P. 1
SEJARAH DPR RI

SEJARAH DPR RI

|Views: 1,820|Likes:
Published by Phaksy Sukowati

More info:

Published by: Phaksy Sukowati on Oct 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

Sejarah DPR mulai jaman penjajahan s.d. KNIP : 1. Volksraad 2. Masa perjuangan Kemerdekaan 3.

Dibentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) Secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut: Pada masa penjajahan Belanda, terdapat lembaga semacam parlemen bentukan Penjajah Belanda yang dinamakan Volksraad.Pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda mengakhiri masa penjajahan selama 350 tahun di Indonesia.Pergantian penjajahan dari Belanda kepada Jepang mengakibatkan keberadaan Volksraad secara otomatis tidak diakui lagi, dan bangsa Indonesia memasuki masa perjuangan Kemerdekaan. Sejarah DPR RI dimulai sejak dibentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) oleh Presiden pada tanggal 29 Agustus 1945 (12 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia) di Gedung Kesenian, Pasar Baru Jakarta. Tanggal peresmian KNIP (29 Agustus 1945) dijadikan sebagai TANGGAL dan HARI LAHIR DPR RI. Dalam Sidang KNIP yang pertama telah menyusun pimpinan sebagai berikut: Ketua Mr. Kasman Singodimedjo Wakil Ketua I Mr. Sutardjo Kartohadikusumo Wakil Ketua II Mr. J. Latuharhary Wakil Ketua III Adam Malik

Periode Volksraad (Jaman Penjajahan Belanda) Pasal 53 sampai dengan Pasal 80 Bagian Kedua Indische Staatsregeling, wet op de Staatsinrichting van Nederlandsh-Indie (Indische Staatsrgeling) yang ditetapkan pada tanggal 16 Desember 1916 serta diumumkan dalam Staatsblat Hindia No. 114 Tahun 1916 dan berlaku pada tangal 1 Agustus 1917 memuat hal-hal yang berkenaan dengan kekuasaan legislatif, yaitu Volksraad (Dewan Rakyat).

Tanggal 8 Desember 1941 Jepang melancarkan serangan ke Asia. usul ini juga ditolak. karena volksraad tidak mempunyai hak angket dan hak menentukan anggaran belanja negara. Usul-usul anggota seperti Petisi Sutardjo Tahun 1935 yang berisi "permohonan kepada Pemerintah Belanda agar diadakan pembicaraan bersama antara Indonesia dan Berlanda dalam suatu perundingan mengenai nasib Indonesia di masa yang akan datang". dll.Berdasarkan konstitusi Indische Staatsrgeling buatan Belanda itulah. Pada Awal perang Dunia II Anggota-anggota Volksraad mengusulkan dibentuknya milisi pribumi untuk membantu Pemerintah menghadapi musuh dari luar. atau Gerakan Indonesia Berparlemen dari Gabungan Politik Indonesia yang berisi keinginan adanya parlemen yang sesungguhnya sebagai suatu tahap untuk menuju Indonesia Merdeka. . Kaum Nasionalis moderat antara lain Hohammad Husni Thamrin. ternyata ditolak pemerintah Hindia Belanda. Keanggotaan Volksraad: Tahun 1918: Ketua 1 orang (diangkat oleh Raja) Anggota 38 orang (20 orang dari golongan Bumi Putra) Tahun 1927: Ketua 1 orang (diangkat oleh Raja) Anggota 55 orang (25 orang dari golongan Bumi Putra) Tahun 1930: Ketua 1 orang (diangkat oleh Raja) Anggota 60 orang (30 orang dari golongan Bumi Putra) Volksraad mempunyai hak yang tidak sama dengan parlemen. pada tanggal 18 Mei 1918 Gubernur Jenderal Graaf van Limburg Stirum atas nama pemerintah penjajah Belanda membentuk dan melantik Volksraad (Dewan Rakyat). menggunakan Volksraad sebagai jalan untuk mencapai cita-cita Indonesia Merdeka memalui jalan Parlemen.

yang kita kenal sebagai Undang-undang Dasar 1945. penyelenggara negara didasarkan pada ketentuan-ketentuan menurut Undang-undang Dasar 1945. berusaha menggunakan gerakan rakyat bentukan Jepang. dan Pemimpin Asia) atau PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat). Tahun 1943. tanggal 29 Agustus 1945. Jakarta. Tanggal 16 Agustus 1945. Setelah berunding selama satu malam di rumah Laksamana Maeda. Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia menetapkan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia. Jaman Kemerdekaan Rakyat Indonesia pada awalnya gembira menyambut tentara Dai Nippon (Jepang). Pergantian penjajahan dari Belanda kepada Jepang mengakibatkan keberadaan Volksraad secara otomatis tidak diakui lagi. Dengan demikian Jepang akan kalah dalam waktu singkat. Namun pemerintah militer Jepang tidak berbeda dengan pemerintahan Hindia Belanda. Pemimpin-pemimpin yang bersedia bekerjasama. sehingga Proklamasi harus segera dilaksanakan. untuk membangunkan rakyat dan menanamkan cita-cita kemerdekaan dibalik punggung pemerintah militer Jepang. sebuah badan perwakilan yang hanya bertugas menjawab pertanyaan Saiko Sikikan. dan Belanda mengakhiri masa penjajahan selama 350 tahun di Indonesia. Jelas bahwa Tjuo Sangi-in bukan Badan Perwakilan apalagi Parlemen yang mewakili bangsa Indonesia. tokoh-tokoh pemuda bersepakat menjauhkan Sukarno-Hatta ke luar kota (Rengasdengklok Krawang) dengan tujuan menjauhkan dari pengaruh Jepang yang berkedok menjanjikan kemerdekaan. mengenai hal-hal yang menyangkut usaha memenangkan perang Asia Timur Raya. Pelindung Asia. Hindia Belanda tidak mampu melawan dan menyerah kepada Jepang pada tanggal 8 Maret 1942. Sesuai dengan ketentuan dalam Aturan Peralihan. dan didesak Sukarno-Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Semua kegiatan politik dilarang. yang dianggap sebagai saudara tua yang membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan. dibentuk Tjuo Sangi-in. dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP beranggotakan 137 orang. Tanggal 14 Agustus 1945 Jepang dibom atom oleh "Serikat" dan Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang. . seperti Tiga-A (Nippon cahaya Asia. Periode KNIP (29 Agustus 1945 s/d Pebruari 1950) Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan. dan tanggal pembentukan KNIP yaitu 29 Agustus 1945 diresmikan sebagai hari jadi DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA. Maka mulai saat ini.Tanggal 11 Januari 1942 Tentara Jepang pertama kali menginjak bumi Indonesia yaitu mendarat di Tarakan (kalimantan Timur). penguasa militer tertinggi.maka pada tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta atas nama Bangsa Indonesia membacakan Proklamasi Kemerdekaan di halaman rumahnya Pengangsaan Timur 56. Komite Nasional Pusat ini diakui sebagai cikal bakal badan Legislatif di Indonesia.

DPR GR minus PKI 15 Nov 1965 . Periode DPR 1. DPR hasil pemilu 2 10. DPR hasil pemilu 3 11.19 Nov 1966 8. yaitu Linggarjati dan Renville. Tetapi semua persetujuan itu dilanggar oleh Belanda.15 Feb 1950 2. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan dilaksanakan serentak di medan-perang dan di meja perundingan.26 Jun 1960 6. Darat dan Udara atas rakyat dan daerah-daerah Indonesia.26 Mar 1956 4. dengan melancarkan agresi militer ke daerah Republik. J.16 Aug 1950 3. antara pendukung pemerintah dan golongan keras yang menentang perundingan. DPR GR 26 Jun 1960 . DPR hasil pemilu 4 28 Oct 1971 .01 Oct 1977 01 Oct 1977 . KNIP telah mengadakan sidang di Kota Solo pada tahun 1946. Sutardjo Kartohadikusumo Wakil Ketua II Mr.01 Oct 1987 . Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda telah dua kali menandatangani perjanjian. DPR dan Senat RIS 15 Feb 1950 .22 Jul 1959 5. dan Yogyakarta tahun 1949. DPRS 16 Aug 1950 .15 Nov 1965 7. Dinamika revolusi ini juga dicerminkan dalam sidang-sidang KNIP. Kasman Singodimedjo Wakil Ketua I Mr.Pimpinan KNIP: Ketua Mr. Komite Nasional Indonesia Pusat 29Aug 1945 . DPR hasil Pemilu I 26 Mar 1956 . DPR GR Orde Baru 19 Nov 1966 . Sehubungan dengan itu KNIP dalam Sidang Pleno ke-3 tanggal 27 Nopember 1945 mengeluarkan resolusi yang menyatakan protes yang sekeras-kerasnya kepada Pucuk Pimpinan Tentara Inggris di Indonesia atas penyerangan Angkatan Laut. Latuharhary Wakil Ketua III Adam Malik Tanggal 10 Nopember 1945 terjadi pertempuran di Surabaya yang menimbulkan banyak korban di pihak bangsa Indonesia. di Malang pada tahun 1947. DPR setelah Dekrit Presiden 22 Jul 1959 .01 Oct 1982 01 Oct 1982 .28 Oct 1971 9.

01 Oct 1999 01 Oct 1999 . dan pengawasan.01 Oct 2014 Dewan Perwakilan Rakyat (disingkat DPR) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat dan memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang. Anggota DPR periode 2009 2014 berjumlah 560 orang. dan memberikan pertimbangan dalam pemberian amnesti dan abolisi .01 Oct 2009 01 Oct 2009 . APBN. Tugas dan wewenang Tugas dan wewenang DPR antara lain: y y y y y y y y y y y Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama Membahas dan memberikan persetujuan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU. Masa jabatan anggota DPR adalah 5 tahun. DPR memiliki fungsi legislasi. Memberikan pertimbangan kepada Presiden untuk mengangkat duta. DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilihan umum. yang dipilih berdasarkan hasil Pemilihan Umum. DPR hasil pemilu7 15. anggaran.01 Oct 1997 01 Oct 1997 .01 Oct 2004 01 Oct 2004 . Memberikan persetujuan kepada Presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota Komisi Yudisial Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden Memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan mengajukannya kepada Presiden untuk ditetapkan. serta kebijakan pemerintah Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan DPD Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. DPR hasil pemilu 10 01 Oct 1987 . dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah/janji.01 Oct 1992 01 Oct 1992 . DPR hasil pemilu 8 16. DPR hasil pemilu 6 14.12. menerima penempatan duta negara lain. DPR hasil pemilu 5 13. DPR hasil pemilu 9 17.

Fungsi pokoknya secara umum adalah mewakili DPR secara simbolis dalam berhubungan dengan lembaga eksekutif. membidangi perhubungan. terdiri dari seorang ketua dan 4 orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh Anggota DPR dalam Sidang Paripurna DPR. kelautan. kehutanan. pelaksanaan APBN. dan keamanan. Pimpinan DPR bersifat kolektif kolegial. dan perjanjian dengan negara lain Menyerap. pengisian keanggotan komisi terkait erat dengan latar belakang keilmuan atau penguasaan anggota terhadap masalah dan substansi pokok yang digeluti oleh komisi. dan agama. Badan Urusan Rumah Tangga. hubungan pusat dan daerah. Komisi V. Komisi IV. membuat perdamaian.y y y y Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang. pekerjaan umum. termasuk memimpin rapatrapat paripurna dan menetapkan sanksi atau rehabilitasi. Hampir seluruh aktivitas yang berkaitan dengan fungsi-fungsi DPR. DPR mempunyai 11 komisi dengan ruang lingkup tugas dan pasangan kerja masing-masing: y y y y y Komisi I. Komisi III. Komisi II. Badan Legislasi. perikanan. perumahan rakyat. Setiap anggota DPR (kecuali pimpinan) harus menjadi anggota salah satu komisi. luar negeri. pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal. membidangi pemerintahan dalam negeri. substansinya dikerjakan di dalam komisi. pendidikan. sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. dan agama. pembentukan. Pimpinan Kedudukan Pimpinan dalam DPR dapat dikatakan sebagai Juru Bicara Parlemen. Badan Kerjasama Antar-Parlemen. Pada periode 2009-2014. aparatur negara. dan lembaga-lembaga internasional. serta memimpin jalannya administratif kelembagaan secara umum. pendidikan. . telekomunikasi. perkebunan. dan pangan. Badan Anggaran. menghimpun. membidangi pertahanan. Alat kelengkapan Alat kelengkapan DPR terdiri atas: Pimpinan. menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Memperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undang-undang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak. Panitia Anggaran. pajak. dan alat kelengkapan lain yang diperlukan. pemekaran dan penggabungan daerah. dan informasi. Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh DPD terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah. Komisi Komisi adalah unit kerja utama di dalam DPR. membidangi pertanian. Badan Musyawarah. Komisi. Pada umumnya. otonomi daerah. hak asasi manusia. lembaga-lembaga tinggi negara lain. membidangi hukum dan perundang-undangan. dan agraria.

dan pada akhirnya memberikan laporan akhir berupa rekomendasi kepada Pimpinan DPR sebagai bahan pertimbangan untuk menjatuhkan sanksi atau merehabilitasi nama baik Anggota. Pembentukan DK di DPR merupakan respon atas sorotan publik terhadap kinerja sebagian anggota dewan yang buruk. misalnya dalam hal rendahnya tingkat kehadiran dan konflik kepentingan. Badan Musyawarah Bamus merupakan miniatur DPR. dan lembaga keuangan bukan bank. serta jangka waktu penyelesaian dan prioritas RUU). olahraga. koperasi. Pimpinan Bamus langsung dipegang oleh Pimpinan DPR. investasi. membidangi energi. berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi. Komisi VIII. Komisi X. Badan Anggaran Badan Anggaran DPR dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap yang memiliki tugas pokok melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. BK DPR melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Anggota DPR.y y y y y Komisi VI. Anggota Bamus berjumlah sebanyak-banyaknya sepersepuluh dari anggota DPR. usaha kecil dan menengah). BK merupakan salah satu alat kelengkapan yang bersifat sementara. membidangi kependudukan. Susunan keanggotaan Badan Anggaran terdiri atas anggota-anggota seluruh unsur Komisi dengan memperhatikan perimbangan jumlah anggota Fraksi. membidangi pendidikan. sumber daya mineral. Badan Kehormatan Badan Kehormatan (BK) DPR merupakan alat kelengkapan paling muda saat ini di DPR. Komisi XI. membidangi perdagangan. Sebagian besar keputusan penting DPR digodok terlebih dahulu di Bamus. perbankan. perencanaan pembangunan nasional. Susunan keanggotaan Badan Anggaran ditetapkan pada permulaan masa keanggotaan DPR. dan kebudayaan. dan lingkungan. membidangi keuangan. perindustrian. pemuda. kesenian. termasuk mengenai perkiraan waktu penyelesaian suatu masalah. Komisi IX. Komisi VII. kesehatan. tenaga kerja dan transmigrasi. sebelum dibahas dalam Rapat Paripurna sebagai forum tertinggi di DPR yang dapat mengubah putusan Bamus. . riset dan teknologi. Pembentukan Bamus sendiri dilakukan oleh DPR melalui Rapat Paripurna pada permulaan masa keanggotaan DPR. Tugas Dewan Kehormatan dianggap selesai setelah menyampaikan rekomendasi kepada Pimpinan DPR. sosial dan pemberdayaan perempuan. dan badan usaha milik negara. membidangi agama. Rapat-rapat Dewan Kehormatan bersifat tertutup. pariwisata. Bamus antara lain memiliki tugas menetapkan acara DPR.

dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama antara DPR dan parlemen negara lain. membina. Baleg juga melakukan evaluasi dan penyempurnaan tata tertib DPR dan kode etik anggota DPR. BKSAP bertugas: 1.Badan Legislasi Badan Legislasi (Baleg) merupakan alat kelengkapan DPR yang lahir pasca Perubahan Pertama UUD 1945. memberikan saran atau usul kepada pimpinan DPR tentang masalah kerja sama antar parlemen . termasuk kesejahteraan Anggota dan Pegawai Sekretariat Jenderal DPR berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah. dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. yang dipilih dari dan oleh anggota BKSAP berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. dan dibentuk pada tahun 2000. termasuk organisasi internasional yang menghimpun parlemen dan/atau anggota parlemen negara lain. yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua. Badan Urusan Rumah Tangga Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR bertugas menentukan kebijakan kerumahtanggaan DPR. Keanggotaan Badan Legislasi tidak dapat dirangkap dengan keanggotaan Pimpinan Komisi. dan 4. mengembangkan. Tugas pokok Baleg antara lain: merencanakan dan menyusun program serta urutan prioritas pembahasan RUU untuk satu masa keanggotaan DPR dan setiap tahun anggaran. mengoordinasikan kunjungan kerja alat kelengkapan DPR ke luar negeri. dan susunan keanggotaannya ditetapkan pada permulaan masa keanggotaan DPR berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi. yang selanjutnya disingkat BKSAP. Salah satu tugasnya yang berkaitan bidang keuangan/administratif anggota dewan adalah membantu pimpinan DPR dalam menentukan kebijakan kerumahtanggaan DPR. DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BKSAP pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. baik secara bilateral maupun multilateral. Badan Legislasi dibentuk DPR dalam Rapat paripurna. dan keanggotaan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP). 3. 2. keanggotaan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT). Pimpinan BKSAP merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial. Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Badan Kerja Sama Antar-Parlemen. Jumlah anggota BKSAP ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang. menerima kunjungan delegasi parlemen negara lain yang menjadi tamu DPR.

Panitia Khusus Jika dipandang perlu. Ketentuan tersebut tidak berlaku jika anggota yang bersangkutan mengumumkan materi yang telah disepakati dalam rapat tertutup untuk dirahasiakan atau hal-hal mengenai pengumuman rahasia negara. hakim pada badan peradilan. konsultan. notaris. Anggota DPR juga tidak boleh melakukan pekerjaan sebagai pejabat struktural pada lembaga pendidikan swasta. Penyidikan Jika anggota DPR diduga melakukan perbuatan pidana. Anggota Kekebalan hukum Anggota DPR tidak dapat dituntut di hadapan pengadilan karena pernyataan. Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR dalam permulaan masa keanggotaan dan permulaan tahun sidang DPR membuat susunan dan keanggotaan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) yang beranggotakan paling sedikit tujuh orang dan paling banyak sembilan orang atas usul dari fraksi-fraksi DPR yang selanjutnya akan ditetapkan dalam rapat paripurna dengan tugas untuk penelaahan setiap temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). pegawai negeri sipil. Ketentuan ini tidak berlaku apabila anggota DPR melakukan tindak pidana korupsi dan terorisme serta tertangkap tangan. dan hak sebagai anggota DPR. DPR (atau alat kelengkapan DPR) dapat membentuk panitia yang bersifat sementara yang disebut Panitia Khusus (Pansus). pertanyaan/pendapat yang dikemukakan secara lisan ataupun tertulis dalam rapat-rapat DPR. advokat/pengacara. dan dibubarkan setelah jangka waktu penugasannya berakhir atau karena tugasnya dinyatakan selesai. permintaan keterangan. pemanggilan. Larangan Anggota DPR tidak boleh merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya. Pansus mempertanggungjawabkan kinerjanya untuk selanjutnya dibahas dalam rapat paripurna. dan penyidikannya harus mendapat persetujuan tertulis dari Presiden. dokter praktek dan pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan tugas. akuntan publik. sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Tata Tertib dan kode etik masing-masing lembaga. pegawai pada BUMN/BUMD atau badan lain yang anggarannya bersumber dari APBN/APBD. Komposisi keanggotaan Pansus ditetapkan oleh rapat paripurna berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. anggota TNI/Polri. wewenang. . Pansus bertugas melaksanakan tugas tertentu yang ditetapkan oleh rapat paripurna.

Gagasan tersebut terus bergulir. Gagsan tersebut dikemukakan oleh Moh. UUD 1945. Anggota-anggota DPR yang terpilih berdasarkan Pemilu tersebut mengelompokkan diri kedalam fraksi-fraksi. apabila dilihat dari segi gagasannya. dengan konsep utusan daerah di dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). sampai pada masa pendirian Republik ini pun. Sejarah Awal Pembentukan DPD 1. karena DPR lahir sejak tahun 1918 (dulu bernama Volksraad). 2006: 15). yang . dapat diangkat sejumlah pakar/ahli sesuai dengan kebutuhan. Untuk meningkatkan kinerja lembaga dan membantu pelaksanaan fungsi dan tugas DPR secara profesional. sesungguhnya sudah terpikirkan dan dapat dilacak sejak sebelum masa kemerdekaan. Tantangan-tantangan tersebut timbul terutama karena tidak banyak dukungan politik yang diberikan kepada lembaga baru ini. ketika 128 anggota DPD yang terpilih untuk pertama kalinya dilantik dan diambil sumpahnya. bahwa pemikiran ini lahir pertama kali dalam konferensi GAPI pada 31 Januari 1941 (Kelompok DPD di MPR RI. dibentuk Sekretariat Jenderal DPR yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden. sampai dengan persoalan kelembagaannya yang juga jauh dari memadai. gagasan untuk membentuk lembaga perwakilan daerah di parlemen nasional ikut dibahas. pada awalnya diakomodasi dalam konstitusi pertama Indonesia. dan personelnya terdiri atas Pegawai Negeri Sipil. Sekretariat Jenderal Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas DPR. Piliang dalam sebuah buku yang diterbitkan DPD. Para pakar/ahli tersebut berada di bawah koordinasi Sekretariat Jenderal DPR. yang mewakili daerah di parlemen nasional. Pada awal pembentukannya. Gagasan Awal pada Sejarah Pembentukan DPD Dewan Perwakilan Daerah (DPD) lahir pada tanggal 1 Oktober 2004. Dikatakannya: 2. Dicatat oleh Indra J. Pengaturan Perwakilan Daerah dalam Konstitusi Indonesia Gagasan-gagasan akan pentingnya keberadaan perwakilan daerah di parlemen. keberadaan lembaga seperti DPD. yang bersanding dengan utusan golongan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).Komposisi anggota Komposisi DPR saat ini adalah komposisi yang berdasarkan Pemilu 2009. DPD memang jauh lebih muda dari DPR. Tantangan tersebut mulai dari wewenangnya yang dianggap jauh dari memadai untuk menjadi kamar kedua yang efektif dalam sebuah parlemen bikameral. Hal tersebut diatur dalam Pasal 2 UUD 1945. Namun. Yamin dalam rapat perumusan UUD 1945 oleh Badan Penyelidik Usahausaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Sekretariat Jenderal DPR dipimpin seorang Sekretaris Jenderal yang diangkat dan diberhentikan dengan Keputusan Presiden atas usul Pimpinan DPR. Bila dibandingkan dari segi kelahiran lembaganya. masih banyak tantangan yang dihadapi oleh DPD.

Anggota MPRS tidak dipilih melalui Pemilu. Bila dibandingkan dengan konsep parlemen dua kamar (bikameral) yang menjadi rujukan perwakilan daerah. menurut aturan yang ditetapkan dengan undangundang. dalam UUD Sementara (UUDS) 1950 (Undang-Undang No. Senat ditiadakan karena bentuk negara tidak lagi federal. adanya Senat dalam UUDS 1950 hanya diberlakukan selagi Pemilu yang direncanakan belum terlaksana (kemudian terlaksana pada tahun 1955). 2005). Pengaturan yang longgar dalam UUD 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Pada masa pemerintahan Soeharto. Dekrit ini lantas diikuti dengan dikeluarkannya Penetapan Presiden No. yang dibuat untuk menghentikan federalisme ini. Karena itulah. keberadaan utusan daerah ini berada di luar konteks.menyatakan bahwa MPR terdiri atas anggota DPR ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan. untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden. utusan daerah kembali hadir. Indonesia kembali ke UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959. 2 Tahun 1959 tentang Pembentukan MPR Sementara (MPRS) dan Penetapan Presiden No. Dalam perubahan ketiga inilah muncul gagasan untuk membentuk parlemen yang menganut sistem bikameral. serta menetapkan GBHN. . selama masa transisi berlangsung. Perkembangan pemikiran yang signifikan kemudian muncul pada pembahasan amandemen UUD 1945 pada 1999-2002. Utusan daerah sebagai anggota MPR hanya bekerja sekali dalam lima tahun. 7 Tahun 1950) tetap mengakomodasi Senat yang sudah ada sebelumnya. Tidak ada hal lainnya yang dapat dilakukan oleh utusan daerah selama lima tahun masa jabatannya. Penetapan Presiden No. UUD Republik Indonesia Serikat (RIS). Setelah UUD RIS 1949 dan UUDS 1950. 1 Tahun 1960 sehingga MPRS hanya bisa menetapkan GBHN. gagsan tersebut diwujudkan dalam bentuk Senat Republik Indonesia Serikat yang mewakili negara bagian dan bekerja bersisian dengan DPR-RIS. Kemudian Soekarno memangkas fungsi. yang kemudian melahirkan secara legal formal DPD yang ada sekarang. Dalam sistem perwakilan UUDS itu sendiri. melainkan melalui penunjukan oleh Soekarno (Jaweng. Masa transisi ini ada karena UUDS 1950. Dalam periode konstitusi berikutnya. 12 Tahun 1959 tentang Susunan MPRS. Perubahan pertama UUD 1945 disahkan pada Sidang Umum MPR tahun 1999 yang berlangsung pada tanggal 14-21 Oktober 1999 dan perubahan kedua dilakukan pada Sidang Tahunan MPR yang berlangsung pada tanggal 7-18 Agustus 2000. Setelah perubahan kedua tersebut. penting untuk dicatat. dan wewenang MPRS melalui Ketetapan MPRS No. 12/1959 ini menetapkan bahwa MPRS terdiri dari anggota DPRS (hasil Pemilu 1955) ditambah utusan daerah dan golongan karya. MPR masih memandang perlu untuk melanjutkan ke perubahan ketiga UUD 1945. tanpa bisa mengubah UUD. efektivitasnya sebagai wakil daerah dalam pengambilan keputusan tingkat nasional dapat dipertanyakan. Selanjutnya. kedudukan. Konsekuensinya. Akibatnya. secara khusus mengamanatkan adanya pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan anggota Konstituante untuk membuat UUD yang definitif yang akan menjadi landasan bentuk dan pola baru pemerintahan Indonesia. skema ini tidak berubah.

berangkat dari kritik terhadap struktur ketatanegaraan yang dianut di Indonesia. . Lalu muncul gagasan untuk lebih meningkatkan peran UD yang perannya terbatas pada penyusunan GBHN yang hanya dilakukan lima tahun sekali. MPR lantas menugaskan Badan Pekerja (BP) MPR untuk melanjutkan proses perubahan tersebut melalui Ketetapan MPR No. DPR dan Lembaga Kepresidenan di Indonesia (Jakarta: PSHK. Hal ini bertentangan dengan semangat demokrasi yang menghendaki bekerjanya prinsip perwakilan berdasarkan pemilihan. Ketetapan itu juga memberikan batas waktu pembahasan dan pengesahan perubahan UUD 1945 oleh MPR selambat-lambatnya pada Sidang Tahunan MPR tahun 2002. dan Presiden. terutama hubungan antara MPR. Anggota UG memaparkan dua pilihan yang tersedia. ada dua jenis keanggotaan MPR. IX/MPR/2000. Pertama. Dari jumlah tersebut. Total keanggotaan MPR sebelum amandemen UUD 1945 ditetapkan sebanyak 1000 orang (sebelumnya 900 orang). 2000). Tidak hanya sekali dalam lima tahun. Fraksi UG mengemukakan bahwa keberadaannya tidak diperlukan lagi di MPR karena merupakan hasil pengangkatan dan bukan pemilihan. Studi ini menunjukkan adanya beberapa persoalan mendasar dalam struktur MPR. Dalam suasana inilah. Adapun permasalahan-permasalahan tersebut adalah. yaitu: anggota MPR/DPR dan anggota MPR yang bukan anggota DPR. DPR. menerapkan sistem perwakilan dua kamar dengan memperhatikan prinsip bahwa semua wakil rakyat harus dipilih melalui Pemilu. Persiapan rancangan perubahan UUD 1945 dilakukan dengan menggunakan materi-materi dalam lampiran ketetapan yang merupakan hasil BP MPR periode 1999-2000. Alasan yang bisa diperkirakan. terdapat 425 orang (sebelumnya 400 orang) anggota DPR yang merangkap sebagai anggota MPR (anggota MPR/DPR) dan sisanya merupakan anggota MPR yang bukan merupakan anggota DPR. adalah keanggotaan MPR diperluas dengan hadirnya utusan daerah dan utusan golongan. Dengan demikian. Pertama. Kedua. yang dituangkan dalam bukunya yang bertajuk Semua Harus Terwakili: Studi Mengenai Reposisi MPR. salah satunya dikemukakan oleh PSHK (Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia) pada tahun 2000. 4. lahir gagasan untuk melembagakan UD yang lebih mencerminkan representasi wilayah dan bekerja secara efektif. permasalahan representasi. menurut Bagir Manan. DPD dan Sejarah Konsep Bikameral a la Indonesia Gagasan mengenai sistem perwakilan bikameral di Indonesia yang mengemuka pada amandemen UUD 1945. Belum ada penjelasan yang memadai tentang struktur MPR tersebut serta alasan mengapa ada lembaga MPR dan DPR yang terpisah. di samping anggota DPR itu sendiri. yaitu Utusan Daerah (UD) dan Utusan Golongan (UG). PSHK melakukan penelitian mengenai sistem ketatanegaraan. Proses Lahirnya DPD dalam Pembahasan Amandemen Ketiga UUD 1945 Munculnya gagasan bikameral bermula dari pernyataan resmi Fraksi Utusan Golongan (F-UG) dalam rapat Badan Pekerja MPR (BP MPR) yang ditugaskan mempersiapkan materi Sidang MPR. Pemikiran mengenai hal ini telah digulirkan jauh sebelum amandemen terhadap pasal mengenai MPR dilakukan pada tahun 2001. tahun 1999-2002. konsep awal UUD 1945 yaitu MPR yang mempersatukan kelompok yang ada dalam masyarakat.3.

ada ketidakjelasan sistem perwakilan yang dianut yang menyebabkan tidak berjalannya mekanisme checks and balances. Pertanyaan retorik muncul: apakah golongan yang dimaksud dirasa belum cukup terwakilkan dalam partai politik? Masalah representasi juga menyangkut intervensi dan dominasi politik Presiden terhadap penentuan anggota MPR yang dipilih melalui pengangkatan. kamar pertama merepresentasikan jumlah penduduk. yaitu suatu parlemen bikameral dengan kamar kedua yang dipilih oleh wilayah-wilayah yang perlu diwakilkan dalam parlemen. yang dipaksakan Belanda untuk memecah dan mengokupasi kembali wilayah-wilayah nusantara. sementara anggota MPR dari utusan daerah dan utusan golongan tidak bisa dikategorikan sebagai legislatif karena kerjanya yang terbatas setiap lima tahun. berangkat dari keinginan untuk mengefektifkan utusan daerah. Dua model inilah yang dikenal luas. Sehingga pada suatu saat tradisi feodal yang dimoderenkan membuat para bangsawan dikelompokkan dalam kamar tersendiri dalam parlemen. Karena sifat feodalistiknya ini. kemudian mengikuti model ini. Utusan Golongan dan Utusan Daerah tidak merepresentasikan kelompok masyarakat yang diwakilinya secara nyata. yang diwakilkan adalah orang-orang terpilih (bangsawan atau golongan tertentu) dan pada model Amerika Serikat. 2 Tahun 1985 tentang Susunan dan Kedudukan MPR. Oleh sebab itulah. Model Westminster lahir karena evolusi sistem pemerintahan di Inggris selama berabad-abad. anggota Utusan Golongan berasal dari golongan cendekiawan hingga bintang film. yang umumnya bekas jajahan Inggris (misalnya Kanada). Sedangkan kamar kedua merepresentasikan konstituensi yang berbeda.Lebih jauh lagi. keberadaan House of Lords di Inggris sendiri mulai dipertanyakan dan sudah ada kampanye agar anggota House of Lords dipilih oleh rakyat. Anggota utusan daerah pada prakteknya merupakan hasil pemilihan eksklusif anggota DPRD Provinsi. Negaranegara lain pun. tentu dengan berbagai variannya Dua model ini lahir dari situasi politik yang berbeda. Sehingga. dan DPRD. model kedua dianggap lebih relevan. Utusan Golongan dimaksudkan mewakili kelompokkelompok masyarakat yang tidak partisan partai politik. Namun. Pada model Westminster (Inggris). Apalagi. Biasanya. Pada kenyataannya. Kedua. bukan pemilihan. Penjelasan sederhananya. Terlihat dari uraian di atas. DPR. gagasan bikameral kembali dilirik. dalam konteks Indonesia. Proses pengangkatan ini dilakukan melalui Keputusan Presiden. dalam sistem perwakilan satu kamar (unikameral). model kedua ini menjadi terlihat lebih dekat dengan konsep negara federal. Maka anggota kamar kedua biasanya hasil penunjukan. yang diwakilkan adalah wilayah di dalam negara itu. mekanisme penentuan golongan tidak jelas. model Amerika Serikat lahir karena kebutuhan mengelola -secara ekonomi dan politikwilayah yang demikian besar dan masyarakat yang plural dalam suatu negara. ada dua kamar dalam parlemen yang bekerja berdampingan. konsep ini menjadi tidak diterima secara utuh sewaktu proses amandemen konstitusi berlangsung. seperti yang dapat dilihat pada DPR. Hantu federalisme dianggap bisa membawa perpecahan dan pemisahan diri. karena seakan identik dengan negara federal. Namun masalahnya. Di sisi lainnya. Hal ini terefleksikan dalam UU No. Peran lembaga legislatif praktis hanya dilaksanakan oleh DPR. seperti dikemukakan pada bagian awal tulisan ini. referensi bikameral dalam konteks sejarah Indonesia hanyalah Senat RIS pada masa penerapan federalisme. Sementara dalam sistem bikameral. hanya ada satu dewan yang menjalankan kekuasaan legislatif secara penuh. . Meski sebenarnya persoalan fakta geopolitik mestinya dipisahkan dengan disain bentuk negara (federal atau kesatuan).

Namun satu faktor penting yang perlu dilihat adalah berubahnya pola hubungan pusat dan daerah sendiri sejak 1999. Istilah ini muncul dalam sistem parlemen di Indonesia. Perubahan ini diawali dengan lahirnya Undang-Undang No. Lemahnya DPD dalam Konteks Perbandingan UU Susduk dan UU 27/2009 Kritik yang sering ditujukan kepada perubahan ketiga UUD adalah lemahnya wewenang DPD. konsep bikameral tersebut sering dibahasakan sebagai weak bicameral atau soft bicameral . . Lalu Amandemen kedua UUD 1945 pada tahun 2000 mempertegas perubahan ini dengan menyatakan dalam Pasal 18 UUD NRI 1945 bahwa Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. sebagai pengganti dari UU Susduk. 5. tentu saja bukan seperti ramalan cuaca yang bisa diperkirakan dengan akurat. ikut membahas RUU dan dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang. Wewenang ini kemudian dirinci lebih lanjut dalam UU No.Sehingga menjadi suatu pertanyaan besar dalam konteks ini.27 tahun 2009. dengan catatan bahwa kewenangan tersebut hanya terbatas pada undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah (Pasal 22D UUD NRI 1945). yaitu akankah bikameralisme mendorong federalisme dan kemudian perpecahan (balkanisasi)? Politik. kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah Pusat. karena DPD mempunyai wewenang yang sangat terbatas dan hanya terkait dengan soal-soal kedaerahan. Sehingga. Dalam konstitusi ditentukan bahwa DPD hanya dapat mengajukan RUU.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->