Kode KIM.

05

Ikatan Kimia

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

Modul Kim. 05. Ikatan Kimia dan Tatanama

i

Kode KIM. 05

Ikatan Kimia

Penyusun

Drs. Bambang Sugiarto, M. Pd.
Editor
Dra. Utiyah Azizah, MPd. Drs. Diding Wahyuding, MS.

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

Modul Kim. 05. Ikatan Kimia dan Tatanama

ii

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan hidayah-Nya, kami dapat menyusun bahan ajar modul manual untuk SMK Bidang Adaptif, yakni mata pelajaran Fisika, Kimia dan Matematika. Modul yang disusun ini menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan kompetensi, sebagai konsekuensi logis dari Kurikulum SMK Edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kompetensi (CBT: Competency Based Training). Sumber dan bahan ajar pokok Kurikulum SMK Edisi 2004 adalah modul, baik modul manual maupun interaktif dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional (SKN) atau standarisasi pada dunia kerja dan industri. Dengan modul ini, diharapkan digunakan sebagai sumber belajar pokok oleh peserta diklat untuk mencapai kompetensi kerja standar yang diharapkan dunia kerja dan industri. Modul ini disusun melalui beberapa tahapan proses, yakni mulai dari penyiapan materi modul, penyusunan naskah secara tertulis, kemudian disetting dengan bantuan alat-alat komputer, serta divalidasi dan diujicobakan empirik secara terbatas. Validasi dilakukan dengan teknik telaah ahli (expertjudgment), sementara ujicoba empirik dilakukan pada beberapa peserta diklat SMK. Harapannya, modul yang telah disusun ini merupakan bahan dan sumber belajar yang berbobot untuk membekali peserta diklat kompetensi kerja yang diharapkan. Namun demikian, karena dinamika perubahan sain dan teknologi di industri begitu cepat terjadi, maka modul ini masih akan selalu dimintakan masukan untuk bahan perbaikan atau direvisi agar supaya selalu relevan dengan kondisi lapangan. Pekerjaan berat ini dapat terselesaikan, tentu dengan banyaknya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang perlu diberikan penghargaan dan ucapan terima kasih. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana disampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang
Modul Kim. 05. Ikatan Kimia dan Tatanama

iii

sebesar-besarnya kepada berbagai pihak, terutama tim penyusun modul (penulis, editor, tenaga komputerisasi modul, tenaga ahli desain grafis) atas dedikasi, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menyelesaikan penyusunan modul ini. Kami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi, praktisi dunia usaha dan industri, dan pakar akademik sebagai bahan untuk melakukan peningkatan kualitas modul. Diharapkan para pemakai berpegang pada azas keterlaksanaan, kesesuaian dan fleksibilitas, dengan mengacu pada perkembangan IPTEK pada dunia usaha dan industri dan potensi SMK dan dukungan dunia usaha industri dalam rangka membekali kompetensi yang terstandar pada peserta diklat. Demikian, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya peserta diklat SMK Bidang pembelajaran untuk SMK. Jakarta, Desember 2004 a. n. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan, Adaptif untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, atau praktisi yang sedang mengembangkan modul

Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto, M. Sc. NIP 130 675 814

Modul Kim. 05. Ikatan Kimia dan Tatanama

iv

Kata Pengantar
Syukur Alhamdulillah modul ini telah terselesaikan tepat pada waktunya. Modul ini disusun sedemikian, sehingga diharapkan para pemakai dapat dengan mudah menggunakan. Beberap a gambar dan contoh sengaja diberikan agar para siswa Sekolah Menengah Kejuruan dapat memahami isinya. Dalam modul Ikatan Kimia ini akan dipelajari ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, ikatan logam dan tata namasenyawa kimia. Dengan mempelajari materi tersebut diharapkan para siswa dapat memiliki modal untuk dapat mempelajari materi selanjutnya. Mudah-mudahan modul ini bermanfaat dan para siswa dapat memperoleh kompetensi seperti yang diharapkan oleh kurikulum. Surabaya, Desember 2004 Penyusun

Bambang Sugiarto

Modul Kim. 05. Ikatan Kimia dan Tatanama

v

............................................................... PEMBELAJARAN A.................................................... 1 1 1 2 3 5 II................. 43 KRITERIAN PENILAIAN................................ Tes tertulis .......................... i ii iii v vi viii ix x I..................................................................................... PENDAHULUAN A......... 1................Daftar Isi ? ? ? ? ? ? ? ? Halaman Sampul ........................ 41 A.................................................................... a..................... d.............................................. D.......................... B................................................................................................................................................................................. Halaman Francis ........... Tujuan Kegiatan Pembelajaran ............. e......................... Glosary .......................................................... Kompetensi.......................................................... E..... Kata Pengantar .................................... f.......................... Daftar Isi .............................................................................................. b.................................. Uraian Materi.......................... 6 7 7 7 8 34 35 38 39 III....................... EVALUASI ....... Tes tertulis ..................................................................... Kunci Jawaban...................................................................................... Daftar Judul Modul ......................... Kegiatan Belajar 1........... Tugas . Cek Kemampuan .... Rencana Belajar Peserta Diklat ...... 05...................... 41 KUNCI JAWABAN .............................................................................. Peta Kedudukan Modul........................... C............................................ F............... c................ Rangkuman.................... Petunjuk Penggunaan Modul.................... 43 A..... Prasyarat ............ Ikatan Kimia dan Tatanama vi .......................................... Deskripsi .................... Kata Pengantar ..................................................................................... B....................................................... Tes Formatif.............................................................................................. 45 Modul Kim...................................................... Tujuan Akhir ............................................................ Kegiatan Belajar ..........................................................

.............IV.............. 47 Modul Kim....... 05................................... PENUTUP . 46 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... Ikatan Kimia dan Tatanama vii ....

Peta Kedudukan Modul MATERI DAN PERUBAHAN LAMBANG UNSUR DAN PERSAMAAN REAKSI STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK KONSEP MOL IKATAN KIMIA DAN TATANAMA SENYAWA LARUTAN ASAM BASA REDOKS PENCEMARAN LINGKUNGAN THERMOKIMIA HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI LAJU REAKSI SENYAWA KARBON KESETIMBANGAN POLIMER ELEKTROKIMIA KIMIA LINGKUNGAN Modul Kim. Ikatan Kimia dan Tatanama viii . 05.

13 KIM. 15 KIM. Ikatan Kimia dan Tatanama ix .Daftar Judul Modul No. 04 KIM. 01 KIM. 06 KIM. 02 KIM. 10 KIM. 09 KIM. 03 KIM. 05 KIM. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kode Modul KIM. 12 KIM. 05. 16 Judul Modul Materi dan Perubahannya Lambang Unsur dan Persamaan Reaksi Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur Konsep Mol Ikatan Kimia Larutan Asam Basa Reaksi Oksidasi dan Reduksi Pencemaran Lingkungan Termokimia Laju Reaksi Kesetimbangan Kimia Elektrokimia Hidrokarbon dan Minyak Bumi Senyawa Karbon Polimer Kimia Lingkungan Modul Kim. 14 KIM. 11 KIM. 07 KIM. 08 KIM.

05.Glossary Istilah Elektron valensi Oktet Rumus elektron Lewis Kation Anion Ikatan ion Keterangan Elektron yang berada pada kulit terluar suatu atom. Ikatan Kimia dan Tatanama x . sehingga relatif bebas bergerak. kecuali helium memiliki 2 elektron. Ikatan yang terjadi pada senyawa ionik dengan cara serah terima elektron dari masing-masing atom yang bergabung. Ikatan kovalen Ikatan kovalen koordinasi Senyawa polar Senyawa non polar Teori lautan elektron Modul Kim. Suatu atom yang melepaskan elektron terluarnya sehingga atom tersebut menjadi ion yang bermuatan listrik positif. Senyawa yang terbentuk dari atom-atom unsur yang berbeda keelektronegatifannya. (Semua gas mulia mempunyai elektron valensi 8 elektron. Suatu atom yang menerima tambahan elektron sehingga atom tersebut menjadi ion yang bermuatan negatif. duplet). Ikatan kovalen yang terjadi bila pasangan elektron yang digunakan secara bersama berasal dari salah satu atom. Penulisan elektron terluar suatu atom menggunakan tanda titik. Ikatan yang terjadi pada senyawa kovalen dengan cara menggunakan pasangan elektron secara bersamasama oleh atom-atom yang berikatan. Teori atom tentang logam yang mana logam sebagai suatu kristal terdiri dari ion-ion positif logam dan sejumlah elektron yang bergerak bebas dalam ruang antara. Atau terjadinya suatu senyawa ionik akibat adanya gaya tarik-menarik antara kation dengan anion. Elektron-elektron valensi logam tidak terikat erat. sehingga mempunyai momen dipol lebih dari nol. Senyawa yang terbentuk dari atom-atom unsur yang keelektronegatifannya sama atau senyawa yang mempunyai momen dipol nol. Elektron valensi yang banyaknya 8 elektron.

05. Kerjakan tes formatif dan evaluasi sebagai sarana latihan Anda. kerjakan tugas tersebut dengan baik dan jika dirasa perlu konsultasikan dengan guru/instrukturt. Bila terdapat penugasan. ikatan kovalen. Modul Kim. ikatan kovalen koordinasi. 2. Di samping itu Anda juga tersebut amat diperlukan untuk dapat memahami modul ini. PENDAHULUAN A. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti. yaitu ikatan ion. karena kedua materi menentukan bentuk molekul suatu senyawa kovalen. Pada akhir modul ini Anda juga akan dapat menentukan rumus suatu molekul beserta namanya bila ditunjukkan atom-atom pembentuknya beserta bilangan oksidasinya. Pahami setiap materi yang akan menunjang penguasaan Anda dengan membaca secara teliti. Deskripsi Dalam modul ini Anda akan mempelajari beberapa jenis ikatan kimia. 3. Sistem Periodik. Jawablah tes formatif dengan jawaban singkat dan jelas. karena dalam skema modul akan tampak kedudukan modul yang sedang Anda pelajari ini di antara modul-modul lainnya. Di samping itu Anda juga akan dapat mengetahui berbagai cara bagaimana kepolarannya. B. serta Anda harus telah menguasai materi Teori Atom. dan ikatan logam.BAB I. C. Prasyarat Sebelum Anda mempelajari sudah harus menguasai materi modul ini dengan materi Ikatan Kimia. Ikatan Kimia dan Tatanama 1 . Petunjuk Penggunaan Modul 1. serta kerjakan sesuai dengan kemampuan Anda setelah mempelajari modul ini. 4.

11. Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa. Membandingkan sifat fisis senyawa ion dengan senyawa kovalen. 5. Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domain elektron. Menjelaskan pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran molekul. 2. Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisis logam. 13. Catatlah kesulitan yang Anda temui dalam modul ini dan tanyakan kepada guru/instruktur pada saat kegiatan tatap muka. Menggambarkan susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia. 7. 05. 10. 9. Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh senyawanya. D. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan koordinasi pada beberapa contoh senyawa sederhana. 3. 4. rangkap dua. Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya dengan cara berikatan dengan unsur lain. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda dapat: 1. Bacalah referensi yang berhubungan dengan materi modul ini agar Anda mendapatkan pengetahuan tambahan. Menjelaskan kepolaran ikatan dan hubungannya dengan keelektronegatifan. Membandingkan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal. Modul Kim. 6. dan rangkap tiga serta contoh senyawanya. Memperediksi jenis-jenis ikatan yang terjadi pada berbagai senyawa. Memberikan rumus molekul beserta namanya. 12. Ikatan Kimia dan Tatanama 2 . 8.5.

05 : 16 jam @ 45 menit LINGKUP BELAJAR ? Teori duplet dan oktet. KETERAMPILAN ? Menghubungkan berbagai jenis senyawa dengan ikatan ion. SIKAP ? Aktif memberikan contoh senyawasenyawa yang berikatan ion. ? Penjelasan pembentukan ikatan ion. ? Penjelasan teori oktet dan duplet. MATERI POKOK PEMBELAJARAN KRITERIA UNJUK KERJA ? Konfigurasi elektron gas mulia dan bukan gas mulia digambarkan sesuai ketentuan. ? Pembentukan ikatan ion.E. Mendeskripsikan terjadinya ikatan ion : IKATAN KIMIA : Program Adaptif : KIMIA/KIM. PENGETAHUAN ? Pejelasan konfigurasi elektron gas mulia. ? Terjadinya pembentukan ikatan ion dijelaskan sesuai teori oktet dan duplet. Ikatan Kimia dan Tatanama 3 . Article I. Modul Kim. ? Penjelasan pembentukan ion. 05. Kompetensi Kompetensi Program Keahlian Matadiklat/Kode Durasi Pembelajaran SUB KOMPETENSI 1. ? Pembentukan ion positif dan negatif.

Ikatan Kimia dan Tatanama 4 . 05. Mendeskripsikan terjadinya ikatan kovalen ? Terbentuknya ikatan kovalen tunggal. ? Ikatan kovalen koordinasi. ? Kepolaran ikatan kovalen dijelaskan sesuai dengan keelektronegatifan. ? Cermat menunjukkan senyawa-senyawa yang berikatan kovalen. ? Menghubungkan berbagai jenis senyawa dengan ikatan kovalen. ? Ikatan kovalen tunggal dan rangkap dua. ? Penjelasan keelektronegatifan. tiga. ? Pengertian ikatan kovalen.2. Modul Kim. ? Ikatan kovalen polar dan non polar. ? Penjelasan tentang struktur Lewis. ? Struktur Lewis. rangkap dua dan rangkap tiga dibandingkan berdasarkan jumlah pasangan elektron yang digunakan berikatan. ? Terbentuknya ikatan kovalen koordinasi dijelaskan berdasarkan contoh senyawa sederhana.

Mengapa logam dapat dibengkokkan dan diulur. Ikatan Kimia dan Tatanama 5 .F. 4. Bagaimanakah cara atom mencapai kestabilan? 3. ikatan kovalen. Mengapa tetesan air dapat ditarik oleh medan magnet. Cek Kemampuan 1. sedangkan kapur tidak dapat? Modul Kim. Apakah semua atom unsur-unsur bersifat stabil? 2. ikatan kovalen koordinasi. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ikatan ion. 05. sedang tetesan bensin tidak? 5.

Ikatan Kimia dan Tatanama 6 . Jika ada perubahan dari rencana semula. Mendeskrtipsikan terjadinya ikatan ion 2. berilah alasannya kemudian mintalah tanda tangan kepada guru atau instruktur anda.BAB II. Mendeskripsikan terjadinya ikatan kovalen. : 1. 05. Tulislah semua jenis kegiatan yang anda lakukan di dalam tabel kegiatan di bawah ini. Jenis Kegiatan Tempat Belajar Alasan Perubahan Tanda Tangan Guru Tanggal Waktu Modul Kim. RENCANA BELAJAR SISWA KOMPETENSI SIB KOMPETENSI : Mendeskripsikan terjadinya ikatan kimia. PEMBELAJARAN A.

Menjelaskan kepolaran ikatan dan hubungannya dengan keelektronegatifan. Menggambarkan susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia. diharapkan Anda mampu: 1. Meramalkan bentuk molekul berdasarkan teori domain elektron. 10. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan koordinasi pada beberapa contoh senyawa sederhana. 5. 2. Kegiatan Belajar 1 a. 8. Membandingkan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal. Menentukan rumus molekul dan namanya. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan ini. Memprediksi senyawa. dan rangkap tiga serta contoh senyawanya. 6. 12. 9. 13.B. rangkap dua. Menjelaskan proses terjadinya ikatan ion dan contoh senyawanya. Ikatan Kimia dan Tatanama 7 . Menjelaskan molekul. Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilan-nya dengan cara berikatan dengan unsur lain. Membandingkan sifat fisis senyawa ion dengan senyawa kovalen. Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa. 05. 7. 4. 3. jenis-jenis ikatan yang terjadi pada berbagai pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran Modul Kim. Menjelaskan proses pembentukan ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisis logam. 11. KEGIATAN BELAJAR 1.

Uraian Materi KONFIGURASI ELEKTRON YANG STABIL Hampir semua atom membentuk ikatan dengan atom-atom lain. dan argon dengan struktur elektron (disebut rumus titik elektron Lewis) sebagai berikut. 05. Unsurunsur gas mulia hampir tidak membentuk ikatan dengan atom lain dan karena tidak reaktifnya maka sering disebut gas inert. 2 10 argon (18Ar). Susunan yang demikian menurut Kossel dan Lewis sangat stabil. Gambar 1. Hal inilah yang menyebabkan mengapa gas mulia sangat stabil. dan radon (86Rn). dan Argon Kecuali helium yang memiliki 2 elektron (duplet). neon ( Ne). neon. yaitu unsur-unsur gas mulia yang terdiri dari: helium ( He). Tetapi ada enam unsur lain yang tidak bersifat demikian. Struktur Elektron Helium. semua gas mulia memiliki 8 elektron (oktet) pada kulit terluarnya.b. Neon. xenon (54Xe). krypton (36Kr). sehingga atomatom gas mulia tidak menerima elektron ataupun melepaskan elektron terluarnya. Ikatan Kimia dan Tatanama 8 . Modul Kim. Gas mulia yang paling dikenal adalah helium.

Melepaskan elektron terluarnya sehingga terjadi ion positif (kation).dengan konfigurasi elektron seperti argon. atom Na yang tidak stabil melepaskan satu elektron valensinya menjadi ion Na+ dengan konfigurasi elektron seperti neon. Misalnya. Atom 11Na (2.Tabel 1. Perubahan Struktur Elektron Atom Na menjadi Ion Na+ b. atom Cl yang tidak stabil menerima tambahan satu elektron. Cara untuk mencapai hal itu adalah: a. sehingga menjadi ion Cl. Misalnya. Modul Kim. Kecenderungan ini bisa terjadi dengan membentuk ikatan kimia antar atom yang satu dengan atom lainnya. Konfigurasi elektron gas mulia Lambang Unsur 2He 10Ne 18Ar 36Kr 54Xe Jumlah Elektron Pada Kulit K L M N O 2 2 2 2 2 8 8 8 8 8 8 18 18 8 18 Elektron Valensi 2 8 8 8 8 Atom-atom lain agar stabil berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia. Menerima tambahan elektron dari atom lain sehingga terjadi ion negatif (anion). 8 Gambar 2. 05. Ikatan Kimia dan Tatanama 9 . 8. 1) Ion + 11Na 2.

8. Perubahan Struktur Elektron Atom Cl menjadi Molekul Cl2 Modul Kim. Atom 17Cl (2. Perubahan Struktur Elektron Atom Cl menjadi Ion ClSerah terima elektron yang terjadi dari penggabungan kedua cara di atas disebut ikatan ion.Atom 17Cl (2. Atom 17Cl Atom 17Cl Molekul Cl2. F2. 8. setiap Cl konfigurasi elektronnya 2. 8). 8. 8. Pembentukan molekul dengan cara ketiga ini disebut ikatan kovalen. Menggunakan pasangan elektron secara bersama-sama oleh atomatom yang berikatan. Dengan demikian masing-masing atom akan memiliki konfigurasi elektron yang stabil seperti gas mulia argon (2. Ikatan Kimia dan Tatanama 10 . 8. 8 Gambar 4. 05. 7) Ion 17Cl 2. c. 7) yang tidak stabil bisa menjadi stabil dengan cara menggunakan bersama satu pasang elekltron dengan atom klor yang lain sehingga terbentuk molekul fluor. 8 Gambar 3.

Disini terjadi serah terima elektron. Transfer elektron Atom Na Ion Na+ Atom Cl Ion Cl- Gambar 5. 05. Cl. NaCl Modul Kim. 7) + e Na+ (2. 8) + e Cl. 1) Cl (2. Terbentuklah natrium klorida. Ikatan Kimia dan Tatanama 11 .. Na (2. NaCl. yaitu atom natrium melepaskan sebuah elektron valensinya sehingga terjadi ion natrium. Na+ dan elektron ini diterima oleh atom klor sehingga terjadi ion klorida. 8.IKATAN ION Garam dapur yang disebut natrium klorida. NaCl merupakan contoh yang mudah untuk memahami terjadinya ikatan ion. 8. Serah Terima Elektron Pada Pembentukan Natrium Klorida. 8.(2. 8) Selanjutnya ion klorida dan ion natrium saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis sehingga terjadi ikatan ion.

Dua elektron ini diserahkan kepada dua atom non-logam klor sehingga terbentuk dua ion klorida. 8. MgCl2. NaCl Mari kita perhatikan magnesium klorida. MgCl2 Modul Kim. Setiap atom logam magnesium melepaskan dua elektron pada kulit terluarnya membentuk ion Mg2+. 8) ] 2x Ion-ion magnesium dan klorida melakukan tarik-menarik dengan gaya elektrostatis sehingga terbentuk MgCl2. Mg (2.. Ikatan Ion yang terbentuk pada Magnesium Klorida. 8. Ikatan Kimia dan Tatanama 12 . Susunan Ion dalam Kristal Natrium Klorida. 7) + e Mg2+ (2. 8) + 2e Cl. Lihat gambar 7 berikut. 2) [ Cl (2.Secara sederhana kristal NaCl digambarkan seperti berikut. A tom klor Atom magnesium A tom klor Ion klorida Ion magnesium Ion klorida Gambar 7. 05. Cl .(2. 8. Gambar 6.

.) = 2- Rumus aluminium oksida adalah Al2O 3.Senyawa-senyawa seperti NaCl dan MgCl2 yang berupa padatan terbentuk melalui ikatan ion disebut senyawa ionik.. Ikatan Kimia dan Tatanama 13 . muatan Satu ion Na+ : 1 x (1+) = 1+ Satu ion Cl. muatannya menjadi seimbang jika dua ion Al3+ berikatan dengan tiga ion O 2. 05. Ikatan ion terjadi antara atom-atom logam dengan non-logam. Modul Kim. misalnya kalsium nitrat yang dibentuk dari ion Ca2+ dan ion NO 3. tetapi sering ditulis seimbang : 1 x (1. Dalam ikatan ion jumlah elektron yang dilepas logam sama dengan jumlah elektron yang diterima oleh non-logam. muatan Satu ion Mg2+: 1 x (2+) = 2+ Dua ion Cl - seimbang Jadi rumus natrium klorida adalah Na1Cl1.. Dengan cara yang sama berlaku pula untuk ion yang lebih kompleks. Jadi rumus kalsium nitrat adalah Ca(NO3)2.: 1 x (1. tetapi sering ditulis : 1 x (1.) = 2- seimbang Rumus magnesium klorida adalah Mg1Cl2.. Muatan kedua ion ini akan seimbang jika satu ion Ca2+ berikat-an dengan dua ion NO3.) = 1sebagai NaCl muatan Satu ion Mg2+: 1 x (2+) = 2+ Dua ion Clsebagai MgCl2 Aluminium oksida yang mengandung ion Al3+ dan ion O2.

Ikatan ion merupakan gaya tarik menarik elektrostatis antara ion positif dengan ion negatif. Ikatan Kimia dan Tatanama 14 . IKATAN KOVALEN Zat-zat lain di sekitar kita berupa molekul-molekul gas. Jika kita perhatikan gambar 8. elektron pada atom pertama diberi tanda titik kecil dan atom lainnya Modul Kim. Dalam senyawa ion banyaknya muatan positif dan muatan negatif adalah seimbang.? Atom-atom membentuk ikatan ion melalui serah terima elektron. agar konfigurasi elektronnya penuh seperti gas mulia helium maka hidrogen memerlukan satu elektron lagi (gambar 8). ? ? ? ? Ion-ion memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia. Atom hidrogen memiliki sebuah elektron pada kulit pertamanya. cair. Gas hidrogen yang merupakan molekul H2 terdiri dari dua atom hidrogen yang saling menyumbangkan elektronnya sehingga masing-masing atom hidrogen memiliki konfigurasi elektron yang stabil. Atom yang melepas elektron membentuk ion positif (kation). atom yang menerima elektron membentuk ion negatif (anion). Ikatan ion terbentuk dari atom logam dengan atom nonlogam. Atom-atom yang sama atau hampir sama keelektronegatifannya cenderung membentuk ikatan kovalen dengan menggunakan pasangan elektron bersama. Dua atom nonlogam saling menyumbangkan elektron sehingga tersedia satu atau lebih pasangan elektron yang dijadikan milik bersama. Hampir semua senyawa kovalen terbentuk dari atom-atom non-logam. Senyawa yang berikatan kovalen juga disebut senyawa kovalen. 05. dan ada beberapa zat berupa padatan tersusun atas atom-atom yang menggunakan ikatan kovalen.

Dua ikatan kovalen dalam molekul air. sehingga karbon membentuk 4 ikatan kovalen. atau Gambar 10. Metana yang memiliki Empat Ikatan Kovalen Modul Kim. Atom oksigen yang mempunyai 6 elektron valensi membutuhkan 2 elektron lagi agar seperti gas mulia. Kedua elektron itu diperoleh dari dua atom hidrogen. Atom karbon dengan konfigurasi elektron 2. Konfigurasi Elektron Hidrogen dan Helium Gambar 9. 05. Jadi atom oksigen dapat membentuk dua ikatan kovalen dalam molekul H2O. Ikatan Kovalen antara Dua Atom Hidrogen Air mengandung molekul H2O.dengan titik besar. Ikatan Kimia dan Tatanama 15 . 4 memerlukan 4 elektron tambahan agar seperti gas mulia neon. Pembentukan molekul metana. CH4 dapat kita ikuti pada gambar 11. Pasangan elektron yang membentuk ikatan kovalen ditandai oleh garis penghubung (. Gambar 11. Gambar 8.).

ikatan kovalen rangkap dua mengandung empat elektron. Beberapa molekul ada yang pasangan elektronnya berasal dari salah satu atom saja. Sedang pada molekul nitrogen. Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom non-logam. CO2 terdapat dua buah ikatan rangkap dua. Pada molekul karbon dioksida. Dalam ikatan kovalen setiap atom memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia. Ketiga atomnya sekarang masingmasing memiliki 8 elektron terluar. NH4+.Beberapa atom dapat membentuk ikatan rangkap. Molekul NH 3 mempunyai satu pasang elektron yang belum digunakan bersama. Ikatan Kimia dan Tatanama 16 . Molekul N2 Gambar 12. N2 setiap atomnya menyumbangkan 3 elektron untuk digunakan bersamasama sehingga setiap atom N memiliki elektron valensi 8. Ikatan rangkap dua pada CO2 dan rangkap tiga pada IKATAN KOORDINASI Tidak semua ikatan kovalen yang terjadi. Ikatan antara NH3 dengan ion Modul Kim. Oleh karena itu pasangan elektron tersebut dapat digunakan bersama oleh molekul NH3 dan ion H+ sehingga terbentuk ion amonium. 05. N=N Molekul CO2 N2 ? ? ? Atom-atom membentuk ikatan kovalen melalui penggunaan bersama pasangan elektron. Pada ikatan kovalen tunggal mengandung dua elektron. sedang dalam ikatan rangkap tiga terdapat enam elektron. elektron-elektronnya diperoleh dari sumbangan atom-atom yang membentuk ikatan. sedang ion H+ dapat menerima satu pasang elektron untuk menjadi lebih stabil karena mempunyai konfigurasi elektron helium. sedang atom lainnya menggunakan pasangan elektron itu untuk berikatan.

? Kedudukan baru dari pasangan elektron ini menentukan bentuk molekul. 05. Pembentukan Ikatan Kovalen Koordinasi pada Ion Amonium. Hubungan banyaknya pasangan elektron dengan struktur ruang disajikan pada Modul Kim. Gambar 13. Sering ditemui bentuk suatu molekul tidak sesuai dengan struktur ruangnya. Pasangan elektron tersebut dapat berupa pasangan elektron yang membentuk ikatan (PEI) dan pasangan elektron yang tidak membentuk ikatan Tabel 2. Adanya ikatan kovalen koordinasi ditandai dengan anak panah ?. atom-atom yang terikat pada atom pusat diberi lambang X. dan pasangan elektron bebas diberi lambang E. Hal ini disebabkan adanya beberapa molekul yang mempunyai pasangan-pasangan elektron yang tidak digunakan untuk berikatan (pasangan elektron bebas). bahwa: ? Pasangan-pasangan elektron tersusun mengelilingi atom pusat sehingga tolak menolak antara pasangan-pasangan elektron ini seminimal mungkin. Pada Tabel 2 juga dicontohkan beberapa molekul dengan atom pusat dilembangkan A. atau pasangan elektron bebas (PEB).H+ ini juga merupakan ikatan kovalen yang diberi nama ikatan kovalen koordinasi. Ikatan Kimia dan Tatanama 17 . NH4+ STRUKTUR RUANG DAN BENTUK MOLEKUL Sidgwick Powell dan Nylholm Gillespie menyatakan.

Ikatan Kimia dan Tatanama 18 . 05. Struktur Ruang Molekul Modul Kim.Tabel 2.

Ikatan Kimia dan Tatanama 19 . 05.Modul Kim.

05. Ikatan Kimia dan Tatanama 20 .Latihan Contoh 1: Ramalkan bentuk molekul BeF2 Elektron valensi Be BeF2 netral Elektron dari 2 F Jumlah elektron Jumlah pasangan elektron Struktur ruang Bentuk molekul Contoh 2: Ramalkan bentuk molekul BF3 Elektron valensi B BF3 netral Elektron dari 3 F Jumlah elektron Jumlah pasangan elektron 6/2 = 3 Struktur ruang Bentuk molekul Contoh 3: Ramalkan bentuk molekul CH 4 Elektron valensi C CH4 netral Elektron dari 4 H Jumlah elektron Jumlah pasangan elektron Struktur ruang Bentuk molekul Contoh 4: Ramalkan bentuk molekul NH 3 Elektron valensi N NH3 netral Elektron dari 3 H Jumlah elektron 5 0 3 8 4 0 4 8 8/2 = 4 : tetrahedral : tetrahedral : segitiga datar : segitiga datar 3 0 3 6 2 0 2 4 4/2 = 2 : linier (garis lurus) : linier (garis lurus) Modul Kim.

Ikatan Kimia dan Tatanama 21 . 05.Jumlah pasangan elektron Struktur ruang Pasangan elektrin ikatan (PEI) Pasangan elektron bebas (PEB) Bentuk Molekul Contoh 5: Ramalkan bentuk molekul PCl5 Elektron valensi P PCl5 netral Elektron dari 5 Cl Jumlah elektron Jumlah pasangan elektron Struktur ruang Bentuk molekul 8/2 = 4 : tetrahedral =3 =1 : Piramid alas segitiga 5 0 5 10 10/2 = 5 : trigonal bipiramida : trigonal bipiramida Modul Kim.

d Dengan: µ = momen dipol dalam satuan Debye q = muatan dalam satuan s. atom klor mempunyai kemampuan menarik elektron lebih kuat daripada atom hidrogen. atom Cl lebih bermuatan negatif (polar negatif. Semakin besar harga momen dipol. Jadi kedudukan pasangan elektron yang digunakan berikatan lebih mendekati atom klor. Molekul-molekul seperti HCl ini disebut molekul polar.) dan kelebihan muatan positif ada pada atom H (polar positif. sedang molekul kovalen diatomik yang terbentuk dari atom yang sama seperti H2 merupakan molekul nonpolar. d. semakin polar senyawa yang bersangkutan atau mendekati ke sifat ionik. Momen Dipol adalah hasil kali muatan dengan jarak antara kedua muatan tersebut µ = q.KEPOLARAN Molekul kovalen diatomik yang terbentuk dari atom-atom yang berbeda. Pada senyawa non-polar mempunyai momen dipol nol. semakin polar molekul yang terbentuk Untuk mengetahui besarnya kepolaran suatu senyawa digunakan momen dipol. setiap atomnya mempunyai daya tarik terhadap elektron juga tidak sama sehinga kedudukan pasangan elektron akan bergeser ke arah atom yang lebih elektronegatif. sehingga terjadi pemisahan muatan dan terbentuk dipol (dwikutub). 05. e. Semakin besar perbedaan keelektronegatifan unsur-unsur yang berikatan. Misalnya. pada molekul HCl. Akibatnya. d+). Ikatan Kimia dan Tatanama 22 . s (satuan elektrostatis) d = jarak dalam satuan ? (angstrom) Modul Kim.

Senyawa polar dan b. Pengaruh medan magnet terhadap a. Tabel 3.156 % Sifat Ion 0 2 3 6 11 12 18 41 73 76 78 79 82 82 84 88 (HCl). 3. 05. Amati!. Ikatan Kimia dan Tatanama 23 .129 5.327 8.159 0. Isilah buret dengan zat yang ingin diketahui sifatnya. Momen Dipol Beberapa Senyawa Molekul H2 CO 2 NO HI ClF HBr HCl HF LiCl LiH KBr NaCl KCl KF LiF NaF Momen Dipol 0 0.Percobaan Untuk mengetahui apakah suatu senyawa bersifat polar atau non polar.827 7. ikuti percobaan berikut. Dekatkan batang magnet (atau penggaris plastik yang telah digosok-gosok pada kain sehingga terjadi magnet elektrostatis). Siapkan beberapa air sebuah zat buret yang (H2O). senyawa non-polar Modul Kim. Apabila tetesan zat ditarik ke arah magnet berarti zat itu merupakan senyawa polar. tetraklorida (CCl4). sehingga zat keluar pelan-pelan. 2.628 9.269 8. benzen. 5.888 0. dan akan asam karbon dibuktikan kepolarannya seperti: aquadest klorida lain-lainnya.593 6. dan a b Gambar 14.448 0.112 0.882 10.001 10. Bukalah kran buret. 1. 4.109 1.828 1.

dan molekul H 2O (polar) MEMPREDIKSI JENIS IKATAN Terjadinya ikatan ion atau ikatan kovalen pada suatu senyawa ditentukan oleh besarnya perbedaan keelektronegatifan dari kedua atom yang bergabung dalam senyawa tadi. sehingga elektron akan lebih mendekat ke atom O. 05.Kepolaran molekul poliatom ditentukan oleh: a) kepolaran ikatan dan b) struktur ruang molekul. Pada molekul CO2. Apabila salah satu atom Cl diganti oleh atom lain misalnya H. karena struktur molekul tersebut simetris maka momen dipol yang terjadi saling meniadakan dan bersifat non-polar. molekul CO2 (non-polar). Gambar 15 a. maka diperoleh molekul yang bersifat polar. karena momen dipol ke arah kedua atom oksigen ini berlawanan maka akan saling meniadakan sehingga molekul CO 2 bersifat non-polar dengan bentuk molekul linier. Sekalipun ikatan C Cl bersifat polar. Mari kita perhatikan molekul CCl4. yang mempunyai bentuk molekul tetrahedaral dengan atom C sebagai pusat dan atom-atom Cl pada sudut-sudutnya. Molekul CCl4 (non-polar). atom O lebih elektronegatif daripada atom C. sehingga H2O merupakan molekul yang polar. kedua momen dipol tidak saling meniadakan karena molekul ini mempunyai bentuk V dengan sudut 105o. Akan tetapi. hubungan prosentase besarnya sifat ionik suatu senyawa dengan perbedaan keelektronegatifan atom-atom yang Modul Kim. Pada molekul H2O. Ikatan Kimia dan Tatanama 24 . Grafik pada Gambar 16 berikut mengilustrasikan membentuk senyawa tadi.

67 maka terbentuk ikatan ion. mengatakan.67 maka ikatannya adalah kovalen. Perbedaan kelektronegatifan vs prosentase sifat ikatan ion Dari grafik di atas dapat disimpulkan. 05.67 akan terbentuk 50% ikatan ion dan 50% ikatan kovalen. bahwa: 1. bila perbedaan keeletronegatifannya atom-atom pembentuknya semakin besar.Persen sifat ikatan ion Perbedaan keelektronegatifan Gambar 16. Ikatan Kimia dan Tatanama 25 . Jika bila perbedaan keeletronegatifannya lebih dari 1. dapat kita lihat bahwa dua atom dengan perbedaan keelektronegataifan sekitar 1. bahwa: Prosentase sifat ionik senyawa bertambah besar. Jika dua atom yang berikatan memiliki perbedaan keeletronegatifan kurang dari 1. 2. Dari Tabel 4 berikut. Dari sini kita dapat Modul Kim.

65 10% 90% 0.43 40% 60% 1. Ikatan kovalen yang 2 mengikat antara atom hidrogen dan atom oksigen dalam molekul air cukup kuat.19 70% 30% 2. Dengan pemanasan sampai 100oC.19 30% 70% 1. sedangkan gaya yang mengikat antar molekulmolekul air cukup lemah.3.54 80% 20% 3.0 = 1.0 – 2. keduanya memiliki perbedaan keelektronegatifan sebesar = 3. Prosentase sifat ikatan Perbedaan Keelektronegatifan 0. SIFAT FISIS SENYAWA ION DAN SENYAWA KOVALEN a.0 memiliki bentuk ikatan kovalen.94 20% 80% 1.03 90% 10% % Sifat Ionik % Sifat Kovalen Bila magnesium beraksi dengan oksigen. Sedangkan bila boron dengan nitrogen dengan perbedaan keelektronegatifan sebesar 3. 05. Titih Didih Air. akan tetapi pada suhu ini ikatan kovalen yang ada di dalam molekul H2O tidak putus. 2 = 2.00 0% 100% 0. Ikatan Kimia dan Tatanama 26 .Tabel 4. Kita bisa memprediksi bahwa kedua unsur itu membentuk ikatan ion. Uap air air Gambar 17.67 50% 50% 1.91 60% 40% 2. molekul-molekul air dalam ketel diputus Modul Kim. Keadaan inilah yang menyebabkan air yang cair itu mudah berubah menjadi uap air bila dipanasi sampai sekitar 100o C. H O merupakan senyawa kovalen.5 – 1.

05. Hal ini tidak diperoleh pada sifat senyawa ionik. sedang senyawa ion mempunyai titik didih yang tinggi (rata-rata di atas suhu 900oC). Parfum dan bahan pemberi aroma merupakan senyawa kovalen. molekul senyawa kovalen Sebagian besar senyawa kovalen yang mudah menguap sering berupa cairan yang mudah menguap dan berupa gas. Beberapa bahan yang mengandung senyawa kovalen Modul Kim. Hampir semua senyawa kovalen mempunyai titik didih yang rendah (rata-rata di bawah suhu 200oC). NaCl adalah senyawa ionik yang meleleh pada suhu 801oC dan mendidih pada suhu 1517 oC. Kemudahan Menguap Banyak sekali berbagai bahan yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari merupakan senyawa kovalen seperti ditunjukkan pada gambar 18. Ikatan Kimia dan Tatanama 27 . sehingga untuk memutuskan ikatan tersebut dibutuhkan panas yang sangat besar. b. Gambar 18. NaCl mempunyai titik didih tinggi karena mengandung ikatan ion yang sangat kuat.Garam dapur. Molekulmenghasilkan bau yang khas.

Daya hantar Listrik Senyawa ion dalam keadaan padatan tidak dapat menghantar arus listrik. Kelarutan Banyak senyawa ion yang dapat melarut dalam air. Pelarut organik merupakan senyawa karbon. asam sulfat bila dilarutkan ke dalam air akan membentuk Modul Kim. Misalnya. dan aseton. Kebanyakan senyawa kovalen tidak dapat melarut dalam air. Larutan senyawa ionik yang dilarutkan ke dalam air juga dapat menghantar arus listrik. Ikatan Kimia dan Tatanama . Perbedaan utama antara senyawa ion dengan senyawa kovalen disimpulkan pada Tabel 5 berikut. Hal ini disebabkan senyawa kovalen tidak mengandung ion-ion sehingga posisi molekulnya tidak berubah. Perbandingan Sifat Ikatan Ion dengan Ikatan Kovalen Sifat Titik Didih Kemudahan menguap Daya Hantar Lelehan maupun Ikatan Ion mempunyai titik leleh yang tinggi Sulit menguap Ikatan Kovalen mempunyai titik leleh yang rendah Mudah menguap dan memberikan bau yang khas Tidak menghantar 28 dengan air dan membentuk ion-ion. Senyawa ionik tidak dapat melarut dalam pelarut organik. Pada keadaan lelehan atau larutan ionionnya dapat bebas bergerak. Misalnya. tetapi mudah melarut dalam pelarut organik. alkohol. d. Namun ada beberapa senyawa kovalen yang dapat melarut dalam air karena terjadi reaksi ion hidrogen dan ion sulfat. Senyawa kovalen pada berbagai wujud tidak dapat menghantar arus listrik. misalnya bensin. 05. tetapi bila padatan ionik dipanaskan sampai suhu tinggi sehingga diperoleh lelehannya maka dapat menghantar arus listrik. minyak tanah.c. natrium klorida banyak diperoleh dalam air laut. Tabel 5.

dan juga model mengkilat. ulet karena dapat direntang menjadi kawat. Hal ini dapat dimengerti mengapa logam bersifat sebagai penghantar panas dan listrik yang baik. Struktur Logam menurut Teori “Lautan Elektron” Model lautan elektron ini sesuai dengan sifat-sifat logam. Ikatan Kimia dan Tatanama 29 . memiliki titik leleh dan kerapatan yang tinggi. Elektron-elektron valensi logam tidak terikat erat (karena energi ionisasinya rendah).Listrik larutannya dalam air listrik listrik pada dapat menghantar arus berbagai wujud Kelarutan dalam air Kelarutan dalam pelarut organik Pada umumnya melarut dalam air Tidak dapat melarut Dapat melarut Sulit larut dalam air IKATAN LOGAM DAN SIFAT-SIFATNYA Drude dan Lorentz mengemukakan model. Modul Kim. 05. Logam dapat dimampatkan dan direntangkan tanpa patah. bahwa logam sebagai suatu kristal terdiri dari ion-ion positif logam dalam bentuk bola-bola keras dan sejumlah elektron yang bergerak bebas dalam ruang antara. seperti: dapat ditempa menjadi lempengan tipis. logam Gambar 19 berikut mengilustrasikan suatu dengan elektron-elektron membentuk suatu “lautan” muatan negatif. Ion-ion positif dalam lautan elektron Gambar 19. sehingga relatif bebas bergerak.

Adanya Tekanan terhadap kristal ionik Modul Kim. menjadi retak (gambar 20 b. gaya pengikatnya adalah gaya tarik menarik antar ion-ion yang muatannya berlawanan dengan elektron valensi yang menempati kedudukan tertentu di sekitar inti atom. ) a b Gambar 20. Bila kristal ionik ini ditekan. Hal ini disebabkan mobilitas lautan elektron di antara ion-ion positif meru-pakan penyangga (Gambar 19). keadaan yang demikian ini mengakibatkan terjadi tolak-menolak sehingga kristal ionik.karena atom-atom dalam struktur kristal harus berkedudukan sedemikian rupa sehingga atom-atom yang bergeser akan tetap pada kedudukan yang sama. Ikatan Kimia dan Tatanama 30 . 05. misalnya NaCl. Keadaan yang demikian ini berbeda dengan kristal ionik. maka akan terjadi keretakan atau pecah. Hal ini disebabkan adanya pergeseran ion positif dan negatif sedemikian rupa sehingga ion positif be rdekatan dengan ion positif dan ion negatif dengan ion negatif. Dalam kristal ionik.

Ikatan Kimia dan Tatanama 31 . Kebanyakan non-logam tidak kuat dan lunak. Mempunyai kilap logam Kuat dan keras (bila digunakan sebagai logam paduan atau alloy) Logam 1. 7. Perbandingan sifat-sifat fisis logam dengan non logam 1. 4. Sukar menghantar panas Non-logam BILANGAN OKSIDASI DAN TATANAMA Bilangan oksidasi adalah suatu bilangan yang ditetapkan sebagai berikut: 1. 1 atom O = . 2. Dalam NaH bilangan oksidasi H = -1. seperti NaH (natrium hidrida). 2.Perbandingan sifat-sifat fisis logam dengan non logam ditabulasikan berikut. P4. Kebanyakan logam kerapatannya rendah Kebanyakan non-logam titik leleh dan titik didihnya rendah 5. Dapat dibengkokkan dan diulur. Unsur-unsur dalam keadaan bebas atau tidak berikatan dengan unsur lain. Modul Kim. 05. Kebanyakan logam mempunyai kerapatan yang besar 6. seperti: C. 1 atom H = +1 kecuali pada hidrida. Tidak mengkilap. 3. Padatan non-logam biasanya bukan penghantar listrik. Padatan logam merupakan penghantar listrik yang baik. Al. Penghantar panas yang baik 6. 4. Biasanya rapuh dan patah bila dibengkokkan atau diulur. O 2. 7. Kebanyakan logam mempunyai titik leleh dan titk didih yang tinggi. Dalam senyawa. Bilangan oksidasi 1 atom O dalam peroksida = -1. 3. N2. S 8 mempunyai bilangan oksidasi = 0 (nol).2 kecuali dalam peroksida. 2. bilangan oksidasi: a. Fe. 5. Tabel 5. b.

atau Na2S. Ikatan Kimia dan Tatanama 32 . atau +6. 3.c. Jumlah bilangan oksidasi atom-atom dalam molekul = 0 (nol) Contoh: Berapakah bilang oksidasi P dalam Na3PO4? Jawab: Dalam molekul Na3PO4: +3 -8 Na3PO4 +5 Bilangan oksidasi 1 atom Na = + 1 Maka untuk 3 atom Na = +3 Bilangan oksidasi1 atom O = -2 Maka untuk 4 atom O = -8 Oleh karena jumlah bilangan oksidasi atom-atom dalam molekul Na3PO4 = 0. Contoh: 1. Jadi rumus molekulnya adalah: (Na+)2S2. 1 atom logam sama dengan golongannya dan diberi tanda positif. +4. maka bilangan oksidasi P = + 5 Dengan menggunakan bilangan oksidasi dapat ditentukan rumus molekul suatu senyawa. Apakah rumus molekul yang terbentuk antara Na dengan S? Bilangan oksidasi 1 atom Na dalam senyawa = +1 Bilangan oksidasi 1 atom S dalam senyawanya dapat –2. maka senyawa yang mungkin terjadi adalah senyawa antara dua atom Na dengan jumlah bilangan oksidasi = +2 dan 1 atom S dengan bilangan oksidasi = -2. Rumus molekul apa sajakah yang terbentuk antara S dengan O? S-2 dengan O -2 tidak terjadi S+4 dengan O -2 rumus molekulnya SO 2 S+6 dengan O -2 rumus molekulnya SO 3 Modul Kim. 05. 2. Karena jumlah bilangan oksidasi atom-atom dalam molekul = 0.

Nama senyawa antara 2 macam unsur bukan logam. Ikatan Kimia dan Tatanama 33 . Senyawa yang mengandung anion poliatom diberi nama sesuai dengan nama dan bilangan oksidasi logam diikuti dengan nama anion poliatom pembentuknya Contoh: Na2SO 3 FeSO 4 Cu(NO3)1 Na3PO4 = natrium sulfit = besi (II) sulfat = tembaga (II) nitrat = natrium pospat 4. Nama senyawa yang terjadi dari ikatan 2 macam unsur. umumnya diberi akhiran -ida. yaitu: Modul Kim. Contoh: Na2S CaCl2 BaO Al2O 3 = natrium sulfida = kalsium klorida = barium oksida = aluminium oksida jumlah 2. pemberian namanya dapat dilakukan dengan 2 cara.Tatanama 1. dengan: 1 = mono 2 = di 3 = tri 4 = tetra 5 = penta Contoh: CO 2 CCl4 SO 3 = karbon dioksida = karbon tetraklorida = belerang trioksida P2O 5 = (di)pospor pentaoksida 6 = heksa 7 = hepta 8 = okta 9 = nona 10= deka masing-masing atom di dalam molekul senyawa itu dinyatakan 3. Untuk senyawa unsur logam yang mempunyai 2 harga bilangan oksidasi. 05.

di belakang nama logam dituliskan harga bilangan oksidasinya menggunakan angka Romawi di antara tanda ( ). Ikatan kovalen terjadi dengan cara menggunakan pasangan elektron secara bersama-sama oleh atom-atom yang berikatan. dan radon (86Rn) tidak membentuk ikatan dengan atom lain karena bersifat stabil. Rangkuman ? Unsur-unsur gas mulia: helium ( He). argon ( Ar). b. Ikatan ion terjadi dengan cara serah terima elektron dari masingmasing atom yang bergabung. Struktur ruang dan bentuk molekul tergantung pada pasanganpasangan elektron yang mengelilingi atom pusat. ? ? ? ? ? ? ? ? Semua gas mulia memiliki 8 elektron terluar (oktet). neon (10Ne). kecuali helium memiliki 2 elektron terluar (duplet). Ikatan kovalen koordinasi terjadi bila pasangan elektron yang digunakan secara bersama berasal dari salah satu atom saja. 2 18 krypton (36Kr).a. nama unsur Contoh: SnCl2 = timah (II) klorida stanno klorida SnCl4 = timah (IV) klorida stanni klorida logam yang bilangan oksidasinya rendah diberi akhiran –o dan yang lebih tinggi diberi akhiran –i. Kepolaran suatu senyawa tergantung pada besarnya perbedaan keelektronegatifan unsur-unsur yang berikatan. Semakin besar harga momen dipol. semakin polar suatu senyawa atau mendekati ke sifat ionik. Atom-atom berusaha memiliki konfigurasi elektron seperti gas mulia (agar stabil) dengan membentuk ikatan kimia. Ikatan Kimia dan Tatanama 34 . Modul Kim. 05. c. xenon (54Xe).

pada umumnya melarut dalam air. NaCl. lelehan atau larutannya dalam air dapat menghantar arus listrik. CaCl2 c. Peristiwa perpindahan senyawa: a. sulit menguap. Ikatan Ion bersifat: mempunyai titik leleh yang tinggi. NaBr. hanya NaCl yang meneruskan arus listrik b. 05. Jika arus listrik dialirkan melalui NaCl cair dan HCl cair. dan melarut dalam pelarut organik. CO2. NH3 b. H2O. NaCl dan HCl tidak meneruskan arus listrik elektron terjadi pada pembentukan Modul Kim. tidak menghantar listrik pada berbagai wujud. KI. CH4 c.? ? Momen Dipol adalah hasil kali muatan dengan jarak antara kedua muatan tersebut. KCl d. Di antara kumpulan senyawa berikut yang mempunyai ikatan ion adalah: a. d. maka a. mudah menguap dan memberikan bau yang khas. H2O. NaCl dan HCl meneruskan arus listrik d. hanya HCl yang meneruskan arus listrik c. Tugas Soal Pilihan Ganda 1. Cl2 2. ? Ikatan Kovalen bersifat: mempunyai titik leleh yang rendah. HI. dan tidak dapat melarut dalam pelarut organik. Ikatan Kimia dan Tatanama 35 . Br 2 d. HBr. CH4 b. NaCl 3. sulit larut dalam air.

ICl c. H2O. Br 2 d. BrCl c. CO 2 8. CaCl2 c. CO2. bentuk molekulnya segitiga datar d.8 dan 2. Kumpulan senyawa berikut yang semuanya mengandung ikatan kovalen adalah: a. Cl. KI. NaCl 5. NH3 b. Ikatan Kimia dan Tatanama 36 . NaBr. 2. mempunyai momen dipol = 0 Modul Kim. terdapat pasangan elektron bebas c. CaCl2 6. Senyawa manakah berikut ini yang paling bersifat polar: a. dan I masing-masing adalah: 4. terdapat ikatan kovalen b. 05. Di antara senyawa kovalen berikut yang bersifat non-polar adalah: a. Br. F2 b. IBr d. FBr 7. NaCl c. H2O d. H2O. NH3 b. Pernyataan manakah berikut ini yang tidak tepat untuk senyawa BF3? a. KCl d.4. Keelektronegatifan unsur-unsur F.5. HI. CH4 b. 3. HBr. Penggunaan pasangan elektron secara bersama-sama oleh masing-masing atom unsur terdapat dalam pembentukan: a. NaCl.

05.Si g. 120o dan 90o d. B .Na h. SiH4 c. Gambarlah rumus elektron Lewis dari belerang c.P c. Sebutkan sifat-sifat umum dari senyawa kovalen maupun senyawa ionik. 5. Modul Kim. SO 42d. 90o b. Atom ini dapat berikatan kovalen dengan hidrogen membentuk hidrogen sulfida (asam sulfida) b. Gambarlah rumus elektron Lewis dari hydrogen sulfida d. Ca . C . H3O +.H i. Apakah ciri-ciri dari senyawa kovalen dan senyawa ionik. Li .O f. B . Carilah harga keelektronegatifan pada tabel.Si e. Manakah molekul berikut ini yang mempunyai bentuk molekul oktahedral? a. Konfigurasi elektron atom belerang adalah 2.O 3. Sudut ikatan yang terdapat dalam senyawa berbentuk segitiga bipiramid adalah: a. C . Tuliskan proses terjadinya ikatan kovalen koordinasi pada: 4. Ba . Al.Na a. 104o30’ Soal Uraian 1. SO 2 b. Be . 8. Tuliskan rumus senyawa kovalen hidrogen sulfida 2. BF3 b. ikatan ion ataukah ikatan kovalen? e. SF6 d.9. 120o c. NO 3g. 6. Ikatan Kimia dan Tatanama 37 .P f. NH4+ 10. kemudian tentukan jenis ikatan yang terjadi antara pasangan atom-atom berikut. d.

Karbontetraklorida c. Gunakan elektron terjadinya ikatan ion! b. Gambarkan terjadinya ikatan kovalen dengan menggunakan rumus titik elektron Lewis dari: a. Feribromida 8. Ikatan Kimia dan Tatanama 38 . C2H4 d. Perhatikan pasangan atom unsur-unsur berikut? dengan Lewis 17Cl 20Ca dengan 9F untuk menjelaskan a. PCl3 i) ii) 11Na 12Mg c. Tuliskan pasangan ion-ion dan rumus senyawa ion yang terjadi pada tabel berikut. Tes Formatif 1. SF6 d. Berikan contoh-contoh di sekitar Anda yang dapat menunjukkan perbedaan sifat-sifat dari senyawa logam dan non-logam. NCl3 e. Ferobromida d. Tuliskan rumus molekul dari senyawa berikut a. N2O 5 b. 7. Apakah nama senyawa dengan rumus molekul berikut? a. C2H6 2. Modul Kim. Tuliskan rumus senyawa ion yang terjadi? 3. C2H2 dengan 8O dengan 8O rumus titik iii) iv) 19K e.6. PCl3 c. Natrium klorida b. 05. HF b.

Apa yang dimaksud dengan model “lautan elektron” menurut Drude dan Lorentz? 5. CaCO 3) tidak dapat ditempa dan diulur. sedang batu kapur (kalsium karbonat. H : F atau ? b. Gambarkan terjadinya ikatan kovalen dengan menggunakan rumus titik elektron Lewis dari: a. Jelaskan mengapa logam besi (Fe) dapat ditempa dan diulur. Al2O 3 …………………… MgSO 4 4. c. 05. . Al3+ dengan Cl………………………. H ? C? C ? H ? ? H H atau Modul Kim. Kunci Jawaban Formatif 1. Nama Senyawa Ion Natrium sulfat Aluminium oksida Aluminium klorida Magnesium sulfat Pasangan Ion Na+ dengan SO 42………………………. H : C : : C : H atau ? ? H H d. d. Rumus Senyawa Ion …………………. Ikatan Kimia dan Tatanama 39 .C? H ? ? H H H? C?C? H H H ? ? H? C? C? H ? ? H H c.a. Cl : P : Cl ? Cl H? F ? atau Cl ? P ? Cl3 ? Cl H? C. b. f. H :C :: C : H atau H H ? ? e.

karena dalam kristal ionik CaCO3 bila ditekan akan terjadi pergeseran ion positif dan negatif sedemikian rupa sehingga ion positif berdekatan dengan ion positif dan ion negatif dengan ion negatif sehingga mengakibatkan terjadinya tolak-menolak dan akhirnya menjadi retak . Elektron-elektron valensi logam tidak terikat erat. Atom 11Na Rumus elektron Na? Mg: K? Ca: Atom 8O 12Mg 8O 19K 17Cl 20Ca 9F Rumus elektron ? :O ? ? :O ? ? :Cl? ? ? :F? ? Rumus senyawa ion Na2O MgO KCl CaF2 3. Batu kapur (CaCO3) tidak dapat ditempa dan diulur. 05. c. Natrium sulfat Aluminium oksida Aluminium klorida Magnesium sulfat Pasangan Ion Na+ dengan SO 42Al3+ dengan O2Al3+ dengan ClMg2+ dengan SO 42Rumus Senyawa Ion Na2SO 4 Al2O 3 AlCl3 MgSO 4 4. karena atom-atom dalam struktur kristal harus berkedudukan sedemikian rupa sehingga atom-atom yang bergeser akan tetap pada kedudukan yang sama. b. Ikatan Kimia dan Tatanama 40 . Nama Senyawa Ion a. Maksud model “lautan elektron” adalah logam sebagai suatu kristal terdiri dari ion-ion positif logam dan sejumlah elektron yang bergerak bebas dalam ruang antara. 5. d. Hal ini disebabkan mobilitas lautan elektron di antara ion-ion positif merupakan penyangga. Modul Kim.2. Logam besi (Fe) dapat ditempa dan diulur. sehingga relatif bebas bergerak.

………………. Ion apakah yang terjadi agar atom-atom tersebut menjadi stabil? 2. ……………….BAB III. Tentukan elektron valensi dari atom unsur-unsur tersebut. Gambarkan bentuk molekul masing-masing b. Jelaskan kepolaran molekul BF3 dan NH3 Modul Kim. . ………………. b. Perhatikan beberapa atom unsur-unsur berikut 1) 3Li 2) 4Be 3) 5B 4) 7N 5) 8O 6) 9F 7) 8) 11Na 15P 9) 19K 20Ca 10) a. Ikatan Kimia dan Tatanama 41 . EVALUASI Tes Tertulis Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas! 1. 05. ………………. Menerima ataukah melepaskan elektron valensinya agar unsurunsur tersebut mencapai keadaan stabil? c. Perhatikan molekul BF3 dan NH3 a. Gambar ………………… ………………… ………………… ………………… ………………… 3. Ramalkan struktur ruang dan bentuk molekul dari senyawa berikut dengan mengisikan kolom yang kosong Molekul AlCl3 PCl3 SF4 NCl3 BrF5 Struktur Ruang ………………… ………………… ………………… ………………… ………………… Bentuk Molekul ……………….

Perhatikan tabel data berikut. Lengkapi kolom kosong pada daftar berikut No. Zat manakah yang merupakan senyawa ionik? b. 05.4. Zat manakah yang berupa logam? c. Ikatan Kimia dan Tatanama 42 . Zat manakah yang merupakan senyawa kovalen? 5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rumus Kimia MnO 2 Cr2O3 Al2O 3 CaCl2 P2O 3 ………………… ………………… ………………… ………………… ………………… Nama …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… …………………………………… Aluminium sulfida Tembaga (II) sulfida Tembaga (III) sulfida Diklor heptaoksida Karbon disulfida Modul Kim. Zat A B C Daya hantar listrik Keadaan padatan Keadaan lelehan Tidak menghantar Tidak menghantar Menghantar Tidak menghantar Menghantar Menghantar a.

KUNCI JAWABAN Tes Tertulis 1. Ikatan Kimia dan Tatanama 43 . 05. Atom 3Li Elektron valensi 1 6 1 2 7 2 3 1 5 5 Cara mencapai stabil Melepas elektron valensi Menerima elektron valensi Melepas elektron valensi Melepas elektron valensi Menerima elektron valensi Melepas elektron valensi Melepas elektron valensi Melepas elektron valensi Menerima elektron valensi Menerima elektron valensi Ion yang terjadi Li+ O 2K+ B2+ FCa2+ Al3+ Na+ N3P3- 8O 19K 4Be 9F 20Ca 13Al 11Na 7N 15P Modul Kim.

Zat C merupakan logam. Ikatan Kimia dan Tatanama 44 . 3. Zat B merupakan senyawa ionik. 4. 2. NH3 struktur ruangnya tetrahedral. 1. b. No. 9 10 Rumus Kimia MnO 2 Cr2O3 Al2O 3 CaCl2 P2O 3 Al2S3 CuS Cu2S3 Cl2O 7 CS2 Nama Mangan dioksida (di) kromium trioksida (di) aluminium trioksida Kalsium diklorida (di) pospor trioksida Aluminium sulfida Tembaga (II) sulfida Tembaga (III) sulfida Diklor heptaoksida Karbon disulfida Modul Kim. 5. tetapi berbentuk trigonal pyramid dan bersifat polar. BF3 berbentuk segi-3 datar bersifat non-polar b.2. karena ada pasangan elektron bebas pada atom N. 6 7 8. Molekul AlCl3 PCl3 SF6 NCl3 BrF5 Struktur Ruang Segi-3 datar Segi-3 bipiramid Oktahedral Tetrahedral Oktahedral Bentuk Molekul Segi-3 datar Segi-3 datar Oktahedral Trigonal pyramid Tetragonal pyramid Gambar (lihat Tabel 2) 3 a. 5. 05. 4 a.

05. Ikatan Kimia dan Tatanama 45 .Kriteria Penilaian No Butir Soal 1 2 3 4 5 Total Skor Skor Maksimum 30 30 10 10 20 100 Skor Perolehan Modul Kim.

Ikatan Kimia dan Tatanama 46 . 05. Apabila Anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evaluasi dalam modul ini. Anda berhak untuk mengikuti tes praktek untuk menguji kompetensi yang telah Anda pelajari. Mintalah pada guru untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaian yang dilakukan langsung oleh pihak industri atau asosiasi yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul. Modul Kim. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standar pemenuhan kompetensi dan bila memenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi.BAB IV. maka Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. maka hasil yang berupa nilai dari guru atau berupa portofolio dapat dijadikan bahan verifikasi oleh pihak industri atau asosiasi profesi. PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini.

Kimia dasar Prinsip dan Terapan Modern Jilid 3 . Science in Focus Chemistry for GCE ‘O’ Level. Ikatan Kimia dan Tatanama 47 . Singapore: Pearson Education Pte Ltd. Robert C. Jakarta: Penerbit Erlangga. Jakarta: Penerbit Erlangga. Briggs. JGR. Edisi keempat. et al. Edisi keempat. Merrill Chemistry. SI Version. Singapore: Pearson Education Pte Ltd. Ralph. New York: Glencoe Macmillan/ Mcgraw-Hill. General Chemistry 4/E Principle and Structure. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Jilid 1 . H – Suminar. 05. JGR. Smoot.DAFTAR PUSTAKA Brady. 1989. Briggs. Ralph. 2002. Petruci. H – Suminar. 1989. 1986. Petruci. New York: John Wiley & Sons. James and Humiston. 2002. Chemistry Insights. Modul Kim.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful