Cara Menggunakan Oscilloscope Oscilloscope

Oscilloscope adalah alat ukur yang mana dapat menunjukkan kepada anda 'bentuk' dari sinyal listrik dengan menunjukkan grafik dari tegangan terhadap waktu pada layarnya. Itu seperti layaknya voltmeter dengan fungsi kemampuan lebih, penampilan tegangan berubah terhadap waktu.Sebuah graticule setiap 1cm grid membuat anda dapat melakukan pengukuran dari tegangan dan waktu pada layar (sreen).

Simbol diagram rangkaian untuk sebuah oscilloscope

Cathode Ray Oscilloscope (CRO)

Sebuah grafik, biasa disebut trace /jejak, tergambar oleh pancaran electron menumbuk lapisan phosphor dari layar menimbulkan pancaran cahaya, biasanya berwarna hijau atau biru. Ini sama dengan pengambaran pada layar televisi. Oscilloscope terdiri dari tabung vacuum dengan sebuah cathode (electrode negative ) pada satu sisi yang menghasilkan pancaran electron dan sebuah anode ( electrode positive ) untuk mempercepat gerakannya sehingga jatuh tertuju pada layar tabung. Susunan ini disebut dengan electron gun. Sebuah tabung juga mempunyai elektroda yang menyimpangkan pancaran elektron keatas/kebawah dan kekiri/kekanan. Elektron-elektron disebut pancaran sinar katoda sebab mereka dibangkitkan oleh cathode dan ini menyebabkan oscilloscope disebut secara lengkap dengan cathode ray oscilloscope atau CRO. Sebuah oscilloscope dual trace dapat menampilkan jejak rangkap/dua pada layarnya, untuk mempermudah pembandingan sinyal input dan output dari sebuah amplifier sebagai contohnya. Maka dibutuhkan biaya tambahan untuk kemampuan tersebut.

sangat mudah kehilangan tampilan jejak/trace jika terdapat pengaturan yang salah! Terdapat berbagai variasi susunan dan penandaan dari berbagai pengaturnya sehingga dibutuhkan mengikuti petunjuk untuk membiasakan dengan perangkat anda. Atur INTENSITY (kecerahan) dan FOCUS untuk kecerahan. Putar timebase VARIABLE control ke 1 atau CAL. Set Trigger Level ke AUTO. Set Y AMPLIFIER ke 5V/cm (nilai moderat). saat dimana tidak ada sinyal masukan yang dihubungkan Oscilloscopes adalah instruments kompleks dengan berbagai pengatur dan memerlukan penanganan pengaturan untuk keberhasilan pemakaiannya. Set TIMEBASE ke 10ms/cm (kecepatan moderat). Set switch AC/GND/DC (dengan masukan Y ) ke DC. Set Trigger Source ke INT (internal.Setting up sebuah oscilloscope Ini semua yang perlu dilihat setelah setting up. seperti tergambar. masukan y ). Set SWP/X-Y switch ke SWP (sweep). Switch on oscilloscope untuk pemanasan (berkisar satu menit atau dua menit). oscilloscope sekarang siap digunakan! Penyambungan oscilloscope Susunan dari sebuah sambungan ujung co-axial kit pemandu dan ujung penduga Oscilloscope Sebuah pemandu masukan Y oscilloscope selalu terdiri dari pemandu co-axial dan susunannya ditunjukkan oleh diagram. ketajaman trace/jejak. Bagian tengah kabel mengalirkan sinyal dan . Jangan menghubungkan masukan pada tingkat ini. Atur geseran Y (atas/bawah) dan geser X (kiri/kanan) untuk memenuhi jejak pada tengah layar.

Dalam pemakaian profesional sebuah ujung rancangan khusus kit jarum penduga hasil terbaik saat sinyal frekuensi tinggi dan saat menguji rangkaian dengan resistansi tinggi. 1kHz = 1000Hz dan 1MHz = 1000000Hz. Amplitude adalah tegangan maksimum yang dapat dicapai sinyal. 1ms = 0. diukur dalam detik (s). Sebuah oscilloscope dihubungkan layaknya sebuah voltmeter tetapi perlu disadari bahwa screen/cadar (hitam) cadar ujung masukan terhubung pada pentanahan utama pada oscilloscope! Ini berarti harus terhubung pada 0V rangkaian yang diukur. Teganagn Puncak merupakan nama lain untuk amplitudo . ujung tancapan 4mm dapat digunakan jika diperlukan. V. untuk melepas adalah putar dan tarik. Frekuensi banyaknya putaran/getar per detik. Perioda adalah waktu yang diperlukan untuk membentuk satu sinyal penuh. tetapi perioda dapat sependek millidetik (ms) dan microdetik (µs) biasa digunakan juga. tidak tercadar.001s dan 1µs = 0. adalah frekuensi atau jumlah getar perdetik. Mengukur tegangan dan perioda Jejak pada layar osciloskope adalah grafik tegangan terhadap waktu. Teganagn puncak ke puncak adalah dua kali tegangan puncak (amplitudo).bagian selubung (pelindung) terhubung ketanah (0V) untuk melindungi sinyal dari gangguan listrik (biasa disebut dengan noise /derau). tetapi tidak diperlukan untuk pekerjaan pengukuran sederhana semisal untuk audio (sampai 20kHz). frekuensi = 1 dan perioda = 1 Perioda frekuensi . Bentuk grafik mengejawantahkan gambaran sinyal asli masukan. Oscilloscopes yang digunakan disekolahan menggunakan sockets 4mm merah dan hitam 4mm nyatanya. Diagram menampilkan sebuah gelombang sinus tetapi batasan dikenakan pada bentuk sinyal yang tetap. tapi frekuensi dapat setinggi kilohertz (kHz) dan megahertz (MHz) maka digunakan. Penandaan batasan grafik. diukur dalam volts.000001s. Biasanya pembacaan pada osciloskope saat pengukuran adalah tegangan puncak ke puncak. diukur dalam hertz (Hz). Sebagian besar oscilloscopes mempunyai socket BNC untuk masukan y dan pemandu bagian ujung dengan susunan tekan putar.

Resistansi tinggi. Catatan. frekuensi = 1 dan perioda = 1 Perioda frekuensi Jejak sinyal AC . Diagram menampilkan sebuah gelombang sinus tetapi batasan dikenakan pada bentuk sinyal yang tetap. • Amplitude adalah tegangan maksimum yang dapat dicapai sinyal. pilih pengaturan agar satu sinyal penuh yang tampil dilayar. diukur dalam hertz (Hz).001s dan 1µs = 0. • Pengatur TIMEBASE (TIME/CM) mengatur seberapa sering titik bergerak melintasi layar. cara terbaik memulai pengukuran dengan osciloscope saat pertama kali adalah menggunakan sinyal sederhana seperti keluaran dari paket sinyal AC letakkan pada 4V. tetapi tidak diperlukan untuk pekerjaan pengukuran sederhana semisal untuk audio (sampai 20kHz). 1ms = 0. tapi frekuensi dapat setinggi kilohertz (kHz) dan megahertz (MHz) maka digunakan. diukur dalam detik (s). • Frekuensi banyaknya putaran/getar per detik. • Perioda adalah waktu yang diperlukan untuk membentuk satu sinyal penuh. • Teganagn Puncak merupakan nama lain untuk amplitudo . namun jangan sampai hilang darinya (layar). • Teganagn puncak ke puncak adalah dua kali tegangan puncak (amplitudo).000001s. tetapi perioda dapat sependek millidetik (ms) dan microdetik (µs) biasa digunakan juga. Penjejakan sinyal AC dengan oscilloscope tepatkan pengaturan Pemenuhan jejak mantap dan jelas Saat anda menghubungkan osciloscope pada rangkaian untuk diukur atur pengaturan untuk mendapatkan gambar yang mantap dan jelas: • Pengatur Y AMPLIFIER (VOLTS/CM) menentukan ketinggian penjejakan. Biasanya pembacaan pada osciloskope saat pengukuran adalah tegangan puncak ke puncak. adalah frekuensi atau jumlah getar perdetik. diukur dalam volts. ________________________________________ Mengukur tegangan dan perioda Jejak pada layar osciloskope adalah grafik tegangan terhadap waktu. 1kHz = 1000Hz dan 1MHz = 1000000Hz. yang mana pengaturan jejak basis waktu tidak tidak kritis. pilih peletakan jejak berkisar setengah tinggi layar. • PengaturTRIGGER umumnya baik jika diletakkan ke posisi AUTO. Penandaan batasan grafik. Sebuah oscilloscope dihubungkan layaknya sebuah voltmeter tetapi perlu disadari bahwa screen/cadar (hitam) cadar ujung masukan terhubung pada pentanahan utama pada oscilloscope! Ini berarti harus terhubung pada 0V rangkaian yang diukur. masukan DC menampilkan sebuah garis lurus. Bentuk grafik mengejawantahkan gambaran sinyal asli masukan. V.

tidak ada input Titik sangat cepat sehingga tertampil sebuah garis Timebase (time/cm) dan trigger controls Sapuan oscilloscope dari pancaran electron melintasi layar dari kiri kekanan kecepatan mantapnya diatur oleh TIMEBASE control.0cm × 5ms/cm = 20ms dan frekuensi = 1/waktu perioda = 1/20ms = 50Hz ________________________________________ Basis waktu lambat.Y AMPLIFIER: 2V/cm TIMEBASE: 5ms/cm contoh pengukuran: tegangan puncak ke puncak = 8.4V amplitudo = 4. setiap penandaan titik pewaktu memindah sejauh 1cm. Pengatur Timebase ditandai dengan TIME/CM. Waktu = jarak dalam cm × time/cm contoh: perioda = 4. .2V Perioda Waktu ditunjukan oleh sumbu X (horizontal) dan skala ditentukan oleh pengatur TIMEBASE (TIME/CM). pengaruh pengaturan skala pada sumbu x. untuk membenahi pembacaan langsung 0V tiliklah (biasanya separuh bagian layar): geser sakelar AC/GND/DC ke GND (0V) dan gunakan pengeser Y (atas/bawah) untuk menepatkan letak jejak bila perlu. pindah lagi sakelar ke DC kembali untuk mengamati sinyal. Pada pengaturan timebase lambat (seperti 50ms/cm) anda dapat melihat pergerakan titik pada layar tetapi saat pengaturan lebih cepat (seperti 1ms/cm) titk bergerak cepat maka muncul garis.2cm × 2V/cm = 8. tidak ada masukan Anda dapat melihat pergerakan titik Timebase cepat. frekuensi banyak getar per detik. Amplitudo adalah setengah tegangan puncak ke puncak. The waktu perioda (sering disebut perioda) adalah waktu satu putaran?getar sinyal. Biasanya Tegangan puncak ke puncak pengukuran ini tidak dapat mengetahui kebenaran posisi 0V. Tegangan = jarak dalam cm × volts/cm Contoh: tegangan puncak kepuncak = 4. frekuensi = 1/perioda Yakinkan pengatur halus basis waktu ke 1 atau CAL (calibrasi) sebelum melakukan pengukuran.4V amplitud0 (tegangan puncak) = ½ × tegangan puncak ke puncak = 4.2V perioda = 20ms frekuensi = 50Hz Tegangan tegangan ditunjukkan oleh sumbu tegak Y dan skala ini ditentukan oleh pengaturan AMPLIFIER Y (VOLTS/CM).

Pengaturan letak diejawantahkan dalam centimeter (cm) pada layar. Sakelar keAC menyisipkan kapasitor pada masukan untuk menghadang sinyal DC . tetapi tidak harus mengabaikan pembacaan kebenaran waktu pada layar. jika sulit untuk didapatkan jejak mantap maka gunakan cara pengaturan Manual. _______________________________________ Sakelar AC/GND/DC Sakelar ke GND untuk mengetahui posisi dari 0V (normalnya setengah bagian atas). Secara langsung letakkan level trigger ke AUTO. tetapi jika VOLTS/CM ditambah untuk memperbesar jejak/trace . Pengatur amplifier Y ditandai Y-GAIN atau VOLTS/CM. Tegangan positif membuat pergerakan keatas. ________________________________________ Pengatur amplifier Y(volts/cm) DC variasi (biasanya positif) Jejak naik turun osciloskope sebanding dengan masukan Y INPUT peletakan pengaturan Y AMPLIFIER .atau tidak berjejak pada layar Trigger memperbaiki penjejakan dengan memulai titik penyapuan layar ketika sinyal masukan mencapai titik yang sama. tegangan negatif membuat pergerakan kebawah. kebingungan 'tercabik' pada layar.termasuk AC! Sakelar ke GND (ground) menghubungkan masukan ke 0V membawa anda mengetahui posisi dari 0V pada layar (normalnya separuh atas).Pengaturan halus/fine timebase dapat mengatur penepatan kecepatan. Tegangan masukan mengerakkan titik keatas kebawah bersaman waktu dengan sapuan titik pada layar ini berarti jejak adalah gambaran tegangan ( sumbu-y) terhadap waktu (sumbu-x) untuk sinyal masukan. Penaikkan VOLTS/CM untuk melihat lebih rinci secara normal akan menghilangkan jejak pada layar! Penepatan AC membuang yang bagian konstan (DC) dari sinyal. Ripple sangat sulit untuk dilihat. Jika penepatannya salah akan terlihat penindihan pada sisi jejak aslinya. pengatur TRIGGER memperbaiki jejak mantap pada layar. menghadirkan dan melalukan hanya sinyal AC. efektif peletakan pada sumbu Y. Tidak diperlukan pelepasan ujung masukan karena dilakukan didalam . Normal peletakan adalah DC untuk seluruh sinyal. Ini digunakan untuk menunjukan perubahan kecil sekitar sinyal konstan. untuk itu tertampilah perubahan bagian yang berubah(AC) yang mana akan lebih dekat untuk diamati dengan mengurangi VOLTS/CM. semisal ripple dari keluaran catu DC. Ditunjukkan pada diagram dibawah ini: Penampilan tegangan ripple/kerut dengan switch AC masukan Switch pada posisi normal DC .

. Materi 1 : 1. Tambahan sumbu Z merepresentasikan intensitas tampilan osiloskop. Dalam thread ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai instrument pengukuran ini. grafik yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana sinyal berubah terhadap waktu. Pada kebanyakan aplikasi. PENGENALAN OSCILLOSCOPE Osiloskop adalah alat ukur besaran listrik yang dapat memetakan sinyal listrik. alat untuk pengukuran gelombang signal frekuensi ini.. Tiap kotak dibuat skala yang lebih kecil. Tetapi bagian ini biasanya diabaikan karena tidak dibutuhkan dalam pengukuran. kecuali terdapat garis-garis(grid) pada layarnya. dsb. tinggal bagian ripple (AC). sangat verguna dalam pengukuran rangkaian elektronik seperti TV. Layar osiloskop dibagi atas 8 kotak skala besar dalam arah vertikal dan 10 kotak dalam arah horizontal. Ripple sekarang dapat diamati lebih mendalam. Sumbu vertikal(Y) merepresentasikan tegangan V dan sumbu horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t. Cara ini biasanya digunakan untuk melihat bentuk sinyal pada dua tempat yang berbeda dalam suatu rangkaian elektronik. selain dari pengalaman yang kita miliki dalam mengatasi kerusakan pada ponsel. Bagian konstan (DC) dari signal terbuang.akan raib dari layar! Switch diubah keposisi AC. pada sumbu horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t. Seperti yang bisa anda lihat pada gambar di bawah ini ditunjukkan bahwa pada sumbu vertikal(Y) merepresentasikan tegangan V. naikkan VOLTS/CM untuk memperbesar. ada 12 materi yg akan dibahas satu persatu. Sejumlah tombol pada osiloskop digunakan untuk mengubah nilai skala-skala tersebut. Osiloskop 'Dual Trace' dapat memperagakan dua buah sinyal sekaligus pada saat yang sama. Kadang-kadang sinyal osiloskop juga dinyatakan dengan 3 dimensi. Wujud/bangun dari osiloskop mirip-mirip sebuah pesawat televisi dengan beberapa tombol pengatur. Petunjuk & Pengenalan Oscilloscope untuk Pemula hingga mahir by Hawkins Oscilloscope. diharapkan kita dapat menggunakan oscilloscope untuk mengetahui kerusakan ponsel secara lebih akurat. Untuk perbaikan ponsel. Jadi ada baiknya kita lebih mengenal sedikit atau banyak masalah oscilloscope ini. Radio Komunikasi.

para teknisi dan peneliti pada bidang elektronika dan sains karena dengan osiloskop kita dapat mengetahui besaran-besaran listrik dari gejala-gejala fisis yang dihasilkan oleh sebuah transducer.Gbr. Jadi dengan osiloskop kita dapat menampilkan sinyal-sinyal listrik yang berkaitan dengan waktu. * Membedakan arus AC dengan arus DC. AC-GND-DC : Pilih AC utk gelombang bolak-balik (peak to peak) Pilih DC utk gelombang/tegangan searah DC Pilih GND utk menonaktifkan gelombang mis:Utk menentukan posisi awal . * Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap waktu. Gunakan yang – untuk kebalikan gelombang. Mode : Untuk mengatur Channel yg dipakai Ch1 : Menggunakan Input Channel1 Ch2 : menggunakan Input Channel 2 Alt : (Alternate) menggunakan bergantian Channel1 dan Channel 2 Chop : Menggunakan potongan dari Channel 1 dan Channel2 Add : Menggunakan penjumlahan dari Ch1 dan Ch2 Coupling : Dipilih sesuai input Channel yg digunakan. V. Source : Sumber pengukuran bisa dari Channel1 atau Channel2 Slope : Normal digunakan yang +. Para teknisi otomotif juga memerlukan alat ini untuk mengukur getaran/vibrasi pada sebuah mesin. * Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangakaian listrik. Dan banyak sekali teknologi yang berhubungan dengan sinyal-sinyal tersebut.3 Osiloskop analog Goodwill seri 622 G Apa Saja yang dapat diukur dengan Osiloskop? Osiloskop sangat penting untuk analisa rangkaian elektronik. Contoh beberapa kegunaan osiloskop : * Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu. Intensity : Untuk mengatur terang/gelapnya garis frekuensi Focus : Untuk mengatur ketajaman garis frekuensi Rotation : Untuk mengatur posisi kemiringan rotasi garis frekuensi CAL : Frekuensi Sample yg dpt diukur utk mengkalibrasi Oscilloscope Tombol di Vertikal Block : Position : Untuk mengatur naik turunnya garis. SETTING DEFAULT OSCILLOSCOPE Tombol Umum: On/Off : Untuk menghidupkan/mematikan Oscilloscope Ilumination : Untuk menyalakan lampu latar. Osiloskop penting bagi para montir alat-alat listrik. * Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.

000.2 Volts Time/Div : 1 mS SClk (Synthetizer Clock) 3V . TIME/DIV : Untuk megatur skala frekuensi dlm satu kotak/DIV Horizontal. X10 MAG : Untuk memperbesar/ Magnificient frekuensi menjadi 10x lipat.1mS / 50 µS / 10 µS) 32 Khz Sleep Clock (Sesudah masuk CCONT) Volts/Div : 1 Volts Time/Div : 20 µ S RX I/Q Volts/Div : 0. Tombol di Horizontal Block : Position : Untuk mengatur posisi horizontal dari garis gelombang.000) 1 MHz >< 1 µS K = kilo (1000) 1 KHz >< 1 mS m = mili (1/1000) 1 Hz >< 1 S µ = mikro (1/1.VOLTS/DIV : Untuk menentukan skala vertikal tegangan dlm satu kotak/DIV Vertikal. Trigger Level : Untuk mengatur agar frekuensi tepat terbaca.000. Rumus frekuensi dengan Time(Waktu): Frekuensi satuannya Hertz (Hz) Time satuannya Detik/Second (s) f=1 T T=1 F M = mega (1.4 Mhz Volts/Div : 20m Volt Time/Div : Mentok ke kanan 32 Khz Crystal (Sebelum masuk CCONT) Volts/Div : 20mV atau 50mV Time/Div : 20 µS (Boleh juga 0. Variable : Untuk mengatur kerapatan gelombang horizontal.000) Setting tombol yang biasa saya gunakan untuk pengukuran frekuensi (Jadi gak perlu milih2 lagi) : 26 Mhz dan 13 Mhz dan 38.

3.1mS atau bebas. Sinyal akan bergerak juga ke bagian sistem trigger untuk memulai sapuan horizontal . 4. seperti ditunjukkan pada gambar berikut: Gunakan tombol kontrol posisi vertikal V-pos untuk menggerakkan seluruh gambar dalam arah vertikal dan tombol horizontal H-pos untuk menggerakkan seluruh gambar dalam arah horizontal. sinyal tegangan bergerak melalui probe ke sistem vertical. Pada layar osiloskop akan nampak gelombang persegi. Bergantung kepada pengaturan skala vertikal(volts/div). Cara Kerja Osiloskop Analog Pada saat osiloskop dihubungkan dengan sirkuit.. attenuator akan memperkecil sinyal masukan sedangkan amplifier akan memperkuat sinyal masukan. Atur tombol kontrol VOLTS/DIV dan TIME/DIV sampai diperoleh gambar yang jelas dengan amplitudo 2 V peak to peak dengan frekuensi 1 KHz. Selanjutnya sinyal tersebut akan bergerak melalui keping pembelok vertikal dalam CRT(Cathode Ray Tube).5 Volts Time/Div : mentok ke kanan. Tegangan yang diberikan pada pelat tersebut akan mengakibatkan titik cahaya bergerak (berkas elektron yang menumbuk fosfor dalam CRT akan menghasilkan pendaran cahaya). Misalkan kanal 1 yang akan dikalibrasi. Kalibrasi Oscilloscope Pada umumnya. dengan ujung probe yang merah dihubungkan ke terminal kalibrasi. tiap osiloskop sudah dilengkapi sumber sinyal acuan untuk kalibrasi. maka BNC probe dihubungkan ke terminal masukan kanal 1. osiloskop GW tipe tertentu mempunyai acuan gelombang persegi dengan amplitudo 2V peak to peak dengan frekuensi 1 KHz. Capit buaya yang hitam tidak perlu dihubungkan ke ground osiloskop karena sudah terhubung secara internal. Sebagai contoh. Pada gambar ditunjukkan diagram blok sederhana suatu osiloskop analog. seperti ditunjukkan pada gambar berikut: Gambar di atas menggunakan probe 1X.Volts/Div : 1 Volt Time/Div : 0. COBBA Clock Volts/Div : 0. Tegangan positif akan menyebabkan titik tersebut naik sedangkan tegangan negatif akan menyebabkan titik tersebut turun. Cara ini dilakukan agar letak gambar mudah dilihat dan dibaca.

Tentukan skala sumbu Y (tegangan) dengan mengatur posisi tombol Volt/Div pada posisi tertentu.000 kali per detik. 5. Lebar Pita (Bandwidth) Spesifikasi bandwidth menunjukan daerah frekuensi yang dapat diukur oleh osiloskop dengan akurat. Jika sulit memperkirakan besarnya tegangan masukan. titik cahaya melintasi layar dari kiri ke kanan dengan selang waktu tertentu. Pada kecepatan tinggi titik tersebut dapat melintasi layar hingga 500. Sapuan horizontal ini menyebabkan titik cahaya bergerak melintasi layar. sebuah istilah yang berdasar pada skala logaritmik).(horizontal sweep). Kinerja Osiloskop Istilah yang dijelaskan pada bagian ini akan sering digunakan untuk membicarakan kehandalan sebuah osiloskop. Gunakan tombol pengatur intensitas jika gambarnya sangat/kurang terang. kapabilitas dari osiloskop untuk mengukur secara akurat semakin menurun. Secara bersamaan kerja sistem penyapu horizontal dan pembelok vertikal akan menghasilkan pemetaan sinyal pada layar.7% mengacu pada titik "-3 dB". . 4. pada gelombang persegi. 3. Perubahan sinyal rendah ke tinggi yang cepat. 2. jika sistem horizontal mendapat trigger. (angka 70. Gunakan tombol pengatur fokus jika gambarnya kurang fokus. Gunakan tombol Trigger atau hold-off untuk memperoleh sinyal keluaran yang stabil. Rise Time Rise Time adalah cara lain untuk menjelaskan daerah frekuensi yang berguna dari sebuah osiloskop. bandwidth menunjukkan frekuensi ketika sinyal yang ditampilkan tereduksi menjadi 70.7% dari sinyal sinus yang digunakan. hasilnya bisa tampak pada gambar berikut : Pada saat menggunakan osiloskop perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: 1. Untuk meyakinkan bahwa sapuan dimulai pada titik yang sama dari sinyal berulang. gunakan attenuator 10 x (peredam sinyal) pada probe atau skala Volt/Div dipasang pada posisi paling besar. Berdasarkan perjanjian. Jadi. 5. gunakan skala Volt/Div yang besar. Sejalan dengan peningkatan frekuensi. Tentukan skala Time/Div untuk mengatur tampilan frekuensi sinyal masukan. Trigger diperlukan untuk menstabilkan sinyal berulang. Jika sinyal masukannya diperkirakan cukup besar.

sampling rate menunjukkan laju pencuplikan yang bisa ditangkap oleh ADC (tentu saja sama dengan osiloskop). Panjang Record Panjang record dari sebuah osiloskop digital menunjukkan berapa banyak gelombang dapat disimpan dalam memori. spesifikasi ini menunjukkan berapa cepat "trace" dapat menyapu sepanjang layar. Sample rate minimum juga penting jika diperlukan untuk melihat perubahan kecil sinyal yang berlangsung dalam waktu yang panjang. Sensitivitas vertikal biasanya bersatuan mVolt/div. Kecepatan Sapuan (Sweep Speed) Untuk osiloskop analog. Titik-titik ini dapat disimpan dalam sebuah record gelombang. Tiap gelombang terdiri dari sejumlah titik. Resolusi ADC (Resolusi Vertical) Resolusi dari ADC (dalam bit) menunjukkan seberapa tepat ADC dapat mengubah tegangan masukan menjadi nilai digital. semakin akurat osiloskop menunjukkan detil suatu sinyal yang cepat. Basis Waktu dan Akurasi Horizontal Akurasi horizontal menunjukkan seberapa teliti sistem horizontal menampilkan waktu dari sinyal. Kecepatan sapuan tercepat dari sebuah osiloskop biasanya bersatuan nanodetik/div (ns/Div) Akurasi Gain Akurasi penguatan menunjukkan seberapa teliti sistem vertikal melemahkan atau menguatkan sebuah sinyal. Sinyal terlemah yang dapat ditangkap oleh osiloskop umumnya adalah 2 mV/div. Sebuah osiloskop hanya dapat menampilkan pulsa yang risetime-nya lebih rendah dari rise time osiloskop. Rise time menjadi sebuah pertimbangan penting ketika digunakan dalam pengukuran pulsa dan sinyal tangga. Karena osiloskop hanya dapat menyimpan dalam jumlah yang terbatas ada pertimbangan antara detail record dan . Sample Rate Pada osiloskop digital. Panjang maksimum dari record bergantung dari banyaknya memori dalam osiloskop. Sensitivitas Vertikal Sensitivitas vertikal menunjukan berapa kemampuan penguatan vertikal untuk memperkuat sinyal lemah. Sample rate maksimum ditunjukkan dengan megasample/detik (MS/s). Semakin cepat osiloskop mencuplik sinyal. Biasanya hal ini dinyatakan dengan % error.menunjukkan rise time yang tinggi. yang memudahkan untuk mendapatkan detail dari sinyal.

kembali lihat manual yang tersertakan ketika membeli osiloskop.) dan arah horizontal (H pos. Jika menggunakan osiloskop "Dual Trace". Tombol Time / Div ( time base control) Tombol kontrol Time/div memungkinkan untuk mengatur skala horizontal. and Trigger. atau dual. 6.) 7. Tombol Time/Div dengan pengatur tambahan untuk kalibrasi 3.panjang record. Bagian ini adalah tempat anda memasukkan input. Pengendali Horizontal Gunakan pengendali horizontal untuk mengatur posisi dan skala pada bagian horizontal gelombang. Tombol Trigger atau Hold Off 5. Pada Beberapa osiloskop kita dapat menambahkan memori untuk meningkatkan panjang record. Kontrol Horizontal Tombol Posisi Tombol posisi horizontal menggerakkan gambar gelombang dari sisi kiri ke kanan atau sebaliknya sesuai keinginan kita pada layar. Karena itu kita dapat memperoleh sebuah gambaran detil untuk waktu yang pendek atau gambaran yang kurang mendetil untuk jangka waktu yang lebih lama. Pastikan lokasi terminal untuk sinyal kalibrasi. berarti tiap kotak(divisi) menunjukkan 1 ms dan total . 2. Kebanyakan osiloskop paling sedikit mempunyai 2 input dan masing-masing input dapat menampilkan tampilan gelombang di monitor peraga. Tombol kontrol Volts/Div dengan pengatur tambahan untuk kalibrasi 2. Perhatikan bagian input. Osilosokop anda mungkin mempunyai bagian-bagian tambahan lainnya tergantung pada model dan tipe osiloskop (analog atau digital). Pastikan lokasi terminal masukan kanal 1 dan kanal 2. 6. Penggunaan secara bersamaan digunakan untuk tujuan membandingkan. ada selektor kanal 1. Jika anda belum yakin bagaimana melakukan ini semua. Bagian ini dibagi atas 3 bagian lagi yang diberi nama Vertical. 8. Sebagai contoh. Pengatur posisi gambar arah vertikal (V pos. 4. Tampilan Depan Panel Kontrol Pelajari kegunaan tombol-tombol berikut ini: 1. Panel Kendali Perhatikan bagian depan. Bagian kontrol menggambarkan kontrol-kontrol secara detil. Ini semua adalah penjelasan umum dalam persiapan osiloskop. jika skala dipilih 1 ms. Tombol pengatur intensitas dan pengatur fokus. Horizontal. Gambar berikut menunjukkan jenis panel depan dan penala layar untuk mengatur bagian horizontal.

Misalkan tombol Volts/Div diputar pada posisi 5 Volt/Div. Jika probe yg digunakan menggunakan faktor pelemahan 10x.. maka tegangan yang terbaca harus dikalikan 10.5 Volts/dDiv. Masukan Coupling Coupling merupakan metoda yang digunakan untuk menghubungkan sinyal elektrik dari suatu sirkuit ke sirkuit yang lain. pada layar osiloskop. maka layar dapat menampilkan 4 volt dari bawah sampai atas. Tombol ini digunakan untuk melakukan kalibrasi tegangan. Coupling dapat ditentukan/diset ke DC. Coupling AC berguna ketika seluruh sinyal (arus bolak balik dan searah) terlalu besar sehingga gambarnya tidak dapat ditampilkan secara lengkap. Pengendali Vertikal Pengendali ini digunakan untuk merubah posisi dan skala gelombang secara vertikal. Masukan coupling AC dan DC Setting ground memutuskan hubungan sinyal masukan dari sistem vertikal. Gambar 1 menunjukkan tampilan panel depan dan menu on-screen untuk kontrol vertikal. Osiloskop memiliki pula pengendali untuk mengatur masukan coupling dan kondisi sinyal lainnya yang dibahas pada bagian ini. berarti periodanya adalah 10 ms atau frekuensi gelombang tersebut adalah 100 Hz. Jika tombol tersebut berada pada posisi 0.layar menunjukkan 10 ms(10 kotak horisontal). Seringkali skala Time/Div dilengkapi dengan tombol variabel (fine control) untuk mengatur skala horsiontal. atau ground. masing-masing divisi (kotak) akan menggambarkan ukuran tegangan 5 volt dan seluruh layar dapat menampilkan 40 volt dari dasar sampai atas.. gambar gelombang akan ditampilkan lebih rapat atau renggang. Gambar 2 mengilustrasikan perbedaan ini. Pada kasus ini. Kontrol Vertikal Tombol Posisi Tombol posisi vertikal digunakan untuk menggerakkan gambar gelombang pada layar ke arah atas atau ke bawah. Berarti. dan seterusnya. Tegangan maksimum yang dapat ditampilkan pada layar adalah nilai skala yang ditunjukkan pada tombol Volts/Div dikali dengan jumlah kotak vertikal. Coupling AC menghalangi sinyal komponen DC sehingga terlihat bentuk gelombang terpusat pada 0 volts. sehingga 0 volts terlihat pada layar. AC. Tombol Volts / Div Tombol Volts / div menagtur skala tampilan pada arah vertikal. Pemilihan posisi. Tombol ini digunakan untuk melakukan kalibrasi waktu. dan layar monitor terbagi atas 8 kotak (divisi) arah vertikal. Dengan masukan coupling tang di-ground kan dan auto trigger . masukan coupling merupakan penghubung dari sirkuit yang sedang di tes dengan osiloskop. Seringkali skala Volts/Div dilengkapi dengan tombol variabel penguatan( variable gain) atau fine gain control. Jika satu gelombang terdiri dari 10 kotak. Mengubah Time/div membuat kita bisa melihat interval sinyal lebih besar atau lebih kecil dari semula.

Metoda ini akan bekerja efektif jika kedua sinyal yang digunakan adalah sinyal sinusiodal. Pengukuran Fasa Bagian pengontrol horizontal memiliki mode XY sehingga kita dapat menampilkan sinyal input dibandingkan dengan dasar waktu pada sumbu horizontal. Phase shift menjelaskan perbedaan dalam pewaktuan antara dua atau lebih sinyal periodik yang identik. . (Pada beberapa osiloskop digital digunakan mode setting tampilan). Mode ini digunakan dengan kecepatan sinyal dari medium sampai dengan kecepatan tinggi. misal dua kanal. Pembalik Polaritas Kebanyakan osiloskop dilengkapi dengan pembalik polaritas sinyal. Karena pergantian kanal terlalu cepat untuk diperhatikan. terkihat garis horisontal pada layar yang menggambarkan 0 volts. Bentuk gelombang yang dihasilkan adalah berupa gambar yang disebut pola Lissajous(diambil dari nama seorang fisikawan asal Perancis Jules Antoine Lissajous dan diucapkan Li-Sa-Zu). 8. Mode chop menggambar bagian-bagian kecil pada setiap sinyal ketika terjadi pergantian kanal. ada dua cara untuk menampilkan sinyal gelombang secara bersamaan. Dengan membatasi frekuensi sinyal yang boleh masuk memungkinkan untuk mengurangi noise/gangguan yang kadang-kadang muncul pada tampilan gelombang.mode (mode picu otomatis). Seringkali berguna untuk melihat sinyal dengan ke dua cara.5 ms atau lebih cepat. Dengan melihat bentuk pola Lissajous kita bisa menentukan beda fasa antara dua sinyal. cobalah kedua cara tersebut. Mode bolak-balik (alternate) menggambar setiap kanal secara bergantian. Alternate and Chop Display Pada osiloskop analog. Juga dapat ditentukan perbandinga frekuensi. Gambar 3 menunjukkan perbedaan antara 2 mode tersebut. ketika skala times/div di set pada 0. sehingga tampilan gambar berubah fasanya 180 derajad. Untuk meyakinkan didapat pandangan terbaik. Filter Frekuensi Kebanyakan osiloskop dilengkapi dengan rangkaian filter frekuensi. Pergantian dari DC ke ground dan kemudian baik lagi berguna untuk pengukuran tingkat sinyal tegangan. sehingga didapat tampilan sinyal yang lebih baik. Salah satu cara mengukur beda fasa adalah menggunakan mode XY. sehingga bentuk gelombang tampak kontinu. Diukur dalam derajat. Yaitu dengan memplot satu sinyal pada bagian vertikal(sumbu Y) dan sinyal lain pada sumbu horizontal(sumbu X). Gambar di bawah ini memperlihatkan beberapa pola Lissajous denagn perbandingan frekuensi dan beda fasa yang berbeda-beda. Fase gelombang adalah lamanya waktu yang dilalui dimulai dari satu loop hingga awal dari loop berikutnya. Untuk mode ini biasanya digunakan dengan sinyal lambat dengan kecepatan sweep 1ms per bagian atau kurang.

Dengan aturan lebar pulsa terukur adalah 50% tegangan penuh. informasi mendetil tentang pulsa sangatlah penting. sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya pada sesi pembahasan kontrol . lebar pulsa(pulse width). Pulsa bisa mengalami distorsi dan menyebabkan rangkaian digital menjadi malfungsi. Teknik pengukuran yang akan kita gunakan bergantung jenis aplikasinya. dan waktu dari pulsa. Pengukuran waktu meliputi perioda. Praktek menggunakan osiloskop dan bacalah lebih banyak mengenai hal ini. jadi dengan mengukur perioda frekuensi akan diketahui. Frekuensi adalah bentuk resiprok dari perioda. Hal ini juga menjelaskan kenapa pada kebanyakan osiloskop memiliki 10% hingga 90% penandaan pada layarnya. Dengan terbiasa maka pengoperasian dan pengukuran akan menjadi lebih mudah. Pengukuran Waktu dan Frekuensi Ambil waktu pengukuran dengan menggunakan skala horizontal pada osiloskop. Seperti pada pengukuran tegangan. (Lihat gambar berikut . Rise time adalah waktu yang diperlukan pulsa saat bergerak dari tegangan low ke high. yatu satu per perioda. Untuk lebih jelas anda lihat gambar berikut : Titik Pengukuran Waktu dan Pulsa Pengukuran pulsa seringkali memerlukan penalaan yang baik yaitu trigerring.melihat noise pada sinyal. Hal ini mengeliminasi ketidakteraturan pada sudut transisi pulsa. anda harus mempelajari bagaimana menggunakan trigger hold off untuk mengeset osiloskop digital intuk menangkap pretrigger data. Pengukuran standard pulsa adalah mengenai pulse width dan pulse rise time. Untuk lebih meguasai pengukuran pulsa. atur time/div untuk memperoleh pengukuran yang lebih akurat. Dengan aturan pengukuran rise time ini diukur dari 10% hingga 90% dari tegangan penuh pulsa. Pengukuran lainnya membutuhkan setting up osiloskop untuk mengukur komponen listrik pada tahapan lebih mendalam. tetapi kita telah mempelajari cukup banyak untuk seorang pemula. dan pewaktuan pulsa pada jalannya seringkali signifikan. 9. dan masih banyak lagi aplikasi lainnya.) Pengukuran Waktu Pada Skala Tengah Horizontal dan contoh animasi penggunaan pengaturan waktu Pada banyak aplikasi. Ambil pengukuran waktu sepanjang garis horizontal pada tengah-tengah layar.Pola Lissajous Bagian ini telah menjelaskan dasar-dasar teknik pengukuran. membaca sinyal transien. pengukuran waktu akan lebih akurat saat meng-adjust porsi sinyal yang akan diukur untuk mengatasi besarnya area pada layar. Lebar pulsa adalah lamanya waktu yang diperlukan saat bergerak dari low ke high dan kembali ke low lagi.