P. 1
Teknologi Mikrohidro

Teknologi Mikrohidro

|Views: 614|Likes:
Published by kasiran

More info:

Published by: kasiran on Oct 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2013

pdf

text

original

Teknologi Microhydro

Monday, 20 August 2007 1.Tenaga Listrik dari Air Sebuah skema hidro memerlukan dua hal yaitu debit air dan ketinggian jatuh (biasa disebut ‘Head’) untuk menghasilkan tenaga yang bermanfaat. Ini adalah sebuah sistem konversi tenaga, menyerap tenaga dari bentuk ketinggian dan aliran, dan menyalurkan tenaga dalam bentuk daya listrik atau daya gagang mekanik. Tidak ada sistem konversi daya yang dapat mengirim sebanyak yang diserap dikurangi sebagian daya hilang oleh sistem itu sendiri dalam bentuk gesekan, panas, suara dan sebagainya.

Gambar. Head adalah ketinggian vertikal dimana air jatuh. Persamaan konversinya adalah: Daya yang masuk = Daya yang keluar + Kehilangan (Loss) atau Daya yang keluar = Daya yang masuk × Efisiensi konversi Persamaan di atas biasanya digunakan untuk menggambarkan perbedaan yang kecil. Daya yang masuk, atau total daya yang diserap oleh skema hidro, adalah daya kotor, Pgross. Daya yang manfaatnya dikirim adalah daya bersih, Pnet. Semua efisiensi dari skema gambar diatas disebut Eo. Pnet = Pgross ×Eo kW Daya kotor adalah head kotor (Hgross) yang dikalikan dengan debit air (Q) dan juga dikalikan dengan sebuah faktor (g = 9.8), sehingga persamaan dasar dari pembangkit listrik adalah : Pnet = g ×Hgross × Q ×Eo kW (g=9.8) dimana head dalam meter, dan debit air dalam meter kubik per detik (second (s)). Dan Eo terbagi sebagai berikut. Eo = Ekonstruksi sipil × Epenstock × Eturbin × Egenerator × Esistem kontrol × Ejaringan × Etrafo Biasanya

20 August 2007 Pemilihan Lokasi dan Lay out Dasar Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) pada dasarnya memanfaatkan energi potensial air Gatuhan air). 20 August 2007 ) 1.70 ~ 0. Semakin tinggi jatuhan air ( head ) maka semakin besar energi potensial air yang dapat diubah menjadi energi listrik.80 ~ 0. Pnet= g ×(Hgross-Hloss) ×Q ×(Eo – Ekonstruksi sipil .85 (tergantung pada tipe turbin) : 0.002 ~ 0.Ekonstruksi sipil Epenstock Eturbin Egenerator Esistem kontrol> Ejaringan Etrafo : 1.0 .98 (tergantung pada panjang jaringan) : 0.95 (tergantung pada kapasistas generator) : 0. Efisiensi sistem yang spesifik untuk sebuah skema yang berjalan pada disain aliran penuh. Terakhir diperbaharui ( Monday. Perencanaan PLTMH Diupload Oleh Administrator Monday.95 (tergantung pada panjangnya) : 0.(panjang saluran × 0.005)/ Hgross >: 0. Dalam kasus ini.98 Ekonstruksi sipil dan Epenstock adalah yang biasa diperhitungkan sebagai ‘Head Loss (Hloss)/kehilangan ketinggian’. tinggi jatuhan air ( head ) dapat pula diperoleh dengan membendung aliran air sehingga permukaan air menjadi tinggi.Epenstock ) kW Persamaan sederhana ini harus diingat: ini adalah inti dari semua disain pekerjaan pembangkit listrik. Secara umum lay-out sistem PLTMH merupakan pembangkit jenis run off river. Di samping faktor geografts yang memungkinkan. persamaan diatas dirubah ke persamaan berikut.90 ~ 0. . Ini penting untuk menggunakan unit-unit yang benar.90 ~ 0.97 : 0.

Dasar sungai yang tidak stabil inudah mengalami erosi sehingga permukaan dasar sungai lebih rendah dibandingkan dasar bangunan intake. saluran pembavia. • Kondisi dasar sungai Lokasi intake harus memiliki dasar sungai yang relatif stabil. bagaimana aliran air akan dibawa ke turbin dan penentuan tempat rumah pembangkit untuk rnendapatkan tinggi jatuhan ( head ) optimum dan aman dari banjir. saluran pelimpah. Batti-batuan.bendungan. Hal tersebut sering terjadi pada intake yang ditempatkan pada sisi luar sungai. Sementara itu bagian sisi dalam sungai (c) merupakan tempat terjadinya pengendapan lumpur dan sedimentasi. . Konstruksi bangunan intake untuk mengambil air langsung dari sungai dapat berupa bendungan (intake dam) yang melintang sepanjang lebar sungai atau langsung membagi aliran air sungai tanpa dilengkapi bangunan bendungan. Basic lay-out pada perencanaan pengembangan PLTMH dimulai dari penentuan lokasi intake. Lokasi intake yang baik terletak sepanjang bagian sungai yang relatif lurus (a). • Bentuk aliran sungai Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada instalasi PLTMH adalah kerusakan pada bangunan intake yang disebabkan oleh banjir. Pada kondisi yang tidak memungkinkan diperoleh lokasi intake dengan dasar sungai yang relatif stabil dan erosi pada dasar sungai memungkinkan teladi. hal ini akan menghambat aliran air memasuki intake.memanfaatkan aliran air permukaan (sungai). Komponen sistern PLTMH tersebut terdiri dari banaunan intake (penyadap) . pipa pesat. • Lokasi bangunan intake Pada umumnya instalasi PLTMH merupakan pembangkit listrik tenaga air jenis aliran sungai langsung. apalagi bila bangunan intake tersebut tanpa bendungan (intake dam). Lokasi intake harus dipilih secara cermat untuk menghindarkan masalah di kemudian hari. Tempat di mana kemiringan sungainya kecil. di mana aliran akan terdorong memasuki intake secara alami dengan membawa beban (bed load) yang kecil. Pada bagian sisi luar sungai (b) mudah erosi serta rawan terhadap banjir. Dasar sungai berupa lapisanllempeng batuan merupakan tempat yang stabil. bak pengendap dan penenang. umumnya memiliki dasar sungai yang relatif stabil. jarang yang merupakan jenis waduk (bendungan besar). schingga tidak cocok untuk lokasi intake. batang pohon serta berbagai material yang terbawa banjir akan mengarah pada bagian tersebut. maka konstruksi bangunan intake dilengkapi dengan bendungan untuk menjaga ketinggian dasar sungai di sekitar intake. rumah pembangkit dan saluran pembuangan.

penggunaan pipa pesat yang panjang tidak dapat dihindari. tertentu yang tidak memungkinkan pembuatan saluran pembawa. Pada lay out dasar digambarkan rencana untuk mengalirkan air dari intake sampai ke saluran pembuangan akhir. Jalur pemipaan mengikuti aliran air. sehingga dalam membuat lay out perlu diusahakan agar menggunakan pipa pesat sependek mungkin. Selain lokasi rumah pembangkit berada pada ketinggian yang aman. 2. Pendekatan dalam membuat lay out sistem PLTMH adalah sebagai berikut: Air dari intake dialirkan melalui penstok sampai ke turbin. Disarankan ujung saluran tail race tidak terletak pada bagian sisi luar sungai karena akan mendapat beban yang besar pada saat banjir. Data dan informasi ketinggian permukaan sungai pada waktu banjir sangat diperlukan dalam menentukan lokasi rumah pembangkit. Metoda ini dapat dipilih seandainya pada medan yang ada tidak memungkinkan untuk dibuat kanal. long penstock following river). Penggunaan pipa pesat memerlukan biaya yang iebih besar dibandingkan pembuatan kanal terbuka. seperti sisi sungai berupa tebing batuan. Pada lokasi. Konsekuensinya lokasi rumah pembangkit (power house) berada pada tempat yang serendah mungkin. saluran pembuangan air ( tail race ) harus terlindung oleh kondisi alam. • Lay-out Sistem PLTMH Lay out sebuah sistem PLTMH merupakan rencana dasar untuk pembangunan PLTMH. paralel dengan sungai (gbr 5.• Lokasi rumah pembangkit (power house) Pada dasarnya setiap pembangun an mikrohidro berusaha untuk mendapatkan head yang maksimum. lantai rumah pembangkit harus selalu lebih tinggi dibandingkan permukaan air sungai. Perlu diperhatikan bahwa penstock harus aman terhadap banjir. Air dari intake dialirkan ke turbin menggunakan saluran pembawa air berupa kanal dan pipa pesat (penstock). Karena alasan keamanan dan 6nstruksi. serta memungkinkan masuknya aliran air menuju ke rumah pembangkit.3. Pelaksanaan Elektrikalmekanikal . seperti batu-batuan besar.

Diupload Oleh Administrator Monday. pelton & turgo) untuk jenis ini. Pada beberapa daerah operasi memungkinkan digunakan beberapa jenis turbin. pemilihan jenis turbin dapat diperhitungkan dengan mempertimbangkan parameter-parameter khusus yang mempengaruhi sistem operasi turbin. Pada dasarnya daerah kerja operasi turbin menurut Keller2 dikelompokkan menjadi: Low head powerplant: dengan tinggi jatuhan air (head) :S 10 M3 Medium head power plant:: dengan tinggi jatuhan antara low head dan high-head High head power plant: dengan tinggi jatuhan air yang memenuhi persamaan H ≥ 100 (Q)0-113 dimana. tekanan pada setiap sisi sudu geraknya lrunnernya . m 2 < H < 20 10 < H < 350 50 < H < 1000 6 < H < 100 50 < H < 250 2.60 m.  Turbin reaksi ( francis. tekanan dan energi kinetik) menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros. kaplanlpropeller) Daerah aplikasi berbagai jenis turbin air relatif spesifik. 20 August 2007 1. H =head. Berdasarkan prinsip kerjanya . Pemilihan Turbin Turbin air berperan untuk mengubah energi air (energi potensial. yaitu : . Kriteria Pemilihan Jenis Turbin Pemilihan jenis turbin dapat ditentukan berdasarkan kelebihan dan kekurangan dari jenisjenis turbin. Pemilihan jenis turbin pada daerah operasi yang overlaping ini memerlukan perhitungan yang lebih mendalam. Putaran poros turbin ini akan diubah oleh generator menjadi tenaga listrik. Pada tahap awal. turbin air dibagi menjadi dua kelompok:  Turbin impuls (cross-flow.bagian turbin yang berputar . khususnya untuk suatu desain yang sangat spesifik. m 31s Secara umum hasil survey lapangan mendapatkan potensi pengembangan PLTMH dengan tinggi jatuhan (head) 6 . yang dapat dikattegoirikan pada head rendah dan medium. Tabel Daerah Operasi Turbin Jenis Turbin Kaplan dan Propeller Francis Peiton Crossfiow Turgo Variasi Head. m Q = desain debit.sama.

m = efisiensi turbin = 0. Faktor tinggi jatuhan air efektif (Net Head) dan debit yang akan dimanfaatkan untuk operasi turbin merupakan faktor utama yang mempengaruhi pemilihan jenis turbin.85 untuk turbin pelton = 0.0.8 . m 3 ldetik = efektif head.  Kecepatan (putaran) turbin ang akan ditransmisikan ke generator.0.8 . sebagai contoh : turbin pelton efektif untuk operasi pada head tinggi. sementara turbin propeller sangat efektif beroperasi pada head rendah. rpm P = maksimum turbin output. m Output turbin dihitung dengan formula: P=9.  Faktor daya (power) yang diinginkan berkaitan dengan head dan debit yang tersedia.9 untuk turbin francis = 0. yang didefinisikan dengan formula: Ns = N x P0. kW H = head efektif . Ketiga faktor di atas seringkali diekspresikan sebagai "kecepatan spesifik. Sebagai contoh untuk sistem transmisi direct couple antara generator dengan turbin pada head rendah. sementara turbin pelton dan crossflow berputar sangat lambat (low speed) yang akan menyebabkan sistem tidak beroperasi.21 dimana : N = kecepatan putaran turbin.81 xQxHx qt dimana Q H ilt = debit air.0. Ns".9 untuk turbin propellerlkaplan Kecepatan spesifik setiap turbin memiliki kisaran (range) tertentu berdasarkan data eksperimen. Kisaran kecepatan spesifik beberapa turbin air adalah sebagai berikut: (2) .8 .51W .8 untuk turbin crossfiow = 0.7 . sebuah turbin reaksi (propeller) dapat mencapai putaran yang diinginkan.0.

pabrikan. Sementara untuk penggunaan turbin propeller open flume pabrikasi lokal ditetapkan efisiensi turbin sebesar 0.854 Ns = 2283/H0. 1976) Dengan mengetahui besaran kecepatan spesifik maka dimensi dasar turbin dapat diestimasi (diperkirakan). Pada sistem mekanik turbin digunakan transmisi sabuk flatbelt dan pulley untuk menaikkan putaran sehingga sama dengan putaran generator 1500 rpm.75.25/H0. Jenis turbin crosstlow yang dipergunakan pada perencanaart ini adalah crossfiow T-14 dengan diameter runner 0. . yaitu : Turbin pelton (1 jet) Turbin Francis Turbin Kaplan Turbin Crossfiow Turbin Propeller Ns = 85.243 Ns = 3763/H0.486 Ns = 513. 1978) (Schweiger & Gregory.Ns≤300 40≤Ns≤200 250≤Ns≤ 1000 Dengan mengetahui kecepatan spesifik turbin maka perencanaan dan pemilihan jenis turbin akan menjadi lebih mudah. pilihan turbin yang cocok untuk lokasi yang tersedia adalah : 1. Sementara pada sistem transmisi mekanik turbin propeller open flume menggunakan sabuk V.Turbin pelton TurbinFrancis Turbin Crossflow Turbin Propeller 12≤Ns≤25 60≤.5 (Siervo & Lugaresi. 1983) (USBR. 1989) (Kpordze & Wamick. 1989) (Schweiger & Gregory. Turbin tipe ini memiliki efisiensi maksimum yang baik sebesar 0.74 dengan efisiensi pada debit 40% masih cukup tinggi di atas 0. Penggunaan kedua jenis turbin tersebut untuk pembangkit tenaga air skala mikro (PLTMH). khususnya crossfIlow T-14 telah terbukti handai di lapangan dibandingkan jenis crossfiow lainnya yang dikembangkan oleh berbagai pihak (lembaga penelitian. import). Beberapa formula yang dikembangkan dari data eksperimental berbagai jenis turbin dapat digunakan untuk melakukan estimasi perhitungan kecepatan spesifik turbin.d 6 m 2.95. Putaran turbin baik propeller open flume head rendah dan turbin crossflow memiliki kecepatan yang rendah.98. dengan efisiensi 0.505 Ns = 2702/H0.49/H0. Pemilihan jenis turbin tersebut berdasarkan ketersediaian teknologi secara lokal dan biaya pembuatan/pabrikasi yang lebih murah dibandingkan tipe lainnya seperti pelton dan francis.3 m. Efisiensi sistem transmisi mekanik flat belt diperhitungkan 0. Pada perencanaan PLTMH ini. Turbin propeller tipe open flume untuk head rendah s.6. Turbin crossflow 1 banki-mithell untuk head 6 m < H < 60 m.

2 1.2 1. double regulated Small-medium Kaplan Francis (medium & high head) Francis (low head) Pelton Crossflow Turgo Putaran Nominal. N (rpm) 75-100 75-150 250-700 500-1500 250-500 500-1500 100-1000 600-1000 Runaway speed 2-2. 50 Hz 2 3000 4 1500 6 1000 8 750 10 600 12 500 14 429 Tabel Run-away speed Turbin.8-2.4 2.8-2 1. N maks/N Jenis Turbin Semi Kaplan.Tabel Putaran Generator Sinkron (rpm) Jumlah Pole (kutub) Frekuensi .8-3.2 2.8-3.8-2 2 .8-2.2 1. single regulated Kaplan.

maka beban tersebut akan dialihkan ke sistem pemanas udara (air heater) yang dikenal sebagai ballast load/dumy load.  Induction Motor sebagai Generator (IMAG) sumbu vertikal. maupun manual .9 .7 . Pemilihan Generator dan Sistem Kontrol Generator adalah suatu peralatan yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Sistem kontrol ini terintegrasi pada panel kontrol (switch gear). Fasillitas operasi panel kontrol minimum terdiri dari  Kontrol start/stop. Apabila terjadi penurunan beban di konsumen. Sistem pengaturan beban yang digunakan pada perencanaan ini adalah  Electronic Load Controller (ELC) untuk penggunaan generator sinkron  Induction Generator Controller (IGC) untuk penggunaan IMA Sistem kontrol tersebut telah dapat dipabrikasi secara lokal. 50 Hz. Jenis generator yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini adalah :  Generator sinkron. .0. sistem eksitasi tanpa sikat (brushless exitation) dengan penggunaan dua tumpuan bantalan (two bearing).85 . pada perencanaan turbin propeller open flume Spesifikasi generator adalah putaran 1500 rpm.8  Aplikasi 10 . dan terbukti handal pada penggunaan di banyak PLTMH. Efisiensi generator secara umum adalah  Aplikasi < 10 KVA efisiensi 0.9  Aplikasi >.0.100 KVA efisiensi 0. 3 phasa dengan keluaran tegangan 220 V/380 V.2.100 KVA efisiensi 0.95 Sistem kontrol yang digunakan pada perencanaan PLTMH ini menggunakan pengaturan beban sehingga jumlah output daya generator selalu sama dengan beban.20 KVA efisiensi 0. baik otomatis.85  Aplikasi 20 .0.0.50 KVA efisiensi 0.8 . semi otomatis.85  Aplikasi 50 .

Dr. Perencanaan saluran penghantar berdasarkan pada kriteria: • Nilai ekonomis yang tinggi • Efisiensi fungsi • Aman terhadap tinjauan teknis • Mudah pengerjaannya • Mudah pemetiharaannya • Struktur bangunan yang memadai • Kehilangan tinggi tekan (head losses) yang kecil Perencanaan hidrolis Dimensi saluran dihitung menggunakan formula untuk perhitungan aliran seragam (uniform flow) pada saluran terbuka. 20 August 2007 • Saluran penghantar (head race) Saluran penghantar berfungsi untuk mengalirkan air dari intake sampai ke bak penenang. Intitute for Water Management. Kecepatan aliran Kecepatan aliran pada saluran penghantar direncanakan sedemikian rupa untuk mencegah .001 dengan koefisien Manning 0.: Triebwasserweg und spezifische Probleme von Hochdruckanlagen. over-under frekuensi. Vienna. University for Soil Culture. In: Kleinwasserkraftwerke. S.012. bila terjadi gangguan listrik (misal arus lebih) Notes: Keller. Proses perencanaan hidrolis saluran pembawa dilakukan menggunakan software engineering hydraulic Flow Pro. S. Pada perencanaan ini ditetapkan slope saluran pembawa sebesar 0. Projektierung und Entwurf Published by Prof. Radler. 1.  Emergency shut down. Stop/berhenti secara otomatis  Trip stop (berhenti pada keadaan gangguan: over-under voltage. 1981 Perencanaan Sipil Diupload Oleh Administrator Monday. 2.

saluran tanpa pasangan/plesteran Kecepatan rata aliran yang diijinkan pada perencanaan ini berkisar 0. yaitu : • Volume bak 10 .970 0.sedimentasi akibat kecepatan rendah maupun pengerusan tanah akibat kecepatan tinggi.2 XSee Area 0. Perhitungan dimensi bak penenang dilakukan dengan beberapa kriteria.4.20 kali debit yang masuk untuk menjamin aliran steady di pipa pesat dan mampu meredam tekanan balik pada saat penutupan aliran di pipa pesat.000 Flow Type Subcritical Velocity 0.091 1.2 .128 1.656 Depth 0.3 m/det.907 Slope 0.001 XSec Area 0.881 Manning's n 0.909 0.991 0.75 Normal Depth 0.5 .000 Diameter 1.7 m/det.665 0. • Pipa pesat ditempatkan pada jarak minimum 4 x D (diameter pipa pesat) dari muka air . saluran pasangan batu tanpa plesteran : 0.709 • Bak penenang dan pengendap (head tank) Konstruksi bak penenang dalam perencanaan ini adalah sebagaimana ditampilkan pada gambar 5.3 mm Kecepatan aliran yang diijinkan pada perencanaan ini adalah : • Kecepatan maksimum • Kecepatan minimum : 2 m/det.687 0.012 Crit.940 0.0.644 0.486 112.934 0. Flow Pro 2 U-SHAPED CHANNEL SI Units U-shaped Channel Discharge 0. • Bak penenang direncanakan dengan menetapkan kecepatan vertikal partikel sedimer 0.164 1.876 150. Kecepatan aliran yang diCiinkan dalam saluran ditetapkan dengan asumsi ukuran butir material sedimen 0. Depth 0.342 Energy 0. Tabe15.900 74.057 Control Depth 1. saluran pasangan batu plesteran 0.410 Area 1.1 Perhitungan Saluran Pembawa.5 m/det. karena berpotensi merusak runner turbin.0.962 0.03 m/det. • Pipa pesat ditempatkan 15 cm di atas dasar bak penenang untuk menghindarkan masuknya batu atau benda-benda yang tidak diijinkan terbawa memasuki turbin.546 Distance 36.

• Pemilihan pipa pesat Data dan asumsi awal perhitungan pipa pesat: • Material pipa pesat menggunakan plat baja diroll dan dilas (welded rolled steel. Hat ini dipilih sebagai alternatif terbaik untuk mendaotkan biaya terkecil. Bangunan bak penenang dan saluran pembawa direncanakan terjaga ketinggian permukaan pada saat banjir sampai maksimum 25% dari debit desain. Perencanaan pipa pesat mencakup pemilihan material.012 Q = debit desain sebesar m 3 /S L = panjang penstock. berat. • Bak penenang diiengkapi pelimpas yang direncanakan untuk membuang kelebihan debit pada saat banjir.untuk menjamin tidak terjadi turbulensi dan pusaran yang memungkinkan masuknya udara bersama aliran air di dalam pipa pesat • Bak penenang dilengkapi trash rack untuk mencegah sampah dan benda-benda yang tidak diinginkan memasuki pipa pesat bersama aliran air. diameter penstock.1875 Di mana: n = koefisien kekasaran (roughness) untuk welded steel. Material yang digunakan adalah mild steel (St 37) dengan kekuatan cukup. sistem penyambungan dan biaya. • Pipa penguras ditempatkan di bak pengendap dan bak penenang sebagai kelengkapan untuk perawatan (pembuangan endapan sedimen). Diameter pipa pesat dipilih dengan pertimbangan keamanan. m . aksesibility. • Diameter pipa pesat Diameter minimum pipa pesat dapat dihitung dengan persamaan D=( 10. Pemilihan material berdasarkan pertimbangan kondisi operasi. 0. • Pipa pesat (penstock) Pipa pesat (penstock) adalah pipa yang yang berfungsi untuk mengalirkan air dari bak penenang (forebay tank). ketersediaan material dan tingkat rugirugi (fiction losses) seminimal mungkin. kemudahan proses pembuatan.3 n 2 Q 2 L / hf ) 0. • Konstruksi bak penenang dan pengendap berupa pasangan batu diplester dengan dasar bak berupa cor-an beton tumbuk (tanpa tulangan) kedap air. Ketebalan penstock dipilih untuk menahan tekanan hidrolik dan surge pressure yang dapat terjadi. tebal dan jenis sambungan (coordination point). • Head losses pada sistem pemipaan (penstock) diasumsikan sekitar 4% terhadap head gross.

55 140 2. kNi P mm 2 D = diameter dalam pipa Kf = faktor pehgelasan sebesar 0.012 0.014 0.1 10 11 Ultimate tensile strength (N/m 2 )E6 400 5 13 na 140 340 Material Weleded steel Polyethylene Polyvinyl chloride (PVC) Asbestos cenent Cast iron Dutiie iron • Tebal plat N 0.5 kali diameter pipa (m) di tambah 1.009 3. Tekanan baiik akibat tertahannya aliran air oleh penutupan .H = tinggi jatuhan air (gross head). 2 Material Pipa Pesat Young's modulus linear expansion of elasticity a (n/m QC)E6 E (N/m 2 )E9 206 12 0.7 8.011 0.5 16.Kf)+ts dimana : ts = adalah penambahan ketebalan pipa untuk faktor korosi P1 = tekanan hidrostatik.2 mm.015 Perhitungan tebal plat dapat menggunakan persamaan tp = (P i .2 mm Rekomendasi lain adalah t min =(D+508)/1400 • Waterhammer Pada saat penutupan inlet valve dapat terjadi tekanan gelombang aliran air di dalam pipa yang dikenal sebagai waterhammer. m Tabel 5.D/ 2sf.9 untuk pengelasan dengan inspeksi x-ray faktor pengelasan sebesar 0.75 54 n.009 0.5D + 1.8 untuk pengelasan biasa sf = desaintegangan pipa yang diijinkan Pendekatan paling sederhana menggunakan rekomendasi ASME untuk tebal penstock minimum (mm) adalah 2. t min = 2.a 78.

Ps (m kolom air) P S = c. Pc: Pc = PO + PS = (0. Jarak maksimum dudukan pondasi penstok dapat dihitung dengan .?V/g di mana : ?V = kecepatan aliran air didalam pilpa adalah 4Q/ ? D 2 g = percepatan gravitasi m/det 2 Tekanan total (tekanan kritis) di dalam pipa adalah sebesar. Perhitungan rinci kekuatan dan keamanan pipa dilampirkan pada setiap lokasi rencana pengembangan PLTMH. c yang besarnya C= [ 10 -3 K/(1+ KD/Et)] 0.t Tegangan pada dinding pipa tersebut dibandingkan dengan kekuatan tarik material dan tegangan yang diijinkan. berfungsi untuk mengikat dan menahan penstock. 2. Besarnya tekanan tersebut dipengaruhi oleh faktor • Kecepatan gelombang tekanan ( pressure wave speed ). untuk welded steel 2. saddle support.1 x 11C N/m 2 D = diameter pipa (mm) t = tebal pipa (mm) • Surge pressure pada pipa. • Tumpuan pipa pesat (saddles support) Tumpuan pipa pesat. D/2.1 x 10' N/m 2 E = modulus elastilk material. Jarak antar tumpuan (L) ditentukan oleh besarnya defleksi maksimum penstock yang diijinkan. baik pondasi anchor block.5 Dimana : K = modulus bulk air.96 Hgross) + PS dimana Po adalah tekanan hidrostatik dalam pipa dengan asumsi headloss 4% Sementara itu tegangan yang terjadi pada dinding pipa adalah s = Pc.katup akan berinteraksi dengan tekanan air yang menuju inlet valve sehingga terjadi tekanan tinggi yang dapat merusak penstock. Apabila tegangan pada dinding pipa lebih besar maka penentuan diameter dan ketebalan pipa diulang (iterasi) sampai diperoleh kondisi yang aman.

Rugi-rugi head (head losses) diberikan oleh flaktor: • Kerugian karena gesekan saat aliran air melewati trashrack • Kerugian gesekan aliran fluida di dalam pipa . m 1 = panjang pipa satuan. m pbaja= 7860 kg/M3 Berat air di dalam pipa dihitung sebesar: Di mana: W air = kg 1 m pipa pesat D = diameter pipa.333 Dimana. Pada perencanaan PLTMH ini.D 4 ]/ p} 0.formula: L = 182. 1 m p air = 1000 kg/m3 W air = 0. • Rugi-rugi head (Head Losses).61 x {[(D + 0. m t = tebal pipa.25nD 2 x 1 x pair Berat satuan pipa berisi penuh air adalah. P = W pipa + W air . Berat satuan pipa pesat dihitung dengan formula W pipa = ? D x t x l x ?baja Di mana W pipa = kg 1 m pipa pesat D = diameter pipa.0147) 4 . jarak antar tumpuan pipa pesat rata-rata adalah 4 m. D = diameter dalam penstock (m) P = berat satuan dalam keadaan penuh berisi air (kg/m).

m/det 2 D = diameter pipa pesat. m Persamaan empiris lainnya yang dapat digunakan untuk menghitung rugi-rugi gesekan ini adalah: (Hf 1 L) = 10.29 n 2 Q21 D5 .g.V 2 / 2.012 untuk material welded steel Q debit. bukaan katup.333 dimana: Hf head losses karena gesekan aliran di dalam pipa. hfriction Hfriction = ?. m V = kecepatan rata-rata. perubahan penampang aliran Reduksi head losses dapat dilakukan dengan cara : • Penggunaan diameter pipa yang lebih besar (harus mempertimbangkan biaya) • Mengurangi belokan pada penstock dan pemilihan dimensi yang terbaik untukmendapatkan rugi-rugi yang kecil. ? = koefisien gesekan berdasarkan diagram Moody. Kt = koefisien gesekan bentuk pelat trashrack . Besarnya rugi-rugi pada pipa pesat terdiri dari: Rugi-rugi karena gesekan selama aliran didalam pipa. m 31S D diameter penstock. 0.• Kerugian karena turbulensi aliran yang dipengaruhi belokan. m/det G = percepatan gravitasi.L. bilangan Reynolds dan koefisien kekasaran material L = panjang penstock. m L panjang pipa.D Di mana . m Kerugian karena gesekan pada aliran metalui trashrack dapat dihitung dengan formula Kirchmer sebagai berikut t pr27sin lb 2g dimana . m n koefisien kekasaran Manning.

~ total besarnya adalah ~ total = Onlet loss + ~ belokantelbow + ~inlet valve + ~reducer/difusor + ~draf'Lube Berdasarkan perhitungan menggunakan form.3 Standard Penggunaan Pipa Pesat Tabel 5. ~ f~ m~ 1~) (1.014: (1. Setiap .6 Koefisier.d maksimum 3 km masih memungkinkan tanpa transformer. maka digunakan kabel transmisi utama 3 phasa Twisted AI 4 x 70 mm2 . ula-formula di atas. Losses sepanjang transmisi dan distribusi diasumsikan maksimum 5%. dan kabel koneksi ke konsumen menggunakan Twisted AI 2 x 10 mm2. Tabel 5. Sistem transmisi menggunakan tegangan 220 V/380 V Untuk mencapai kondisi tersebut.5 A untuk membatasi penggunaan beban berlebih. sebagaimana dapat dilihat di tabel 5. koefisien losses. Diameter standar pipa dibuat dari plat ukuran 120 cm x 240 cm yang diroll dan dilas. Kekasaran Manning beberapa material Penstock Wdded~1 pc~yiem (M) PVC Adx~c~nt 0~kw cam hw V~-~(m. Kabel distribusi digunakan Twisted AI 4 x 35 mm2 . HI HI total. maka pada perencanaart PLTM ini ukuran pipa pesat distandarisasi untuk memudahkan aplikasi di lapangan. Setiap sambungan rumah menggunakan pembatas arus 0. 01 2_ TWO 0." (1.5 mm2 dan NYM 3 x 1.3. V2 1 2g Di mana. Untuk instalasi rumah digunakan kabel NYM 2 x 1. 20 August 2007 Sistem transmisi dan distribusi perencanaan PLTMH tidak menggunakan transformer untuk menaikkan dan menurunkan tegangan.012 Distribusi Diupload Oleh Administrator Monday. Jarak transmisi dan distribusi s.5 MM2.015 0.vi) CweffiM.011 (1.t = tebal plat trashrack b = jarak antar plat trashrack Vo = kecepatan aliran air g = percepatan gravitasi 0 = sudut jatuhan trashrack dengan horisontal Kerugian karena turbulensi.

Hal utama yang menjadi perhatian dalam pembangunan rumah pembangkit adalah aksasibilitas dan sirkulasi udara untuk melepas panas pada ballast load. Rumah pembangkit berupa pasangan bata dengan bangunan coran bertulang pada pondasi turbin dan penampungan air di bawah turbin sebelum keluar ke tail race. dan 1 stop kontak. Pada rumah pembangkit ini akan ditempatkan peralatan elektrilkal .intalasi rumah dilengkapi 3 lampu. 1 saklar double. 1 saklar tunggal. . sehingga temperatur kerja mesin dapat dijaga dengan baik.mekanik yang terdiri dari: • Turbin dan sistem mekanik • Generator • Panel kontrol • Ballast Load • Tempat peralatan/tools Rumah pembangkit dilengkapi dengan pengamanan terhadap petir dan arus berlebih (lightning arrester). Sirkulasi udara yang baik akan menjaga temperatur kerja sekitar rumah pembangkit tidak berlebih. Rumah Pembangkit Rumah pembangkitan yang merupakan titik pusat pembangkitan direncanakan dengan ukuran 3 x 4 m atau 4 x 4 m tergantung kondisi dilapangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->