18

BAB II LANDASAN TEORI

A. Konsepsi Tentang Masyarakat 1. Definisi Tentang Masyarakat a. Pengertian Masyarakat Bahasan penulis dalam skripsi ini diarahkan kedalam sosiologi, khususnya mengarah pada sosiologi pendidikan. Sebagaimana halnya dengan ilmu sosial lainnya, objek dari sosiologi adalah masyarakat. Sedangkan fokusnya yakni dilihat dari sudut hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. Oleh karena istilah masyarakat terlalu mencakup banyak faktor, maka tidak mudah untuk memberikan suatu batasan definisi tentang masyarakat. Sehingga ketika diberikan suatu definisi yang berusaha mencakup keseluruhannya, maka pada akhirnya tidak dapat memenuhi unsur-unsurnya. Dalam bahasa Inggris, masyarakat disebut society, asal katanya socius yang berisi kawan. Adapun kata “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu syirik yang artinya bergaul. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk-bentuk aturan hidup yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh unsur-

18

19

unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan satu kesatuan. 29 Selanjutnya para ahli sosiologi seperti Mac Iver, J.L. Gillin dan J.P.Gillin sepakat bahwa adanya saling bergaul dan interaksi karena adanya nilai- nilai, norma-norma, cara-cara dan prosedur yang merupakan kebutuhan bersama sehingga masyarakat merupakan kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu, yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama. 30 Beberapa ahli yang lain juga telah mencoba untuk memberikan definisi masyarakat (society) seperti berikut : 1. Mac Iver dan Page yang menyatakan bahwa : “Masyarakat ialah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara, dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dan

pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial, dan masyarakat selalu berubah. 2. Ralph Linton berpendapat : “Masyarakat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja bersama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas.

29

M. Munandar Soelaeman, Ilmu Sosial Dasar : Teori dan Konsep Ilmu Sosial (Bandung : Refika Aditama, 1998), 63 30 Ibid., 64

Selo Sumarjan mendefinisikan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia (Jakarta : Bina Aksara. Dalam ilmu sosial tidak ada ukuran mutlak ataupun angka pasti untuk menentukan beberapa jumlah manusia yang harus ada. Sosiologi Suatu Pengantar. 2. Akan tetapi secara teoritis angka minimalnya adalah dua orang yang hidup bersama. b. 25 – 26 32 Hasan Shadily. Unsur-unsur Masyarakat Dari beberapa definisi yang telah diungkapkan oleh beberapa ahli diatas berlainan. yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya keterikatan untuk mencapai tujuan bersama. 31 Soerjono Soekanto. 1999). 32 Dari pengertian-pengertian tentang masyarakat diatas. Bercampur untuk waktu yang cukup lama. yakni bahwa masyarakat mempunyai unsur-unsur sebagai berikut : 1. dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah sekelompok manusia yang saling berinteraksi. Kumpulan dari manusia tidaklah sama dengan kumpulan benda-benda mati seperti kursi. pada dasarnya mempunyai kesamaan isi.20 3. 47 . Manusia yang hidup bersama. Raja Grafindo Persada. 1983). 31 4. (Jakarta : PT. Hasan Shadily dalam bukunya “Sosiologi untuk masyarakat Indonesia” menyatakan bahwa : masyarakat adalah golongan besar atau kecil terdiri dari beberapa manusia yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh mempengaruhi satu sama lain.

oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan yang lainnya. Jiwa masyarakat ini merupakan polusi yang berasal dari unsur masyarakat. dan sebagainya. pasti akan mengalami gangguan pada . timbullah sistem komunikasi dan timbullah peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia dalam kelompok tersebut. meliputi pranata. Manusia tidak mungkin hidup sendiri. Dalam hal ini manusia senantiasa mempunyai naluri yang kuat untuk hidup bersama dengan sesamanya. kesatuan sosial mempunyai kehidupan jiwa seperti adanya ungkapan. kehendak rakyat. 4. kesadaran masyarakat. Mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan. dan peranan sosial. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. Dalam arti yang lebih khusus masyarakat disebut pula kesatuan sosial.21 meja dan sebagainya. Apabila dibandingkan dengan makhluk hidup lain seperti hewan. mempunyai ikatan-ikatan kasih sayang yang erat. Selain itu sebagai akibat dari hidup bersama itu.ungkapan jiwa rakyat. Oleh karena itu dengan berkumpulnya manusia akan timbul manusia baru. suatu misal manusia yang dikurung sendirian di dalam suatu ruangan tertutup. Selanjutnya. 3. status.

dan hanya akan nampak bila diabstrakkan secara induksi dari kenyataan hidup masyarakat yang kongkrit. 33 Soerjono Soekanto. Proses Terbentuknya Masyarakat Proses terbentuknya suatu masyarakat biasanya berlangsung tanpa disadari yang diikuti oleh hampir sebagian besar anggota masyarakat. yang terdiri dari bermacam.22 perkembangan pribadinya. c. 3) Keinginan untuk bersatu dengan lingkungan hidupnya. Dorongan manusia untuk bermasyarakat antara lain : 1) Pemenuhan kebutuhan dasar biologis. seperti papan (tempat tinggal). Sosiologi Suatu Pengantar. dan pangan yang penyelenggaraannya akan lebih mudah dilaksanakan dengan kerja sama dari pada usaha perorangan. 26 – 27 . sandang. Dalam hal ini struktur sosial digambarkan sebagai adanya molekul dalam susunan yang membentuk zat. sehingga lama kelamaan dia akan mati. Maka terjadi integrasi masyarakat dimana tindakan individu dikendalikan. 33 Kemantapan unsur-unsur masyarakat mempengaruhi struktur sosial. 2) Kemungkinan untuk bersatu dengan manusia lain (bermasyarakat).macam susunan hubungan antar individu dalam masyarakat.

yaitu seluruh tingkah laku yang berkembang akibat interaksi sosial atau hubungan antar manusia. stratifikasi sosial adalah pembedaan individu-individu atau kelompok masyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat. Statifikasi Sosial a. Soprokin. Pengertian Stratifikasi Sosial Perbedaan tingkat sosio kultural suatu kelompok dan perbedaan tingkat kemajuan dan perkembangan potensi individu menyebabkan adanya kenyataan stratifikasi sosial dalam masyarakat. kebutuhan dasar kejiwaan ingin tahu. Dalam hidup bermasyarakat. baik antar individu maupun kelompok. dihargai. 1985). 189 -190 .23 4) Dengan memasyarakat kemungkinan untuk mempertahankan diri dalam menghadapi kekuatan alam. sehingga ada kelas tinggi dan ada kelas 34 Sumardi Ramon. serta memuja tertampung dalam hubungan antar manusia. meniru.34 2. 5) Secara naluriah manusia mengembangkan keturunan melalui keluarga yang merupakan kesatuan masyarakat yang terkecil. menyatakan rasa haru dan keindahan. (Surabaya : Sinar Wijaya. Menurut Pitirin A. Sosiologi dan Antropologi. 6) Manusia mempunyai kecenderungan sosial. binatang dan kelompok lain lebih besar. Stratifikasi sosial dalam masyarakat merupakan ciri dari masyararakat yang teratur.

tingkat perekonomian tertentu dan sebagainya. YA3. Seseorang yang memiliki kemampuan dalam bidang tertentu yang mampu diaktualisasikan dan mendapatkan pengakuan dari masyarakat akan menempatkan individu tersebut pada posisi tertentu. (Malang.24 rendah. Jupriyono. Ilmu Sosial Dasar ed. Sosiologi. Pelapisan Sosial dan Kesatuan Derajat. Stratifikasi sosial merupakan salah satu hasil interaksi antar individu dalam satu kelompok maupun antar suatu kelompok lainnya. kekuasaan dan lain-lain. Stratifikasi sosial muncul karena adanya suatu yang lebih dihargai di satu sisi dan tidak dihargai di sisi lain. kekayaan. 145 -146 . karena kepandaian. 1986). Bentuk yang paling sederhana diwujudkan dengan adanya orang-orang tertentu yang dianggap tua dan disegani dalam suatu kelompok. usia tertentu. Demikian pula dengan orang yang berasal dari keturunan tertentu. 1 Lalu Agus Faturrahman. Josef Riwu Koho (Surabaya : Usaha Nasional. 36 Dari uraian tersebut maka dapat dikatakan bahwa suatu stratifikasi sosial pada prinsipnya ditimbulkan oleh masyarakat itu sendiri yang disusun berdasarkan evaluasi moral dengan 35 36 D.35 b. Proses Terbentuknya Stratifikasi Sosial Dalam suatu kelompok sosial yang paling sederhanapun kita mengenal adanya stratifikasi masyarakat. 1995). Hal ini akan menimbulkan rasa Interdependesi antar individu dalam masyarakat dan antar individu dengan masyarakat.

Sosiologi. Sedangkan pada masyarakat terbuka stratifikasi sosial memberikan kesempatan kepada setiap kelompok apapun untuk berjuang meraih stratifikasi yang lebih tinggi. Tanpa direncanakan atau diperjuangkan seperti jenis kelamin dan tingkat kecerdasan. stratifikasi sosial akan sangat dibatasi oleh kemungkinan pindahnya kelompok individu ke status lain se cara vertikal. Jupriyono. ii.25 menggunakan tata nilai dan norma secara objektif oleh masyarakat pendukung suatu kebudayaan tertentu. 147 D. 37 38 Ibid. 37 Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa terjadinya proses stratifikasi sosial melalui dua cara : 1. Pada masyarakat tertutup.. 2 . I 39 Ibid. 38 Proses terjadinya stratifikasi sosial cenderung mengikuti pola atau sistem yang ada pada masyarakat tersebut. Masyarakat terbagi dalam kelompok dan sosial yang memiliki strata tertentu. 39 Dari apa yang telah dikemukakan diatas dapat diketahui bahwa stratifikasi sosial dalam masyarakat dapat dirasakan dalam kenyataan struktural sebagai berikut : i. Strata itu terbentuk berdasarkan latar belakang kemajuan kebudayaan yang diaktualisasikan dalam bentuk kualitas individu dan kelompok. Direncanakan atau diperjuangkan seperti pangk at dan jabatan. 2..

lembaga sosial dan birokrasi. Pengertian Keanekaragaman Masyarakat Masyarakat merupakan suatu tempat terjadinya interaksi sosial antar individu dengan individu. iv. keanekaragaman agama. Individu dengan kelompok. Keanekaragaman masyarakat adalah merupakan suatu keragaman dalam berbagai aktifitas sosial di masyarakat dalam bidang agama. Keanekaragaman Masyarakat a.40 3. jenis kelamin. kelompok dengan kelompok lainnya yang membentuk suatu masyarakat yang lebih luas dan komplek keberagaman masyarakat tercipta karena adanya perbedaan suku bangsa atau etnik. 143 D. Adanya kekuasaan dan wewenang yang dimiliki oleh kelompok superior sangat jelas dalam suatu sistem sosial. 41 40 41 Lalu Agus Faturrahman. perbedaan jenis kelamin dan keanekaragaman profesi. etnis. Jupriyono. dan lain-lain. Karena adanya strata itu maka lahirlah kelompok-kelompok yang dipandang sebagai kelompok “interior” dan kelompok “superior” berdasarkan suatu sistem aktual kedudukan dalam kerangka evaluasi moral. Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat. profesi. suku yang tid ak mempersoalkan tinggi dan rendahnya yang berkuasa dan yang dikuasai. 10 . Sosiologi. keanekaragaman ras. yang diikuti dengan adanya lembaga.26 iii.

42 Sedangkan Antropologi N.27 b. Sosiologi dan Antropologi. negroid dan lain sebagainya. batasannya ditentukan oleh rasa identitas penduduknya sendiri ditentukan oleh kesatuan. Kemurnian ras sulit bertahan sebab percampuran antar ras semakin intensif dan tidak ada ras yang mampu mengisolasi diri dari ras lain.. Ada ras kaokasoid. 11 44 Ibid. mengoloid. ras-ras banyak macamnya didunia ini. 43 2) Keanekaragaman Ras Sebagai kelompok individu yang mempunyai cir i biologis yang berbeda dari kelompok lain. 209 D. ekologis. 44 3) Keanekaragaman Agama Keanekaragaman agama dikarenakan adanya perbedaan cara penerimaan wahyu pada manusia satu sama lain. Sosiologi. Jupriyono. Narol menentukan kriteria suku bangsa sebagai suatu kesatuan masyarakat yang dibatasi satu kawasan tertentu. 11 . me miliki satu logat bahasa. Setiap ras menempati kawasan tertentu. mengalami sejarah yang sama. dibatasi secara politis administratif. Bentuk Keanekaragaman Masyarakat Adapun bentuk-bentuk keanekaragaman masyarakat dapat diklasifikasikan antara lain sebagai berikut : 1) Keanekaragaman Suku Bangsa Adanya suku bangsa terutama ditentukan oleh kesadaran kelompok dan pengakuan akan kesatuan kebudayaan dan persamaan asal usul. Hampir disemua 42 43 Sumardi Ramon.

46 5) Keanekaragaman Sosial Profesi Di masyarakat tradisional jenis pekerjaan homogen. Sosiolog Arief Bodiman. Antar pemeluk agama mempunyai ciri khas adat dan ritus yang berbeda-beda. sebab tingkat dan jenis 45 46 Sumardi Ramon. Sebaliknya. di masyarakat modern jenis pekerjaan (profesi) masih beragam. Bahkan mereka menerima hal itu sebagai sesuatu hal yang wajar. terkuasai. Perbedaan ini tidak memicu perpecahan asal saja ada sikap toleran antar pemeluk. selama berabad-abad. terdominasi oleh struktur masyarakat yang dikuasai lelaki. mempopulerkan istilah pembagian kerja secara seksual (the sexual divisionof labour). 11 . 213 Ibid. keberuntungan. Sosiologi dan Antropologi. sekalipun digembor.. sampai-sampai perempuanlah merasa kalau didominasi.28 negara ada lebih dari satu agama yang dipeluk. hak dan kewajiban tertentu. emansipasi. tetapi secara implisit juga menunjukkan bahwa perempuan adalah pihak yang “terkalahkan”.gemborkan persamaan derajat. Istilah ini tak sekedar menggambarkan perbedaan jenis pekerjaan. kebanyakan petani. kemitraan lelaki dan perempuan. sebenarnya hal itu perlu dipertanyakan. 45 4) Keanekaragaman Jenis Kelamin Perbedaan jenis kelamin ternyata membawa perbedaan nasib.

(Surabaya : Usaha Nasional. Ilmu Sosial Dasar. 214 . dengan sistem ketetanggaan dan gotong royong yang kuat. 1986). Keahlian atau ketrampilan 5. mata pencahariannya bertani atau agraris dan masih terikat kuat dengan tradisi yang melingkupi serta mempunyai tujuan tertentu. Desa. Masyarakat Desa dan Partisipasi Masyarakat Desa dalam Pembangunan Desa.ciri Masyarakat Desa Tabel I Ciri-ciri Masyarakat Desa Unsur-unsur Pembeda 1.29 kemampuan serta pendidikan individu jauh lebih beragam ketimbang masyarakat tradisional. Mata pencaharian 2. Musim atau cuaca 4. Ruang kerja 3. 47 c.. 11 Fadmi Sutiwi. Josef Riwu Kaho. Ilmu Sosial Dasar ed. 48 2) Ciri. Masyarakat Desa 1) Pengertian Masyarakat Desa Masyarakat desa adalah sekelompok manusia yang tinggal di suatu tempat tertentu. Rumah dan tempat kerja 6. Kepadatan penduduk Desa Agraris homogen Lapangan terbuka Penting dan menentukan Umum dan tersebar Dekat Tidak padat 47 48 Ibid.

karena gejala umum masyarakat desa saat ini sedang mengalami perkembangan struktural yang tersusun dan peningkatan integrasi masyarakat yang lebih luas sebagai akibat intensifnya hubungan kota dengan desa dan derasnya program pembangunan. Munandar Soelaeman. Mobilitas 13. Ilmu Sosial Dasar : Teori dan Konsep Ilmu Sosial. Lembaga-lembaga 9. 49 B. Persamaan kata Madrasah dalam bahasa Indonesia adalah sekolah. Sifat kelompok 12. sedangkan Madrasah itu sendiri berarti tempat belajar. 73 . Kontak sosial 8. kontrol social 11. Definisi Madrasah a. sementara itu pengertian yang berasal dari bahasa arab diatas 49 M. Pengertian Madrasah Madrasah dilihat dari segi bahasa arab dari kata darasa yang artinya belajar. sehingga menimbulkan perubahan-perubahan. Stratifikasi sosial 10.30 7. Konsepsi Tentang Madrasah 1. Status sosial Frekuensi kecil Terbatas dan sederhana Sederhana dan sedikit Adat atau tradisi Gotong royong akrab Rendah Stabil Ciri-ciri masyarakat desa diatas tidak mutlak benar.

(Jakarta : Ichtiar Baru Van Houve. 52 50 51 HA. I. cet. maka pendidikan diselenggarakan di masjid. Sedangkan secara istilah madrasah berarti lembaga pendidikan yang mempunyai porsi lebih terhadap mata pelajaran agama khususnya Islam atau sering disebut dengan sekolah agama. 51 b. 112 Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. yaitu suatu gedung atau bangunan tertentu yang lengkap dengan segala sarana dan fasilitas yang menunjang proses belajar agama. Proses pendidikan dilakukan dalam halaqah-halaqah. misalnya dirumah. langgar atau di masjid. yakni dengan kebangkitan Madrasah. seperti Madrasah yang pertama didirikan oleh Wazir Nizham Al Mulk pada tahun 1064 M yang dikenal dengan Madrasah Nizham Al Mulk. surau. Visi Pembaruan Pendidikan Islam. lingkaran belajar. Pendidikan formal Islam baru muncul pada masa lebih belakangan. Ensiklopedi Islam. Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. 7 . kata Madrasah secara teknis mempunyai arti atau konotasi tertentu. Tetapi ketika masyarakat Islam sudah terbentuk. tentu saja pendidikan formal yang sistematis belum terselenggara. (Jakarta : Logos Wacana Ilmu. Madrasah Sebagai Institusi Pendidikan Pada awal perkemb angan Islam. 1993). Malik Fajar. 105 52 Azyumardi Azra. Pendidikan Islam. 2002). Pendidikan yang berlangsung umumnya bersifat informal. 50 Dalam perkembangan selanjutnya. tetapi bisa dilaksanakan dimana saja.31 menunjukkan bahwa tempat belajar tidak mesti di suatu tempat tertentu.

juga motivasi politik. pendidikan Islam memasuki periode baru yaitu pendidikan menjadi fungsi bagi negara. 3 tahun). Madrasah Tsanawiyah (Menengah Pertama. Perkembangan Madrasah di Indonesia a. Madrasah sebagai institusi pendidikan juga terdiri dari tiga tingkat pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah (Dasar. dan Madrasah Aliyah (Menengah Atas. 53 Madrasah sebagai institusi pendidikan.32 Sejalan dengan Undang-undang pendidikan tahun 1989. 54 2. 1999). 63 . Madrasah Sejarah dan Perkembangannya. (Jakarta : Logos Wacana Ilmu. 72 Maksum. inilah yang membuat Madrasah lebih Islami dari pada sekolah lainnya. 6 tahun). pada dasarnya Madrasah sepadan dengan sekolah umum. dan motivasi ekonomi karena berkaitan dengan ketenaga kerjaan. 3 tahun).. Dengan berdirinya Madrasah maka. yang menyebabkan Madrasah berbeda ialah penekanan khususnya pada mata pelajaran agama Islam. dan sekolah-sekolah dilembagakan untuk tujuan pendidikan sectarian dan indoktrinasi politik. Masa Penjajahan Orde Lama Pada masa pemerintah kolonial Belanda Madrasah memulai proses pertumbuhannya atas dasar semangat pembaharuan dikalangan umat Islam. Pertumbuhan Madrasah sekaligus menunjukkan adanya 53 54 Ibid. dilandasi oleh motivasi pendirian Madrasah yaitu : Motivasi agama. seperti sekolah-sekolah umum lainnya.

mata bersifat defensif. tidak semata. 117 57 Ibid. berdiri semata-mata karena kreasi tokoh dan organisasi tertentu tanpa dukungan dan legitimasi dari pemerintah. Jawa dan Kalimantan. baik di Minangkabau. terhadap pendidikan Hindia Belanda kebijakan pemerintah Hindia Belanda sendiri terhadap pendidikan Islam pada dasarnya bersifat menekan karena kekhawatiran akan timbulnya militansi kaum muslimin terpelajar. 56 Kebijakan yang kurang menguntungkan terhadap pendidikan Islam masih berlanjut pada masa penjajahan Jepang. 114 – 115 Ibid.33 pola respon umat Islam yang lebih progresif. Namun demikian. Berbeda dengan pemerintahan Hindia Belanda. Tetapi pada umumnya madrasah.madrasah itu.. 118 . pemerintahan Jepang membiarkan dibukanya kembali madrasah-madrasah yang pernah ditutup pada masa sebelumnya.. 57 55 56 Ibid. Dalam banyak kasus sering terjadi guru-guru agama dipersalahkan ketika menghadapi gerakan kristenisasi dengan alasan ketertiban dan keamanan.. pemerintah Jepang tetap mewaspadai bahwa madrasah-madrasah itu memiliki potensi perlawanan yang membahayakan bagi pendidikan Jepang di Indonesia. 55 Madrasah pada masa Hindia Belanda mulai tumbuh meskipun memperoleh pengakuan yang setengah -setengah dari pemerintah Belanda. meskipun terdapat beberapa modifikasi.

tetapi sudah merupakan langkah pengakuan akan eksistensi madrasah dalam kerangka pendidikan nasional. Madrasah ini terbagi menjadi dua kelompok. 130 – 131 . 58 Dalam Undang. 12 tahun 1954 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah dalam pasal 2 ditegaskan bahwa Undang-undang ini tidak berlaku untuk pendidikan dan pengajaran di sekolah-sekolah agama. 4 tahun 1950 Jo No.34 Perkembangan Madrasah pada masa orde lama sejak awal kemerdekaan sangat terkait dengan peran Departemen Agama yang resmi berdiri pada tanggal 13 Januari 1946. Kedua.undang No. Endiklopedi Islam. Dan dalam pasal 20 ayat 1 disebutkan bahwa pendidikan agama di sekolah bukan masa pelajaran wajib dan bergantung pada persetujuan orang tua siswa. jenis dan tingkatan madrasah sebagaimana yang ada sekarang. Madrasah Sejarah dan Perkembangannya. Dengan rekomendasi ini. madrasah tetap berada di luar sistem pendidikan nasional. madrasah yang menyelenggarakan pelajaran agama 30% sebagaimana pelajaran dasar dan pelajaran umum 70%. dalam perkembangan selanjutnya Departemen Agama menyeragamkan nama. Pertama. madrasah yang menyelenggarakan pelajaran agama Islam murni yang disebut dengan Madrasah Diniyah.59 58 59 Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. 108 Maksum.

35 b. 130 – 131 . Berdasarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) tiga dimensi. Dalam konteks ini. 61 60 61 Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 1975. Masa Orde Baru Pada masa orde baru pemerintah mulai memikirkan kemungkinan mengintegrasikan madrasah ke dalam pendidikan nasional. Melalui upaya ini dapat dikatakan bahwa Madrasah berkembang secara terpadu dalam sistem pendidikan nasional. Nomor 037/4 1975 dan Nomor 36 tahun 1975 tentang peningkatan mutu pendidikan pada madrasah ditetapkan bahwa standar pendidikan madrasah sama dengan sekolah umum. Lulusan Madrasah Aliyah dapat melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi umum dan agama. penegasan definitif tentang madrasah diberikan melalui keputusan-keputusan yang lebih operasional dan dimasukkan dalam kategori pendidikan sekolah tanpa menghilangkan karakter keagamaannya. Ensiklopedi Islam. yaitu Menteri Agama. Madrasah Sejarah dan Perkembangannya. 109 Maksum. ijazahnya mempunyai nilai yang sama dengan sekolah umum dan lulusannya dapat melanjutkan ke sekolah umum setingkat lebih atas dan siswa madrasah dapat berpindah ke sekolah umum yang setingkat.60 Pemerintah orde baru melakukan langkah konkrit berupa penyusunan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang siste m pendidikan nasional.

Tingkat C untuk anak umur 5-6 tahun 2) Madrasah Ibtidaiyah Madrasah Ibtidaiyah ialah lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran rendah serta menjadikan mata pelajaran agama Islam sebagai mata pelajaran dasar yang sekurang-kurangnya 30% disa mping mata pelajaran umum. Sedangkan pertumbuhan jenjangnya menjadi 5 (jenjang) pendidikan yang secara berturut-turut sebagai berikut : 1) Raudatul Atfal (Bustanul Atfal) Raudatul Atfal atau Bustanul Atfal terdiri dari 3 tingkat : i. . Tingkat A untuk anak umur 3-4 tahun ii.36 Pada masa orde baru ini madrasah mulai dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat mulai dari masyarakat kelas rendah sampai masyarakat menengah keatas. 3) Madrasah Tsanawiyah Madrasah Tsanawiyah ialah lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran tingkat menengah pertama dan menjadikan mata pelajaran agama Islam sebagai mata pelajaran dasar yang sekurang-kurangnya 30% disamping mata pelajaran umum. Tingkat B untuk anak umur 4-5 tahun iii.

Madrasah Diniyah Wusta ialah Madrasah Diniyah tingkat pertama dengan masa belajar 2 (dua) tahun dari kelas I sampai kelas II dengan jam belajar sebanyak 18 jam pelajaran dalam seminggu. 5) Madrasah Diniyah Madrasah Diniyah ialah lembaga pendidikan dan pelajaran agama Islam. Biologi. Madrasah Diniyah ini terdiri 3 tingkat : i. ii. Fisika. iii. Sebagai mata pelajaran dasar yang sekurang-kurangnya 30% disamping mata pelajaran umum. Dewasa ini Madrasah Aliyah memiliki jurusan-jurusan : Ilmu Agama. Madrasah Diniyah Ula ialah Madrasah Diniyah tingkat menengah atas dengan masa belajar 2 tahun dari kelas I .37 4) Madrasah Aliyah Madrasah Aliyah ialah lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan dan pengajaran tingkat menengah keatas dan menjadikan mata pelajaran agama Islam. Madrasah Diniyah Awaliyah ialah Madrasah Diniyah tingkat permulaan dengan kelas 4 dengan jam belajar sebanyak 18 jam pelajaran dan seminggu. yang berfungsi terutama untuk memenuhi hasrat orang tua agar anak-anaknya lebih banyak mendapat pendidikan agama Islam. Ilmu Pengetahuan Sosial dan Budaya.

Argumen panjang lebar tak perlu dikemukakan lagi. termasuk pesantren dan Madrasah khususnya. atau pendidikan Islam. yang terus memegang supremasi dan hegemoni dalam berbagai lapangan kehidupan masyarakat dunia umumnya. PTAIS. Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. seperti Jepang dan Korea 62 Nur Uhbiyati. tetapi hegemoni ekonomi dan sains-teknologi barat tetap belum tergoyahkan.38 sampai kelas II dengan jumlah jam pelajaran 18 jam pelajaran dalam seminggu. khususnya sejak terakhirnya perang dunia kedua. Meski muncul beberapa kekuatan ekonomi baru. (Bandung : Pustaka Setia 1998) 234 – 239 63 Azyumardi Azra. 43 . 63 Globalisasi yang berlangsung dan melanda masyarakat muslim Indonesia sekarang ini menampilkan sumber dan watak yang berbeda. Masa Sekarang Era globalisasi dewasa ini dan dimasa datang sedang dan akan mempengaruhi perkembangan sosial budaya masyarakat muslim Indonesia umumnya. Dominasi dan hegemoni politik barat dalam segi-segi tertentu mungkin saja telah “merosot”. Ilmu Pendidikan Islam. Proses globalisasi dewasa ini tidak bersumber dari Timur Tengah. Pendidikan Islam. dan “perang dingin”. bahwa masyarakat muslim tidak bisa menghindari diri dari proses globalisasi tersebut. STAIN. melainkan dari barat. Untuk IAIN. Belum lama ini.62 c. apalagi jika ngin survive dan berjaya ditengah i perkembangan dunia yang kian kompetitif di masa kini dan abad 21.

39 Selatan.masyarakat muslim adalah “periferi” (pinggiran) yang kurang atau tidak. dengan biaya sosio-kultural yang tidak sedikit. tetapi “kultur” hegemoni ekonomi dan sains teknologinya tetap sarat dengan nilai-nilai Barat.. akan terseret ke pusat. 65 Melihat begitu derasnya pengaruh barat yang mengarah pada hegemoni terhadap masyarakat muslim dalam segala aspek kehidupannya. yang belakangan ini seolah-olah kehilangan pamornya.masyarakat muslim.64 Disini agaknya teori “center pereferi”. ternyata masih relevan untuk menggambarkan dinamika globalisasi muslim. Madrasah sebagai institusi pendidikan yang konsen dan inten dalam usaha transformasi nilai. termasuk kaum Barat dengan masyarakat.nilai Islam harus dapat menampilkan perannya sebagai counter terhadap imperialisme kultural (cultur imperialism) yang sedang gencar-gencarnya menyerbu dunia timur (masyarakat muslim) khususnya di Indonesia. adalah “center” (pusat) yang menjadi sumber acuan dan masyarakat. termasuk kaum muslimin Indonesia Barat. yang terjadi sebenarnya adalah “Imperialisme kultural” (cultural imperialism) pusat terhadap wilayah pinggiran (periferi). 45 .. maka madrasah harus segera berbenah diri. lebih khusus lagi Amerika Serikat. 64 65 Ibid. 44 Ibid.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful