P. 1
Laporan Praktik Lapang [f34070102]

Laporan Praktik Lapang [f34070102]

4.0

|Views: 7,808|Likes:
Published by Eko Nopianto

More info:

Published by: Eko Nopianto on Oct 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2015

pdf

text

original

a.1. Ruang pembakaran

Ruang pembakaran berada pada bagian bawah Boiler. Pada ruang ini terjadi proses

pembakaran bahan bakar untuk menghasilkan udara panas yang dapat memanaskan air. Bagian
dalam ruang pembakaran dilapisi oleh batu api. Bahan bakar yang digunakan berupa fiber yang

dicampur dengan cangkang biji sawit. Penambahan cangkang sebagai bahan bakar terjadi

17

sewaktu-waktu ketika kualitas steam yang dihasilkan kurang baik atau tekanan steam rendah.

Penggunaan bahan bakar berlebih dapat menyebabkan asap sisa pembakaran menjadi hitam
karena bahan bakar belum terbakar sempurna. Gambar 14. menunjukkan ruangan pembakaran

pada stasiun Boiler.

Gambar 14. Ruang Pembakaran Stasiun Boiler

a.2. Konveyor

Pada stasiun Boiler terdapat 2 jenis konveyor yang digunakan yaitu Fiber Shell

Conveyor dan Fuel Distributing Conveyor. Fiber Shell Conveyor berfungsi untuk mengangkut

bahan bakar menuju ruang pembakaran Boiler. Sebelum masuk ruang pembakaran, bahan
bakar didistribusikan menggunakan Fuel Distributing Conveyor sehingga terbagi secara merata

ke 3 lubang inlet bahan bakar.

a.3. Fan

Terdapat 3 jenis fan yang digunakan pada Boiler, yaitu Secondary Force Draught fan,
Force Drought Fan, dan Induced Draught Fan, Fuel Feed Fan berfungsi untuk memberikan

dorongan terhadap bahan bakar agar dapat masuk ke ruang pembakaran. Force drought fan

berfungsi memberikan dorongan sehingga dapat meningkatkan efisiensi pembakaran dalam

ruang bakar, Sedangkan Force Drought Fan terdapat pada bagian bawah ruang pembakaran.
Induced Draught Fan berfungsi untuk menghisap udara panas hasil pembakaran dan

mengalirkannya melalui jalur tertentu sehingga dapat memanaskan semua pipa dan drum yang

ada.

a.4. Drum

Drum pada Boiler terdapat 2 jenis Drum yang digunakan, yaitu Upper Drum, Lower

Drum. Upper drum merupakan tempat penampungan air yang akan dipanaskan dan juga

berfungsi sebagai tempat pengumpulan steam yang dihasilkan, sehingga pada Upper Drum

terdapat 2 fase air yaitu cair dan gas. Lower Drum berfungsi sebagai tempat penampungan air

yang didistribusikan ke dalam pipa air, pada Lower Drum air masih memiliki fase cair.

a.5. Pipa Air

Pipa air merupakan pipa tempat proses pemanasan air hingga menjadi steam berlangsung.

18

a.6. Indikator Level Air

Indikator level air berfungsi sebagai alat penduga ketinggian air yang berada pada

Upper Drum. Indikator ini berupa lampu dan alarm yang menunjukkan ketinggian air yang

terpasang pada papan pengontrol. Ketinggian air di bagi menjadi 4 level, yaitu High Water

Level, normal Water level, 1 Low Water level, dan 2 Low Water Level.

a.7. Gelas penduga

Gelas penduga berfungsi sebagai alat untuk menduga ketinggian air dalam Upper drum.

a.8. Safety valve

Safety valve merupakan katup pengaman yang berfungsi sebagai sistem pengaman

terhadap tekanan berlebih dalam Boiler, safety valve akan membuang steam berlebih dalam

Boiler apabila tekanan dalam Boiler melebihi maksimum tekanan.

a.9. Dust Colector

Dust Collector merupakan suatu alat yang berfungsi untuk mengumpulkan debu sisa

pembakaran yang ikut terhisap olah Induced Draught Fan bersama gas sisa pembakaran lainya

yang akan di buang ke udara bebas.

a.10. Chimney

Chimney merupakan cerobong asap yang berfungsi untuk membuang gas sisa

pembakaran ke udara bebas.

b. Turbin Uap

Steam yang dihasilkan Boiler kemudian akan masuk ke turbin uap untuk menggerakkan

generator penghasil listrik. Bagian-bagian utama turbin berupa rotor wheel turbin, gear box

dan generator listrik. Steam yang berasal dari Boiler dengan tekanan 21-21,5 kg/cm2

dan

temperatur 210-212 ᵒC, akan masuk ke turbin dan menggerakkan rotor wheel (997 Hp)

sehingga menghasilkan putaran dengan kecepatan 1500 rpm. Selain itu didalam turbin juga
terjadi penurunan temperatur steam hingga 148-140 ᵒC. Gear box dengan daya 1096 Hp akan

menurunkan kecepatan putaran hingga 1500 rpm, sehingga sesuai dengan kecepatan putaran

yang dibutuhkan generator untuk menghasilkan listrik dengan daya sebesar 700Kw, tegangan

sebesar 380/220 V, arus listrik sebesar 1329 A, dan frekuensi sebesar 50 Hz.

c. Back Presure Vessel (BPV)

BPV merupakan tangki yang digunakan untuk mengumpulkan steam langsung dari

Boiler maupun steam sisa pemakaian dari turbin. Sebelum masuk ke BPV, steam dari Boiler

harus dikondisikan pada tekanan 3,5 kg/cm2

dan temperatur 120 ᵒC melalui pipa by pass.
Terdapat satu unit BPV yang dilengkapi dengan pipa-pipa aliran steam menuju ke deaerator

air, Sterilizer, Clarifier+Kernel+Recovery tank, dan juga ke tangki timbun (Storage Tank).

Selain itu BPV juga dilengkapi denga pipa buang darurat, safety valve, dan manometer

tekanan. Pada saat tekanan melewati batas 3,5 kg/cm, safety valve secara otomatis akan

menurunkan tekanan dengan membuang sebagian steam. Jika safety valve tidak berfungsi

tersedia pipa buang darurat yang dapat dioperasikan secara manual.

19

d. Diesel Genset

Genset dibutuhkan untuk memenuhi suplai listrik pada awal pengoperasian Boiler dan

mesin-mesin pabrik, serta suplai listrik untuk kebutuhan lingkungan pabrik dan perumahan.
Setelah Boiler dan semua mesin telah beroperasi normal, Genset dipakai untuk membantu

turbin menyuplai listrik. Terdapat dua unit Diesel Genset berbahan bakar solar yang dilengkapi

dengan motor 1500 rpm. Konsumsi bahan bakar solar oleh genset sebanyak 26-30 liter/jam.

Bahan bakar solar berasal dari tangki bahan bakar dengan kapasitas 36.000 liter. Listrik yang

dihasilkan oleh Genset mempunyai daya 250 Kw, tegangan 380 V, dan frekuensi 50 Hz.

3. Water Treatment Plant (WTP)

Stasiun Water Treatment Plant (WTP) merupakan stasiun yang mengolah air kotor menjadi

bersih. Proses pengolahan air sangat penting karena sumber air yang digunakan untuk kebutuhan

proses produksi memiliki kualitas yang kurang baik. Proses pengolahan kelapa sawit memerlukan
pasokan air bersih yang cukup sebagai bahan baku yang digunakan untuk pembuatan steam dalam

Boiler. Selain untuk keperluan produksi, kebutuhan air bersih diperlukan juga untuk kebutuhan

kantor dan perumahan karyawan serta staff. Gambar 15 menunjukkan salah satu perangkat WTP.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->