• • • •

English Home Kontak Kami Peta Situs

Lebih Adil dan Menenteramkan

Syariah Mandiri
• Layanan 24 Jam ○ ○ ○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ • ○ ○ ○ ○ • ○ ○ • ○ ○ ○ BSM Net Banking BSM Mobile Banking BSM ATM BSM SMS Banking BSM Call Center BSM Card Pembiayaan Produk Dana Produk Jasa Layanan Fasilitas Pembiayaan Small Business Warung Mikro BSM Gadai Emas Pembiayaan Cash Management Produk Dana Sindikasi Treasury International Banking Laporan Tahunan Laporan Triwulan Laporan Bulanan

Consumer Banking

Small & Micro Business

Corporate Banking

Treasury & International

Investor Relation

• • • • • • • • Download Edukasi Syariah GCG Info Perusahaan Berita Jaringan Human Capital CSR Consumer Banking Pembiayaan • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Syariah Mandiri Pembiayaan Konsumer BSM Implan Pembiayaan Peralatan Kedokteran Pembiayaan Edukasi BSM Pembiayaan Dana Berputar Pembiayaan Kepada Pensiunan Pembiayaan Umrah Pembiyaaan Kepada Koperasi Karyawan untuk Para Anggotanya Pembiayaan Griya BSM Pembiayaan Talangan Haji BSM Customer Network Financing Pembiayaan Griya BSM Optima Pembiayaan Griya BSM Bersubsidi Pembiayaan Griya BSM DP 0% Pembiayaan Kendaraan Bermotor Produk Dana BSM Tabungan Tabungan BSM BSM Tabungan Berencana BSM Tabungan Simpatik BSM Tabungan Investa Cendekia .

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • BSM Tabungan Mabrur BSM Tabungan Dollar BSM Tabungan Kurban BSM Tabungan Pensiun BSM Giro BSM Giro BSM Giro Valas BSM Giro Singapore Dollar BSM Giro Euro BSM Deposito BSM Deposito BSM Deposito Valas Produk Jasa Jasa Produk BSM Card BSM Sentra Bayar BSM SMS Banking BSM Mobile Banking BSM Net Banking Pembayaran melalui menu Pemindahbukuan di ATM (PPBA) BSM Jual Beli Valas BSM Electronic Payroll Transfer Uang Tunai Jasa Operasional BSM Transfer Lintas Negara Western Union BSM Kliring BSM Inkaso BSM Intercity Clearing BSM RTGS (Real Time Gross Settlement) Transfer Dalam Kota (LLG) BSM Transfer Valas BSM Pajak Online BSM Pajak Import BSM Referensi Bank BSM Standing Order Jasa Investasi Reksadana Sukuk Ritel .

dan pemindahbukuan dana pada ATM BSM. ATM Mandiri.Layanan • Syariah Mandiri Priority Top of Form Search Bottom of Form Top of Form Contoh Perhitungan Bottom of Form Top of Form Jaringan Provinsi ATM Kantor BSM Kota Bottom of Form Home > Consumer Banking > Produk Jasa BSM Card BSM Card merupakan sarana untuk melakukan transaksi penarikan. BSM Card juga berfungsi sebagai kartu Debit yang dapat digunakan untuk transaksi belanja di seluruh merchant yang menggunakan EDC PrimaBCA. jaringan ATM Prima-BCA dan ATM Bersama. ATM Mandiri. pembayaran. &nbsp: Ragam Layanan: • • • • • • Kemudahan tarik tunai di seluruh jaringan ATM BSM.000 merchant yang menggunakan EDC Prima-BCA Pemindahbukuan antar rekening BSM Transfer uang antar bank secara real time melalui jaringan ATM Bersama dan Prima-BCA Pembayaran tagihan ponsel. Telkom. serta ATM Bankcard. ATM Prima-BCA. PLN dan IM2 di ATM BSM Pembayaran zakat dan infaq di ATM BSM dan ATM Mandiri . ATM Bersama dan ATM Bankcard Kemudahan berbelanja di lebih dari 20.

Untuk proses yang lebih cepat nasabah dapat memperoleh Kartu ATM INSTANT.• Layanan informasi saldo dan penggantian PIN. nasabah tidak perlu cemas akan terkena pengaruh bunga (riba). Sehingga nasabah dapat melihat lokasi jaringan ATM yang tersedia di seluruh Indonesia. . PT Bank Syariah Mandiri memberikan fasilitas kemudahan dalam membantu nasabah mencari lokasi jaringan ATM yang terdekat. Meskipun ATM ini merupakan produk kerjasama dengan bank konvensional. • • • • • • • • • • • • • • Home Layanan 24 Jam Consumer Banking Small & Micro Business Corporate Banking Treasury & International Investor Relation Download Edukasi Syariah GCG Info Perusahaan Berita Jaringan Sejarah Hadir dengan Cita-Cita Membangun Negeri Nilai-nilai perusahaan yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan integritas telah tertanam kuat pada segenap insan Bank Syariah Mandiri (BSM) sejak awal pendiriannya. karena PT Bank Syariah Mandiri telah mengatur kerjasama dengan PT Bank Mandiri untuk menyediakan dana yang mencukupi dan tidak mengambil bunga atau jasa giro dari penempatan cadangan dana di PT Bank Mandiri. Peruntukan: Perorangan Syarat: • • Memiliki rekening Tabungan atau Giro di BSM Mengisi formulir kartu ATM.

Bank Mandiri melakukan konsolidasi serta membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah. industri perbankan nasional yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami krisis luar biasa. yang melandasi kegiatan operasionalnya. Menyusul pengukuhan dan pengakuan legal tersebut. Bank Bumi Daya. Pada saat bersamaan. SH. BSM hadir untuk bersama membangun Indonesia menuju Indonesia yang lebih ba • Ar-Rahnu Adalah menjadikan barang yang mempunyai nilai harta (nilai ekonomis) sebagai jaminan hutang. Sebagaimana diketahui. Perubahan kegiatan usaha BSB menjadi bank umum syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No. Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya. 1/24/ KEP. Salah satu bank konvensional. yang disusul dengan krisis multi-dimensi termasuk di panggung politik nasional. Dalam kontrak tersebut. tampil dan tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani. Tim Pengembangan Perbankan Syariah memandang bahwa pemberlakuan UU tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT Bank Susila Bakti dari bank konvensional menjadi bank syariah. Dengan . melalui Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. Selanjutnya. Pemerintah akhirnya mengambil tindakan dengan merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia.DGS/ 1999. hingga pemilik barang yang bersangkutan boleh mengambil hutang. Oleh karenanya. Bank Exim. sebagai pemilik mayoritas baru BSB. yaitu kontrak atau akad penjaminan dan mengikat saat hak penguasaan atas barang jaminan berpindah tangan. 23 tanggal 8 September 1999. PT Bank Susila Bakti (BSB) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi juga terkena dampak krisis. sesungguhnya merupakan hikmah sekaligus berkah pasca krisis ekonomi dan moneter 1997-1998. Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan Bank Mandiri. telah menimbulkan beragam dampak negatif yang sangat hebat terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat. Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam kiprahnya di perbankan Indonesia. sebagai respon atas diberlakukannya UU No.BI/1999. No. 1/1/KEP. merupakan akad penyerahan barang dari nasabah kepada bank sebagai jaminan sebagian atau seluruhnya atas hutang yang dimiliki nasabah. 10 tahun 1998. Atau dengan kata lain. pemerintah melakukan penggabungan (merger) empat bank (Bank Dagang Negara. dan Bapindo) menjadi satu bank baru bernama PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Juli 1999. tidak terkecuali dunia usaha. BSB berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain serta mengundang investor asing.Kehadiran BSM sejak tahun 1999. Kebijakan penggabungan tersebut juga menempatkan dan menetapkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris: Sutjipto. PT Bank Syariah Mandiri hadir. Sebagai tindak lanjut dari keputusan merger. BI menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri. 25 Oktober 1999. yang memberi peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual banking system). Dalam kondisi tersebut. Ar-Rahn berarti juga pledge atau pawn (gadai). krisis ekonomi dan moneter sejak Juli 1997. PT Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi sejak Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999. tidak terjadi pemindahan kepemilikan atas barang jaminan.

yang akan dibayar kembali oleh nasabah sebesar harga jual bank (harga beli bank + margin keuntungan) pada waktu yang ditetapkan. • Kafalah Adalah akad pemberian garansi/jaminan oleh pihak bank kepada nasabah untuk menjamin pelaksanaan proyek dan pemenuhan kewajiban tertentu oleh pihak yang dijamin. sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan dimuka. • Ijarah Perjanjian sewa yang memberikan kepada penyewa untuk memanfaatkan barang yang akan disewa dengan imbalan uang sewa sesuai dengan persetujuan dan setelah masa sewa berakhir maka barang dikembalikan kepada pemilik. • Mudharabah al-Mutlaqah Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal dan memberikan kewenangan penuh kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat investasi. Bank untuk memenuhi pesanan nasabah dapat mensubkan pekerjaannya kepada pihak lain. • Mudharabah Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal sedangkan mudharib menjadi pengelola dana dimana keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan di muka. • Istishna Adalah pembiayaan jual beli yang dilakukan antara bank dan nasabah dimana penjual (pihak bank) membuat barang yang dipesan oleh nasabah. • Musyarakah . • Mudharabah Muqqayadah Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal dan memberikan kewenangan terbatas kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat investasi. dimana keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan di muka. • Mudharib Adalah pihak kedua atau pihak lain selain pihak pertama. namun penyewa dapat juga memiliki barang yang disewa dengan pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina). • Hawalah Adalah akad pemindahan nasabah kepada bank untuk membantu nasabah mendapatkan modal tunai agar dapat melanjutkan produksinya dan bank mendapat imbalan atas jasa pemindahan piutang tersebut. pemindahan kepemilikan atas barang hanya terjadi dalam kondisi tertentu sebagai efek atau akibat dari kontrak. • Murabahah Adalah suatu perjanjian yang disepakati antara Bank Syariah dengan nasabah. dimana Bank menyediakan pembiayaan untuk pembelian bahan baku atau modal kerja lainnya yang dibutuhkan nasabah.demikian.

• Wadiah Yad adh-Dhamanah Adalah wadiah dimana si penerima titipan dapat memanfaatkan barang titipan tersebut dengan seizin pemiliknya dan menjamin untuk mengembalikan titipan tersebut secara utuh setiap saat. • Salam Adalah pembiayaan jual beli dimana pembeli memberikan uang terlebih dahulu terhadap barang yang dibeli yang telah disebutkan spesifikasinya dengan pengantaran kemudian. Adalah pihak pertama.) “Sekiranya Allah menghendaki. dan sebagainya. “Hai manusia. dimana Bank dan nasabah secara bersama membiayai suatu usaha atau proyek yang juga dikelola secara bersama atas prinsip bagi hasil sesuai dengan penyertaan dimana keuntungan dan kerugian dibagi sesuai kesepakatan di muka. dan (3) ujian bagi sebagian atas sebagian yang lain Allah SWT berfirman (yang artinya). Termasuk di dalamnya perbedaan ras dan suku. • Shahibul Maal Adalah pihak pertama. tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu.) “Dan Dia menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan beberapa derajat sebagian kamu atas sebagian (yang lain).” (QS al-Hujurāt/49: 13. miskin.” (QS al-Māidah/5: 48. • Layanan Priority Dalam Perspektif Syariah Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan kondisi yang beraneka ragam: hitam. putih. • Nisbah Adalah bagian keuntungan usaha bagi masing-masing pihak yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. • Wadiah Yad al-Amanah Adalah wadiah dimana si penerima titipan tidak bertanggungjawab atas kehilangan dan kerusakan yang terjadi pada barang titipan selama hal ini bukan akibat dari kelalaian atau kecerobohan penerima titipan dalam memelihara titipan tersebut.Adalah perjanjian pembiayaan antara Bank Syariah dengan nasabah yang membutuhkan pembiayaan.) . saat si pemilik menghendakinya. Setidaknya ada tiga tujuan utama dari diversifikasi manusia: (1) saling kenal.” (QS al-An`ām/6: 165. untuk mengujimu tentang apa yang telah diberikan-Nya kepadamu. (2) ajang perlombaan dalam hal kebaikan. kaya. niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja). • Wadiah Adalah titipan dari suatu pihak ke pihak lain baik individu maupun golongan yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat bila pemilik menghendakinya. maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. • Wakalah Adalah akad perwakilan antara kedua belah pihak (bank dan nasabah) dimana nasabah memberikan kuasa kepada bank untuk mewakili dirinya melakukan pekerjaan atau jasa tertentu.

sikap kita kepada orang tua berbeda dengan sikap kita kepada anak. atas dasar kontribusi lebih tersebut. (HR Ibn Mājah dalam Sunan-nya II/952/ 2854. di mana amal merupakan faktor yang menentukan kedudukan seseorang. Perbedaan sikap merupakan aksioma dalam kehidupan sehari-hari. Definisi adil adalah wadh` alsyai’ fi mahallih. Dalam perang Khaibar. keadilan tidak selalu identik dengan kesamaan. dan satu saham lagi untuk pemiliknya. Pada dasarnya. Perbedaan sikap dalam hal ini tentunya sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi. Nasabah yang demikian ini umumnya disebut sebagai Nasabah Priority.) Allah SWT berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling takwa di antara kamu. sikap kita kepada pasangan hidup berbeda dengan sikap kita kepada kawan. Seluruh nasabah berhak mendapatkan layanan prima yang sejalan dengan arahan Quran: “Dan berbuat baiklah (kepada sesama) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Islam menghargai seseorang berdasarkan tingkat kontribusinya. WaLlāhu a`lam bishshawāb.” (QS alHujurāt/49: 13. Nabi SAW memberi tiga saham kepada pasukan berkuda dan satu saham kepada pasukan pejalan kaki. ْ ُ ِ َ ْ ََ ْ ُ ِ ْ ُُ َِ ُ ُ ْ َ ْ ِ َ ْ ُ ِ َ ْ ََ ْ ُ ِ َ ُ َِ ُ ُ ْ َ َ َ ّ ِ ‫إن ال ل ينظر إلى صوركم وأموالكم ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم‬ “Sungguh. Ibn Hibban dalam Shahīh-nya XI/142/4814. Kemuliaan seseorang di sisi-Nya tergantung dari ketakwaan yang bersemayam dalam kalbu. dan seterusnya. saat membagikan hasil perang. Dengan demikian. Dia memandang hati dan perbuatan kalian. Namun. yang kemudian melahirkan amal saleh. Allah sama sekali tidak memandang fisik dan tidak pula harta kalian. Kontribusi merupakan bagian dari amal. selaras dengan ajaran agama di atas. mereka sudah selayaknya mendapatkan benefit yang lebih dibandingkan nasabah deposan pada umumnya. dan lain-lain dengan sanad yang valid. Sebab. Ini adil.) Namun demikian. ini tidak berarti bahwa bank syariah tidak diperkenankan memberikan layanan ekstra terhadap nasabah yang memberikan kontribusi lebih. Demikian pula halnya dengan Nasabah Priority.” (HR Muslim dalam Shahīh-nya IV/1986/2564 dan lain-lain. Dua dari tiga saham yang diberikan kepada pasukan berkuda tersebut dimaksudkan untuk pemeliharaan kuda.” (QS al-Qashshash/28: 77. sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. menempatkan sesuatu sesuai dengan porsi dan posisinya.) Pemberian hasil perang secara lebih kepada pasukan berkuda dibandingkan pasukan pejalan kaki dikarenakan kontribusi pasukan berkuda dalam memenangkan pertempuran melebihi kontribusi pasukan pejalan kaki.Tidak ada korelasi antara perbedaan lahiriah yang terjadi di antara sesama manusia dan tinggi-rendah derajat seseorang di sisi Allah. pada prinsipnya setiap nasabah bank syariah berhak untuk diperlakukan secara equal treatment (kesetaraan perlakuan). khususnya dalam bentuk penempatan dana yang signifikan dengan jumlah nominal tertentu. Tentunya. Di samping itu. seluruh manusia itu sama dan sederajat. Nabi SAW bersabda. Adanya layanan ekstra (yang kemudian umumnya juga disebut dengan Layanan Priority) tidaklah bertentangan dengan prinsip keadilan yang diusung oleh syariah. yaitu dalam bentuk penempatan dana yang lebih besar. di mana hal tersebut tidak identik dengan ketidakadilan atau kezaliman. • Persiapkan Bekal Masa Depan dengan Menabung .) Dengan demikian. Kontribusi mereka dalam pengembangan bank syariah tentu lebih tinggi dibandingkan nasabah deposan pada umumnya.

Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dihasilkannya besok. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia sajikan untuk hari esok. kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. kita diperintahkan untuk membuat perencanaan yang baik guna mengantisipasi apa yang akan terjadi. ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ ّ َ َ َ ً َ ْ ُ َ َ َ ْ َ ْ ِ ٌ ْ َ َ َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ ُ َ َ ْ ِ َ ِّ ‫إنك إن تدع ورثتك أغنياء خير من أن تدعهم عالة يتكففون الناس في أيديهم‬ “Sungguh. Ini mengandung pesan implisit tentang urgensi menabung. dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. pada prinsipnya. Sedangkan.” (QS Luqmān/31: 34.” (QS alHasyr/59: 18.) Islam menganjurkan agar seseorang itu mempersiapkan bekal yang cukup bagi keluarganya sebelum ia meninggal dunia. Tidak dipungkiri bahwa menabung merupakan bagian dari tindakan menahan harta. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.’ Sementara yang lainnya berkata: “Ya Allah. engkau meninggalkan ahli warismu dalam kondisi kaya itu lebih baik dibandingkan engkau meninggalkan mereka dalam kondisi miskin yang membutuhkan bantuan uluran tangan manusia. hancurkanlah harta orang yang menahan hartanya. karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit. Salah satunya berkata: ‘Ya Allah.Apa yang akan terjadi di masa depan memang tidak dapat kita ketahui dengan pasti. dan Dia-lah Yang menurunkan hujan. maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di bulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. di antaranya adalah sabda Nabi SAW: ‫ما من يوم يصبح العباد فيه إل ملكان ينزلن فيقول أحدهما اللهم أعط ُنفقا خلفا ويقول الخر اللهم أعط ممسكا‬ ً ِ ْ ُ ِ ْ َ ّ ُ ّ ُ َ ُ ُ َ َ ً ََ ً ِ ْ ‫َ ِ ْ َ ْ ٍ ُ ْ ِ ُ ْ ِ َ ُ ِ ِ ِ ّ ََ َ ِ َ ْ ِ َ ِ َ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ّ ُ ّ َ ْ ِ م‬ ‫تلفا‬ ً ََ “Tidak ada satu hari pun yang dilalui oleh seorang hamba melainkan pada pagi harinya dua malaikat turun kepadanya.) Menabung adalah salah satu bentuk perencanaan dan tindakan antisipatif terhadap kondisi yang tidak diharapkan di masa depan. tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. dan bertakwalah kepada Allah. yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit).’” (HR al-Bukhāri dalam Shahīhnya II/522/1374 dan Muslim dalam Shahīh-nya II/700/1010.” (QS al-Isrā’/17: 29.) Menabung merupakan kutub yang berseberangan secara diametral sekaligus penyeimbang terhadap sedekah.) Dengan demikian. teks-teks keagamaan yang berbicara tentang masalah sedekah dan menabung—sebagaimana telah disebutkan sebagiannya di atas—harus didudukkan secara komprehensif dan proporsional. “Sesungguhnya (Dialah) Allah. Quran juga mengajarkan agar seseorang tidak terlalu pemurah. tindakan menahan harta merupakan hal yang dikecam oleh agama. Allah SWT berfirman (yang artinya): “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (terlalu pemurah). Quran memberikan endorsement terhadap tindakan menabung melalui kisah Nabi Yusuf AS: “Yusuf berkata: ‘Supaya kamu bercocok tanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa. “Hai orang-orang yang beriman.” (HR al-Bukhāri dalam Shahīh-nya III/106/2591 dan Muslim dalam Shahīh-nya III/1250/1628. Banyak sekali teks keagamaan yang berbicara mengenai hal tersebut. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. Nabi SAW bersabda kepada Sa`d ibn Abī Waqqāsh. dan demikian juga sebaliknya. Sedekah secara berlebihan dan dengan tanpa skala prioritas juga tidak dianjurkan. berilah ganti bagi orang yang bersedekah.) . berbeda dengan sedekah yang agama menganjurkannya. Quran mengajarkan agar seseorang tidak kikir.) Namun demikian.’” (QS Yūsuf/12: 47-48.

Dalam hal keluarga. di dalam ataupun di luar rumahnya. selama pekerjaan itu: (1) tidak bertentangan dengan kodratnya. Ini adalah sunnatullāh. ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ِ ِْ َ ِ ٍ َ ُ ُ ّ َ ِ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ َ ٍ َ ُ َ ِْ ِ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ ْ ُ ُّ َ ٍ َ ْ ُ ُّ ‫كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته. misalnya. dan (3) tidak membuatnya lalai dari tugas utamanya dalam keluarga. Ini adalah prinsip universal (universal value) yang berlaku secara umum. Karena itu. selama pekerjaan tersebut membutuhkannya dan/atau selama mereka membutuhkan pekerjaan tersebut”. tidak mungkin seluruh partisipannya menjadi pemimpin. Seorang imam adalah pemimpin dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Secara singkat. suku dan keturunan. dapat dikemukakan rumusan menyangkut pekerjaan perempuan yaitu bahwa “perempuan mempunyai hak untuk bekerja. pasti ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. Ia menabung sebagai bentuk perencanaan terhadap masa depan dirinya dan keluarganya di satu sisi. maka tentu akan terbentuk masyarakat yang ‘cacat’. Perbedaan ini dimaksudkan agar masing-masing dapat berperan sesuai dengan kodratnya. Keduanya dapat dilakukan secara simultan. hanya saja dengan skala wilayah dan otoritas yang berbeda antara satu sama lain. . kepemimpinan ini tidaklah mencabut hak-hak istri dalam berbagai segi. Wanita diperkenankan bekerja dalam berbagai bidang. (2) tidak mengandung hal-hal yang dilarang oleh agama. sebagaimana hadits di atas (dan juga QS al-Nisā’/4: 34). Islam memberikan otoritas kepada lelaki untuk menjadi kepala keluarga. Namun. Nabi SAW bersabda. Perbedaan yang meninggikan dan merendahkan seseorang hanyalah dari tingkat ketakwaan dan amal saleh (QS al-Hujurāt/49: 13 dan QS an-Nahl/16: 97. maka tidak berlebihan untuk dikatakan bahwa Islam membenarkan mereka aktif dalam berbagai aktivitas. khususnya dalam hak pemilikan harta pribadi dan hak pengelolaannya. jika kita menelaah keterlibatan perempuan dalam pekerjaan pada masa awal Islam.) Islam mengajarkan bahwa setiap manusia adalah pemimpin. seorang yang beriman diminta untuk mengambil posisi yang tepat dalam hal ini. Jika tiap individu mengambil peran yang sama. Kepemimpinan ini mewajibkan lelaki untuk antara lain bertanggung jawab dalam hal pemenuhan nafkah keluarga. • Peran Wanita dalam Keuangan Keluarga Salah satu karakteristik sekaligus prinsip yang diusung oleh Islam adalah egalitarianisme: kesetaraan sesama manusia di hadapan-Nya.) Tidak dapat dipungkiri bahwa pada kenyataannya pria dan wanita itu memiliki perbedaan. Hadits di atas menyebutkan bahwa salah satu tanggung jawab wanita adalah mengelola rumah suaminya. yaitu berada di antara tindakan menabung dan sedekah. namun ia juga bersedekah sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap lingkungan sosial di sisi yang lain. seorang pria adalah pemimpin di keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. seorang wanita adalah pemimpin terhadap (urusan) rumah suaminya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. tanpa memedulikan gender.Sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan. sehingga satu sama lain saling melengkapi. khususnya dalam hal struktur biologis dan karakter. termasuk pengelolaan keuangan keluarga. المام راع ومسؤول عن رعيته، والرجل راع في أهله وهو مسؤول عن‬ ‫رعيته، والمرأة را ِية في بيت زوجها ومسؤولة عن رعيتها‬ َ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ َْ ُ ْ َ َ َ ِ ْ َ ِ ْ َ ِ ٌ َ ‫َ ِ ّ ِ ِ َ ْ َ َْ ُ َ ع‬ “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” (HR al-Bukhāri dalam Shahīh-nya I/304/853 dan Muslim dalam dalam Shahīh-nya III/1549/1829. Dalam struktur masyarakat atau organisasi. Selanjutnya. Tidak ada yang kontradiktif. WaLlāhu a`lam bish shawāb.

a. Ummu Salamah (istri Nabi SAW). mencatat dalam kitab Shahīh-nya sejumlah bab yang menginformasikan kegiatan-kegiatan kaum wanita. َ َ ْ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ْ ّ َِ َ ِ ْ َ ْ َ ّ ِ ُ ُ ّ ِ َ ِ ْ ِ ّ ْ َ َ ْ ّ َِ َ ِ ْ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ِ ّ َ ْ ِ ْ َ ْ ِ ٍ َ َ ْ ِ َ ‫ما من أحد من أهل الجنة يسره أن يرجع إلى الدنيا غير الشهيد فإنه يحب أن يرجع إلى الدنيا، يقول: حتى أقتل‬ ِ َ َ َ ْ َ ِ ُ َ ْ ّ ِ َ َ ّ ِ ِ ِ ْ ِ‫َ ْ َ َ ّ ٍ ِ س‬ ‫عشر مرات في َبيل ال، مما يرى مما أعطاه من الكرامة‬ . Rāithah. dan lain-lain. Para ahli hadis. juga bekerja menyamak kulit binatang. Bab Peperangan Perempuan di Lautan. Zainab binti Jahsy. Nabi s. aku ingin berperang di jalan Allah lantas terbunuh. Nabi s. Akibat lahir dari rahim sebab. َ َ ْ ُ َ َ ُ ْ َ ّ ُ َ َ ْ ُ َ َ ُ ْ َ ّ ُ َ َ ْ ُ َ ِ ‫َ ّ ِ ْ َ ْ ُ ُ َ ّ ٍ ِ َ ِ ِ َ َ َ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ َ ِ ْل‬ ‫والذي نفس محمد بيده لوددت أن أغزو في سبي ِ ال فأقتل ثم أغزو فأقتل ثم أغزو فأقتل‬ “Demi Dzat yang jiwa Muhammad di Tangan-Nya. karena suami dan anaknya ketika itu tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Masih banyak contoh-contoh lain dalam sejarah Islam yang menegaskan bahwa wanita pada masa awal Islam diberi keleluasaan untuk bekerja dan mencari nafkah dengan syarat-syarat yang telah disebutkan di atas. seperti Ummu Sālim binti Malhān. sedangkan usaha dan perjuangan menuju tujuan merupakan fase kesulitan dan kesengsaraan. tercatat sebagai seorang yang sangat sukses. untuk menangani pasar kota Madinah. Khadijah binti Khuwailid. kemudian aku berperang lantas terbunuh lagi. melainkan perjalanannya). Bab Keterlibatan Perempuan Merawat Korban. It’s not about the destination it’s about the journey (ini bukan tentang tujuannya. Dalam sebuah syair hikmah yang dinisbatkan kepada Imam asy-Syāfi’i disebutkan: ‫سافر تجد عوضا عمن تفارقه‬ ِ َُ ّ َ ً َ ِ ْ ِ َ ْ ِ َ ِ ّ ِ ِ ْ َ ْ َ ْ ِ َ ّ َِ ْ َ ْ َ ‫وانصب فإن لذيذ العيش في النصب‬ Pergilah niscaya kau akan dapatkan ganti dari yang kau tinggalkan. Cita-cita diraih dengan perjuangan. misalnya al-Bukhāri. bahkan mereka sampai ikut berpartisipasi dalam peperangan. dan hasil usahanya itu beliau sedekahkan.w. Selain itu. Wallāhu a`lam bish-shawāb. kemudian aku berperang lantas terbunuh lagi. seperti Bab Keterlibatan Perempuan dalam Jihad. Istri Nabi SAW yang lain. sangat aktif bekerja. • Menikmati Proses Tujuan dicapai melalui proses. Khalīfah `Umar ibn al-Khaththāb RA pernah menugaskan al-Syifā’. demikian slogan yang diusung Harley Davidson.Pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan oleh perempuan pada masa Nabi SAW cukup beraneka ragam.” [Riwayat Muslim III/1495/1876.w. sahabat Nabi SAW. istri `Abdullāh ibn Mas’ūd. juga bersabda. Banyak orang menilai bahwa kenikmatan itu adanya pada saat tercapainya tujuan.a. ada pula yang bekerja sebagai perias pengantin. Demikianlah ketentuan Allah yang berlakukan di bumi tempat para hamba-Nya berpijak.] Dari Anas ibn Mālik. Shāfiyyah. Dari Abū Hurairah. dan berjuanglah keras sebab kelezatan hidup itu ada dalam kepayahan. tercatat sebagai tokoh-tokoh yang terlibat dalam peperangan. Dalam bidang perdagangan. dan tercapainya tujuan hanyalah merupakan kelanjutan dari kenikmatan tersebut.* *) Dari berbagai sumber. Ummu Sinām. Pelangi diawali oleh tetesan hujan. dan lainlain. Sungguh. bersabda. misalnya. seorang perempuan yang pandai menulis. nama istri Nabi SAW yang pertama. Lailā al-Ghiffāriyyah. Namun orang-orang terpilih justru menjadikan kenikmatan pada proses perjuangan.

melainkan yang lain pasti turun. berupa perang. Ia ingin kembali ke dunia. melainkan yang lain tenggelam. Semangat bisa habis dan sirna.” [Riwayat al-Bukhāri III/1037/2662. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Nabi s. Seorang Mukmin seharusnya tetap menjaga semangat dalam hal-hal yang positif. Bagaimana pun cara pandang kita terhadap proses dan perjuangan. kedudukan dan lain-lain. at-Tirmidzi IV/187/1661. perjuangan tetaplah merupakan suatu keharusan yang apabila ditunda atau diabaikan maka akan menimbulkan keharusan yang lebih besar di kemudian hari. Kedua kutub berseberangan tersebut secara fluktuatif berjalan saling membayangi satu sama lain bagaikan dua sisi jungkat jungkit. dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap. yang dapat berupa benefit. kiranya mungkin dapat ditarik suatu pemahaman bahwa kelapangan dada atau kenikmatan itu terdapat pada perjuangan atau kerja keras secara optimal. Tidaklah salah satu naik. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). Hal ini juga disinyalir oleh sebuah surah al-Qur’an yang sering dibaca dan dihapalkan oleh kaum Muslim pada umumnya. Semangat adalah air yang mengaliri akar kehidupan. luka dan kematian juga terdapat kenikmatan yang tak terlukiskan. ganjaran. bersabda.” [QS. Tidaklah salah satu timbul. dan ditutup dengan perintah untuk senantiasa bekerja secara optimal dengan dibarengi harapan kepada Allah.“Tidaklah seorang pun dari kalangan penduduk surga senang untuk kembali ke dunia kecuali orang yang mati syahid. seraya berkata. yaitu firman Allah Ta`ālā: ِ ْ ُ ْ َ َ ّ َِ َ َ ْ ِ َ َ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ َ ‫ألم نشرح لك صدرك * ووضعنا عنك وزرك * ٱلذ ۤي أنقض ظهرك * ورفعنا لك ذكرك * فإن مع ٱلعسر‬ ِّ َ َ ْ ِ َ َ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ ََ ْ َْ ََ َ ‫يسرا * إن مع ٱلعسر يسرا * فإذا فرغت فٱنصب * وإل ٰى ربك فٱرغب‬ ََِ ْ َ َ َ ْ َ َ َ َِ ً ْ ُ ِ ْ ُ ْ َ َ ّ ِ ً ْ ُ “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. Seseorang yang mengabaikan kerja keras di masa muda harus membayar dengan kerja lebih keras di masa tuanya. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Asy-Syarh (94): 1 – 8. Siswa yang enggan belajar secara rutin setiap hari harus belajar lebih keras di musim ujian atau ia tidak lulus. Redaksi di atas adalah dari riwayat at-Tirmidzi. • SEMANGAT Sesungguhnya bagi jiwa terdapat masa yang penuh dengan semangat dan gairah. yang merupakan salah satu kenikmatan terbesar.] Dengan demikian. kenikmatan itu bukan hanya didapat dari ganjaran setelah mati syahid. dan lain-lain. namun pada proses menuju kesyahidan.a. namun juga terdapat saat kelesuan dan keletihan. namun dapat berpendar hilang oleh sapuan angin. ‘Hingga aku terbunuh sepuluh kali di jalan Allah!’ Ini karena ia melihat sebagian kemuliaan yang diberikan kepadanya. َ َ ِ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ُ َ ْ َ َ ََ ْ ِ ْ ٌ ْ َ ّ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ ّ ِ ِ ْ ُ ْ َ ِ ِ َِ ّ َ ََ ٌ ْ َ ّ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ‫المؤمن القوي خير وأحب إلى ال من المؤمن الضعيف وفي كل خير، احرص على ما ينفعك واستعن بال ول‬ ْ ِ َْ ‫تعجز‬ . Ia juga laksana arakan awan yang apabila terkumpul menurunkan butiran hujan. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Dengan menggabungkan awal dan akhir surah dimaksud. sekaligus api yang menggerakkan roda kompetisi.w. apakah sebagai kenikmatan ataukah kesengsaraan.] Surah tersebut dimulai dengan kondisi kelapangan dada. yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu. namun dapat dimunculkan kembali dengan menghadirkan faktor-faktor pemicunya. Demikianlah rumus yang berlaku dalam kehidupan.

” [Lihat Hilyah al-Auliyā’ V/331-332 dan al-Mudhisy hlm. juga mengajarkan agar kita meminta Firdaus. [Khizānah al-Adab. Semakin tinggi kondisi kejiwaan yang dimiliki seseorang.“Seorang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah. dalam rangka menjalankan fungsi manusia sebagai pemakmur bumi Allah (khalīfah fi’l ardh). yaitu surga. Nabi s. bertutur tentang dirinya.] Semangat. “Sebaik-baik . bahwa Nabi s.] Semangat yang tinggi akan menumbuhkan kerja keras yang luar biasa dan melelahkan. berkata. Karena itulah al-Qur’an mengajari kita berdoa untuk dijadikan imam/pimpinan bagi orang-orang yang bertaqwa [QS. Ibn Mas`ūd r. Mereka yang memiliki semangat dan cita-cita yang besar tidak akan rela dengan halhal yang rendah dan fana. mintalah pertolongan kepada Allah.” [Riwayat ad-Dārimi dalam Sunan-nya I/79/204. berapa banyak hal-hal yang disangka sebagai kebaikan padahal tidak demikian adanya. dan ketika hal itu terealisasikan. tapi pimpinan kaum yang bertaqwa. Jadi. Meskipun secara realitas. tidak sebatas surga. Meskipun pada keduanya terdapat kebaikan. niscaya tubuh itu lelah dalam mencapai maksudnya. I/251. bukan sekedar orang yang bertaqwa. dan saya pun kemudian berhasil jadi gubernur Madinah. yang merupakan surga tertinggi sekaligus pertengahannya. melainkan saya berambisi untuk mendapatkan yang lebih baik darinya. “Berapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak mendapatinya. Adapun ketiadaan ilmu adalah ibarat kapal berlayar tanpa arah. Sekedar semangat tanpa direalisasikan oleh tindakan nyata bagaikan tanaman yang tidak berbuah. Al-Furqān: 74]. tidak berlaku konsekuensi kebalikan dalam hal ini. dan bukan perspektif materialisme dan duniawi.” [Riwayat Muslim dalam Shahīh-nya IV/2052/2664.a. ilmu dan kerja keras untuk mencapai tujuan yang paling besar. Seorang penyair Arab. tentu bukan semata-mata termanifestasikan dalam ibadah ritual semata.] Setiap orang besar pasti memiliki modal cita-cita dan semangat yang besar. al-Mutanabbi. yaitu keridhaan-Nya (termasuk di dalamnya surga dengan segala kenikmatannya). padahal sebenarnya merusak tanpa disadari. yaitu ilmu yang benar dan tindakan yang nyata. bisa jadi sampai ke tujuan yang dimaui. Tidaklah saya mendapatkan apa yang saya inginkan. `Umar ibn `Abd al-`Aziz. Lalu saya berhasrat menjadi khalīfah. Jadi.] Setidaknya terdapat dua hal yang harus menyertai semangat seorang Mukmin. dan jangan bersikap lemah.w. Mereka concern dengan hal-hal yang besar dan lebih kekal. namun bisa jadi terhempas karang sehingga menjadi puing-puing di lautan. Saya dahulu berhasrat pada kekuasaan.w. Disebabkan ketiadaan ilmu. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang populer. bersabda.a. “Saya memiliki jiwa yang penuh hasrat dan ambisi (nafs tawwāqah). maka ia akan mencari hal yang lebih tinggi. Setiap Mukmin diajarkan untuk memiliki semangat menjadi orang besar—tentunya yang sejalan dengan perspektif Islam. dan di atasnya adalah `Arsy Allah [riwayat al-Bukhāri III/1028/2637 dan lain-lain]. pada akhirnya saya berhasrat pada yang jauh lebih baik dari semua itu. Bersemangatlah terhadap segala hal yang bermanfaat bagimu. berkata dalam syairnya. seorang khalīfah (jabatan tertinggi dalam sistem pemerintahan Islam) yang shalih dari Banī Umayyah. 228. Mereka juga didorong untuk meraih terbaik yang mungkin dicapai.a. ‫وإذا كانت النفوس كبارا‬ ً َ ِ ُ ْ ُ ّ َ َ َ َِ ُ َ ْ َْ َ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ َ ‫تعبت في مرادها الجسام‬ Dan sekiranya jiwa itu besar. namun surga yang paling baik. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah ibadah sosial kemasyarakatan. Merasa memperbaiki.

Mereka lalu meminta `Umar r.] Penggalan sejarah di atas menunjukkan bahwa Islam mengeleminir sistem senioritas yang berbasiskan usia semata.a.w.. Mendengar hal itu. “Celaka engkau wahai Ibn al-Khaththāb! Adalah Nabi s.. yaitu memberangkatkan Usamāh dan pasukannya menghadapi Romawi..a. Abū Bakr marah dan berkata. Nabi s. ketika pasukan melakukan persiapan keberangkatan. mengangkat Usāmah ibn Zaid. yang ketika itu usianya belum genap 20 tahun untuk memimpin pasukan kaum Muslim melakukan ekspansi ke wilayah Syām yang berada di bawah cengkraman imperium Romawi.w. Padahal di kalangan kaum Muslim terdapat banyak sahabat utama Nabi s. Keberangkatan pasukan pun tertunda.w. dengan sanad yang valid. ajaran Islam memposisikan parameter profesionalitas jauh di atas senioritas semata. yang jauh lebih senior ketimbang Usāmah. Disebabkan potensi Usāmah. Usia yang dihargai dalam Islam hanyalah yang diproduktifkan serta menjadi wadah bagi kinerja dan karya. Kecuali perintah bagi yang muda untuk menghormati yang lebih tua.” [Riwayat ath-Thabrani dalam al-Ausath VI/58 dan lain-lain.w.w. berupa integritas dan kompetensi. maka Nabi s.w. `Umar lalu menyampaikan usulan dimaksud kepada Abū Bakr. mengalami sakit keras yang berujung kepada kematian beliau. 226-228. setelah haji wadā` (perpisahan). contohkan dalam membina generasi awal kaum Muslim.w. Ia tidak lebih dari sekedar bilangan. Islam tidak mengajarkan pengkultusan usia. dan bukan representasi dari suatu keistimewaan.a. selaras dengan tradisi etika yang pada umumnya berlaku.a.a.w. didaulat menjadi Khalīfah.a. dan menggantinya dengan profesionalitas yang berbasiskan integritas dan kompetensi untuk berkarya serta menyelesaikan amanah .w. Namun. Pada tahun ke-11 Hijriah. Mereka mengajukan dua usulan. ternyata sangatlah tepat. memilihnya sebagai komandan pasukan di usianya yang masih sangat muda.a. Inilah yang Nabi s. Sebab Islam menghargai prestasi dan bukan prestise.a. Abu Bakr ash-Shiddīq r. hlm. sebagian kalangan Anshār menilai bahwa saat itu bukanlah momen yang tepat untuk keberangkatan pasukan.a. Tentu Nabi s. yang mengangkatnya sebagai pimpinan pasukan. dan beliau pun meneruskan apa yang telah dimulai oleh Nabi s.w. lantas engkau meminta kepadaku agar mencopotnya?! Demi Allah. tidak menunjuk Usāmah ibn Zaid dengan tanpa alasan.w. aku tidak akan menyelisihi pesan dan perintah Nabi s. Nabi s.a. Terbukti bahwa Usāmah dan pasukannya memperoleh kemenangan yang gemilang dalam peperangan melawan imperium adidaya Romawi.” `Umar pun menyesali usulan tersebut. Masih dalam suasana duka dan penurunan stabilitas karena wafatnya Nabi s.a. Pilihan Nabi s. atau jika tidak. yaitu penundaan keberangkatan pasukan. Ia hanyalah penunjuk jumlah hari yang dilewati seorang manusia dalam menemani bumi mengitari matahari. dengan alasan bahwa usianya terlalu muda dan pengalamannya belum banyak. [Lihat Shuwar min Hayah ash-Shahābah. Tak lama setelah wafatnya Nabi s.manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Sampai-sampai dikatakan bahwa tidak ada pasukan yang lebih selamat dan lebih banyak mendapatkan ghanīmah (harta perang) dibandingkan pasukan Usāmah.w.a.a.] • Usia dan Karya Apalah artinya usia. untuk membicarakan hal tersebut kepada Abū Bakr. maka mereka meminta agar pimpinan pasukan digantikan oleh sahabat yang lebih senior daripada Usāmah. Singkatnya.a.

maka itulah kejelekan yang berlipat ganda. yang terhampar dalam bentangan semesta raya. Secara sanad. jarak yang dilipat dan dunia yang berkejaran kencang. ‫حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا‬ ْ َُ َ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ُ ْ َ ْ ُِ َ “Buatlah perhitungan atas diri-diri kalian. Untuk menjadi imam shalat. bersabda. dengan sanad yang valid. sebagaimana disebutkan dalam hadits yang valid. Islam menganjurkan perenungan.dengan baik. peningkatan dan perbaikan di masa mendatang. Dalam hadits nabawi. namun kiranya bukan di sini tempat untuk memaparkan hal tersebut. yaitu menginvestasikan waktu dengan berpikir mendalam (deep thinking) untuk tercapainya perbaikan berkesinambungan (continous improvement) di masa mendatang. berkata. sebagian ahli hadits mencacat validitas riwayat tersebut. Bahkan. bukan berarti usia dan senioritas sama sekali dinihilkan dalam ajaran Islam. yang tertuang Kitab Suci dan hadits nabawi.w.a. Adapun melamun bersifat konsumtif. Dan apabila ada orang yang panjang usianya tetapi panjang juga daftar keburukannya. Dalam dimensi yang lebih sempit.] • Perenungan (Muhāsabah) Perenungan menjadi hal mewah di zaman serba instan ini. Nabi s. muhāsabah berasal dari huruf h s b yang berasosiasi dengan perhitungan atau memperhitungkan. maka inilah kebaikan di atas kebaikan. Jika ada orang yang panjang usianya. Namun tidak diragukan bahwa maknanya benar. Dalam teks-teks keagamaan didapati anjuran untuk merenungkan dan memikirkan ayat-ayat-Nya. sebelum datangnya perhitungan hakiki dari Allah pada hari Kiamat. maka yang berhak diangkat menjadi imam adalah yang paling senior. apabila terdapat beberapa kandidat imam yang memiliki kompetensi dan integritas yang setara. misalnya. makna muhāsabah kurang lebih adalah membuat perhitungan terhadap diri sendiri atas kondisi dan kekurangan di masa lampau untuk koreksi.] . Dalam bahasa Indonesia. mungkin dapat dikatakan bahwa salah satu hikmah dianjurkannya bangun malam untuk beribadah (di antaranya shalat Tahajjud) adalah karena waktu tersebut juga merupakan momen yang tepat untuk merenung dan berpikir. sehingga banyak karya dan kebaikannya. Jadi. Namun demikian. terdapat kecaman bagi mereka yang tidak mau merenung dan berpikir. renungan kadang diistilahkan dengan muhāsabah. Renungan beda dengan lamunan.” [Riwayat Ibn Abī Syaibah dalam al-Mushannaf VII/96/34459. tampaknya menyudutkan perenungan pada kotak waktu yang besarnya hampir ternihilkan. baik qauliyyah. hanya saja parameter tersebut jauh dibelakangkan dibandingkan profesionalitas. Dari renungan. melamun diistilahkan dengan thūlu’l amal (panjang angan-angan). maupun kauniyyah. Masih banyak contoh serupa yang menghiasai lembaran sejarah peradaban Islam. yaitu dari sisi hijrah dan selanjutnya dari sisi usia.a. Diriwayatkan bahwa `Umar ibn al-Khaththab r. Dan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya namun buruk amalnya. Cyberspace. ُ َُ َ َ َ َ ‫َ ْ ُ ّ ِ َ ْ َ َ ُ ْ ُ ُ َ َ ُ َ َ َُ ُ َ َ ّ ّ ِ َ ْ َ َ ُ ْ ُه‬ ‫خير الناس من طال عمره وحسن عمله وشر الناس من طال عمر ُ وساء عمله‬ ”Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya serta baik amalnya.” [Riwayat at-Tirmidzi IV/556/2330 dan lain-lain. Hal sebaliknya. sebelum kalian diperhitungkan (oleh Allah). lahirlah breakthrough dan solusi dari berbagai permasalahan. Merenung adalah hal produktif. yaitu membelanjakan dan memboroskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Secara etimologis. muhāsabah sering diterjemahkan dengan introspeksi.

bulan berganti.a. yaitu sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi s.” [QS. bersabda. Satu dibalas tujuh ratus kali lipat. maupun yang sifatnya sunnah. dan (4) kemana ia belanjakan harta tersebut. dari mana ia dapatkan.] Zaman berlari. maka hilang pula sebagian dirimu. َ ُ ْ َ َ َ َ ُ ْ َ َ َ َ َ ُّ ٌ َّ َ ْ َ َ ّ ِ َ َ َ ْ ‫ابن آدم إنما أنت أيام، كلما ذهب يوم ذهب بعضك‬ “Hai anak Adam. Kecuali mereka yang merendahkan dirinya di hadapan keagungan dan kemahasempurnaan Rabbnya. Setidaknya ada lima hal yang harus diperhitungkan.w. untuk apa ia habiskan. Dan Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia. Dari Abu Hurairah.” [Riwayat at-Tirmidzi IV/612/2416 dan lainlain. semoga kita dapat memperhitungkan dan merenungkan jejak waktu yang telah kita lewatkan guna memperbaiki kondisi diri ke depan. serta berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.w. ٍ َ ْ ِ ٌ ََ َ ْ َ ََ َ ‫ما نقصت صدقة من مال‬ .” (QS. serta (5) apa yang ia amalkan atas hal-hal yang sudah diketahuinya. (3) tentang hartanya. Imam al-Hasan al-Bashri berkata. karena manusia sering dikalahkan oleh hawa nafsu dan subyektivitas pribadi. ASET DI DUNIA DAN AKHIRAT Allah `Azza wa Jalla berfirman: ُ َ َ َ ِ ُ ِ َ ُ ّ َ ٍ ّ َ ُ َ ّ ٍ َُ ُ ّ ُ ِ َ ِ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ِ َ َ َ ّ ِ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ ُ ِ ُ َ ِ ّ ُ َ ّ ‫مثل الذين ينفقون أموالهم في سبيل ال كمثل حبة أنبتت سبع سنابل في كل سنبلة مئة حبة وال يضاعف لمن يشاء‬ ٌ َِ ٌ ِ َ ّ َ ‫وال واسع عليم‬ “Permisalan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Nabi s.] Tentunya kita pun tidak dilarang untuk merenung dan memperhitungkan hal-hal yang bersifat duniawi. sebagaimana firman Allah: َ ْ َِ ّ َ َ ْ َ َ َ ِ ْ ََ َ ْ ّ َ ِ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ّ ّ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ ‫وابتغ فيما آتاك ال الدار الخرة ول تنس نصيبك من الدنيا وأحسن كما أحسن ال إليك‬ ُ ُ “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. sesungguhnya engkau adalah hari-hari berbilang. Al-Qashash (28): 77. yakni dalam segala hal yang diridhai-Nya. tahun berlalu. Firman Allah tersebut mencakup pengeluaran harta yang sifatnya wajib.” [Hilyah al-Auliyā' II/148. untuk apa ia gunakan. seperti infaq dan sedekah sunnah. hingga ia ditanya tentang lima hal: (1) tentang umurnya. • SEDEKAH.a. Jika satu hari pergi. seperti zakat. pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji.] Akhirnya. Masa lalu adalah partikel-partikel anggota tubuh manusia yang tertinggalkan di belakang. berikut: ،‫ل تزول قدما ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس: عن عمر ِ فيم أفناه، وعن شبابه فيم أبله‬ َ ْ َ َ ْ ِ ِ ِ َ َ ْ َ َ َ ْ َ َ ْ ِ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ْ ُ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ ِ ْ ِ ْ ِ َ ّ ِ َ ّ ُ ْ َ ُ َ ْ َ ْ ٍ َ ْ ُ ْ ِه‬ َ َِ َ ْ ِ َ ِ َ َ َ َ ُ َ َ ْ َ َ ْ ِ َ ُ َ َ َ ْ ‫َ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ َ ْن‬ ‫وعن ماله من أي َ اكتسبه وفيم أنفقه، وماذا عمل فيما علم‬ “Tidaklah kedua kaki seorang hamba itu bergerak dari sisi Rabbnya pada hari Kiamat.Memperhitungkan kesalahan dan kekurangan diri sendiri secara jujur dan benar umumnya merupakan hal yang sulit. (2) tentang masa mudanya.) Demikianlah Allah memotivasi para hamba-Nya untuk menafkahkan atau memberikan harta di jalan-Nya. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui. Al-Baqarah [2]: 261.

Manusialah yang membutuhkan harta dan bantuan dari sesamanya. tidak membuahkan keyakinan yang akhirnya melahirkan tindakan nyata.’” [Riwayat al-Bukhari dalam Shahīh-nya II/522/1374 dan Muslim dalam Shahīh-nya II/700/1010.a. Bagi seorang Muslim. Permasalahannya. di dunia maupun di akhirat.w. pengeluaran harta untuk berbagai macam bentuk kebaikan di jalan-Nya merupakan aset dan investasi yang pasti menguntungkan baik secara materi maupun immateri. tawakkal berasal dari huruf w k l yang berasosiasi dengan penyandaran atau pelimpahan suatu urusan kepada pihak lain. ‫ما من يوم يصبح العباد فيه إل ملكان ينزلن فيقول أحدهما اللهم أعط ُنفقا خلفا ويقول الخر اللهم أعط ممسكا‬ ً ِ ْ ُ ِ ْ َ ّ ُ ّ ُ َ ُ ُ َ َ ً ََ ً ِ ْ ‫َ ِ ْ َ ْ ٍ ُ ْ ِ ُ ْ ِ َ ُ ِ ِ ِ ّ ََ َ ِ َ ْ ِ َ ِ َ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ّ ُ ّ َ ْ ِ م‬ ‫تلفا‬ ً ََ “Tidak ada satu hari pun yang dilalui oleh seorang hamba melainkan pada pagi harinya dua malaikat turun kepadanya. Dari Ibn `Abbas. “Rasulullah s. golongan fakir dan miskin bertebaran di mana-mana. Allah tidak butuh harta dari hamba-Nya. dan bukan liability atau biaya yang akan mengurangi harta. Pada umumnya kaum Muslim telah mengetahui konsep di atas. paham materialisme tersebut terus-menerus menginfeksi dan menjangkiti kaum Muslim seiring derasnya arus budaya syahwat. hanya saja permasalahannya terletak pada kelemahan aqidah. dan meraup keuntungan darinya di dunia maupun akhirat. dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR. Konsep Islam tersebut mungkin sulit diterima —apalagi diyakini dan terlebih diamalkan— oleh mereka yang menganut paham materialisme. makna tawakkal adalah penyandaran diri sepenuhnya kepada Allah Ta`ālā dalam hal .“Sedekah itu tidak mengurangi harta.] Dalam konsep Islam.] Nabi s. dan lain-lain. berilah ganti bagi orang yang berinfaq. Sri Mulyani. beliau berkata. Menteri Keuangan Menko perekonomian.] • Tawakkal Dalam mengarungi roda kehidupan yang dinamis. Secara terminologis. penyandaran diri tersebut hanya ditujukan kepada Allah Ta`ālā melalui mekanisme yang disebut tawakkal. Masih tingginya tingkat kemiskinan di negeri ini merupakan peluang yang sangat besar bagi mereka yang memiliki harta berlebih untuk berinfaq. juga bersabda. karena Dialah yang Maha Kaya. hancurkanlah harta orang yang pelit. Salah satunya berkata: ‘Ya Allah.96 juta atau 15. Justru tindakan menahan harta yang akan menimbulkan kerugian. Di negara ini.” [Riwayat Muslim dalam Shahīh-nya IV/2001/2588. merupakan manusia yang paling dermawan dalam kebaikan. sesuai karakternya sebagai makhluk sosial (homo homini socious).42%. manusia sebagai makhluk yang lemah dan penuh kekurangan membutuhkan sandaran kepada Dzat yang Maha Sempurna. Orangorang miskin membutuhkan uluran tangan dari orang-orang yang memiliki harta berlebih.a.” [Riwayat al-Bukhari dalam Shahīh-nya II/672/1803 dan Muslim dalam Shahīh-nya IV/1803/2308. 26 Agustus 2008 melaporkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan pada Maret 2008 adalah sebesar 34. bahkan Dialah yang Maha Memberi. mendewakan materi dan berpikir matematis secara short time.’ Sementara yang lainnya berkata: “Ya Allah.w. Maha Kuat dan Maha Hadir (omnipresent). Secara etimologis. pada hari Selasa. dan beliau paling dermawan pada bulan Ramadhan. sehingga pengetahuan tersebut hanya menjadi sebatas pengetahuan. penuh ketidakpastian dan kesulitan. Maha Kuasa.

” [Tuhfah al-Ahwadzi. bersabda. apakah aku mengikat hewan tungganganku dan aku bertawakkal. VII. vol. doa yang sering dibaca Nabi s.” [QS.. [Riwayat al-Bukhari ] Merealisasikan tawakkal bukan berarti menihilkan usaha.w. berjawab.a.pencapaian maslahat dan/atau penolakan mudharat terkait urusan dunia maupun akhirat. [Lihat Mausū`ah Nadhrah an-Na`īm. “Ya Rasulullah.] . Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar. seorang linguis. justru padanya terdapat isyarat tentang perlunya mencari rizki. IV. ketika dilemparkan ke dalam kobaran api adalah: “Hasbunā’Llāhu wa ni`ma’l wakīl” (cukuplah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-baik wakil).] Dari Anas ibn Mālik r.” [Riwayat at-Tirmidzi IV/668/2517 dan di-hasan-kan oleh al-Albāni dalam Shahīh al-Jāmi` no.a.w. 1377.] Allah Ta`ālā berfirman. hlm. Ibn Mājah II/1394/4164. ً ِ َ ّ ِ َ َ َ ّ ََ ْ ّ َ َ َ ‫وتوكل على ال وكفى بال وكيل‬ ِ ِ “Dan bertawakkallah kalian kepada Allah. sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas. Tawakkal adalah amalan qalbu yang menyokong upaya lahiriah anggota badan. Ath-Thalāq (65): 3.. Allah Ta`ālā berfirman.a. kedatangan dan usaha mereka. ataukah aku lepaskan saja dan aku bertawakkal?” Nabi s..a. sebagaimana halnya burung-burung. berpendapat bahwa tawakkal adalah kepercayaan penuh (tsiqah) dengan apa yang ada di sisi Allah dan berputus asa terhadap apa yang ada di tangan-tangan manusia.s. beliau menceritakan bahwa seseorang pernah bertanya kepada Nabi s. ً َ ُ ْ ُ ََ ً َ ‫لو أنكم كنتم توكلون على ال حق توكله لرزقتم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ُ ْ َ ُ ْ ّ ُ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ْ ِ ُ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ِ ََ َ ْ ُّ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ّ َ ْ َ “Sungguh. seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenarnya. karena Dialah yang menguasai segalanya. tentu mereka tidak akan pulang kecuali dalam keadaan mendapatkan harta dengan selamat. khususnya pada saat mengalami kesulitan serta dibaca oleh Nabi Ibrāhīm a.a. Jadi. dan cukuplah Allah sebagai Sang Wakil.w. hlm. Al-Ahzāb (33): 3. niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana burung-burung. sekiranya mereka bertawakkal kepada Allah dalam bepergian. yaitu Dzat yang berhak untuk disandarkan dan dilimpahkan segala urusan. 1068. Ahmad I/30/205 dan lain-lain. 8. Sebaliknya.” [Riwayat atTirmidzi IV/573/2344.] Salah satu al-asmā’ al-husnā (nama-nama indah) yang dimiliki Allah Ta`ālā adalah al-Wakīl (Sang Wakil). Tawakkal merupakan kunci rizki sekaligus solusi dari berbagai problematika. dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang. “Dalam hadits di atas tidak ada indikasi pembolehan untuk meninggalkan usaha.] Tawakkal merupakan kebutuhan para hamba-Nya sekaligus perintah-Nya. Al-Jurjāni.a. maksud hadits tersebut. ْ ّ َ ََ َ ِْ ْ ‫اعقلها وتوكل‬ “Ikatlah hewan tungganganmu dan bertawakkallah. vol.] Karena itu. Dari `Umar ibn al-Khaththāb r. dan mereka mengetahui bahwa kebaikan (rizki) itu di Tangan-Nya.” [QS. Nabi s. Imam Ahmad berkata.w. ُ ُ ْ َ َ ُ َ ّ ََ ْ ّ َ َ َ َ َ ‫ومن يتوكل على ال فهو حسبه‬ ِ “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi (keperluan)nya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful