BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kepemimpinan (leadership) adalah inti manajeman.

Pemimpin adalah motor penggerak di semua organisasi/lembaga baik dalam hubungan dengan kinerja maupun keteladanan. Dengan demikian pemimpin mempunyai peranan penting dalam mencapai suatu tujuan organisasi yang dipimpinnya. Maju dan mundurnya suatu organisasi tergantung profesionalisme seorang pemimpin. Dengan demikian lahirlah konsep musyawarah atau demokrasi dalam menentukan seorang pemimpin. Karena pemimpin haruslah benar-benar orang yang profesional dan ahli di bidangnya. Pemilihan calon pemimpin harus benar-benar murni hasil penilaian dan seleksi yang obyektif. Tidak ada unsur intimidasi atau indikasi kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). Dalam ajaran agama Islam dikatakan dalam sebuah hadits bahwa “apabila sebuah urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya (tidak profesional), maka tunggu tanggal kehancurannya”. Kiranya ungkapan ini sangat logis dan tidak perlu lagi dibuktikan secara empirik, karena sudah pasti kebenarannya. 1.1. Tujuan Penulisan Makalah 1. Untuk menambah wawasan bagi para guru dan calon kepala sekolah tentang kepemimpinan. 2. Unruk memberikan pedoman bagi para calon pemimpin khususnya kepala sekolah agar mampu memimpin dengan baik, jujur, adil dan penuh rasa tanggung jawab. 3. Untuk memenuhi salah satu persyaratan mengikuti seleksi calon kepala sekolah dasar di UPTD Pendidikan Kecamatan Cijulang Kabupaten Ciamis. 1.2. Manfaat Penulisan Makalah Makalah ini disusun dengan harapan akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pihak-pihak yang berkompenten dan mempunyai akses kepedulian terhadap kinerja dunia pendidikan. Sehubungan dengan sedang gencar-gencarnya program pemerintah di bidang pendidikan setelah diamandemennya Undang-undang Dasar 1945, yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan diundangkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dengan demikian diharapkan semua pihak baik tenaga pendidik dan kependidikan maupun masyarakat dapat proaktif dengan program pendidikan tersebut. Sebab, program ini tidak akan berjalan sesuai harapan tanpa adanya dukungan dari semua pihak. Mulai tahun 2009 pemerintah kembali menunjukkan keseriusannya dalam bidang pendidikan, hal ini dengan dicanangkannya pendidikan gratis pada tingkat pendidikan dasar 9 tahun. Di samping itu kesejahteraan guru yang telah tersetifikasi dan dinyatakan profesional dalam salah satu bidang mata pelajaran, akan mendapat tunjangan sertifikasi. Hal ini merupakan suatu tuntutan tanggung jawab yang amat besar bagi para tenaga pendidik dan kependidikan. Makalah ini diharapkan akan mampu sedikit memberikan arahan bagi para tenaga pendidik dan kependidikan agar mampu bekerja secara profesional, efektif dan efisien. 1.3. Sistematika Penyususnan Makalah

Lalu makalah ini dilengkapi pula dengan daftar pustaka dan lampiran. dilakukan evaluasi untuk mengumpulkan masukan. Henry Fayol (1841 – 1918). 2. Menurut Fayol prinsip manajemen itu terdiri dari 14 perinsip. saran dan pendapat demi perbaikan di masa datang. Jadi berbicara tentang pengelolaan artinya kita memfokuskan perhatian terhadap bahasan ilmu manajemen. hingga pelaksanaannya sampai memperoleh hasil yang optimal. manfaat penulisan makalah dan sistematika penulisan. Otoritas/Wewenang (Autority) Para guru yang dijadikan mitra kerja sama oleh kepala sekolah sesuai keahliannya harus diberikan keleluasaan dalam bertindak. Prinsip-prinsip Pengelolaan Sekolah Prinsip-prinsip pengelolaan sekolah diambil dari prinsip-prinsip manajemen yang dikemukaan oleh sang pelopor manajemen modern. prinsip-prinsip pengelolaan sekolah. Adapun sistematika penulisan makalah ini disusun sebagai berikut : Diawali dengan halaman judul. dan pimpinan yang efektif dan efisien. serta tipe kepemimpinan. kepemimpinan. Semakin seseorang mengkhususkan kerja sesuai keahliannya. pengorganisasian. tujuannya agar terjadi spesialisasi. kata pengantar dan daftar isi. dan pengawasan kegiatan anggota dan tujuan penggunaan organisasi yang sudah ditentukan (A. .1. Bab kedua membahas tentang Pengelolaan Sekolah yang Efektif dan Efisien.2. Halaman ini ditempatkan pada halaman tambahan dari isi makalah ini. menyusun rencana kerja sebuah program.F. yang dilengkapi dengan sub pokok bahasan tentang : pengertian pengelolaan. Jika terjadi kekurangankekurangan. maka pengertian manajemen yang dihubungan dengan pengelolaan sekolah diambil dari pengertian manajemen ditinjau dari sudut proses. Dengan demikian dari prinsip-prinsip ini kita terapkan dalam pengelolaan sebuah sekolah. tujuan pembahasan makalah. Selanjutnya masuk pada isi makalah yang diawali dengan bab pendahuluan yang terdiri dari sub bab : latar belakang. Sehubungan dengan pembahasan ilmu manajemen itu terlalu luas. Dari sudut proses manajemen diartikan sebagai proses perencanaan. Selanjutnya Bab keempat merupakan bab penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran. Bab ketiga diisi dengan pembahasan masalah. 1. Pembagian Kerja (Difision of Labor) Pembagian kerja di sekolah harus dilakukan oleh seorang kepala sekolah. semakin efesien dan efektif. lembar pengesahan.Panulisan makalah ini berpedoman pada kerangka penulisan yang terangkum dalam sistematika penulisan. Stoner) 2. BAB II PENGELOLAAN SEKOLAH YANG EFEKTIF DAN EFISIEN 2. Pengertian Pengelolaan Istilah pengelolaan diambil dari istilah singkat management (Inggris) atau dibakukan dalam bahasa Indonesia menjadi kata manajemen.

3. 7. para guru juga memiliki tata tertib tersendiri. Jenjang Jabatan Ada pembagian tugas di sekolah. Termasuk penggunaan segala fasilitas milik sekolah tidak dilakukan secara sewenang-wenang. jadi tidak terjadi campur aduk dengan kepentingan lainnya yang bersifat pribadi. Dalam hal ini penting sekali dalakukan penjadwalan target pencapaian untuk setiap program kerja. selanjutnya para guru dan karyawan akan merasa malu jika dirinya tidak disiplin. Kesatuan Perintah (Unity of Command) Di sekolah. Pemusatan Secara organisasi kedudukan kepala sekolah merupakan penanggung jawab segala kegiatan yang terjadi di sekolah. Hanya saja penerapannya mungkin yang berbeda. jika ada guru lain yang memposisikan diri menjadi komando bayangan. Kedisiplinan yang efektif itu harus dimulai dari kepala sekolah. 9. 10. sebagaimana yang kita maklum ada beberapa guru yang memegang jabatan penting di bawah jabatan kepala sekolah. Namun demikian setiap permasalahan yang dipertanggung-jawabkan itu diawali dengan proses musyawarah dengan para guru. Apalagi dengan program sertifikasi guru dalam jabatan kini sedang direalisasikan oleh pemerintah. Tugas utama pengelola sekolah adalah mendidik peserta didik. 6. bagian TU. Pemberian Upah Kedudukan seorang kepala sekolah. Dari mualai wakil kepala sekolah. satu-satunya orang yang paling bertanggung jawab akan maju mundurnya pengelolaan sekolah. wali kelas. Satu program tuntaskan dulu sebelum menggarap pada program yang lain. Tata tertib tidak hanya diperuntukan bagi murid-murid. Kesamaan . dsb. 11. maka pihak sekolah tinggal konsentrasi kerja yang lebih giat. Disiplin (Discipline) Semua orang yang terlibat dalam organisasi sekolah harus patuh pada aturan dan kesepakatan yang menjadi rambu-rambu atau tata tertib sekolah. 4. Tata Tertib Rambu-rambu yang berlaku bagi semua subyek pendidikan di sekolah. supaya tata tertib ini tidak diindikasika sebagai sebuah pengekangan yang bersifat kaku. Mengutamakan Kepentingan Bersama di atas Kepentingan Pribadi Perlu disusun skala prioritas ketika merencanakan setiap pekerjaan. wakil kepala bidang-bidang. 5. bagian laboratorium. 8. Terkadang kekacauan komunikasi muncul disebabkan karena kurang tegasnya kepala sekolah dalam memberikan komando. guru dan karyawan tetap di tengah-tengah masyarakat dipandang sebagai kelompok ekonomi menengah ke atas. Apalagi. Kesatuan Arah (Unity of Direction) Setiap tugas dan pekerjaan di sekolah harus dilakukan dengan cara terfokus. peranan kepala sekolah merupakan top leader.

seorang kepala sekolah jika harus mengingatkan bawahannya harus dengan cara bervariasi. Semangat Korps Menggalakan semangat kerja kelompok dapat menimbulkan rasa persatuan dan kesatuan yang kokoh. 14. jabatan dan nasib saja yang berbeda. 4. Apabila pengikut kurang bersemangat dan kurang ahli.3. maka pemimpin sebaiknya menambah dosis pengarahan dan mengurangi motivasi. Thariq M As-Suwaidan dan Ir. Istilah ini jika diterapkan dalam kebijakan berorganisasi akan menumbuhkan daya kreatifitas semua pihak. 2. untuk menghindari ketersinggungan yang mengakibatkan menurunnnya semangat kerja. staf dan karyawan pada prinsipnya sama-sama melakukan pengabdian. Pemimpin yang Efektif Tindakan Kepala Sekolah sebagai pemimpin dikatakan baik apabila mampu memberikan pengarahan dan motivasi kepada guru pada situasi dan kondisi yang tepat. 12. Perlu diingat bahwa guru pada tingkatan usia yang sudah paruh baya akan memiliki kepekaan psikologis yang lebih sensitif dibandingkan dengan anak-anak peserta didik. Setiap permasalahan membutuhkan jalan pemecahannya. 3. . Kesetabilan Staff Memimpin atau menyuruh orang dewasa harus penuh dengan pertimbangan psikologis. maka ia membutuhkan motivasi lebih banyak dari pada pengerahan. Hal ini akan berbenturan dengan konflik dan kepentingan yang sifatnya pribadi. BAB III PEMBAHASAN MASALAH Memahami Masalah yang Timbul di Sekolah Masalah artinya adanya kesenjangan antara harapan dengan kenyataan. maka pemimpin harus menambah dosis pengarahan dan motivasi. 13. Hanya kesempatan. Faishal Umar Basyarahil dalam bukunya “Melahirkan Pemimpin Masa Depan” mengatakan ada empat pengikut sesuai dengan tingkat keahlian dan semangatnya. guru. Apabila pengikut bersemangat namun memiliki sedikit keahlian. Perhatikan pula momen-momen psikologis yang dimiliki oleh guru. Pemimpin yang efektif harus mampu menyesuaikan cara pengarahan dan cara memberikan motivasinya sesuai dengan tingkat keahlian dan semangatnya. Dalam sebuah organisasi sebuah pengelolaan kepemimpinan tidak selamanya akan berjalan mulus sesuai apa yang diharapkan. Keempat cara tersebut adalah : 1. Apabila pengikut seorang ahli dan semangat. maka ia membutuhkan pelimpahan wewenang yakni sedikit motivasi dan instruksi serta memberikan keleluasaan dalam bertindak. Apabila pengikut adalah seorang ahli namun kurang bersemangat. Menurut Dr. 2.Kepala sekolah. Inisiatif Lebih baik memberi kail dari pada memberi ikan. Jadi.

Manusia hanyalah mampu berencana. Maka dalam hal ini ada nilai kebahagiaan bagi seorang guru. meskipun si murid tersebut lupa diri. Membebaskan dari kebodohan menjadi berpengetahuan. Tabah Seandainya. b. Pengabdian Ukuran kebahagian dan kecukupan hidup itu tidak bisa ditentukan oleh materi. Akan tetapi. (sebenarnya tidak boleh diungkapkan oleh guru) sebab dapat memintarkan anak bangsa.Perlu diingat bahwa posisi para guru berada pada dua mata pisau yang berbeda. Sabar Menurut Imam Al-Ghazali. dan target. selebihnya keberhasilan itu berada pada kuasa-Nya. kesabaran itu ada dua macam. biasanya keyakinan berhubungan dengan lahiriah. tujuan. Satu sisi ia harus mengabdikan diri dan segala kemampuannya untuk mencerdasakan anak bangsa. pembuatan RPP. lalu memberanikan diri meminjam tabungan murid. Sebab lain yang mengakibatkan timbulnya permasalahan adalah menunda-nunda pekerjaan. d. kita seorang pemimpin yang dituntut untuk menentukan arah. silabus. tabiat. . Biasanya guru berdalih kepepet keuangan. Agenda mengajar. jangan lupa kita harus selalu berpegang kepada kekuatan agama dan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian masalah akan sering timbul dari adanya konflik kepentingan dan dorongan keinginan keluarga yang bertolak belakang dengan program pendidikan di sekolah. 2) Kesabaran yang terpuji dan sempurna Yaitu kesabaran yang berkaitan dengan jiwa dalam menahan diri dari berbagai keinginan. Profesi seorang guru merupakan profesi yang mulia. manakala memiliki murid menjadi lebih baik dari gurunya. Tabungan murid seringkali menjadi masalah yang cukup serius. dan hawa nafsu. Optimistis Seorang pemimpin seyogyanya memiliki cerminan jiwa optimistis. Hal ini merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari masalah yang timbul di sekolah. namun jika ditumpuk akan mengakibatkan beban yang cukup memberatkan. Dalam hal ini sebagai seorang kepala sekolah harus sering mengingatkan para guru agar tugasnya dicicil. Di sisi lain ia juga menjadi tulang punggung bagi keharmonisan hubungan keluarganya. c. Lama kelamaan pinjaman tersebut tidak terasa semakin banyak dan menuntut pembayaran dengan segera. Solusi Penangan Maslah a. Optimistis adalah sebuah keyakinan yang timbul dari sebuah keinginan yang terbenam dalam hati. Sebagaimana kita maklum bahwa tugas-tugas di sekolah meskipun merupakan rutinitas. yaitu : 1) Kesabaran yang berkaitan dengan fisik Seperti kesabaran ketika memiliki beban dengan badan. pembuatan program pembelajaran hingga pengisian leger dan buku laporan prestasi murid merupakan tugas pokok bagi seorang tenaga pendidik.

e. kesatuan perintah. disiplin. kesetabilan staff. inisiatif. kondisi psikologis. Do’a Doa. termasuk komite sekolah guna merumuskan program kerja dan pembagian tugas. doa merupakan ciri kerendahan hati manusia terhadap kekuasaan Tuhannya. Manajemen diartikan sebagai proses perencanaan. sabar dan tak lupa selalu mendekatkan diri pada Allah SWT. pemusatan.1. Dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab. BAB IV PENUTUP 4. Di sini perlu dijelaskan job description . Saran-saran Dalam melaksanakan tugas supaya Kepala Sekolah dan Guru maupun karyawan terkait lainnya bahu membahu bekerja sama. seorang pemimpin harus memiliki jiwa sori tauladan. Baik permasalahan yang berhubungan dengan kinerja pokok di sekolah. jenjang jabatan. Prinsip-prinsip pengelolaan sekolah meliputi : pembagian kerja. kesamaan. saling mengisi pekerjaan sesuai dengan keahliannya masing-masing. Seorang kepala sekolah yang memposisikan dirinya sebagai pemimpin harus selalu mengedepankan musyawarah jika mengadapi setiap permasalahan. Quraish Shihab. karir. mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Untuk menerapkan sikap optimistis adalah dengan bersabar dan berdoa. tata tertib. menurut M. Pemimpin itu tidak boleh seperti dalam pribahasa Sunda : “bentik curuk balas nunjuk. capétang balas miwarang” artinya hanya memiliki keahlian dalam mencela dan menyalahkan orang lain tanpa memberikan solusi yang berarti. merupakan manifestasi dari harapan kita kepada Allah SWT dan bukti dari sikap optimistis kita kepada-Nya. 4. Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa sikap optimistis merupakan keyakinan setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Pada jiwa seorang pemimpin harus tumbuh suatu slogan hidup bahwa mengajak dengan perbuatan akan lebih ampuh dari pada mengajak sengan perkataan. dan berdoa berarti kita berikhtiar kepada Allah supaya memberikan yang terbaik dari setiap harapan dan keinginan kita semua. Sangat peka terhadap perasaan bawahan. Kesimpulan Istilah pengelolaan diambil dari istilah singkat management (Inggris) atau dibakukan dalam bahasa Indonesia menjadi kata manajemen. Jadi.Kedua jenis sabar ini penting untuk dimiliki oleh seorang pemimpin. karena kesabaran fisik maupun jiwa adalah sesuatu yang akan dibutuhkan guna menghadang segala terpaan hidup yang akan datang setiap saat. kesatuan arah. kepemimpinan. Dengan demikian Kepala Sekolah selaku pimpinan pada seubuah sekolah sebelum menjalankan tugasnya perlu melakukan rapat umum dengan seluruh komponen tenaga pendidik dan kependidikan. pemberian upah.2. maupun masalah yang berhubungan dengan interpersonal bawahan. dan mentalnya. dan pengawasan kegiatan anggota dan tujuan penggunaan organisasi yang sudah ditentukan Seorang pemimpin harus menjadi pemecah masalah (problem solver) yang handal. wewenang. pengorganisasian. optimistis. dan semangat korps. Bersabar berarti kita menyempurnakan ikhtiar/usaha sesuai kemampuan manusia. tabah.

Quraish Shihab. Bandung : Mizan Hadari Nawawi dan M. Selanjutnya shalawat serta salam semoga terlimpah-curahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW. anak. Rekan-rekan dewan guru dan teman sejawat pada SDN 01 Cibanten 3. 2005. KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kita tetap setia menjalankan segala perintah dan menjauhi segala laragan-Nya.masing-masing fungsi. dan wewenang dari setiap jabatan yang diamanatkannya. kewajiban. Ghazali.. Bandung : Mizan Thariq M. 1996. 2005. Prinsip dan Teknik Manajemen. Mutiara Ihya Ulumuddin. plus pendidikan dan pelatihan tata cara mengoperasikan fasilatas tersebut. Kepala SDN 01 Cibanten Kecamtan Cijulang 2. dan sahabat handai taulan yang telah ikhlas memberikan dukungan dan motivasi kepada penulis. Karena semua komponen bangsa menyadari bahwa sebuah lembaga pendidikan harus dikelola dengan profesional agar mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam konstitusi negara kita. Bagi guru teladan dan guru berprestasi supaya diberi kesempatan dan beasiswa guna mampu melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi. Cerdas Bekerja Bijak Memimpin. Bandung : MQS Publishing. Dudung. Istri. Suwaidan dan Faishal Umar Basyarahil. penulis mengahrapkan keritik. . Jakarta : Gema Insani Press. tugas. 2000. sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Melahirkan Pemimpin Masa Depan.1997. Isi makalah ini meliputi hasil pengamatan yang dilakukan penulis tentang pentingnya peranan kepemimpinan (leadership) seorang Kepala Sekolah dalam hubungannya dengan efektifitas dan efisiensi kegiatan belajar dan mengajar serta menejerial sebuah lembaga pendidikan. Sehubungan dengan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Makalah ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk seleksi Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Cijulang Kabupaten Ciamis. Martini Hadari. Ucapat terima kasih terutama penyusun sampaikan kepad : 1. al. Yogyakarta : Penerbit Ananda. AS. Kertonegoro. Semoga makalah ini bermanfaat. Kepemimpinan yang Efektif. Penyusun dalam kesempatan ini perlu menyampaikan banyak ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam kelengkapan data yang dibutuhkan dalam penyusunan makalah ini. 1985. DAFTAR PUSTAKA Abdul ghany. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. M. Soetanto. saran dan masukan demi kesempurnaannya. Fasilitas-fasilitas penunjang pendidikan di sekolah-sekolah supaya dilengkapi. membumikan Al-Qur’an.

1. BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………. 1.. …………………………… Tujuan Penulisan Makalah Manfaat Penulisan Makalah Sistematika Penulisan II ……………………………………….1. 4.4.3. Solusi Penanganan Masalah …………………………… 12 BAB IV PENUTUP …………………………………………………………… 4.Penyusun DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………… ii iii DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………….1... 9 10 Memahami Masalah yang Timbul di Sekolah ………. BAB 9 3.2. PENGELOLAAN SEKOLAH YANG EFEKTI DAN 4 ………………………………………………………………… ……………………………………..2. 1.. 1. 2. Kesimpulan Saran-saran …………………………………………………….2. Latar Belakang 1 1 1 2 3 ……………………………………………… ………………………………. 12 13 DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………... BAB EFISIEN 2. 1.2. 3. 14 .1. …………………. ……………………………………………………. 2. 4 7 4 Pengertian Pengelolaan Prinsip-prinsip Pengelolaan Sekolah Pemimpin yang Efektif III ……………………………………… PEMBAHASAN MASALAH ………………………………….3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful