P. 1
Arti jujur

Arti jujur

|Views: 2,494|Likes:

More info:

Published by: Eliez Sri Marleni Liztiani on Oct 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

Arti jujur Jujur jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang

sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.

Kenapa harus jujur? Saya sering mendengar orang tua menasehati anak supaya harus menjadi orang yang jujur. Dalam mendidik dan memotivasi supaya seorang anak menjadi orang yang jujur, kerap kali dikemukakan bahwa menjadi orang jujur itu sangat baik, akan dipercaya orang, akan disayang orang tua, dan bahkan mungkin sering dikatakan bahwa kalau jujur akan disayang/dikasihi oleh Tuhan. Tapi setelah mencoba merenungkan dan menyelami permasalahan kejujuran ini, saya masih merasa tidak mengerti: "Kenapa jadi orang harus jujur?" Umumnya jawaban yang saya dapat adalah bahwa kejujuran adalah hal yang sangat baik dan positif, dan kadang saya juga mendapat jawaban bahwa "Pokoknya jadi orang harus jujur!" Jawaban-jawaban tersebut sampai saat ini memang sudah saya anggap "benar", tapi saya masih selalu tergelitik untuk terus mempertanyakan: "Kenapa orang harus jujur? Apakah baik dan positifnya? Lalu bagaimana juga jika dikaitkan dengan proses Siu Tao ( ) kita?"

Bagaimana bersikap jujur Selain pertanyaan - pertanyaan diatas, selanjutnya dalam benak saya timbul pertanyaan: " Bagaimanakah kejujuran itu dapat dipraktekkan dalam sehari hari, serta bagaimanakah sikap kita sebagai (dibaca: agar dapat menjadi) seorang Tao Yu ( ) yang jujur?"

y y y

Apakah kita sama sekali tidak boleh berbohong? Dan mungkinkah kita selalu jujur dalam kehidupan sehari-hari ini? Ataukah masih ada toleransi bagi kita untuk berbohong dalam hal-hal tertentu atau demi kepentingan tertentu?

Nah, sekali lagi saya mengajak para pembaca untuk merenungkannya bersama!

Contoh yang "Lucu" (dibaca: tidak jujur) Dalam kehidupan sehari-hari, saya sering melihat (bahkan juga ikut terlibat) dalam berbagai macam bentuk aktivitas interaksi sosial dimasyarakat, yang justru kebanyakannya adalah wujud realisasi dari sikap tidak jujur dalam skala yang sangat bervariasi, seperti:

Sering terjadi, orang tua bereaksi spontan saat melihat anaknya terjatuh dan berkata "Oh, tidak apa-apa! Anak pintar, enggak sakit, kok! Jangan nangis, yach!". Menurut saya, dalam hal ini secara tidak langsung si-anak diajarkan dan dilatih kemampuan untuk dapat "berbohong", menutup-nutupi perasaannya (sakit) hanya karena suatu kepentingan (supaya tidak menangis). Selain itu saya juga sering melihat dan mengalami kejadian seperti: Saat seseorang bertamu kerumah orang lain, ketika ditanya: " Sudah makan, belum?", walaupun saya yakin tawaran sang tuan rumah "serius" biasanya dengan cepat saya akan menjawab "Oh, sudah!! Kita baru saja makan ", padahal sebenarnya saya belum makan. Dalam lingkungan usaha / dagang, kejujuran sering disebut-sebut sebagai modal yang penting untuk mendapatkan kepercayaan. Akan tetapi sangat kontroversial dan lucunya kok dalam setiap transaksi dagang itulah justru banyak sekali kebohongan yang terjadi. Sebuah contoh saja: penjual yang mengatakan bahwa dia menjual barang "tanpa untung" atau "bahkan rugi" hampir bisa diyakini pasti bohong.

y y

Nah, jika demikian, lalu dimanakah letaknya kejujuran itu? Atau bagaimanakah kejujuran yang dimaksud tersebut dapat diaplikasikan dalam dunia sehari-hari?

Mengapa Harus Jujur ?
Jujur, adalah sikap pribadi. Jujur diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. Tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu. Jujur adalah energi positif. Menyatakan sesuatu dengan langsung, spontan, lugas, apa adanya akan menghemat waktu dan energi. Terjadilah efisiensi. Itulah yang dikatakan oleh Sawitri Supardi Sadarjoen (SSS), seorang psikolog. SSS menambahkan, alasan kenapa perlu jujur adalah terhindar dari masalah-masalah: 1. 2. 3. 4. kemungkinan terjadi kesalahpahaman kemungkinan menghindar secara emosional kemungkinan menyakiti perasaan orang lain yang sebenarnya tidak perlu kita lakukan kemungkinan membuang-buang waktu dan energi mental dengan percuma

Setiap manusia pasti pernah merasakan atau terlibat dengan hal yang berkaitan dengan kejujuran ini. Pernah merasa dibohongi, pernah menemukan kejujuran, bahkan mungkin pernah melakukan kebohongan atau berlaku jujur. Dari semua pengalaman yang mungkin itu, setiap manusia tentu tahu bagaimana rasanya. Rasa ketika tahu dibohongi, rasa ketika menemukan sebuah kejujuran. Berbagai rasa, sulit untuk diungkapkan, tapi jujurlah.. apa yang menjadi pilihan ? jujur atau tidak jujur ? Hal-hal yang dihindari seperti apa yang dikatakan SSS pada dasarnya menyangkut dua hal, yaitu rasa dan logika. Tiga poin diantaranya adalah persoalan rasa. Tiga dari Empat memiliki arti sebagian besar. Jadi, kejujuran memiliki kaitan sangat erat dengan perasaan.

Menyoal perasaan, kebahagiaan adalah tujuan dari semua manusia. Bahagia dan senang biasanya mengikuti kejujuran, meskipun mungkin didahului dengan rasa marah atau kesal . Jadi jujur kepada teman, pasangan atau calon pasangan hidup, atau orang-orang sekitar adalah pilihan bijaksana. Untuk berlaku jujur, itu tidak mudah. Ada rasa malu, takut, marah atau gengsi. Tapi, energi besar yang diperlukan untuk jujur hanya sesaat. Setelah itu, energi besar lainnya akan segera didapat. Apa itu ? pemahaman, pengertian, penghargaan, penghormatan, kasih sayang dan cinta. Semua energi besar itu akan semakin kuat dan sejati dengan suntikan kejujuran. Mulai sekarang, tidak ada salahnya mengakui dan niatkan untuk jujur.. - shiroMemilih Kejujuran atau Kebenaran? Bertindak "jujur" belum tentu benar Bertindak "benar" belum tentu jujur Kedua kalimat diatas memang sering terjadi dan hal ini memang mengikuti hukum-hukum tertentu yang satu dengan lainnya berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan bisnis, etika kedokteran, cara memberi pelajaran pada anak, dan lain-lain semuanya mempunyai dasar hukum tertentu dan bukan berdasarkan kejujuran tetapi berdasarkan kebenaran. Jujur menurut saya adalah sifat yang memang harus kita miliki dan boleh dikatakan mutlak harus kita punyai. Sifat jujur boleh dikatakan setara dengan sifat-sifat lainnya seperti sifat berani, belas kasih, dan lain-lainnya. Kalau seseorang dikatakan harus berani, lalu apakah orang tersebut harus berani dalam segala hal? Tentunya ada batas-batas tertentu dari keberanian orang tersebut, misalnya: orang tersebut berani dalam mengambil keputusan, akan tetapi saat ia diminta untuk mencoba "buggy jumping" atau mungkin diminta untuk menyanyi didepan umum maka orang tersebut akan tidak berani. Lalu bagaimanakah ini: "Apakah keberanian itu harus bisa dilaksanakan 100%?" Demikian pula halnya dengan "belas kasih", walaupun harus kita miliki namun saat kita menghadapi ular, harimau ataupun penjahat yang sangat mengancam diri kita, apakah kita harus melaksanakan belas kasih 100%? Tentunya tidak dan inipun berlaku untuk kejujuran. Dalam berbisnis orang dituntut untuk jujur sehingga dipercaya orang. Apakah benar kejujuran yang dituntut?, apakah bukan suatu tindakan yang benar yang dituntut? Mungkin hanya salah kaprah orang meminta pihak lain untuk jujur dalam berbisnis. Dalam dunia bisnis sendiri ada hukum-hukum tertentu yang dipakai dan kalau dari prinsip "gunakan energi sesedikit mungkin untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya", hal ini akan sangat bertentangan dengan kejujuran, namun akan tetap dapat diterima bila seseorang

menjalankannya dengan benar dan tidak menyakiti pihak-pihak lain. Seorang anak jatuh dan orang tuanya spontan menyatakan "Oh, tidak apa-apa! Anak pintar, tidak sakit kok! Jangan nangis, yach!" Menurut saya ini adalah salah orang tua tersebut dalam menanggapi masalah tersebut, mungkin ada alternatif lain yang bisa kita gunakan misalnya "Oh, jatuh ya, mana yang sakit, sini diberi obat agar tidak sakit", dengan tanggapan yang demikian kita mendidik anak untuk mengerti suatu permasalahan, bahwa dia jatuh dan sakit dan perlu diobati dan kita tidak berbohong.

Bagaimana dengan kebenaran? Kebenaran tidak dapat dibantah, harus dilaksanakan dengan mutlak. Seorang pedagang mengatakan tidak untung menjual barangnya, tentunya bisa dilihat pedagang tersebut tidak jujur karena bisa saja pedagang tersebut telah mendapatkan keuntungan atau mungkin dia telah mendapat bonus dari pabrik tetapi dia tidak mengutarakannya. Namun hal ini tetap dibenarkan dalam berbisnis, jadi bisa dilaksanakan meskipun pedagang tersebut tidak jujur. Kecuali pedagang tersebut memalsukan barang yang asli dengan yang palsu atau barang lain yang kualitasnya lebih jelek dari barang sebenarnya, hal ini adalah tidak benar, sehingga salah bila dilaksanakan, maka kita harus melakukan sesuatu yang benar. Nah dari uraian saya diatas saya coba menjawab pertanyaan: Dalam Siu Tao ( ) untuk mengejar kesempurnaan apakah kita bisa tidak berbohong? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saya ingin menyetarakan dulu istilah "berbohong" disini sama dengan "tidak jujur tetapi untuk kebaikan". Bila hal ini kita sepakati dan memahaminya, maka tidak masalah kita berbohong, karena kita masih berpijak pada kebenaran. Contoh-contoh konkrit yang kita bisa lihat misalnya:
y

y

Seorang teman saya setelah membeli daging, dia menyimpan uangnya bersama daging tersebut dalam tas plastik, dan menyisakan sedikit uang disaku, diperjalanan dalam kendaraan umum dia ditodong oleh penjahat dan dimintai uang, dia mengeluarkan uangnya dari sakunya yang hanya sedikit dan memberikannya pada penjahat tersebut dan mengatakan dia tidak punya uang, bahkan dia mengatakan dia perlu ongkos untuk pulang pada penjahat tersebut, yang akhirnya dia diberi beberapa ribu untuk ongkos (Wah, teman saya telah berbohong dua kali). Kita menyumbang untuk amal, ketika ditanya siapa yang menyumbang, kita tidak mengaku karena kita tahu amal tidak perlu di gembar-gemborkan, inipun kita berbohong.

Arti sebuah kejujuran

Posted on April 13th, 2010 in Blog arti, gayus, Hukum, jujur, kasus, kebenaran, kejaksaan, kejujuran, munafik

Kejujuran«?? Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Jujur jika diartikan secara baku adalah ³mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran´. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya. Dan kondisi ini juga lah yg sedang di alami oleh bangsa Indonesia saat ini, banyaknya kasus² yg mencuat di permukaan mulai dari kasus KPK vs POLRI, BANK Century dan terbaru kasus Gayus. Ironisnya hampir semua kasus yg terjadi melibatkan instansi POLRI dan Kejaksaan. Ini membuat para pemirsa rakyat Indonesia berharap para pelaku (read; penyidik & terdakwa) di tuntut untuk menjunjung tinggi sebuah kejujuran dalam hal membongkar kasus yg ada. Tapi nampaknya rasa pesimistis tetap menghantui sebagian besar rakyat negeri ini terhadap kejujuran dalam mengungkap sebuah kebenaran bagi mereka yg di beri amanah. Semua tertuju pada sebuah kalimat ³Rekayasa´, ahhh..ini mah klasikkkk«tapi paling tidak kita semua berharap kali ini benar² adanya sebuah kejujuran«.amin Lantas pertanyaannya adalah apakah kita sudah jujur pada diri sendiri? kemudian jujur terhadap orang lain? Lalu Bagaimanakah kejujuran itu dapat dipraktekkan dalam sehari hari? Jawabannya adalah ada pada diri anda sendiri.
ARTI SEBUAH KEJUJURAN "Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. " -- Anonim HAMDAN adalah sebuah anomali. Dia pergi ke kantor hanya dengan mengendarai sepeda motor yang sudah butut. Helmnya pun bau apak. Jaketnya kumal. Padahal Hamdan merupakan orang penting di sebuah perusahaan. Dialah yang menjadi pengatur keluar masuknya barang yang menjadi komoditas perusahaannya. Hamdan berkali-kali mengatakan dirinya hanya berusaha keras menjalankan pekerjaan dengan baik. Sehari-hari dia mencatat dengan penuh ketelitian, agar jangan sampai satu barang pun lenyap ataupun nyelonong ke tempat lain. Ketelitian menjadi panglima. Kejujuran menjadi napas dalam hidupnya. Berkali-kali dia berperang dengan sikapnya itu. Tatkala keluarganya membutuhkan uang berlebih untuk sebuah keperluan, dia hanya mengandalkan tabungannya yang tak seberapa. Begitu selalu. Hamdan pun dicap sebagai orang aneh. Hingga pada suatu saat ketika Hamdan telah pensiun, mantan koleganya menghubunginya meminta bertemu. Ternyata koleganya memintanya mengelola pendistribusian barang -barang di

perusahaannya. Tentu dengan gaji dan fasilitas yang menggiurkan, y ang tidak didapatkan oleh Hamdan di perusahaan sebelumnya. Sang kolega pun berbaik hati dengan menawarkan kerjasama kepada Hamdan bila berminat, untuk menaruh saham di perusahaan tersebut. Hamdan tak membuang kesempatan emas ini. Jadi Hamdan tidak hanya mengelola, tapi juga diberi kesempatan memiliki perusahaan yang ditanganinya sekarang. Rupanya, inilah buah kejujuran yang dimiliki Hamdan. Sang kolega mempercayai penuh kejujuran yang dimiliki Hamdan, ditambah dengan kecakapannya mengelola pendistribusian barang. Kejujuran, dan juga kisah Hamdan sendiri, memang menjadi sesuatu yang aneh dan langka. Tak usah mencari jauh-jauh contohnya. Bacalah koran, tonton tivi, atau dengarlah radio. Setiap hari kita jumpai kasus korupsi, perampokan, penipuan, pencurian, tindak kekerasan, perselingkuhan, atau kasus kriminal lainnya. Kesemuanya bermuara pada satu hal, bahwa komitmen mengenai kejujuran tidak terpenuhi. Jujur tak hanya diartikan secara harfiah sebagai 'berkata benar, mengakui atau memberikan suatu informasi yang sesuai dengan kenyataan dan kebenaran'. Tapi juga dalam pengertian yang lebih luas, tidak berbohong, tidak menipu, tidak mencuri, tidak korupsi, tidak berbuat tindak kekerasan, tidak melakukan selingkuh, dan sejumlah `tidak' lainnya, merupakan bentuk lain dari sebuah kejujuran. Oleh karena itu kejujuran membutuhkan komitmen untuk pemenuhan kejujurannya. Dalam jenis pekerjaan apapun, nilai sebuah kejujuran tak bisa ditawar-tawar lagi. Anda harus memegang teguh pada komitmen dimanapun Anda berada dan bekerja. Tidak boleh berbohong. Tidak boleh menipu. Tidak boleh merekayasa. Bagaimana Anda mau dikatakan jujur, jika hendak menjadi caleg saja harus menyogok. Bagaimana Anda mau dikatakan jujur, jika Anda membohongi publik dengan aksi menggoreng saham, yang nilai sahamnya memang tidak sebanding dengan nilai buku perusahaan. Lantas, bagaimana agar nilai-nilai kejujuran dapat terus berkembang? Kejujuran sesungguhnya dapat ditularkan. Sama seperti virus, ia dapat menyebar dengan cepat. Suri tauladan yang baik selalu berawal dari atas. Dalam psikologi, dikenal prinsip modelling. Artinya murid akan dengan mudah meniru perilaku tertentu melalui proses peniruan terhadap model. Siapa saja dapat bertindak sebagai model. Pemimpin, orangtua, guru, orang-orang yang mempunyai banyak penggagum, ataupun orang-orang yang mempunyai pengikut. Jadi, bila pemimpinnya tidak jujur, sulit mengharapkan rakyatnya juga berlaku jujur. Jika seorang pejabat korupsi, jangan salahkan kalau bawahannya ikut-ikutan korupsi. Dan, jangan juga salahkan sang anak yang malas belajar karena asik menonton televisi, sementara sang anak melihat ibunya asik menonton sinetron. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kejujuran sulit diterapkan dalam dunia bisnis dan politik. Pertimbangan moral dikesampingkan dan lebih mengedepankan nafsu untuk mencari untung atau kekuasaan semata. Benarkah demikian? Sebaliknya. Padahal, kejujuran akan membawa pada kelanggengan. Kepercayaan, lebih-lebih dalam dunia bisnis, membutuhkan prasyarat bernama karakter. Karakter dibangun dari dua hal utama; kejujuran dan tanggung jawab. Kejujuran berbicara tentang moralitas dan etika. Sedangkan tanggung jawab berhubungan dengan kompetensi. Di negeri ini, banyak pebisnis yang sukses dan politisi yang dikenang hingga kini karena kejujuran yang dianutnya selama ini. Nilai-nilai yang mereka anut untuk: tidak ngembat sana-sini, tidak ngemplang, tidak sikut kanan-kiri, tidak merekayasa nilai proyek, tidak mengulur-ulur penjualan saham, atau tidak ngadalin mitra kerjanya. Oleh karena itu kejujuran membutuhkan pengorbanan untuk menunda kesenangan. Meniti dan mencapai hasil sesuai dengan usaha tanpa harus memark-up atau menipu. Apa enaknya, bila kesuksesan diraih dengan begitu cepat, tetapi dengan mengorbankan nilai nilai kejujuran. Hidup tak tentram, tidurpun tak nyenyak. Kejujuran memerlukan kesadaran untuk paham akan batas kelemahan diri sendiri dan tidak sungkan

untuk mengaku salah. Dan juga sebaliknya, bersedia memaafkan kelemahan orang lain. Kejujuran juga berarti sadar bila tidak mampu dalam mengerjakan sesuatu. Jika kemampuan Anda mengangkat beban hanya lima kilo, jangan memaksakan Anda mengangkat hingga mencapai sepuluh kilo. Jika harga saham sesungguhnya hanya seribu perak, jangan dipaksakan dijual lima ribu perak. Kejujuran merupakan salah satu kunci untuk mengatasi masalah hidup berbangsa dan bermasyarakat di negeri ini. Seperti pepatah lama Belanda yang mengatakan, eerlijk duurt 't langst, jujur itu langgeng. Percayalah. (030908)

Arti Sebuah Kejujuran OPINI Ardian Syah | 3 Juni 2010 | 11:51 312 5 1 dari 1 Kompasianer menilai Inspirati Katakanlah sejujurnya walau itu pahit Itulah yang saya lakukan atas perbuatanku pada seseorang yang sangat ku hormati dan menjadi panutanku, namanya Pak Taluddin, beliau bukan hanya sebatas teman tapi beliau sudah seperti saudara bagiku terlebih beliau adalah orang yang ku tuakan, beliau ku panggil ABI, itu bukanlah hanya panggilan yang berarti Bapak dalam bahasa arab, saya memanggilnya demikian disamping beliau mempunyai seorang anak lelaki yang bernama versi arab Dzar Al Ghi ari namanya. Beliau sebenarnya biasa dipanggil PADIT panggilan singkatan dari Bapak Dita, diambil dari nama anak perempuan tertuanya. Hampir semua orang memanggilnya demikian akan tetapi saya tidak, saya memanggilnya dengan versi yang berbeda, panggilan ABI selain bermakna Bapak, saya mempunyai arti sendiri yaitu Allah Berkati Ia, karena saya ingin memanggilnya dengan hembusan doa kebaikan, yang pada akhirnya akan memberikan kebaikan kepadanya dan tentu padaku juga, karena mendoakan sesama yang seakidah dalam kebaikan. Abi adalah seorang yang menjadi panutanku dalam mempelajari makna kehidupan, dari dirinya saya memperoleh pengetahuan baik diajar secara langsung maupun tidak yaitu saya mempelajarinya dari perilaku beliau yang saya lihat secara langsung. pokoknya banyak sekali yang kuperoleh. Kemudian saya ingin mengenalnya lebih jauh, dengan cara saya mengsms beliau dengan nomor yang tidak dikenal, saya memakai identitas sebagai wanita kesepian, dalam sms saya memakai nama Shinta, maksud tujuan saya adalah ingin melihat secara langsung apakah ABI seorang laki laki yang mudah tergoda oleh seorang wanita, biasanya seorang lelaki akan terpancing apabila mendapat sms demikian, pasti akan berkata bohong dengan menyembunyikan identitasnya sudah menikah punya anak dan sebagainya, pasti pada bilang masih bujang, tetapi berbeda halnya dengan ABI, dia begitu jujur, beliau membalas SMS saya dengan tidak ada yang ditutupi termasuk identitasnya berikut petikan smsnya ³Saya sudah berkeluarga dan punya 3 orang anak´ Saya sangat salut dengan beliau begitu jujur, ini adalah pelajaran paling berharga dan ini jadi contoh buat saya apabila kelak menikah nanti haru senatiasa jujur apa adanya dan tidak s berbohong tentang sesuatu, apalagi sampai menyembunyikan identitas pribadi.

Tapi saya tidak kehabisan langkah, saya meng-SMS-nya dengan sms yang paling menggoda hingga mengajaknya untuk tidur dan Making Love dengan harapan mungkin dia tergoda dengan hal itu, tapi ternyata ABI tidak sedikitpun tergoda justru dia mengsms balik ³Jangan Hubungi Saya Lagi´, berarti dia tidak tergoda dan merasa muak dengan hal-hal yang demikian, ABI merupakan seorang suami yang soleh rajin beribadah dan bertanggung jawab, ABI juga suami setia yang memegang teguh sumpah suci pernikahan dan tidak ada dusta antara suami dan istri, wah ini betul-betul saya angkat jempol, memang tidak salah Allah SWT mengirimkan saya kepada beliau agar saya banyak belajar akan makna kehidupan, Peristiwa sms ini sampai-sampai membuat sang istri gerah dan cemburu, tapi ABi berhasil meyakinkan bahwa ini adalah sms dari orang yang tidak mempunyai kerjaan, dan akhirnya sang istri memahami akan hal ini. Setelah peristiwa itu saya kemudian membalas smsnya dengan ucapan permintaan maaf yang sebesar-besarnya ternyata saya sudah salah menilai ABI, maka dari sms itu pula saya bilang bahwa saya tidak akan menghubungi beliau dan berjanji akan bertobat serta meminta maaf yang sebesar-besarnya, ABI membelasnya ³OK´ beliau menerima permintaan maafku. Kartu SIM yang kugunakan tersebut sudah ku musnahkan. Singkat cerita saya kemudian membongkar semua itu dengan berkata sejujur-jujurnya bahwa saya yang telah mengerjainya dalam sms tersebut, ABI diam seribu bahasa seakan tidak percaya mengapa saya tega melakukan semua itu, ABI berkata sampai hatimu kamu berbuat itu, saya sudah maafkan kamu, jangan kamu berbuat ini pada orang lain, saya sangat malu dan sangat menyesal akan semua perbuatanku, dari peristiwa itu hubungan saya dengan beliau kini renggang, sepertinya beliau belum siap menerima saya kembali atas perbuatanku, saya menyesal sekali, padahal saya masih membutuhkan beliau karena masih banyak yang harus kupelajari dari beliau, kalau sudah begini saya harus bagaimana lagi, yang ada hanya penyesalan dan merasa tidak bisa memaafkan diri ini. Kadang saya berpikir mengapa saya harus mengatakan ini semua, tapi mungkin lebih baik jujur daripada menyimpan bangkai dalam hati, hidup terasa tidak tentram karena diliputi rasa berdosa, tapi dengan kata jujur ini, maka saya mendapat banyak makna, semua ada hikmahnya, sekarang bagaimanakah apakah ABI mau menerima saya kembali ?? hanya doa yang terus dipanjatkan agar Allah SWT mengabulkan doaku dan Abi bisa menerima saya lagi, Apakah ada penyelesalan berkata jujur«ternyata ada makna dari sebuah kejujuran«««. PENTINGNYA KEJUJURAN

Banyak sekali hadits -hadits Nabi shallallahu µalaihi wasallam yang membicarakan keutamaan jujur, di antaranya adalah: 1. Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu µanhu dia berkata, "Rasulullah shallallahu µalaihi wasallam bersabda, "Wajib atas kalian semua untuk jujur, karena jujur akan membimbing kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke surga. Seseorang senantiasa berbuat jujur dan memilih kejujuran sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian dusta, karena dusta akan membawa kepada keburukan, dan keburukan akan menyeret ke neraka. Seorang hamba senantiasa berdusta , dan dia memilih kedustaan, sehingga ditulis di sisi Allah sebagi pendusta." (HR. Al -Bukhari dan Muslim). (11) Al Munawi rahimahullah tatkala menjelaskan hadits di atas mengatakan:

(Wajib atas kalian jujur), yaitu ucapan yang benar (haq), dan kadang pula mencakup pada perbuatan anggota badan, misalnya jika seseorang yang jujur dalam berperang, maka tentu dia akan menunaikan hak -haknya. (Sesungguhnya kejujuran akan membimbing kepada kabaikan), yaitu kepada amal shalih yang murni, sedang al -birr maknanya adalah sebuah sebutan untuk sesuatu yang mencakup segala macam kebaikan. (Kebaikan akan membimbing ke surga), yakni akan mengantarkan masuk ke dalam surga. Ibnul Arabi rahimahullah berkata, "Nabi shallallahu µalaihi wasallam menjelaskan bahw a kejujuran adalah pangkal segala macam kebaikan. Karena seseorang jika telah menjatuhkan pilihan pada kejujuran maka dia tidak akan bermaksiat kepada Allah. Sebab -misalnya- dia ingin meminum khamer, atau berzina, atau menyakiti orang maka dia akan tak ut dicap sebagai peminum atau pezina. Sebab jika dia ditanya tentang perbuatan itu, maka kalau diam berarti dia dalam keraguan, jika menjawab tidak maka dia berdusta, dan kalau dia jujur menjawab ya, maka jatuhlah kehormatan dan harga dirinya. Dan akhi rnya dia pun me -milih untuk menjauhi perbuatan itu. (Seseorang senantiasa jujur), maksudnya jujur dalam ucapannya. (Memilih kejujuran), yakni berusaha maksimal dalam melaksanakan kejujuran itu. (Sehingga ditulis disisi Allah sebagai orang jujur), y akni dia dihukumi dengan kejujuran itu dan berhak menyandang predikat sebagai orang yang jujur. (Jauhilah dusta), yaitu berhati -hatilah darinya. (Karena dusta akan mengantarkan kepada keburukan), yakni dia akan mengajak untuk condong dari jalan yang lurus serta akan membangkit -kan kemaksiatan. (Dan dusta akan mengantarkan ke neraka), yakni menjadikan pelakunya terjerumus di dalamnya. (Seseorang selalu berusta dan memilih dusta sehingga ditulis di sisi Allah I sebagai pendusta), yakni dia dihukumi sebagai orang pendusta, dan berhak mendapatkan julukan tersebut berikut berbagai konsekuensinya. (12) Diriwayatkan dari Ubadah Ibnu ash -Shamit radhiyallahu µanhu, bahwa Nabi shallallahu µalaihi wasallam bersab da, "Berilah aku jaminan dengan enam perkara, maka aku akan menjamin untuk kalian dengan surga. (Yaitu) jujurlah kamu jika berbicara, tepatilah jika kamu berjanji, tunaikanlah amanat jika engkau diberi kepercayaan, jagalah kemaluan kalian, tundukkan pa ndangan kalian, dan tahanlah tangan kalian (jangan mengganggu atau menyakiti)." (HR. Ahmad) (13) Diriwayatkan dari Abu Umamah radhiyallahu µanhu bahwa Nabi shallallahu µalaihi wasallam bersabda, "Aku memberikan jaminan dengan sebuah rumah di dalam sur ga bagi orang yang meninggalkan dusta, meskipun hanya senda gurau. " (HR. al -Baihaqi) (14) Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu µanha dari Nabi shallallahu µalaihi wasallambeliau bersabda,

"Seorang mukmin dikenali dengan sikap rendah hatinya, kelemb utan ucapannya dan kejujuran ucapannya." (15) Renungan Ke Empat, Bersama Para Salaf Terdapat banyak ungkapan tentang kejujuran dan hakikatnya yang disampaikan oleh para salaf, di antaranya sebagai berikut: 1. Umar radhiyallahu µanhu berkata, "Kalia n wajib untuk jujur, meskipun membawamu kepada kematian." 2. Dan perkataan beliau yang lainnya, "Kejujuran yang membuatku menjadi terhina lebih aku sukai daripada kedustaan yang mengangkat kedudukanku." 3. Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, "J ika engkau ingin menjadi orang-orang yang benar (jujur) maka wajib atasmu sikap zuhud dalam urusan dunia dan menahan diri dari menyakiti ahlul millah (sesama muslim)." 4. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata, "Seandainya kejujuran diletakkan pad a luka, maka tentu luka itu akan sembuh." 5. Abu Sa'id al Qurasyi rahimahullah berkata, "Orang jujur adalah orang yang siap menghadapi kematian dan dia tidak malu terhadap keburukan dirinya seandainya tersingkap, sebagaimana firman Allah, "Katakanlah, "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar." (QS. Al -Baqarah:94) 6. Abdul Wahid bin Zaid rahimahullah berkata, "Jujur adalah menepati janji terhadap Allah dengan beramal." 7. Bisyar al -Haafi rahimahullah mengatakan, "Barang siapa yang bermuamalah dengan Allah I secara jujur maka dia akan merasa sepi dari manusia. Dan juga dikatakan, "Jujur adalah kesesuaian antara yang tersembunyi dengan yang terucap." 8. Dikatakan juga bahwa jujur adalah kesamaan antara yang disembunyikan dengan yang tampak. Artinya bahwa orang yang berdusta adalah orang yang menampakkan kebai kan tetapi batinnya menyembunyikan keburukan seperti halnya orang munafik yang secara lahir adalah seperti orang yang baik padahal batinnya tidak demikian. 9. Ada sebagian yang mengatatakan, "Kejujuran adalah mengucapkan kebenaran dalam kondisi yang m embahayakan." 10. Ada pula yang lain mengatakan, " Jujur adalah berkata benar di hadapan orang yang kau takuti dan kau harapkan." (16) 11. Ada pula seseorang yang berkata, "Barang siapa yang tidak melakukan kewajiban yang kontinyu, maka tidak akan da pat melaksanakan kewajiban yang temporer. Ditanyakan, "Apakah kewajiban yang kontinyu itu? Lalu dijawab, "Jujur." 12. Dikatakan pula, "Barang siapa yang mencari keridhaan Allah dengan jujur maka Allah akan memberikan kepadanya cermin yang dengannya di a bisa melihat yang haq dan yang batil. 13. Juga dikatakan, "Wajib atasmu berlaku jujur meskipun engkau khawatir bahwa jujur itu akan memberikan madharat kepadamu, padahal

sesungguhnya dia akan memberikan manfaat kepadamu. Dan tinggalkan dusta meskipun engkau melihat bahwa dusta itu memberimu manfaat, sebab ia jutru akan mendatangkan madharat kepadamu. Sumber: Majalah ³Al Jundi Al Muslim´ No.121 Ramadhan 1426, oleh Syaikh Sulthan Fuad Al -Thubaisyi, bagian ke 2 dari 4 edisi.

Jujur? Pentingkah?
Dalam kehidupan sehari ± hari, apakah anda termasuk orang yang mendapat kepercayaan dari orang lain? Coba renungkan mengapa anda bisa mendapatkan kepercayaan dari mereka? Bukankah salah satunya dikarenakan anda adalah seorang yang jujur?! Saya salut kepada anda yang telah jujur. Menjalin hubungan dengan orang yang jujur akan menimbulkan rasa tenang, percaya, damai serta nyaman. Coba bila kita bandingkan bila kita berhubungan dengan seorang pendusta, yang ada hanyalah rasa was ± was, tidak percaya, dan tidak mungkin kita mengatakan suatu hal yang penting menyangkut rahasia diri kita kepada seorang pendusta. Jadi, akankah memilih menjalin hubungan dengan orang yang jujur atau orang yang dusta? Lalu sebenarnya apakah arti jujur itu? Jujur dalam arti sempit adalah sesuainya ucapan lisan dengan kenyataan. Dan dalam pengertian yang lebih umum adalah sesuainya lahir dan batin. Mudah untuk dikatakan namun membutuhkan kesungguhan dalam penerapannya. Lidah tidak bertulang, begitulah pepatah mengatakan. Dengan mudahnya, lidah mengatakan sesuatu yang dusta, menciptakan fitnah yang lebih keji dari pembunuhan, serta masih banyak hal yang dapat ditimbulkan oleh lidah seorang yang tidak jujur (pendusta). Oleh karena itu, demi keselamatan diri sendiri baik di dunia maupun di akhirat, lidah harus selalu dijaga serta dipelihara dari perkataan dusta. Di antara pengaruh kejujuran adalah teguhnya pendirian, kuatnya hati, dan jelasnya persoalan, yang memberikan ketenangan kepada pendengar. Dan di antara tanda dusta adalah ragu-ragu, gagap, bingung, dan bertentangan, yang membuat pendengar merasa ragu dan tidak tenang. Abdullah bin Dinar meriwayatkan, suatu hari ia melakukan perjalanan bersama Khalifah Umar bin Khathab r.a dari Madinah ke Mekah. Di tengah jalan mereka berjumpa dengan seorang anak gembala yang tampak sibuk mengurus kambing-kambingnya. Seketika itu muncul keinginan Khalifah untuk menguji kejujuran si gembala. Kata Khalifah Umar, ³Wahai gembala, juallah kepadaku seekor kambingmu.´ ³Aku hanya seorang budak, tidak berhak menjualnya,´ jawab si gembala. ³Katakan saja nanti kepada tuanmu, satu ekor kambingmu dimakan serigala,´ lanjut Khalifah. Kemudian si gembala menjawab dengan sebuah pertanyaan, ³Lalu, di mana Allah?´ Khalifah Umar tertegun karena jawaban itu. Sambil meneteskan air mata ia pun berkata, ³Kalimat µdi mana Allah¶ itu telah memerdekakan kamu di dunia ini, semoga dengan kalimat ini pula akan memerdekakan kamu di akhirat kelak.´ Kisah di atas merupakan gambaran pribadi yang jujur, menjalankan kewajiban dengan disiplin yang kuat, tidak akan melakukan kebohongan walau diiming-imingi dengan keuntungan materi.

Mengapa saya harus jujur? Selain perbuatan yang berpahala, kejujuran juga merupakan cermin pribadi diri serta meninggikan derajat. Sulitkah menjadi seorang yang jujur? Kejujuran dapat dilatih agar menjadi kebiasaan yang tidak perlu untuk dipikirkan lagi dan tercermin dalam tingkah laku kehidupan kita sehari ± hari. Akhir kata, selalu berkata dan berbuat jujurlah dalam kehidupan kita walaupun pahit. Jujur adalah pilihan terbaik walaupun tidak ³nge-trend´ 6 Manfaat Jika kamu selalu jujur Sep 21, '06 11:38 PM for everyone

Jujur merupakan sikap terpuji yang dianjurkan oleh agama, ia selalu bersanding dengan kebenaran yang harus dikawal dan ditegakkan, bahkan Allah SWT menyebut diri-Nya dengan Al-Haq yang artinya Mahabenar. Begitu juga para nabi dan Rasul-Nya selalu mempunyai sifat Ash-Shidq yang berarti jujur.Jujur mempunyai banyak manfaat dan khasiat bagi pelakunya baik di dunia maupun di akhirat. Setidaknya ada enam manfaat bagi orang yang jujur dalam perkataan maupun perbuatannya. Pertama, perasaan enak dan hati tenang, jujur akan membuat pelakunya menjadi tenang karena ia tidak takut akan diketahui kebohongannya. Baginda Rasul SAW bersabda, ''Tinggalkanlah apa yang meragukanmu menuju perkara yang tidak meragukanmu, sesungguhnya jujur adalah ketenangan sedangkan dusta adalah keraguan.'' (HR Turmudzi dari riwayat Hasan bin Ali). Kedua, mendapatkan keberkahan dalam usahanya. Rasulullah SAW bersabda, ''Dua orang yang berjual beli mempunyai pilihan (untuk melanjutkan transaksi ataupun membatalkannya) selama mereka belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menjelaskan barangnya maka akan diberkahi jual beli mereka, dan jika mereka merahasiakan dan berdusta maka dihilangkan keberkahan jual beli mereka.'' (HR Bukhari) Ketiga, mendapat pahala seperti pahala orang syahid di jalan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, ''Barang siapa meminta mati syahid dengan jujur, maka Allah akan mengantarkannya ke dalam golongan orang-orang syahid, walaupun ia mati di atas kasurnya.'' (HR Muslim) . Keempat, selamat dari bahaya. Orang yang jujur walaupun pertama-tama ia merasa berat akan tetapi pada akhirnya ia akan selamat dari berbagai bahaya. Rasulullah SAW telah bersabda, ''Berperangailah selalu dengan kejujuran! Jika engkau melihatnya jujur itu mencelakakan maka pada hakikatnya ia merupakan keselama tan.'' (HR Ibnu Abi Ad-Dunya dari riwayat Manshur bin Mu'tamir). Kelima, dijamin masuk surga, sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad SAW, ''Berikanlah kepadaku enam perkara niscaya aku akan jamin engkau masuk surga: jujurlah jika engkau bicara, tepatilah jika engkau berjanji, tunaikanlah jika engkau diberi amanat, jagalah kemaluanmu, tundukkan pandanganmu, dan jagalah tanganmu.'' (HR Ahmad dari riwayat 'Ubadah bin Ash-Shamit).

Keenam, dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda, ''Jika engkau ingin dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka tunaikanlah jika engkau diberi amanah, jujurlah jika engkau bicara, dan berbuat baiklah terhadap orang sekelilingmu.'' (HR Ath-Thabrani). Demikianlah, jujur penting sekali, terutama di masa ketika segala aspek kehidupan dipenuhi kepalsuan dan dusta. Di manapun berada, kejujuran harus di atas segalanya. Jujur adalah simbol profesionalisme kerja dan inti dari kebaikan hati nurani seseorang.

Kejujuran Adalah Aset
Posted on Februari 26th, 2009 oleh duadua

Menurut Robert T.Kiyosaki,aset adalah apa yang dapat memasukkan uang ke kantong anda dan bisa dijual.Sedang menurut saya,aset adalah sesuatu yang berharga,atau bahkan sangat berharga yang bisa menghasilkan sesuatu. Agak mirip ya? Tidak juga! Kalau pendapat Kiyosaki,segalanya menyangkut uang,sedangkan pendapat saya lebih dari itu,lebih luas daripada sekedar mendapatkan uang.Yang didapatkan bisa hubungan baik dengan orang lain,persahabatan,kebahagiaan,dan lain-lain yang menurut saya lebih berharga dari uang. Saya tidak mengesampingkan fungsi uang dalam kehidupan.Uang memang sangat penting.Tapi,mengaitkan segala sesuatu dengan uang adalah sifat orang yang materialistis.Orang semacam ini,akan sulit sekali mempunyai sifat tulus dan mungkin akan kehilangan hal-hal berharga yang tidak bisa dibeli dengan uang. Salah satu aset berharga yang kita sungguh beruntung apabila memilikinya adalah kepercayaan orang lain kepada kita.Kepercayaan bisa menghasilkan sesuatu yang berharga kepada kita,termasuk uang.Untuk mendapatkan kepercayaan,banyak hal yang harus kita miliki,misal tanggung jawab,dedikasi,dan kejujuran.Yang menjadi pembahasan kita kali ini adalah tentang kejujuran,bagaimana perannya sebagai aset yang harus kita jaga,agar aset lainnya,yaitu kepercayaan bisa terjaga. Kejujuran merupakan sifat yang sangat baik.Bahkan saya berani mengatakan orang yang baik pasti jujur.Orang yang jujur akan mendapat tempat yang baik pada hati manusia.Sifat jujur harus dimiliki oleh setiap pedagang,pengusaha,pegawai,apalagi seorang pemimpin.Tapi kenyataan sekarang,sering kita lihat orang-orang semacam mereka yang mengorbankan kejujuran hanya untuk meraup keuntungan yang sedikit.Mereka tidak segan-segan merugikan orang lain untuk itu.Saya berpikir,bagaimana kalau kepercayaan orang lain hilang sementara dia sangat membutuhkan,pastinya dia akan sangat kesulitan. Apabila anda ditipu oleh seseorang,apakah anda mau lagi mempercayakan sesuatu kepada dia? Jawabannya pasti anda tidak mau,kecuali anda mempunyai alasan tertentu.Sebaliknya,ketika anda mempercayakan sesuatu kepada orang yang ternyata

jujur,membeli kepada pedagang yang anda lihat jujur,rasa cinta anda kepada kejujurannya bisa menjadikan keinginan untuk µkembali kepada dia¶.Ini salah satu dampak kejujuran.Dan selain itu banyak sekali dampak positifnya. Cara Menumbuhkan Kejujuran Segala sesuatu bila dibiasakan,niscaya akan menjadi sebuah kebiasaan.Entah itu yang baik ataupun yang buruk.Membiasakan diri untuk selalu jujur,walaupun dalam hal yang dalam pandangan kita kecil,akan membuat kejujuran menjadi kebiasaan kita.Jangan meremehkan yang kecil,sebab,sesuatu yang besar bermula dari yang kecil.Terkadang,tanpa sadar kita mengajarkan bohong kepada anak kita.Misalnya,karena malas untuk menemui tamu,kita meminta tolong kepada anak kita untuk mengatakan kepada tamu bahwa kita tidak ada.Sebagai orang tua kita harus menjadi contoh yang baik.Berlakulah jujur agar anak anda jujur. Bergaulah dengan orang jujur agar anda µtertular¶ sifat mereka.Pergaulan sangat berpengaruh terhadap kepribadian kita.Orang yang terbiasa bergaul dengan orang yang tidak jujur,dikhawatirkan lambat laun meniru sifatnya.Awal korupsi yang besar berasal dari hal-hal seperti ini. Menjaga Kepercayaan Apabila kita sudah diberi kepercayaan karena orang lain menganggap kita jujur,maka jangan sia-siakan kepercayaan mereka.Rawatlah kepercayaan mereka dengan selalu bersikap jujur.Kita taburkan benih-benih kejujuran kepada orang lain,dengan harapan dia mengikuti kita. Kekuatan doa juga sangat berpengaruh terhadap hal ini.Semoga saja,anda semakin dicintai orang lain dan mendapatkan hal-hal yang lebih daripada yang anda inginkan.
Jujur

Jujur merupakan sebagian sifat orang Indonesia meskipun belum semuanya,tetapi kita Indonesia memiliki Soekarno yang senangtiasa berperilaku jujur dan tidak korupsi,egois dan lain lain.Orang yang jujur akan memberikan dampak bagi Indonesia,bukan dampak negative

melainkan dampak positive. Walaupun demikian kekayaan jugalah yang memperngaruhi jiwa kejujuran,Kekayaan sering membuat onar para pelakunya,seorang pemerintah atau seorang pengusaha akan berusaha untuk mendapatkan uang melalui jalan pintas.Jika semua orang berbuat ini saya yakin kedepannya Indonesia malah tambah bodoh,jika semuanya!!.Tapi Alhamdulillah belakangan ini Hukum masih dipergunakan dan tidak menyiksa yang lain.

Ini membuktikan bahwa Indonesia juga bukan Indonesia-Indonesiaan.Indonesia Dilahirkan atas asas Hukum dan bukan asas semata melainkan didasarkan juga oleh Pancasila dan Pembukaan UUD 194 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->