• • • •

English Home Kontak Kami Peta Situs

Lebih Adil dan Menenteramkan

Syariah Mandiri
• Layanan 24 Jam ○ ○ ○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ ○ • ○ ○ ○ • ○ ○ ○ ○ • ○ ○ • ○ ○ ○ BSM Net Banking BSM Mobile Banking BSM ATM BSM SMS Banking BSM Call Center BSM Card Pembiayaan Produk Dana Produk Jasa Layanan Fasilitas Pembiayaan Small Business Warung Mikro BSM Gadai Emas Pembiayaan Cash Management Produk Dana Sindikasi Treasury International Banking Laporan Tahunan Laporan Triwulan Laporan Bulanan

Consumer Banking

Small & Micro Business

Corporate Banking

Treasury & International

Investor Relation

• • • • • • • • Download Edukasi Syariah GCG Info Perusahaan Berita Jaringan Human Capital CSR Consumer Banking Pembiayaan • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Syariah Mandiri Pembiayaan Konsumer BSM Implan Pembiayaan Peralatan Kedokteran Pembiayaan Edukasi BSM Pembiayaan Dana Berputar Pembiayaan Kepada Pensiunan Pembiayaan Umrah Pembiyaaan Kepada Koperasi Karyawan untuk Para Anggotanya Pembiayaan Griya BSM Pembiayaan Talangan Haji BSM Customer Network Financing Pembiayaan Griya BSM Optima Pembiayaan Griya BSM Bersubsidi Pembiayaan Griya BSM DP 0% Pembiayaan Kendaraan Bermotor Produk Dana BSM Tabungan Tabungan BSM BSM Tabungan Berencana BSM Tabungan Simpatik BSM Tabungan Investa Cendekia .

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • BSM Tabungan Mabrur BSM Tabungan Dollar BSM Tabungan Kurban BSM Tabungan Pensiun BSM Giro BSM Giro BSM Giro Valas BSM Giro Singapore Dollar BSM Giro Euro BSM Deposito BSM Deposito BSM Deposito Valas Produk Jasa Jasa Produk BSM Card BSM Sentra Bayar BSM SMS Banking BSM Mobile Banking BSM Net Banking Pembayaran melalui menu Pemindahbukuan di ATM (PPBA) BSM Jual Beli Valas BSM Electronic Payroll Transfer Uang Tunai Jasa Operasional BSM Transfer Lintas Negara Western Union BSM Kliring BSM Inkaso BSM Intercity Clearing BSM RTGS (Real Time Gross Settlement) Transfer Dalam Kota (LLG) BSM Transfer Valas BSM Pajak Online BSM Pajak Import BSM Referensi Bank BSM Standing Order Jasa Investasi Reksadana Sukuk Ritel .

PLN dan IM2 di ATM BSM Pembayaran zakat dan infaq di ATM BSM dan ATM Mandiri . BSM Card juga berfungsi sebagai kartu Debit yang dapat digunakan untuk transaksi belanja di seluruh merchant yang menggunakan EDC PrimaBCA. Telkom. dan pemindahbukuan dana pada ATM BSM. ATM Mandiri.000 merchant yang menggunakan EDC Prima-BCA Pemindahbukuan antar rekening BSM Transfer uang antar bank secara real time melalui jaringan ATM Bersama dan Prima-BCA Pembayaran tagihan ponsel. ATM Bersama dan ATM Bankcard Kemudahan berbelanja di lebih dari 20. serta ATM Bankcard. pembayaran. &nbsp: Ragam Layanan: • • • • • • Kemudahan tarik tunai di seluruh jaringan ATM BSM.Layanan • Syariah Mandiri Priority Top of Form Search Bottom of Form Top of Form Contoh Perhitungan Bottom of Form Top of Form Jaringan Provinsi ATM Kantor BSM Kota Bottom of Form Home > Consumer Banking > Produk Jasa BSM Card BSM Card merupakan sarana untuk melakukan transaksi penarikan. ATM Prima-BCA. jaringan ATM Prima-BCA dan ATM Bersama. ATM Mandiri.

karena PT Bank Syariah Mandiri telah mengatur kerjasama dengan PT Bank Mandiri untuk menyediakan dana yang mencukupi dan tidak mengambil bunga atau jasa giro dari penempatan cadangan dana di PT Bank Mandiri. Untuk proses yang lebih cepat nasabah dapat memperoleh Kartu ATM INSTANT. Peruntukan: Perorangan Syarat: • • Memiliki rekening Tabungan atau Giro di BSM Mengisi formulir kartu ATM. nasabah tidak perlu cemas akan terkena pengaruh bunga (riba). PT Bank Syariah Mandiri memberikan fasilitas kemudahan dalam membantu nasabah mencari lokasi jaringan ATM yang terdekat. Sehingga nasabah dapat melihat lokasi jaringan ATM yang tersedia di seluruh Indonesia. Meskipun ATM ini merupakan produk kerjasama dengan bank konvensional. • • • • • • • • • • • • • • Home Layanan 24 Jam Consumer Banking Small & Micro Business Corporate Banking Treasury & International Investor Relation Download Edukasi Syariah GCG Info Perusahaan Berita Jaringan Sejarah Hadir dengan Cita-Cita Membangun Negeri Nilai-nilai perusahaan yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan integritas telah tertanam kuat pada segenap insan Bank Syariah Mandiri (BSM) sejak awal pendiriannya.• Layanan informasi saldo dan penggantian PIN. .

PT Bank Susila Bakti (BSB) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi juga terkena dampak krisis. PT Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi sejak Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999. 10 tahun 1998. hingga pemilik barang yang bersangkutan boleh mengambil hutang. Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam kiprahnya di perbankan Indonesia. dan Bapindo) menjadi satu bank baru bernama PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Juli 1999. sebagai pemilik mayoritas baru BSB. Perubahan kegiatan usaha BSB menjadi bank umum syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No.BI/1999. Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan Bank Mandiri. No. yang memberi peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual banking system). BI menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri. Selanjutnya. Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya.Kehadiran BSM sejak tahun 1999. Sebagaimana diketahui. Bank Exim. melalui Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. Dalam kondisi tersebut. 23 tanggal 8 September 1999. tampil dan tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani. industri perbankan nasional yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami krisis luar biasa. Atau dengan kata lain. sesungguhnya merupakan hikmah sekaligus berkah pasca krisis ekonomi dan moneter 1997-1998. Kebijakan penggabungan tersebut juga menempatkan dan menetapkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. BSM hadir untuk bersama membangun Indonesia menuju Indonesia yang lebih ba • Ar-Rahnu Adalah menjadikan barang yang mempunyai nilai harta (nilai ekonomis) sebagai jaminan hutang. Sebagai tindak lanjut dari keputusan merger. SH. krisis ekonomi dan moneter sejak Juli 1997. sebagai respon atas diberlakukannya UU No. Menyusul pengukuhan dan pengakuan legal tersebut. Pada saat bersamaan. Dengan .DGS/ 1999. Bank Mandiri melakukan konsolidasi serta membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah. 25 Oktober 1999. Tim Pengembangan Perbankan Syariah memandang bahwa pemberlakuan UU tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT Bank Susila Bakti dari bank konvensional menjadi bank syariah. Ar-Rahn berarti juga pledge atau pawn (gadai). Bank Bumi Daya. yang disusul dengan krisis multi-dimensi termasuk di panggung politik nasional. pemerintah melakukan penggabungan (merger) empat bank (Bank Dagang Negara. Salah satu bank konvensional. yaitu kontrak atau akad penjaminan dan mengikat saat hak penguasaan atas barang jaminan berpindah tangan. tidak terjadi pemindahan kepemilikan atas barang jaminan. Oleh karenanya. PT Bank Syariah Mandiri hadir. Pemerintah akhirnya mengambil tindakan dengan merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia. yang melandasi kegiatan operasionalnya. merupakan akad penyerahan barang dari nasabah kepada bank sebagai jaminan sebagian atau seluruhnya atas hutang yang dimiliki nasabah. telah menimbulkan beragam dampak negatif yang sangat hebat terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat. tidak terkecuali dunia usaha. 1/1/KEP. sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris: Sutjipto. BSB berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain serta mengundang investor asing. Dalam kontrak tersebut. 1/24/ KEP.

• Musyarakah . • Mudharabah Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal sedangkan mudharib menjadi pengelola dana dimana keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan di muka. dimana keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan di muka. yang akan dibayar kembali oleh nasabah sebesar harga jual bank (harga beli bank + margin keuntungan) pada waktu yang ditetapkan. pemindahan kepemilikan atas barang hanya terjadi dalam kondisi tertentu sebagai efek atau akibat dari kontrak. sedangkan keuntungan dan kerugian dibagi menurut kesepakatan dimuka. • Ijarah Perjanjian sewa yang memberikan kepada penyewa untuk memanfaatkan barang yang akan disewa dengan imbalan uang sewa sesuai dengan persetujuan dan setelah masa sewa berakhir maka barang dikembalikan kepada pemilik. namun penyewa dapat juga memiliki barang yang disewa dengan pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina). • Hawalah Adalah akad pemindahan nasabah kepada bank untuk membantu nasabah mendapatkan modal tunai agar dapat melanjutkan produksinya dan bank mendapat imbalan atas jasa pemindahan piutang tersebut. • Mudharib Adalah pihak kedua atau pihak lain selain pihak pertama. • Mudharabah Muqqayadah Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal dan memberikan kewenangan terbatas kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat investasi. Bank untuk memenuhi pesanan nasabah dapat mensubkan pekerjaannya kepada pihak lain. • Mudharabah al-Mutlaqah Adalah kerjasama antara dua pihak dimana shahibul maal menyediakan modal dan memberikan kewenangan penuh kepada mudharib dalam menentukan jenis dan tempat investasi. • Murabahah Adalah suatu perjanjian yang disepakati antara Bank Syariah dengan nasabah. • Istishna Adalah pembiayaan jual beli yang dilakukan antara bank dan nasabah dimana penjual (pihak bank) membuat barang yang dipesan oleh nasabah. dimana Bank menyediakan pembiayaan untuk pembelian bahan baku atau modal kerja lainnya yang dibutuhkan nasabah.demikian. • Kafalah Adalah akad pemberian garansi/jaminan oleh pihak bank kepada nasabah untuk menjamin pelaksanaan proyek dan pemenuhan kewajiban tertentu oleh pihak yang dijamin.

niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja). Setidaknya ada tiga tujuan utama dari diversifikasi manusia: (1) saling kenal.) “Dan Dia menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan beberapa derajat sebagian kamu atas sebagian (yang lain). dan (3) ujian bagi sebagian atas sebagian yang lain Allah SWT berfirman (yang artinya). sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. • Wadiah Yad adh-Dhamanah Adalah wadiah dimana si penerima titipan dapat memanfaatkan barang titipan tersebut dengan seizin pemiliknya dan menjamin untuk mengembalikan titipan tersebut secara utuh setiap saat. • Wadiah Adalah titipan dari suatu pihak ke pihak lain baik individu maupun golongan yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat bila pemilik menghendakinya.” (QS al-Māidah/5: 48. • Wadiah Yad al-Amanah Adalah wadiah dimana si penerima titipan tidak bertanggungjawab atas kehilangan dan kerusakan yang terjadi pada barang titipan selama hal ini bukan akibat dari kelalaian atau kecerobohan penerima titipan dalam memelihara titipan tersebut. untuk mengujimu tentang apa yang telah diberikan-Nya kepadamu. • Layanan Priority Dalam Perspektif Syariah Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan kondisi yang beraneka ragam: hitam. maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan.) . Adalah pihak pertama. dan sebagainya. Termasuk di dalamnya perbedaan ras dan suku. kaya.” (QS al-An`ām/6: 165.) “Sekiranya Allah menghendaki. • Nisbah Adalah bagian keuntungan usaha bagi masing-masing pihak yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan. saat si pemilik menghendakinya. putih. • Wakalah Adalah akad perwakilan antara kedua belah pihak (bank dan nasabah) dimana nasabah memberikan kuasa kepada bank untuk mewakili dirinya melakukan pekerjaan atau jasa tertentu.” (QS al-Hujurāt/49: 13.Adalah perjanjian pembiayaan antara Bank Syariah dengan nasabah yang membutuhkan pembiayaan. (2) ajang perlombaan dalam hal kebaikan. “Hai manusia. dimana Bank dan nasabah secara bersama membiayai suatu usaha atau proyek yang juga dikelola secara bersama atas prinsip bagi hasil sesuai dengan penyertaan dimana keuntungan dan kerugian dibagi sesuai kesepakatan di muka. tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. • Salam Adalah pembiayaan jual beli dimana pembeli memberikan uang terlebih dahulu terhadap barang yang dibeli yang telah disebutkan spesifikasinya dengan pengantaran kemudian. • Shahibul Maal Adalah pihak pertama. miskin.

ini tidak berarti bahwa bank syariah tidak diperkenankan memberikan layanan ekstra terhadap nasabah yang memberikan kontribusi lebih. Adanya layanan ekstra (yang kemudian umumnya juga disebut dengan Layanan Priority) tidaklah bertentangan dengan prinsip keadilan yang diusung oleh syariah. Dua dari tiga saham yang diberikan kepada pasukan berkuda tersebut dimaksudkan untuk pemeliharaan kuda. dan satu saham lagi untuk pemiliknya. Ibn Hibban dalam Shahīh-nya XI/142/4814.” (QS al-Qashshash/28: 77. Kontribusi mereka dalam pengembangan bank syariah tentu lebih tinggi dibandingkan nasabah deposan pada umumnya.) Pemberian hasil perang secara lebih kepada pasukan berkuda dibandingkan pasukan pejalan kaki dikarenakan kontribusi pasukan berkuda dalam memenangkan pertempuran melebihi kontribusi pasukan pejalan kaki. Nabi SAW memberi tiga saham kepada pasukan berkuda dan satu saham kepada pasukan pejalan kaki. Ini adil. Dia memandang hati dan perbuatan kalian. mereka sudah selayaknya mendapatkan benefit yang lebih dibandingkan nasabah deposan pada umumnya. Islam menghargai seseorang berdasarkan tingkat kontribusinya. seluruh manusia itu sama dan sederajat. Nabi SAW bersabda. sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. (HR Ibn Mājah dalam Sunan-nya II/952/ 2854. selaras dengan ajaran agama di atas.) Allah SWT berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling takwa di antara kamu. Tentunya. Sebab. Definisi adil adalah wadh` alsyai’ fi mahallih. yang kemudian melahirkan amal saleh. Seluruh nasabah berhak mendapatkan layanan prima yang sejalan dengan arahan Quran: “Dan berbuat baiklah (kepada sesama) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. pada prinsipnya setiap nasabah bank syariah berhak untuk diperlakukan secara equal treatment (kesetaraan perlakuan). Perbedaan sikap dalam hal ini tentunya sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi. WaLlāhu a`lam bishshawāb. menempatkan sesuatu sesuai dengan porsi dan posisinya. Allah sama sekali tidak memandang fisik dan tidak pula harta kalian. khususnya dalam bentuk penempatan dana yang signifikan dengan jumlah nominal tertentu. Kontribusi merupakan bagian dari amal. Perbedaan sikap merupakan aksioma dalam kehidupan sehari-hari. keadilan tidak selalu identik dengan kesamaan. di mana hal tersebut tidak identik dengan ketidakadilan atau kezaliman. Dalam perang Khaibar. Demikian pula halnya dengan Nasabah Priority.) Namun demikian. sikap kita kepada orang tua berbeda dengan sikap kita kepada anak. yaitu dalam bentuk penempatan dana yang lebih besar. ْ ُ ِ َ ْ ََ ْ ُ ِ ْ ُُ َِ ُ ُ ْ َ ْ ِ َ ْ ُ ِ َ ْ ََ ْ ُ ِ َ ُ َِ ُ ُ ْ َ َ َ ّ ِ ‫إن ال ل ينظر إلى صوركم وأموالكم ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم‬ “Sungguh. dan lain-lain dengan sanad yang valid.) Dengan demikian. Namun. di mana amal merupakan faktor yang menentukan kedudukan seseorang. sikap kita kepada pasangan hidup berbeda dengan sikap kita kepada kawan. Kemuliaan seseorang di sisi-Nya tergantung dari ketakwaan yang bersemayam dalam kalbu. Nasabah yang demikian ini umumnya disebut sebagai Nasabah Priority.” (HR Muslim dalam Shahīh-nya IV/1986/2564 dan lain-lain. Pada dasarnya. atas dasar kontribusi lebih tersebut. Di samping itu. dan seterusnya. saat membagikan hasil perang.Tidak ada korelasi antara perbedaan lahiriah yang terjadi di antara sesama manusia dan tinggi-rendah derajat seseorang di sisi Allah.” (QS alHujurāt/49: 13. • Persiapkan Bekal Masa Depan dengan Menabung . Dengan demikian.

’” (QS Yūsuf/12: 47-48. berbeda dengan sedekah yang agama menganjurkannya.” (QS alHasyr/59: 18.) Menabung adalah salah satu bentuk perencanaan dan tindakan antisipatif terhadap kondisi yang tidak diharapkan di masa depan. dan bertakwalah kepada Allah. pada prinsipnya.Apa yang akan terjadi di masa depan memang tidak dapat kita ketahui dengan pasti. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dihasilkannya besok. Quran juga mengajarkan agar seseorang tidak terlalu pemurah. Nabi SAW bersabda kepada Sa`d ibn Abī Waqqāsh. Quran memberikan endorsement terhadap tindakan menabung melalui kisah Nabi Yusuf AS: “Yusuf berkata: ‘Supaya kamu bercocok tanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa.) .) Menabung merupakan kutub yang berseberangan secara diametral sekaligus penyeimbang terhadap sedekah. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia sajikan untuk hari esok.” (HR al-Bukhāri dalam Shahīh-nya III/106/2591 dan Muslim dalam Shahīh-nya III/1250/1628. tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Salah satunya berkata: ‘Ya Allah.’” (HR al-Bukhāri dalam Shahīhnya II/522/1374 dan Muslim dalam Shahīh-nya II/700/1010.’ Sementara yang lainnya berkata: “Ya Allah. kita diperintahkan untuk membuat perencanaan yang baik guna mengantisipasi apa yang akan terjadi. hancurkanlah harta orang yang menahan hartanya. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit. Tidak dipungkiri bahwa menabung merupakan bagian dari tindakan menahan harta. Banyak sekali teks keagamaan yang berbicara mengenai hal tersebut. ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ ّ َ َ َ ً َ ْ ُ َ َ َ ْ َ ْ ِ ٌ ْ َ َ َ ِ ْ َ َ َ َ َ َ ُ َ َ ْ ِ َ ِّ ‫إنك إن تدع ورثتك أغنياء خير من أن تدعهم عالة يتكففون الناس في أيديهم‬ “Sungguh. yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit). “Sesungguhnya (Dialah) Allah. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. Allah SWT berfirman (yang artinya): “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (terlalu pemurah). di antaranya adalah sabda Nabi SAW: ‫ما من يوم يصبح العباد فيه إل ملكان ينزلن فيقول أحدهما اللهم أعط ُنفقا خلفا ويقول الخر اللهم أعط ممسكا‬ ً ِ ْ ُ ِ ْ َ ّ ُ ّ ُ َ ُ ُ َ َ ً ََ ً ِ ْ ‫َ ِ ْ َ ْ ٍ ُ ْ ِ ُ ْ ِ َ ُ ِ ِ ِ ّ ََ َ ِ َ ْ ِ َ ِ َ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ّ ُ ّ َ ْ ِ م‬ ‫تلفا‬ ً ََ “Tidak ada satu hari pun yang dilalui oleh seorang hamba melainkan pada pagi harinya dua malaikat turun kepadanya. Ini mengandung pesan implisit tentang urgensi menabung. tindakan menahan harta merupakan hal yang dikecam oleh agama.) Namun demikian. teks-teks keagamaan yang berbicara tentang masalah sedekah dan menabung—sebagaimana telah disebutkan sebagiannya di atas—harus didudukkan secara komprehensif dan proporsional.” (QS al-Isrā’/17: 29. dan Dia-lah Yang menurunkan hujan. berilah ganti bagi orang yang bersedekah.) Dengan demikian. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. dan demikian juga sebaliknya. Sedangkan. engkau meninggalkan ahli warismu dalam kondisi kaya itu lebih baik dibandingkan engkau meninggalkan mereka dalam kondisi miskin yang membutuhkan bantuan uluran tangan manusia.) Islam menganjurkan agar seseorang itu mempersiapkan bekal yang cukup bagi keluarganya sebelum ia meninggal dunia. dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. “Hai orang-orang yang beriman. Dan. karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.” (QS Luqmān/31: 34. Quran mengajarkan agar seseorang tidak kikir. maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di bulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Sedekah secara berlebihan dan dengan tanpa skala prioritas juga tidak dianjurkan.

di dalam ataupun di luar rumahnya. Tidak ada yang kontradiktif. namun ia juga bersedekah sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap lingkungan sosial di sisi yang lain. dapat dikemukakan rumusan menyangkut pekerjaan perempuan yaitu bahwa “perempuan mempunyai hak untuk bekerja. Ia menabung sebagai bentuk perencanaan terhadap masa depan dirinya dan keluarganya di satu sisi. Hadits di atas menyebutkan bahwa salah satu tanggung jawab wanita adalah mengelola rumah suaminya. Karena itu. Dalam struktur masyarakat atau organisasi. Perbedaan yang meninggikan dan merendahkan seseorang hanyalah dari tingkat ketakwaan dan amal saleh (QS al-Hujurāt/49: 13 dan QS an-Nahl/16: 97. Ini adalah sunnatullāh. Wanita diperkenankan bekerja dalam berbagai bidang. (2) tidak mengandung hal-hal yang dilarang oleh agama. . selama pekerjaan itu: (1) tidak bertentangan dengan kodratnya. khususnya dalam hak pemilikan harta pribadi dan hak pengelolaannya.Sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan. misalnya. Jika tiap individu mengambil peran yang sama.) Tidak dapat dipungkiri bahwa pada kenyataannya pria dan wanita itu memiliki perbedaan. pasti ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. dan (3) tidak membuatnya lalai dari tugas utamanya dalam keluarga. Nabi SAW bersabda. sebagaimana hadits di atas (dan juga QS al-Nisā’/4: 34). kepemimpinan ini tidaklah mencabut hak-hak istri dalam berbagai segi. Ini adalah prinsip universal (universal value) yang berlaku secara umum. Islam memberikan otoritas kepada lelaki untuk menjadi kepala keluarga. termasuk pengelolaan keuangan keluarga. tanpa memedulikan gender. Seorang imam adalah pemimpin dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. jika kita menelaah keterlibatan perempuan dalam pekerjaan pada masa awal Islam. maka tentu akan terbentuk masyarakat yang ‘cacat’. Keduanya dapat dilakukan secara simultan. seorang pria adalah pemimpin di keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” (HR al-Bukhāri dalam Shahīh-nya I/304/853 dan Muslim dalam dalam Shahīh-nya III/1549/1829. maka tidak berlebihan untuk dikatakan bahwa Islam membenarkan mereka aktif dalam berbagai aktivitas. suku dan keturunan. sehingga satu sama lain saling melengkapi. khususnya dalam hal struktur biologis dan karakter. WaLlāhu a`lam bish shawāb. seorang yang beriman diminta untuk mengambil posisi yang tepat dalam hal ini. ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ َ ُ َ ِ ِْ َ ِ ٍ َ ُ ُ ّ َ ِ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ َ ٍ َ ُ َ ِْ ِ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ ْ ُ ْ َ ْ ُ ُّ َ ٍ َ ْ ُ ُّ ‫كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته. Namun. Dalam hal keluarga. selama pekerjaan tersebut membutuhkannya dan/atau selama mereka membutuhkan pekerjaan tersebut”. hanya saja dengan skala wilayah dan otoritas yang berbeda antara satu sama lain. Secara singkat. • Peran Wanita dalam Keuangan Keluarga Salah satu karakteristik sekaligus prinsip yang diusung oleh Islam adalah egalitarianisme: kesetaraan sesama manusia di hadapan-Nya. seorang wanita adalah pemimpin terhadap (urusan) rumah suaminya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Perbedaan ini dimaksudkan agar masing-masing dapat berperan sesuai dengan kodratnya. Kepemimpinan ini mewajibkan lelaki untuk antara lain bertanggung jawab dalam hal pemenuhan nafkah keluarga. المام راع ومسؤول عن رعيته، والرجل راع في أهله وهو مسؤول عن‬ ‫رعيته، والمرأة را ِية في بيت زوجها ومسؤولة عن رعيتها‬ َ ِ ّ ِ َ ْ َ ٌ َْ ُ ْ َ َ َ ِ ْ َ ِ ْ َ ِ ٌ َ ‫َ ِ ّ ِ ِ َ ْ َ َْ ُ َ ع‬ “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. yaitu berada di antara tindakan menabung dan sedekah. Selanjutnya. tidak mungkin seluruh partisipannya menjadi pemimpin.) Islam mengajarkan bahwa setiap manusia adalah pemimpin.

bersabda. Khadijah binti Khuwailid. Zainab binti Jahsy. misalnya. istri `Abdullāh ibn Mas’ūd. bahkan mereka sampai ikut berpartisipasi dalam peperangan. Demikianlah ketentuan Allah yang berlakukan di bumi tempat para hamba-Nya berpijak. untuk menangani pasar kota Madinah.Pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan oleh perempuan pada masa Nabi SAW cukup beraneka ragam. Shāfiyyah. Wallāhu a`lam bish-shawāb. Para ahli hadis. Lailā al-Ghiffāriyyah. Khalīfah `Umar ibn al-Khaththāb RA pernah menugaskan al-Syifā’. Rāithah. Nabi s. Bab Peperangan Perempuan di Lautan. sangat aktif bekerja. seorang perempuan yang pandai menulis. Bab Keterlibatan Perempuan Merawat Korban. Istri Nabi SAW yang lain. kemudian aku berperang lantas terbunuh lagi. Akibat lahir dari rahim sebab. Ummu Sinām. dan lain-lain.” [Riwayat Muslim III/1495/1876.a. melainkan perjalanannya). ada pula yang bekerja sebagai perias pengantin. aku ingin berperang di jalan Allah lantas terbunuh. Dalam sebuah syair hikmah yang dinisbatkan kepada Imam asy-Syāfi’i disebutkan: ‫سافر تجد عوضا عمن تفارقه‬ ِ َُ ّ َ ً َ ِ ْ ِ َ ْ ِ َ ِ ّ ِ ِ ْ َ ْ َ ْ ِ َ ّ َِ ْ َ ْ َ ‫وانصب فإن لذيذ العيش في النصب‬ Pergilah niscaya kau akan dapatkan ganti dari yang kau tinggalkan. Namun orang-orang terpilih justru menjadikan kenikmatan pada proses perjuangan. karena suami dan anaknya ketika itu tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Masih banyak contoh-contoh lain dalam sejarah Islam yang menegaskan bahwa wanita pada masa awal Islam diberi keleluasaan untuk bekerja dan mencari nafkah dengan syarat-syarat yang telah disebutkan di atas. seperti Bab Keterlibatan Perempuan dalam Jihad. dan lainlain. Ummu Salamah (istri Nabi SAW). Nabi s. Dari Abū Hurairah. Cita-cita diraih dengan perjuangan. Banyak orang menilai bahwa kenikmatan itu adanya pada saat tercapainya tujuan. It’s not about the destination it’s about the journey (ini bukan tentang tujuannya. seperti Ummu Sālim binti Malhān. tercatat sebagai seorang yang sangat sukses. sahabat Nabi SAW.a. dan hasil usahanya itu beliau sedekahkan. juga bekerja menyamak kulit binatang. tercatat sebagai tokoh-tokoh yang terlibat dalam peperangan. dan tercapainya tujuan hanyalah merupakan kelanjutan dari kenikmatan tersebut. nama istri Nabi SAW yang pertama. َ َ ْ ُ َ َ ُ ْ َ ّ ُ َ َ ْ ُ َ َ ُ ْ َ ّ ُ َ َ ْ ُ َ ِ ‫َ ّ ِ ْ َ ْ ُ ُ َ ّ ٍ ِ َ ِ ِ َ َ َ ْ ُ َ ْ َ ْ ُ َ ِ َ ِ ْل‬ ‫والذي نفس محمد بيده لوددت أن أغزو في سبي ِ ال فأقتل ثم أغزو فأقتل ثم أغزو فأقتل‬ “Demi Dzat yang jiwa Muhammad di Tangan-Nya.w.w. juga bersabda. Selain itu.] Dari Anas ibn Mālik. Dalam bidang perdagangan. mencatat dalam kitab Shahīh-nya sejumlah bab yang menginformasikan kegiatan-kegiatan kaum wanita. • Menikmati Proses Tujuan dicapai melalui proses. Sungguh. dan berjuanglah keras sebab kelezatan hidup itu ada dalam kepayahan. sedangkan usaha dan perjuangan menuju tujuan merupakan fase kesulitan dan kesengsaraan. demikian slogan yang diusung Harley Davidson. misalnya al-Bukhāri. Pelangi diawali oleh tetesan hujan. kemudian aku berperang lantas terbunuh lagi. َ َ ْ ُ ّ َ ُ ْ ُ َ َ ْ ّ َِ َ ِ ْ َ ْ َ ّ ِ ُ ُ ّ ِ َ ِ ْ ِ ّ ْ َ َ ْ ّ َِ َ ِ ْ َ ْ َ ُ ّ ُ َ ِ ّ َ ْ ِ ْ َ ْ ِ ٍ َ َ ْ ِ َ ‫ما من أحد من أهل الجنة يسره أن يرجع إلى الدنيا غير الشهيد فإنه يحب أن يرجع إلى الدنيا، يقول: حتى أقتل‬ ِ َ َ َ ْ َ ِ ُ َ ْ ّ ِ َ َ ّ ِ ِ ِ ْ ِ‫َ ْ َ َ ّ ٍ ِ س‬ ‫عشر مرات في َبيل ال، مما يرى مما أعطاه من الكرامة‬ .* *) Dari berbagai sumber.

Semangat bisa habis dan sirna. Seorang Mukmin seharusnya tetap menjaga semangat dalam hal-hal yang positif.] Dengan demikian.] Surah tersebut dimulai dengan kondisi kelapangan dada. Redaksi di atas adalah dari riwayat at-Tirmidzi. Tidaklah salah satu timbul. kedudukan dan lain-lain. Bagaimana pun cara pandang kita terhadap proses dan perjuangan.a. Tidaklah salah satu naik.” [QS. Seseorang yang mengabaikan kerja keras di masa muda harus membayar dengan kerja lebih keras di masa tuanya.w. kiranya mungkin dapat ditarik suatu pemahaman bahwa kelapangan dada atau kenikmatan itu terdapat pada perjuangan atau kerja keras secara optimal. bersabda. dan ditutup dengan perintah untuk senantiasa bekerja secara optimal dengan dibarengi harapan kepada Allah. dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap. • SEMANGAT Sesungguhnya bagi jiwa terdapat masa yang penuh dengan semangat dan gairah. kenikmatan itu bukan hanya didapat dari ganjaran setelah mati syahid. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. dan lain-lain. Dengan menggabungkan awal dan akhir surah dimaksud. Kedua kutub berseberangan tersebut secara fluktuatif berjalan saling membayangi satu sama lain bagaikan dua sisi jungkat jungkit. yang dapat berupa benefit. sekaligus api yang menggerakkan roda kompetisi. Asy-Syarh (94): 1 – 8. Ia ingin kembali ke dunia. ganjaran. Nabi s. ‘Hingga aku terbunuh sepuluh kali di jalan Allah!’ Ini karena ia melihat sebagian kemuliaan yang diberikan kepadanya. namun dapat berpendar hilang oleh sapuan angin. Ia juga laksana arakan awan yang apabila terkumpul menurunkan butiran hujan. namun pada proses menuju kesyahidan. َ َ ِ ِ ْ ِ َ ْ َ َ ُ َ ْ َ َ ََ ْ ِ ْ ٌ ْ َ ّ ُ ْ ِ َ ِ ْ ِ ّ ِ ِ ْ ُ ْ َ ِ ِ َِ ّ َ ََ ٌ ْ َ ّ ِ َ ْ ُ ِ ْ ُ ْ ‫المؤمن القوي خير وأحب إلى ال من المؤمن الضعيف وفي كل خير، احرص على ما ينفعك واستعن بال ول‬ ْ ِ َْ ‫تعجز‬ . Siswa yang enggan belajar secara rutin setiap hari harus belajar lebih keras di musim ujian atau ia tidak lulus. Hal ini juga disinyalir oleh sebuah surah al-Qur’an yang sering dibaca dan dihapalkan oleh kaum Muslim pada umumnya. perjuangan tetaplah merupakan suatu keharusan yang apabila ditunda atau diabaikan maka akan menimbulkan keharusan yang lebih besar di kemudian hari. melainkan yang lain pasti turun.” [Riwayat al-Bukhāri III/1037/2662. Semangat adalah air yang mengaliri akar kehidupan. seraya berkata. at-Tirmidzi IV/187/1661. apakah sebagai kenikmatan ataukah kesengsaraan. luka dan kematian juga terdapat kenikmatan yang tak terlukiskan. namun juga terdapat saat kelesuan dan keletihan. yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan). yang merupakan salah satu kenikmatan terbesar. yaitu firman Allah Ta`ālā: ِ ْ ُ ْ َ َ ّ َِ َ َ ْ ِ َ َ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ َ ‫ألم نشرح لك صدرك * ووضعنا عنك وزرك * ٱلذ ۤي أنقض ظهرك * ورفعنا لك ذكرك * فإن مع ٱلعسر‬ ِّ َ َ ْ ِ َ َ َ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ َ ْ ََ ْ َْ ََ َ ‫يسرا * إن مع ٱلعسر يسرا * فإذا فرغت فٱنصب * وإل ٰى ربك فٱرغب‬ ََِ ْ َ َ َ ْ َ َ َ َِ ً ْ ُ ِ ْ ُ ْ َ َ ّ ِ ً ْ ُ “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu. kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.“Tidaklah seorang pun dari kalangan penduduk surga senang untuk kembali ke dunia kecuali orang yang mati syahid. namun dapat dimunculkan kembali dengan menghadirkan faktor-faktor pemicunya. melainkan yang lain tenggelam. berupa perang. Demikianlah rumus yang berlaku dalam kehidupan.

yaitu keridhaan-Nya (termasuk di dalamnya surga dengan segala kenikmatannya). Semakin tinggi kondisi kejiwaan yang dimiliki seseorang. berkata dalam syairnya. I/251. Ibn Mas`ūd r.] Semangat yang tinggi akan menumbuhkan kerja keras yang luar biasa dan melelahkan. 228.a. Adapun ketiadaan ilmu adalah ibarat kapal berlayar tanpa arah. dan di atasnya adalah `Arsy Allah [riwayat al-Bukhāri III/1028/2637 dan lain-lain].” [Riwayat Muslim dalam Shahīh-nya IV/2052/2664. Merasa memperbaiki. tidak sebatas surga. namun bisa jadi terhempas karang sehingga menjadi puing-puing di lautan. bertutur tentang dirinya. Al-Furqān: 74]. tidak berlaku konsekuensi kebalikan dalam hal ini. Saya dahulu berhasrat pada kekuasaan. padahal sebenarnya merusak tanpa disadari. bahwa Nabi s. dan ketika hal itu terealisasikan. melainkan saya berambisi untuk mendapatkan yang lebih baik darinya. maka ia akan mencari hal yang lebih tinggi.a.] Setidaknya terdapat dua hal yang harus menyertai semangat seorang Mukmin. Meskipun pada keduanya terdapat kebaikan.] Setiap orang besar pasti memiliki modal cita-cita dan semangat yang besar. berkata. bukan sekedar orang yang bertaqwa. “Sebaik-baik .] Semangat. tentu bukan semata-mata termanifestasikan dalam ibadah ritual semata. Disebabkan ketiadaan ilmu. bisa jadi sampai ke tujuan yang dimaui. Mereka yang memiliki semangat dan cita-cita yang besar tidak akan rela dengan halhal yang rendah dan fana. al-Mutanabbi.” [Lihat Hilyah al-Auliyā’ V/331-332 dan al-Mudhisy hlm. Sekedar semangat tanpa direalisasikan oleh tindakan nyata bagaikan tanaman yang tidak berbuah. Karena itulah al-Qur’an mengajari kita berdoa untuk dijadikan imam/pimpinan bagi orang-orang yang bertaqwa [QS.a.w. Seorang penyair Arab. dan jangan bersikap lemah. yang merupakan surga tertinggi sekaligus pertengahannya. yaitu ilmu yang benar dan tindakan yang nyata. Bersemangatlah terhadap segala hal yang bermanfaat bagimu. niscaya tubuh itu lelah dalam mencapai maksudnya. berapa banyak hal-hal yang disangka sebagai kebaikan padahal tidak demikian adanya. tapi pimpinan kaum yang bertaqwa. dan bukan perspektif materialisme dan duniawi. [Khizānah al-Adab.“Seorang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang populer. bersabda. namun surga yang paling baik.w. Setiap Mukmin diajarkan untuk memiliki semangat menjadi orang besar—tentunya yang sejalan dengan perspektif Islam. Mereka concern dengan hal-hal yang besar dan lebih kekal. “Saya memiliki jiwa yang penuh hasrat dan ambisi (nafs tawwāqah). `Umar ibn `Abd al-`Aziz.” [Riwayat ad-Dārimi dalam Sunan-nya I/79/204. dalam rangka menjalankan fungsi manusia sebagai pemakmur bumi Allah (khalīfah fi’l ardh). mintalah pertolongan kepada Allah. ilmu dan kerja keras untuk mencapai tujuan yang paling besar. yaitu surga. “Berapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak mendapatinya. dan saya pun kemudian berhasil jadi gubernur Madinah. Mereka juga didorong untuk meraih terbaik yang mungkin dicapai. Tidaklah saya mendapatkan apa yang saya inginkan. Meskipun secara realitas. Jadi. ‫وإذا كانت النفوس كبارا‬ ً َ ِ ُ ْ ُ ّ َ َ َ َِ ُ َ ْ َْ َ ِ َ ُ ِ ْ َ ِ َ ‫تعبت في مرادها الجسام‬ Dan sekiranya jiwa itu besar. Nabi s. pada akhirnya saya berhasrat pada yang jauh lebih baik dari semua itu. juga mengajarkan agar kita meminta Firdaus. Jadi. Lalu saya berhasrat menjadi khalīfah. seorang khalīfah (jabatan tertinggi dalam sistem pemerintahan Islam) yang shalih dari Banī Umayyah. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah ibadah sosial kemasyarakatan.

w.] Penggalan sejarah di atas menunjukkan bahwa Islam mengeleminir sistem senioritas yang berbasiskan usia semata. Mereka mengajukan dua usulan.w.a.w.w. untuk membicarakan hal tersebut kepada Abū Bakr. “Celaka engkau wahai Ibn al-Khaththāb! Adalah Nabi s. ternyata sangatlah tepat. Ia tidak lebih dari sekedar bilangan.a.w. Nabi s.a.w. Pada tahun ke-11 Hijriah.w. Islam tidak mengajarkan pengkultusan usia.w.w.a.a. ketika pasukan melakukan persiapan keberangkatan. Usia yang dihargai dalam Islam hanyalah yang diproduktifkan serta menjadi wadah bagi kinerja dan karya. 226-228. dan menggantinya dengan profesionalitas yang berbasiskan integritas dan kompetensi untuk berkarya serta menyelesaikan amanah .manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. lantas engkau meminta kepadaku agar mencopotnya?! Demi Allah. yaitu penundaan keberangkatan pasukan. maka Nabi s.a. Ia hanyalah penunjuk jumlah hari yang dilewati seorang manusia dalam menemani bumi mengitari matahari. aku tidak akan menyelisihi pesan dan perintah Nabi s. mengalami sakit keras yang berujung kepada kematian beliau. yaitu memberangkatkan Usamāh dan pasukannya menghadapi Romawi. [Lihat Shuwar min Hayah ash-Shahābah. Keberangkatan pasukan pun tertunda..a. Padahal di kalangan kaum Muslim terdapat banyak sahabat utama Nabi s. Inilah yang Nabi s.a. memilihnya sebagai komandan pasukan di usianya yang masih sangat muda. selaras dengan tradisi etika yang pada umumnya berlaku.w. tidak menunjuk Usāmah ibn Zaid dengan tanpa alasan. hlm.] • Usia dan Karya Apalah artinya usia. Kecuali perintah bagi yang muda untuk menghormati yang lebih tua. dan bukan representasi dari suatu keistimewaan. Tak lama setelah wafatnya Nabi s.a. Masih dalam suasana duka dan penurunan stabilitas karena wafatnya Nabi s.a. setelah haji wadā` (perpisahan). ajaran Islam memposisikan parameter profesionalitas jauh di atas senioritas semata. Namun. Sampai-sampai dikatakan bahwa tidak ada pasukan yang lebih selamat dan lebih banyak mendapatkan ghanīmah (harta perang) dibandingkan pasukan Usāmah. Terbukti bahwa Usāmah dan pasukannya memperoleh kemenangan yang gemilang dalam peperangan melawan imperium adidaya Romawi. yang ketika itu usianya belum genap 20 tahun untuk memimpin pasukan kaum Muslim melakukan ekspansi ke wilayah Syām yang berada di bawah cengkraman imperium Romawi. Abu Bakr ash-Shiddīq r. dan beliau pun meneruskan apa yang telah dimulai oleh Nabi s. didaulat menjadi Khalīfah. yang jauh lebih senior ketimbang Usāmah.w.w. berupa integritas dan kompetensi.. maka mereka meminta agar pimpinan pasukan digantikan oleh sahabat yang lebih senior daripada Usāmah. `Umar lalu menyampaikan usulan dimaksud kepada Abū Bakr. Mendengar hal itu. Sebab Islam menghargai prestasi dan bukan prestise.a.. Pilihan Nabi s. Tentu Nabi s. dengan sanad yang valid. dengan alasan bahwa usianya terlalu muda dan pengalamannya belum banyak. atau jika tidak.a. contohkan dalam membina generasi awal kaum Muslim.” [Riwayat ath-Thabrani dalam al-Ausath VI/58 dan lain-lain.” `Umar pun menyesali usulan tersebut. mengangkat Usāmah ibn Zaid.a.a. Singkatnya. Disebabkan potensi Usāmah. Abū Bakr marah dan berkata. Nabi s. sebagian kalangan Anshār menilai bahwa saat itu bukanlah momen yang tepat untuk keberangkatan pasukan. Mereka lalu meminta `Umar r. yang mengangkatnya sebagai pimpinan pasukan.

sebagian ahli hadits mencacat validitas riwayat tersebut. Dan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya namun buruk amalnya. dengan sanad yang valid. muhāsabah sering diterjemahkan dengan introspeksi. mungkin dapat dikatakan bahwa salah satu hikmah dianjurkannya bangun malam untuk beribadah (di antaranya shalat Tahajjud) adalah karena waktu tersebut juga merupakan momen yang tepat untuk merenung dan berpikir. Bahkan. Jadi. Dan apabila ada orang yang panjang usianya tetapi panjang juga daftar keburukannya.a. tampaknya menyudutkan perenungan pada kotak waktu yang besarnya hampir ternihilkan. Nabi s.] . Diriwayatkan bahwa `Umar ibn al-Khaththab r. Adapun melamun bersifat konsumtif.” [Riwayat at-Tirmidzi IV/556/2330 dan lain-lain. maka itulah kejelekan yang berlipat ganda.” [Riwayat Ibn Abī Syaibah dalam al-Mushannaf VII/96/34459.w. Dalam teks-teks keagamaan didapati anjuran untuk merenungkan dan memikirkan ayat-ayat-Nya. Cyberspace. muhāsabah berasal dari huruf h s b yang berasosiasi dengan perhitungan atau memperhitungkan. Renungan beda dengan lamunan. baik qauliyyah. ُ َُ َ َ َ َ ‫َ ْ ُ ّ ِ َ ْ َ َ ُ ْ ُ ُ َ َ ُ َ َ َُ ُ َ َ ّ ّ ِ َ ْ َ َ ُ ْ ُه‬ ‫خير الناس من طال عمره وحسن عمله وشر الناس من طال عمر ُ وساء عمله‬ ”Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya serta baik amalnya. apabila terdapat beberapa kandidat imam yang memiliki kompetensi dan integritas yang setara. bersabda. sebagaimana disebutkan dalam hadits yang valid. lahirlah breakthrough dan solusi dari berbagai permasalahan.] • Perenungan (Muhāsabah) Perenungan menjadi hal mewah di zaman serba instan ini. misalnya. yaitu dari sisi hijrah dan selanjutnya dari sisi usia. Merenung adalah hal produktif. namun kiranya bukan di sini tempat untuk memaparkan hal tersebut. Dalam dimensi yang lebih sempit. sebelum datangnya perhitungan hakiki dari Allah pada hari Kiamat. Jika ada orang yang panjang usianya. Hal sebaliknya. yaitu membelanjakan dan memboroskan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. maupun kauniyyah. hanya saja parameter tersebut jauh dibelakangkan dibandingkan profesionalitas.dengan baik. Namun tidak diragukan bahwa maknanya benar. ‫حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا‬ ْ َُ َ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ُ ْ َ ْ ُِ َ “Buatlah perhitungan atas diri-diri kalian. Masih banyak contoh serupa yang menghiasai lembaran sejarah peradaban Islam. sebelum kalian diperhitungkan (oleh Allah). terdapat kecaman bagi mereka yang tidak mau merenung dan berpikir. peningkatan dan perbaikan di masa mendatang. sehingga banyak karya dan kebaikannya. yang tertuang Kitab Suci dan hadits nabawi. jarak yang dilipat dan dunia yang berkejaran kencang. berkata. yaitu menginvestasikan waktu dengan berpikir mendalam (deep thinking) untuk tercapainya perbaikan berkesinambungan (continous improvement) di masa mendatang. makna muhāsabah kurang lebih adalah membuat perhitungan terhadap diri sendiri atas kondisi dan kekurangan di masa lampau untuk koreksi. renungan kadang diistilahkan dengan muhāsabah. Dalam bahasa Indonesia. Namun demikian. Untuk menjadi imam shalat. yang terhampar dalam bentangan semesta raya. Islam menganjurkan perenungan. melamun diistilahkan dengan thūlu’l amal (panjang angan-angan). bukan berarti usia dan senioritas sama sekali dinihilkan dalam ajaran Islam. Secara sanad. Dalam hadits nabawi. maka yang berhak diangkat menjadi imam adalah yang paling senior.a. Dari renungan. maka inilah kebaikan di atas kebaikan. Secara etimologis.

) Demikianlah Allah memotivasi para hamba-Nya untuk menafkahkan atau memberikan harta di jalan-Nya.] Akhirnya. َ ُ ْ َ َ َ َ ُ ْ َ َ َ َ َ ُّ ٌ َّ َ ْ َ َ ّ ِ َ َ َ ْ ‫ابن آدم إنما أنت أيام، كلما ذهب يوم ذهب بعضك‬ “Hai anak Adam.a. tahun berlalu. bersabda.] Zaman berlari. Nabi s. Jika satu hari pergi. maupun yang sifatnya sunnah. seperti infaq dan sedekah sunnah. Satu dibalas tujuh ratus kali lipat. karena manusia sering dikalahkan oleh hawa nafsu dan subyektivitas pribadi. bulan berganti. yaitu sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi s. (2) tentang masa mudanya. untuk apa ia habiskan.w. • SEDEKAH. dan (4) kemana ia belanjakan harta tersebut. serta (5) apa yang ia amalkan atas hal-hal yang sudah diketahuinya. ٍ َ ْ ِ ٌ ََ َ ْ َ ََ َ ‫ما نقصت صدقة من مال‬ . pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Al-Qashash (28): 77.a.w. Setidaknya ada lima hal yang harus diperhitungkan. Dan Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dari Abu Hurairah. untuk apa ia gunakan. yakni dalam segala hal yang diridhai-Nya. seperti zakat. Masa lalu adalah partikel-partikel anggota tubuh manusia yang tertinggalkan di belakang. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui. semoga kita dapat memperhitungkan dan merenungkan jejak waktu yang telah kita lewatkan guna memperbaiki kondisi diri ke depan. dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia. Al-Baqarah [2]: 261.” [Hilyah al-Auliyā' II/148. Kecuali mereka yang merendahkan dirinya di hadapan keagungan dan kemahasempurnaan Rabbnya.” [Riwayat at-Tirmidzi IV/612/2416 dan lainlain. serta berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. (3) tentang hartanya. berikut: ،‫ل تزول قدما ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس: عن عمر ِ فيم أفناه، وعن شبابه فيم أبله‬ َ ْ َ َ ْ ِ ِ ِ َ َ ْ َ َ َ ْ َ َ ْ ِ ‫َ َ ُ ْ ُ َ َ َ ْ ُ َ َ َ ْ َ ْ ِ َ َ ِ ِ ْ ِ ْ ِ َ ّ ِ َ ّ ُ ْ َ ُ َ ْ َ ْ ٍ َ ْ ُ ْ ِه‬ َ َِ َ ْ ِ َ ِ َ َ َ َ ُ َ َ ْ َ َ ْ ِ َ ُ َ َ َ ْ ‫َ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ َ ْن‬ ‫وعن ماله من أي َ اكتسبه وفيم أنفقه، وماذا عمل فيما علم‬ “Tidaklah kedua kaki seorang hamba itu bergerak dari sisi Rabbnya pada hari Kiamat. Imam al-Hasan al-Bashri berkata. sebagaimana firman Allah: َ ْ َِ ّ َ َ ْ َ َ َ ِ ْ ََ َ ْ ّ َ ِ َ َ ِ َ َ َ َ َ َ َ ِ ْ َ ّ ّ َ َ َ ِ ِ َ ْ َ ‫وابتغ فيما آتاك ال الدار الخرة ول تنس نصيبك من الدنيا وأحسن كما أحسن ال إليك‬ ُ ُ “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. hingga ia ditanya tentang lima hal: (1) tentang umurnya. sesungguhnya engkau adalah hari-hari berbilang.” (QS. maka hilang pula sebagian dirimu. Firman Allah tersebut mencakup pengeluaran harta yang sifatnya wajib. dari mana ia dapatkan.” [QS.Memperhitungkan kesalahan dan kekurangan diri sendiri secara jujur dan benar umumnya merupakan hal yang sulit.] Tentunya kita pun tidak dilarang untuk merenung dan memperhitungkan hal-hal yang bersifat duniawi. ASET DI DUNIA DAN AKHIRAT Allah `Azza wa Jalla berfirman: ُ َ َ َ ِ ُ ِ َ ُ ّ َ ٍ ّ َ ُ َ ّ ٍ َُ ُ ّ ُ ِ َ ِ َ َ َ ْ َ ْ َ َ َ ٍ ّ َ ِ َ َ َ ّ ِ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ ُ ِ ُ َ ِ ّ ُ َ ّ ‫مثل الذين ينفقون أموالهم في سبيل ال كمثل حبة أنبتت سبع سنابل في كل سنبلة مئة حبة وال يضاعف لمن يشاء‬ ٌ َِ ٌ ِ َ ّ َ ‫وال واسع عليم‬ “Permisalan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan benih yang menumbuhkan tujuh bulir.

Salah satunya berkata: ‘Ya Allah. dan beliau paling dermawan pada bulan Ramadhan. Justru tindakan menahan harta yang akan menimbulkan kerugian.] Dalam konsep Islam.’ Sementara yang lainnya berkata: “Ya Allah. pengeluaran harta untuk berbagai macam bentuk kebaikan di jalan-Nya merupakan aset dan investasi yang pasti menguntungkan baik secara materi maupun immateri. Allah tidak butuh harta dari hamba-Nya. hanya saja permasalahannya terletak pada kelemahan aqidah. di dunia maupun di akhirat.a. Dari Ibn `Abbas. Manusialah yang membutuhkan harta dan bantuan dari sesamanya.“Sedekah itu tidak mengurangi harta. Permasalahannya. paham materialisme tersebut terus-menerus menginfeksi dan menjangkiti kaum Muslim seiring derasnya arus budaya syahwat. Maha Kuat dan Maha Hadir (omnipresent). Sri Mulyani. Secara etimologis. pada hari Selasa. Di negara ini. tawakkal berasal dari huruf w k l yang berasosiasi dengan penyandaran atau pelimpahan suatu urusan kepada pihak lain. ‫ما من يوم يصبح العباد فيه إل ملكان ينزلن فيقول أحدهما اللهم أعط ُنفقا خلفا ويقول الخر اللهم أعط ممسكا‬ ً ِ ْ ُ ِ ْ َ ّ ُ ّ ُ َ ُ ُ َ َ ً ََ ً ِ ْ ‫َ ِ ْ َ ْ ٍ ُ ْ ِ ُ ْ ِ َ ُ ِ ِ ِ ّ ََ َ ِ َ ْ ِ َ ِ َ َ ُ ُ َ َ ُ ُ َ ّ ُ ّ َ ْ ِ م‬ ‫تلفا‬ ً ََ “Tidak ada satu hari pun yang dilalui oleh seorang hamba melainkan pada pagi harinya dua malaikat turun kepadanya. sehingga pengetahuan tersebut hanya menjadi sebatas pengetahuan. “Rasulullah s.] • Tawakkal Dalam mengarungi roda kehidupan yang dinamis. sesuai karakternya sebagai makhluk sosial (homo homini socious). hancurkanlah harta orang yang pelit. Pada umumnya kaum Muslim telah mengetahui konsep di atas. Menteri Keuangan Menko perekonomian. manusia sebagai makhluk yang lemah dan penuh kekurangan membutuhkan sandaran kepada Dzat yang Maha Sempurna. Bagi seorang Muslim.w. juga bersabda. mendewakan materi dan berpikir matematis secara short time. karena Dialah yang Maha Kaya. penuh ketidakpastian dan kesulitan. dan lain-lain. makna tawakkal adalah penyandaran diri sepenuhnya kepada Allah Ta`ālā dalam hal . merupakan manusia yang paling dermawan dalam kebaikan. dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR. Orangorang miskin membutuhkan uluran tangan dari orang-orang yang memiliki harta berlebih. berilah ganti bagi orang yang berinfaq. golongan fakir dan miskin bertebaran di mana-mana.” [Riwayat Muslim dalam Shahīh-nya IV/2001/2588. dan bukan liability atau biaya yang akan mengurangi harta. Konsep Islam tersebut mungkin sulit diterima —apalagi diyakini dan terlebih diamalkan— oleh mereka yang menganut paham materialisme.” [Riwayat al-Bukhari dalam Shahīh-nya II/672/1803 dan Muslim dalam Shahīh-nya IV/1803/2308.] Nabi s. Secara terminologis. dan meraup keuntungan darinya di dunia maupun akhirat.42%.w. penyandaran diri tersebut hanya ditujukan kepada Allah Ta`ālā melalui mekanisme yang disebut tawakkal. beliau berkata.’” [Riwayat al-Bukhari dalam Shahīh-nya II/522/1374 dan Muslim dalam Shahīh-nya II/700/1010. Maha Kuasa. Masih tingginya tingkat kemiskinan di negeri ini merupakan peluang yang sangat besar bagi mereka yang memiliki harta berlebih untuk berinfaq. tidak membuahkan keyakinan yang akhirnya melahirkan tindakan nyata. bahkan Dialah yang Maha Memberi. 26 Agustus 2008 melaporkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan pada Maret 2008 adalah sebesar 34.a.96 juta atau 15.

“Ya Rasulullah.a.w.a.s. Ath-Thalāq (65): 3. Imam Ahmad berkata. [Lihat Mausū`ah Nadhrah an-Na`īm. berjawab. Ibn Mājah II/1394/4164.pencapaian maslahat dan/atau penolakan mudharat terkait urusan dunia maupun akhirat. “Dalam hadits di atas tidak ada indikasi pembolehan untuk meninggalkan usaha. dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang. seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenarnya. kedatangan dan usaha mereka. ً ِ َ ّ ِ َ َ َ ّ ََ ْ ّ َ َ َ ‫وتوكل على ال وكفى بال وكيل‬ ِ ِ “Dan bertawakkallah kalian kepada Allah. 8. hlm. ُ ُ ْ َ َ ُ َ ّ ََ ْ ّ َ َ َ َ َ ‫ومن يتوكل على ال فهو حسبه‬ ِ “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Dia akan mencukupi (keperluan)nya. karena Dialah yang menguasai segalanya. berpendapat bahwa tawakkal adalah kepercayaan penuh (tsiqah) dengan apa yang ada di sisi Allah dan berputus asa terhadap apa yang ada di tangan-tangan manusia. 1377.] Dari Anas ibn Mālik r. ْ ّ َ ََ َ ِْ ْ ‫اعقلها وتوكل‬ “Ikatlah hewan tungganganmu dan bertawakkallah. vol. justru padanya terdapat isyarat tentang perlunya mencari rizki. Al-Jurjāni. Jadi. hlm. ketika dilemparkan ke dalam kobaran api adalah: “Hasbunā’Llāhu wa ni`ma’l wakīl” (cukuplah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-baik wakil). Al-Ahzāb (33): 3.] Salah satu al-asmā’ al-husnā (nama-nama indah) yang dimiliki Allah Ta`ālā adalah al-Wakīl (Sang Wakil).a.” [QS.w. IV.w. Ahmad I/30/205 dan lain-lain. Tawakkal merupakan kunci rizki sekaligus solusi dari berbagai problematika.” [Riwayat atTirmidzi IV/573/2344. sebagaimana halnya burung-burung. Tawakkal adalah amalan qalbu yang menyokong upaya lahiriah anggota badan. sekiranya mereka bertawakkal kepada Allah dalam bepergian.. vol. doa yang sering dibaca Nabi s.a.a. yaitu Dzat yang berhak untuk disandarkan dan dilimpahkan segala urusan.. Allah Ta`ālā berfirman. dan mereka mengetahui bahwa kebaikan (rizki) itu di Tangan-Nya.” [Riwayat at-Tirmidzi IV/668/2517 dan di-hasan-kan oleh al-Albāni dalam Shahīh al-Jāmi` no. maksud hadits tersebut. apakah aku mengikat hewan tungganganku dan aku bertawakkal.] Allah Ta`ālā berfirman.] Tawakkal merupakan kebutuhan para hamba-Nya sekaligus perintah-Nya. Sebaliknya. niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana burung-burung. bersabda. seorang linguis.” [QS. ataukah aku lepaskan saja dan aku bertawakkal?” Nabi s. [Riwayat al-Bukhari ] Merealisasikan tawakkal bukan berarti menihilkan usaha.] Karena itu. khususnya pada saat mengalami kesulitan serta dibaca oleh Nabi Ibrāhīm a. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar.w. tentu mereka tidak akan pulang kecuali dalam keadaan mendapatkan harta dengan selamat. sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas.. ً َ ُ ْ ُ ََ ً َ ‫لو أنكم كنتم توكلون على ال حق توكله لرزقتم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ُ ْ َ ُ ْ ّ ُ َ ْ ُ َ َ ْ ُ ْ ِ ُ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ِ ََ َ ْ ُّ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ّ َ ْ َ “Sungguh.] . dan cukuplah Allah sebagai Sang Wakil. VII. beliau menceritakan bahwa seseorang pernah bertanya kepada Nabi s. 1068. Dari `Umar ibn al-Khaththāb r.” [Tuhfah al-Ahwadzi. Nabi s.a.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.