P. 1
Laporan Praktik Lapang [f34070102]

Laporan Praktik Lapang [f34070102]

4.0

|Views: 7,786|Likes:
Published by Eko Nopianto

More info:

Published by: Eko Nopianto on Oct 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2015

pdf

text

original

Provinsi Jambi mempunyai potensi yang cukup besar untuk pengembangan industri
kelapa sawit. Laju pertumbuhan areal perkebunan kelapa sawit yang ditandai dengan booming

kelapa sawit sejak tahun 1995, serta adanya pencanangan program kebun kelapa sawit sejuta

hektar oleh Gubernur Jambi pada tahun 2000, menghasilkan pertumbuhan luas lahan kelapa sawit

yang cukup tinggi di Provinsi Jambi dan kenaikan produksi CPO. Kenaikan produksi TBS dan
CPO tersebut menyebabkan semakin tingginya potensi pengembangan industri hilir kelapa sawit.

Demikian pula produk sampingnya pada proses pengolahan TBS menjadi CPO seperti sabut

(fiber), cangkang, limbah cair dan limbah padat (sludge) belum dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan

komersial, walaupun sebagian sudah dimanfaatkan untuk bahan bakar biomassa dan pupuk. Hal

inilah yang membuat diri saya tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang potensi yang terdapat
dalam limbah biomassa kelapa sawit yang masih dapat di kembangkan dan diambil nilai

ekonomisnya.

CPO yang dihasilkan dari pengolahan kelapa sawit hanya sekitar 23% (rendemen) dan

sisanya adalah by-product. Menurut Utomo (2001), by-Product yang dihasilkan dari pabrik

pengolahan kelapa sawit tergolong sangat tinggi, yaitu limbah cair sebanyak 8,5% dan limbah

padat sebanyak 68%. Limbah padat ini berupa tandan buah kosong (16%), serat perasan buah
(26%), bungkil inti sawit (4%), cangkang (6%), solid (3%) dan limbah lain (13,5%). Dengan

demikian potensi biomassa tersebut cukup besar bilamana dapat dimanfaatkan menjadi komoditas

yang mempunyai nilai ekonomis, dan dapat menciptakan lapangan kerja khususnya bagi usaha

kecil dan menengah.

Untuk meningkatkan nilai tambah produksi CPO serta penerapan “Produksi Bersih”, ISO

14001 (Environmental Management Sistem), konversi limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat
sangat penting untuk dilakukan. Selama ini pemanfaatan limbah kelapa sawit (khususnya limbah

padat) yang melimpah di Indonesia, umumnya masih terfokus sebagai bahan baku pakan ternak.

Padahal dengan kandungan senyawa yang penting yang ada pada ampas kelapa sawit, produksi

hilir dengan pemanfaatan ampas kelapa sawit sangat potensial untuk dikembangkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->