P. 1
Definisi Dan Klasifikasi

Definisi Dan Klasifikasi

|Views: 1,392|Likes:
Published by JohnBaitanu

More info:

Published by: JohnBaitanu on Oct 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/03/2014

pdf

text

original

Definisi dan Klasifikasi Bangunan pantai merupakan bangunan yang digunakan untuk melindungi pantai terhadap kerusakan karena

serangan gelombang dan arus. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi pantai, yaitu: 1. 2. 3. 4. Memperkuat/melindungi pantai agar mampu menahan serangan gelombang, Mengubah laju transpor sedimen sepanjang pantai, Mengurangi energi gelombang yang sampai ke pantai, Reklamasi dengan manambah suplai sedimen ke pantai atau dengan cara lain.

Sesuai dengan fungsinya seperti tersebut di atas, bangunan pantai dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok, yaitu:
1. Konstruksi yang dibangun di pantai dan sejajar dengan garis pantai. Bangunan yang

termasuk dalam kelompok ini adalah dinding pantai atau revetment yang dibangun pada garis pantai atau di daratan yang digunakan untuk melindungi pantai langsung dari serangan gelombang. 2. Konstruksi yang dibangun kira-kira tegak lurus pantai dan sambung ke pantai. Kelompok ini meliputi groin dan jetty. Groin adalah bangunan yang menjorok dari pantai ke arah laut, yang digunakan untuk menangkap/menahan gerak sedimen sepanjang pantai, sehingga transpor sedimen sepanjang pantai berkurang/berhenti. Jetty adalah bangunan tegak lurus garis pantai yang ditempatkandi kedua sisi muara sungai. Bangunan ini digunakan untuk menahan sedimen/pasir yang bergerak sepanjang pantai masuk dan mengendap di muara. 3. Konstruksi yang dibangun di lepas pantai dan kira-kira sejajar dengan garis pantai. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah pemecah gelombang (breakwater), yang dibedakan menjadi dua macam yaitu pemecah gelombang lepas pantai dan pemecah gelombang sambung pantai. Revetment atau perkuatan lereng merupakan bangunan yang ditempatkan pada suatu lereng yang berfungsi melindungi suatu tebing alur pantai atau permukaan lereng dan secara kesuluruhan berperan meningkatkan stabilitas alur pantai atau tubuh tanggul yang dilindungi. Secara khusus, dinding pantai atau revetment juga dapat didefinisikan sebagai bangunan yang memisahkan daratan dan perairan pantai, yang terutama berfungsi sebagai dinding pelindung pantai terhadap erosi dan limpasan gelombang (overtopping) ke darat. Daerah yang dilindungi adalah daratan tepat di belakang bangunan. Permukaan bangunan yang menghadap arah datangnya gelombang dapat berupa sisi vertikal atau miring. Dinding pantai biasanya berbentuk dinding vertikal sedangkan revetment mempunyai sisi miring. Revetment ditempatkan di tebing pantai untuk menyerap energi air yang masuk guna melindungi suatu tebing alur pantai atau permukaan lereng tanggul terhadap erosi dan limpasan gelombang (overtopping) ke darat.

Klasifikasi Revetment

Berdasarkan perlindungan alur arah horizontal a. elevasi muka air baik di depan maupun di belakang bangunan. Perkuatan tebing secara langsung: Penggunaan perkuatan tebing secara langsung jika palung sungai belum terlanjur berpindah ke kondisi yang tidak menguntungkan. turap. Perkuatan tebing secara tidak langsung: a) Struktur tiang pancang beton. dan lahan di sisi luar palung diharapkan sama sekali tidak boleh tergerus oleh aliran sungai. panjang. c. beton. • Ø Perkuatan lereng menerus (high water revetment) Dibangun pada lereng tanggul dan tebing secara menerus atau pada bagian pantai yang tidak ada bantarannya. Penggunaan perkuatan tebing secara tidak langsung jika palung sungai sudah terlanjur pada kondisi yang kurang menguntungkan sehingga perlu diubah/dikendalikan ke kondisi yang lebih baik. Bahan Revetment Bangunan revetment ditempatkan sejajar atau hampir sejajar dengan garis pantai dan bisa terbuat dari pasangan batu. batu curah (dumpstone). stabilitas bangunan dan tanah pondasi. 2. Dalam perencanaan dinding pantai atau revetment perlu ditinjau fungsi dan bentuk bangunan. Klasifikasi berdasarkan lokasi • Ø Perkuatan lereng tanggul (levee revetment) Dibangun untuk melindungi tanggul terhadap gerusan gelombang pantai. B. . b) Struktur krib bronjong batu atau blok beton terkunci. b) Struktur lentur dari bronjong batu.1. kayu atau tumpukan batu. b. kayu atau bambu. pasangan blok beton terkunci. tinggi. krib bambu dikombinasi dengan tanaman bambu/tanaman yang lain. tumpukan pipa (buis) beton. ketersediaan bahan bangunan dan sebagainya. • Ø Perkuatan tebing sungai (low water revetment) Berfungsi untuk melindungi tebing dari gerusan gelombang dan mencegah proses meander pada tebing pantai. besi. lokasi. Dan bangunan ini akan terendam air seluruhnya pada saat banjir. Perkuatan tebing secara langsung dan tidak langsung: a) Struktur kaku dari beton bertulang atau pasangan batu kali.

Impermeable Revetment Aspalt revetment Yaitu revetment yang bahannya dari aspal pada tebing yang dilindungi. 2. Revetment dari susunan blok beton Bangunan masif ini digunakan untuk menahan gelombang besar dan tanah dasar relatif kuat (misalnya terdapat batu karang).Ada dua kelompok revetment. Fondasi bangunan harus direncanakan dengan baik untuk menghindari terjadinya penurunan tidak merata yang dapat menyebabkan pecahnya konstruksi. Beberapa contoh bahan penyusun revetment secara umum antara lain: 1. Revetment dengan sisi tegak . Stone pitching Yaitu revetment yang terbuat dari batu alam saja dengan lapisan filter pada bagian dasar bangunan. Revetment dengan turap baja Bangunan ini didukung oleh fondasi tiang dan dilengkapi dengan turap baja yang berfungsi untuk mencegah erosi tanah fondasi oleh serangan gelombang dan piping oleh aliran air tanah. Selain itu bangunan ini juga digunakan untuk melindungi bangunan (jalan raya) yang berada sangat dekat dengan garis pantai. 3. Selain itu kaki bangunan juga dilindungi dengan batu pelindung. Concrete block revetment Yaitu revetment yang terbuat dari blok beton dengan ukuran tertentu dan lapisan filter pada bagian dasar bangunan. yaitu permeable dan impermeable. Permeable Revetment Open filter material (rip rap) Yaitu revetment yang terbuat dari batu alam atau batu buatan yang dilapisi filter pada bagian dasar bangunan. Bitumen grouted stone Yaitu revetment yang terbuat dari blok beton yang diisi oleh aspal (spaesi aspal).

saluran. Sistem ini mengijinkan konstruksi dari elemen-elemen yang berbeda. pasir 1200 kg/m3. antara lain: proteksi dan konsolidasi lereng atau dasar kanal. 5. 4. sehingga elevasi puncak bangunan bisa rendah (runup kecil). 6. dan kemudian dimensinya ditentukan menurut kebutuhan. mudah diperbaiki dengan menambah batu tersebut. air 360 kg/m3 (rasio w/c = 0. turap tersebut diperkuat dengan angker. kawat anyaman dilapisi dengan plastic (PVC). Supaya bisa lebih awet. Matras beton digunakan untuk berbagai keperluan. Oleh karena itu diperlukan persediaan batu pelindung di dekat lokasi bangunan. Lapis terluar merupakan lapis pelindung yang terbuat dari batu dengan ukuran besar yang direncanakan mampu menahan serangan gelombang. Bangunan ini bisa menyerap energi gelombang. tebing pantai. B.1 Concrette Mattresses Suatu matras beton secara sederhana adalah suatu elemen konstruksi yang dibentuk dengan cara menyuntikkan suatu bahan grout koloid ke dalam suatu cetakan yang terbuat dari bahan fabric sintetik. Kaki bangunan harus dilindungi dengan batu pelindung. seperti longsornya batu pelindung. memperbaiki aliran air. Revetment dari tumpukan pipa (buis) beton Bangunan pelindung pantai dari susunan pipa beton telah banyak digunakan di Indonesia. dan sebagainya. atau sebagai bahan kedap air (waterproofing). Bangunan ini terbuat dari pipa beton berbentuk bulat. Ketebalan matras ditentukan oleh penyekat woven di dalam fabric tersebut. yang merupakan faktor pembatas dari umur bangunan. atau struktur-struktur sejenis. Matras beton dapat disesuaikan untuk pelbagai keperluan yang berbeda dalam badan air atau konstruksi maritim. Campuran beton yang biasa digunakan sebagai bahan pengisi adalah semen (tipe V untuk aplikasi pada lingkungan maritim) sebesar 600 kg/m3.6). Kerusakan yang terjadi. Kelemahan bronjong adalah korosi dari kawat anyaman. Revetment dari tumpukan batu pecah Bangunan ini biasanya dibuat dalam beberapa lapis. Menurut tipenya dikenal 2 kelompok: . yang banyak dijumpai di pasaran dan biasanya digunakan untuk membuat gorong-gorong. sungai. Bangunan ini merupakan konstruksi fleksibel yang dapat mengikuti penurunan atau konsolidasi tanah dasar.Bangunan ini dapat juga dimanfaatkan sebagai dermaga untuk merapat/bertambatnya perahuperahu/kapal kecil pada saat laut tenang. Berbagai jenis matras telah dipatenkan. Untuk menahan tekanan tanah dibelakangnya. Lapis di bawahnya terdiri dari tumpukan batu dengan ukuran lebih kecil. Pipa tersebut disusun secara berjajar atau bertumpuk dan didalamnya dapat diisi dengan batu atau beton siklop. yang dapat digunakan untuk pencegahan erosi. Revetment dari tumpukan bronjong Bronjong adalah anyaman kawat berbentuk kotak yang didalamnya diiisi batu. sumur gali.

Kekuatan. Telah terbukti memuaskan dalam pelbagai aplikasi 16. Suatu timbunan dyke dibuat untuk melindungi reklamasi pantai pada pantai North Sea.6 dan 2. Dengan atau tanpa sambungan 4. Matras panel juga digunakan untuk melindungi pantai terhadap gelombang pasang bertekanan kuat. Instalasi di bawah air juga dimungkinkan 7. Tembus atau kedap air 5.0 pada kedua arah menurut kebutuhan. Matras tersebut memberikan proteksi terhadap erosi ekstrim yang disebabkan oleh gelombang dan arus. Pelaksanaan relatif cepat 9.85 x 0. Cocok diterapkan pada hampir semua kondisi lereng/kontur Proteksi tebing (Bank & lock protection) Di daerah pelabuhan. Matras panel. untuk memenuhi fungsi perlindungan tebing dan dasar sungai atau untuk menyekat struktur-struktur hidrolis. Untuk mencapai suatu keadaan tanpa sambungan. matras diletakkan menutupi tebing pantai yang sebagian besar dapat tertutup air dan ditempatkan sampai mencapai kedalaman 12 m. Tersedia untuk sebarang panjang dan lebar dengan berat luas antara 200 sampai 1000 kp/m2 sehingga dapat dirakit sesuai dengan keperluan khusus. Ekonomis 12. Stabilitas .• • Matras standar. matras dijahit bersama-sama di lokasi untuk membentuk jalur sepanjang 400 m. Penyederhanaan prosedur pelaksanaan karena hanya menggunakan satu proses dan satu bahan (buatan) saja 13. Dapat dibuat dalam bentuk kaku atau lentur 3. Matras panel dengan ketebalan 18 cm dan suatu bantalan (cushion) berukuran 0. yang biasanya digunakan jika tanah dasar keras. Rekayasa Pantai Tanggul tua di pulau North Sea telah diperbaiki dengan matras panel. Tidak diperlukan ‘predraining’ 8. Panjang garis lereng antara kaki dyke dan kepalanya adalah sekitar 15 m. memiliki kapasitas drainasi yang tinggi karena lubang-lubang drain (weep hole) yang besar pada selang 0. yaitu berat dasar sesuai dengan keperluan 2. Secara ekologis menguntungkan 15. Outlet-outlet berbentuk kurva dan gorong-gorong pipa dibuat secara khusus untuk menyesuaikan dengan bentuk lereng. Tidak memerlukan ‘sheet piling’ 11. Tujuan matras adalah untuk memproteksi tanah berpasir terhadap bahaya gerusan. Relatif tidak terpengaruh oleh kondisi cuaca buruk selama pelaksanaan 6.85 m2 telah digunakan. Ketahanan (durability) hampir tidak terbatas 10. Beberapa keuntungan penggunaan matras beton adalah sebagai berikut: 1. Berbagai tipe matras dapat dikombinasikan sesuai dengan keperluan 14.

area permukaan. dan mencegah kehancuran sistem revetment oleh retakan yang tak terkontrol. dan stabilitas lereng. Ukuran. kekuatan tekan.01 sementara bentuk yang paling tidak beraturan dapat memiliki harga 0. Fleksibilitas Biasanya revetment tidak direkomendasikan untuk kondisi-kondisi di mana konsolidasi yang besar diperkirakan dapat terjadi. Beberapa bentuk cetakan mampu mengakomodasi penurunan lebih baik dari yang lain. Potongan yang tidak seragam dengan ketebalan nominal . Ketebalan konstan dari cetakan memiliki nilai ‘n’ serendah 0. Ketahanan Aliran Jelas terlihat bahwa koefisien kekasaran (nilai ‘n’ dalam formula Manning) dapat bervariasi banyak. berat. dan konfigurasi persisnya harus ditentukan oleh kecepatan rencana atau tinggi gelombang rencana. Diperlukan bahwa permeabilitas adalah sama dengan drainase natural dari embankment yang diproteksi. Artikulasi minor diijinkan oleh karena fungsi penulangan modulus rendah dari lapisan tekstil. Kecepatan Arus dan Tinggi Gelombang Kinerja hasil akhir revetment dalam aspek ini berkaitan langsung dengan ketebalan potongan. Filtrasi Suatu sifat penting dalam beberapa konfigurasi adalah kemampuan melewatkan air tanah untuk melepas tekanan uplift hidrostatik. Ini mengijinkan retakan minor pada beton. Perlu dicatat bahwa sementara instalasi dapat dilaksanakan pada lereng yang lebih curam daripada untuk proteksi dengan riprap. Bahkan akar-akaran dari tanaman-tanaman kecil dapat menembus filter. Profil yang lebih tidak beraturan mengijinkan deposit lanau dan titik-titik tangkapan untuk mengapung dan memberikan suatu kondisi lingkungan yang sempurna untuk memantapkan vegetasi. Permeabilitas revetment adalah suatu fungsi dari pelipatan (weave) tekstil. metode revetment itu sendiri tidak dapat dipergunakan untuk memperbaiki stabilitas lereng. memberikan penjangkaran dan estetika yang lebih baik kepada hasil instalasi. Sebagai suatu aturan umum : k(fabric) > 10 x k(soil) Setara dengan hal tersebut efek filtrasi pada lubang drain mestilah sama dengan : O90/D85 < 1 Vegetasi Algae dan kebanyakan tipe vegetasi biasanya tumbuh melampaui permukaan sistem revetment. dan frekuensi lubang drain (weep holes).Sistem ini memberikan proteksi yang tahan-erosi untuk menstabilkan lereng terhadap gaya-gaya perusak yang ditimbulkan air.05.

Proses pembentukan yang dipatenkan ini yang dikembangkan oleh Revetment Systems International ini menciptakan sebuah lapisan yang terbagi menjadi panel-panel yang saling berhubungan dengan tabung grout. tinggi gelombang 2 kaki dan kecepatan air 20 ft/sec telah dapat diakomodasi. pemasangan batu. Setiap tabung grout dirancang untuk berfungsi sebagai titik potong yang memungkinkan setiap panel bergerak secara bebas sewaktu lapisan tersusun mempertahankan kelengkapan perlindungan. mis. mengeluarkan tekanan hidrostatis di belakang struktur terpasang. Proses pembentukan multi-arah khusus yang diterapkan memungkinkan lapisan-lapisan bahan yang berbeda dibentuk bersama-sama pada pusat tertentu untuk membentuk filter hidrostatis yang memungkinkan perlindungan lapisan untuk ‘bernafas’. Flexbox Sementara mempertahankan semua sifat sistem Lapisan permukaan Beton Filter Hidrostatis. sistem Flexblock dapat dipasang baik di atas maupun di bawah permukaan air. Lapisan Permukaan Beton Filter Hidrostatis berbiaya rendah. Oleh karena keunikan konstruksi yang dibungkus bahan ini.100 mm memiliki batas ketinggian gelombang 3-4 kaki. Growth Matt . Sifat ini benar-benar mengembangkan konsep perlindungan erosi dengan beton lapisan tersusun. sistem lapisan Flexblock dirancang untuk mengakomodasi pergerakan di tanah yang mendasari.2 Revetment Pabrikasi Filter Hidrostatis Lapisan Permukaan Beton Filter Hidrostatis dari Revetment Systems International ini merupakan penanganan erosi monolitik kuat yang terdiri dari pembungkusan tanah berlapis ganda diisi dengan beton yang seluruhnya padat. permanen dan merupakan alternatif utama dalam metode tradisional pengendalian erosi seperti beton cast-in-situ atau beton shot-in-situ. B. Sifat unik sistem Flexblock ini menawarkan solusi efektif terhadap masalah pengendalian erosi yang memerlukan sistem perlindungan yang fleksibel dengan biaya kompetitif. Ketinggian ini selanjutnya tereduksi jika kecepatan arus di atas 5 ft/sec. penutupan atau pelapisan dengan batu. Tabung-tabung tersebut memungkinkan adanya keseragaman inflasi lapisan. Seperti halnya dengan berbagai macam sistem perlindungan yang ditawarkan oleh Revetment Systems International. Lapisan Permukaan Beton Filter Hidrostatis dapat dipasang baik di atas maupun di bawah permukaan air. Keberagaman fungsi rancangan dan pemasangan Lapisan Permukaan Beton Filter Hidrostatis membuatnya sesuai untuk berbagai proyek yang tak terbatas. Potongan-potongan yang regular dengan ketebalan 300 mm atau lebih besar menghasilkan struktur yang sangat berbeda untuk menahan kondisi badai yang paling buruk.

Armor tidak dapat berdiri sendiri-sendiri. tetrapod. Penggunaan grout yang efisien di seluruh sistem merupakan alternatif yang efektif dengan harga yang menguntungkan.Produk ini telah dirancang dengan memanfaatkan efek-efek pengikatan dan kamuflase tumbuhtumbuhan. maka berat armor yang diperlukan makin ringan.3 Revetment Tipe Blok Beton Bergigi Struktur revetment terdiri dari unit-unit pelindung yang disusun membentuk kemiringan dikenal dengan struktur tipe rubel (periksa Gambar 4) . Blok beton sebagai armor yang sudah dikenal antara lain kubus. Sekat dimaksudkan agar tidak terjadi pergeseran posisi blok beton arah horizontal. Ulir susunan antara jaringan tabung bertujuan untuk mempertahankan tanah sebelum penanaman tumbuhan. perlindungan tanggul dan pekerjaan lapangan (batu kerikil dapat disebarkan di atas area untuk menggantikan tumbuhan). salah satunya adalah blok beton bergigi. susunan tersebut dapat diwarnai di lokasi atau di mill untuk mengkamuflasekan produk lebih lanjut. Growth Matt diletakkan di atas permukaan yang ada atau yang bagian atasnya tanah dengan grout berkekuatan tinggi. Salah satu fungsi dari penelitian di Puslitbang Sumber Daya Air adalah mencari jenis armor yang mempunyai harga KD yang besar. Jika area yang diberi benih telah terbentuk dengan sendirinya. B. dan dolos. dengan stabilitas dan perlindungan tanggung yang dijaga melalui gabungan jaringan yang berkelanjutan dari susunan yang dimasuki tabung grout. telah mendorong penelitian dan inovasi yang menghasilkan batu pengganti. makin besar harga KD. dan kemudian membentuk perisai pelindung yang terpadu terhadap erosi. Pada bagian depan dipasang gigi dengan tebal 8 cm dan tinggi 10 cm. Unit pelindung bagian luar yang dikenal dengan istilah armor ini dapat dibuat dari batu belah/bulat atau dari blok-blok beton. Terbatasnya batu alam dengan ukuran dan berat tertentu. yang dikenal dengan blok beton bergigi. Ukuran minimum = 20 cm. Di bagian belakang diberi lubang dan dilengkapi dengan sekat. Seperti yang dijelaskan di atas. Untuk tinggi gelombang yang sama. Stabilitas unit armor ditentukan oleh koefisien stabilitas yang disingkat KD. yang berarti lebih ekonomis. tetapi bekerja bersama-sama. Pada Gambar 5 disajikan sketsa blok beton bergigi. Aplikasi produknya beragam dari pengaliran dengan garis keliling hingga saluran pengalihan. Dari beberapa blok beton yang telah diuji coba. aliran air banjir dengan kekentalan rendah. Ikatan antar unit yang satu dengan yang lain tergantung dari jenis armor. sehingga diperoleh unit armor yang ringan dan apabila memungkinkan dalam pelaksanaannya tidak menggunakan alat-alat berat. . ulir-ulir susunan dapat membantu mengikat tanahan ke struktur jaringan. Blok Beton Bergigi ini merupakan balok beton dengan perbandingan ukuran panjang (p): lebar (l) : tinggi (t) = 6 : 4 : 5. aknon.

Kondisi-kondisi gelombang di suatu lokasi dapat ditentukan menggunakan teknik-teknik spektral. sehingga sulit lepas. Bidang celah diusahakan agar terjadi suatu proses aliran air yang masuk ke celah yang dapat mengurangi tinggi rayapan. C. dan pada perlindungan pantai-pantai stabil. Dari hasil penelitian diperoleh harga KD untuk blok beton bergigi ini adalah 4. panjang. Langkah-langkah Pokok Perancangan Dalam perencanaan dinding pantai atau revetment perlu ditinjau fungsi dan bentuk bangunan. lokasi. Filosofi dan Parameter Disain Dalam menyelesaikan permasalahan proteksi pantai (coastal). Yang terakhir tersebut adalah suatu ‘wakil statistik’ dari tinggi gelombang rerata dari satu sepertiga kali gelombang tertinggi yang diukur dalam suatu periode tertentu. yang untuk kondisi-kondisi ekstrim dapat mencapai 2. salah satu besaran lain adalah tinggi rayapan. Pendekatan deterministik biasanya diambil untuk keperluan perancangan kasar dan digunakan di sini untuk memilih parameter-parameter gelombang yang dapat diperoleh dari tiga jenis informasi. yaitu : Pengukuran gelombang langsung.0. Untuk mengurangi tinggi rayapan. filosofi perancangannya adalah mula-mula menghargai dan kemudian meningkatkan metode-metode alamiah untuk melindungi garis pantai. Umumnya prediksi gelombang tersebut perlu diberi angka pengaman terhadap kemungkinan variasi tekanan atmosfer atau akibat angin.0 m. stabilitas bangunan dan tanah pondasi. Hs juga berkorelasi sangat baik dengan perkiraan visual terhadap ‘tinggi gelombang rerata’. atau suatu gelombang deterministik tunggal yang mengandung suatu energi ekivalen tertentu dengan periode Ts dan tinggi gelombang signifikan Hs. Parameter-parameter yang mempengaruhi kebanyakan desain adalah muka air laut dan gelombang-gelombang yang terjadi.Ikatan antara blok yang satu dengan yang lain (interlocking) diperkuat dengan adanya gigi. Selain berat armor. elevasi struktur akan makin rendah dan biaya yang diperlukan akan lebih murah. maka dalam pemasangan blok-blok beton diberi celah. Pada tembok yang kedap dan halus. Selanjutnya perhatian dapat diarahkan pada zona-zona yang berenergi lebih rendah seperti dasar laut di sekitar pantai. berm. . tinggi rayapan akan lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan permeabel yang kasar. Filosofi tersebut dapat dipenuhi dengan jalan menghindarkan gaya-gaya destruktif dari gelombang besar laut menumbuk langsung (head-on). (permukaan laut dianggap sebagai paduan acak dari tinggi gelombang dan periode). elevasi muka air baik di depan maupun di belakang bangunan. tinggi. biasanya dapat ditentukan dengan bantuan tabel-tabel perencanaan. Makin rendah tinggi rayapan.

0 < Kr < 1. suatu prosedur yang disederhanakan adalah sbb. tentukan fetch efektif untuk setiap arah kompas. dapatkan kondisi-kondisi gelombang lepas pantai (Hso. analisislah data angin untuk menentukan rerata kecepatan angin setiap jam menurut periode ulangnya. Data dari pelampung pengukur tersebut dikonversikan ke dalam kondisi pantai dan diekstrapolasikan untuk memberikan tinggi gelombang rencana yang sesuai untuk usia rencana struktur yang ditinjau. Untuk garis pantai yang lurus dan kontur dasar laut paralel. Data angin. tetapi untuk keperluan estimasi kasar dapat dianggap Kr mendekati 1. 4. Nilai-nilai yang teliti dapat diperoleh lewat analisis refraksi. data angin dapat pula dipergunakan untuk menaksir tinggi gelombang lepas pantai. Untuk tujuan perancangan. 3. adalah perlu untuk memperhitungkan efek-efek modifikasi akibat kedalaman air yang semakin dangkal ketika gelombang semakin mendekati pantai. tinggi gelombang cenderung mengecil. misalnya pelampung gelombang (wave rider buoy).0. 2. pilih periode ulang yang terkait dengan usia layan struktur.0 embayment. Jika tidak diperoleh data pengukuran langsung. Nilai Kr karenanya adalah khas untuk setiap lokasi.5 promontory. menggunakan berbagai persamaan empiris.Pengukuran gelombang langsung memerlukan penggunaan alat pengukur lepas pantai. : Hs = Kr.Hso Koefisien refraksi Kr memperhitungkan modifikasi tinggi gelombang akibat penyebaran atau penggabungan gelombang ketika mendekati kontur dasar laut yang semakin dangkal. Umumnya berlaku : 0. garispantai menjorok Koefisien shoaling (Ks) memperhitungkan modifikasi tinggi gelombang akibat perubahan kedalaman air ketika mendekati garis pantai. . Kedua efek tersebut menjadikan ekspresi Hs efektif sbb.5 < Kr < 1. : 1. Sementara itu untuk garis pantai yang menjorok ke laut akan mengalami efek yang sebaliknya. Ts) Dalam rangka menentukan kondisi-kondisi gelombang di lokasi.Ks. Dua efek modifikasi ini adalah refraksi gelombang dan ‘shoaling’ gelombang. garispantai lurus 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->