyidikan kepada kejaksaan. ³ Dibuat agar terdakwamelakukan hal tersebut atas perintah atasan sehingga terdakwa dibebaskan´. Tahap Penyelidikan Permintaan uang jasa.Modus keempat.  Kepolisian a. Pemerasan oleh Polisi y Tersangka dianiaya lebih dulu agar mau kooperatif dan menyerahkan uang. terdapat bentuk-bentuk dan modus operansi dari mafia hukum mulai dari kepolisian hingga di Lembaga pemasyarakatan. adalah pencaria peraturan pe rundang-undangan oleh majelis hakim agar dakwaan jaksa beralih ke pihak lain. Pemerasan i Penyidikan diperpanjang untuk merundingkanuang damai i Surat panggilan sengaja tanpa status ³saksi´ atau ³tersangka´.  Kejaksaan a. Terutama pada kasus korupsi.

Pengurangan tuntutan i Tuntutan dapat dikurangi apabila tersangka memberikan uang.b. i Pasal yang disangkakan juga dapat diperdagangkan. Penggelapan Perkara i Berkas perkara dapat dihentikan jika memberikan sejumlah uang. Pelepasan Tersangka i Melalui surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atau sengaja membuat dakwaan ynga kabur (obscuur libel) sehingga terdakwa di vonis bebas. anak pejabat. atau menggunakan jasa panitera pengadilan.  Persidangan Permintaan uang jasa Pengacara harus menyiapkan uang ekstra untuk bagian registrasi pengadilan. antara lain dari kejaksaan. e. Negosiasi Status i Perubahan status tahanan seorang tersangka juga jadi alat tawar-menawar. i Dapat melibatkan Calo. c. f. Penentuan Majelis Hakim Dapat dilakukan sendiri. d. pengacara rekanan jaksa. . i Berat atau kecilnya dakwaan menjadi alat tawar menawar. Negosiasi Perkara i Proses penyidikan yang diulur-ulur merupakan isyarat agar keluarga tersangka menghubungi jaksa. i Berita acara pemeriksaan dibocorkan saat penyidikan.

Negosiasi Putusan Sudah ada koordinasi sebelumnya mengenai tuntutan jaksa yang berujung pada vonis hakim. ia menerima suap sebanyak US$ 660. Tawar menawar antara hakim. 2 Maret 2008.2.  Penundaan eksekusi Pelaksanaan putusan dapat ditunda dengan membayar sejumlah uang kepada jaksa melalui calo perkara atau pelaksana eksekusi. tertangkap tangan menerima uang yang diduga suap oleh Komisi pemberantasan korupsi (KPK). jaksa dan pengacara mengenai besarnya hukuman serta uang yang harus dibayarkan. lalu tawar menawar hukuman.  Tahap Banding Perkara  Negosiasi putusan Pengacara menghubungi hakim yang mengadili.  Lembaga Pemasyarakatan  Pungutan bagi pengunjung  Uang cuti  Menggunakan orang lain yang identitasnya disesuaikan identitas terpidana  Perlakuan istimewa 3.1 milyar . Tak ttanggungtanggung. Kasus Jaksa urip Tri Gunawan Seorang yang dikategorikan sebagai jaksa terbaik sehingga dipercaya menjadi ketua Tim Penyelidikan Kasus BLBI-BDNI.000 atau sekitar 6. Contoh Kasus Mafia Hukum Di Indonesia a. Urip Tri Gunawan.

Termasuk mendikte orang-orang penting di jajaran penegak hukum negeri ini. Namun KPK berkeyakinan telah punya bukti kuat bahwa hal itu adalah suap. bisa dengan enaknya mendikte siapa saja. Kejaksaan agung. Arek Surabaya di Jalan Karet 12 Surabaya itu. adalah pembuktian adanya mafia peradilan. Dia paham betul yang namanya BAP. tapi sulit dibuktikan. baik melalui pengalaman pencari keadilan . Sejak dulu ada. oleh KPK. dijadikan sebagai tersangka penerima suap. Kasus Anggodo Widjoyo Dalam rekaman percakapan antara Anggodo Widjoyo dan beberapa pejabat Polri. Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto. Dan memang begitulah kerja mafia. kendati ia membantah dan mengakuinya sebagai transaksi jual-beli permata. Bagaimana cara menjebloskan orang KPK. Faktor-faktor Ketidak-adilan Penegakan Hukum dan Munculnya Mafia Hukum Kasus-kasus ketidakadilan penegakan hukum di Indonesia terjadi karena beberapa hal. bahkan dipraktikkan setiap hari. pengusaha yang terkait kasus BLBI. dengan uangnya yang nyaris tak terbatas. pengacara. Dalam perkembangannya. penyidik polisi/jaksa. ke dalam penjara. Jaksa itu. Anggodo. Penulis mengelompokkannya berdasarkan beberapa alasan yang banyak ditemui oleh masyarakat awam. makelar kasus. 4. dengan harapan Anggodo dapat disilidiki dan dijadikan tersangka. Baru kali ini rakyat Indonesia mendengar langsung ulah mafia itu. b. Anggodo ibarat dewa sakti bertangan seribu. si Anggodo. berita acara pemeriksaan. kasus Anggodo dili pahkan ke KPK m oleh pihak kepolisian. membuktikan diri sebagai kepala mafia.dari artalyta Suryani teman baik Sjamsul Nursalim.

Bob Hasan yang sudah berstatus terpidana hanya dijatuhi hukuman tahanan rumah. BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). Kemampuannya menyewa pengacara tangguh dengan tarif mahal yang dapat mementahkan dakwaan kejaksaan. Dibandingkan dengan kasus pencurian kecil. Sekeluarnya dari penjara. Kita bisa membandingkan dengan kasus Tasiran yang memperjuangkan tanah garapannya sejak tahun 1985. 1. maupun peristiwa lain yang bisa diikuti melalui media cetak dan elektronik. Tasiran kembali masuk penjara pada bulan Agustus 1986. PN Jakpus menjatuhkan hukuman dua tahun penjara potong masa tahanan dan menetapkan terpidana tetap dalam status tahanan rumah. Proses pengadilan pun relatif berjalan dengan cepat. dan kasus-kasus korupsi milyaran rupiah lainnya. Tingkat Kekayaan Seseorang Salah satu keputusan kontroversial yang terjadi adalah jatuhnya putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) terhadap terpidana kasus korupsi proyek pemetaan dan pemotretan areal hutan antara Departemen Hutan dan PT Mapindo Parama. perampokan bersenjata. Putusan ini menimbulkan rasa ketidakadilan masyarakat. yang terlibat konflik tanah seluas 1000 meter persegi warisan ayahnya. Tasiran berkelana mencari keadilan dengan mondar-mandir . kasus Texmaco. Masyarakat dengan mudah melihat bahwa kekayaanlah yang menyebabkan Bob Hasan lolos dari hukuman penjara. seorang petani sederhana. dijatuhi hukuman kurungan tiga bulan dengan masa percobaan enam bulan pada tanggal 2 April 1986. Demikian pula yang terjadi dengan kasus Bank Bali. hanya dimiliki oleh orang-orang dengan tingkat kekayaan tinggi. karena terbukti mencangkuli tanah sengketa. Tasiran. karena untuk kasus korupsi yang merugikan negara puluhan milyar rupiah. Karena mengulang perbuatannya pada masa percobaan. korupsi yang merugikan negara ³hanya´ sekian puluh juta rupiah.itu sendiri. Mohammad ³Bob´ Hasan . putusan kasus Bob Hasan sama sekali tidak sebanding.

yaitu Gubernur Sutiyoso. Nepotisme Terdakwa Letda (Inf) Agus Isrok. DPR/MPR.BojonegoroJakarta lebih dari 100 kali dengan mendatangi Mahkamah Agung. Mabes Polri.2 milyar rupiah dan uang saku dari PT Pembangunan Jaya Ancol sebesar 2. Dalam kasus ini. Dalam studi banding tersebut anggota DPRD yang berangkat memanfaatkan dua sumber keuangan yaitu SPJ anggaran yang diperoleh dari anggaran DPRD DKI sebesar 5. Tingkat Jabatan Seseorang Kasus Ancolgate berkaitan dengan studi banding ke luar negeri (Australia. sembilan orang staf Bapedal dan Sekwilda dikenai tindakan administratif. Bina Graha. Jepang. dan sebagainya. Dalam kasus ini. terlihat penyelesaian masalah dilakukan segera setelah media cetak dan elektronik menemukan ketidakberesan dalam masalah pendanaan studi banding tersebut. Penyelesaian secara administratif ini seakan dilakukan agar dapat mencegah tindakan hukum yang mungkin bisa dilakukan. diperingan hukumannya oleh mahkamah militer dari empat tahun penjara menjadi dua tahun penjara. Disamping itu. Pada tahun 1996 ia kembali memperoleh keputusan yang mengalahkan dirinya. Pihak kejaksaan pun terkesan mengulur -ulur janji untuk mengusut kasus ini sampai ke pejabat tertinggi di DKI. semenara Kepala Bapedal DKI Bambang Sungkono dan Kepala Dinas Tata Kota DKI Ahmadin Ahmad tidak dikenai tindakan apapun. terdakwa juga dikembalikan ke kesatuannya selama dua minggu sambil menunggu dan berpikir terhadap vonis mahkamah militer tinggi. Mabes Polri. Kejaksaan Agung. Istana Merdeka. anak mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Rasa ketidakadilan masyarakat terusik tatkala sanksi ini hanya dikenakan pada pegawai rendahan. 2. Jendral (TNI) Subagyo HS. dan Afrika Selatan) yang diikuti oleh sekitar 40 orang anggota DPRD DKI Komisi D. yang sebagai komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol ikut bertanggungjawab. Putusan . 3.1 milyar rupiah.

Dalam enam bulan sejak kasus ini terjadi. kekerasan berhasil diatasi. Apabila dibandingkan dengan kasus-kasus kekerasan yang terjadi di bagian lain di Indonesia. sampai dengan ancaman embargo oleh Amerika Serikat. Masyarakat melihat bagaimana pihak pengacara. Aceh. 4. kasus Atambua termasuk kasus yang mengalami penyelesaian secara cepat dan tanggap dari aparat. sampai saat ini tidak berhasil ditangkap dan dimasukkan ke LP Cipinang sesuai perintah pengadilan setelah permohonan grasinya ditolak oleh presiden. Tekanan internasional ini mengakibatkan cepatnya pemerintah bertindak. namun sampai saat makalah ini dibuat Tommy Soeharto masih berkeliaran di udara bebas. dan situasi kembali aman dan normal. Sambas. Nusa Tenggara Timur. anak mantan presiden Soeharto. Disamping itu. Tekanan Internasional Kasus Atambua. misalnya : Ambon. Dimulai dengan keluarnya Resolusi No. kejaksaan. Tommy Soeharto. milisi berhasil dilucuti. permintaan DK PBB untuk mengirim misi penyelidik kasus Atambua ke Indonesia. dengan segera melucuti persenjataan milisi Timor Timur dan mengadili beberapa bekas anggota milisi Timor Leste yang dianggap bertanggung jawab. surat dari Direktur Bank Dunia kepada Presiden Abdurrahman Wahid untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut. yang menewaskan tiga orang staf NHCR mendapatkan perhatian internasional dengan cepat. yang dihukum 18 bulan penjara karena kasus manipulasi tukar gling tanah Bulog di Kelapa Gading dan merugikan negara sebesar 96 milyar rupiah. Meskipun ada . yang terjadi pada tanggal 6 September 2000. Sampit. desakan CGI (Consultatif Group on Indonesia).ini terasa tidak adil dibandingkan dengan vonis-vonis kasus narkoba lainnya yang terjadi di Indonesia yang didasarkan atas pelaksanaan UU Psikotropika. proses pengadilan ini juga memperlihatkan eksklusivitas hukum militer yang diterapkan pada kasus narkoba. dan kepolisian saling berkomentar melalui media cetak dan elektronik. Dua kasus ini mengesankan adanya diskriminasi hukum bagi keluarga bekas pejabat. 1319 dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB).

Kedua. Karena agama manapun tidak pernah menghalalkan perbuatan itu. Keempat. budaya konsumerisme aparat hukum. kualitas keilmuan yang rendah juga menjadi hal yang penting dalam menimbulkan mafia peradilan ini. Kualitas keilmuan dari orang -orang yang terlibat dalam proses penegakan hukum sangat berpengaruh besar terhadap kualitas/bobot proses peradilan dan kualitas/bobot putusan seorang hakim. derajat tekanan internasional menentukan kecepatan aparat melakukan penegakan hukum dalam mengatasi kasus kekerasan. namun tekanan yang terjadi tidak sebesar pada kasus Atambua. Sehingga tidak heran ketika melaksanakan tugas mulianya. . aspek pertemanan. yaitu faktor internal dan faktor eksternal.perhatian internasional dalam kasus-kasus kekerasan lain di Indonesia. Kelima. Ini menyebabkan tidak ada rasa takut dan bersalah yang dirasakan oleh para penegak hukum kita meskipun dalam hal melaksanakan hukum dengan hukum yang salah. Faktor internal ini lebih kepada faktor yang berasal dari orang atau oknum itu sendiri. Dalam pandangan masyarakat. faktor tersebut antara lain. Sedangkan beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya mafia hukum. kualitas moral para aparat penegak hukum menjadi hal yang utama dalam Mafia Peradilan ini. Soehandojo menegaskan bahwa justru aspek konsumerisme yang paling menonjol diantara ketiga aspek yang ada. Pertama. Ketiga. para penegak hukum lebih memilih uang dari pada memberikan putusan dengan benar. Adanya keakraban antara elit hukum dengan masyarakat yang berperkara. Mungkin pendidikan moral dan agama ini menjadi salah satu titik tekan yang harus diperhatikan yang harus dimiliki oleh setiap penegak hukum dimanapun.

Kedua. Semakin besar kasus yang diperiksa semakin bessar pula´pendapatan ³ yang diperoleh para pelaku mafia peradilan ini. Sedangkan faktor Eksternal antara lain. kurangnya kesadaran hukum dalam masyarakat sehingga dari kalangan masyarakat pun kurang membudayakan taat hukum. Hal ini sebenarnya juga dapat dipengaruhi kondisi penegak hukum dalam melaksanakan hukum. Namun. terutama dalam melakukan sebuah putusan seorang hakim mempunyai kekuatan yang tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun. Mafia peradilan menjadi sebuah momok yang sangat menakutkan dalam proses rekonstruksi hukum dan supremasi hukum di negara kita sehingga harus dibasmi.Sehingga mafia peradilan itupun menjadi hal yang tidak akan dilakukan dalam penegakan hukum. kondisi peraturan perundang-undangan kita kebanyakan memberikan celah bagi para penegak hukum untuk melakukan halhal yang sebenarnya bertentangan dengan hukum. Langkah yang harus ditempuh oleh para petinggi negara kita pun harus mampu menjadikan peradilan kita membaik dan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Pertama. kekuasaan dan kewenangan para penegak hukum terutama hakim yang sangat kuat. . Praktik-praktik mafia peradilan yang selama ini terjadi sudah menjadi bagian dari rekayasa para penegak hukum baik kasus kecil maupun besar. Ketiga. Para penegak hukum pada umumnya mampu untuk menafsirkan dengan berbagai arti tentang aturan perundang undangan yang ada sehingga tafsiran itu bisa diterapkan dalam memenangkan sebuah kasus. putusan dari hakim justru banyak yang tidak sesuai denga rasa keadilan di n masyarakat.

Ide-ide ini adalah ide mengenai keadilan. penyauapan dan varian modus operandi mafia hukum harus diberantas. Tak terhitung energy bangsa terbuang sia-sia hanya karena praktik korupsi dan mafia hukum. Pencarian untuk menemukan ketiga cita hukum tersebut sampai sekarang terus dilakukan baik yang terwujud dalam ruang-ruang peradilan maupun di dalam ruang lain yang memberikan kemungkinan muncul dan didapatkan cita hukum-hukum itu. (Denny Indrayana) 1. pemerasan. Cita atau ide tetang keadilan ini jangan dikacaukan dengan cita atau ide oleh kaum skolastik yang mengidealkan keadilan sebagai keadilan Tuhan saja. tawar menawar pasal. ia menjadi slah satu virus perusak sendi-sendi ekonomi dan sosial masyarakat. Lebih jauh. Oleh karena itu pertama-tama hukum itu mengandung ide-ide yang dipilih oleh masyarakat tempat hukum itu diciptakan. masyarakat juga menginginkan peraturan-peraturan yang dapat menjamin kepastian dan kegunaan dalam hubungan mereka satu sama lain. Keadilan disini adalah keadilan dalam koridor hukum ciptaan manusia.BAB IV MAFIA HUKUM DALAM PERSPEKTIF HUKUM PROGRESIF Siapapun yang memiliki semangat antikorupsi sepakat bahwa jual beli perkara. Ia merupakan pencerminan dari kehendak manusia tentang bagaimana seharusnya masyarakat itu dibina dan kemana harus diarahkan. Seiring dengan perkembangan hukum modern untuk mengakomodasi kepentingan kaum kapitalis yang merebak sejak munculnya Negara modern. Mafia Hukum Bentuk Pergulatan Hukum Vis a Vis Realitas Sosial Hukum adalah karya manusia yang berupa norma berisikan petunjukpetunjuk tingkah laku. Praktik haram mafia hukum saja melukai rasa keadilan masyarakat. Studi hukum dengan menguakkan pendekatan normatif-dogmatis tak dapat uran yang lazim yngmenjangkau gambaran tersebut karena pendekatan normatif- .

melainkan sering juga berlangsung in the shadow of law. Pengadilan tidak hanya terdiri dari gedung. yaitu sekedar menerapkan ketentuan dalam perundang-undangan. Dengan demikian. Hukum dipakai untuk mengemas proses-proses sosiologis dan kemudian memberinya legitimasi melalui ketukan palu hakim. peraturan yang lazim dikenal oleh ilmu hukum. hukum merupakan suatu proses. lebih tepatnya lagi adalah proses sosial. demokrasi. melainkan merupakan suatu interaksi antara system hukum dan masyarakat. Hakim. sedang yang aktif berbuat adalah interaksi para pihak dalam mencari penyelesaian. misalnya court room. Jadi proses peradilan adalah jauh lebih kompleks daripada yang dikira banyak orang. Hukum yang berintikan keadilan tidak lain berisi ³janji-janji´ kepada masyarakat yang terwujudkan melalui keputusan birokkratis. solicitor`s office. Salah satu proses sosial yang terlihat dalam dinamika hukum adalah apa uang terjadi di pengadilan. Studi sosiologis terhadap fenomena-fenomena hukum yang spesifik dititik beratkan pada masala-masalah yang berhubungan langsung dengan legal relations. Proses peradilan juga tercermin dalam perilaku orang-orang yang berperkara atau perilaku dari pejabat pengadilan. Perilaku para pejabat maupun para pengguna jasa pengadilan menentukan arsitektur pengadilan.dogmatis pada hakikatnya menganggap apa yang tercantum dalam peraturan hukum sebagai deskripsi dari keadaan yang sebenarnya. Ini berarti lembaga pengadilan mempunyai kewajiban untuk memberikan dan menjaga terwujudnya janji-janji hokum dan keadilan melalui keputusan-keputusan yang meliputi segala aspek kehidupan seperti bidang ekonomi. kesejahteraan dan hak-hak sipil lainnya. Selain itu adalah studi terhadap proses abolisi dan konstruksi sosial. lingkungan hidup. . Mengadili tidak selalu berkualitas full adjudication. dimana penyelesaian secara hokum hanya merupakan lambing di permukaan saja.

membaca peraturan adalah membaca maknanya bukan teksnya. Dari hal tesebut terlihat bahwa bekerjanya hukum itu merupakan suatu proses sosial dan lebih khusus lagi adalah proses interaksi antara orang-orang yang mengajukan permintaan dan penawaran. Citra pengadilan di masyarakat cukup banyak ditentukan oleh integritas. Lebih spesifik lagi orang-orang tersebut adalah para aktor dalam ruang pengadilan serta masyarakat yang bertindak selaku pengawas. Kedua. dan juga korban. rasa-perasaan. Pertama. prinsip-prinsip hukum progresif adalah tidak ingin mempertahankan status quo dalam berhukum mengutamakan factor dan peran manusia di atas hukum. sikap dan tindakan hakim. Persoalan yang berkaitan dengan lembaga peradilan. kejujuran dan keberanian. Sekalipun ide hukum progresif dalam bisa dipandang sebagai teori yang final (sesuai dengan hakekatnya sebagai law in making atau going goon process). namun dari sedemikian banyak tulisan dan kajian mengenai hukum progresif dapat ditarik beberapa pokok gagasan. 2. . mengutamakan modal empati. karena banyak keputusan yang dihasilkan ternyata justru tidak adil. membebaskan dari kelaziman yang keliru dan menghambat pencapaian tujuan hukum. citra pengadilan dan perilaku hakim dalam memberi keputusan suatu perkara adalah berhubungsn dengan proses bekerjanya hukum. paradigma hukum progresif adalah hukum untuk manusia yang mengandung makna bahwa manusia merupakan sentral dalam cara berhukum. Selain itu. Aparat Penegak hukum sebagai tonggak penegak an hukum Sejak dicetuskan pada 2002. dan hukum bukan mesin namun lebih merupakan jerih payah manusia yang bernurani.Kenyataan menunjukkan bahwa pengadilan yang disebut sebagai benteng terakhir keadilan hanyalah mitos belaka. kesungguhan. telah bermunculan banyak tulisan yang mencoba mengeksplorasi gagasan hukum progresif dalam aspek keilmuan. pengontrol. dedikasi.

ilmuwan. advokat dan polisi. Sedangkan dalam doktrin hukum progresif. komponen psikologis mendapat temapat yang paling penting. Penegakan hukum tidak dikonsepkan sebagai menajalankan peraturan begitu saja. Adalah tidak adil untuk hanya´menghakimi´ jaksa dan hakim karena tidak menunjukkkan prestasi yang memuaskan masyarakat. aparat penegak hukum menjadi tonggak utama dalam penegakkan hukum. Sehingga di tangan aparatlah bisatidaknya hukum ditegakkan. tetapi menjalakannya dengan semangat tinggi. agar . dedikasi dan determinasi. Peran mereka adalah memberikan pencerahan kepada para penegak hukum agar berani melakukan pembebasan dari praktik dan konvensi yang lebih banyak membelenggu dan mengahambat pemberantasan mafia hukum. teoritisi juga tidak bisa mengelak dari tanggung jawab membantu dan mendorong pemberantasan mafia hukum yang progresif. Hakim dan jaksa membutuhkan pencerahan. bukan sebaliknya. hakim. Advokatpun diminta untuk berpikir dan bertindak progresif. maka para akademisi perlu mengajukan konsep-konsep alternatif yang progresif. Cara luar biasa lain yang tidak mudah untuk dilakukan adalah keberanian untuk melakukan pembebasan terhadap praktik konvensional yang selama ini dijalankan. dan itulah sikap dasar yang diinginkan oleh hukum progresif. Seluruh bagian masyarakat perlu dilibatkan dan terlibat. Para akademisi. bahwa ³hukum adalah untuk manusia´. prosedur dan sebabagainya. Sikap ini akan membawa konsekuensi besar dalam memberi makna kepada hukum. misi dan dimensi spiritual.Dengan demikian hukum progresif merubah cara berhukum dari sekedar menerapkan hukum positif secara tekstual menjadi cara berhukum dengan mendayagunakan hukum dengan tujuan. Pemberantasan mafia hukum secara progresif tidak dapat hanya diserahkan kepada para jaksa. termasuk membari makna kepada undang-undang. Untuk itu. Itulah sebabnya keberanian menjadi salah satu faktor. Dalam tipe penegakan hukum progresif. asas. sehingga berani mengatakan. seperti dengan empati.

Mereka hanya menjadi penonton yang ³terkena getahnya´ saja. miskin/melarat. Ini menarik. Perbuatan korupsi masih lebih difahami sebagai ³perbuatan hukum´. Hakim yang kedua hakim yang bertanya dulu keapa perut baru kemudia mencari pasal-pasalnya.dengan demikian langkah-langkah progresif para penegak hukum bisa memperoleh dukungan legitimasi ilmiah. tak seorangpun pelaku tindakan anarkhis yang diadili atau ditindak secara hukum. Ketika terjadi penyerangan skelompok orang anti-Ahmadiyah di empat Kabupaten Cianjur. Selama ini mafia hukum masihh lebih banyak dipersepsikan sebagai ³kejahatan hukum´ dan belum menjadi ³kejahatan sosial´. 3.21/09) . Ketika rakyat memrotes keberadaan Tempat Pengelolaan sampah Terpadu Bojong. aparat penegak hukum tanpa piker panjang juga tanpa pandang bulu menembaki mereka. cilik. dan lemah. Kategori pertama hakim yang berpikir dengan hati nurani. Jawa Barat. Mengembalikan kepercayaan Masyarakat terhadap Institusi Hukum Lembaga peradilan sudah lama relative tidak bisa diandalkan sebagai benteng wong tertindas. tersiksa. Apakah negeri ini menjadi tempat yang baik bagi mereka untuk hidup. karena biasanya rakyat ditempatkan pada posisi yang pasif. Hukum sebagai tempat jaminan atas apa yang benar dan adil bukan diperuntukkan bagi mereka. Seorang Guru Besar Sosiologi Universitas Diponegoro mengategorikan ribuan aparat hakim di negeri ini menjadi dua kategori. itulah yang selalu menjadi pertanyaan mereka. dan ulama dapat turut berperan besar dalam menjadikan korupsi sebagai ³kaidah sosial´ dan bukan hanya ³kaidah hukum´. Disini para rohaniwan. (Kompas. Satjipto rahardjo. belum ³perbuatan sosial´. Dalam pemberantasan mafia yang progresif diperlukan pula rakyat yang progresif. para kiai. teraniaya.

Reformasi di bidang penegakkan hukum yang bersifat strategasi dan mendesak untuk dilakukan adalah. Kedua. Pertama.Untuk menata kembali sistim hukum yang benar perlu diawali dari penataan konstitusi yang oleh banyak kalangan masih banyak mengandung celah kelemahan. pemberhentian. dengan cara mencegah (preventif) dan Kedua. Penegakan hukum syarat mutlak pemulihan pepercahan rakyat terhadap hukum adalah penegakan hukum. Upaya pencegahan dilakukan dengan cara memberi jaminan hukum bagi perwujudan pemerintahan terbuka (open government) dengan memberikan jaminan kepada hak publik seperti hak . menyatakan bahwa untuk memulihkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap hukum dalam rangka mewujudkan good governance. upaya penaggulangan (represif). Pertama . Langkah ± langkah kongkret dan sistimatis langkah ± langkah tersebut adalah: Pertama. Ketiga. Reformasi Kejaksaan. perlu dilakukan fit and proper test terhadap Jaksa Agung dan pembantunya sampai eselon II untuk menjamin integritas pribadi yang bersangkutan. KKN merupakan penyebab utama dari tidak berfungsinya hukum di Indonesia.Menurut Henny Mono.reformasi Mahkamah Agung dengan memperbaiki sistim rekrutmen yang lebih Perbaikan {Pengangkatan}. diperlukan langkah-langkah kongkret dan sistematis. Keempat. akademisi/cendekiawan hukum dan tokoh masyarakat. Reformasi Konstitusi merupakan sumber hukum bagi seluruh tata penyelenggaran negara. Untuk memberantas KKN diperlukan setidaknya dua cara. sebagaimana tersebut di atas harus dilakukan oleh Komisi Yudisial Independen yang anggotanya terdiri dari mantan hakim agung. Pemberantasan KKN. kalangan praktisi hukum. Selain itu untuk mengawasi kinerja kejaksaan perlu dibentuk sebuah komisi Independent Pengawas Kejaksaan. Untuk memulihkan kinerja kejaksaan saat ini khususnya dalam menangani kasus KKN dan pelanggaran HAM. pengawasan dan penindakan menekankan aspek transparansi dan partisipasi masyarakat.

Pemberdayaan Eksekutif. tidak diakui berbagai eksistensinya dan diperlakukan tidak adil. Pengakuan terhadap Hukum Adat dan Hak Ekonomi Masyarakat. Ketujuh. Sistem pemilihan langsung juga dilakukan untuk para pejabat publik di daerah khususnya gubernur. Dengan begitu rakyat akan mendapatkan jaminan di dalam menguasai tanah ulayat adat mereka dan juga akses untuk mengelola sumber daya alam di lingkungan dan milik mereka sendiri. bupati/walikota. Legislatif. dan Peradilan untuk lebih meningkatkan representasi kepentingan daerah di tingkat nasional. Sumbangan Hukum dalam Mencegah dan Menaggulangi Disintegrasi Bangsa Pengakuan identitas terhadap nilai-nilai lokal.emperoleh akses informasi. hak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan hak mengajukan keberatan bila ketiga hak di atas tidak dipenuhi secara memadai. di mna keterwakilan rakyat di daerah secara kongkret diakomodasi melalui pemilihan anggota utusan daerah secara langgsung oleh rakyat. Sedangkan upaya penaggulangan (setelah korupsi muncul) dapat diatasi dengan mempercepat pembentukan Badan Independent Anti Korupsi yang berfungsi melakukan penyelidikan dan penuntutan kasus-kasus korupsi . memperkenalkan hakim-hakim khusus diangkat khusus untuk kasus korupsi (hakim ad hock) dan memperlakukan atas pembuktian terbalik secara penuh. Untuk menjamin hak-hak masyarakat hukum adat. perlu dilakukan rekomposisi keanggotaaan utusan daerah. maka diperlukan proses percepatan di dalam menentukan wilayah hak ulayat adat secara parsitipatif. Kelima. pemberdayaan kemampuan masyarakat dan akses pengelolaann terhadap sumbar daya alam local menjadi isu penting yang sangat strategis di dalam menciptakan integritas sosial. karena selama lebih dari tiga dekade masyarakat selalu ditempatkan sebagai obyek. Akumulasi dari permasalahan tersebut akhirnya menciptakan potensi yang sangat signifikan bagi proses disintegrasi. pemberian kewenangan dan representasi yang lebih luas kepada daerah. Keenam.mengamati perilaku pejabat. . hak .

. korupsi. media massa. maka prioritas perbaikan harus dilakukan pada aparat. Kasus tidak adanya perundangan yang dapat menjerat para terdakwa kasus korupsi. Tanpa perbaikan kinerja dan moral aparat. Peningkatan kesadaran hukum masyarakat juga menjadi faktor kunci dalam penegakan hukum secara konsisten. hakim. Selain mengharapkan peran DPR sebagai lembaga legistatif untuk lebih aktif dalam memperbaiki dan menciptakan perundangundang yang lebih sesuai dengan perkembangan jaman. maupun pemerintah (eksekutif) yang ada dalam wilayah peradilan yang bersangkutan. materi hukum sendiri juga harus terus menerus diperbaiki. maka segala bentuk k olusi. diharapkan pula peran dan kontrol publik baik melalui perorangan. jaksa. Semoga dengan dimuatnya artikel ini pengunjung dapat lebih memahami kondisi penagakan hukum di Indonesia dan dapat ikut serta memikirkan langkah-langkah strategis dalam menegakkan hukum dan keadilan. diharapkan tidak akan muncul lagi dengan adanya undang-undang yang lebih tegas.PENUTUP Melihat penyebab ketidakadilan penegakan hukum di Indonesia. dan nepotisme akan terus berpengaruh dalam proses penegakan hukum di Indonesia. baik polisi. Selain perbaikan kinerja aparat. maupun lembaga swadaya masyarakat.

Ali. Pengadilan dan Masyarakat.I. Jonaedi. Robert M. Pengantar Hukum Indonesia. Hasanudin University Press. 1999. Achmad. Prestasi pustaka Publisher. .. Paul Johnson. S. Jakarta. terj. 2010. Lawang.Z. Mafia Hukum. Doyle. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Ind-Hill-Co. Jakarta. Soemardi. Dedi. 1986. 1997. Ujung Pandang.DAFTAR PUSTAKA Efendi. Jakarta. Gramedia.H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful