P. 1
Tugas Agama Kelas XII Keutuhan Ciptaan

Tugas Agama Kelas XII Keutuhan Ciptaan

|Views: 1,345|Likes:

More info:

Published by: Vinsensius Viktor Limas on Oct 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

Keutuhan Ciptaan

Disusun Oleh : 1. 2. 3. 4. Amelia S. Anna S.I. Mangasa V.Viktor L.

XII IPA 5

SMA Xaverius 1 Jl. Bangau No. 60/1258 PALEMBANG 2009/2010
1.Jelaskan apa yang dimaksud dengan keutuhan ciptaan ! • Keutuhan ciptaan adalah bagian esensial dari semua tradisi iman dan merupakan hal penting karena dengan keutuhan ciptaan maka dialog,

kerja sama, dan saling pengertian dapat dibangun. 2.Sebutkan bentuk-bentuk kegiatan yang merusak lingkungan ! - Penebangan dan pembakaran hutan - Penggunaan pupuk dan pestisida secara berlebihan. - Perburuan Liar - Perusakan terumbu karang - Pembangunan industry atau pabrik - Penambangan - Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman. - Merusak hutan bakau. - Pembuangan sampah di sembarang tempat. - Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS). - Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas. 3. Sebutkan akibat pengrusakan lingkungan ! • Akibat pengrusakan lingkungan : - Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri. - Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan. - Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan. Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup. 4. Sebutkan contoh-contoh organisasi atau kelompok yang mengusahakan keutuhan ciptaan atau kelestarian lingkungan ! • Kelompok Pecinta Alam • WALHI • Green Peace 5. Sebutkan usaha-usaha untuk menjaga keutuhan ciptaan atau kelestarian lingkungan ! a. Usaha pribadi - Tidak membuang sampah sembarangan. - Tidak menggunakan gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer. - Menanam tanaman hias atau tanaman lain untuk mengurangi polusi udara. - Menjaga lingkungan sekitar tempat usaha agar tidak tercemar dengan sampah ataupun limbah. - Mengonsumsi bahan-bahan organik b. Usaha keluarga - Tidak membuang sampah sembarangan. - Tidak menggunakan gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer. - Menanam tanaman hias atau tanaman lain untuk mengurangi polusi udara. - Mengonsumsi bahan-bahan organik c. Usaha masyarakat - Pelestarian tanah : dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.

- Pelestarian udara : 1. Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita, 2. Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, 3. Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer - Pelestarian Hutan : 1. Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul. 2. Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang. 3. Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon. 4. Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan. 5. Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan. - Pelestarian Laut dan Pantai : 1. Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai. 2. Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut. 3. Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan. 4. Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan. - Pelestarian Flora dan Fauna : 1. Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa. 2. Melarang kegiatan perburuan liar. 3. Menggalakkan kegiatan penghijauan. d. Usaha agama - Mengajak umat beragama untuk berdoa demi kelestarian lingkungan. - Mengadakan kegiatan secara bersama-sama mengenai kelestarian lingkungan. - Melarang umat beragama untuk merusak lingkungan - Memberi refleksi diri atau siraman rohani mengenai dampak dari kerusakan lingkungan kepada masyarakat. e. Usaha pemerintah - Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah. - Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. - Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). - Membentuk Badan Pengendalian Lingkungan - Pemberian penghargaan bagi sejumlah aktivitas yang memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. - Mengadakan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. - Mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi tentang lingkungan 6. Sebutkan contoh-contoh hasil dari usaha melestarikan lingkungan atau menjaga keutuhan ciptaan! - Sayur-sayuran dan buah-buahan dari tanaman - Kayu dari pohon - Flora dan fauna yang lanka masih tetap hidup - Laut, pantai, danau dan berbagai keindahan alam yang tidak tercemar

- Sampah-sampah tidak berserakan sehingga tidak menimbulkan banjir dan tanah longsor 7. Sebutkan alasan mengapa kita manusia harus peduli terhadap keutuhan ciptaan atau kelestarian lingkungan ! • Tuhan telah berfirman agar manusia melindungi dan menjaga alam • Manusia hidup dari sumber daya alam • Manusia tinggal di alam • Jika alam rusak, manusia akan terkena bencana • Jika bencana terjadi maka banyak manusia jadi korban 8. Jelaskan apa maksudnya Allah memberi kuasa kepada manusia untuk menguasai alam ! • Tuhan memberikan kita tanggung jawab sebagai makhluk yang mempunyai hati dan pikiran untuk menjaga, melindungi dan menggunakan(mengolah) ala dengan baik dan bertanggung jawab.semua itu dilakukan agar manusia bisa hidup dengan baik dan berkecukupan 9. Sebutkan apa saja yang dapat saya lakukan untuk membuat sekolah kita menjadi asri ! • Menjaga diri untuk menaati peraturan yang berlaku • Menanamkan kebiasaan baik pada semua siwa dalam hal menjaga kebersihan • Menanam pohon disekitar lingkungan sekolah( bukan sekedar program) • Melatih kepedulian terhadap lingkungan • Menyediakan tong sampah di tempat-tempat ang dapat dengan mudah dijangkau oleh siswa/i 10. Carilah teks kitab suci yang menjelaskan keutuhan ciptaan dan pesannya ! • Kejadian 1:1-31 “Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya” Pesan : Allah menciptakan seluruh isi bumi dalam 6 hari dan beristirahat pada hari ketujuh. Allah menciptakan seluruh lingkungan demi kelangsungan hidup manusia • Mazmur 122:1-7 “Doa sejahtera untuk Yerusalem” Pesan:Agar manusia menjaga kesejahteraan di balik lingkunagn tembok manusia • Kisah Para Rasul 9:23-31 “Doa Jemaat” Pesan: Agar sesama jemaat tidak saling rusuh dan menjaga langit, bumi, dan segala isinya 11. Buatlah doa dengan tema keutuhan ciptaan !

12. Carilah cerita rakyat yang mengandung nasihat untuk menjaga keutuhan ciptaan dan apa pesan dari cerita tersebut ! Legenda dari Jawa Barat Situ Bagendit Garut adalah salah satu daerah di jawa Barat. Merupakan daerah yang subur dan memiliki banyak tempat wisata. Salah satunya adalah Situ bagendit. Dan cerita ini adalah mengenai asal-usul terbentuknya situ Bagendit. Pada jaman dahulu kala disebelah utara kota garut ada sebuah desa yang penduduknya kebanyakan adalah petani. Karena tanah di desa itu sangat subur dan tidak pernah kekurangan air, maka sawah-sawah mereka selalu menghasilkan padi yang berlimpah ruah. Namun meski begitu, para penduduk di desa itu tetap miskin kekurangan. Hari masih sedikit gelap dan embun masih bergayut di dedaunan, namun para penduduk sudah bergegas menuju sawah mereka. Hari ini adalah hari panen. Mereka akan menuai padi yang sudah menguning dan menjualnya kepada seorang tengkulak bernama Nyai Endit. Nyai Endit adalah orang terkaya di desa itu. Rumahnya mewah, lumbung padinya sangat luas karena harus cukup menampung padi yang dibelinya dari seluruh petani di desa itu. Ya! Seluruh petani. Dan bukan dengan sukarela para petani itu menjual hasil panennya kepada Nyai Endit.Mereka terpaksa menjual semua hasil panennya dengan harga murah kalau tidak ingin cari perkara dengan centeng-centeng suruhan nyai Endit. Lalu jika pasokan padi mereka habis, mereka harus membeli dari nyai Endit dengan harga yang melambung tinggi. “Wah kapan ya nasib kita berubah?” ujar seorang petani kepada temannya. “Tidak tahan saya hidup seperti ini. Kenapa yah, Tuhan tidak menghukum si lintah darat itu?” “Sssst, jangan kenceng-kenceng atuh, nanti ada yang denger!” sahut temannya. “Kita mah harus sabar! Nanti juga akan datang pembalasan yang setimpal bagi orang yang suka berbuat aniaya pada orang lain. Kan Tuhan mah tidak pernah tidur!” Sementara iru Nyai Endit sedang memeriksa lumbung padinya. “Barja!” kata nyai Endit. “Bagaimana? Apakah semua padi sudah dibeli?” kata nyai Endit. “Beres Nyi!” jawab centeng bernama Barja. “Boleh diperiksa lumbungnya Nyi! Lumbungnya sudah penuh diisi padi, bahkan beberapa masih kita simpan di luar karena sudah tak muat lagi.” “Ha ha ha ha…! Sebentar lagi mereka akan kehabisan beras dan akan membeli padiku. Aku akan semakin kaya!!! Bagus! Awasi terus para petani itu, jangan sampai mereka menjual hasil panennya ke tempat lain. Beri pelajaran bagi siapa saja yang membangkang!” kata Nyai Endit. Benar saja, beberapa minggu kemudian para penduduk desa mulai kehabisan bahan makanan bahkan banyak yang sudah mulai menderita kelaparan. Sementara Nyai Endit selalu berpesta pora dengan makananmakanan mewah di rumahnya.

“Aduh pak, persediaan beras kita sudah menipis. Sebentar lagi kita terpaksa harus membeli beras ke Nyai Endit. Kata tetangga sebelah harganya sekarang lima kali lipat disbanding saat kita jual dulu. Bagaimana nih pak? Padahal kita juga perlu membeli keperluan yang lain. Ya Tuhan, berilah kami keringanan atas beban yang kami pikul.” Begitulah gerutuan para penduduk desa atas kesewenang-wenangan Nyai Endit. Suatu siang yang panas, dari ujung desa nampak seorang nenek yang berjalan terbungkuk-bungkuk. Dia melewati pemukiman penduduk dengan tatapan penuh iba. “Hmm, kasihan para penduduk ini. Mereka menderita hanya karena kelakuan seorang saja. Sepertinya hal ini harus segera diakhiri,” pikir si nenek. Dia berjalan mendekati seorang penduduk yang sedang menumbuk padi. “Nyi! Saya numpang tanya,” kata si nenek. “Ya nek ada apa ya?” jawab Nyi Asih yang sedang menumbuk padi tersebut “Dimanakah saya bisa menemukan orang yang paling kaya di desa ini?” tanya si nenek “Oh, maksud nenek rumah Nyi Endit?” kata Nyi Asih. “Sudah dekat nek. Nenek tinggal lurus saja sampai ketemu pertigaan. Lalu nenek belok kiri. Nanti nenek akan lihat rumah yang sangat besar. Itulah rumahnya. Memang nenek ada perlu apa sama Nyi Endit?” “Saya mau minta sedekah,” kata si nenek. “Ah percuma saja nenek minta sama dia, ga bakalan dikasih. Kalau nenek lapar, nenek bisa makan di rumah saya, tapi seadanya,” kata Nyi Asih. “Tidak perlu,” jawab si nenek. “Aku Cuma mau tahu reaksinya kalau ada pengemis yang minta sedekah. O ya, tolong kamu beritahu penduduk yang lain untuk siap-siap mengungsi. Karena sebentar lagi akan ada banjir besar.” “Nenek bercanda ya?” kata Nyi Asih kaget. “Mana mungkin ada banjir di musim kemarau.” “Aku tidak bercanda,” kata si nenek.”Aku adalah orang yang akan memberi pelajaran pada Nyi Endit. Maka dari itu segera mengungsilah, bawalah barang berharga milik kalian,” kata si nenek. Setelah itu si nenek pergi meniggalkan Nyi Asih yang masih bengong. Sementara itu Nyai Endit sedang menikmati hidangan yang berlimpah, demikian pula para centengnya. Si pengemis tiba di depan rumah Nyai Endit dan langsung dihadang oleh para centeng. “Hei pengemis tua! Cepat pergi dari sini! Jangan sampai teras rumah ini kotor terinjak kakimu!” bentak centeng. “Saya mau minta sedekah. Mungkin ada sisa makanan yang bisa saya makan. Sudah tiga hari saya tidak makan,” kata si nenek. “Apa peduliku,” bentak centeng. “Emangnya aku bapakmu? Kalau mau makan ya beli jangan minta! Sana, cepat pergi sebelum saya seret!” Tapi si nenek tidak bergeming di tempatnya. “Nyai Endit keluarlah! Aku mau minta sedekah. Nyai Endiiiit…!” teriak si nenek. Centeng- centeng itu berusaha menyeret si nenek yang terus berteriakteriak, tapi tidak berhasil. “Siapa sih yang berteriak-teriak di luar,” ujar Nyai Endit. “Ganggu orang makan saja!” “Hei…! Siapa kamu nenek tua? Kenapa berteriak-teriak di depan rumah orang?” bentak Nyai Endit. “Saya Cuma mau minta sedikit makanan karena sudah tiga hari saya tidak makan,” kata nenek. “Lah..ga makan kok minta sama aku? Tidak ada! Cepat pergi dari sini! Nanti banyak lalat nyium baumu,” kata Nyai Endit.

Si nenek bukannya pergi tapi malah menancapkan tongkatnya ke tanah lalu memandang Nyai Endit dengan penuh kemarahan. “Hei Endit..! Selama ini Tuhan memberimu rijki berlimpah tapi kau tidak bersyukur. Kau kikir! Sementara penduduk desa kelaparan kau malah menghambur-hamburkan makanan” teriak si nenek berapi-api. “Aku datang kesini sebagai jawaban atas doa para penduduk yang sengsara karena ulahmu! Kini bersiaplah menerima hukumanmu.” “Ha ha ha … Kau mau menghukumku? Tidak salah nih? Kamu tidak lihat centeng-centengku banyak! Sekali pukul saja, kau pasti mati,” kata Nyai Endit. “Tidak perlu repot-repot mengusirku,” kata nenek. “Aku akan pergi dari sini jika kau bisa mencabut tongkatku dari tanah.” “Dasar nenek gila. Apa susahnya nyabut tongkat. Tanpa tenaga pun aku bisa!” kata Nyai Endit sombong. Lalu hup! Nyai Endit mencoba mencabut tongkat itu dengan satu tangan. Ternyata tongkat itu tidak bergeming. Dia coba dengan dua tangan. Hup hup! Masih tidak bergeming juga. “Sialan!” kata Nyai Endit. “Centeng! Cabut tongkat itu! Awas kalau sampai tidak tercabut. Gaji kalian aku potong!” Centeng-centeng itu mencoba mencabut tongkat si nenek, namun meski sudah ditarik oleh tiga orang, tongkat itu tetap tak bergeming. “Ha ha ha… kalian tidak berhasil?” kata si nenek. “Ternyata tenaga kalian tidak seberapa. Lihat aku akan mencabut tongkat ini.” Brut! Dengan sekali hentakan, tongkat itu sudah terangkat dari tanah. Byuuuuurrr!!!! Tiba-tiba dari bekas tancapan tongkat si nenek menyembur air yang sangat deras. “Endit! Inilah hukuman buatmu! Air ini adalah air mata para penduduk yang sengsara karenamu. Kau dan seluruh hartamu akan tenggelam oleh air ini!” Setelah berkata demikian si nenek tiba-tiba menghilang entah kemana. Tinggal Nyai Endit yang panik melihat air yang meluap dengan deras. Dia berusaha berlari menyelamatkan hartanya, namun air bah lebih cepat menenggelamkannya beserta hartanya. Di desa itu kini terbentuk sebuah danau kecil yang indah. Orang menamakannya ‘Situ Bagendit’. Situ artinya danau dan Bagendit berasal dari kata Endit. Beberapa orang percaya bahwa kadang-kadang kita bisa melihat lintah sebesar kasur di dasar danau. Katanya itu adalah penjelmaan Nyai Endit yang tidak berhasil kabur dari jebakan air bah. Pesan dalam cerita rakyat : - Agar kita menggunakan hasil bumi dengan sebaik-baiknya, bukan untuk memeras orang lain. - Gunakan ciptaan Tuhan untuk membantu orang lain.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->