P. 1
Bank Syariah Mandiri

Bank Syariah Mandiri

|Views: 325|Likes:

More info:

Published by: Annisa Indah Satriani on Oct 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2014

pdf

text

original

• • • •

English Home Kontak Kami Peta Situs

Lebih Adil dan Menenteramkan

Syariah Mandiri
• Layanan 24 Jam ○ ○ ○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ • ○ ○ ○ ○ • ○ ○ • ○ ○ ○ BSM Net Banking BSM Mobile Banking BSM ATM BSM SMS Banking BSM Call Center BSM Card Pembiayaan Produk Dana Produk Jasa Layanan Fasilitas Pembiayaan Small Business Warung Mikro BSM Gadai Emas Pembiayaan Cash Management Produk Dana Sindikasi Treasury International Banking Laporan Tahunan Laporan Triwulan Laporan Bulanan

Consumer Banking

Small & Micro Business

Corporate Banking

Treasury & International

Investor Relation

• • • • • • • • Download Edukasi Syariah GCG Info Perusahaan Berita Jaringan Human Capital CSR Consumer Banking Pembiayaan • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Syariah Mandiri Pembiayaan Konsumer BSM Implan Pembiayaan Peralatan Kedokteran Pembiayaan Edukasi BSM Pembiayaan Dana Berputar Pembiayaan Kepada Pensiunan Pembiayaan Umrah Pembiyaaan Kepada Koperasi Karyawan untuk Para Anggotanya Pembiayaan Griya BSM Pembiayaan Talangan Haji BSM Customer Network Financing Pembiayaan Griya BSM Optima Pembiayaan Griya BSM Bersubsidi Pembiayaan Griya BSM DP 0% Pembiayaan Kendaraan Bermotor Produk Dana BSM Tabungan Tabungan BSM BSM Tabungan Berencana BSM Tabungan Simpatik BSM Tabungan Investa Cendekia .

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • BSM Tabungan Mabrur BSM Tabungan Dollar BSM Tabungan Kurban BSM Tabungan Pensiun BSM Giro BSM Giro BSM Giro Valas BSM Giro Singapore Dollar BSM Giro Euro BSM Deposito BSM Deposito BSM Deposito Valas Produk Jasa Jasa Produk BSM Card BSM Sentra Bayar BSM SMS Banking BSM Mobile Banking BSM Net Banking Pembayaran melalui menu Pemindahbukuan di ATM (PPBA) BSM Jual Beli Valas BSM Electronic Payroll Transfer Uang Tunai Jasa Operasional BSM Transfer Lintas Negara Western Union BSM Kliring BSM Inkaso BSM Intercity Clearing BSM RTGS (Real Time Gross Settlement) Transfer Dalam Kota (LLG) BSM Transfer Valas BSM Pajak Online BSM Pajak Import BSM Referensi Bank BSM Standing Order Jasa Investasi Reksadana Sukuk Ritel .

pembayaran. Telkom. ATM Mandiri. dan pemindahbukuan dana pada ATM BSM. BSM Card juga berfungsi sebagai kartu Debit yang dapat digunakan untuk transaksi belanja di seluruh merchant yang menggunakan EDC PrimaBCA. ATM Bersama dan ATM Bankcard Kemudahan berbelanja di lebih dari 20. ATM Prima-BCA. ATM Mandiri.Layanan • Syariah Mandiri Priority Top of Form Search Bottom of Form Top of Form Contoh Perhitungan Bottom of Form Top of Form Jaringan Provinsi ATM Kantor BSM Kota Bottom of Form Home > Consumer Banking > Produk Jasa BSM Card BSM Card merupakan sarana untuk melakukan transaksi penarikan.000 merchant yang menggunakan EDC Prima-BCA Pemindahbukuan antar rekening BSM Transfer uang antar bank secara real time melalui jaringan ATM Bersama dan Prima-BCA Pembayaran tagihan ponsel. jaringan ATM Prima-BCA dan ATM Bersama. &nbsp: Ragam Layanan: • • • • • • Kemudahan tarik tunai di seluruh jaringan ATM BSM. PLN dan IM2 di ATM BSM Pembayaran zakat dan infaq di ATM BSM dan ATM Mandiri . serta ATM Bankcard.

nasabah tidak perlu cemas akan terkena pengaruh bunga (riba). Sehingga nasabah dapat melihat lokasi jaringan ATM yang tersedia di seluruh Indonesia. PT Bank Syariah Mandiri memberikan fasilitas kemudahan dalam membantu nasabah mencari lokasi jaringan ATM yang terdekat. Peruntukan: Perorangan Syarat: • • Memiliki rekening Tabungan atau Giro di BSM Mengisi formulir kartu ATM. Untuk proses yang lebih cepat nasabah dapat memperoleh Kartu ATM INSTANT. • • • • • • • • • • • • • • Home Layanan 24 Jam Consumer Banking Small & Micro Business Corporate Banking Treasury & International Investor Relation Download Edukasi Syariah GCG Info Perusahaan Berita Jaringan Sejarah Hadir dengan Cita-Cita Membangun Negeri Nilai-nilai perusahaan yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan integritas telah tertanam kuat pada segenap insan Bank Syariah Mandiri (BSM) sejak awal pendiriannya. Meskipun ATM ini merupakan produk kerjasama dengan bank konvensional. karena PT Bank Syariah Mandiri telah mengatur kerjasama dengan PT Bank Mandiri untuk menyediakan dana yang mencukupi dan tidak mengambil bunga atau jasa giro dari penempatan cadangan dana di PT Bank Mandiri. .• Layanan informasi saldo dan penggantian PIN.

Perubahan kegiatan usaha BSB menjadi bank umum syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No.BI/1999. industri perbankan nasional yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami krisis luar biasa. sebagai respon atas diberlakukannya UU No. Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam kiprahnya di perbankan Indonesia. 1/24/ KEP. BI menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri. tidak terkecuali dunia usaha. SH. tidak terjadi pemindahan kepemilikan atas barang jaminan. Kebijakan penggabungan tersebut juga menempatkan dan menetapkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. No. Menyusul pengukuhan dan pengakuan legal tersebut. Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan Bank Mandiri. sebagai pemilik mayoritas baru BSB. melalui Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. Bank Bumi Daya.DGS/ 1999. sesungguhnya merupakan hikmah sekaligus berkah pasca krisis ekonomi dan moneter 1997-1998. 10 tahun 1998. krisis ekonomi dan moneter sejak Juli 1997. telah menimbulkan beragam dampak negatif yang sangat hebat terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat. Ar-Rahn berarti juga pledge atau pawn (gadai).Kehadiran BSM sejak tahun 1999. yang melandasi kegiatan operasionalnya. Bank Exim. Bank Mandiri melakukan konsolidasi serta membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah. Salah satu bank konvensional. yaitu kontrak atau akad penjaminan dan mengikat saat hak penguasaan atas barang jaminan berpindah tangan. 23 tanggal 8 September 1999. 1/1/KEP. Dalam kondisi tersebut. BSB berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain serta mengundang investor asing. tampil dan tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani. Pada saat bersamaan. Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya. Dengan . dan Bapindo) menjadi satu bank baru bernama PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Juli 1999. merupakan akad penyerahan barang dari nasabah kepada bank sebagai jaminan sebagian atau seluruhnya atas hutang yang dimiliki nasabah. PT Bank Syariah Mandiri hadir. hingga pemilik barang yang bersangkutan boleh mengambil hutang. Atau dengan kata lain. Tim Pengembangan Perbankan Syariah memandang bahwa pemberlakuan UU tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT Bank Susila Bakti dari bank konvensional menjadi bank syariah. sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris: Sutjipto. Selanjutnya. Sebagai tindak lanjut dari keputusan merger. Sebagaimana diketahui. yang disusul dengan krisis multi-dimensi termasuk di panggung politik nasional. Pemerintah akhirnya mengambil tindakan dengan merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia. PT Bank Susila Bakti (BSB) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi juga terkena dampak krisis. Oleh karenanya. 25 Oktober 1999. Dalam kontrak tersebut. BSM hadir untuk bersama membangun Indonesia menuju Indonesia yang lebih ba • Ar-Rahnu Adalah menjadikan barang yang mempunyai nilai harta (nilai ekonomis) sebagai jaminan hutang. pemerintah melakukan penggabungan (merger) empat bank (Bank Dagang Negara. PT Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi sejak Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999. yang memberi peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual banking system).

yang akan dibayar kembali oleh nasabah sebesar harga jual bank (harga beli bank + margin keuntungan) pada waktu yang ditetapkan. • Ijarah Perjanjian sewa yang memberikan kepada penyewa untuk memanfaatkan barang yang akan disewa dengan imbalan uang sewa sesuai dengan persetujuan dan setelah masa sewa berakhir maka barang dikembalikan kepada pemilik. • Hawalah Adalah akad pemindahan nasabah kepada bank untuk membantu nasabah mendapatkan modal tunai agar dapat melanjutkan produksinya dan bank mendapat imbalan atas jasa pemindahan piutang tersebut. • Kafalah Adalah akad pemberian garansi/jaminan oleh pihak bank kepada nasabah untuk menjamin pelaksanaan proyek dan pemenuhan kewajiban tertentu oleh pihak yang dijamin. namun penyewa dapat juga memiliki barang yang disewa dengan pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina). • Musyarakah . • Mudharabah al-Mutlaqah Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal dan memberikan kewenangan penuh kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat investasi. • Mudharabah Muqqayadah Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal dan memberikan kewenangan terbatas kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat investasi.demikian. • Murabahah Adalah suatu perjanjian yang disepakati antara Bank Syariah dengan nasabah. Bank untuk memenuhi pesanan nasabah dapat mensubkan pekerjaannya kepada pihak lain. • Istishna Adalah pembiayaan jual beli yang dilakukan antara bank dan nasabah dimana penjual (pihak bank) membuat barang yang dipesan oleh nasabah. pemindahan kepemilikan atas barang hanya terjadi dalam kondisi tertentu sebagai efek atau akibat dari kontrak. dimana Bank menyediakan pembiayaan untuk pembelian bahan baku atau modal kerja lainnya yang dibutuhkan nasabah. sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan dimuka. • Mudharabah Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal sedangkan mudharib menjadi pengelola dana dimana keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan di muka. dimana keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan di muka. • Mudharib Adalah pihak kedua atau pihak lain selain pihak pertama.

maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. saat si pemilik menghendakinya. Setidaknya ada tiga tujuan utama dari diversifikasi manusia: (1) saling kenal.” (QS al-Māidah/5: 48. • Wadiah Yad adh-Dhamanah Adalah wadiah dimana si penerima titipan dapat memanfaatkan barang titipan tersebut dengan seizin pemiliknya dan menjamin untuk mengembalikan titipan tersebut secara utuh setiap saat. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. • Shahibul Maal Adalah pihak pertama. • Layanan Priority Dalam Perspektif Syariah Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan kondisi yang beraneka ragam: hitam. “Hai manusia. • Nisbah Adalah bagian keuntungan usaha bagi masing-masing pihak yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Termasuk di dalamnya perbedaan ras dan suku. (2) ajang perlombaan dalam hal kebaikan.) “Sekiranya Allah menghendaki. putih.” (QS al-Hujurāt/49: 13. dan (3) ujian bagi sebagian atas sebagian yang lain Allah SWT berfirman (yang artinya).” (QS al-An`ām/6: 165. • Wadiah Adalah titipan dari suatu pihak ke pihak lain baik individu maupun golongan yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat bila pemilik menghendakinya. Adalah pihak pertama. miskin. untuk mengujimu tentang apa yang telah diberikan-Nya kepadamu. • Wadiah Yad al-Amanah Adalah wadiah dimana si penerima titipan tidak bertanggungjawab atas kehilangan dan kerusakan yang terjadi pada barang titipan selama hal ini bukan akibat dari kelalaian atau kecerobohan penerima titipan dalam memelihara titipan tersebut. dan sebagainya.) “Dan Dia menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan beberapa derajat sebagian kamu atas sebagian (yang lain). niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja). kaya.Adalah perjanjian pembiayaan antara Bank Syariah dengan nasabah yang membutuhkan pembiayaan. dimana Bank dan nasabah secara bersama membiayai suatu usaha atau proyek yang juga dikelola secara bersama atas prinsip bagi hasil sesuai dengan penyertaan dimana keuntungan dan kerugian dibagi sesuai kesepakatan di muka. • Wakalah Adalah akad perwakilan antara kedua belah pihak (bank dan nasabah) dimana nasabah memberikan kuasa kepada bank untuk mewakili dirinya melakukan pekerjaan atau jasa tertentu. • Salam Adalah pembiayaan jual beli dimana pembeli memberikan uang terlebih dahulu terhadap barang yang dibeli yang telah disebutkan spesifikasinya dengan pengantaran kemudian.) .

Namun. mereka sudah selayaknya mendapatkan benefit yang lebih dibandingkan nasabah deposan pada umumnya. Seluruh nasabah berhak mendapatkan layanan prima yang sejalan dengan arahan Quran: “Dan berbuat baiklah (kepada sesama) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. yang kemudian melahirkan amal saleh. dan satu saham lagi untuk pemiliknya. Ibn Hibban dalam Shahīh-nya XI/142/4814. Perbedaan sikap dalam hal ini tentunya sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi.” (HR Muslim dalam Shahīh-nya IV/1986/2564 dan lain-lain.) Namun demikian. Tentunya. • Persiapkan Bekal Masa Depan dengan Menabung . dan lain-lain dengan sanad yang valid.” (QS al-Qashshash/28: 77.) Dengan demikian. Perbedaan sikap merupakan aksioma dalam kehidupan sehari-hari. khususnya dalam bentuk penempatan dana yang signifikan dengan jumlah nominal tertentu. keadilan tidak selalu identik dengan kesamaan. Nasabah yang demikian ini umumnya disebut sebagai Nasabah Priority. di mana hal tersebut tidak identik dengan ketidakadilan atau kezaliman. Dua dari tiga saham yang diberikan kepada pasukan berkuda tersebut dimaksudkan untuk pemeliharaan kuda.” (QS alHujurāt/49: 13. Nabi SAW memberi tiga saham kepada pasukan berkuda dan satu saham kepada pasukan pejalan kaki. saat membagikan hasil perang. Dengan demikian. Allah sama sekali tidak memandang fisik dan tidak pula harta kalian. Nabi SAW bersabda. yaitu dalam bentuk penempatan dana yang lebih besar. WaLlāhu a`lam bishshawāb. di mana amal merupakan faktor yang menentukan kedudukan seseorang. atas dasar kontribusi lebih tersebut. Kontribusi mereka dalam pengembangan bank syariah tentu lebih tinggi dibandingkan nasabah deposan pada umumnya. seluruh manusia itu sama dan sederajat. Dalam perang Khaibar. Definisi adil adalah wadh` alsyai’ fi mahallih. sikap kita kepada orang tua berbeda dengan sikap kita kepada anak. dan seterusnya. menempatkan sesuatu sesuai dengan porsi dan posisinya.) Pemberian hasil perang secara lebih kepada pasukan berkuda dibandingkan pasukan pejalan kaki dikarenakan kontribusi pasukan berkuda dalam memenangkan pertempuran melebihi kontribusi pasukan pejalan kaki. Demikian pula halnya dengan Nasabah Priority. Islam menghargai seseorang berdasarkan tingkat kontribusinya. Pada dasarnya. Sebab.) Allah SWT berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling takwa di antara kamu. Dia memandang hati dan perbuatan kalian.Tidak ada korelasi antara perbedaan lahiriah yang terjadi di antara sesama manusia dan tinggi-rendah derajat seseorang di sisi Allah. ini tidak berarti bahwa bank syariah tidak diperkenankan memberikan layanan ekstra terhadap nasabah yang memberikan kontribusi lebih. sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Kemuliaan seseorang di sisi-Nya tergantung dari ketakwaan yang bersemayam dalam kalbu. sikap kita kepada pasangan hidup berbeda dengan sikap kita kepada kawan. (HR Ibn Mājah dalam Sunan-nya II/952/ 2854. Ini adil. pada prinsipnya setiap nasabah bank syariah berhak untuk diperlakukan secara equal treatment (kesetaraan perlakuan). Di samping itu. Adanya layanan ekstra (yang kemudian umumnya juga disebut dengan Layanan Priority) tidaklah bertentangan dengan prinsip keadilan yang diusung oleh syariah. Kontribusi merupakan bagian dari amal. ْ ُ ِ َ ْ ََ ْ ُ ِ ْ ُُ َِ ُ ُ ْ َ ْ ِ َ ْ ُ ِ َ ْ ََ ْ ُ ِ َ ُ َِ ُ ُ ْ َ َ َ ّ ِ ‫إن ال ل ينظر إلى صوركم وأموالكم ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم‬ “Sungguh. selaras dengan ajaran agama di atas.

’ Sementara yang lainnya berkata: “Ya Allah. teks-teks keagamaan yang berbicara tentang masalah sedekah dan menabung—sebagaimana telah disebutkan sebagiannya di atas—harus didudukkan secara komprehensif dan proporsional.) . Allah SWT berfirman (yang artinya): “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (terlalu pemurah). dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di bulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. berilah ganti bagi orang yang bersedekah.) Menabung merupakan kutub yang berseberangan secara diametral sekaligus penyeimbang terhadap sedekah. Quran juga mengajarkan agar seseorang tidak terlalu pemurah. pada prinsipnya. hancurkanlah harta orang yang menahan hartanya. karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” (HR al-Bukhāri dalam Shahīh-nya III/106/2591 dan Muslim dalam Shahīh-nya III/1250/1628.” (QS al-Isrā’/17: 29.” (QS Luqmān/31: 34. “Sesungguhnya (Dialah) Allah.” (QS alHasyr/59: 18. dan Dia-lah Yang menurunkan hujan. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dihasilkannya besok.’” (HR al-Bukhāri dalam Shahīhnya II/522/1374 dan Muslim dalam Shahīh-nya II/700/1010. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia sajikan untuk hari esok. dan bertakwalah kepada Allah. Salah satunya berkata: ‘Ya Allah.) Islam menganjurkan agar seseorang itu mempersiapkan bekal yang cukup bagi keluarganya sebelum ia meninggal dunia. Banyak sekali teks keagamaan yang berbicara mengenai hal tersebut. kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. “Hai orang-orang yang beriman. kita diperintahkan untuk membuat perencanaan yang baik guna mengantisipasi apa yang akan terjadi. Sedangkan. Quran mengajarkan agar seseorang tidak kikir. yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit). Tidak dipungkiri bahwa menabung merupakan bagian dari tindakan menahan harta. engkau meninggalkan ahli warismu dalam kondisi kaya itu lebih baik dibandingkan engkau meninggalkan mereka dalam kondisi miskin yang membutuhkan bantuan uluran tangan manusia.) Namun demikian. Dan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit. Sedekah secara berlebihan dan dengan tanpa skala prioritas juga tidak dianjurkan. Quran memberikan endorsement terhadap tindakan menabung melalui kisah Nabi Yusuf AS: “Yusuf berkata: ‘Supaya kamu bercocok tanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa.’” (QS Yūsuf/12: 47-48. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Ini mengandung pesan implisit tentang urgensi menabung. di antaranya adalah sabda Nabi SAW: ‫ما من يوم يصبح العباد فيه إل ملكان ينزلن فيقول أحدهما اللهم أعط ُنفقا خلفا ويقول الخر اللهم أعط ممسكا‬ ً ِ ْ ُ ِ ْ َ ّ ُ ّ ُ َ ُ ُ َ َ ً ََ ً ِ ْ ‫َ ِ ْ َ ْ ٍ ُ ْ ِ ُ ْ ِ َ ُ ِ ِ ِ ّ ََ َ ِ َ ْ ِ َ ِ َ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ّ ُ ّ َ ْ ِ م‬ ‫تلفا‬ ً ََ “Tidak ada satu hari pun yang dilalui oleh seorang hamba melainkan pada pagi harinya dua malaikat turun kepadanya. ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ ّ َ َ َ ً َ ْ ُ َ َ َ ْ َ ْ ِ ٌ ْ َ َ َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ ُ َ َ ْ ِ َ ِّ ‫إنك إن تدع ورثتك أغنياء خير من أن تدعهم عالة يتكففون الناس في أيديهم‬ “Sungguh. dan demikian juga sebaliknya. berbeda dengan sedekah yang agama menganjurkannya. Nabi SAW bersabda kepada Sa`d ibn Abī Waqqāsh. tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.) Dengan demikian. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. tindakan menahan harta merupakan hal yang dikecam oleh agama.Apa yang akan terjadi di masa depan memang tidak dapat kita ketahui dengan pasti. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.) Menabung adalah salah satu bentuk perencanaan dan tindakan antisipatif terhadap kondisi yang tidak diharapkan di masa depan.

• Peran Wanita dalam Keuangan Keluarga Salah satu karakteristik sekaligus prinsip yang diusung oleh Islam adalah egalitarianisme: kesetaraan sesama manusia di hadapan-Nya. Ini adalah sunnatullāh. Secara singkat. Perbedaan yang meninggikan dan merendahkan seseorang hanyalah dari tingkat ketakwaan dan amal saleh (QS al-Hujurāt/49: 13 dan QS an-Nahl/16: 97. Hadits di atas menyebutkan bahwa salah satu tanggung jawab wanita adalah mengelola rumah suaminya. namun ia juga bersedekah sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap lingkungan sosial di sisi yang lain. Islam memberikan otoritas kepada lelaki untuk menjadi kepala keluarga. المام راع ومسؤول عن رعيته، والرجل راع في أهله وهو مسؤول عن‬ ‫رعيته، والمرأة را ِية في بيت زوجها ومسؤولة عن رعيتها‬ َ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ َْ ُ ْ َ َ َ ِ ْ َ ِ ْ َ ِ ٌ َ ‫َ ِ ّ ِ ِ َ ْ َ َْ ُ َ ع‬ “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. sebagaimana hadits di atas (dan juga QS al-Nisā’/4: 34).) Islam mengajarkan bahwa setiap manusia adalah pemimpin. Keduanya dapat dilakukan secara simultan. seorang wanita adalah pemimpin terhadap (urusan) rumah suaminya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. dapat dikemukakan rumusan menyangkut pekerjaan perempuan yaitu bahwa “perempuan mempunyai hak untuk bekerja. jika kita menelaah keterlibatan perempuan dalam pekerjaan pada masa awal Islam. Karena itu. ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ِ ِْ َ ِ ٍ َ ُ ُ ّ َ ِ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ َ ٍ َ ُ َ ِْ ِ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ ْ ُ ُّ َ ٍ َ ْ ُ ُّ ‫كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته. hanya saja dengan skala wilayah dan otoritas yang berbeda antara satu sama lain. tanpa memedulikan gender. Nabi SAW bersabda.” (HR al-Bukhāri dalam Shahīh-nya I/304/853 dan Muslim dalam dalam Shahīh-nya III/1549/1829. kepemimpinan ini tidaklah mencabut hak-hak istri dalam berbagai segi. misalnya. dan (3) tidak membuatnya lalai dari tugas utamanya dalam keluarga. pasti ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. khususnya dalam hak pemilikan harta pribadi dan hak pengelolaannya. selama pekerjaan itu: (1) tidak bertentangan dengan kodratnya. Selanjutnya. Seorang imam adalah pemimpin dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. khususnya dalam hal struktur biologis dan karakter. . selama pekerjaan tersebut membutuhkannya dan/atau selama mereka membutuhkan pekerjaan tersebut”. WaLlāhu a`lam bish shawāb. Wanita diperkenankan bekerja dalam berbagai bidang. (2) tidak mengandung hal-hal yang dilarang oleh agama. Tidak ada yang kontradiktif.Sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan. Ini adalah prinsip universal (universal value) yang berlaku secara umum. maka tidak berlebihan untuk dikatakan bahwa Islam membenarkan mereka aktif dalam berbagai aktivitas. di dalam ataupun di luar rumahnya. Kepemimpinan ini mewajibkan lelaki untuk antara lain bertanggung jawab dalam hal pemenuhan nafkah keluarga. yaitu berada di antara tindakan menabung dan sedekah. Ia menabung sebagai bentuk perencanaan terhadap masa depan dirinya dan keluarganya di satu sisi. Perbedaan ini dimaksudkan agar masing-masing dapat berperan sesuai dengan kodratnya. sehingga satu sama lain saling melengkapi. Dalam hal keluarga. tidak mungkin seluruh partisipannya menjadi pemimpin. termasuk pengelolaan keuangan keluarga. suku dan keturunan. seorang yang beriman diminta untuk mengambil posisi yang tepat dalam hal ini.) Tidak dapat dipungkiri bahwa pada kenyataannya pria dan wanita itu memiliki perbedaan. maka tentu akan terbentuk masyarakat yang ‘cacat’. Namun. Dalam struktur masyarakat atau organisasi. seorang pria adalah pemimpin di keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Jika tiap individu mengambil peran yang sama.

Dalam sebuah syair hikmah yang dinisbatkan kepada Imam asy-Syāfi’i disebutkan: ‫سافر تجد عوضا عمن تفارقه‬ ِ َُ ّ َ ً َ ِ ْ ِ َ ْ ِ َ ِ ّ ِ ِ ْ َ ْ َ ْ ِ َ ّ َِ ْ َ ْ َ ‫وانصب فإن لذيذ العيش في النصب‬ Pergilah niscaya kau akan dapatkan ganti dari yang kau tinggalkan.a. ada pula yang bekerja sebagai perias pengantin. melainkan perjalanannya). bersabda. Demikianlah ketentuan Allah yang berlakukan di bumi tempat para hamba-Nya berpijak. bahkan mereka sampai ikut berpartisipasi dalam peperangan. Khalīfah `Umar ibn al-Khaththāb RA pernah menugaskan al-Syifā’.Pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan oleh perempuan pada masa Nabi SAW cukup beraneka ragam.] Dari Anas ibn Mālik. • Menikmati Proses Tujuan dicapai melalui proses. dan berjuanglah keras sebab kelezatan hidup itu ada dalam kepayahan. aku ingin berperang di jalan Allah lantas terbunuh. juga bersabda. Ummu Salamah (istri Nabi SAW). Zainab binti Jahsy.” [Riwayat Muslim III/1495/1876.w. juga bekerja menyamak kulit binatang. Cita-cita diraih dengan perjuangan. misalnya. dan lainlain. Ummu Sinām. nama istri Nabi SAW yang pertama. Sungguh. kemudian aku berperang lantas terbunuh lagi. istri `Abdullāh ibn Mas’ūd. َ َ ْ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ْ ّ َِ َ ِ ْ َ ْ َ ّ ِ ُ ُ ّ ِ َ ِ ْ ِ ّ ْ َ َ ْ ّ َِ َ ِ ْ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ِ ّ َ ْ ِ ْ َ ْ ِ ٍ َ َ ْ ِ َ ‫ما من أحد من أهل الجنة يسره أن يرجع إلى الدنيا غير الشهيد فإنه يحب أن يرجع إلى الدنيا، يقول: حتى أقتل‬ ِ َ َ َ ْ َ ِ ُ َ ْ ّ ِ َ َ ّ ِ ِ ِ ْ ِ‫َ ْ َ َ ّ ٍ ِ س‬ ‫عشر مرات في َبيل ال، مما يرى مما أعطاه من الكرامة‬ . sedangkan usaha dan perjuangan menuju tujuan merupakan fase kesulitan dan kesengsaraan. dan tercapainya tujuan hanyalah merupakan kelanjutan dari kenikmatan tersebut. dan hasil usahanya itu beliau sedekahkan. Wallāhu a`lam bish-shawāb. Bab Keterlibatan Perempuan Merawat Korban. sangat aktif bekerja. Bab Peperangan Perempuan di Lautan. mencatat dalam kitab Shahīh-nya sejumlah bab yang menginformasikan kegiatan-kegiatan kaum wanita. Banyak orang menilai bahwa kenikmatan itu adanya pada saat tercapainya tujuan. It’s not about the destination it’s about the journey (ini bukan tentang tujuannya. dan lain-lain. seperti Ummu Sālim binti Malhān.* *) Dari berbagai sumber. seorang perempuan yang pandai menulis. Khadijah binti Khuwailid. kemudian aku berperang lantas terbunuh lagi. Selain itu.w. Nabi s. Masih banyak contoh-contoh lain dalam sejarah Islam yang menegaskan bahwa wanita pada masa awal Islam diberi keleluasaan untuk bekerja dan mencari nafkah dengan syarat-syarat yang telah disebutkan di atas. karena suami dan anaknya ketika itu tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarga. demikian slogan yang diusung Harley Davidson. Para ahli hadis. Akibat lahir dari rahim sebab. tercatat sebagai tokoh-tokoh yang terlibat dalam peperangan. Lailā al-Ghiffāriyyah.a. tercatat sebagai seorang yang sangat sukses. misalnya al-Bukhāri. Rāithah. Pelangi diawali oleh tetesan hujan. sahabat Nabi SAW. untuk menangani pasar kota Madinah. Dari Abū Hurairah. seperti Bab Keterlibatan Perempuan dalam Jihad. Dalam bidang perdagangan. Namun orang-orang terpilih justru menjadikan kenikmatan pada proses perjuangan. Nabi s. Istri Nabi SAW yang lain. Shāfiyyah. َ َ ْ ُ َ َ ُ ْ َ ّ ُ َ َ ْ ُ َ َ ُ ْ َ ّ ُ َ َ ْ ُ َ ِ ‫َ ّ ِ ْ َ ْ ُ ُ َ ّ ٍ ِ َ ِ ِ َ َ َ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ َ ِ ْل‬ ‫والذي نفس محمد بيده لوددت أن أغزو في سبي ِ ال فأقتل ثم أغزو فأقتل ثم أغزو فأقتل‬ “Demi Dzat yang jiwa Muhammad di Tangan-Nya.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. berupa perang. apakah sebagai kenikmatan ataukah kesengsaraan.” [QS. bersabda.] Dengan demikian.a. ‘Hingga aku terbunuh sepuluh kali di jalan Allah!’ Ini karena ia melihat sebagian kemuliaan yang diberikan kepadanya. َ َ ِ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ُ َ ْ َ َ ََ ْ ِ ْ ٌ ْ َ ّ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ ّ ِ ِ ْ ُ ْ َ ِ ِ َِ ّ َ ََ ٌ ْ َ ّ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ‫المؤمن القوي خير وأحب إلى ال من المؤمن الضعيف وفي كل خير، احرص على ما ينفعك واستعن بال ول‬ ْ ِ َْ ‫تعجز‬ . Hal ini juga disinyalir oleh sebuah surah al-Qur’an yang sering dibaca dan dihapalkan oleh kaum Muslim pada umumnya. Ia juga laksana arakan awan yang apabila terkumpul menurunkan butiran hujan. kenikmatan itu bukan hanya didapat dari ganjaran setelah mati syahid. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Tidaklah salah satu naik. Semangat adalah air yang mengaliri akar kehidupan. Ia ingin kembali ke dunia. Nabi s. sekaligus api yang menggerakkan roda kompetisi.“Tidaklah seorang pun dari kalangan penduduk surga senang untuk kembali ke dunia kecuali orang yang mati syahid. Tidaklah salah satu timbul. Semangat bisa habis dan sirna. at-Tirmidzi IV/187/1661.w. yang dapat berupa benefit. yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu. dan ditutup dengan perintah untuk senantiasa bekerja secara optimal dengan dibarengi harapan kepada Allah. namun dapat dimunculkan kembali dengan menghadirkan faktor-faktor pemicunya. kiranya mungkin dapat ditarik suatu pemahaman bahwa kelapangan dada atau kenikmatan itu terdapat pada perjuangan atau kerja keras secara optimal. Seorang Mukmin seharusnya tetap menjaga semangat dalam hal-hal yang positif. Seseorang yang mengabaikan kerja keras di masa muda harus membayar dengan kerja lebih keras di masa tuanya. Redaksi di atas adalah dari riwayat at-Tirmidzi. Kedua kutub berseberangan tersebut secara fluktuatif berjalan saling membayangi satu sama lain bagaikan dua sisi jungkat jungkit. Bagaimana pun cara pandang kita terhadap proses dan perjuangan. seraya berkata. yaitu firman Allah Ta`ālā: ِ ْ ُ ْ َ َ ّ َِ َ َ ْ ِ َ َ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ َ ‫ألم نشرح لك صدرك * ووضعنا عنك وزرك * ٱلذ ۤي أنقض ظهرك * ورفعنا لك ذكرك * فإن مع ٱلعسر‬ ِّ َ َ ْ ِ َ َ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ ََ ْ َْ ََ َ ‫يسرا * إن مع ٱلعسر يسرا * فإذا فرغت فٱنصب * وإل ٰى ربك فٱرغب‬ ََِ ْ َ َ َ ْ َ َ َ َِ ً ْ ُ ِ ْ ُ ْ َ َ ّ ِ ً ْ ُ “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Demikianlah rumus yang berlaku dalam kehidupan. Dengan menggabungkan awal dan akhir surah dimaksud.” [Riwayat al-Bukhāri III/1037/2662.] Surah tersebut dimulai dengan kondisi kelapangan dada. melainkan yang lain tenggelam. dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap. kedudukan dan lain-lain. melainkan yang lain pasti turun. namun pada proses menuju kesyahidan. dan lain-lain. namun juga terdapat saat kelesuan dan keletihan. perjuangan tetaplah merupakan suatu keharusan yang apabila ditunda atau diabaikan maka akan menimbulkan keharusan yang lebih besar di kemudian hari. namun dapat berpendar hilang oleh sapuan angin. • SEMANGAT Sesungguhnya bagi jiwa terdapat masa yang penuh dengan semangat dan gairah. luka dan kematian juga terdapat kenikmatan yang tak terlukiskan. Siswa yang enggan belajar secara rutin setiap hari harus belajar lebih keras di musim ujian atau ia tidak lulus. Asy-Syarh (94): 1 – 8. yang merupakan salah satu kenikmatan terbesar. ganjaran.

Mereka concern dengan hal-hal yang besar dan lebih kekal. namun surga yang paling baik. ilmu dan kerja keras untuk mencapai tujuan yang paling besar. dan bukan perspektif materialisme dan duniawi. Setiap Mukmin diajarkan untuk memiliki semangat menjadi orang besar—tentunya yang sejalan dengan perspektif Islam. 228. tidak sebatas surga. niscaya tubuh itu lelah dalam mencapai maksudnya.” [Lihat Hilyah al-Auliyā’ V/331-332 dan al-Mudhisy hlm. “Saya memiliki jiwa yang penuh hasrat dan ambisi (nafs tawwāqah).w. Meskipun secara realitas.w.” [Riwayat Muslim dalam Shahīh-nya IV/2052/2664. al-Mutanabbi. bersabda. padahal sebenarnya merusak tanpa disadari. yang merupakan surga tertinggi sekaligus pertengahannya. melainkan saya berambisi untuk mendapatkan yang lebih baik darinya. Al-Furqān: 74]. dan ketika hal itu terealisasikan.a. Mereka yang memiliki semangat dan cita-cita yang besar tidak akan rela dengan halhal yang rendah dan fana. bukan sekedar orang yang bertaqwa. dan jangan bersikap lemah. Jadi. Bersemangatlah terhadap segala hal yang bermanfaat bagimu. Nabi s. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang populer. Adapun ketiadaan ilmu adalah ibarat kapal berlayar tanpa arah.] Setiap orang besar pasti memiliki modal cita-cita dan semangat yang besar. `Umar ibn `Abd al-`Aziz. Meskipun pada keduanya terdapat kebaikan. Seorang penyair Arab. Sekedar semangat tanpa direalisasikan oleh tindakan nyata bagaikan tanaman yang tidak berbuah.] Setidaknya terdapat dua hal yang harus menyertai semangat seorang Mukmin. yaitu surga. berapa banyak hal-hal yang disangka sebagai kebaikan padahal tidak demikian adanya. namun bisa jadi terhempas karang sehingga menjadi puing-puing di lautan. tidak berlaku konsekuensi kebalikan dalam hal ini. Disebabkan ketiadaan ilmu.] Semangat yang tinggi akan menumbuhkan kerja keras yang luar biasa dan melelahkan. Karena itulah al-Qur’an mengajari kita berdoa untuk dijadikan imam/pimpinan bagi orang-orang yang bertaqwa [QS. bisa jadi sampai ke tujuan yang dimaui. Saya dahulu berhasrat pada kekuasaan. bertutur tentang dirinya. yaitu ilmu yang benar dan tindakan yang nyata.] Semangat. Semakin tinggi kondisi kejiwaan yang dimiliki seseorang.a. maka ia akan mencari hal yang lebih tinggi. pada akhirnya saya berhasrat pada yang jauh lebih baik dari semua itu.a. dalam rangka menjalankan fungsi manusia sebagai pemakmur bumi Allah (khalīfah fi’l ardh). “Sebaik-baik . berkata. Merasa memperbaiki. seorang khalīfah (jabatan tertinggi dalam sistem pemerintahan Islam) yang shalih dari Banī Umayyah. dan saya pun kemudian berhasil jadi gubernur Madinah. I/251.“Seorang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah. juga mengajarkan agar kita meminta Firdaus. Jadi. Lalu saya berhasrat menjadi khalīfah. Mereka juga didorong untuk meraih terbaik yang mungkin dicapai. Tidaklah saya mendapatkan apa yang saya inginkan. ‫وإذا كانت النفوس كبارا‬ ً َ ِ ُ ْ ُ ّ َ َ َ َِ ُ َ ْ َْ َ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ َ ‫تعبت في مرادها الجسام‬ Dan sekiranya jiwa itu besar. berkata dalam syairnya. Ibn Mas`ūd r. yaitu keridhaan-Nya (termasuk di dalamnya surga dengan segala kenikmatannya). Namun yang tidak kalah pentingnya adalah ibadah sosial kemasyarakatan. [Khizānah al-Adab. dan di atasnya adalah `Arsy Allah [riwayat al-Bukhāri III/1028/2637 dan lain-lain]. “Berapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak mendapatinya. mintalah pertolongan kepada Allah. tapi pimpinan kaum yang bertaqwa.” [Riwayat ad-Dārimi dalam Sunan-nya I/79/204. bahwa Nabi s. tentu bukan semata-mata termanifestasikan dalam ibadah ritual semata.

w. “Celaka engkau wahai Ibn al-Khaththāb! Adalah Nabi s. Padahal di kalangan kaum Muslim terdapat banyak sahabat utama Nabi s.w. Nabi s. atau jika tidak. Pilihan Nabi s. mengalami sakit keras yang berujung kepada kematian beliau.a. Inilah yang Nabi s. Ia tidak lebih dari sekedar bilangan.” [Riwayat ath-Thabrani dalam al-Ausath VI/58 dan lain-lain. Masih dalam suasana duka dan penurunan stabilitas karena wafatnya Nabi s. setelah haji wadā` (perpisahan). dan menggantinya dengan profesionalitas yang berbasiskan integritas dan kompetensi untuk berkarya serta menyelesaikan amanah .a. Disebabkan potensi Usāmah.a. dengan sanad yang valid.w. Tak lama setelah wafatnya Nabi s. ternyata sangatlah tepat.a. Mendengar hal itu. Pada tahun ke-11 Hijriah.a. [Lihat Shuwar min Hayah ash-Shahābah. 226-228. Mereka mengajukan dua usulan.w. Tentu Nabi s. untuk membicarakan hal tersebut kepada Abū Bakr.] Penggalan sejarah di atas menunjukkan bahwa Islam mengeleminir sistem senioritas yang berbasiskan usia semata. tidak menunjuk Usāmah ibn Zaid dengan tanpa alasan. Usia yang dihargai dalam Islam hanyalah yang diproduktifkan serta menjadi wadah bagi kinerja dan karya. memilihnya sebagai komandan pasukan di usianya yang masih sangat muda. maka mereka meminta agar pimpinan pasukan digantikan oleh sahabat yang lebih senior daripada Usāmah. Abū Bakr marah dan berkata. dengan alasan bahwa usianya terlalu muda dan pengalamannya belum banyak. Sampai-sampai dikatakan bahwa tidak ada pasukan yang lebih selamat dan lebih banyak mendapatkan ghanīmah (harta perang) dibandingkan pasukan Usāmah.a. maka Nabi s.a.a. dan beliau pun meneruskan apa yang telah dimulai oleh Nabi s. mengangkat Usāmah ibn Zaid. contohkan dalam membina generasi awal kaum Muslim. lantas engkau meminta kepadaku agar mencopotnya?! Demi Allah.a.. Keberangkatan pasukan pun tertunda. ajaran Islam memposisikan parameter profesionalitas jauh di atas senioritas semata.w. Singkatnya. aku tidak akan menyelisihi pesan dan perintah Nabi s.a.w. yang jauh lebih senior ketimbang Usāmah.a.. Namun.] • Usia dan Karya Apalah artinya usia. yaitu penundaan keberangkatan pasukan.a. sebagian kalangan Anshār menilai bahwa saat itu bukanlah momen yang tepat untuk keberangkatan pasukan. Islam tidak mengajarkan pengkultusan usia. `Umar lalu menyampaikan usulan dimaksud kepada Abū Bakr. Terbukti bahwa Usāmah dan pasukannya memperoleh kemenangan yang gemilang dalam peperangan melawan imperium adidaya Romawi.w.w.w.manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. yaitu memberangkatkan Usamāh dan pasukannya menghadapi Romawi. didaulat menjadi Khalīfah. Sebab Islam menghargai prestasi dan bukan prestise.w. berupa integritas dan kompetensi. selaras dengan tradisi etika yang pada umumnya berlaku. yang ketika itu usianya belum genap 20 tahun untuk memimpin pasukan kaum Muslim melakukan ekspansi ke wilayah Syām yang berada di bawah cengkraman imperium Romawi. ketika pasukan melakukan persiapan keberangkatan. Nabi s. Ia hanyalah penunjuk jumlah hari yang dilewati seorang manusia dalam menemani bumi mengitari matahari.” `Umar pun menyesali usulan tersebut. Abu Bakr ash-Shiddīq r.w.w. Mereka lalu meminta `Umar r. hlm. yang mengangkatnya sebagai pimpinan pasukan.. Kecuali perintah bagi yang muda untuk menghormati yang lebih tua. dan bukan representasi dari suatu keistimewaan.a.a.

bersabda. Merenung adalah hal produktif. Islam menganjurkan perenungan. Namun tidak diragukan bahwa maknanya benar. ‫حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا‬ ْ َُ َ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ُ ْ َ ْ ُِ َ “Buatlah perhitungan atas diri-diri kalian. Untuk menjadi imam shalat. sebelum datangnya perhitungan hakiki dari Allah pada hari Kiamat. peningkatan dan perbaikan di masa mendatang. maka inilah kebaikan di atas kebaikan. Bahkan. Jika ada orang yang panjang usianya. maka yang berhak diangkat menjadi imam adalah yang paling senior. Dan apabila ada orang yang panjang usianya tetapi panjang juga daftar keburukannya. Jadi. muhāsabah sering diterjemahkan dengan introspeksi. mungkin dapat dikatakan bahwa salah satu hikmah dianjurkannya bangun malam untuk beribadah (di antaranya shalat Tahajjud) adalah karena waktu tersebut juga merupakan momen yang tepat untuk merenung dan berpikir. Dari renungan. Masih banyak contoh serupa yang menghiasai lembaran sejarah peradaban Islam. berkata. apabila terdapat beberapa kandidat imam yang memiliki kompetensi dan integritas yang setara.a. tampaknya menyudutkan perenungan pada kotak waktu yang besarnya hampir ternihilkan. Dalam teks-teks keagamaan didapati anjuran untuk merenungkan dan memikirkan ayat-ayat-Nya. yang terhampar dalam bentangan semesta raya.a. Diriwayatkan bahwa `Umar ibn al-Khaththab r. melamun diistilahkan dengan thūlu’l amal (panjang angan-angan). yaitu menginvestasikan waktu dengan berpikir mendalam (deep thinking) untuk tercapainya perbaikan berkesinambungan (continous improvement) di masa mendatang. ُ َُ َ َ َ َ ‫َ ْ ُ ّ ِ َ ْ َ َ ُ ْ ُ ُ َ َ ُ َ َ َُ ُ َ َ ّ ّ ِ َ ْ َ َ ُ ْ ُه‬ ‫خير الناس من طال عمره وحسن عمله وشر الناس من طال عمر ُ وساء عمله‬ ”Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya serta baik amalnya. Renungan beda dengan lamunan. lahirlah breakthrough dan solusi dari berbagai permasalahan. dengan sanad yang valid. Secara etimologis. Nabi s.” [Riwayat Ibn Abī Syaibah dalam al-Mushannaf VII/96/34459. Adapun melamun bersifat konsumtif. sebelum kalian diperhitungkan (oleh Allah).] • Perenungan (Muhāsabah) Perenungan menjadi hal mewah di zaman serba instan ini.] .” [Riwayat at-Tirmidzi IV/556/2330 dan lain-lain. bukan berarti usia dan senioritas sama sekali dinihilkan dalam ajaran Islam. Dalam bahasa Indonesia. sehingga banyak karya dan kebaikannya. Dan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya namun buruk amalnya. baik qauliyyah. Cyberspace. yang tertuang Kitab Suci dan hadits nabawi.w. misalnya. renungan kadang diistilahkan dengan muhāsabah. maupun kauniyyah. jarak yang dilipat dan dunia yang berkejaran kencang. muhāsabah berasal dari huruf h s b yang berasosiasi dengan perhitungan atau memperhitungkan. Namun demikian. sebagian ahli hadits mencacat validitas riwayat tersebut. Dalam hadits nabawi.dengan baik. Dalam dimensi yang lebih sempit. yaitu dari sisi hijrah dan selanjutnya dari sisi usia. sebagaimana disebutkan dalam hadits yang valid. hanya saja parameter tersebut jauh dibelakangkan dibandingkan profesionalitas. Hal sebaliknya. yaitu membelanjakan dan memboroskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. namun kiranya bukan di sini tempat untuk memaparkan hal tersebut. terdapat kecaman bagi mereka yang tidak mau merenung dan berpikir. Secara sanad. makna muhāsabah kurang lebih adalah membuat perhitungan terhadap diri sendiri atas kondisi dan kekurangan di masa lampau untuk koreksi. maka itulah kejelekan yang berlipat ganda.

] Akhirnya.w. ٍ َ ْ ِ ٌ ََ َ ْ َ ََ َ ‫ما نقصت صدقة من مال‬ . Jika satu hari pergi. bulan berganti. Masa lalu adalah partikel-partikel anggota tubuh manusia yang tertinggalkan di belakang. َ ُ ْ َ َ َ َ ُ ْ َ َ َ َ َ ُّ ٌ َّ َ ْ َ َ ّ ِ َ َ َ ْ ‫ابن آدم إنما أنت أيام، كلما ذهب يوم ذهب بعضك‬ “Hai anak Adam. hingga ia ditanya tentang lima hal: (1) tentang umurnya. (3) tentang hartanya. sesungguhnya engkau adalah hari-hari berbilang. dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia. dari mana ia dapatkan.” (QS. Firman Allah tersebut mencakup pengeluaran harta yang sifatnya wajib. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.] Tentunya kita pun tidak dilarang untuk merenung dan memperhitungkan hal-hal yang bersifat duniawi. yaitu sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi s. Dari Abu Hurairah. karena manusia sering dikalahkan oleh hawa nafsu dan subyektivitas pribadi. yakni dalam segala hal yang diridhai-Nya.Memperhitungkan kesalahan dan kekurangan diri sendiri secara jujur dan benar umumnya merupakan hal yang sulit. • SEDEKAH. Dan Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. ASET DI DUNIA DAN AKHIRAT Allah `Azza wa Jalla berfirman: ُ َ َ َ ِ ُ ِ َ ُ ّ َ ٍ ّ َ ُ َ ّ ٍ َُ ُ ّ ُ ِ َ ِ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ِ َ َ َ ّ ِ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ ُ ِ ُ َ ِ ّ ُ َ ّ ‫مثل الذين ينفقون أموالهم في سبيل ال كمثل حبة أنبتت سبع سنابل في كل سنبلة مئة حبة وال يضاعف لمن يشاء‬ ٌ َِ ٌ ِ َ ّ َ ‫وال واسع عليم‬ “Permisalan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan benih yang menumbuhkan tujuh bulir.” [Hilyah al-Auliyā' II/148. maka hilang pula sebagian dirimu. Setidaknya ada lima hal yang harus diperhitungkan. seperti zakat.) Demikianlah Allah memotivasi para hamba-Nya untuk menafkahkan atau memberikan harta di jalan-Nya.a.” [Riwayat at-Tirmidzi IV/612/2416 dan lainlain.a. dan (4) kemana ia belanjakan harta tersebut. Imam al-Hasan al-Bashri berkata. Kecuali mereka yang merendahkan dirinya di hadapan keagungan dan kemahasempurnaan Rabbnya. Al-Qashash (28): 77. Nabi s. sebagaimana firman Allah: َ ْ َِ ّ َ َ ْ َ َ َ ِ ْ ََ َ ْ ّ َ ِ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ّ ّ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ ‫وابتغ فيما آتاك ال الدار الخرة ول تنس نصيبك من الدنيا وأحسن كما أحسن ال إليك‬ ُ ُ “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. bersabda.] Zaman berlari. semoga kita dapat memperhitungkan dan merenungkan jejak waktu yang telah kita lewatkan guna memperbaiki kondisi diri ke depan.w. untuk apa ia gunakan. Satu dibalas tujuh ratus kali lipat. Al-Baqarah [2]: 261. (2) tentang masa mudanya.” [QS. untuk apa ia habiskan. serta berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. maupun yang sifatnya sunnah. pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. serta (5) apa yang ia amalkan atas hal-hal yang sudah diketahuinya. seperti infaq dan sedekah sunnah. tahun berlalu. berikut: ،‫ل تزول قدما ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس: عن عمر ِ فيم أفناه، وعن شبابه فيم أبله‬ َ ْ َ َ ْ ِ ِ ِ َ َ ْ َ َ َ ْ َ َ ْ ِ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ْ ُ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ ِ ْ ِ ْ ِ َ ّ ِ َ ّ ُ ْ َ ُ َ ْ َ ْ ٍ َ ْ ُ ْ ِه‬ َ َِ َ ْ ِ َ ِ َ َ َ َ ُ َ َ ْ َ َ ْ ِ َ ُ َ َ َ ْ ‫َ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ َ ْن‬ ‫وعن ماله من أي َ اكتسبه وفيم أنفقه، وماذا عمل فيما علم‬ “Tidaklah kedua kaki seorang hamba itu bergerak dari sisi Rabbnya pada hari Kiamat.

Pada umumnya kaum Muslim telah mengetahui konsep di atas. dan bukan liability atau biaya yang akan mengurangi harta. Di negara ini.’” [Riwayat al-Bukhari dalam Shahīh-nya II/522/1374 dan Muslim dalam Shahīh-nya II/700/1010. 26 Agustus 2008 melaporkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan pada Maret 2008 adalah sebesar 34. Permasalahannya. beliau berkata. sehingga pengetahuan tersebut hanya menjadi sebatas pengetahuan.] • Tawakkal Dalam mengarungi roda kehidupan yang dinamis. Sri Mulyani. mendewakan materi dan berpikir matematis secara short time. hancurkanlah harta orang yang pelit. juga bersabda. sesuai karakternya sebagai makhluk sosial (homo homini socious). penuh ketidakpastian dan kesulitan.” [Riwayat Muslim dalam Shahīh-nya IV/2001/2588.” [Riwayat al-Bukhari dalam Shahīh-nya II/672/1803 dan Muslim dalam Shahīh-nya IV/1803/2308. Maha Kuasa. pada hari Selasa.a. berilah ganti bagi orang yang berinfaq. Orangorang miskin membutuhkan uluran tangan dari orang-orang yang memiliki harta berlebih.42%. paham materialisme tersebut terus-menerus menginfeksi dan menjangkiti kaum Muslim seiring derasnya arus budaya syahwat.a. Menteri Keuangan Menko perekonomian. Secara terminologis. tidak membuahkan keyakinan yang akhirnya melahirkan tindakan nyata. “Rasulullah s. Bagi seorang Muslim. dan lain-lain. tawakkal berasal dari huruf w k l yang berasosiasi dengan penyandaran atau pelimpahan suatu urusan kepada pihak lain.] Dalam konsep Islam. hanya saja permasalahannya terletak pada kelemahan aqidah. Konsep Islam tersebut mungkin sulit diterima —apalagi diyakini dan terlebih diamalkan— oleh mereka yang menganut paham materialisme.] Nabi s. Justru tindakan menahan harta yang akan menimbulkan kerugian.w. ‫ما من يوم يصبح العباد فيه إل ملكان ينزلن فيقول أحدهما اللهم أعط ُنفقا خلفا ويقول الخر اللهم أعط ممسكا‬ ً ِ ْ ُ ِ ْ َ ّ ُ ّ ُ َ ُ ُ َ َ ً ََ ً ِ ْ ‫َ ِ ْ َ ْ ٍ ُ ْ ِ ُ ْ ِ َ ُ ِ ِ ِ ّ ََ َ ِ َ ْ ِ َ ِ َ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ّ ُ ّ َ ْ ِ م‬ ‫تلفا‬ ً ََ “Tidak ada satu hari pun yang dilalui oleh seorang hamba melainkan pada pagi harinya dua malaikat turun kepadanya. pengeluaran harta untuk berbagai macam bentuk kebaikan di jalan-Nya merupakan aset dan investasi yang pasti menguntungkan baik secara materi maupun immateri. golongan fakir dan miskin bertebaran di mana-mana. manusia sebagai makhluk yang lemah dan penuh kekurangan membutuhkan sandaran kepada Dzat yang Maha Sempurna. merupakan manusia yang paling dermawan dalam kebaikan. bahkan Dialah yang Maha Memberi. dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR.“Sedekah itu tidak mengurangi harta. Allah tidak butuh harta dari hamba-Nya. di dunia maupun di akhirat. Secara etimologis. dan beliau paling dermawan pada bulan Ramadhan. makna tawakkal adalah penyandaran diri sepenuhnya kepada Allah Ta`ālā dalam hal . karena Dialah yang Maha Kaya. dan meraup keuntungan darinya di dunia maupun akhirat. Masih tingginya tingkat kemiskinan di negeri ini merupakan peluang yang sangat besar bagi mereka yang memiliki harta berlebih untuk berinfaq.’ Sementara yang lainnya berkata: “Ya Allah.96 juta atau 15. Maha Kuat dan Maha Hadir (omnipresent). Manusialah yang membutuhkan harta dan bantuan dari sesamanya.w. Salah satunya berkata: ‘Ya Allah. penyandaran diri tersebut hanya ditujukan kepada Allah Ta`ālā melalui mekanisme yang disebut tawakkal. Dari Ibn `Abbas.

Al-Jurjāni. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar. IV. tentu mereka tidak akan pulang kecuali dalam keadaan mendapatkan harta dengan selamat. sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas.” [Riwayat atTirmidzi IV/573/2344. “Dalam hadits di atas tidak ada indikasi pembolehan untuk meninggalkan usaha. “Ya Rasulullah.” [QS.] Karena itu. maksud hadits tersebut.s. Ath-Thalāq (65): 3. seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenarnya.w.pencapaian maslahat dan/atau penolakan mudharat terkait urusan dunia maupun akhirat. Nabi s. ُ ُ ْ َ َ ُ َ ّ ََ ْ ّ َ َ َ َ َ ‫ومن يتوكل على ال فهو حسبه‬ ِ “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi (keperluan)nya.] Allah Ta`ālā berfirman. ً َ ُ ْ ُ ََ ً َ ‫لو أنكم كنتم توكلون على ال حق توكله لرزقتم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ُ ْ َ ُ ْ ّ ُ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ْ ِ ُ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ِ ََ َ ْ ُّ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ّ َ ْ َ “Sungguh. justru padanya terdapat isyarat tentang perlunya mencari rizki. Allah Ta`ālā berfirman.w. Dari `Umar ibn al-Khaththāb r. [Lihat Mausū`ah Nadhrah an-Na`īm.a.] Dari Anas ibn Mālik r. vol.a. Ahmad I/30/205 dan lain-lain.a. ً ِ َ ّ ِ َ َ َ ّ ََ ْ ّ َ َ َ ‫وتوكل على ال وكفى بال وكيل‬ ِ ِ “Dan bertawakkallah kalian kepada Allah. hlm.a. dan cukuplah Allah sebagai Sang Wakil. Sebaliknya.] . beliau menceritakan bahwa seseorang pernah bertanya kepada Nabi s. Imam Ahmad berkata. Jadi. dan mereka mengetahui bahwa kebaikan (rizki) itu di Tangan-Nya.a. vol. seorang linguis. kedatangan dan usaha mereka. Al-Ahzāb (33): 3. 1068. khususnya pada saat mengalami kesulitan serta dibaca oleh Nabi Ibrāhīm a. bersabda.. ketika dilemparkan ke dalam kobaran api adalah: “Hasbunā’Llāhu wa ni`ma’l wakīl” (cukuplah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-baik wakil). hlm. apakah aku mengikat hewan tungganganku dan aku bertawakkal.” [Tuhfah al-Ahwadzi..” [Riwayat at-Tirmidzi IV/668/2517 dan di-hasan-kan oleh al-Albāni dalam Shahīh al-Jāmi` no. sekiranya mereka bertawakkal kepada Allah dalam bepergian. niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana burung-burung.] Tawakkal merupakan kebutuhan para hamba-Nya sekaligus perintah-Nya.w. dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang. Ibn Mājah II/1394/4164. doa yang sering dibaca Nabi s. yaitu Dzat yang berhak untuk disandarkan dan dilimpahkan segala urusan..a.] Salah satu al-asmā’ al-husnā (nama-nama indah) yang dimiliki Allah Ta`ālā adalah al-Wakīl (Sang Wakil). 1377. [Riwayat al-Bukhari ] Merealisasikan tawakkal bukan berarti menihilkan usaha. berjawab. ْ ّ َ ََ َ ِْ ْ ‫اعقلها وتوكل‬ “Ikatlah hewan tungganganmu dan bertawakkallah. 8. Tawakkal merupakan kunci rizki sekaligus solusi dari berbagai problematika.w. berpendapat bahwa tawakkal adalah kepercayaan penuh (tsiqah) dengan apa yang ada di sisi Allah dan berputus asa terhadap apa yang ada di tangan-tangan manusia. ataukah aku lepaskan saja dan aku bertawakkal?” Nabi s. sebagaimana halnya burung-burung. Tawakkal adalah amalan qalbu yang menyokong upaya lahiriah anggota badan. karena Dialah yang menguasai segalanya. VII.” [QS.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->