1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Maksud dan Tujuan Studi kelayakan mekanikal dilakukan dengan melakukan survey di lapangan dengan tujuan untuk memilih jenis dan spesifikasi peralatan mekanikal elektrikal yang sesuai setelah studi kelayakan sipil. Jadi studi ini merupakan kelanjutan dan baru dapat dilakukan setelah studi kelayakan hidrologi dan sipil (Buku Pedoman 2A dan 2B). Maksud dan tujuan studi ini adalah mendapatkan tipe dan spesifikasi peralatan mekanikal dan elektrikal yang sesuai dengan kelayakan sipil dan hidrologi sebelumnya untuk digunakan PLTMH yang akan dibangun. Dengan studi kelayakan ini, maka peralatan PLTMH tersebut : a. Dapat dioperasikan dengan stabil sehingga bertahan untuk jangka lama. b. Mudah dioperasikan oleh operator atau penduduk desa dengan keterampilan yang minimum. c. Mesin buatan lokal Indonesia untuk memudahkan perawatan dan perbaikan. d. Meminimalkan biaya peralatan dan pemasangannya. e. Garansi mesin mudah dan secara keteknikan dapat diterima dengan data tes dan rekaman suplai yang dapat dipercaya. 1.2. Lingkup Kegiatan Studi Lingkup kegiatan dari studi ini adalah kegiatan studi kelayakan dan perancangan spesifikasi peralatan mekanikal elektrikal ini dilakukan dengan : a. Desk study referensi pemilihan alat mekanikal utama dalam PLTMH, yakni turbin berdasarkan hasil studi kelayakan hidrologi (Buku Pedoman 2A) dan studi kelayakan sipil (Buku Pedoman 2B) yang mendeskripsikan skema sistem PLTMH khususnya desain konstruksi pipa pesat (penstock). b. Mendapatkan informasi, diskusi dan bimbingan dari pabrikan penyedia peralatan mekanikal elektrikal atau konsultan jasa instalasi yang berpengalaman dalam pembangunan PLTMH. c. Mengumpulkan informasi dari sumber lain pemangku (stakeholders) pembangunan mikrohidro (PLTMH) sebagai perbandingan (benchmarking) dari sisi kehandalan peralatan dan harganya.

2

BAB II KETENTUAN UMUM DAN STANDAR INSTALASI PERALATAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PLTMH

Komponen mekanikal hanya terdiri dari dua bagian yaitu turbin dan transmisi. Kedua sistem ini menghubungkan antara sumber energi air dengan generator yang menghasilkan listrik. 2.1. Sistem Mekanik Elektrik PLTMH Mikrohidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangkan beda ketinggian daerah aliran sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head. Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources dengan terjemahan bebas bisa dikatakan "energi putih". Dikatakan demikian karena instalasi pembangkit listrik seperti ini mengunakan sumber daya yang telah disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi perbedaan ketinggiannya dengan daerah tertentu (tempat instalasi akan dibangun) dapat diubah menjadi energi listrik. Seperti dikatakan di atas, Mikrohidro hanyalah sebuah istilah. Mikro artinya kecil sedangkan hidro artinya air. Dalam prakteknya istilah ini tidak merupakan sesuatu yang baku namun bisa dibayangkan bahwa mikrohidro, pasti mengunakan air sebagai sumber energinya. Yang membedakan antara istilah mikrohidro dengan minihidro adalah output daya yang dihasilkan. Mikrohidro menghasilkan daya lebih rendah dari 100 W, sedangkan untuk minihidro daya keluarannya berkisar antara 100 sampai 5000 W. Secara teknis, Mikrohidro memiliki tiga komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin dan generator. Air yang mengalir dengan kapasitas tertentu disalurkan dan ketinggian tertentu menuju rumah instalasi (rumah turbin). Di rumah instalasi air tersebut akan menumbuk turbin dimana turbin sendiri d ipastikan akan menerima energi air tersebut dan mengubahnya menjadi energi mekanik berupa berputarnya poros turbin. Poros yang berputar tersebut kemudian ditransmisikan ke generator dengan mengunakan kopling. Dari generator akan dihasilkan energi listrik yang akan masuk ke sistem kontrol arus listrik sebelum dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya (beban). Begitulah secara ringkas proses Mikrohidro merubah energi aliran dan ketinggian air menjadi energi listrik.

sistem operasi dan jenis turbin yang dipergunakan.8 = Konstanta gravitasi bumi PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) merupakan pembangkit listrik yang menggunakan energi potensial air dan dapat diklasifikasikan atau di kelompokan berdasarkan metode mendapatkan head.3 Secara singkat perinsip kerja dari suatu pembangkit PLTMH dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 1.8 x Q x H x dimana : P = daya yang dibangkitkan (Watt) Q = Debit air (m 3/det) H = Ketinggian (m) = Efisiensi dari sistem 9. . Prinsip Kerja Suatu PLTMH Dari keterangan di atas maka dapat disimpulkan bahwa suatu pembangkit listrik tenaga mikro hidro tergantung dengan : 100 Debit air 101 Ketinggian (jatuh ketinggian) dan 102 Efisiensi Dengan demikian dapat diformulakan secara sederhana daya (P) yang dibangkitkan dari suatu pembangkit PLTMH adalah : P = 9.

4 2. Turbin reaksi (francis. Turbin impuls (cross-flow. turbin air dibagi menjadi dua kelompok dan digambarkan sebagai tabel di bawah : Turbin runner High Impulse Pelton Turgo Multi-jet Pelton Reaction Head Pressure Medium Crossflow (Michel/Banki) Turgo Multi-jet Pelton Francis Pump-as-Turbine (PAT) Low Crossflow (Michel/Banki) Propeller Kaplan Cara kerja kedua tipe turbin tersebut digambarkan sebagai berikut : a.bagian turbin yang berputar . Putaran poros turbin ini akan diubah oleh generator menjadi tenaga listrik. b.2. tekanan dan energi kinetik) menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros. menggunakan tekanan pada setiap sisi sudu t geraknya /runnernya . biasanya jenis turbin ini tidak menerima tumbukan hanya mengikuti aliran air. Turbin Pelton Turbin Crossflow . Kaplan/propeller) Turbin ini menggunakan energi kinetik dan tekanan dikonversi di runner. Pemilihan Turbin Turbin air berperan untuk mengubah energi air (energi potensial. pelton & turgo) Turbin jenis ini. Berdasarkan prinsip kerjanya.sama.

Pemilihan jenis turbin pada daerah operasi yang overlaping ini memerlukan perhitungan yang lebih mendalam. H • 100 (Q) : 0-113 m 3/s Dimana : H =head.5 Turbin Kaplan Turbin Francis Daerah aplikasi berbagai jenis turbin air relatif spesifik. m Q = desain debit. Pada dasarnya daerah kerja operasi turbin menurut Keller dikelompokkan menjadi : a. c. Low head powerplant : dengan tinggi jatuhan air (head) :” 10 m b. m 3 /s Secara umum hasil survey lapangan mendapatkan potensi pengembangan PLTMH dengan tinggi jatuhan (head) 6 . . High head power plant : dengan tinggi jatuhan air yang memenuhi persamaan. Pada beberapa daerah operasi memungkinkan digunakan beberapa jenis turbin.60 m. Medium head power plant : dengan tinggi jatuhan antara low head dan high-head. Berikut adalah grafik yang dapat membantu untuk pemilihan turbin. yang dapat dikategorikan pada head rendah dan medium.

............6 Grafik Pemilihan Turbin Atau dapat juga dengan menggunakan grafik dibawah ini : Gambar .......... ..

Kemudian membuat garis tegak lurus antara kecepatan turbin dengan garis yang berwarna hijau (garis yang berwarna biru) sehingga akan mendapatkan jenis turbin apa yang ideal yang harus digunakan. Tabel Daerah Operasi Turbin Jenis Turbin Kaplan dan Propeller Francis Pelton Crossfiow Turgo Variasi Head. c. Yang perlu diperhatikan juga di dalam pemilihan turbin adalah putaran kecepatan generator yang tersedia. Ini mengingat kondisi alam dan karakteristik geografis dari daerah Indonesia. Untuk daerah Indonesia turbin yang ideal adalah turbin cross flow dan turbin kaplan. b. Hal ini sangat mempengaruhi umur dari generator tersebut. sementara turbin pelton . Sebagai contoh : turbin pelton efektif untuk operasi pada head tinggi. Faktor tinggi jatuhan air efektif (Net Head) dan debit yang akan dimanfaatkan untuk operasi turbin merupakan faktor utama yang mempengaruhi pemilihan jenis turbin. m 2 < H < 20 10 < H < 350 50 < H < 1000 6 < H < 100 50 < H < 250 Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk pemilihan jenis turbin dapat ditentukan berdasarkan kelebihan dan kekurangan dari jenis-jenis turbin. sebuah turbin reaksi (propeller) dapat mencapai putaran yang diinginkan. Faktor daya (power) yang diinginkan berkaitan dengan head dan debit yang tersedia. Sebagai contoh untuk sistem transmisi direct couple antara generator dengan turbin pada head rendah. pemilihan jenis turbin dapat diperhitungkan dengan mempertimbangkan parameterparameter khusus yang mempengaruhi sistem operasi turbin. yaitu : a. Kecepatan turbin (rpm) sama dengan kemampuan kecepatan (rpm) generator. sementara turbin propeller sangat efektif beroperasi pada head rendah. Kecepatan (putaran) turbin yang akan ditransmisikan ke generator. Pada tahap awal.7 Yang pertama dilakukan adalah menguhubungkan garis antara debit air dengan dengan ketinggian yang telah ditetapkan (garis berwarna hijau). khususnya untuk suatu desain yang sangat spesifik.

8 dan crossflow berputar sangat lambat (low speed) yang akan menyebabkan sistem tidak beroperasi. efisiensi tinggi dan tidak memerlukan elemen mesin lain seperti belt dan pulley kecuali sebuah kopling. 2. Secara umum sistem transmisi daya dapat dikelompokkan menjadi : y y Sistem transmisi daya langsung (direct drives) Sistem transmisi daya tidak langsung (indirect drives). Pulley berfungsi untuk menaikkan putaran sehingga putaran generator sesuai dengan putaran daerah kerjanya. Sistem Trasmisi Daya dengan Sabuk (Belt) Sabuk dipakai untuk memindahkan daya antara dua poros yang sejajar. mudah untuk melakukan perawatan. pulley. dalam hal ini menggunakan belt. Belt berfungsi untuk menyalurkan daya dari poros turbin ke poros generator. Transmisi Daya Mekanik Transmisi daya berperan untuk menyalurkan daya dari poros turbin ke poros generator. sekitar + 15% perbedaannya. Alternatif lain adalah menggunakan gearbox untuk mengoreksi rasio kecepatan (putaran) antara generator dan poros turbin. Dengan demikian konstruksi sistem transmisi ini menjadi lebih kompak. Sedangkan kopling. Elemen-elemen transmisi daya yang digunakan terdiri dari : sabuk (belt). Sabuk memainkan peranan yang penting dalam menyerap beban kejut dan meredam pengaruh getaran. bantalan dan cone clamp merupakan komponen/elemen pendukung. Pemilihan jenis sabuk bergantung pada besar kecilnya daya yang akan ditransmisikan. Sistem Transmisi Daya Langsung Pada sistem transmisi daya langsung ini (direct drives).3. Belt harus cukup tegang sesuai dengan jenis dan ukurannya. Sabuk yang digunakan umumnya jenis flat belt dan V-belt (vee velt). kopling dan bantalan (bearing). daya dari poros turbin (rotor) langsung ditransmisikan ke poros generator yang disatukan dengan sebuah kopling. Karena sistem transmisi dayanya langsung (direct drives). b. a. . maka generator yang digunakan harus memiliki kecepatan (putaran) optimum yang hampir sama dengan kecepatan (putaran) poros turbin (rotor).

Transmisi adalah komponen yang menghubungkan antara turbin dan generator.9 Flat belt banyak digunakan pada sistem transmisi daya mekanik untuk mikrohidro dengan daya yang besar. Pada sistem transmisi daya dengan sabuk. V-belt digunakan pada instalasi PLTMH dengan daya di bawah 20 kW. Dengan demikian energi listriknya dapat ditransmisikan pada jarak yang cukup jauh dari rumah pembangkit (power house) sehingga lebih ekonomis. Generator a. Penggunaan sistem transmisi sabuk ini memerlukan komponen pendukung seperti : pulley. Keuntungan lain dari penggunaan arus AC ialah konstruksi generator AC yang lebih sederhana. . rugi-rugi transmisinya dapat diminimalkan. bantalan beserta asesorisnya dan kopling. Pemilihan Jenis Arus Listrik : Arus Bolak Balik (AC) Pada umumnya tegangan yang keluar dari PLTMH adalah arus bolakbalik AC/Alternating Current) dapat juga searah (DC. Sistem ini hanya memiliki dua sistem yaitu menggunakan belt.4. atau langsung di kopel dan biasanya menggunakan gearbox. putaran turbin dan generator yang dihubungkan dapat berbeda atau dengan kata lain ada rasio putaran. Dengan demikian range generator yang akan digunakan lebih luas dan bervariasi. Gambar. direct current). Turbin yang dihubungkan dengan menggunakan flat belt 2. Tegangan AC dapat diubah menjadi tegangan tinggi secara mudah dan murah dengan menggunakan transformator.

televisi. Sistem penghantaran arus listriknya dapat menggunakan : . b. kombinasi pengadaan tenaga listrik AC dan DC merupakan pilihan yang baik. Keuntungan sistem satu fasa adalah : y y y Instalasi listrik dengan sistem satu fasa lebih sederhana Sistem pengaturan beban (ELC) untuk satu fasa atau lebih murah Ukuran (size) generator ditentukan oleh beban maksimum (kebutuhan konsumen). Frekuensi yang dipakai untuk arus AC adalah 50 Hz. Sistem tiga fasa pada dasarnya terdiri dari tiga buah sistem satu fasa dengan satu buah penghantar netral untuk pengubahan arus. Pada prakteknya. Titik persambungannya disebut titik bintang atau titik nol. Jika beban pada setiap fasanya seimbang maka besarnya arus listrik untuk setiap fasa sama. radio atau penerapan lainnya yang memerlukan tenaga listrik dalam jumlah kecil. Penentuan Sistem Satu Fasa atau Sistem Tiga Fasa Pada dasarnya sistem satu fasa ini hampir sama dengan rangkaian DC. Tegangan standar yang dihasilkan adalah 110 V dan/atau 240 V untuk generator satu fasa. Penyimpanan tenaga listrik AC ke baterai-baterai (accumulator) memberikan alternatif lain bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik PLTMH untuk dapat menikmati penerangan. sementara pada sistem tiga fasa kapasitas maksimum generator yang dipilih lebih besar daripada beban maksimum (kebutuhan). sehingga diperoleh rangkaian tertutup yang simetris.10 Arus AC menuntut frekuensi sistem tetap konstan. serta 240/415 V untuk generator tiga fasa. terutama jika menggunakan motor induksi sebagai generator. Pada hubungan bintang (Y) ketiga ujung yang sejenis (boleh pangkal maupun ujung) dari ketiga lilitan pada sistem tiga fasa disatukan. Untuk itu diperlukan pengaturan kecepatan putar generator di samping pengatur tegangan (voltage regulator). Dalam pelaksanaan/ praktek ada 2 cara membuat hubungan pada sistem tiga fasa yaitu : y Hubungan delta (segi tiga) y Hubungan bintang (Y) Hubungan delta diperoleh dengan cara menghubungkan ujung lilitan fasa pertama ke pangkal lilitan fasa berikutnya berturut-turut.

kuning. y y Pada prakteknya. Daya sesungguhnya yang terpakai (P) adalah : P = E x ICos Di mana : P = daya sesungguhnya dalam satuan watt (W) Exl = daya semu dalam satuan volt ampere (VA) Cos = faktor daya. Umumnya untuk kapasitas di bawah 5 kW menggunakan sistem satu fasa dan untuk kapasitas di atas 5 kW menggunakan sistem tiga fasa. Bila sistem tiga fasa akan digunakan perlu dipertimbangkan batasan agar saat sistem beban satu fasa dihubungkan tetap diperoleh keseimbangan. Dimensi generator dan motor induksi tiga fasa lebih kecil dibandingkan generator satu fasa untuk rating (kapasitas) yang sama. kunig. Semua sistem beban satu fasa (rumah tangga) dapat dihubungkan ke salah satu fasa dari jala-jala sistem tiga fasa. c. Perhitungan Daya Arus Bolak-Balik dan Faktor Daya Besarnya daya listrik yang dipakai oleh suatu alat listrik ditentukan oleh besarnya tegangan (V) dan arus listrik (l) yang mengalir di dalam listrik tersebut. pemilihan penggunaan sistem satu fasa atau tiga fasa tergantung biaya yang tersedia dan kemudahan untuk mendapatkan perlengkapan instalasi listrik yang diperlukan. biru) Tiga hantaran kawat fasa (merah. Penggunaan sistem tiga fasa menghemat pemakaian penghantar (tembaga) lebih dari 75% dibandingkan sistem satu fasa dengan tegangan yang sama.11 y y Tiga hantaran tanpa kawal nol (merah. biru) dan satu hantaran kawal nol (hitam) Keuntungan sistem tiga fasa ini adalah : y Generator dan motor induksi tiga fasa banyak tersedia di pasaran dengan harga yang relatif murah dibandingkan bila menggunakan generator satu fasa di atas 5 kW. Pf = geseran sudut antara tegangan dan arus listrik .

9 ² 0. 3 fasa dengan keluaran tegangan 220V/380V. efisiensi 0.50 kVA. Efisiensi generator secara umum adalah : y y y y y Aplikasi < 10 kVA. y Spesifikasi generator adalah putaran 1500 rpm. semakin tinggi mutunya.7 ² 0. 50 Hz. d. Sebaliknya semakin rendah faktor dayanya. Pemilihan Generator Generator adalah suatu peralatan yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.85 Aplikasi 50 ² 100 kVA.95 Kecepatan sinkron untuk generator arus bolak-balik dinyatakan dengan persamaan : N = 120 .85 Aplikasi 20 .9 Aplikasi > 100 kVA.12 Pada peralatan listrik faktor daya ini penting sekali diketahui. efisiensi 0.8 ² 0. Jenis generator yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini adalah : y Generator sinkron. f P Di mana N f P : = kecepatan putar (rpm) = frekuensi tegangan (Hz) = jumlah kutub . efisiensi 0. semakin rendah pula mutunya.85 ² 0.8 Aplikasi 10 ² 20 kVA. efisiensi 0. efisiensi 0. sistem eksitasi tanpa sikat (brushless excitation) dengan menggunakan dua tumpuan bantal (two bearing) Induction motor as Generator (IMAG) sumbu vertikal. Semakin tinggi faktor dayanya. yang umumnya digunakan bersama turbin PAT dan turbin propeller open flume.

biasanya 25%. apakah sistem satu fasa atau tiga fasa. Dengan memperhatikan rugi-rugi generator serta untuk menjamin kinerja generator maka perlu adanya faktor keamanan. 1500 dan 3000 rpm) sehingga lebih mudah untuk disesuaikan dengan putaran turbin Motor tiga fasa dapat dipasang dengan sistem satu fasa tanpa perubahan apapun pada motor y . dari 65% untuk daya 1 kVA sampai 90% untuk daya 20 kVA. Efisiensi generator sinkron umumnya meningkat sebanding dengan kapasitasnya. Di samping itu perlu dipertimbangkan kemungkinan bertambahnya baban akibat adanya penambahan permintaan suplai listrik. Generator yang dipakai disesuaikan dengan sistem arus bolak-balik yang dipilih. Electronic Load Controller) maka kapasitas daya tambahan (ekstra) sebesar 60%.13 1) Pemilihan Generator Sinkron Kapasitas sebuah generator dinyatakan dalam Volt-Ampere atau VA. Bila akan digunakan pengontrol beban (ELC. Sebuah generator harus memiliki kapasitas (Volt-Ampere) yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pada saat beban maksimum. Keunggulan utamanya antara lain : y y y y Harga lebih murah dibandingkan generator sinkron Produk memenuhi standar industri sehingga daya tahan lebih terjamin Tersedia dalam beberapa ukuran mulai dari 1 kW ² 100 kW Tersedia dengan tiga ukuran putaran (1000. Jadi untuk memenuhi kebutuhan (beban) sebesar 100 kVA dipergunakan generator 125 kVA. Biasanya sebagai generator asinkron digunakan motor induksi. 2) Generator Asinkron Penggunaan generator asinkron (generator induksi) sebagai pembangkit listrik pada PLTMH dengan kapasitas yang kecil lebih reliable (handal) dibandingkan bila menggunakan generator sinkron. terutama dengan kapasitas sampai 30 kW. Sistem IMAG (asynchronous) jika dibandingkan dengan sistem syncronouse (generator sinkron) memiliki beberapa keunggulan yang sangat berarti untuk proyek-proyek PLTMH.

maka beban mikrohidro menjadi turun. Perubahan beban pada motor induksi mempengaruhi putaran motor induksi. Saat ini untuk instalasi mikrohidro. Pada saat motor induksi digunakan sebagai generator. 2. tegangan yang dihasilkan umumnya 10% lebih rendah dari tegangan yang diperlukan untuk mengoperasikannya sebagai motor listrik dengan frekuensi yang sama. Tujuan pengontrolan pada PLTMH adalah untuk menjaga sistem elektrik dan mesin agar selalu berada pada daerah kerja yang diperbolehkan.14 3) Karakteristik Generator Induksi (IMAG) Motor induksi umumnya berputar dengan kecepatan konstan mendekati kecepatan sinkronnya. Akibatnya akan terjadi perubahan frekuensi yang menimbulkan tenaga listrik. dengan menggunakan motor induksi sebagai generator. Pengontrolan aliran air yang memasuki turbin b. Hal ini akan mengakibatkan roda gerak berputar lebih cepat (run away speed). Sistem pengontrolan pada mikrohidro meliputi : a. Pada generator induksi (IMAG). Bila beroperasi pada frekuensi dan tegangan yang berbeda dapat mengakibatkan peralatan listrik cepat rusak.5. Sistem Kontrol Frekuensi dan tegangan listrik yang dihasilkan oleh generator dipengaruhi oleh kecepatan putar generator. Akibatnya frekuensi listrik akan naik dan bila terlalu tinggi akan merusak alat-alat elektronik yang digunakan di rumah-rumah. Sistem pengaturan yang banyak dipakai pada PLTMH adalah sistem kontrol semi otomatis (load controller) yang relatif murah dibandingkan dengan sistem kontrol otomatis. Semua peralatan listrik didesain untuk beroperasi pada frekuensi dan tegangan tertentu. tersedia sistem pengaturan IGC (Induction Generator Controller). Misalnya : pada malam hari 90% rumah mematikan lampu. Bagian utama dari sistem kontrol ini terdari dari panel kontrol dan ballast load. sehingga perlu adanya pengaturan tegangan dan putaran. Pengontrolan beban / daya listrik. Perubahan kecepatan putar generator akan menimbulkan perubahan frekuensi dan tegangan listrik. otomatis atau semi otomatis. Tegangan akan turun dengan cepat pada saat beban bertambah. Mekanisme pengontrolannya dapat berlangsung secara manual. Pada batas-batas tertentu perubahan tersebut tidak membahayakan. Prinsip pengaturannya adalah menyeimbangkan antara daya yang dihasilkan oleh generator dengan .

Kontrol start/stop. bila terjadi gangguan listrik (misal arus lebih). over under frequency d. Fasilitas operasi panel kontrol minimal terdiri dari : a. sistem pengaturan beban untuk generator sinkron umumnya digunakan untuk kapasitas daya diatas 50 kW. Pengusahaan pentanahan berarti mengusahakan agar arus gangguan yang timbul pada saat tertentu. Emergency shut down. DTC System (Digital Turbin Control System). b. Instalasi PLTMH dengan kapasitas daya kurang dari 1 kW. Trip stop (berhenti pada keadaan gangguan : over under voltage. sistem pengaturan/kontrol dapat dilakukan secara manual. Instalasi perumahan hendaknya mengacu pada PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik) yang merupakan standar wajib yang harus diikuti sebagai acuan yang telah disahkan oleh pemerintahan dan merupakan Standar Nasional Indonesia (SNI). ELC (Electronic Load Controller). Masalah pentanahan merupakan salah satu faktor penting di dalam pelistrikan seperti pada instalasi pembangkit.15 beban (daya) konsumen. Pada saat beban konsumen berkurang. sistem pengaturan beban untuk menggunakan motor induksi sebagai generator (IMAG).6. Pentanahan Instalasi perumahan merupakan bagian terpenting di dalam pembangunan suatu pembangkit dikarenakan hal ini juga dapat mengganggu sistem jika instalasi perumahan (konsumen) tidak benar. d. baik otomatis. kelebihan daya yang dihasilkan generator akan dipindahkan ke ballast load sehingga beban total pada generator tidak berubah. Yang perlu diperhatikan di dalam penginstalasian listrik perumahan hendaknya mengacu pada Aman. Sistem ini dapat digunakan untuk kapasitas daya kurang dari 50 kW. Andal dan Akrab Lingkungan. sistem pengaturan turbin secara otomatis sehingga memungkinkan untuk dihubungkan dengan jaringan PLN. sistem transmisi dan distribusi. IGC (Induction Generator Controller). Beberapa system pada PLTMH yang banyak digunakan adalah : a. 2. Sistem kontrol ini terintegrasi pada panel kontrol (switch gear). c. semi otomatis maupun manual b. Sistem kontrol tersebut khususnya IGC dan ELC telah dapat difabrikasi secara lokal dan terbukti handal pada penggunaan di banyak PLTMH. Stop/berhenti secara otomatis c. mengalir masuk tanah sehingga tidak . Pentanahan berhubungan erat dengan perlindungan suatu sistem berikut semua perlengkapannya.

Bahan-bahan Elektroda Syarat-syarat utama bahan elektroda diantaranya adalah : y y Tidak mudah berkarat seperti : baja dan tembaga Kokoh atau tahan terhadap desakan. Pentanahan peralatan sistem. Elektroda tanah memegang peran penting karena amat menentukan seberapa besar arus gangguan yang dapat dilepaskan ke tanah. terutama yang dekat dengan elektroda tembaga. . pukulan dan sebagainya y Memiliki daya hantar listrik yang baik Penggunaan tembaga dapat membentuk sel galvanis dengan bahan logam lain yang tertanam di dalam tanah seperti saluran pembungkus kabel sehingga mempercepat terjadinya korosi pada logam tersebut. berupa pengadaan hubungan dengan tanah untuk suatu titik pada penghantar arus dari sistem seperti pada sistem transmisi dan distribusi. Konstruksi Sistem Pentanahan Peralatan Konstruksi Sistem Pentanahan adalah : y Elektroda tanah (grounding electrode) adalah sejenis penghantar yang ditanam di dalam tanah dan berfungsi agar potensial semua penghantar yang dihubungkan sama dengan potensial tanah. berupa pengadaan hubungan dengan tanah untuk suatu bagian yang tidak membawa arus dari sistem. Dalam pelaksanaannya pentanahan meliputi : y Pentanahan sistem. y b. Untuk elektoda baja tidak menimbulkan masalah dan cocok untuk sistem grid maupun elektroda benam. Untuk pencegahannya dilakukan pelapisan timah pada tembaga atau melapisi logam-logam lain dengan aspal.16 merusak peralatan listrik yang ada. seperti pada pipa baja. Penghantar tanah (grounding conductor) berfungsi menghubungkan peralatan sistem yang akan ditanahkan ke bus tanah atau elektroda tanah. batang pemegang saklar. saluran tempat kabel. y a. Perlengkapan ini juga merupakan alat pelepasan arus ke tanah.

(Buku Pedoman.. .5 mm : 50 mm Hantaran aluminium tidak boleh digunakan Sebagai perlindungan digunakan pipa baja.5 mm2 y Hantaran aluminium : 2. Jika tidak dipasang dalam pipa untuk hantaran pentanahan sebaiknya digunakan hantaran telanjang sehingga mudah dikontrol jika ada yang putus.17 c..). Untuk rumah tinggal sebaiknya jangan digunakan hantaran telanjang. Hantaran Pentanahan Hantaran pentanahan ialah hantaran yang menghubungkan bagian yang harus ditanahkan dengan elektroda pentanahan.5 m2 2) Untuk hantaran yang tidak diberi perlindungan mekanis yang kokoh : y y y Hantaran tembaga : 4 mm2 Pita baja. Untuk satu lagi komponen elektrik yang merupakan jaringan transmisi koneksi ke PT PLN dengan skema Power Purchase Aggreemnet (PPA). Luas penampang minimum untuk hantaran : 1) Untuk hantaran dengan perlindungan mekanis yang kokoh : y Hantaran tembaga : 1. tebal minimum 2.

Pemilihan Jalur Transmisi Untuk mendesain jalur transmisi pendistribusian daya listrik yang terbangkitkan beberapa hal yang dapat dijadikan dasar antara lain : y Mudah untuk akses dan perawatan y Kondisi tanah untuk tiang kuat dan stabil y Diharapkan tidak ada masalah dalam pengalihan/penggunaan lahan y Tidak ada masalah pada jarak dengan rumah dan pohon y Dipilih jalur distribusi paling pendek y Jika tiang dipasang di sekitar slope curam atau pada dasar jurang. persawahan dan y Ruang terbuka maksimum 80 M y Untuk area pemukiman penduduk maksimum 50 M . yang dapat dijadikan referensi untuk mendesain jaringan transmisi dan distribusi dapat menggunakan standar dan petunjuk PT. Setelah beberapa hal di atas untuk pemilihan jalur. maka beberapa pada fasilitas pendukung dari jaringan transmisi dan distribusi yang perlu diperhatikan adalah : a.1. Tiang Tiang standar yang dapat digunakan untuk jaringan transmisi dapat diperlihatkan pada tabel berikut : Struktur Pendukung Tiang beton Tiang kayu (termasuk bambu) Tiang besi Penerapan Dipakai secara umum Digunakan pada area dimana akses untuk mesin-mesin besar sulit Digunakan pada area dimana akses untuk mesin-mesin besar sulit Panjang bentangan tiang antara pendukung jaringan distribusi ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut : y Bentangan yang direkomendasikan 50 M y Untuk jalur yang melewati area di luar pemukiman. hindarkan dari potensi longsong y Ketinggian konduktor dari atas tanah harus lebih dari 4 m Disamping hal-hal di atas.18 BAB 3 KETENTUAN UMUM DAN STANDAR INSTALASI JARINGAN TRANSMISI DAN DISTRIBUSI 3. PLN.

19 Jarak bebas minimum konduktor dari atas tanah yang diijinkan dengan kriteria sebagai berikut : Ketinggian konduktor di atas tanah Memotong jalan Sepanjang jalan Tempat lain 20 kV 6. meliputi : tekanan angin ke tiang. kawat listrik lain atau pepohonan dapat diamankan di bawah kedutan minimum  Ketinggian yang direkomendasikan dari struktur pendukung adalah Tegangan 20 kV Tegangan Rendah   Panjang Tiang Yang Direkomendasi 9M 7M Kedalaman minimum pemasangan tiang adalah satu per enam dari panjang tiang (Jikan panjang 9 M. akar tiang diperkuat dengan suatu konstruksi pendukung. . meliputi : berat tiang. beban berat dari tekanan kawat. berat kabel. Ukuran tiang harus memperhitungkan momen pada tiang dengan beban angin. maka kedalaman 1.8 M 0.5 M 6. Jenis beban untuk struktur pendukung adalah : 1) vertikal.0 M 6.0 M 4. Tarik tegang Tarik tegang harus dipasang untuk menyeimbangkan tiang. Jika kondisi tanah tidak stabil.0 M 0. 2) mendatar.0 M 4. ketidakseimbangan beban dari panjang bentangan yang tidak sama.0 M 0.0 M Tegangan Rendah 4.2 M Jarak bebas vertikal antara konduktor telanjang 20 kv dan konduktor berpenyengat Tegangan Rendah Jarak bebas antar fasa dari konduktor telanjang 20 kV Jarak bebas vertikal antar konduktor telanjang 20 kV Jarak bebas antara konduktor berpenyengat Tegangan Rendah Ketinggian tiang ditentukan dengan memperhitungkan faktor-faktor berikut  Ketinggian yang diperlukan konduktor feeder (penyulang) diatas tanah diamankan dibawah lendutan terbesar  Jarak bebas yang diperlukan antara konduktor feeder dan bangunan. b.8 M 1.5 M).

.25 kVA dan 50 kVA.2. dimana trafo step up harus diletakkan dekat rumah pembangkit (power house). Tidak aman  Mudah untuk menyambung tiap konduktor  Aman y Mahal  Dapat utk pemasangan y Susah utk menyamdibawah tanah bung tiap kabel 3. 16 kVA. Penerapan Trafo Distribusi Trafo distribusi step-up (menaikkan) dan step down (menurunkan) harus pada kontruksi tiga -fasa. jumlah beban yang diperkirakan. hubungan pendek/konsleting. Untuk tipe dipasang pada tiang.kerugian tegangan. c. Terlalu banyak ukuran tidak dapat dipakai untuk percabangan feeder. dan trafo step down harus diletakkan dalam atau dekat area pusat beban. Dalam memutuskan tersebut harus diuji dan dipertimbangkan beberapa hal sebagai berikut : y y y y Mudah untuk akses dan pekerjaan-pekerjaan pergantian Dipisahkan dari bangunan-bangunan lain atau pepohonan dengan jarak yang cukup. dan kapasitas standar adalah sebagai berikut : 5 kVA. komponen beban samping dari tekanan kawat.20 3) samping. Sebelum memutuskan kapasitas trafo baru. pemasangan tiang harus tidak rumit. Dalam memutuskan penempatan lokasi trafo. Tipe di atas tanah harus dibangun dengan tidak menimbulkan masalah umum. Perbandingan kelebihan dan kerugian konduktor dan kabel : Konduktor Kabel  Murah d. area suplai trafo baru harus ditentukan dengan mempertimbangkan beberapa hal : y Area suplai dari trafo baru tidak overlap dengan suplai trafo lain dari feeder lain. 10 kVA. kekuatan meknikal. y Area suplai dari setiap trafo harus mandiri y Pembatasan kerugian tegangan harus memuaskan pada setiap bagian dari area suplai. kapasitas arus konduktor. meliputi : tekanan angin ke kabel. kerugian daya. Konduktor dan kabel Ukuran konduktor harus dipilih dengan memperhitungkan jumlah beban sekarang.

16 mm. 35 mm Alangkah lebih baik untuk tidak menggunakan sebuah tiang diatap dengan jalur masuk konsumen. 25 mm 10 mm. 6 mm. 25 mm. Hubungan antara kapasitas trafo dan generator digambarkan sebagai berikut : Kapasitas trafo Kapasitas generator 5 kVA < 4 kW 10 kVA 4 kW ² 8 kW 16 kVA 8 kW ² 12 . Sambungan Rumah (House Connection-HC) Untuk sambungan rumah (SR) kabel twisted berinti tembaga atau berinti aluminium dapat digunakan.8kW 25 kVA 12. Untuk rumah yang ketinggiannya kurang dari 3 m diperlukan tiang untuk pencapaian jarak. y Untuk SR yang mengambil langsung dari trafo. . 10 mm. perhitungan kerugian maksimum SR adalah : y Untuk SR mengambil dari Tegangan Rendah kerugian tegangan maksimum 2%.16 mm. Berdasarkan pengalaman.8 kW ² 20 kW 50 kVA 20 kW ² 40 kW 3. dengan ukuran sebagai berikut : Ukuran dari bahan berinti tembaga Ukuran dari bahan berinti aluminium 4 mm. Penggunaaan tiang di atap hanya untuk melayani sambungan dari rumah ke rumah dan tidak diletakkan pada sisi yang sama dengan jaringan tegangan rendah.3. Jarak bebas minimum 3 m untuk halaman tertutup.21 y Kapasitas trafo baru mempertimbangkan pertumbuhan permintaan yang diharapkan dari area. 4 m untuk jalan umum. kerugian tegangan maksimum 12%.

Biaya transportasi pengiriman dari pabrikan ke lokasi PLTMH. dan jika ada peralatan yang diimpor maka ada biaya masuk bea cukai (port clerance fee). b. Biaya pengadaan peralatan mekanikal elektrikal yang terdiri dari : y y y y y Turbin Alat pengontrol Ballast load Generator Aksesoris. yang terdiri dari : y y y Kabel Saklar (switch) Aksesoris .22 BAB 4 ESTIMASI BIAYA PENGADAAN PERALATAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4.1. suku cadang dan peralatan y Pengesetan dan pemasangan c. Biaya jaringan transmisi yang terdiri dari : y y y Tiang transmisi Kabel Trafo (Transformer) y Aksesoris f. Biaya uji coba (Pre commissioning Trial Run) e. Komponen Biaya Komponen harga untuk estimasi perkiraan biaya peralatan mekanikal elektrikal dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Sambungan konsumen. Biaya pengetesan d.

23 4. Formula Perhitungan Untuk Estimasi Biaya Untuk membantu memformulasikan digambarkan dengan tabel di bawah ini : perhitungan estimasi biaya. .2.

Bab Pendahuluan Pada bab ini berisi tentang project statement PLTMH . . Oleh karena kegiatan studi kelayakan dan spesifikasi peralatan mekanikal elektrikal tidak dapat dilakukan oleh masyarakat awam (perorangan dan institusi). Daftar Tabel 6. akan tetapi yang mememiliki ketentuan standar spesifikasi untuk setiap peralatan sesuai dengan desain rencana daya terbangkit yang ingin dicapai. Daftar Gambar 5. Format penyusunan laporan dalam Buku Pedoman ini disusun justru sebagai petunjuk praktis membantu memudahkan penulisan laporan hasil studi kelayakan dan spesifikasi peralatan mekanikal elektrikal yang memudahkan untuk perencanaan dan studi kelayakan pembangunan PLTMH.24 BAB 5 PENYUSUNAN LAPORAN SPESIFIKASI PERALATAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Sama seperti format penyusunan Laporan Hasil Studi Kelayakan Sipil Pembangunan PLTMH. profil pabrikan sebagi sumber informasi awal penetuan spesifikasi peralatan mekanikal elektrikal sebaiknya dicantumkan juga pada bab ini. Daftar Lampiran 7. maksud dan tujuan serta lingkup kegiatan studi potensi yang telah dilakukan (boleh dijelaskan dengan jadwal waktu) dan gambaran hasil yang dicapai. Laporan Spesifikasi Peralatan Mekanikal dan Elektrikal tidak ada ketentuan standar. maka disamping identitas maupun profil lembaga yang diuraikan identitas. Laporan Hasil Studi Kelayakan Sipil dapat disusun sebagai berikut : 1. Daftar Isi 4. Pada pemangku (stakeholders) dapat menyusun sesuai versi masing-masing. Halaman Sampul Laporan 2. Dengan demikian format laporan yang disajikan dalam Buku Pedoman ini bukan merupakan standar baku. Ringkasan Eksekutif 3. status. latar belakang. lokasi dan jalur serta jarak jaringan transmisi dan distribusi ke pelanggan. dan alamatnya dengan jelas.

termasuk perkiraan biaya jasa transportasi . Pada bab ini juga dapat juga dijelaskan skema kontribusi sumber pembiayaan atau kontribusi sumber investasi. instalasi. Bab Rekomendasi Studi Kelayakan Pada bab ini disampaikan saran dan rekomendasi review dan beberapa pengujian menuju tahap kegiatan perencanaan Detal Desain Bangunan Sipil PLTMH.... brosur .. perkiraan kuantitas. Bab Lokasi dan Desain Kasar Bangunan Sipil PLTMH Pada bab ini digambarkan layout skema sistem PLTMH dan rencana posisi bangunan sipil.jumlah dan volume serta perkiraan harga satuan setiap komponen peralatan mekanikal elektrikal sesuai jumlah dan spesifikasinya. dan yang paling substansi pada bab ini adalah sketsa layout rencana sistem PLTMH. 11.. pengujian dan komisioning.25 8. data hidrologi. data curah hujan atau meteorologi selama periode tertentu. Menjelaskan pengumpulan data dan informasi primer berdasarkan survey awal hasil wawancara dengan penduduk. Boleh juga pada bab ini dilengkapi dengan foto/gambar. gambar. Lampiran-lampiran data. profil teknis kondisi dan struktur tanahnya yang mungkin telah didukung analisis berdasarkan pengolahan data hasil studi pra-kelayakan. peta geologi dengan skalanya. Profil Pabrikan sebagi sumber informasi awal perencanaan spesifikasi. referensi 14. sebagai suatu syarat desain fasilitas sipil penunjang operasi PLTMH yang layak. 12. Bab Spesifikasi Peralatan Mekanikal Elektrikal Pada bab ini diuraikan spesifikasi setiap peralatan mekanikal elektrikal yang akan digunakan untuk memperoleh besar daya terbangkit yang ingin dicapai. 13. Bab Perkiraan Biaya Pada bab ini menggambarkan profil dari aspek perkiraan biaya. foto. 10. . Bab Profil Teknis Lokasi PLTMH Pada bab ini dijelaskan tentang gambaran teknis berdasarkan data primer yang telah dilakukan dan didapat seperti : peta topografi dengan dijelaskan skalanya. Jika memungkinkan dijelaskan juga persyaratan standar instalasi dan pengesetan operasinya. dan perkiraan potensi daya (kW) yang dapat dihasilkan. 9.

26 BUKU 2C BUKU PEDOMAN STUDI KELAYAKAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PEMBANGUNAN PLTMH INTEGRATED MICROHYDR O DEVELOPMENT AND APPLICATION PROGRAM (IMIDAP) KERJA SAMA ANTARA DI REKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAA TAN ENERGI (DJLPE) DAN UNITED NATIONS DEVEL OPMENT PROGRAMME (UNDP) Jakarta. Mei 2009 .

27 KATA PENGANTAR .

6.2.1.1.5. Generator 2.2. Maksud dan Tujuan 1.3.1.28 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN 1. Penerapan Trafo Distribusi 3.4. Lingkup Kegiatan Studi KETENTUAN UMUM DAN STANDAR INSTALASI PERALATAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PLTMH 2. Sistem Kontrol 2.2. Formula Perhitungan Estimasi Biaya PENYUSUNAN LAPORAN SPESIFIKASI PERALATAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i ii 1 1 1 BAB 2 2 2 4 8 9 14 15 BAB 3 18 18 20 21 BAB 4 22 22 23 BAB 5 24 LAMPIRAN REFERENSI . Sambungan Rumah (House Connection-HC) ESTIMASI BIAYA PENGADAAN PERALATAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4.3. Transmisi Daya Mekanik 2.2. Pentanahan KETENTUAN UMUM DAN STANDAR INSTALASI JARINGAN TRANSMISI DAN DISTRIBUSI 3. Komponen Biaya 4. Sistem Mekanik Elektrik PLTMH 2.1. Pemilihan Turbin 2. Pemilihan Jalur Jaringan Transmisi 3.

29 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful