P. 1
Keuntungan Dari Manajemen Stratejik

Keuntungan Dari Manajemen Stratejik

|Views: 133|Likes:
Published by Amelia Monica

More info:

Published by: Amelia Monica on Oct 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2010

pdf

text

original

Keuntungan Dari Manajemen Stratejik • • Stratejik manajemen akan membuat perusahaan lebih proaktif dibanding reaktif dalam menentukan

masa depannya. Komunikasi merupakan kunci terpenting dari manajemen stratejik yang sukses. Adanya keterlibatan dalam proses manajemen stratejik akan membuat manajer dan karyawan merasa lebih terikat dan memiliki komitmen lebih tinggi untuk mendukung organisasi. Dalam hal ini dialog dan partisipasi adalah hal yang wajib untuk dimunculkan. Keuntungan yang paling utama dari manajemen sratejik adalah didapatkannya pengertian antara manajer dengan karyawannya tentang mengapa oragnisasi melakukan hal ini dan mengapa, sehingga dengan mengetahui tujuan ini karyawan dapat menjadi lebih berkomitmen. Keuntungn kedua adalah pemberdayaan karyawan. Pemberdayaan adalah sebuah aksi untuk memotivasi karyawan untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan, berinisiatif dan kreatif berimajinasi serta memberikan reward setelah mereka semua melakukan hal itu. Kuncinya baik manajer maupun karyawan keduanya haruslah terlibat baik dalam pembuatan, pengimplementasian dan evaluasi strategi. Financial benefits: Hasil riset menyatakan organisasi yang menggunakan manajemen stratejik biasanya lebih profitable dan lebih sukses dari yang tidak menggunakan. Perusahaan yang memiliki kinerja tinggi biasanya memiliki respon antisipasi yang baik untuk konsekuensi atau resiko baik jangka panjang maupun jangka pendek dari yang dilakukannya. Non financial benefits: Manajemen stratejik biasanya menawarkan pula keuntungan tidak berwujud misalnya tingginya produktivitas karyawan, mengurangi adanya resitance to change dan banyak lagi. Keuntungan non finansial tersebut antara lain: Menyediakan pandangan objektif untk masalah-masalah manajemen, memotivasi pemikiran yang berorientasi ke masa depan, menyediakan pendekatan yang kooperatif, terintegrasi, dan antusias dalam menghadapi masalah dan memnfaatkan kesempatan, memotivasi tumuhnya sikap positif terhdap perubahan, menciptakan kerangka kerja yang jelas yang berguna sebagai komunikasi untuk para personil di dalam kantor tersebut, dll

• •

• •

Mengapa Tidak Semua Perusahaan Melakukan Manajemen Stratejik • Buruknya struktur reward di bdn usaha. Tidak ada reward yang memadai jika karyawan mensupport manajemen stratejik. Jadi lebih baik krywn tdk melakukan apa-apa. • Firefighting. Antisipasi masalah tidak dilakukan jauh hari, tetapi br jka masalah datang. • Too expensive. Perusahaan menganggap pembuatan manajemen stratejik hanya membuang uang dan tidak berguna. • Laziness. Adanya kemalasan dr agt organisasi untuk membuat strategi.

Orang yang sudah berada pada level jabatan aman sering melihat perubahan sbg suatu ancaman. Diwujudkan dalam adanya kemauan dan keterbukaan untuk menerima dan mempertimbangkan informasi baru. Etika bisnis dan manjemen stratejik .• • • • • • • Content With Success. Adanya ketidak percayaan karyawan terhadap manajemen. Suspicion. Ketakutan untuk gagal. Beberapa penyimpangan yang mungkin terjadi dalam perencanaan strategi adalah: • Menggunakan perencanaan strategi untuk mendapatkan kontrol dalam pembuatan keputusan dan pemanfaatan sumber dana. Fear of unknown. • Manajer tidak mendukung berjalannya perencanaan strategi. Pitfalls in Strategic Planning Mejik bukanlah suatu resep jadi yang siap digunakan untuk mencapai sukses melainkan merupakan perjalamam dan menawarkan suatu framework untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang muncul dan menyelesaikan masalah yang ada. ide-ide baru dan kemungkinan-kemungkinan baru yang mungkin penting untuk perusahaan. Orang merasa dengan yang ada sekarang saja semua sudah baik jadi tidak perlu membuat strategi lagi. Adanya pandangan yang berbeda ttg perumusan mejik. sudut pandang baru. Prior bad experience. • Manajer membuat suatu keputusan dengan menggunakan intuisi namun berlawanan dengan rencana yang formal dibuat. Fear of failure. Ketakutan untuk mencoba karena ada kegagalan di masa lalu. • Gagal dalam menggunakan strategi sebagai standar untuk mengukur kinerja. Self interest. • Gagal untuk melibatkan key person dalam semua fase perencanaan strategi Panduan untk mejik yang efektif Panduan yang penting untu manajemen stratejik yang efektif adalaj keterbukaan pikiran (open mindedness). Honest difference of opinion. Ketakutan akan ketidakpastian di masa depan dan ketidak percayaan diri bahwa mereka mampu mempejari skill2 baru. • Terlalu terburu-buru dalam menterjemahkan misi perusahaan ke penyusunan formula strategi. • Melakukan perencanaan strategi hanya untuk mendapatkan akreditasi baik atau sekedar memenuhi regulasi yang ada. Mengantisipasi penyimpangan yang ada dan menyiapkan sousi untuk menghadipnya adalah esensi untuk mencapai sukses.

Isu yang berkaitan dengan etika bisnis adalah keamanan produk. . dan dievaluasi berdasar sebuah asumsi yaitu kompetisi. perhatian pada pelecehan sekusual di tempat kerja. kesehatan karyawan. Etika yang baik adalah jaminan dari sebuah bisnis yang baik pula. Perbedaan fundamental dari strategi bisnis dan militer adalah strategi bisnis diformulasi. pembuangan limbah. Membandingkan antara strategi bisnis dan strategi militer Warisan militer yang kuat adalah sebuah hal yang berada di balik pemikiran studi mengenai manajemen stratejik. Kesuksean dari strategi binis dan militer yang diharapkan bukanlah kesuksesan yang didapat dari keberuntungan atau kebetulan. Sejarah dari perencanaan strategi bermula dari kegiatan militer. Keduanya selalu menggunakan strategi agar dapat melihat dan mengeksploitasi kelemahan lawan. Sedangkan militer melakukannya berdasar sebuah asumsi yang berbeda yaitu keberadaan konflik. diimplementas. Etika bisnis yang baik adalah aset yang berharga untuk strategi manajemen yang baik pula.Etika bisnis dapat diartikan sebagai prinsip-prinsip yang dianut dalam perusahaan untuk memandu pembuatan keputusan dan perilaku. Namun. dan sebagainya. kesuksesan bagi kuedianya diperoleh dari perhatian dan pemantauan yang berkelanjutan terhadap kondisi eksternal dan interna dan pembuatan formula serta pengmplementasian strategi untuk bisa beradaptasi dengan kondisi tersebut. Tujuan kunci baik dari bisnis dan militer dalam menjalankan strategi adalah untk mendapatkan keuntungan kompetitif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->