FISIKA DASAR I Kolisi/ momentum (Tumbukan

)
Tugas ini di ajukan untuk memenuhi salah satu syarat mata kuliah fisika dasar

Disusun oleh : kelompok 5 • Eka Yuniar • Shofa Maulidya 2613091011 2613091051

• Dikko Safaat2613091024 • Julistiya saeful 2613091025

FAKULTAS TEKNIK TEKNIK METALURGI UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

BANDUNG Kata Pengantar
Alhamdulillahirabbil a’lamiin,dengan mengucap rasa

Syukur kehadirat Illahi Rabbi dengan Ni’mat,Rakhmat serta Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas ini.Sholawat serta Salam semoga selalu terlimpah curah kan kepada Nabi Muhammad para SAW, kepada akhir

keluarga,sahabat,dan zaman. Pembuatan

pengikutnya

hingga

tugas

fisika

dengan untuk

judul

kolisi/Momentuh(tumbukan).bertujuan

memenuhi

sebagian syarat dalam mengikuti perkuliahan dengan mata kuliah fisika dasar I. Dalam menyelesaikan tugas ini penulis mendapat banyak bantuan,dorongan, arahan dan bimbingan serta failitas dari berbagai pihak,sehingga tugas ini dapat

terselesaikan tepat waktu. Semoga tugas ini bisa berguna dan bermanfaat bagi kami sebagai penulis, pembaca pada umumnya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan dan penyusunan tugas ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari segi bahsa maupun bahasanya,oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun

Demikian juga dengan permainan kelereng. Jadi setiap benda yang bergerak. Pada contoh di atas. Desember 2009 Penulis. Ketika bola sepak ditendang. Demikian juga dengan kereta api atau kendaraan lainnya. . kita biasa menyaksikan benda-benda saling bertumbukan. baik antara sepeda motor dengan sepeda motor.1 Latar belakang Dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa Bola tersebut bergerak ? karena bola tersebut memiliki momentum. Masih banyak contoh lainnya yang dapat anda temui dalam kehidupan sehari-hari. Tampa tumbukan. mobil dengan mobil maupun antara sepeda motor dengan mobil. Banyak kecelakaan yang terjadi di jalan raya sebagiannya disebabkan karena tabrakan (tumbukan) antara dua kendaraan. BAB I PENDAHULUAN 1.dari pembaca. Hidup kita tidak terlepas dari adanya tumbukan. bola yang di tendang awalnya dalam keadaan diam. Setelah di tendang akan bergerak.Semoga Allah memberikan Barokah kepada kita semua. pada saat itu juga terjadi tumbukan antara bola sepak dengan kaki. permainan billiard tidak akan pernah ada. maka dapat di katakan benda tersebut memiliki momentum. Amin Bandung.

Agar dapat mengetahui dan memberikan contoh peristiwa – peristiwa yang berkaitan erat dengan momentum. Adapun tujuan khusus dari mempelajari materi ini adalah sebagai berikut. Memperdalam pemahaman tentang momentum. 1. impuls dantumbukan. 1. Agar dapat menjelaskan hubungan antara momentum dan impuls yang saling berkaitan. Hukum Kekekalan Momentum yang telah diulas sebelumnya juga selalu ditinjau ketika dua benda saling bertumbukan. Pada pembahasan mengenai momentum.2 Tujuan Secara umum tujuan mempelajari mata kuliah ini adalah untuk memperdalam pemahaman terhadap materi ini. impuls dan tumbukan. kita telah meninjau hubungan antara momentum benda dengan peristiwa tumbukan.Jadi momentum itu adalah hasil kali antara massa benda dengan kecepatan gerak benda tersebut atau jumlah gerak yang berbanding lurus dengan massa dan kecepatan benda. Pada kesempatan ini kita akan mempelajari peristiwa tumbukan secara lebih mendalam dan mencoba melihat hukum-hukum fisika apa saja yang berlaku ketika benda-benda saling bertumbukan.3 Sistematika penuli .

Setelah di tendang akan bergerak.? Ternyata dalam permainan sepak bila terdapat prinsip – prinsip fisika. 2. Ketika seorang pemain akan memasukan bola tersebut ke gawang lawan. maka dia harus melakukan tendangan ataupun dengan sundulan kepala. Tanpa disadari pada peristiwa tersebut. terjadi perubahan momentum dan impuls. bola yang di tendang awalnya dalam keadaan diam. Mengapa Bola tersebut bergerak? karena bola tersebut .BAB II TEORI DASAR/ LANDASAN MATERI Sepak bola merupakan olah raga yang paling populer. Antara lain tumbukan. Untuk mengetahui apa itu momentum dan inpuls itu. di dalam materi ini akan di jelaskan materi – materi tersebut. Dan pernahkan anda mengamati permainan tersebut.1 MOMENTUM DAN IMPULS Pada contoh di atas.

Momentum yang dimiliki benda dapat ini oleh suatu benda tidaklah perubahan. Dengan kata lain. momentum merupakan suatu besaran vektor yang mempunyai arah yang sama dengan arah kecepatan benda.memiliki momentum. dirumuskan sebagai berikut : I = F. Jadi setiap benda yang bergerak.v Keterangan : p : Momentum (kg. merupakan hasil kali antara gaya dengan waktu selama tersebut tersebut. momentum dari suatu mengalami dikarenakan bekerja pada momentum gaya impuls.∆t F ∆t = Gaya (N) = Selang waktu (s) . Jadi momentum itu adalah hasil kali antara massa benda dengan kecepatan gerak benda tersebut atau jumlah gerak : yang berbanding lurus dengan massa dan kecepatan benda. adanya benda Perubahan Impuls Dan selamanya sama. Sehingga momentum dapat dirumuskan P= m.m/s) m: Massa benda (kg) v : kecepatan benda (m/s) dengan demikian. maka dapat di katakan benda tersebut memiliki momentum.

1 Tumbukan JENIS-JENIS TUMBUKAN .s) Dengan demikian momentum dan impuls adalah besaran yang berhubungan dengan gerak. ∆t = impuls Mv1 = kecepatan benda mula – mula Mv0 = kecepatan benda setelah ∆t sekon 2.a a= F= m . = m (v1 – v0) = mv1 – mv0 Jadi F . Selanjutnya mari kita lihat bagaiman hubungan antara momentum dan impuls.I = Impuls (N.∆t =m. I = F. ∆t = mv1 – mv0 F . Yaitu: F=m.∆t Besarnya impuls dapat kita ketahui dengan menggunakan hukum newton II. I = F. tentunya kedua besaran ini saling berhubungan.

Perlu anda ketahui bahwa biasanya dua benda yang bertumbukan bergerak mendekat satu dengan yang lain dan setelah bertumbukan keduanya bergerak saling menjauhi. maka benda itu pasti memiliki momentum (p = mv) dan juga Energi Kinetik (EK = ½ mv2). kedua benda itu memiliki Momentum dan Energi Kinetik. Secara umum terdapat beberapa jenis tumbukan. mari kita bahas jenis-jenis tumbukan satu persatu kekekalan dan meninjau kinetik kekekalan pada momentum benda dan yang energi kedua bertumbukan. Ketika benda bergerak. Napa yang ditinjau kekekalan momentum dan kekekalan energi kinetik-nya ? bukannya Cuma momentum dan energi kinetik ? ketika benda bergerak saling mendekati sebelum tumbukan. TUMBUKAN LENTING SEMPURNA . maka tentu saja benda memiliki kecepatan. Karena benda tersebut mempunyai kecepatan (dan massa). Tumbukan lenting sebagian dan Tumbukan tidak lenting sama sekali. bagaimana dengan Momentum dan Energi Kinetik kedua benda tersebut setelah bertumbukan ? apakah momentum dan energi kinetik kedua benda ketika sebelum tumbukan = momentum dan energi kinetik benda setelah tumbukan ? agar dapat memahaminya. antara lain Tumbukan lenting sempurna. Yang menjadi persoalan. pada kesempatan ini kita akan mempelajari jenis-jenis tumbukan antara dua benda dan mencoba melihat dan hubungannya dengan Kekekalan Momentum Kekekalan Energi Kinetik.

Bunyi dan panas ini termasuk energi. Jadi ketika dua benda bertumbukan dan menghasilkan bunyi dan panas. Tidak ada Energi Kinetik yang hilang selama proses tumbukan. Dengan kata lain. baik sebelum maupun setelah tumbukan. coba jawab pertanyaan gurumuda berikut ini. pada tumbukan lenting sempurna berlaku Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik. panas atau bentuk energi lain ketika terjadi tumbukan. Dengan kata lain. Dengan . benda-benda yang mengalami Tumbukan Lenting Sempurna tidak menghasilkan bunyi. total energi kinetik sebelum tumbukan tidak sama dengan total energi kinetik setelah tumbukan. apakah ada bunyi yang dihasilkan ? pasti ada bunyi dan juga panas yang muncul akibat benturan antara dua benda. Ketika dua bola billiard atau dua kelereng bertumbukan. Untuk memahami konsep ini.Tumbukan lenting sempurna tu maksudnya bagaimanakah ? Dua benda dikatakan melakukan Tumbukan lenting sempurna jika Momentum dan Energi Kinetik kedua benda sebelum tumbukan = momentum dan energi kinetik setelah tumbukan. Hukum Kekekalan Energi Kinetik berlaku pada Tumbukan lenting sempurna karena selama tumbukan tidak ada energi yang hilang. apakah anda mendengar bunyi yang diakibatkan oleh tumbukan itu ? atau ketika mobil atau sepeda motor bertabrakan. Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik berlaku pada peristiwa tumbukan lenting sempurna karena total massa dan kecepatan kedua benda sama. Sebagian Energi Kinetik berubah menjadi energi panas dan energi bunyi. maka ada energi yang hilang selama proses tumbukan tersebut.

Tumbukan lenting sempurna merupakan sesuatu yang sulit kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. benda 1 dan benda 2 bergerak saling mendekat. Apakah tumbukan lenting sempurna dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari ? Tidak…. Untuk memudahkan pemahaman dirimu. perhatikan gambar di Dua benda. kita bisa mengatakan bahwa pada peritiwa Tumbukan Lenting Sempurna berlaku Hukum Kekekalan Energi Kinetik. Tumbukan Lenting Sempurna. Sekarang mari kita tinjau persamaan Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik pada perisitiwa bawah. Lalu apa contoh Tumbukan lenting sempurna ? contoh jenis tumbukan ini tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang karena terjadi pada tingkat atom. Kedua benda itu . memang energi kinetik tidak kekal tapi energi total selalu kekal. seperti bola billiard.demikian. yakni tumbukan antara atom-atom dan molekul-molekul. Untuk kasus tumbukan bola billiard. Paling tidak ada ada sedikit energi panas dan bunyi yang dihasilkan ketika terjadi tumbukan. Salah satu contoh tumbukan yang mendekati lenting sempurna adalah tumbukan antara dua bola elastis. Benda 1 bergerak dengan kecepatan v1 dan benda 2 bergerak dengan kecepatan v2.

m2v’2 = momentum benda 2 setelah tumbukan .bertumbukan dan terpantul dalam arah yang berlawanan. Total Momentum dan Energi Kinetik kedua benda sama. m1v’1 = momentum benda 1 setelah tumbukan m2v2 = momentum benda 2 sebelum tumbukan. baik sebelum tumbukan maupun setelah tumbukan. m1v1 = momentum benda 1 sebelum tumbukan. Perhatikan bahwa kecepatan merupakan besaran vektor sehingga dipengaruhi juga oleh arah. v’2 = kecepatan benda 2 setelah tumbukan Jika dinyatakan dalam momentum. Hukum Kekekalan Momentum dirumuskan sebagai berikut : Keterangan : m1 = massa benda 1. Karena memiliki massa dan kecepatan. maka kedua benda memiliki momentum (p = mv) dan energi kinetik (EK = ½ mv2). m2 = massa benda 2 v1 = kecepatan benda sebelum tumbukan dan v2 = kecepatan benda 2 Sebelum tumbukan v’1 = kecepatan benda Setelah tumbukan. arah ke kanan bertanda positif dan arah ke kiri bertanda negatif. Sesuai dengan kesepakatan. Secara matematis.

mari kita kembali persamaan Hukum Kekekalan Momentum : . yakni persamaan Hukum Kekekalan Momentum dan Persamaan Hukum Kekekalan Energi Kinetik. bahwa apabila hanya diketahui massa dan kecepatan awal.Pada Tumbukan Lenting Sempurna berlaku juga Hukum Kekekalan Energi Kinetik. Persamaan ini persamaan tersebut… diturunkan dari Sekarang kita dua tulis persamaan di atas. Persamaan apakah itu ? nah. Ada suatu hal yang menarik. maka kecepatan setelah tumbukan bisa kita tentukan menggunakan suatu persamaan turunkan lain. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut : Kita telah menurunkan 2 persamaan untuk Tumbukan Lenting Sempurna.

Kita tulis kembali persamaan Hukum Kekekalan Energi Kinetik : Kita tulis kembali persamaan ini menjadi : .

Kita tulis lagi persamaan 3 : Perbandingan negatif antara selisih kecepatan benda setelah tumbukan dengan selisih kecepatan benda sebelum tumbukan disebut sebagai koofisien elatisitas alias faktor kepegasan (dalam buku Karangan Bapak Marthen Kanginan disebut koofisien restitusi). berapapun massa benda tersebut. besar koofisien elastisitas = 1. istilah baru lagi ne… apaan sie koofisien elastisitas ? sebelum gurumuda menjelaskan apa itu koofisien elastisitas. Persamaan 3 menyatakan bahwa pada Tumbukan Lenting Sempurna. selain persamaan Kekekalan Momentum dan persamaan Kekekalan Energi Kinetik. Secara umum. laju kedua benda sebelum dan setelah tumbukan sama besar tetapi berlawanan arah. ini menunjukkan bahwa total kecepatan benda setelah tumbukan = total kecepatan benda sebelum tumbukan.Ini merupakan salah satu persamaan penting dalam Tumbukan Lenting sempurna. Lambang koofisien elastisitas adalah e. Untuk Tumbukan Lenting Sempurna. Koofisien elastisitas Tumbukan Lenting Sempurna Wah. nilai koofisien elastisitas dinyatakan dengan persamaan : . mari kita lihat lagi rumus fisika.

di mana total energi kinetik akhir lebih kecil dari total energi kinetik awal. energi bunyi dan energi potensial. Tumbukan antara kelereng. . kita telah belajar bahwa pada Tumbukan Lenting Sempurna berlaku Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekakalan Energi Kinetik. faktor kepegasan. Pengurangan energi kinetik terjadi ketika sebagian energi kinetik awal diubah menjadi energi lain. bola yang dipantulkan ke lantai dan lenting ke udara. Hal ini yang membuat total energi kinetik akhir lebih kecil dari total energi kinetik awal. tabrakan antara dua kendaraan. bagaimana dengan tumbukan lenting sebagian ? Pada tumbukan lenting sebagian.e = koofisien elastisitas = koofisien restitusi. Perubahan energi kinetik bisa berarti terjadi pengurangan Energi Kinetik atau penambahan energi kinetik. dll. faktor keelastisitasan TUMBUKAN LENTING SEBAGIAN Pada pembahasan sebelumnya. Hukum Kekekalan Energi Kinetik tidak berlaku karena ada perubahan energi kinetik terjadi ketika pada saat tumbukan. Kebanyakan tumbukan yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam jenis ini. angka kekenyalan. seperti energi panas.

Sebuah balok besar yang terbuat dari kayu atau bahan lainnya digantung seperti pendulum. TUMBUKAN TIDAK LENTING SAMA SEKALI Bagaimana dengan tumbukan tidak lenting sama sekali ? suatu tumbukan dikatakan Tumbukan Tidak Lenting sama sekali apabila dua benda yang bertumbukan bersatu alias saling menempel setelah tumbukan. sebutir peluru ditembakkan pada balok tersebut dan biasanya peluru tertanam dalam balok. energi kinetik akhir total juga bisa bertambah setelah terjadi tumbukan. Salah satu contoh populer dari tumbukan tidak lenting sama sekali adalah pendulum balistik. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : Bagaimana Hukum dengan Hukum Kekekalan tetap Momentum berlaku ? Kekekalan Momentum pada peristiwa tumbukan lenting sebagian. Setelah itu. seperti peluru. Suatu tumbukan lenting sebagian biasanya memiliki koofisien elastisitas (e) berkisar antara 0 sampai 1. Contoh untuk kasus ini adalah peristiwa ledakan. Pendulum balistik merupakan sebuah alat yang sering digunakan untuk mengukur laju proyektil. dengan anggapan bahwa tidak ada gaya luar yang bekerja pada bendabenda yang bertumbukan.Sebaliknya. Hal ini terjadi ketika energi potensial (misalnya energi kimia atau nuklir) dilepaskan. Sebagai akibat dari .

maka hukum . Lihat gambar di bawah… Apakah pada Tumbukan Tidak berlaku hukum Kekekalan Kekekalan Energi Kinetik ? Lenting Sama sekali dan Hukum Momentum Perhatikan gambar di atas. peluru dan balok bersama-sama terayun ke atas sampai ketinggian tertentu (ketinggian maksimum). karena pada saat itu belum ada gaya luar yang bekerja. Karena ada gaya luar total yang bekerja. yakni gaya gravitasi. Hukum kekekalan momentum hanya berlaku pada waktu yang sangat singkat ketika peluru dan balok bertumbukan.tumbukan tersebut. Mengapa tidak ? ketika balok (dan peluru yang tertanam di dalamnya) mulai bergerak. Gaya gravitasi cenderung menarik balok kembali ke posisi setimbang. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut : m1v1 + m2v2 = m1v’1 + m2v’2 m1v1 + m2(0) = (m1 + m2) v’ m1v1 = (m1 + m2) v’ < ! persamaan 1 Apakah setelah balok mulai bergerak masih berlaku hukum Kekekalan Momentum ? Tidak…. akan ada gaya luar yang bekerja pada balok dan peluru.

Catatan : Ketika balok dan peluru tepat mulai bergerak dengan kecepatan v’. Pada saat balok dan peluru berada pada ketinggian maksimum. seluruh Energi Kinetik berubah menjadi Energi Potensial gravitasi. Ketika balok mulai bergerak setelah tumbukan. Ketika balok dan peluru mencapai ketinggian maksimum (h). Persamaan Hukum Kekekalan Energi Mekanik untuk kasus tumbukan tidak lenting sama sekali. pada ketinggian maksimum (h). EM1 = EM2 EP1 + EK1 = EP2 + EK2 . Energi Potensial gravitasi bernilai maksimum. sedangkan EK = 0. Dengan kata lain. h1 = 0. masih ingatkah dirimu pada Hukum Kekekalan Energi Mekanik ? kita dapat menganalisis gerakan balok dan peluru setelah tumbukan menggunakan hukum Kekekalan Energi Mekanik. Momentum tidak berlaku setelah balok Lalu bagaimana kita menganalisis gerakan balok dan peluru setelah tumbukan ? Nah. Kita turunkan persamaannya.Kekekalan bergerak. h2 = h dan v2 = 0. sedikit demi sedikit energi kinetik berubah menjadi energi potensial gravitasi.

150 kg. Berapa sebesar gaya 25 rata N/s – rata palu yang diperlukan sekon ? untuk dan menghentikan sebuah dalam yang momentumnya waktu 0.1 CONTOH SOAL 1.0 + EK1 = EP2 + 0 ½ (m1 + m2)v’2 = (m1 + m2) g h persamaan 2 BAB III CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN 3. jika bola .05 bagaimana arah gayanya? 2. dilempar dengan kecepatan 30 m/s. massa sebuah bola baseball 0. pemukul diayun dan bola terpukul sehingga kembali dengan kecepatan 40 m/s.

gaya bola tersebut. b.01 sekon. hitunglah : a.tersebut melakukan kontak dengan pemukul selama 0. perubahan momentum bola. 3. .