Tugas Kelompok

RUANG LINGKUP MANAJEMEN OPERASIONAL

PENDAHULUAN
Operasi merupakan salah satu fungsi dari bisnis disamping financial, marketing, maupun personalia. Operation tidak dapat berdiri sendiri, melaikan harus selalu berhubungan dengan fungsi-fungsi lainnya. Setiap perusahaan memiliki fungsi operasi, maka manajemen operasi berfungsi untuk memanage fungsi opersi dalam suatu organisasi. Pada awalnya manajemen opersi lebih banyak menfokuskan pada opersi perusahaan manufaktur, sehingga dikenal dengan istilah ³Manajemen Produksi´. Seiring dengan perkembangan sector jasa yang begitu pesat, maka manajemen operasi juga menfokuskan pembahasan pada operasi jasa. Dengan demikian lebih tepatlah kiranya kita mempelajari ´Manajemen Produksi/Operasi´. Manajemen operasi terdiri dari dua kata yaitu manajemen dan operasi. Operasi merupakan kegiatan mentransformasikan input menjadi output. Dengan demikian manajemen opersi merupakan kegiatan untuk mengatur/mengelola secara optimal/manajemen pengolahan sumber daya dalam proses transformasi input menjadi output. Berkaitan dengan proses transformasi, ada dua filosofi proses transformasi, yang dapat dilihat pada gambar 1. dan 2 sebagaiberikut:

Dalam hal ini kesalahan-kesahalan yang terjadi dalam ouput dapat dianalisis dari informasi yang berasal dari dalam perusahaan maupun dari luar termasuk feed back dari konsumen. . Dari ouput akan memberikan feed back untuk perbaikan input. (4) location dalam transformasi. dalam produksi dapat dibagi menjadi : (1) Phisical dalam produksi pabrik. (5) Exchange/Pertukran dalam pelanggan. Hubungan dengan supplier pada saat ini bersifat partnership. sehingga menimbulkan nilai tambah. (7) Storage/penyimpanan. tranformasi bukan sekedar proses perubahan input menjadi output. dalam perawatan kesehatan. (2) Physiological. ia akan berhubungan dengan supplier sebagai penyedia input serta pertimbangan nilai konsumen sebagai pertimbangan atas input yang digunakan. Jenis Transformasi. Ouput akan memberikan umpan balik berupa informasi yang secara internal maupun eksternal. Ketika perusahaan menyedikan input.Tugas Kelompok Little Quality (kualitas kecil) merupakan tranformasi yang sederhana yaitu proses perubahan input menjadi output. (3) Phychological dalam bisnis hiburan. (6) Informational dalam telekomunikasi. Big Quality (Kualitas bes ar).

Sehingga keputusan Operations Management terdiri atas 5 kategori: 1) Strategi Choise (startegi opersional) 2) Proses (proses. Masing-masing fungsi dalam perusahaan saling berhubungan. Oleh karena itu ada 10 keputusan strategis Operations Management yang terdiri: Service and product design. Krajewsky & Ritzman. and project scheduling. perencanaan proses bisnis. Kemudian keputusan taktis lebih terstruktur. (2002) mendefinisikan Operations Management merupakan pengarahan dan pengawasan proses yang mengubah bentuk input menjadi barang dan jasa (output).PENGERTIAN OPERATIONS MANAGEMENT Operati Management (OM adalah serangkaian aktivitas untuk menciptakan nilai dalam bentuk barang dan jasa melalui transformasi input menjadi output Aktivitas merupakan proses atau sekumpulan kegiatan yang memerlukan satu atau lebih dari input merubah dan menambah nilai pada input tersebut sehingga dapat memberikan satu atau lebih output bagi pelanggan. Quality management. tanah dan energi. setiap fungsi memiliki tanggung jawab tertentu sesuai dengan tugasnya. Supply Chain Management. material requirements planning. modal (peralatan dan fasilitas). Process and capacity design. Input terdiri atas sumber daya manusia (tenaga kerja). Keputusan Operations Management dibedakan menjadi keputusan bersifat stratejik memiliki konsekwensi jangka panjang dan kurang terstruktur. dan manajemen teknologi) ¥¢¤£¢¡ Tugas e   . manajemen. 2004). Location. Layout design. di mana perusahaan besar pada umumnya memisahkan setiap fungsi ke dalam departemen yang terpisah. Pada dasarnya Operations Management merupakan salah satu fungsi di dalam perusahaan. Operations Management merupakan salah satu fungsi utama dalam setiap perusahaan. cenderung terfokus pada departemen. Intermediate. Maintenance (Haizer & Render. Proses adalah aktivitas pokok dari organisasi yang digunakan untuk bekerja dan mencapai tujuan bersama. tim. dan tugas. koordinasi dan komunikasi yang efektif sangat penting dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan. pembelian bahan baku dan jasa. rutin. cenderung terfokus pada organisasi secara keseluruhan. short term. Inventory. oleh karena itu kerja sama. and JIT. Human resources and job design. konsekwensi jangka pendek. dan lintas departemen. Sedangkan outputnya adalah barang dan jasa.

Resource Planning. Produk manufaktur bersifat tahan lama. Jasa tidak berwujud. Location. bersifat fisik. Sceduling) Krajewsky & Ritzman (2002). secara spesifik terdapat perbedaan antara manufaktur dan jasa antara lain : 1.. memaikan peran vital dalam memperoleh keuntungan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan keunggulan bersaing. misalnya berbentuk ide dan informasi. sehingga terdapat kontak yang tinggi. Inventory Management. Dari pendapat ke dua ahli di atas pada hakekatnya tidak ada perbedaan yang mendasar mengenai definisi manajemen operasional. Dengan demikian uraian ini menunjukan bahwa terdapat berbagai metode untuk mencapai kesuksesan melalui Operations Management. 3. ¨©¨§ ¦ Tugas e .3) Quality (TQM dan Statistical Prosess Control) 4) Capability. Forecasting. Output dari manufaktur dapat disimpan sedangkan jasa tidak dapat disimpan. Waktu respon atas output pada manufaktur relative lama disbanding dengan jasa. kedua-duanya lebih menekankan pada proses dan aktivitas dalam pelaksanaan tranformasi input menjadi output berupa barang dan jasa. PERBEDAAN & PERSAMAAN MANUFACTURE DAN SERVICE Perbedaan Manufacture dan service Dalam perkembangannya manajemen operasi baik sektor manufaktur maupun jasa. artinya dapat dilihat dengan jelas wujud barang tersebut. Aggregate Planning. Pada perusahaan manufaktur kontak langsung dengan konsumen relatif kecil sedangkan pada jasa dalam proses produksi juga melibatkan konsumen. and Layout 5) Operating Decisions meliputi: (Supply Chain Management. Lean System. 4. Lebih lanjut setiap kategori keputusan dalam manajemen operasional di atas. 2.

tetapi juga kecepatan terhadap   Tugas e . Input manufaktur maupun jasa dapat disimpan. aliansi global dan regional. Jumlah input maupun ouput berkurang. Keputusan dalam manjemen operasional manufaktur tidak hanya ditentukan oleh faktor harga. dengan kenaikan jumlah ouput yang lebih besar. namun jumlah input berkurang b. dengan penurunan input yang lebih banyak. lebih banyak dari pada perubahan selama lima atau sepuluh dekade sebelumnya. tetapi semua hal yang diharapkan dan dibutuhkan konsumen.Persamaan Manufacture dan service Disamping terdapat perbedaan. Peningkatan produktivitas dapat terjadi jika: a. Kedua tipe sama-sama menawarkan produk 2. termasuk manajemen operasional internasional. Memfokuskan kepada kepuasan pelanggan. Dengan jumlah ouput yang tetap. bangkitnya raksasa Cina berkembangnya Uni Eropa dan pesatnya kemajuan teknologi informasi telah mengubah secara dratis panorama bisnis dunia. persamaan antara manufaktur dengan jasa. Perubahan bisnis memicu pula perubahan dan perkebangan manajemen. Jumlah input & output bertambah. PRODUKTIVITAS Secara umum produktivitas dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara jumlah barang dan jasa yang dihasilkan (ouput) dengan jumlah sumber daya yang dipakai (input). d. Persaingan global. yaitu : 1. Pengertian mutu tidak lagi sekedar memenuhi spesifikasi teknik. Pengukuran produktivitas dapat dilakukan dengan formulasi : PERKEMBANGAN PRODUKTIVITAS TIGA NEGARA RAKSASA DUNIA Perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis selama dekade terakhir ini. Dalam manajemen operasional internasional terjadi kecendurangan baru dalam banyak hal dan pendekatan. 3. c.

Lemahnya manajemen SDM dan organisasi. dan sebagai fungsi teknis dan taktis belaka tetapi fungsi strategis. selain itu ada pula perbedaan produktivitas antara perusahaan. Rendahnya R&D di Amerika Serikat menjadikan lemahnya teknologi praktis. Solusi yang diambil oleh Amerika serikat antara lain : 1) memprioritaskan pada riset dan development 2) Meningkatkan apresiasi SDM dengan tidak meminisasi upah. diman Amerika Serikat lebih memeningkan ROI jangka pendek dan peningkatan EPS. tetapi menjadi pusat keuntungan. skill. meningkatkan investasi pada training serta menciptakan Quality of Work Life # "!   Tugas e . 1. Lemahnya strategi. Perbedaan dalam biaya dan tingkat kerusakan. sebab-sebab penurunan produktivitas: Orientasi finansial jangka pendek dan rendahnya riset dan development. Lemahnya teknologi praktis. serta kurang men-sharekan informasi yang berkaitan dengan strateginya. di Amerika tenaga kerja berkompotisi untuk mendapatkan upah.3 jam sehari. misalnya keberhasilan Toyota Luxus menguasai 8% market share hanya dalam 3 tahun. Investasi pada kapital dan teknologi jepang lebih tinggi c. deliveri. Dimasa datang hal ini sangat beresiko karena tuntutan jaman yang berbeda.2 Jam sehari sedangkan Amerika serikat hanya mampu mengurangi waktu 8. Jepang 17 jam untuk merakit mobil mini sedangkan Amerika serikat memerlukan waktu 28 jam) b. kinerja produksi yang tinggi dan konsisten terhadap kualitas. Produktivitas dalam industri mobil Amerika Serikat juga berbeda dengan Jepang. efisiensi biaya. sedangkan Jepang hanya 4 tahun) d. dimana Amerika serikat lebih tinggi dibanding dari Jepang. f. Pemanfaatan FMS (Flexible Machining Sistem) di Jepang mampu mengurangi waktu sampai 20. perbedaan ini meliputi : a.akses ke pasar. Amerika Serikat Amerika serikat mengalami penurunan produktivitas dari tahun 1950 sampai tahun 1988. Perbedaan ukuran kualitas. perusahaan Jepang lebih inovatif dalam mengembangkan model mobil (Amerika 6 tahun. sehingga ada kecenderungan berubah menjadi kemitraan yang bersifat aliansi strategi. Dengan demikian manajemen opersional manufaktur tidak lagi dianggap sebagai pusat biaya. e. Industri Amerika tidak unggul pada kualitas dan pembelajaran dibandingkan Jepang. perusahaan kurang meningkatkan strategi internasional maupun eksteranl. sehingga sering terjadi keributan diantara diantara para pekerja. Hal ini terbukti dengan keberhasilan perusahaan Jepang menguasai market share dunia. Biaya tenaga kerja di Jepang lebih rendah oleh karena itu pada tahun 1980-an proses perakitan memakan waktu lebih singkat dibanding dengan Amerika serikat sehingga biaya rendah.

Singapura. Berdasarkan gambaran umum dari ketiga negara raksasa di dunia (AS. Process. Plan and control system. sehingga mereka sulit mencapai kompromi. Jepang ikut mengontrol tipe dan volume computer IBM yang dihasilkan. Plants. Jepang Produktivitas jepang terus mengalami peningkatan yang tajam karena keberhasilan dalam membangun industri komputer. Parts. Biasanya negosiasi sangat a lot. Computer Jepang bisa bersaing dengan IMB. Jepang dan Eropa) maka dalam dua decade terakhir (1980-2000-an) berbagai perusahaan seperti Motorola. Oleh karena itu ada suatu kebutuhan utama bagi orang-orang Eropa untuk merasakan bagian dari suatu kelompok. Pengembangan perusahaan komputer. Tidak seperti di Eropa di mana lebih menekankan pada kepentingan masyarakat dan kelompok. mereka sangat menghargai ketepatan waktu. kebanyakan usahawan adalah berorientasi pada prestasi artinya mereka tidaklah termotivasi secara extrinsically tetapi pada hakekatnya motivasi macam ini adalah lazim di Amerika Serikat dimana peneknannya pada pemenuhan individu. 4) Kemabali ke basic Manajemen Operasi dan strategi 5P: People. Negara yang termasuk dalam NICs µFour Tiger¶ (Korea Selatan. 3. Proyek Rist dan Development 3. Bahkan tumbuh pula Newly Industrialized Country (NICs) yang telah berhasil mengikuti Jepang. MITI (Ministry of Internasional Trade and Industri) mempromosikan komputer. 2. MITI dengan 7 perusahaan computer membentuk JECC (Japan Elekctronic Computer Company). keemapat negara ini memiliki strategi pebelajaran yang cepat dalam memasuki kompetisi global. Intel. Microsoft (di Amerika Serikat). Eropa Tahun 1980-an telah muncul banyak industri sebagai pesaing kuat Amerika yaitu dari Jepang dan Eropa. Terutama ketika orang mempertimbangkan uang itu bukan hal yang paling utama bagi mereka. penerbangan dan mesin pintar. Dari bangsabangsa di Eropa agaknya bangsa Belanda yang paling menguasai bahasa inggris dan tidak segan-segan menggunakannya. )&('&% $ Tugas e .yang kondusif. Pada tahun 950-an pemerintah Jepang mengembangkan strategi penting dalam komputer yang berhubungan dengan industri telekomunikasi. Hongkong dan Taiwan). Pemerintah Jepang menetapkan kebijakan: 1. Di Amerika. Peraturan protek 2. Pemberian pinjaman lunak 4. MITI menetapkan tarif untuk mengontrol investasi asing dan import. 3) Meningkatkan komunikasi dengan perusahaan lain dan supplier lain. Harley Davidson. Hal ini menekan IBM yang beroperasi di Jepang. Sukar untuk membayangkan dari kebanyakan orang-orang Eropa yang bermaksud mempunyai prestasi individu dalam bisnis. Sony Corp.

Sehingga hal 524321 0 Tugas e .000 produk pada tahun 1995. dengan komposisi penduduk 29. etnis dan budaya memberikan cukup peluang. telah menjadi dimensi primadona untuk memenangkan pesanan. dan mesin di Jepang telah membuat produk berkualitas tinggi sebagi kunci sukses dari strategi perusahaan tersebut.Mitsubishi (di Jepang). Indonesia yang terdiri atas 30 propinsi dan 2 daerah istimewa dengan lebih dari 17. 65. PEMBELAJARAN MANUFAKTUR INDONESIA Potensi yang dimiliki oleh Indonesia. kebhinekaan agama. Namun dalam perjalanan berbangsa dan bernegara ibarat berjalan dipinggir jurang yang sangat terjal. Oleh karena itu.000. penuh kehatihatian. Oleh karena itu. potensi sumber daya alam. Jadi. Motorola. industri mesin Jepang (atau tidak kalah) dari industri mesin Eropa Barat. Besarnya potensi ini tidak secara otomatis menjadikan Negara Indonesia sebagai negara besar di kawasan Asia terlebih-lebih di dunia. Selectron (produsen papan sircuit/IC) telah menurunkan cacat produknya dari 100 unit per 1. Sebagai contoh. bahkan menjadi 3 per 1.000. dapat dikatakan bahwa negara Indonesia mempunyai potensi untuk menjadi negara besar.200. bahkan industri jam tangan Jepang mengalahkan industri jam tangan Swiss.1% (2003) dengan pendapatan perkapita penduduknya sebesar $ 3.000 per 1.000 produk pada tahun 1992. Akhir-akhir ini berbagai perusahaan Amerika Serikat. produsen telepon seluler.000 produknya. produk dengan mutu prima (superior quality) jelas akan menjadi produk yang diidamkan oleh setiap konsumen di seluruh dunia.000. Demikian pula.1% diatas usia 65 tahun. dan Mercedes Benz (di Jerman) telah melaksanakan strategi yang berbasis dan bersandarkan kepada mutu produk.4% (0 ± 14 tahun). elektronik. kebijakan dan strategi yang tepat.000 produknya menjadi 2 unit saja per 1. fakta menunjukkan bahwa industri otomotif Jepang mengalahkan industri otomotif Amerika Serikat. Indonesia mempunyai pertumbuhan rata-rata sebesar 4.000 pulau yang tersebar di sepanjang lautan India. dan Eropa telah mencoba menurunkan tingkat kerusakan (damage) produk untuk meningkatkan kepentingan para langganan. Kanada.000. Khususnya industri otomotif. Aspek jumlah penduduk (lebih dari 238 juta jiwa).5% tergolong usia kerja (15 ± 64 tahun) dan 5.000 produknya pada tahun 1985 menjadi hanya 30 per 1. Dibutuhkan kesabaran. produk-produk Jepang pada tahun 1980-an telah 10 sampai 100 kali lebih kecil dalam tingkat kerusakan produk (product defect rate). telah menurunkan tingkat cacat produknya dari 6.000.

baja. manajemen persediaan yang baik. dan kemudian ditahun 2003 anjlok menjadi peringkat 57. Kualitas Efektivitas dari faktor ini telah ditunjukkan oleh dominasi pasar jepang di bidang produk elektronik konsumen. mobil dan mesin perkakas. maka pada 2001 berada pada posisi 46. Agar dapat bersaing atas dasar harga dituntut kemampuan fungsi operasi untuk berproduksi dengan biaya rendah. Fleksibilitas/Layanan Kemampuan untuk fleksibel banyak bergantung pada desain sistem produksi dan teknologi proses yang digunakan. Pelanggan mungkin mau berkompromi dalam hal harga atau bahkan mutu untuk mendapatkan waktu penyerahan barang yang sesuai kebutuhan mereka. DAYA SAING PERUSAHAAN DAN FUNGSI OPERASI Ada empat dimensi daya saing (competitiveness) yang mengukur efektivitas fungsi operasi yaitu : Biaya Meskipun harga merupakan senjata bersaing yang digunakan di pasar. Kondisi Manufaktur Indonesia Persaingan global manufaktur yang terjadi di dunia sehingga membuat perusahaan manufaktur di Indonesia mengalami penurunan secara drastic dimana pada tahun 2000 berada pada posisi 43. Tampaknya. karenanya efek lokasi. desain produksi. dimana kualitas produk seringkali dinyatakan sebagai alasan untuk memilih produk yang dibeli. profitabilitas berkaitan dengan selisih antara harga dan biaya. Keandalan sebagai Pemasok Reputasi akan keandalan pasokan atau bahkan ketersediaan ³diluar toko´ seringkali merupakan senjata bersaing yang kuat. produktivitas tenaga kerja. Biaya adalah variable yang dapat memungkinkan harga lebih rendah namun tetap menguntungkan. penggunaan dan penggantian peralatan. Karena itu.ini dapat berdampak terhadap penciptaan dan peningkatan produktivitas manufaktur di Indonesia. kemudian pada 2002 menjadi urutan ke-47. pemerintah telah memberi fokus perhatian pada bagaimana meningkatkan daya saing produk industri manufaktur. pemanfaatan teknologi proses dll memberi kontribusi pada biaya yang dihasilkan. A8@987 6 Tugas e . pemerintah belum optimal menyelesaikan dan menemukan akar persoalan mendasar dari keterpurukan sektor industri nasional di kancah persaingan produk industri global.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful