P. 1
Bse Sejarah XI-Bhs

Bse Sejarah XI-Bhs

|Views: 20,760|Likes:
Published by hernijuwita

More info:

Published by: hernijuwita on Oct 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2013

pdf

text

original

Sections

i

Sh. Musthofa
Suryandari
Tutik Mulyati

Sejarah

UNTUK SMA/MA KELAS XI PROGRAM BAHASA

ii

Sejarah

Untuk SMA/MA Kelas XI Program Bahasa

Sh. Musthofa
Suryandari
Tutik Mulyati

Editor

:Himawan Prasetyo

Tata letak

:Tim Setting/Layout

Tata grafis

:Tim Setting/Layout

Ilustrator

:Haryana Humardani

Sampul

:Tim Desain

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-Undang

Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009

Diperbanyak oleh ....

Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen
Pendidikan Nasional dari Penerbit Grahadi

959.800 7
Mus

Sh. Musthofa

s

Sejarah 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI Program Bahasa / Sh.
Musthofa, Suryandari, Tutik Mulyati ; Editor Himawan Prasetyo ;
Ilustrator Haryana Humardani — Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan nasional, 2009.
viii, 234 hlm. : ilus. ; 25 cm.

Bibliografi : hlm. 229-230
Indeks
ISBN 978-979-068-061-6 (no jld lengkap)
ISBN 978-979-068-069-2

1. Indonesia-Sejarah-Studi dan Pengajaran 2. Suryandari
3. Mulyati, Tutik 4. Prasetyo, Himawan
5. Humardani, Haryana 6. Judul

iii

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-
Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun
2008, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk
disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan
Pendidikan Nasional.

Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan
dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan
untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 48 Tahun 2007 tanggal 5 Desember 2007.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para
penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan
guru di seluruh Indonesia.
Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen
Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak,
dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang
bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan
oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses
sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada
di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para
siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya.
Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena
itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Jakarta, Februari 2009

Kepala Pusat Perbukuan

iv

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penyusun dapat menyelesaikan
buku paket pembelajaran sejarah untuk Sekolah Menengah Atas dan Madrasah
Aliyah.

Pelaksanaan KBM untuk pelajaran sejarah perlu ditingkatkan terutama strategi
untuk melibatkan siswa dalam belajar baik secara fisik, mental maupun sosial. Buku
ini disusun untuk memperbaharui pengajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas.
Pembaharuan dalam buku ini menyangkut cara pembelajaran siswa terutama
bagaimana seorang siswa terlibat secara aktif dalam Kegiatan Belajar Mengajar
(KBM). Hal ini diberikan dalam bentuk tugas-tugas yang melibatkan siswa secara
aktif.

Dalam buku ini kami mencoba menyampaikan materi pelajaran sejarah menjadi
suatu materi pelajaran yang menarik untuk dibaca oleh para siswa dengan
menggunakan pandangan-pandangan dan pendapat-pendapat baru dari para ahli
sejarah. Dalam buku ini kami mengharapkan kepada para guru untuk banyak
memberikan tugas-tugas kelompok maupun perorangan kepada para siswanya agar
siswa dapat memakai proses penelitian sejarah secara aktif sehingga kesan bahwa
sejarah sebagai pelajaran hafalan yang sangat membosankan dapat dihilangkan.
Penyusun telah berusaha semaksimal mungkin dalam penulisan buku ini dengan
harapan dapat digunakan sebagai pegangan guru maupun siswa dalam Kegiatan
Belajar Mengajar (KBM). Kritik dan saran yang membangun dari bapak/ibu guru
sangat kami harapkan demi kesempurnaan buku ini.

Surakarta, Januari 2008

Penulis

KATA PENGANTAR

v

PETUNJUK PENGGUNAAN BUKU

•Tujuan Pembelajaran

•Motivasi Belajar

•Peta Konsep

•Kata Kunci

•Materi Pembelajaran

•Pengayaan dan Kronik

•Tugas dan Uji Kompetensi

•Wawasan Kewirausahaan
danSemangat
Produktivitas

•Belajar Mandiri, Kejar
Info, Berpikir Kritis,
Pribadi yang Cakap

Disampaikan untuk lebih memudahkan dan
memahami materi dalam bab yang akan dibahas.

Motivasi untuk menumbuhkan semangat belajar
pada peserta didik.

Menunjukkan alur pemikiran sistematis tentang materi
pembelajaran dalam setiap bab yang dibahas.

Berisi konsep-konsep penting yang menjadi subjek
dan objek dari kajian dalam bab yang dibahas.

Merupakan pembahasan umum tentang materi
atau konsep dalam setiap bab.

Merupakan tambahan pengetahuan bagi siswa
dalam mempelajari materi yang sedang dibahas.

Dibuat agar siswa lebih kreatif dan aktif dalam pro-
ses belajar mengajar.

Melatih cara berpikir siswa untuk mulai mengem-
bangkan kewirausahaan sejak dini.

•Rangkuman dan Refleksi
untuk Evaluasi Diri

Merupakan ringkasan materi yang diberikan pada
tiap bab dan sebagai alat pengingat dari materi
yang telah diberikan.

Berisi soal-soal latihan agar siswa dapat melatih
kemampuannya setelah mempelajari isi materi.

vi

Kata Sambutan.....................................................................................

iii

Kata Pengantar......................................................................................

iv

Petunjuk Penggunaan Buku....................................................................

v

Daftar Isi..........................................................................................

vi

Bab IPerkembangan Kerajaan Hindu-Buddha Dan Islam di Indonesia.....

1

A.Masuk dan Berkembangnya Agama serta Kebudayaan Hindu-
Buddha di Indonesia.............................................................

3

B.Perkembangan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia...............

7
C.Perkembangan Islam di Indonesia..........................................51
D.Perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia.............................55

Bab IIPerkembangan Kebudayaan HIndu-Buddha dan Islam di Nusantara

79
A.Perkembangan Kebudayaan Masa Hindu-Buddha....................80
B.Perkembangan Kebudayaan pada Masa-Islam.........................88
C.Nilai-Nilai Peninggalan Budaya Hindu-Buddha, dan Islam........93
D.Percampuran Kebudayaan Hindu-Buddha dan Islam................97

Latihan Ulangan Semester 1...................................................................113

Bab IIIPerkembangan Masyarakat Indonesia Masa Penjajahan
Asing.......................................................................................117
A.Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa ke Dunia Timur.......118
B.Masuknya Kekuatan Asing ke Wilayah Indonesia.....................121
C.Masa Penjajahan VOC..........................................................124
D.Masa Penjajahan Pemerintah Hindia Belanda..........................126
E.Penjajahan Inggris di Indonesia..............................................138
F.Jepang Menguasai Wilayah Indonesia....................................140

DAFTAR ISI

vii

Bab IVPerkembangan Kebudayaan Masa Penjajahan Asing......................153
A.Perkembangan Kebudayaan Masa Penjajahan Belanda.............154
B.Perkembangan Kebudayaan Masa Penjajahan Jepang..............162
Bab VProses Perkembangan Nasionalisme di Indonesia.........................171
A.Hubungan antara Perkembangan Paham-Paham Baru dengan
Munculnya Rasa Nasionalisme di Indonesia............................173
B.Perkembangan Pergerakan Kebangsaan di Indonesia...............183
C.Keragaman Ideologi serta Dampaknya terhadap Pergerakan
Kebangsaan Indonesia..........................................................188

Latihan Ulangan Semester 2...................................................................215
Latihan Ulangan Akhir...........................................................................221
Daftar Pustaka.......................................................................................229
Daftar Gambar......................................................................................231
Glosarium..........................................................................................232
Indeks Subjek dan Pengarang.................................................................233

viii

Perkembangan Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia

1

PERKEMBANGAN KERAJAAN HINDU-BUDDHA DAN

ISLAM DI INDONESIA

BAB I

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini peserta didik diharapkan dapat memahami

perkembangan kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia.

Motivasi Belajar

Pelajari bab I ini secara cermat, agar Anda dapat mengambil intisari

dari perkembangan kerajaan bercorak Hindu - Buddha dan Islam di bidang

politik, sosial, ekonomi dan budaya!

Sejarah SMA/MA Kelas XI Program Bahasa

2

Kata Kunci :

• Teori Brahmana • Fa Hien • Wangsakarta • Yupa • Pallawa
• Perang Bubat • Wali Sanga • Samudra Pasai • Sultan

Peta Konsep

Kerajaan di Indonesia

Bercorak

Hindu-Budha

Bercorak

Islam

memiliki ciri

terdiri atas

terdiri atas

Kutai

Taruma

Negara

Mataram

Kuno

Kediri

Holing

Melayu

Sriwijaya

Singasari

Pajajaran

Majapahit

Samudra

Pasai

Aceh

Demak

Banten

Mataram

Makasar

Perkembangan Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia

3

A.Masuk dan Berkembangnya Agama serta Kebudayaan Hindu–Buddha di

Indonesia

Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera.

Dengan didukung melimpahnya kekayaan alam tropis Indonesia, banyak bangsa

lain yang membeli berbagai hasil kekayaan alam Indonesia sekaligus juga

berjualan berbagai barang dari negeri mereka sehingga menjadi persimpangan

lalu lintas dunia. Dengan demikian, terjadilah hubungan dagang dengan dunia

luar, terutama dengan India dan Cina.

Orang India diperkirakan telah mengenal Indonesia sejak sebelum Masehi.

Hal itu dibuktikan dalam kitab Ramayana terdapat nama Jawadwipa (jawa berarti

jawawut atau beras; dwipa berarti pulau). Di samping itu, ada lagi nama

Suwarnadwipa (suwarna berarti emas; dwipa berarti pulau). Tentu yang

dimaksudkan Jawadwipa adalah Pulau Jawa (karena gudangnya beras),

sedangkan yang dimaksudkan Suwarnadwipa adalah Sumatra (karena banyak

menghasilkan emas). Perhatian India terhadap Indonesia makin bertambah ketika

pada abad ke-2 Masehi, India kekurangan persediaan emas. Hal itu terjadi karena

berkurangnya tambang-tambang emas yang ada di India serta terganggunya

jalur darat yang membawa emas dari Asia Tengah. Bangsa Yunani–Romawi

membayar rempah-rempah serta barang-barang lainnya dari India dengan emas

dan perak. Perhiasan manik-manik dari kaca dan batu sebagai barang

perdagangan India kemungkinan telah sampai di Indonesia pada abad akhir

sebelum Masehi. Hubungan India–Indonesia makin lama makin ramai sehingga

melahirkan pusat perdagangan dan pelabuhan di berbagai daerah pantai di

Nusantara. Pada abad ke-5 berkembang pusat perdagangan di Sumatra bagian

tengah, menyusul Sriwijaya, Gresik, Tuban, dan Jepara.

Dalam berdagang, bangsa Indonesia kemungkinan juga berlaku aktif. Artinya,

pedagang Indonesia juga aktif mendatangi pelabuhan-pelabuhan dagang di

negeri lain, seperti India dan Cina. Hal itu didasari kemampuan berlayar bangsa

Indonesia mengarungi samudera telah dibuktikan sejak lama. Kemampuan

berlayar dengan menggunakan perahu sederhana itu digambarkan dengan jelas

pada relief Candi Borobudur (850 M).

Hubungan dagang antara Cina dan negara-negara di kawasan Asia

Tenggara, Asia Selatan (India), Timur Tengah, dan Eropa sebenarnya telah

dimulai sejak awal tahun Masehi. Jalur perdagangan di Asia itu pada awalnya

melalui daratan yang disebut Jalan Sutra. Disebut Jalan Sutra karena barang

utama yang diperdagangkan pada masa itu adalah sutra dari Cina yang terkenal

sangat halus. Pada awalnya, Jalan Sutra ini melalui Asia bagian utara. Namun,

jalur utara dirasakan kurang aman karena gangguan perampok dan kondisi alam

sehingga dialihkan ke jalur tengah. Jadi, jalan perdagangannya meliputi Cina,

India, Persia, Mesopotamia, sampai ke Mediterania. Karena biayanya dirasa

mahal dan keamanan tetap tidak terjamin jalur perdagangan dialihkan lewat

laut. Jalur perdagangan yang melewati laut menyusuri wilayah Indonesia melalui

Selat Malaka, Laut Jawa, Selat Makassar, dan Selat Sunda.

Sejarah SMA/MA Kelas XI Program Bahasa

4

Bersamaan dengan berkembangnya hubungan dagang, masuk pula

kebudayaan India ke Indonesia. Proses masuknya pengaruh kebudayaan India

pada umumnya disebut penghinduan oleh para ahli sejarah. Penggunaan istilah

penghinduan harus ekstra hati-hati. Hal itu disebabkan pengaruh yang masuk

ke Indonesia bukan hanya pengaruh kebudayaan Hindu, tetapi juga pengaruh

agama Buddha. Pada kenyataannya, di Indonesia keduanya tumbuh dalam

bentuk sinkretisme Syiwa–Buddha.

Pada dasarnya para ahli sejarah membuat dua kemungkinan tentang proses

masuk dan berkembangnya kebudayaan India ke Indonesia.

1.Bangsa Indonesia Bersikap Pasif

Teori ini memberi pengertian bahwa bangsa Indonesia hanya sekadar

menerima kebudayaan India yang datang ke Indonesia. Pendapat yang

mendukung teori ini cenderung melihat bahwa telah terjadi kolonisasi, baik

secara langsung maupun tidak langsung dari bangsa India terhadap bangsa

Indonesia. Oleh karena itu, diduga kebudayaan India yang berkembang di

Indonesia mempunyai sifat dan bentuk seperti di negeri asal.

2.Bangsa Indonesia Bersikap Aktif

Teori ini memberi pengertian bahwa bangsa Indonesia sendiri yang berperan

aktif mencari tahu dan mengembangkan kebudayaan India. Hal itu

dimungkinkan karena kemampuan bangsa Indonesia yang dapat mengarungi

samudera dengan perahu sederhana dapat mencapai India. Bangsa Indonesia

tertarik dengan keteraturan dan keunggulan peradaban India sehingga

berkeinginan menirunya. Salah satu caranya adalah bangsa Indonesia

mengundang para brahmana India ke Indonesia untuk memperkenalkan

kebudayaannya.

Jalan darat Asia Tengah (Jalur sutera)

Jalan menyusur sepanjang pantai

Gambar 1.1 Peta pelayaran dan perdagangan pada awal masehi

Sumber: Atlas dan Lukisan Sejarah Nasional Indonesia

Perkembangan Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia

5

Para ahli sejarah juga telah membuat beberapa kemungkinan tentang para

pembawa dan pengembang kebudayaan India di Indonesia. Terdapat tiga teori

tentang pembawa dan pengimbang kebudayaan India di Indonesia.

1.Teori Ksatria (Pendapat F.D.K. Bosch)

Teori ksatria menyatakan bahwa masuknya kebudayaan India ke Indonesia

disebabkan adanya proses kolonisasi di wilayah India oleh orang-orang India.

Raja-raja beserta prajurit India datang menyerang dan mengalahkan kelompok-

kelompok masyarakat yang ada di Indonesia. Wilayah koloni-koloni itulah yang

menjadi pusat penyebaran kebudayaan India.

2.Teori Waisya (Pendapat N.J. Krom)

Teori waisya menyatakan bahwa masuknya kebudayaan India ke Indonesia

dibawa dan disebarkan oleh para pedagang India yang singgah di bandar-bandar

Indonesia. Para pedagang India yang singgah di bandar-bandar Indonesia sambil

menunggu arah angin yang tepat untuk melanjutkan perjalanan ada yang menetap

di Indonesia. Mereka ada yang menetap sementara dan ada pula yang menetap

untuk selamanya. Mereka menetap selamanya karena telah menikah dengan

wanita Indonesia. Dari perkawinan inilah makin memudahkan proses

penyebaran kebudayaan India. Proses penyebaran kebudayaan juga makin lancar

apabila para pedagang India itu dekat dengan penguasa lokal.

3.Teori Brahmana (Pendapat J.C. van Leur)

Teori brahmana menyatakan bahwa masuknya kebudayaan India ke

Indonesia dibawa oleh para brahmana. Berdasarkan teori ini, para brahmana

India itu datang ke Indonesia atas undangan para penguasa lokal di Indonesia.

Dengan demikian, kebudayaan India yang berkembang di Indonesia adalah

budaya golongan brahmana.

Dari beberapa teori pembawa pengaruh kebudayaan India ke Indonesia,

teori brahmana agaknya yang memiliki dasar kuat. Alasan yang dikemukakan

para pendukung teori brahmana dalam menyangkal teori lainnya, antara lain

sebagai berikut.

a.Tidak ada bukti yang mendukung bahwa para prajurit dan ksatria India

mengadakan penguasaan wilayah (kolonisasi) di Indonesia. Sumber tertulis

tentang proses kolonisasi, baik dari India maupun Indonesia tidak

ditemukan. Selain itu, hal-hal yang selalu mengikuti proses kolonisasi berupa

pemindahan segala unsur kemasyarakatan negeri induk (penjajah) tidak

ditemui. Kalaupun ada di wilayah Nusantara yang ditempati oleh kelompok

masyarakat India bukanlah proses kolonisasi. Namun, mereka adalah

masyarakat biasa yang kebetulan bermata pencaharian sama sebagai

pedagang. Tempat seperti itu sekarang masih dapat ditemui di bagian

wilayah barat Indonesia yang disebut Kampung Keling.

b.Kemungkinan pembawa kebudayaan India ke Indonesia adalah para

pedagang sesungguhnya juga kurang tepat. Alasannya, pedagang yang

datang ke Indonesia adalah para pedagang keliling yang berasal dari

Sejarah SMA/MA Kelas XI Program Bahasa

6

kalangan biasa. Padahal, sifat kebudayaan India yang berkembang di

Indonesia adalah kebudayaan tinggi. Alasan lainnya, hubungan pedagang

India dengan penguasa lokal di Nusantara hanyalah masalah perdagangan.

Dengan demikian, mustahil para pedagang tersebut mempunyai pandangan

tentang tata negara dan hal keagamaan.

c.Pengaruh keagamaan dari India yang datang ke Indonesia salah satunya

adalah agama Hindu. Padahal, agama Hindu pada awalnya bukanlah agama

untuk umum. Artinya, pendalaman agama tersebut hanya dapat dilakukan

oleh kaum brahmana. Merekalah yang dibenarkan mendalami kitab-kitab

suci. Pada praktiknya, di dalam agama Hindu lahir beberapa aliran. Adapun

sekte agama Hindu yang besar pengaruhnya di Jawa dan Bali adalah Saiya-

Siddharta. Pada prinsipnya sekte Saiva-Siddharta bersifat esoteris. Untuk

mencapai tingkatan brahmana guru, para brahmana biasa mengalami ujian

berat dan bertahun-tahun lamanya. Ketika brahmana biasa ditasbihkan

menjadi brahmana guru, ia dianggap telah mampu merubah air menjadi

amerta. Brahmana demikianlah yang datang ke Indonesia atas undangan

para penguasa lokal. Mereka diminta melakukan upacara khusus yang

disebut Vratyastoma. Pada dasarnya kesaktian para brahmana inilah yang

menyebabkan mereka didatangkan ke Indonesia. Mereka kemudian

mendapat kedudukan terhormat di kalangan penguasa Indonesia dan menjadi

inti golongan brahmana Indonesia yang berkembang kemudian.

Bersamaan dengan masuknya agama Hindu di Indonesia, masuk pula

agama dan kebudayaan Buddha. Berita tentang masuknya agama Buddha di

Indonesia bersumber dari keterangan seorang Cina bernama Fa Hien. Dari India,

Fa Hien berlayar pulang ke Cina. Pada saat melewati Nusantara, kapalnya

mengalami kerusakan akibat angin topan. Fa Hien terpaksa singgah di Ye-po-ti

(Jawadwipa). Fa Hien mengatakan bahwa di Ye-po-ti banyak dijumpai berhala

dan kaum brahmana, sedangkan agama Buddha hampir tidak ada. Hal itu berarti

pada awal abad ke-5 agama Buddha belum masuk ke Jawa.

Pada abad ke-7 di Indonesia terdapat prasasti bersifat Buddha yang dibuat

oleh raja-raja Sriwijaya. Hal itu menunjukkan bahwa pada abad ke-7 M agama

Buddha masuk di Indonesia. Mula-mula yang berkembang adalah aliran Buddha

Hinayana. Karena tidak cocok dengan kehidupan perdagangan dan paham

animisme yang berkembang di Sriwijaya akhirnya berkembang aliran Buddha

Mahayana.

Masuknya kebudayaan India menjadikan bangsa Indonesia mulai mengenal

tulisan dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Dengan demikian, Bangsa

Indonesia mulai memasuki zaman Sejarah, yaitu suatu periode atau pembabakan

waktu ketika manusia mulai mengenal tulisan dan meninggalkan keterangan

tertulis yang sezaman. Peninggalan tertulis itu dapat berupa prasasti (tulisan

yang dipahatkan pada batu), tulisan pada daun lontar, ataupun dokumen lainnya.

Setelah bangsa Indonesia mengenal huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta,

pertumbuhan dan perkembangan masyarakat serta kebudayaannya makin cepat.

Struktur masyarakat mulai berkembang lebih teratur dan terorganisasi.

Perkembangan Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia

7

Masyarakat yang sebelumnya hanya merupakan kelompok-kelompok sosial yang

dipimpin oleh kepala suku mulai mengenal sistem pemerintahan dalam bentuk

kerajaan yang bercorak Hindu ataupun Buddha.

Agama Hindu pada awal perkembangannya di Indonesia membawa

pengaruh besar dalam sistem kemasyarakatannya. Sistem kasta yang sebenarnya

bermakna pada pembagian tugas dan kewajiban pada setiap orang yang berlaku

di dalam ajaran Hindu di India juga berkembang di Indonesia. Dengan sistem

kasta menyebabkan masyarakat Hindu seakan-akan saling hidup terpisah dan

membentuk kelompok sosial sendiri. Hal itu menyebabkan adanya jurang

pemisah yang lebar antara kasta tinggi (kasta Brahmana dan kasta Ksatria) dan

kasta rendah (kasta Waisya dan kasta Sudra). Stratifikasi yang mencolok itu

menyebabkan kasta Brahmana memiliki peranan dan pengaruh paling besar

dalam tata kehidupan masyarakat, termasuk kepada raja sekalipun. Kaum

brahmana jugalah yang berhak membaca dan mempelajari kitab suci agama

Hindu (Weda) serta yang mengatur upacara keagamaan. Oleh karena itu, kaum

brahmana mendapat kedudukan yang tinggi di dalam setiap kerajaan Hindu

(sebagai penasihat raja).

Perlu diingat bahwa pelaksanaan sistem kasta itu hanya berlaku pada saat

agama dan kebudayaan Hindu baru masuk dan berkembang beberapa saat di

Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman, sistem kasta itu hanya dijadikan

ajaran dalam agama Hindu di Indonesia saat ini, tetapi tidak dilaksanakan secara

mutlak. Setiap pemeluk agama Hindu mempunyai tugas dan hak yang sama

dalam beribadah dan bermasyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->