IPS II

PROBLEM OF POVERTY IN INDONESIA

Di Susun Oleh : ALJABAR GROUP ZAINUDDIN BASRI SRI MULIANA NUR SUCI MACHDEWI INSANA PERTIWI FADHILAH 094704257 094704211 094704146 094704134 094704130

BILINGUAL OF PGSD FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2010

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, hanya dengan izinNya terlaksana segala macam aktifitas yang dilakoni oleh hambaNya. Shalawat, rahmat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw, yang kepada beliau diturunkan wahyu Ilahi Al Qur an, dan ditugasi untuk menjelaskan seta memberikan contoh pelaksanaanya. Semoga tercurah pula kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau serta seluruh umatnya yang setia. Tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada Dosen pembimbing dan teman-teman yang telah membantu kami hingga makalah ini dapat terselesaikan. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan serta masih terdapat banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga dengan terselesainya makalah ini, dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman sekalian.

Makassar, 26 Oktober 2010

ALJABAR GROUP

Saran Daftar Pustaka / Sumber . Faktor Penyebab Kemiskinan C. Kondisi Kemiskinan di Indonesia B. Rumusan masalah BAB II Isi / Pembahasan A. Penanggulangan Masalah Kemiskinan di Indonesia BAB III Penutup A. Kesimpulan B. Latar belakang B.Daftar Isi Halaman Judul Kata Pengantar Daftar Isi BAB I Pendahuluan A.

dan sebagainya. Latar Belakang Kemiskinan merupakan hal yang kompleks karena menyangkut berbagai macam aspek seperti hak untuk terpenuhinya pangan. B. Bagaimana kondisi kemiskinan di Indonesia? 2. pendidikan. Faktor apa yang menyebabkan kemiskinan di Indonesia? 3. penulis tertarik untuk mengangkat masalah kemiskinan di Indonesia dan penanggulangannya. Agar kemiskinan di Indonesia dapat menurun diperlukan dukungan dan kerja sama dari pihak masyarakat dan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini. Melihat kondisi negara Indonesia yang masih memiliki angka kemiskinan tinggi. maka rumusan masalahnya adalah: 1. pekerjaan. kesehatan.BAB I PENDAHULUAN A. Bagaimana cara menanggulangi masalah kemiskinan di Indonesia? . Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas.

teknologi. kemiskinan juga berarti akses yang rendah dalam sumber daya dan aset produktif untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan hidup. laki-laki dan perempuan yang tidak terpenuhi hak-hak dasarnya secara layak untuk menempuh dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Akan tetapi. tetapi juga kegagalan pemenuhan hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang. kemiskinan berasal dari kata dasar miskin yang artinya tidak berharta-benda (Poerwadarminta.BAB II ISI / PEMBAHASAN A. dan modal. Kondisi Kemiskinan di Indonesia PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2010 Secara harfiah. . maupun kelompok sehingga kondisi ini rentan terhadap timbulnya permasalahan sosial yang lain. kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidak mampuan ekonomi. Dalam pengertian yang lebih luas. antara lain: ilmu pengetahuan. Hidup miskin bukan hanya berarti hidup di dalam kondisi kekurangan sandang. Dengan demikian. pangan. Kemiskinan dipandang sebagai kondisi seseorang atau sekelompok orang. informasi. keluarga. dan papan. kemiskinan dapat dikonotasikan sebagai suatu kondisi ketidakmampuan baik secara individu. 1976).

dan kemampuan menjangkau perlindungan dasar. mengendalikan sumber daya. dan pendidikan. kemampuan menjangkau tingkat pendidikan dasar formal yang ditamatkan. contohnya dapat dilihat dari aspek pengeluaran keluarga. Kemiskinan ini berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya. yaitu: pangan. pada dasarnya bentuk kemiskinan dapat dikelompokkan menjadi tiga pengertian. 2. sandang. tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum. kesehatan. Kemiskinan Absolut. peran dalam bidang pendidikan. papan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan tetapi masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Seseorang dikategorikan termasuk ke dalam golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan. Kemampuan dalam melakukan peran sosial akan dilihat dari kegiatan utama dalam mencari nafkah. 2. yaitu: 1. Kemiskinan Kultural. Ada tiga potensi yang perlu diamati dari keluarga miskin yaitu: 1. dan mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya. Kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Keluarga miskin adalah pelaku yang berperan sepenuhnya untuk menetapkan tujuan.Dari berbagai sudut pandang tentang pengertian kemiskinan. Kemiskinan Relatif. 3. peran .

terbatasnya kecukupan dan mutu pangan. perluasan kesempatan kerja dan sebagainya.2 juta (40. Berbagai upaya tersebut telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin dari 54. dan rendahnya mutu layanan pendidikan. . dan peran dalam bidang kemasyarakatan.4%) pada tahun 1999. dengan terjadinya krisis ekonomi sejak Juli 1997 dan berbagai bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami pada Desember 2004 membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat. memburuknya pelayanan kesehatan dan pendidikan. memburuknya kondisi sarana umum sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk miskin menjadi 47. gizi anak.5 juta (11.7%) di tahun 2004 seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini (catatan: terjadi revisi metode di tahun 1996). Kemampuan dalam menghadapi permasalahan dapat dilihat dari upaya yang dilakukan sebuah keluarga untuk menghindar dan mempertahankan diri dari tekanan ekonomi dan non ekonomi. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan.9 juta (23.1%) pada tahun 1976 menjadi 22. 3. Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk. terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan. layanan kesehatan dan pendidikan.3%) pada tahun 1996. Kemudian pada 5 tahun terakhir terlihat penurunan tingkat kemiskinan secara terus menerus dan perlahan-lahan sampai mencapai 36. yaitu melemahnya kegiatan ekonomi.dalam bidang perlindungan.1 juta (16. Namun.

02 juta.4 36. y Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah selama periode ini.10 juta pada Maret 2010). turun 1.53 juta (14. y Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah GarisKemiskinan) di Indonesia pada Maret 2010 mencapai 31.51 juta dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang sebesar 32. jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 31.1 34.91 juta pada Maret 2009 menjadi 11.69 juta orang (dari 20. 63.9 38.15 persen). penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0.2 35 30 Revisi metode 47.5 Jumlah penduduk miskin (juta) Menurut data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS-RI) per Maret 2010.81 juta (dari 11.93 juta pada Maret 2010).02 juta (13.5 27. y Selama periode Maret 2009-Maret 2010.38 19 96 19 99 20 02 20 03 20 04 19 76 19 80 19 84 19 87 19 90 19 93 19 96 .9 22.60 54. Pada Maret 2009.2 50 40 30 20 10 0 43.4 37. sementara di daerah perdesaan berkurang 0.62 juta pada Maret 2009 menjadi 19.33 persen).2 25.

rokok kretek filter. sedangkan pada Maret 2009 sebesar 73. gula pasir.6 persen. sedangkan pada Maret 2010 sebesar 64. pendidikan. y Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah beras. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Untuk komoditi bukan makanan adalah biaya perumahan. tempe. mie instan. . telur ayam ras.23 persen. kopi. y Pada periode Maret 2009-Maret 2010. angkutan. y Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan. bawang merah.persen penduduk miskin berada di daerah perdesaan. sandang. dan pendidikan. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit. dan tahu.5 persen. Pada Maret 2010. listrik. sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 73. dan kesehatan).

78 persen. rekreasi dan olah raga sebesar 3.33 persen). sebagian besar (63.85 persen.15 persen).04 persen. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang berjumlah 32.38 persen. . kelompok makanan jadi. kelompok sandang sebesar 0.69 juta orang (Tabel 2). kelompok pendidikan. yaitu sebesar 64. Selama periode Maret 2009-Maret 2010 inflasi umum relatif rendah.18 persen.53 juta (14.02 juta orang (13.43 persen. air. rokok dan tembakau sebesar 8.51 juta jiwa. kelompok perumahan. kelompok kesehatan sebesar 3. Jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun lebih besar daripada daerah perdesaan. berarti jumlah penduduk miskin berkurang 1. gas.08 persen.81 juta orang. sementara di daerah perdesaan berkurang 0. yaitu sebesar 3. minuman. Penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin selama periode Maret 2009-Maret 2010 nampaknya berkaitan dengan faktorfaktor berikut: a.Perkembangan Tingkat Kemiskinan Maret 2009-Maret 2010 Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2010 sebesar 31. Pada Maret 2009. Menurut kelompok pengeluaran kenaikan harga selama periode tersebut terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 4. listrik. serta kelompok transpor dan komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1.23 persen.11 persen.38 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan begitu juga pada Maret 2010. penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0. Selama periode Maret 2009-Maret 2010. dan bahan bakar sebesar 2. Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah dari Maret 2009 ke Maret 2010.

Sebagian besar penduduk miskin (64.86 persen selama periode Maret 2009Maret 2010. sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3.65 persen pada tahun 2009) bekerja di Sektor Pertanian.9 persen pada periode yang sama. Perekonomian Indonesia Triwulan I 2010 tumbuh sebesar 5. .27 persen dan 3. Produksi padi tahun 2010 (hasil Angka Ramalan/ARAM II) mencapai 65.17 persen dari produksi padi tahun 2009 yang sebesar 64.b. naik sekitar 1.40 juta ton GKG.20 pada Maret 2010. e. NTP (Nilai Tukar Petani) naik 2.15 juta ton GKG.78 pada Maret 2009 menjadi 101.7 persen terhadap Triwulan I 2009. d. Rata-rata upah harian buruh tani dan buruh bangunan masing-masing naik sebesar 3.45 persen dari 98. c.

perkembangan tingkat kemiskinan ditunjukkan oleh tabel berikut: Perubahan Garis Kemiskinan Maret 2009-Maret 2010 Garis Kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk menentukan miskin atau tidaknya seseorang.262. Dengan memerhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK). Selama Maret 2009-Maret 2010. Garis Kemiskinan naik sebesar 5.. terlihat bahwa peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan. dan sekitar 73.. sandang. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).Dilihat dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2010. pendidikan. yaitu dari Rp200.72 persen. dan kesehatan).per kapita per bulan pada Maret 2010. Pada Maret 2009 sumbangan GKM terhadap GK sebesar 73.5 persen pada .6 persen.726.per kapita per bulan pada Maret 2009 menjadi Rp211.

90 persen di perdesaan).48 persen di perkotaan dan 1. Komoditi bukan makanan yang memberi sumbangan besar untuk Garis Kemiskinan adalah biaya perumahan (8.91 persen di perdesaan).66 persen di perdesaan).43 persen di perkotaan dan 6.36 persen di perkotaan dan 1.40 persen di perkotaan dan 1.42 persen di perkotaan dan 2. kopi (1. tempe (2.51 persen di perdesaan). komoditi makanan yang memberi sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan adalah beras yaitu sebesar 25.61 di perdesaan).55 persen di perdesaan). Pada Maret 2010. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk . Komoditi lainnya adalah gula pasir (3. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.20 persen di perkotaan dan 34. dan tahu (2. telur ayam ras (3.56 persen di perdesaan).16 persen di perdesaan).93 persen di perkotaan dan 5.30 persen di perkotaan dan 1. bawang merah (1.34 persen di perdesaan).11 persen di perdesaan.01 persen di perkotaan dan 1. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar ke dua kepada Garis Kemiskinan (7.11 persen di perdesaan).23 persen di perkotaan dan 1.19 persen di perdesaan).24 persen di perkotaan dan 1. dan angkutan (2.36 persen di perkotaan dan 4. mie instan (2.Maret 2010. biaya listrik (3. dan biaya pendidikan (2. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin.87 persen di perdesaan).97 persen di perkotaan dan 2.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menurun.miskin. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 2. Pada Maret 2010. nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) untuk perkotaan hanya 1. Nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di daerah perdesaan masih tetap lebih tinggi daripada perkotaan.50 pada Maret 2009 menjadi 2. Pada periode Maret 2009-Maret 2010.80. Demikian pula Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0. kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bias mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.57 sementara di daerah perdesaan mencapai 2. sama seperti tahun 2009. Nilai Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan . Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.68 menjadi 0.58 pada periode yang sama (Tabel 3).21 pada Maret 2010.

40 sementara di daerah perdesaan mencapai 0. kemiskinan dapat disebabkan dari berbagai segi. dan juga potensi sumber daya alam yang berbeda. Faktor Penyebab Kemiskinan Pada kondisi tertentu. y Kemiskinan buatan. y Kesenjangan pembangunan antara kota-kota besar dipulau jawa dan kota-kota didaerah diluar pulau jawa. perumahan dan pendapatan perkapita masyarakat. B. pendidikan.75. Kemiskinan ini terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia hingga mereka tetap miskin. y Sulitnya pemenuhan hak-hak dasar kehidupan manusia antara lain makanan. dan juga antara kota dengan pedesaan dan daerah terpencil lainnya yang tentunya belum terjamah pembangunan. dan bencana alam. yang mengakibatkan banyaknya .hanya 0. penggunaan teknologi yang rendah. Indonesia. Kemiskinan alamiah terjadi akibat sumber daya alam yang terbatas. kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemiskinan di daerah perdesaan lebi buruk dari daerah perkotaan. diantaranya : y Kemiskinan alamiah. y Guncangan perekonomian sebagai akibat dari lemahnya dasar perekonomian pengangguran.

Berbagai pengalaman di China. Hal yang sama dapat terlihat pada penyediaan listrik. tidak mendapatkan akses jalan untuk setahun penuh. yang berarti sekitar 11 juta orang. . Penanggulangan Masalah Kemiskinan di Indonesia Penanganan berbagai masalah di atas memerlukan strategi penanggulangan kemiskinan yang jelas.  Peningkatan fasilitas jalan dan listrik di pedesaan. dengan populasi sekitar 90 juta orang belum menikmati tenaga listrik. Sementara itu lima persen dari populasi. Kemudian hal ini dapat dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan. Saat ini masih ada sekitar 6000 desa. dimana kurangnya perhatian pemerintah dalam mengikusertakan atau memberdayakan perempuan dalam pembangunan y Kultur dan Budaya daerah yang turut mempengaruhi. Pemerintah Indonesia dan berbagai pihak terkait lainnya patut mendapat acungan jempol atas berbagai usaha yang telah dijalankan dalam membentuk strategi penanggulangan kemiskinan. Berikut ini dijabarkan sepuluh langkah yang dapat diambil dalam mengimplementasikan strategi pengentasan kemiskinan tersebut. Jalan nasional dan jalan provinsi di Indonesia relatif dalam keadaan yang baik. C. Hal pertama yang dapat dilakukan oleh pemerintahan baru adalah menyelesaikan dan mengadaptasikan rancangan strategi penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan. setengah dari jalan kabupaten berada dalam kondisi yang buruk. Vietnam dan juga di Indonesia sendiri menunjukkan bahwa pembangunan jalan di area pedesaan merupakan cara yang efektif dalam mengurangi kemiskinan.y Kemiskinan yang dialami oleh kaum perempuan. Tetapi.

o Menjalankan program skala besar untuk membangun jalan pedesaandan di tingkat kabupaten. bersama dengan peta kondisi jalan. solusinya dapat terlihat dengan jelas. Peta lokasi kemiskinan. Penyusunan rencana . Masyarakat miskin setempat juga harus dilibatkan agar hasilnya dapat sesuai dengan kebutuhan mereka. Kompetisi pada sektor kelistrikan harus ditingkatkan dengan memperbolehkan perusahaan penyedia jasa kelistrikan untuk menjual tenaga listrik yang mereka hasilkan kepada PLN. Untuk daerah yang terisolir. Program pembangunan jalan tersebut juga dapat meningkatkan penghasilan bagi masyarakat miskin dan mengurangi pengeluaran mereka. o Membiayai program di atas melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). dapat digunakan untuk mengidentifikasi daerah-daerah tersebut. Dana pembangunan harus ditargetkan pada daerah-daerah yang mempunyai kondisi buruk. o Menjalankan program pekerjaan umum yang bersifat padat karya. serta menjamin tersedianya pemeliharaan secara lebih baik. Program seperti ini dapat menjadi cara yang efektif untuk menyediakan fasilitas jalan di pedesaan disamping sebagai bentuk perlindungan sosial. o Menjalankan strategi pembangunan fasilitas listrik pada desa-desa yang belum menikmati tenaga listrik. disamping memberikan stimulasi pertumbuhan pada umumnya.Walaupun berbagai masalah di atas terlihat rumit dalam pelaksanaannya. terutama dalam masalah kemiskinan. program ini bahkan dapat mengurangi biaya pembangunan. Akses pada jaringan yang dimiliki PLN juga patut dibuka dalam rangka meningkatkan kompetisi tersebut.

pengolahan dan pembuangan akhir. Hanya kurang dari satu persen limbah rumah tangga di Indonesia yang menjadi bagian dari sistem pembuangan. Penyediaan fasilitas limbah lokal tidak dibarengi dengan penyediaan fasilitas pengumpulan.pelaksanaan dengan lebih terinci atas dua skema subsidi yang ada sangatlah diperlukan. kerugian ekonomi yang timbul akibat masalah sanitasi diperkirakan mencapai Rp 100. Dua pilihan yang dapat .per rumah tangga setiap bulannya. tentu saja penyediaan sanitasi harus diperbaiki. pemerintah hanya menyediakan anggaran untuk perbaikan sanitasi sebesar 1/1000 dari anggaran yang disediakan untuk penyediaan air. Pada tahun 2001. pemerintah dapat menjalankan kampanye publik secara nasional untuk meningkatkan kesadaran dalam penggunaan fasilitas sanitasi yang lebih baik. o Pada sisi penawaran. Akibatnya.000. sementara menjanjikan hasil yang cukup baik. untuk menjamin subsidi tersebut tidak menghambat penyediaan listrik secara lebih luas. Aspek terpenting adalah membiayai investasi di bidang sanitasi yang akan terus meningkat. Pada tahun 2002.. Hal ini membuat penduduk miskin cenderung menjadi lebih mudah sakit dan tidak produktif. Tempat tinggal mereka juga sering berada di dekat tempat pembuangan limbah. Biaya yang diperlukan untuk kampanye tersebut tidaklah terlalu tinggi. penduduk miskin cenderung menggunakan air dari sungai yang telah tercemar.  Peningkatan tingkat kesehatan melalui fasilitas sanitasi yang lebih baik Indonesia sedang mengalami krisis penyediaan fasilitas sanitasi. Untuk mengatasi hal tersebut ada dua hal yang dapat dilakukan: o Pada sisi permintaan.

sementara hanya 20 persen yang menikmati manfaatnya. Studi yang baru saja dilakukan menunjukkan bahwa lebih dari 1. Bahkan bantuan beras yang berasal dari Program Pangan Dunia (World Food Program) tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia karena tidak memiliki izin impor. Bahkan manfaat tersebut tidaklah sedemikian jelas. Sementara itu. misalnya dengan menyediakan DAK untuk pembiayaan sanitasi ataupun dengan menyusun standar pelayanan minimum. Dapat dikatakan bahwa hanya para pedagang yang menikmati manfaat kenaikan harga tersebut. Harga beras di tingkat petani tidak mengalami kenaikan yang berarti sementara harga di tingkat pengecer naik cukup tinggi. 80 persen dari penduduk Indonesia menderita akibat proteksi tersebut.  Penghapusan larangan impor beras Larangan impor beras yang diterapkan bukanlah merupakan kebijakan yang tepat dalam membantu petani. dukungan dan bantuan bagi petani dapat dilakukan dengan berbagai cara lain. tetapi kebijakan yang merugikan orang miskin. sementara 90 persen penduduk perkotaan dan 70 persen penduduk pedesaan mengkonsumsi lebih banyak beras dari yang mereka produksi. Secara keseluruhan. Tetapi ini hanya menguntungkan pihak yang memproduksi beras lebih dari yang dikonsumsi.5 juta orang masuk dalam kategori miskin akibat dari kebijakan tersebut. Kebijakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan harga beras. seperti penyediaan infrastruktur pertanian .dilakukan adalah: (i) mengadakan kesepakatan nasional untuk membahas masalah pembiayaan fasilitas sanitasi dan (ii) mendorong pemerintah local untuk membangun fasilitas sanitasi pada tingkat daerah dan kota.

dan pedesaan serta penyediaan riset dalam bidang pertanian. terutama yang berasal dari usaha kecil dan menengah. Dengan memiliki sertifikat kepemilikan . sejak proses desentralisasi dijalankan. Pengenaan bea masuk juga dapat menjadi altenatif yang lebih baik daripada larangan impor.  Pemberian hak penggunaan tanah bagi penduduk miskin Adanya kepastian dalam kepemilikan tanah merupakan faktor penting untuk meningkatkan investasi dan produktifitas pertanian.  Pembatasan pajak dan retribusi daerah yang merugikan usaha lokal dan orang miskin Salah satu sumber penghasilan terpenting bagi penduduk miskin di daerah pedesaan adalah wiraswasta dan usaha pendukung pertanian. pemerintah daerah berlomba-lomba meningkatkan pendapatan mereka dengan cara mengenakan pajak dan pungutan daerah yang lebih tinggi. Pemberian hak atas tanah juga membuka akses penduduk miskin pada kredit dan pinjaman. Setengah dari penghasilan masyarakat petani miskin berasal dari usaha pendukung pertanian. Usahawan pada saat ini harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengurus berbagai izin yang sebelumnya dapat mereka peroleh secara cuma-cuma. Berbagai biaya ini menghambat pertumbuhan usaha di tingkat lokal dan menurunkan harga jual yang diperoleh penduduk miskin atas barang yang mereka produksi. Belum lagi beban dari berbagai pungutan liar yang harus dibayarkan untuk menjamin pengangkutan barang berjalan secara lancar dan aman. Sayangnya. perlu dibangun iklim usaha yang lebih kondusif. Untuk meningkatkan penghasilan tersebut.

mereka dapat meminjam uang. Walaupun pada kenyataannya. Ini sangat jauh dari kondisi di Cina dan Vietnam. Sayangnya. yaitu buruknya kualitas pendidikan. di area tersebut terdapat lahan pertanian. pemukiman. kepemilikan atas 64 persen tanah di Indonesia tidaklah dimungkinkan. Disamping itu. menginvestasikannya dan mendapatkan hasil yang lebih tinggi dari aktifitas mereka1. Hal ini terkait erat dengan masalah utama pendidikan di Indonesia. Program pemutihan sertifikat tanah di Indonesia berjalan sangat lambat. sementara hanya 40 persen yang . dimana satu juta sertifikat dikeluarkan sejak 1997.  Perbaikan atas kualitas pendidikan dan penyediaan pendidikan transisi untuk sekolah menengah Indonesia telah mencapai hasil yang memuaskan dalam meningkatkan partisipasi di tingkat pendidikan dasar. Hanya saja. dimana sertifikat hak guna tanah dimiliki oleh hamper seluruh penduduk.  Membangun lembaga lembaga pembiayaan mikro yang memberi manfaat pada penduduk miskin Sekitar 50 persen rumah tangga tidak memiliki akses yang baik terhadap lembaga pembiayaan. dibutuhkan waktu seratus tahun lagi untuk menyelesaikan proses tersebut. Dengan program pemutihan yang sekarang ini dijalankan. banyak anak-anak dari keluarga miskin yang tidak dapat melanjutkan pendidikan dan terpaksa keluar dari sekolah dasar sebelum dapat menamatkannya (lihat gambar dibawah). bahkan daerah perkotaan. hanya 25 persen pemilik tanah di pedesaan yang memiliki bukti legal kepemilikan tanah mereka. karena termasuk dalam klasifikasi area hutan.

Solusi yang lebih tepat adalah memanfaaatkan dan mendorong pemberian kredit dari bank-bank komersial kepada lembaga-lembaga pembiayaan mikro tersebut. Pertama karena ibu yang melahirkan sering terlambat dalam mencari bantuan medis.000 kelahiran hidup. lembagalembaga semacam inilah yang dapat diandalkan untuk melayani masyarakat miskin secara lebih luas. Tetapi program ini juga melumpuhkan perkembangan lembaga pembiayaan mikro (LPM) yang beroperasi secara komersial. Akibatnya pemerintah daerah yang miskin sering tidak dapat menyediakan pelayanan yang mencukupi. Kedua karena kebanyakan ibu yang melahirkan lebih memilih untuk meminta bantuan bidan tradisional daripada fasilitas medis yang tersedia. Kondisi ini terlihat lebih parah di daerah pedesaan. baik dari segi kuantitas .memiliki rekening tabungan. Padahal. Program pemberian pinjaman bersubsidi tidak dapat dipungkiri telah memberi manfaat kepada penerimannya.  Menyedian lebih banyak dana untuk daerah-daerah miskin Kesenjangan fiskal antar daerah di Indonesia sangatlah terasa. Pemerintah daerah terkaya di Indonesia mempunyai pendapatan per penduduk 46 kali lebih tinggi dari pemerintah di daerah termiskin. Angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara.  Mengurangi tingkat kematian Ibu pada saat melahirkan Hampir 310 wanita di Indonesia meninggal dunia pada setiap 10. Sering terjadi juga bantuan medis yang dibutuhkan tersebut tidak tersedia. Solusinya bukanlah dengan memberikan pinjaman bersubsidi. Tingkat kematian menjadi tinggi terkait dengan dua sebab.

000 untuk minyak tanah setiap bulannya.000 untuk beras dan Rp 9. rumah tangga miskin hanya memperoleh subsidi sebesar Rp12. dapat dikatakan belum mencapai sasaran dengan baik.maupun kualitas. seperti beras untuk orang miskin serta subsidi bahan bakar dan listrik. . Secara rata-rata. Pemberian dana yang terarah dengan baik dapat membantu masalah ini. sementara sekitar Rp60 trilliun lebih banyak dinikmati oleh masyarakat mampu. Angka ini lebih besar dari pengeluaran di bidang kesehatan dan pendidikan.  Merancang perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran Program perlindungan yang tersedia saat ini. hanya 10 persen yang dapat dinikmati oleh penduduk miskin. pemerintah Indonesia mengeluarkan Rp 74 trilliun untuk perlindungan sosial. Sayangnya. Pada tahun 2004.

dan rendahnya mutu layanan pendidikan. gizi anak. terbatasnya kecukupan dan mutu pangan. Hal ini ditandai dengan rendahnya kualitas hidup penduduk. Saran Pemerintah sebaiknya menjalankan program terpadu secara serius dan bertanggung jawab agar dapat segera mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia Sebagai warga negara Indonesia yang baik. mari kita dukung semua program pemerintah dengan sungguh-sungguh demi masa depan bangsa dan negara Indonesia terbebas dari kemiskinan. Kondisi kemiskinan di Indonesia sangat memprihatinkan. . Kesimpulan Berdasarkan pembahasan bab II. Oleh karena itu. Marilah kita tingkatkan kepedulian dan kepekaan sosial untuk membantu saudara kita yang masih mengalami kemiskinan. B.BAB III PENUTUP A. kami dapat menyimpulkan bahwa. terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan. perlu mendapat penanganan khusus dan terpadu dari pemerintah bersama-sama dengan masyarakat.

imnis.Ide-Ide Program 100 Hari BADAN PUSAT STATISTIK . 1 Juli 2010 .DAFTAR PUSTAKA http://images.Berita Resmi Statistik No. 45/07/Th.doc?nmid=96869950 Indonesia Policy Briefs . XIII.multiplycontent.multiply.com/attachment/0/SDH88woKCt 8AAF8LARk1/Bagian%20III%20Kemiskinan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful