P. 1
Pengadaan Barang

Pengadaan Barang

|Views: 946|Likes:
Published by edyyyyyy

More info:

Published by: edyyyyyy on Oct 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

Pengadaan Barang

PERTANYAAN YANG MASUK: 1. Apakah sudah sesuai Keppres Nomor 80 Tahun 2003 apabila dalam pelelangan pembangunan Kapal Penyeberangan Ferry 750 GT penyedia jasa melampirkan Surat ijin Usaha seperti SIUP atau SIUJK? a. Sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 pasal 11 ayat (1) a., persyaratan penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan adalah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan usaha/kegiatan sebagai penyedia barang/jasa. Dan sesuai Lampiran Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Lampiran I Bab II A 1 b. 1) a), bahwa penilaian kualifikasi penyedia barang/jasa harus memiliki surat izin usaha pada bidang usahanya yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang yang masih berlaku; b. Untuk pembangunan Kapal Penyeberangan Ferry 750 GT agar menggunakan Surat Izin Usaha Industri Pembangunan dan Reparasi Kapal yang dikeluarkan oleh Departemen Perhubungan. 2. Apakah peserta lelang berbadan usaha CV dengan kualifikasi kecil diperbolehkan untuk mengikuti pelelangan kegiatan pengadaan kendaraan bermotor roda 4 (empat)? Bagaimana dengan keikutsertaan penyedia barang/jasa dealer resmi yang notabene adalah usaha dengan klasifikasi usaha non kecil, apakah hal tersebut tidak bertentangan dengan Keppres No 80 Tahun 2003? a. Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pasal 40 butir (1). c. instansi pemerintah wajib memaksimalkan penyediaan paket-paket pekerjaan untuk usaha kecil termasuk koperasi kecil serta kelompok masyarakat. Dalam pasal 46, nilai paket pekerjaan pengadaan barang/jasa pemborongan/jasa lainnya sampai dengan Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) diperuntukkan bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil, kecuali untuk paket pekerjaan yang menuntut kompetensi teknis yang tidak dapat dipenuhi oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil; b. Mengingat kompetensi teknis pengadaan kendaraan bermotor tidak dapat dipenuhi oleh usaha kecil, maka pengadaan kendaraan bermotor tersebut harus melibatkan usaha non-kecil khusunya main dealer atau pabrikan; c. Sesuai dengan prinsip terbuka dan bersaing pada pasal 3 butir c, maka persaingan dalam proses pengadaan diutamakan persaingan antara merek kendaraan. Dengan demikian spesifikasi kendaraan yang diminta dalam dokumen pengadaan agar dibuka seluas-luasnya dengan tetap memperhatikan prinsip pengadaan yang efektif dan akuntabel yaitu diantaranya adalah pengadaan yang mendukung fungsi pemerintah dalam menjalankan tugasnya; d. Untuk mendorong pelaksanaan prinsip efisien sebagaimana ketentuan dalam pasal 3 butir a, maka disarankan agar panitia mensyaratkan persaingan antara perusahaan/main dealer/pabrikan yang menawarkan harga khusus untuk pemerintah atau government special order (GSO). 3. Bagaimana cara penentuan HPS apabila kita tidak diperbolehkan menyampaikan spesifikasi barang mengarah kesalah satu merk tertentu dan bagaimana menyusun spesifikasi agar tidak mengarah kesalah satu merk tetapi memperoleh barang sesuai dengan yang diinginkan?

Penyusunan HPS mengacu pada harga-harga yang didapat oleh panitia pengadaan barang/jasa dari berbagai sumber yang dapat dipercaya dan perhitungannya dilakukan secara keahlian sebagaimana ketentuan dalam pasal 13. HPS dapat menggunakan nilai rata-rata dari data yang didapat. Nilai yang ada dalam HPS digunakan sebagai acuan untuk menilai kewajaran harga, sedangkan harga yang mengikat adalah harga yang tercantum dalam penawaran dan harus dibawah pagu anggaran (pasal 28 butir (1). c.). 4. Mohon arahan mengenai metode pengadaan obat ASKES dan obat Generik untuk kebutuhan Rumah Sakit Umum Pemerintah dan Daerah serta Puskesmas? a. Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007 yang merupakan perubahan ketujuh dari Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedom an Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Lampiran I Bab I C. 1. a. 4) b) (5), pekerjaan pengadaan dan distribusi bahan obat, obat dan alat kesehatan dalam rangka menjamin ketersediaan obat untuk pelaksanaan peningkatan pelayanan kesehatan kepada mas yarakat yang jenis, jumlah dan harganya telah ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang kesehatan, dapat dilakukan dengan penunjukan langsung; b. Penunjukan langsung kepada Pabrik Obat dan atau Pedagang Besar Farmasi, hanya dapat dilakukan bagi pengadaan dan distribusi bahan obat/obat/alat kesehatan yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 302/Menkes/SK/III/2008, dengan tidak mengabaikan prinsip efisiensi dalam pengadaan barang/jasa sebagaimana diatur dalam pasal 3 huruf a Keppres Nomor 80 Tahun 2003. Untuk pengadaan dan distribusi bahan obat/ obat/alat kesehatan di luar ketetapan Menteri Kesehatan harus mengikuti prosedur sebagaimana diatur dalam Keppres Nomor 80 Tahun 2003 beserta perubahannya. 5. Apakah Direktorat-Direktorat Jenderal lainnya harus mengadakan pelelangan/pengadaan tersendiri atau dapat menunjuk langsung PT. X? (terkait PT. X sebagai pemenang tender pengadaan stand pameran yang dilakukan Balitbang Y) a. PT. X yang mendapatkan kontrak dari Badan Penelitian dan Pen gembangan Departemen Y mendapatkan hak dan kewenangan dalam pengadaan stand pameran dan merupakan satu satunya penyedia jasa yang mendapatkan kontrak tersebut. Kewenangan yang didapat PT. X dari Badan Penelitian dan Pengembangan menjadikan PT. X sebagai pe megang tunggal atas hak untuk menambah stand peserta dalam pameran yang akan dilakukan pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan; b. Mengacu pada ketentuan dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Lampiran I Bab I butir C. 1. a. 4) b) (2), direktorat-direktorat jenderal lainnya yang akan menggunakan stand pameran tersebut pada butir 1 dapat menggunakan metode penunjukan langsung kepada PT. X. Namun sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 pasal 17 butir (5), panitia pengadaan barang/jasa harus melakukan negosiasi baik teknis maupun biaya sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.

Jasa Konstruksi/Pemborongan
1. Rekomendasi mengenai permohonan PT. X, yang merupakan pemenang pada pelelangan pekerjaan pembangunan Gedung Tahap I. Apakah secara teknis/prosedur dan perundang undangan yang berlaku memungkinkan untuk penunjukan langsung pelaksanaan pembangunan Tahap II atau harus tetap melalui proses pelelangan secara umum?.

sebagaimana dimaksud dalam Keppres 80 Tahun 2003 pasal 3 huruf c yaitu prinsip terbuka dan bersaing. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaks anaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pasal 1 ayat 12.000.. Apakah proses lelang untuk paket pekerjaan Perbaikan dan Penggantian Alat Pemadam Kebakaran Gedung dan Sumur Pipa Air merupakan paket pengadaan barang atau jasa pemborongan sehubungan dengan persyaratan SIUP dan SIUJK? a..(sepuluh milyar rupiah) sepanjang kemampuan dasar (KD) memenuhi persyaratan minimal paket pekerjaan yang dilelang. e..000.000. terkait dengan peraturan LPJK? a.000. maka item baru ini seharusnya dilelangkan. Mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.000.(sepuluh milyar rupiah).000. Bilamana sifat pertanggungan tersebut dapat dipisahkan.000. Bagaimana peraturan mengenai kualifikasi gred perusahaan jasa konstruksi menurut ketentuan Keppres Nomor 80 Tahun 2003. 3.a. Aturan yang dikeluarkan oleh LPJK tidak boleh bertentangan dengan Keppres 80 Tahun 2003. b.000. Tanggapan terhadap permohonan PT. Pada prinsipnya pemilihan penyedia barang/jasa dilakukan dengan metoda pelelangan umum sebagaimana ketentuan dalam Keputusan Presiden nomor 80 tahun 2003 pasal 17 butir (1).000. maka panitia harus menentukan spesifikasi teknis dan menilai/menegosiasi harga secara profesional agar tidak terjadi kerugian yang berdampak pada pemborosan keuangan negara.000. c. Perusahaan dengan kualifikasi gred 6 dan gred 7 tidak boleh dilarang untuk mengikuti lelang pekerjaan dengan nilai Rp 1. Bilamana dilakukan penunjukan langsung dan mengingat pada pembangunan gedung tahap II kemungkinan besar akan terdapat item pekerjaan baru yang tidak didapat dalam kontrak sebelumnya. Jasa Pemborongan adalah layanan pekerjaan pelaksanaan konstruksi atau wujud fisik lainnya yang perencanaan teknis dan .(satu milyar rupiah) dapat diikuti oleh penyedia barang/jasa non-kecil sepanjang kompetensi minimum yang diperlukan telah dipenuhi. sedangkan pekerjaan yang betul-betul merupakan satu kesatuan konstruksi dilakukan penunjukan langsung kepada penyedia jasa sebelumnya. apabila ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri/Pemimpin Lembaga/Panglima TNI/Kapolri/Dewan Gubernur BI/Pemimpin BHMN/Direksi BUMN harus tetap berpedoman serta tidak boleh bertentangan dengan ketentuan dalam Keppres 80 Tahun 2003. Demikian juga perusahaan dengan kualifikasi gred 5 tidak boleh dibatasi maksimum Rp 10. Bilamana terdapat banyak item pekerjaan baru pada pembangunan tahap II. b. 2.(satu milyar rupiah) sampai Rp 10. maka pekerjaan tahap II dapat dilakukan oleh penyedia barang/jasa lainnya dan proses pemilihan penyedia barang/jasanya diupayakan dilakukan dengan pelelangan umum. klasifikasi penyedia barang/jasa hanya digolongkan atas usaha kecil dan non kecil.000. 5) yaitu pekerjaan lanjutan yang secara teknis merupakan kesatuan konstruksi yang sifat pertanggungannya terhadap kegagalan bangunan tidak dapat dipecah-pecah dari pekerjaan yang sudah dilaksanakan sebelumnya. X untuk penunjukan langsung agar disesuaikan dengan butir-butir tersebut diatas. Mengacu pada Keputusan Presiden 80 Tahun 2003 pasal 7 ayat (2) disebutkan Pengaturan pengadaan barang/jasa pemerintah yang dibiayai dari dana APBN. d. penunjukan langsung dapat dilakukan apabila dipenuhi ketentuan sebagaimana dalam pasal 12 butir (1) a. Sebagaimana ketentuan pasal 46 dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003.000. Paket pekerjaan pengadaan barang/jasa dengan nilai lebih dari Rp 1. Pembatasan penyedia barang/jasa yang lebih mampu akan menghambat persaingan dan melanggar prinsip dasar pengadaan barang/jasa.

dan ada yang tidak terencana/diketahui komponen yang rusak sebelum dilakukan pemeriksaan di bengkel.spesifikasinya ditetapkan pengguna barang/jasa dan proses serta pelaksanaannya dia wasi oleh pengguna barang/jasa. sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Lampiran I Bab II A. c. Memperhatikan banyaknya penyedia jasa pembuatan sertifikasi tanah (Notaris/PPAT) di dalam suatau wilayah kerja. maka penyedia jasa yang dipilih adalah bengkel resmi yang khusus menangani merek kendaraan tertentu yang akan dirawat/diperbaiki. 4). Sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pasal 7. termasuk penunjukan langsung. a. pada prinsipnya pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/jasa lainnya dilakukan melalui metoda pelelangan umum. 4) b) (2). 1. b. Mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pasal 3 butir b dan f. b. sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Lampiran I Bab I C. mengingat pekerjaan tersebut hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia barang/jasa yaitu PT. 4) b) (2) dengan mengacu pada harga resmi yang diberlakukan pada bengkel tersebut. Bagaimana ketentuan pengadaan barang/jasa untuk penambahan daya jaringan listrik? Untuk penambahan daya jaringan listrik dapat dilakukan penunjukan langsung. maka pengadaan jasa sertifikasi tanah milik negara harus dilakukan dengan pelelangan umum. 1. Mohon penjelasan tentang metode dan kontrak pemilihan penyedia jasa yang cocok dilakukan untuk kegiatan perawatan kendaraan dinas (kendaraan pejabat sampai bus antar jemput karyawan) yang memerlukan servis berkala (ganti oli. Perusahaan Listrik Negara (PLN). tune up). dan tidak diketahui jadwalnya? a. Metode lainnya. Dalam kontrak harus tercantum perkiraan jenis pekerjaan. Mengingat kekhususan perawatan dan onderdil yang diperlukan untuk kendaraan dinas. perkiraan volume pekerjaan dari tiap jenis pekerjaan. harga satuan dan perkiraan biaya yang diperlukan dalam satu tahun anggaran. b. a. pengadaan penyedia jasa perawatan mobil harus mempertanggungjawabkan berfungsinya kendaraan dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan pelayanan masyarakat. 2. a. Proses pengadaannya dapat dilakukan dengan penunjukan langsung sebagaimana ketentuan pada Lampiran I Bab I butir C. untuk pengadaan barang/jasa hany a dapat dilakukan bilamana metode pelelangan umum tidak dapat dilakukan atau memenuhi ketentuan dalam Lampiran I Bab I butir B. 1) a). Mengacu pada butir (a) diatas. mengingat Notaris/PPAT merupakan Pejabat Negara yang tidak digaji oleh Pemerintah? a. Kontrak yang digunakan dengan penyedia jasa perawatan mobil dinas adalah kontrak harga satuan. Dengan demikian para penyedia barang/jasa yang mengikuti pelelangan dimaksud harus memiliki Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK). 3. b. Pengadaan Jasa Lainnya 1. 1. Apakah untuk pembuatan sertifikasi tanah kantor BKPM dapat menunjuk langsung Notaris/PPAT. . 1. maka pekerjaan Perbaikan dan Penggantian Alat Pemadam Kebakaran Gedung serta Perbaikan dan Penggantian Sumur Pipa Air yang terdiri dari paket-paket pengadaan dan pemasangan barang merupakan pe kerjaan jasa pemborongan/konstruksi.

sebagaimana dimaksud dalam Bab II C. angka (2) dan (4) Lampiran Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah? a. sebagaimana tercantum dalam Keppres Nomor 80 Tahun 2003 pasal 30 ayat (2). (5). 2) sampai 5). Perubahan volume pekerjaan yang terjadi selama pelaksanaan kontrak dituangkan dalam adendum kontrak. Perubahan kontrak mengacu pada ketentuan yang tercantum pada Lampiran I Bab II butir D. b. b. 2. atau Penanggung Jawab Bidang dapat digunakan kembali sebagai tenaga ahli/teknis (tercantum didaftar Data Personalia Isian Kualifikasi/Personil Inti) oleh badan usaha lain. b. Mengingat hasil pekerjaan jasa konsultan tidak dapat dipastikan dari awal. 2. pasal 12. 1. 3. 80 Tahun 2003 Lampiran Bab II C 2 b 2) b) (4). Pemeriksaan keuangan penyedia jasa oleh pihak lain selain PPK agar mengacu pada peraturan perundangan lainnya yang berlaku . Apakah pemeriksa keuangan secara langsung kepada penyedia jasa dapat dilakukan oleh pihak lain selain pengguna jasa. Apakah terhadap kontrak lumpsum diperlukan adanya pemeriksa keuangan dalam proses pelaksanaan kontrak oleh penyedia jasa konsultan. Ole h karena itu proses pengadaan jasa konsultan selalu disertai dengan negosiasi biaya/harga satuan sebagaimana diatur dalam pelaksanaan metoda seleksi umum untuk jasa konsultan sesuai ketentuan Keppres Nomor 80 Tahun 2003 Pasal 25 ayat (1) huruf a s/d d. pemeriksaan keuangan penyedia jasa dalam proses pelaksanaan kontrak tidak dapat dilakukan. g. 2. Bilamana menggunakan kontrak lumpsum. tenaga teknik dan atau tenaga ahli yang berstatus tenaga tetap pada suatu badan usaha dilarang merangkap sebagai tenaga tetap pada usaha orang perseorangan atau badan usaha lainnya di bidang jasa konstruksi yang sama. Jasa konsultan dengan kontrak lumpsum hanya digunakan untuk pekerjaan -pekerjaan yang sudah dapat dipastikan hasilnya. 4. maka pada umumnya kontrak jasa konsultan menggunakan kontrak harga satuan dan tidak menggunakan kontrak lumsum. sebagaimana dimaksud dalam Bab II C. dan semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang/jasa. apakah seorang Penanggung Jawab Badan Usaha. Apabila ada sebuah peralatan yang telah dipergunakan oleh sebuah perusahaan dalam satu paket pekerjaan (dalam dokumen penawaran) dan perusahaan tersebut telah memegang kontrak .d. Penanggung Jawab Teknik. Untuk perawatan atau perbaikan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya dapat dilakukan penambahan item pekerjaan pada kontrak melalui adendum kontrak dengan terlebih dahulu dilakukan negosiasi teknis dan biaya sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan. Mengacu pada Perlem LPJK No 11a Tahun 2008. ataupun kegiatan yang pengendalian prosesnya sulit dilakukan seperti kegiatan jasa konsultan untuk menghasilkan model -model perencanaan yang dilaksanakan oleh kantor induk perusahaan di luar negeri. (4) Lampiran Keppres Nomor 80 Tahun 2003? Menurut Keppres No. sebagai tenaga kerja paruh waktu (temporer)? Menurut pasal 11 ayat (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi. dengan jumlah harga yang pasti dan tetap. 2. pemeriksaan keuangan dapat dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). c. Mengingat kontrak lumpsum adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu. Jasa Konsultansi 1. 2.

c.-? Dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 pasal 17 untuk metode pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/jasa lainnya hanya ada 4 (empat) yaitu pelelangan umum.000.000. Apabila Rakernas dilaksanakan oleh pihak ketiga (event organizer). Persiapan 1.000.000. Pihak ketiga yang dimaksud adalah penyedia barang/jasa sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Pasal 11. 2. Sesuai Keppres No 80 Tahun 2003. Swakelola 1.. Proses pemilihan penyedia barang/jasa dengan nilai Rp 8. apabila kegiatan tersebut masuk dalam kelompok kegiatan lainnya dalam RKAKL . KPA dapat pula mengangkat panitia pengadaan barang/jasa yang sudah dibentuk oleh pemerintah daerah setempat (provinsi/kabupaten/kota) dan menugaskan panitia pengadaan barang/jasa tersebut untuk melaksanakan pelelangan pengadaan jasa pelaksanaan (event organizer) kegiatan dimaksud. Dalam pasal 46.dilakukan dengan penunjukan langsung yang diproses oleh pejabat pengadaan barang/jasa. maka pelaksanaannya hanya dapat dilakukan oleh pihak ketiga.. Apakah kegiatan Rakernas dapat dilakukan secara swakelola atau harus dilakukan oleh pihak ketiga? Pelaksanaan Rapat Kerja dapat dilakukan dengan swakelola atau melalui pihak ketiga. dalam proses pengadaan barang/jasa Pemerintah dengan nilai sebesar Rp 400.000. Siapa yang melakukan proses pemilihan penyedia untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai Rp 8. nilai paket pekerjaan pengadaan barang/jasa . apakah proses pengadaannya dapat dilakukan di Pemerintah Provinsi X? Mengingat lokasi pelaksanaan kegiatan berada jauh dari Jakarta?. apakah bisa peralatan tersebut digunakan kembali oleh perusahaan yang bersangkutan untuk mengikuti sebuah proses pelelangan lain yang berbeda lokasi pekerjaan dan dalam periode pelaksanaan pekerjaan yang sama? Penggunaan peralatan untuk beberapa pekerjaan sekaligus diperbolehkan dengan mempertimbangkan beban kerja (load) dan waktu yang diperlukan untuk mobilitas peralatan tersebut. instansi pemerintah wajib memaksimalkan penyediaan paket-paket pekerjaan untuk usaha kecil termasuk koperasi kecil serta kelompok masyarakat. Apakah benar informasi bahwa proses tersebut dapat juga diikuti oleh perusahaan yang mempunyai kualifik asi besar? Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pasal 40 butir (1). Apabila kegiatan tersebut masuk dalam kelompok belanja barang dan/atau modal. pemilihan langsung dan penunjukan langsung. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dapat membentuk panitia pengadaan barang/jasa di Provinsi X dengan ketentuan sebagaimana Pasal I 1.diperuntukkan bagi perusahaan dengan kualifikasi kecil. (Pasal 1 ayat 8) dalam Perpres Nomor 8 Tahun 2006 tentang perubahan keempat atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003.pekerjaan tersebut. pelelangan terbatas.000. 2.

000.000.00 (satu miliar rupiah) diperuntukkan bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil..pemborongan/jasa lainnya sampai dengan Rp 1. 50.PPN/04/2007 untuk persyaratan sertifikat ahli pengadaan barang/jasa dalam penunjukan Pejabat Pembuat Komitmen? . -. Dalam Keputusan Presiden nomor 80 Tahun 2003 Lampiran I Bab II butir A. Panitia Pengadaan/Unit Layanan Pengadaan tidak dilarang untuk melakukan proses pengadaan barang/jasa dengan nilai dibawah Rp. Disamping butir a) diatas.000.000. b. wajib dinegosiasikan dengan berita acara negosiasi oleh Pejabat Pengadaan.000. 1. b.000. c. dan memperhatikan independensi Panitia Pengadaan maka kehadiran pengawas internal dalam proses negoasiasi harus seizin Panitia Pengadaan. Dapatkah pengawasan intern (auditor/Inspektur) menghadiri proses negosiasi? Mengingat adanya etika untuk menjaga kerahasiaan dokumen pengadaan barang/jasa yang seharusnya dirahasiakan (sesuai Keppres Nomor 80 Tahun 2003 pasal 5 b).000. Penjelasan mengenai ketentuan jaminan pelaksanaan dan jaminan pemeliharaan dalam Keppres Nomor 80 Tahun 2003? a. metode pemilihan atau penunjukan langsung (dibawah Rp 50. Apakah masih diperbolehkan mengacu surat Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas No 0149/M.000. kecuali untuk paket pekerjaan yang menuntut kompetensi teknis yang tidak dapat dipenuhi oleh usaha kecil termasuk koperasi kecil. maka perusahaan yang baru berdiri dan tidak memiliki pengalaman tidak dapat lulus dalam proses pra kualifikasi untuk pekerjaan non kecil (di atas Rp 1. 6. 4. Jaminan Pemeliharaan digunakan untuk menjamin bahwa kontraktor akan melakukan pemeliharaan selama masa pemeliharaan yang ditetapkan. 7. Jaminan Pelaksanaan ini dimaksudkan untuk menjamin apabila terjadi kerusakan struktur dari bangunan yang dibuat oleh kontraktor. Apakah perusahaan yang baru berdiri kurang dari 3 tahun dapat dinyat kan lulus dalam hal a pengalaman kerja? a. yaitu persyaratan kualifikasi adalah bahwa perusahaan harus mempunyai pengalaman yaitu dengan menghitung pengalaman nilai paket tertinggi berdasarkan pengalaman pekerjaan dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir. kontraktor juga perlu memberikan Jaminan Pemeliharaan sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak.000. Apakah metoda pemilihan atau penunjukan langsung (dibawah Rp 50. b.000. -). kecuali penyedia barang/jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun.000.00). 5.-) wajib dinegosiasi dengan berita acara negosiasi? Apakah PPK atau pejabat pengadaan/ULP yang melakukan negosiasi? Sesuai Keppres Nomor 80 Tahun 2003 pasal 10 ayat (2). Dari butir-butir tersebut diatas. 3. masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari setelah masa pemeliharaan berakhir.000. Ketentuan pada butir tersebut diatas untuk metode pelelangan umum yang harus memenuhi persyaratan yang tercantum pada ketentuan kualifikasi dalam Lampiran I Bab V Pelaksanaan Penilaian Kualifikasi butir A. 4. Sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 pada Lampiran I Bab II A 1 n 1) c). 1) f) berbunyi: Selama 4 (empat) tahun terakhir pernah memiliki pengalaman menyediakan barang/jasa baik di lingkungan pemerintah atau swasta termasuk pengalaman subkontrak baik di lingkungan pemerintah atau swasta .

Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran : a. 8. Mohon penjelasan mengenai penyusunan Harga Perkiraan Sendiri? a.Sesuai dengan Surat Edaran Kepala LKPP No. Mengingat kewenangan untuk melakukan tindakan ya ng mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja ada pada Pengguna Anggaran/Kepala SKPD. Untuk barang/jasa dengan turn over yang cepat. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) harus memperhitungkan biaya seluruh komponen agar tujuan dari pengadaan barang/jasa dipenuhi dengan efisien dan efektif. 01/SE/KA/2009 tanggal 14 Januari 2009 Panitia/Pejabat Pengadaan/Anggota Unit Layanan Pengadaan wajib bersertifikat terhitung mulai tanggal 1 Januari 2009 sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen wajib bersertifikat mulai 1 Januari 2010. dimana Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam melaksanakan tugasnya selaku pejabat Pengguna Anggaran berwenang melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja. 11 Tahun 1994 yang merupakan Perubahan Pertama Atas Undang -Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. sebagaimana ketentuan dalam Keppres No. dengan tarif sebesar 10% (sepuluh persen). Dengan demikian apabila Kuasa Pengguna Anggaran di Pemerintahan Daerah merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen. maka pelimpahan kewenangan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen hanya bisa dilakukan oleh Pengguna Anggaran/Kepala SKPD. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara pasal 6 ayat (2) huruf b. Semua tugas yang tercantum dalam Perpres Nomor 8 Tahun 2006 pasal 9 ayat (3) dilaksanakan sepenuhnya oleh Pengguna Anggaran atau Kuasa Pengguna Anggaran yang merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen. c. Untuk pengadaan barang/jasa yang dibiayai APBD. dasar Pengenaan PPN adalah jumlah harga jual atau penggantian atau nilai impor atau nilai ekspor atau nilai lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. HPS disusun oleh Pejabat/Panitia Pengadaan/UnitLayanan Pengadaan (Procurement Unit) dan ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebagai alat untuk menilai kewajaran harga penawaran termasuk rinciannya. b. Keuntungan merupakan hak penyedia barang/jasa dan menjadi bagian dari HPS. c. maka siapa pejabat yang menunjuknya dan apakah semua tugas PPK pada pasal 9 ayat 3 dilaksanakan sepenuhnya? Kewenangan Pejabat Pembuat Komitmen. . Besaran keuntungan tergantung turn over barang/jasa. Panitia dapat menetapkan keuntungan yang wajar dari total biaya pengadaan di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN). b. keuntungannya lebih kecil dibandingkan barang/jasa dengan turn over yang lebih lambat. 9. maka Kuasa Pengguna Anggaran tersebut harus mendapat pelimpahan dari Pengguna Anggaran/Kepala SKPD disamping penetapan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran oleh Gubernur/ Bupati/ Walikota. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pasal 13 ayat (2) dan (3). Berdasarkan pasal 1 huruf n dan pasal 7 huruf a UU No. Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah selaku Pengguna Anggaran secara otomatis merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen. b. Apabila Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran bertindak sebagai PPK.

maka persyratan bukti setor PPh adalah sampai dengan bukti setor 2 (dua) bulan sebelumnya. Bupati/Walikota untuk pengadaan yang dibiayai APBD Kabupaten/Kota. b. 32 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2009. Pelaksanaan pemilihan pengadaan barang/jasa d engan menggunakan kontrak tahun jamak dengan menggunakan APBD pada prinsipnya sama dengan jenis kontrak lainnya yang disebutkan dalam pasal 30 Keppres No. Apabila jadwal pemasukan penawaran yang terdapat dalam dokumen lelang sebelum pertengahan bulan. dan masa waktu penganggaran dan pelaksanaannya dibatasi maksimum sama dengan sisa masa jabatan kepala daerah yang bersangkutan. Mohon penjelasan mengenai penggunaan HPS? a. disebutkan bahwa surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak badan disampaikan paling lama 4 (empat) bulan setelah akhir Tahun Pajak. Mohon penjelasan mengenai proses yang harus dipersiapkan untuk pembangunan rumah sakit dengan dana APBD dan kontrak tahun jamak? a. maka pelaksanaannya harus tundu k pada perangkat peraturan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang antara lain terdiri dari Peraturan Mendagri No. 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang -Undang No. maka persyaratan SPT adalah SPT 2 (dua) tahun sebelumnya. Mengacu kepada UU No. b.10. maka panitia pengadaan dapat pula meminta Surat Setoran Pajak (SSP) PPh Pasal 25 untuk 3 (tiga) bulan terakhir. Mengingat pembangunan RSUD X menggunakan APBD. Karena HPS disusun oleh panitia/pejabat pengadaan/Unit Layanan Pengadaan dan ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen maka yang menggunakan HPS adalah panitia/pejabat pengadaan/Unit Layanan Pengadaan/Pejabat Pembuat Komitmen untuk menilai kewajaran harga penawaran. c. yang menyebutkan bahwa dalam rangka penganggaran kegiatan yang pelaksanaannya lebih dari satu tahun anggaran. 80 Tahun 2003.6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan pasal 3 ayat 3 huruf (c). Gubernur untuk pengadaan yang dibiayai APBD Propinsi. 11. 12. Auditor tidak seharusnya menilai HPS dalam melihat kewajaran harga tetapi seharusnya menilai harga yang tercantum dalam kontrak. b. Apabila jadwal pemasukan penawaran yang terdapat dalam dokumen lelang sebelum tanggal 31 April. Pelaksanaan kontrak tahun jamak pada aturan tersebut tercantum dalam Lampiran Bab IV angka 9. Mohon penjelasan mengenai persyaratan peserta lelang untuk melunasi kewajiban pajak tahun terakhir sesuai dengan Keppres Nomor 80 Tahun 2003? a. Perbedaannya hanya pada alokasi dana tahunan untuk kontrak tahun jamak dibutuhkan pers etujuan dari Kepala Daerah dan DPRD. . c. maka untuk menjaga kepastian kelanjutan penyelesaian pekerjaan terlebih dahulu dibahas dan disetujui bersama antara pemerintah daerah dengan DPRD. Mengacu pada Keputusan Presiden 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pasal 30 ayat 8. Untuk menilai kewajaran harga dalam kontrak auditor harus memiliki alat ukur tersendiri dengan referensi berupa indikator harga pasar yang diperoleh pada waktu yang bersamaan dengan pelaksanaan kontrak. disebutkan bahwa Kontrak tahun jamak adalah kontrak pelaksanaan pekerjaan yang mengikat dana anggaran untuk masa lebih dari 1 (satu) tahun anggaran yang dilakukan atas persetujuan o leh Menteri Keuangan untuk pengadaan yang dibiayai APBN. Untuk memastikan kepatuhan peserta lelang dalam membayar pajak.

2). Untuk pekerjaan sederhana yang kualitas teknisnya hampir sama. 3. penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi apabila persyaratan dalam butir tersebut dipenuhi. nilai bobot administrasi lebih besar atau sama dengan bobot spesifikasi teknis dan harga? Sesuai dengan ketentuan dalam Lampiran I Bab II A. Penyedia barang/jasa yang menawarkan jadual pelaksanaan tidak lebih panjang dari yang disyaratkan dalam dokumen pengadaan tidak dapat digugurkan. b). 1). namun bilamana tidak disertai dengan pengumuman lelang di surat kabar tidak memenuhi ketentuan Keppres Nomor 80 Tahun 2003 pasal 10 ayat (5) d. f. b. b. Dalam evaluasi penawaran proses penunjukan/pelelangan umum. 1). 6. Evaluasi penawaran dengan sistem nilai digunakan untuk pengadaan barang/jasa pemborongan/jasa lainnya yang memperhitungkan keunggulan teknis sepadan dengan harganya. apakah gugur bila ada penawaran dengan masa pelaksanaan lebih lama dari masa pelaksanaan yang disyaratkan dalam dokumen lelang? Lamanya waktu pelaksanaan dalam dokumen pengadaan merupakan bagian yang dinilai. f. dan perhitungan evaluasi penawaran teknis dan harga. Apakah boleh/wajib mencantumkan bobot atas kriteria penilaian dalam dokumen pemilihan penyedia atas suatu paket pengadaan barang/jasa? Pemberian bobot atas kriteria penilaian hanya digunakan untuk pengadaan dengan metoda evaluasi sistem nilai (merit point). .1. 2. Isi pengumuman memuat sekurang-kurangnya : a) nama dan alamat pengguna barang/ jasa yang akan mengadakan pelelangan umum . Apakah benar bila dalam menyusun kriteria penilaian/evaluasi penawaran. b) uraian singkat mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan atau barang yang akan dibeli. 1. Penawaran yang masa pelaksanaannya melebihi dari jadwal yang ditetapkan dalam dokumen lelang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan pada Lampiran I Bab II butir A. dan pasal 17 ayat (2). 5). mengingat penawaran harga sangat dipengaruhi oleh kualitas teknis sebagaimana Lampiran I Bab I butir C.Pelaksanaan Pelelangan/Pemilihan 1. bobot. Mengacu pada Lampiran I Bab I butir C. 1. b). c) perkiraan nilai pekerjaan. 7) b). 5. 3. Bilamana metode evaluasi menggunakan sistem nilai maka dokumen pengadaan harus mencantumkan kriteria. Apakah benar bila pejabat/panitia pengadaan barang/jasa memilih penawar terendah nomor dua hanya karena jadwal pelaksanaan yang ditawarkan lebih cepat dari penawar terendah satu? (dimana persyaratan lain terpenuhi oleh penawar terendah satu) Waktu pelaksanaan yang lebih cepat tidak mendapat nilai tambah dalam sistem evaluasi pengadaan dengan menggunakan sistem gugur. metoda evaluasinya menggunakan sistem gugur. a. penilaian hanya diberikan pada unsur teknis dan harga. 4. 3. Mohon diberikan contoh standar format pengumuman pelelangan yang benar? Isi pengumuman untuk proses pelelangan umum dapat dilihat pada Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Lampiran I Bab II A. Apakah sah secara hukum bila suatu pelelangan umum tanpa pengumuman lelang di surat kabar (nasional/provinsi) dan hanya diumumkan di website instansi pemerintah/lembaga yang terhubung dengan website pengadaan nasional? Pelelangan umum yang hanya diumumkan di website instansi pemerintah/lembaga yang terhubung dengan website pengadaan nasional.

(4) besar jaminan penawaran tidak kurang dari nilai nominal yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa. Dalam rapat penjelasan teknis sudah ditetapkan Daftar Personil yang akan ditugaskan (rekaman ijazah dan Surat Keterangan Ahli) dan Daftar Pengalaman Perusahaan (rekaman kontrak dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan/FHO). e) tempat. 9. didalam dokumen penawaran tidak dilampirkan rekaman -rekaman tersebut. b. 7. dimasukkan dalam daftar hitam sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun. Apakah Jaminan Penawaran yang tidak sesuai dengan format yang ditetapkan oleh panitia dapat menggugurkan penawaran tersebut? Format surat jaminan penawaran tidak menentukan gugur atau tidaknya suatu penawaran. Pada pelelangan dengan metode pascakualifikasi. dan waktu untuk mengambil dokumen penga daan. 9) (d) dan 10). (2) masa berlaku jaminan penawaran tidak kurang dari jangka waktu yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa. apakah hal tersebut dapat menggugurkan evaluasi tersebut? a.1. 5) c)) yang harus berisi: (1) diterbitkan oleh bank umum (tidak termasuk bank perkreditan rakyat) atau oleh perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) yang mempunyai dukungan reasuransi sebagaimana persyaratan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. hari. penyedia barang/jasa dapat dikenakan sanksi pembatalan sebagai calon pemenang. (5) besar jaminan penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf. (7) paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelang. Berdasarkan Keppres No. c. serta diancam dituntut secara perdata dan pidana (Keppres No. Yang dimaksud dokumen teknis antara lain kualifikasi personil inti yang dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan yang dapat dibuktikan dengan rekaman ijazah dan Surat Keterangan Ahli.f.1. (6) nama pengguna barang/jasa yang menerima jaminan penawaran sama dengan nama pengguna barang/jasa yang mengadakan pelelangan. Apabila dalam evaluasi (dengan sistem merit point dengan pascakualifikasi). apakah penandatanganan pakta integritas harus dilakukan calon peserta lelang pada saat mendaftar? Apakah yang tanda tangan pakta integritas harus tercantum dalam akte? . tanggal. Panitia pengadaan harus menilai subtansi dari surat jaminan penawaran (Keppres No. f. 1. panitia pengadaan dapat menggugurkan penawaran peserta lelang yang tidak memenuhi persyaratan teknis. 8. Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksana an Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pasal 14 ayat (8) disebutkan bahwa Pejabat Pembuat Komitmen wajib menyederhanakan proses prakualifikasi dengan tidak meminta seluruh dokumen yang disyaratkan melainkan cukup dengan formulir isian kualifikasi penyedia barang/jasa. 80 Tahun 2003 Lampiran I Bab II huruf A. (8) isi surat jaminan penawaran harus sesuai dengan ketentuan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa. (3) nama peserta lelang sama dengan nama yang tercantum dalam surat jaminan penawaran.d) syarat-syarat peserta lelang umum. 80 Tahun 2003 Lampiran I Bab II A.g). 80 Tahun 2003 pasal 8 ayat (9) dan Lampiran I Bab II A. dan tidak boleh mengikuti pengadaan untuk 2 (dua) tahun berikutnya. Pada saat verifikasi bilamana penyedia barang/jasa yang tidak dapat menyerahkan rekaman atau asli dokumen yang sah sebagaimana dipersyaratkan dalam dokumen lelang. Sedangkan rekaman kontrak dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan (FHO) merupakan dokumen kualifikasi yang dapat menggugurkan penawaran apabila tidak dapat dibuktikan kebenarannya setelah dilakukan verifikasi dan konfirmasi.

11. 13.Pakta integritas harus ditandatangani oleh Penyedia Barang/Jasa yang namanya tercantum dalam akte pendirian perusahaan. Penjelasan mengenai pengertian kontrak multi years dalam Keppres Nomor 80 Tahun 2003? Kontrak tahun jamak adalah kontrak yang pelaksanaan pekerjaannya mengika t dana anggaran lebih dari 1 (satu) tahun sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 pasal 30 ayat (8) atau kontrak yang waktu pelaksanaannya lebih dari 12 bulan sesuai dengan Penjelasan atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 pasal 30 ayat (8) dan Lampiran I Bab II E 1. resiko- .a.C. Apakah bisa peserta lelang yang menyanggah mencatat (atau fotokopi) isian dokumen penawaran asli perusahaan yang disanggah? Dengan alasan untuk dikonfirmasi ke instansi yang terkait mengenai kebenaran data isian dalam dokumen tersebut.2. apakah beban bunga yang ditanggung oleh Pelaksana/Kontraktor sudah termasuk didalam harga satuan pekerjaan? Dalam pengadaan barang jasa yang dibiayai APBN/APBD. panitia dapat mempersyaratkan klasifikasi subbidang pekerjaan lebih dari satu jenis sepanjang paket tersebut menuntut kompetensi dari subbidang yang berbeda (Keppres No. penandatanganan Pakta Integritas dilakukan sebelum pemasukan dokumen prakualifikasi atau dokumen penawaran. Apakah kontrak kerja yang sudah PHO/P1 tapi belum FHO/P2 bisa digunakan untuk dasar penilaian KD pengalaman perusahaan dalam isian dokumen kualifikasi? Kontrak kerja yang dapat dijadikan dasar perhitungan Kemampuan Dasar (KD) merupakan pekerjaan yang sudah selesai masa pemeliharaannya (Final Hand Over/P2) sebagaimana diatur dalam Keppres No. Dalam Kontrak Terima Jadi (Turn Key).6). Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Lampiran I Bab I. 1. b. Bolehkah proses pelelangan atas suatu pekerjaan dilakukan sementara APBD Perubahan masih dalam pembahasan di DPRD Kabupaten? Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006. 2. apakah panitia lelang bisa mempersyaratkan klasifikasi subbidang pekerjaan lebih dari satu jenis? Dalam pelelangan sebuah paket yang terdiri dari berbagai macam item/sub pekerjaan. Dengan demikian peserta lelang tidak dapat mencatat/ memfotokopi dokumen penawaran peserta lelang lainnya. Mengacu pada pasal 9 ayat (3) j. Dalam pelelangan sebuah paket yang terdiri dari berbagai macam item/jenis/sub pekerjaan. 12. 1) i)) dengan maksud tidak menutup persaingan yang sehat. semua resiko-resiko pelaksanaan harus sudah dicakup dalam nilai harga satuan yang tercantum dalam kontrak. Termasuk dalam kategori ini adalah alokasi dana untuk biaya tak terduga. 80 Tahun 2003 Lampiran I Bab II huruf A. Penyusunan/Pelaksanaan Kontrak 1. dokumen penawaran bersifat rahasia. 1. dan pasal 10 (5) i Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003. a. 1) i). pemerintah tidak mengizinkan adanya alokasi dana untuk kegiatan yang tidak bisa dihitung pada saat penandatanganan kontrak. 80 Tahun 2003 Lampiran I Bab II huruf A. 10. b. Untuk kontrak lainnya (lumpsum atau terima jadi). Untuk kontrak harga satuan. Pasal 9 ayat (6) Pejabat Pembuat Komitmen dapat melaksanakan pengadaan barang/jasa sebelum dokumen anggaran disahkan sepanjang anggaran untuk kegiatan yang bersangkutan telah dialok asikan (telah selesai dibahas dengan DPRD) dengan ketentuan penerbitan surat penunjukan penyedia barang/jasa (SPPBJ) dan penandatanganan kontrak dilakukan setelah dokumen anggaran untuk pengadaan barang/jasa dimaksud telah disahkan.

Siapakah pihak yang paling bertanggung jawab jika ternyata selama masa pemeliharaan terjadi kerusakan pada hasil pekerjaan dan pihak penyedia barang/jasa tidak bersedia untuk melakukan pemeliharaan dengan konsekuensi jaminan pemeliharaan dicairkan. apakah bisa panitia lelang dan PPK/PPTK secara sepihak mensyaratkan jaminan penawaran. Siapakah pejabat yang menetapkan pengenaan daftar hitam penyedia barang/jasa yang terbukti cidera janji. Berdasarkan Lampiran I Bab II C 2. instansi yang mengeluarkan izin usaha. Dengan demikian daftar hitam berlaku secara nasional diseluruh instansi pusat dan daerah yang menggunakan dana APBN dan/atau APBD. Daftar hitam dikeluarkan dalam bentuk surat yang mencantumkan juga pelanggaran yang telah dilakukan oleh penyedia barang/jasa. . Daftar hitam merupakan pelanggaran atas pakta integritas dan menggugurkan perusahaan atau perorangan sebagai penyedia barang/jasa sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pasal 11 ayat (1) huruf h. uang muka. dan bagaimana prosedur serta mekanisme pengenaan daftar hitamnya? Apakah ada batasan wilayah kerja dalam pengenaan daftar hitam? Daftar hitam dikeluarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebagaimana ketentuan dalam Keppres 80 Tahun 2003 pasal 35 ayat (3). Bilamana nilai kerusakan bangunan lebih tinggi dari nilai jaminan pelaksanaan maka penyedia barang/jasa tetap harus memperbaiki bangunan tersebut sesuai dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi pasal 25 ayat (1) dan (2) dan dikenakan sanksi administrative dan pidana sebagaimana pasal 41 dan dituntut ganti rugi atau digugat secara perdata (Keppres No. mohon penjelasan mengenai: a.resiko harus sudah masuk dalam perhitungan harga yang pasti. bentuk. dan masa berlakunya jaminan-jaminan tersebut diatas disesuaikan dengan ketentuan dalam dokumen pengadaan". 2. Berapakah besaran jaminan pemeliharaan yang ditentukan mengingat resiko biaya pemeliharaan hasil pekerjaan dilapangan berbeda-beda? Adakah cara perhitungan untuk menentukan besaran jaminan pemeliharaan? b. 4)). dan D. dan pemeliharaan harus jaminan bank? Jaminan penawaran. 80 Tahun 2003 pasal 49). 3). sebagaimana ketentuan dalam Lampiran I Bab II butir D. a. dan D. 5) c) (1). 5. 4.1. 6) e) yang menyatakan "Besarnya jaminan.e. g. dan LKPP. Kelalaian penyedia barang/jasa dalam menangani pemeliharaan dibebankan pada jaminan pemeliharaan sedangkan kelalaian dalam menangani kerusakan bangunan dibebankan pada jaminan pelaksanaan. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 hanya mengizinkan perubahan kegiatan dal am kontrak yang penambahannya maksimum sebesar 10 persen dari nilai kontrak awal. jaminan uang muka. Surat pengenaan daftar hitam dikirimkan kepada Pengguna Anggaran. f. uang muka dan pemeliharaan dapat berupa surety bond atau jaminan bank. 2. 4) besar jaminan pemeliharaan adalah 5% dari nilai kontrak. 3. 4. Diluar jaminan pelaksanaan. 1. b. Jaminan penawaran. Sesuai dengan ketentuan dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 Lampiran I Bab II butir D. namun ternyata jumlah dana yang ada pada jaminan pemeliharaan tidak mencukupi untuk melakukan perbaikan tersebut? Apakah sanksi yang dapat dijatuhkan bagi Penyedia Barang/Jasa yang berbuat demikian? a. f. Pihak yang bertanggung jawab dalam kasus diatas adalah penyedia barang/jasa. 1. dan jaminan pemeliharaan harus diterbitkan oleh bank umum atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (surety bond) dan harus direasuransikan sesuai dengan ketentuan Menteri Keuangan (Lampiran I Bab II A. f.

standar. advokasi.Tugas Pokok dan Fungsi LKPP Saat ini fungsi LKPP adalah : 1. rekomendasi dalam penyelesaian sanggah dan permasalahan hukum lainnya di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah. kebijakan. penilaian. regulasi. Memberikan bimbingan teknis. norma. melakukan evaluasi dan memberikan masukan atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah tahun sebelumnya untuk menjadi bahan penyusunan proses perencanaan dan angggaran serta pembinaan dan pengembangan sistem info rmasi pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik (electronic procurement). Deputi Pengembangan Strategi dan Kebijakan Melaksanakan perumusan dan pelaksanaan penyusunan strategi dan kebijakan pengembangan pengadaan barang/jasa pemerintah termasuk pengadaan badan usaha dalam rangka kerjasama pemerintah dengan badan usaha. Deputi Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia Mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan penyusunan strategi dan kebijakan pembinaan sumber daya manusia di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah. . prosedur. 4. pembinaan. administrasi dan sumber daya di lingkungan LKPP. program pembinaan SDM serta sistem pengujian kompetensi profesi di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah. pendapat. pembinaan dan pengendalian terhadap program. kegiatan. Menyusun kebijakan dan sistem pemantauan. penilaian dan evaluasi pelaksanaan proses pengadaan barang/jasa pemerintah. pendapat hukum dan kesaksian ahli terkait dengan pengadaan barang/jasa pemerintah. manual dalam bidang pengadaan barang/jasa pemerintah termasuk pengadaan badan usaha dalam rangka kerjasama pemerintah dengan Badan Usaha. Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah Memberikan saran. Menyusun strategi. 2. Sekretariat Utama Melaksanakan koordinasi. 3. rencana. rekomendasi dan tindakan koreksi. pengawasan dan pengembangan sistem electronic procurement. Deputi Bidang Monitoring-Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi Melaksanakan pemantauan. Menyusun kebijakan. nasehat. melakukan koordinasi. bantuan. pendapat.

Registrasi Pengguna a. Pengguna juga merupakan semua pihak yang menggunakan website LPSE yang tidak terbatas pada PPK/Panitia Pengadaan. hotspot umum dan lain-lain) dan tersambung ke jaringan internet. Password adalah kumpulan karakter atau string yang digunakan oleh Pengguna untuk memverifikasi User ID kepada website LPSE. Waktu yang digunakan untuk proses pengadaan melalui website LPSE adalah waktu dari server LPSE setempat. LPSE dapat menyediakan sarana ruang bidding sesuai kemampuan LPSE yang dilengkapi dengan fasilitas jaringan Local Area Network (LAN). User ID adalah nama atau pengenal unik sebagai identitas diri dari Pengguna yang digunakan untuk beroperasi di dalam website LPSE. 4. 8. 5. 11. Pengguna dapat mengganti User ID dan Password sesuai dengan keinginannya. Dengan menjadi Pengguna website LPSE maka Pengguna dianggap telah memahami/mengerti dan menyetujui semua isi di dalam Persyaratan dan Ketentuan Penggunaan Sistem Pengadaan Secara Elektronik. 7. Apabila LPSE tidak menyediakan ruang bidding maka Pengguna dapat melaksanakan proses pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik dari lokasi lain yang terhubung dengan internet (misal: kantor Pengguna. Layanan Pengadaan Secara Elektronik selanjutnya disingkat LPSE adalah unit kerja/pelaksana yang memfasilitasi Panitia Pengadaan/Unit Layanan Pengadaan pada proses pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik. Dengan membuat dan/atau mendaftar sebagai peserta lelang pada paket pekerjaan dalam SPSE. y KEANGGOTAAN ANGGOTA 1. 9. 3. 10. mengajukan permintaan sebagai Pengguna SPSE kepada pengelola LPSE bagi PPK/Panitia Pengadaan suatu paket pekerjaan tertentu. warung internet. c. Website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (disingkat : website LPSE) adalah akses kepada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) untuk dapat melakukan.Petunjuk Dan Ketentuan Penggunaan SPSE A y KETENTUAN UMUM 1. User ID dan Password yang masih aktif dapat digunakan oleh Pengguna untuk mengikuti pengadaan melalui website LPSE tempat yang bersangkutan terdaftar. mengikuti proses pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. Pengguna (user) adalah peserta/pemakai website LPSE yang wajib mempunyai User ID dan Password yang telah ter-registrasi di website LPSE. . maka PPK/Panitia Pengadaan dan Penyedia barang/jasa telah memberikan persetujuannya pada Pakta Integritas. b. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). 2. 6. Penyedia barang/jasa melakukan pendaftaran secara online pada website LPSE dan selanjutnya mengikuti proses verifikasi dokumen pendukung yang dipersyaratkan oleh LPSE. Penyedia barang/jasa yang telah terdaftar dan memiliki User ID dan Password dalam website LPSE. dan ketentuan lain yang di terbitkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Apabila di dalam ruang bidding tidak dilengkapi dengan komputer maka Pengguna yang akan mengikuti proses pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik dapat membawa notebook dan tersambung ke jaringan LAN LPSE. User Guide. dan menjaganya agar selalu bersifat rahasia.

Ketentuan Pengguna a. KTP Direktur/Pemilik perusahaan/Pejabat yang berwenang di perusahaan. 4. kondisi keuangan. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)/Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)/ijin usaha sesuai bidang masing-masing. Akta pendirian perusahaan beserta akta perubahannya (jika ada perubahan). Persyaratan Registrasi Pengguna a. status kepemilikan. Pengelola LPSE berhak membatalkan/menunda/menghalangi sementara hak akses Pengguna apabila ditemukan adanya informasi/transaksi/aktivitas lain yang tidak dibenarkan sesuai ketentuan yang berlaku. e. Pembatalan Keanggotaan Pengguna a. Kewajiban Pengguna a. Setiap Pengguna bertanggungjawab melindungi kerahasiaan hak akses. Penyedia barang/jasa: i. Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang berlaku dalam pengadaan barang/jasa pemerintah b. f. e. dan aktivitas lainnya pada SPSE.2. iii. Penyedia barang/jasa wajib menandatangani dan menyerahkan formulir keikutsertaan dan formulir pendaftaran yang telah tersedia pada website LPSE. klasifikasi bidang usaha. . 3. Pengguna setuju bahwa transaksi yang dilakukan melalui SPSE tidak boleh melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Pengguna setuju bahwa usaha untuk memanipulasi data. PPK/Panitia Pengadaan: i. mengacaukan sistem elektronik dan jaringannya adalah tindakan melanggar hukum. dan data atau informasi lain yang dianggap perlu dalam SPSE). c. Penyedia barang/jasa bertanggung jawab terhadap setiap kekeliruan dan/atau kelalaian atas penggunaan data kualifikasi yang tidak mutakhir (update) yang tidak menjadi tanggung jawab LPSE maupun Panitia pengadaan. Pengguna dilarang saling mengganggu proses transaksi dan/atau layanan lain yang dilakukan dalam SPSE. d. Setiap penyalahgunaan hak akses oleh pihak lain menjadi tanggung jawab pemilik User ID dan Password. d. jenis barang/jasa yang disediakan. Penyedia barang/jasa wajib memutakhirkan data kualifikasi (jika terjadi perubahan seperti alamat. Masing-masing Penyedia barang/jasa hanya diperkenankan memiliki 1 (satu) User ID dan Password. kontak person. Surat Keputusan pengangkatan sebagai PPK/Panitia Pengadaan. c. 5. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Penyedia barang/jasa dapat melakukan registrasi sebagai Pengguna SPSE paling lambat 2 (dua) hari kerja sebelum batas akhir pemasukan penawaran suatu paket pekerjaan yang akan diikuti. Pengguna wajib tunduk dan taat pada semua peraturan yang berlaku di Indonesia yang berhubungan dengan penggunaan jaringan dan komunikasi data baik di wilayah Indonesia maupun dari dan keluar wilayah Indonesia melalui website LPSE. g. d. Pengguna bertanggungjawab penuh atas isi transaksi (contents of data) yang dilakukan dengan menggunakan SPSE. c. ii. iv. Menjaga kerahasiaan dan mencegah penyalahgunaan data dan informasi yang tidak diperuntukkan bagi khalayak umum. b. b.

e-lelang Umum Pasca Kualifikasi dua file. Panitia Pengadaan masih mempunyai waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin belum terjawab. Kategori paket pekerjaan. Proses penjelasan pelelangan dilakukan secara online tanpa tatap muka melalui website LPSE yang bersangkutan. b. Jika dianggap perlu dan tidak dimungkinkan memberikan informasi lapangan ke dalam dokumen pemilihan. Setelah mendapatkan penetapan PPK. Harga Perkiraan Sendiri. Masyarakat umum dapat melihat pengumuman pengadaan di website LPSE yang bersangkutan. Dengan mendaftar sebagai peserta lelang pada paket pekerjaan yang diminati maka Penyedia barang/jasa dianggap telah menyetujui Pakta Integritas. Dengan mendaftar sebagai peserta lelang pada paket pekerjaan yang diminati Penyedia barang/jasa dapat mengunduh (download) dokumen pengadaan/lelang paket pekerjaan tersebut. Lokasi. paket pekerjaan yang bersangkutan akan tercantum dalam website LPSE dan Panitia Pengadaan mengumumkan paket lelang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. y PROSES PENGADAAN 1. 5. ii. Pengguna mengundurkan diri dengan cara mengirimkan surat permohonan dan disampaikan kepada pengelola LPSE (tempat Pengguna terdaftar) yang dapat dikirimkan melalui sarana elektronik (email). v. c. 3. Penyedia barangjasa yang sudah menjadi peserta lelang dapat mengirimkan dokumen (file) penawarannya dengan terlebih dahulu . dan Kepanitiaan. 2. Metode Evaluasi pemilihan penyedia barang/jasa. Pada tahap penyampaian penawaran.b. c. Penyampaian Penawaran a. Jadwal pelaksanaan lelang. Persiapan Pengadaan a. iv. Metode pemilihan penyedia barang/jasa dan penyampaian dokumen penawaran yang meliputi: 1. dan viii. b. b. Dalam hal waktu penjelasan pelelangan telah berakhir. Nilai Pagu. Panitia Pengadaan dapat melaksanakan proses penjelasan di lapangan/lokasi pekerjaan. Dokumen Pemilihan 2. e-lelang Umum Pra Kualifikasi dua file. Kode anggaran. vi. 3. Pengumuman Pelelangan a. Panitia Pengadaan memasukkan ke dalam SPSE: i. PPK menetapkan paket pekerjaan dalam SPSE dengan memasukkan: Nama paket. Jenis kontrak. Penyedia barang/jasa yang sudah mendapat hak akses dapat memilih dan mendaftar sebagai peserta lelang pada paket-paket pekerjaan yang diminati. b. e-lelang Umum Pasca Kualifikasi satu file. vii. Target pelaksanaan. Persyaratan kualifikasi. iii. 4. Pendaftaran Peserta Lelang a. Penjelasan Pelelangan a.

b. Panitia Pengadaan dapat mengunduh (download) dan melakukan dekripsi file penawaran tersebut dengan menggunakan APENDO. 8. dan juga mengirim informasi ini melalui email kepada seluruh peserta lelang paket pekerjaan tersebut. 7. maka terlebih dahulu Panitia Pengadaan harus membatalkan proses lelang paket pekerjaan yang sedang berjalan (pada tahap apapun) pada SPSE dan memasukkan alasan penyebab pelelangan harus diulang. 9. SPSE secara otomatis akan menampilkan informasi pengumuman pemenang paket pekerjaan dimaksud. Termasuk dalam hal SPSE gagal karena teknis operasional LPSE. b.melakukan enkripsi/penyandian terhadap file penawaran dengan menggunakan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO) yang tersedia dalam website LPSE. 6. harga. Dalam hal terdapat sanggah banding. c. proses tersebut dilakukan di luar SPSE dan Peserta lelang mengirimkan kepada pejabat terkait. Dengan adanya proses penyampaikan informasi sebagaimana huruf b diatas Panitia Pengadaan dimungkinkan melakukan pemunduran jadwal pada paket pekerjaan tersebut. Proses evaluasi kualifikasi dapat dilakukan dengan meminta dan memeriksa semua dokumen penawaran asli calon pemenang lelang. LKPP melakukan analisa terhadap file penawaran tersebut dan dapat merekomendasikan langkah-langkah yang perlu diambil oleh Panitia Pengadaan. Proses evaluasi (administrasi dan teknis. Proses Evaluasi a. dan selanjutnya hasil evaluasi tersebut dimasukkan ke dalam SPSE. Peserta lelang hanya dapat mengirimkan 1 (satu) kali sanggahan kepada PPK suatu paket pekerjaan yang dilakukan secara online melalui SPSE. Proses sanggah banding tidak menghentikan tahapan lelang selanjutkanya pada SPSE. b. Dalam hal Panitia Pengadaan memutuskan untuk melakukan pelelangan ulang. Lelang Gagal dan Pelelangan Ulang a. kualifikasi) terhadap file penawaran dilakukan secara manual (off line) di luar SPSE. Terhadap penyampaikan file penawaran terenkripsi yang tidak dapat di buka (dekripsi). Pengguna wajib mengetahui dan melaksanakan ketentuan penggunaan APENDO yang tersedia dan dapat diketahui pada saat mengoperasikan APENDO. Sanggah a. Informasi tentang pelelangan ulang ini secara otomatis akan terkirim melalui email kepada semua peserta lelang paket pekerjaan tersebut. c. d. f. Panitia Pengadaan wajib menyampaikan file penawaran terenkripsi yang tidak dapat dibuka (dekripsi) kepada LPSE untuk dilakukan analisa dan bila dianggap perlu LPSE dapat menyampaikan file penawaran tersebut kepada Direktorat e-Procurement LKPP. b. Terhadap file penawaran yang oleh tidak dapat dibuka. e. d. Pengumuman Calon Pemenang Lelang Pada tahap pengumuman pemenang dan PPK telah menetapkan pemenang lelang suatu paket pekerjaan. . SPSE memungkinkan PPK untuk melakukan jawaban terhadap sanggahan Peserta lelang yang dikirimkan setelah batas akhir waktu sanggah. Pada tahap pembukaan file penawaran. c.

keadaan kahar) y PENILAIAN Apabila penyedia barang/jasa memiliki catatan kinerja (track record) yang buruk. karena suatu dan lain hal yang mengakibatkan proses pengadaan bar ng/jasa tidak dapat a melaksanakan dengan sempurna (terjadi gangguan teknis dan/atau non teknis. Setelah pemenang ditetapkan melalui website LPSE. LKPP dan afiliasinya tidak bertanggung jawab atas semua akibat karena keterlambatan/kesalahan/kerusakan penerimaan data pengadaan yang terjadi pada SPSE yang dilakukan Pengguna dan pihak lain. Pengguna dan masyarakat pada akhir proses pengadaan dapat mengetahui pemenang lelang paket pekerjaan tertentu melalui website LPSE terkait. 6. LKPP dan afiliasinya tidak bertanggung jawab atas semua akibat adanya gangguan infrastruktur yang berakibat pada terganggunya proses penggunaan SPSE. SPSE secara otomatis akan mengirim pemberitahuan kepada pemenang lelang dan meminta untuk menyelesaikan proses selanjutnya yang pelaksanaannya di luar SPSE. y TANGGUNG JAWAB DAN AKIBAT 1. Disertai dengan asli dokumen penawaran paket pekerjaan tertentu. 3. pejabat Kementerian/ Lembaga/Pemerintah daerah terkait dapat menghubungi pemenang untuk menyelesaikan transaksi pengadaannya segera setelah berakhirnya proses pengadaan. Untuk keperluan ini Panitia Pengadaan memberitahukan secara tertulis kepada LPSE agar diumumkan dalam website LPSE. Proses pengadaan belum resmi/sah menjadi transaksi pengadaan apabila masing-masing pihak belum melakukan kewajiban dan haknya sesuai ketentuan yang berlaku/di tetapkan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah terkait. 5. LKPP dan afiliasinya tidak bertanggung jawab atas segala akibat penyalahgunaan yang dilakukan oleh Pengguna atau pihak lain. Pemenang lelang wajib menyelesaikan proses pengadaan di luar SPSE dengan pejabat Kementerian/Lembaga/Pemerintah daerah terkait. 2. PPK wajib membuat dan menyampaikan Surat Penetapan Pemenang kepada pemenang lelang secara tertulis. maka Panitia Pengadaan berhak/dapat menggugurkan penawaran penyedia dan/atau memasukkan dalam daftar hitam (black list) dalam kurun waktu tertentu. Dengan selesainya proses pengadaan melalui SPSE. 4. 3. 2. y PEMBATALAN/PEMUTUSAN Panitia Pengadaan berhak/dapat membatalkan/memutuskan proses pengadaan apabila memenuhi pasal 28 Keppres Nomor 80 Tahun 2003 dan dalam hal sedang berlangsungnya proses pengadaan barang/jasa. . 7. pemenang lelang melakukan penandatanganan kontrak dengan pejabat terkait yang dilakukan di luar SPSE. 8.y PASCA PROSES PENGADAAN 1. Proses pengadaan suatu paket selesai apabila PPK telah menetapkan pemenang lelang dan Panitia Pengadaan mengirimkan pengumuman pemenang lelang kepada Peserta lelang melalui SPSE serta masa sanggah telah dilalui.

LKPP dan afiliasinya berhak/dapat menambah. memperbaiki aturan dan ketentuan SPSE ini setiap saat. LKPP dan afiliasinya dapat melakukan suatu tindakan yang dianggap perlu terhadap file -file yang dinyatakan tidak dapat didekripsi atau dapat didekripsi dengan menggunakan APENDO namun salah satu/beberapa/semua file tidak bisa dibuka oleh Pengguna. 8. Apabila pengguna tidak setuju dapat mengajukan keberatan dan mengundurkan diri dari keikutsertaannya sebagai Pengguna SPSE. 2. mengurangi.4. 7. Pengguna menanggung segala akibat terhadap dokumen (file) yang tidak dapat dilakukannya proses dekripsi atau tidak dapat dibukanya salah satu/beberapa/semua file akibat dari kesalahan dan/atau kelalaian penggunaan APENDO. memperbanyak. Pengguna wajib taat kepada aturan dan ketentuan yang telah ditambah. diperbaiki tersebut. 3. yang mengakibatkan tidak tersedianya barang/jasa pemborongan/jasa lainnya atau timbulnya biaya. SPSE dan APENDO dan akses jasa ini tanpa menanggung kewajiban apapun kepada pengguna apabila penghentian operasional ini terpaksa dilakukan. memperbaiki fasilitas yang disediakan aplikasi ini setiap saat. mengakibatkan penerimaan segala resiko yang ditimbulkan dari penggunaan SPSE yang tidak terbatas pada tidak dapat dilanjutkannya proses pengadaan barang/jasa. mengurangi. Apabila musyawarah tidak dapat mencapai mufakat. Dilarang mengutip atau meng-copy sebagian atau seluruh isi yang terdapat di dalam SPSE tanpa ijin tertulis dari LKPP. 6. LKPP dan afiliasinya tidak bertanggungjawab atas kerusakan yang terjadi. y HAK CIPTA 1. dengan atau tanpa pemberitahuan sebelumnya. 5. tepat. 2. Lembaga Sandi Negara dan LKPP berusaha terus meningkatkan dan memperbaiki performance aplikasinya. LKPP dan afiliasinya berhak/dapat menambah. y PERSELISIHAN Pengguna setuju bahwa perselisihan yang terjadi antara Pengguna dan LKPP dan/atau afiliasinya diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat. LKPP dan afiliasinya berhak menghentikan penggunaan. LKPP dan afiliasinya tidak menjamin SPSE dan APENDO berlangsung terus tanpa adanya gangguan/handal. pengguna dan LKPP sepakat untuk membawa kasus tersebut ke pengadilan yang berada di wilayah Indonesia. Penggunaan SPSE dengan tidak mengindahkan ketentuan ini. . 4. Pengguna setuju tidak akan dengan cara apapun memanfaatkan. dengan atau tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dengan maupun tanpa alasan. atau berperan dalam penjualan/menyebarkan setiap isi yang diperoleh dari SPSE untuk kepentingan pribadi dan/atau komersial y PERUBAHAN 1. dikurangi. Pelanggaran atas ketentuan ini akan dituntut dan digugat berdasarkan peraturan hukum pidana dan perdata yang berlaku di Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->