BAB I, II, III

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Kaum Muslimin memposisikan sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu

sumber ajaran Islam kedua setelah al-ur’an. Dan hadits selama ia sahih (valid) menempati posisi yang sangat strategis dalam khazanah hukum Islam. Hadits adalah ucapan, perilaku, persetujuan, penetapan dan sifat-sifat yang diungkapkan dan dipandang benar-benar dari Rosulullah. Dalam sunnah itulah kaum muslimin menemukan berbagai fakta historis mengenai bagaimana ajaran-ajaran Islam yang diwahyukan oleh Tuhan dan diterjemahkan kedalam kehidupan nyata oleh Nabi Muhammad SAW. Karena sifatnya yang sangat praktis, dan tidak jarang mengikat secara keagamaan, al-Hadits sering menjadi lebih populer dan lebih menentukan dalam pembentukan tingkah laku sosio-keagamaan dibanding ayat-ayat Al-Qur’an. Namun disamping itu, terdapat problem dalam hadits (problematika hadits) diantaranya, pemalsuan hadits, ingkar as-sunnah dan kritik orientalis, yang menghambat perkembangan hadits.

Rumusan Masalah Bagaimana hukum membuat dan meriwayatkan hadits palsu? Apa saja argumentasi ingkar As-Sunnah? Bagaimana kritik sejumlah orientalis mengenai hadits? Tujuan Agar mengetahui hukum membuat dan meriwayatkan hadits palsu. Agar mengetahui argumentasi ingkar As-Sunnah.

1

Agar mengetahui kritik sejumlah orientalis mengenai hadits. BAB II PEMBAHASAN Pemalsuan Hadits Pengertian Hadits Palsu (Hadits Maudhu’) Secara etimologi hadits palsu (hadits maudhu’) merupakan bentuk isim maf’ul dari ‫ . وضع – يضع‬Kata “‫ ”وضضضع‬memiliki beberapa makna, antara lain menggugurkan, misalnya kalimat ‫( وضضضضع الجنايضضضة عنضضضه‬hakim menggugurkan hukuman dari seseorang). Juga bermakna “‫( ”الضضترك‬meninggalkan), selain itu juga bermakna ‫( الءفتراءوالءختلق‬mengada-ngada dan membuat-buat). Adapun pengertian hadits palsu (hadits maudhu’) secara terminilogi menurut para muhadditsin adalah: “Sesuatu yang dinisbatkan kepada Rasulullah SAW. secara mengada-ada dan dusta, yang tidak beliau sabdakan, beliau kerjakan ataupun beliau taqrirkan”. Ada juga yang berpendapat, bahwa hadits maudlu’ (palsu) itu ialah: “Hadits yang dicipta serta dibuat oleh seseorang (pendusta), yang ciptaan itu dibangsakan kepada Rasulullah saw. secara palsu dan dusta, baik hal itu disengaja, maupun tidak”.1 Dari pengertian tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa hadits maudhu’ adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW., baik perbuatan, perkataan maupun taqrirnya, secara rekaan atau dusta semata-mata. Dalam penggunaan masyarakat Islam, hadits maudhu’ disebut juga hadits palsu. Sejarah Munculnya Pemalsuan Hadits Ada beberapa waktu yang disebutkan peneliti dalam masalah ini: Ahmad Amin dalam bukunya Fajrul Islam bahwa pemalsuan hadits terjadi pada zaman Rasulullah saw., pendapatnya ini hanya dibangun atas
1 Drs. Fatchur Rahman, Ikhtisar Musthalahul Hadits, (Bandung: PT. al-Ma’arif, 2000), Hal. 169

1980). Maka jika dikumpulkan sebab-sebab pemalsuan hadits itu. Munculnya pemalsuan hadits bermula dari terjadinya fitnah pembunuhan Utsman. namun sebab-sebab itu kian hari kian bertambah juga. fanatik kebangsaan.persangkaan saja dan tidak berdasar sama sekali. Ashabiyah Yakni. Dr Abdul Shomad ( Dosen Al-Hadits di Universitas Islam Madinah). sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang zindiq. Berkisar tahun 35 H – 60 H inilah kesimpulan dari perkataan para peneliti hadits di zaman ini diantara nya Dr Mustafa Siba’i. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits. Keinginan menarik minat para pendengar dengan jalan kisah-kisah pengajaranpengajaran dan hikayat-hikayat yang menarik menakjubkan. ialah : partai Syi’ah dan Rafidlah. ada yang sedikit. fitnah Ali dan Muawiyah radhiyallohu anhum jami’andan munculnya firqah setelah itu. Untuk merusak dan mengeruhkan agama islam. Dr Umar Fallatah ( salah seorang pengajar di Masjid Nabawi). kekabilahan. T. Hasbi Ash-Shiddieqy. ada yang banyak membuat haditshadits palsu. Yang paling banyak membuat hadits untuk kepentinhan golongan. /(Zandaqah). Hal. Dikala tugas memberi nasihat kepada umum dikendalikan oleh mereka 2 Prof.M. terdapatlah dalam garis besarnya sebagai berikut:2 Perselisihan politik dalam soal khalifah Partai-partai politik pada masa itu. Faktor-Faktor Penyebab Timbulnya Usaha Pemalsuan Hadits Walupun pada mulanya yang menyebabkan timbul pemalsuan hadits urusan politik. Yang dimaksud dengan Zandaqah adalah rasa dendam yang bergelimang dalam hati sanubari golongan yang tidak menyukai kebangkitan islam dan kejayaan pemerintahannya. DR. kebahasaan dan keimaman mereka yang fanatik kepada kebangsaan Parsi.246 3 . (Jakarta: Bulan Bintang.

yaitu tanda-tanda yang diperoleh pada sanad dan pada matan. kepartaian. DR.yang tidak bertaqwa. Hasbi Ash-Shiddieqy. tashauwuf. hasan atau dla’ifnya suatu hadits. Para pengikut madzhab dan pengikut-pengikut ulama kalam yang bodoh-bodoh membuat pula beberapa hadits palsu untuk menguatkan faham pendirian imamnya. dapat membawa mereka bertangistangisan. ta’ashshub. ulama-ulama su’ membuat hadits-hadits yang dapat dipergunakan untuk membaikkan suatu perbuatan para pembesar itu. mereka juga membuat undangundang untuk mengetahui hadits maudlu’ (palsu). Tegasnya.M. Tanda-Tanda Hadits Palsu Sebagaimana para ulama menciptakan undang-undang untuk mengetahui shahih. ingin menarik minat kepada kisah-kisah yang ganjil. (Jakarta: Bulan Bintang. dan tidak takut akan Allah dan yang mereka perlukan hanya menarik minat pendengar. Perselisihan faham dalam masalah fiqh dan masalah kalam.1980). Mereka menerangkan tandatanda yang perlu benar-benar diingat agar kita dapat membedakan hadits yang bukan maudlu’ dengan hadits yang maudlu itu.237 . merekapun memalsukan berupa-rupa kisah dan hikayat. Mereka berpendapat bahwa berdusta untuk kebaikan boleh. istimewa dari para khulafa. Hal. bid’ah. Maka tanda-tanda kemaudlu’an hadits. fakta-fakta yang menyebabkan timbul pemalsuan hadits adalah: Zandaqah. T. mencari penghargaan manusia dan memegahkan diri. Pendapat yang membolehkan orang membuat hadits untuk kebaikan Ada golongan yang berpendapat bahwa tidak salah apabila kita membuat-buat hadits nabi untuk menarik minat umat kepada ibadah. terbagi menjadi dua bagian. ta’ashshub kebangsaan.3 Tanda-tanda yang Terdapat pada Sanad Perawi itu terkenal berdusta (seorang pendusta) dan tidak ada seorang rawi 3 Prof. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits. Mendekatkan diri kepada pembesar-pembesar negeri Untuk memperoleh penghargaan yang baik dari para pembesar.

Terdapat banyak pula tanda-tanda hadits maudlu’ yang terdapat dalam matan. keterangan Sunnah Mutawatirah dan qaidah-qaidah kulliyah. Sesuai hadits dengan madzhab yang dianut oleh rawi. maka makna hadits itu bertentangan dengan: Al-Quran. Karena berlawanan dengan hukum akhlak yang umum. hadits mutawatir. diantaranya sebagai berikut: Keburukan susunannya dan keburukan lafazhnya Kerusakan maknanya Karena berlawanan dengan akal sehat. dan kaidahkaidah kulliyah. Karena mengandung dongeng-dongeng yang tidak masuk akal sama sekali. Kenyataan sejarah mereka tidak mungkin bertemu Keadaan rawi dan faktor-faktor yang mendorngnya membuat hadits maudlu’. Bertentangan dengan keterangan Al-Quran. Menyalahi keterangan Al-Quran yang terang. dihukumi maudlu’. Menyalahi hakikat sejarah yang telah terkenal dimasa Nabi SAW. sedang rawi itu pula 5 . tegas. Karena menyalahi hukum-hukum Allah dalam menciptakan alam. ijma’ dan dengan logika yang sehat. Apabila menyalahi Sunnah yang mutawatirah. dapat ditinjau dari segi makna.yang terpercaya yang meriwayatkan hadits dari dia. Pengakuan dari si pembuat sendiri. hadits mutawatir. Apabila sesuatu hadits menyalahi sharih Al-Quran dan tidak dapat dita’wilkan. atau menyalahi kenyataan. dan dari segi lafadhnya. Karena bertentangan dengan ilmu kedokteran. Tanda-tanda yang terdapat pada matan Ciri-ciri yang terdapat pada matan itu. Karena menyalahi undang-undang (ketentuan-ketentuan) yang ditetapkan akal terhadap Allah. Dari segi maknanya.

kalau ada dinukilkan oleh orang ramai. Apabila kita perhatikan pernyataan diatas. yaitu:4 Secara Muthlaq. hukumnya tidak boleh. (Bandung: Pustaka setia. Adapun bagi mereka yang meriwayatkan dengan tujuan memberi tahu kepada orang bahwa hadits ini adalah palsu (menerangkan sesudah meriwayatkan atau membacakannya). sedangkan dari jalan atau sanad lain tidak ada sama sekali. Mereka yang tidak tahu sama sekali kemudian meriwayatkannya atau mereka mengamalkan makna hadits tersebut karena tidak tahu.Ag dan Agus Suryadi. Agus Solahudin. Akan tetapi. hendaklah segera dia tinggalkannya. tidak ada dosa atasnya. Lc. tidak memperhatikan keadaan matan. Sebagian orientalis mengatakan.orang yang sangat fanatik kepada madzhabnya. Usaha-Usaha Para Ulama Dalam Memberantas Pemalsuan Hadits Usaha-usaha para ulama dalam memelihara sunnah dan membersihkannya dari pemalsuan hadits. bahwa ulama-ulama Islam hanya menimbang sanad saja. meriwayatkan Hadits-hadits Palsu itu hukumnya Haram bagi mereka yang sudah jelas mengetahui bahwa Hadits itu Palsu. (berdosa dari Kitab Minhatul Mughiits). Menerangkan suatu pahala yang sangat besar terhadap perbuatan yang sangat kecil. M.nyatalah bahwa para ulama telah menetapkan : Empat tanda sanad dan tujuh tanda matan. 187 . Mengandung (menerangkan) urusan yang menurut seharusnya. atau siksa yang sangat besar terhadap suatu perbuatan yang kecil. sudah mendapatkan penjelasan bahwa riwayat atau hadits yang dia ceritakan atau amalkan itu adalah hadits palsu. Hukum Membuat dan Meriwayatkan Hadits Palsu Umat Islam telah sepakat bahwa hukum membuat dan meriwayatkan hadits maudhu’. kalau tetap dia amalkan. 2009). Hal. ialah: Mengisnadkan hadits 4 Drs. M. Ilmu Hadits.Ag. M. tidak ada dosa atasnya.

Mereka membuat ketentuan mengenai tanda-tanda (ciri-ciri) hadits maudlu’ (palsu) baik ciri-ciri yang terdapat pada sanad maupun pada matnnya. Meningkatkan perlawatan mencari hadits Mereka meningkatkan perlawatan mencari hadits dari suatu kota ke kota untuk menemui para sahabat yang meriwayatkan hadits. berhasil mengumpulkan hadits-hadits maudlu’ dalam sejumlah karya 7 . diambilnya dan kalau terdiri dari ahli bid’ah ditolaknya. ditelitinya. Membuat ketentuan-ketentuan umum tentang klasifikasi hadits Mereka membuat ketentuan dan syarat-syarat bagi hadits shahih. kalau sanad itu terdiri dari ahli sunnah.Bahwa para sahabat semula dalam menerima hadits tidak selalu menanyakan sanadnya. daya ingatannya dan kemampuan menghafalnya. Membuat ketentuan-ketentuan untuk mengetahui ciri-ciri hadits maudlu’ (palsu). melarang mereka meriwayatkannya dan menyerahkannya kepada penguasa. Mengambil tindakan kepada para pemalsu hadits Dalam rangka berhati-hati untuk menerima riwayat. Kitab-Kitab yang Membuat Hadits Palsu Para ulama muhadditsin. Akan tetapi setelah terjadi fitnah. dengan menggunakan berbagai kaidah studi kritis hadits. kelahirannya. kematiannya. tingkah lakunya. keadilannya. tabi’in dan tabi’it-tabi’in mempelajari biografi para rawi. untuk membedakan haditshadits yang shahih dan yang palsu. hasan dan dla’if. menumpas para pemalsu hadits. maka sebagian dari mereka. Menjelaskan tingkah laku rawi-rawinya Para sahabat. Kemudian setelah disebutkan sanadnya. mereka meminta untuk disebutkan sanadnya.

Mereka membuat metodologi tertentu dalam menyikapi sunnah. sedangkan konsep tersebut tidak dikenal dan diakui oleh ulama hadits dan fiqh. M.Ag dan Agus Suryadi. Tanzihu Asy-Syari’ah Al-Marfu’ah ‘an Al-Ahadits Asy-Syani’ah AlMaudlu’ah. 2009). baik masa lalu maupun masa sekaran. baik sebagian maupun keseluruhannya. Kelompok yang hanya menerima hadits-hadits mutawatir dan menolak haditshadits ahad walaupun shahih. M. termasuk di dalamnya penolakan yang berawal dari sebuah konsep berpikir yang janggal atau metodologi khusus yang diciptakan sendri oleh segolongan orang. Ada tiga jenis kelompok ingkar as-sunnah:6 Kelompok yang menolak hadits-hadits Rasulullah saw. 5 Drs. Penyebutan ingkar as-sunnah tidak semata-mata berarti penolakan total terhadap sunnah. Al-La’ali Al-Mashnu’ah fi Al-Ahadits Al-Maudlu’ah. Hal ini mengakibatkan tertolaknya sunnah. Hal. 207 . baik sebagian maupun keseluruhannya. Agus Solahudin. di antaranya:5 Al-Maudlu’ Al-Kubra. 187 6 Ibid. karya As-Suyuthi (Ringkasan Ibnu Al-Jauzi dengan beberapa tambahan). secara keseluruhan. Hal. karya Ibnu ‘Iraq Al-Kittani (ringkasan kedua kitab tersebut) Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah. (Bandung: Pustaka setia. Kelompok yang menolak hadits-hadits yang tak disebutkan dalam Al-Quran secara tersurat maupun tersirat.yang cukup banyak. karya Ibn Al-Jauzi (Ulama yang paling awal menulis dalam ilmu ini.Ag. Lc. karya Al-Albani. M. Ilmu Hadits. Penolakan terhadap sebagian sunnah pun termasuk dalam kategori ingkar as-sunnah. INGKAR AS-SUNNAH Pengertian Ingkar As-Sunnah Ingkar as-sunnah adalah sebuah sikap penolakan terhadap sunnah Rasul.

begitu pula Ayub As-Sukhtiyani. Secara kebetulanorang-orang Ingkar Sunah saat itu banyak terdapat di Iraq. yaitu masa klasik dan masa modern. Berikut ini akan dijelaskan argmen-argumen 9 .Ternyata apa yang terjadi di zaman sahabat. Pada perkembangan selanjutnya setelah Zionis Yahudi mampu mengoyak kekuatan Islam. Mushthafa Al-Azhami dalam kitabnya Dirasat Fii Al Haditsi An Nabawi . gejala timbulnya Inkarus Sunnah sudah mulai tampak di zaman sahabat yakni adanya diantara merekayang kurang mewaspadai bahwa Al Hadits juga sumber syari`at. dan Sunnah telah diuji oleh mereka yang mengingkari kehujjahannya sebagai salah satu sumber penetapan syariat Islam. berkatalah seorang laki-laki: “Ya Aba Najid berbicaralah kepada kami tentang AlQur`an…”Kemudian kisah Umayah bin Khalid telah mencoba membahas masalah dengan dalil Al Qur`an saja ketika berdialog dengan Abdulah bin Umar tentang sholat. Argumentasi Ingkar As-Sunnah Sebagai suatu paham atau aliran. Tanpa argumen-argumen itu. Imam Syafi`i pun menjelaskan demikian. sebagaimana dijelaskan AlHasan: “ketika Imran bin Husain berbicara masalah Sunnah. Sunnah atau hadits yang disaksikan didengar dan diriwayatkan oleh orang banyak) yaitu hadits yang datang. muncullah firqah ekstrim yang sangat lantang menolak Sunnah untuk membuat kekacauan di tengah ummat. Abad kedua Hijriah belum lewat.Sejarah Perkembangan Ingkar As-Sunnah Sejarah perkembangan Ingkar Sunnah hanya terjadi dua masa. dan oleh mereka yang mengingkari kehujjahan Sunnah yang tidak mutawatir (yaitu. Imran bin Husain adalah orang Basrah. Menurut DR. ingkar as-sunnah baik yang klasik maupun yang modern memiliki argumen-argumen yang dijadikan pegangan oleh mereka. barangkali pemikiran itu tidak mempunyai pengaruh apa-apa. Ingkarus Sunnah bersifat individu. belum merupakan firqah namun lama kelamaan jumlah mereka semakin bertambah.

Fathir ayat 31 üŒÏ%©!$#ur !$uZøŒym÷rr& y7øŒs9Î) z`ÏB É=»tGÅ3ø9$# uqèd Œ. Al-Baqarah: 1-2) Q. dengan membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya”. Fathir: 31) Sementara apabila agama agama islam itu bersumber dari hadits. (Q.Ag. petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. An-Najm ayat 28: bÎ)ur £`©à9$# Œw ÓÍ_øó㌠z`ÏB Èd. Apabila kita mengambil dan memakai Sunnah.Ag dan Agus Suryadi. M. (Bandung: Pustaka setia. M. Karena itu apabila agama Islam berlandaskan hadits-di samping AlQuran. berarti landasan agama itu tidah pasti. seperti dituturkan dalam ayat-ayat berikut: Q.S Al-Baqarah ayat 1 dan 2 O!9# ÇÊÈ y7Ï9ºsŒ Ü=»tGÅ6ø9$# Œw |=÷ŒuŒ ¡ Ïm ŒÏù ¡ ŒWŒèd$ z` ŒÉ)FßJù=Ïj9 ÇËÈ :Artinya “Alif Laam Miim (1) Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya.S.mereka. Ilmu Hadits. diantaranya:7 Agama bersifat konkret dan pasti Mereka berpendapat bahwa agama harus dilandaskan pada suatu hal yang pasti. ia tidak akan memiliki kepastian sebab keberadaan hadits – khususnya hadits Ahad bersifat zhanni (dugaan yang kuat). (Q. Agus Solahudin. M. Lc.S. Al-Quran yang kita jadikan landasan agama itu bersifat pasti. Hal.Islam akan bersifat ketidakpastian. Dan ini dikecam oleh Allah dalam firman-Nya Q. 2009).S.S.ptø:$# $\«øŒx© ÇËÑȨ Artinya: “Sedang Sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun 7 Drs. dan tidak sampai pada peringkat pasti.ysø9$# $]%ÏdŒ|ÁãB $yJÏj9 tû÷üt/ Ïm÷ŒyŒtŒ 3 Artinya: “Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu Yaitu Al kitab (Al Quran) Itulah yang benar. 219 .

seperti diungkapkan oleh Taufiq Sidqi (Mesir) dan Jam’iyah ahl Al-Quran (Pakistan). tidak ada dalil lain. ayat di atas membantah Al-Quran masih mengandung kekurangan.Ï? Èe@ä3Ïj9 &äóÓx«$ ŒYŒèdur ZpyJômuŒur 3ŒuŒô³ç0ur tûüÏJÎ=ó¡ßJù=Ï9 ÇÑÒÈ Artinya: “Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang11 . Padahal. berfirman dalam surat Al-An’am ayat 38: B $uZôÛ§Œsù ŒÎû É=»tGÅ3ø9$# `ÏB &äóÓx« 4 ÇÌÑȨ$ Artinya: “Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab (Al-Quran)”. Oleh karena itu. dalam syariat Allah tidak mungkin diambil pegangan lain. (Al-An’am: 38) Jika kita berpendapat Al-Quran masih memerlukan penjelasan. Allah SWT. justru sebaliknya Al-Quran merupakan penjelasan terhadap segala hal. baik yang klasik maupun yang modern. Allah berfirman dalam surat An-Nahl ayat 89 dan surat Al-An’am ayat 114: uZø9¨ŒtRur ŒŒøŒn=tã |=»tGÅ3ø9$# $YZ»uŒö. Argumen ini dipakai oleh Taufiq Aidqi dan Abu Rayyah.S. (Q. berarti kita secara tegas mendustakan Al-Quran yang membahas segala hal secara tuntas. An-Najm: 28) Demikianlah argumen pertama ingkar as-sunnah. Al-Quran sudah lengkap Dalam Syariat Islam. kecuali Al-Quran. kecuali Al-Quran.terhadap kebenaran”. Al-Quran tidak memerlukan penjelas Al-Quran tidak memerlukan penjelasan.

(Q. M. 223 . An-Nahl: 89) uqèdur üŒÏ%©!$# tAtŒRr& ãNà6øŒs9Î) |=»tGÅ3ø9$# Wx¢ÁxÿãB t ÇÊÊÍÈ Artinya: “Dan Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci”. Sebab. 2009). seperti Taufiq Sidqi abu Rayyah. Ilmu Hadits. Bahkan. Al-Quran sendiri-meskipun kebenarannya sudah diyakini sebagai kalamullah-tidak semua ayat memberikan petunjuk hukum yang pasti sebab banyak ayat yang pengertiannya masih zhanni (zhanni ad-dalalah).Ag dan Agus Suryadi. Hal. Mereka adalah orangorang yang menolak hadits secara keseluruhan. Dengan demikian.S.orang yang berserah diri”. Bantahan Terhadap Ingkar As-Sunnah8 Bantahan terhadap argumen yang pertama Alasan mereka bahwa Sunnah itu zhanni (dugaan kuat) sedang kita diharuskan mengikuti yang pasti (yakin). M. (Q. berarti ia juga tetap mengakui pengertian ayat yang masih bersifat dugaan kuat (zhanni ad-dalalah). Lc.r& ŒwÎ) $ŒZsß 4 ¨bÎ) £`©à9$# Œw ÓÍ_øóãŒ$ z`ÏB Èd. M. 8 Drs. baik dulu maupun kini. Agus Solahudin.ptø:$# $º«øŒx© 4 7ÇÌÏÈ Artinya: “Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Adapun firman Allah SWT dalam surat Yunus ayat 36 adalah: tBur ßìÎ7GtŒ óOèdçŒsYø. Mereka menganggap Al-Quran sudah cukup karena memberikan penjelasan terhadap segala masalah. masalahnya tidak demikian. (Bandung: Pustaka setia. Al-An’am: 114) Ayat-ayat ini dipakai dalil oleh para pengingkar Sunnah. orang yang memakai pengertian ayat seperti ini juga tidak dapat meyakinkan bahwa pengertian itu bersifat pasti (yakin).Ag.S.

Yunus: 36) Yang dimaksud dengan ‘kebenaran’ (al-haq) di sini adalah masalah yang sudah tetap dan pasti. Jadi.S. (Q. agar kamu menerangkan pada 13 . sedangkan dalam hal menerima hadits. “Dalam menerima haditshadits ahad. Bantahan terhadap argumen kedua dan ketiga Kelompok pengingkar Sunnah. Abu AlHusain Al-Bashri Al-Mu’tazili mengatakan. (Q. Hal itu karena mereka kebanyakan hanya memakai dalil ayat 89 surat AnNahl: uZø9¨ŒtRur ŒŒøŒn=tã |=»tGÅ3ø9$# $YZ»uŒö. masalahnya tidak demikian. umumnya ‘kekurangan waktu’ dalam mempelajari Al-Quran. Allah berfirman. tetapi kita mengikuti atau memakai zhann yang memang diperintahkan Allah. Ï3 !$uZø9tŒRr&ur y7øŒs9Î) tŒò2Ïe%!$# tûÎiüt7çFÏ9 Ĩ$¨Z=Ï9 $tB tAÌhŒçR öNÍköŒs9Î) öNßg¯=yès9ur Œcr㌩3xÿtGtŒ ÇÍÍÈ Artinya: “Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran. Jadi sebenarnya kita tidak memakai zhann yang bertentangan dengan haq.S.Ï? Èe@ä3Ïj9 &äóÓx«$ ŒYŒèdur ZpyJômuŒur 3ŒuŒô³ç0ur tûüÏJÎ=ó¡ßJù=Ï9 ÇÑÒÈ Artinya: “Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orangorang yang berserah diri”. bahwa zhanni tidak dapat melawan melawan kebenaran yang sudah tetap dengan pasti.Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran”. Untuk membantah orang-orang yang menolak hadits ahad. baik pada masa lalu maupun belakangan . dalam syat 44 surat An-Nahl itu juga. An-Nahl: 89) Padahal. sebenarnya kita memakai dalil-dalil pasti yang mengharuskan untuk menerima hadits-hadits itu”. maksud ayat ini selengkapnya adalah.

umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat”. Seperti dalam firmannya surat Al-Hasyr ayat 7: tBur ãNä39s?#uä ãAqߌ§Œ9$# çnräŒãŒsù $tBur öNä39pktX çm÷Ytã$! (#qßgtFR$$sù ÇÐÈ . (Q.S. (Al-An’am: 38) Hal itu tidak pada tempatnya sebab Allah juga menyuruh kita untuk memakai apa yang disampaikan oleh Nabi saw. dapatkah dibenarkan seorang muslim menolak keterangan atau penjelasan tentang isi Al-Quran tersebut. melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia. Al-Baqarah: 85) Sedangkan argumen mereka dengan surat Al-An’am ayat 38: B $uZôÛ§Œsù ŒÎû É=»tGÅ3ø9$# `ÏB &äóÓx« 4 ÇÌÑȨ$ Artinya: “Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab (Al-Quran)”. dan memakai Al-Quran sesuai pemahamannya sendiri seraya tidak mau memakai penjelasan-penjelasan yang berasal dari Nabi saw? apakah ini tidak berarti percaya kepada sejumlah ayat Al-Quran dan tidak percaya kepada ayat-ayat yang lain? Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 85: tbqãYÏB÷sçGsùr& ÇÙ÷èt7Î/ É=»tGÅ3ø9$# ŒcrãŒàÿõ3s?ur . An-Nahl:44) Apabila Allah sendiri yang menurunkan Al-Quran itu sudah membebankan kepada nabi-Nya agar ia menerangkan isi Al-Quran.. (Q. dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. <Ù÷èt7Î/ 4 $yJsù âä!#tŒy_ `tB ã@yèøÿtŒ ŒŒÏ9ºsŒ öNà6YÏB ŒwÎ) ӌ÷ŒÅz ŒÎû Ío4quŒysø9$# $uŒ÷RŒŒ9$# ( tPöqtŒur ÏpyJ»uŒÉ)ø9$# tbrŒŒtŒãŒ #Œn<Î) ÏdŒx©r& É>#xŒyèø9$# 3 $tBur ª!$# @@Ïÿ»tóÎ/ $£Jtã tbqè=yJ÷ès? ÇÑÎÈ “Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah Balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu.S..

Hal ini tak ubahnya seperti seorang yang diberi istana yang megah yang lengkap dengan segala fasilitasnya.. Sebab menurut dia. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. Kita tidak memasukkan unsur lain kedalam Al-Quran sehingga masih dianggap memiliki kekurangan. ia tidak mau memakai lampu sehingga pada malm hari. istana itu sudah paling lengkap dan tidak perlu hal-hal lain. (Q. Akan tetapi. sajalah yang diberi tugas untuk menjelaskan kandunan Al-Quran. (Q. Akhirnya. dan apa yang dilarangnya bagimu. Kritik Orientalis Pengertian Kritik dan Orientalis 15 . Maka tinggalkanlah.S. 9`ÏB÷sßJÏ9 Œwur >puZÏB÷sãB #sŒÎ) Ó|Ós% ª!$#$ ÿ¼ã&è!qߌuŒur #·ŒøBr& br& tbqä3tŒ ãNßgs9 äouŒzŒÏŒø:$# ô`ÏB öNÏďøBr& 3 `tBur ÄÈ÷ètŒ ©!$# ¼ã&s!qߌuŒur ôŒs)sù ¨@| Ê Wx»n=|Ê $YZ ŒÎ7ŒB ÇÌÏÈ Artinya: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. Al-Hasyr: 7) Allah SWT. sedangkan kita diwajibkan untuk menerima dan mematuhi penjelasan-penjelasan beliau.. Apabila istana itu dipasang lampu-lampu dan lain-lain.. istana itu gelap. Maka terimalah.. berarti ia masih memerlukan masalah lain.S. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.”. baik berupa perintah maupun larangan.Apa yang diberikan Rasul kepadamu. Al-Ahzab:36) Berdasarkan teks Al-Quran.. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat.Artinya: “. sesat yang nyata”. Rasulullah saw. juga berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 36: tBur tb%x. Semua ini bersumber dari Al-Quran.. ia menganggapbahwa gelap yang terdapat dalam istana itu sebenarnya sudah merupakan cahaya.. sebab kabel-kabel lampu mesti disambung dengan pembangkit tenaga listrik di luar.

Yang dapat kita pahami dari pengertian diatas adalah bahwa kritik/ mengkritik adalah upaya untuk menunjukkan / mendahulukan kesalahan daripada mencari kebenarannya. agamanya. Berdasarkan letak geografis. Ismail Ya’kub menyatakan bahwa orientalis adalah orang yang ahli tentang soal-soal ketimuran. Melalui kritik-kritik yang dilontarkannya. Sedangkan kata “orientalis” berasal dari kata orient yang berarti –salah satunya. yakni segala sesuatu mengenai negeri-negeri Timur. maka kebenaran yang adapun tidak tampak. terutama Negeri-negeri Arab pada umumnya dan Islam pada khususnya. Maryam Jamilah menyatakan bahwa tujuan orientalis dalam penelitiannya tentang Islam dan hal ihwalnya dengan: . orientalis bisa juga diartikan orang yang ahli dibidang ketimuran.adalah Asia Timur. Dari pengertian diatas. atau menurut versi W.Kritik.J. memang benua Asia berada disebelah Timur benua Eropa. Karena itu. atau berasal dari kata oriental yang berarti orang Timur atau Asia. Tetapi konotasi yang diberikan oleh Barat tentang Timur adalah orang-orang Islam. maka dalam benak kita ketika memahami “kritik” akan dipenuhi dengan su’udzan. berasal dari bahasa Inggris “critic” yang dalam bahasa Indonesia diartikan pengecam. Dilihat dari segi terminologinya. pengkritik. mereka menyisipkan “bom waktu” yang sewaktu-waktu dapat memporak-porandakan bangunan Islam apabila tidak segera dijinakkkan.S. dapat diambil pengertian akan tujuan orientalis. Puerwodarminto mengkritik diartikan dengan “memberi pertimbangan dengan menunjukkan yang salah”. Secara terminologi. kritik berarti upaya-upaya untuk menemukan kesalahan. Dengan demikian. dan bisa jadi karena sibuk dengan mencari kesalahan. kehidupannya dan lain-lain. pengupas. peradabannya. Sedang Kritik dalam Bahasa Arab adalah “naqd” yang diterjemahkan dengan ”mengkritik” atau “meneliti dengan cermat”. pembahas. tentang kebudayaannya.

“ … yang diupayakan (orientalis) secara mendalam bukanlah untuk mendapatkan hasil penelitian yang baik dan orisinil melainkan hanya rencana jahat yang terorganisasikan untuk menghasut para pemuda kita (Islam) agar memberontak terhadap agama mereka. bahwa hadits sebagian besar adalah hasil dari perkembangan politik dan kemasyarakatan dalam abad I dan II Hijriyah. H. Mereka berpendapat pula. Hadits yang betul-betul dari nabi hanya sedikit sekali dan tidak dijadikan hujjah yang mu’tammad di zaman permulaan Islam. (Bandung: CV. 2008) Hal. bukan sabda Nabi SAW. M.S. Sasaran yang hendak dicapainya adalah menciptakan kekeliruan sebanyak-banyaknya dikalangan pemuda yang belum matang dan mudah ditipu dengan cara menanamkan benih keraguan. Dengan berdalil pada firman Allah surat Al-An’am ayat 38 dan surat Al-Hijr ayat 9: B $uZôÛ§Œsù ŒÎû É=»tGÅ3ø9$# `ÏB &äóÓx« 4 ÇÌÑȨ$ Artinya: “Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab”. dan mencemooh semua warisan sejarah Islam dan kebudayaannya sebagai warisa yang tidak berguna.Dr. bahwa hadits tidak dapat dijadikan dasar tasyri’. hanya Al-Quranlah dasar pembinaan hukum islam. Ignace Goldziher mengatakan. sinisme dan sekeptisisme”. 102 17 . (Q. Mimbar Pustaka. Ilmu Hadits Kajian Riwayah dan Dirayah. Hal ini karena hadits tidak dapat diyakini keberadaannya mengingat banyaknya perbedaan lafazh dan pertentangan satu sama lain. Endang Soetari Ad.Si. Sejumlah Kritik Orientalis Terhadap Hadits Adapun kritik-kritik mereka tentang hadits sebagai berikut:9 Beberapa orientalis berpendapat bahwa sebagian besar hadits adalah buatan orang islam. Al-An’am:38) 9 Prof.

Dikatakan bahwa penambahan ini oleh karena Abu Hurairah mempunyai sebidang tanaman/kebun. sebab terbukti bahwa ada sementara shahabat tidak adil. dan shahabat sudah pernah berkhutbah dengan cara duduk. seperti yang dilakukan oleh khalifah Bani Umayah untuk alasan dari praktek berkhutbah duduk dan berkhutbah sebelum hari raya. Buktinya banyak pemalsuan hadits. bahwa yang oleh islam dikatakan adil ternyata benar. suka bersenda gurau dan membuat hadits untuk kepentingan sendiri.RÎ) ß`øtwU $uZø9¨“ tR t“ ø. Mereka mengatakan bahwa al-Zuhri memalsukan hadits untuk kepentingan politik Bani Umayah. (Q. sebab Allah tidak memelihara kemurnian. Hadits sebagaimana memelihara Al-Quran. dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. Al-Hijr: 9) Mereka mengatakan bahwa sumber Syari’at Islam hanyalah Al-Quran. bahwa itu berdasarkan dari hadits Nabi saw. Yang disoroti adalah Abu Hurairah sebagai perawi hadits ternyata seorang humoris. Mereka mengatakan. umat islam memalsukan hadits. Hal ini pernah Abu Hurairah memberi tambahan. Mereka menuduh. bahwa untuk kepentingan golongan dan partai. . hadits bukan dasar tasyri’. Keragu-raguan juga dilontarkan kepada al-Zuhri sebagai pelopor pentadwin hadits. Kalau hadits juga dasar tasyri’ maka hadits mestinya terpelihara pula.S.Ïe%!$# $¯RÎ)ur ¼çms9¯$ tbqÝàÏÿ»ptm: ÇÒÈ Artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran. dengan kata-kata “atau anjing penjaga taman/kebun” pada hadits yang menerangkan bahwa pahala seseorang tiap hari akan berkurang dua qirath apabila memelihara anjing. selain untuk berburu atau anjing penjaga binatang ternak.

M. Mimbar Pustaka. akan tetapi hanya memberikan bahan-bahan yang dapat dipakai untuk membangun system berkala. 104 19 . Gibb yang mengutarakan. Ilmu Hadits Kajian Riwayah dan Dirayah. hadits tidak ditulis. Ahmad Amin menerangkan.A.Si. Mereka menilai bahwa sistematika tadwin hadits tidak baik dan tidak memenuhi persyaratan ilmiah serta tidak memudahkan untuk penggunaannya.Dr. dan mereka juga menduga bahwa pemalsuan hadits sudah terjadi sejak masa Nabi saw. 2008) Hal. Ahmad Amin memberikan bukti dengan menerangkan. sehingga dalam madzhab Hanafi yang terkenal sebagai madzhab yang tidak mau mempergunakan hadits kecuali sedikit (menurut Ibnu Khaldun hanya 17 buah saja) dengan hadits-hadits yang kadang-kadang menyerupai style fiqh. (Bandung: CV. Hal ini menyebabkan orang mudah memalsukan hadits. terbukti bahwa ulama islam juga banyak yang tidak menerima hadits sebagai hasil tadwin tersebut.R. H. bahwa dalam bidang fiqh tidak dijumpai suatu perbedaan pendapat kecuali ada hadits-hadits yang menguatkan salah satu pihak dan yang menguatkan pihak yang lain.Meragukan kebenaran hadits yang terdapat pada kitab-kitab hadits. dan baru ditulis pada awal abad II Hijriyah. Endang Soetari Ad. Karena pada masa nabi. Jawaban Terhadap Kritik Orientalis Terhadap Hadits Adapun jawaban terhadap kritik orientalis di atas adalah sebagai berikut:10 Sejak permulaan Islam. Mereka mengatakan bahwa diwan hadits secara keseluruhan tidak memuaskan. mungkin pemalsuan hadits sudah terjadi semenjak Rasul masih hidup. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh H. begitu pula pada masa Khulafa alRasyidin. bahwa ada golongan yang memberanikan diri meletakkan hadits-hadits yang dinisbahkan kepada Rasul dengan jalan dusta. bahwa baik Al-Quran maupun hadits tidak memberikan kumpulan secara sistematis dalam peraturan hukum. hadits adalah dasar syari’at islam yang menjadi 10 Prof.

terhadap hadits shahih dan hasan. tertera atau dapat dipahami dari diwan-diwan hadits. Kemudian selanjutnya diajarkan dan disebarkan kepada generasi berikutnya dengan periwayatan yang berpedoman kepada keshahihan sanad dan kebenaran matan. Tentang firman Allah pada surat Al-Hijr ayat 9. Melainkan ajaran Nabi saw. kemuthlaqannya dan kemusykilannya. Hadits mutawatir memfaidahkan yakin. jumhur ulama menetapkan sebagai huajjah. “al-kitab”. khususnya penafsiran tentang lafazh. norma-norma. Setiap hadits sesudah jelas derajat dan nilainya. menurut T. Akhirnya. dalam Al-Quran telah ada pokok-pokok agama. hikmah-hikmah dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia dunia akhirat. Tentang firman Allah surat Al-An’am ayat 38. Dan ada pula yang menafsirkannya dengan Al-Quran. Hasbi Ash- . perbuatan dan taqrir yang beliau sunnahkan untuk melengkapi maksud wahyu ilahi (Al-Quran).pedoman pengamalan agama bagi umat islam dan telah menjadi darah daging umat islam sebab selalu dihafal. kemujmalannya. berlaku tetap dalam kebulatannya sebagai pedoman pelaksanaan agama islam. Hadits berfungsi sebagai interpretasi Al-Quran tentang keumumannya. hadits bukanlah sekedar natijah dari proses perkembangan agama. dengan arti. tidak sewajarnya untuk tidak menerima hadits sebagai dasar tasyri’. juga berhasil dihimpun dalam kitab-kitab hadits yang penyelenggaraannya menurut peraturan dan adab yang menjamin kemurnian hadits tersebut.M. politik dan kemasyarakatan islam di abad I dan II Hijriyah. tafsir Al-Quran Departemen Agama RI menjelaskan: “Sebagian mufassirin menafsirkan al-kitab itu dengan Lauh al-Mahfuzh dengan arti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam Lauh al-Mahfuzh. dimengerti dan diamalkan dengan penuh ketaatan. Hadits tidak bisa dipisahkan dari Al-Quran. Dengan demikian. yang berupa perkataan. hukum-hukum. dan kebahagiaan makhluk pada umumnya”. Dengan demikian.

bukan pula muslim yang taqwa. semuanya itu bukanlah pemalsuan hadits. kita dapat mengetahui hal ihwal Abu Hurairah yang sebenarnya. ibadah. maksud kata “Al-Dzikr” disana adalah mencakup Al-Quran dan Al-Hadits. Bahwa sasaran kritik orientalis tentang perawi hadits kepada Abu Hurairah dan al-Zuhri adalah dapat dimaklumi. imamah dan jama’ah. sebab justru dua tokoh itulah pemuka hadits. karena terbiasa orangorang pulang setelah melakukan shalat tersebut selagi imam berkhutbah. tetapi ijtihad mereka dikala itu dengan adanya perubaghan sikap pada masyarakat. selalu berusaha mendapatkan hadits (pengajaran) 21 . Harapan mereka. bila umat bisa percaya pada informasi mereka tentang kecacatan kedua tokoh tersebut. dan berkhutbah sambil duduk karena badan gemuk dan Marwan berkhutbah pada Hari Raya sebelum shalat. namun yang membuat hadits-hadits palsu tersebut bukanlah ulama-ulama hadits. Abu Hurairah adalah perawi terbanyak dan al-Zuhri pelopor tadwin hadits. Dari adanya pertentangan politik. maka hal ini memang kaum zindiq memalsukan hadits di berbagai bidang: akidah. betul telah menimbulkan pemalsuan hadits. Oknum-oknumnya ialah orang munafik. Perbuatan Mu’awiyah membikin pagar tempat shalatnya. Adapun tuduhan bahwa khalifah Bani Umayyah merubah cara ibadah (khutbah Jum’at dan Hari Raya) dengan menbuat-buat hadits. karena yang dimaksud adalah syara’ dan agama. akan tetapi mereka yang lemah imannya yang lebih mementingkan kepentingan golongan sendiri dengan merugikan agama. Pendakwaan bahwa pemalsuan hadits meluas pada bidang ibadah. Umat Islam masa Nabi saw. sedang syara’ dan agam terhimpun dalam Al-Quran dan Hadits.Shiddieqy. maka para ulama telah membahasnya pula. Dari kitab biografi yang mu’tabar dan dari kitab Jarh wa al-ta’dil. zindik yang tidak ikhlas beragama islam dan mau menyeret islam kepada kehancuran. maka akan hilanglah kepercayaan kepada semua ulama hadits yang lain dan lemah pulalah hadits karenanya.

Hal itu kitab-kitab fiqh madzhab hanafi bias menjadi saksi. Sedangkan pemalsuan hadits di masa nabi. bahwa Abu Hanifah hanya mempergunakan 17 hadits. Ijma’. yang paling kecil adalah kitab Abu Hanifah yang diriwatkan oleh al-Thahawi. hai itu tidak mustahil. Dan resminya pentadwinan secara menyeluruh dimulai tahun 100 H. agar mendapat pelajaran. sudah memadai dan baik. maka kitab-kitab hadits memenuhi hajat dan kebutuhan umat dalam rangka mencari dalil hukum syari’at. bahwa perkataan Ibnu Khaldun itu sebagai suatu hal yang khilaf. kemudian disebarkan. Dan kekhilafan ini sudah diralat oleh al-‘Alamah Muhammad Zahid alKautsari sebagai tertera pada kitab Ta’liq Syuruth al-Khamsah. sebab bertentangan dengan kenyataan. karangan al-Hazimi. dan diperluas di masa sahabat dan tabi’in. penyelenggaraannya memenuhi syarat ilmiah. Adalah tidak benar jika madzhab Hanafi tidak menggunakan hadits sebagai dasar tasyri’. Menurut beliau. ruthbah dasar tasyri’ menurut Abu Hanafi adalah: Kitab. kitab mukhtashar. hal itu adalah suatu kekhilafan.dari Nabi saw. pembukuan (tadwin) secara resmi diadakan sekitar tahun 80 Hijriyah. dan kitab fiqh (‘ulum) al-hadits. Islam memiliki kitab hadits dengan sistematika fiqh yang memiliki pula kitab fiqh. sunnah. Penulisan hadits sudah dimulai sejak masa Nabi saw. Mengenai tulisan Ibnu Khaldun dalam Muqaddimahnya. karena menurut kenyataan Abu Hanifah yang sangak ketat (keras) itu bukan meriwayatkan 17 hadits tetapi 17 kitab. kitab syarh. Dengan dilengkapi kitab penunjuk. Kami berpendapat bahwa sistematika penulisan hadits pada diwan-diwan hadits pada taraf terakhir. namun pada waktu itu pula sudah ada penyelesaian karena wahyu masih sedang diturunkan. tauhid. dan tasawuf yang lengkap dengan dalildalil dari hadits. . Hadits-hadits tersebut mereka amalkan dan dipelihara dalam hafalan. yang jauh tempat tinggalnya berusaha bergiliran mendatangi Nabi saw. Qiyas dan Is-tihsan.

Akan tetapi.maka secara implisit juga merangsang dan menantang umat Islam untuk mematahkan argumentasi mereka berdasarkan data-data yang sebenarnya. adalah dengan adanya kritik tersebut dapat menggugah kembali pikiran umat Islam untuk tidak menerima hadits begitu saja tanpa adanya penelusuran kembali (reserve). tidak ada dosa atasnya.Hikmah Dibalik Kritik Orientalis Ada banyak hikmah yang dapat kita petik dari kritik orientalis –khususnya kritik Goldziher dan Joseph Schacht. Adapun bagi mereka yang meriwayatkan dengan tujuan memberi tahu kepada orang bahwa hadits ini adalah palsu (menerangkan sesudah meriwayatkan atau membacakannya). Mereka yang tidak tahu sama sekali kemudian meriwayatkannya atau mereka mengamalkan makna hadits tersebut karena tidak tahu. dengan segala aspeknya -kekurangan dan kelebihannyakemudian dituangkan dalam bentuk yang argumentatif dan rasional – setidaknya menurut mereka. Namun yang paling penting. tidak ada dosa atasnya. sedangkan dari jalan atau sanad lain tidak ada sama sekali. sudah mendapatkan penjelasan bahwa riwayat atau hadits yang dia ceritakan atau amalkan itu adalah hadits palsu. Kritik orientalis tersebut didasarkan kepada hasil penelitiannya terhadap hadits dan ilmu hadits. hendaklah segera dia tinggalkannya. kalau tetap dia amalkan. Dan data-data itu diperoleh melalui penelitian juga. meriwayatkan Hadits-hadits Palsu itu hukumnya Haram bagi mereka yang sudah jelas mengetahui bahwa Hadits itu Palsu.terhadap hadits ataupun ilmu hadits. BAB III SIMPULAN Hukum Membuat dan Meriwayatkan Hadits Palsu Secara Muthlaq. hukumnya 23 .

Argumentasi Ingkar As-Sunnah Agama bersifat konkret dan pasti Al-Quran sudah lengkap Al-Quran tidak memerlukan penjelas Kritik Orientalis Terhadap Hadits Beberapa orientalis berpendapat bahwa sebagian besar hadits adalah buatan orang islam. Mereka berpendapat pula. bukan sabda Nabi SAW. . (berdosa .tidak boleh. Mereka mengatakan. bahwa yang oleh islam dikatakan adil ternyata benar. bahwa hadits tidak dapat dijadikan dasar tasyri’. Mereka mengatakan bahwa diwan hadits secara keseluruhan tidak memuaskan. Mereka menuduh. bahwa untuk kepentingan golongan dan partai. sebab terbukti bahwa ada sementara shahabat tidak adil. terbukti bahwa ulama islam juga banyak yang tidak menerima hadits sebagai hasil tadwin tersebut. Meragukan kebenaran hadits yang terdapat pada kitab-kitab hadits.dari Kitab Minhatul Mughiits). umat islam memalsukan hadits. hanya Al-Quranlah dasar pembinaan hukum islam. Mereka menilai bahwa sistematika tadwin hadits tidak baik dan tidak memenuhi persyaratan ilmiah serta tidak memudahkan untuk penggunaannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful