RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (NO. 2.

1) Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : XI / 1 Pertemuan ke : 1, 2 Alokasi Waktu : 4 x 45 menit Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Madia. Kompetensi Dasar : 2.1 Menyimak untuk menyimpulkan informasi lisan yang tidak bersifat perintah dalam konteks bekerja. Indikator: 1. Mengubah informasi dari bentuk lisan ke bentuk non verbal (bagan/tabel/diagram/grafik/denah/matriks). 2. Menyampaikan pendapat/opini dengan menggunakan teknik penyampaian simpulan dan pendapat yang akurat secara deduktif dan induktif. 3. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam menyampaikan suatu informasi I. Tujuan Pembelajaran: 1. Siswa dapat mengubah informasi dari bentuk lisan ke bentuk non verbal (bagan/tabel/diagram/grafik/denah/matriks). 2. Siswa dapat menyampaikan pendapat/opini dengan menggunakan teknik penyampaian simpulan dan pendapat yang akurat secara deduktif dan induktif. 3. Siswa dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam menyampaikan suatu informasi. II. Materi Ajar: - Teknik membuat catatan verbal dan non verbal sebagai dasar untuk membuat simpulan (lisan/tulis). - Teknik menyimpulkan secara induktif, deduktif serta campuran 1. Deduktif: a. Silogisme sebab-sebab◊b. Akibat akibat-akibat◊c. Sebab 2. Induktif: a. Generalisasi akibat◊b. Sebab-sebab sebab◊c. Akibat-akibat d. Sebab-akibat berantai e. Analogi 3. Campuran (Deduktif-Induktif) - Teknik menyampaikan simpulan dan pendapat. - Kesadaran berbahasa /sikap berbahasa yang positif. III. Metode Pembelajaran: Metode Audiolingual, penugasan dan diskusi.

IV. Langkah-langkah Pembelajaran: Pertemuan pertama A. Kegiatan Awal : 1) Siswa menjawab pertanyaan guru tentang materi yang lalu. 2) Siswa menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran dalam pertemuan ini. 3) Siswa diberi motivasi dengan contoh-contoh berbahasa nonverbal dan verbal. B. Kegiatan Inti : 1) Siswa diperdengarkan rekaman 2) Siswa mengubah informasi yang disimak ke bentuk non verbal (bagan/tabel/diagram/grafik/denah/matriks). C. Kegiatan Akhir : Siswa menyimpulkan hasil belajar hari ini. Pertemuan kedua A. Kegiatan Awal : 1) Siswa menjawab pertanyaan guru tentang materi yang lalu. 2) Siswa menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran dalam pertemuan ini . B. Kegiatan inti: 1) Siswa menyimak rekaman dan mencatat hasil simakannya di buku modul. 2) Siswa menyimpulkan hasil simakan dengan memperhatikan teknik menyimpulkan secara deduktif dan induktif. 3) Siswa menyampaikan hasil simpulannya di depan kelas secara bergantian. 4) Siswa menanggapi hasil simpulan temannya. C. Kegiatan Akhir: Siswa bersama-sama menyimpulkan hasil belajar, kemudian mengikuti evaluasi. V. Alat / Bahan / Sumber Belajar: - Alat : Tape, rekaman / kaset, - Bahan: wacana darikoran - Sumber belajar : Modul Bahasa Indonesia Tk. Madia, Buku “ Argumentasi dan Narasi” oleh Gorys Keraf “Belajar Mengemukakan Pendapat” oleh Jos Daniel Parera VI. Penilaian: A. Simak rekaman B.1.1.A “Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, dan Bahasa Asing “ Setelah selesai menyimak buatlah bagan Fungsi bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa persatuan! B. Simak rekaman B.1.1.E dan tentukan pola berpikir deduktif, induktif, atau campuran! Kunci Jawaban: A. Rekaman B.1.1.A B. Rekaman B.1.1.E 1. deduktif 6. induktif 2. deduktif 7. induktif 3. deduktif 8. induktif

4. deduktif 9. induktif 5. deduktif 10.campuran Pedoman Penilaian B. Jumlah jawaban betul X 100 = Nilai Jumlah soal Mengetahui, Kepala SMK Negeri 3 Jakarta Drs, Dedi Dwitagama, MM.,M.Si. NIP./NRK. 131765462/132471 Jakarta, Juli 2008 Pengajar Dra. Lilik Musyarofah NIP/NRK.132130235/133056 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (NO. 2.2) Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : XI / 1 Pertemuan ke : 3, 4, 5 Alokasi Waktu : 6 x 45 menit Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setera tingkat Madia Kompetensi Dasar : 2.2 Memahami perintah lisan baik yang diungkapkan maupun yang tidak. Indikator: 1. Merumuskan kembali isi perintah (secara lisan, maupun tulisan) 2. Menyebutkan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan isi perintah secara lisan/tertulis 3. Mengonfirmasikan kebenaran rencana kegiatan yang telah direncanakan sesuai dengan rencana pemberi perintah 4. Melaksanakan perintah sesuai dengan isi perintah. I. Tujuan Pembelajaran: 1. Siswa dapat merumuskan kembali isi perintah (secara lisan, maupun tulisan) 2. Siswa dapat menyebutkan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan isi perintah secara lisan/tertulis 3. Siswa dapat mengonfirmasikan kebenaran rencana kegiatan yang telah direncanakan sesuai dengan rencana pemberi perintah 4. Siswa dapat melaksanakan perintah sesuai dengan isi perintah. II. Meteri Ajar: * Pengertian kalimat perintah Ialah kalimat yang mengharapkan respon atau tanggapan dari mitra komunikasi.

* Ciri-ciri kalimat perintah: 1. Dengan pola umum intonasi naik pada bagian awal (2 3 ) Pergi! 23 Pergilah! 232 2. Ditandai dengan tanda seru (!) Contoh : – Bacalah! - Makanlah hidangan ini! 3. Menggunakan partikel lah Contoh : – Diamlah, jangan berisik! - Bersihkanlah tempat ini! 4. Berpola kalimat inversi (P-S) Contoh: – Simpanlah dokumen ini! - Perhatikan gambar tersebut! * Macam kalimat perintah: 1) Perintah biasa / biasa : - Jawablah dengan singkat dan jelas! 2) Larangan - Jangan engkau sakiti hatinya! 3) Sindiran - Ambillah kembalai semua yang telah kau berikan padaku! 4) Permintaan / harapan - Saya haraplamaran saya diterima. 5) Permohonan - Kami mohon kehadiran Anda tepat waktu. 6) Persilaan - Hadirin dipersilakan berdiri. 7) Saran - Menurut hemat saya lebih efisien kalau Bapak memakai motor. * Teknik merespon perintah 1) Merumuskan kembali dengan kalimat sendiri. 2) Membuat rangka/ bagan/ tabel perintah. 3) Merencanakan kegiatan untuk memenuhi perintah secara verbal atau nonverbal. 4) Mengkonfirmasikan kebenaran rencana kerja. 5) Melaksanakan isi perintah Kalimat perintah dapat diperhalus dengan menggunakan unsur-unsur berikut : 1. Menggunakan partikel lah, misal: ”Buanglah!” lebih halus daripada ,”Buang!” 2. Menggunakan kata-kata seperti mohon, tolong, sudilah, harap, silakan, hendaknya, sebaiknya, dan sebagainya. Misal: – Tolong ambilkan kacamata saya! - Sebaiknya kamu pulang sekarang! III. Metode Pembelajaran: siswa menyimak rekaman “B.1.1D lalu menentukan dua◊Metode Audiolingual kalimat

2) Siswa menyampaikan isi informasi yang mengandung perintah kepada temannya secara bergiliran. Kemudian dibahas bersama-sama dengan dipandu guru. Langkah-langkah Pembelajaran: Pertemuan ketiga A. 4) Siswa merencanakan apa yang akan dilakukan berdasarkan isi perintah. kaset rekaman .1. B. Kegiatan Awal: Siswa mengulang kembali pelajaran yang lalu dengan mengungkapkan secara ringkas . Kegiatan Inti : 1) Siswa mendengarkan informasi dari rekaman kaset B. Pertemuan Keempat A. sambil menuliskan inti perintahnya.C. Kegiatan Evaluasi: Siswa bersama-sama menyimpulkan inti KBM. Pertemuan Kelima A. B. 2) Siswa menyebutkan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan isi informasi yang mengandung perintah. Kemudian dibahas bersama-sama dengan dipandu guru. kemudian mengungkapkan kembali di depan kelas secara bergantian. 3) Siswa mengkonfirmasikan isi perintah yang diterima dari temannya kepada guru 4) Siswa merencanakan apa yang akan dilakukan berdasarkan isi perintah. Kegiatan Akhir : Siswa menyimak rekaman monolog. Kegiatan Evaluasi: Siswa menyimak rekaman monolog. 2) Siswa merumuskan kembali isi modul yang mengandung kalimat perintah (secara lisan. sambil menuliskan inti perintahnya. 2) Siswa menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran dalam pertemuan ini.2. 5) Siswa melaksanakan isi perintah dengan benar. VI.Kegiatan Inti : 1) Siswa memahami isi modul dengan membuat intisari materi di buku catatannya. kemudian mengerjakan evaluasi. IV. C. Kegiatan Inti : 1) Siswa mendengarkan informasi dari teman yang mendapat perintah guru.lanjutan yang koherensi di antara 3 kalimat yang tersedia. Kegiatan Awal : 1) Siswa menjawab pertanyaan guru tentang materi yang lalu. C. Kegiatan Awal: Siswa mengulang kembali pelajaran yang lalu dengan mengungkapkan secara ringkas .Alat: Tape. maupun tulisan) C. 3) Siswa mengkonfirmasikan isi perintah yang diterima kepada teman sebangkunya. B. Alat / Bahan / Sumber Belajar: .

Bahan: Brosur petunjuk pemakaian. perawatan atau pembuatan .132130235/133056 . 131765462/132471 Jakarta. Juli 2008 Pengajar Dra. Penilaian: Simak rekaman B. NIP. Kepala SMK Negeri 3 Jakarta Drs.A.1.M. Lilik Musyarofah NIP/NRK. “Petunjuk Mengendarai Motor” sambil menyimak tulislah inti perintahnya! NO Inti Perintah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kunci Jawaban: NO Inti Perintah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pedoman Penilaian Jumlah jawaban betul X 100 = Nilai Jumlah soal Mengetahui. MM. Dedi Dwitagama./NRK.Si..Sumber belajar: Modul VII..2.

3 Memahami perintah kerja tertulis. 4. Menginformasikan rencana kegiatan yang akan dilakukan (lisan/tulis) kepada pemberi perintah. pengendali kualitas. Membuat bagan/prosedur kerja berdasarkan perintah kerja tertulis. atau . Aturan dan petunjuk di semua aspek kehidupan memang harus ada.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (NO. Meteri Ajar: Dalam dunia kerja terdapat aneka bentuk perintah yang harus dijalankan dan aneka macam aturan yang harus dipatuhi. Siswa dapat membuat bagan/prosedur kerja berdasarkan perintah kerja tertulis. mutasi. 7. 2. sistem penggajian. 8 Alokasi Waktu : 4 x 45 menit Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Madia. Dalam bidang pemasaran.3) Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : XI / 1 Pertemuan ke : 6. Aturan dan petunjuk itu tidak lain juga merupakan perintah yang harus dijalankan oleh pihak-pihak yang terkait dalam rangka mencapai tujuan bersama. tujuan bersama tidak akan terwujud. seperti aturan rekruitmen pegawai. Siswa dapat menginformasikan rencana kegiatan yang akan dilakukan (lisan/tulis) kepada pemberi perintah. perusahaan juga menetapkan prosedur-prosedur yang harus diikuti. petunjuk atau◊Tahap pertama perintah tersebut dengan pemahaman : . Merumuskan perintah kerja tertulis 3. II. Siswa dapat menggali informasi yang berkaitan dengan budaya kerja yang berlaku di tempat kerja. Kompetensi Dasar : 2. Di dunia kerja terdapat aturan-aturan yang mengatur tentang ketenagakerjaan. Dalam proses produksi. Tujuan Pembelajaran: 1. dsb. Siswa dapat merencanakan tindak lanjut perintah berdasarkan catatan yang dibuat pada waktu membaca informasi dari perintah kerja tertulis. 2. 5. I. 5. petunjuk. 2.Dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkenan dengan aturan. Siswa dapat merumuskan perintah kerja tertulis 3. perusahaan juga memiliki kebijakan yang harus dijalankan dan dipatuhi oleh-oleh pihak-pihak yang terkait. seperti pengoperasian mesin produksi. petunjuk atau perintah dengan baik: kita harus benar-benar memahami aturan. Agar dapat menjalankan aturan. Menggali informasi yang berkaitan dengan budaya kerja yang berlaku di tempat kerja. Merencanakan tindak lanjut perintah berdasarkan catatan yang dibuat pada waktu membaca informasi dari perintah kerja tertulis. sistem kenaikan pangkat. 4. termasuk sistem pengoperasiannya. Tanpa aturan dan petunjuk untuk dijalankan sebagai pedoman. Indikator : 1.

Suryadi. Disposisi 6. Tanyakan bagian pengadaan barang 2. Tgl. 30 Maret 2007 Pimpinan. Penyelesaian Tanggal : 30 Maret 2007 Perihal : Penawaran Bahan Kain Tanggal : 30 Maret 2007 Asal : PT Darma Tekstil Instansi/Informasi: Diteruskan kepada: 1. Bagian Keuangan Jakarta. Jika perlu segera pesan 3. .perintah tersebut. Siswa menyampaikan/mengkonfirmasikan rencana kerja◊Metode Komunikatif kepada temannya. Prosedur kerja meliputi: a. selanjutnya rencana kerja yang sudah kita buat. Pengaturan hubungan kerja sama antarsatuan organisasi c. Pengumuman 4.Dapat merumuskan kembali secara verbal (dengan kata-kata) dan atau nonverbal (dengan tabel/bagan/skema prosedur kerja). Pengaturan pembagian tugas yang jelas dan tegas b. Surat Edaran 3. kita harus merencanakan tindak lanjutnya. Memo 5. Metode Pembelajaran: Siswa disajikan aneka bentuk perintah◊Metode Reseptif dan Produktif kerja tertulis untuk dipahami dan menindaklanjuti perintah tersebut dengan rencana kerja. Pengaturan tentang garis wewenang dan tanggung jawab III. . S. petunjuk atau perintah tersebut. Biro Umum 3. E. Agenda : 102/SP/2007……. Bagian gudang 2. Yang menerima perintah kerja harus menindaklanjuti isi perintah kerja. Harap dipelajari 1. Contoh surat yang berisi perintah kerja: 1. Dalam hal ini◊Tahap Kedua kita merencanakan apa yang akan kita perbuat untuk menjalankan aturan. Surat perintah 2. perlu◊Tahap Ketiga kita konfirmasikan kepada atasan untuk mengetahui tepat tidaknya apa yang akan kita lakukan. Manual Contoh disposisi : Rahasia Penting Rutin No.

Kegiatan Awal : Siswa mengulang pelajaran lalu dengan menyampaikan secara ringkas di depan kelas secara bergantian. Kegiatan Akhir : Siswa dapat membuat simpulan isi materi yang diajarkan guru. C. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru tentang pelajaran lalu “Perintah kerja lisan dalam konteks bekerja” 2. Pertemuan kedelapan A. surat edaran dan pengumuman) 3. . surat perintah. 2) Siswa disajikan surat lalu diminta merumuskan inti perintah kerja berdasarkan catatan yang dibuat pada waktu membaca informasi dari perintah kerja tertulis. Kegiatan Inti : 1) Siswa disajikan surat untuk menindaklanjuti dengan merencanakan isi perintah berdasarkan catatan yang dibuat pada waktu membaca informasi dari perintah kerja tertulis. Kegiatan Awal : 1. Kegiatan Akhir : 1) Siswa bersama-sama menyimpulkan isi materi yang diajarkan guru. B. Kegiatan Inti : 1) Siswa disajikan surat untuk menindaklanjuti dengan merencanakan isi perintah berdasarkan catatan yang dibuat pada waktu membaca informasi dari perintah kerja tertulis. 2) Siswa membuat bagan/prosedur kerja berdasarkan perintah kerja tertulis. Kegiatan Inti : 1) Siswa menggali informasi yang berkaiatan dengan budaya kerja yang berlaku di tempat kerja. 2) Siswa mengerjakan evaluasi. B. Siswa diberi motivasi dengan cara diberikan contoh-contoh surat yang berisi perintah kerja (memo. manual. C. 3) Siswa menginformasikan rencana kegiatan yang akan dilakukan (lisan/tulis) kepada pemberi perintah 4) Siswa melaksanakan perintah kerja sesuai isi perintah.IV. Kegiatan Akhir : 1) Siswa bersama-sama menyimpulkan isi materi yang diajarkan guru. Pertemuan ketujuh A. Kegiatan Awal : Siswa mengulang pelajaran lalu dengan menyampaikan secara ringkas di depan kelas secara bergantian. disposisi. 3) Siswa menginformasikan rencana kegiatan yang akan dilakukan (lisan/tulis) kepada pemberi perintah C. Langkah-langkah Pembelajaran: Pertemuan keenam A. Siswa menyimak tujuan pembelajaran yang diberikan oleh guru B. 2) Siswa membuat bagan/prosedur kerja berdasarkan perintah kerja tertulis.

Jika memo tersebut ditujukan kepada Anda. Aditya Rahman. Aditya Rahman Dari : Kepala Sekolah Isi : Untuk persiapan UN ( Ujian Nasional ) tanggal 20 – 31 Mei 2006 harap disiapkan : 1) ruang pengawas kapasitas 30 guru 2) ruang ujian kapasitas 183 siswa 3) ruang tempat naskah ujian Terima kasih.Sumber belajar “Surat Menyurat Resmi Indonesia” karya Lamudin Finosa. Alat / Bahan / Sumber Belajar: Chart/LCD/komputer◊. Penilaian: Pahami isi surat berikut ! PEMERINTAH KOTAMADYA JAKARTA TIMUR DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN SMK MALAHAYATI Jl. Modul Bahasa Indonesia Tk Madia. dan KBBI VI.Pd. Mulyati.◊. Apa kepanjangan “U.p. Siapa dan apa jabatan yang membuat memo? 2. Untuk perhatian 4. Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan memo di atas ! 1. Drs.p.V. Mulyati. Dra. Raya Bogor no.Alat Contoh-contoh surat yang mengandung isi perintah kerja.Pd.M.Bahan EYD. H. Wakasek Sarana Prasarana 3. Drs. apa langkah-langkah rencana kerja yang akan Anda lakukan? Kunci Jawaban 1. Dra. M. – Kepala Sekolah 2. 63 Ciracas Tlp.◊. (021) 8872973 MEMO Tanggal : 25 Mei 2008 Kepada : Wakasek Bidang SAPRAS U. . Tim Depdiknas. Buatlah bagan berdasarkan perintah kerja dalam memo tersebut? 5.“ dalam memo tersebut? 4. Kepala Sekolah Ttd. Siapa dan apa jabatan yang diberi tugas dalam memo tersebut? 3.

10 Alokasi Waktu : 6 x 45 menit Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Madia. 4. Soal Bobot 1. frasa.132130235/133056 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (NO.Menyiapkan ruang tempat naskah ujian Kedua : Mengkonfirmasikan ruangan tersebut dengan kepala sekolah Pedoman penilaian: No. kalimat yang dipersoalkan kebenaran/ketepatannya (diterima/ditolak) berdasarkan kaidah atau kelaziman .M. 40 5.5.4 Membaca untuk memahami makna kata. ungkapan. 10 3. Lilik Musyarofah NIP/NRK. NIP. Mengidentifikasi kata (termasuk bentuk kata baru). Kepala SMK Negeri 3 Jakarta Drs. Mengelompokkan kata.Si. 10 2.Menyiapkan ruang ujian dengan kapasitas 183 siswa . 131765462/132471 Jakarta. bentuk kata. Pertama: .. Juli 2008 Pengajar Dra. dan kalimat dalam konteks bekerja Indikator : 1. Kompetensi Dasar : 2. MM. bentuk kata. 10 4. 30 Skor Nilai 100 Mengetahui. Mengidentifikasi kata (termasuk bentuk kata baru). 2. dan kalimat berdasarkan kelas kata dan makna kata 2./NRK. frasa. kalimat yang dipersoalkan kebenaran/ketepatannya (diterima/ditolak) berdasarkan paradigma/analogi. Dedi Dwitagama.Menyiapkan ruang pengawas yang muat 30 guru .4) Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : XI / 1 Pertemuan ke : 9. ungkapan. Mendaftar kata-kata yang berpotensi memiliki sinonim dan antonim dalam teks bacaan 3.

Selain itu juga karena hasil bentukan kata yang muncul berdasarkan paradigma dan proses analogi. (5) Makna konotatif (makna kias/tautan).. frasa.Kata ulang (dibentuk dengan mengulang kata dasarnya). 2. Pengelompokan kata berdasarkan bentuk kata: (1) Kata dasar. Pengelompokan kata berdasarkan kelas kata: (1) Kata kerja (verba). II. kalimat yang dipersoalkan kebenaran/ketepatannya (diterima/ditolak) berdasarkan paradigma/analogi.Kata berimbuhan (dibentuk dengan menambahkan imbuhan atau afiks ke kata dasarnya) . ungkapan.I. (2) Kata berimbuhan. bentuk kata. bukan ingkaran (negasi) makna yang dinyatakan dengan kata tidak atau bukan. Meteri Ajar: Kata-kata dalam bahasa Indonesia dikelompokkan berdasarkan: kelas kata. (3) Kata sifat (adjektiva). dan kalimat berdasarkan kelas kata dan makna kata 2. Paradigma artinya mengikuti pola atau contoh yang sudah ada. bentuk kata dan makna kata. Kata turunan yang diturunkan dari kata dasar bisa berupa: . dan (4) Kata majemuk. Pengelompokan berdasarkan makna kata: (1) Makna leksikal (makna kata secara lepas/menurut kamus). Contoh pembentukan kata baru berdasarkan paradigma/analogi: . Setiap kata yang menjadi dasar pembentukan kata baru (kata turunan) disebut kata dasar. 4. Siswa dapat mendaftar kata-kata yang berpotensi memiliki sinonim dan antonim dalam teks bacaan 3. Penambahan kosakata ini disebabkan adanya proses asimilasi dan adaptasi dari kosakata asing. . Dalam proses perkembangan bahasa Indonesia mengalami banyak penambahan kosakata. Sinonim mengacu ke persamaan atau kemiripan makna. (3) Makna gramatikal/struktural lazim juga disebut nosi (makna setelah mendapatkan imbuhan/afiksasi). Siswa dapat mengartikan makna kata sesuai dengan teks.Tujuan Pembelajaran : 1. dan (4) Kata keterangan (adverbia). 2. (2)Makna kontekstual (makna kata yang ditentukan oleh hubungannya dengan kata yang lain). Siswa dapat mengelompokkan kata. dan (5) Kata tugas meliputi kata depan (preposisi). kata sambung (konjungsi). 1. sedangkan antonim mengacu ke pertentangan atau oposisi makna. Siswa dapat mengidentifikasi kata (termasuk bentuk kata baru). (3) Kata ulang. frasa. Analogi artinya dengan membandingkan pola yang sudah ada. (4) Makna denotatif (makna harfiah). Dalam kaitannya dengan penggunaan makna kata kita mengenal sinonim dan antonim.Kata majemuk (dibentuk dengan memadukan dua kata dasar atau lebih). (2) Kata benda (nomina). dan partikel. kalimat yang dipersoalkan kebenaran/ketepatannya (diterima/ditolak) berdasarkan kaidah atau kelaziman 5. Siswa dapat mengidentifikasi kata (termasuk bentuk kata baru).

Langkah-langkah Pembelajaran: Pertemuan kesembilan E. Contoh: bapak. menyempit. Kegiatan Inti : Siswa disajikan aneka bentuk wacana untuk dipahami dan menindaklanjuti wacana tersebut dengan : 1) Siswa mengelompokkan kata. Kegiatan Awal : Siswa mendengarkan penjelasan guru mengulang pelajaran lalu dengan aktif menjawab pertanyaan yang disampaikan guru. Meluas. Contoh:. pergeseran makna yang kini memiliki nilai rasa lebih baik atau lebih terhormat. pergeseran makna kata yang terkesan kurang sopan atau kurang terhormat. Ameliorasi. –is : analisis. lebih terhormat bila dibanding. teknologi dan budaya masyarakat pemakainya. terjadi karena perkembangan ilmu. modernisasi. bentuk kata. 4. artinya cakupan makna kata sekarang lebih luas daripada makna duhulu. Pertemuan ke sepuluh A. swaeseran. Contoh pembentukan yang dipengaruhi oleh imbuhan asing. B. asosiasi dan pertukaran penginderaan. adik. pergeseran makna kata karena adanya penginderaan yang dipertukarkan. . pelayan toko. swa : swalayan. ibu. Peyorasi.Kedatangan artis ibukota mendapat sambutan dingin dari penonton. –al : industrial. Metode Pembelajaran: Metode Reseptif dan Produktif Metode Komunikatif IV. A. sembada. ungkapan. dan kalimat berdasarkan kelas kata dan makna kata 2) Siswa mendaftar kata-kata yang berpotensi memiliki sinonim dan antonim dalam teks bacaan C. pascasarjana Pergeseran makna. tunasusila. –isasi : industrialisasi. kolonial. Menyempit: Cakupan makna sekarang lebih sempit daripada makna dahulu. 2. misalnya : 1. pelacur. saudara. sastra C. 5. pramuniaga. pasca : pascapanen. konotasi positif/negatif. Contoh: sarjana. kakak B. Sinestesia. buta huruf. maka proses pembentukan kata di atas disebut pola pembentukan berdasarkan paradigma atau analogi.mantan pejabat bergeser menjadi bekas pejabat . Kegiatan Awal : Siswa mendengarkan penjelasan guru mengulang pelajaran lalu . Pergeseran makan dapat bersifat: meluas.perempuan bergeser menjadi wanita E. D. Kegiatan Akhir : Siswa menyampaikan / mengkonfirmasikan hasilnya kepada temannya. tunaaksara. kebalikan dari ameliorasi. III. 3. egois. pembantu. Contoh: – Banyak orang yang tersinggung karena mendengar kata-katanya yang pedas. Contoh:pramuwisma.Jika proses di atas dikenakan pada kata lain dan menghasilkan bentukan serta makna yang sama. tunanetra. dan buta.

Kursi direktor sedang diperebutkan oleh orang-orang yang berkompeten. sehingga banyak karyawan yang di PHK. 2) Siswa dapat mengidentifikasi kata (termasuk bentuk kata baru). c. Sapri 2. a. Kegiatan Akhir : Siswa mengerjakan evaluasi V. Istirahat d. kalimat yang dipersoalkan kebenaran/ketepatannya (diterima/ditolak) berdasarkan paradigma/analogi. frasa. Kegiatan Inti : 1) Siswa disajikan aneka bentuk wacana untuk dipahami dan menindaklanjuti wacana tersebut. Pasangan kata berikut yang tergolong sinonim ádalah …. Perusahaan itu sedang pailit. panjang pendek 5. 6. Pagi ini dan Surabaya 3. e. Pak Hidayat memanggil Sapri ke kantornya. Pak Hidayat dan Sapri c. tua muda d. KBBI VI. Kata kerja pada kalimat di atas adalah …. Jatuh bangunnya perusahaan itu menjadi sorotan publik. b. B. menjual b. suka duka c. Tim Depdiknas.dengan aktif menjawab pertanyaan yang disampaikan guru. . Tinggi rendah c. 3) Siswa dapat mengartikan makna kata sesuai dengan teks. b. bagan . Pergantian pimpinan baru membawa angin segar dalam perusahaan tersebut. a. d.Alat: Chart. besar kecil d. emas perak b. EYD. a. Kalimat berikut yang bermakna denotatif adalah …. Ayahnya membanting tulang di PT berdikari untuk mencukupi kehidupan keluarganya. buah-buahan c. Kebingungan d. Pemimpin perusahaan ”Rahma” sedang mengadakan pertemuan dengan karyawannya. c. Saya kebingungan pagi ini.Bahan: Contoh-contoh wacana . Kalimat berikut yang bermakna konotatif adalah….Sumber Belajar: Modul Bahasa Indonesia Tk Madia. mati hidup e. a. Penilaian: A. a. suami istri b. Kata keterangan pada kalimat di atas adalah …. a. Ke kantornya b. d. berakhir selesai e. Pada waktu istirahat. Pasangan berikut yang bukan tergolong antonim adalah …. Karyawan perusahan itu selalu bekerja dengan giat. Ayah belum pulang dari Surabaya. Kantor itu sangat bersih dan rapi penataannya. Saya dan ayah e. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. C. sudah telah 4. PT Sukses mengajukan kerja sama dengan PT Bank BNI selama 3 tahun. Memanggil e. Alat / Bahan / Sumber Belajar: . Kamus Idiom.

Sejak pindah ke tempat basah. Setelah tamat dari sekolah.ia bekerja sebagai pramuniaga di toko Roma. 9. Suaranya lembut sewaktu menyanyikan ”Tenda Biru”. Setelah mendapatkan kartu merah tiga kali berturut-turut. Anak-anak tunarungu ditampung di SLB. 131765462/132471 Jakarta. B. sarjana c. Dalam hal bernegosiasi dialah pakarnya. Kursi direktor di kantor kami terbuat dari kayu jati. e. 2. Kata bercetak tebal dalam kalimat di atas mengalami perubahan makna…. Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata yang mengalami perubahan makna peyorasi adalah …. a. 7. Juli 2008 Pengajar Dra.Si. Lilik Musyarofah NIP/NRK. MM. ameliorasi e. a. e. a./NRK. Jangan hanya membeo saja. Yanto memang kurang mampu berpikir 5. petoratif.132130235/133056 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (NO. b. c. Kepala SMK Negeri 3 Jakarta Drs. 3. a. menyempit c. Sarjana sekarang bidang pekerjaannya lebih khusus dibandingkan sarjana zaman dahulu. Begitu saja tidak becus. 4. tampak perubahan gaya hidupnya.M.5) . e 9. Pidatonya terasa hambar. pendeta b. c 3. b 2. a Mengetahui. berlayar e.e. Tentukan perubahan makna kata yang terjadi (amelioratif. Kalimat di bawah ini yang menggunakan kata yang mengalami perubahan makna ameliorasi adalah …. b 10. pemain itu diskors. c 6. b. Dedi Dwitagama. Karyawan sebagai mitra kerja perusahaan harus diperhatikan kesejahteraannya. peyorasi d. atau sinestesia) 1. bapak 8. NIP. d. Wisatawan dari Jepang diantar oleh pemandu wisata yang telah berpengalaman. kata-kata di bawah ini yang mengalami pergeseran makna meluas adalah …. c. d. Pencuri Kunci jawaban 1. c 4. 2. sinestasia 10. kembang d. Kemarin gelandangan dan pengemis yang berkeliaran di kota dirazia oleh petugas penertiban. e 7.. Banyak orang tersinggung mendengar kata-katanya yang pedas. meluas b. c 8. b 5.

Mengajukan pertanyaan yang sesuai dengan topik pembicaraan untuk menggali informasi secara santun 2. Gunakan kalimat yang santun yang menyenangkan lawan bicara anda. Kompetensi Dasar : 2. menyindir. meyakinkan. atau menyanggah sesuai dengan situasi komunikasi dalam bekerja I. Hindarilah pertanyaan yang menyinggung urusan pribadi lawan bicara anda. Siswa dapat mengajukan pertanyaan yang sesuai dengan topik pembicaraan untuk menggali informasi secara santun 2. 12. Materi ajar : Santun Bertanya Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengajukan pertanyaan kepada lawan bicara: a. menyuruh. Siswa dapat mengajukan pertanyaan secara tersamar untuk memohon. menyindir. Menggali informasi b. Tersamar III. Menggunakan pertanyaan retorik sesuai dengan situasi komunikasi dalam bekerja 4. Retorik d. Jangan memotong jawaban lawan bicara. d. Ajukan pertanyaan yang betul-betul memerlukan informasi dari lawan bicara. menyetujui. Tujuan Pembelajaran: 1.5 Menggunakan secara lisan kalimat tanya/pertanyaan dalam konteks bekerja Indikator : 1. c. Mengajukan pertanyaan yang memerlukan jawaban ya atau tidak sesuai dengan situasi komunikasi dalam bekerja 3. meyakinkan. atau menyanggah sesuai dengan situasi komunikasi dalam bekerja II. 13 Alokasi Waktu : 6 x 45 menit Standar Kompetensi : Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Madia. menyetujui. Mengajukan pertanyaan secara tersamar untuk memohon. Metode Pembelajaran: Metode Reseptif dan Produktif . Jagalah hubungan batin yang baik dengan narasumber/lawan bicara Ragam kalimat tanya yang sering dipakai dalam konteks bekerja: a. merayu. meminta. Klarifikasi/konfirmasi c. mengajak. meminta. menyuruh. merayu. Sisawa dapat menggunakan pertanyaan retorik sesuai dengan situasi komunikasi dalam bekerja 4. Siswa dapat mengajukan pertanyaan yang memerlukan jawaban ya atau tidak sesuai dengan situasi komunikasi dalam bekerja 3. e. b. mengajak.Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : XI / 2 Pertemuan ke : 11.

Kegiatan Awal Siswa yang ditunjuk guru menyampaikan hasil pelajaran yang lalu kepada temannya B. merayu. menyuruh.Metode Komunikatif Metode bermain peran IV. 2) Siswa diberi motivasi tentang tujuan kompetensi dasar yang akan dipelajari telah dipelajari di kelas X B. Siswa yang duduk sebelah kiri mengali informasi tentang kalimat Tanya kepada teman sebelahnya. Siswa menuliskan informasi yang di dapat di buku tulisnya masing-masing. C. 3. atau menyanggah sesuai dengan situasi komunikasi dalam bekerja 2) Kelompok siswa yang lain mengomentari penggunaan kalimat Tanya yang diucapkan temannya. Kegiatan Akhir : Siswa menyampaikan / mengkonfirmasikan hasilnya kepada temannya. Kegiatan Inti 1) Siswa bermain peran dalam lingkungan kantor. menyetujui. mengajukan pertanyaan secara tersamar untuk memohon. Pertemuan Ke dua belas A. mengajak. menyindir. 2. meyakinkan. meminta. Kegiatan Akhir Siswa mengerjakan evaluasi dalam modul Pertemuan Ke tiga belas A. Langkah-langkah Pembelajaran: Pertemuan Ke sebelas A. Kegiatan Awal . Kegiatan Awal : 1) Siswa yang ditunjuk guru menjelaskan pelajaran yang lalu secara bergantian. C. Siswa yang duduk sebelah kanan diminta untuk membaca isi modul tentang kalimat Tanya. Kegiatan Akhir Siswa mengerjakan evaluasi dalam modul Pertemuan ke empat belas A. membuat kalimat tanya yang memerlukan jawaban ya atau tidak sesuai dengan situasi komunikasi dalam bekerja 2) Siwa menggunakan pertanyaan retorik sesuai dengan situasi komunikasi dalam bekerja C. Kegiatan Inti : 1. Kegiatan Inti 1) Siswa berkelompok bermain peran dalam lingkungan kerja. Kegiatan Awal Siswa yang ditunjuk guru menyampaikan hasil pelajaran yang lalu kepada temannya B.

1) Siswa yang ditunjuk guru menyampaikan hasil pelajaran yang lalu kepada temannya. memohon d. a. konfirmasi c. 5) Siswa mengadakan kegiatan wawancara dengan nara sumber yang dipilih C. Penilaian : A. LCD . Apakah benar kamu kemarin ke Pasar Senen? f. KBBI VI. klarifikasi d. menyuruh 3.Bahan: Contoh-contoh wacana/artikel .Program Keahlian 3) Siswa membuat daftar pertanyaan yang berhubungan dengan tema yang dipilih 4) Siswa menentukan narasumber yang sesuai dengan tema wawancara. Boleh saja. . kapan akan kamu ambil? c. Tim Depdiknas. tersamar 2. informatif b. EYD. Kalimat Tanya yang tidak memerlukan jawaban karena sebetulnya penanya sudah mengetahui jawabnya disebut kalimat Tanya ……… a.Sumber: Modul Bahasa Indonesia Tk Madia. Bersediakah Ibu menerima saya sebagai karyawan di perusahaan ini? Pertanyaan diatas bertujuan ………. informatif b.. Alat / Bahan / Sumber Belajar : . Kegiatan Akhir Siswa melaporkan hasil wawancara dalam bentuk laporan karya tulis kepada guru. V.Alat : Komputer. merayu b. Kegiatan Inti 1) Siswa dibagi 8 kelompok untuk melakukan praktek menggunakan kalimat Tanya dalam kegiatan wawancara. a. tersamar 3. konfirmasi c. Kamus Idiom. retorik e. menyindir e. 2) Siswa diingatkan kembali tentang langkah-langkah mengadakan wawancara B. retorik e. klarifikasi d. 2) Siswa diminta memilih salah satu tema berikut untuk kegiatan wawancara . Pilihlah jawaban yang paling tepat ! 1. Kalimat Tanya yang dapat dijawab dengan singkat ya atau tidak a. Contoh kalimat tanya tersamar yang tujuannya menyindir adalah………….Uji Kompetensi . Apakah tidak malu mengambil uang yang telah kau berikan kepada adikmu? e. bukan ? b. Hal itu tidak perlu dibahas lagi.Prakerin . memuja c. Maukah kamu mengantar saya ke sekolah? d.

pejabat c. h. Apakah kita akan bertengkar hanya karena masalah sepele? b.. kecuali …. Apa pesan Anda untuk mereka yang belum pernah mengenal narkoba? d. Pejabat pemerintah kota c. wirausahawan 7. Apa saran untuk pemuda-pemuda yang masih menganggur? (Dalam wawancara tentang kewirausahaan) pertanyaan di atas paling tepat diajukan kepada…… a.. a. siswa SMK e. Tidak adakah cara untuk menyelesaikan masalah selain bertengkar? e. j. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengajukan pertanyaan kepada lawan bicara. Siapa yang mengenalkanmu dengan narkoba? 6. Apakah tidak malu kalau sampai kita bertengkar hanya karena masalah sepele? d. Apakah ada tata tertib yang melarang siswa merokok di sekolah ini? c. i. penganggur d. Apa hukuman atau sanksi bagi siswa yang merokok di sekolah? b. g. Kalimat di atas merupakan jawaban atas pertanyaan… a. Hindarilah pertanyaan yang menyinggung urusan pribadi lawan bicara anda. Saya minta kamu jujur. Berapa biaya yang dihabiskan untuk rehabilitasi di panti itu? e. ada dan kepada semua siswa telah dibacakan tata tertib itu.4. pengemis b. Bagaimana hasil tes urinnya. Dalam wawancara tentang narkoba. Apakah keberadaan warung lesehan di trotoar itu sesuai dengan peraturan daerah? Pertanyaan di atas lebih tepat ditujukan kepada…… a. Jawablah dengan singkat pertanyaan berikut! Buatlah dialog dalam lingkungan kerja dengan menerapkan macam kalimat tanya! . Apakah ada siswa SMK Negeri 3 yang merokok disekolah? 8. Jangan memotong jawaban lawan bicara. Mengapa masih ada siswa yang merasa bangga kalau bisa merokok? e. Jangan sampai kita bertengkar hanya karena masalah sepele. kecuali … f. Kepala desa setempat b. bertengkar hanya karena masalah sepele? c. apakah ia positif pemakai? c. pertanyaan yang paling tepat ditujukan kepada bekas pecandu narkoba adalah ……. pejabat e. Apakah ada diantara siswa yang berani melanggar larangan merokok di sekolah? d. Gunakan kalimat yang santun yang menyenangkan lawan bicara anda. Kejarlah jawaban yang anda inginkan dengan menekan lawan bicara anda. Memalukan bukan . darimana kamu mendapatkan barang haram ini? b. B. konsumen d. Apakah kamu akan bertengkar terus? 9. Ajukan pertanyaan yang betul-betul memerlukan informasi dari lawan bicara. pedagang lesehan 5. Ya. a. Kalimat tanya retorik berikut semaksud dengan pertanyaan di atas.

Siswa dapat menjelaskan pengertian parafrasa. Dedi Dwitagama. 2.: 15. A. B 10. 16 Alokasi Waktu : 4 x 45 Menit Standar Kompetensi : 2. 6.. Pengertian parafrasa 2. I. Materi Ajar : 1. C B. Informasi secara lisan dari hal yang telah dibaca diparafrasakan dengan menggunakan bahasa sendiri. B. D. 9.3 Pertemuan Ke. C.6 Membuat parafrasa lisan dalam konteks bekerja Indikator : 1. Siswa dapat memparafrasakan informasi secara lisan dari hal yang sudah didengar dengan menggunakan bahasa sendiri. Berkomunikasi dengan bahasa indonesia setara tingkat Madia Kompetensi Dasar : 2. 2. Pedoman Penilaian A.Kunci Jawaban A. Kepala SMK Negeri 3 Jakarta Drs. II. Jawaban ada pada siswa.M./NRK. 2. Teknik menyampaikan parafrasa secara lisan . E 7. Siswa dapat memparafrasakan informasi secara lisan dari hal yang telah dibaca dengan menggunakan bahasa sendiri. NIP.Si. C 8. Jumlah jawaban betul X 100 = Nilai Jumlah soal Mengetahui. 3. A. A. 3. Juli 2008 Pengajar Dra. 5.132130235/133056 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP – NO 2. 4. 1. MM.6) Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : XI/. Lilik Musyarofah NIP/NRK. Informasi secara lisan dari hal yang sudah didengar diparafrasakan dengan menggunakan bahasa sendiri sendiri. Teknik menyusun parafrasa 3. Tujuan Pembelajaran : 1. 131765462/132471 Jakarta.

parafrasa lisan 1. Siswa menyimpulkan tentang parafrasa sesuai petunjuk kerja yang telah dibaca. C. Siswa mendapat informasi tentang parafrasa. C. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang materi pertemuan sebelumnya tentang parafrasa. V. XI.III. kaset yang berisi perintah kerja . 2. Siswa menganalisis isi perintah kerja 3. Siswa membaca petunjuk kerja. Metode Pembelajaran : 1. Pertemuan Ke enam belas A. Kegiatan Awal 1. 2. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan ke lima belas A.Sumber belajar : Modul bahasa indonesia. cara membuat parafrasa tulisan.Alat : Tape recorder . Siswa menyimpulkan tentang parafrasa sesuai petunjuk kerja yang telah disimak . B. Arya Duta.Wahyu. Galaxy Puspa Mega. Kegiatan Inti 1.(2007) Bahasa Indonesia 2 . VI. Tim Bahasa dan Sastra Indonesia. Siswa menyampaikan parafrasa secara lisan dengan sikap yang santun sesuai dengan perintah kerja yang disimak. Alat/Bahan/Sumber Belajar . Siswa menyampaikan parafrasa secara lisan dengan sikap yang santun sesuai dengan petunjuk kerja yang telah dibaca. Penilaian Jenis Tes : – Tertulis Bentuk Tes : – Uraian . The Madia Akhadiah S (1994) Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia Prastowo. Pelatihan IV. Siswa menyimak perintah kerja 2. Siswa menjawab pertanyaan tentang parafrasa. Kegiatan Akhir 1. Kegiatan Inti : 1. Penugasan 2. Kegiatan Awal : 1.Kegiatan Akhir : 1. Siswa dapat mengalisis isi petunjuk kerja.Bahan : Teks perintah kerja. 3. Siswa menyimak informasi tujuan pembelajaran parafrasa B. (2007) Bahasa dan Indonesia Kls.

ungkapan. Mengubah bentuk metaforis. Jelaskan apa yang dimaksud parafrasa! 2. b. Teknik membuat parafrasa: a. dan majas ke bentuk lain yang pengertiannya sama. Pola Urutan/kronologis b. d. Apa yang dimaksud penyajian dengan pola proses! 5. Sebutkan pola-pola penyampaian parafrasa secara lisan! 4. Mengubah bentuk kalimat asal dengan kalimat yang susunan atau polanya berbeda tanpa mengubah maksud. 5. Sebutkan teknik membuat parafrasa! 3. Pola Contoh d. Kunci Jawaban: 1. c. Pola Sebab-akibat c. langkah-langkah kerja atau tahapan pelaksanaan. Apa yang harus dipertahankan dalam membuat parafrasa dari sebuah wacana. 2. Pola Proses 4. Mengubah bentuk wacana atau teks menjadi uraian lebih pendek berupa ringkasan atau rangkuman 3. Parafrasa adalah penguraian kembali suatu teks atau karangan dalam bentuk atau susun kata yang lain dengan maksud dapat menjelaskan makna yang tersembunyi. Pola penyampaian parafrasa secara lisan adalah: a. Yang harus dipertahankan dalam membuat parafrasa wacana adalah gagasan pokok Jenis Tes : – Perbuatan Contoh Soal : Parafrasakan secara lisan petunjuk kerja berdasarkan pola urutan/kronologis dari rekaman berikut ini! Format penilaian (Teknik Skoring) No Aspek yang Dinilai Skor 1234 1 Ketepatan isi 2 Urutan Waktu 3 Kata Kunci 4 Ejaan . Menemukan kata kunci yang maknanya hampir sama.Contoh Soal: Jawablah pertanyaan berikut ini secara jelas dan singkat! 1. Penyajian dengan pola proses adalah penyajian dengan menunjukkan sesuatu atau cara kerja.

Siswa dapat menerapkan pola gilir dalam berkomunikasi secara efektif I. bentuk kata dan ungkapan dengan santun 2. dan 19 Alokasi Waktu : 4 x 45 menit Standar Kompetensi : 2. Berkomunikasi dengan bahasa indonesia setara tingkat Madia Kompetensi Dasar : 2. bentuk kata. bentuk kata dan ungkapan dikomunikasikan dengan santun 2.M. I Tujuan Pembelajaran : 1. Materi Ajar 1. Kepala SMK Negeri 3 Jakarta Drs./NRK.Skor 1 tidak sesuai Penilaian Maksimum Skor Perolehan X 100 = Nilai yang dipereoleh Skor Maksimum Mengetahui. Penerapan pola gilir dalam diskusi . dan ungkapan dalam berkomunikasi : 2. Informasi tentang pola gilir dalam berkomunikasi 3. NIP. 131765462/132471 Jakarta.132130235/133056 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP – NO.Skor 3 sesuai . Lilik Musyarofah NIP/NRK. 2.Skor 4 sangat sesuai .7) Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : XI/. MM.Si.7 Menerapkan pola gilir dalam berkomunikasi Indikator : 1. Siswa berkomunikasi menggunakan kata.. Kata. Pola gilir dalam berkomunikasi diterapkan secara efektif. Juli 2008 Pengajar Dra.: 17. Informasi tentang penggunaan kata.5 Intonasi Skor maksimum 20 (5×4) Ket : Kolom skor diisi dengan angka sebagai berikut: . Dedi Dwitagama.3 Pertemuan Ke.Skor 2 kurang sesuai .18.

Siswa menguraikan kembali tentang pola gilir dalam berkomunikasi. Kegiatan Inti 1.Alat : – OHP . Siswa mengungkapkan kendala dalam pelaksanaan diskusi kelompok B. Penugasan IV. 2. Siswa mendapat topik untuk bahan diskusi B. Siswa mendapat informasi tentang pola gilir dalam berkomunikasi. Alat/Bahan/Sumber Belajar . C. Siswa menyusun hasil diskusi kelas Pertemuan Ke sembilan belas A. Kegiatan Awal 1. Kegiatan Awal : 1. Masing-masing kelompok melaksanakan diskusi kelas dengan menggunakan / menerapkan pola gilir dalam berkomunikasi. Belajar Menggunakan Pendapat . Kelompok lain memberikan tanggapan terhadap hasil persentasi kelompok yang tampil. Siswa menyusun hasil diskusi kelas V. Kegiatan Inti 1) Siswa melanjutkan mempresentasikan hasil diskusi 2) Kelompok lain memberikan tanggapan terhadap hasil persentasi kelompok yang tampil.D ( 1998 ). E. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi 2. C.Kegiatan Akhir : 1. Siswa membentuk kelompok – kelompok diskusi 3. Kegiatan Akhir A.Surat Kabar . Kegiatan Akhir 1.Sumber belajar : – Parera. 2. Diskusi 3.III. Metode Pembelajaran : 1. Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan Ke tujuh belas A. Tanya Jawab 2. 2) Siswa mengungkapkan kendala dalam pelaksanaan diskusi kelompok D. Kegiatan Awal 1) Siswa menguraikan kembali tentang pola gilir dalam berkomunikasi.J. Kegiatan Inti : 1. Siswa membuat kesimpulan hasil diskusi kelompok Pertemuan Ke delapan belas A.

2. Berkomunikasi dengan bahasa indonesia setara tingkat Madia Kompetensi Dasar : 2.4 Pertemuan Ke. tanggapan pendapat atau menyatakan penghargaan diterapkan 3.Jenis tes : perbuatan Format Penilaian Pelaksanaan Diskusi No Nama Peserta Aspek yang Dinilai Didik Penguasaan topik Inisiatif Kerjasama Komunikatif Keterangan 1 Baik = skor 3 2 Cukup = skor 2 3 Kurang = skor 1 Jumlah skor maksimal 12 Pedoman penskoran Skor perolehan X 100 = Nilai yang diperoleh Skor maksimum Mengetahui.Si.VI. Topik pembicaraan ( topik switching ) secara halus dengan mengggunakan ungkapan yang tepat dialihkan. . 4. 2. MM. Penilaian : . 2 Alokasi Waktu : 4 x 45 Menit Standar Kompetensi : 2. Pola gilir percakapan secara aktif untuk keperluan mengajukan pertanyaan. Indikator : 1.8 Bercakap-cakap secara sopan dengan mitra bicara dalam konteks kerja.M.8) Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : XI/. NIP. Juli 2008 Pengajar Dra./NRK. 131765462/132471 Jakarta. Menyatakan pendapat yang berbeda secara halus dan santun tanpa menimbulkan konflik.132130235/133056 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP – NO. Dedi Dwitagama. Kalimat untuk memulai / mengakhiri suatu pembicaraan baik formal maupun non formal secara efektif digunakan.. Kepala SMK Negeri 3 Jakarta Drs. Lilik Musyarofah NIP/NRK.: 1.

Materi Ajar : 1. Siswa membentuk kelompok dengan cara menyebutkan nomor ganjil dan genap. 4. 5. Alat/Bahan/Sumber Belajar .Kegiatan Akhir : 1. Peserta didik dapat mengalihkan topik pembicaraan ( topik switching ) secara halus dengan menggunakan ungkapan yang tepat. Peserta didik dapat menerapkan pola gilir percakapan secara aktif untuk keperluan mengajukan pertaanyaan. Kegiatan Inti : 1. Peserta didik dapat menggunakan kalimat untuk memulai atau mengakhiri uatu pembicaraan baik formal maupun non formal secara efektif 2. Contoh dialog / percakapan sesuai dengan konteks lingkungan kerja. 2.Alat : . II. Etika dan Norma Konversasi 2. Contoh kalimat efektif 3. Metode Pembelajaran : 1. Langkah-langkah Pembelajaran A. tanggapan. Siswa menyimak contoh dialog yang diperdengarkan. Setiap kelompok melakukan percakapan sesuai dengan desain yang dibuatnya. 3. Siswa mengalihkan topik pembicaran secara halus dan santun dengan menggunakan ungkapan yang tepat. 4. V. Tujuan Pembelajaran : 1. Pelatihan 3. Kegiatan Awal : 1. Siswa mengumpulkan kesimpulan hasil percakapan. III. tanggapan. Peserta didik dapat menyatakan pendapat yang berbeda dan santun tanpa menimbulkan konflik. B. Siswa merencanakan desain percakapan sesuai dengan konteks lingkungan kerja. Kata/ ungkapan yang bernuansa konflik 4. . Siswa mengungkapkan gagasan. 3.I. Simulasi IV.Bahan : Rekaman contoh dialog / percakapan sesuai dengan konteks lingkungan kerja. 2. pendapat dan penghargaan dengan menggunakan pola gilir. The Madia Pavera JD ( 1998 ) Belajar Mengemukakan Pendapat .Sumber belajar : – Modul Bahasa Indonesia. Mengungkapkan gagasan pendapat dan pandangan yang berbeda dengan tetap menjaga keberlangsungan dan kenyamanan berkomunikasi. C. Diskusi 2. pendapat.

MM./NRK. Dedi Dwitagama. ..Tim Bahasa dan Sastra Indonesia. Perhatikan tata cara pengungkapan gagasan.Prastowo. Galaxy Puspa Mega. Juli 2008 Pengajar Dra. Penilaian : – Jenis tes : Perbuatan Perintah kerja siswa ! 1. Arya Duta. Lilik Musyarofah NIP/NRK. NIP. (2007) Bahasa dan Indonesia Kls. tanggapan. 131765462/132471 Jakarta.132130235/133056 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP – NO. Kepala SMK Negeri 3 Jakarta Drs. pendapat dan penghargaan yang halus dan santun ! Format Penilaian Simulasi No Nama Peserta Aspek yang Dinilai Didik Pengungkapan gagasan Pengungkapan tanggapan Pengungkapan penghargaan Kerja sama Keterangan 1 Baik = skor 3 2 Cukup = skor 2 3 Kurang = skor 1 Jumlah skor maksimal 12 Pedoman penskoran Skor perolehan X 100 = Nilai yang diperoleh Skor maksimum Mengetahui. Lakukanlah simulasi percakapan dengan mitra bicara dalam konteks bekerja ! 2. VI.Wahyu.9) Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu Standar Kompetensi . XI.. 2.M.(2007) Bahasa Indonesia 2 .Si.

Kompetensi Dasar : : : : : : Bahasa Indonesia XI / 4 3. 2. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menghargai mitra bicara yang menyampaikan argumen terhadap topik diskusi 8. Siswa dapat menyebutkan tugas-tugas pihak yang terkait dalam diskusi 4. Siswa dapat menyampaikan gagasan yang tepat dengan topik diskusi 5. 5 6 x 45 menit (3 X pertemuan) Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Madia. Menghargai mitra bicara yang menyampaikan argumen terhadp topik diskusi 5. Siswa dapat membuat laporan diskusi 10. Menyampaikan argumentasi terhadap topik diskusi yang dibicarakan 4. Siswa dapat menyampaikan argumentasi terhadap topikdiskusi yang dibicarakan 7. data.9 Berdiskusi yang bermakna dalam konteks bekerja Indikator : 1. Menyampaikan gagasan yang tepat dengan topik diskusi 2. Siswa dapat menulis notula II. Materi ajar : • Teknik atau cara berdiskusi • Contoh teks berdiskusi • Contoh rekaman diskusi • Contoh laporan diskusi • Susunan isi notula rapat . 4. Membuat laporan diskusi 7. Siswa dapat mengemukakan pihak yang terkait dalam diskusi 3. Menyanggah pendapat tanpa menimbulkan konflik dalam suatu forum diskusi dengan santun dan ekspresif 3. Menyusun simpulan berdasarkan fakta. Membuat notula I. data. Siswa dapat menyebutkan macam-macam diskusi 2. dan opini dengan tepat 9. dan opini dari hasil diskusi dengan tepat 6. Siswa dapat menyusun simpulan berdasarkan fakta. Siswa dapat Menyanggah pendapat tanpa menimbulkan konflik dalam suatu forum diskusi dengan santun dan ekspresif 6.

Kegiatan Inti : • Guru membagi kelas atas dua kelompok (penyanggah dan pendukung) • Setiap kelompok diberikan permasalahan yang sama • Kelompok yang satu menyampaikan gagasan yang relevan/mendukung • Kelompok yang lain menyampaikan sanggahan-sanggahan dengan argumentasi yang kuat dengan cara yang santun • Siswa menyampaikan simpulan dengan tepat atas dasar fakta dan opini C.Parera.H.Belajar Mengemukakan Pendapat .III. Penilaian laporan hasil diskusi Mengetahui.J./NRK. Langkah-langkah Pembelajaran A. (1988).M. MM. Juli 2008 Pengajar . Penilaian proses diskusi c.D..Modul Bahasa Indonesia Tk Madia VI. Keterampilan Berbicara . NIP.G. Kepala SMK Negeri 3 Jakarta Drs. 131765462/132471 Jakarta.Kegiatan Awal : 1) Siswa bergantian menerangkan pelajaran lalu di depan teman-temannya tentang teknik berkomunikasi dengan menerapkan pola gilir B.Si. Dedi Dwitagama.Kegiatan Akhir : Guru mengadakan penilaian V. Alat / Bahan / Sumber Belajar : . (1984).Tarigan. Penilaian : Jenis tes: * lisan * tulis * perbuatan Bentuk tes: * objektif * uraian Butir soal : a. Sebutkan dengan sistematis isi notula rapat b. Metode Pembelajaran : • Metode Reseptif dan Produktif • Metode Komunikatif • Metode demontrasi • Metode diskusi • Penugasan IV.

8 6 x 45 menit (3 X pertemuan) Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Madia. Siswa mampu mengemukakan ide yang menarik dengan santun sesuai dengan topik bahasan. Kiat efektif untuk meyakinkan mitra bicara III.10) Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : Bahasa Indonesia XI / 4 6. Metode Pembelajaran : . Siswa mampu menyanggah dengan santun dan tetap menghargai pendapat mitra bicara. 3. Meyakinkan mitra bicara untuk menyepakati ide yang dikemukakan. Mengemukakan ide yang menarik dengan santun sesuai dengan topik bahasan. Lilik Musyarofah NIP/NRK.Dra. Siswa dapat bernegosiasi yang menghasilkan dalam konteks bekerja II. I. Tujuan Pembelajaran : 1. Kiat efektif menyanggah 3. 2. 2. Menyanggah dengan santun dan tetap menghargai pendapat mitra bicara. 4.132130235/133056 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP – NO. 3. 2. Bernegosiasi dengan mitra bicara dengan santun 4. Materi ajar : 1. 7. Siswa mampu meyakinkan mitra bicara untuk menyepakati ide yang dikemukakan. 2.10 Bernegosiasi yang menghasilkan dalam konteks bekerja Indikator : 1. Program kegiatan dalam lingkungan kerja/proposal 2.

5. Belajar Mengemukakan Pendapat • Modul B. Langkah-langkah Pembelajaran A. Secara berpasangan siswa melakukan praktik negosiasi tentang program kegiatan C. Argumentasi dan Narasi • Parera. (1987). Penilaian : Lakukan secara berpasangan (Penyanggah-Pendukung) untuk bernegosiasi tentang rencana program berikut! 1. (1988).D. Kredit tanpa agunan untuk usaha/industri kecil. (1994). Membina Kemampuan Berbahasa VII. Ind. 2. Pemberian dana kompensasi BBM dalam bentuk sumbangan langsung tunai. Kegiatan Inti : Pertemuan pertama 1) Siswa menyimak dialog yang beirsi permasalahan yang dapat dinegosiasi 2) Siswa aktif menyampaikan pendapat mengenai isi permasalahan yang terdapat dalam dialog tersebut Pertemuan kedua 3) Siswa membaca contoh program kegiatan dalam lingkungan kerja dan proposal 4) Siswa menyanggah gagasan atau pendapat temannya secara rasional dan kritis dalam kalimat yang santun pada saat membahas program kegiatan 5) Siswa meyakinkan mitra bicara agar menyepakati ide yang dikemukakan Pertemuan ketiga 1.G.J. B. Madia • Mustakim. Kepala SMK Negeri 3 Jakarta . Surat Keterangan Bebas AIDS bagi calon mempelai/pengantin. Kegiatan Awal : Apersepsi 1) Siswa mengulang pelajaran lalu dengan tanya jawab dengan temannya secara bergantian mengenai kompetensi dasar berdiskusi yang bermakna dalam konteks bekerja. Alat / Bahan / Sumber Belajar : • Keraf. Mengetahui. Impor beras untuk menjamin ketersediaan pangan dalam negeri.Metode penugasan Metode tanya jawab Metode demontrasi Metode diskusi IV. Tkt. Kegiatan Akhir : Penilaian VI. 4. 3. Kegiatan simpan pinjam di tingkat RT untuk seluruh warga.

ekspositoris) sesuai dengan tuntutan keadaan atau peristiwa yang dilaporkan secara lisan 6. NIP./NRK.11 Menyampaikan laporan atau presentasi lisan dalam konteks bekerja Indikator : 1. 2. Dedi Dwitagama. Menyampaikan rangkuman (kategorisasi) atau simpulan (analisis/sintesis) dengan benar 4. Lilik Musyarofah NIP/NRK.M. Membuat simpulan 5.132130235/133056 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP – NO. MM.Si. 10.11) Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : Bahasa Indonesia XI / 4 9. Menyebutkan isi kerangka laporan 7. naratif. Menyampaikan keadaan atau peristiwa secara kronologis (dalam tuturan deskriptif/naratif/ekspositoris) sesuai dengan tuntutan keadaan atau peristiwa yang dilaporkan secara lisan 3. Menyampaikan fakta (dalam tuturan deskriptif. Menulis laporan perjalanan . naratif.. Menyampaikan keadaan atau peristiwa secara kronologis (dalam tuturan deskriptif.Drs. Juli 2008 Pengajar Dra. 2. 11 6 x 45 menit (3 X pertemuan) Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Madia. ekspositoris) yang berkenaan dengan keadaan atau peristiwa yang dilaporkan 2. 131765462/132471 Jakarta.

Kegiatan Akhir : Siswa mengikuti evaluasi . ekspositoris) yang berkenaan dengan keadaan atau peristiwa yang dilaporkan 2. Siswa menyimak informasi dari beberapa sumber 2. Siswa dapat menyampaikan rangkuman (kategorisasi) atau simpulan (analisis/sintesis) dengan benar 4. Metode Pembelajaran : • Metode penugasan • Metode tanya jawab • Metode demontrasi • Metode diskusi IV. Siswa menyampaikan simpulan presentasi atau laporan Pertemuan >>>>>> 7. B. Siswa membuat simpulan berdasarkan pokok-pokok informasi tersebut 6. Siswa merangkum pokok-pokok informasi dengan kalimat efektif 5. Siswa dapat menyebutkan isi kerangka laporan 7. Siswa dapat membuat simpulan 5. Siswa dapat menyampaiakan keadaan atau peristiwa secara kronologis (dalam tuturan deskriptif. Siswa dapat menulis laporan perjalanan II. Siswa dapat menyampaikan keadaan atau peristiwa secara kronologis (dalam tuturan deskriptif/naratif/ekspositoris) sesuai dengan tuntutan keadaan atau peristiwa yang dilaporkan secara lisan 3. Kegiatan Awal : 1. Langkah-langkah Pembelajaran A. naratif. ekspositoris) dan pola urutannya • Teknik membuat Rangkuman dan simpulan laporan • Teknik menyampaikan presentasi atau laporan Pengantar/pendahuluan¬ Isi presentasi¬ Penutup¬ III. Siswa mencatat pokok-pokok informasi dari beberapa sumber 4. ekspositoris) sesuai dengan tuntutan keadaan atau peristiwa yang dilaporkan secara lisan 6. Siswa mengulang kembali pelajaran lalu tentang jenis-jenis karangan dengan tanya jawab. naratif. Secara berkelompok siswa menemukan pokok-pokok informasi dari beberapa sumber 3. Siswa mempresentasikan atau melaporkan suatu topik C. deskriptif. Materi ajar : • Teknik menyampaikan fakta laporan (narasi. Siswa dapat menyampaikan fakta (dalam tuturan deskriptif. Kegiatan Inti : 1.I Tujuan Pembelajaran : 1.

2.132130235/133056 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP – NO. Penilaian : Buatlah simpulan berdasarkan artikel …. (1987).. Keterampilan Berbicara Modul Bahasa Indonesia Tk Madia VII. NIP.M. Argumentasi dan Narasi Tarigan. (1987). Deskripsi dan Eksposisi Keraf. MM.H. Alat / Bahan / Sumber Belajar : Keraf./NRK. Juli 2008 Pengajar Dra.. Dedi Dwitagama. Kepala SMK Negeri 3 Jakarta Drs.VI. 131765462/132471 Jakarta..G. yang terdapat dalam modul…… (sesuai dengan modul panduan guru) Jenis tes: * lisan * tulis * perbuatan Bentuk tes: * objektif * uraian Mengetahui.12) Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : .G. Lilik Musyarofah NIP/NRK.Si. (1984).G.

unsur pengindraan. ciri-ciri. Menulis suatu kejadian dalam bentuk narasi serta memuat unsur-unsur yang melingkupinya secara kronologis 2. jenis & sifat • Argumentasi: pengertian. tahap penulisan. logika/nalar dalam argumentasi.tahap penulisan:jenis & sifat • Eksposisi: pengertian.jenis • Contoh paragraf dari keempat jenis karangan di atas III. Membuat eksposisi dari suatu peristiwa 4. ciri-ciri. dan argumentatif Indikator : 1. Siswa dapat menyusun argumentasi dengan tujuan untuk meyakinkan pembaca tentang suatu peristiwa kerja agar menerima suatu sikap dan opini secara logis II. 14 6 x 45 menit (3 X pertemuan) Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Madia. Tujuan Pembelajaran : 1. Materi ajar : • Narasi: pengertian. Langkah-langkah Pembelajaran A. jenis & sifat • Deskripsi:pengertian. unsur. 2. Siswa dapat membuat eksposisi dari suatu peristiwa 4. Siswa dapat membuat deskripsi secara dari gambar /bagan/tabel/grafik/diagram/ matriks yang dilihat atau didengar sepanajng 150-200 kaja dalam waktu 30 menit 3. ciri-ciri. tahap penulisan.12 Menulis wacana yang bercorak naratif. Siswa dapat menulis suatu kejadian dalam bentuk narasi serta memuat unsur-unsur yang melingkupinya secara kronologis 2. unsur-unsur. Kegiatan Awal : Siswa mengulang pelajaran lalu tentang jenis-jenis karangan dengan tanya jawab . ciri-ciri. deskriptif. 13. ekspositoris. Metode Pembelajaran : • Metode Reseptif dan Produktif • Metode Komunikatif • Metode demontrasi • Metode penugasan • Metode diskusi IV. unsur intrinsik. tahap penulisan.: Bahasa Indonesia XI / 4 12. Membuat deskripsi secara dari gambar /bagan/tabel/grafik/diagram/ matriks yang dilihat atau didengar sepanajng 150-200 kaja dalam waktu 30 menit 3. Menyusun argumentasi dengan tujuan untuk meyakinkan pembaca tentang suatu peristiwa kerja agar menerima suatu sikap dan opini secara logis I.

deskripsi. Argumentasi dan Narasi Contoh teks narasi. dan argumentasi) 6. Alat / Bahan / Sumber Belajar : (2004-2005). Deskripsi dan Eksposisi. Siswa mengumpulkan bahan 9. eksposisi. Kegiatan Akhir : Guru mengadakan penilaian VI. Keraf. (1987). eksposisi. Siswa menuliskan langkah-langkah mengarang narasi. dan argumentasi Modul Bahasa Indonesia Tk Madia VII. eksposisi. dan argumentasi) berdasarkan contoh-contoh yang disediakan 2. Siswa menyusun karangan (narasi. deskripsi. (1987). Siswa mendefinisikan narasi. deskripsi. buatlah sebuah karangan! Mengetahui. Siswa mengembangkan kerangka menjadi wacana yang utuh dan padu C. Siswa menentukan tema wacana 7. Siswa menyusun kerangka karangan 10. dan argumentasi berdasarkan contoh-contoh yang disediakan 4.B. eksposisi. Siswa secara berkelompok menemukan ciri-ciri wacana narasi. Penilaian : Jenis tes: * lisan * tulis * perbuatan Bentuk tes: * objektif * Uraian Butir Soal Kembangkanlah kerangka karangan di bawah ini menjadi wacana persuasi! Kembangkanlah kerangka karangan di bawah ini menjadi wacana argumentasi! Kembangkanlah kerangka karangan di bawah ini menjadi wacana deskripsi! Berdasarkan gambar….G. deskripsi. Siswa merumuskan tujuan 8. deskripsi.G. Siswa menjelaskan jenis wacana (narasi. deskripsi. eksposisi. dan argumentasi Pertemuan >>>>>> 5. dan argumentasi berdasarkan contoh-contoh yang disediakan 3. eksposisi. Kepala SMK Negeri 3 Jakarta . Kegiatan Inti : 1. Komposisi Bahasa Indonesia Keraf.

M.Si. MM. Juli 2008 Pengajar Dra. NIP. Mencatat butir-butir informasi yang akan diringkas dalam bentuk skema atau bagan dalam bahasa yang lugas dan jelas 2. Siswa dapat mencatat butir-butir informasi yang akan diringkas. 2. Menyusun ringkasan teks secara jelas dalam bahasa yang baik dan benar I Tujuan Pembelajaran : 1. 16. 131765462/132471 Jakarta. Siswa dapat menghitung jumlah kalimat yang menjadi isi ringkasan sesuai dengan rumus meringkas yang baku 4. 17 6 x 45 menit (3 X pertemuan) Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Madia.Drs. Menghitung jumlah kalimat yang menjadi isi ringkasan sesuai dengan rumus meringkas yang baku 3.13) Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : : : : Bahasa Indonesia XI / 4 15..13 Meringkas teks tertulis dalam konteks Bekerja Indikator : 1. Siswa dapat menyusun ringkasan teks secara jelas dalam bahasa yang baik dan benar .132130235/133056 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP – NO 2. Dedi Dwitagama. Lilik Musyarofah NIP/NRK. 2./NRK. Siswa dapat mencatat bentuk skema atau bagan dalam bahasa yang lugas dan jelas 3.

Modul Bahasa Indonesia Tk Madia VI.Soedarso. Siswa menulis butir-butir ide pokok ke dalam bentuk bagan/skema 6. . (1988). Langkah-langkah Pembelajaran A. Membaca Cepat . Materi ajar : • Contoh ringkasan yang berupa bagan dan teks • Teknik membuat bagan dan rangkuman • Bentuk bagan yang digunakan untuk ringkasan • Panduan/proses membuat ringkasan dari catatan butir-butir ke dalam bagan atau skema sampai kepada pengembangan ringkasan yang utuh III. Siswa mendefinisikan ringkasan berdasarkan contoh bagan/skema dan teks Pertemuan >>>>>> 4. Kegiatan Inti : 1.Jakarta: Universitas Terbuka.J. (1984).Akhadiah.Parera. Siswa mengulang pelajaran lalu dengan tanya jawab 2. Penilaian : Jenis tes: * lisan * tulis . Menulis Tertib dan Sistematik . Alat / Bahan / Sumber Belajar : Alat : ……. Siswa membedakan ringkasan berbentuk bahan dan teks dari bentuk dan fungsinya 3.S. Metode Pembelajaran : Metode ceramah Metode demontrasi Metode diskusi Metode penugasan IV.II. Siswa membaca teks yang berkaitan dengan dunia kerja 5.Kegiatan Awal : 1.? Bahan : Contoh ringkasan berupa bagan dan teks Sumber Bahan: . Kegiatan Akhir : Membuat ringkasan secara utuh sesuai dengan persyaratan yang menjadi ketentuan V. Siswa membaca dengan cermat contoh ringkasan dalam bentuk bagan/skema dan teks 2.D.13 B. Siswa menulis butir-butir ide pokok ke dalam bentuk bagan/skema B. Modul Menulis II. Siswa membuat ringkasan secara utuh sesuai dengan persyaratan yang menjadi ketentuan 7. Siswa menyimak tujuan mempelajarai KD 2.(2002).

NIP.Si. 131765462/132471 Jakarta. minuman keras juga dapat menyebabkan kerusakan fungsi otak.14) Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : : : . Kepala SMK Negeri 3 Jakarta Drs. menyebabkan garkritis. MM. Dedi Dwitagama. minuman kerasa sangat berpengaruh pada tubuh manusia karena dapat merusak hati./NRK. idema otak dan melemahkan jantung. namun keduanya akan mengalami kerusakan kesehatan.* perbuatan Bentuk tes: * objektif * uraian Butir soal • Bacalah artikel di bawah ini dengan seksama • Ringkaslah artikel tersebut sehingga menjadi seperlima dari artikel semula (judul artikel alkoholisme dan kesehatan yang bersumber dari buku Panduan Kreatif Bahasa Indonesia untuk tingkat 2 SMK penerbit Yudistira) Alternatif jawaban Alkoholisme merupakan salah satu masalah masyarakat karena menimbulkan banyak persioalan misalnya kejahatan berbagai kegagalan dan penyakit jiwa. Lilik Musyarofah NIP/NRK. paranoid dan peradangan syaraf. Juli 2008 Pengajar Dra..M. Pecandu minuman keras dapat sehat kembali asal dapat meninggalkan minuman keras. jumlah karangan asli = 309 kata jumlah kata ringkasan = 390 : 5 = kurang lebih 62 kata Mengetahui.132130235/133056 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (NO. peminum terdiri dari peminum tetap atau pun peminum yang hany ameminum apabila adanya tekanan. 2.

Metode Pembelajaran : • Metode Reseptif dan Produktif • Metode Komunikatif • Metode demontrasi • Metode penugasan V. Siswa mengamati data yang disajikan. Siswa dapat mengembangkan informasi penting menjadi bentuk paragraf 4. Siswa dapat mencatat informasi penting 3. B. Menganalisis informasi penting menjadi simpulan deduktif atau induktif yang tidak ambigu II. Indikator : 1. Siswa menganalisis contoh kalimat ambigu 2. 2.14 Menyimpulkan isi teks tertulis dalam konteks bekerja I. Tujuan Pembelajaran : 1. Mencatat informasi penting 3. Mengembangkan informasi penting menjadi bentuk paragraf 4.: : : Bahasa Indonesia XI / 4 18. yakni berupa data nilai UAN pelajaran bahasa . Langkah-langkah Pembelajaran A. Kegiatan Awal : Siswa mengulang pelajaran lalu tentang Kompetensi Dasar 1 (membuat simpulan) dengan tanya jawab. Menemukan informasi penting dari sebuah teks 2. Siswa dapat menganalisis informasi penting menjadi simpulan dekduktif atau induktif yang tidak ambigu III. Kegiatan Inti : 1. Siswa dapat menemukan informasi penting dari sebuah teks 2. Materi ajar : Sebuah teks bacaan dengan informasi tertentu dari berbagai sumber (sesuai dengan kondisi sekolah) Aspek nalar dalam menyusun simpulan: deduktif-induktif IV. 19 12 x 45 menit Berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia setara tingkat Madia.

Ch. Alternatif kunci jawaban Paragraf kesimpulan induktif .Indonesia yang diperoleh siswa SMK yang bersangkutan 3. Di dekat desa tersebut terdapat sebuah SMK. kerang atau hasil tangkapan ikan laut lainnya. Indonesia Tkt. juga untuk dikonsumsi sendiri. Hasilnya selain sebagian besar dijual ke kota untuk memenuhi permintaan dari pasar ataupun restoran. Ternyata para siswa yang berasal dari desa Y mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan siswa lainnya yang berasal dari kota. . Pembinaan Kemampuan Menulis Bahas Indonesia . sehingga ikan menjadi lauk-pauk mereka sehari-hari. Madia VII. Siswa merumuskan secara tertulis simpulan terhadap data tersebut dengan cara induktif 5. (2004-2005).Finoza.Modul B. Kegiatan Akhir : Guru mengadakan penilaian VI. (2005). Siswa mengevaluasi perbedaan kedua jenis simpulan yang telah disusun C. Pokoknya Menulis .S. mengingat mata air yang ada di desa tersebut melimpah ruah. S. Siswa merumuskan secara tertulis simpulan terhadap data tersebut dengan cara deduktif 6. Penduduk desa Y memelihara tambak ikan. Siswa menemukan informasi penting dari data yang diamati 4. (1994). ternyata para siswa yang berasal dari desa nelayan X tersebut memilki kemampuan melebihi siswa dari desa laiinya.Akhadiah. Anak-anak di desa Y bersekolah di kota karen di desa tersebut tidak ada SMK. udang. Alat / Bahan / Sumber Belajar : .Alwasilah. & Suzan. Penilaian : Jenis tes: * lisan * tulis * perbuatan Bentuk tes: * objektif * uraian Pelajari data data berikut ini buatlah proses penarikan atau pengambilan kesimpulan dengan cara induktif Penduduk desa nelayan X mempunyai kebiasaan membuat segala jenis makanan memakai bahan dasar mengandung ikan. Untuk makan sehari hari mereka mengonsumsi ikan sebagai lauk-pauk. Komposisi Bahasa Indonesia.L.A. Sedangkan desa Y yang berada di kaki Gunung Keusik mempunyai penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani dan memelihara tambak ikan air tawar.

Begitu juga penduduk desa nelayan Y yang memiliki mata pencaharian sebagai penambak ikan tawar. Kriteria penilaian: • menangkap informasi tidak tepat dan menyimpulkan tidak tepat skor 4 • menangkap informasi dengan tepat dan tidak dapat menyimpulkan dengan tepat skor 6 • menangkap informasi dengan tepat dan menyimpulkan dengan tepat skor 8 Mengetahui. Kepala SMK Negeri 3 Jakarta Drs. Juli 2008 Pengajar Dra./NRK. Penduduk desa X dan desa Y pun sama-sama mengonsumsi ikan untuk makan sehari-hari.M. MM. 131765462/132471 Jakarta. Dengan demikian dapat disimpulkan mengonsumsi ikan secara rutin dapat meningkatkan daya pikir seseorang. Siswa sekolah yang berasal dari kedua desa itu juga memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan siswa lain yang berasal dari kota.Penduduk desa nelayan X memiliki kebiasaan membuat segala jenis makanan berbahan baku laut.Si. NIP. Lilik Musyarofah NIP/NRK. Dedi Dwitagama.132130235/133056 ..