Fungsi, Konstruksi dan Cara/Metoda Pengukuran Alat Ukur 1) Tachometer a) Uraian

Tachometer adalah alat untuk mengukur putaran mesin (RPM) (Rotary Per Minute).

b) Cara Pemakaian (1) Persiapan y Pastikan jarum pada posisi 0 jika tidak, set dengan memutar adjusting screw. y Keluarkan pick-up probe dari bagian belakang tachometer dan pasang pada connector. y Set batt/RPM selection switch pada posisi Batt Chk dan periksa apakah jarum bergerak ke daerah OK. Jika tidak ganti battery.

(2) Pengecekan RPM y Set cycle selection knob ke-4. y Hubungkan pick-up probe ke injector holder no. 1 y Baca hasil pengukuran. . y Set sensitivity pada auto. y Set Batt/RPM selection switch ke posisi RPM .

sistem pengisian dan kevakuman dari intake manifold.2) Tune Up Tester a) Uraian Tune up tester adalah alat yang berfungsi untuk memeriksa breaker point. dwell angle. tegangan battery. putaran mesin (rpm). .

6 Cyl.(1) Saklar (a) Breaker point. Meter indicator: RPM. Pengecekan out put. (12) Pick up klip distributor. L/H lamp led indikator. Pengecekan dwell angle dan RPM. (c) RPM. (13) Adaptor vakum intake manifold. Lampu indikator putaran rendah (L). (b) Dwell. Niple selang vakum dan penyetel damper vakum. breaker point dan volt. (8) (9) Vakum meter. (d) Volt (2) (3) (4) (5) (6) (7) Saklar seleksi jumlah silinder: 4 Cyl. 8 Cyl. Timing light (10) Kabel klip power battery. Lampu indikator putaran tinggi (H). dwell. . (11) Kabel klip distributor.

.

y Mengukur RPM (1) Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hiitam pada (-) battery atau massa body. (3) Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin. (3) Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin. maka jarum berada di luar daerah hijau. Sedangkan apabila point tidak baik. y Mengukur Dwell Angle (1) Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hitam pada ( -) battery atau massa body.b) Cara Penggunaan y Mengukur Breaker Point (1) Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hiitam pada (-) battery atau massa body. (5) Pengukuran breaker point dilakukan saat mesin mati tetapi kunci kontak pada posisi ON. maka jarum akan bergerak dan baca angka yang tertera pada skala dwell (6). (4) Tentukan pemakaian tester dengan memutar saklar (1) pada posisi breaker point. . (2) Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada ( -) ignition coil. maka jarum pada posisi strip hijau (OK) di kiri. (6) Apabila breaker point pada saat ini dal am keadaan tertutup dan hubungan point tersebut baik. (4) Hidupkan mesin dan panaskan sampai temperatur kerjanya. (2) Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada ( -) ignition coil. (2) Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada ( -) ignition coil. (5) Tentukan pemakaian tester dengan memutar saklar (1) pada posisi dwell.

(2) Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada ( -) ignition coil. y Mengukur Voltase Output Alternator (1) Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hiitam pada (-) battery atau massa body. 1600 rpm dan lampu - Untuk rpm lebih tinggi dari 1600 rpm maka lampu H akan menyala dan bacalah skala 0 8000 rpm. (3) Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin.(3) Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin. (4) Hidupkan mesin dan panaskan sampai temperatur kerjanya. (2) Pasangkan kabel (11) warna hijau pada terminal breaker point di distributor atau pada ( -) ignition coil. - Untuk rpm rendah baca skala 0 L menyala. maka jarum akan bergerak dan baca angka yang tertera pada skala rpm (6). (3) Putar saklar (2) menurut jumlah silinder dari mesin. y Mengukur Waktu Pengapian (1) Pasangkan kabel (10) warna merah pada (+) battery dan warna hiitam pada (-) battery atau massa body. maka jarum akan bergerak dan baa angka yang tertera pada skala volt (6). (5) Tentukan pemakaian tester dengan memutar saklar (1) pada posisi volt. (5) Tentukan pemakaian tester dengan memutar saklar (1) pada posisi rpm. . (4) Hidupkan mesin dan panaskan sampai temperatur kerjanya. (6) Output alternator = 13 15 volt. - Jangan mempergunakan tune up tester untuk tegangan lebih dari 20 volt.

b. b) Peringatan penting . Dan terdiri dari 2 tipe: a. agar mencapai ketegangan tertentu. 3) Kunci Momen a) Uraian Kunci moment digunakan untuk mengukur gaya puntir pada baut dan mur. 1 dan saklar timing light (9) harus pada posisi ON dan arahkan pada puli mesin atau penunjuk saat pengapian.(4) Hidupkan mesin dan panaskan sampai temperatur kerjanya. Pre-set type. Plate type. (5) Pasangkan kabel (12) pada kabel busi no.

. y Gunakan kunci moment yang mempunyai tingkat moment yang cukup (maximum torque). y Untuk mencegah agar kunci socket tidak meleset.y Gunakan kunci moment hanya untuk pengerasan akhir.

tahanlah dengan tangan kiri sambil menarik handle. seperti pada gambar. .

Kunci momen siap digunakan. y 4) Hidrometer .cm y y Kemudian keraskan penguncinya (locker) dengan arah searah jarum jam.cm : 60 kgf.c) Cara Penggunaan Kunci Moment Preset Type y Lepaskan locker dengan arah berlawanan arah jarum jam. Contoh: Main scale Sub scale Momen : 300 kgf.cm : 460 kgf. Putar skala utama (main scale/skala ratusan) dan skala sub (sub scale/skala puluhan) sesuai dengan momen yang dibutuhkan.

Berat jenis elektrolit berubah menurut tingkat isi battery.007 (t Dimana: S20 St t = berat jenis koreksi = berat jenis terukur = suhu saat pengukuran 20) . sehingga rumus ini digunakan untuk menentukan hubungannya: S20 = St + 0.28. Berat jenis juga dipengaruhi oleh suhu. Berat jenis battery penuh adalah 1.Hidrometer berfungsi untuk mengukur berat jenis elektrolit battery.26 1.

Karena tekanan kompresi pada mesin diesel tinggi. Pemasangan pada lubang injector atau glow plug. maka harus digunakan gauge dengan tekanan tinggi. .5) Compresion Tester Compression tester digunakan untuk mengukur tekanan kompresi. 6) Nozzle Tester Nozzle tester digunakan untuk memeriksa tekanan pembukaan injector dan kondisi injector (kebocoran setelah injeksi.

. b) Tune up tester adalah suatu alat ukur yang berfungsi untuk mengukur breaker point. d) Hidrometer adalah suatu alat ukur yang berfungsi untuk mengukur berat jenis (BD) elektrolit batere. tegangan batere. e) Compresion tester adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur tekanan kompresi silinder motor. f) Nozzle tester adalah suatu alat ukur yang berfungsi untuk mengecek baik tidaknya injektor ( nozzle) motor diesel. putaran mesin (rpm). c) Kunci moment adalah suatu alat ukur yang berfungsi untuk mengencangkan baut dan mur dengan kekencangan tertentu. dwell angle.7) Rangkuman a) Tachometer adalah suatu alat ukur yang berfungsi untuk mengukur putaran (rpm) motor. sistem pengisian dan kevakuman intake manifold.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful