Sejarah DPR mulai jaman penjajahan s.d. KNIP : 1. Volksraad 2. Masa perjuangan Kemerdekaan 3.

Dibentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) Secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut: Pada masa penjajahan Belanda, terdapat lembaga semacam parlemen bentukan Penjajah Belanda yang dinamakan Volksraad.Pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda mengakhiri masa penjajahan selama 350 tahun di Indonesia.Pergantian penjajahan dari Belanda kepada Jepang mengakibatkan keberadaan Volksraad secara otomatis tidak diakui lagi, dan bangsa Indonesia memasuki masa perjuangan Kemerdekaan. Sejarah DPR RI dimulai sejak dibentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) oleh Presiden pada tanggal 29 Agustus 1945 (12 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia) di Gedung Kesenian, Pasar Baru Jakarta. Tanggal peresmian KNIP (29 Agustus 1945) dijadikan sebagai TANGGAL dan HARI LAHIR DPR RI. Dalam Sidang KNIP yang pertama telah menyusun pimpinan sebagai berikut: Ketua Mr. Kasman Singodimedjo Wakil Ketua I Mr. Sutardjo Kartohadikusumo Wakil Ketua II Mr. J. Latuharhary Wakil Ketua III Adam Malik

Periode Volksraad (Jaman Penjajahan Belanda) Pasal 53 sampai dengan Pasal 80 Bagian Kedua Indische Staatsregeling, wet op de Staatsinrichting van Nederlandsh-Indie (Indische Staatsrgeling) yang ditetapkan pada tanggal 16 Desember 1916 serta diumumkan dalam Staatsblat Hindia No. 114 Tahun 1916 dan berlaku pada tangal 1 Agustus 1917 memuat hal-hal yang berkenaan dengan kekuasaan legislatif, yaitu Volksraad (Dewan Rakyat).

Pada Awal perang Dunia II Anggota-anggota Volksraad mengusulkan dibentuknya milisi pribumi untuk membantu Pemerintah menghadapi musuh dari luar. Tanggal 8 Desember 1941 Jepang melancarkan serangan ke Asia. usul ini juga ditolak. pada tanggal 18 Mei 1918 Gubernur Jenderal Graaf van Limburg Stirum atas nama pemerintah penjajah Belanda membentuk dan melantik Volksraad (Dewan Rakyat). atau Gerakan Indonesia Berparlemen dari Gabungan Politik Indonesia yang berisi keinginan adanya parlemen yang sesungguhnya sebagai suatu tahap untuk menuju Indonesia Merdeka. Usul-usul anggota seperti Petisi Sutardjo Tahun 1935 yang berisi "permohonan kepada Pemerintah Belanda agar diadakan pembicaraan bersama antara Indonesia dan Berlanda dalam suatu perundingan mengenai nasib Indonesia di masa yang akan datang". dll. menggunakan Volksraad sebagai jalan untuk mencapai cita-cita Indonesia Merdeka memalui jalan Parlemen.Berdasarkan konstitusi Indische Staatsrgeling buatan Belanda itulah. karena volksraad tidak mempunyai hak angket dan hak menentukan anggaran belanja negara. Keanggotaan Volksraad: Tahun 1918: Ketua 1 orang (diangkat oleh Raja) Anggota 38 orang (20 orang dari golongan Bumi Putra) Tahun 1927: Ketua 1 orang (diangkat oleh Raja) Anggota 55 orang (25 orang dari golongan Bumi Putra) Tahun 1930: Ketua 1 orang (diangkat oleh Raja) Anggota 60 orang (30 orang dari golongan Bumi Putra) Volksraad mempunyai hak yang tidak sama dengan parlemen. . ternyata ditolak pemerintah Hindia Belanda. Kaum Nasionalis moderat antara lain Hohammad Husni Thamrin.

. Periode KNIP (29 Agustus 1945 s/d Pebruari 1950) Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan. Hindia Belanda tidak mampu melawan dan menyerah kepada Jepang pada tanggal 8 Maret 1942. Namun pemerintah militer Jepang tidak berbeda dengan pemerintahan Hindia Belanda. dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP beranggotakan 137 orang. Komite Nasional Pusat ini diakui sebagai cikal bakal badan Legislatif di Indonesia. dan Pemimpin Asia) atau PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat). Pemimpin-pemimpin yang bersedia bekerjasama. tokoh-tokoh pemuda bersepakat menjauhkan Sukarno-Hatta ke luar kota (Rengasdengklok Krawang) dengan tujuan menjauhkan dari pengaruh Jepang yang berkedok menjanjikan kemerdekaan. Tanggal 16 Agustus 1945. penguasa militer tertinggi.maka pada tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta atas nama Bangsa Indonesia membacakan Proklamasi Kemerdekaan di halaman rumahnya Pengangsaan Timur 56.Tanggal 11 Januari 1942 Tentara Jepang pertama kali menginjak bumi Indonesia yaitu mendarat di Tarakan (kalimantan Timur). penyelenggara negara didasarkan pada ketentuan-ketentuan menurut Undang-undang Dasar 1945. Pergantian penjajahan dari Belanda kepada Jepang mengakibatkan keberadaan Volksraad secara otomatis tidak diakui lagi. dan Belanda mengakhiri masa penjajahan selama 350 tahun di Indonesia. Jakarta. Pelindung Asia. berusaha menggunakan gerakan rakyat bentukan Jepang. mengenai hal-hal yang menyangkut usaha memenangkan perang Asia Timur Raya. Maka mulai saat ini. sebuah badan perwakilan yang hanya bertugas menjawab pertanyaan Saiko Sikikan. untuk membangunkan rakyat dan menanamkan cita-cita kemerdekaan dibalik punggung pemerintah militer Jepang. yang kita kenal sebagai Undang-undang Dasar 1945. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia menetapkan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia. sehingga Proklamasi harus segera dilaksanakan. tanggal 29 Agustus 1945. Tahun 1943. Tanggal 14 Agustus 1945 Jepang dibom atom oleh "Serikat" dan Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang. Dengan demikian Jepang akan kalah dalam waktu singkat. Sesuai dengan ketentuan dalam Aturan Peralihan. seperti Tiga-A (Nippon cahaya Asia. dan didesak Sukarno-Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Jaman Kemerdekaan Rakyat Indonesia pada awalnya gembira menyambut tentara Dai Nippon (Jepang). Semua kegiatan politik dilarang. dibentuk Tjuo Sangi-in. Jelas bahwa Tjuo Sangi-in bukan Badan Perwakilan apalagi Parlemen yang mewakili bangsa Indonesia. yang dianggap sebagai saudara tua yang membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan. dan tanggal pembentukan KNIP yaitu 29 Agustus 1945 diresmikan sebagai hari jadi DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA. Setelah berunding selama satu malam di rumah Laksamana Maeda.

Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda telah dua kali menandatangani perjanjian. Tetapi semua persetujuan itu dilanggar oleh Belanda. DPR setelah Dekrit Presiden 22 Jul 1959 . antara pendukung pemerintah dan golongan keras yang menentang perundingan. DPRS 16 Aug 1950 .Pimpinan KNIP: Ketua Mr.01 Oct 1987 .19 Nov 1966 8. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dilaksanakan serentak di medan-perang dan di meja perundingan. Dinamika revolusi ini juga dicerminkan dalam sidang-sidang KNIP. DPR GR minus PKI 15 Nov 1965 . yaitu Linggarjati dan Renville.26 Mar 1956 4. Latuharhary Wakil Ketua III Adam Malik Tanggal 10 Nopember 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang menimbulkan banyak korban di pihak bangsa Indonesia. dengan melancarkan agresi militer ke daerah Republik. KNIP telah mengadakan sidang di Kota Solo pada tahun 1946. DPR GR Orde Baru 19 Nov 1966 . Periode DPR 1. Sehubungan dengan itu KNIP dalam Sidang Pleno ke-3 tanggal 27 Nopember 1945 mengeluarkan resolusi yang menyatakan protes yang sekeras-kerasnya kepada Pucuk Pimpinan Tentara Inggris di Indonesia atas penyerangan Angkatan Laut. J.16 Aug 1950 3. DPR GR 26 Jun 1960 . DPR hasil pemilu 3 11. DPR hasil Pemilu I 26 Mar 1956 .15 Nov 1965 7. DPR hasil pemilu 2 10. Kasman Singodimedjo Wakil Ketua I Mr. Sutardjo Kartohadikusumo Wakil Ketua II Mr.01 Oct 1982 01 Oct 1982 . Komite Nasional Indonesia Pusat 29Aug 1945 . di Malang pada tahun 1947. dan Yogyakarta tahun 1949.28 Oct 1971 9.22 Jul 1959 5.01 Oct 1977 01 Oct 1977 .26 Jun 1960 6. DPR dan Senat RIS 15 Feb 1950 . Darat dan Udara atas rakyat dan daerah-daerah Indonesia. DPR hasil pemilu 4 28 Oct 1971 .15 Feb 1950 2.

DPR hasil pemilu7 15. DPR hasil pemilu 8 16.01 Oct 1997 01 Oct 1997 . Memberikan persetujuan kepada Presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota Komisi Yudisial Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden Memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan mengajukannya kepada Presiden untuk ditetapkan.01 Oct 2004 01 Oct 2004 . yang dipilih berdasarkan hasil Pemilihan Umum. DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilihan umum. dan pengawasan.01 Oct 1992 01 Oct 1992 . dan memberikan pertimbangan dalam pemberian amnesti dan abolisi . Tugas dan wewenang Tugas dan wewenang DPR antara lain: y y y y y y y y y y y Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama Membahas dan memberikan persetujuan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU.01 Oct 2014 Dewan Perwakilan Rakyat (disingkat DPR) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat dan memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang. APBN. DPR memiliki fungsi legislasi. DPR hasil pemilu 5 13. anggaran. DPR hasil pemilu 10 01 Oct 1987 . serta kebijakan pemerintah Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan DPD Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Memberikan pertimbangan kepada Presiden untuk mengangkat duta. Masa jabatan anggota DPR adalah 5 tahun. DPR hasil pemilu 6 14.01 Oct 1999 01 Oct 1999 . menerima penempatan duta negara lain.12.01 Oct 2009 01 Oct 2009 . dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah/janji. Anggota DPR periode 2009 2014 berjumlah 560 orang. DPR hasil pemilu 9 17.

Badan Urusan Rumah Tangga. membidangi pemerintahan dalam negeri. kelautan. membuat perdamaian. dan perjanjian dengan negara lain Menyerap. dan lembaga-lembaga internasional. Alat kelengkapan Alat kelengkapan DPR terdiri atas: Pimpinan. pembentukan. serta memimpin jalannya administratif kelembagaan secara umum. Badan Anggaran. Komisi III. pengisian keanggotan komisi terkait erat dengan latar belakang keilmuan atau penguasaan anggota terhadap masalah dan substansi pokok yang digeluti oleh komisi. Komisi. aparatur negara. terdiri dari seorang ketua dan 4 orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh Anggota DPR dalam Sidang Paripurna DPR. dan alat kelengkapan lain yang diperlukan. pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal. dan informasi. otonomi daerah. membidangi perhubungan. dan agama. pendidikan. membidangi hukum dan perundang-undangan. Komisi Komisi adalah unit kerja utama di dalam DPR. Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh DPD terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah. Badan Musyawarah. termasuk memimpin rapatrapat paripurna dan menetapkan sanksi atau rehabilitasi. perikanan. Setiap anggota DPR (kecuali pimpinan) harus menjadi anggota salah satu komisi. menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Memperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undang-undang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak. dan agraria. luar negeri. Badan Legislasi. pemekaran dan penggabungan daerah. pelaksanaan APBN. Fungsi pokoknya secara umum adalah mewakili DPR secara simbolis dalam berhubungan dengan lembaga eksekutif. Komisi II. Komisi IV. substansinya dikerjakan di dalam komisi. Hampir seluruh aktivitas yang berkaitan dengan fungsi-fungsi DPR. DPR mempunyai 11 komisi dengan ruang lingkup tugas dan pasangan kerja masing-masing: y y y y y Komisi I. Pimpinan DPR bersifat kolektif kolegial. pekerjaan umum. pajak. . dan agama. kehutanan. lembaga-lembaga tinggi negara lain. Komisi V. hak asasi manusia. membidangi pertahanan. perkebunan. hubungan pusat dan daerah. menghimpun. sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. Pimpinan Kedudukan Pimpinan dalam DPR dapat dikatakan sebagai Juru Bicara Parlemen.y y y y Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang. Badan Kerjasama Antar-Parlemen. Pada umumnya. membidangi pertanian. dan pangan. pendidikan. Pada periode 2009-2014. Panitia Anggaran. perumahan rakyat. telekomunikasi. dan keamanan.

Komisi XI. olahraga. membidangi pendidikan. serta jangka waktu penyelesaian dan prioritas RUU). perindustrian. Komisi VII. membidangi energi. membidangi keuangan. dan lingkungan. Badan Kehormatan Badan Kehormatan (BK) DPR merupakan alat kelengkapan paling muda saat ini di DPR. BK DPR melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Anggota DPR. . perbankan. Komisi X. Sebagian besar keputusan penting DPR digodok terlebih dahulu di Bamus. usaha kecil dan menengah). dan badan usaha milik negara. pemuda. Pembentukan DK di DPR merupakan respon atas sorotan publik terhadap kinerja sebagian anggota dewan yang buruk. dan kebudayaan. Rapat-rapat Dewan Kehormatan bersifat tertutup. investasi. sumber daya mineral. Pimpinan Bamus langsung dipegang oleh Pimpinan DPR. membidangi perdagangan. dan lembaga keuangan bukan bank. Anggota Bamus berjumlah sebanyak-banyaknya sepersepuluh dari anggota DPR. misalnya dalam hal rendahnya tingkat kehadiran dan konflik kepentingan. sebelum dibahas dalam Rapat Paripurna sebagai forum tertinggi di DPR yang dapat mengubah putusan Bamus. riset dan teknologi. sosial dan pemberdayaan perempuan. berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi.y y y y y Komisi VI. Komisi IX. kesehatan. membidangi agama. pariwisata. koperasi. perencanaan pembangunan nasional. tenaga kerja dan transmigrasi. Pembentukan Bamus sendiri dilakukan oleh DPR melalui Rapat Paripurna pada permulaan masa keanggotaan DPR. Komisi VIII. membidangi kependudukan. Tugas Dewan Kehormatan dianggap selesai setelah menyampaikan rekomendasi kepada Pimpinan DPR. dan pada akhirnya memberikan laporan akhir berupa rekomendasi kepada Pimpinan DPR sebagai bahan pertimbangan untuk menjatuhkan sanksi atau merehabilitasi nama baik Anggota. termasuk mengenai perkiraan waktu penyelesaian suatu masalah. Bamus antara lain memiliki tugas menetapkan acara DPR. Susunan keanggotaan Badan Anggaran terdiri atas anggota-anggota seluruh unsur Komisi dengan memperhatikan perimbangan jumlah anggota Fraksi. Badan Musyawarah Bamus merupakan miniatur DPR. kesenian. Susunan keanggotaan Badan Anggaran ditetapkan pada permulaan masa keanggotaan DPR. Badan Anggaran Badan Anggaran DPR dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap yang memiliki tugas pokok melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. BK merupakan salah satu alat kelengkapan yang bersifat sementara.

memberikan saran atau usul kepada pimpinan DPR tentang masalah kerja sama antar parlemen . 3. Jumlah anggota BKSAP ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang. yang dipilih dari dan oleh anggota BKSAP berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. Pimpinan BKSAP merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial. mengoordinasikan kunjungan kerja alat kelengkapan DPR ke luar negeri. dan susunan keanggotaannya ditetapkan pada permulaan masa keanggotaan DPR berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi. BKSAP bertugas: 1. termasuk kesejahteraan Anggota dan Pegawai Sekretariat Jenderal DPR berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah. membina. keanggotaan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT). mengembangkan. Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Badan Kerja Sama Antar-Parlemen. Baleg juga melakukan evaluasi dan penyempurnaan tata tertib DPR dan kode etik anggota DPR. dan 4. menerima kunjungan delegasi parlemen negara lain yang menjadi tamu DPR. DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BKSAP pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. Keanggotaan Badan Legislasi tidak dapat dirangkap dengan keanggotaan Pimpinan Komisi. Badan Urusan Rumah Tangga Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR bertugas menentukan kebijakan kerumahtanggaan DPR. Salah satu tugasnya yang berkaitan bidang keuangan/administratif anggota dewan adalah membantu pimpinan DPR dalam menentukan kebijakan kerumahtanggaan DPR. baik secara bilateral maupun multilateral. yang selanjutnya disingkat BKSAP. Badan Legislasi dibentuk DPR dalam Rapat paripurna. 2. Tugas pokok Baleg antara lain: merencanakan dan menyusun program serta urutan prioritas pembahasan RUU untuk satu masa keanggotaan DPR dan setiap tahun anggaran.Badan Legislasi Badan Legislasi (Baleg) merupakan alat kelengkapan DPR yang lahir pasca Perubahan Pertama UUD 1945. dan keanggotaan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP). dan dibentuk pada tahun 2000. dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua. dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama antara DPR dan parlemen negara lain. termasuk organisasi internasional yang menghimpun parlemen dan/atau anggota parlemen negara lain.

anggota TNI/Polri. Ketentuan tersebut tidak berlaku jika anggota yang bersangkutan mengumumkan materi yang telah disepakati dalam rapat tertutup untuk dirahasiakan atau hal-hal mengenai pengumuman rahasia negara.Panitia Khusus Jika dipandang perlu. dokter praktek dan pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan tugas. dan hak sebagai anggota DPR. sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Tata Tertib dan kode etik masing-masing lembaga. Larangan Anggota DPR tidak boleh merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya. permintaan keterangan. dan dibubarkan setelah jangka waktu penugasannya berakhir atau karena tugasnya dinyatakan selesai. Pansus bertugas melaksanakan tugas tertentu yang ditetapkan oleh rapat paripurna. akuntan publik. pemanggilan. Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR dalam permulaan masa keanggotaan dan permulaan tahun sidang DPR membuat susunan dan keanggotaan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) yang beranggotakan paling sedikit tujuh orang dan paling banyak sembilan orang atas usul dari fraksi-fraksi DPR yang selanjutnya akan ditetapkan dalam rapat paripurna dengan tugas untuk penelaahan setiap temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). notaris. Anggota DPR juga tidak boleh melakukan pekerjaan sebagai pejabat struktural pada lembaga pendidikan swasta. Ketentuan ini tidak berlaku apabila anggota DPR melakukan tindak pidana korupsi dan terorisme serta tertangkap tangan. Penyidikan Jika anggota DPR diduga melakukan perbuatan pidana. Anggota Kekebalan hukum Anggota DPR tidak dapat dituntut di hadapan pengadilan karena pernyataan. advokat/pengacara. Pansus mempertanggungjawabkan kinerjanya untuk selanjutnya dibahas dalam rapat paripurna. pegawai pada BUMN/BUMD atau badan lain yang anggarannya bersumber dari APBN/APBD. dan penyidikannya harus mendapat persetujuan tertulis dari Presiden. Komposisi keanggotaan Pansus ditetapkan oleh rapat paripurna berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. pegawai negeri sipil. wewenang. . pertanyaan/pendapat yang dikemukakan secara lisan ataupun tertulis dalam rapat-rapat DPR. hakim pada badan peradilan. konsultan. DPR (atau alat kelengkapan DPR) dapat membentuk panitia yang bersifat sementara yang disebut Panitia Khusus (Pansus).

Sekretariat Jenderal Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas DPR. Namun. keberadaan lembaga seperti DPD. karena DPR lahir sejak tahun 1918 (dulu bernama Volksraad). yang mewakili daerah di parlemen nasional. Gagasan Awal pada Sejarah Pembentukan DPD Dewan Perwakilan Daerah (DPD) lahir pada tanggal 1 Oktober 2004.Komposisi anggota Komposisi DPR saat ini adalah komposisi yang berdasarkan Pemilu 2009. Gagasan tersebut terus bergulir. Hal tersebut diatur dalam Pasal 2 UUD 1945. masih banyak tantangan yang dihadapi oleh DPD. Anggota-anggota DPR yang terpilih berdasarkan Pemilu tersebut mengelompokkan diri kedalam fraksi-fraksi. Piliang dalam sebuah buku yang diterbitkan DPD. ketika 128 anggota DPD yang terpilih untuk pertama kalinya dilantik dan diambil sumpahnya. yang bersanding dengan utusan golongan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). gagasan untuk membentuk lembaga perwakilan daerah di parlemen nasional ikut dibahas. sampai dengan persoalan kelembagaannya yang juga jauh dari memadai. Gagsan tersebut dikemukakan oleh Moh. Tantangan tersebut mulai dari wewenangnya yang dianggap jauh dari memadai untuk menjadi kamar kedua yang efektif dalam sebuah parlemen bikameral. dan personelnya terdiri atas Pegawai Negeri Sipil. yang . UUD 1945. Pengaturan Perwakilan Daerah dalam Konstitusi Indonesia Gagasan-gagasan akan pentingnya keberadaan perwakilan daerah di parlemen. dapat diangkat sejumlah pakar/ahli sesuai dengan kebutuhan. apabila dilihat dari segi gagasannya. 2006: 15). Dicatat oleh Indra J. Bila dibandingkan dari segi kelahiran lembaganya. bahwa pemikiran ini lahir pertama kali dalam konferensi GAPI pada 31 Januari 1941 (Kelompok DPD di MPR RI. dibentuk Sekretariat Jenderal DPR yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden. Tantangan-tantangan tersebut timbul terutama karena tidak banyak dukungan politik yang diberikan kepada lembaga baru ini. Untuk meningkatkan kinerja lembaga dan membantu pelaksanaan fungsi dan tugas DPR secara profesional. dengan konsep utusan daerah di dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Sekretariat Jenderal DPR dipimpin seorang Sekretaris Jenderal yang diangkat dan diberhentikan dengan Keputusan Presiden atas usul Pimpinan DPR. pada awalnya diakomodasi dalam konstitusi pertama Indonesia. Dikatakannya: 2. DPD memang jauh lebih muda dari DPR. sesungguhnya sudah terpikirkan dan dapat dilacak sejak sebelum masa kemerdekaan. Yamin dalam rapat perumusan UUD 1945 oleh Badan Penyelidik Usahausaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). sampai pada masa pendirian Republik ini pun. Pada awal pembentukannya. Sejarah Awal Pembentukan DPD 1. Para pakar/ahli tersebut berada di bawah koordinasi Sekretariat Jenderal DPR.

Setelah UUD RIS 1949 dan UUDS 1950. Selanjutnya. Anggota MPRS tidak dipilih melalui Pemilu. skema ini tidak berubah. dan wewenang MPRS melalui Ketetapan MPRS No. yang kemudian melahirkan secara legal formal DPD yang ada sekarang. keberadaan utusan daerah ini berada di luar konteks. gagsan tersebut diwujudkan dalam bentuk Senat Republik Indonesia Serikat yang mewakili negara bagian dan bekerja bersisian dengan DPR-RIS. utusan daerah kembali hadir. 2005). . tanpa bisa mengubah UUD. yang dibuat untuk menghentikan federalisme ini. Kemudian Soekarno memangkas fungsi. Dalam sistem perwakilan UUDS itu sendiri. 12 Tahun 1959 tentang Susunan MPRS. menurut aturan yang ditetapkan dengan undangundang. Bila dibandingkan dengan konsep parlemen dua kamar (bikameral) yang menjadi rujukan perwakilan daerah. 7 Tahun 1950) tetap mengakomodasi Senat yang sudah ada sebelumnya. Konsekuensinya. Indonesia kembali ke UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Akibatnya. Pengaturan yang longgar dalam UUD 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam berbagai peraturan perundang-undangan. efektivitasnya sebagai wakil daerah dalam pengambilan keputusan tingkat nasional dapat dipertanyakan. adanya Senat dalam UUDS 1950 hanya diberlakukan selagi Pemilu yang direncanakan belum terlaksana (kemudian terlaksana pada tahun 1955). Setelah perubahan kedua tersebut. untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden. Dalam perubahan ketiga inilah muncul gagasan untuk membentuk parlemen yang menganut sistem bikameral. dalam UUD Sementara (UUDS) 1950 (Undang-Undang No. secara khusus mengamanatkan adanya pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan anggota Konstituante untuk membuat UUD yang definitif yang akan menjadi landasan bentuk dan pola baru pemerintahan Indonesia. serta menetapkan GBHN. UUD Republik Indonesia Serikat (RIS). kedudukan. Penetapan Presiden No. selama masa transisi berlangsung. 12/1959 ini menetapkan bahwa MPRS terdiri dari anggota DPRS (hasil Pemilu 1955) ditambah utusan daerah dan golongan karya. Masa transisi ini ada karena UUDS 1950. 2 Tahun 1959 tentang Pembentukan MPR Sementara (MPRS) dan Penetapan Presiden No. Dekrit ini lantas diikuti dengan dikeluarkannya Penetapan Presiden No.menyatakan bahwa MPR terdiri atas anggota DPR ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan. Perubahan pertama UUD 1945 disahkan pada Sidang Umum MPR tahun 1999 yang berlangsung pada tanggal 14-21 Oktober 1999 dan perubahan kedua dilakukan pada Sidang Tahunan MPR yang berlangsung pada tanggal 7-18 Agustus 2000. MPR masih memandang perlu untuk melanjutkan ke perubahan ketiga UUD 1945. Pada masa pemerintahan Soeharto. penting untuk dicatat. Senat ditiadakan karena bentuk negara tidak lagi federal. Dalam periode konstitusi berikutnya. melainkan melalui penunjukan oleh Soekarno (Jaweng. Karena itulah. Tidak ada hal lainnya yang dapat dilakukan oleh utusan daerah selama lima tahun masa jabatannya. Perkembangan pemikiran yang signifikan kemudian muncul pada pembahasan amandemen UUD 1945 pada 1999-2002. Utusan daerah sebagai anggota MPR hanya bekerja sekali dalam lima tahun. 1 Tahun 1960 sehingga MPRS hanya bisa menetapkan GBHN.

Fraksi UG mengemukakan bahwa keberadaannya tidak diperlukan lagi di MPR karena merupakan hasil pengangkatan dan bukan pemilihan. dan Presiden. Dari jumlah tersebut. Total keanggotaan MPR sebelum amandemen UUD 1945 ditetapkan sebanyak 1000 orang (sebelumnya 900 orang). yaitu Utusan Daerah (UD) dan Utusan Golongan (UG). MPR lantas menugaskan Badan Pekerja (BP) MPR untuk melanjutkan proses perubahan tersebut melalui Ketetapan MPR No. permasalahan representasi. berangkat dari kritik terhadap struktur ketatanegaraan yang dianut di Indonesia. di samping anggota DPR itu sendiri. tahun 1999-2002. IX/MPR/2000. Ketetapan itu juga memberikan batas waktu pembahasan dan pengesahan perubahan UUD 1945 oleh MPR selambat-lambatnya pada Sidang Tahunan MPR tahun 2002. lahir gagasan untuk melembagakan UD yang lebih mencerminkan representasi wilayah dan bekerja secara efektif. Belum ada penjelasan yang memadai tentang struktur MPR tersebut serta alasan mengapa ada lembaga MPR dan DPR yang terpisah. yaitu: anggota MPR/DPR dan anggota MPR yang bukan anggota DPR. Lalu muncul gagasan untuk lebih meningkatkan peran UD yang perannya terbatas pada penyusunan GBHN yang hanya dilakukan lima tahun sekali. Pertama. menurut Bagir Manan. Hal ini bertentangan dengan semangat demokrasi yang menghendaki bekerjanya prinsip perwakilan berdasarkan pemilihan. Dengan demikian. Alasan yang bisa diperkirakan. Proses Lahirnya DPD dalam Pembahasan Amandemen Ketiga UUD 1945 Munculnya gagasan bikameral bermula dari pernyataan resmi Fraksi Utusan Golongan (F-UG) dalam rapat Badan Pekerja MPR (BP MPR) yang ditugaskan mempersiapkan materi Sidang MPR. ada dua jenis keanggotaan MPR. konsep awal UUD 1945 yaitu MPR yang mempersatukan kelompok yang ada dalam masyarakat. Anggota UG memaparkan dua pilihan yang tersedia. yang dituangkan dalam bukunya yang bertajuk Semua Harus Terwakili: Studi Mengenai Reposisi MPR. terutama hubungan antara MPR. DPD dan Sejarah Konsep Bikameral a la Indonesia Gagasan mengenai sistem perwakilan bikameral di Indonesia yang mengemuka pada amandemen UUD 1945. 2000). menerapkan sistem perwakilan dua kamar dengan memperhatikan prinsip bahwa semua wakil rakyat harus dipilih melalui Pemilu. 4. Pertama. PSHK melakukan penelitian mengenai sistem ketatanegaraan.3. DPR. terdapat 425 orang (sebelumnya 400 orang) anggota DPR yang merangkap sebagai anggota MPR (anggota MPR/DPR) dan sisanya merupakan anggota MPR yang bukan merupakan anggota DPR. . adalah keanggotaan MPR diperluas dengan hadirnya utusan daerah dan utusan golongan. DPR dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia (Jakarta: PSHK. Tidak hanya sekali dalam lima tahun. Dalam suasana inilah. Adapun permasalahan-permasalahan tersebut adalah. Persiapan rancangan perubahan UUD 1945 dilakukan dengan menggunakan materi-materi dalam lampiran ketetapan yang merupakan hasil BP MPR periode 1999-2000. Kedua. Pemikiran mengenai hal ini telah digulirkan jauh sebelum amandemen terhadap pasal mengenai MPR dilakukan pada tahun 2001. salah satunya dikemukakan oleh PSHK (Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia) pada tahun 2000. Studi ini menunjukkan adanya beberapa persoalan mendasar dalam struktur MPR.

dan DPRD. anggota Utusan Golongan berasal dari golongan cendekiawan hingga bintang film. referensi bikameral dalam konteks sejarah Indonesia hanyalah Senat RIS pada masa penerapan federalisme. kamar pertama merepresentasikan jumlah penduduk. Proses pengangkatan ini dilakukan melalui Keputusan Presiden. ada dua kamar dalam parlemen yang bekerja berdampingan. keberadaan House of Lords di Inggris sendiri mulai dipertanyakan dan sudah ada kampanye agar anggota House of Lords dipilih oleh rakyat. Meski sebenarnya persoalan fakta geopolitik mestinya dipisahkan dengan disain bentuk negara (federal atau kesatuan). Namun masalahnya. Peran lembaga legislatif praktis hanya dilaksanakan oleh DPR. yang diwakilkan adalah orang-orang terpilih (bangsawan atau golongan tertentu) dan pada model Amerika Serikat. hanya ada satu dewan yang menjalankan kekuasaan legislatif secara penuh. Utusan Golongan dan Utusan Daerah tidak merepresentasikan kelompok masyarakat yang diwakilinya secara nyata. Pada model Westminster (Inggris). dalam konteks Indonesia. Anggota utusan daerah pada prakteknya merupakan hasil pemilihan eksklusif anggota DPRD Provinsi. model kedua ini menjadi terlihat lebih dekat dengan konsep negara federal. Hal ini terefleksikan dalam UU No. Dua model inilah yang dikenal luas. yang umumnya bekas jajahan Inggris (misalnya Kanada). yaitu suatu parlemen bikameral dengan kamar kedua yang dipilih oleh wilayah-wilayah yang perlu diwakilkan dalam parlemen. berangkat dari keinginan untuk mengefektifkan utusan daerah. Karena sifat feodalistiknya ini. Oleh sebab itulah. model Amerika Serikat lahir karena kebutuhan mengelola -secara ekonomi dan politikwilayah yang demikian besar dan masyarakat yang plural dalam suatu negara. mekanisme penentuan golongan tidak jelas. seperti dikemukakan pada bagian awal tulisan ini. ada ketidakjelasan sistem perwakilan yang dianut yang menyebabkan tidak berjalannya mekanisme checks and balances. Sehingga. Terlihat dari uraian di atas. Negaranegara lain pun. bukan pemilihan. Maka anggota kamar kedua biasanya hasil penunjukan. gagasan bikameral kembali dilirik. Pada kenyataannya. Utusan Golongan dimaksudkan mewakili kelompokkelompok masyarakat yang tidak partisan partai politik. yang dipaksakan Belanda untuk memecah dan mengokupasi kembali wilayah-wilayah nusantara. kemudian mengikuti model ini. dalam sistem perwakilan satu kamar (unikameral). tentu dengan berbagai variannya Dua model ini lahir dari situasi politik yang berbeda. Sedangkan kamar kedua merepresentasikan konstituensi yang berbeda. 2 Tahun 1985 tentang Susunan dan Kedudukan MPR. Biasanya. Di sisi lainnya. DPR. karena seakan identik dengan negara federal. Hantu federalisme dianggap bisa membawa perpecahan dan pemisahan diri. Model Westminster lahir karena evolusi sistem pemerintahan di Inggris selama berabad-abad. Namun. Sehingga pada suatu saat tradisi feodal yang dimoderenkan membuat para bangsawan dikelompokkan dalam kamar tersendiri dalam parlemen. model kedua dianggap lebih relevan. seperti yang dapat dilihat pada DPR. Penjelasan sederhananya. Apalagi. yang diwakilkan adalah wilayah di dalam negara itu. Sementara dalam sistem bikameral. Kedua. sementara anggota MPR dari utusan daerah dan utusan golongan tidak bisa dikategorikan sebagai legislatif karena kerjanya yang terbatas setiap lima tahun. Pertanyaan retorik muncul: apakah golongan yang dimaksud dirasa belum cukup terwakilkan dalam partai politik? Masalah representasi juga menyangkut intervensi dan dominasi politik Presiden terhadap penentuan anggota MPR yang dipilih melalui pengangkatan.Lebih jauh lagi. . konsep ini menjadi tidak diterima secara utuh sewaktu proses amandemen konstitusi berlangsung.

tentu saja bukan seperti ramalan cuaca yang bisa diperkirakan dengan akurat.27 tahun 2009.Sehingga menjadi suatu pertanyaan besar dalam konteks ini. Istilah ini muncul dalam sistem parlemen di Indonesia. sebagai pengganti dari UU Susduk. dengan catatan bahwa kewenangan tersebut hanya terbatas pada undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah (Pasal 22D UUD NRI 1945). ikut membahas RUU dan dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang. karena DPD mempunyai wewenang yang sangat terbatas dan hanya terkait dengan soal-soal kedaerahan. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Sehingga. 5. Lemahnya DPD dalam Konteks Perbandingan UU Susduk dan UU 27/2009 Kritik yang sering ditujukan kepada perubahan ketiga UUD adalah lemahnya wewenang DPD. Wewenang ini kemudian dirinci lebih lanjut dalam UU No. Namun satu faktor penting yang perlu dilihat adalah berubahnya pola hubungan pusat dan daerah sendiri sejak 1999. Dalam konstitusi ditentukan bahwa DPD hanya dapat mengajukan RUU. kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah Pusat. konsep bikameral tersebut sering dibahasakan sebagai weak bicameral atau soft bicameral . yaitu akankah bikameralisme mendorong federalisme dan kemudian perpecahan (balkanisasi)? Politik. . Perubahan ini diawali dengan lahirnya Undang-Undang No. Lalu Amandemen kedua UUD 1945 pada tahun 2000 mempertegas perubahan ini dengan menyatakan dalam Pasal 18 UUD NRI 1945 bahwa Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya.