IPS II

PROBLEM OF POVERTY IN INDONESIA

Di Susun Oleh : ALJABAR GROUP ZAINUDDIN BASRI SRI MULIANA NUR SUCI MACHDEWI INSANA PERTIWI FADHILAH 094704257 094704211 094704146 094704134 094704130

BILINGUAL OF PGSD FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2010

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, hanya dengan izinNya terlaksana segala macam aktifitas yang dilakoni oleh hambaNya. Shalawat, rahmat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw, yang kepada beliau diturunkan wahyu Ilahi Al Qur an, dan ditugasi untuk menjelaskan seta memberikan contoh pelaksanaanya. Semoga tercurah pula kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau serta seluruh umatnya yang setia. Tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Dosen pembimbing dan teman-teman yang telah membantu kami hingga makalah ini dapat terselesaikan. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan serta masih terdapat banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga dengan terselesainya makalah ini, dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman sekalian.

Makassar, 26 Oktober 2010

ALJABAR GROUP

Faktor Penyebab Kemiskinan C. Kondisi Kemiskinan di Indonesia B. Rumusan masalah BAB II Isi / Pembahasan A. Penanggulangan Masalah Kemiskinan di Indonesia BAB III Penutup A. Saran Daftar Pustaka / Sumber .Daftar Isi Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi BAB I Pendahuluan A. Kesimpulan B. Latar belakang B.

Agar kemiskinan di Indonesia dapat menurun diperlukan dukungan dan kerja sama dari pihak masyarakat dan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini. Latar Belakang Kemiskinan merupakan hal yang kompleks karena menyangkut berbagai macam aspek seperti hak untuk terpenuhinya pangan. kesehatan. Bagaimana cara menanggulangi masalah kemiskinan di Indonesia? . penulis tertarik untuk mengangkat masalah kemiskinan di Indonesia dan penanggulangannya. Melihat kondisi negara Indonesia yang masih memiliki angka kemiskinan tinggi. B. pekerjaan. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas. pendidikan. Faktor apa yang menyebabkan kemiskinan di Indonesia? 3. maka rumusan masalahnya adalah: 1.BAB I PENDAHULUAN A. dan sebagainya. Bagaimana kondisi kemiskinan di Indonesia? 2.

maupun kelompok sehingga kondisi ini rentan terhadap timbulnya permasalahan sosial yang lain. laki-laki dan perempuan yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya secara layak untuk menempuh dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. kemiskinan juga berarti akses yang rendah dalam sumber daya dan aset produktif untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan hidup. tetapi juga kegagalan pemenuhan hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang.BAB II ISI / PEMBAHASAN A. Dalam pengertian yang lebih luas. antara lain: ilmu pengetahuan. dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. informasi. dan papan. kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidak mampuan ekonomi. Dengan demikian. 1976). keluarga. kemiskinan dapat dikonotasikan sebagai suatu kondisi ketidakmampuan baik secara individu. Hidup miskin bukan hanya berarti hidup di dalam kondisi kekurangan sandang. teknologi. . kemiskinan berasal dari kata dasar miskin yang artinya tidak berharta-benda (Poerwadarminta. pangan. Kondisi Kemiskinan di Indonesia PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2010 Secara harfiah. dan modal. Kemiskinan dipandang sebagai kondisi seseorang atau sekelompok orang. Akan tetapi.

3. peran . Ada tiga potensi yang perlu diamati dari keluarga miskin yaitu: 1. contohnya dapat dilihat dari aspek pengeluaran keluarga. Kemiskinan Absolut. Kemampuan dalam melakukan peran sosial akan dilihat dari kegiatan utama dalam mencari nafkah. Keluarga miskin adalah pelaku yang berperan sepenuhnya untuk menetapkan tujuan. Seseorang dikategorikan termasuk ke dalam golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan. sandang. Kemiskinan ini berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya. 2. kemampuan menjangkau tingkat pendidikan dasar formal yang ditamatkan. yaitu: pangan.Dari berbagai sudut pandang tentang pengertian kemiskinan. tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum. kesehatan. yaitu: 1. dan kemampuan menjangkau perlindungan dasar. mengendalikan sumber daya. pada dasarnya bentuk kemiskinan dapat dikelompokkan menjadi tiga pengertian. 2. papan. dan pendidikan. dan mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya. Kemiskinan Kultural. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan tetapi masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. peran dalam bidang pendidikan. Kemiskinan Relatif. Kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar.

9 juta (23.2 juta (40. terbatasnya kecukupan dan mutu pangan. dan rendahnya mutu layanan pendidikan.dalam bidang perlindungan. yaitu melemahnya kegiatan ekonomi. dengan terjadinya krisis ekonomi sejak Juli 1997 dan berbagai bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami pada Desember 2004 membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Berbagai upaya tersebut telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin dari 54.3%) pada tahun 1996. Namun. gizi anak. perluasan kesempatan kerja dan sebagainya. memburuknya pelayanan kesehatan dan pendidikan.7%) di tahun 2004 seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini (catatan: terjadi revisi metode di tahun 1996). Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk.5 juta (11. memburuknya kondisi sarana umum sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk miskin menjadi 47.1 juta (16.1%) pada tahun 1976 menjadi 22.4%) pada tahun 1999. dan peran dalam bidang kemasyarakatan. 3. Kemampuan dalam menghadapi permasalahan dapat dilihat dari upaya yang dilakukan sebuah keluarga untuk menghindar dan mempertahankan diri dari tekanan ekonomi dan non ekonomi. layanan kesehatan dan pendidikan. terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan. Kemudian pada 5 tahun terakhir terlihat penurunan tingkat kemiskinan secara terus menerus dan perlahan-lahan sampai mencapai 36. .

jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 31. turun 1.93 juta pada Maret 2010).60 54.91 juta pada Maret 2009 menjadi 11. sementara di daerah perdesaan berkurang 0.4 37.38 19 96 19 99 20 02 20 03 20 04 19 76 19 80 19 84 19 87 19 90 19 93 19 96 . y Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah GarisKemiskinan) di Indonesia pada Maret 2010 mencapai 31.62 juta pada Maret 2009 menjadi 19. Pada Maret 2009. y Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah selama periode ini.53 juta (14.9 38.2 50 40 30 20 10 0 43.2 25.1 34.9 22.33 persen).51 juta dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang sebesar 32.5 27.02 juta.81 juta (dari 11. y Selama periode Maret 2009-Maret 2010.69 juta orang (dari 20. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0. 63.10 juta pada Maret 2010).15 persen).4 36.2 35 30 Revisi metode 47.5 Jumlah penduduk miskin (juta) Menurut data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS-RI) per Maret 2010.02 juta (13.

persen penduduk miskin berada di daerah perdesaan. pendidikan. telur ayam ras. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit. angkutan. sandang. sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 73. Untuk komoditi bukan makanan adalah biaya perumahan. . tempe. sedangkan pada Maret 2009 sebesar 73. mie instan. dan kesehatan).6 persen. listrik. Pada Maret 2010. y Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan. y Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah beras. bawang merah.5 persen.23 persen. sedangkan pada Maret 2010 sebesar 64. gula pasir. kopi. rokok kretek filter. dan pendidikan. dan tahu. y Pada periode Maret 2009-Maret 2010.

air. kelompok makanan jadi. minuman. kelompok pendidikan. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang berjumlah 32. Penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode Maret 2009-Maret 2010 nampaknya berkaitan dengan faktorfaktor berikut: a. dan bahan bakar sebesar 2. serta kelompok transpor dan komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1. . rekreasi dan olah raga sebesar 3.53 juta (14. gas.08 persen.38 persen. sementara di daerah perdesaan berkurang 0.18 persen. rokok dan tembakau sebesar 8.78 persen.23 persen.11 persen. Menurut kelompok pengeluaran kenaikan harga selama periode tersebut terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 4. Selama periode Maret 2009-Maret 2010 inflasi umum relatif rendah.04 persen.Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2009-Maret 2010 Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2010 sebesar 31. kelompok kesehatan sebesar 3.02 juta orang (13.38 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan begitu juga pada Maret 2010.15 persen).69 juta orang (Tabel 2). Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah dari Maret 2009 ke Maret 2010. sebagian besar (63. yaitu sebesar 3. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0.33 persen). berarti jumlah penduduk miskin berkurang 1.51 juta jiwa. Pada Maret 2009. kelompok sandang sebesar 0. listrik.81 juta orang. Selama periode Maret 2009-Maret 2010. yaitu sebesar 64.85 persen. kelompok perumahan.43 persen. Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih besar daripada daerah perdesaan.

sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3.9 persen pada periode yang sama. Produksi padi tahun 2010 (hasil Angka Ramalan/ARAM II) mencapai 65. naik sekitar 1.86 persen selama periode Maret 2009Maret 2010.17 persen dari produksi padi tahun 2009 yang sebesar 64.27 persen dan 3.65 persen pada tahun 2009) bekerja di Sektor Pertanian. NTP (Nilai Tukar Petani) naik 2.45 persen dari 98. Perekonomian Indonesia Triwulan I 2010 tumbuh sebesar 5.78 pada Maret 2009 menjadi 101. e. d.7 persen terhadap Triwulan I 2009. c.20 pada Maret 2010.15 juta ton GKG.40 juta ton GKG. . Rata-rata upah harian buruh tani dan buruh bangunan masing-masing naik sebesar 3. Sebagian besar penduduk miskin (64.b.

72 persen.per kapita per bulan pada Maret 2010. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan..262.Dilihat dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2010. pendidikan. yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM)..726.6 persen. terlihat bahwa peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan. Garis Kemiskinan naik sebesar 5. dan sekitar 73. sandang. perkembangan tingkat kemiskinan ditunjukkan oleh tabel berikut: Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2009-Maret 2010 Garis Kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk menentukan miskin atau tidaknya seseorang. Dengan memerhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK). Selama Maret 2009-Maret 2010.5 persen pada . dan kesehatan).per kapita per bulan pada Maret 2009 menjadi Rp211. yaitu dari Rp200. Pada Maret 2009 sumbangan GKM terhadap GK sebesar 73.

23 persen di perkotaan dan 1.93 persen di perkotaan dan 5.66 persen di perdesaan).Maret 2010. kopi (1.61 di perdesaan).48 persen di perkotaan dan 1.56 persen di perdesaan).55 persen di perdesaan).16 persen di perdesaan). Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin.43 persen di perkotaan dan 6.42 persen di perkotaan dan 2. Komoditi bukan makanan yang memberi sumbangan besar untuk Garis Kemiskinan adalah biaya perumahan (8.20 persen di perkotaan dan 34.24 persen di perkotaan dan 1.36 persen di perkotaan dan 4. Komoditi lainnya adalah gula pasir (3.36 persen di perkotaan dan 1.30 persen di perkotaan dan 1.87 persen di perdesaan). tempe (2. bawang merah (1. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar ke dua kepada Garis Kemiskinan (7.91 persen di perdesaan).01 persen di perkotaan dan 1.34 persen di perdesaan). komoditi makanan yang memberi sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan adalah beras yaitu sebesar 25.11 persen di perdesaan. biaya listrik (3.51 persen di perdesaan). dan angkutan (2. telur ayam ras (3.97 persen di perkotaan dan 2.11 persen di perdesaan). Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.40 persen di perkotaan dan 1.19 persen di perdesaan). Pada Maret 2010. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk . dan biaya pendidikan (2. dan tahu (2.90 persen di perdesaan). mie instan (2.

Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit. kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bias mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.21 pada Maret 2010.58 pada periode yang sama (Tabel 3).57 sementara di daerah perdesaan mencapai 2. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menurun. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan . Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2. nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) untuk perkotaan hanya 1. Pada Maret 2010.80.50 pada Maret 2009 menjadi 2. sama seperti tahun 2009.68 menjadi 0. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan masih tetap lebih tinggi daripada perkotaan. Pada periode Maret 2009-Maret 2010. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0.miskin.

Indonesia. Kemiskinan alamiah terjadi akibat sumber daya alam yang terbatas. diantaranya : y Kemiskinan alamiah.75. Kemiskinan ini terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia hingga mereka tetap miskin.40 sementara di daerah perdesaan mencapai 0. perumahan dan pendapatan perkapita masyarakat. kemiskinan dapat disebabkan dari berbagai segi. y Kemiskinan buatan. kesehatan. Faktor Penyebab Kemiskinan Pada kondisi tertentu. y Kesenjangan pembangunan antara kota-kota besar dipulau jawa dan kota-kota didaerah diluar pulau jawa. dan juga antara kota dengan pedesaan dan daerah terpencil lainnya yang tentunya belum terjamah pembangunan. B. dan juga potensi sumber daya alam yang berbeda. yang mengakibatkan banyaknya . dan bencana alam. pendidikan. y Guncangan perekonomian sebagai akibat dari lemahnya dasar perekonomian pengangguran. penggunaan teknologi yang rendah. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemiskinan di daerah perdesaan lebi buruk dari daerah perkotaan.hanya 0. y Sulitnya pemenuhan hak-hak dasar kehidupan manusia antara lain makanan.

dimana kurangnya perhatian pemerintah dalam mengikusertakan atau memberdayakan perempuan dalam pembangunan y Kultur dan Budaya daerah yang turut mempengaruhi. Sementara itu lima persen dari populasi. Hal pertama yang dapat dilakukan oleh pemerintahan baru adalah menyelesaikan dan mengadaptasikan rancangan strategi penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan.  Peningkatan fasilitas jalan dan listrik di pedesaan. Tetapi. Kemudian hal ini dapat dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan. Penanggulangan Masalah Kemiskinan di Indonesia Penanganan berbagai masalah di atas memerlukan strategi penanggulangan kemiskinan yang jelas. C. Saat ini masih ada sekitar 6000 desa. dengan populasi sekitar 90 juta orang belum menikmati tenaga listrik.y Kemiskinan yang dialami oleh kaum perempuan. . Jalan nasional dan jalan provinsi di Indonesia relatif dalam keadaan yang baik. yang berarti sekitar 11 juta orang. Pemerintah Indonesia dan berbagai pihak terkait lainnya patut mendapat acungan jempol atas berbagai usaha yang telah dijalankan dalam membentuk strategi penanggulangan kemiskinan. Berbagai pengalaman di China. tidak mendapatkan akses jalan untuk setahun penuh. Vietnam dan juga di Indonesia sendiri menunjukkan bahwa pembangunan jalan di area pedesaan merupakan cara yang efektif dalam mengurangi kemiskinan. Hal yang sama dapat terlihat pada penyediaan listrik. setengah dari jalan kabupaten berada dalam kondisi yang buruk. Berikut ini dijabarkan sepuluh langkah yang dapat diambil dalam mengimplementasikan strategi pengentasan kemiskinan tersebut.

o Membiayai program di atas melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). program ini bahkan dapat mengurangi biaya pembangunan. o Menjalankan strategi pembangunan fasilitas listrik pada desa-desa yang belum menikmati tenaga listrik.Walaupun berbagai masalah di atas terlihat rumit dalam pelaksanaannya. Untuk daerah yang terisolir. Program pembangunan jalan tersebut juga dapat meningkatkan penghasilan bagi masyarakat miskin dan mengurangi pengeluaran mereka. serta menjamin tersedianya pemeliharaan secara lebih baik. dapat digunakan untuk mengidentifikasi daerah-daerah tersebut. Penyusunan rencana . Kompetisi pada sektor kelistrikan harus ditingkatkan dengan memperbolehkan perusahaan penyedia jasa kelistrikan untuk menjual tenaga listrik yang mereka hasilkan kepada PLN. bersama dengan peta kondisi jalan. Akses pada jaringan yang dimiliki PLN juga patut dibuka dalam rangka meningkatkan kompetisi tersebut. o Menjalankan program pekerjaan umum yang bersifat padat karya. Peta lokasi kemiskinan. Program seperti ini dapat menjadi cara yang efektif untuk menyediakan fasilitas jalan di pedesaan disamping sebagai bentuk perlindungan sosial. o Menjalankan program skala besar untuk membangun jalan pedesaandan di tingkat kabupaten. Dana pembangunan harus ditargetkan pada daerah-daerah yang mempunyai kondisi buruk. solusinya dapat terlihat dengan jelas. disamping memberikan stimulasi pertumbuhan pada umumnya. terutama dalam masalah kemiskinan. Masyarakat miskin setempat juga harus dilibatkan agar hasilnya dapat sesuai dengan kebutuhan mereka.

tentu saja penyediaan sanitasi harus diperbaiki. Pada tahun 2001. Untuk mengatasi hal tersebut ada dua hal yang dapat dilakukan: o Pada sisi permintaan. Akibatnya. Hanya kurang dari satu persen limbah rumah tangga di Indonesia yang menjadi bagian dari sistem pembuangan. Pada tahun 2002.  Peningkatan tingkat kesehatan melalui fasilitas sanitasi yang lebih baik Indonesia sedang mengalami krisis penyediaan fasilitas sanitasi. Biaya yang diperlukan untuk kampanye tersebut tidaklah terlalu tinggi. Dua pilihan yang dapat . Penyediaan fasilitas limbah lokal tidak dibarengi dengan penyediaan fasilitas pengumpulan. pemerintah dapat menjalankan kampanye publik secara nasional untuk meningkatkan kesadaran dalam penggunaan fasilitas sanitasi yang lebih baik.per rumah tangga setiap bulannya.000. Tempat tinggal mereka juga sering berada di dekat tempat pembuangan limbah. o Pada sisi penawaran. sementara menjanjikan hasil yang cukup baik.pelaksanaan dengan lebih terinci atas dua skema subsidi yang ada sangatlah diperlukan. untuk menjamin subsidi tersebut tidak menghambat penyediaan listrik secara lebih luas. kerugian ekonomi yang timbul akibat masalah sanitasi diperkirakan mencapai Rp 100. pengolahan dan pembuangan akhir. Aspek terpenting adalah membiayai investasi di bidang sanitasi yang akan terus meningkat.. pemerintah hanya menyediakan anggaran untuk perbaikan sanitasi sebesar 1/1000 dari anggaran yang disediakan untuk penyediaan air. Hal ini membuat penduduk miskin cenderung menjadi lebih mudah sakit dan tidak produktif. penduduk miskin cenderung menggunakan air dari sungai yang telah tercemar.

tetapi kebijakan yang merugikan orang miskin.dilakukan adalah: (i) mengadakan kesepakatan nasional untuk membahas masalah pembiayaan fasilitas sanitasi dan (ii) mendorong pemerintah local untuk membangun fasilitas sanitasi pada tingkat daerah dan kota. seperti penyediaan infrastruktur pertanian . Kebijakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan harga beras. Sementara itu. Dapat dikatakan bahwa hanya para pedagang yang menikmati manfaat kenaikan harga tersebut. 80 persen dari penduduk Indonesia menderita akibat proteksi tersebut. Bahkan bantuan beras yang berasal dari Program Pangan Dunia (World Food Program) tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia karena tidak memiliki izin impor. sementara 90 persen penduduk perkotaan dan 70 persen penduduk pedesaan mengkonsumsi lebih banyak beras dari yang mereka produksi. Secara keseluruhan. Studi yang baru saja dilakukan menunjukkan bahwa lebih dari 1. Tetapi ini hanya menguntungkan pihak yang memproduksi beras lebih dari yang dikonsumsi. Bahkan manfaat tersebut tidaklah sedemikian jelas. Harga beras di tingkat petani tidak mengalami kenaikan yang berarti sementara harga di tingkat pengecer naik cukup tinggi. misalnya dengan menyediakan DAK untuk pembiayaan sanitasi ataupun dengan menyusun standar pelayanan minimum.  Penghapusan larangan impor beras Larangan impor beras yang diterapkan bukanlah merupakan kebijakan yang tepat dalam membantu petani. sementara hanya 20 persen yang menikmati manfaatnya. dukungan dan bantuan bagi petani dapat dilakukan dengan berbagai cara lain.5 juta orang masuk dalam kategori miskin akibat dari kebijakan tersebut.

 Pembatasan pajak dan retribusi daerah yang merugikan usaha lokal dan orang miskin Salah satu sumber penghasilan terpenting bagi penduduk miskin di daerah pedesaan adalah wiraswasta dan usaha pendukung pertanian. terutama yang berasal dari usaha kecil dan menengah. sejak proses desentralisasi dijalankan. Pemberian hak atas tanah juga membuka akses penduduk miskin pada kredit dan pinjaman.dan pedesaan serta penyediaan riset dalam bidang pertanian. Sayangnya. Belum lagi beban dari berbagai pungutan liar yang harus dibayarkan untuk menjamin pengangkutan barang berjalan secara lancar dan aman. Usahawan pada saat ini harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengurus berbagai izin yang sebelumnya dapat mereka peroleh secara cuma-cuma. perlu dibangun iklim usaha yang lebih kondusif.  Pemberian hak penggunaan tanah bagi penduduk miskin Adanya kepastian dalam kepemilikan tanah merupakan faktor penting untuk meningkatkan investasi dan produktifitas pertanian. Berbagai biaya ini menghambat pertumbuhan usaha di tingkat lokal dan menurunkan harga jual yang diperoleh penduduk miskin atas barang yang mereka produksi. Setengah dari penghasilan masyarakat petani miskin berasal dari usaha pendukung pertanian. Pengenaan bea masuk juga dapat menjadi altenatif yang lebih baik daripada larangan impor. Untuk meningkatkan penghasilan tersebut. pemerintah daerah berlomba-lomba meningkatkan pendapatan mereka dengan cara mengenakan pajak dan pungutan daerah yang lebih tinggi. Dengan memiliki sertifikat kepemilikan .

Hanya saja. sementara hanya 40 persen yang .mereka dapat meminjam uang. Hal ini terkait erat dengan masalah utama pendidikan di Indonesia. menginvestasikannya dan mendapatkan hasil yang lebih tinggi dari aktifitas mereka1. Dengan program pemutihan yang sekarang ini dijalankan. dimana sertifikat hak guna tanah dimiliki oleh hamper seluruh penduduk.  Membangun lembaga lembaga pembiayaan mikro yang memberi manfaat pada penduduk miskin Sekitar 50 persen rumah tangga tidak memiliki akses yang baik terhadap lembaga pembiayaan. dimana satu juta sertifikat dikeluarkan sejak 1997. dibutuhkan waktu seratus tahun lagi untuk menyelesaikan proses tersebut. bahkan daerah perkotaan. pemukiman.  Perbaikan atas kualitas pendidikan dan penyediaan pendidikan transisi untuk sekolah menengah Indonesia telah mencapai hasil yang memuaskan dalam meningkatkan partisipasi di tingkat pendidikan dasar. di area tersebut terdapat lahan pertanian. hanya 25 persen pemilik tanah di pedesaan yang memiliki bukti legal kepemilikan tanah mereka. yaitu buruknya kualitas pendidikan. Program pemutihan sertifikat tanah di Indonesia berjalan sangat lambat. Ini sangat jauh dari kondisi di Cina dan Vietnam. Walaupun pada kenyataannya. Sayangnya. kepemilikan atas 64 persen tanah di Indonesia tidaklah dimungkinkan. karena termasuk dalam klasifikasi area hutan. banyak anak-anak dari keluarga miskin yang tidak dapat melanjutkan pendidikan dan terpaksa keluar dari sekolah dasar sebelum dapat menamatkannya (lihat gambar dibawah). Disamping itu.

Program pemberian pinjaman bersubsidi tidak dapat dipungkiri telah memberi manfaat kepada penerimannya.memiliki rekening tabungan. baik dari segi kuantitas .000 kelahiran hidup. Akibatnya pemerintah daerah yang miskin sering tidak dapat menyediakan pelayanan yang mencukupi. Tetapi program ini juga melumpuhkan perkembangan lembaga pembiayaan mikro (LPM) yang beroperasi secara komersial. Padahal. lembagalembaga semacam inilah yang dapat diandalkan untuk melayani masyarakat miskin secara lebih luas.  Menyedian lebih banyak dana untuk daerah-daerah miskin Kesenjangan fiskal antar daerah di Indonesia sangatlah terasa. Sering terjadi juga bantuan medis yang dibutuhkan tersebut tidak tersedia.  Mengurangi tingkat kematian Ibu pada saat melahirkan Hampir 310 wanita di Indonesia meninggal dunia pada setiap 10. Kondisi ini terlihat lebih parah di daerah pedesaan. Solusinya bukanlah dengan memberikan pinjaman bersubsidi. Kedua karena kebanyakan ibu yang melahirkan lebih memilih untuk meminta bantuan bidan tradisional daripada fasilitas medis yang tersedia. Tingkat kematian menjadi tinggi terkait dengan dua sebab. Pemerintah daerah terkaya di Indonesia mempunyai pendapatan per penduduk 46 kali lebih tinggi dari pemerintah di daerah termiskin. Pertama karena ibu yang melahirkan sering terlambat dalam mencari bantuan medis. Angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Solusi yang lebih tepat adalah memanfaaatkan dan mendorong pemberian kredit dari bank-bank komersial kepada lembaga-lembaga pembiayaan mikro tersebut.

pemerintah Indonesia mengeluarkan Rp 74 trilliun untuk perlindungan sosial. Angka ini lebih besar dari pengeluaran di bidang kesehatan dan pendidikan. Secara rata-rata. Pada tahun 2004. . sementara sekitar Rp60 trilliun lebih banyak dinikmati oleh masyarakat mampu.000 untuk minyak tanah setiap bulannya.maupun kualitas.  Merancang perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran Program perlindungan yang tersedia saat ini. rumah tangga miskin hanya memperoleh subsidi sebesar Rp12. dapat dikatakan belum mencapai sasaran dengan baik. hanya 10 persen yang dapat dinikmati oleh penduduk miskin. seperti beras untuk orang miskin serta subsidi bahan bakar dan listrik. Sayangnya.000 untuk beras dan Rp 9. Pemberian dana yang terarah dengan baik dapat membantu masalah ini.

Marilah kita tingkatkan kepedulian dan kepekaan sosial untuk membantu saudara kita yang masih mengalami kemiskinan. perlu mendapat penanganan khusus dan terpadu dari pemerintah bersama-sama dengan masyarakat. terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan. Kondisi kemiskinan di Indonesia sangat memprihatinkan. dan rendahnya mutu layanan pendidikan. kami dapat menyimpulkan bahwa. Oleh karena itu. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan bab II.BAB III PENUTUP A. gizi anak. Hal ini ditandai dengan rendahnya kualitas hidup penduduk. Saran Pemerintah sebaiknya menjalankan program terpadu secara serius dan bertanggung jawab agar dapat segera mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia Sebagai warga negara Indonesia yang baik. terbatasnya kecukupan dan mutu pangan. . mari kita dukung semua program pemerintah dengan sungguh-sungguh demi masa depan bangsa dan negara Indonesia terbebas dari kemiskinan. B.

imnis.Berita Resmi Statistik No. XIII.com/attachment/0/SDH88woKCt 8AAF8LARk1/Bagian%20III%20Kemiskinan.DAFTAR PUSTAKA http://images. 1 Juli 2010 .multiplycontent.Ide-Ide Program 100 Hari BADAN PUSAT STATISTIK .doc?nmid=96869950 Indonesia Policy Briefs .multiply. 45/07/Th.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful