KONFIDENSIAL KONFIDENSIA KODIKLAT TNI ANGKATAN DARAT PUSAT PENDIDIKAN POLISI MILITER Lampiran III Skep Danpusdikpom Nomor

Skep / / XII / 2005 Tanggal Desember 2005

DUKUNGAN POM DALAM OPERASI TNI
BAB-I PENDAHULUAN 1. Umum. a. Polisi Militer adalah merupakan salah satu fungsi teknis militer di lingkungan TNI AD, yang memiliki peranan dan kemampuan pendukung dalam satuan TNI. b. Dukungan Polisi Militer kepada satuan-satuan TNI dapat berbentuk : 1) 2) Dukungan kewilayahan yaitu dukungan Kepolisian Militer yang Dukungan satuan yaitu dukungan Kepolisian Militer yang dilaksanakan oleh satuan Polisi Militer di wilayah. dilaksanakan oleh satuan-satuan Polisi Militer yang organik atau bawah Perintah. c. Penegakkan Hukum Disiplin dan Pemeliharaan Tata tertib bagi dan untuk prajurit TNI AD dan kesatuan mutlak harus dilaksanakan baik pada masa damai maupun pada perang dan selain perang. d. Peranan Polisi Militer di daerah pertempuran akan di tentukan oleh

macam dan bentuk operasi yang dilaksanakan oleh satuan operasi TNI dimana kegiatan Polisi Militer di daerah pertempuran / perang pada umumnya sama seperti kegiatan pengamanan untuk operasi selain perang 2. Maksud dan Tujuan a. Maksud. Naskah ini disusun dengan maksud sebagai pedoman bagi Gumil / Instruktur dalam proses belajar dan mengajar pada pendidikan Sesarcab Pom. KONFIDENSIAL

2 b. Tujuan. Agar serdik mengerti tentang Dukungan Pom dalam Operasi

TNI guna mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. 3. Ruang lingkup. Ruang lingkup pelajaran ini meliputui tentang kegiatan Polisi Militer di daerah pertempuran dengan tata urut sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. Pendahuluan. Penggunaan Pom dalam Operasi Militer untuk perang. Penggunaan Pom dalam Operasi Militer selain perang. Penggunaan Pom dalam Operasi pertahanan. Evaluasi. Penutup.

BAB-II PENGGUNAAN POM DALAM OPERASI MILITER UNTUK PERANG 4. Umum. a. Polisi Militer yang memiliki unsur operasional untuk aktifitas lapangan dapat ditugaskan memberikan dukungan untuk membantu kelancaran operasi tempur dan operasi intelijen, melalui penyelenggaraan fungsi Kepolisian Militer yang dimiliki. b. Pada dasarnya peran Polisi Militer yang diwujudkan dalam kegiatan-

kegiatan yang dilakukan adalah sama bentuknya, baik dalam operasi gabungan, operasi matra tunggal dan operasi bantuan. c. Dihadapkan pada batas kemampuan yang ada, maka kekuatan

Detasemen Polisi Militer yang dapat digunakan khusus untuk membantu unsur Polisi Militer dari unsur Satuan yang melaksanakan operasi tempur dari satuan setingkat Brigade adalah sebesar 2 (dua) regu Hartib.

3 Pengerahan maksimal kekuatan yang hanya 2 (dua) regu tersebut adalah disebabkan Detasemen Polisi Militer harus tetap melaksanakan tugas sehari-hari yang berupa pelayanan wilayah yang berlangsung terus menerus sebagai tugas utama. 5. Penggunaan dalam operasi tempur. Detasemen Polisi Militer dapat memberikan bantuan fungsi Kepolisian Militer dalam operasi tempur baik operasi gabungan, operasi matra tunggal dan operasi bantuan atas permintaan dan kebijaksanaan Komando Atas. Hal ini sangat tergantung pada kegiatan, jumlah pasukan, adanya fasilitas angkutan, faktor jarak dan waktu yang harus ditempuh, singkatnya faktor tugas, musuh, medan dan keadaan pasukan sendiri, dengan peran pengamanan RPU / RPC secara terbatas, pengawalan dan pengendalian lalu-lintas dalam pemindahan administrasi maupun pemindahan taktis, penyaluran pengungsi dan pengawasan garis Yudha Kelana serta pengawalan tahanan dari Titik Penumpukan (TP) Brigade ke belakang dan prosesing tawanan perang oleh Detasemen Polisi Militer. a. Perencanaan. Setelah menerima perintah dari Komando Atas, segera melaksanakan langkah-langkah Prosedur Pimpinan Pasukan sebagai berikut : 1) 2) Mempelajari tugas yang diterima. Mempelajari dan mengumpulkan keterangan yang tersedia

maupun yang masih harus dicari dari satuan atas, samping, bawah dan Instansi lain yang diperlukan. 3) Koordinasi dengan Staf Komando atas, samping, bawah tentang situasi daerah operasi, rencana gerakan / kegiatan unsur manuver, Banpur, Banmin lainnya serta petak tanggung jawab Satuan operasi yang didukung dan lain-lain. 4) Menyusun rencana sementara, meliputi : a) b) Rencana penggunaan personel, administrasi dan logistik. Rencana pengendalian atau pengamanan lalu-lintas.

4 c) d) e) f) 5) Rencana pengawalan. Rencana penyaluran pengungsi. Rencana pengurusan tahanan / tawanan di titik / tempat Rencana pemeriksaan barang di daerah embarkasi /

penampungan. debarkasi. Mengatur kegiatan awal yaitu : a) terkait. b) c) 6) 7) Mengeluarkan perintah persiapan. Peninjauan medan sesuai waktu yang tersedia. Koordinasi dengan Komandan pasukan lain yang

Menyempurnakan rencana sementara. Mengeluarkan perintah kepada personel / unit / regu yang

akan ditugaskan. b. Persiapan. 1) 2) Pemeriksaan kesiapan personel, materiil dan logistik. Pemberian petunjuk / penekanan tentang segala sesuatu yang

dianggap penting. c. Pelaksanaan. 1) Pengendalian lalu-lintas dan pengawalan dalam pemindahan a) Pengendalian (1) (2) lalu-lintas, yaitu menempatkan pos administrasi maupun pemindahan taktis. pengendalian / pengaturan lalu-lintas sepanjang route : Dari pangkalan ke daerah persiapan dan dekat Dari garis hambatan ke titik kumpul Batalyon dan pangkal serangan. garis hambatan selanjutnya, dan seterusnya sampai daerah belakang.

. a) b) Dilaksanakan pada saat pemindahan administrasi. yaitu : pengungsian. c) d) Pengawalan hanya untuk pergeseran pasukan yang Menggunakan cara sebagai berikut : (1) (2) (3) 3) Loncat katak. b) Menempatkan pos pengendalian lalu-lintas pada persimpangan jalan dari / ke daerah Pos Komando Utama yang melaksanakan operasi tempur. Pemeriksaan perlengkapan / peralatan militer serta barang- barang lain yang dibawa para prajurit di daerah embarkasi maupun debarkasi saat akan kembali ke pangkalan. 2) Pengawalan pergeseran pasukan dan atau materiil.5 (3) Dari pangkalan ke daerah persiapan lalu ke daerah pertahanan. Persimpangan RPU / RPC dengan route jalur atau titik rawan lalu-lintas. Menuntun. Menuntun dan mengikuti. terutama pada (1) (2) (3) (4) Jalur rawan kemacetan. Jalur rawan kecelakaan. Jembatan sempit atau jembatan darurat / rusak. c) Penempatan pos-pos tersebut di atas. menggunakan kendaraan angkutan di darat. Pengawalan sepanjang route dari pangkalan ke daerah embarkasi atau daerah debarkasi ke daerah persiapan atau pangkal serangan.

Menempatkan pos keterangan lalu-lintas pada tempatMenempatkan pos keterangan / pengendalian arus tempat yang diperlukan sepanjang RPU / RPC. pengungsi agar tidak menggunakan / mengganggu RPU / . 5) Penyaluran pengungsi. 4) Pengamanan RPU / RPC secara terbatas. a) Dilaksanakan atas dasar koordinasi dengan staf terkait dari Komando yang melaksanakan operasi serta unsur Balahanwil setempat. b) Pusat perhatian diarahkan pada barang-barang yang bukan merupakan Kapporlap / Kapsat / diperkirakan Kapporlapsus / amunisi dan bahan peledak / senjata inventaris yang dibawa saat berangkat dari pangkalan.6 a) Bekerjasama dengan Provoost. kurang memperolehnya. Pemisahan secara khusus atas barang-barang Penyitaan barang-barang terlarang serta yang dapat dipertanggung jawabkan cara yang diperoleh secara legal dan boleh dimiliki. termasuk barang tak bertuan (tidak ada yang mengaku sebagai pembawa / pemiliknya). c) Kegiatan yang perlu diperhatikan adalah : (1) (2) (3) Inventarisasi dan pemisahan secara umum barang-barang tersebut diatas. Intel serta Polisi Militer yang ada pada satuan operasional yang bersangkutan. untuk kepentingan proses penyelesaian selanjutnya. a) b) RPC.

b) Tindakan penegakan. a) Dilaksanakan dengan cara : (1) Penempatan pos-pos menetap maupun temporer pada persimpangan jalan sepanjang garis Yudha Kelana. Terhadap Yudha Kelana. (1) Terhadap Desertir. (a) (b) (2) Menangkap. Kondisi fisik / kesehatan maupun mental prajurit yang bersangkutan saat diketemukan. mengirimkan ke Markas Detasemen Polisi Militer. (2) Melakukan patroli di daerah sepanjang garis Yudha Kelana. (a) (b) (c) Memberi tahu jalur menuju induk pasukannya. c) Menyalurkan dan memelihara gerakan rombongan pengungsi agar tidak membelok ke arah RPU / RPC. Melaporkan ke Komando Atas. .7 b) Memberikan petunjuk / keterangan tentang jalur perhubungan darat yang tidak boleh digunakan gerakan pengungsi. dalam rangka menuntun ke luar jalur gerakan pasukan maupun pembekalan. d) Mengawal gerakan pengungsi yang terlanjur masuk pada jalur RPU / RPC. pasukannya. 6) Pengawasan garis Yudha Kelana. Mengantar prajurit yang tersesat ke induk Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : i. menahan di tempat.

8 ii.Tidak ada gerakan pemindahan ke belakang dalam tempo dekat. .Kondisi fisik dan mental terlihat normal. (d) Bila kondisi fisik dan mental terlihat tidak dan ada rencana pemindahan ke normal i. . Mengirimkan Satuan ke yang induk pasukan bersangkutan setelah menempati posisi baru. belakang dalam tempo dekat : Dikirim ke rumah sakit. Situasi taktis yang berlaku. ii. iii. setelah bersangkutan menempati posisi baru. (e) Bila kondisi fisik dan mental normal dan ada rencana pemindahan ke belakang dalam waktu dekat : i. ii. Prajurit yang bersangkutan segera dikirim kembali ke induk pasukannya di daerah bila : . 7) Pengawalan tahanan operasi / tawanan perang : a) Dengan cara : (1) Jalan kaki. Prajurit yang bersangkutan dikirim Penyerahan Satuan ke yang induk pasukan ke Markas Detasemen Polisi Militer.

d) Hal-hal yang perlu diperhatikan : (1) Pemilihan route ke belakang. Bila RPU / RPC maupun route pengungsian. (2) 1 (satu) Pengawal untuk 9 (sembilan) tahanan / Taper dalam pengawalan berkendaraan. c) Tanggung jawab. Detasemen Polisi Militer dengan menggunakan unsur Hartib yang ditugaskan dapat diberikan tanggung jawab untuk pengawalan tahanan / Taper dari TP Brigade sampai ke Kamp Penampungan di daerah belakang. gerakan harus terpisah dari gerakan rombongan belakang dari unsur-unsur di garis depan. untuk menghindari terpaksa pengungsi. Sedapat mungkin tidak balas route menggunakan dendam. Ratio perbandingan : (1) 1 (satu) Pengawal untuk 4 (empat) tahanan / Taper (dalam pengawalan jalan kaki).9 (2) b) Berkendaraan. (a) (b) Memperhatikan situasi taktis yang berlaku. (c) Tidak menggunakan untuk route jalur pemindahan yang ke direncanakan tindakan menggunakan pengungsian. .

pasukan sendiri. belakang. sakit. serangan adalah prinsip “Gerak maju pasukan Prinsip yang selalu dipedomani dan merupakan salah satu penyerang tak boleh terhenti”. Mendapat serangan. Tahanan / tawanan diserang pengungsi. antara lain : penduduk. melawan. Pada opeasi serangan. Perawatan makan. Pencatatan. kesehatan (bekerjasama dengan Penempatan dan pengawasan / pengamanan selama di Penyerahan ke Kamp penampungan di daerah kegiatan : unsur Kesehatan / Logistik). (3) Menguasai cara bertindak dalam situasi kritis (a) (b) (c) Tahanan / tawanan lari. TP Brigade. 8) Pengurusan tahanan operasi / tawanan perang meliputi a) b) c) d) e) Penerimaan. 9) Penyesuaian kegiatan dihadapkan situasi Taktis : a) dasar adalah : (1) Dalam pengendalian lalu-lintas. Implikasi dari serangan tersebut .10 (2) Mentaati ketentuan perlakuan terhadap tahanan operasi / tawanan perang sesuai aturan hukum / perundang-undangan yang berlaku.

(2) Dalam pengawalan pasukan : (a) Pemberian prioritas pelayanan pengawalan pada tersebut di atas. Banmin pasukan yang berpindah kedudukan ke depan. prioritas penggunaan jalan pendekat kepada : Pasukan yang bergerak ke depan. ii. . (c) Serangan. iv. (b) unsur pasukan / kafilah Penguasaan route yang akan digunakan. Pasukan yang akan melaksanakan lintas Unsur ganti untuk dan melanjutkan Perkuatan serangan babak berikutnya. (b) Pemberian prioritas penempatan Pos Pengendalian lalu-lintas dan Pos Keterangan lalu-lintas ( PKLL ) pada jalur komunikasi yang dijadikan route utama maupun route cadangan gerakan pasukan ke depan. tugas iii.11 (a) Pemberian i. Logistik yang mendukung kafilah operasi serangan. operasi khususnya serta pelibatan tentang unsur pembabakan penyerangnya.

kemungkinan jatuhnya korban di pihak sendiri serta diperolehnya tawanan. saat pasukan yang dikawal harus melewati daerah penugasan Detasemen Polisi Militer lain.12 (c) Koordiansi ketat. (c) Pemilihan dan penguasaan route pada jalur komunikasi yang tidak mengganggu gerakan unsur pasukan yang berpindah ke depan. rinci. (3) Dalam pengawalan tahanan / tahanan operasi dan Jenasah. . guna menghadapi kemungkinan gangguan dari unsur penyusup / gerilya musuh. operasi tahanan dihadapkan kekuatan ( personel dan peralatan ) (b) Penentuan formasi selama perjalanan. akan lebih banyak daripada operasi pertahanan atau operasi hambatan. Hal ini akan berpengaruh terhadap : (a) sesuai sendiri. Penentuan jumlah pentahapan tawanan / pengawalan. rinci bila terjadi kemungkinan melalui wilayah tugas Detasemen Polisi Militer lain serta memerlukan lintas ganti / penyerahan tugas pengawalannya. dalam hal kemungkinan terjadi lintas ganti pengawalan antar unsur Detasemen Polisi Militer. (d) Koordinasi ketat. lengkap. lengkap. Pada operasi serangan.

Kemungkinan jatuh korban dipihak lebih kecil dibanding lebih operasi rendah. ii. .13 b) Pada operasi pertahanan. serangan. dan sendiri. (1) Kondisi (a) yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan tugas Polisi Militer adalah : Kerugian dari operasi pertahanan. Terjadi kekacauan yang disebabkan kurangnya disiplin gerakan. (b) (bila Kemungkinan beralih ke Operasi Hambat garis pertahanan maupun setelah semula beralih tak ke dapat Operasi dipertahankan) Serangan diperoleh perkembangan kondisi yang diinginkan. serta dilaksanakannya pergantian pasukan pada BDDT. i. (c) Kerawanan taktis yang dapat timbul saat i. iii. Moril pasukan terutama disebabkan ketegangan kejenuhan selama menunggu serangan musuh. Terjadi penumpukan selama pelaksanaan pergantian ditempat. penumpukan pasukan pasukan saat berlangsung pelintasan. Pelaksanaan karena aktifitas terjadi peralihan ini adalah : operasi ii. Keadaan tersebut memperbesar kemungkinan terjadinya Yudha Kelana maupun Disertir.

sesuai urut-urutan ditentukan. dalam Pasukan yang bergerak ke pertahanan atau untuk dalam menghindari kekacauan mencegah depan untuk pergantian di tempat. terutama untuk pasukan yang akan melanjutkan serangan balasan. (a) Pada pengendalian lalu-lintas. ii. Prioritas pencegahan sepenuhnya penggunaannya oleh pengungsi atas route . iii. Disiplin pemberian yang gerakan untuk yang terlalu prioritas mundur yang lama penggunaan jalan untuk : Pasukan menuju posisi berikutnya. melaksanakan pelintasan rangka beralih ke operasi serangan. i. penumpukan serta gerakan.14 (2) Implikasi terhadap kegiatan Polisi Militer. Pemberian prioritas penempatan PKLL maupun Pos Pengendalian Lalulintas pada jaring jalan yang digunakan untuk gerakan pasukan tersebut di atas.

Dalam operasi pertahanan sering terjadi pihak musuh menyusupkan garis infiltran belakang. maka gerakan yang direncanakan harus dijamin kelancarannya. maupun termasuk yang menggunakan unsur gerilya untuk mengacau / mengganngu mempersulit bertahan. . (c) Pada pengawasan Garis Yudha Kelana. Untuk menghindari kerawanan atas kemungkinan jatuhnya korban yang besar akibat penumpukan yang lama. perusakan medan kritik tertentu (jembatan) guna pengunduran pasukan Dalam hal telah selama Polisi terjadi Militer perusakan harus tentang yang patroli. Dalam rangka pengamanan tersebut. Detasemen Polisi Militer harus meningkatkan patroli pengamanan route. (b) Pada pengamanan route pengunduran dan RPU / RPC. segera adanya ditemukan Detasemen menyebarkan pelaksanaan informasi perusakan tersebut.15 yang digunakan pasukan untuk gerakangerakan tersebut di atas. guna kelancaran gerakan pasukan.

Setelah selesai melaksanakan tugas yang bersifat pemberian dukungan kepada unsur satuan yang melaksanakan operasi tempur. guna mencegah penyusupan. Setiap orang yang melalui Pos Polisi Militer sepanjang Garis Yudha Kelana. ii. Detasemen Polisi Militer harus meningkatkan pengawasan Garis Yudha Kelana dengan : i. d. Dalam rangka penegakkan disiplin dan pengembalian ke garis depan atas prajurit yang sengaja meninggalkan kesatuan maupun yang tersesat. Pengakhiran.16 Kondisi psychologis yang diwarnai rendahnya moril serta terjadinya kekacauan gerakan dalam operasi belakang. Meningkatkan pengawasan dan pemerikasaan terhadap : Rombongan pengungsi yang mungkin terdapat diantaranya Desertir. . a) Personel. Meningkatkan frekuensi patroli. 1) Pengembalian personil ke tugas semula. pertahanan serta pemindahan ke memperbesar kemungkinan meningkatnya Desertir / Yudha Kelana. 2) Pengecekkan kerugian personel dan materiil. personel Detasemen Polisi Militer yang bersangkutan kembali melaksanakan tugas penyelenggaraan fungsi Hartib yang bersifat pelayanan wilayah.

Luka yang berakibat gangguan / menghalangi Luka berakibat cacat permanen yang tugas dibidang Hartib untuk sementara. dalam hal ini Kodal oleh Komandan satuan Intel yang bersangkutan. gugur. maupun yang masih memungkinkan bertugas dibidang fungsi lainnya. upaya mengatasi serta Kesimpulan dan saran. . kerugiannya. a. meliputi : a) b) c) d) 6. Penggunaan dalam Operasi Intelijen . masalah menonjol. 3) Menyusun laporan pelaksanaan tugas. hasilnya. kegiatan yang dilaksanakan serta Personel dan materiil / logistik yang digunakan serta Hambatan. menghalangi pelaksanaan tugas bidang Hartib serta bidang lain untuk selamanya. b) Materiil. hasil upaya yang dilakukan. Tugas yang diterima. Penyelidikan.17 (1) (2) (3) Meninggal. pengamanan dan penggalangan secara terbatas. (1) (2) Rusak dan hilang. Kerusakan atau kehilangan yang dapat atau tidak dapat dipertanggung jawabkan penggantiannya kepada personel yang bersangkutan. yang kegiatannya meliputi penyelidikan. Polisi Militer dapat digunakan dalam rangka mendukung operasi intelijen Komando Atas.

berita. Perencanaan. observasi.18 Polisi Militer dapat ditugaskan untuk membantu mengumpulkan keterangan tentang b. c. . Mempelajari keterangan yang tersedia. pengamanan dan penggalangan secara terbatas disesuaikan dalam tahap-tahap sebagai berikut : a. masih administrasi dan logistiknya. samping. Penggalangan. Polisi Militer sangat terbatas dalam memberikan bantuan penggalangan yang dilakukan oleh personel Satuan disekitar daerah tugas. Menyempurnakan rencana sementara. khususnya tentang kekuatan dan kemampuan personel. segera melaksanakan langkah-langkah Prosedur Pimpinan Pasukan sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) Mempelajari tugas yang diterima. Pengamanan. wawancara / interogasi dan penyidikan. personel dan materiil. yang diperlukan. Polisi Militer dapat ditugaskan untuk membantu pengamanan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan. Rencana penentuan obyek yang akan dijadikan sasaran Penentuan “Save house”. Mengeluarkan perintah persiapan. Koordinasi dengan unsur intel yang terkait. bawah serta Menyusun rencana sementara antara lain : a) b) c) d) 5) a) b) 6) Rencana Rencana penyerahan pengumpulan / penyusunan keterangan personel. Mengatur kegiatan awal antara lain: pihak lain yang diperlukan. Setelah menerima perintah dari Komando Atas. Koordinasi dengan Staf Komando atas. musuh secara terbatas.

c. (1) Menjadi salah satu sumber berbagai keterangan yang diperoleh selama penyelenggaraan fungsi utama Kepolisian Militer. Melaksanakan latihan-latihan yang mendukung operasi sesuai Melaporkan kesiapan Detasemen Polisi Militer untuk kemampuan dan fungsi Polisi Militer. Dalam peran sebagai unsur bantuan pada kedudukan sebagai unsur bantuan. 1) 2) 3) Menyiapkan personel dan materiil yang dibutuhkan. (3) Analisis berbagai fakta dari suatu tindak kejahatan lainnya yang dilakukan oleh suatu organisasi jaringan lawan. sebagai berikut : . melalui analisa dokumen dan barangbarang yang disita sementara dari tahanan / tawanan. kegiatan yang dilaksanakan bersifat : 1) 2) Bukan kegiatan yang diatur dan bukan bagian aktifitas yang Merupakan kegiatan dalam penyelenggaraan fungsi kepolisian ditentukan Satuan tugas Intel. melaksanakan tugas kepada Komando Atas. Militer secara umum. Pelaksanaan. 3) Bentuk aktifitas pada masing-masing bidang fungsi adalah a) Penyelidikan. b. tetapi dapat berguna atau berpengaruh positif untuk kelancaran operasi. Persiapan. (2) Mengumpulkan keterangan yang berhubungan dengan lawan.19 7) Mengeluarkan perintah kepada personel / unit yang akan ditugaskan.

Pengecekan materiil. disiplin dan tata tertib. d. Penyuluhan secara formil maupun informil untuk meluruskan kesatuan berfikir dalam mengamati / menanggapi penyelenggaraan suatu operasi. dan obyektif / proposional. membahayakan keamanan.20 b) Pengamanan. kemauan / pikiran sasaran sesuai kepentingannya. Pengakhiran. yang antara lain dapat didorong pembentukkannya melalui : (1) (2) (3) (4) Penegakkan hukum. Melaksanakan analisa dan evaluasi kegiatan. mengubah. Penyelenggaraan penyidikan yang transparan Penegakkan hak azasi manusia selama terutama terhadap kasus yang merugikan sasaran. c) Penggalangan. . 1) 2) 3) Pengembalian personel pada tugas semula. Penyitaan sementara benda-benda ilegal yang Kegiatan. Peran Detasemen Polisi Militer disini terutama diarahkan pada aktifitas yang berpengaruh positif pada perebutan hati / pikiran sasaran. (1) (2) (3) Patroli wilayah dalam rangka Pampers / Materiil / Patroli di sekitar obyek vital. berlangsungnya proses penyidikan. memelihara yang sudah ada) Penggalangan pada dasarnya ditujukan untuk mempengaruhi (membentuk. ditandai adanya opini dan sikap suka serta mendukung pihak sendiri.

Bantuan Polisi Militer adalah salah satu dukungan fungsi Polisi Militer yang diberikan oleh Satuan Polisi Militer kepada Satuan TNI dan Polri. e. Perencanaan. a. d. a. Jelaskan secara umum tentang penggunaan Polisi Militer dalam Jelaskan tatacara Polisi Militer dalam penyaluran pengungsi ! Jelaskan pengaruh pengawalan tahanan / tahanan operasi pada Sebutkan tahap perencanaan pada peran Polisi Militer dalam operasi Sebutkan tahap persiapan dan tahap pengakhiran pada perencanaan operasi pertempuran ! Membuat laporan. Operasi bantuan kemanusiaan. 9. Umum. Instansi Pemerintah. Polisi Militer digunakan dalam rangka bagian dari kegiatan bantuan kemanusiaan yang mengikuti garis kebijaksanaan Komando Atas. operasi serangan apabila jatuh korban lebih banyak dipihak sendiri ! intelijen! Polisi Militer dalam operasi intelijen ! BAB-III PENGGUNAAN POLISI MILITER DALAM OPERASI MILITER SELAIN PERANG 8.21 4) 7. b. 1) 2) Mempelajari tugas. selanjutnya membuat rencana sementara tentang : . serta Instansi lain guna terwujudnya suatu pemulihan keadaan yan timbul / terjadi di lingkungan masyarakat. Evaluasi. melaksanakan kerjasama dengan instasi terkait guna kepentingan tugas TNI. Koordinasi dengan Polri dan Instansi terkait lainnya. c.

Patroli wilayah / daerah sekitar obyek kejadian. c. 1) 2) 3) Penyiapan personel dan pangkalan. Bantuan pengamanan manusia dan harta benda. manusia maupun binatang. digunakan. b) c) d) e) f) 3) 4) b. Memberikan petunjuk dan pengarahan. Melengkapi keperluan administrasi personel dan materiil. Mengkoordinasikan dengan instansi lain dalam pelaksanaan Melaksanakan pemantauan atas penggunaan obyek kejadian. Bantuan pengamanan obyek kejadian. Bantuan dalam pemerikasaan. Penyiapan dan pengecekan personel maupun materiil. 1) 2) Pengembalian personel pada tugas semula. Pelaksanaan 1) 2) 3) 4) 5) 6) Mengirimkan unit Polisi Militer sesuai tugas dan fungsinya. Merencanakan personel dan alat peralatan yang akan Persiapan. Melaksanakan lokalisasi TKP dengan menyalurkan orang atau Membantu pengendalian lalu-lintas kendaraan maupun tugas di lapangan. manusia. Bantuan patroli pengamanan daerah. Pengakhiran. d. baik yang diakibatkan oleh alam.22 a) Bantuan dalam pemulihan keadaan terhadap terjadinya bencana. Pengecekan materil. . Bantuan dalam pencarian keterangan. kendaraan agar tidak mendekat TKP.

Merencanakan personel . Dukungan dalam pemeriksaan Komando Atas. Bantuan pengamanan obyek vital. b. Dukungan patroli pengamanan daerah. dan alat perlengkapan yang tersangka dan barang bukti. Perencanaan. Pelibatan unsur TNI pada operasi ini bersifat membantu untuk mempercepat pemulihan keamanan yang tidak dapat dilaksanakan oleh Polri secara berdiri sendiri. Rencana tindakan dalam situasi kritis. Koordinasi dengan Polri. Melaksanakan analisa dengan evaluasi kegiatan. Persiapan. selanjutnya membuat rencana a) Dukungan dalam penanggulangan huru-hara yang sementara tentang : dilaksanakan oleh Polri dan TNI AD.23 3) 4) 10. Melengkapi keperluan administrasi baik berupa Sprin dan dukungan lain. atas permintaan Komando Atas. b) c) d) e) f) g) 3) 4) diperlukan. Dukungan dalam pencarian keterangan tentang saksi. Operasi Bantuan Kepada Polri Dalam Rangka Penegakan Kamtibmas. a. Bantuan pengamanan VIP. Membuat laporan. Operasi Kamtibmas adalah operasi yang diselenggarakan oleh Polri dalam rangka menegakkan ketertiban dan keamanan masyarakat. Detasemen Polisi Militer dapat memberikan bantuan kepada Polri atas permintaan dan kebijaksanaan Komando Atas sesuai tugas dan fungsi Polisi Militer. 1) 2) Mempelajari tugas.

d. sesuai dengan kemampuan dan batas kemampuan. Pengecekan materil. manusia. Melokalisasi TKP dengan menyalurkan orang atau kendaraan Melakukan pengendalian lalu-lintas kendaraan maupun agar tidak mendekat TKP. Pengakhiran. Perencanaan. 1) 2) 3) 4) Pengembalian personel. RDU. 11.24 1) DD). segera melaksanakan Setelah menerima perintah dari Komando langkah-langkah Prosedur Pimpinan Pasukan . Atas. Operasi bantuan Detasemen Polisi Militer terhadap pemerintah sipil berdasarkan perintah dari Komando Atas. a. Membuat laporan. Memberikan petunjuk dan penekanan khusus. sebagai berikut : . Pelaksanaan. 2) 3) c. Melaksanakan analisa dan evaluasi kegiatan. Patroli Wilayah / daerah rawan. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Mengirimkan unit Polisi Militer untuk melaksanakan tugas Melakukan penangkapan dan penggeledahan. terhadap obyek vital. Melakukan pemantauan atas pelaksanaan pengamanan sesuai fungsinya. Penyiapan personel di pangkalan (penentuan unit siaga. Pengecekan persiapan personel dan materil. Operasi bantuan terhadap pemerintah sipil.

bawah serta pihak lain yang diperlukan. Mempelajari keterangan yang tersedia. Menyusun rencana organisasi. c) Rencana kebutuhan logistik dan administrasi untuk mendukung pelaksanaan operasi. Rencana pengawalan. Melaksanakan peninjauan dan operasi. Rencana pengaturan dan penempatan parkir kendaraan organik maupun kendaraan VIP TNI. 1) Menyiapkan personel dan materil yang dibutuhkan. Rencana penempatan Pos pengawasan lalu-lintas. . Persiapan. Koordinasi dengan staf Komando Atas.25 1) 2) 3) Mempelajari tugas yang diterima. Rencana pengendalian lalu lintas. b. b) c) Mengeluarkan perintah persiapan. d) e) f) g) h) Rencana bantuan pengamanan kegiatan. perkuatan personel yang akan dilibatkan langsung maupun sebagai pendukung operasi. 4) Menyusun rencana sementara: a) b) Rencana kegiatan dan target waktu yang ditentukan. 5) Mengatur kegiatan awal : a) Koordinasi dengan unsurr Balahanmil yang terkait tentang tugas-tugas yang akan dikerjakan. samping.

Membuat laporan. 3) Melaksanakan kesiapan Detasemen Polisi Militer untuk melaksanakan tugas operasi kepada Komando Atas. 3) Mengadakan pengawasan disekitar obyek sasaran. c. Pengecekan materil. 2) Menegakkan hukum. Melaksanakan analisa dan evaluasi kegiatan.26 2) Melaksanakan latihan-latihan teknis yang mendukung operasi sesuai kemampuan dan fungsi Pom. Pelaksanaan. 6) Melaksanakan penempatan pos pengawasan lalu-lintas. 1) Menyelenggarakan fungsi Kepolisian Militer secara umum. Penggunaan Pom dalam Operasi Pemeliharaan Perdamaian Dunia. 5) Melaksanakan pengaturan dan penempatan parkir kendaraan organik mauapun kendaraan VIP TNI AD. disiplin dan tata tertib bagi anggota Satgas lainnya. 12. namun dapat berguna positif untuk kelancaran dan keberhasilan Pemerintah Sipil. . Unsur Detasemen Polisi Milter dapat dilibatkan dalam operasi pemeliharaan perdamaian dunia dalam rangka mengemban tugas Negara. d. 4) atau pengendalian lalu-lintas Melaksanakan patroli di daerah obyek atau sasaran. Pengakhiran. 1) 2) 3) 4) Pengembalian personel pada tugas semula.

2) Staf UN Mission (Tenaga staf di Markas Pasukan PBB). Dalam pengarahannya. 1) Macam penugasan satuan adalah sebagai kontingen pada operasi pemeliharaan perdamaian dunia. unsur Detasemen Polisi Miliiter dapat langsung berada dibawah lain. perorangan adalah personel Detasemen Polisi Militer yang Pasukan PBB. Macam penugasan kontingen perdamaian internasional antara penugasan secara perorangan ataupun penugasan hubungan kesatuan yang pada dasarnya dibedakan organisasi dan tugas Penugasan dikirim secara perorangan. b. Militer). Tenaga staf di Markas pasukan PBB membantu misi PBB / Badan Perdamaian Internsional melalui negosiasi dengan Pemeritah RI (Deplu). Penugasan unsur Satuan Detasemen Polisi Militer merupakan bagian dari kontingen dalam rangka melaksanakan fungsi Kepolisian Militer dapat juga dikirim untuk melaksanakan tugas secara kelompok atau Satuan. Macam penugasan perorangan adalah sebagai berikut : 1) Military Observer (Pengamat untuk mengawasi. mendapat tugas secara perorangan di daerah penugasan.27 Berperan aktif di setiap misi penugasan perdamaian untuk meningkatkan citra Komandan atau Panglima dalam Indonesia di forum Internasiional. mencatat Tugas dan pokok pengamat militer adalah membantu Misi PBB / Badan Perdamaian Internasional melaporkan perkembangan situasi yang terjadi di daerah konflik pada kesempatan pertama kepada pimpinan pengamat militer. a. dengan sasaran negara . Penugasan perorangan. Penugasan satuan. dapat berupa pokoknya.

b. (1) Perorangan. (b) yang Koordinasi dengan Komando Atas dan bersifat khusus dan tambahan yang Balakpus yang terkait dalam penyiapan materiil dibutuhkan sesuai penugasan yang dibebankan. (1) Perorangan. (2) Kesatuan. (a) Setelah menerima perintah dari Komando perencanaan yang meliputi Atas maka personel dari Detasemen Polisi Militer melaksanakan penyiapan personel. Menyiapkan rencana kebutuhan dukungan materiil untuk keperluan pelaksanaan tugas di daerah operasi. Persiapan. . materiil dan administrasi yang disiapkan sebelum pemberangkatan ke daerah tugas. a) Perencanaan. Menyiapkan pembekalan yang meliputi kesiapan fisik dan mental serta pengetahuan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas.28 yang sedang dilanda pertikaian yang termasuk dalam pengamatan PBB 2) Melaksanakan fungsi Kepolisian Militer yang bersifat unit service dan tugas Komandan Kontingen sesuai kemampuan dan batas kemampuan. (2) Kesatuan.

(e) Pengamatan masalah persetujuan lokal yang telah disepakati oleh pihak yang bertikai. Pengintaian garis / daerah perbatasan dari infiltrasi pasukan yang kemungkinan bersengketa. (c) (d) Penentuan daerah bebas militer. . (b) Mempersiapkan dan menyelesaikan semua persyaratan administrasi bagi personel yang akan berangkat sesuai macam penugasan. (a) Merupakan bagian dalam kegiatan pengamanan atau supervisi dalam pelaksanaan gencatan dan pembatasan. (b) Supervisi pengendalian tentang persetujuan penggunaan senjata secara umum. (1) Perorangan.29 (a) Menyiapkan dan menyusun anggota Kesatuan yang akan ditugaskan sesuai dengan macam penugasan mulai dari tahap seleksi sampai dengan pemberangkatan ke daerah operasi. khususnya penggunaan senjata bebas militer. (c) dan Menyelenggarakan penyiapan kesatuan latihan pratugas siap termasuk penyusunan jadwal. c) Pelaksanaan. rencana latihan sehingga melaksanakan tugas.

(a) Pemeriksaan atau pengecekan hasil tugas dalam bentuk laporan. Melaksanakan pelucutan senjata secara umum.30 (f) Melaksanakan tugas sesuai dengan kebutuhan di daerah operasi / penugasan. (a) Pasukan perdamaian. vi. . Pengamanan terhadap warga sipil. (2) Kesatuan. Dalam pelaksanaan tugas Detasemen Polisi Militer bersama-sama dengan kontingen lain melaksanakan hal-hal sebagai berikut : i. iii. v. d) Pengakhiran. Mengamankan tempat-tempat pengungsian penduduk. (1) Perorangan. Mengamankan pelaksanaan pertukaran tawanan perang / tahanan sipil. ii. iv. Mengamankan pelaksanaan pemilihan umum. Mengamankan tempat-tempat pengungsian penduduk. (b) Pengecekan temuan terutama barang dan atau orang meliputi kondisi dan kualitasnya.

(d) Pembuatan laporan pelaksanaan tugas yang meliputi temuan selama tugas. (f) Mengadakan evaluasi terhadap penyelenggaraan penyiapan sebagai pedoman terhadap penyiapan tugas berikutnya. (e) Serah terima dengan petugas baru tentang apa yang menjadi lingkup tugasnya. . (d) Pembuatan laporan tentang pelaksanaan sebagai bentuk pelaksanaan tugas serta mengarahkan kepada pihak yang berwenang tugasnya. (2) Kesatuan. (b) Membuat laporan / berita acara serah terima kepada Satuan yang lain atau pengganti. (c) Koordinasi akhir tentang analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas. untuk dibawa atau diserah terimakan kepada Petugas / Satuan pengganti. (e) Serah terima dengan satuan pengganti. (a) Pemeriksaan barang temuan atau orang dalam pelaksanaan tugas.31 (c) Pengecekan barang inventaris baik tanggung jawab perorangan atau inventaris satuan yang dipertanggung jawabkan tugasnya.

15. Operasi Intelinjen. Operasi Khusus.32 13. Operasi pertahanan Operasi penggeledahan Operasi Pergantian. a. Operasi Tempur. b. Umum. Evaluasi. Jelaskan tugas Pom dalam Ops bantuan kemanusiaan ? Jelaskan koordinasi Pom terhadap Polri dan instansi terkait dalam penggunaan Pom pada operasi selain perang ! c. Bentuk operasi satuan TNI AD yang dilaksanakan oleh satuan–satuan adalah Operasi Tempur. a. Sebutkan dan jelaskan bantuan operasi pemerintah sipil pada tahap pelaksanaan ! pertahanan terhadap BAB – IV DUKUNGAN POM DALAM OPERASI PERTAHANAN 14. dan Dukungan Pom dalam berbagai bentuk dukungan kewilayahan dan satuan dilaksanakan satuan Pom yang organik / BP pada satuan operasi. Operasi Mobud. 1) 2) 3) 4) 5) 6) Serangan. . Bentuk dan macam.

1) 2) Mempelajari tugas. b) c) d) e) f) 3) Bantuan pengamanan daerah. Operasi Gabungan darat. manusia maupun binatang. selanjutnya membuat rencana sementara tentang : (a) Bantuan dalam pemilihan keadaan terhadap terjadinya bencana baik yang diakibatkan oleh alam. Merencanakan personel dan alat peralatan yang akan digunakan. 4) Melengkapi materiil. Koordinasi dengan Polri dan Instansi terkait lainnya. melaksanakan kerjasama dengan instansi terkait guna kepentingan TNI. Bantuan pengamanan manusia dan harta benda. b) Persiapan. a) Perencanaan. keperluan administrasi personel dan . Bantuan dalam pemeriksaan. 1) 2) Penyiapan personel dan pangkalan. Bantuan pengamanan objek kejadian. Penyiapan dan pengecekan personel maupun materiil.33 7) 8) b. Bantuan dalam pencarian keterangan. Digunakan dalam rangka bagian dari kegiatan bantuan kemanusiaan yang mengikuti garis kebijaksanaan Komando Atas. Operasi Gerilya / Lawan gerilya. Operasi Intelijen.

34 3) c) Memberikan petunjuk dan pengarahan. Sebutkan bentuk dan macam dukungan Pom dalam operasi pertahanan ! c. 4) Melaksanakan lokasisasi TKP dengan menyalurkan orang atau kendaraan agar tidak mendekat TKP. Evaluasi. Pengakhiran. 1) 2) 3) 4) Pengembalian personel pada tugas semula. 1) Mengirimkan unit Polisi Militer sesuai tugas dan fungsinya. 2) Mengkoordinasikan dengan instansi lain dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Membuat laporan. Pelaksanaan. Jelaskan penggunaan Pom dalam operasi pemeliharaan perdamaian dunia ! . Jelaskan secara umum tentang bentuk bantuan Polisi Militer dalam operasi pertahanan ! b. Pengecekan materiil. 5) Membantu pengendalian lalu-lintas kendaraan maupun manusia. Melaksanakan analisa dengan evaluasi kegiatan. 3) Melaksanakan pemantauan atas penggunaan obyek kejadian. 16. 6) d) Patroli / daerah sekitar obyek kejadian. a.

Jelaskan tugas Pom dalam operasi bantuan kemanusiaan ! Jelaskan secara umum tentang bentuk bantuan Pom dalam operasi Jelaskan pengaruh pengawalan tahanan / tahanan operasi pada Sebutkan tahap perencanaan pada peran Polisi Militer dalam operasi Sebutkan tahap persiapan dan tahap pengakhiran pada perencanaan pertahanan ! operasi serangan apabila jatuh korban lebih banyak dipihak sendiri ! intelijen ! Polisi Militer dalam operasi intelijen ! BAB-VI PENUTUP 18. a. f. g. e. Penutup. Demikian Naskah Departemen ini disusun guna memenuhi kebutuhan bahan ajaran tentang Dukungan Pom dalam Operasi TNI dan bahan ajaran ini . Sebutkan tahap perencanaan pada peranan Pom dalam operasi militer ! d. Jelaskan tatacara Polisi Militer dalam penyaluran pengungsi ! c. h. Evaluasi akhir. Jelaskan secara umum tentang penggunaan Polisi Militer pada operasi pertempuran ! b.35 BAB-V EVALUASI AKHIR PELAJARAN 17.

36 digunakan sebagai pedoman bagi Gumil / Instruktur dalam proses belajar dan mengajar pada pendidikan Sesarcab Pom. KOMANDAN PUSAT PENDIDIKAN POLISI MILITER Iran Saepudin KOLONEL CPM NRP. 29039 .

: 13 Jam Pelajaran. c. Isi Pelajaran a. f. Jam Pelajaran Jam Pelajaran. Serdik dapat menjelaskan tentang Duk Pom dalam Ops TNI. d. 1) Pendahuluan (15 menit). a. b. 2. 2) Penggunaan Pom dalam Operasi Militer untuk perang (4 JP) Tujuan instruksional umum. b) Kriteria keberhasilan. b. Teori Praktek Siang Praktek Malam Ujian : Duk Pom dalam Ops TNI : Sesarcab Pom : 15 Jam Pelajaran. a) TNI. Agar serdik mengerti tentang maksud dan tujuan mempelajari Duk Pom dalam Ops Tujuan Kurikuler. Tujuan Instruksional . Pendahuluan Penggunaan Pom dalam Operasi Militer untuk perang. Agar serdik mengerti tentang Duk Pom dalam Ops . Tujuan Pelajaran. 3. Mata Pelajaran Untuk Jumlah Jam Pelajaran a. : : : 2 Jam Pelajaran. d. Penggunaan Pom dalam Operasi Militer selain perang Penggunaan Pom dalam Operasi Pertahanan Evaluasi Penutup 4. b. e. TNI.37 KODIKLAT TNI ANGKATAN DARAT PUSAT PENDIDIKAN POLISI MILITER 1. c.

Agar serdik mengerti tentang penggunaan Pom dalam Operasi Militer selain perang.38 a) b) Tujuan instruksional umum. Kriteria keberhasilan. 6) Evaluasi (2 JP) . Agar serdik mengerti tentang penggunaan Pom dalam Operasi Militer untuk perang. 5) Penutup (15 menit) a) Tujuan instruksional umum. Agar serdik mengerti pentingnya mempelajari Dukungan Pom dalam tentang b) Operasi TNI. Kriteria keberhasilan. Agar serdik mengerti tentang penggunaan Pom dalam Operasi Pertahanan. a) b) Tujuan instruksional umum. 4) Penggunaan Pom dalam Operasi Pertahanan (4 JP). Serdik dapat menjelaskan tentang penggunaan Pom dalam Operasi Militer selain perang. 3) Penggunaan Pom dalam Operasi Militer selain perang(4 JP 15 menit). Serdik dapat menjelaskan seluruh pelajaran tentang Dukungan Pom dalam Operasi TNI. Kriteria keberhasilan. a) b) Tujuan instruksional umum. Kriteria keberhasilan. Serdik dapat menjelaskan tentang penggunaan Pom dalam Operasi Pertahanan. Agar serdik dapat menjelaskan tentang penggunaan Pom dalam Operasi Militer untuk perang.

mendengarkan dan penggunaan Pom dalam Operasi mencatat hal-hal yang penting. 2. Metode mengajar. diberikan dengan melemparkan pertanyaan dan menjawab pertanyaan ke/dari Serdik. a. Operasi . b. b. Menjawab pertanyaan dan mengajukan terhadap pelajaran yang telah pertanyaan dari dan kepada Gadik. Metode pokok : Ceramah. Menjelaskan secara rinci tentang a. 7.pertanyaan tentang Dukukngan Pom dalam Operasi TNI. Agar tingkat pengertian serdik dapat diukur / diketahui sesuai pelajaran Dukungan Pom dalam Operasi TNI yang telah diberikan. mendengarkan maksud dan tujuan mempelajari mencatat hal-hal yang penting.Menjelaskan secara umum tentang . Proses Belajar Mengajar ( PBM ) KEGIATAN SERDIK 3 dan NO KEGIATAN GADIK 1 2 1. Kapur tulis/spidol dan OHP/Slide . Penggunaan Pom dalam Militer selain perang. Serdik dapat menjawab pertanyaan . Pendahuluan . 3. b. Penggunaan Pom dalam Militer untuk perang. Memperhatikan.Memperhatikan. b) Kriteria keberhasilan. Metode penunjang : Tanya jawab. Alins/Alongins : a.39 a) Tujuan instruksional umum. Melaksanakan pengecekan/evaluasi b. Dukungan Pom dalam Operasi TNI. 5. Operasi a. 6. Papan tulis/White Board. Militer untuk perang.

mendengarkan dan penggunaan Pom dalam Operasi mencatat hal-hal yang penting. Menjawab pertanyaan dan mengajukan terhadap pelajaran yang telah pertanyaan dari dan kepada Gadik. a. Melaksanakan pengecekan/evaluasi b. b. Menjawab pertanyaan dan mengajukan terhadap akhir pelajaran yang pertanyaan dari dan kepada Gadik diberikan dengan melemparkan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dari/ke Serdik. Mengikuti ujian sesuai jadwal dan diketahui oleh Kadep terkait dan dalam tempat yang telah ditentukan. Penutup. Menyerahkan pada Kasiopsdik dan mengoreksi ujian pengawas ujian. 4. pelaksanaan ujian sebagai pengawas umum. mendengarkan dan dan penekanan terhadap seluruh mencatat hal-hal yang penting. Evaluasi. 5. Memperhatikan. hasil ujian kepada . a. Menyerahkan bahan evaluasi ujian b. Pom dalam Operasi a. Memperhatikan. b. Penggunaan Pertahanan. Melaksanakan pengecekan/evaluasi b. mendengarkan dan penggunaan Pom dalam Operaasi mencatat hal-hal yang penting Pertahanan. b. Militer selain perang. Menjelaskan secara rinci tentang a. Memperhatikan. materi pelajaran yang telah diberikan. Menjelaskan secara rinci tentang a. diberikan dengan melemparkan pertanyaan dan menjawab pertanyaan ke/dari Serdik. Memberikan kesimpulan/rangkuman a. Melaksanakan pengecekan/evaluasi b. b.40 a. Serdik. diberikan dengan melemparkan pertanyaan dan menjawab pertanyaan ke/dari Serdik. Menyusun bahan ujian yang a. 6. Menjawab pertanyaan dan mengajukan terhadap pelajaran yang telah pertanyaan dari dan kepada Gadik.

KOMANDAN PUSAT PENDIDIKAN POLISI MILITER Iran Saepudin KOLONEL CPM NRP. Kualifikasi Tenaga Pendidik : Perwira yang sudah berkualifikasi Susgadik / Susgumil dan yang mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luas tentang Dukungan Pom dalam Operasi TNI.41 8. a. evaluasi tiap bab dan evaluasi akhir pelajaran. 10. Bujuknik tentang Polisi. 9. Militer Lain-lain. 29039 KONFIDENSIAL KONFIDENSIAL . khususnya pendidikan Sesarcab Pom. b. Naskah ini dapat diperbanyak oleh Lemdik tanpa AD. petunjuk umum. Referensi. Naskah Departemen ini ditujukan untuk kepentingan pendidikan TNI Bila dipandang perlu.