P. 1
Panggul Sempit (Disproporsi sefalopelvik)

Panggul Sempit (Disproporsi sefalopelvik)

|Views: 10,325|Likes:
Panggul sempit menggambarkan suatu obstruksi persalinan akibat ketidaksesuaian antara ukuran kepala janin dengan ukuran panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar dari vagina.
Panggul sempit menggambarkan suatu obstruksi persalinan akibat ketidaksesuaian antara ukuran kepala janin dengan ukuran panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar dari vagina.

More info:

Published by: Rovels Agber Maywell Iroth on Oct 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2015

pdf

PANGGUL SEMPIT

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

PANGGUL SEMPIT
I. PENDAHULUAN

Saat ini, istilah seperti disproporsi sefalopelvik dan kegagalan kemajuan (failure to progress) sering digunakan untuk menjelaskan persalinan yang tidak efektif sehingga perlu dilakukan section sesaria. Istilah Disproporsi Sefalopelfik mulai digunakan sebelum abad ke-20 untuk menjelaskan obstruksi persalinan akibat disparitas (ketidaksesuaian) antara ukuran kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina. Namun, istilah ini berasal dari masa saat indikasi utama seksio sesaria adalah penyempitan panggul yang nyata akibat rakitis. Saat ini disproporsi seperti itu jarang dijumpai dan sebagian disproporsi disebabkan oleh mal posisi kepala janin atau akibat kontraksi yang tidak efektif. Kegagalan kemajuan (failure to progress) baik pada persalinan spontan maupun persalinan diinduksi telah menjadi istilah yang semakin popular untuk menggambarkan persalinan yang tidak efektif. Istilah ini juga digunakan untuk tidak adanya kemajuan pembukaan servik atau penurunan janin. (1)

II.

ANATOMI DAN JENIS PANGGUL

Panggul menurut anatominya dibagi dalam 4 jenis pokok. Jenis-jenis panggul ini dengan ciri-ciri pentingnya ialah: (2) 1. Panggul ginekoid, dengan pintu atas panggul yang bundar, atau dengan diameter transversa yang lebih panjang sedikit dari pada diameter antero-posterior dan dengan panggul tengah serta pintu bawah panggul yang cukup luas. 2. Panggul antropoid, dengan diameter antero-posterior yang lebih panjang dari pada diameter transversa dan dengan arkus pubis menyempit sedikit.

1

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

3. Panggul android, dengan pintu atas panggul yang berbentuk seperti segitiga, berhubungan dengan penyempitan kedepan, dengan spina ischiadica menonjol kedalam dan dengan arcus pubis menyempit. 4. Panggul platipelloid, dengan diameter antero-posterior yang jelas lebih pendek dari pada diameter transversa pada pintu atas panggul, dan dengan arcus pubis yang luas.

2

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

Berhubungan dengan faktor-faktor ras dan sosial ekonomi, frekuensi dan ukuran-ukuran jenis-jenis panggul berbeda-beda di antara berbagai bangsa. Dengan demikian standar untuk panggul normal pada seorang wanita Eropa berlainan dengan standar seorang wanita Asia Tenggara. (2)

Pada panggul dengan ukuran normal apapun jenis pokoknya kelahiran pervaginam janin dengan berat badan yang normal tidak akan mengalami kesukaran. Akan tetapi karena pengaruh gizi, lingkungan atau hal-hal lain, ukuran-ukuran panggul dapat menjadi lebih kecil daripada standar normal sehingga bisa terjadi kesulitan dalam persalinan pervaginam. Terutama kelainan pada panggul android dapat menimbulkan distosia yang sukar diatasi. Disamping panggulpanggul sempit karena ukuran-ukuran pada 4 jenis pokok tersebut diatas kurang dari normal, terdapat pula panggul-panggul sempit yang lain yang umumnya juga disertai perubahan dalam bentuknya.Menurut klasifikasi yang dianjurkan oleh Munro Kerr yang diubah sedikit, panggulpanggul yang terakhir ini dapat di golongkan sebagai berikut : 1. Perubahan bentuk karena kelainan pertumbuhan intrauterin : a. Panngul Niegel b. Panggul Robert c. Split Pelvis d. Panggul Asimilasi

2. Perubahan Bentuk karena penyakit pada tulang-tulang panggul dan / atau sendi panggul a. Rakitis b. Osteomalasia c. Neoplasma d. Fraktur e. Atrofi,Karies,Nekrosis f. Penyakit pada sendi sakroiliaca dan sendi sakrokoksigea

3. Perubahan bentuk karena penyakit tulang belakang a. Kifosis b. Skoliosis c. Spondilolistesis
3

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

4. Perubahan bentuk karena penyakit kaki a. Koksitis b. Luksasiokoksa c. Atrofi atau pelumpuhan satu kaki. (2)

III.

DEFINISI

Panggul disebut sempit apabila ukurannya 1-2 cm kurang dari yang normal. Kesempitan panggul bisa pada inlet (pintu atas panggul), mid pelvis (ruang tengah panggul), outlet ( dasar panggul atau pintu bawah panggul), kombinasi dari inlet,mid pelvis atau outlet. (3)

IV.

PEMBAGIAN PANGGUL SEMPIT (2,3)

1. Kesempitan pintu atas panggul (pelvic inlet) a. Pembagian tingkatan panggul sempit 1. Tingkat I : C.V = 9-10 cm = borderline 2. Tingkat II : C.V = 8-9 cm = relative 3. Tingkat III : C.V = 6-8 cm = Ekstrim 4. Tingkat IV : C.V = 6 cm =Mutlak (absolut)

b. Pembagian menurut tindakan 1. C.V = 11 cm……...………Partus Biasa 2. C.V = 8-10 cm……………Partus percobaan 3. C.V = 6-8 cm …………….SC primer 4. C.V = 6 cm ………………..SC mutlak (absolut)

Inlet dianggap sempit bila C.V kurang dari 10 cm atau diameter transversa kurang dari 12 cm. Karena yang biasa diukur adalah conjugata Diagonalis (C.D) maka inlet dianggap sempit bila C.D kurang dari 11,5 cm.
4

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

2. Kesempitan Midpelvis Terjadi bila: a. Diameter interspinarum 9 cm, atau b. Kalau diameter transversa ditambahkan dengan diameter sagitalis posterior kurang dari 13,5 cm. Kesempitan midpelvis hanya dapat dipastikan dengan rontgen pelvimetri. Dengan pelvimetri klinik, hanya dapat dipikirkan kemungkinan kesempitan midpelvis kalau: -spina menonjol, partus akan tertahan disebut midpevic arrest -side walls konvergen -ada kesempitan outlet Midpelvis contraction dapat memberi kesulitan sewaktu partus sesudah kepala melewati pintu atas panggul. Adanya kesempitan ini sebetulnya merupakan kontraindikasi untuk forsep karena daun forsep akan menambah sempitnya ruangan.

3. Kesempitan outlet Adalah bila diameter transversa dan diameter sagitalis posterior <15 cm. Kesempitan outlet, meskipun bisa tidak menghalangi lahirnya janin, namun dapat menyebabkan perineal rupture yang hebat, karena arkus pubis sempit sehingga kepala janin terpaksa melalui ruangan belakang.

5

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

V.

DIAGNOSIS (3)
Kita selalu memikirkan kemungkinan panggul sempit, bila ada seorang primigravida

pada akhir kepala kehamilan anak belum masuk p.a.p dan ada kesalahan letak janin. Diagnosis dapat kita tegakkan dengan: a. Anamnesis Kepala tidak masuk P.A.P dan ada riwayat kesalahan letak (LLi, letak bokong), partus yang lalu berlangsung lama, anak mati atau persalinan ditolong dengan alat-alat (ekstraksi vakum atau forsep) dan operasi b. Inspeksi Ibu kelihatan pendek ruas tulang-tulangnya atau ada skoliosis, kifosis, dll. Kelainan panggul luar (rachitis, dsb) kalau kepala belum masuk P.A.P kelihatan kontur seperti kepala menonjol diatas simfisis. c. Palpasi Kepala tidak masuk p.a.p atau masih goyang dan terdapat tanda dari OSBORN, yaitu kepala didorong kearah p.a.p dengan satu tangan diatas simpisis pubis sedang tangan lain mengukur tegak lurus pada kepala yang menonjol. (+) = 3 jari (-) = masuk p.a.p (±) = antara kesalahan-kesalahan letak
6

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

d. Pelvimetri Klinis 1. Pemeriksaan panggul luar: apakah ukurannya kurang dari normal 2. Pemeriksaan dalam (V.T): apakah promontorium teraba, lalu diukur C.D dan C.V: linea innominata teraba seluruhnya atau tidak, spina ischiadica dll

e. Rontgen Pelvimetri Dari foto dapat kita tentukan ukuran-ukuran C.V;C.O = apakah kurang dari normal; C.T; serta imbang kepala panggul.

Diagnosis panggul sempit dan disproporsi sefalopelvik Pemeriksaan umum kadang-kadang sudah membawa pikiran ke arah kemungkinan kesempitan panggul. Sebagaimana adanya tuberkulosis pada kolumna vertebra atau pada panggul, luksasio koksa kongenitalis dan poliomielitis dalam anamnesis memberi petunjuk penting , demikian pula ditemukannya kifosis, ankilosis pada artikulosio koksa di sebelah kanan atau kiri dan lain-lain pada pemeriksaan fisik memberikan isyarat-isyarat tertentu. Pada wanita yang lebih pendek daripada ukuran normal bagi bangsanya , kemungkinan panggul kecil perlu diperhatiakn pula. Akan tetapi apa yang dikemukakan di atas tidak dapat diartikan bahwa seorang wanita dengan bentuk badan normal tidak dapat memiliki panggul dengan ukuran-ukuran yang kurang dari normal, ditinjau dari satu atau beberapa segi bidang panggul. Dalam hubungan ini beberapa hal perlu mendapat perhatian.

7

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

Anamnesis tentang persalinan-persalinan terdahulu dapat memberi petunjuk tentang keadaan panggul. Apabila persalinan tersebut berjalan lancar dengan dilahirkannya janin dengan berat badan normal, maka kecil kemungkinan bahwa wanita yang bersangkutan menderita kesempitan panggul yang berarti. (2) Pengukuran panggul (pelvimetri) merupakan cara pemeriksaan yang penting untuk

mendapat keterangan lebih banyak tentang keadaan panggul. Cara pelaksanaan pelvimetri sudah dibahas dengan lengkap pada fisiologi kehamilan, disini hanya dikemukakan beberapa hal pokok saja. Pelvimetri luar tidak banyak artinya, kecuali untuk pengukuran pintu bawah panggul dan dalam beberapa hal yang khusus seperti panggul miring. Pelvimetri dalam dengan tangan mempunyai arti yang penting untuk menilai secara agak kasar pintu atas panggul serta panggul tengah , dan untuk memberi gambaran yang jelas mengenai pintu bawah panggul. Dengan pelvimetri rontgenologi diperoleh gambaran yang jelas tentang bentuk panggul dan ditemuakn angka-angka mengenai ukuran-ukuran dalam ketiga bidang panggul. Akan tetapi pemeriksaan ini pada masa kehamilan mengandung bahaya, khusunya bagi janin . Oleh sebab itu tidak dapat dipertanggung jawabkan untuk menjalankan pelvimetri rontgenologik secara rutin pada masa kehamilan melainkan harus didasarkan atas indikasi yang nyata, baik dalam masa antenatal, maupun dalam persalinan. Keadaan panggul merupakan faktor penting dalam kelangsungan persalinan, tetapI yang tidak kurang penting ialah hubungan antara kepala janin dengan panggul ibu. Besarnya kepala janin dalam perbandingan dengan luasnya panggul ibu menentukan apakah ada disproporsi sefalopelvik atau tidak. Masih ada faktor-faktor lain yang ikut menentukan apakah persalinan pervaginam akan berlangsung dengan baik, akan tetapi faktor-faktor ini baru dapat diketahui pada saat persalinan , seperti kekuatan his dan terjadinya moulage kepala janin. Besarnya kepala janin, khususnya diameter biparietalisnya dapat diukur dengan menggunakan sinar rontgen ekan tetapi sefalometri rontgenologi lebih sukar pelaksaannya dan mengandung bahaya seperti pemeriksaan-pemeriksaan rontgenologik lainnya. (2) Pengukuran diameter biparietalis dengan cara ultrasonik yang sudah mulai banyak dilakukan memberikan hasil yang cukup memuaskan. Cara ini tidak berbahaya dibandingkan dengan pemeriksaan rontgenologik. Pada hamil tua dengan janin dalam presentasi kepala, dapat dinilai agak kasar adanya disproporsi sefalopelvik dan kemungkinan mengatasinya.
8

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

Untuk hal ini pemeriksaan dengan tangan yang satu menekan kepala janin dari atas kearah rongga panggul sedangkan tangan lain yang diletakkan pada kepala menentukan apakah bagian ini menonjol diatas simpisis atau tidak (metode osborn). Pemeriksaan yang lebih sempurna ialah metoda Muller Munro Kerr, tangan yang satu memegang kepala janin dan menekannya kearah rongga panggul, sedangkan 2 jari tangan yang lain dimasukkan kedalam rongga vagina untuk menentukan sampai berapa jauh kepala mengikuti tekanan tersebut. Sementara itu ibu jari atngan yang masuk dalam vagina memeriksa hubungan antara kepala dan simpisis.(2)

VI.

MEKANISME PERSALINAN
Bila panggul sempit dalam ukuran muka belakang dan C.V < 9 cm, maka diameter ini

tidak dapat dilalui oleh dimeter biparietalis dari janin yang cukup bulan. Maka dari itu kalau kepala turun biasanya terjadi defleksi sehingga yang melewati diameter anteroposterior adalah diameter bitemporalis. Jadi pada panggul sempit sering dijumpai letak defleksi. Karena panggul sempit maka persalinan berlangsung lama, karena ada obstruksi pada: KALA I : Kepala tidak masuk p.a.p, maka pembukaan berlangsung lama dan kemungkinan ketuban pecah sebelum waktunya. Setelah ketuban pecah maka kepala tidak dapat menekan servik, kecuali his kuat sekali sehingga terjadi moulage yang hebat pada kepala KALA II: Menjadi lama karena diperlukan waktu untuk turunnya kepala dan untuk moulage. (3)

Di atas sudah diterangkan bahwa kesempitan panggul bukan faktor satu-satunya yang menentukan apakah persalinan pervaginam akan berlangsung dengan aman atau tidak untuk ibu. Walaupun demikian pengetahuan tentang ukuran dan bentuk panggul sangat membantu dalam penilaian jalannya persalinan pada wanita bersangkutan. Kesempitan panggul dapat ditemukan pada satu bidang atau lebih. Kesempitan pada panggul tengah umumnya juga disertai kesempitan pintu bawah panggul.

9

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

Kesempitan pada pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit apabila konjugata vera kurang dari 10 cm, atau diameter transversa kurang dari 12 cm. Kesempitan pada konjugata vera (panggul picak) umumnya lebih menguntungkan daripada kesempitan pada semua ukuran (panggul sempit selurunya). Oleh karena pada panggul sempit kemungkinan lebih besar bahwa kepal tertahan oleh pintu atas panggul, maka dalam hal ini serviks uteri kurang mengalami tekanan kepala. Hal ini dapat mengakibatkan inersia uteri serta lambannya pendataran dan pembukaan serviks.

Apabila pada panggul sempit pintu atas panggul tidak tertutup dengan sempurna oleh kepala janin, ketuban bisa pecah pada pembukaan kecil dan ada bahaya pula terjadinnya prolapsus funikuli. Pada panggul picak, turunnya kepala bisa tertahan dengan akibat terjaninya defleksi kepala, sedang pada panggul sempit seluruhnya ditemukan rintangan pada semua ukuran, kepala memasuki rongga panggul dengan hiperfleksi. Selanjutnya moulage kepala janin dapat dipengaruhi oleh jenis asinklitismus, dalam hal ini asinklitismus anterior lebih menguntungkan daripada asinklitismus posterior. Oleh karena pada mekanisme yang terakhir gerakan os parietal posterior yang terletak paling bawah tertahan oleh simfisis, sedang pada asinklitismus anterior os parietal anterior dapat bergerak lebih leluasa ke belakang.

Kesempitan panggul tengah Dengan sacrum melengkung sempurna , dinding-dinding panggul tidak berkonvergensi , foramen ischiadicum mayor cukup luas, dan spina ischiadica tidak menonjol kedalam , dapat diharapkan bahwa panggul tengah tidak akan menyebabkan rintangan bagi lewatnya kepala janin. Ukuran terpenting yang hanya dapat ditetapkan secara pasti dengan pelvimetri rontgenologik ialah distansia interspinarum. Apabila ukuran ini kurang dari 9,5 cm perlu kita waspadai terhadap kemungkinan kesukaran pada persalinan , apalagi bila diameter sagitalis posterior pendek pula. Pada panggul tengah yang sempit lebih sering ditemukan posisi oksipitalis posterior persisten atau presentasi kepal dalam posisi lintang tetap (transverse arrest).

10

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

Kesempitan pintu bawah panggul Pintu bawah panggul tidak merupakan bidang yang datar, tetapi terdiri atas segitiga depan dan segitiga belakang yang mempunyai dasar yang sama, yakni distansia tuberum.

Apabila ukuran yang terakhir ini lebih kecil dari biasa, maka sudut arcus pubis mengecil pula (<800). Agar dalam hal ini kepal janin dapat lahir , diperlukan ruanggan yang lebih besar pada bagian belakang pintu bawah panggul. Dengan diameter sagitalis posterior yang cukup panjang, persalian pervaginam dapat dilaksanakan, walaupun dengan perlukaan luas pada perineum. Dengan distansia tuberum bersama dengan diameter sagitalis posterior <15cm, timbul kemacetan pada kelahiran janin ukuran biasa. (2)

VII. KOMPLIKASI (3)
A.KOMPLIKASI PADA KEHAMILAN 1. Pada kehamilan muda rahim yang bertambah besar dapat tertahan/terhalang keluar dari true pelvic, jarang dijumpai kecuali pada panggul sempit absolute 2. Pada kehamilan lanjut, inlet yang sempit tidak dapat dimasuki oleh bagian terbawah janin, menyebabkan fundus uteri tetap tinggi dengan keluhan sesak, sulit bernafas, terasa penuh diulu hati dan perut besar 3. Bagian terbawah anak goyang dan tes Osborn (+) 4. Perut seperti abdomen pendulus (perut gantung) 5. Dijumapa kesalahan-kesalahan letak, presentasi dan posisi 6. Lightning tidak terjadi, fiksasi kepala tidak ada, bahkan setelah persalinan dimulai

7. Sering dijumpai tali pusat terkemuka dan menumbung

B. KOMPLIKASI PADA SAAT PERSALINAN Komplikasi panggul sempit pada persalinan tergantung pada derajat kesempitan panggul. 1. Persalinan akan berlangsung lama 2. Sering dijumpai ketuban pecah dini
11

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

3. Karena kepala tidak mau turun dan ketuban sudah pecah sering terjadi tali pusat menumbung 4. Moulage kepala berlangsung lama 5. Sering terjadi inertia uteri sekunder 6. Pada panggul sempit menyeluruh bahkan sering didapati inertia uteri primer 7. Partus yang lama akan menyebabkan pereganga SBR dan bila berlarut-larut dapat menyebabkan ruptur uteri 8. Dapat terjadi simfisiolisis, infeksi intrapartal 9. Partus lama mengakibatkan penekanan yang lama pada jaringan lunak menyebabkan edema dan hematoma jalan lahir yang kelak dapat menjadi nekrotik dan terjadilah fistula.

C.

KOMPLIKASI PADA ANAK

1. Infeksi intrapartal 2. Kematian janin intrapartal (KJIP) 3. Prolaps funikuli 4. Perdarahan intracranial 5. Kaput suksedaneum sefalo-hematoma yang besar 6. Robekan pada tentorium serebri dan perdarahan otak karena moulage yang hebat dan lama

VIII. PROGNOSIS (2,3)
Apabila persalinan dengan disproporsi sefalopelvik dibiarkan berlangsung sendiri tanpa – bilamana perlu – pengambilan tindakan yang tepat,timbul bahaya bagi ibu dan janin.

Bahaya pada ibu : a. Partus lama yang seringkali disertai pecahnya ketuban pada pembukaan kecil dapat menimbulkan dehidrasi serta asidosis, dan infeksi intrapartum. b. Dengan his yang kuat, sedang kemajuan janin dalam jalan lahir tertahan, dapat timbul peregangan segmen bawah uterus dan pembentukan lingkaran retraksi patologik (Bundl). Keadaan ini terkenal dengan ruptur uteri mengancam, apalagi bila tidak segera diambil tindakan untuk mengurangi reganggan akan timbul ruptur uteri .
12

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

c. Dengan persalinan tidak maju karena disproporsi sefalopelvik, jalan lahir pada suatu tempat mengalami tekanan yang lama antara kepala janin dan tulang panggul. Hal itu menimbulkan gangguan sirkulasi dengan akibat terjadinya iskemia dan kemudian nekrosis pada tempat tersebut. Beberapa hari post partum akan terjadi fistula vesikoservikalis , atau fistula vesicovaginalis, atau fistula rectovaginalis.

Bahaya pada janin : a. Partus lama dapat meningkatkan kematian perinatal, apalagi jika ditambah dengan infeksi intrapartum. b. Prolapsus funikuli apabila terjadi mengandung bahaya yang sangat besar bagi janin dan memerlukan kelahiran segera, apabila ia masih hidup. c. Dengan adanya disproporsi sefalopelvik, kepal janin dapat melewati rintangan pada panggu dengan mengadakan moulage. Moulage dapat dialami oleh kepala janin tanpa akibat yang jelek sampai batas-batas tertentu, akan tetapi apabila batas –batas tersebut dilampaui, terjadi sobekan pada tentorium serebeli dan perdarah intrakranial. d. Selanjutnya tekanan oleh promontorium atau kadang-kadang oleh simpisis pada panggul picak menyebabkan perlukaan pada jaringan diatas tulang kepala janin, malahan dapat pula menimbulkan fraktur pada os parietalis.

IX.

PENANGANAN (2,3)
Dewasa ini 2 tindakan dalam penanganan disproporsi sefalopelvik yang dahulu banyak

diselenggarakan lagi. Cunam tinggi dengan mengguanakan axis- traction forceps dahulu dilakukan untuk membawa kepala janin yang dengan ukuran besarnya belum melewati atas panggul kedalam rongga panggul dan terus keluar. Tindakan ini sangat berbahaya bagi janin dan ibu, kini diganti oleh section sesaria yang jauh lebih aman. Saat ini ada 2 cara yang merupakan tindakan utama untuk menangani persalinan pada disproporsi sefalopelvik, yakni sectio sesaria dan partus percobaan.

13

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

a. Sectio Sesaria Sectio sesaria dapat dilakukan secara elektif atau primer, yakni sebelum persalinan mulai atau pada awal persalinan, dan secara sekunder yakni setelah persalinan berlangsung selama beberapa waktu.. section sesaria elektif direncanakan lebih dahulu dan dilakukan pada kehamilan cukup bulan karena kesempitan panggul yang cukup berat, atau karena terdapat disproporsi sefalopelvik yang nyata. Selain itu sectio tersebut diselenggarakan pada kesempitan ringan apabila ada factorfactor lain yang merupakan komplikasi, seperti primigravida tua, kelainan letak janin yang tak dapat diperbaiki, kehamilan pada wanita yang mengalami infertilitas yang lama, penyakit jantung, dan lain-lain. Sectio sesaria sekunder dilakukan karena persalinan percobaan dianggap gagal, atau karena timbul komplikasi untuk menyelesaikan persalinan selekas mungkin, sedang syarat-syarat untuk persalinan pervaginam tidak atau belum dipenuhi. (2,3)

b. Persalinan Percobaan Setelah pada panggul sempit berdasarkan pemeriksaan yang teliti pada hamil tua diadakan penilaian tentang bentuk serta ukuran- ukuran panggul dalam semua bidang dan hubunga antara kepala janin dan panggul, dan setelah dicapai kesimpulan bahwa ada harapan bahwa persalinan dapat berlangsung pervaginam dengan selamat, dapat diambil keputusan untuk menyelenggarakan persalinan percobaan.

Dengan demikian persalinan ini merupakan suatu test terhadap kekuatan his dan daya akomodasi, termasuk moulage kepala janin, kedua factor ini tidak dapat diketahui sebelum persalinan berlangsung beberapa waktu. Pemelihan kasus-kasus untuk persalinan percobaan harus dilakukan dengan cermat. Diatas sudah dibahas indikasi- indikasi untuk section sesaria elektif, keadaan- keadaan ini dengan sendirinya menjadi kontra indikasi untuk persalinan

percobaan. Selain itu beberapa hal perlu pula mendapat perhatian. Janin harus berada dalam presentasi kepala dan lamanya kehamilan tidak lebih dari 42 minggu.
14

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

Alasan bagi ketentuan yang terakhir ini ialah kepala janin bertambah besar serta lebih sukar mengadakan moulage, dan berhubung dengan kemungkinan adanya disfungsi plasenta janin mungkin kurang mampu mengatasi kesukaran yang dapat tibul pada persalinan percobaan. Perlu disadari pula bahwa kesempitan panggul dalam satu bidang, seperti pada panggul picak, lebih menguntungkan daripada kesempitan dalam beberapa bidang. (2,3)

Mengenai penanganan khusus pada persalinan percobaan perlu diperhatikan hal- hal berikut: 1. Perlu diadakan pengawasan yang seksama terhadap keadaan ibu dan janin. Pada persalinan yang agak lama perlu dijaga adanya bahaya dehidrasi dan asidosis pada ibu, dan perlu diusahakan supaya ia dapat beristirahat cukup, serta tidak banyak menderita. Jangan diberikan makanan biasa melainkan secara infus intra vena karena ada kemungkinan persalinan harus diakhiri dengan sectio sesaria. Keadaan denyut jantung janin harus pula diawasi terus-menerus. 2. Kualitas dan turunnya kepala janin dalam rongga panggul harus tetap diawasi Perlu disadari bahwa kesempitan panggul tidak jarang mengakibatkan kelainan his dan gangguan pembukaan servik. Dalam hubungan ini his yang kuat, kemajuan dalam turunnya kepala dalam rongga panggul, dan kemajuan dalam mendatar serta membukanya servik merupakan hal-hal yang menguntungkan.

3. Sebelum ketuban pecah, kepala janin pada umumnya tidak dapat masuk kedalam rongga panggul dengan sempurna

Pada disproporsi sefalopelvik ketuban tidak jarang pecah pada permulaan persalinan. Pemecahan ketuban secara aktif hanya dapat dilakukan bila his berjalan teratur dan sudah ada pembukaan servik untuk separuhnnya atau lebih. Tujuan tindakan ini ialah untuk mendapatkan kepastian apakah dengan his yang teratur dan mungkin bertambah kuat, terjadi penurunan kepala yang berarti atau tidak. Selanjutnya setelah ketuban pecah, baik spontan atau dengan buatan perlu ditentukan ada tidaknya prolapsus funikuli.

15

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

4. Masalah yang penting ialah menentukan berapa lama partus percobaan boleh berlangsung. Berhubung banyaknya factor yang harus ikut diperhitungkan dalam mengambil keputusan tersebut, tiap kasus harus dinilai sendri-sendiri. Apabila his cukup sempurna maka sebagai indikator berhasil atau tidaknya partus percobaan tersebut adalah hal-hal yang mencakup keadaan-keadaan sebagai berikut: a. Bagaimana kemajuan pembukaan servik? Adakah gangguan pembukaan seperti pemanjangan fase laten, pemanjangan fase aktif, sekunder arrest b. Bagaimanakah kemajuan penurunan bagian terendah janin (belakang kepala)? c. Adakah tanda-tanda klinis dari pihak anak maupun ibu yang menunjukkan adanya bahaya bagi anak maupun ibu (gawat janin, rutura uteri imminens, dll) Apabila salah satu gangguan diatas ada, maka menandakan bahwa persalian pervaginam tidak mungkin dan harus diselesaikan dengan section sesaria. Sebaliknya bila kemajuan pembukaan serta penurunan kepala berjalan lancar, maka persalinan pervaginam bisa dilaksanakan sesuai persyaratan yang ada. (2,3)

16

PANGGUL SEMPIT Dr. Rovels Agber Maywell Iroth

DAFTAR PUSTAKA
1. Cunningham,G. Distosia (persalinan abnormal dan disproporsi fetofelvic),Profitasari at all . Obstetri Williams. Edisi 21 . volume 1. Jakarta . EGC. 2004. Bab 18. Hal: 467-468. 2. Wiknjosastro,H. distosia karena kelainan panggul, Saifuddin,BA. Rachimhadi,T. ilmu kebidanan. Edisi 3. Yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo. Jakarta. 2006. Bab 7. Hal; 637-647. 3. Mochtar,R. panggul sempit (pelvic contraction), Lutan,D. Synopsis obstetri: edisi 2. Jakarta. EGC. 1998. Bab 9. Hal: 332-328.

17

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->